Anda di halaman 1dari 12

EFUSI PLEURA, Gangguan Sistem Pernapasan: Pola Napas Tidak Efektif

Kelly5.0EFUSI PLEURA, Gangguan Sistem Pernapasan: Pola Napas Tidak Efektif

Efusi pleura merupakan manifestasi klinik yang dapat dijumpai pada sekitan 50-60% penderita keganasan pleura primer atau me-tastatik, Sementana 95% kasus mesotelioma (keganasan pleura primer) dapat disertai efusi pleura dan sekitar 50% penderita kanker payudara akhirnya akan mengalami efusi pleura. Efusi pleura keganasan memiliki dua sifat yang khas, yaitu cairan pleura lazim berwarna merah (hemoragik) dan pada umumnya cepat terbentuk kembali setelah diaspirasi. Oleh karena itu, jumlah cairan pleura biasanya banyak, sehingga mengakibatkan pendorongan mediastinum ke arah sisi yang sehat. Efusi pleura adalah penimbunan cairan di dalam rongga pleura akibat transudasi atau eksudasi yang berlebihan dari permukaan pleura. Efusi pleura bukan merupakan suatu penyakit, akan tetapi merupakatrtanda suatu penyakit. Pada keadaan normal, ronggapleura hanya mengandung sedikit cairan se-banyak 10-20 ml yang membentuk lapisan tipis pada pleura parietalis dan viseralis, dengan fungsi utama sebagai pelicin gesekan antara permukaan kedua pleura pada waktu pernafasan Penyakit-penyakit yang dapat menimbulkan efusi pleura adalah tuberkulosis, infeksi paru non-tuberkulosis, keganasan, sirosis hati, trauma tembus atau tumpul pada daerah Ada, infark paru, serta gagal jantung kongestif. Di negana-negara barat, efusi pleura terutama disebabkan oleh gagal jantung kongestif, sirosis hati, keganasan, dan pneumonia bakteri, sementara di negara-negana kasus tersebut. STUDI EFUSI PLEURA A. PENGERTIAN. Efusi pleura adalah akumulasi cairan yang berlebihan pada rongga pleura, cairan tersebut mengisi ruangan yang mengelilingi paru. Cairan dalam jumlah yang berlebihan dapat mengganggu pernapasan dengan membatasi peregangan paru selama inhalasi. Terdapat 1. 2. 3. 4. Nanah (pyothoraks atau empyema) 1. Biasanya a. pecahnya Hemotoraks (darah terjadi sebuah karena pembuluh darah cedera yang di di kemudian dalam dada. mengalirkan Penyebab darahnya ke rongga lainnya dalam rongga pleura) adalah: pleura empat tipe cairan Cairan Darah Chyle yang dapat ditemukan serus pada efusi pleura, yaitu : (hidrothorax) (hemothotaks) (chylothoraks) PUSTAKA yang sedang berkembang, seperti Indonesia, lazim diakibatkan oleh infeksi tuberculosis Alasan dari penulis memilih kasus ini karena penulis belum pernah mendapatkan kasus tersebut dan tertarik untuk mengambil

b. kebocoran aneurisma aorta (daerah yang menonjol di dalam aorta) yang kemudian mengalirkan darahnya ke dalam rongga pleura c. gangguan pembekuan darah. Darah di dalam rongga pleura tidak membeku secara sempurna, sehingga biasanya mudah dikeluarkan 2. a. b. c. d. e. 3. saluran oleh tuberkulosis atau artritis rematoid. B. DIAGNOSIS Pada pemeriksaan fisik, dengan bantuan stetoskop akan terdengar adanya penurunan suara pernafasan. Apabila cairan yang terakumulasi lebih dari 500 ml, biasanya akan menunjukkan gejala klinis seperti penurunan pergerakan dada yang Kilotoraks (cairan seperti karena susu di dalam adanya rongga Abses melalui Empiema (nanah Infeksi pada Pembedahan Pecahnya di sebuah di jarum dalam cedera atau rongga di selang. pleura) dada dada kerongkongan perut Pneumonia dada) tumor.

