Anda di halaman 1dari 23

ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT PADA SISTEM MUSKULOSKELETAL A. ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT PADA FRAKTUR 1.

Pengertian Fraktur adalah putusnya hubungan normal suatu tulang atau tulang rawan yang disebabkan oleh kekerasan. (E. Oerswari, 1989 : 144 . Fraktur atau patah tulang adalah terputusnya kontinuitas !aringan tulang atau tulang rawan yang umumnya disebabkan oleh rudapaksa ("ans!oer, #$$$ : %4& . Fraktur tertutup adalah bila tidak ada hubungan patah tulang dengan dunia luar. Fraktur terbuka adalah 'ragmen tulang meluas melewati otot dan kulit, dimana potensial untuk ter!adi in'eksi ((!amsuhida!at, 1999 : 11%8 . Fraktur 'emur adalah terputusnya kontinuitas batang 'emur yang bisa ter!adi akibat trauma langsung (ke)elakaan lalu lintas, !atuh dari ketinggian , dan biasanya lebih banyak dialami oleh laki*laki dewasa. +atah pada daerah ini dapat menimbulkan perdarahan yang )ukup banyak, mengakibatkan pendertia !atuh dalam syok (F,-., 199/:/4% Fraktur ole)ranon adalah 'raktur yang ter!adi pada siku yang disebabkan oleh kekerasan langsung, biasanya kominuta dan disertai oleh 'raktur lain atau dislokasi anterior dari sendi tersebut (F,-., 199/://% . 2. Etiologi "enurut (a)hde0a (1991 , penyebab 'raktur dapat dibagi men!adi tiga yaitu : a. 1 # % 2edera traumatik 2edera traumatik pada tulang dapat disebabkan oleh : 2edera langsung berarti pukulan langsung terhadap tulang sehingga tulang pata se)ara spontan. +emukulan biasanya menyebabkan 'raktur melintang dan kerusakan pada kulit diatasnya. 2edera tidak langsung berarti pukulan langsung berada !auh dari lokasi benturan, misalnya !atuh dengan tangan ber!ulur dan menyebabkan 'raktur kla0ikula. Fraktur yang disebabkan kontraksi keras yang mendadak dari otot yang kuat.

b. Fraktur +atologik 3alam hal ini kerusakan tulang akibat proses penyakit dimana dengan trauma minor dapat mengakibatkan 'raktur dapat !uga ter!adi pada berbagai keadaan berikut : 1 # % 4umor tulang (!inak atau ganas : pertumbuhan !aringan baru yang tidak terkendali dan progresi'. .n'eksi seperti osteomielitis : dapat ter!adi sebagai akibat in'eksi akut atau dapat timbul sebagai salah satu proses yang progresi', lambat dan sakit nyeri. 5akhitis : suatu penyakit tulang yang disebabkan oleh de'isiensi 6itamin 3 yang mempengaruhi semua !aringan skelet lain, biasanya disebabkan oleh de'isiensi diet, tetapi kadang*kadang dapat disebabkan kegagalan absorbsi 6itamin 3 atau oleh karena asupan kalsium atau 'os'at yang rendah. ). (e)ara spontan : disebabkan oleh stress tulang yang terus menerus misalnya pada penyakit polio dan orang yang bertugas dikemiliteran. . Pato!i"iologi +roses penyembuhan luka terdiri dari beberapa 'ase yaitu : a. 1 # 1 # % ). 1 # Fase hematum 3alam waktu #4 !am timbul perdarahan, edema, hematume disekitar 'raktur (etelah #4 !am suplai darah di sekitar 'raktur meningkat 4er!adi 1 7 / hari setelah in!ury +ada tahap phagositosis akti' produk neorosis .tematome berubah men!adi granulasi !aringan yang berisi pembuluh darah baru 'ogoblast dan osteoblast. Fase 'ormasi )allus 4er!adi 1 7 1$ harisetelah in!uri 8ranulasi ter!adi perubahan berbentuk )allus

b. Fase granulasi !aringan

d. Fase ossi'i)asi 1 "ulai pada # 7 % minggu setelah 'raktur sampai dengan sembuh

2allus permanent akhirnya terbentuk tulang kaku dengan endapan garam kalsium yang menyatukan tulang yang patah

e. Fase )onsolidasi dan remadelling 3alam waktu lebih 1$ minggu yang tepat berbentuk )allus terbentuk dengan oksi'itas osteoblast dan osteu)tas (9la)k, 199% : 19 . #. Tan$a $an Ge%ala a. 3e'ormitas 3aya terik kekuatan otot menyebabkan 'ragmen tulang berpindah dari tempatnya perubahan keseimbangan dan )ontur ter!adi seperti : 1 # 5otasi pemendekan tulang +enekanan tulang berdekatan dengan 'raktur ). d. e. '. E)humosis dari +erdarahan (ub)ulaneous (pasme otot spasme in0olunters dekat 'raktur 4enderness:keempukan ;yeri mungkin disebabkan oleh spasme otot berpindah tulang dari tempatnya dan kerusakan struktur di daerah yang berdekatan. g. ,ehilangan sensasi (mati rasa, mungkin ter!adi dari rusaknya sara':perdarahan h. +ergerakan abnormal i. !. (ho)k hipo0olemik hasil dari hilangnya darah ,repitasi (9la)k, 199% : 199 .

