Anda di halaman 1dari 26

Oleh : Miranti Dwi Hartanti (70 2008 008)

Pembimbing : DR. dr. H. R. Pamudji, Sp.KK (K)

Rusaknya kesatuan jaringan atau komponen jaringan

Kontaminasi bakteri

LUKA
Perdarahan dan pembekuan darah

Hilangnya seluruh atau sebagian fungsi organ Respon stres simpatis

Kematian sel

PROSES PENYEMBUHAN

Peningkatan aliran darah ke daerah yang rusak

Pembersihan sel dan benda asing

Faktor lokal

Faktor sistemik

Perkembangan awal seluler

Fase Inflamasi

FASE PENYEMBUHAN LUKA

Fase proliferasi

Untuk menggabungkan bagian luka Mengembalikan fungsinya

Fase remodelling

Hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh

Trauma kimia

LUKA

Trauma benda tajam atau tumpul

Ledakan sengatan listrik Gigitan hewan

Perubahan suhu

WAKTU PENYEMBUHAN LUKA

Luka akut = masa penyembuhan sesuai proses penyembuhan Luka kronis = luka mengalami kegagalan proses penyembuhan krn eksogen dan endogen

PROSES TERJADINYA

Luka insisi (vulnus scisum) Luka memar (vulnus contussum) Luka lecet (vulnus escoriatum) Luka tusuk (vulnus punctum) Luka gores (vulnus laceratum) Luka tembus (vulnus penetratum) Luka bakar (vulnus combutio)

Vulnus Scissum

Vulnus Contussum

Vulnus Escoriatum

Vulnus Punctum

Vulnus Combutio

Vulnus Laceratum

Vulnus Penetratum

DERAJAT KONTAMINASI

Luka bersih (clean wound) Luka bersih terkontaminasi (clean-contamined wound) Luka terkontaminasi (contamined wound) Luka kotor atau infeksi (dirty or infected wound)

Tujuan

Mengembalikan integritas kulit

risiko terjadinya infeksi, scar, dan penurunan fungsi

PROSES PENUTUPAN LUKA

Penutupan luka primer (intensi primer) Penutupan luka sekunder (intensi sekunder) Penutupan luka primer tertunda (intensi tersier)

Penutupan luka

Debridement atau toilet luka (luka primer)

Primer

Tertunda

Sekunder

FASE HEMOSTASIS DAN INFLAMASI

adanya respon vaskuler dan seluler akibat perlukaan

Untuk menghentikan perdarahan dan membersihkan area luka serta persiapan proses penyembuhan

Kerusakan pembuluh darah keluarnya platelet menutupi vaskuler yang terbuka dan mengeluarkan substansi vasokonstriktor pembuluh darah kapiler vasokontriksi penempelan endotel pembuluh darah tertutup 5 10 menit

stimulasi saraf sensoris, local reflex action, dan adanya substansi vasodilator vasodilatasi kapiler dan pemeabilitas vena cairan plasma keluar dan masuk ke daerah luka eksudasi migrasi neutrofil ke ekstravaskular fagositosis selama 3 hari makrofag

Dicapainya luka yang bersih dan tanpa infeksi

Makrofag dan fibroblast berhasil dibentuk

Eritema, hangat pada kulit, edema dan rasa nyeri

Pedoman/parameter fase inflamasi (sampai hari ke -3 atau ke-4)

Fungsi : Sintesa kolagen Membentuk jar. granulasi bersama fibroblas memproduksi GF >> re-epitelisasi angiogenesis

FASE PROLIFERASI (FIBROPLASIA)

Berlangsung hingga akhir minggu ke-3, bertujuan memperbaiki dan menyembuhkan luka dan ditandai dengan proliferasi sel.

Merubah struktur fibroblast myofibroblast

Berproliferasi dan mengeluarkan substansi (kolagen, elastin, as. Hyaluronat, fibronektin, proteoglikan

Fibroblast bergerak aktif dari jar. sekitar luka ke dalam luka

Melakukan kontraksi pada jaringan

FASE REMODELLING

Dimulai pada minggu ke-3 setelah perlukaan s.d. 12 bulan, menyempurnakan terbentuknya jar. baru jar. penyembuhan yg kuat + berkualitas

Terbentuk kolagen yg lebih matang (lebih kuat) dengan stuktur baik.

Pembentukan kolagen dan pemecahannya oleh enzim kolagenase

Dikatakan SEMBUH jika : terjadi kontinuitas lapisan kulit dan kekuatan jar. kulit tidak mengganggu aktivitas normal

TULANG

Tulang Panjang

Perdarahan di endostium, kanal Havers, dan periosteum osteoblast dan menghasilkan osteoid Pada daerah patahan Osteoblast berdiferensiasi menjadi kondroblast dan tulang rawan

hematom

Tulang Pendek

Proliferasi fibroblast yg bersifat osteogenik dari mesenkim periosteum dan endostium

Nekrosis pada pinggir tulang tidak banyak Kalus interna segera mengisi rongga patah tulang

Kalus eksterna dan interna

Jar. Tulang dan tulang rawan lebih kuat

TENDO

Luka atau putus

Penyembuhan alami

Jaringan ikat yang lekat pada jaringan sekitar

Bagian distal hipotrofi

FASIA

Luka

Hematom dan eksudasi

Jaringan ikat

Tidak sembuh betul herniasi Hipertrofi sebagai kompensasi jar. otot sisa

OTOT

Luka

Jaringan ikat

USUS

Luka atau putus

Harus dijahit

Penyembuhan 2-3 minggu karena kaya pembuluh darah

SERABUT SARAF

Akson terputus 24-48 jam tumbuh akson baru

Bagian distal berdegenerasi Waller Menemukan selubung mielin utuh

Meninggalkan selubung mielin kosong

Kolaps atau terisi fibroblast

JAR. SARAF

Trauma

Rusak dan tidak beregenerasi

Digantikan jar. Ikat (sel glia) dan gliosis

PEMBULUH DARAH

Luka

Serat elastin dinding pembuluh darah mengerut, otot polos kontraksi Sempat terbentuk gumpalan Hematom sangat besar krn arus yg kuat Dinding dalam dilapisi endotel putus

Kerutan lebih kuat dari arus Perlahan dilapisi endotel

luka menutup, perdarahan berhenti

Jaringan ikat

Bag. tengah tetap cair krn turbulensi

Aneurisma palsu

Ujung potongan mengalami retraksi dan kontraksi

KELOID

PARUT HIPERTROFIK

LUKA
PROSES PENUTUPAN LUKA

Hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh, baik kulit, mukosa membran, dan tulang atau orang tubuh lain

Penutupan luka primer (intensi primer) Penutupan luka sekunder (intensi sekunder) Penutupan luka primer tertunda (intensi tersier)

Fase Inflamasi

FASE PENYEMBUHAN LUKA

Fase proliferasi

Fase remodelling

PENYEMBUHAN LUKA TERGANGGU

ENDOGEN EKSOGEN

Keloid

KOMPLIKASI
Jar. parut hipertropik