Bisa terjadi jika pneumonia atau abses paru menyebar ke dalam rongga pleura. Empiema bisa merupakan komplikasi dari:

Kilotoraks disebabkan oleh suatu cedera pada saluran getah bening utama di dada (duktus torakikus) atau oleh penyumbatan Rongga pleura yang terisi cairan dengan kadar kolesterol yang tinggi terjadi karena efusi pleura menahun yang disebabkan

terkena efusi pada saat inspirasi, pada pemeriksaan perkusi didapatkan dullness/pekak, auskultasi didapatkan suara pernapasan menurun, dan vocal fremitus yang menurun. Untuk 1. menunjukkan 2. tumor. 3. pengeluaran 4. USG dada cairan. Torakosentesis USG bisa membantu menentukan lokasi dari pengumpulan cairan yang jumlahnya sedikit, sehingga bisa dilakukan CT membantu memperkuat diagnosis, Rontgen adanya scan dilakukan pemeriksaan berikut: dada cairan. dada

Rontgen dada biasanya merupakan langkah pertama yang dilakukan untuk mendiagnosis efusi pleura, yang hasilnya

CT scan dengan jelas menggambarkan paru-paru dan cairan dan bisa menunjukkan adanya pneumonia, abses paru atau

Penyebab dan jenis dari efusi pleura biasanya dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan terhadap contoh cairan yang diperoleh melalui torakosentesis (pengambilan cairan melalui sebuah jarum yang dimasukkan diantara sela iga ke dalam rongga 5. luar ditentukan. 6. Analisa cairan pleura Efusi pleura didiagnosis berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik, dan di konfirmasi dengan foto thoraks. Dengan foto thoraks posisi lateral decubitus dapat diketahui adanya cairan dalam rongga pleura sebanyak paling sedikit 50 ml, sedangkan dengan posisi AP atau PA paling tidak cairan dalam rongga pleura sebanyak 300 ml. Pada foto thoraks posisi AP atau PA ditemukan 7. Bronkoskopi kadang dilakukan untuk membantu menemukan sumber cairan yang terkumpul. Bila efusi pleura telah didiagnosis, penyebabnya harus diketahui, kemudian cairan pleura diambil dengan jarum, tindakan ini disebut 2. Dilakukan thorakosentesis. kimia seperti pemeriksaan Setelah protein, gram, kultur, didapatkan laktat sensitifitas cairan untuk efusi (LDH), mengetahui dilakukan albumin, kemungkinan pemeriksaan pH, dan infeksi terjadi seperti: glucose. bakteri sel 1. Komposisi 3. Pemeriksaan 4. Sitologi untuk mengidentifikasi adanya keganasan Langkah selanjutnya dalam evaluasi cairan pleura adalah untuk membedakan apakan cairan tersebut merupakan cairan transudat atau eksudat. Efusi pleura transudatif disebabkan oleh faktor sistemik yang mengubah keseimbangan antara pembentukan dan penyerapan cairan pleura. Misalnya pada keadaan gagal jantung kiri, emboli paru, sirosis hepatis. Sedangkan efusi pleura eksudatif disebabkan oleh faktor local yang mempengaruhi pembentukan dan penyerapan cairan pleura. Efusi pleura eksudatif biasanya ditemukan pada Tuberkulosis paru, pneumonia bakteri, infeksi virus, dan keganasan C. ETIOLOGI dehidrogenase amylase, adanya sudut costophreicus yang tidak tajam. Bronkoskopi diambil untuk dada dibawah pengaruh pembiusan lokal). Biopsi dianalisa.

