Anda di halaman 1dari 19

Asuhan Keperawatan pada bayi dan anak dengan penyakit akut dan infeksi (Diare dan DHF)

BAB I PENDAHU UAN 1. A! A"A# BE AKAN$ Penyakit akut dan infeksi umumnya dapat menyerang bayi dan ank yang baru lahir. Pada bab ini, akan membahas asuhan keperawatan pada bayi dan anak dengan penyakit akut dan infeksi. Penyakit akut dan infeksi yang sering diderita anak dan bayi diantaranya diare dan DHF. Solusi dalam hal ini adalah memberikan pengajaran kepada orangtua mengenai kesehatan dan perawatan anak dan bayi di rumah.Namun dalam menjalankannya seseorang harus mengetahui bayak hal seperti penyesuaian terhadap kehidupan, pengkajian klinis dan yang pasti asuhan keperawatan pada bayi baru lahir pengkajian, peren!anaan, inter"ensi, implementasi, dan e"aluasi# .$elalui makalah ini pemba!a dapat mengetahui tentang asuhan apa saja yang akan diberikan kepada bayi dan anak yang menderita penyakit tersebut.

1. B! #U%U&AN %A&A AH %. &agaimana konsep dasar masing'masing penyakit( ). *pa saja tanda dan gejala yang sering terdapat pada bayi sesuai dengan penyakitnya( +. *pa saja masalah yang sering dialami pada anak sesuai dengan penyakit( ,. &agaimana peren!anaan tindakan pada anak sesuai dengan masalah pada masing' masing penyakit( -. '! "U(UAN 1. .ujuan /mum $emahami dan mampu melakukan *suhan 0eperawatan pada bayi dan anak dengan penyakit akut dan infeksi Diare dan DHF# 1. .ujuan 0husus %. $ampu menjelaskan tentang konsep dasar masing'masing penyakit. ). $ampu mengkaji tanda dan gejala serta masalah yang sering terdapat pada bayi sesuai dengan penyakitnya. +. $ampu menentukan peren!anaan tindakan pada anak sesuai dengan masalah pada masing'masing penyakit.

BAB II PE%BAHA&AN )!* DIA#E 1. A! DEFINI&I Diare adalah buang air besar defekasi# dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari biasanya normal 111'%11 !!2jam tinja#. Dengan tinja berbentuk !air 2setengan padat, dapat disertai frekuensi yang meningkat. $enurut 3H4 1561#, diare adalah buang air besar en!er lebih dari ) 7 sehari. Diare terbagi % berdasarkan mula dan lamanya , yaitu diare akut dan kronis $ansjoer,*.1555,,11#.

Diare adalah kehilangan !airan dan elektrolit se!ara berlebihan yang terjadi karena frekuensi satu kali atau lebih buang air besar dengan bentuk tinja yang en!er atau !air. Suriadi,8ita 9uliani, %111#. Diare didefinisikan sebagai buang air besar lembek atau !air bahkan dapat berupa air saja yang frekuensinya lebih sering dari biasanya ) kali atau lebih dalam sehari# Depkes 8: Ditjen PP$ dan P;P, %11%#. Diare merupakan salah satu penyakit yang paling banyak terjadi pada masa kanak'kanak, didefenisikan sebagai peningkatan dalam frekuensi, konsistensi, dan "olume dari fe!es $!.0inney, <mily Stone et al, %111#. B! (ENI& DIA#E *da beberapa jenis diare, yaitu= 1. Diare +air akut, yaitu diare yang berlangsung kurang dari 1+ hari umumnya kurang dari > hari# dengan pengeluaran tinja yang lunak atau !air yang sering dan tanpa darah, mungkin disertai muntah dan panas. *kibat diare akut adalah dehidrasi, sedangkan dehidrasi merupakan penyebab utama kematian bagi penderita diare. %. Disentri, yaitu diare yang disertai darah dengan atau tanpa lendir dalam tinjanya. *kibat disentri adalah anoreksia, penurunan berat badan dengan !epat, kerusakan mukosa usus karena bakteri in"asif. ). Diare persisten, yaitu diare yang mula'mula bersifat akut namun berlangsung lebih dari 1+ hari. <pisode ini dapat dimulai sebagai diare !air atau disentri. *kibat diare persisten adalah penurunan berat badan dan gangguan metabolisme.

