Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PENGENALAN HENTI JANTUNG


Disampaikan pada Penyuluhan Kesehatan di IGD Rumah Sakit dr. Saiful Anwar Malang

PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS) RSU Dr. SAIFUL ANWAR MALANG 2014

LEMBAR PENGESAHAN

SATUAN ACARA PENYULUHAN PENGENALAN HENTI JANTUNG DI IGD RSU DR. SAIFUL ANWAR MALANG Tanggal 9 Januari 2014

Oleh : PSIK A UB KELOMPOK 7


1. Cantika Tri Y. 2. Lukmanul Hakim 3. Mona Novita 4. Rizna Oktria 5. Sirli Mardiana 6. Ryan P. 7. Lilia Vivianita 8. M. Daroini 9. Shila Wisnasari

Mengetahui, Pembimbing Institusi Pembimbing Lahan,

()

(.)

SATUAN ACARA PENYULUHAN Pokok Bahasan Sasaran Tempat Tanggal Alokasi Waktu Metode Penyuluh : Pengenalan Henti jantung : Keluarga pasien IGD RSSA : Ruang tunggu IGD RSSA : 9 Januari 2014 : 30 menit (10.00 -10.30 : Ceramah dan tanya jawab :

A. Tujuan Intruksional 1. Tujuan Umum Keluarga pasien memahami tentang henti jantung 2. Tujuan Khusus a. Keluarga pasiendapat menyebutkan pengertian dari henti jantung. b. Keluarga pasien dapat menyebutkan penyebab dari henti jantung. c. Keluarga pasien dapat menyebutkan tanda dan gejala dari serangan jantung. d. Keluarga pasiendapat menyebutkan faktor resiko terjadinya serangan jantung. e. Keluarga pasiendapat menyebutkan penilaian pasien seragan jantung dan cara menindaklanjutinya. f. Keluarga pasien dapat menyebutkan gaya hidup sehat untuk mencegah serangan jantung. B. Sub Pokok Bahasan 1. 2. 3. 4. 5. 6. Pengertianhenti jantung Penyebab henti jantung Tanda dan gejala serangan jantung Faktor resiko serangan jantung Pengnilaian pasien serangan jantung Gaya hidup sehat untuk mencegah serangan jantung

C. Kegiatan Penyuluhan Tahapan Pendahuluan Waktu 2 menit Kegiatan Pengajar Perkenalan. Menjelaskan maksud, tujuan dan kontrak waktu. Menggali pengetahuan keluarga pasien Penyajian 13 menit Pengertianhenti jantung Penyebab henti jantung Tanda dan gejala Faktor resiko serangan jantung Pengnilaian pasien serangan jantung Gaya hidup sehat untuk mencegah serangan jantung Penutup 15 menit Tanya jawab. Evaluasi hasil penyuluhan. Penarikan kesimpulan. Bertanya jika ada yang belum mengerti. Menjawab pertanyaan. Mendengar dengan seksama. Lembar balik Mendengar dengan seksama materi penyuluhan. Lembar balik Kegiatan Kader Mendengar dengan seksama pengantar penyuluhan. Menjawab pertanyaan. Media

D. Evaluasi 1. Evaluasi Proses a. Keluarga pasien memperhatikan terhadap materi penyuluhan. b. Keluarga pasientidak meninggalkan tempat penyuluhan. c. Perwakilan Keluarga pasienmengajukan dan menjawab pertanyaan secara benar.