Jika dengan torakosentesis tidak dapat ditentukan penyebabnya, maka dilakukan biopsi, dimana contoh lapisan pleura sebelah Pada sekitar 20% penderita, meskipun telah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, penyebab dari efusi pleura tetap tidak dapat

hitung

Penyebab paling sering efusi pleura transudatif di USA adalah oleh karena penyakit gagal jantung kiri, emboli paru, dan sirosis hepatis, sedangkan penyebab efusi pleura eksudatif disebabkan oleh pneumonia bakteri, keganasan (ca paru, ca mammae, dan lymphoma merupakan 75 % penyebab efusi pleura oleh karena kanker), infeksi virus. Tuberkulosis paru merupakan penyebab paling sering dari efusi pleura di Negara berkembang termasuk Indonesia. Selain TBC, keadaan lain juga menyebabkan efusi pleura seperti pada penyakit autoimun systemic lupus erythematosus (SLE), perdarahan (sering akibat trauma). Efusi pleura jarang pada keadaan rupture esophagus, penyakit pancreas, abses intraabdomen, rheumatoid arthritis, sindroma Meig (asites, dan efusi pleura karena adanya tumor ovarium). D. GEJALA Gejala yang paling sering ditemukan (tanpa menghiraukan jenis cairan yang terkumpul ataupun penyebabnya) adalah sesak nafas dan nyeri dada (biasanya bersifat tajam dan semakin memburuk jika penderita batuk atau bernafas dalam). Kadang beberapa penderita tidak menunjukkan gejala sama sekali.Gejala lainnya yang mungkin ditemukan:batuk, cegukan, pernapasan yang cepat serta nyeri perut. E. PENATALAKSANAAN Penatalaksanaan tergantung pada penyakit yang mendasari terjadinya efusi pleura. Aspirasi cairan menggunakan jarum dapat dilakukan untuk mengeluarkan cairan pleura, apabila jumlah cairan banyak dapat dilakukan pemasangan drainase interkostalis

atau pemasangan WSD. Efusi pleura yang berulang mungkin memerlukan tambahan medikamentosan atau dapat dilakukan tidakan operatif yaitu pleurodesis, dimana kedua permukaan pleura ditempelkan sehingga tidak ada lagi ruangan yang akan terisi oleh cairan. BAB STUDY KASUS Nama Hari/Tanggal A. 1. a. Nama Alamat Umur No.RM Jenis Agama Tanggal b. Nama Hubungan 2. a. b. Keluhan Utama Riwayat dengan Riwayat : Penyakit Sesak napas klien Biodata RMS penangung : : kelamin : laki Biodata : Senin, : selasa pengkajian Biodata pasien : : : : laki : : jawab Ny. Ibu penyakit . Sekarang III

Pasien datang ke IGD dalam kondisi BAB tidak lancar, makan sedikit, perut kembung kadang-kadang menggiggil, BAK tidak lancar, Sklera Tampak Ikterik, ekstremitas bawah edema sudah satu minggu, TD; 100/70 mmhg, N: 64x/mnt, RR: 24x/mnt dan T: c. sembuh . 3. a) o o o o o o b) o o o o o o o o o c) o o o Rangsang cahaya = +/+ d) o o warna Terpasang urine DC kuning Bladder no:16 kemerahan. Tingkat kesadaran Pupil = = CM (GCS = isokor E4 M5 Warna Sklera Bunyi CRT Konjungtiva Akral kulit Nadi TD suhu jantung reguler, <2 65 110/70 37 S1dan Penggunaan Terpasang Suara Tidak RR Bunyi otot O2 bahu via = nafas pernafasan nasal paru ada +( kanul 20 Pengkajian primer Breath x/menit bronkovesikuler. Sternokleidomastoideus). 5l/mnt. vesikuler. sekret Blood x/menit mmHg C S2. detik anemis hangat. pucat ikterik. Brain V5) +2mm/+2mm Riwayat dg Penyakit berobat ke Dahulu 37,3C. : puskesmas.

Pasien belum pernah mengalami penyakit yang serius sebelumnya, belum pernah dirawat dirumah sakit dan pernah sakit tapi d. Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak ada penyakit menular ataupun penyakit turunan dalam keluarga Sdr. W.

o e) o o o f) o Kanan Ada o Kanan Kiri 2. a) o Klien o b) o Klien makan o Klien c) o Klien o Semenjak d) o tanpa o e) o Klien o Klien bisa tidur namun sering terbangun. f) o Klien o Selama g) o o Klien h) o Klien o merasa i) nyaman mandi 1 Aman kali di ICCU klien memakai pakaian biasa tidur 7-9 jam sehari Tidur bantuan sakit dan setelah tidak makan 3x sehari. Menu bernafas spontan tanpa Pengkajian = Kesehatan = edema terpasang Bentuk abdomen

