Anda di halaman 1dari 12

MENGAKHIRI DENGAN TETAP BERSYUKUR Laporan Pertanggungjawaban Koord nator Badan Pe!

erja Kontra" #$$%&#$'$ Oleh Usman Hamid Salam kesejahteraan untuk kita semua, PENGANTAR Segala puji hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa atas semua kasih dan cinta-Nya. diterimanya segala iman dan amal !aik kita semua. asa syukur atas

"alam kesempatan U# kali ini akan di!erikan lap$ran kerja yang menggam!arkan perkem!angan pelaksanaan rencana-rencana strategis %adan &ekerja '$ntras selama ( tahun terakhir, yaitu )**+)*,*. Setiap tahun, rencana strategis terse!ut die-aluasi dan mengalami penyesuaian dengan keadaan, !aik eksternal maupun internal. .ap$ran ini sekaligus merupakan pertanggungja/a!an saya selama menja!at se!agai '$$rdinat$r %adan &ekerja, untuk peri$de )**+-)*,*. &eri$de se!elumnya, yaitu )**0-)**+, telah saya pertanggungja/a!kan pada apat Umum #ngg$ta, )**0. 'arena keter!atasan /aktu yang tersedia, saya tak akan menjelaskan satu per satu apalagi untuk mem!acakan keseluruhan pelaksanaan rencana-rencana strategis yang telah ditetapkan untuk peri$de )**1-)*,* yaitu (Menga!) r I*pun ta"+ Me*aju!an Un ,er"a- ta" HAM. . 2mpunitas merupakan keadaan !elum !eru!ah secara signi3ikan dan peru!ahan yang ada pun amat lam!an, sehingga '$ntras masih akan terus !erusaha untuk mengu!ahnya demi keadilan k$r!an. Sementara uni-ersalitas H#M khususnya ke!e!asan sipil terus dirusak $leh sekel$mp$k $rang atas nama agama, yang dengan menye!ar ke!encian s$sial dan kekerasan menyerang akti-itas penganut agama min$ritas, !ahkan min$ritas seksual, yang $leh karenanya, '$ntras /aji! !ertindak, ikutserta mera/at iklim ke!e!asan sipil yang !aru diper$leh dari re3$rmasi ,441. Selanjutnya saya akan memulai dengan memaparkan hanya !e!erapa capaian, ke!untuan dan kegagalan dalam mencapai tujuan dengan target /aktu yang telah ditetapkan. Sele!ihnya kita dapat melihat dalam lampiran pengantar lap$ran ini. 555 K/NTEKS0 P/LITIK ELEKT/RAL 'eseluruhan pr$gram strategis untuk peri$de )**+-)*,* !erada dalam pengaruh dua keadaan, yaitu ,6 keadaan eksternal yang terutama dipengaruhi $leh penyelenggaraan &emilu nasi$nal tahun )**47 selain tentu yang ke-)6 di !a/ah pengaruh kesulitan keadaan internal menyangkut keuangan pasca hilangnya al$kasi d$nasi anggaran dari N$-i! O83am Netherlands se!esar 0* persen dari t$tal dana yang !iasa diterima '$ntras. 1) Pemilihan Umum &emilihan umum di tingkat nasi$nal merupakan m$mentum !erharga, terle!ih lagi jika kita dapat memetik man3aat p$siti3 !agi pencapaian tujuan-tujuan $rganisasi. Saat !icara seputar !udaya negara dan k$ntrak s$sial, $sseau menggam!arkan pentingnya pem!elajaran p$litik melalui &emilu se!agai medium dem$kratis untuk mensinergikan hak-hak li!eral seperti ke!e!asan !erpendapat dan ide-ide repu!likan.

Nah, dalam kerangka itulah, sekaligus menc$!a mempengaruhi keadaan menjelang &emilu, '$ntras !ersama sejumlah .SM memprakarsai ter!entuknya '$alisi 0* .SM untuk memantau &emilu )**4. '$alisi ini !ersama-sama mengkampanyekan sejumlah isu strategis dalam &emilu, dari mulai hak asasi manusia dan penyelesaian kasus pelanggaran H#M !erat masa lalu, pengrusakan lingkungan dan pengerukan sum!er daya alam, kesetaraan jender dan perlindungan perempuan dan anak-anak, ad-$kasi !uruh migran hingga re3$rma agraria khususnya !erkenaan dengan janji S%Y-9' tentang redistri!usi tanah seluas 1 juta ha. '$alisi ini juga ikut meramaikan kampanye '$ntras untuk tidak memilih cal$n presiden dan /akil presiden pelanggar H#M. &encitraan yang muncul ke pu!lik adalah '$ntras men$lak :irant$ dan &ra!$/$, dan menerima S%Y. %arangkali pu!lik menilainya karena isu pelanggaran H#M yang diusung '$ntras melekat erat dengan dua s$s$k : dan & terse!ut, yakni :irant$ identik se!agai penanggungja/a! kasus Tim$r Timur dan Trisakti-Semanggi, sementara &ra!$/$ identik se!agai pelaku kasus penculikan akti-is ,441. Sesederhana itukah; 2de a/alnya adalah mengem!angkan apa yang selama ini sering dise!ut se!agai vetting p$litik. Er$pa Timur menerapkan ke!ijakan -etting untuk mengeliminasi dan mencegah para pimpinan p$litik rejim masa lalu untuk duduk dalam kekuasaan dem$kratis yang menggantikannya. Tentu yang paling mungkin dilakukan adalah vetting ala sangsi s$sial melalui tindakan para pem!eri suara <voters6. '$ntras dan para k$r!an serta jaringan yang mendukung kampanye ini tentu tak sem!arang menuduh, telah ada serangkaian pertemuan yang merumuskan ukuran-ukuran pen$lakan kandidat se!elum memutuskan aksi kampanye pen$lakan capres=/apres tertentu. Salah satu parameternya adalah kesimpulan dan rek$mendasi penyelidikan resmi, dari mulai '$mnas H#M, T>&?, "e/an 'eh$rmatan &er/ira #% 2 hingga '$misi &enyelidik dan '$misi #hli &%%. Tentu ada ukuran lainnya. Tetapi kita dihadapkan $leh keadaan yang hampir tanpa pilihan. 9ika dulu kita !isa melihat terang mana yang hitam dan putih, kini tak sesederhana itu. 'ita menghadapi /arisan masalah lama ke dalam lanskap p$litik yang !aru, yang !eru!ah. "i titik inilah pertanyaan mendasar, apa yang kita !isa lakukan; Strategi atau taktik seperti apa yang mau kita gunakan. Memukul yang satu, mem!uat yang lain, yang le!ih jahat, !erjingkrak kegirangan. %enar-!enar ser!a sulit. 'arenanya kita perlu skala pri$ritas sam!il mengumpulkan kemenangan-kemenangan kecil agar kita le!ih semangat dalam !erjuang. Selanjutnya, '$alisi ini juga mem!erikan masukan langsung kepada '&U dan m$derat$r de!at pu!lik yang ditunjuk resmi '&U !erupa isu-isu ad-$kasi yang penting seperti terse!ut di atas, hingga mem!uat penilaian !erkala secara ter!uka atas de!at pu!lik pasangan capres-ca/apres, sampai pelaksanaan hak p$litik dalam pemilihan langsung. Hasilnya, sekadar menye!ut c$nt$h, saat #nies %as/edan, ekt$r Uni-ersitas &aramadina, mengajukan pertanyaan tentang !agaimana pandangan dan k$mitmen capres tentang penyelesaian kasus pelanggaran H#M !erat masa lalu. Hal ini menuai apresiasi yang tinggi. Usai !erlangsungnya &ilpres, '$ntras memetakan dan menganalisis kem!ali keadaan eksternal guna memperkirakan perkem!angan hasil pemilihan umum )**4, khususnya pasca pemilihan langsung &residen dan :akil &residen. %adan &ekerja '$ntras di!antu sejumlah narasum!er yang dipandang ahli dalam !idangnya seperti 'amala @handrakirana, Makmur 'eliat, >aluh :andita, $!ertus $!et dan a3endi "jamin, yang menghasilkan p$k$k-p$k$k pikiran, antara lain7 a. &emerintahan di !a/ah S%Y-%$edi$n$ merupakan pemerintahan yang sejak a/al memiliki pr$!lem dasar, yaitu presidensialis multi-partai yang kecenderungannya akan memilih jalurjalur k$mpr$mi. Hal ini !isa saja mengulangi peri$de pemerintahan se!elumnya di !a/ah S%Y-9'. 2de H#M hanya kerap diandaikan, sedikit sekali yang dise!utkan. Oleh karena itu, kita harus mempertim!angkan langkah-langkah yang taktis, tak sekadar pem!icaraan asasasas, melainkan !icara dalam k$njungtur. !. 'eadaan !aru dan perkem!angan di dunia internasi$nal khususnya &emilu di #merika Serikat mem!erikan peluang !aru, meski !elum tentu !esar, yang !isa !erman3aat !agi upaya-upaya pemajuan hak asasi manusia di 2nd$nesia. 2) Keuangan Organisasi

