Anda di halaman 1dari 22

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Anatomi Telinga Telinga luar terdiri dari daun telinga (auricula) dan liang telinga (meatus acusticus externus) sampai membran timpani. Daun telinga terdiri dari tulang rawan elastin dan kulit. Pada sepertiga bagian luar kulit liang telinga terdapat banyak kelenjar serumen dan rambut sedangkan kelenjar keringat terdapat pada seluruh kulit liang telinga.1

2.1.1 Anatomi Telinga Luar

Gambar 2.1. nat!mi telinga Dikutip dari" #nell$ %ichard.#. 2&&'. Anatomi Klinik untuk Mahasiswa Kedokteran edisi 6. Terjemahan (leh" )iliana #ugihart!. *G+" ,akarta

2.1.2

Anatomi Telinga Tengah Telinga tengah adalah ruang berisi udara di dalam pars petr!sa !ssis

temp!ralis yang dilapisi !leh membran muk!sa. %uang ini berisi tulang-tulang pendengaran yang ber.ungsi meneruskan getaran membran timpani ke perilympha telinga dalam. Telinga tengah terdiri dari "

'

a. 0embran timpani b. 1a2um timpani c. Pr!sesus mast!ideus d. Tuba auditi2a

Gambar 2.1. nat!mi telinga Dikutip dari" www.intanrisna.bl!gsp!t.c!m

a.

0embran Timpani 0embran timpani atau gendang telinga adalah membran .ibr!sa tipis yang

berwarna kelabu mutiara dan dibentuk dari dinding lateral ka2um timpani serta memisahkan liang telinga luar dari ka2um timpani. )etak membran timpani miring terhadap liang telinga. 0embran timpani menyerupai kerucut yang bagian puncak dari kerucut men!nj!l ke arah ka2um timpani$ puncak ini dinamakan umb! yang memantulkan cahaya. #ecara anat!mis membran timpani dibagi dalam 2 bagian yaitu" 1. Pars tensa 0erupakan bagian terbesar dari membran timpani dengan permukaan tegang dan bergetar$ sekelilingnya menebal dan melekat pada anulus .ibr!sus pada sulkus timpanikus bagian tulang dari tulang temp!ral. 2. Pars .laksida atau membran Shrapnell$ letaknya di bagian atas muka dan lebih tipis dari pars tensa dan pars .lasida dibatasi !leh 2 lipatan yaitu plika male!laris anteri!r (lipatan muka) dan plika male!laris p!steri!r (lipatan belakang).

Gambar 2.2. 4agian-bagian membran timpani Dikutip dari " www.nursecerdas.c!m

dapun letak per.!rasi membran timpani antara lain"1 a. Per.!rasi sentral Per!rasi terdapat di pars tensa$ sedangkan di seluruh tepi per.!rasi masih ada sisa membran timpani.

Gambar 2.5. Per.!rasi membran timpani tipe sentral Dikutip dari" www.d!wnl!ad..!rum.kunsyiah.c!m

b. Per.!rasi marginal sebagian tepi per.!rasi langsung berhubungan dengan anulus atau sulkus timpanikum. c. Per.!rasi atik ialah per.!rasi yang terletak di pars .laksida.

Per.!rasi 0arginal

Per.!rasi tik

Gambar 2.'. Per.!rasi membrane timpani tipe marginal dan atik Dikutip dari" www.d!wnl!ad..!rum.kunsyiah.c!m

0embran timpani terletak dalam saluran yang dibentuk !leh tulang dinamakan sulkus timpanikus. kan tetapi bagian atas muka tidak terdapat sulkus ini dan bagian ini disebut insisura timpanika (%i2ini). Permukaan luar dari membrana timpani dipersara.i !leh cabang n. aurikul! temp!ralis dari ner2us mandibula dan ner2us 2agus. Permukaan dalam dipersara.i !leh n. timpani cabang dari ner2us gl!s!.aringeal. liran darah membrana timpani berasal dari permukaan luar dan dalam. Pembuluh-pembuluh epidermal berasal dari aurikula yang dalam cabang dari arteri maksilaris interna. Permukaan muk!sa telinga tengah diperdarahi !leh timpani anteri!r cabang dari arteri maksilaris interna dan !leh styl!mast!id cabang dari arteri aurikula p!steri!r. b. 1a2um Timpani 1a2um timpani terletak di dalam pars petr!sa dari tulang temp!ral$ bentuknya bik!nka.. 1a2um timpani terdiri dari" 1. Tulang-tulang pendengaran (maleus$ inkus$ stapes). 2. Dua !t!t yaitu tens!r timpani (muskulus tens!r timpani) dan !t!t stapedius (muskulus stapedius). 7. #ara. k!rda timpani$ merupakan cabang dari ner2us .asialis masuk ke ka2um timpani dari kanalikulus p!steri!r yang menghubungkan dinding lateral dan p!steri!r. 8. #ara. pleksus timpanikus adalah berasal dari n. timpani cabang dari ner2us gl!s!.aringeus dan ner2us kar!tik!timpani yang berasal dari pleksus simpatetik disekitar arteri kar!tis interna.

