Anda di halaman 1dari 28

KETAHAN NASIONAL BAB V IDENTITAS NASIONAL

1. PENGERTIAN BANGSA DAN NEGARA. Pada hakikatnya manusia hidup tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri. Manusia senantiasa membutuhkan orang lain yang pada akhirnya manusia hidup secara berkelompok. a. Pengertian bangsa. Bangsa memiliki 2 (dua) pengertian yaitu bangsa dalam pengertian sosiologis antropologis dan bangsa dalam pengertian politik. 1. Bangsa dalam pengertian sosiologis Adalah persekutuan hidup masyarakat yang berdiri sendiri dimana masingmasing anggota persekutuan hidup tersebut merasa satu kesatuan ras, bahasa,agama dan adat istiada, jadi mereka menjadi satu bangsa karena disatukan oleh ikatan kesamaan ras, budaya keyakinan, bahasa dan sebagainya. 2. Bangsa dalam pengertian politik Adalah suatu masyarakat dalam suatu wilayah yang sama dan mereka tunduk pada kedaulatan negaranya sebagai suatu kekuasaan tertinggi keluar dan kedalam. A. Pengertian bangsa indonesia Menurut kamus besar bahasa indonesia edisi kedua Depdikbud terdapat pengertian bangsa sebagai berikut: Bangsa adalah orang-orang yang memiliki kesamaan asal keturunan, adat, bahasa, dan sejarah serta berpeemerintahan sendiri atau. Bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan bahasa dan wilayah tertentu dimuka bumi. Bangsa indonesia adalah sekelompok manusia yang beraneka ragam suku bahasa dan budaya tetapi mempunyai kesamaan cita-cita,

mendiamiwilayah nusantaradan mempunyai pemerintahan sendiri atau. Bangsa indonesia adalah sekelompok manusia yang mempunyai kepentingan yang sama dan menyatakan dirinya sebagai suatu bangsaserta berproses dalam suatu wilayah di nusantara/indonesia.
Kewiraan 1

KETAHAN NASIONAL
Ernes Renan : Bangsa adalah kelompok manusia yang membentuk suatu bangsa memiliki Le desir deentre ensemble yaitu memiliki kemauan untuk berada dalam suatu himpunan. Otto Bauer : suatu bangsa terbentuk karena adanya satu persamaan karakter atau watak dimana karakter atau watak ini lahir dan tumbuh karena adanya persatuan pengalaman. Dalam sejarah bangsa indonesia, bangsa indonesia telah terbangun dan terbentuk sejak berabad-abad lamanya, namun kesadaran akan berbangsa dan bernegara baru diawali dengan berdirinya partai Budi Utomo tahun 1908 sebagai awal kebangkitan nasional, dan mencapai puncaknya ketika para pemuda dari berbagai daerah indonesia menggadakan kongres pemuda pada tanggal 28 oktober 1928. Kongres tersebut dengan dilandasi semangat nasionalisme, keinginan untuk hidup dalam satu negara merdeka serta menjunjung tinggi bahasa persatuan, berhasil diwujudkan dalam ikrar bersama yang kita kenal sebagai sumpah pemuda 28 oktober 1928, dengan menyatakan: Berbangsa satu, Bangsa indonesia Berbahasa satu, bahasa indonesia Bertanah air satu, Tanah air indonesia

Jadi walaupun mereka berbeda-beda suka, ras, agama, adat istiadat dan karakter serta berbeda daerah, namun memiliki kesamaan cita-cita untuk menjadi satu bangsa dan memiliki pemerintahan sendiri yang berdaulat bebas dari penjajahan. Dari rumusan pengertian bangsa yang diuraikan diatas maupun menurut Ernest Renan dan Otto Bauer tampak jelas kesamaan pengertian bangsa indonesia yaitu adanya kesamaan kemauan membentuk satu himpunan dalam satu wilayah indonesia dan kesamaan tekad untuk membentuk satu bangsa yaitu bangsa indonesia. B. Proses bangsa yang menegara Proses bangsa yang menegara memberikan gambaran tentang bagaimana terbentuknya suatu bangsa dimana sekelompok manusia yang ada didalamnya
Kewiraan 2

KETAHAN NASIONAL
merasa sebagai bagian dari bangsa. Pada jaman modern adanya negara lazim dibenarkan oleh anggapan atau pandangan kemanusiaan. Pemahaman tentang terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, bahwa negara indonesia tidak menganut teori klasik, dan tidak terdapat dalam teori modern. Kebenaran Hakiki : adalah kebenaran dari tuhan pencipta alam semesta, bahwa manusia harus beradab, bersatu, harus harus memiliki hubungan sosial dengan yang lain serta mempunyai nilai keadilan. Kesejahteraan. Berdasarkan fakta sejarah, proses terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai hasil perjuangan bangsa. b. Pengertian Negara Menurut kamus besar indonesia : - Negara adalah suatu organisasi dari sekelompok atau beberapa kelompok manusia yang bersama-sama mendiami suatu wilayah tertentu dan mengakui adanya pemerintahan yang mengurus tata tertib dan keselamatan sekelompok atau beberapa kelompok manusia tersebut. - Negara adalah suatu perserikatan yang melaksanakan suatu pemerintahan melalui hukum yang mengikat dengan kekuasaan untuk memaksa masyarakat tertentu yang membedakannya dengan kondisi masyarakat dunia luar untuk ketertiban sosial. Max Weber : Negara adalah merupakan suatu struktur politik yang diatur oleh hukum, yang menyangkut suatu wilayah mereka, adanya pengadaan dan pemeliharaan tata keteraturan (hukum) bagi kehidupan mereka serta adanya monopoli penggunaan kekuasaan fisik secara sah. Roger H Soltau. Negara adalah suatu alat (agency) atau wewenang (authority) yang mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama atas nama masyarakat. Austin : Negara adalah suatu hubungan antara yang memerintah dengan yang diperintah atau dengan kata-kata yurisprudensi modem sebagai suatu masyarakat yang diorganisasikan untuk diperintah dibawah aturan-aturan hukum.