&ada a/al kepengurusan %adan &ekerja, kendala keuangan merupakan pers$alan serius. &ada tahun ini '$ntras telah kehilangan salah satu d$natur ter!esarnya, N$-i! O83am Netherlands yang dalam !e!erapa tahun se!elumnya mem!iayai 0* persen pendanaan $rganisasi. 'endala keuangan ini sempat disampaikan dalam U# se!elumnya kepada %adan &engurus '$ntras, dan disepakati untuk mengupayakan skema-skema pencarian dan penggalangan dana. Namun hingga kini, semua upaya penggalangan dana masih menjadi kerja ekstra para tenaga di %adan &ekerja. Suatu strategi telah disusun untuk menggalang !antuan dana hi!ah < block grant6 maupun kerjasama 3inansial untuk ad-$kasi tertentu <joint advocacy6 secara le!ih akti3 dan -ariati3. '$ntraS dalam tiga tahun terakhir !erhasil menjajaki k$munikasi dengan para agen d$n$r yang p$tensial, mulai dari #merika Serikat, 2nggris, 9erman, S/edia hingga N$r/egia. Tak terkecuali $rganisasi d$n$r yang memiliki kant$r di 2nd$nesia seperti Yayasan Ti3a, Hi-$s, hingga 'edutaan %esar negara saha!at. 'eter!atasan 3inansial ini juga ter!antu karena '$ntraS mem!angun kemitraan strategis dengan .SM !ertara3 internasi$nal seperti #mnesty 2nternati$nal !aik tingkat pusat <.$nd$n-U'6 maupun regi$nal <#msterdam-N.6, Human ights :atch <Ne/ Y$rk6, 2@T9 <#sia-2na-T.6 hingga T#&O. <U'6. '$ntraS tak lagi memper$leh dana dukungan institusi$nal seperti tahun-tahun se!elumnya. "ana diper$leh dengan cara kerjasama pada isu-isu tertentu, seperti pendidikan mahasis/a yang didanai 'edu!es 'anada melalui @anada ?und pada tahun )**4 dan )*,*, dengan dana yang mencapai hampir p. A** juta rupiah. @$nt$h lainnya adalah ad-$kasi !ersama untuk mend$kumentasikan kasus masa lalu yang dilakukan melalui 3$rmat !ersama T#&O. <U'6 yang dipimpin @armel %udiarj$. Selain itu '$ntraS juga tetap melakukan k$munikasi secara intensi3 dengan $rganisasi d$n$r yang mengenal dan mendukung kegiatan '$ntraS. Secara keseluruhan kegiatan penggalangan dana !elum menunjukkan kesuksesan penuh, dalam arti mampu mem!eri jaminan dukungan masa depan keuangan '$ntraS. Namun ada !anyak harapan dan k$mitmen yang perlu dikem!angkan melalui k$munikasi dan pem!uktian hasil kerja dalam s$al ad-$kasi perjuangan H#M di 2nd$nesia. "ari keadaan umum ini, mari kita teng$k keadaan khusus pendanaan pada !agian selanjutnya setelah lap$ran capaian pr$gram eksternal. Sementara dalam hal dana riil dan pengel$laannya terdapat sejumlah hal yang rele-an dilap$rkan7 Selama peri$de )**+ B 9uli )*,*, '$ntraS 9akarta telah mendapat dan mengel$la dana se!esar p. ,(.444.)0,.1*, dari !er!agai d$n$r dan kerjasama <N$-i!, 2@@O, OS2, 'air$s, @anada Em!assy, US Em!assy, Tap$l, 2#."?, T2?#, 2@T92nd$nesia6. "ana terse!ut diatas 0*.04C untuk &engumpulan dna &enye!aran 2n3$rmasi <&elanggaran6 H#M, ,D.40 C untuk mendukung kapasitas k$r!an pelanggaran H#M, 1.41C untuk 'erja dan '$munikasi ad-$kasi 2nternasi$nal, 4.*4 C untuk penguatan dan akunta!ilitas $rganisasi dan ,4,*DC untuk kerumah tanggaan dan sekertariat. Sementara A.00C sisanya masih dalam !entuk @ash <'ans kecil E !ank6. Sampai )**1 lap$ran keuangan telah diaudit $leh 'ant$r #kuntan &u!lik >at$t &ermadi, ju/$n$ dan ekan "an '#& Hertant$, Sidik dan rekan dengan Hasil Fairly. "i!a/ah ini adalah T$tal &enerimaan dan pengeluaran dana peri$de )**+ B 9uli )*,*