1&

1a2um timpani dibagi menjadi tiga bagian yaitu epitimpanum yang berada di bagian atas membran timpani. 0erupakan bagian superi!r ka2um timpani$ disebut juga atik karena terletak di atas membran timpani dan sebagian besar atik diisi !leh maleus inkus. 0es!timpanum yang terletak ke arah medial dari membran timpani$ di dinding anteri!r mes!timpani terdapat !ri.isium timpani tuba auditi2a bagian superi!r dan membentuk bagian tulang dinding saluran kar!tis asenden pada bagian in.eri!r. Dinding ini biasanya mengalami pneumatisasi yang baik. 9ip!timpanum atau resesus hip!timpanikus$ terletak di bawah membran timpani$ berhubungan dengan bulbus jugulare. 1a2um timpani mempunyai enam dinding yaitu" bagian atap$ lantai$ dinding anteri!r$ dinding p!steri!r$ dinding lateral$ dan dinding medial. 4agian atap memisahkan ka2um timpani dengan meningens dan l!bus temp!ralis !tak di dalam .!ssa cranii media. 4agian lantai yang memisahkan ka2um timpani dari bulbus superi!r 2ena jugularis interna. Dinding anteri!r yang memisahkan ka2um timpani dari arteri kar!tis interna. Dinding p!steri!r terdapat sebuah lubang besar yang tidak beraturan yaitu aditus ad antrum. Dinding lateral sebagian besar dibentuk !leh membran timpani. Dinding medial yang memisahkan ka2um timpani dari telinga dalam$ ini juga merupakan dinding lateral dari telinga dalam. Dinding ini pada mes!timpanum men!nj!l kearah ka2um timpani karena di dalamnya terdapat k!klea$ yang disebut pr!m!nt!rium yang di dalamnya terdapat beberapa saluran-saluran yang berisi sara.-sara. yang membentuk pleksus timpanikus. c. Pr!cessus 0ast!ideus %!ngga mast!id dengan bentuk seperti bersisi tiga memiliki puncak mengarah ke kaudal. tap mast!id adalah .!ssa cranii media. Dinding medial adalah dinding lateral .!ssa cranii p!steri!r. Pada dinding anteri!r mast!id terdapat aditus ad antrum yang merupakan suatu pintu besar ireguler berasal dari epitimpanum p!steri!r menuju r!ngga antrum yang berisi udara. Pr!sesus mast!id sangat penting untuk sistem pneumatisasi telinga. Pneumatisasi dide.inisikan sebagai suatu pr!ses pembentukan atau perkembangan r!ngga-r!ngga udara di dalam tulang temp!ral$ dan sel-sel udara yang terdapat di

11

dalam mast!id adalah sebagian dari sistem pneumatisasi yang meliputi banyak bagian dari tulang temp!ral. #el-sel pr!sesus mast!id yang mengandung udara berhubungan dengan udara di dalam telinga tengah. 4ila pr!sesus mast!id tetap berisi tulang-tulang k!mpakta dikatakan sebagai pneumatisasi jelek dan sel-sel yang berpneumatisasi terbatas pada daerah sekitar antrum. Pr!sesus mast!id berkembang setelah lahir sebagai tuber!sitas kecil yang berpneumatisasi secara sinkr!n dengan pertumbuhan antrum mast!id. Pada tahun pertama kehidupan pr!sesus ini terdiri dari tulang-tulang seperti sp!n. )uasnya pneumatisasi tergantung .akt!r herediter k!nstitusi!nal dan .akt!r peradangan pada waktu umur muda. 4ila ada si.at bi!l!gis muk!sa yang tidak baik dan ada radang pada telinga yang tidak sembuh maka daya pneumatisasi hilang atau kurang. d. Tuba auditi2a Terbentang dari dinding anteri!r ka2um timpani ke bawah$ depan dan medial sampai ke nas!.aring. #epertiga bagian p!steri!rnya adalah tulang dan dua pertiga anteri!r adalah kartilag!. Tuba berhubungan dengan nas!.aring melalui pinggir atas m.c!nstrict!r pharynges superi!r. Tuba ber.ungsi menyeimbangkan tekanan udara di dalam ka2um timpani dengan nas!.aring.12$17 2.1.3 Otitis Me ia

(titis 0edia adalah peradangan sebagian atau seluruh muk!sa telinga tengah$ tuba auditi2a$ antrum mast!id$ dan sel-sel mast!id. 1 (titis media dapat dibagi menjadi beberapa tipe yaitu"18 1. (titis media supurati. a. b. (titis media supurati. akut atau !titis media akut ((0 ) (titis media supurati. kr!nik ((0#1) dan diantaranya mempunyai bentuk akut dan kr!nis

2. (titis media n!n supurati. atau !titis media ser!sa a. (titis media ser!sa akut (bar!trauma:aer!titis) b. (titis media ser!sa kr!nik 7. (titis media spesi.ik$ seperti !titis media si.ilitika dan !titis media tuberkul!sa

