Anda di halaman 1dari 13

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Pokok bahasan Sub pokok bahasan

: Kesehatan Ibu Hamil : Ante Natal Care, Tanda Bahaya Kehamilan, Gizi untuk Ibu Hamil, Imunisasi Pada Ibu Hamil

Sasaran Waktu Tempat Penyuluh

: Ibu hamil di lingkungan RW. 003 : 45 menit : Rumah Tempat Yasinan Ibu X : Ners A PSIK UNLAM

A. Tujuan Instruksional Umum : Setelah dilakukan tindakan penyuluhan/ pendidikan kesehatan diharapkan

sasaran dapat memahami tentang kesehatan ibu hamil.

B. Tujuan Instruksional Khusus : Setelah mengikuti pendidikan kesehatan selama 30 menit, diharapkan sasaran dapat mengetahui tentang : 1. Pengertian Ante Natal Care 2. Manfaat Ante Natal Care 3. Jadwal Kunjungan Ante Natal Care 4. Pengertian tanda bahaya kehamilan 5. Macam-macam tanda bahaya kehamilan 6. Pengertian Gizi untuk Ibu Hamil 7. Manfaat makanan bergizi untuk ibu hamil dan menyusui 8. Makanan ibu hamil dan ibu menyusui 9. Definisi Imunisasi TT 10. Manfaat imunisasi TT ibu hamil 11. Jumlah dan dosis pemberian imunisasi TT untuk ibu hamil

C. Strategi Pelaksanaan : Metode Media D. Sasaran Peserta Jumlah : Warga RW 003 : 20 orang : Ceramah dan diskusi : LCD dan Leaflet

E. Proses Pelaksanaan Waktu 5 Men it Tahap Kegiatan Kegiatan Penyuluh Sasaran Alat yang dipakai -

Pembukaan 1. Memberi salam pembukaan 2. Memperkenalkan diri 3.Menjelaskan tujuan penyuluhan 4. Menyampaikan Kontrak waktu Kegiatan Inti

20 Menit

1. Menjawab salam penyaji 2. Mendengarkan dan memparhatikan 3. Mendengarkan dan memperhatikan 4. Menyetujui kontrak waktu 1. Menggali pengetahuan 1. Menyebutkan hal-hal ibu tentang kesehatan ibu yang berhubungan hamil dengan kesehatan ibu 2. Menjelaskan pengertian hamil ante natal care 2. Memperhatikan dan 3. Menjelaskan manfaat ante mendengarkan natal care 3. Memperhatikan dan 4. Menjelaskan jadwal mendengarkan kunjungan ante natal care 4. Memperhatikan dan 5. Menjelaskan pengertian mendengarkan tanda bahaya kehamilan 5. Memperhatikan dan 6. Menjelaskan macammendengarkan macam tanda bahaya 6. Memperhatikan dan kehamilan mendengarkan 7. Menjelaskan pengertian 7. Memperhatikan dan gizi untuk ibu hamil mendengarkan 8. Menjelaskan manfaat 8. Memperhatikan dan makanan bergizi untuk mendengarkan ibu hamil dan menyusui 9. Memperhatikan dan

Leaflet LCD

5 Menit

9. Menjelaskan makanan ibu hamil dan ibu menyusui 10. Menjelaskan definisi imunisasi tt 11. Menjelaskan manfaat imunisasi TT ibu hamil 12. Menjelaskan jumlah dan dosis pemberian imunisasi TT untuk ibu hamil 13. Memberikan waktu kepada ibu untuk bertanya. Evaluasi / 1. Memberikan beberapa Penutup pertanyaan untuk mengevaluasi sejauh mana pemahaman pasien tentang kesehatan ibu hamil 2. Menyimpulkan secara bersama-sama materi yang disampaikan 3. Mengakhiri penyuluhan 4. Memberi salam penutup

mendengarkan 10. Memperhatikan dan mendengarkan 11. Memperhatikan dan mendengarkan 12. Memperhatikan dan mendengarkan 13. Pasien dan keluarga bertanya

1. Menjawab pertanyaan 2. Menyimpulkan 3. Mendengarkan dan memperhatikan 4. Membalas salam penutup

F. Setting Tempat Di rumah ibu X yang menjadi tempat yasinan ibu-ibu di RT.Y. Ibu-ibu yang mengikuti pendidikan kesehatan duduk melingkar dan pemateri berdiri di depan.

