Anda di halaman 1dari 86

DIKLAT TEKNIS SUBSTANTIF SPESIALISASI

TEKNIK PEMERIKSAAN

Disusun Oleh: Drs. Iman Sumadji (Widyaiswara Utama) Muhammad Sofjan, S.Sos., M.E. (Widyaiswara Muda)

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN PUSDIKLAT BEA DAN CUKAI 2011

DIKLAT TEKNIS SUBSTANTIF SPESIALISASI

TEKNIK PEMERIKSAAN

Disusun Oleh: Drs. Iman Sumadji (Widyaiswara Utama) Muhammad Sofjan, S.Sos., M.E. (Widyaiswara Muda)

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN PUSDIKLAT BEA DAN CUKAI 2011

DAFTAR ISI
Halaman HALAMAN JUDUL KAT A PENGANTAR DAFT AR ISI DAFT AR GAMBAR PETUNJUK PENGGUNAAN PETA KONSEP A

i ii iv vi viii

PENDAHULUAN 1 Deskripsi Singkat ...................................................................... 1 2 Prasyarat Kompetensi .................................................................... 1 3 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ........................ 2 4 Relevansi Modul .................................................................... 2 KEGIAT AN BELAJAR 1 Kegiatan Belajar 1: Mesin: Pembakaran, Pompa, Tuai, Tebah, Perah Susu, Produk Susu, Pembuat Anggur, Pemeliharaan Unggas, Mesin Industri Tekstil 1.1. Uraian dan Contoh A. Mesin Pembakaran Dalam.............................. B. Mesin Pembakaran Luar ................................... C. Pompa Air D. Pompa Udara . E. Mesin Tuai atau Tebah . F. Mesin Perah Susu dan Produk Susu . G. Mesin Pembuat Anggur H. Mesin Pemelihara Unggas .. I. Mesin Industri Tekstil . J. Teknik Pemeriksaan .... Latihan ..... Rangkuman .. Tes Formatif 1 .. Umpan Balik dan Tindak Lanjut .........................................

1.2. 1.3. 1.4. 1.5.

4 9 11 16 18 20 22 23 25 36 42 42 44 46

2.

Kegiatan Belajar 2 : Mesin: Industri Plastik, Pembuat Kertas Dan Pulp, Penjilid ii

Buku, Pemotong Kertas, Cetak Ingot, Canai, Bubut, Komputer Dan Laptop 2.1. Uraian dan Contoh A. Mesin Industri Plastik ... B. Mesin Pembuat Pulp dan Kertas .... C. Mesin Penjilid buku dan Pemotong Kertas D. Mesin Cetak Ingot . E. Mesin Canai .. F. Mesin bubut . G. Komputer dan Laptop H. Teknik Pemeriksaan . Latihan Rangkuman .. Tes Formatif 2 .. Umpan Balik dan Tindak Lanjut 47 47 49 51 54 55 58 59 62 65 65 66 67 68 69 73 76

2.2. 2.3. 2.4. 2.5.

PENUTUP TES SUMAT IF KUNCI JAWABAN DAFT AR PUSTAKA

iii

DAFTAR GAMBAR

Halaman 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Gambar 1-1 : Fisik luar Mesin pembakaran dalam bensin dan diesel.. Gambar 12 : Mesin pembakaran dalam cetus api empat tak & dua tak Gambar 1 3 : Mesin Wankel dan cara kerjanya Gambar 1 4 : Mesin Diesel dan Cara Kerjanya ............................ Gambar 1 5 : Cara Kerja Mesin Pembakaran Luar .. Gambar 1 6 : Pompa Rotary dan Pomopa Semi Rotary . Gambar 1 7 : Gear Pumps, pompa roda gigi .......................... 5 6 7 7 10 13 13 14 14 15 15 17 19 21 23 24

Gambar 1 8 : Vane Pump ................................................................. Gambar 1 9 : Pompa tipe Rotary Piston Lobe.................................... Gambar 1 10 : Pompa Helicoidal Volute dan axial ............................. Gambar 1 11 : Pompa Peristaltik .................................................... .......................

Gambar 1 12 : Pompa udara, kompresor Gambar 1 13 : Mesin tuai / tebah

.....................................

Gambar 1 14 : Mesin peras susu dan produk susu ...................... Gambar 1 15 : Mesin Pembuat Anggur ................................ Gambar 1 16 Mesin Pemelihara Unggas ......................

iv

17 18 19 20 21 22

Gambar 1 17: Spinning Machine, Weaving Machines Gambar 1 18: Embroidery Machine, Winding Machines Gambar 1 19 : Knitting machine Circular, Knitting machine flat Gambar 1 20: Crate, pembungkus mesin ........................... Gambar 1 21: Genset dan Name Plate ..................

34 35 35 39 41 48

Gambar 2 1: Mesin Industri Plastik, mesin pembuat botol plastik dan mesin untuk memproses plastik........

23 24 25 26

Gambar 2 2: Injection Moulding Machine Gambar 2 3: Mesin Pembuat Pulp .....................................

