Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR REKAYASA PROSES PEMBUATAN CAT EMULSI

oleh :

Fadilla Yulanda Musti a !"#!$!""#%

POLITEKNIK NE&ERI MALAN& '"!!

Tu(uan Setelah melakukan percobaan, diharapkan mahasiswa dapat membuat cat tembok berbahan dasar kaolin serta dapat mengetahui pengaruh jumlah penambahan air, pigmen, surfactan terhadap sifat fisik cat tembok.

BAB I Dasa) Teo)i

Cat adalah suatu cairan yang dipakai untuk melapisi permukaan suatu bahan dengan tujuan memeperindah, memperkuat, atau melindungi bahan tersebut. Setelah dikenakan pada permukaan dan mengering, cat akan membentuk lapisan tipis yang melekat kuat pada permukaan tersebut. Pelekatan cat ke permukaan dapat dilakukan dengan banyak cara : diusapkan, dilumurkan, dikuas, diseprotkan, dsb. Emulsi merupakan suatu jenis koloid dengan fase terdispersi berupa zat cair dalam medium pendispersi padat, cair, dan gas. Cat tembok water based disebut juga cat emulsi, dimana terdapat emulsi antara air dan minyak dalam formulasinya. alam emulsi pada masing!masing komponen pembetuknya sudah terdapat emulsifer berupa surfactan. "omponen atau bahan penyusun dari cat terdiri dari binder #resin$, pigmen, sol%ent dan additi%e. a. &inder 'at pengikat atau binder merupakan bahan yang mengikat antara partikel pigmen cat, sehingga cat dapat membentuk lapisan tipis yang rapat ketika digunakan. b. Pigmen Pigmen berperan sebagai zat pemberi warna utama pada cat. Pigmen menurut fungsinya terbagi menjadi dua yakni pigmen utama dan pigmen e(tender)filler. c. Sol%en Sol%en atau pelarut berfungsi untuk menjaga kekentalan cat agar tetap cair saat digunakan, selain itu juga sebagai media pendispersi.

d. *dditi%e *dditi%e merupakan bahan yang ditambahkan dalam cat untuk menambahkan property atau sifat!sifat cat sehingga dapat meningkat kan kualitas cat. "arena cat emulsi merupakan salah satu jenis koloid, yang dimana ukuran partikelnya berada pada rentan larutan sejati dan suspensi kasar, maka pada cara pembuatannya dapat dilakukan dengan dua cara yakni metode secara dispersi dan cara kondensasi. +etode dispersi adalah proses pemecahan partikel!partikel besar menjadi berukuran koloid, sedangkan metode kondensasi adalah pembentukan agregat dari molekul!molekul kecil berukuran larutan menjadi berukuran koloid. +aterial yang akan diaplikasikan adalah beton atau tembok yang dihasilkan dari lapisan semen atau mortar. Seperti diketahui sifat dasar semen adalah basa dengan p, diatas - #netral$. .leh karena itu, cat tembok yang diaplikasikan menempel pada semen tentunya harus memiliki sifat dasar alkali juga. "arena jika tidak maka akan menimbulkan reaksi yang tidak diinginkan.

BAB II Pe)*o+aan a, Bahan dan Alat *lat +i(er *yakan Spatula /elas kimia "aca arloji &eaker plastik Pipet tetes /elas ukur &atang pengaduk

0imbangan "uas

&ahan "aoline Surfaktan Poly%inyl acetat 0i.1 Pine oil 2atrosol *ir *mmonia

+,

Lan- ah Ke)(a

"etrerangan : +i(ing 3 dilakukan selama 45 menit

+i(ing 1 dilakukan selama 65 menit

BAB III .asil Pen-a/atan dan Pe)*o+aan

a,

.asil Pen-a/atan

Data Pe)*o+aan

&ahan

7umlah #gram$

,asil

0rial "aoline Surfactan Poly%inyl *cetat 0i.1 Pine .il 2atrosol *ir *mmonia 35.8-9 5.1 6.414 1.9 5.59 5.319 3:.9 1 #tetes$