Kewiraan

KETAHAN NASIONAL
1. Unsur-unsur negara Suatu negara harus memenuhi persyaratan yang terdiri dari 3 (tiga) unsur yaitu adanya masyarakat/rakyat, wilayah dan pemerintahan yang berdaulat. a. Rakyat. Yaitu orang-orang/masyarakat yang tinggal diwilayah itu, tunduk pada kekuasaan negara dan mendukung negara yang bersangkutan. b. Wilayah. Yaitu daerah yang menjadi tempat kekuasaan negara serta menjadi tempat tinggal bagi rakyat negara, sekaligus menjadi sumber kehidupan rakyatnya. c. Pemerintah yang berdaulat. Yaitu penyelengara negara yang memiliki kekuasan menyelenggarakan pemerintahan di negara tersebut. Ketiga unsur tersebut diatas merupakan unsur konsisutif. Dengan kata lain negara yang telah memenuhi ketiga persyaratan tersebut disebut negara bersifat konsisutif. Dengan demikian disimpulkan bahwa : Negara yang bersifat konsitutif : negara sebagai organisasi harus memenuhi persyaratan minimal yaitu adanya unsur rakyat (masyarakat), wilayah yang meliputi darat, udara dan perairan/laut (perairan/laut tidak mutlak) dan pemerintahan yang berdaulat. Negara yang bersifat demokratif : negara, selain harus memenuhi persyaratan ketiga unsur tersebut diatas, negara harus mendapat pengakuan dari negara-negara lain baik secara de Fakto maupun secara De Jure . Bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), semua persyaratan tersebut sudah terpenuhi.NKRI adalah negara berdaulata, mendapat pengakuan dari negara-negara lain (dunia internasional), dan menjadi anggota Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).

Kewiraan

KETAHAN NASIONAL

WILAYAH

PENDUDUK

PEMERINTAH AN

NEGARA

H&K
WARGANEGARA

H&K

IDEOLOGI GEOGRAFI SDA PENDUDUK LINGSTRA POLITIK EKONOMI SOSBUD HANKAM

Unsur-unsur negara secara konsitutif 2. Teori terbentuknya negara Menurut para pakar politik dan pakar hukum tata negara, terdapat beberapa teori tentang bagaimana terbentuknya nbegara. a. Teori klasik 1. Teori hukum Alam. Menurut pemikiran pada jaman plato dan aristoteles mengatakan, suatu negara terbentuk secara alamiah. Yaitu manusia dilahirkan, berkembang, mempertahankan hidup, dan akhirnya mati. 2. Teori Ketuhanan. Teori ini muncul setelah lahirnya agama besar didunia yaitu agama islam dan agama kristen. Menurut teori ketuhanan, negara terbentuk/terjadi karena kehendak tuhan didasari kepercayaan bahwa segala seuatu berasal dari tuhan dan terjdi karena kehendak tuhan. 3. Teori Perjanjian. Teori ini muncul sebagai reaksi atas teori hukum alam dan teori ketuhanan (kedaulatan tuhan). Menurut teori ini negara terbentuk sebagai hahisl perjanjian antar manusia dan individu. b. Teori Modern. Pada jaman modern proses terbentuknya negara karena beberapa hal : 1. Karena penaklukan atau occupatie, artinya sebuah negara ditaklukan oleh negara lain, ke,udian dibentuk negara baru.
Kewiraan 5

KETAHAN NASIONAL
2. Karena fusi/peleburan, yaitu dua negara yang berdaulat menjadi satu negara atas dasar kesepakatan bersama. 3. Karena pemisahan, yaitu suatu wilayah dalam negara memisahkan diri dan membentuk negara sendiri. 4. Karena pendudukan atas wilayah yang belum ada pemerintahan sebelumnya. 5. Karena perjuangan, yaitu negara terbentuk karena ingin membebaskan diri dari penjajahan dan membentuk negara sendiri. 3. Bentuk Negara Dalam sistem negara modern kita mengenal bentuk negara Unitary State (Negara Kesatuan) dan negara Federation State (Negara Serikat). c. Hubungan Warganegara dengan Negara Hubungan Warganegara dengan Negara pada umumnya berupa peranan (role) yaitu peranan yang dilakukan sesuai dengan status yang dimiliki dalam hal ini peranan sebagai warga negara. Negara wajib melindungi Hak Asasi Manusia warga negaranya secara individual berdasarkan hukum/ketentuan internasional yang dibatasi oleh ketentuan agama, etika moral dan budaya yang berlaklu dan oleh hukum kenegaraan yang digunakan di indonesia.

WILAYAH

PENDUDUK

PEMERINTAH

NEGARA (NKRI)

WARGANEGARA

IDEOLOGI POLITIK

GEOGRAFI SDA SDM KESADARAN BELA NEGARA

EKONOMI SOSBUD HANKAM

Hubungan warganegara dengan negara


Kewiraan 6

KETAHAN NASIONAL
2. Identitas nasional dapat disamakan dengan identitas kebangsaan.secara etimologis,

identitas nasional berasal dari kata identitas dan nasional. Negara merupakan suatu organisasi yang dibentuk oleh manusia yang memiliki cita-cita bersatu, hidup dalam suatu daerah tertentu dan mempunyai pemerintahan yang berdaulat. Kesetiaan terhadap identitas nasional sangat penting karena dapat mempersatukan masyarakat bangsa itu sebagai bangsa dalam satu negara. Beberapa bentuk identitas nasional indonesia adalah sebagai berikut : 1. Bahasa nasional indonesia atau bahasa persatuan yaitu bahasa indonesia yang disepakati bersama dalam kongres pemuda 28 oktober 1928. 2. Bendera negara indonesia yaitu sang merah putih. 3. Lagu kebangsaan indonesia adalah indonesia raya. 4. Lambang negara indonesia adalah garuda pancasila. 5. Semboyanb negara adalah Bhineka Tunggal Ika, yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu jua. 6. Pancasila sebagai dasar falsafah negara, berkedudukan sebagai dasar negara dan ideologi nasional indonesia. 7. UUD 1945 sebagai hukum dasar (konstitusi) negara. 8. Bentuk NKRI yang berkedaulatan rakyat. 9. Konsepsi wawasan nusantara sebagai wawasan nasional. 10. Kebudayaan nasional yang berasal dari kebudayaan daerah yang diterima oleh seluruh masyarakat bangsa sebagai kebudayaan nasional.