49 50 54 54 57 58 61

Gambar 2 4: Mesin Penjilid Buku ......................................... Gambar 2 5: Mesin Cetak Ingot .......................................... ................................................ ..........

27 Gambar 2 6: Mesin Canai 28 Gambar 2 7: Mesin Bubut

29 Gambar 2 - 8 : Palmtop (a,b), Laptop, Personal Computer

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL


v

Untuk dapat memahami modul ini secara benar, maka peserta diklat diharapkan mempelajari modul ini secara urut mulai dari Kegiatan Belajar 1 sampai dengan Kegiatan Belajar 2. Cara mempelajari setiap kegiatan belajar adalah dengan mengikuti tahaptahap berikut ini: 1. Lihat apa yang menjadi target indikator dari kegiatan belajar tersebut; 2. Pelajari materi yang menjadi isi dari setiap kegiatan belajar (dengan cara minimal 3 kali membaca isi materi kegiatan belajar tersebut); 3. Lakukan review materi secara umum, dengan cara membaca kembali ringkasan materi untuk mendapatkan hal-hal penting yang menjadi fokus perhatian pada kegiatan belajar ; 4. Kerjakanlah tes formatif pada kegiatan belajar yang sedang dipelajari; 5. Lihat kunci jawaban tes formatif dari kegiatan belajar tersebut yang terletak pada bagian akhir modul . 6. Cocokkan hasil tes formatif dengan kunci jawaban tersebut, apabila ternyata hasil tes formatif peserta diklat memperoleh nilai minimal 67 (jumlah yang benar x 100/15), maka kegiatan belajar dapat dilanjutkan pada kegiatan belajar berikutnya, namun apabila diperoleh angka di bawah 67, maka peserta diklat diharuskan mempelajari kembali kegiatan belajar tersebut agar selanjutnya dapat diperoleh angka minimal 67. 7. Kerjakan tes sumatif apabila semua tes formatif dari seluruh kegiatan belajar telah dilakukan. 8. Lihat kunci jawaban tes sumatif yang terletak pada bagian akhir modul ini 9. Cocokkan hasil tes sumatif dengan kunci jawaban tes sumatif, apabila ternyata hasil tes sumatif peserta diklat memperoleh nilai minimal 67 (jumlah yang benar x 100/25), maka peserta diklat dapat dinyatakan lulus dari kegiatan belajar

vi

PETA KONSEP

vii

Dalam mempelajari modul ini, agar lebih mudah dipahami maka disarankan kepada peserta diklat untuk mempelajari peta konsep modul. Dengan demikian pola pikir yang sistematik dalam mempelajari modul dapat terjaga secara berkesinambungan selama mempelajari modul.

Kegiatan Belajar 1 Mesin : Pembakaran, Pompa, Tuai, Tebah, Perah Susu, Produk Susu, Pembuat Anggur, Pemeliharaan Unggas
Materi : Mesin Pembakaran dalam dan luar, mesin pompa air, pompa udara dan sentrifugal, Mesin tuai, tebah, perah susu, produk susu, serta mesin pembuat anggur, pemeliharaan unggas dan mesin tekstil.

Kegiatan Belajar 2 Mesin Industri Plastik, Pembuat Kertas dan Pulp, Penjilid Buku, Pemotong Kertas, Cetak Ingot, Canai, Bubut, Komputer dan Laptop. Materi : Mesin Industri Plastik, Pembuat Pulp dan Kertas, Penjilid Buku dan Pemotong Kertas, Mesin Cetak Ingot, Canai dan Bubut, serta Komputer dan Laptop

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri.

viii

A. PENDAHULUAN

1.

DESKRIPSI SINGKAT

Mata Diklat Teknik Pemeriksaan Mesin Industri merupakan salah satu mata diklat dalam kurikulum Diklat Teknis Substantif Spesialisasi (DTSS) Teknik Pemeriksaan. Mata Diklat ini memberikan pengetahuan dan ketrampilan teknik pemeriksaan mesin industri bagi para pegawai di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang berkualifikasi pemeriksa. Materi dalam modul ini terdiri atas mesin bahan bakar dalam/mesin bahan bakar luar, mesin pompa air, mesin pompa udara, mesin tuai, tebah, perah susu dan mesin produk susu, mesin pembuat anggur, pemeliharaan unggas, mesin industri tekstil, mesin industri plastik, mesin pembuat kertas dan mesin pemotong kertas, mesin cetak ingot, mesin canai, mesin bubut, komputer serta laptop serta identifikasi atas mesin-mesin tersebut.

2.

PRASYARAT KOMPETENSI

Peserta yang akan ditunjuk untuk mengikuti Diklat Teknik Pemeriksaan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : 1. Pegawai Golongan II, pernah mendapatkan diklat teknis kepabeanan dan cukai, baik melalui Program Diploma I, Diploma III maupun DTSD Kepabeanan dan cukai serta dinyatakan lulus. 2. Usia peserta tidak lebih dari 45 tahun 3. Memiliki motivasi yang kuat untuk mengikuti diklat 4. Tidak sedang menjalani atau dalam proses penjatuhan hukuman disiplin 5. Tidak sedang ditunjuk mengikuti diklat lain 6. Ditunjuk oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

3.

STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR

Standar kompetensi. Setelah mengikuti pendidikan ini, para peserta pendidikan dan pelatihan pada Diklat Teknik Pemeriksaan mampu menjelaskan pengertian umum tentang pengertian mesin bahan bakar dalam/mesin bahan bakar luar, mesin pompa air, mesin pompa udara, mesin tuai, tebah, perah susu dan mesin produk susu, mesin pembuat anggur, pemeliharaan unggas, mesin industri tekstil, mesin industri plastik, mesin pembuat kertas dan mesin pemotong kertas, mesin cetak ingot, mesin canai, mesin bubut, komputer serta laptop serta melakukan identifikasi atas mesin-mesin tersebut dengan baik dan benar. Kompetensi Dasar. Setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan mampu memahami dan dapat mengidentifikasi mesin: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Pembakaran dalam / luar Pompa air, pompa udara dan sentrifugal Tuai, tebah, perah susu dan produk susu, pembuat anggur, pemeliharaan Unggas, dan esin industri tekstil Industri plastik, pembuat pulp dan kertas, penjilid buku dan pemotong kertas Cetak ingot, canai, dan bubut Komputer dan laptop. ini, peserta diharapkan

4.

RELEVANSI MODUL

Pengetahuan

tentang

Teknik

Pemeriksaan

Mesin

Industri

sangat

diperlukan bagi pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai agar dalam pelaksanaan tugas yang berhubungan dengan pemeriksaan barang impor, khususnya yang berkaitan dengan mesin industri pegawai yang bersangkutan dapat melaksanakannya dengan baik, benar serta tidak menimbulkan masalah

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

sehubungan dengan kondisi fisik barang, kebenaran barang serta klasifikasi barang tersebut. Modul ini disusun sebagai bahan pembelajaran bagi siswa Diklat Teknik Pemeriksaan pada Pusdiklat Bea dan Cukai, agar siswa pengetahuan pelaksanaan tentang tugas di Teknik Pemeriksaan sebagai Mesin Industri, dapat mempunyai agar dalam

lapangan

pemeriksa

melakukan

pemeriksaan barang-barang impor khususnya mesin industri dengan baik dan benar.

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

B.

KEGIATAN BELAJAR

1
MESIN: PEMBAKARAN, POMPA, TUAI, TEBAH, PERAH SUSU, PRODUK SUSU, PEMBUAT ANGGUR, PEMELIHARAAN UNGGAS, MESIN INDUSTRI TEKSTIL
Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta diklat diharapkan mampu menjelaskan dan melakukan pemeriksaan terhadap mesin: 1) Pembakaran dalam dan luar 2) Pompa air, pompa udara dan sentrifugal 3) Tuai, Tebah, perah susu, produk susu 4) Pembuat anggur, pemeliharaan unggas 5) Mesin Industri Tekstil

1.1. Uraian dan Contoh

A.

Mesin Pembakaran Dalam Mesin pembakaran dalam ada dua macam, yaitu pembakaran dalam

cetus api serta pembakaran dalam nyala kompresi. Pembakaran dalam cetus api dikenal dengan mesin bensin dan pembakaran dalam nyala kompresi dikenal dengan nama mesin diesel. Pada mesin pembakaran dalam cetus api dikenal dengan mesin empat tak dan dua tak.

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

Mesin empat tak adalah mesin pembakaran dalam yang dalam satu siklus pembakaran terjadi empat langkah piston. Sedangkan mesin dua tak adalah mesin pembakaran dalam yang dalam satu siklus pembakaran terjadi dua langkah piston. Sekarang ini, mesin pembakaran dalam pada mobil, sepeda motor, truk, pesawat terbang, kapal, alat berat dan sebagainya, umumnya menggunakan siklus empat langkah. Empat langkah tersebut meliputi, langkah hisap (pemasukan), kompresi, tenaga dan langkah buang yang secara keseluruhan memerlukan dua putaran poros engkol (crankshaft) per satu siklus pada mesin bensin atau mesin diesel. Dari gambar di bawah ini kita dapat kita lihat perbedaan fisik antara mesin pembakaran dalam cetus api dan mesin pembakaran dalam nyala kompresi (Gambar 1.1, 1.2, 1.3 dan 1.4). Pada Gambar 1.3 adalah gambar dari mesin wankel. Mesin ini sebetulnya sama dengan mesin pembakaran cetus api. Perbedaannya pada mesin wankel ini tidak menggunakan piston sebagaimana mesin bensin, tetapi menggunakan rotor segitiga. Perbedaan lebih lanjut dapat diikuti pada pembahasan di bawah ini. Gambar 1.1 : Fisik luar Mesin pembakaran dalam bensin dan diesel

