Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH KONSEP DASAR KEBUTUHAN RASA AMAN

Di susun Oleh : Kelompok IV B

Renni Pancawati Rial Retno wati Ridho Ardi Wibowo Samsudin Senja agustina Murdopo Hamidun Khosim

G2A009089 G2A009090 G2A009091 G2A009093 G2A009094 G2A009074

PROGRAM STUDI S1-KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG 2012

KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr. Wb

Segala puji kami panjatkan kehadiran Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya, sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan judul KONSEP DASAR KEBUTUHAN RASA AMAN. Kami mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing dalam menyelesaikan makalah tersebut. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan, Demi kesempurnaan makalah ini kami mengharapkan saran dan kritik dari berbagai pihak. Wassalamualaikum Wr. Wb

Semarang, November 2012

Tim Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................................................... DAFTAR ISI ......................................................................................................................... BAB I. PENDAHULUAN A. Latar belakang Masalah ............................................................................................. B. Tujuan penulisan ....................................................................................................... C. Metode penulisan ....................................................................................................... D. Sistematika penulisan................................................................................................. BAB II. KONSEP DASAR A. Konsep Dasar kebutuhan Rasa Aman 1. Pengertian ............................................................................................................ 2. keamanan lingkungan .......................................................................................... 3. faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan keselamatan dan keamanan ......... B. Pengkajian .................................................................................................................. C. Diagnosa Keperawatan .............................................................................................. BAB III. PENUTUP A. Kesimpulan ................................................................................................................ B. Saran .......................................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Ada banyak permasalahan yang berhubungan dengan kebutuhan pemenuhan rasa aman, dimulai dari usia bayi, toddler, prasekolah, sekolah, remaja, dewasa dan lansia. Kebutuhan rasa aman yaitu suatu keadaan bebas dari segala fisik dan psikologis merupakan salah satu KDM yang harus dipenuhi, serta dipengaruhi dengan factor lingkungan, Karena lingkungan yang aman akan secara otomatis kebetuhan dasar manusia terpenuhi. Seringkali terjadi hal kelainan terhadap klien yang berusia lanjut atau lansia dikarenakan kurangnya perhatian terhadap klien. Untuk itu sebagai perawat membri ASKEP (Asuhan Keperawatan) kepada klien yang mengalami gangguan kebutuhan rasa aman haruslah bener-bener diperhatikan agar kebutuhan klien terpenuhi. B. Tujuan Penulisan 1. Tujuan Umum :

mahasiswa dapat memahami, menjelaskan pemenuhan kebutuhan rasa aman. 2. Tujuan Khusus :

a. mahasiswa dapat menjelaskan pengertian pemenuhan rasa aman b. mahasiswa dapat menjelaskan keamanan lingkungan c. mahasiswa dapat menjelaskan mahasiswa faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan keselamatan dan keamanan C. Metode Penulisan Metode ini menggunakan metode observasi, dimana penulis mendapatkan data dan informasi melalui sumber buku.

D. Sistematika Penulisan Bab I Pendahuluan terdiri dari: A. Latar Belakang B. Tujuan Penulisan C. Metode Penulisan D. Sistematika Penulisan

Bab II Konsep Dasar: A. Konsep Dasar kebutuhan keamanan 1. Pengertian Keamanan 2. Keamanan Lingkungan 3. Lingkungan yang Aman 4. faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan keselamatan dan keamanan B. Pengkajian fokus KDM C. Pengkajian Fokus D. Pathways Keperawatan E. Diagnosa F. Fokus Intervensi Bab III Penutup terdiri dari: A. Kesimpulan B. Saran