+. Diare dengan ,asa-ah -ain. *nak yang menderita diare diare akut dan persisten# mungkin juga disertai dengan penyakit lain seperti demam, gangguan gi?i, atau penyakit lainnya. .atalaksana penderita diare ini berdasarkan a!uan baku diare dan tergantung juga pada penyakit yang menyertainya. $enurut pedoman $.&S %111#, diare dapat dikelompokkan menjadi =

Diare akut = terbagi atas diare dengan dehidrasi berat, diare dengan dehidrasi sedang, diare dengan dehidrasi ringan Diare persiten = jika diare berlangsung 1+ hari2 lebih. .erbagi atas diare persiten dengan dehidrasi dan persiten tanpa dehidrasi Disentri = jika diare berlangsung disertai dengan darah

Pedoman MTBS tentang klasifikasi diare "anda dan ge.a-a yang ta,pak K-asifikasi .erdapat % atau lebih tanda dan gejaladiare dengan dehidrasi berat berikut = ' ' ' ;etargi2 tdk sadar $ata !ekung .dk bisa minum2malas minum

' @ubitan kulit perut kembalinya sangat lambat .erdapat % atau lebih tanda dan gejaladehidrasi berikut =' Aelisah, rewel atau mudah marah sedang ' ' $ata !ekung Haus, minum dengan lahap

dengan

dehidrasi

ringan2

' @ubitan kulit perut kembalinya lambat .dk !ukup tanda% untuk diklasifikasikandiare tanpa dehidrasi sebagai dehidrasi berat atau ringan2 sedang Diare selama 1+ hari atau lebih disertai diare persiten berat dengan dehidrasi Diare selama 1+ hari atau lebih tanpa disertaidiare persiten dengan dehidrasi .erdapat darah dalam tinja berak !ampurdisentri darah#

'! E"I/ /$I Diare dapat disebabkan oleh faktor infeksi, malabsorpsi gangguan penyerapan ?at gi?i#, makanan, dan faktor psikologis. 1. *! Fakt0r infeksi %. :nfeksi enteral, yaitu infeksi saluran pen!ernaan yang merupakan penyebab utama diare pada anak. :nfeksi enteral ini meliputi=

:nfeksi bakteri= Vibrio, E.Coli, Salmonella, Shigella, Campylobacter, Aeromonas, dll. :nfeksi Birus= Enterovirus, Adenovirus, Rotavirus, Astovirus, dll. :nfeksi parasit= @a!ing (Ascaris, Trichiuris, O yuris!, Proto?oa (entamoeba histoliti"a, giardia lamblia!, jamur (candida albicans!.

1. :nfeksi parenteral, yaitu infeksi di bagian tubuh lain di luar alat pen!ernaan, seperti 4$*, tonsilofaringitis, bronkopneumonia, ensefalitis, dsb. %. )! Fakt0r ,a-abs0rpsi ). $alabsorpsi karbohidrat +. $alabsorpsi lemak ,. $alabsorpsi protein -. 1! Fakt0r ,akanan $akanan yang menyebabkan diare adalah makanan yang ter!emar, basi, bera!un, terlalu banyak lemak, mentah misal, sayuran#, dan kurang matang. 1. 2! Fakt0r psik0-0gis 8asa takut, !emas dan tegang, jika terjadi pada anak akan menyebabkan diare kronis. D! %ANIFE&"A&I K INI& .anda dan gejala anak yang menderita diare, yaitu= 1. %. ). +. ,. -. >. 6. &ayi atau anak menjadi !engeng dan gelisah Suhu tubuh meninggi Fe!es en!er, berlendir atau berdarah 3arna fe!es kehijauan akibat ber!ampur dengan !airan empedu *nus le!et muntah sebelum dan sesudah diare Aangguan gi?i akibat intake makanan kurang .erdapat tanda dan gejala dehidrasi, yaitu penurunan berat badan, turgor kulit berkurang, mata dan ubun'ubun besar !ekung, membran mukosa kering.

E! K/%P IKA&I

Sebagai akibat kehilangan !airan dan elektrolit se!ara mendadak, dapat terjadi berbagai ma!am komplikasi, seperti= 1. %. ). +. ,. -. >. Dehidrasi ringan, sedang, berat, hipotonik, isotoni!, hipertonik# 8enjatan hipo"olemik Hipokalemia Hipoglikemia :ntoleransi laktosa sekunder 0ejang, terutama pada dehidrasi hipertonik $alnutrisi energi protein

1. F! PENA"A AK&ANAAN Se!ara umum penatalaksanaan diare akut ditujukan untuk men!egah dan mengobati dehidrasi, gangguan keseimbangan elektrolit, malabsorpsi akibat kerusakan mukosa usus, penyebab diare yang spesifik, gangguan gi?i serta mengobati penyakit penyerta. /ntuk memperoleh hasil yang baik pengobatan harus rasional. 1. *! Pe,berian +airan pada diare dehidrasi ,urni %. a. #enis cairan 1# @airan rehidrasi oral

Formula lengkap, mengandung Na@l, NaH@4), 0@l, dan Alukosa Formula sederhana, hanya mengandung Na@l dan sukrosa atau karbohidrat lain.