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

Gambar 1.2 : Mesin pembakaran dalam cetus api empat tak dan dua tak

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

Gambar 1.3 : Mesin Wankel dan cara kerjanya

Gambar 1.4 : Mesin Diesel dan Cara Kerjanya

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

Untuk melakukan identifikasi fisik atas mesin pembakaran dalam cetus api (mesin bensin) dengan mesin pembakaran dalam nyala kompresi adalah sebagai berikut : 1. Bentuk fisik : mesin diesel dengan cc yang sama dengan mesin bensin, kelihatan lebih kekar/kuat. Mesin bensin menggunakan busi untuk terjadinya pembakaran bahan bakar, sedangkan mesin diesel tidak menggunakan busi, tetapi dengan sistem kompresi bahan bakar. 2. Bahan bakar : mesin diesel menggunakan bahan bakar minyak berat seperti solar, bio-diesel (campuran 95% crude palm oil dengan 5% solar), minyak sayur / minyak goreng bekas, minyak jarak jatropha curcas. Sedangkan mesin bensin : menggunakan bensin premium/pertamax, alkohol (bioetanol). 3. Mesin diesel suara lebih keras, karena sistem pembakaran dengan kompresi : campuran udara dan bahan bakar dikompres, di ruang pembakaran sampai titik tertentu menimbulkan panas untuk membakar bahan bakar, yang menimbulkan ledakan keras untuk mendorong piston, gerakan piston diteruskan ke poros engkol yang seterusnya akan dipergunakan untuk menjalankan mobil. Pada mesin bensin suara mesin lebih halus, karena bahan bakar dibakar oleh percikan api yang dikeluarkan oleh busi yang membakar bahan bakar yang ada di ruang pembakaran, 4. Untuk menghidupkan mesin diesel konvensional, saat kunci mobil diputar on membutuhkan waktu beberapa saat sampai display merah pada dashboard berubah menjadi hijau untuk dapat men-start mobil. Pada mesin

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

modil diesel sekarang telah dilengkapi dengan steker cahaya, yang berfungsi untuk memanaskan mesin, sehingga mesin dapat di-start dalam waktu yang lebih cepat. Pada mesin bensin tidak memerlukan tindakan seperti mesin biesel. 5. Bahan bakar yang tersedia pada mesin diesel tidak boleh kurang dari batas minimal yang harus ada, agar tidak menimbulkan masalah pada proses pembakaran, karena dapat menimbulkan masalah gagal untuk

menghidupkan mesin. Pada mesin bensin tidak dikenal batas minimum ketersediaan bahan bakar, asalkan bahan bakar tidak habis di dalam tangki bensin. 6. Mesin diesel pada umumnya dipergunakan untuk kendaraan dengan kemampuan angkut besar, seperti truk, bis atau jeep (jarang sekali dipergunakan untuk sedan), kapal, kereta api, mesin pertanian dan sebagainya. Sedangkan mesin bensin untuk mobil dengan cc yang lebih kecil, seperti sedan, suv, minibus, speed boat, sepeda motor, mesin potong rumput ...dan seterusnya.

B. Mesin pembakaran luar : Berbeda dengan mesin diesel dan mesin bensin, pada mesin

pembakaran luar, proses pembakaran bahan bakar yang menghasilkan energi panas tersebut berlangsung di luar mesin itu sendiri. Energi panas yang berupa gas hasil pembakaran dipindahkan menjadi fluida kerja melewati dinding pemisah. Sebagai contoh mesin uap, dimana gas hasil pembakaran (gas bakar) digunakan untuk memanasi air/uap air di dalam katel uap. Uap air bertekanan tinggi yang dihasilkan oleh ketel uap berfungsi sebagai fluida kerja yang menggerakkan mesin. Mesin ini terdiri atas suatu silinder yang didalamnya terdapat torak (piston tuas) yang dapat bergerak bebas dua arah (translasi). Uap air bertekanan tinggi yang dihasilkan ketel uap (boiler) dimasukan kedalam silinder sedemikian hingga sewaktu uap air mengembang (ekspansi) akan menimbulkan gerak translasi (bolak-balik) yang kemudian diteruskan / dirubah menjadi gerak berputar. Uap air bertekanan tinggi dimasukan pada bagian kiri (top zone) dan bagian kanan (botom zone) dari batang torak secara bergantian. Kedudukan maxsimum torak pada bagian kiri disebut Top Dead Centre (titik mati atas)