111 2APAIAN+ KEBUNTUAN DAN KEGAGALAN AD3/KASI '$nteks yang demikian, amat mempengaruhi !agaimana relasi '$ntras dengan Negara. elasi dengan kelem!agaan terse!ut terjalin melalui upaya l$!i, aksi dan dem$nstrasi serta kerjasama. "alam peri$de )**+ hingga )*,*, '$ntraS melakukan ad-$kasi dengan target sasaran '$mnas H#M, 9aksa #gung, "& dan &residen untuk penyelesaian kasus pelanggaran H#M !erat, serta target sasaran lain untuk keperluan pem!aharuan hukum atau pem!enahan institusi, antara lain Menteri Hukum dan H#M serta 'ep$lisian 2. Untuk mengakhiri impunitas, '$ntras menetapkan salah satu rencana strategis7 memperjuangkan !ead -an dan pertanggungjawaban negara atas pelanggaran H#M !erat masa lalu. Strategi ke!ijakan yang di!uat untuk met$de ad-$kasi adalah melakukan pendampingan hukum, l$!!y, dem$nstrasi=aksi. '$ntras juga mem!antu kelancaran penyelidikan dengan persiapan saksi dan k$r!an untuk mem!eri keterangan atau kesaksian dalam penyelidikan kasus penculikan akti-is ,44+,441, Talangsari ,414 dan pem!unuhan massal ,4DA. Sekadar menye!ut c$nt$h, !erikut ini !e!erapa pengalaman !erharga. Tahun pertama kepengurusan, tahun )**+, merupakan tahun tingginya intensitas ad-$kasi '$ntras terhadap perkara H#M yang !esar, seperti pem!unuhan massal ,4DA, penem!akan misterius ,41*an, pem!unuhan Munir )**0, serta dua perkara yang mulai diselidiki, namun mengalami !anyak kendala yaitu penghilangan akti-is ,44+-,441 dan Talangsari ,414. &enyelidikan &r$-9ustisia untuk &em!unuhan Massal ,4DA 'em!ali pada perkara yang se!elumnya dise!ut, capaian tampak pada tahun )**1 ketika '$mnas H#M akhirnya memutuskan menyelidiki peristi/a ,4DA. 2ni merupakan !uah dari intensitas kerja yang tinggi dari rekan-rekan %adan &ekerja '$ntras. %ukan sekadar mem!angun desakan dan tekanan, tapi juga mem!angun k$munikasi dan kerjasama dengan '$mnas H#M. Sayangnya !elakangan '$mnas H#M terkesan melam!at aki!at pengaruh kel$mp$k-kel$mp$k anti-k$munis yang menekan penghentian penyelidikan perkara ,4DA. Meski demikian, '$ntras memutuskan untuk melanjutkan sam!il menghitung resik$ p$tensial di lapangan, terutama saat mengadakan kunjungan ke !asis!asis k$r!an ,4DA dan l$kasi-l$kasi yang diduga se!agai tempat ku!uran massal. .e!ih dari itu, atas permintaan para k$r!an, '$ntras melanjutkan k$munikasi dengan "epartemen Hukum dan H#M serta Taspen terkait penghapusan pasal-pasal diskriminati3 terhadap !ekas tahanan p$litik atau k$r!an ,4DA serta pemenuhan hak-hak k$r!an khususnya !agi para pensiunan &NS dan #% 2. Sejauh ini !elum ada hasil yang k$nkrit, karena masih terkendala di dalam !ir$krasi. &em!entukan Tim &enyelidik ad h$c kasus &etrus ,41*-an @apaian atas kerja keras selama ini !erupa in-estigasi, hingga intensitas kegiatan serupa, mulai dari k$munikasi hasil in-estigasi hingga pertemuan dengan per/akilan k$r!an dan '$mnas H#M, telah mem!uahkan pengaruh p$siti3 dengan di!entuknya tim penyelidik pr$justisia untuk penem!akan misterius ,41*-an. 'erjasama dilakukan dengan cara terli!at akti3 dalam penyelidikan a/al hingga menjadi salah satu k$misi$ner dalam tim ad h$c, dalam hal ini, angg$ta %adan &ekerja juga '$ntras, yaitu Ed/in &art$gi. Sekadar catatan, sempat muncul pertanyaan sekaligus masukan dari kalangan k$r!an agar masalah petrus tak disamakan dengan perkara pelanggaran H#M !erat lainnya. &enangkapan Muchdi & atas &em!unuhan Munir )**0

'husus untuk kasus Munir, penjelasan ini merupakan penjelasan dalam kapasitas saya selain !ertanggungja/a! atas praksis perjuangan H#M '$ntras, saya juga !ertanggungja/a! atas praksis