%#

@airan parenteral 1. b. #alan pemberian cairan

1# Peroral untuk dehidrasi ringan, sedang dan tanpa dehidrasi dan bila anak mau minum serta kesadaran baik. %# :ntragastrik untuk dehidrasi ringan, sedang atau tanpa dehidrasi, tetapi anak tidak mau minum, atau kesadaran menurun. )# :ntra"ena untuk dehidrasi berat. 1. c. #umlah cairan Cumlah !airan yang hilang didasarkan pada berat badan dan usia anak 1. d. #ad$al pemberian cairan 1# &elum ada dehidrasi

4ral= 1 gelas setiap kali anak buang air besar Parenteral dibagi rata dalam %+ jam

%# Dehidrasi ringan

1 jam pertama= %,',1 ml2kg&& peroral atau intragastrik Selanjutnya= 1%, ml2kg&&2hari

)# Dehidrasi sedang

1 jam pertama= ,1'111ml2kg&& peroral atau intragastrik Selanjutnya= 1%, ml2kg&&2hari

+# Dehidrasi berat Cadwal pemberian !airan didasarkan pada umur dan && anak 1. )! Peng0batan dietetik %. /ntuk anak di bawah 1 tahun dan anak di atas 1 tahun dengan berat badan kurang dari > kg, jenis makanannya adalah=

Susu *S: dan atau susu formula yang mengandung rendah laktosa dan asam lemak tak jenuh# $akanan setengah padat bubur susu# atau makanan padat nasi tim# Susu khusus, sesuai indikasi kelainan yang ditemukan

1. /ntuk anak di atas 1 tahun dengan berat badan lebih dari > kg. Cenis makanannya adalah makanan padat atau makanan !air2 susu sesuai dengan kebiasaan makan di rumah. 1. 1! /bat 3 0batan Prinsip pengobatan diare adalah menggantikan !airan yang hilang melalui tinja dengan atau tanpa muntah, dengan !airan yang mengandung elektrolit dan glukosa atau karbohidrat lain gula, air tajin, tepung beras, dll# 1. %. ). +. ,. -. >. 6. 4bat antisekresi 4bat antispasmolitik 4bat pengeras tinja *ntibiotika, kapan perlu $! A&UHAN KEPE#A4A"AN *! Pengka.ian a. Identitas Anak

Nama, umur, tempat2 tanggal lahir, alamat2 No telp, tingkat pendidikan dll.

1. b. Riwayat Kesehatan Dahulu


8iwayat kelahiran D Panjang ;ahir, &erat &adan ;ahir 8endah 8iwayat Nutrisi D $al Nutrisi, 0<P, Pola $akan dan $inum, .ipe Susu Formula 8iwayat diare D &erulang, Penyebab Pola Pertumbuhan 8iwayat 4titis media dan atau infeksi lainnya $emakan makanan yang tidak bersih o 0urangnya persnal higiene tidak men!u!i tangan sebelum makan, tempat bermain yang kotor# o Pernah menderita 4$*, tonsilitis2 tonsilofaringitis, bronkopneumonia, ensefalitis o $alabsorbsi karbohidrat misalnya = intoleransi laktosa#, lemak dan protein o *lergi terhadap makanan tertentu . Riwayat Kesehatan Sekarang 8iwayat Diare = Frekuensi, Penyebab 8iwayat .inja = Cumlah, warna, bau, konsistensi, waktu &*& 0aji :ntake dan 4utput &*& E )7 sehari dengan konsistensi en!er *nak menjadi !engeng, gelisah, suhu badan meningkat, nafsu makan berkurang .inja makin !air disertai lendir atau darah. 3arna tinja berubah jadi hijau karena ber!ampur dengan empedu Daerah disekitar anus le!et karena sering defekasi $untah bisa terjadi sebelum dan sesudah diare Aejala dehidrasi mulai tampak jika pasien telah banyak kehilangan !airan dan elektrolit Diuresis = terjadi oliguria F1 ml2kg2jam#, pada dehidrasi berat tidak ada urine

1.