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

disingkat dengan TDC. Sedang maximum kedudukan torak pada bagian kanan disebut titik Bottom Dead Centre (titik mati bawah) atau disingkat dengan BDC. Contoh yang paling populer dari jenis mesin ini adalah mesin uap pada kereta api sampai dengan tahun enampuluhan, sebelum diganti dengan mesin diesel atau listrik. Untuk identifikasi atas mesin pembakaran luar dapat dilakukan langkahlangkah sebagai berikut : 1. Untuk keperluan menjalankan kendaraan membutuhkan air dalam jumlah banyak, yang ditampung pada ketel penampung air 2. Membutuhkan bahan bakar, berupa kayu atau batubara, dalam jumlah banyak 3. Untuk dapat menjalankan mesin membutuhkan waktu lama dimulai dengan mengisi air dalam ketel uap, membakar bahan bakar (kayu/batubara) sampai air mendidih menghasilkan uap. 4. Kendaraan (kereta api) baru dapat dijalankan bila uap telah cukup kuat untuk mendorong piston menggerakkan roda kereta api. Proses ini membutuhkan waktu yang cukup lama, karena ditentukan oleh kondisi dari bahan bakar. Semakin bagus bahan bakar, nyala api menjadi baik dan proses mendidihnya air untuk menghasilkan uap juga menjadi lebih cepat.

Gambar 1-5 : Cara Kerja Mesin Pembakaran Luar :

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

10

C. Pompa air Kelompok ini meliputi mesin yang digerakkan dengan tangan atau secara mekanis dan digunakan menghisap atau memindahkan secara terus menerus bahan cair encer. Mesin atau pesawat yang dilengkapi dengan motor yang dipasang di dalamnya. Pos ini meliputi juga pompa distribusi cairan yang dilengkapi dengan pesawat pengukur/penghitung, misalnya : pompa yang digunakan di garasi untuk distribusi bensin atau minyak serta pompa yang khusus dibuat untuk dipasang di dalam mesin kendaraan dan sebagainya (misalnya pompa bensin, pompa minyak atau air dan pompa untuk membuat serat, tekstil tiruan). Mesin / pesawat ini menurut cara kerjanya dapat dibagi : a) Pompa pengisap dan yang semacam itu (Reciprocating pumps) Yang didasarkan pada fungsi daya isap atau daya tekan sebuah pengisap yang berjalan bolak dan lurus di dalam sebuah silinder. Katup mencegah cairan yang telah diisap atau yang telah ditekan, mengalir kembali. Disebut : Single Acting apabila pompa tersebut memanfaatkan satu sisi saja dari pengisapnya untuk mengisap. Double Acting apabila pompa tersebut menggunakan kedua sisi pengisapnya. Guna meningkatkan daya isapnya, maka beberapa pompa dibuat

sedemikian rupa sehingga pompa tersebut menggunakan baik daya isapnya maupun daya tekannya (pompa tekan isap). Untuk menghasilkan debit yang banyak, seringkali daya kerja beberapa pompa digabungkan. b) Pompa yang berputar (rotary pumps) Dalam pompa ini, cairan juga diisap dan ditekan keluar oleh depresi dan kompresi yang susul menyusul yang ditimbulkan dengan menggunakan sebuah unsur atau lebih, yang selalu berputar mengelilingi sebuah poros yang menutup dinding kotak pompa pada satu titik atau lebih. Pompa tersebut menurut mekanik pompanya yang berputar, terdiri atas : 1) Gear pumps (pompa roda gigi) dari berbagai jenis. Pompa tersebut bekerja dua roda gigi, yang giginya berbentuk khusus saling menyangkut. 2) Vane pumps (pompa cincin cairan). Rotornya dapat berbentuk sebuah silinder yang berputar secara eksentrik dan mempunyai sudu yang radial

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

11

dan mempunyai atau terdiri dari sebuah sudu yang ditambatkan pada kotak pompa dan sebuah motor licin yang dipasang secara eksentrik. 3) Rotary piston lobe type pumps 4) Helicoidal pumps (pompa beroda gigi spiral) dimana cairannya

dipindahkan menurut arah membujur dari kotak pompa di bawah tekanan dari ruang antara beberapa roda gigi spiral yang berputar sangat cepat. 5) Peristaltic pumps c) Pompa Pusingan (Centrifugal Pumps) Pada pesawat tersebut suatu cairan yang dialirkan masuk secara aksial disalurkan kedalam roda sudu (kipas) dan oleh gaya pusingan diayunkan kedalam kotak pompa berbentuk cincin (yang disebut rumah keong) yang mempunyai pipa pembuangan yang dipasang secara tangensial. Rumah keong tersebut kadang-kadang dilengkapi dengan sudu yang dipasang secara melingkar dimana kecepatan diubah menjadi tekanan. Guna meningkatkan daya tekannya digunakan pompa pusingan bertingkat lebih (multi stage centrifuge pump). Dalam pompa tersebut beberapa kipas dipasang secara beriring, misalnya pada turbin bertingkat lebih. Karena kecepatan putarannya sangat tinggi, maka pompa pusingan selalu digerakkan oleh sebuah motor atau sebuah turbin, biasanya dengan hubungan langsung, sedangkan pada pompa pengisap dan pompa yang berputar perlu digunakan sebuah pengurang kecepatan (reduction gears). d) Pompa lainnya : Pompa lainnya terdiri dari dua group : 1) Electro magnetic pumps Pompa ini tidak mempunyai bagian gerak. 2) Ejector Untuk mengisi ketel uap air dengan air, serta pompa injeksi untuk motor diesel yang bekerja berdasarkan prinsip yang sama, digolongkan juga dalam pos ini. 3) Emulsion pumps (gas lift pumps) 4) Pompa dengan uap air atau dengan tekanan gas, terdiri atas :