Kewiraan

KETAHAN NASIONAL BAB VI HAK ASASI MANUSIA DAN DEMOKRASI


A. Hak Asasi Manusia 1. Pengertian Hak Asasi Manusia Hak Asasi Manusia (HAM), merupakan hak dasar yang melekat dan dimiliki setiap setiap manusia sejak lahir sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa, hal mana tidak dapat dibatasi atau diingkari oleh siapapun juga karena karena merupakan nilai-nilai dan martabat kemanusian setiap individu. Kuncoro mengatakan, Hak Asasi Manusia sebagai hak yang dimiliki manusia menurut kodratnya yang tidak dapat dipisahkan dari hakikatnya, dan karena itu bersifat suci. Hak asasi termasuk dalam hak mutlak, yaitu hak yang mesti diberikan kepada seseorang untuk melakukan suatu perbuatan. Dalam Undang-Undang No. 3 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, dalam pasal 1 ayat (1) disebutkan bahwa Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerahnya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. Dengan demikian kesadaran manusia akan hak asasi manusia ada karena pengakuan atas harkat dan martabat yang sama sebagai manusia. 2. Sejarah Perkembangan HAM a. Perkembangan HAM di Inggris Pengakuan terhadap masalah Hak Asasi Manusia diawali dengan lahirnya Piagam Magna Charta di Inggrispada tahun 1215. Kelahiran Magna Charta didahului oleh pemaksaan terhadap raja john Lackland (1189-1216) untuk mengakui hak-hak asasi yang isinya : 1. Raja tidak boleh memungut pajak tanpa persetujuan Dewan Penasihat Raja. 2. Orang (kecuali budak) tidak boleh ditangkap, dipenjara, disiksa dan asingkan atau disita miliknya tanpa cukup alasan menurut hukum negara.

Kewiraan

KETAHAN NASIONAL
b. Perkembangan HAM di Amerika. Perjuangan penegakan Hak Asasi Manusia di amerika di dasari pemikiran John Locke yaitu tentang hak-hak manusia seperti hak hidup (life), hak kebebasan (liberty), dan hak milik (property Perkembangan selanjutnya pada era presiden Franklin Delano rosevelt tahun 1941, mnyatakan ada 4(empat) macam Hak Asasi Manusia, bahwa warga negara (manusia) amerika harus memiliki kebebasan untuk berekpresi. a. Freedom of Speech and expresion. b. Freedom of Religion. c. Freedom of Want. d. Freedom of Fear. Hak Asasi Manusia tersebut diatas kemudian dijadikan sebagai landasan konsitusnya. c. Pengakuan oleh HAM oleh Perserikan Bangsa-Bangsa. Perkembangan hak asasi manusia yang terjadi setelah inggris dan amerika serikat menjadi inspirasi dan sekaligus pengakuan PBB terhadap hak asasi manusia di dunia. a. Sekalian orang dilahirkan merdeka dan memunyai hak martabat dan hahak-hak yang sama (ps-1). b. Setiap orang berhak atas penghidupan, kemerdekaan dan

keselamatan (ps-3). c. Tidak seorangpun boleh diperbudak/diperhambatan d. Tidak ada seorangpu boleh diangkap, ditahan atau dibuang secara sewenang-wenang (ps-4) e. Setiap orang yang dituntut karena disangka melakukan sesuatu pelanggaran pidana dianggap tidak bersalah sampai dibuktikan kesalahnnya menurut undang-undang dalam suatu sidang pengadilan yang terbuka, dan didalam sidang diberikan jaminan yang perlu untukpembekalan (ps11) Selain pernyataan tesebut diatas didalam mukadimah Universal Declaration of Human Right disebutkan berbagai pertimbangan antara lain bahwa :
Kewiraan 9

KETAHAN NASIONAL
a. Perlu pengakuan atas martabat yang melekat dan hak-hak yang sama sebagai manusia. b. Hak manusia perlu dilindngi ole peraturan hukum c. Mengabaikan dan memandang rendah pada hak asasi manusia telah mengakibatkan perbuatan bengis d. Persahabatan antar negara perlu dianjurkan. Universal declaration of human right tersebut melambangkan komitmen moral dunia internasional pada hak asasi manusia. Masing-masing individu dan semua orang beragama akan sependapat dengan pasal-pasal dalam UHDR tentang HAM tersebut. 3. Hak Asasi Manusia di indonesia Hak Asasi Manusia sebenarnya tidak boleh dipisahkan dengan pandangan filosofis bangsa yang melatar belakanginya. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa indonsia, memberikan pandangan tentang hubungan antara individudengan individu, individu dengan masyarakat dan individu dengan negara, filsafat pancasila tidak boleh menganut paham individualistik atau liberalisti, ataupun komunistik. Hak Asasi Manusia berdasarkan falsafah pancasila dan paham integralistik menganut asa keseimbangan antara hak dan kewajiban sebagai hak sosial yang hidup berdassarkan asas kekeluargaan dengan ciri utama memadukan dan menserasikan kepentingan pribadi dan kepentingan masyarakat secara proporsional. Deklarasi HAM bangsa indonesia termuat dalam naskah Pembukaan UUD 1945 merupakan sumber normatif bagi hukum positf indonesia. Menurut Muladi, terdapat 4(empat) kelompok cara pandang Hak Asasi Manusia yaitu : a. Kelompok yang berpandangan Universal Absolut. b. Kelompok yang berpandangan Universal Relatif. c. Kelompok yang berpandangan partikularistic absolut. d. Kelompok yang berpandangan Partikularistic Relatif. Bagaimana dengan bangsa indonesia? Bangsa indonesia mempunyai sudut pandang Particularistic Relatif dengan berupaya menemukan titik dialogis diantara empat pandangan tersebut berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 tanpa mengesampingkan substansi dukumen-dokumen internasional tentang HAM.
Kewiraan 10