Urine BAB datar, Mual/muntah Ekstemitas infuse pada Ekstremitas edema edema Fungsional Sebelum alat Saat bantu nafas, pola nafas (Virginia ekstremitas simetris,

500cc Bowel -. hipertimpani. Bone atas D5% atas. bawah + + Handerson) Pernafasan sakit reguler. sakit Nutrisi

Klien bernafas dengan batuan O2 via nasal kanul 5l/mnt, bunyi nafas bronkovesikuler, menggunakan otot bantu penafasan. Sebelum makanan sehari-hari dengan nasi, sayur, dan lauk pauk (tahu, tempe Saat dengan Sebelum mengalami Saat masuk Sebelum orang Saat dan Sebelum yaitu Saat tidur malam pkl 22.00-04.00 ICCU klien belum kesulitan bantuan sakit dll) sakit perawat. Eliminasi sakit BAB sakit BAB. Aktivitas sakit lain. sakit Istirahat sakit WIB. sakit Berpakaian Sebelum sendiri Saat di Sebelum Saat sehari Sebelum saat Saat bersama dan dan di bantu bantu oleh Personal tanpa bantuan orang sakit lain. sakit perawat. Hygiene sakit sakit perawat. Nyaman sakit keluarga. sakit nyaman. Komunikasi

Klien biasa beraktifitas sesuai dengan kemampuanya sebagai anak laki-laki di rumah. Setiap hari klien beraktivitas mandiri

Klien tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasa, klien hanya bisa tidur dan Semua aktivitas harian klien dibantu oleh perawat.

Klien mandi 2 kali sehari dan gosok gigi sehari minimal 2 kali sehari, dan keramas minimal seminggu sekali.

Klien harus sendirian di ruangan tanpa ditemani keluarga dan pemenuhan kebutuhan dibantu oleh perawat tapi pasien tetap

o Klien o Klien terlihat kecapaian saat berkomunikasi . j) o Klien o Klien tidak dapat beribadah seperti biasa selama di ICCU 5. a) b) o o o o o c) ada e) Abdomen f) Ekstrimitas ekstremitas. g) h) i) Kuku 6. a. No Hari/tgl Jenis Hasil normal ket 1 22/06/09 Hb Leukosit Hematokrit Eritrosit Trombosit Protein Albumin Globulin Ureum Kreatinin GDS Natrium Kalium Klorida Kalsium HBSag 15,2 8700 Genetalia Kulit : : Akral Tidak hangat, Leher d) Toraks Mulut Telinga : tidak ada : pembesaran Mata Kulit : Kesadaran Kepala kepala reaksi cahaya Hidung : +/+, : seorang muslim, Keyakinan tidak mengalami

Sebelum gangguan Saat dalam

sakit berkomunikasi. sakit

dan Sebelum klien Saat Pemeriksaan composmetis : tidak konjungtiva : : Bersih, tiroid otot dan ada distensi bantu ada masa, ada Bau ada ananemis, sklera (GCS = Bentuk lesi, ikhterik, sedikit khas, serumen vena jugularis +3 pupil cukup isokor E4 V5 biasa menjalankan

Nilai sakit ibadahnya. sakit Fisik M5) mesocepal bersih 2mm/2mm. serumen bersih. ada. mm.

: Bunyi jantung normal S1 dan S2 tidak ada kardiomegali, suara napas bronkovesikuler, bentuk dada simetris, penggunaan : pernapasan. hipertimpani. Tidak

: Kekuatan otot ada di semua ekstremitasnya, eksremitas atas kanan terpasang infuse D5%, Edema di semua ada turgor lesi, kulit Terpasang baik, Warna DC Kulit no.16. Pucat. penunjang laboratorium