2. Evaluasi Hasil a. Perwakilan keluarga pasiendapat menyebutkan pengertian dari henti jantung. b. Perwakilan keluarga pasien dapat menyebutkan penyebab dari henti jantung. c. Perwakilan keluarga pasien dapat menyebutkan tanda dan gejala dari serangan jantung. d. Perwakilan keluarga pasiendapat menyebutkan faktor resiko terjadinya serangan jantung. e. Perwakilan keluarga pasiendapat menyebutkan penilaian pasien seragan jantung dan cara menindaklanjutinya. f. Perwakilan keluarga pasien dapat menyebutkan gaya hidup sehat untuk mencegah serangan jantung. E. Materi Henti Jantung Rantai pertama dari konsep rantai kkehidupan adalah segera mengenali tanda dan gejala henti jantung dan segera menghubungi 118. Semakin cepat seseorang dapat mengenali korban dengan kegawatan jantung atau henti jantung dan menghubungi petugas emergensi, maka semakin baik kesempatan hidup pasien tersebut. Dengan demikian akses dini dipengaruhi oleh dua faktor: pengenalan dini terhadap suatu kejadian jantung dan kemudahan menghubungi petugas emergensi. Pengenalan dini dapat diberikan melalui pendidikan publik serta kamudahan akses dapat dicapai melalui penyediaan nomor untuk memanggil petugas emergensi yang mudah diingat, seperti 118, kepada masyarakat (AHA, 2010).

1. Definisi Henti Jantung Henti jantung muncul ketika jantung, dengan alasan apapun, tidak memompa dengan tepat atau bahkan tidak memompa darah sama sekali, disertai tidak adanya denyut nadi yang teraba. 2. Penyebab Henti Jantung Serangan jantung Sumbatan jalan napas oleh benda asing Tenggelam Stroke Overdosis obat-obatan Tercekik Trauma jalan napas Tersengat listrik Reaksi alergi yang hebat Trauma hebat misal kecelakaan bermotor Keracunan

Korban henti jantung karena sebab di atas mempunyai angka keberlangsungan hidup lebih baik jika mendapatkan bantuan segera dengan melakukan resusitasi jantung paru di lokasi kejadian sampai dengan petugas kesehatan datang untuk memberikan bantuan lebih lanjut. 3. Tanda dan Gejala Serangan Jantung Serangan jantung dapat datang secara tiba-tiba dan berat, sehingga penderita tidak sadar apa yang dialaminya. Akan tetapi tidak jarang gejala serangan jantung berawal dari yang ringan, berupa nyeri ringan atau ketidaknyamanan pada dada. Korban yang mengalaminya sering tidak menyadari mendapatkan serangan jantung dan menunggu lama sebelum akhirnya memutuskan untuk mencari pertolongan. Di bawah ini adalah tanda dan gejala yang sering muncul pada serangan jantung: Gejala yamg paling umum adalah munculnya rasa tidak nyaman atau nyeri dada yang mempunyai karakteristik sebagai berikut: Perasaan tertindih yang tidak nyaman, diremas, berat, sesak, atau nyeri Lokasi biasanya di tengah dada di belakang sternum Dapat menyebar ke bahu, leher, rahang bawah, atau kedua lengan dan jarang menjalar ke perut bagian atas. Biasanya bertahan selama lebih dari 20 menit. Gejala lain yang mungkin ada atau mengikuti: Berkeringat Perasaan ingin muntah Sesak napas (napas pendek-pendek) Kelemahan Tidak sadar

Gejala dapat muncul mendadak dan tidak khas sehingga beberapa korban tidak langsung menyadari bahwa mereka terkena serangan jantung. Korban juga mengira bahwa masalah utamanya adalah gangguan pada saluran cerna. 4. Faktor Resiko Serangan Jantung Terdapat beberapa kondisi yang dianggap sebagai faktor resiko terjadinya serangan jantung. Seluruh faktor resiko ini dapat dirubah sehingga dapat menurunkan kemungkinan terjadinya serangan jantung. Semakin nampak adanya beberapa faktor resiko, maka semakin besar kemungkinan terjadinya serangan jantung. Faktor resiko utama yang tidak dapat diubah Keturunan Jenis kelamin laki-laki