12

8. (titis media adhesi2e 2.1.! Otitis Me ia Su"urati# A$ut atau OMA (titis 0edia kut ((0 ) adalah peradangan akut sebagian atau seluruh dapat terjadi karena .akt!r pertahanan tubuh peri!steum telinga tengah.18 (0

yang menjaga kesterilan telinga tengah terganggu. ;akt!r penyebab utama dari !titis media adalah sumbatan pada tuba auditi2a sehingga .ungsi tuba terganggu yang mengakibatkan mudahnya in2asi kuman ke dalam telinga tengah dan terjadi peradangan.18 da pun pencetus terjadinya (0 ialah in.eksi saluran napas atas. <n.lamasi menyebabkan sumbatan relati. pada tuba auditi2a sehingga muk!sa telinga tengah tidak dapat menyerap udara di dalam telinga tengah dan udara tersebut tidak berganti sehingga tekanan negati. meningkat dan menyebabkan e.usi. *.usi ini dapat menjadi media untuk pertumbuhan mikr!ba.' da 5 stadium perubahan muk!sa telinga tengah yang diakibatkan !leh in.eksi$ keadaan ini didapat berdasarkan pengamatan pada membran timpani melalui liang telinga luar yaitu"1 1. #tadium !klusi tuba Tanda adanya !klusi tuba auditi2a ialah adanya retraksi membran timpani akibat terjadinya tekanan negati. di dalam telinga tengah. 0embran timpani terkadang terlihat n!rmal atau berwarna keruh pucat. *.usi tidak dapat dideteksi. #tadium sulit dibedakan dengan !titis media ser!sa !leh 2irus atau alergi. 2. #tadium hiperemis (presupurasi) Pada stadium ini$ tampak pembuluh darah yang melebar di membran timpani atau seluruh membran timpani tampak hiperemis dan edema. #ekret yang telah terbentuk mungkin masih bersi.at eksudat ser!sa sehingga sulit terlihat. 7. #tadium supurasi 0embran timpani men!nj!l ke arah liang telinga luar akibat edema yang hebat pada muk!sa telinga tengah dan hancurnya sel epitel super.isial dan terbentuknya eksudat purulen di ka2um timpani. 4ila tekanan di ka2um timpani tidak berkurang$ maka akan terjadi iskemia karena tekanan pada

17

kapiler-kapiler serta timbul trimb!.lebitis 2ena-2ena kecil serta nekr!sis muk!sa dan submuk!sa. Daerah nekr!sis pada membran timpani terlihat sebagai daerah lembek dan berwarna kekuningan serta akan terjadi ruptur. 4ila tidak dilakukan miring!t!mi pada stadium ini$ kemungkinan besar membran timpani akan ruptur disertai keluarnya pus dari telinga tengah. 8. #tadium per.!rasi 4ila pemberian antibi!tik terlambat atau 2irulensi bakteri yang tinggi$ maka dapat menyebabkan ruptur disertai keluarnya pus dari telinga tengah ke liang telinga luar. 5. #tadium res!lusi pabila membran timpani tetap utuh$ maka perlahan-lahan akan n!rmal kembali. 4ila sudah terjadi per.!rasi$ maka sekret akan berkurang dan akhirnya kering. (0 berubah menjadi (0#1 bila per.!rasi menetap dengan sekret yang keluar terus menerus atau hilang timbul. 2.1.% Otitis Me ia Su"urati# Kroni$&OMSK' (0#1 adalah pr!ses radang kr!nis telinga tengah yang ditandai dengan adanya per.!rasi pada membran timpani dan riwayat keluarnya sekret dari telinga (!t!rea) lebih dari 2 bulan.7 (titis 0edia #upurati. 1r!nis ((0#1) yang terjadi akibat kelanjutan dari !titis media akut ((0 ). 4erdasarkan tingkat keganasannya$ (0#1 dibedakan menjadi dua tipe yaitu tipe aman dan tipe bahaya. Pada (0#1 tipe aman$ pr!ses peradangan yang terjadi hanya sebatas muk!sa saja dan biasanya tidak mengenai tulang. Per.!rasi membran timpani terletak di sentral. 4iasanya (0#1 tipe aman jarang menimbulkan k!mplikasi yang berbahaya.1 #alah satu aspek yang membedakan (0#1 tipe aman dan tipe bahaya yaitu keberadaan k!lesteat!ma. 2.1.( OMSK Ti"e Baha)a (0#1 tipe bahaya ialah (0#1 yang disertai dengan k!lesteat!ma. 1 Pada (0#1 tipe bahaya terjadi in.lamasi !ste!klastik dari lapisan muk!sa telinga

18

tengah yang sering disertai in.eksi menetap. 4iasanya in.eksi yang disebabkan !leh bakteri gram negati. yang akan menimbulkan mani.estasi berupa sekret telinga yang berbau15. Per.!rasi membran timpani pada (0#1 tipe bahaya letaknya marginal atau di atik. #elain itu$ sebagian besar k!mplikasi yang berbahaya timbul pada (0#1 tipe bahaya.

Gambar 2./ 1!lesteat!ma 1iri" 1!lesteat!ma (panah merah) di bagian atas (pars .laccida atau =attic>) dari membran timpani kiri. *r!si dari bagian sekitar tulang (panah biru). 1anan" membran timpani n!rmal (telinga kiri) ?ntuk perbandingan. Dikutip dari" www.bmj.c!m