1. d. Pengka!ian Sistem 1# a# b# Pengkajian umum 0esadaran .anda G tanda "ital

Suhu tubuh= Pengukuran suhu melalui mulut anak E - th# Pengukuran a7illa F+ G - th# Nadi = kuat, lemah, teratur2 tidak.

Nafas = kedalaman, irama, teratur2 tidak

.D !# d# e# %#

= Sistolik2 diastolik, tekanan nadi .& 2 && ;ingkar kepala ;ingkar Dada Pengkajian fisik 5 kehi-angan berat badan Bayi ,H ,1 ml2kg# ,'11H ,1'111 ml2kg# 11'1, H 111'1,1 ml2kg#

"ingkat dehidrasi Dehidrasi ringan Dehidrasi sedang Dehidrasi berat

Anak besar )H )1 ml2kg# -H -1ml2kg# 5H 51 ml2kg#

a#

0epala = Higiene kepala dan /bun'ubun !ekung

b# $ata Palpebra = !ekung2 tidak 0onjungti"a = anemis2tidak Sklera = ikterik2tidak !# Hidung = Sianosis, epistaksis

d# $ulut $embran mukosa = pink, kering e# f# .elinga = *pakah ada infeksi2 tidak Sistem kardio"askuler

Nadi apeks = irama teratur2 tidak Nadi perifer = irama teratur2 tidak &unyi jantung = murni2 bising 0ulit = pu!at2 sianosis

g# Sistem pernapasan Frekuensi napas &unyi napas = murni2 bising 0edalaman, Pola napas h# Sistem persarafan, tingkat kesadaran Pola tingkah laku Fungsi pergerakan = ketahanan, paralysis Fungsi sensori = 8f fisiologis, 8f patologis i# j# Sistem mus!uloskeletal = Aaya berjalan, Persendian, 0esimetrisan Sistem pen!ernaan

&ising usus = ada2 tidak, frekuensi Distensi abdomen = ada2tidak $ual2 muntah k# Sistem eliminasi &*& dan &*0 # = Frekuensi, konsistensi, bau, warna

1. e. "aktor Psikososial

.ahap perkembangan anak, kebiasaan di rumah $etode koping orangtua dan anak :nteraksi orangtua dan anak

1. f. Pengka!ian Keluarga

Cumlah anggota keluarga Pola komunikasi Pola interaksi Pendidikan dan pekerjaan 0ebudayaan dan keyakinan Fungsi keluarga

1. g. Pemeriksaan #aboratorium

Pemeriksaan tinja = makroskopis dan mikroskopis, pH, kadar gula 0eseimbangan asam basa dalam darah 0adar ureum dan kreatinin mengetahui faal ginjal# <lektrolit = Na, 0, @a, F, dalam serum terutama diare yang disertai kejang# :ntubasi duodenum mengetahui jenis parasit#

1. )! Diagn0sa Keperawatan %. a. %urang volume cairan b.d seringnya buang air besar dan encer Tu!uan 0eseimbangan !airan dapat dipertahankan dalam batas normal yang ditandai dengan=

I Pengeluaran urin sesuai I Pengisian kembali kapiler kurang dari % detik I .urgor kulit elastis I $embran mukusa lembab I &erat badan tidak menunjukkan penurunan

$riteria hasil

I *nak mendapatkan !airan yang !ukup untuk mengganti !airan yang hilang I *nak menunjukkan tanda'tanda hidrasi yang adekuat ditandai dengan membrane mukosa lembab, turgor kulit baik, mata normal, ..B D&N.

Inter6ensi $andiri 1. 0aji status hidrasi

#asi0na1. :ndikator langsung status !airan2 perbaikan ketidakseimbangan %. $enunjukkan status hidrasi keseluruhan 1. 0aji pemasukan dan pengeluaran ). $embantu dalam e"aluasi derajat !airan defisit !airan2 keefektifan penggantian %. $onitor tanda'tanda "ital terapi !airan dan respon terhadap pengobatan 0olaborasi 1. memberikan informasi tentang 1. Pemeriksaan laboratorium sesuai hidrasi, fungsi organ programD elektrolit, Ht, pH, serum albumin 1. $engisi2 mempertahankan "olume %. Pemberian !airan dan elektrolit sirkulasi dan keseimbangan elektrolit sesuai protokol dengan oralit dan !airan parenteral# ). Pemberian obat sesuai indikasi $enurunkan kehilangan !airan *ntidiare $engobati infeksi supuratif lokal