G. Evaluasi 1. Evalusi Struktur a. Penentuan waktu b. Penentuan tempat c. Pemberitahuan kepada sasaran.

2. Evaluasi Proses a. Input : Peserta tidak ada yang meninggalkan tempat selama kegiatan berlangsung.

b. Proses : 1) Kegiatan penyuluhan berjalan dengan lancar. 2) Peserta antusias mendengarkan materi penyuluhan. 3) Peserta berperan aktif selama kegiatan berlangsung 4) Penyuluh memberi materi secara sistematis dan menarik. c. Output : 1) 75% peserta mengikuti kegiatan sampai selesai. 2) Peserta dapat menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan penyuluh 3) Penyuluh dapat menjawab pertanyaan peserta 3. Evaluasi Hasil Ibu-ibu dapat menjawab dengan benar 75% dari pertanyaan penyuluh.

Kriteria Evaluasi : 1. Mampu menyebutkan jadwal kunjungan ante-natal care 2. Mampu menyebutkan macam-macam tanda bahaya kehamilan 3. Mampu menyebutkan makanan ibu hamil dan ibu menyusui 4. Mampu menyebutkan jumlah dan dosis pemberian imunisasi TT untuk ibu hamil

DAFTAR PUSTAKA Manuaba. Pengantar kuliah obstetric. Jakarta: EGC. 2007 Prawirohardjo,Sarwono. Ilmu kebidanan edisi 4. Jakarta: EGC. 2008

Lampiran: Materi Penyuluhan

KESEHATAN IBU HAMIL

A. Perawatan Selama Kehamilan (Ante Natal Care) 1. Pengertian Ante Natal Care Pemeriksaan Antenatal adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk memeriksa keadaan ibu dan kehamilannya secara berkala dan mengoreksi atau mengobati keadaan atau penyakit yang ada. 2. Manfaat Ante Natal Care Manfaat pemeriksaan Antenatal adalah agar ibu hamil dapat melalui masa kehamilannya dengan baik dan selamat sehingga janin didalam kandungannya juga sehat sehingga saat persalinan dan masa nifas juga tidak ada kelainan. Pemeriksaan antenatal juga dapat menggali secara dini adanya

ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama kehamilan, mempersiapkan persalinan cukup bulan dengan trauma seminimal mungkin dan mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal. 3. Jadwal Kunjungan Ante Natal Care Kujungan paling sedikit dilakukan 4 kali selama kehamilan yaitu: a. 1 kali pada triwulan I b. 1 kali pada triwulan II c. 2 kali pada triwulan III

B. Tanda Bahaya Kehamilan 1. Pengertian tanda bahaya kehamilan Tanda bahaya adalah keadaan-keadaan pada ibu hamil yang mengancam jiwa ibu dan janin yang dikandungnya selama kehamilan. Tanda-tanda bahaya dalam kehamilan dapat terjadi kapan saja. Mungkin ketika kehamilan masih muda, mungkin juga pada kehamilan lanjut, tidak jarang pada saat-saat menjelang persalinan. Tanda bahaya dalam kehamilan perlu kita waspadai sehingga ibu hamil dan anak yang dikandungnya sehat dan selamat. 2. Macam-macam tanda bahaya kehamilan a. Perdarahan pervaginam Perdarahan vagina dalam kehamilan jarang yang normal. Pada masa awal kehamilan, ibu mungkin akan mengalami perdarahan yang sedikit atau