Percobaan 358.-9 1 64.14 19 5.9 3.19 3:9 15 #tetes$ Percobaan : Sedikit bergelembung, halus, homogen, cepat kering 0rial : "urang homogen, bergelembung, cepat kering, tekstur kasar

0abel 6.3 ata pengamatan

.asil Analisa

.rganoleptik

Percobaan 3 #0rial$ 3 1 ; ; ; ; ; ; 6 : 3

Percobaan 1 1 6 ; ; ; ; ; ; :

"eterangan

,omogenitas "ekentalan 0ekstur Pengeringan *roma <arna

3. *mat "urang 1. "urang 6. &aik :. *mat baik

0abel 6.1 ,asil *nalisa .rganoleptik +, Pe/+ahasan

Cat emulsi merupakan salah satu bahan pelapis material yang bertujuan untuk melindungi, memperindah atau memperkuat material tersebut. "omponen

penyusun utama pada cat adalah binder, pigmen #utama dan e(tender) filler$, sol%ent dan additi%e. Pada proses pembuatannya, pada praktikum kali ini bahan yang digunakan adalah kaoline, surfactan, 0i.1, air, pine oil, natrosol, P=*C, dan ammonia. &ahan!bahan yang berbentuk serbuk sebelum dicampurkan semuanya diayak terlebih dahulu baru kemudian didispersikan terhadap medium penidpersinya, yang dalam praktikum kali ini adaalh air. ,al ini bertujuan untuk membentuk partikel!partikel besar menjadi partikel berukuran koloid. Sehingga pada saat pencampuran akan lebih mudah untu membentuk suatu zat yang homogen. isini yang berperan sebagai komponen utama adalah 0i.1, kaoline, P=C dan air dan pine oil . *ir dan pine oil berfungsi sebagai sol%en, akan tetapi penggunaan air disini lebih pada penegncer sulfactan yang nantinya akan membantu mengencerkan binder #resin$ yang dalam hal ini adalah P=*C. Sedangkan pine oil selain untuk menambahkan bau yang khas pada cat juga berfungsi melarutkan 0i.1dan kaoline yang berperan sebagai pigmen dan filler. Pigmen yang digunakan adalah pigmen putih, karena pigmen putih merupakan pigmen uni%ersal yang pada umumnya digunakan sebagai warna dasr. 0i.1 dipilih sebagai pigmen warna putih yang apabila dibandingkan dengan warna putih dari kapur, hasilnya lebih baik dan tahan lama. Selain itu dengan penambahan kaoline yang berfungsi sebagai bahan penguat pigmen #filler$ akan menghasilkan warna putih yang lebih baik dan lebih mudah mengikat warna dari pewarna tambahan. P=*C merupakan resin %inyl yang selain berfungsi untuk merekatkan pigmen, juga dapat meningkatkan propertis seperti fleksibilitas dan ketahan terhadap benturan. Selain komponen!komponen utama tersebut ada juga bahan yang berpran sebagai additi%e yaitu sulfactan dan ammonia. Sulfactan berfungsi sebagai penyeimbang buih dan merupakan salah satu emulsifer. Sedangkan ammonia berperan sebagai p, buffer. *mmonia ditambahkan agar p, cat yang dihasil kan bersifat basa, karena dalam proses pencampurannya ammonia bereaksi dengan air sehingga menghasilkan ammonium hidroksida yang merupakan basa lemah. Selain sebagai p, buffer ammonia juga memberikan efek wetting pigmen sehingga dapat mengurangi kebutuhan dispersing agent, sehingga pada akhirnya mengurangi timbulanya foam. Pada praktikum kali ini dilakukan dua kali percobaan dimana pada percobaan pertama digunakan sebagai trial sehingga dapat melihat pengaruh penambahan setiap bahan pada hasil yang didapat. Pada trial digunakan komposisi