*ntibiotik 1. b. &erubahan nutrisi, "urang dari "ebutuhan tubuh b.d menurunnya inta"e dan menurunnya absorpsi ma"anan dan cairan Tu!uan *nak akan toleran dengan diit yang sesuai yang ditandai dengan=

&erat badan dalam batas normal .idak terjadi kekambuhan diare

Inter6ensi #asi0na$andiri 1. $emberikan informasi tentang diit 1. .imbang berat badan anak setiap dan keefektifan terapi hari %. $emberikan informasi tentang kebutuhan pemasukan2 defisiensi ). Diit yang tepat penting untuk 1. $onitor pemasukan dan penyembuhan pengeluaran 1. Setelah rehidrasi, berikan minuman oral dengan sering dan makanan yang sesuai dengan diit dan usia dan atau berat badan anak %. ;akukan kebersihan mulut setiap habis makan ). &agi bayi, *S: tetap diteruskan 1. $ulut yang bersih dapat meningkatkan rasa makan %. $en!egah berkurangnya berat badan lebih lanjut dan memper!epat penyembuhan ). $engurangi malnutrisi

1. &ila bayi tidak toleran terhadap *S:, berikan susu formula yang rendah laktosa 1. c. %erusa"an integritas "ulit b.d "urang pengetahuan Tu!uan% 4rangtua dapat berpartisipasi dalam perawatan anak Inter6ensi #asi0na$andiri 1. Hal ini mempengaruhi orangtua untuk 1. 0aji tingkat pemahaman orangtua menguasai tugas dan melakukan tanggung jawab perawatan %. $emberikan dasar pengetahuan 1. Celaskan tentang penyakit, dimana orangtua dapat membuat pengobatan dan perawatan pilihan berdasarkan informasi.

1. Celaskan tentang pentingnya kebersihan misal, !u!i tangan# 1. *jarkan tentang prinsip diit dan kontrol diare

0omunikasi efektif dan dukungan turunkan !emas dan tingkatkan penyembuhan ). $enurunkan penyebaran bakteri dan resiko infeksi serta iritasi kulit dan jaringan +. Diit yang tepat penyembuhan penting dalam

)!) DEN$UE HAE%/#A$I' FE7E# (DHF) A! K/N&EP DA&A# 1. *! Pengertian Dengue haemorhagi! fe"er DHF# adalah penyakit yang disebabkan oleh "irus dengue sejenis "irus yang tergolong arbo"irus dan masuk kedalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk aedes aegypty @hristantie <fendy,155, #. Dengue haemorhagi! fe"er DHF# adalah penyakit yang terdapat pada anak dan orang dewasa dengan gejala utama demam, nyeri otot dan nyeri sendi yang disertai ruam atau tanpa ruam. DHF sejenis "irus yang tergolong arbo "irus dan masuk kedalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk aedes aegypty betina# Seoparman , 1551#. DHF adalah demam khusus yang dibawa oleh aedes aegypty dan beberapa nyamuk lain yang menyebabkan terjadinya demam. &iasanya dengan !epat menyebar se!ara efidemik. Sir,Patri!k manson,%111#. Dengue haemorhagi! fe"er DHF# adalah suatu penyakit akut yang disebabkan oleh "irus yang ditularkan oleh nyamuk aedes aegypty Seoparman, 155-#. Dari beberapa pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa dengue haemorhagi! fe"er DHF# adalah penyakit yang disebabkan oleh "irus dengue sejenis "irus yang tergolong arbo"irus dan masuk kedalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk aedes aegypty yang terdapat pada anak dan orang dewasa dengan gejala utama demam, nyeri otot dan nyeri sendi yang disertai ruam atau tanpa ruam. )! Eti0-0gi 1. Birus dengue sejenis arbo"irus. %. Birus dengue tergolong dalam family Fla"i"idae dan dikenal ada + serotif, Dengue 1 dan % ditemukan di :rian ketika berlangsungnya perang dunia ke ::, sedangkan dengue ) dan + ditemukan pada saat wabah di Filipina tahun 15,)' 15,+. Birus dengue berbentuk batang, bersifat termoragil, sensitif terhadap in akti"itas oleh diatiter dan natrium diaksikolat, stabil pada suhu >1 o@.