BAB II KONSEP DASAR

A. Konsep Dasar Kebutuhan Rasa Aman 1. Pengertian Keamanan seringkali didefinisikan sebagai keadaan bebas dari cederea fisik dan psikologis, adalah suatu kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi. Lingkungan pelayanan kesehatan dan komunitas yang aman merupakan hal yang penting untuk kelangsungan hidup klien. Kebutuhan rasa aman adalah kebutuhan dasar dan hierarkinya berada di bawah kebutuhan untuk mengetahui dan memahami. Pentingnya teori kebutuhan maslow dalam kesehatan terletak pada hubungan antara kebutuhan dasar dan kebutuhan tumbuh. Jelas bahwa manusia yang kebutuhan dasarnya seperti rasa aman dan rasa dicintai tidak terpenuhi akan memiliki energi psikologis yang kecil yang dapat dikerahkan untuk memelihara kesehatannya. 2. Keamanan Lingkungan Lingkungan klien mencakup semua faktor fisik dan psikososial yang mempengaruhi atau berakibat terhadap kehidupan dan kelangsungan hidup klien. Lingkungan ini mengabungkan seluruh tempat terjadinya interaksi antara perawat dan klien, misalnya: 1. 2. 3. Rumah Pusat Komunitas Klinik, Rumah sakit, dsb

Jika lingkungan aman, maka : 1. Mengurangi insiden terjadinya penyakit dan cidera 2. Memperpendek lamanya perawatan di rumah sakit 3. Meningkatkan kesejahteraan klien 3. Lingkungan yang Aman a. Kebutuhan dasar terpenuhi Kebutuhan fisiologis yang mempengaruhi seseorang :

Oksigen, waspada dengan Co yang akan mengurangi oksigen keseluruh tubu Kelembaban, jika terjadi iritasi akan mempengaruhi Nutrisi, penyimpanan makanan yang tidak tepat yang akan meningkatkan resiko terjadinya infeksi dan keracunan makanan Suhu, suhu exstrem akan mempangaruhi kenyaman dan keamanan

b. Pengurangan bahaya fisik Bahaya fisik yang ada di komunitas dan tempat pelayanan kesehatan akan menyebabkan klien beresiko mengalami cidera. Beberapa penyebab kematian : Kecelakaan kendaraan bermotor Kecelakaan akibat jatuh, lebih dari 40% lansia mengalami jatuh Keracunan Tenggelam Kebakaran dan luka bakar

c. Pengurangan Transmisi Patogen Membudayakan cuci tangan, melakukan imunisasi untuk menambah resistensi terhadap penyakit infeksi, menggunakan standard kewaspadaan saat memberikan Asuhan Keperawatan kepada pasien, khususnya kepada pasien yang menderita penyakit menular. d. Sanitasi Yaitu pengelolaan lingkungan sekitar terhadap kebersihan .ada

sanitasi lingkungan dan sanitasi di lingkup rumah sakit seperti pengelolaan air limbah,penyediaan air bersih pasiltas pembuangan sampah dan lain lain. e. Pengontrolan Polusi Dilakukan untuk mengurangi polusi adapun macam-macam polusi antaralain yaitu: 1) polusi udara ,berhubungan dengan meningkatnya resiko pada system pernapasan 2) polusi tanah,pembuangan sampah yang tidak tepat 3) polusi air,dari industri

4) polusi suara kehilangan pendengaran suara akibat bunyi yang terlalu keras akan menyebabkan suatu cidera yang irreversible (tidak dapat kembali lagi). 4. faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan keselamatan dan keamanan : a. usia pada anak-anak tidak terkontrol dan tidak mengetahui akibat dari apa yang dilakukan. Pada orang tua/lansia akan mudah sekali terjatuh atau kerapuhab tulang b. Tingkat Kesadaran Pada pasien koma menurunnya respons terkadang rangsangan paralisis,disorientasi,dan kurang tidur c. Emosi Emosi seperti kecemasan,depresi,dan marah akan mudah sekali terjadi dan berpegaruh terhadap masalah kesehatan dan keamanan d. Status Mobilisasi Keterbatasan aktivas,paralisis,kelemahan otot, dan kesadaran menurun memudahkan terjadinya risiko injuri/ganguan integritas kulit e. Ganguan presepsi sensori Kerusakan sensori akan mempengaruhi adaptasi terhadap rangsangan yang berbahayaseperti gangguan penciuman dan penglihatan f. Informasi komunikasi Ganguan komunikasi seperti aphasia atau tidak dapat membaca dapat menimbulkan kecelakaan B. Pengkajian Fokus KDM Perawat memberikan perawatan kepada klien dan kelurga dan keluarga didalam komunitas mereka dan tempat pelayanan kesehatan. Untuk memastikan lingkungan yang aman perawat perlu memahami hal-hal yang memberi kontribusi keamanan rumah, komunitas atau lingkungan kesehatan, dan kemudian mengkaji berbagai ancaman terhadap keamanan klien dan lingkungan. Pengkajian yang dilakukan pada klien antara lain pengkajian terhadap riwayat dan pemeriksaan fisik. Pengkajian terhadap lingkungan termasuk inspeksi pada fasilitas tersebut, bagian pengkajian berikut mendiskusikan berbagai faktor risiko yang dihadapi dalam komunitas dan lembaga pelayanan kesehatan.