spotting disekitar waktu haidnya.Pada waktu yang lain dalam kehamilan, perdarahan ringan mungkin pertanda dari serviks yang rapuh atau erosi.perdarahan seperti ini mungkin normal atau mungkin suatu tanda adanya infeksi. Pada awal kehamilan, perdarahan yang tidak normal adalah yang merah, perdarahan yang banyak, atau perdarahan dengan nyeri. Perdarahan ini dapat berarti abortus, kehamilan mola atau kehamilan ektopik. b. Hyperemesis Gravidarum Hyperemesis gravidarum adalah mual muntah yang berlebihan, kehilangan berat badan, dan gangguan keseimbangan elektrolit. Penyebab hiperemesis gravidarum belum diketahui. Keadaan tersebut mungkin berhubungan dengan perubahan hormonal akibat kehamilan. Perbedaan Morning Sickness dan Hiperemesis Gravidarum 1) Morning Sickness a) Mual kadang disertai muntah b) Mual berkurang pada 12 minggu kehamilan

c) Muntah tidak menyebabkan dehidrasi d) Masih toleran terhadap makanan tertentu 2) Hiperemesis gravidarum a) Mual berat disertai muntah b) Mual tidak berkurang setelah 12 minggu kehamilan c) Muntah dapat menyebabkan dehidrasi berat d) Tidak toleran terhadap makanan.

c. Nyeri perut bagian bawah Nyeri perut pada wanita hamil merupakan salah satu keluhan terbanyak saat melakukan ANC. Sebetulnya tidak semua rasa sakit tersebut merupakan kelainan yang serius. Namun tidak tertutup kemungkinan rasa nyeri tersebut disebabkan oleh suatu kelainan yang serius. Beberapa penyebab nyeri perut yang serius antara lain: 1) Hamil tidak pada tempatnya ( hamil ektopik ) 2) Keguguran 3) Persalinan kurang bulan 4) Solusio plasenta 5) Preeklamsia 6) Infeksi saluran kencing. d. Kejang Pada umumnya kejang didahului oleh makin memburuknya keadaan dan terjadinya gejala -gejala sakit kepala, mual, nyeri ulu hati sehingga muntah. Bila semakin berat, penglihatan semakin kabur, kesadaran menurun kemudian kejang. Kejang dalam kehamilan dapat merupakan gejala dari eklampsia.

e. Gerakan janin tidak ada atau kurang (minimal 10 kali dalam 12 jam) Ibu mulai merasakan gerakan bayi selama bulan ke-5 atau ke-6. Beberapa ibu dapat merasakan gerakan bayinya lebih awal. Jika bayi tidur gerakannya akan melemah. Bayi harus bergerak paling sedikit 3 kali dalam 1 jam jika ibu berbaring atau beristirahat dan dengan baik. jika ibu makan dan minum

C. Gizi Untuk Ibu Hamil 1. Definisi Makanan bergizi adalah makanan yang mengandung zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur dalam susunan yang seimbang dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan gizi. 2. Manfaat makanan bergizi untuk ibu hamil dan menyusui a. Menjaga kesehatan ibu hamil dan menyusui b. Untuk kesehatan janin yang dikandung c. Meningkatkan produksi ASI. 3. Yang terjadi bila kekurangan gizi : a. Pengaruh bagi ibu hamil : 1) Ibu lemah dan kurang nafsu makan 2) Perdarahan dalam masa kehamilan 3) Kemungkinan infeksi tinggi 4) Anemia atau kurang darah, Hb < 11 gr% b. Pengaruh pada waktu persalinan 1) Persalinan sulit dan lama 2) Persalinan sebelum waktunya (premature) 3) Perdarahan setelah persalinan 4) Perdarahan dengan operasi cenderung meningkat.