: kuku tangan dan kaki pendek dan bersih, CRT < 2 detik. Pemeriksaan

pemeriksaan

total

darah darah

39 4,92 953.000 6,12 3,06 3,06 55,6 1,30 115 130 2,9 87 7,1 ( 14-18 4.800-10.800 40-48 4-5 15.000-400.000 6,3-8,2 3,5-5,0 2,7-3,2 15-36,4 0,7-1,2 <200 137-145 3,5-5,1 95-107 8,6-10,4 Normal Normal Turun Normal Naik Turun Turun Normal Naik Naik Turun Turun Turun Turun Turun 7. no Hari/tgl Nama Dosis Waktu pemberian pa siang Sore malam 1 Senin, obat Terapi )

KSR Digoksin Lasix Cefotaxim 21 11 3x 1x1gr pa si 12 16 so 20 24 2 Selasa, KSR Digoksin Lasix Cefotaxim 21 11 3x 1x1gr pa si 12 16 so 20 24 B. No Data Pathway Etiology Masalah 1 2. DS: DS DO N: 64x/mnt Efusi pleura pengembangan paru terhambat hiperventilasi kelemahan otot-otot pernapasan : : RR pasien pasien 20x/mnt, pucat, mengatakan mengatakan terlihat lemah, sesak lemes, TD; napas cape. 110/80mmhg Analisa Data 2 tabl tabl ampl 2 tabl tabl ampl

DO:RR: 20x/mnt, ada pergerakan dinding dada, pucat, sklera ikterik dan konju gtiva anemis

pola napas tidak efektif efusi pleura pengembangan paru terganggu O2 ke sel dan jaringan turun metabolisme anaerob energi turun intoleransi aktifitas Kelemahan otot-otot pernapasan Suplai 02 ke sel dan jaringan tidak seimbang dengan kebutuhan Pola napas tidak efektif. Intoleransi aktifitas 3 Ds: DO: pasien mengatakan pasien cape terlihat sesudah beraktifitas. lemah

Pasien tidak mampu untuk memenuhi keb ADL nya ( mandi, berpakean ). Efusi pleura Suplai O2 yang tidak seimbang kelemahan Ketidakmampuan untu merawat dirinya sendiri Defisit kelemahan Defisit perawatan diri C. Intervensi Keperawatan Diagnosa Kriteria Intervensi Ketidakefektifan pola nafas b. d kelelahan otot-otot pernapasan Intoleransi aktifitas b.d Ketidakseimbangan antara kebutuhan dengan suplai O2 Defisit perawatan diri b.d kelemahan. Setelah dilakukan tindakan keperawatn 324 jam klien menunjukan pola napas yang efektif dengan kriterian hasil: Status Mudah Tidak Mempunyai Keterangan: 1: 2: 3: 4: 5: Tidak ada Ekstrem Berat Sedang Ringan gangguan ada pernapasan dalam penggunaaan dan kecepatan yang otot irama tidak bernapas. bantu respirasi berbahaya. awal pernapasan. dalam batas awal 2 awal normal. 2 awal 2 2 tujuan tujuan tujuan tujuan 4. 4. 5. 4. Hasil perawatan diri

1. Intoleransi aktifitas yang biasa dilakukan ditunjukkan dengan daya tahan dan penghematan energi, penghematan energi yang ditandai dengan: menyeimbangkan antara aktifitas dan istirahat, pasien menyadari adanya keterbatasan energi. 2. 3. menampilkan menampilkan pengelolaan aktifitas pemeliharaan kehidupan dirumah sehari-hari dengan dengan beberapa beberapa bantuan. bantuan.

4. pasien mampu mengidentifikasi aktifitas/ situasi yang menimbulkan kecemasan yang berkontribusi pada intoleransi aktifitas

Setelah 1. 2. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Pantau peningkatan kegelisahan 1. 2. 3. 4. Evaluasi Pantau Pantau Ajarkan tentang motifasi asupan pola Observasi semua Menerima kebutuhan Pantau

dilakukan bantuan ADL adanya Auskultasi Pantau Pantau dan nutrisi istirahat aktifitas dan keinginan untuk pasien tehnik pasien kecepatan, penggunaan dari terpenuhi

perawatan pemberi (makan, otot bunyi pola supali pasien dan management untuk keadekuatan lamanya waktu untuk meningkatkan sumber-sumber waktu mencegah mandi irama bantu dan