1. Komunitas Ancaman keamanan terhadap komunitas dipengaruhi oleh tahap perkembangan, gaya hidup, status mobilisasi, perubahan sesori, dan kesadaran klien terhadap keamanan. 2. Lembaga pelayanan Kesehatan Jenis dasar risiko terhadap keamanan klien didalam lingkungan klien keehatan adalah jatuh, kecelakaan yang disebabkan oleh klien, kecelakaan yang disebabkan oleh prosedur, dan kecelakaan yang diakibatkan oleh pengguanaan alat. Perawat harus mengkaji keempat jenis masalah yang potensial ini, dan mempertimbangkan tingkat perkembangan klien, mengambil langkah pencegahan, atau meminimalkan kecelakaan di lembaga tersebut. a. Jatuh Merupakan jenis kecelakaan yang sering terjadi di rumah sakit, Lebih sering terjadi pada lansia. b. Kecelakaan yang disebabkan klien Luka atau luka bakar, Cedera , Jari terjepit pintu, Melukai diri, dsb c. Kecelakaan yang disebabkan prosedur Keselahan pemberian obat atau cairan, Saat melakukan ganti balutan, Saat memindahkan pasien d. Kecelakaan yang disebabkan pengguna alat Alat yang digunakan rusak dan salah penggunaan alat

C. Pengkajian Fokus 1. Faktor-faktor yang berhubungan dengan sistem sensori komunikasi pasien seperti adanya perubahan perilaku pasien karena ganguan sensori komunikasi a. Halusinasi b. Gangguan proses pikir c. Kelesuan 2. Faktor resiko yang berhubungan dengan keadaan klien a. Kesadaran menurun b. Kelemahan fisik c. Imobilisasi d. Pengunaan alat bantu

D. Diagnosa Keperawatan KDM 1. Resiko injuri Kemungkinan penyebab : a. Kekurangan informasi tentang keamanan b. Kelemahan c. Ganguan kesadaran d. Vertigo Kemungkinan ditemukan data a. Perlakuan dan injuri kondisi klinis a. AIDS b. Dimensia c. Epilepsi d. Penyakit pendarahan 2. Perubahan proteksi Kemungkinan penyebabnya a. Defisit imunologi b. Malnutrisi c. Kemoterapi d. Pengl;ihatan yang kurang e. Kurang informasi tentang kesehatan Kemungkinan ditemukan data : a. Riwayat kecelakaan b. Lingkungan yang berisiko Kondisi klinis a. Kekurangan nutrisi b. Gangguan darah c. Pembedahan

d. Kemoterapi 3. Resiko tinggi infeksi Kemungkinan penyebab : a. Kerusakan jaringan b. Malnutrisi c. Penyakit kronis kemungkinan ditemukan data a. Kondisi kulit b. Hasil laborat E. Fokus intervensi 1. Resiko injuri Kemungkinan penyebab : a. Kekurangan informasi tentang keamanan b. Kelemahan c. Ganguan kesadaran d. Vertigo Kemungkinan ditemukan data a. Perlakuan dan injuri Kondisi klinis a. AIDS b. Dimensia c. Epilepsi d. Penyakit pendarahan Tujuan yang diharapkan : a. Injuri tidak terjadi Intervensi a. Cek keadaan pasien setiap jam dan berikan penghalang pada tempat tidurnyah Rasional : pencegahan primer