KETAHAN NASIONAL
B. Pemahaman tentang Demokrasi 1. Konsep Demokrasi. Demokrasi merupakan kata yang didambakan oleh semua orang dan semua negara. Demokrasi secara langsung pada jaman yunani kuno dapat berlangsung secara efektif karena wilayahnya terbatas dan jumlah penduduk sedikit. Dengan demikian demokrasi maka system demokrasi terdiri dari dua macam yaitu: a. Demokrasi Langsung. Adalah paham demokrasi yang mengikutsertakan setiap warga negara dalam permusyawaratan untuk menenukan

kebijaksanaan umum dan undang-undang. b. Demokrasi Tidak Langsung. Adalah paham demokrasi yang dilaksanakan melalui system perwakilan. Dari uraian diatas dapat disimpulkan, konsep demokrasi adalah bentuk kekuasaan (cratein) dari/oleh dan untuk rakyat (demos). Dalam zaman modern pada kenyataan tidak semua warganegara terlibat langsung dalam perwakilan. Secara terminologi, beberapa ahli politik memberikan definisi demokrasi dari sudut pandang yang berbeda. Ada satu pengertian mengenai demokrasi yang dianggap paling populer diantara pengertian yang ada. Konstitusi yang dalam bahasa belanda disebut Constitutie, dalam bahasa perancis disebut Consituer dan dalam bahasa inggris disebut Constitution merupakan ciri bahwa negara tersebut adalah negara demokrasi. 2. Demokrasi sebagai bentuk pemerintahan Demokrasi adalah salah satu bentuk pemerintahan. Menurut plato,secara klasik bentuk bentuk pemerintahan di bagi menjadi : a. Pemerintahan Monarki b. Pemerintahan Tirani c. Oligarki d. Pemerintahan Demokrasi e. Mobokrasi/Okhlokrasi Bentuk pemerintahan Monarki, Aristokrasi, dan demokrasi tergolong bentuk pemerintahan yang baik, sedangkan bentuk Tirani, Oligarki dan Mobokrasi merupakan system pemerintahan yang buruk. Pemerintahan tersebut diatas
Kewiraan 11

KETAHAN NASIONAL
sekarang tidak lagi dianut oleh banyak negara.machiavelli membedakan bentuk pemerintahan sebagai berikut : a. Bentuk pemerintahan Monarki, adalah bentuk pemerintahan yang bersifat kerajaan. Contohnya : inggris, malaysia, jepang, arab saudi, dan thailand. b. Bentuk pemerintahan Republik, bentuk pemerintahan yang dipimpin oleh seorang presiden atau perdana menteri. Contoh : indonesia, amerika serikat, india, perancis, dan korea selatan. 3. Demokrasi sebagai system politik Dewasa ini demokrasi dipahami tidak hanya sebagai suatu bentuk pemerintahan tetapi sebagai suatu sistem politik. Menurut Huntington (2001), sistem politik dewasa ini dibedakan menjadi dua macam yaitu : 1. Sistem politik (pemerintahan) demokrasi, adalah sistem pemerintahan dalam suatu negara yang menjalankan prinsip-prinsip demokrasi. 2. Sistem politik non demokrasi, yaitu sistem pemerintahan yang bersifat otoriter, totaliter, dictator, rezim militer, resim satu partai, monarki absolute dan komunis. Baik negara dalam bentuk kerajaan ataupun bentuk republik dapat dikatakan sebagai negara demokrasi atau negara diktator tergantung dari prinsip-prinsip yang dijalankan dalam penyelenggara negara. 4. Demokrasi sebagai sikap hidup. Perkembangan baru menunjukan bahwa demokrasi tidak hanya dipahami sebagai bentuk pemerintahan dan sistem politik, tetapi demokrasi dipahami sebagai sikap hidup atau pandangan hidup demokratis. Pemerintahan demokratis membutuhkan kultur demokrasi untuk membuatnya performed (eksis dan tegak). 5. Macam-macam demokrasi a. Demokrasi parlementer. b. Demokrasi proletar/Demokrasi Totaliter. c. Demokrasi dengan sistem referandum dan usul inisiatif rakyat d. Demokrasi pancasila

Kewiraan

12

KETAHAN NASIONAL
6. Demokarsi di indonesia a. Demokrasi desa Bangsa indonesia sejak zaman dahulu jauh sebelum indonesia merdeka yaitu pada era pemerintahan kerajaan sesungguhnya telah mempraktekan ide tentang demokrasi meskipun masi sederhana. Demokrasi desa mempunyai 5 (lima) unsur yaitu : 1. Rapat 2. Mufakat 3. Gotong Royong 4. Hak mengadakan protes bersama 5. Hak menyingkir dari kekuasaan absolute para raja. Demokrasi tidak bisa dijadikan pola demokrasi untuk indonesia modern, namun kelima unsur demokrasi desa tersebut dapat dikembangkan menjadi konsep demokrasi indonesia yang modern. b. Demokrasi Pancasila. Demokrasi yang di terapkan di indonesia bersumber pada ideologi yang dianut bangsa indonesia yaitu pancasila. Pancasila sebagai ideologi nasional meruakan seperangkat nilai yang dianggap paling baik, paling sesuai, paling adil dan menguntungkan bangsa. Pancasila sebagai ideologi nasional berfungsi sebagai : a. Cita-cita masyarakat yang selanjutnya dijadikan sebagai pedoman membuat dan menilai keputusa politik. b. Alat pemersatu masyarakat yang mampu menjadi sumber nilai dan prosuder dala penyelesaian konflik-konflik yang terjadi. Nilai-nilai demokrasi yang terjabar dari nilai-nilai pancasila tersebut adalah sebagai berikut : a. Kedaulatan rakyat b. Republik c. Negara berdasr atas hukum
Kewiraan 13

