Anda di halaman 1dari 25

JOURNAL READING

Oleh : Isti Airlangga 01.207.5503

Pembimbing: dr. Firdaus Novi, Sp.B

LATAR BELAKANG
Apendisitis akut penyebab paling umum bedah abdomen darurat 6% penduduk menderita apendisitis akut Diagnosis dini dan intervensi operasi yang cepat adalah kunci bagi keberhasilan pengelolaan apendisitis akut banyak upaya telah diarahkan untuk diagnosis dini dan intervensi

Gambar apendisitis akut mungkin tidak klasik:


usia yang sangat muda, pasien lanjut usia dan perempuan pada usia produktif lebih cenderung memiliki presentasi atipikal, dan banyak kondisi lain mungkin meniru apendisitis akut pada pasien tersebut pemeriksaan klinis harus dilengkapi dengan pencitraan laparoskopi atau USG scan atau CT scan untuk menyingkirkan DD

Dalam situasi seperti ini, kebijakan dari intervensi awal untuk menghindari perforasi dapat mengakibatkan tingginya angka apendiktomi negatif.

Tingkat apendiktomi negatif 20-40% telah dilaporkan dalam literatur Misdiagnosis dan penundaan operasi dapat mengakibatkan komplikasi seperti perforasi dan akhirnya peritonitis Banyak sistem penilaian untuk diagnosis apendisitis akut yang sudah dicobasebagian besar kompleks dan tidak layak dalam keadaan darurat The MASS alat diagnostik mudah, sederhana dan murah aplikasi dan kegunaan MASS belum dievaluasi di Bugando Medical Centretingkat apendiktomi negatif tidak diketahui

TUJUAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji nilai diagnostic MASS pada pasien dengan apendisitis akut di Bugando Medical Centretingkat apendiktomi negatif diketahui

METODE
Metode studi cross sectional Tempat penelitiandepartemen A & E dari Bugando Medical Centre Waktu penelitian enam bulan dari bulan November 2008 - April 2009 Sampel Semua pasien dengan diagnosis klinis apendisitis akut dan menjalani apendiktomi Eksklusi Pasien dengan massa di fossa iliaka kanan dan mereka yang gagal untuk menyetujui informed consent dan yang tidak memiliki kerabat dekat, pasien yang tidak memiliki hasil histopatologi

Pasien (127)

Diagnosis oleh coas/residen bedah Peneliti mendiagnosis dgn MASS Kelompok 1 7 (cenderung app akut) Kelompok 2 < 7 (tdk app akut)

USG untuk kasus atipikal Dokter Bedah Appendik dilakukan px histopatologi PPV NPV Akurasi pd perempuan dan laki-laki

Appendiktomi

MASS (Modified Alvarado Scoring System)

HASIL PENELITIAN
127 Pasien

37 laki-laki

90 perempuan

Median durasi sakit7 hari Modus durasi sakit4 hari

MASS 84 pasien skor 7 43 pasien Skor <7

HASIL PENELITIAN
Tingkat appendiktomi negatif33,1% pria 26,8%, wanita 38,3%

85

Sensitivitas94,1%pria 95,8%, wanita 88,3% Spesifisitas90,4%pria 95,5%, wanita 90,6% (PPV)95,2% (laki-laki 95,5% dan perempuan 90,6%) (NPV) 88,4% (laki-laki 89,3% dan perempuan 80,1% Akurasi MASS 92,9% (laki-laki 91,5% dan perempuan 87,6%) MASS sensitivitas tinggi (95,8%) dan spesifisitas (94,1%) pada orang dewasa (16-60 tahun) daripada kelompok umur anak (93,3% / 93,3%) dan usia lanjut (85,7% / 80,0%) Tingkat perforasi anak signifikan > kelompok usia lainnya (P = 0,0021)

PEMBAHASAN
Penggunaan MASS dalam diagnosis apendisitis akut telah dilaporkan dapat meningkatkan akurasi diagnostik sehingga mengurangi apendiktomi negatif dan tingkat komplikasi Dominasi wanita dalam penelitian ini mungkin disebabkan fakta bahwa pasien wanita dengan nyeri fosa iliaka kanan memiliki berbagai diagnosis diferensial sebagai hasil apendisitis akut penyelidikan tambahan mungkin diperlukan pada pasien wanita untuk mengkonfirmasi diagnosis apendisitis akut