diharapkan: perawatan. berpakaian). respirasi pernapasan napas pernapasan O2 aktifitas. energi. tidur. kelelahan,

memastukan

pengaturan

5. Kolaborasi dengan ahli terapi okupasi, fisik/ relaksasi untuk merencanakan dan memantau program aktifitas sesuai kebutuhan. 6. Rujuk pada ahli gizi untuk merencanakan makanan untuk meningkatkan asupan makanan yang tinggi energi. 1. 2. D. 1. No Hari/Tanggal Implementasi Respon 1 Senin, 21.00 22.00 23.00 21.00 Memonitor TTV dan KU pasien Mengauskultasi bunyi napas dan adanya bunyi napas tambahan Mengevaluasi respon pasien terhadap pemberian O2 Memposisikan pasien untuk mengoptimalkan pernafasan KU lemah, TD :100 /61 mmhg, N : 140 x/mnt, RR : 22x/mnt. Bunyi nafas bronkovesikuler, tidak ada bunyi nafas tambahan RR : 25x/mnt, masih ada penggunaan otot bantu pernafasan, tidak ada sianosis. Posisi 2. Selasa, 21. 00 22.00 23.00 Memonitor KU dan TTV Memantau kecepatan, irama, kedalaman dan adanya penggunaan otot bantu pernafasan. Mengevaluasi respon pasien terhadap pemberian O2 semi fowler Ketidakefektifan pola nafas b.d kelelahan otot-otot Kaji Pantau kemampuan tingkat kekuatan untuk dan menggunakan toleransi alat terhadap bantu aktifitas. Implementasi pernapasan

3. Pantau peningkatan dan penurunan kemampuan untuk berpakaian dan melakukan perawatan terhadap dirinya sendiri.

KU RR :

lemah, 24x/mnt, tidak

TD : ada

90/61mmhg, sianosis, masih

N: ada

125x/mnt, penggunaan otot

RR : bantu

25x/mnt, pernafasan,

KU terpasang

lemah. NRM

RR : 32x/mnt, irama reguler, ada penggunaan otot bantu pernafasan. 10L/mnt. 2. Intoleransi aktifitas b.d ketidakseimbangan antara supali dengan kebutuhan O2. No Hari/tanggal implementasi respon 1 Senin, 21.00 06.30 22.00 23.00 Memonitor KU dan TTV Membantu pasien memenuhi ADLnya (makan). Menyarankan Memantau kepada status pasien untuk jangan pasien terlalu banyak bergerak oksigen)

oksigenasi

(pemenuhan

KU lemah, TD : 94/61 mmhg, N : 140 x/mnt Makan habis setengah porsi Pasien beristirahat (tidur). RR : 2 Selasa, 22.00 06.00 23.00 24,00 Memonitor KU dan TTV Membantu Memonitor Pemberian KU . Pasien RR : KU Obat masuk 3. No Hari/Tanggal Implementasi Respon 1 Senin, 06. 00 06.30 06.45 Memonitor TTV dan KU Defisit perawatan diri b.d kelemahan. 20x/mnt, lemah, penggunaan TD : makan otot 99/69mmhg, bantu N: satu berkurang, 118x/mnt, sianosis RR : tidak porsi ada. 25X/mnt. lemah, TD : 97/66mmhg, N: 114x/mnt, RR : 22x/mnt, KU pasien KU memenuhi dan ADLnya (makan). TTV obat lemah. Memantau status oksigenasi pasien (pemenuhan oksigen) 20x/mnt, penggunaan otot bantu berkurang, sianosis tidak ada.

