Anda di halaman 1dari 2

PERJANJIAN INTERNASIONAL

Perjanjian intemasional sebagai sumber formal hukum intemasional dapat diklasitikasikan sebagai berikut. 1. Berdasarkan Pihak-Pihak yang Terlibat a. Perjanjian bilateral Perjanjian bilateral adalah perjanjian yang diadakan oleh dua pihak. Perjanjian bilateral merupakan perjanjian yang bersifat khusus (Treaty Contract) karena hanya mengatur ha-hal yang menyangkut kepentingan kedua negara saja. Perjanjian ini bersifat tertutup, yaitu menutup kemungkinan bagi pihak lain untuk turut dalam perjanjian tersebut. Contoh perjanjian bilateral yaitu perjanjian antara indonesia dengan Filipina tentang pemberantasan dan penyelundupan dan bajak laut, perjanjian antara indonesia dengan C pada tahun !"## tentang d$ike$arganegaraan, perjanjian ekstradisi antara %ndonesia dan &ingapura yang ditandatangani pada tanggal '( )pril '**( di Tampaksiring, +ali. b. Perjanjian !ltilateral Perjanjian multilateral adalah perjanjian yang diadakan oleh banyak pihak. ,alam perjanjian ini tidak hanya mengatur kepentingan pihak-pihak yang terlibat dalam perjanjian tetapi juga mengatur hal-hal yang menyangkut kepentingan umum dan bersifat terbuka, yaitu memberi kesempatan bagi negara lain untuk turut serta dalam perjanjian tersebut, sehingga perjanjian ini sering disebut law making treaties. Contoh perjanjian multilateral adalah -on.ensi /ukum 0aut tahun !"#1 (tentanglaut territorial, 2ona +ersebelahan, 2ona 3konomi 3ksklusif, dan 0andas +enua), -on.ensi 4lhna tahun !"5! (tentang hubungan diplomatik) dan -on.ensi 6ene$a tahun !"7" (tentang perlindungan korban perang). Berdasarkan #!ngsinya Perjanjian yang membentuk hukum (law making treatis), adalah suatu perjanjian yang meletakkan ketentuan-ketentuan atau kaidah-kaidah hukum bagi masyarakat internasional secara keseluruhan (bersifat multitateral). Contohnya adalah -on.ensi /ukum 0aut (tahun!"#1), -on.ensi 8ina (tahun !"5!) tentang hubungan diplomatik, -on.ensi 6ene$a (tahun !"7") tentang perlindungan korban perang. b. Perjanjian yang bersifat khusus (Treaty Contract), adalah perjanjian yang menimbulkan hak dan ke$ajiban, yang hanya mengikat bagi negara-negara yang mengadakan perjanjian saja (perjanjian bilateral). Contohnya yaitu perjanjian antara %ndonesia dan 9 tentang d$ike$arganegaraan, akibat-akibat yang timbul dalam perjanjian tersebut hanya mengikat dua negara saja, yaitu tndonesia dan C. :. Berdasarkan lsinya a. &egi politis, seperti Pakta Pertahanan dan Pakta Perdamaian. Contohnya adatah ;)T<, );2=& dan &3)T<. b. &egi ekonomi, seperti bantuan ekonomi dan bantuan keuangan. ". a.

Contohnya adalah Cgi , %>F dan i+ , c. &egi hukum, seperti status ke$arganegaraan (%ndonesia- C), ekstradisi, dan sebagainya d. &egi batas $ilayah seperti laut territorial, batas alam daratan dan sebagainya. e. segi kesehatan seperti masalah karantina, penanggulangan $abah penyakit )%,&. 7. Berdasarkan Pr$sesi Taha%an Pe bent!kannya a. Perjanjian bersifat penting yang dibuat melalui proses perundingan, penandatanganan, dan ratifikasi b. Perjanjian bersifat sederhana yang dibuat melalui dua tahap, yaitu perundingan dan penandatanganan #. +erdasarkan &ubjeknya a. Perjanjian antarnegara yang dilakukan oleh banyak negara yang merupakan subjek hukum internasional. b. Perjanjian internasional antarnegara dan subjek hukum internasional lainnya. >isalnya antara organisasi internasional Tahta &uci (.atikan) dengan organisasi >33. c. Perjanjian antarsesama subjek /ukum %nternasional selain negara, yaitu antara organisasi internasional organisasi internasional %ainnya. >isalnya kerja sama )&3); dan >33.