KETAHAN NASIONAL
d. Pemerintahan yang konstitusional e. Sistemperwakilan f. Prinsip musyawarah g. Prinsip ketuhanan Demokrasi pancasia dapat diartikan secara luas maupun secara sempit, sebagai berikut : 1. Secar luas demokrasi pancasila berarti kedaulatan rakyat yang didasarkan pada nilai-nilai pancasila dalam bidang politik, ekonomi dan sosial. 2. Secara sempit demokrasi pancasila berarti kedaulatan rakyat yang dilaksanakan menurut hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan. Demokrasi indonesia adalah demokrasi pancasila yaitu pemerintahan rakyat yang berdasarkan nilai-nilai falsafah pancasila atau pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat yang dalam penerapannya sebagai suatu mekanisme dan cita-cita hidup berkelompok yang oleh UUD 1945 disebut kerakyatan. c. Perkembangan demokrasi di indonesia Perkembangan demokrasi di indonesia telah mengalami pasang surut. Perkembangan demokrasi di indonesia dapat dibagi dalam empat periode : a. Periode 1945-1959, masa demokrasi parlementer b. Periode 1959-1965, masa orde lama disebut demokrasi terpimpin. c. Periode 1966-1998, masa orde baru disebut masa demokrasi pancasila. d. Periode 1999-sekarang (Era Reformasi) 7. Demokratisasi Demokratisasi adalah penerapan kaidah-kaidah atau prinsip-prinsip demokrasi pada seiap kegiatan politik kenegaraan. Tujuannya adalah terbentuknya kehidupan politik yang demokrasi.

Kewiraan

14

KETAHAN NASIONAL
8. Mendemokratisasikan demokrasi Krisis demokrasi muncul karena ternyata pelaksanaan demokrasi tidak cukup demokrasi tidak cukup demokratis (anthony gidden hal. 83). Bagaimana kita dapat mendemokratiskan demokrasi agar supaya demokratis, ada beberapa hal yang harus dilakukan antara lain : a. Negara harus merespon gobalisasi secara structural. b. Negara harus memperluas peran ruang publik c. Negara harus meningkatkan efisiensi administrasinya d. Tekanan globalisasi kebawah tidak hanya memperkenalkan kemungkinan, tetapi juga pentingnya bentuk-bentuk demokrasi yang lain dari sekedar proses pemungutan suara. e. Dibaningkan dengan masa-masa sebelumnya, negara-negara pada masa sekarang lebih menggantungkan kepada legitimasi mereka pada kapasitas untuk mengelola resiko. f. pendemokrasian demokrasi tidak hanya secara lokal atau nasional, negara harus mempunyai pandangan cosmopolitan.

Kewiraan

15

KETAHAN NASIONAL
BAB VII WAWASAN NUSANTARA SEBAGAI GEOPOLITIK INDONESIA

1.

Wawasan Nasional Suatu Bangsa Suatu yang telah menegara,dalam menyelenggarakan kehidupannya tidak terlepas dari

pengaruh lingkungannya. Nasional dimaksudkan mencakup seluruh wilayah dan semua aspek kehidupan ideologi,politik, ekonomi, sosial, budaya, dan peertahanan keamanan (ipoleksosbud dan hankam). Proses kehidupan suatu bangsa selain dipengaruhi ole factor lingkungan yang terjadi dilingkungan nasionalnya juga dipengaruhi oleh lingkungan strategis. Secara universal wawasan nasional suatu bangsa dibentuk dan dijiwai oleh paham kekuasaan dan pandangan geopolitik yang dianutnya. 2. Teori kekuasaan Dalam sejarah peradaban bangsa-bangsa didunia, banyak bangsa atau negara dalam mempertahankan eksistensinya mendasarkan pada teori-teori atau paham kekuasaan dan pandangan geopolitik hasil pemikiran para tokoh-tokoh bangsa eropa barat seperti machievelli, Napoleon, Bonaparte, Clausewitz, dan lain-lain yang hidup pada zaman Romawi kuno (abad ke XVII-XVIII) dan lenis pada abad ke XIX. a. Paham Machiavelli (abad XVII) Gerakan pembaharuan yang dipicu oleh masuknya ajaran islam di Eropa Barat sekitar abad XVII telah membuka dan mengembangkan cara pandang bangsa-bangsa Eropa Barat, sehingga menghasilkan peradaban Eropa Modern seperti yang kita lihat sekarang. b. Paham Napoleon Bonaparte (abad XVII) Kaisar Napoleon Bonaparte merupakan tokoh revolusioner di bidang cara pandang dan sekaligus penganut ajaran teori Machievelli dengan mengimplementasikan ketiga dalil Machievelli dengan baik.

Kewiraan

16

KETAHAN NASIONAL
c. Paham Jendral Clausewitz (abad XVIII) Masa kejayaan tentara napoleon baru berhenti setelah mengalami kekalahan di Rusia dan akhirnya diusir kembali ke prancis. Setelah Rusia bebas kembali Clausewitz diangkat menjadi kepala staf dan komando rusia. d. Paham Fuerback dan Hegel Paham materialisme Fuerback dan teori sintesisnya Hegel telah menimbulkan dua aliran besar negara barat yang berkembang di dunia yaitu aliran kapitalisme disatu pihak dan komunisme di pihak lain. e. Paham Lenin (abad XIX). Tokoh-tokoh komunis seperti Lenin dari Rusia dan Mao Zhe Dong dari China memiliki pandangan lain tentang bagaimana mempertahankan kekuasaan. Dalam sejarah selanjutnya, paham komunisme yang mendasarkan pada kekerasan dan atau kekuatan ternyata berakhir dengan tragis dengan runtuhnya Uni Soviet. f. Paham Lucian W, Pye dan Sidney. Dalam bukunya yang berjudul Political Culturedan Political Development terbitan Princeson university Press tahun 1972, ketiga tokoh tersebut berpendapa bahwa The olitical Culture of Society is Highly Significan aspec ofThe political system. Dalam perkembangan bangsa dan negara di dunia, aliran atau paham-paham seperi di uaraikan diatas banayak dianut oleh negara-negara di dunia seperti paham liberalisme dan paham komunisme. 3. Paham kekuasaan Bangsa Indonesia Wawasan nasional indonesia pada hakikatnya merupakan wawasan yang dikembangkan berdasarkan teori wawasan nasional secara Universal. Paham kekuasaan bangsa indonesia menganut paham perang dan damai. Untuk mencapai tujuan politik nasional, bangsa indonesia menggunakan ideologi sebagai landasan idiil dalam menentukan kebijakan politik nasional dihadapakan kepada kondisi dan konstelasi geografi dengan segala aspek kehidupan nasionalnya,agar bangsa indonesia dapat menjamin kepentingan bangsa dan negara ditengah-tengah perkembangan dunia.
Kewiraan 17