Bertambahnya usia Faktor resiko utama yang dapat diubah: Merokok Merokok meningkatkan 2 sampai 3 kali lipat resiko kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah. Resiko orang yang berhenti merokok mengalami gangguan penyakit jantung dan pembuluh darah berkurang 50%. Tekanan darah tinggi dan diabetes mellitus AHA menganggap diabetes mellitus dan tekanan darah tinggi sebagai faktor utama resiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Kadar kolesterol tinggi dalam darah Kolesterol adalah faktor kunci dari proses penyumbatan pembuluh darah yang menjadi dasar meningkatnya penyakit jantung dan pembuluh darah. Tingginya kadar kolesterol diperkirakan menyebabkan sekitar 56% penyakit jantung iskemia. Faktor resiko lain yang dapat diubah: Kegemukan Saat ini, kecenderungan pola makan masyarakat di dunia beralih pada makanan siap saji dan mulai meninggalkan pola makan tradisional, yang kaya sayur, buah, dan padi-padian. Rendahnya konsumsi sayur dan buah diperkirakan menyebabkan sekitar 31% penyakit jantung iskemia. Kurang aktivitas fisik Aktivitas fisik menurunkan resiko penyakit jantung dan diabetes mellitus tipe 2 melalui beberapa cara: aktivitas fisik memerbaiki penyimpanan gula dalam darah, mengurangi lemak tubuh, menurunkan berat badan. 5. Penilaian Pasien dengan Serangan Jantung Saat dilokasi kejadian, lakukan pemantauan lokasi terjadinya serangan jantung, pastikan lokasi aman dan segera lakukan penilaian awal. Lihat kedaan umum korban serangan jantung dan status kesadarannya saat mendekati korban.. pada umumnya korban yang mengalami kondisi kegawatdaruratan jantung berada dalam dua kondisi, yaitu korban yang sadar dan korban tidak sadar,dengan tidak ada nadi dan pernapasan. Jika menemukan korban dalam kondisi tidak sadar, dengan tidak ada nadi dan pernapasan, lakukan tindakann segera. Segera aktifkan bantuan gawat darurat

dengan menghubungi 118 dan segera memulai resusitasi jantung paru jika mampu. Pada yang sadar, pertama pastikan jalan napas dan pernapasan. Lihat juga warna kulit, kehangatan kulit, dan kondisi korban. Nilai tipe dan lokasi nyeri dan adanya tanda gejala yang menyertai serangan jantung. Segera membuat keputusan apakah

perlu menghubungi 118 atau perlu dikirim ke rumah sakit segera. Meskipun tidak semua pasien dengan nyeri dada atau masalah jantung akan mengalami henti jantung, jika pasien diantar secara mandiri ke rumah sakit, perlu dipersiapkan pada kemungkinan tersebut dengan memantau ketat pernapasan dan nadi selama perjalanan ke rumah sakit. 6. Gaya Hidup Sehat untuk Jantung Gaya hidup sehat untuk jantung meliputi mengadopsi gaya hidup sehat yang dapat mengurangi resiko terjadinya serangan jantung di kemudian hari. Mengurangi faktor resiko menurunkan kemungkinan terkena stroke atau serangan jantung. Mengontrol tekanan darah tinggi,penatalaksanaan secara umum meliputi mengubah pola makan dan penggunaan obat anti hipertensi. Minum obat secara teratur sesuai yang diresepka oleh dokter. Berhenti merokok secara total. Memperhatikan menu makanan. Mengurangi kolesterol dalam manu makanan dan memulai diet seimbang. Menurunkan berat badan jika kelebihan berat badan. Olahraga secara teratur. Olah raga menggerakkan otot melancarkan sirkulasi darah dan membantu mengurangi berat badan dan menumbuhkan perasaan bahagia dan sehat.

F. Kepustakaan Suharsono, T., D.K Ningsih. 2012. Penatalaksanaan Henti Jantung di Luar Rumah Sakit Sesuai dengan Algooritma AHA 2010. Edisi ke-3. Malang: UMM Press