b. Jangan letakkan alat-alat berbahaya dekat pasien Rasional : mencegah terjadi kecelakaan 2. Perubahan proteksi Kemungkinan penyebabnya a. Defisit imunologi b. Malnutrisi c. Kemoterapi d. Penglihatan yang kurang e. Kurang informasi tentang kesehatan Kemungkinan ditemukan data : a. Riwayat kecelakaan b. Lingkungan yang berisiko Kondisi klinis a. Kekurangan nutrisi b. Gangguan darah c. Pembedahan d. Kemoterapi Tujuan yang diharapkan a. Pasien tidak mengalami infeksi nosokomial Intervensi a. Luangkan waktu untuk menjelaskan tetang proteksi R: mengurangi resiko penularan penyakit b. Kolaborasi dengan doketr dalam pemeberian obat R : mengatasi faktor penyebab c. Jaga pasien dari infeksi dan injuri R: mengurangi resiko infeksi

3. Resiko tinggi infeksi Kemungkinan penyebab : a. Kerusakan jaringan b. Malnutrisi c. Penyakit kronis kemungkinan ditemukan data a. Kondisi kulit b. Hasil laborat Tujuan yang diharapkan a. Pasien tidak menunjukan penurunan infeksi b. Tidak ada tanda-tanda infeksi Intervensi a. Monitor TTV 4 jam R : data dasar untuk mengetahu rasa nyaman b. Pertahankan diet adekuat vit C dan tablet fe R: meningkatkan daya tahan tubuh

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan Dari pembahasan yang telah diuraikan pada makalah ini, kami menyimpulkan bahwa dalam pemenuhan kebutuhan rasa aman yaitu terbebas dari cidera fisik dan mental. Selain itu, harus memperhatikan keadaan lingkungan yang aman seperti baiknya udara atau oksigenisasi,sanitasi,terbebasnya dari polusi dan lain-lain. Dalam teori dengan kasus terkadang banyak kesamaan itu wajar dan terkadang pula ada ketidaksamaan, sehingga dapat dibandingkan yaitu pada teori terdapat diagnosa resiko cedera ternyata di kasus ada itu sinkron. Tetapi pada diagnosa lainnya terdapat pada teori, yaitu diagnosa resiko keracunan sedangkan dalam kasus tidak ada karena tidak berhubungan atau kontak langsung dengan zat-zat kmia, namun kasus ini berhubungan dengan pergerakan / mobilitas. Kemudian ada pula diagnosa dalam teori yaitu resiko asfiksia, tentu saja dalam kasus tidak ada karena tidak berhubungan dengan kemampuan motorik dan usia bayi namun kasus ini terjadi pada lansia begitu pula dengan diagnosa lain tidak berhubungan, karena pada kasus ini terjadi perubahan atau berhubungan dengan mobilitas. Serta dalam melaksanakan Asuhan Keperawatan terhadap pasien yang mengalami gangguan rasa aman perlu hati-hati, karena sebagian besar akibat keamanan yaitu dari terjadinya gangguan rasa aman itu sendiri. Baik dari individunya sendiri, lingkungan sekitar. Sebagai perawat perlu semaksimal mungkin melakukan tindakan keperawatan tersebut untuk mencapai tujuan yaitu membuat pasien terbebas dan sembuh serta terpenuhinya kebutuhan dasar manusia. B. Saran Dengan telah membacanya makalah ini, mahasiswa/I diharapkan dapat mengerti, mengetahui tentang ASKEP (Asuhan Keperawatan) dengan pemenuhan kebutuhan rasa aman, serta tindakan-tindakan yang akan diambil dalam membuat ASKEP yang bermutu dan bermanfaat bagi pasien. Serta dituntut untuk bisa membandingkan antara teori dan kasus yang terjadi di lapangan / lahan praktek yang

terkadang ketidaksinkronan dan kesinkronan yang wajar. Semoga bermanfaat bagi semua mahasiswa dan membantu dalam pembuatan ASKEP kelak.

DAFTAR PUSTAKA

Hidayat, AAA., Musifatul Uliyah. 2004. Buku Saku Praktikum Kebutuhan Dasar Manusia, Jakarta: EGC. Potter, Perry. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan: konsep, Proses, dan Praktik, Edisi 4, Jakarta: EGC.