b. 9engkak : edema mun)ul se)ara )epat dari lokasi dan ekstra0aksasi darah dalam !aringan yang

&. Pe'eri("aan Pen)n%ang

a.

Foto 5ontgen -ntuk mengetahui lokasi 'raktur dan garis 'raktur se)ara langsung "engetahui tempat dan type 'raktur 9iasanya diambil sebelum dan sesudah dilakukan operasi dan selama proses penyembuhan se)ara periodi)

b. (kor tulang tomography, skor 21, "r1 : dapat digunakan mengidenti'ikasi kerusakan !aringan lunak. ). <rtelogram di)urigai bila ada kerusakan 0askuler bermakna pada sisi 'raktur atau organ !auh pada trauma multiple +eningkatan !umlah (3+ adalah respon stres normal setelah trauma e. +ro'il koagulasi perubahan dapat ter!adi pada kehilangan darah trans'usi multiple atau )edera hati (3oenges, 1999 : &1 . *. Penatala("anaan a. Fraktur 5edu)tion "anipulasi atau penurunan tertutup, manipulasi non bedah penyusunan kembali se)ara manual dari 'ragmen*'ragmen tulang terhadap posisi otonomi sebelumnya. +enurunan terbuka merupakan perbaikan tulang terusan pen!a!aran insisi pembedahan, seringkali memasukkan internal 0iksasi terhadap 'raktur dengan kawat, sekrup peniti plates batang intramedulasi, dan paku. 4ype lokasi 'raktur tergantung umur klien. +eralatan traksi : o 4raksi kulit biasanya untuk pengobatan !angka pendek o 4raksi otot atau pembedahan biasanya untuk periode !angka pan!ang. b. Fraktur .mmobilisasi +embalutan (gips Eksternal Fiksasi .nternal Fiksasi +emilihan Fraksi d. =itung darah lengkap =4 mungkin meningkat ( hemokonsentrasi atau menrurun ( perdarahan

).

Fraksi terbuka +embedahan debridement dan irigrasi .munisasi tetanus 4erapi antibioti) prophyla)ti) .mmobilisasi ((melt>er, #$$1 .

+. A"),an Ke-era.atan a. 1 Peng(a%ian +engka!ian +rimer <irway <danya sumbatan:obstruksi !alan napas oleh adanya penumpukan sekret akibat kelemahan re'lek batuk 9reathing ,elemahan menelan: batuk: melindungi !alan napas, timbulnya pernapasan yang sulit dan : atau tak teratur, suara na'as terdengar ron)hi :aspirasi 2ir)ulation 43 dapat normal atau meningkat , hipotensi ter!adi pada tahap lan!ut, takikardi, bunyi !antung normal pada tahap dini, disritmia, kulit dan membran mukosa pu)at, dingin, sianosis pada tahap lan!ut # +engka!ian (ekunder <kti0itas:istirahat

kehilangan 'ungsi pada bagian yangterkena ,eterbatasan mobilitas (irkulasi

=ipertensi ( kadang terlihat sebagai respon nyeri:ansietas =ipotensi ( respon terhadap kehilangan darah 4a)hikardi +enurunan nadi pada bagiian distal yang )idera 2ailary re'il melambat

+u)at pada bagian yang terkena "asa hematoma pada sisi )edera ;eurosensori ,esemutan 3e'ormitas, krepitasi, pemendekan ,elemahan ,enyamanan

nyeri tiba*tiba saat )idera spasme: kram otot ,eamanan

laserasi kulit perdarahan perubahan warna pembengkakan lo)al /. Diagno"a Ke-era.atan $an Inter0en"i 1 ;yeri berhubungan dengan terputusnya !aringan tulang, gerakan 'ragmen tulang, edema dan )edera pada !aringan, alat traksi:immobilisasi, stress, ansietas 4u!uan : nyeri dapat berkurang atau hilang. ,riteria =asil : * ;yeri berkurang atau hilang dan klien tampak tenang. .nter0ensi dan .mplementasi : ?akukan pendekatan pada klien dan keluarga 5: hubungan yang baik membuat klien dan keluarga kooperati' ,a!i tingkat intensitas dan 'rekwensi nyeri 5: tingkat intensitas nyeri dan 'rekwensi menun!ukkan skala nyeri @elaskan pada klien penyebab dari nyeri 5: memberikan pen!elasan akan menambah pengetahuan klien tentang nyeri Obser0asi tanda*tanda 0ital. 5: untuk mengetahui perkembangan klien

"elakukan kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian analgesik 5: merupakan tindakan dependent perawat, dimana analgesik ber'ungsi untuk memblok stimulasi nyeri.