keseharian '$mite #ksi S$lidaritas untuk Munir <'#SUM6. "ari kelanjutan intensitas ad-$kasi se!elumnya, kasus Munir memasuki perkem!angan ter!aru dengan ditangkapnya Muchdi & pada ,4 9uni )**1. #d-$kasi menga/al kemajuan penting ini terus !erlangsung intensi3 meski dari sisi keluasan !asis s$sial dan jaringan .SM lain amat rendah, sehingga hanya mengandalkan !asis s$sial '$ntras, .%H 9akarta untuk dim$!ilisir ke dalam kerja-kerja !ersama '#SUM. endahnya keterli!atan .SM-.SM ini juga tampak pada kehadiran dalam serangkaian persidangan selama enam !ulan masa persidangan. &adahal !er!agai ter$r dan intimidasi tak pernah !erhenti !ahkan relati3 meningkat drastis pasca penangkapan Muchdi & . &ersidangan !erakhir dengan -$nis !e!as pada (, "esem!er )**1, dikuatkan $leh putusan kasasi M# pada ,A 9uni )**4. 'ap$lri menyatakan kunci di!uka kem!alinya perkara ini ada di tangan 9aksa #gung. "esakan agar 9aksa #gung segera ajukan &' hanya di!eri alasan administrati3 !ah/a salinan putusan M# !elum diper$leh, suatu alasan yang aneh mengingat '$ntras-'asum telah mendapatkan salinan putusannya. 'ejaksaan #gung !erjanji tapi tanpa pat$kan /aktu jelas kapan diajukan. Terakhir, di!icarakan dalam pertemuan dengan &residen, )1 9uli )*,*, dan &residen meminta Sta3 'husus %idang Hukum untuk mencermati status hukum terakhir dan peluang &' <Mem$ .egal6. Tuntasnya &enyelidikan Talangsari ,414 @apaian lain adalah peristi/a Talangsari .ampung ,414. Setelah sekian lama dinanti, setelah sekian kali kegagalan tim penyelidik '$mnas H#M, akhirnya penyelidikan pr$-justisia atas kasus Talangsari !erjalan dan selesai pada )**+ di !a/ah arahan Fumr$tin '. Susil$. &eristi/a .ampung pada ,414 ditetapkan se!agai pelanggaran H#M yang !erat7 !ukti-!ukti permulaan yang ditemukan '$mnas H#M telah memenuhi unsur-unsur kejahatan terhadap kemanusiaan. Namun demikian, di tengah usaha mem!a/a perkara ini ke "& agar mengusulkan &engadilan H#M ad h$c, muncul p$lemik aki!at pernyataan yang melemahkan dari pemerintah khususnya Menteri Pertahanan 9u/$n$ Sudars$n$. &ernyataan ini disampaikannya di 'ant$r &residen, '$mpleks 2stana, 9akarta <'$mpas, 4=,,6 seusai mendampingi &residen Yudh$y$n$ menerima &anglima TN2 9enderal "j$k$ Sant$s$ dan jajaran per/ira TN2 #ngkatan "arat. 2a mengatakan, dalam k$nteks /aktu dulu, tindakan penyerangan /arga sipil !ersenjata terhadap aparat p$lisi dan TN2 dalam kasus Talangsari dapat dikateg$rikan se!agai makar. G&asalnya, perla/anan !ersenjata itu ingin mengu!ah dasar negara,G kata 9u/$n$. Saya menghu!unginya melalui telep$n, menanyakan apa maksud Menhan atas pernyataan itu. %isa jadi ia sedang mengkritik hasil penyelidikan '$mnas H#M. .alu saya sampaikan pula, !ukankah tuduhan makar sudah diadili; %ukankah penggunaan kekuatan menghadapi perla/anan !ersenjata tetap harus terukur sesuai prinsip humaniter; %enarkah semua penduduk sipil yang mati, termasuk !alita dan perempuan, adalah $rang-$rang !ersenjata dan menyerang aparat untuk mengu!ah dasar negara sehingga para keluarganya tak !erhak menuntut keadilan; 'ees$kan harinya '$ntras menggelar k$n3erensi pers !ersama sejumlah .SM H#M. Tentu tak cukup dengan menggelar k$n3rerensi pers. Selanjutnya '$ntras mengadakan pertemuan k$r!an Talangsari dan Menhan di "epartemen &ertahanan, dan di /aktu yang !er!eda, mem!uat pertemuan dengan Menhan di H$tel The Sultan, didampingi $leh salah per/akilan pengurus '$ntras yang juga saha!at, Fumr$tin dan M$nica., Meski pertemuan-pertemuan ini tak mengu!ah !anyak, namun Menhan tak
1

"alam k$munikasi terse!ut, terl$ntar sejumlah isu seputar Hn$n-retr$akti3itas yang dilarang pasal )1 i UU" ,40AI hingga pem!ahasan !e!erapa ungkapan Menhan s$al Gk$nteks /aktu duluG, GmakarG, dan Gperla/anan !ersenjataG. G'$nteks /aktu duluG yakni masa Orde %aru memang menye!ut kasus Talangsari se!agai makar >er$m!$lan &engacau 'eamanan <>&'6. Tak pernah ada pem!uktian hukum yang ter!uka. Sekitar )( $rang dihukum karenanya dengan hukuman penjara D tahun hingga seumur hidup. 2ni !elum termasuk tindakan di luar pr$ses hukum terhadap 1D $rang yang dipenjara selama , !ulan sampai + tahun tanpa pengadilan. Sulit dimungkiri !ah/a secara de 3act$, penguasa kala itu $t$riter. Hukum !erada di !a/ah penguasa. "an 3akta pula yang !er!icara, !anyak kasus

lagi mel$ntarkan pernyataan yang melemahkan perkara Talangsari. "an juga dari pertemuan itu diketahui adanya permintaan pertemuan se$rang mantan petinggi militer yang !ertanggungja/a! atas Talangsari ,414. 2ni sama persis dengan pernyataan Menhan yang mempers$alkan &asal )1 2 UU" ,40A pasca menerima kunjungan :irant$ ke "epartemen &ertahanan. ek$mendasi "& atas Orang Hilang ,44+-,441

@apaian lain tampak dengan dikeluarkannya rek$mendasi dari "& 2 kepada &residen 2 terkait dengan peristi/a penghilangan paksa akti-isi ,44+-,441. ek$mendasi itu adalah ,6 pem!entukan pengadilan H#M ad h$c7 )6 pencarian ,( $rang yang masih hilang7 (6 pem!erian reha!ilitasi dan k$mpensasi keluarga k$r!an, serta 06 rati3ikasi '$n-ensi #nti &enghilangan &aksa. Masalah yang satu ini agak k$ntr$-ersial. "ari segi isi jelas mem!eri peluang !aru, namun pilihan /aktu mem!erinya nuansa p$litis yang mengurangi derajat $!jekti3itas pengusutan masalah ini. empat rek$mendasi penting di atas diputuskan di tengah ramainya &emilihan &residen putaran 22. %agaimana pun juga, rek$mendasi "& merupakan pr$duk dari &ansus yang di!entuk menyikapi tekanan pu!lik atas lap$ran '$mnas H#M atas peristi/a &enculikan dan &enghilangan &aksa #kti-is ,44+-,441. Sejak a/al, '$ntras dan 2k$hi memiliki keraguan dengan &ansus terse!ut mengingat dua hal, ,6 pengalaman &ansus Trisakti, serta )6 rentannya p$litisasi mendekati &emilu. "engan pertim!angan ini pula, '$ntras-2k$hi men$lak panggilan &ansus, kecuali pada panggilan ketiga, setelah menerima saran dan masukan Hendardi. 'e!untuan &erkara :asi$r )***, :amena )**,, TSS ,441-44, dan Mei ,441 Sementara itu, sepanjang )**+-)*,* upaya-upaya yang dilakukan $leh '$ntraS mengalami kegagalan dalam mend$r$ng 9aksa #gung melakukan penyidikan terhadap kasus Trisakti Semanggi 2 dan 22 dan Mei ,441, :asi$r dan :amena. %elum !erhasilnya capaian ini le!ih karena pr$!lem p$litik. 555 PERSISTENSI MEN2ARI PELUANG "engan adanya capaian, ke!untuan dan kegagalan terse!ut, kami terus !erusaha menemukan peluang, sekecil apapun jendela peluang itu, untuk melanjutkan usaha-usaha di atas agar mendekati hasil atau setidaknya hasil antara yang dituju. 'ampanye untuk mengk$ndisikan adanya tekanan pu!lik terus dilakukan. Selama peri$de ini, tercatat se!anyak JJJJJkali media mem!eritakan pernyataan '$ntras. Sekitar JJJJ kali untuk tahun )**1, se!anyak JJJkali untuk tahun )**4, serta sekitar JJJJ kali pada pertengahan tahun )*,*. Selain tekanan pu!lik melalui m$!ilisasi $pini di media massa, dalam peri$de )**+-)*,* '$ntras juga menggunakan medium k$munikasi dan kerjasama dengan lem!aga-lem!aga negara yang le!ih luas. Tak hanya dengan '$mnas H#M, jajaran "epartemen Hukum dan H#M, atau 9aksa #gung, tetapi juga di lingkaran elite p$litik partai, tingkat menteri dan kant$r presiden. '$munikasi telah ter!angun melalui Sta3-sta3 'husus <##-"2-"S-9&6, Menkumham <#M-&#6, Menhan <9S6, Menk$p$lkam <"S6, angg$ta :antimpres <9#6, dan &residen. "alam peri$de ini, '$ntraS !erupaya untuk Hmenyam!ungrasakanI keinginan k$r!an untuk langsung menyuarakan tuntutan keadilan kepada pem!uat ke!ijakan, dari Menteri Hukum dan H#M, Menteri &ertahanan sampai dengan dengan &residen. &ertemuan dengan &residen !erlangsung dua kali, yakni yang pertama dilakukan pada )D Maret )**1, !ertepatan dengan peringatan ,* Tahun '$ntraS penyiksaan, pem!unuhan, dan eksekusi di luar pr$ses pengadilan di !alik peristi/a itu.

