Anda di halaman 1dari 4

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN CHRONIC KIDNEY DISEASE NO 1 Diagnosa Keperawatan Kelebihan volume cairan: lebih dari kebutuhan berhubungan

dengan penurunan haluaran urin, diet berlebih, retensi cairan dan natrium. Ditandai dengan : DS: Klien mengeluh tidak BAK Klien mengeluh urin yang keluar sedikit Klien mengeluh rasa tidak nyaman di perut bagian bawah karena tidak bisa BAK D : !D "".. mm#g $adi "". %&menit '' """ %&menit Distensi vena (ugularis )emasukan lebih besar daripada pengeluaran liguria: volume urin kurang dari *++ ml&,* (am Anuria: urin tidak ada -arna urin keruh B. urin kurang dari 1,+1/ 0dema periorbital 0dema pada area yang tergantung yaitu kaki, tangan, area lumbosakral Tujuan Kelebihan volume cairan teratasi setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 % ,* (am Kriteria #asil: 2 3enun(ukkan haluaran urin yang baik 2 B. urin mendekati normal 41,+1/5 2 6olume urin normal 2 BB stabil 2 !anda2tanda vital dalam batas normal: !D tidak lebih dari 1/+&1++ mm#g '' 172,+ %&menit $adi 7+28+ %&menit 2 !idak ada edema 2 #asil laboratorium mendekati normal Intervensi Awasi denyut (antung,!D,dan 96). Rasiona !akikardia dan hipertensi ter(adi karena 415 kegagalan gin(al untuk mengeluarkan urine, 4,5 pembatasan cairan berlebihan selama mengobati hipovolemia&hipotensi atau perubahan >ase oliguria gagal gin(al, dan&atau 415 perubahan pada sistem renin2angiotensin. Catatan : )engawasan invasi> diperlukan untuk mengka(i volume intravaskular, khususnya pada pasien dengan >ungsi (antung buruk. )erlu untuk menentukan >ungsi gin(al, kebutuhan penggantian cairan, dan penurunan risiko kelebihan cairan. 3engukur kemampuan gin(al untuk mengkonsentrasikan urine. Berat (enis biasanya sama&kurang dari 1,+1+ menun(ukan kehilangan kemampuan untuk memekatkan urine. 3embantu menghindari periode tanpa cairan, minimalkan kebosanan pilihan yang terbatas dan menurunkan rasa kekurangan dan haus.

9atat pemasukan dan pengeluaran akurat. :kur kehilangan ;< dan perkirakan kehilangan tak kasat mata, contoh berkeringat. Awasi berat (enis urin.

'encanakan penggantian cairan pada pasien, dalam pembatasan multipel. Berikan minuman yang disukai sepan(ang ,* (am. Berikan bervariasi contoh panas, dingin, beku. !imbang berat badan tiap hari dengan alat dan pakaian yang sama.

)enimbangan berat badan harian adalah pengawasan status cairan terbaik. )eningkatanberat badan lebih dari +,/ kg&hari diduga ada retensi cairan. 0dema ter(adi terutama pada (aringan yang tergantung pada tubuh, contohnya tangan, kaki, areal lumbo sakral. BB pasien dapat meningkat sampai *,/ kg cairan sebelum edema pitting terdeteksi. 0dema periorbital dapat menun(ukan

Ka(i kulit, wa(ah, area tergantung untuk edema. 0valuasi dera(at edema 4pada skala =1 sampai =*5

BB meningkat ..........Kg 4dari ........Kg men(adi ........Kg Adanya bunyi (antung ekstra 4S15 #asil laboratorium: ................................

tanda perpindahan cairan ini, karena (aringan rapuh ini mudah terdistensi oleh akumulasi cairan walaupun minimal. Auskultasi paru dan bunyi (antung Kelebihan cairan dapat menimbulkan edema paru dan gagal (antung kongesti> dibuktikan oleh ter(adinya bunyi napas tambahan, bunyi (antung ekstra. Dapat menu(ukan perpindahan cairan, akumulasi toksin, asidosis, ketidakseimbangan elektrolit, atau ter(adinya hipoksia. Kreatinin adalah indikator yang menun(ukkan >ungsi gin(al #iponatremia dapat diakibatkan dari kelebihan cairan atau ketidakmampuan gin(al untuk menyimpan natrium. #ipernatremia menun(ukkan de>isit cairan tubuh total Kekurangan ekskresi gin(al dan&atau retensi selekti> kalium untuk mengekskresikan kelebihan ion hidrogen 4memperbaiki asidosis5 menimbulkan hiperkalemia. )enurunan nilai dapat menun(ukkan hipervolemia, namun selama gagal lama anemia sering ter(adi sebagai akibat kehilangan atau penurunan produksi SD3. )embatasan cairan akan menentukan berat tubuh ideal, haluaran urin, dan respon terhadap terapi.