1!lesteat!ma adalah massa seperti suatu kantung tertutup yang dilapisi !leh epitel skuam!sa yang terdiri dari deskuamasi epitel (keratin) dengan lesi yang meluas pada tulang temp!ral.7 1!lesteat!ma dapat dikatakan sebagai epitel kulit yang berada pada tempat yang salah sehingga bila terdapat serumen padat di liang telinga dalam waktu yang lama maka epitel yang berada di medial dari serumen tersebut seakan terperangkap sehingga membentuk k!lesteat!ma.1 1!lesteat!ma paling sering mengenai telinga tengah dan mast!id dan bisa juga berkembang dimana saja dalam atau pun di luar bagian pneumatisasi dari tulang temp!ral yang akan menyebabkan in.eksi tersebar sehingga dapat menimbulkan k!mplikasi ekstrakranial dan intrakranial. 5$1' kumulasi keratin menyebabkan in.eksi$ !t!re$ destruksi tulang$ gangguan pendengaran$ paralisis ner2us @<<$ labirin .istula$ k!mplikasi intrakranial$ abses epidural$ subdural dan parenkim !tak$ dan thr!mb!.lebitis sinus 2ena dural.1' 1!lesteat!ma dapat dibagi atas dua jenis yaitu"15 1. 1!lesteat!ma k!ngenital$ terbentuk pada masa embri!nik dan ditemukan pada telinga dengan membran timpani utuh tanpa ada tanda-tanda in.eksi. )!kasi

15

k!lesteat!ma biasanya di ka2um timpani$ daerah petr!sus mast!id dan cerebellopontin angle. 1!lesteat!ma k!ngenital jarang ditemukan dan tidak menimbulkan kerusakan lebih lanjut. 2. 1!lestestet!ma akuisita$ timbul akibat adanya hubungan antara in.lamasi dan masalah 2entilasi dari telinga tengah. 1!lesteat!ma akuisita dapat dibagi menjadi dua antara lain" a. 1!lesteat!ma akuisita primer$ lebih dikenal sebagai =k!lesteat!ma pars .laksida> yang berkembang dari sebuah kantung epitel skuam!sa di bagian pars .laksida dan diawali dengan perluasan di daerah epitimpanum yang mengakibatkan kerusakan pada bagian lateral dinding atik. 4iasanya k!lesteat!ma ini terjadi tanpa didahului per.!rasi membran timpani$ dan timbul akibat pr!ses in2aginasi membran timpani pars .laksida karena adanya tekanan negati. di telinga tengah akibat gangguan tuba.1 b. 1!lesteat!ma akuisita sekunder$ dikenal dengan sebutan =k!lesteat!ma pars tensa>. 1!lesteat!ma ini terbentuk dari per.!rasi pars tensa dengan destruksi cincin .ibr!kartilag! (per.!rasi marginal) atau dari retraksi kantung pada pars tensa$ biasanya berl!kasi di kuadran p!ster!superi!r. 1!lesteat!ma ini pada awalnya berkembang di mes!timpanum tetapi sering meluas ke epitimpanum. 1!lesteat!ma ini terbentuk sebagai akibat dari masuknya epitel kulit dari liang telinga atau dari pinggir per.!rasi membran timpani ke telinga tengah.1 1!lesteat!ma akuisita biasa timbul sebagai (0#1 dan penyebab utama terjadinya k!lesteat!ma akuisita kemungkinan adanya gangguan 2entilasi telinga tengah. Dis.ungsi tuba auditi2a menyebabkan tekanan negati. di telinga tengah yang menetap atau tuba audit!ri tidak menutup sempurna. %etraksi kantung yang dilapisi epitel skuam!sa yang berpindah di membran timpani dan kanal aurikular eksterna.15 da beberapa te!ri mengenai pat!genesis dari k!lesteat!ma antara lain" a. Te!ri <n2aginasi

1'

Tekanan negati. di dalam ka2um timpani menyebabkan tertariknya epitel dari lapisan luar membran timpani ke dalam ka2um timpani.15 b. Te!ri 0igrasi #el epitel masuk ke dalam ka2um timpani melalui per.!rasi menetap dari membran timpani sehingga epitel skuam!sa mulai bermigrasi sepanjang pinggiran per.!rasi dan dapat berlanjut ke telinga tengah.1 c. Te!ri 0etaplasi Ditimbulkan !leh in.eksi kr!nik pada membran mukus bersilia dari telinga tengah. 0etaplasia sel skuam!sa terjadi sama dengan terbentuknya migrasi marginal epitel skuam!sa dari meatus.1/ d. Te!ri <mplantasi *pitel skuam!sa tertanam dalam telinga tengah sebagai akibat dari pembedahan$ benda asing atau trauma ledakan.1/ 1!lesteat!ma merupakan media yang baik untuk tempat pertumbuhan kuman. <n.eksi menyebabkan resp!n imun l!kal muncul dan mempr!duksi sit!kin-sit!kin yang dapat menstimulasi sel-sel keratin!sit k!lesteat!ma menjadi hiperpr!li.erati.$ destruksi dan mampu berangi!genesis.1 #elain itu$ gambaran pat!l!gik khas k!lesteat!ma yaitu er!si tulang yang disebabkan sit!kin-sit!kin yang terdapat pada k!lesteat!ma.8 0assa k!lesteat!ma akan mendesak dan menekan !rgan di sekitarnya serta menimbulkan nekr!sis terhadap tulang yang diperhebat !leh reaksi asam karena pembusukan bakteri.1 2.1.* +tiologi OMSK Ti"e Baha)a Pada (0#1 dapat disebabkan !leh in.eksi bakteri aer!bik seperti Pseudomonas aeruginosa, Escherichia coli, Stafilococcus aureus, Streptococcus pyogenes, Proteus mirabilis, Klebsiella. Pseudomonas aeruginosa paling banyak ditemukan dan secara pr!gresi. merusak struktur telinga tengah dan mast!id melalui t!ksin dan enAimnya. 4akteri anaer!bik lain seperti acteroides, Peptostreptococcus, Proprionibacterium jarang ditemukan di kulit kanal audit!rius eksterna dan dapat bereplikasi bila ada trauma$ in.lamasi$ laserasi$ dan