c. Pengaruh pada janin : 1) Keguguran 2) Bayi lahir mati 3) Cacat bawaan 4) Anemia pada bayi 5) Berat badan lahir rendah 6) Keadaan umum kesehatan bayi baru lahir kurang. d. Pengaruh bagi ibu menyusui : 1) Volume ASI kurang 2) Kadar lemak dan vitamin dalam ASI cenderung kurang. 4. Makanan ibu hamil dan ibu menyusui a. Kehamilan tiwulan I Pada kehamilan triwulan I biasanya nafsu makan ibu kurang, dan sering timbul rasa mual dan ingin muntah. Namun, makanan ibu hamil harus tetap diberikan seperti biasa. Berikan makanan dengan porsi kecil tetapi sering dan yang segar-segar, misalnya : susu, telur, buah-buahan seperti : sari buah-buahan, jeruk, asinan, sup, dll atau makanan ringan lainnya seperti : biscuit crakers, dsb sesuai dengan selera ibu masing-masing, ikut pedoman 4 sehat 5 sempurna. b. Kehamilan triwulan II Pada kehamilan triwulan II nafsu makan ibu biasanya sudah meningkat. Kebutuhan akan zat gizi tenaga seperti : nasi, roti, singkong, gula, minyak, santan, dll lebih banyak dibandingkan kebutuhan saat tidak hamil. Demikian juga kebutuhan zat pembangun dan zat pengatur seperti : lauk-pauk, sayuran, dan buah-buahan berwarna. Tambahan kalori dan protein adalah 285 kalori dan protein 12 gram terdiri dari : 1) Nasi piring 2) Ikan potong

3) Tempe 1 potong 4) Sayuran 1 mangkok 5) Minyak sendok makan.

c. Kehamilan akhir triwulan III Pada saat ini janin mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Umumnya, nafsu makan ibu sangat baik dan sering merasa lapar. Jangan makan berlebihan sehingga berat badan naik terlalu banyak. Bahan makanan yang banyak mengandung lemak dan hidrat arang seperti makanan yang manismanis dan gorengan dikurangi. Bahan makanan sumber zat pembangun dan pengatur perlu diberikan lebih banyak disbanding kehamilan triwulan II karena selain untuk pertumbuhan janin yang sangat pesat juga diperlukan ibu untuk persalinan. Pada masa ini, lambung menjadi sedikit terdesak dan ibu merasa kepenuhan. Berikan makanan dalam porsi kecil, asal saja sering agar zat gizi yang diperlukan ibu dapat terpenuhi. d. Pesan-pesan penting ibu hamil 1) Ibu hamil harus makan 1 piring nasi + lauk pauknya dan minum lebih banyak dari pada saat tidak hamil karena selama hamil ibu makan untuk dirinya sendiri dan janin dalam kandungannya. 2) Untuk mencegah kurang darah selama hamil, ibu harus banyak makanmakanan sumber zat besi, seperti sayuran hijau tua, tempe, tahu, kacang hijau, kacang merah dan kacang-kacangan lain, telur, ikan dan daging. Jangan lupa minm tablet besi 1 butir sehari. 3) Untuk mencegah gigi rontok dan tulang panggul rapuh, ibu harus banyak makan-makanan sumber zat kapur seperti: kacang-kacangan, ikan teri atau ikan kecil yang dimakan bersama tulangnya, sayuran daun hijau seperti : bayam, daun katuk, daun singkong dan susu.