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

12

Elevating wheels (rinci) dg ember dan lain-lain. Elevator rantai dan elevator kabel dengan ember sudu, mangkuk karet dan sebagainya. Elevator ban (band elevator) yang bekerja dengan menggunakan ban yang tidak berujung pangkal, terbuat dari tekstil/logam yang berombak dan lembut dengan spiral karena pipa tambatannya menahan air yang telah diambilnya sampai dilemparkan karena gaya piringannya. Archimides screw -type elevator. Gambar 1-6 : Pompa rotary dan pompa semi rotary :

Gambar 1 7 : Gear Pumps, pompa roda gigi

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

13

Gambar 1 - 8 : Vane pumps

Gambar 1 -9 : Pompa tipe Rotary Piston Lobe

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

14

Gambar 1 10 : Pompa Helicoidal Volute dan axial :

Gambar 1 11 : Pompa Peristaltik :

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

15

D.

Pompa udara : Mesin pompa udara meliputi mesin dan peralatan, yang dijalankan dengan

tangan atau dengan tenaga, untuk mengkompresi udara / gas lain, atau untuk menciptakan kekosongan dan juga mesin untuk mensirkulasikan udara / gas lain. Kompresor umumnya pompa udara, pompa vakum dan kompresor berfungsi dengan prinsip yang sama, biasanya konstruksi mirip dengan pompa cairan (piston, rotari, pompa sentrifugal / pompa latar) yang diuraikan dalam penjelasan sebelumnya. Terdapat jenis khusus untuk menghasilkan vakum tinggi, seperti pompa penyebar (cairan pompa tersebut berupa minyak / air raksa), pompa molekul dan pompa entrapment (pompa getter, pompa siro). Pompa udara dan pompa vakum berguna untuk : mempermudah pendidihan, penyulingan / penguapan pada tekanan dikurangi; untuk

mengosongkan lampu / tabung listrik, botol vakum, dan lain lain. Pompa udara digunakan untuk memompa udara pada saat ditekan (misal saat

mengembungkan ban pneumatik) Tidak seperti pompa cairan, kompresor udara / gas lain (selain kompresor yang bekerja pada tekanan rendah atau tekanan yang sebentar-sebentar) memiliki pendingin air / memiliki sirip atau sarana lain atau untuk mendinginkan udara (dingin permukaan) guna menghamburkan panas yang amat sangat yang dibangkitkan dari kompresi. Terdapat beberapa jenis kompresor, contohnya, piston bolak-balik, kompresor sentrifugal, aksial dan rotari. Kompresor banyak digunakan untuk mengompresi gas kedalam silinder gas; dalam proses kimia; untuk lemari es, dan lain lain, untuk mengompresi udara atau gas dalam penampungan guna memaksa mesin atau peralatan pemasok seperti mesin udara dikompresi, cungkil pneumetik, mesin derek, rem, tabung ban pneumatik, tangki pemberat kapal selam, dan lain lain. Untuk dapat mengidentifikasi kompresor, pompa udara serta pompa vakum, dapat Saudara perhatikan gambar 1-15 di bawah ini. Kiri atas kompresor, kanan atas pompa udara (pompa ban), kiri bawah pompa udara dan kanan bawah pompa vakum.

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

16

Gambar 1-12 : Pompa udara, kompresor

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

17

E.

Mesin Tuai atau tebah : Kelompok mesin ini meliputi mesin yang digunakan sebagai pengganti

perkakas tangan untuk pengerjaan mekanis dari operasi berikut ini : 1. Mesin pemotong rumput, dijalankan dengan tangan atau dengan motor. Mesin dapat memiliki batang pemotong seperti mesin potong rumput atau pertanian, pisau berputar, yang memotong rumput berlawanan dengan sebuah pisau horizontal atau cakram berputar dengan pisau pada bagian ujung terluarnya. 2. Mesin pemotong rumput (termasuk yang dijalankan dengan motor) untuk memotong rumput kering, dan lain-lain. Biasanya terdiri atas sebuah bagianbagian dan batang pemotong horizontal yang memotong dengan melakukan gerakan bolak balik gigi diantara jari-jari batang pemotong, atau dapat terdiri atas cakram-cakram berputar atau drum dengan pisau-pisau pada bagian terluarnya. 3. Mesin pemotong rumput yang dilengkapi dengan alat untuk menyimpan hasil panen yang dipotong pada deretan-deretan sepanjang ladang (alat pemotong windrower dan alat pemotong conditioners) 4. 5. Tedder jerami (misalnya dengan mengangkat garpu atau drum) Mesin penggaruk jerami, terdiri atas suatu deretan beroda dari gigi semi bundar, yang dapat diangkat secara otomatis. 6. Mesin penggaruk tedder, mesin penggaruk windrower, mesin penggaruk utuk mengikat. 7. Mesin untuk memungut kemudian untuk membungkus serta mesin giling untuk membungkus, untuk mengambil dan membungkus jerami atau rumput kering yang tertinggal di ladang. 8. Mesin tuai kombinasi, yang memungut, menebah, membersihkan dan mengeluarkan biji 9. Trailer yang dapat memuat sendiri, yang dipasang dengan peralatan penuai secara permanen, untuk menebang, memotong-motong, mengangkut rumput, jagung dan lain-lain. 10. Mesin tuai buah anggur (berdaya geser atau gerak sendiri) 11. Mesin tuai sayur-sayuran (buncis, tomat dan lain-lain) 12. Mesin tuai makanan ternak, atau pertanian lainnya