1/

kelembaban yang tinggi. 4akteri ini dapat masuk ke telinga tengah melalui per.!rasi kr!nis membran timpani.13 Pada penelitian mengenai gambaran jenis kuman dan kepekaan antibi!tik terhadap !titis media supurati. kr!nik tipe aman dan maligna didapatkan hasil bahwa kuman aer!bik yang terbanyak ditemukan adalah aeruginosa$ diikuti dengan Stafilokokus aureus Proteus species pada (0#1 maligna.16 (0#1 tipe bahaya merupakan salah satu jenis pembagian (0#1 sehingga .akt!r-.akt!r penyebab (0#1 juga berperan pada (0#1 tipe bahaya. penyebab-penyebab (0#1 antara lain"17 1. )ingkungan 9ubungan penderita (0#1 dan .akt!r s!sial-ek!n!mi belum jelas$ tetapi mempunyai hubungan erat antara penderita dengan (0#1 dan s!sialek!n!mi$ dimana kel!mp!k s!sial-ek!n!mi rendah memiliki insiden yang lebih tinggi. #!sial-ek!n!mi rendah berpengaruh pada tingkat pendidikan$ pengetahuan dan perilaku tentang kesehatan$ pemenuhan kebutuhan giAi serta akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. 2. 9erediter ;akt!r herediter masih diperdebatkan sampai saat ini. ?mumnya luas pneumatisasi tergantung .akt!r herediter k!nstitusi!nal$ sistem sel-sel udara mast!id lebih kecil pada penderita !titis media. 7. %iwayat !titis media sebelumnya. #ecara umum dikatakan !titis media kr!nis merupakan kelanjutan dari !titis media akut dan atau !titis media dengan e.usi. 8. <n.eksi 4akteri yang diis!lasi dari muk!pus atau muk!sa telinga tengah hampir tidak ber2ariasi pada !titis media kr!nik yang akti.. (rganisme yang terutama dijumpai adalah bakteri gram negati. dan beberapa !rganisme lainnya. 5. <n.eksi saluran na.as atas 4anyak penderita mengeluh sekret telinga sesudah terjadi in.eksi saluran na.as atas. <n.eksi 2irus dapat mempengaruhi muk!sa telinga tengah menyebabkan dapun Pseudomonas pada (0#1 benigna dan

13

menurunnya daya tahan tubuh terhadap !rganisme yang secara n!rmal berada dalam telinga tengah$ sehingga memudahkan pertumbuhan bakteri. '. ut!imun Penderita dengan penyakit aut!imun akan memiliki insiden lebih besar terhadap !titis media kr!nis. /. lergi lergi mempunyai insiden !titis media kr!nis yang lebih tinggi dibanding yang bukan alergi. 3. Gangguan .ungsi tuba eustachius. Pada !titis kr!nis akti.$ dimana tuba eustachius sering tersumbat !leh edema. 2.1* Pato#isiologi OMSK Ti"e Baha)a #eperti bahasan sebelumnya mengenai penyebab utama k!lesteat!ma akuisita yaitu akibat gangguan 2entilasi telinga tengah. Gangguan 2entilasi dapat berupa tuba paten abn!rmal$ mi!kl!nus palatum$ !bstruksi tuba$ dan palat!skisis. Gangguan pada tuba auditi2a tersebut mengakibatkan gangguan .ungsi tuba yang akan mempengaruhi 2entilasi telinga tengah sehingga terjadi tekanan negati. di telinga tengah. 9al ini bila berlangsung cukup lama dapat mengakibatkan perubahan membran timpani (per.!rasi kr!nik membran timpani$ atr!pi membran timpani$ dan retraksi membran timpani)$ terhambatnya pneumatisasi sel-sel mast!id$ dan perubahan kr!nik pada muk!sa telinga tengah. Pada akhirnya terjadilah pembentukan k!lesteat!ma akuisita yang akan membuat kerusakan pada tulang-tulang pendengaran.15

16

Gambar 2.8. Pat!.isi!l!gi (0#1 Dikutip dari " Pr!bst$ %$ Gre2ers$ G$ <r!$ 9. 2&&8. asic !torhinolaryngology. Ge!rg Thieme @erlag #tuggart" Bew C!rk$ ?nited #tates

(titis 0edia #upurati. 1r!nis ((0#1) yang terjadi akibat kelanjutan dari !titis media akut ((0 ) dengan per.!rasi membran timpani yang telah berlangsung lebih dari 2 bulan.1 da .akt!r-.akt!r yang menyebabkan penyakit in.eksi telinga tengah supurati. menjadi kr!nis antara lain"17 1. Gangguan .ungsi tuba eustachius yang kr!nis atau berulang. a. <n.eksi hidung dan tengg!r!k yang kr!nis atau berulang. b. (bstruksi anat!mik tuba auditi2a parsial atau t!tal. 2. Per.!rasi membran timpani yang menetap. 7. Terjadinya metaplasia skum!sa atau perubahan pat!l!gik menetap lainya pada telinga tengah. 8. (bstruksi menetap terhadap aerasi telinga atau r!ngga mast!id. 9al ini dapat disebabkan !leh jaringan parut$ penebalan muk!sa$ p!lip$ jaringan granulasi atau timpan!skler!sis.