.ntoleransi akti0itas berhubungan dengan dispnea, kelemahan:keletihan, ketidak edekuatan oksigenasi, ansietas, dan gangguan pola tidur. 4u!uan : pasien memiliki )ukup energi untuk berakti0itas. ,riteria hasil : * perilaku menampakan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan diri. * pasien mengungkapkan mampu untuk melakukan beberapa akti0itas tanpa dibantu. * ,oordinasi otot, tulang dan anggota gerak lainya baik. .nter0ensi dan .mplementasi :

5en)anakan periode istirahat yang )ukup. 5: mengurangi akti0itas yang tidak diperlukan, dan energi terkumpul dapat digunakan untuk akti0itas seperlunya se)ar optimal.

9erikan latihan akti0itas se)ara bertahap. 5: tahapan*tahapan yang diberikan membantu proses akti0itas se)ara perlahan dengan menghemat tenaga namun tu!uan yang tepat, mobilisasi dini.

9antu pasien dalam memenuhi kebutuhan sesuai kebutuhan. 5: mengurangi pemakaian energi sampai kekuatan pasien pulih kembali. (etelah latihan dan akti0itas ka!i respons pasien. 5: men!aga kemungkinan adanya respons abnormal dari tubuh sebagai akibat dari latihan.

,erusakan integritas kulit berhubungan dengan tekanan, perubahan status metabolik, kerusakan sirkulasi dan penurunan sensasi dibuktikan oleh terdapat luka : ulserasi, kelemahan, penurunan berat badan, turgor kulit buruk, terdapat !aringan nekrotik. 4u!uan : "en)apai penyembuhan luka pada waktu yang sesuai. ,riteria =asil : * tidak ada tanda*tanda in'eksi seperti pus. * luka bersih tidak lembab dan tidak kotor.

* 4anda*tanda 0ital dalam batas normal atau dapat ditoleransi. .nter0ensi dan .mplementasi : ,a!i kulit dan identi'ikasi pada tahap perkembangan luka. 5: mengetahui se!auh mana perkembangan luka mempermudah dalam melakukan tindakan yang tepat. ,a!i lokasi, ukuran, warna, bau, serta !umlah dan tipe )airan luka. 5: mengidenti'ikasi tingkat keparahan luka akan mempermudah inter0ensi. +antau peningkatan suhu tubuh. 5: suhu tubuh yang meningkat dapat diidenti'ikasikan sebagai adanya proses peradangan. 9erikan perawatan luka dengan tehnik aseptik. 9alut luka dengan kasa kering dan steril, gunakan plester kertas. 5: tehnik aseptik membantu memper)epat penyembuhan luka dan men)egah ter!adinya in'eksi. @ika pemulihan tidak ter!adi kolaborasi tindakan lan!utan, misalnya debridement. 5: agar benda asing atau !aringan yang terin'eksi tidak menyebar luas pada area kulit normal lainnya. (etelah debridement, ganti balutan sesuai kebutuhan. 5: balutan dapat diganti satu atau dua kali sehari tergantung kondisi parah: tidak nya luka, agar tidak ter!adi in'eksi. ,olaborasi pemberian antibiotik sesuai indikasi. 5 : antibiotik berguna untuk mematikan mikroorganisme pathogen pada daerah yang berisiko ter!adi in'eksi. 4. =ambatan mobilitas 'isik berhubungan dengan nyeri:ketidak nyamanan, kerusakan muskuloskletal, terapi pembatasan akti0itas, dan penurunan kekuatan:tahanan. 5isiko in'eksi berhubungan dengan stasis )airan tubuh, respons in'lamasi tertekan, prosedur in0asi' dan !alur penusukkan, luka:kerusakan kulit, insisi pembedahan. ,urang pengetahuan tantang kondisi, prognosis dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan keterbatasan kogniti', kurang terpa!an:mengingat, salah interpretasi in'ormasi. 4 =ambatan mobilitas 'isik berhubungan dengan nyeri:ketidak nyamanan, kerusakan muskuloskletal, terapi pembatasan akti0itas, dan penurunan kekuatan:tahanan.

