Anda di halaman 1dari 3

Tambalan Langsung. 1. Amalgam.

Merupakan campuran beberapa logam dengan merkuri. Biasanya disebut tambalan perak karena warnanya yang menyerupai warna perak. Umumnya digunakan pada gigi belakang. Bahan ini telah dipakai lebih dari 150 tahun di seluruh dunia. FDA, CDC, atau WHO telah menyatakan tidak menemukan adanya bukti bahwa amalgam berbahaya untuk kesehatan, hal ini dikarenakan merkuri yang terkandung dalam tambalan sifatnya terikat dengan logam dan jumlahnya pun sangat kecil. Kelebihan : Kuat, tahan lama, dan tahan terhadap tekanan kunyah paling murah di antara tambalan lainnya. Resiko terjadinya kebocoran yang menyebabkan masuknya bakteri dan makanan sangat kecil. Dapat ditambalkan pada suasana lembab, sehingga cocok digunakan pada anak-anak dan pada pasien dengan kebutuhan khusus. Kekurangan : Menyebabkan perubahan warna pada gigi karena bersifat korosiMembutuhkan banyak pengambilan jaringan gigi yang sehat sehingga cenderung melemahkan struktur gigi yang tersisa cenderung menimbulkan reaksi alergi pada beberapa pasien berupa inflamasi dan gatalgatal. Perbaikan tambalan amalgam juga membutuhkan perlakuan khusus untuk menghindari bahaya merkuri yang mungkin terlepas pada saat pembongkaran tambalan. Pemolesan baru dilakukan pada kunjungan berikutnya 2. Resin Komposit.

Merupakan campuran resin akrilik dengan partikel kaca yang menghasilkan warna serupa gigi. Proses pengerasan tambalan biasanya diaktifasi oleh sinar biru. Bahan ini menggunakan sistem adesif untuk melakat pada gigi. Sekarang bisa juga di gunakan sebagai tambalan tidak langsung, dalam bentuk veneer, inlay, atau onlay. Kelebihannya : Warna sangat mirip dengan gigi.Tidak korosi. Cukup kuat, tahan lama, dan tahan tekanan kunyah yang tidak terlalu besar pada ukuran tambalan kecil hingga sedang. Bisa digunakan untuk semua gigi, depan maupun belakang. Membutuhkan lebih sedikit pengambilan jaringan gigi yang sehat. Perbaikan dapat dilakukan dengan lebih mudah. Pemolesan dilakukan langsung di akhir kunjungan. Kekurangannya : Lebih mudah pecah dan dapat terjadi sedikit abrasi permukaan dibanding amalgam. Paling sulit dalam pengaplikasiannya dibanding tambalan lain, memerlukan teknik sensitif dan keterampilan

yang cukup. Lebih mahal dibanding amalgam. Perbaikan tambalan amalgam juga membutuhkan perlakuan khusus untuk menghindari bahaya merkuri yang mungkin terlepas pada saat pembongkaran tambalan.Dapat menyebabkan reaksi alergi, walau sangat jarang, lebih jarang dibanding amalgam.Lebih mudah terjadi kebocoran dan dapat terjadi sensitivitas gigi akibat penambalan dengan prosedur yang tidak tepat. 3. Semen ionomer Kaca.

Merupakan campuran asam akrilik dengan partikel kaca. Proses pengerasan terjadi dengan sendirinya tanpa diaktifasi sinar. Melekat langsung ke struktur gigi. Umumnya digunakan pada gigi anak-anak. Kelebihannya : Sewarna gigi tetapi tidak sebaik resin komposit. Mengandung fluor sehingga dapat mencegah terjadinya karies dikemudian hari. Pembuangan jaringan gigi yang sehat sangat minimal bahkan terkadang tidak diperlukan pengeburan pada gigi. Sangat biokompatibel,bersahabat dengan vitalitas gigi. Kekurangannya : Sangat rentan pecah dan abrasi permukaan, khususnya di daerah yang menerima tekanan kunyah. Biasanya di gunakan pada leher gigi maupun akar gigi, pada gigi anak-anak maupun sebagai dasar tambalan yang lebih keras. Lebih mahal dibanding amalgam, sedikit lebih murah di banding komposit. Abrasi pada permukaan meyebabkan permukaan tambalan menjadi kasar sehingga rentan perlekatan plak gigi. Sangat jarang menimbulkan reaksi alergi. Tambalan Tidak Langsung. 1. Campuran Logam Emas.

Merupakan campuran emas, tembaga dan logam lainnya. Digunakan dalam bentuk inlay, onlay, crown, dan bridge. Kelebihannya : Kekuatan dan ketahanannya paling baik dibanding tambalan lain.Lebih sedikit pengambilan jaringan gigi dibanding porselen. Tahan korosi. RIsiko kebocoran minimal karena bentuk dapat dengan mudah dimanipulasi. Kekurangannya : Paling mahal dibading tambalan lainnya. Tidak sewarna gigi. Dapat menyebabkan reaksi alergi, tetapi sangat jarang. 2. Porselen.

Digunakan dalam bentuk tambalan veneer , inlay, onlay, crown dan bridge. Terdiri dari dua macam, yaitu all porselen dan metal porselen untuk meningkatkan kekuatan. Kelebihannya : Mirip sekali dengan warna gigi dengan bentuk anatomi yang serupa sekali dengan gigi asli. Tidak mudah abrasi, tetapi dapat menyebabkan abrasi pada gigi lawannya.Tidak meyebabkan alergi. Kekurangannya : Rapuh, getas dan mudah retak. Cukup mahal Membutuhkan banyak pengambilan jaringan gigi dibanding logam.