yang mem!erikan ruang langsung k$r!an untuk menyatakan harapan kepada &residen. 'edua, pada )1 9uli )*,* !ersama '$mnas H#M, se!agai kelanjutan dari usaha mend$r$ng lahirnya ke!ijakan untuk penyelesaian kasus pelanggaran H#M !erat masa lalu. Se!elumnya, k$r!an telah !erkali-kali melakukan aksi diam kamisan di depan 2stana Negara untuk meminta keadilan. &erlu pula disampaikan dalam kesempatan yang !aik ini, latar!elakang pertemuan kedua dengan &residen. '$munikasi ini meskipun dipr$yeksikan !agi penyelesaian menyeluruh atas kejahatan di masa lalu, juga le!ih dipicu $leh keinginan menindaklanjuti kasus penghilangan paksa. %agaimana pun juga, lepas dari segala pr$!lematika p$litik elekt$ral-nya, rek$mendasi "& atas kasus $rang hilang mem!eri peluang !aru. &enyelesaian kasus pelanggaran H#M masa lalu tak se!untu p$lemik saling lempar !erkas antara '$mnas H#M dan 9aksa #gung, setidaknya untuk kasus $rang hilang. Tetapi rek$mendasi "& terse!ut jauh dari cukup. &ada 4 Okt$!er )**4, k$munikasi dan pertemuan di %ina >raha dengan sta3-sta3 khusus &residen, menghasilkan rumusan usulan ke &residen tentang &em!entukan &engadilan H#M ad h$c !agi peristi/a penculikan dan penghilangan paksa akti-is ,44+-,441. Usulan terse!ut telah secara resmi menjadi mem$ legal sta3 khusus kepada &residen. Tuntutan ini merupakan tuntutan yang dipandang paling tinggi. Untuk menga/al implementasi selanjutnya, pada ,* N$-em!er )**4, sejumlah .SM plus '$mnas H#M, '$mnas &erempuan, udy iKky dan 9immly #sshiddiLie, mengadakan pertemuan di '$ntras dan merek$mendasikan empat hal7 mengusahakan ter!itnya 'eppres <'eputusan &residen6 untuk &engadilan H#M ad h$c7 ter!itnya &erpres <&eraturan &residen6 untuk &encarian ,( Orang Hilang, 'eputusan &residen tentang eha!ilitasi dan UU ati3ikasi '$n-ensi #nti &enghilangan &aksa. &ada tanggal ,D ?e!ruari pertemuan kem!ali diadakan di >edung :antimpres, saya didampingi $leh angg$ta %adan &ekerja, Mict$r da @$sta dan #!usaid &elu, lalu dilanjutkan pada )) ?e!ruari di %inagraha yang dihadir $leh 'epala Operasi$nal %adan &ekerja 2ndria ?ernida, untuk mematangkan rancangan k$nsep yang telah diusulkan '$ntras. .alu pada A Mei )*,*, hasil pertemuan di Sekretariat Negara, antara '$ntras, 2k$hi, Elsam, Y.%H2, k$r!an <&ri$k7 Husain Sa3e, Yetty dan %enny %iki, Trisakti7 'arsiah, Mei7 "ar/in dan uminah, &enculikan7 Tuti '$t$, Sip$n dan &aian Siahaan6, 2@T9, '$mnas &erempuan, sta3 khusus &residen menyimpulkan perlunya menyusun dra3t rancangan yang secara legal le!ih kuat mengenai pemenuhan hak k$r!an. Terakhir, pada )1 9uli, saya, ditemani dua $rang saha!at %adan &ekerja 2ndria ?ernida, !ersama 'etua '$mnas H#M 23dhal 'asim mem!ahas usulan terse!ut dengan &residen di :isma Negara. #ntara lain permintaan maa3 kepada k$r!an atas terjadinya pelanggaran H#M !erat di masa lalu diikut pengungkapan 3akta yang mengandung kejelasan nasi! dan ke!eradaan $rang yang hilang7 memperkuat pr$ses akunta!ilitas penegakan hukum dan keadilan hukum k$r!an le/at penyidikan 9aksa #gung7 me/ujudkan upaya pemulihan dan marta!at kehidupan k$r!an sesuai prinsip H#M serta menjamin pencegahan ke!erulangan di masa depan melalui langkah-langkah yang perlu. Secara le!ih $perasi$nal, juga diusulkan se!uah '$mite 'epresidenan untuk menga/al implementasi ke!ijakan &residen. &residen !erencana akan menyampaikan pada peringatan ,+ #gustus atau Okt$!er )*,*. '$munikasi yang !erlangsung pada tahun )**4 dan )*,* juga masih diletakkan masih dalam kerangka tindaklanjut atas pertemuan &residen pada tahun )**1. 555 Selain dihadapkan pada /arisan kejahatan masa lalu, sejak a/al '$ntras dihadapkan pada lap$ran kasus kekerasan yang !eragam dimensinya, dari kekerasan terhadap /arga #hmadiyah, min$ritas seksual, penem!akan petani, nelayan, akti-is lingkungan, penyiksaan tersangka hingga ma3ia peradilan. &ada titik ini '$ntras !erurusan dengan kep$lisian dalam pr$ses pengaduan di lingkup