Mengkaji kemampuan pasien untuk beraktivitas Membantu makan KU lemah, TD : 94/61 mmhg, N : 140 x/mnt, RR : 22x/mnt. Pasien masih lemas, minta disuapin Pasien 2 selasa, 21. 00 06. 15 06.45 Memonitor TTV dan KU Membantu makan Menyarankan untuk istirahat KU lemah, TD : 122/95 mmHg, N: 83x/mnt, MAP : 105, RR : 29x/mnt, SaO2 : 94%, T: 37 C. habis setengah porsi minum 200cc

Makan masuk 2/3 piring, minum 200cc. E. Evaluasi No. Hari/Tgl DX Evaluasi 1. senin, Ketidakefektifan pola nafas b.d disfungsi neuromuskular Intoleransi aktifitas b.d ketidakseimbangan antara suplai O2 dengan kebutuhan. Defisit perawatan diri b.d gangguan neuromuskular. S O A P 1. 2. S. O: A. P. 1. 2. S: O: A: GCS: 14, bantu Pasien pasien belum Masalah setiap 3. penuhi kebutuhan O2 KLIEN Mengatakan mampu defisit untuk melekukan perwatan Masih aktifitas diri harina Lemes, secara belum mandiri Cape (makan) teratasi. batasi aktifitas yang KU : lemah, Masalah : RR 20x/mnt, : : Pantau Memonitor pasien TD: 93/57mmhg, Intoleransi lntervensi aktifitas akan dilakukan TTV penurunan penggunaan otot Masalah : bantu pernapasan, terpasang pola di oksigenasi dan mengatakan RR: 20x/mnt, aktifitas KU masih N:130x/mnt, per lemes, masih belum terlihat O2 via nasal kanul ketidakefektifan Intervensi status nafas 4l/mnt. teratasi lanjutkan pasien jam cape. pucat tertasi.. dilanjutkan. klien klien kep

3. evaluasi respon pasien terhadap pemberian oksigen

P: Intervensi dilanjutkan, bantu pasien dalan pemenuhan aktifitas harianya. pencarian yang hadir: pengertian efusi pleura,pathway efusi pleura,lp intoleransi aktivitas,lp efusi pleura,patofisiologi oksigenasi,woc

konjungtivitis,laporan pendahuluan efusi pleura,lp kardiomegali,woc cva bleeding,makalah efusi pleura,patofisiologi gangguan oksigenasi,abdomen supel adalah,penentuan kadar albumin plasma,askep efusi pleura pdf,woc efusi pleura,yhs-004,efusi pleura dextra,laporan kasus oksigenasi,sap efusi pleura,pengertian isokor,pengertian ekstremitas,pathway intoleransi