4u!uan : pasien akan menun!ukkan tingkat mobilitas optimal. ,riteria hasil : * penampilan yang seimbang.. * melakukan pergerakkan dan perpindahan. * mempertahankan mobilitas optimal yang dapat di toleransi, dengan karakteristik : $ A mandiri penuh 1 A memerlukan alat 9antu. # A memerlukan bantuan dari orang lain untuk bantuan, pengawasan, dan penga!aran. % A membutuhkan bantuan dari orang lain dan alat 9antu. 4 A ketergantunganB tidak berpartisipasi dalam akti0itas. .nter0ensi dan .mplementasi : ,a!i kebutuhan akan pelayanan kesehatan dan kebutuhan akan peralatan. 5: mengidenti'ikasi masalah, memudahkan inter0ensi. 4entukan tingkat moti0asi pasien dalam melakukan akti0itas. 5: mempengaruhi penilaian terhadap kemampuan akti0itas apakah karena ketidakmampuan ataukah ketidakmauan. <!arkan dan pantau pasien dalam hal penggunaan alat bantu. 5: menilai batasan kemampuan akti0itas optimal. <!arkan dan dukung pasien dalam latihan 5O" akti' dan pasi'. 5: mempertahankan :meningkatkan kekuatan dan ketahanan otot. ,olaborasi dengan ahli terapi 'isik atau okupasi. 5: sebagai suaatu sumber untuk mengembangkan peren)anaan dan mempertahankan:meningkatkan mobilitas pasien. / 5isiko in'eksi berhubungan dengan stasis )airan tubuh, respons in'lamasi tertekan, prosedur in0asi' dan !alur penusukkan, luka:kerusakan kulit, insisi pembedahan. 4u!uan : in'eksi tidak ter!adi : terkontrol. ,riteria hasil : * tidak ada tanda*tanda in'eksi seperti pus. * luka bersih tidak lembab dan tidak kotor. * 4anda*tanda 0ital dalam batas normal atau dapat ditoleransi. .nter0ensi dan .mplementasi :

+antau tanda*tanda 0ital. 5: mengidenti'ikasi tanda*tanda peradangan terutama bila suhu tubuh meningkat. ?akukan perawatan luka dengan teknik aseptik. 5: mengendalikan penyebaran mikroorganisme patogen. ?akukan perawatan terhadap prosedur inpasi' seperti in'us, kateter, drainase luka, dll. 5: untuk mengurangi risiko in'eksi nosokomial. @ika ditemukan tanda in'eksi kolaborasi untuk pemeriksaan darah, seperti =b dan leukosit. 5: penurunan =b dan peningkatan !umlah leukosit dari normal bisa ter!adi akibat ter!adinya proses in'eksi.

,olaborasi untuk pemberian antibiotik. 5: antibiotik men)egah perkembangan mikroorganisme patogen.

,urang pengetahuan tantang kondisi, prognosis dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan keterbatasan kogniti', kurang terpa!an:mengingat, salah interpretasi in'ormasi. 4u!uan : pasien mengutarakan pemahaman tentang kondisi, e'ek prosedur dan proses pengobatan. ,riteria =asil : * melakukan prosedur yang diperlukan dan men!elaskan alasan dari suatu tindakan. * memulai perubahan gaya hidup yang diperlukan dan ikut serta dalam regimen perawatan. .nter0ensi dan .mplementasi:

,a!i tingkat pengetahuan klien dan keluarga tentang penyakitnya. 5: mengetahui seberapa !auh pengalaman dan pengetahuan klien dan keluarga tentang penyakitnya.

9erikan pen!elasan pada klien tentang penyakitnya dan kondisinya sekarang. 5: dengan mengetahui penyakit dan kondisinya sekarang, klien dan keluarganya akan merasa tenang dan mengurangi rasa )emas.

<n!urkan klien dan keluarga untuk memperhatikan diet makanan nya. 5: diet dan pola makan yang tepat membantu proses penyembuhan.

"inta klien dan keluarga mengulangi kembali tentang materi yang telah diberikan. 5: mengetahui seberapa !auh pemahaman klien dan keluarga serta menilai keberhasilan dari tindakan yang dilakukan.

1. ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT PADA DISLOKASI 1. Pengertian 3islokasi adalah keadaan dimana tulang*tulang yang membentuk sendi tidak lagi berhubungan se)ara anatomis (tulang lepas dari sendi (9runnerC(uddarth 3islokasi adalah keluarnya (ber)erainya kepala sendi dari mangkuknya, dislokasi merupakan suatu kedaruratan yang membutuhkan pertolongan segera. (<ri' "ansyur, dkk. #$$$ 2. Etiologi Etiologi tidak diketahui dengan !elas tetapi ada beberapa 'aktor predisposisi, diantaranya : a. b. ). d. <kibat kelainan pertumbuhan se!ak lahir 4rauma akibat ke)elakaan 4rauma akibat pembedahan ortopedi 4er!adi in'eksi di sekitar sendi