!adan kep$lisian serta administrasi peradilan lainnya mulai dari pengaduan l$kal dan nasi$nal di esm$!, %areskrim, "i-pr$pam, 2r/asum, '$mp$lnas, hingga !eracara di pengadilan. elasi yang ter!angun dengan kep$lisian misalnya, tak hanya se!agai salah satu cara menangani kasus-kasus kekerasan yang dilap$rkan ke '$ntras, namun juga !agi jaringan $rganisasi '$ntras yang !ergerak di !idang lingkungan, hingga perlindungan min$ritas. &enanganan kasus Munir le/at T&? dan 'asum juga memperdalam relasi yang telah ada. .e!ih jauh lagi, keterli!atan yang demikian terus !erkem!ang saat '$ntras pada tahun )**+ memulai kerjasama strategis dengan #mnesty 2nternasi$nal dalam !idang pem$lisian dan hak asasi manusia. elasi kerjasama ini juga dikem!angkan untuk mendukung integrasi nilai-nilai H#M dan dem$krasi dalam ke!ijakan internal kep$lisian. Hal ini dilakukan melalui upaya akti3 menangani perkara yang dilap$rkan '$ntras, mengadakan seminar !ersama, maupun !erpartisipasi se!agai pemateri atau pem!eri input dalam seminar, l$kakarya dan pelatihan yang diadakan $leh kep$lisian, dari tingkat &$lda, per/ira sis/a di Sespim %andung, reserse seluruh daerah, hingga kehumasan p$lisi seluruh 2nd$nesia. uang-ruang interaksi secara pers$nal dan institusi$nal ini memperluas peluang dalam menangani kasus-kasus kekerasan yang meli!atkan angg$ta &$lri dan dipandang e3ekti3 se!agai s$lidaritas dukungan terhadap jaringan dem$krasi '$ntraS di daerah yang !erurusan dengan pihak kep$lisian. Tentu itu semua tak menjamin !ah/a semua perkara selesai tuntas. Tentu pula strategi kerjasama demikian diletakkan se!agai pelengkap strategi menekan penyelesaian se!uah masalah, atau ditujukan se!agai kritik ke!ijakan penanganan tindakan yang melanggar atau tidak tunduk pada nilai H#M. 'edua pendekatan ini diperlukan mengingat re3$rmasi dalam tu!uh &$lri !elum !ersi3at institusi$nal. Masih !ergantung pada 3igur kepemimpinan sehingga kerap terjadi ink$nsistensi antara ke!ijakan yang di!uat serta pelaksanaan di lapangan. 2APAIAN DAN BATAS KEMAMPUAN INTERNAL 4/RGANISASI/NAL5 Sepanjang )**1-)*,* '$ntraS akti3 dalam sejumlah jaringan kerja ad-$kasi !aik di dalam maupun di luar negeri, !aik dalam !idang penegakan H#M maupun isu dem$krasi yang le!ih luas seperti anti k$rupsi. "i dalam negeri '$ntraS akti3 pada jaringan ad-$kasi kasus-kasus masa lalu, !aik di #ceh, &apua, maupun secara umum sejak kasus ,4DA-,4DD hingga ,441, ke!e!asan !eragama, anti penyiksaan, anti hukuman mati, ad-$kasi sekt$r keamanan. '$ntraS juga akti3 dalam mend$r$ng gerakan masyarakat sipil yang mend$r$ng dem$krasi !er!asis perlindungan H#M, lingkungan dan dem$krasi dalam arti luas, !entuknya dari &raksis dan %l$k &$litik "em$kratik hingga aliansi-aliansi anti k$rupsi. Sementara di luar negeri '$ntraS akti3 terli!at dalam !e!erapa jaringan yang mem!eri perhatian pada kasus atau isu, seperti impunitas kejahatan masa lalu, militer, kasus Munir, $rang hilang, hukuman mati serta penyiksaan dalam kerangka mekanisme &%%. 'erjasama juga !erlangsung dengan perhatian pada pem!enahan institusi$nal seperti tema re3$rmasi sekt$r keamanan, '$mnas H#M di #sia, '$misi #ntar &emerintah H#M #SE#N, s$lidaritas dem$krasi %urma dll. Selain kasus dan tema tertentu, kerjasama juga !erlangsung dalam lingkup kelem!agaan atau $rganisasi$nal. '$ntras terpilih se!agai mitra strategis #mnesty 2nternasi$nal di #sia. 9uga dipercaya menjadi focal point ad-$kasi #SE#N. Salah satu capaian yang !aik adalah penguatan pengesahan '$n-ensi !aru di!idang H#M terkait dengan &enghilangan Orang Secara &aksa dimana '$ntraS !ersama jaringan asia #?#", amerika latin ?#"E?#M dan er$pa .inking S$lidarity akti3 terli!at dalam mend$r$ng pengesahan k$n-ensi terse!ut serta melakukan l$!i di tiap negara tempat di mana angg$ta jaringan $rganisasi !ekerja. Su*ber Da6a &eningkatan kapasitas Sum!er "aya di '$ntraS di!utuhkan untuk menunjang kerja ad-$kasi yang menjadi mandat kerja '$ntraS. Upaya ini dilakukan le/at sejumlah pr$gram7

Kursus dan pelatihan Sepanjang )**1-)*,* terdapar )1 kursus yang diikuti $leh para sta3 '$ntraS. 'esemua kursus terse!ut terdiri dari kursus yang dilakukan diluar negeri dan didalam negeri. Tingkat kursus juga !er!eda, ada kursus yang ad-ance, 3$kus pada t$ik tertentu maupun kursus yang tingkatan dasar. Hampir dari semua kursus terse!ut diikuti dengan dengan gratis atau sta3 '$ntraS diundang untuk ikut dalam kursus-kursus terse!ut. "urasi dari kursus !er-ariasi, ada yang )-( hari hingga (-0 !ulan. &enyelenggara yang sering mengundang '$ntraS adalah, diluar negeri adalah 'edutaan 2nggris dan ?$rum #S2#. Sementara dari dalam negeri adalah E.S#M. Selain kursus ditempat lain, '$ntraS juga mem!uat kursus yang ditujukan untuk para sta3 dan jaringannya. Tercatat '$ntraS mem!uat seri diskusi internal tentang ad-$kasi H#M dan juga dua kali diskusi internal !ersama ahli. agang Sepanjang )**1-)*,* terdapar 0 sta3 '$ntraS yang magang di$rganisasi lain. ( diantaranya dilakukan diluar negeri7 U', H$ngk$ng dan Tim$r .este. Sedangkan , $rang sta3 '$ntraS melakukan magang di dalam negeri. Selain sta3 '$ntraS melakukan magang ditempat lain, se!aliknya, pada masa )**1-)*,* menjadi tahun-tahun yang si!uk dan ramah karena '$ntraS menjadi tempat kerja magang untuk hampir )* $rang. ,* $rang diantaranya dari luar negeri. Sisanya adalah mahasis/a dan jaringan kerja daerah. Mereka mengerjakan !ack up untuk penulisan pr$p$sal, kajian tentang ke!e!asan !eragama, translatter, riset tentang uni-ersal jurisdicti$n, 'ajian tentang pengadilan militer, English @$urse, supp$rt pelatihan pem$lisian, E8aminati$n $3 the ight t$ Truth and the T @ in 2nd$nesia dan kajian tentang GHak '$r!an #tas 'esehatanG. !ekolah "ingkat aster