atau jumlah bahan sebesar sepersepuluh dari jumlah formula yang sama dengan pada percobaan utama #yang sudah dibuat sebelumnya$. Pada percobaan pertama #trial$ pada saat proses pencampuran pertama yang berisi campuran sulfactan #yang sudah dalam air$, kaolin, 0i. 1, dan natrosol, didapat campuran yang homogen #tidak menggumpal$ dan dengan kekentalan yang cukup. *kan tetapi pada saat pencampuran kedua yakni pada saat penambahan P=*C, pine oil dan ammonia, campuran menjadi bergelembung dan sedikit menggumpal #kasar$ ,al ini terjadi pada saat penambahan ammonia. Selain itu pada saat dicoba diaplikasikan pada asbes, hasil yang didapat setelah mengering teksturnya tidak halus #kasar$. *kan tetapi pada percobaan utama dengan cara pencampuran yang sama campuran yang didapat pada saat pencampuran pertama dan kedua sama!sama berupa campuran yang homogen, sedikit bergelmbung. &ahkan ketika diaplikasikan pada asbes pun tekstur yang didapat halus, baik yang sudah diacampur dengan air maupun yang murni hanya adonan saja.

/ambar 6.6 Cat hasil percobaan utama *pabila dilihat dari perbadaan hasil keduanya hal yang memungkinkan menjadi penyebabnya adalah pada komposisi dan pada proses pengadukannya. Pada percobaan trial komposisi yang digunakan dalam jumlah sangat kecil sehingga menyebabkan pada saat proses penimbangan menajadi tidak %alid. Selain itu pada saat proses pencampurannya dilakukan pengadukan manual,sedangkan pada percobaan pertama menggunakan alat #mi(er$. ,al ini menyebabkan perbedaan homogenitas hasil campuran yang didapat karena perbedaan kecepatan dan kekuatan pengadukan antara mi(er dan manual. isamping itu pada pengaduka manual akan lebih tidak konstan karena

menggunakan sumber energi tenaga manusia yang memungkinkan timbulnya kelelahan sehinga pengadukannya tidak konstan.

BAB I0 Kesi/1ulan

Cat emulsi yang baik adalah cat yang tidak menimbulkan reaksi pada saat diaplikasika pada materialnya,sehigga p, dari cat tersebut harus sama dengan p, materialnya. Penambahan air dan sulfactan mempengaruhi pada tekstur atau struktur cat, karena dilihat dari fungsinya sulfactan yang dilarutkan dalam air dapat melarutkan resin yang berpotensi menimbulkan gumpalan. Sedangkan penambahan pigmen lebih perpengaruh terhadap warna utama yang dihasilkan sebelum diberi bahan pewarna tambahan.

DAFTAR PUSTAKA

*nonim.155>. Tutorial - Cat Tembok - Bagian 4.4.5 - Bahan Baku Pembuatan Cat Tembok - pH buffer. 2223t-*oatin-s3+lo-s1ot3*o/ #diakses 39 2o%ember 1533$ *nonim.1535. Bahan dan Cara Pembuatan Cat. 2223su1a)sa3+lo-s1ot3*o/ #diakses 39 2o%ember 1533$ *nonim.1533.Produksi Pembuatan Cat Tembok. 2223s*)i+d3*o/ #diakses 39 2o%ember 1533$ Susyanto, ,eri.155-. Apakah Cat ?. 2223o*hities3o)-4he)isus5anto #diakses 15 .ktober 1533$ ?uli @rianto, Sugeng.1558.Ilmu Pengetahuan Alam untuk !P dam !Ts "elas #III. 1nd. /ramedia.7akarta #hal.35>$ Sunarya,?ayan.155-.!udah dan Aktif Bela$ar "imia untuk "elas %I !A.Setia Purna @n%es. &andung. #hal 139$ Suryatin,&udi.1558."imia !P&!Ts "elas #II./ramedia.7akarta #hal 45$