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

18

13. Mesin tebah biji, meliputi mesin tebah pemberi makan otomatis, disajikan secara terpisah atau tidak (misalnya mesin tambahan yang dirancang untuk meyakinkan keteraturan pemberian makanan dari mesin tebah tersebut dengan membuka dan menyebarkan ikatannya. 14. Mesin untuk membuang daun dari tongkol jagung, mesin tebas jagung. Untuk melakukan identifikasi/pemeriksaan pisik atas mesin tuai atau tebah, dapat dilakukan dengan memperhatikan gambar di bawah ini. Gambar 1-13 : Mesin tuai / tebah :

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

19

F. Mesin Perah Susu dan Produk Susu: Mesin perah susu terdiri atas sekelompok cangkir untuk puting susu (setiap cangkir memiliki penggaris karet yang dihubungkan dengan tabung fleksibel pada satu sisinya ke unit pompa vakum melalui sebuah alat penggetar dan pada sisi lainnya ke ember susu, biasanya terbuat dari logam anti karat). Alat penggetar yang terpasang pada tutup ember, bekerja pada cangkir dengan mengganti-ganti tekanan atmosfir dengan vakum antara cangkir dengan penggaris. Keseluruhan yang dibentuk oleh kelompok cangkir untuk putting susu, alat penggetar dan ember susu disebut sebagai ember perah susu. Pada mesin-mesin tertentu yang berkapasita lebih kecil, ember perah susu dan unit pompavakum dapat terdapat pada suatu dasar (mesin dengan satu ember atau dengan ember kembar). Mesin dengan kapasitas yang lebih besar, berbagai komponennya biasanya terpisah. Jumlah ember perah susu yang tidak tetap dapat dihubungkan ke unit pompa vakum dengan pipa. Beberapa jenis mesin tidak memiliki ember susu. Dari cangkir putting susu, susunya langsung menuju peralatan pendingin atau tangki penyimpanan di sepanjang garis pipa, biasanya sudah terpasang. Mesin untuk memproses susu : Kelompok mesin ini meliputi hal-hal sebagai berikut : 1) Alat penghomogenisir. Alat ini memisahkan lemak ke dalam partikel halus yang lebih mudah dicerna, dan yang lebih lama dalam keadaan emulsi tanpa membentuk kepala susu. 2) Alat irradiator yang didalamnya digunakan lampu ultra violet untuk meningkatkan kandungan vitamin D pada susu. Sebagian besar mesin untuk memproses susu tergantung terutama pada prinsip penukar panas, misalnya peralatan untuk pasteurisasi, stassanisasi atau sterilisasi, aparat untuk mengembunkan atau mengeringkan susu, dan pendingin susu. Disamping mesin pengolah susu di atas, terdapat mesin untuk mengubah susu menjadi produk susu lain, mesin tersebut meliputi : 1) Mesin untuk membuat mentega , meliputi : a) Tong susu, biasanya terdiri atas sebuah tong kayu, yang didalamnya terdapat sejumlah partisi atau pisau. Tong tersebut atau pisaunya diputar dengan tangan atau dengan tenaga motor, dan tindakan memukul yang

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

20

dihasilkan mengakibatkan kerasnya kepala susu dan secara berangsurangsur mengubahnya menjadi mentega. b) Alat untuk mengerjakan mentega, digunakan untuk mengeluarkan uap lembabnya dari mentega segar yang telah diaduk. Alat ini terdiri atas sebuah meja yang berputar. Di atas meja tersebut mentega dikocok dan diadoni oleh silinder-silinder yang iasanya terbuat dari kayu. c) Pada kombinasi tong susu dan alat untuk mengerjakan mentega, tongnya tidak dilengkapi dengan partisi tetapi dengan penggiling yang berlekuk-lekuk, sehingga kedua operasi yang diuraikan di atas dapat dilakukan bersamaan. d) Mesin mencetak mentega kedalam bentu-bentuk yang diinginkan.