Tingkat perforasi dalam penelitian ini adalah 9,4%, Tertundanya gejala klinis, penyakit parah, misdiagnosis, atau kegagalan untuk menerima perawatan bedah, merupakan faktor yang menyumbang tingkat perforasi tinggi. Angka perforasi >> di usia sangat muda dan orang tua perforasi apendiks >> pada pasien dengan MASS 7 dan pada anak usia 015 tahun pendekatan yang lebih agresif harus digunakan dalam pasien dengan skor tinggi dan pada individu usia lanjut dan anak-anak. tingkat apendiktomi negatif >> pada wanita (38,3%) dibandingkan pada laki-laki (26,8%) karena misdiagnosis mungkin terjadi pada wanita kelompok usia reproduksi di mana penyakit panggul lainnya bisa membuat diagnosis sulit MASS perlu dilengkapi dengan diagnostik prosedur seperti laparoskopi atau pencitraan seperti USG scan atau CT scan untuk meminimalkan tingkat appendektomi negatif

Penelitian ini menunjukkan bahwa MASSA menyediakan tingkat tinggi sensitivitas, spesifisitas, PPV, NPV dan akurasi dalam diagnosis apendisitis akut Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa MASSA lebih bermanfaat pada pasien pria dengan menunjukkan tingkat yang lebih rendah apendiktomi negatif dan nilai prediktif tinggi positif untuk pasien laki-laki dibandingkan dengan perempuan. Pada wanita, penyelidikan tambahan mungkin diperlukan untuk mengkonfirmasi diagnosis Salah satu keterbatasan dari studi kami adalah bahwa infeksi HIV yang memiliki efek yang besar pada hitungan WBC tidak diuji pada pasien kami, dan ini bisa mempengaruhi hasil penelitian

KESIMPULAN
MASS memiliki tingkat sensitivitas tinggi, spesifisitas, PPV (nilai prediksi positif), NPV (nilai prediksi negatif) dan ketepatan dalam diagnosis apendisitis akut MASS lebih membantu pada pasien laki-laki dibandingkan dengan perempuan SARAN :
MASS dapat digunakan untuk meningkatkan akurasi diagnostik apendisitis akut dan kemudian mengurangi apendiktomi negatif dan tingkat komplikasi. Penggunaan MASS dalam diagnosis apendisitis akut pada pasien wanita harus ditambah dengan investigasi tambahan seperti USG abdomen atau laparoskopi. Skor MASS di atas 7 dipastikan menunjukkan apendisitis tanpa perlu untuk pencitraan lebih lanjut.

CRITICAL APPRAISAL

JUDUL

Judul terlalu panjang 17 kataseharusnya tidak lebih dari 12 kata Judul menggambarkan isi penelitian Judul dibuat dengan kalimat yang sederhana, tidak menggunakan singkatan, dan menggunakan kalimat positif

PENULIS
Susunan penulis sesuai dengan bidang masingmasing

PENERBIT
Jurnal ini diterbitkan oleh sumber rujukan biomedis yang terpercaya yaitu BMC Surgery

ABSTRAK
Dalam satu paragraf Mencakup komponen IMRD (Introduction, Methods, Result, Discussion) Jumlah kata : 389 kataseharusnya kurang dari 250 kata

PENDAHULUAN
Terdiri dari 5 paragraf Bagian pertama sampai ke empat mengemukakan alasan dilakukan penelitian Bagian kelima mengemukakan tujuan Didukung oleh pustaka yang kuat dan relevan

METODE
desain penelitianmetode CROSS SECTIONAL STUDY
Tempat penelitiandepartemen A & E dari Bugando Medical Centre Waktu penelitian enam bulan dari bulan November 2008 - April 2009

populasi dan sampelsudah dijelaskan cara pemilihan sampel tetapi tidak dijelaskan estimasi besar sampel (alasan, rumus yang digunakan); populasi target, populasi terjangkau dapat ditentukan kriteria inklusi dan eksklusi dijelaskan

Lanjutan METODE
Informed consent sudah dilakukan rencana analisis data: cara analisis yang akan dipakai disebutkan batas kemaknaan tidak disebutkan power penelitian tidak disebutkan program komputer yang dipakai disebutkan

HASIL
Penulisan hasil disajikan dalam bentuk narasi yang diperjelas dengan tabel untuk memvisualisasikan datamemudahkan pembaca untuk memahami Tidak disertai komentar/ulasan Tidak mengulang apa yang sudah terdapat dalam tabel Tidak disertai tabel karakteristik subjek penelitian Disebutkan jumlah subjek yang diteliti Semua outcome yang penting disebutkan dalam hasil Tidak disertakan interval kepercayaan

DISKUSI
Menganalisis makna hasil penelitian dengan didukung pustaka yang memadai Tidak mengulang apa yang sudah disampaikan pada HASIL Membahas hubungan hasil dengan teori/ penelitian terdahulu Mencakup keterbatasan (dampaknya terhadap hasil), kesimpulan, saran

DAFTAR PUSTAKA
Disusun sesuai aturan jurnalmenggunakan sistem nomor (Van Couver) Kepustakaan yang digunakan secara garis besar up to date (rentang tahun terbit pustaka dekat dengan jurnal ini <10 tahun) Semua yang tertulis pada daftar pustaka sesuai dengan yang tercantum pada naskah dan sebaliknya