4) Kenalilah gejala kurang darah (anemia) selama kehamilan yaitu pucat, pusing, lemah dan penglihatan berkunang-kunang. 5) Selama hamil makanlah makanan beraneka ragam setiap hari dalam jumlah yang cukup. 6) Bila nafsu makan ibu kurang, makanlah makanan yang segar-segar seperti : buah-buahan, sari buah, sayur bening, dan sayur segar lainnya. 7) Hindarkan pantangan terhadap makanan karena akan merugikan kesehatan ibu. Hindarkan juga merokok dan minum-minuman keras karena akan mmbahayakan keselamatan janin. 8) Perhatikan kenaikan berat badan ibu selama hamil. Kenaikan berat badab normal selama kehamilan 10-12,5 kg. 9) Jangan lupa memeriksakan diri kepada bidan atau datang ke puskesmas secara teratur agar ibu dan kandungannya tetap sehat dan dapat imunisasi TT 2x selama kehamilan. e. Pesan-pesan penting untuk ibu menyusui 1) Ibu yang sedang menyusui harus makan 1 piring nasi dan lauk pauknya lebih banyak dari pada tidak menyusui, karena selama menyusui ibu memerlukan asupa nutrisi yang lebih banyak. 2) Agar ASI cukup jumlahnya ibu harus minum paling sedikit 8 gelas sehari, banyak makan-makanan berkuah dan sari buah 3) Teruskan kebiasaan makan aneka ragam makanan dalam jumlah yang cukup dan makan sumber zat besi setiapa harinya. 4) Ibu yang bekerja tetap harus menyusui bayinya sebelum berangkat kerja dan setelah kembali kerja 5) Apabila ibu sakit segera periksakan diri kepuskesmas untuk mendapatkan pengobatan dan nasehat dokter 6) Anak tetap disusui , bila perlu ibu memakai penutup mulut dan penutup hidung (masker)

D. Imunisasi Tetanus Toxoid (TT) Pada Ibu Hamil 1. Definisi Imunisasi TT Imunisasi Tetanus Toksoid adalah proses untuk membangun kekebalan sebagai upaya pencegahan terhadap infeksi tetanus. Vaksin Tetanus yaitu toksin kuman tetanus yang telah dilemahkan dan kemudian dimurnikan. Penyakit tetanus adalah penyakit yang disebabkan oleh racun kuman Clostridium tetani. Penyakit ini sangat berbahaya, karena dapat menimbulkan kejang dan kegagalan pernapasan, yang berujung pada kematian. Pada dasarnya siapa saja dapat terkena penyakit tetanus. Tetapi yang paling rentan adalah bayi baru lahir dan ibu yang melahirkan. Oleh karena itu, kelompok ini menjadi perhatian utama pencegahan penyakit tetanus. Pencegahan tetanus pada ibu dan bayi dilakukan dengan mengimunisasi ibu yang sedang hamil. 2. Manfaat imunisasi TT ibu hamil a. Melindungi bayinya yang baru lahir dari tetanus neonatorum. Tetanus neonatorum adalah penyakit tetanus yang terjadi pada neonatus (bayi berusia kurang 1 bulan) yang disebabkan oleh clostridium tetani, yaitu kuman yang mengeluarkan toksin (racun) dan menyerang sistim saraf pusat. b. Melindungi ibu terhadap kemungkinan tetanus apabila terluka. Kedua manfaat tersebut adalah cara untuk mencapai salah satu tujuan dari program imunisasi secara nasional yaitu eliminasi tetanus maternal dan tetanus neonatorum. 3. Jumlah dan dosis pemberian imunisasi TT untuk ibu hamil Imunisasi TT untuk ibu hamil diberikan 2 kali, dengan dosis 0,5 cc di injeksikan intramuskuler/subkutan dalam.

4. Umur kehamilan mendapat imunisasi TT Imunisasi TT sebaiknya diberikan sebelum kehamilan 8 bulan untuk mendapatkan imunisasi TT lengkap. TT1 dapat diberikan sejak di ketahui postif hamil dimana biasanya di berikan pada kunjungan pertama ibu hamil ke sarana kesehatan. 5. Efek samping imunisasi TT Biasanya hanya gejala-gejala ringan saja seperti nyeri, kemerahan dan pembengkakan pada tempat suntikan. TT adalah antigen yang sangat aman dan juga aman untuk wanita hamil. Tidak ada bahaya bagi janin apabila ibu hamil mendapatkan imunisasi TT. Efek samping tersebut berlangsung 1-2 hari, ini akan sembuh sendiri dan tidak perlukan tindakan/pengobatan.