Sampai sejauh ini '$ntraS telah memiliki ( sta3 dengan jenjang pendidikan S-). 'etiganya mendapatkan pr$gram !easis/a di!idang H#M. 'etiga !ersek$lah pada masa )**+-)**4. !arana Prasarana Sarana dan &rasarana yang mendukung pelaksanaan tugas %adan &ekerja '$ntraS meliputiN %angunan, 2n-entaris=peralatan kant$r, 'endaraan dinas dan &erlengkapan lainnya. >edung 'ant$r yang terletak di 9l. %$r$!udur ,0. 9akarta &usat. "ise/a sejak )**A, dan telah diperpanjang hingga )*,A. %e!erapa per!aikan karena ke!$c$ran sudah dilakukan. :isma '$ntras milik sendiri terletak di 9l. 'alasan N$. A. Menteng. 9akarta &usat. :isma ini merupakan hasil ruislag <tukar guling6 dengan aset '$ntraS yang a/alnya terletak di jalan 'alasan "alam. keputusan ruislag ini dilakukan dengan k$nsultasi ke !adan pengurus dan dengan perhitungan !ah/a luas tanah yang le!ih luas dan !angunan yang le!ih !aru. Ta/aran ini di!erikan $leh pihak perusahaan disekitar $!yek ruislag karena aset lama '$ntraS masuk dalam perencanaan pem!angnan rumah i!adah p$hak perusahaan.

2n-entaris=&eralatan kant$r
2n-entaris dan peralatan kant$r yang dimiliki terdiri atas meu!el, peralatan k$mputer, serta peralatan kant$r lainnya. 2n-entaris dan peralatan terse!ut diper$leh dari sum!angan, hi!ah, pengadaan anggaran rutin=pr$gram. Setiap %adan &ekerja sudah sudah ter3asilitasi dengan pers$nal k$mputer dan alat kerja pendukung lainnya.

'endaraan "inas

'endaraan dinas yang dimiliki se!anyak ) unit, terdiri dari kendaraan r$da empat , unit SuKuki #&M>O Th )*,* % ,*)* T'H p ,0A.***.***,- <m$!il lama T$y$ta 'ijang dijual, terjual p +4.A**.***,-6 dan kendaraan r$da dua , unit <H$nda 'harisma O :arna %iru, masih dalam keadaan !aik6. "enaga kerja %adan &ekerja dan Tenaga rela/an )**+ N )D $rang sta3 tetap. )**1 N )+ $rang, dengan catatan ada pengankatan ) sta3 dan , $rang mengundurkan diri, yaitu 'a. !ir$ 'euangan yang p$sisinya sempat k$s$ng selama enam !ulan. )**4 N )1 $rang dengan catatan terdapat ) $rang mengundurkan diri dan diganti dengan ) sta3 !aru. )*,* N )4 $rang dengan catatan , $rang mengundurkan diri karena ka/in dengan rekan kerja di dalam '$ntraS. Selain !adan pekerja, dalam kesehariannya '$ntraS juga di!antu $leh !e!erapa indi-idu yang !erasal dari k$munitas k$r!an <( $rang6 yang !ertugas untuk mem!antu melakukan kerja administrasi kant$r. '$nsultan <9uni$r E8pert6 &ME "iper!antukan 2@@O untuk pr$gram &ME di '$ntraS, , $rang yang rencananya !ekerja untuk masa peri$de ) tahun <)**4-)*,,6. Sampai sejauh ini tenaga &ME ini sangat e3ekti3 mem!antu mee-aluasi dan menyusun sistem &ME '$ntraS. %ahkan dalam /aktu luangnya tenaga ini mem!antu pengem!angan kemampuan !ahasa 2nggris rekan-rekan '$ntraS dan mem!erikan sum!ang pikir pencarian dana untuk '$ntraS. PENUTUP Se!agai penutup, saya hendak mengatakan !ah/a dalam memimpin %adan &ekerja '$ntras, saya menc$!a melangkah le!ih jauh dari ruang-ruang yang mungkin dan tersedia. Menggunakan semua alat yang mungkin, agar kita mempunyai ter$!$san. "engan tujuan, untuk memper!esar ruang !agi .SM dalam mempengaruhi peru!ahan atau pem!uatan ke!ijakan. Terkadang, langkah-langkah yang ditempuh dalam kerangka !erpikir terse!ut memunculkan tandatanya, apakah '$ntras se!agai .SM tak lagi menekan negara, !erk$n3r$ntasi dengan kekuasaan; #taukah '$ntras se!agai .SM !erk$$perasi dengan kekuasaan, terk$$ptasi $leh l$gika penguasa; &ertanyaan-pertanyaan seperti ini kita harus terima se!agai kritik sekaligus se!agai pem!elajaran. Se!a! selalu saja ada yang luput dari keyakinan, pandangan dan tindakan kita. Selalu ada sisi p$siti3 tapi juga !isa ada am!i-alensi, yakni kritik yang menegasikan kerja keras dan rasa saling percaya yang di!utuhkan !ersama antar k$mp$nen pergerakan, termasuk apa yang pada !agian lain s$s$k dan peran penekan '$ntras se!agai $p$sisi kekuasaan. 'ita ingin se!anyak mungkin akt$r memikul ke/aji!an dan tanggungja/a! yang sama dan setara. Sam!il tetap !erusaha menempatkan kritik se!agai penyehatan !udaya !er$rganisasi atau !erdem$krasi serta mengintensi3kan dial$g, saling mempertukarkan gagasan dan pengertian. Tujuannya agar diper$leh pandangan yang menyeluruh, utuh di tengah kekuatan kita yang tak se!erapa. umah kita adalah 2nd$nesia. umah itu adalah rumah dem$krasi. "i dalam rumah itu, ada !egitu !anyak entitas s$sial dan p$litik. 2tu juga !erarti kita hidup dalam keagenan yang plural dan tentu kita !erdem$krasi !ukan mau mem!angun ruang yang tunggal dan diametral. #da pilar-pilar dan 3$ndasi yang tentu kita jaga. .e!ih !aik lagi jika kita memiliki panduan !ersama ke depan.