Ka(i tingkat kesadaran : selidiki perubahan mental dan adanya gelisah. Kolaborasi untuk pemeriksaan laboratorium: B:$, Kreatinin, natrium dan kreatinin urine $atrium serum Kalium serum

#b&#t.

Kolaborasi untuk pembatasan cairan

NO ,

Diagnosa Keperawatan )erubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake kurang&pembatasan diet. Ditandai dengan: DS: Klien mengeluh tidak na>su makan Klien mengeluh mual Klien mengeluh muntah Klien mengeluh mulut terasa kering dan pecah2pecah Klien mengeluh rasa tidak nyaman dengan bau mulutnya D : 3embran mukosa tampak kering dan pecah2pecah Klien terlihat tidak menghabiskan makanan yang diberikan

Tujuan )erubahan nutrisi teratasi setelah dilakukan tindakan keperawatan selama / % ,* (am Kriteria #asil: 2 Klien melaporkan peningkatan na>su makan 2 3enun(ukkan adanya BB yang stabil 2 Klien men(alani diet yang sesuai

Intervensi Ka(i& catat pemasukan diet.

Rasiona 3embantu dalam mengidentivikasi de>isiensi dan kebutuhan diet.Kondisi >isik umum, ge(ala uremik 4contoh mual, anoreksia, gangguan rasa5 dan pembatsan diet mempengaruhi pemasukan makanan. 3eminimalkan anoreksia dan mual sehubungan dengan status uremik. 3emberi kesempatan pada pasien untuk mengontrol pembatasan diet. )emilihan menu mekenen dapat meningkatkan napsu makan. :ntuk mementau status cairan dan nutrisi. 3eningkatkan pemahaman pasien tentang hubungan antara diet dengan penykit gin(al. 3enghilangkan anoreksia. 3enentukan kalori individu dan kebutuhan nutrisi. 3engurangi makanan dan protein yang dibatasi dan menyediakan kalori untuk energi. )rotein lengkap diberikan untuk mencapai keseimbangan nitrogen yang diperlukan untuk pertumbuhan dan penyembuhan. Rasiona 3enyediakan in>ormasi tentang indikasi tingkat keletihan.

Beri makanan sedikit tapi sering. Berikan pasien d>tar makanan atau cairan yang dibolehkan dan libatkan pasien dalam pemilihan menu !imbang berat badan tiap hari. .elaskan pembatasan diet dan hubungannya dengan penyakit gin(al. 9iptakan lingkungan yang menyenangkan pada waktu makan. Kolaborasi dengan ahli gi?i dalam pemberian diet. An(urkan camilan tinggi kalori, rendah protein, rendah natrium diantara waktu makan. !ingkatkan masukan protein yang mengandung nilai biologis tinggi: telur, susu, daging.

No! 1

Diagnosa Keperawatan <ntoleransi aktivitas berhubungan dengan anemia, retensi produk sampah. Ditandai dengan:

Tujuan <ntoleransi aktivitas teratasi setelah dilakukan tindakan keperawatan selama , % ,* (am Kriteria #asil:

Intervensi Ka(i >aktor yang menimbulkan keletihan seperti anemia, ketidak seimbangan cairan dan elektrolit, retensi produk sampah, depresi.

2 DS: Klien mengeluh lelah Klien mengeluh capek setelah beraktivitas D : Klien tampak lemah )enurunan penampilan Ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas seperti biasa @etargi !D: ....... mm#g $adi: ......... %&menit '' ........... %&menit

Berpartisipasi pada akti>itas yang diinginkan, memenuhi kebutuhan perawatan diri sendiri 2 3encapai peningkatan toleransi aktivitas yang dapat diukur, dibuktikan oleh menurunnya kelemahan, dan kelelahan. 2 !anda vital dalam batas normal selama aktivitas

Ka(i kemampuan untuk berpartisipasi pada akti>itas yang diinginkan&dibutuhkan. !ingkatkan kemandirian dalam aktivitas perawatan diri yang dapat ditoleransi, bantu (ika keletihan ter(adi. An(urkan aktivitas alternati> sambil istirahat. Awasi kadar elektrolit termasuk kalsium, magnesium, dan kalium.

3engidenti>ikasi kebutuhan individu dan membantu pemilihan inter>ensi. 3eningkatkan aktivitas ringan& sedang dan memperbaiki harga diri. 3endorong latihan dan aktivitas dalam batas2 batas yang dapat ditoleransi. Ketidak seimbangan dapat mengganggu >ungsi neuromuskuler yang memerlukan peningkatan penggunaan energi untuk menyelesaikan tugas.