2&

5. Terdapat daerah-daerah dengan sekuester atau !ste!mielitis persisten di mast!id. '. ;akt!r-.akt!r k!nstitusi dasar seperti alergi atau perubahan mekanisme pertahanan tubuh. 2.1., -e.ala an Tan a Klinis OMSK Ti"e Baha)a Gejala (0#1 tipe bahaya yang dirasakan pasien yaitu" 1$7$2&$21 1. 1eluarnya sekret (!t!re) Pasien biasa mengeluhkan keluarnya cairan dari telinga. #ekret telinga biasanya bersi.at purulen atau muk!id. #ekret yang bau$ berwarna kuning keabuan k!t!r memberikan kesan adanya k!lesteat!ma. 2. Gangguan pendengaran Gangguan pendengaran yang terjadi dapat berupa tuli k!ndukti.$ sens!ri neural dan dapat juga bersi.at campuran. 7. Byeri telinga (!talgia) Byeri jarang dikeluhkan penderita. 4ila terdapat nyeri kemungkinan ada ancaman k!mplikasi akibat hambatan pengaliran sekret$ terpaparnya duramater atau dinding sinus lateralis atau ancamanan pembentukan abses !tak. 8. @ertig! danya 2ertig! memberi kesan adanya .istula akibat er!si pada labirin tulang. ;istula merupakan temuan serius sebab in.eksi mulai berlanjut dari telinga tengah ke telinga dalam. Pada pemeriksaan .isik pasien (0#1 tipe bahaya ditemukan antara lain"1$2& 1. (t!re #ekret purulen dan berbau busuk berwarna kuning abu-abu k!t!r yang menunjukkan k!lesteat!ma dan pr!duk degenerasinya berupa keping-keping kecil berwarna putih mengkilap. 4erdasarkan akti2itas sekret yang keluar dikenal juga adanya peradangan akti. dan inakti. yaitu"1$2& a. Tipe akti. dengan sekret yang keluar dari ka2um timpani secara akti.. danya (0#1 dengan tipe akti. ini menunjukkan in.eksi dengan !t!re

21

yang mengarah ke perubahan pat!l!gi dasar (k!lesteat!ma atau granulasi jaringan). b. Tipe tenang yaitu (0#1 yang keadaan ka2um timpaninya terlihat basah atau kering. Penderita dengan tipe ini sering mengeluh mengalami gangguan pendengaran$ 2ertig!$ tinitus dan rasa penuh di telinga.2& 2. Per.!rasi membran timpani21 #alah satu tanda klinik yang dapat dijadikan ped!man adanya (0#1 tipe bahaya yaitu letak per.!rasi di membrana timpani yang dapat menentukan tipe atau jenis (0#1. Per.!rasi membran timpani pad (0#1 tipe bahaya dapat bersi.at sentral atau marginal. ,ika per.!rasi terjadi di marginal atau atik maka perlu dicurigai adanya k!lesteat!ma. 7. Terdapat k!lesteat!ma di telinga tengah.21 8. P!lip di liang telinga yang berasal dari telinga tengah$ yang terjadi karena jaringan granulasi mengisi per.!rasi membran timpani.21

P!lip epitimpanal ;istula retr!aurikula

Gambar 2./. P!lip epitimpanum dan ;istula retr!aurikular Dikutip dari" D9(. 2&&'. Primary *ar and 9earing +are Training %es!urce.

5. Terdapat in.iltrat$ abses$ atau .istula di daerah retr!aurikular. <n.iltrat adalah penimbunan substansi yang secara n!rmal tidak terdapat pada sel atau jaringan atau dalam jumlah yang melebihi n!rmal dalam sel atau jaringan tersebut.22 bses adalah kumpulan pus setempat dalam suatu r!ngga yang terbentuk akibat kerusakan jaringan.22

22

;istula retr!aurikuler berupa bagian kecil yang terbuka di kulit yang ada di tulang mast!id dibelakang pinna. 4iasanya ditemukan sekret purulen yang keluar dari .istula.13

Pemeriksaan tambahan yang dapat dilakukan antara lain" 1. Pemeriksaan %adi!l!gi Pengambilan .!t! p!l!s radi!l!gi p!sisi Sch"ller. ?mumnya mast!id tampak skler!tik$ berkurangnya aerasi atau pneumatisasi sel-sel mast!id$ adanya er!si tulang pada daerah atik yang memberi kesan adanya k!lesteat!ma. Daerah yang dilingkupi dan memiliki batas tegas menunjukkan k!lesteat!ma di daerah mast!id.7 Pada penelitian yang dilakukan di Departemen T9T unit 1$ %# ,innah: llama <Ebal 0edical +!llege )ah!re dari tahun 2&&/-2&&3 didapatkan pada pemeriksaan radi!l!gi sekitar /3F terdapat gambaran mast!id skler!tik. 27 #. $%&scan 7. Pemeriksaan udi!l!gi 4iasanya terdapat tuli k!nduksi atau campuran. Tuli sens!rineural terjadi bila in.eksi telah menyebar ke telinga dalam. 2.1.1/ Penega$an 0iagnosis Diagn!sis pasti (0#1 tipe bahaya baru dapat ditegakkan di ruang !perasi. Bamun diagn!sis (0#1 tipe bahaya juga dibuat berdasarkan"1 1. namnesis Penyakit telinga kr!nis ini biasanya terjadi perlahan-lahan dan penderita seringkali datang dengan gejala-gejala penyakit yang sudah lengkap. Gejala yang paling sering dijumpai adalah telinga berair dan adanya sekret di liang telinga. Pada (0#1 tipe bahaya$ sekretnya lebih sedikit dan berbau busuk. da kalanya disertai pembentukan jaringan granulasi atau p!lip$ maka sekret yang keluar dapat bercampur darah. da kalanya penderita datang dengan keluhan kurang pendengaran atau telinga keluar darah.