0eempat serotif tersebut telah di temukan pula di :ndonesia dengan serotif ke ) merupakan serotif yang paling banyak. 1. 1! Pat0fisi0-0gi Birus akan masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk aedes aegypty dan kemudian akan bereaksi dengan antibody dan terbentuklah kompleks "irus'antibody. Dalam sirkulasi akan mengakti"asi system komplemen. *kibat akti"asi @) dan @, akan dilepas @)a dan @,a,dua peptida yang berdaya untuk melepaskan histamine dan merupakan mediator kuat sebagai fa!tor meningkatnya permeabilitas dinding pembuluh darah dan menghilangkan plasma melalui endotel dinding itu. .erjadinya trobositopenia, menurunnya fungsi trombosit dan menurunnya faktor koagulasi protombin dan fibrinogen# merupakan fa!tor penyebab terjadinya perdarahan hebat , terutama perdarahan saluran gastrointestinal pada DHF. 9ang menentukan beratnya penyakit adalah meningginya permeabilitas dinding pembuluh darah , menurunnya "olume plasma , terjadinya hipotensi , trombositopenia dan diathesis hemorrhagi! , renjatan terjadi se!ara akut. Nilai hematokrit meningkat bersamaan dengan hilangnya plasma melalui endotel dinding pembuluh darah. Dan dengan hilangnya plasma klien mengalami hipo"olemik. *pabila tidak diatasi bisa terjadi ano7ia jaringan, a!idosis metaboli! dan kematian. 2! "anda dan ge.a-a 1. %. ). +. ,. -. >. 6. 5. Demam tinggi selama , G > hari $ual, muntah, tidak ada nafsu makan, diare, konstipasi. Perdarahan terutama perdarahan bawah kulit, pte!hie, e!hymosis, hematoma. <pistaksis, hematemisis, melena, hematuri. Nyeri otot, tulang sendi, abdoment, dan ulu hati. Sakit kepala. Pembengkakan sekitar mata. Pembesaran hati, limpa, dan kelenjar getah bening. .anda'tanda renjatan sianosis, kulit lembab dan dingin, tekanan darah menurun, gelisah, !apillary refill lebih dari dua detik, nadi !epat dan lemah#.

1. 8! K0,p-ikasi *dapun komplikasi dari penyakit demam berdarah diantaranya = 1. %. ). +. Perdarahan luas. Sho!k atau renjatan. <ffuse pleura Penurunan kesadaran.

9! K-asifikasi a. Derajat : = Demam disertai gejala klinis lain atau perdarahan spontan, uji turniket positi, trombositopeni dan hemokonsentrasi. b. Derajat :: = $anifestasi klinik pada derajat : dengan manifestasi perdarahan spontan di bawah kulit seperti peteki, hematoma dan perdarahan dari lain tempat. !. Derajat ::: = $anifestasi klinik pada derajat :: ditambah dengan ditemukan manifestasi kegagalan system sirkulasi berupa nadi yang !epat dan lemah, hipotensi dengan kulit yang lembab, dingin dan penderita gelisah. d. Derajat :B = $anifestasi klinik pada penderita derajat ::: ditambah dengan ditemukan manifestasi renjatan yang berat dengan ditandai tensi tak terukur dan nadi tak teraba. :! Pe,eriksaan penun.ang 1. Darah

.rombosit menurun. H& meningkat lebih %1 H H. meningkat lebih %1 H ;eukosit menurun pada hari ke % dan ke ) Protein darah rendah /reum PH bisa meningkat N* dan @; rendah

1. Serology = H: hemaglutination inhibition test#.


8ontgen thora7 = <fusi pleura. /ji test tourniket J#

;! Penata-aksanaan

1. .irah baring %. Pemberian makanan lunak . ). Pemberian !airan melalui infus. Pemberian !airan intra "ena biasanya ringer la!tat, na!l# ringer la!tate merupakan !airan intra "ena yang paling sering digunakan , mengandung Na J 1)1 m<K2liter , 0J + m<K2liter, korekter basa %6 m<K2liter , @l 115 m<K2liter dan @a L ) m<K2liter. 1. %. ). +. ,. -. Pemberian obat'obatan = antibioti!, antipiretik, *nti kon"ulsi jika terjadi kejang $onitor tanda'tanda "ital .,S,N,88#. $onitor adanya tanda'tanda renjatan $onitor tanda'tanda perdarahan lebih lanjut Periksa H&,H., dan .rombosit setiap hari.