. Pato!i"iologi +enyebab ter!adinya dislokasi sendi ada tiga hal yaitu karena kelainan )ongenital yang mengakibatkan kekenduran pada ligamen sehingga ter!adi penurunan stabilitas sendi. 3ari adanya traumati) akibat dari gerakan yang berlebih pada sendi dan dari patologik karena adanya penyakit yang akhirnya ter!adi perubahan struktur sendi. 3ari % hal tersebut, menyebabkan dislokasi sendi. 3islokasi mengakibatkan timbulnya trauma !aringan dan tulang, penyempitan pembuluh darah, perubahan pan!ang ekstremitas sehingga ter!adi perubahan struktur. 3an yang terakhir ter!adi kekakuan pada sendi. 3ari dislokasi sendi, perlu dilakukan adanya reposisi dengan )ara dibidai.

#. Kla"i!i(a"i a. 3islokasi )ongenital 4er!adi se!ak lahir akibat kesalahan pertumbuhan. /. 3islokasi patologik <kibat penyakit sendi dan atau !aringan sekitar sendi. 2. 3islokasi traumati) ,edaruratan ortopedi (pasokan darah, susunan sara' rusak dan mengalami stress berat, kematian !aringan akibat anoksia akibat oedema (karena mengalami pengerasan &. Mani!e"ta"i Klini" a. ;yeri /. +erubahan kontur sendi 2. e. !. +erubahan pan!ang ekstremitas +erubahan sumbu tulang yang mengalami dislokasi 3e'ormitas $. ,ehilangan mobilitas normal

g. ,ekakuan *. Pe'eri("aan Fi"i( a. 4ampak adanya perubahan kontur sendi pada ekstremitas yang mengalami dislokasi /. 4ampak perubahan pan!ang ekstremitas pada daerah yang mengalami dislokasi 2. <danya nyeri tekan pada daerah dislokasi

$. 4ampak adanya lebam pad dislokasi sendi +. Pe'eri("aan $iagno"ti2 a. 'oto D*ray

untuk menentukan arah dislokasi dan apakah disertai 'raktur /. 'oto rontgen "enentukan luasnya degenerasi dan mengesampingkan malignasi 2. +emeriksaan radiologi 4ampak tulang lepas dari sendi $. +emeriksaan laboratorium 3arah lengkap dapat dilihat adanya tanda*tanda in'eksi seperti peningkatan leukosit 3. A"),an Ke-era.atan 1. Peng(a%ian a. +engka!ian primer <irway <danya sumbatan:obstruksi !alan napas oleh adanya penumpukan sekret akibat kelemahan re'lek batuk. 9reathing ,elemahan menelan: batuk: melindungi !alan napas, timbulnya pernapasan yang sulit dan : atau tak teratur, suara na'as terdengar ron)hi :aspirasi 2ir)ulation 43 dapat normal atau meningkat , hipotensi ter!adi pada tahap lan!ut, takikardi, bunyi !antung normal pada tahap dini, disritmia, kulit dan membran mukosa pu)at, dingin, sianosis pada tahap lan!ut. b. +engka!ian sekunder <kti0itas:istirahat

kehilangan 'ungsi pada bagian yang terkena ,eterbatasan mobilitas (irkulasi

=ipertensi ( kadang terlihat sebagai respon nyeri:ansietas =ipotensi ( respon terhadap kehilangan darah 4a)hikardi +enurunan nadi pada bagiian distal yang )idera

2apilary re'il melambat +u)at pada bagian yang terkena "asa hematoma pada sisi )edera ;eurosensori

,esemutan ,elemahan 3e'ormitas lokal, agulasi abnormal, pemendekan, rotasi, krepitasi (bunyi berderit , spasme otot, terlihat kelemahan : hilang 'ungsi. <gitasi (mungkin berhubungan dengan nyeri : anEietas ,enyamanan ;yeri hebat tiba*tiba pada saat )edera (mungkin terlokalisasi pada area !aringan : kerusakan tulang, dapat berkurang deengan imobilisasi tak ada nyeri akibat keruisakan syara'. (pasme : kram otot (setelah immobilisasi . ,eamanan F laserasi kulit F perdarahan F perubahan warna F pembengkakan lo)al 2. Diagno"a Ke-era.atan $an Inter0en"i a. ;yeri (akut berhubungan dengan spasme otot, gerakan 'ragmen tulang, edema, )edera pada !aringan lunak, pemasangan alat : traksi. 4u!uan : ;yeri berkurang setelah dilakukan tindakan perawatan. ,riteria =asil : * ,lien menyatakan nyeri berkurang. * ,lien menun!ukkan penggunaan keterampilan relaksasi dan akti'itas terapetik sesuai indikasi untuk situasi indi0idual. * Edema berkurang : hilang. * 4ekanan darah normal.