aktivitas,lp oksigenasi,leaflet efusi pleura,efusi pleura sinistra,pemeriksaan cairan lambung,dasar teori mikropipet,asuhan keperawatan hipoalbumin,makalah pemeriksaan cairan limfe,LP cairan dan elektrolit,contoh askep oksigenasi,contoh kasus oksigenasi,pengertian neuromuskular,intervensi efusi pleura,contoh kasus efusi pleura,pathways snh,sistem neuromuskular,pertanyaan tentang efusi pleura,prosedur pemeriksaan cairan limfe,pathway kardiomegali,laporan pendahuluan pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit,contoh soap kasus endometritis,reaksi pleura,makalah mikropipet,laporan kasus efusi pleura,pathways ckr,pengertian syok listrik,askep pada pasien kardiomegali,askep apn,pengertian ekstremitas kesehatan,pathway trauma tumpul abdomen,definisi ekstremitas atas,contoh kasus penyakit tbc,pengertian iccu,laporan kasus kolik abdomen,patway efusi pleura,pathway kebutuhan nutrisi,skema patofisiologi efusi pleura,kti efusi pleura,pathway ca paru,woc aneurisma,askep aneurisma,latar belakang peritonitis,macam gangguan neurovaskuler,laporan kasus askep efusi pleura,patway snh,biodata pasien,hubungan ca mammae dengan efusi pleura,pathway tumor mammae,pathway trauma mata,tumor mammae dx,gangguan pola nafas tidak efektif,pengkajian perforasi gaster,contoh laporan kasus efusi pleura,KTI CA MAMAE,arti efusi pleura,pengertian ekstremitas atas,pathway ca mamae,pathway defisit perawatan diri,laporan pendahuluan pemenuhan kebutuhan cairan,contoh laporan pendahuluan keseimbangan cairan dan elektrolit,definisi efusi pleura,laporan kasus ge,implementasi peritonitis,efusi pleura sinistra adalah,pathway apendik,pengertian bronkovesikuler,analisa data pada efusi pleura,pengkajian kardiomegali,laporan pendahuluan tb abdomen,pengertian efusi pleura dextra,pathway pola nafas tidak efektif,pathways oksigenasi,efusi pleura pada ca mammae,effusi pleura sinistra,diagnosa keperawatan kardiomegali,pengertian isokor pada pupil,askep gangguan pola nafas tidak efektif,penyebab pola nafas tidak efektif,contoh kasus anc normal,laporan pendahuluan gangguan sistem pernafasan,contoh kasus sistem pernafasan,analisa sintesa gds,contoh kasus sor,pengertian pleura,pengertian efusi,kasus ekstremitas bawah,bunyi nafas pada efusi pleura,hubungan sirosis hepatis dengan efusi pleura,askep efusi pleura dextra,askep efusi pleura ec keganasan,contoh askep gagal jantung kiri,pengkajian neuromuskular,komplikasi tumor mammae,contoh kasus pernafasan,kumpulan makalah efusi pleura,pathways kanker payudara,pathways efusi pleura,laporan pendahuluan gangguan sistem pernapasan,askep gangguan pola nafas,mesocepal,intervensi gangguan pola nafas,arti mesocepal,pengertian cairan pleura,efusi pleura dextra adalah,analisa data efusi pleura,pengertian TB abdomen,laporan pendahuluan Ganguan oksigenasi pola napas pada pasien TB Paru,pengertian efusipleura,pathway gangguan aktivitas,contoh askep kasus efusi pleura,pathway keperawatan sle,contoh askep efusi pleura,contoh askep pasien efusi pleura,pengkajian primer efusi pleura,laporan pendahuluan gangguan pola nafas tidak efektif,pathway keganasan efusi pleura,hidrothorax,yhs-fh_lsonswrow,implementasi efusi pleura,hubungan kanker payudara dengan efusi pleura,LP Dan WoC efusi pleura,pathway intoleran aktifitas,pathway gangguan pernapasan,laporan pendahuluan dengan gangguan sistem pernapasan pada anak,kumpulan askep kti infeksi pleura,mesocepal adalah,efusi sistem pernapasan,paru kanan ada cairan minimalis,gambar gangguan pola pernafasan,GAMBAR PATHWAY TBC PADA ANAK,gambar pathway trauma mata,kasus tumor intra abdomen,mengapa ca mammae komplikasi efusi pleura,kasus tumor apdomen,efusi pleura pada ca mamae,bunyi napas pada pasien efusi pleura,penyimpangan kdm pada gangguan pola tidur,contoh kasus askep efusi pleura,pola pernafasan pada klien dengan gangguan kardiovaskuler,penyimpanan KDM diagnosa efuSi pleura,penyimpangan kdm penyakit pleura,pengertian nrm,contoh pathway kanker payudara,arti ekstremitas atas,gambar pathway efusi pleura,contoh makalah efusi pleura di ruang icu,pengkajian primer hemotoraks,soapier pasien efusi pleura,askep pada klien dengan gangguan pernapasan emboli paru aplikasi nanda,contoh konjungtiva anemis,pengertian pathway efusi pleura,woc efusi pleura pada ca paru,pengertian ekstremitas atas dan bawah,pertanyaan seputar empiema,cairan nrm,peran perawat dalam kasus pungsi pleura,effusi pleura dextra,pengertian efusie Peura,pengertian epusi pleura,effusi pleura dextra e c abses paru,pleura efusi dextra,respirasi pada efusi pleura,oksigenasi RM n NRM,pathway gangguan pada pernafasan,pengertian efusi pluera sintrstra,pthway kardiomegali,pathway gangguan pernafasan,pathway gangguan pola nafas pada bayi tidak normal,pupil pengertian isokor,pernafasan tidak efektif,pola pernafasan pada efusi pleura,polanapas tb paru,pathway dm intoleransi aktifitas,pathway dengan gangguan aktivitas,pleural efusi dextra,pathway dari tumor intraabdomen,pernapasan pada pluera,pola nafas tidak efektif karena efusi pleura,pola napas tidak efektif