KETAHAN NASIONAL
4. Teori Geopolitik Secara etimologis kata Geopolitik berasal dari kata Geo (bahasa yunani) yang berari bumi, dan Politik yang berarti kekuasaan atau kekuatan yang didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan dasar dalam menentukan alternatif kebijaksanaan nasional untuk mewujudkan tujuan nasional. a. Teori Geopolitik Frederich Ratzel (Pakar ilmu bumi politik) Untuk pertama kalinya frederich Ratzel (1844-1904) merumuskan hasil penelitiannya tentang geopolitik atau ilmu bumi politik secara ilmiah dan Universal (umum). Pokok-pokok ajaran Ratzel : 1. Dalam hal tertentu, pertumbuhan negara dapat dianologikan dengan pertumbuhan organisme yang memerlukan ruang hidup melalui proses lahir, tumbuh berkembang, mempertahankan hidup, menyusut, kemudian mati. 2. Negara identik dengan ruang yang ditempati oleh sekelompok masyarakat atau bangsa. 3. Suatu bangsa dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya tidak terlepas dari hukum alam. 4. Semakion tinggi kebudayaan suatu bangsa, semakin besar kebutuhan akan sumber daya alam yang diperlukannya. b. Teori Geopolitik Rudolf Kjellen (1894-1922) Rudolf Kjellen melanjutkan ajaran Ratzel secara lebih tegas. Maka Rudolf Kjellen secara lebih tegas menyatakan bahwa negara adalah suatu organisme Esensi ajaran Rudolf Kjellen menyatakan : 1. Negara merupakan satuan biologis, suatu organisme hidup yang memiliki intelektual. 2. Negara merupakan suatu sistem politiuk/pem,erintahan yang

menyeluruh meliputi bidang-bidang geopolitik, ekonomi politik, demo politik, sosial politik dan krato politik (politik pemerintahan)

Kewiraan

18

KETAHAN NASIONAL
3. Negara harus bergantung kepada sumber pembekalan dari luar, tetapi harus mampu berswasembada serta mampu memanfaatkan kemajuan budaya dan teknoilogi (IPTEK). c. Teori Geopolitik Karl Haushofer (18896-19460) Karl Haushofer melanjutkan pandangan Ratzel dan Kjellen terutama pandangan tentang lebensraum dan ekspansionisme. Pokok-pokok ajaran Karl Haushofer pada dasarnya menganut ajaran R. Kjellen yang intinya : 1. Jika jumlah pertambahan penduduk suatu wilayah negara tidak sebanding dengan luas wilayah, maka negara harus berupaya memperluas wilayahnya sebagai ruang hidup lebensraum) bagi warga negaranya. 2. Kekuasaan imperium daratan yang kompak akan dapat mengejar kekuasaan imperium maritime untuk menguasai pengawasan dilaut. 3. Geopolitik adalh doktrin negara yang menitik beratkan pada soa-soal strategi perbatasan. Ruang hidup bangsa dan tekanan kekuasaan dan sosial yang rasial mengharuskan pembagian baru kekayaan alam di dunia. Berdasarkan asumsi tersebut, Karl Haushofer membagi dunia menjadi beberapa wilayah (region) yang hanya dikuasai oleh bangsa-bangsa yang dikatakan unggul seperti Amerika Serikat, Jerman, Rusia, Inggris, dan Jepang. Wilayah-wilayah tersebut (pan regional) adalah: 1. Pan Amerika sebagai perserikatan wilayah dengana Amerika Serikat sebagai pemimpim. 2. Pan Asia Timur, mencakup bagian timur benua Asia, Australia dan wilayah kepulauan dimana jepang sebagai penguasanya. 3. Pan Rusia-india yang mencakup wilayah Asia Barat, Eropa Timur, dan Rusia yang dikuasai Rusia. 4. Pan Eropa-Afrika mencakup Wilayah Eropa Barat (tidak termasuk ingggris dan rusia) yang di kuasai Jerman.

Kewiraan

19

KETAHAN NASIONAL
d. Teori Geopolitik Sir Halford MC Kinder (1861-1947) Sir Halford MC Kinder mempunyai konsepsi geopolitik yang lebih strategis yaitu menganut Konsep Kekuatan untuk menguasai daerah jantung dunia yang terkenal dengan konsep Wawasan Benua. e. Teori Geopolitik Sir Walter Raleigh dan Albert Thayer Mahan (1840-1914) Kedua tokoh ini mengembangkan lebih lanjut konsepsi geopolitik dengan memperhatikan perlunya memanfaatkan serta mempertahankan sumber daya laut, termasuk akses ke laut. f. Teori Geopolitik Wiliam Mitchel, A. Seversky, Giulio Douchet dan John Frederic Charles Fuller (1869-1939) Pandangan geopolitik ke empat tokoh ini berbeda dengan para tokoh pendahulunya. Mereka melihat bahwa kekuatan dirgan tara lebih berperan dalam memenangkan peperangan melawan musuh. g. Teori Geopolitik Nicholas J. Spykman (1879-1936) Teori Nicholas J. Spykman terkenal dengan teori Derah Batas (Rimland) yaitu teori Wawasan kombinasi yang mengabungkan kekuatan darat, laut, dan udara. Dan Nicholas J. Spykman membagi dunia dalam empat wilyah atau area yaitu : 1. Pivot area 2. Off Shore Continent Land 3. Oceanic Belt 4. New World Wawasan nusantara sebagai geopolitik indonesia 1. Geopolitik indonesia Pemahaman tentang klekuasaan dan kekuatan yang dikembangkan oleh bangsa indonesia didasarkan pada pemahaman tentang paham Perang dan damai perbedaan yang sangat esensial dari pemahaman ini adalah bangsa/negara barat memandang peranan laut sebagai Pemisah Pulau. Secara konsepsual wawasan nusantara (wasantara)