* 4idak ada peningkatan nadi dan pernapasan. .nter0ensi : ,a!i keluhan nyeri, perhatikan lokasi, lamanya, dan intensitas (skala $ 7 1$ . +erhatikan petun!uk 0erbal dan non*0erbal 5asional : "embantu dalam mengidenti'ikasi dera!at ketidaknyamanan dan kebutuhan untuk : kee'ekti'an analgesi). +ertahankan immobilisasi bagian yang sakit dengan tirah baring, gips, pembebat, dan traksi. 5asional : "eminimalkan nyeri dan men0egah kesalahan posisi tulang : tegangan !aringan yang )edera. 4inggikan dan sokong ekstremitas yang terkena. 5asional : "enurunkan aliran balik 0ena, menurunkan edema, dan rasa nyeri 9antu pasien dalam melakukan gerakan pasi':akti'. 5asional : "empertahankan kekuatan : mobilisasi otot yang sakit dan memudahkan resolusi in'lamasi otot yang sakit dan memudahkan resolusi in'lamasi pada !aringan yang terkena. 9erikan alternati' tindakan kenyamanan (massage, perubahan posisi . 5asional : "eningkatkan sirkulasi umum menurunkan area tekanan lokal dan kelelahan otot. 3orong penggunaan teknik mana!emen stress, )ontohnya relaksasi progresi', latihan na'as dalam, ima!inasi 0isualisasi dan sentuhan terapeutik. 5asional : "eningkatkan sirkulasi umum, mengurangi area tekanan dan kelelahan. otot. ?akukan kompres dingin:es selama #4*48 !am pertama dan sesuai indikasi. 5asional : "enurunkan udema: pembentukan hematoma, menurunkan sensasi nyeri. ,olaborasi dengan dokter pemberian analgetik. 5asional : 3iberikan untuk mengurangi nyeri dan spasme otot.

b. ,erusakan integritas kulit : !aringan berhubungan dengan 'raktur terbuka : bedah permukaan B pemasangan kawat, perubahan sensasi, sirkulasi, akumulasi eksresi atau sekret : immobilisasi 'isik. 4u!uan : ,erusakan integritas !aringan dapat diatasi. ,riteria =asil : * +enyembuhan luka sesuai waktu. * 4idak ada laserasi, integritas kulit baik. .nter0ensi : ,a!i kulit untuk luka terbuka, kemerahan, perdarahan, perubahan warna. 5asional : "emberikan in'ormasi gangguan sirkulasi kulit dan masalah*masalah yang mungkin disebabkan oleh penggunaan traksi, terbentuknya edema. "assage kulit dan tempat yang menon!ol, pertahankan tempat tidur yang kering dan bebas kerutan. 5asional : "enurunkan tekanan pada area yang peka dan resiko abrasi:kerusakan kulit. 5ubah posisi selang seling sesuai indikasi. 5asional : "engurangi penekanan yang terus*menerus pada posisi tertentu. 8unakan bed matres : air matres. 5asional : "en)egah perlukaan setiap anggota tubuh dan untuk anggota tubuh yang kurang gerak e'ekti' untuk men)egah penurunan sirkulasi. ). 8angguan mobilitas 'isik berhubungan dengan )edera !aringan sekitar 'raktur dan kerusakan rangka neuromuskuler. 4u!uan : ,erusakan mobilitas 'isik dapat berkurang. ,riteria =asil : * ,lien akan meningkat: mempertahankan mobilitas pada tingkat kenyamanan yang lebih tinggi. * ,lien mempertahankan posisi :'ungsional.

* ,lien meningkatkan kekuatan :'ungsi yang sakit dan mengkompensasi bagian tubuh. * ,lien menun!ukkan teknik yang mampu melakukan akti'itas. .nter0ensi : ,a!i dera!at imobilitas yang dihasilkan oleh )edera:pengobatan dan perhatikan persepsi pasien terhadap imobilisasi. 5asional : "engetahui persepsi diri pasien mengenai keterbatasan 'isik aktual, mendapatkan in'ormasi dan menentukan in'ormasi dalam meningkatkan kema!uan kesehatan pasien. 3orong partisipasi pada akti0itas terapeutik:rekreasi dan pertahankan rangsang lingkungan. 5asional : "emberikan kesempatan untuk mengeluarkan energi, mem'okuskan kembali perhatian, meningkatkan rasa kontrol diri dan membantu menurunkan isolasi sosial. .nstruksikan dan bantu pasien dalam rentang gerak akti':pasi' pada ekstremitas yang sakit dan yang tak sakit. 5asional : "eningkatkan aliran darah ke otot dan tulang untuk meningkatkan tonus otot, mempertahankan gerak sendi, men)egah kontraktur:atro'i dan respon kalsium karena tidak digunakan. 4empatkan dalam posisi telentang se)ara periodik bila mungkin, bila traksi digunakan untuk menstabilkan 'raktur tungkai bawah. 5asional : "enurunkan resiko kontraktur 'leksi panggul. 9antu:dorong perawatan diri:kebersihan ()ontoh mandi dan men)ukur . 5asional : "eningkatkan kekuatan otot dan sirkulasi, meningkatkan kontrol pasien dalam situasi dan meningkatkan kesehatan diri langsung. 9erikan:bantu dalm mobilisasi dengan kursi roda, kruk dan tongkat sesegera mungkin. .nstruksikan keamanan dalam menggunakan alat mobilisasi. 5asional : "obilisasi dini menurunkan komplikasi tirah baring ()ontoh 'lebitis dan meningkatkan penyembuhan dan normalisasi 'ungsi organ.