B! A&UHAN KEPE#A4A"AN &E'A#A "E/#I"I& 1. *! Pengka.ian Pengkajian merupakan tahap awal yang dilakukan perawat untuk mendapatkan data yang dibutuhkan sebelum melakukan asuhan keperawatan . pengkajian pada pasien dengan MDHFN dapat dilakukan dengan teknik wawan!ara, pengukuran, dan pemeriksaan fisik. *dapun tahapan'tahapannya meliputi = 1. $engkaji data dasar, kebutuhan bio'psiko'sosial'spiritual pasien dari berbagai sumber pasien, keluarga, rekam medik dan anggota tim kesehatan lainnya#. %. $engidentifikasi sumber'sumber yang potensial dan tersedia untuk memenuhi kebutuhan pasien. ). 0aji riwayat keperawatan. +. 0aji adanya peningkatan suhu tubuh ,tanda'tanda perdarahan, mual, muntah, tidak nafsu makan, nyeri ulu hati, nyeri otot dan sendi, tanda'tanda syok denyut nadi !epat dan lemah, hipotensi, kulit dingin dan lembab terutama pada ekstrimitas, sianosis, gelisah, penurunan kesadaran#. 1. Diagn0sa keperawatan . Penyusunan diagnosa keperawatan dilakukan setelah data didapatkan, kemudian dikelompokkan dan difokuskan sesuai dengan masalah yang timbul sebagai !ontoh diagnosa keperawatan yang mungkin mun!ul pada kasus DHF diantaranya = 1. 0ekurangan "olume !airan berhubungan dengan peningkatan permeabilitas kapiler, perdarahan, muntah dan demam. %. Hipertermi berhubungan dengan proses infeksi "irus dengue. ). Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual, muntah, tidak ada nafsu makan.

+. 0urang pengetahuan keluarga tentang proses penyakit berhubungan dengan kurangnya informasi ,. 8esiko terjadinya perdarahan berhubungan dengan trombositopenia. -. Sho!k hipo"olemik berhubungan dengan perdarahan 1. 1! Inter6ensi Perumusan ren!ana perawatan pada kasus DHF hendaknya menga!u pada masalah diagnosa keperawatan yang dibuat. Perlu diketahui bahwa tindakan yang bisa diberikan menurut tindakan yang bersifat mandiri dan kolaborasi. /ntuk itu penulis akan memaparkan prinsip ren!ana tindakan keperawatan yang sesuai dengan diagnosa keperawatan = 1. a. &angguan 'olume airan tubuh kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan (eningkatan (ermeabilitas ka(iler) (erdarahan ) muntah dan demam. .ujuan = Aangguan "olume !airan tubuh dapat teratasi 0riteria hasil = Bolume !airan tubuh kembali normal :nter"ensi = 1. %. ). +. ,. -. >. 0aji 0/ dan kondisi pasien 4bser"asi tanda'tanda "ital S,N,88 # 4bser"asi tanda'tanda dehidrasi 4bser"asi tetesan infus dan lokasi penusukan jarum infus &alan!e !airan input dan out put !airan# &eri pasien dan anjurkan keluarga pasien untuk memberi minum banyak *njurkan keluarga pasien untuk mengganti pakaian pasien yang basah oleh keringat. 6. b. *i(ertermi berhubungan dengan (roses infeksi 'irus dengue. .ujuan = Hipertermi dapat teratasi 0riteria hasil = Suhu tubuh kembali normal :nter"ensi = 1. %. ). +. 4bser"asi tanda'tanda "ital terutama suhu tubuh &erikan kompres dingin air biasa# pada daerah dahi dan ketiak Aanti pakaian yang telah basah oleh keringat *njurkan keluarga untuk memakaikan pakaian yang dapat menyerap keringat seperti terbuat dari katun. ,. *njurkan keluarga untuk memberikan minum banyak kurang lebih 1,11 G %111 !! per hari -. kolaborasi dengan dokter dalam pemberian .herapi, obat penurun panas.

>.

. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual) muntah) tidak ada nafsu makan.

.ujuan = Aangguan pemenuhan nutrisi teratasi 0riteria hasil = :ntake nutrisi klien meningkat :nter"ensi 1. %. ). +. ,. -. >. 0aji intake nutrisi klien dan perubahan yang terjadi .imbang berat badan klien tiap hari &erikan klien makan dalam keadaan hangat dan dengan porsi sedikit tapi sering &eri minum air hangat bila klien mengeluh mual ;akukan pemeriksaan fisik *bdomen auskultasi, perkusi, dan palpasi#. 0olaborasi dengan dokter dalam pemberian .herapi anti emetik. 0olaborasi dengan tim gi?i dalam penentuan diet.