10

Tak mudah kita memilah suatu langkah '$ntras atau !ahkan .SM hari ini, sama tak mudahnya dengan mem!edakan strategi Hk$n3r$ntasiI Tan Malaka dan S$ekarn$ atau dengan Hk$$perasiI seperti yang dulu dilakukan Sutan Sjahrir. Tak le!ih mudah pula mem!edakan peran .SM se!agai $p$sisi dari kekuasaan Orde %aru dalam pengalaman Y.%H2, suatu temp$ yang !elum lama !erselang. 'eadaan hari-hari ini adalah keadaan yang jelas !er!eda dengan ,* tahun le!ih yang lalu. Saat itu, kekuasaan merupakan kekuasaan yang tunggal dan $t$riter. 'ekuasaan jenis, kata M$ntesLuieu, cenderung k$rup dan merampas hak. Untuk melindungi H#M, kita perlu menciptakan apa yang dimaksud M$ntesLuieu, yi. menciptakan pem!agian kekuasaan <e#uilibrium6, saling k$ntr$l, se!a! yang terlindungi dalam situasi demikian adalah indi-idu, su!jek H#M di hadapan negara. 'ekuasaan saat ini merupakan kekuasaan yang plural, yang terse!ar ke dalam pusaran kekuasaan partai-partai p$litik dan kelem!agaan negara yang !aru ter!entuk seperti Mahkamah '$nstitusi. "an kita, $leh karena !ukan suatu partai p$litik, memiliki keter!atasan. "alam k$nteks inilah kita memerlukan kejeniusan !aru. Tanpa itu, kita tak akan !ergerak ke mana-mana. "ikatakan tak mudah juga karena situasi di atas kerap memunculkan situasi penyangkalan dari ku!u yang saling !erla/anan, k$r!an dan negara. &ada ku!u negara, mereka tampak seperti $rang yang tak !isa melihat masa lalu, karena mungkin punya masa sekarang dan masa depan7 kekuasaan. %agi mereka melihat masa lalu, !ahkan dengan cara yang k$mpr$mistik sekali pun tetap menyimpan resik$ p$litik. Sementara k$r!an, terus mengalami ujian, ke!untuan kelem!agaan pu!lik, kesulitan hidup keluarga serta pilihan-pilihan terpaksa < forced choice6 yang mem!uat k$r!an kerap merasa kem!ali Hdik$r!ankanI seperti kegelisahan yang tampak pada k$r!an-k$r!an terhadap rek$nsiliasi, antara lain i!u Sumarsih dan pak #rie3, dua s$s$k k$r!an yang !anyak mem!eri inspirasi saya saat memulai ad-$kasi untuk penem!akan mahasis/a Trisakti dan Semanggi pada tahun ,441. Saya setuju dengan pikiran pasangan suami dan istri yang kehilangan putra tercintanya itu, :a/an, dalam represi sistematis pasukan militer Orde %aru di Uni-ersitas #tmajaya. Oleh se!a! rek$nsiliasi tak akan dimungkinkan tanpa adanya resp$n yang e3ekti3 untuk pemenuhan hak keadilan. Hak atas keadilan, memunculkan ke/aji!an negara untuk menyelidiki peristi/a pelanggaran H#M, menuntut para pelaku, dan menghukum atas kesalahan yang telah diputuskan. 'eadilan termasuk pula suatu ke/aji!an negara untuk mengem!alikan keadaan-keadaan yang !eru!ah, hilang dan terampas aki!at kekerasan p$litik di masa silam. "i titik ini, menyelesaikan /arisan kejahatan masa lalu sulit dilakukan tanpa kita mampu menjelaskan tujuan masa depan. Sekali lagi, itu semua tak mudah. Menjadi $rang muda di .SM adalah mempertaruhkan masa depan. Saya !ersama saha!at lainnya di %adan &ekerja, telah !erusaha sekuat tenaga sesuai kapasitas yang ada dan mengem!angkannya dengan le!ih !aik. Untuk itu, kami mem!eranikan diri untuk dapat !ertindak le!ih jauh. Hanya dengan mem!eranikan diri !arangkali kita !isa mem!uat .SM ini menjadi le!ih !erarti. Se!agai $rang muda, saya juga memegang teguh prinsip-prinsip yang telah diinspirasi para pendahulu. "an untuk itu saya tidak akan menjualnya dengan harga yang murah, tidak akan menjualnya dengan harga yang murah, apakah itu dengan menjadi pem!ela, 3ungsi$naris atau pun k$misaris dari k$rp$rasi pelanggar H#M. Masa muda kami telah ha!is dan akan terus dipertaruhkan untuk !ergelut dengan pertarungan ini. Harus saya katakan kem!ali, semua itu tak mudah. Memperjuangkan keadilan kerap dikatakan H!ak meraih a/an.I #palagi jika kita terus !er!icara pada puncak asas-asas. "engan kenyataan p$litik dem$krasi yang le!ih plural de/asa ini, kita perlu !ertindak pada tingkat yang taktis. 'eseharian kita ada dalam kenyataan, sehingga sey$gyanya kita menyadari !ah/a kita !erhadapan dengan situasi yang senantiasi neg$sia!el, dan tak mengenal 3inalitas. 'eadaan ini akan seperti itu, terus menerus. %erada di lapangan mem!a/a kita pada iklim !ertindak tak hanya idealis tapi sekaligus realis. 2tu !ukan !erarti, sekali lagi, !ukan !erarti meninggalkan prinsip, tetapi !erhitung dengan keadaan.

11

%erhitung dengan keadaan yang saya maksud itu !isa !erarti !ah/a memperjuangkan H#M itu i!arat kita mau mere!ut pisau dari la/an. .a/an memegang hulunya, dan kita memegang mata pisau-nya. 9ika kita keras dan gega!ah dalam !ertindak, maka kita akan terluka $leh pisau. 2tulah situasi $!jekti3nya. Tentu kita tetap !isa !er!eda dalam memandang. &andangan yang saya kemukakan ini pun !ukan untuk menghilangkan kritik dan per!edaan. 'ritik dan per!edaan itulah yang mem!uat dem$krasi kita semakin sehat dan kaya akan khasanah pergerakan H#M. Sem$ga sekilas catatan dan lap$ran ini !erman3aat. Sem$ga apa yang !aik di hari kemarin akan mem!a/a man3aat !agi umum serta terus mem!aik pada hari yang akan datang. #khirnya, perkenankan saya menyampaikan terima kasih yang tulus dan penghargaan yang tinggi kepada semua saha!at tercinta yang terga!ung dalam %adan &ekerja. Terima kasih atas kerjasama yang penuh pengertian, kerendahan hati, cinta dan rasa saling percaya.

Terima kasih untuk semua.

@i!u!ur, ,( #gustus )*,*

12