Kewiraan

20

KETAHAN NASIONAL
merupakan wawasan naional bangsa indonesia yang selanjutnya disebut wawasan nusantara, merupakan salah satu konsepsi politik dalam ketatanegaraan Republik Indonesi. Indonesia merupakan negara kepulauan yang disebut nusantara (Nusa di antara air), sehingga bisa disebut sebagai Negara Maritim Indonesia. Sebagai wawasan nasional indonesia maka seluruh wilayah indonesia yang terdiri dari daratan, laut dan udara diatasnya dipandang sebagai satu kesatuan yang utuh dan bulat sebagai ruang kehidupan. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa paham kekuasaan dan geopolitik indonesia sangat berbeda dengan paham kekuasaan dan geopolitik bangsa barat pada umumnya. 2. Dasar-dasar pemikiran Wawasan Nusantara. Bangsa Indonesia dalam menentukan, membina mengembangkan wawasan nasionalnya menggali dan mengembangkan dari kondisi nyata yang terdapat di lingkungan wilayah indonesia sendiri. a. Pemikiran berdasarkan Falsapah Pancasla Berdasarkan falsafah pancasila, manusia adalah ciptaan tuhan yng mempunyai naluri, akhlak dan daya pikir, sadar akan keberadaannya yang serba terhubung dengan sesamanya, dengan lingkungannya, dengan alam sekitar dan dengan penciptanya. Pancasila pada hakikatnya menghendaki persatuan dan kesatuan bangsa dan wilayah dengan tidak menghilangkan ciri, sifat dan karakter serta ke bhinekaan unsur-unsur bangsa. b. Pemikiran berdasarkan apek kewilayahan. Kondisi obyektif geografi sebagai modal dasar dalam pembentukan suatu negara sangat berpengaruh terhadap pengambilan keputusan atau kebijakan politik suatu negara. Kondisi geografi suatu Nusantara yang terdiri dari ribuan pulau-pulau merupakan rangkaian kepulauan yang terletak di khatulistiwa pada posisi silang yng sangat strategis. Pada saat waraga negara indonesia di proklamirkan tanggal 17 agustus 1945, wilayah indonesia merupakan wilayah peninggalan Hindia Belanda berbentuk kepulauan, dimana masing-masing pulau terpisahkan oleh laut bebas sehingga belum merupakan suatu keatuan wilyah indonesia yang utuh.
Kewiraan 21

KETAHAN NASIONAL
Berdasarkan pemikiran tersebut diatas., maka upaya untuk menjadikan wilayah indonesia sebagaio satu kesatuan wilayah yang utuh dan tidak lagi terpisah-pisah, pemerintah kabinet Djuanda pada tanggal 13 desember 1957 mengeluarkan dekrit (pernyataan) yang dikenal dengan Dekrit Djuanda 1957 tentang wilayah perairan indonesia. dekloarasi Djuanda intinya menyampaikan : 1. Segala perairan disekitar, diantara dan yang menghubungkan pulau-pulau yang termasuk negara indonesia, dengan tidak memandang luas atau lebarnya adalah bagian yang wajar daripada wilayah daratan negara indonesia. 2. Penentuan batas lautan territorial (lebarnya 12 mil) di ukur dari garis-garis yang menghubungkan titik ujung yang terluar pada pulau-pulau negara indonesia. 3. Lalu lintas yang damai di perairan pedalaman ini bagi kapal-kapal asing dijamin selama dan tidak bertentangan dengan/mengganggu kedaulatan dan

keselamatan negara indonesia. 4. Demi keutuhan teriotorial dan untuk melindungi kekayaan negara yang terkandung didalamnya, pulau-pulau serta laut yang ada diantaranya harus dianggap sebagai satu kesatuan wilayah yang bulat dan utuh. Undang-undang No. 4/Prp Tahun 1960 Tentang Perairan pedalaman indonesia. Yng isinya : a. Perairan indonesia adalah laut wilayah beserta parairan pedalaman indonesia. b. Laut wilayah indonesia adalah jalur laut 12 mill laut. c. Perairan pedalaman indonesia adalah semua perairan yang terletak pada sisi dalam dari garis dasar. Secara geografis sejak di tetapkannya UU No4./Prp tahun 1960 tentang perairan maka sejak itu terjadi perubahan luas wilayah indonesia dari awalnya +2 juta Km2 menjadi + 5juta Km2 , dengan 65% wilayah merupakan perairan, sedangkan yang 35% wilayah daratan. Dan secara astronomi sebagai berikut: Utara Selatan
Kewiraan

-0608 LU -11 15 LS
22

KETAHAN NASIONAL
Barat Timur Jarak utara-selatan Jarak Barat-Timur -94 45 BT -141 05 BT -1.888 km -5.110 Km

Zona Economic Exclusive (ZEE) indonesia berisikan : a. Lebar Zona Economic Exclusive indonesia 200 mill diukur dari pangkal laut indonesia. b. Hak berdaulat untuk menguasai sumber kekayaan alam di ZEE c. lautan di wilayah ZEE tetap merupakan lautan bebas untuk pelayaran nasional.

Perjuangan panjang bangsa indonesia untuk mewujudkan konsepsi negara kepulauan sebagai satu kesatuan wilayah indonesia melalui dekrit Djuanda 1957 tidak pernah berhenti. Sejarah menunjukan sejak tanggal 16 November 1993 sebnyak 60