27

2. Pemeriksaan (t!sk!pi Pemeriksaan !t!sk!pi akan menunjukkan adanya dan letak per.!rasi. Dari per.!rasi dapat dinilai k!ndisi muk!sa telinga tengah. 7. Pemeriksaan udi!l!gi *2aluasi audi!metri$ pembuatan audi!gram nada murni untuk menilai hantaran tulang dan udara$ penting untuk menge2aluasi tingkat penurunan pendengaran dan untuk menentukan gap udara dan tulang. untuk memperbaiki pendengaran. 8. Pemeriksaan %adi!l!gi %adi!l!gi k!n2ensi!nal berupa .!t! p!l!s radi!l!gi p!sisi Sch"ller berguna untuk menilai kasus k!lesteat!ma$ sedangkan pemeriksaan +T scan dapat lebih e.ekti. menunjukkan anat!mi tulang temp!ral dan k!lesteat!ma. 2.1.11 Tatala$sana OMSK Ti"e Baha)a Prinsip terapi (0#1 tipe bahaya ialah pembedahan yaitu mast!idekt!mi dengan atau tanpa timpan!plasti.7 Terapi k!nser2ati. medikament!sa hanyalah terapi sementara sebelum dilakukan pembedahan. 1$17 4ila terdapat abses subperi!stal retr!aurikular maka harus dilakukan insisi abses dan penghisapan pus terlebih dahulu sebelum melakukan mast!idekt!mi.1 da beberapa jenis pembedahan atau tehnik !perasi yang dapat dilakukan pada (0#1 tipe bahaya antara lain"1 1. 0ast!idekt!mi radikal$ dilakukan pembersihan r!ngga mast!id dan ka2um timpani dari semua jaringan pat!l!gik. Tujuan tindakan ini adalah untuk membuang semua jaringan pat!l!gik dan mencegah k!mplikasi intrakranial tanpa memperbaiki .ungsi pendengaran. 2. 0ast!idekt!mi radikal dengan m!di.ikasi$ dilakukan pembersihan r!ngga mast!id dan dinding p!steri!r liang telinga direndahkan. Tujuan tindakan ini untuk membuang semua jaringan pat!l!gik dari r!ngga mast!id dan mempertahankan pendengaran yang masih ada. udi!metri tutur berguna untuk menilai Gspeech reception threshold' pada kasus dengan tujuan

28

7. Pendekatan ganda timpan!plasti (combined approach tympanoplasty)$ dilakukan pembersihan k!lesteat!ma dan jaringan granulasi di ka2um timpani. Tujuan tindakan ini ialah menyembuhkan penyakit serta memperbaiki pendengaran tanpa melakukan teknik mast!idekt!mi radikal. Pada (0#1 tipe bahaya yang disertai k!mplikasi intrakranial tatalaksananya dengan pemberian antibi!tik d!sis tinggi secepatnya$ penatalaksanaan !perasi in.eksi primer di mast!id dan bedah syara. bila diperlukan. 4ila pada pemeriksaan terdapat tanda ense.alitis atau abses intrakranial maka pasien perlu dik!nsulkan ke bedah sara. untuk tindakan bedah !tak untuk drenase dengan segera. Pada tr!mb!.lebitis sinus di!bati dengan membuka sinus dan menghisap seluruh jaringan nekr!tik dan tr!mbus kemudian sinus ditamp!n. Pada hidr!se.alus !titik dibutuhkan aspirasi berulang cairan !tak. 0eningitis di!bati dengan pemberian antibi!tik. !tak dilakukan drenase abses. 2.1.12 Kom"li$asi 1!mplikasi !titis media supurati. tipe bahaya terjadi bila sawar pertahanan telinga tengah dilewati$ sehingga in.eksi dapat menyebar ke struktur sekitarnya. 1 1!mplikasi intrakranial yang serius lebih sering terlihat pada eksaserbasi akut dari (0#1 berhubungan dengan k!lesteat!ma. Pada k!lesteat!ma ditemukan adanya interleukin-1 yang secara langsung mengakti.kan !ste!klas dengan mempr!duksi .akt!r pengakti2asi !ste!klas.5 9al ini juga memicu migrasi sel-sel in.lamasi yang akan menstimulasi .ibr!blast untuk menghasilkan pr!staglandin dan k!lagenase yang dapat mendesktruksi tulang.5 Pr!ses nekr!sis tulang ini mempermudah terjadinya k!mplikasi seperti labirinitis$ meningitis dan abses !tak. 1 1!mplikasi (0#1 yang dapat terjadi antara lain"1' a. 1!mplikasi *ktrakranial Gangguan pendengaran (tuli k!ndukti. dan tuli sens!ri)$ bila rangkaian tulang pendengaran terputus ankan menyebabkan tuli k!nduksi berat.1 #elain itu$ setiap kali in.eksi dalam telinga tengah memungkinkan pr!dukbses subdural di!bati dengan melakukan penghisapan pus lalu pengirigasian cairan .isi!l!gik dan antibi!tik. ?ntuk abses