2! E6a-uasi! <"aluasi adalah merupakan salah satu alat untuk mengukur suatu perlakuan atau tindakan keperawatan terhadap pasien. Dimana e"aluasi ini meliputi e"aluasi formatif 2 e"aluasi proses yang dilihat dari setiap selesai melakukan implementasi yang dibuat setiap hari sedangkan e"aluasi sumatif 2 e"aluasi hasil dibuat sesuai dengan tujuan yang dibuat menga!u pada kriteria hasil yang diharapkan. <"aluasi = 1. %. ). +. ,. -. Suhu tubuh dalam batas normal. :ntake dan out put kembali normal 2 seimbang. Pemenuhan nutrisi yang adekuat. Perdarahan tidak terjadi 2 teratasi. Pengetahuan keluarga bertambah. Sho!k hopo"olemik teratasi

BAB III PENU"UP 1. A! KE&I%PU AN Diare adalah kehilangan !airan dan elektrolit se!ara berlebihan yang terjadi karena frekuensi satu kali atau lebih buang air besar dengan bentuk tinja yang en!er atau !air. Diare dapat disebabkan oleh faktor infeksi, malabsorpsi gangguan penyerapan ?at gi?i#, makanan, dan faktor psikologis.

.anda dan gejala yaitu= 1# &ayi 2anak jadi !engeng dan gelisahD %# Suhu tubuh meninggiD )# Fe!es en!er, berlendir atau berdarahD +# 3arna fe!es kehijauan akibat ber!ampur dengan !airan empeduD ,# *nus le!etD -# $untah sebelum dan sesudah diareD ># Aangguan gi?i akibat intake makanan kurangD 6# .erdapat tanda dan gejala dehidrasi, yaitu penurunan berat badan, turgor kulit berkurang, mata dan ubun'ubun besar !ekung, membran mukosa kering. Se!ara umum penatalaksanaan diare akut ditujukan untuk men!egah dan mengobati dehidrasi, gangguan keseimbangan elektrolit, malabsorpsi akibat kerusakan mukosa usus, penyebab diare yang spesifik, gangguan gi?i serta mengobati penyakit penyerta. Dengue haemorhagi! fe"er DHF# adalah penyakit yang disebabkan oleh "irus dengue sejenis "irus yang tergolong arbo"irus dan masuk kedalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk aedes aegypty @hristantie <fendy,155, #. anda dan gejala= 1# Demam tinggi selama , G > hariD %# $ual, muntah, tidak ada nafsu makan, diare, konstipasiD )# Perdarahan terutama perdarahan bawah kulit, pte!hie, e!hymosis, hematoma +# <pistaksis, hematemisis, melena, hematuriD ,# Nyeri otot, tulang sendi, abdoment, dan ulu hatiD -# Sakit kepalaD ># Pembengkakan sekitar mataD 6# Pembesaran hati, limpa, dan kelenjar getah beningD 5# .anda'tanda renjatan sianosis, kulit lembab dan dingin, tekanan darah menurun, gelisah, !apillary refill lebih dari dua detik, nadi !epat dan lemah#. 1. B! &A#AN %. Dibutuhkan perbanyakan literature dalam penulisan makalah. ). &agi pustakawan yang lain, semoga makalah ini dapat dijadikan referensi dan masukan untuk memaksimalkan fungsi perpustakaan dilembaga masing'masing. DAF"A# PU&"AKA Hidayat, *?i? *lilmul. %11,. 'lmu %epera$atan Ana". Surabaya= Departeman 0esehatan. Soetjiningsih. 155,. Tumbuh %embang Ana". Cakarta= <A@. Supartini, 9upi. %11>. (u"u A)ar %onsep *asar %epera$atan Ana". Cakarta= <A@. 3ong, ; Donna dkk. %11%. (u"u A)ar %epera$atan &ediatric Edisi %e +. Cakarta= <A@. 3ong, ; Donna dkk. %116. (u"u A)ar %epera$atan &ediatric Edisi %e ,. Cakarta= <A@. Sumber= Sumber = dengan4/562.html http-..as"ep.blogspot.com./001.02.asuhan3"epera$atan3pada3ana"

Nursalam. %11,. *suhan 0eperawatan &ayi dan *nak. Cakarta = Salemba $edika

Staf Pengajar :lmu 0esehatan *nak F0 /:.156,. @etakan tahun %11>. (u"u %uliah 'lmu %esehatan Ana", Cakarta = :nfomedika Ngastiyah. %11,. &era$atan Ana" Sa"it Edisi /. Cakarta= <A@