Kewiraan

23

KETAHAN NASIONAL
negara telah meratifikasi UNCLOS 82 sehingga sejak tanggal 16 November 1994 secara resmi UNCLOS 82 menjadi hukum positif (Hukum Laut Internasional). Keuntungan. Dengan berlakunya UNCLOS 82 sebagai hukum positif, maka terhadap setiap pelanggaran wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, pemerintah indonesia berhak dan dapat mengambil tindakan-tindakan berdasarkan hukum Internasional. Dengan telah di kukuhkannya wilayah darat dan laut (perairan) indonesia, maka perjuangan bangsa indonesia selanjutnya adalah menegakkan kedaulatan di ruang udara indonesia atau wilayah udara nasional. Kondisi dan konstelasi geografi indonesia yang mengadung beraneka ragam kekayaan alam yang berada di dalam bumi maupun diatas permukaan bumi,serta potensi diudara dan ruang angkasa serta jumlah penduduk indonesia yang besar yang terdiri dari berbagai macam suku, budaya, tradisi dan karakter C. pemikiran berdasarkan aspek sosial budaya secara etimologis budaya atau kebudayaan adalah segala sesuatu yang dihasilkan oleh kekuatan budi manusia. Faktor dinamik masyarakat/bangsa yang terbentuk oleh keseluruhan pola tingkah laku lahir dan batin. Masyarakat indonesia sejak awalnya terbentuk dengan ciri kebudayaan yang sangat beragam, yang disebabkan oleh pengaruh ruang hidup (berupa kepulauan) d. Pemikiran berdasarkan aspek kesejarahan Wawasan Nasional Indonesia diwarnai oleh penglaman sejarah yang menginginkan tidak terulangnya lagi perpecahan dalam lingkungan bangsa yang akan melemahkan perjuangan mengisi kemerdekaan untuk mewujudkan cita0cita dan tujuan nasional sebagai hasil kesepakatan bersama agar bangsa Indonesia setara dengan bangsa lain. Implementasi Wawasan Nusantara Dalam Kehidupan Nasional Dalam rangka menerapkan Wawasan Nusantara , kita sebaiknya terlebih dahulu mengerti dan memahami pengertian , ajaran dasar , hakikat , asas , kedudukan , fungsi serta tujuan dari Wawasan Nusantara . Wawasan Nusantara dalam kehidupan nasional yang mencakup kehidupan politik , ekonomi , sosial budaya , dan pertahanan keamanan harus tercermin dalam pola pikir , pola sikap , dan pola tindak yang senantiasa
Kewiraan 24

KETAHAN NASIONAL
mengutamakan kepentingan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia di atas kepentingan pribadi dan golongan . Dengan demikian , Wawasan Nusantara menjadi nilai yang menjiwai segenap peraturan perundang-undangan yang berlaku pada setiap strata di seluruh wilayah negara , sehingga menggambarkan sikap dan perilaku , paham serta semangat kebangsaan atau nasionalisme yang tinggi yang merupakan identitas atau jati diri bangsa Indonesia . Sebagai cara pandang dan visi nasional Indonesia , Wawasan Nusantara harus dijadikan arahan , pedoman , acuan , dan tuntutan bagi setiap individu bangsa Indonesia dalam membangun dan memelihara tuntutan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia . Karena itu , implementasi atau penerapan Wawasan Nusantara harus tercermin pada pola pikir , pola sikap , dan pola tindak yang senantiasa mendahulukan kepentingan bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia dari pada kepentingan pribadi atau kelompok sendiri . Dengan kata lain , Wawasan Nusantara menjadi pola yang mendasari cara berpikir , bersikap , dan bertindak dalam rangka menghadapi , menyikapi , atau menangani berbagai permasalahan menyangkut kehidupan bermasyarakat , berbangsa , dan bernegara . 1. Pengertian Wawasan Nusantara Secara etimologis, Wawasan Nusantara bersal dari kata Wawasan dan Nusantara. Wawasan berasal dari kata wawas (bahasa Jawa) yang berarti pandangan, tinjauan, ahli penglihatan indrawi. Selanjutnya muncul kata mawas yang berarti memandang, meninjau dan melihat. Kata wawas apabila ditambah akhira an menjadi wawasan yang brearti pandangan, tinjauan, penglihatan tanggap indrawi. 2. Hakekat Wawasan Nusantara Adalah keutuhan nusantara atau nasional, dalam pengertian cara pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara dan demi kepentingan nasional. Berarti setiap warga bangsa dan aparatur negara harus berfikir, bersikap dan bertindak secara utuh menyeluruh dalam lingkoup dan demi kepentingan bangsa termasuk produkproduk yang dihasilkan oleh lembaga negara.

Kewiraan

25

KETAHAN NASIONAL
3. Ajaran Dasar Wawasan Nusantara Bangsa indonesia dalam membina dan membangun kehidupan nasionalnya yang meliputi kehidupan politik, ekonomi, sosial, budaya, dan Hankam, selalu mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah. 4. Landasan Wawasan Nusantara a. Landasan idiil : Pancasila Pada hakikatnya pancasila mencerminkan nilai-nilai kesimbangan, keserasian, keselarasan, persatuan dan kesatuan, kekeluargaan, kebersamaan, dan kearifan dalam membina kehidupan nasional. b. Landasan Konstitusional : UUD 1945 UUD 1945 merupakan konstitusi dasar yang dijadikan pedoman pokok dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. 5. Unsur Dasar Wawasan Nusantara 1. Wadah countour : wadah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara meliputi seluruh wilayah Indonesia yang memiliki sifat serba nusantara dengan kekayaan alam dan penduduk serta aneka ragam budaya. 2. Isi (Content) : yaitu aspirasi bangsa yang berkembang di masyarakat dan cita-cita seta tuuan nasional yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945. 3. Tata laku (Conduct) : yaitu hasil interaksi antara wadah dan isi wawasan yang terdiri dari tata laku bathiniah dan tata laku lahiriah. 6. Asas wawasan nusantara Asas wawasan nusantara merupakan kaidah ketentuan yang harus dipatuhi, ditaati, dipelihara, dan diciptakan untuk tetap taat dan setianya seluruh komponen bangsa indonesia yaitu semua golongan masyarakat atau suku bangsa terhadap kesepakatan bersama. Beberapa Asas wawasan nusantara yang haru dipegang teguh dan dipatuhi yaitu : a. Azas kepentingan yang sama b. Azas Keadilan c. Azas Kejujuran d. Azas Solidaritas e. Azas kerjasama
Kewiraan 26

KETAHAN NASIONAL
f. Azas Kesetiaan terhadap kesepakatan bersama 7. Arah pandang wawasan nusantara Dengan memperhatikan latar belakang pemikiran aspek budaya, dan aspek kesepakatan

Kewiraan

27

KETAHAN NASIONAL

Kewiraan

28

Anda mungkin juga menyukai