<wasi 43 dengan melakukan akti0itas dan perhatikan keluhan pusing. 5asional : =ipotensi postural adalah masalah umum menyertai tirah baring lama dan dapat memerlukan inter0ensi khusus.

-bah posisi se)ara periodik dan dorong untuk latihan batuk:napas dalam. 5asional : "en)egah:menurunkan insiden komplikasi kulit:pernapasan ()ontoh dekubitus, atelektasis dan pneumonia .

<uskultasi bising usus. 5asional : 4irah baring, pengguanaan analgetik dan perubahan dalam kebiasaan diet dapat memperlambat peristaltik dan menghasilkan konstipasi.

3orong penigkatan masukan )airan sanpai #$$$*%$$$ ml:hari. 5asional : "empertahankan hidrasi tubuh, menurunkan resiko in'eksi urinarius, pembentukan batu dan konstipasi.

,onsul dengan ahli terapi 'isik:okupasi dan atau rehabilitasi spesialis. 5asional : 9erguna dalan membuat akti0itas indi0idual:program latihan.

d. 5esiko tinggi terhadap dis'ungsi neuro0askuler peri'er berhubungan dengan aliran darahB )edera 0askuler langsung, edema berlebih, hipo0olemik dan pembentukan trombus. 4u!uan : 3is'ungsi neuro0askuler peri'er tidak ter!adi. ,riteria =asil : * "empertahankan per'usi !aringan yang ditandai dengan terabanya pulsasi. * ,ulit hangat dan kering. * +erabaan normal. * 4anda 0ital stabil. * -rine output yang adekuat .nter0ensi :

,a!i kembalinya kapiler, warna kulit dan kehangatan bagian distal dari 'raktur. 5asional : +ulsasi peri'er, kembalinya peri'er, warna kulit dan rasa dapat normal ter!adi dengan adanya syndrome )om'artemen syndrome karena sirkulasi permukaan sering kali tidak sesuai.

,a!i status neuromuskuler, )atat perubahan motorik : 'ungsi sensorik. 5asional : ?emahnya rasa:kebal, meningkatnya penyebaran rasa sakit ter!adi ketika sirkulasi ke sara' tidak adekuat atau adanya trauma pada syara'.

,a!i kemampuan dorso 'leksi !ari*!ari kaki. 5asional : +an!ang dan posisi syara' peritoneal meningkatkan resiko ter!adinya in!uri dengan adanya 'raktur di kaki, edema:)om'artemen syndrome:malposisi dari peralatan traksi.

"onitor posisi : lokasi ring penyangga bidai. 5asional : +eralatan traksi dapat menekan pembuluh darah:syara', khususnya di aksila dapat menyebabkan iskemik dan luka permanen.

"onitor 0ital sign, pertahanan tanda*tanda pu)at:)yanosis umum, kulit dingin, perubahan mental. 5asional : .n adekuat 0olume sirkulasi akan mempengaruhi sistem per'usi !aringan.

+ertahankan ele0asi dari ekstremitas yang )edera !ika tidak kontraindikasidengan adanya )ompartemen syndrome. 5asional : "en)egah aliran 0ena : mengurangi edema.

e.

5esiko in'eksi berhubungan dengan tidak adekuatnya pertahanan primer, kerusakan kulit dan trauma !aringan. 4u!uan : 5esiko in'eksi tidak ter!adi dan tidak men!adi a)tual. ,riteria =asil : * "en)apai penyembuhan luka sesuai waktu. * 9ebas drainase purulen, eritema dan demam.