25

pr!duk in.eksi menyebar ke telinga dalam yang dapat menyebabkan tuli sens!ri neural.2& )im.adenitis ser2ikal bses subperi!stal"1'$2& bses p!saurikular$ terbentuk !leh pus yang menyebar melalui celah 2askular di suprameatal segitiga (Macewen*s) dan terlihat pembengkakan antara ujung mast!id dan segitiga Macewen*s. bses Aig!matik$ terbentuk !leh pus yang keluar dari sel Aig!matik dekat sel skuama. danya pembengkakan di atas dan di depan telinga sering diduga sebagai pembengkakan par!tis. ,arang pus menyebar ke bawah atau depan .!ssa mandibular dengan pergeseran mandibula ke depan sisi yang n!rmal sehingga gigi tidak dapat ber!klusi. bses 4eA!ldHs$ terbentuk akibat per.!rasi bagian ujung mast!id yang paling dalam !leh pus yang menuju ke !t!t stern!kleid!mast!id dan menimbulkan pembangkakan di bagian p!steri!r segitiga leher. 1antung di bagian p!steri!r dinding meatal$ !leh adanya abses subperi!stal yang jarang$ terjadi sebagai akibat mast!iditis. bses retr!.aringeal dan para.aringeal$ sebagai akibat !titis media supurati. akut atau mast!iditis. Pus dapat berasal dari sel peritubal atau pembentukan anses di bawah piramid petr!sa. 0ast!iditis akut dan abses mast!id bses retr!aurikular

Petr!sitis. Terjadi akibat penyebaran langsung in.eksi dari telinga tengah ke !s petr!sum.1 )abyrintitis. 1!lesteat!ma menyebabkan dekstruksi labirin 2estibulum yang menyebakankan timbulnya .istula sehingga memungkinkan penyebaran in.eksi ke telinga dalam$ terjadi labirinitis yang akan menyebabkan ketulian t!tal dan meningitis.1$2& )abirinitis juga terjadi karena penyebaran in.eksi ke ruang perilim.a.1

2'

Paralisis ner2us @<<$ adanya jaringan granulasi atau k!lesteat!ma yang menger!si tulang lalu diikuti in.eksi kedalam kanalis .asialis serta melepaskan pr!duk t!ksin dan menekan sara..2&

(ste!myelitis tulang temp!ral bses ekstradural$ merupakan suatu kumpulan pus di antara duramater dan tulang yang menutupi r!ngga mast!id atau telinga tengah. 0eningitis. bses subdural$ timbul akibat perluasan langsung abses ektradural atau perluasan tr!mb!.lebitis melalui saluran-saluran 2ena. bses !tak" bses l!bus temp!ral bses cerebellar

b. 1!mplikasi <ntrakranial

)ateral sinus thr!mb!sis$ terjadi akibat in2asi in.eksi ke sinus sigm!id ketika melewati tulang mast!id.1 (titic hidr!se.alus$ merupakan peningkatan tekanan intrakranial dengan temuan cairan serebr!spinal yang n!rmal.2&

2/

2.2.1

Kerang$a Teori
;akt!r resik! (0#1" - 1emiskinan - Pendidikan rendah - Pengetahuan kesehatan rendah - GiAi yang tidak adekuat - P!la 9idup 4ersih dan #ehat (P94#) yang kurang ;akt!r-.akt!r yang berpengaruh terhadap perubahan (0 jadi (0#1 " - Gangguan .ungsi tuba eustachius kr!nis - Per.!rasi membran timpani menetap. - Perubahan pat!l!gik menetap telinga tengah. - (bstruksi menetap pada aerasi telinga. - (ste!mielitis persisten di mast!id. - ;akt!r k!nstitusi dasar seperti alergi$ perubahan mekanisme pertahanan tubuh

(titis 0edia kut (titis 0edia #upurati. 1r!nik ((0#1)

(0#1 tipe benigna

(0#1 tipe maligna:bahaya

*ti!l!gi Pada (0#1 tipe bahaya paling banyak disebabkan Proteus sp

Gejala 1linis - #ekret purulen I berbau - Terdapat k!lesteat!ma di telinga tengah - P!lip di liang telinga - Terdapat in.iltrat$ abses$ atau .istula di retr!aurikular - 4ayangan k!lesteat!ma pada .!t! r!ntgen mast!id. Tatalaksana Pembedahan

1!mplikasi - Per.!rasi persisten - Gangguan pendengaran - bses subperi!stal - *r!si tulang pendengaran - Petr!sitis - Paralisis ner2us .asial - ;istel labirin - )abirinitis supurati. - Tuli sara. (sens!rineural) - 0eningitis - bses !tak - bses subdural

Tatalaksana 0edikament!sa

- 0ast!idekt!mi radikal - 0ast!idekt!mi radikal dengan m!di.ikasi - Pendekatan ganda timpan!plasti