* 4idak ada tanda*tanda in'eksi. .nter0ensi : .nspeksi kulit untuk mengetahui adanya iritasi atau robekan kontinuitas. 5asional : +en atau kawat yang dipasang masuik melalui kulit dapat memungkinkan ter!adinya in'eksi tulang. ,a!i sisi pen:kulit perhatikan keluhan peningkatan nyeri:rasa terbakar atau adanya edema, eritema, drainase:bau tak enak. 5asional : 3apat mengindikasi timbulnya in'eksi lokal:nekrosis !aringan dan dapat menimbulkan osteomielitis. 9erikan perawatan pen:kawat steril sesuai protokol dan latihan men)u)i tangan. 5asional : 3apat men)egah kontaminasi silang dan kemungkinan in'eksi. Obser0asi luka untuk pembentukan bula, krepitasi, perubahan warna kulit ke)oklatan, bau drainase yang tak enak:asam. 5asional : 4anda perkiraan in'eksi gangren. ,a!i tonus otot, re'leks tendon dalam dan kemampuan untuk berbi)ara. 5asional : ,ekakuan otot, spasme tonik otot rahang dan dis'agia menun!ukkan ter!adinya tetanus. (elidiki nyeri tiba*tiba:keterbatasan gerakan dengan oedema lokal:eritema ektremitas )edera. 5asional : 3apat mengindikasikan ter!adinya osteomielitis. ?akukan prosedur isolasi. 5asional : <danya drainase purulen akan memerlukan kewaspadaan luka:linen untuk men)egah kontaminasi silang. 9erikan obat sesuai indikasi seperti antibiotik .6:topikal dan 4etanus toksoid. 5asional :

<ntibiotik spektrum luas dapat digunakan se)ara pro'ilaktik atau dapat ditu!ukan pada mikroorganisme khusus.

'.

,urang pengetahuan tentang kondisi dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan kurang in'ormasi, salah interpretasi in'ormasi, tidak mengenal sumber in'ormasi. 4u!uan : +emahaman dan pengetahuan klien dan keluarga bertambah. ,riteria =asil : * "enyatakan pehaman kondisi, prognosis dan pengobatan. * "elakukan dengan benar prosedur yang diperlukan dan men!elaskan alasan tindakan. .nter0ensi :

,a!i ulang patologi, prognosis dan harapan yang akan datang. 5asional : "emberikan dasar pengetahuan dimana pasien dapat membuat pilihan in'ormasi.

9eri penguatan metode mobilitas dan ambulasi sesuai instruksi dengan terapis 'isik bila diindikasikan. 5asional : 9anyak 'raktur memerlukan gips, bebat atau pen!epit selama proses penyembuhan. ,erusakan lan!ut dan pelambatan penyembuhan dapat ter!adi sekunder terhadap ketidaktepatan pengguanaan alat ambulasi.

9uat da'tar akti0itas dimana pasien dapat melakukannya se)ara mandiri dan yang memrlukan bantuan. 5asional : +enyusunan akti0itas sekitar kebutuhan dan yang memerlukan bantuan.

3orong pasien untuk melan!utkan latihan akti' untuk sendi di atas dab di bawah 'raktur. 5asional : "en)egah kekakuan sendi, kontraktur dan kelelahan otot, meningkatkan kembalinya akti0itas sehari*hari se)ara dini.

3iskusikan pentingnya per!an!ian e0aluasi klinis. 5asional :

+enyembuhan 'raktur memerlukan waktu tahunan untuk sembuh lengkap dan ker!a sama pasien dalam program pengobatan membantu untuk penyatuan yang tepat dari tulang. .n'ormasikan pasien bahwa otot dapat tampak lembek dan atro'i (massa otot kurang . <n!urkan untuk memberikan sokongan pada sendi di atas dan di bawah bagian yang sakit dan ginakan alat bantu mobilitas, )ontoh 0erban elastis, bebat, penahan, kruk, walker atau tongkat. 5asional : ,ekuatan otot akan menurun dan rasa sakit yang baru dan nyeri sementara sekunder terhadap kehilangan dukungan.

DAFTAR PUSTAKA 1. #. %. 4. /. 1. 3onges "arilynn, E. (199% . Ren2ana A"),an Ke-era.atan, Edisi %, @akarta. E82 "ans!oer, <. #$$$. Kapita Selekta Kedokteran. @ilid #. Edisi % @akarta : F,-. http:::akhmadrapiuddin.blogspot.)om:#$$9:$1:makalah*medula*spinalis.html. http:::harnawatia!.wordpress.)om:#$$8:$4:1&:trauma*medula*spinalis 2arpenito, ?.@ C "oyet. (#$$& . Buku Saku Diagnosa Keperawatan edisi 10. @akarta: E82. ;anda. (#$$/*#$$1 . Panduan Diagnosa Keperawatan. +rima medika.

&.

(melt>er, (.2 C 9are, 9.8. (#$$# . Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah E$i"i 3 0ol . @akarta: E82