2) Mesin pembuat keju, meliputi : a) Mesin untuk memisahkan dan menghegemonisir campuran dadih dan kelapa susu untuk membuat keju lembut atau keju krim. b) c) Mesin untuk mencetak keju lembut atau keju krim. Mesin keju lainnya (missal dari jenis sekrup, timbangan berat dan lainlain) yang digunakan, khususnya dalam pembuatan keju yang lebih keras, baik untuk membentuk produknya atau menghilangkan uap lembab yang berlebihan. Gambar 1-14 : Mesin peras susu dan produk susu :

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

21

G. Mesin Pembuat Anggur Mesin pada kelompok ini meliputi : 1) Mesin penghancur buah anggur. Mesin ini terdiri atas dua silinder berlekuklekuk, atau dari sebuah silinder tunggal dilengkapi dengan pemukul, yang mengekstrak sari buah anggur tanpa menghancurkan biji atau tangkainya. Kelompok ini meliputi juga mesin pelumat yang menggabungkan sebuah pompa untuk memasok sari yang dihasilkan ke dalam tong-tong peragian. 2) Mesin pemisah sari buah (must=sari buah anggur sebelum peragian telah mengubahnya menjadi anggur) dari tangkai buah anggur segar yang diperas. Biasanya terdiri atas wadah berlubang dilengkapi dengan pemukul berputar. Beberapa model mengkombinasikan operasi pemerasan dan pemotongan tangkai tangkai buah. 3) Mesin peras yang digunakan untuk mengekstrak sari buah yang tersisa dalam bubur anggur yang dihancurkan dan disaring, atau dari sisa tong peragian. Terdapat dua jenis utama : a) Mesin peras mekanik atau hidrolik terputus-putus yang mana kepala alat perasnya menghancurkan bubur dalam kurungan kisi-kisi yang dapat saling bertukar ditopang dalam sebuah wadah untuk

mengumpulkan sari buahnya. Kelompok ini meliputi mesin peras berpintu hidrolik yang dirancang sehingga rangkaian wadah biasanya dipasang pada kereta, dapat terisi dengan sari buah. b) Mesin peras terus menerus yang di dalamnya terdapat suatu mekanisme sekrup tanpa ujung pangkal yang menyalurkan anggur ke dalam mesin dan memerasnya.

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

22

Gambar 1-15 : Mesin Pembuat Anggur :

H. Mesin Pemelihara Unggas : Mesin ini meliputi kelompok : 1) Mesin eram, yang menghubungkan peralatan termal, listrik atau lainnya, untuk menjaga agar telur (yang ditempatkan di laci-laci atau pada lapisanlapisan) tetap dalam suhu yang tetap sehingga menetas. Beberapa mesin eram juga menggabungkan alat untuk mengubah telur secara otomatis. 2) Mesin tetas, peralatan yang lebih besar dipanaskan dengan cara yang sama, digunakan untuk mebesarkan anak ayam.

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

23

3)

Unit untuk membesarkan dan menelurkan atau baterai, instalasi besar dilengkapi dengan alat otomatis untuk mengisi bak, membersihkan lantai dan mengumpulkan telur-telur.

4)

Alat penguji telur dengan fitur mekanis (termasuk penguji foto-listrik), selain lampu penguji statis.

5)

Alat pencabut bulu unggas otomatis (dari jenis yang berjari karet, cakram atau sisir), biasanya menggabungkan bak untuk mendidihkan air atau lilin cair untuk mempermudah pencabutan bulu.

Gambar 1-16 : Mesin Pemelihara Unggas :

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

24

I.

Mesin Industri Tekstil : Mesin industry tekstil meliputi mesin-mesin untuk : 1. Mengekstrusi, menarik, menstekstur, memotong bahan tekstil buatan 2. Mesin untuk pengolahan serat tekstil, mesin pemintal, penggandaan atau pemilinan, pengikalan atau penggulung tekstil 3. Mesin tenun 4. Mesin rajut Untuk memahami ke 5 hal tersebut, marilah kita ikuti uraian di bawah ini Ad. 1. Mesin ini meliputi : a. Mesin ekstrusi tekstil buatan manusia dalam bentuk monofilamen atau beberapa filamen. Mesin ini, dalam prakteknya, membuat rangkaian panjang perangkat pemintal identik yang saling lepas yang ditempatkan berdampingan. Setiap perangkatnya terutama terdiri pompa meteran dan penyaring yang memasukkan pemintal atau mulut pipa pemintal. Tergantung dari proses yang dilakukan, satu filamen atau lebih keluar dari mulut pipa pemintal melalui bak pencuci yang berisi agen bahan kimia pelapis (mis, proses viscose), atau melewati ruang kedap udara yang dipasangi dengan penyemprot air (mis, proses cupramonium) atau

mengalirkan udara panas (mis, proses selulosa asetat) atau melewati ruang berpendingin. Mulut pipanya dapat berlubang satu atau lebih (kadang-kadang ribuan) sesuai dengan hasil yang dibutuhkan untuk memperoleh monofilamen atau benang multi-filamen maupun tali

pengeret untuk dipotong menjadi serat staple. Pada beberapa mesin, serat yang keluar dari mulut pipa dibawa bersama-sama dan dijalin oleh simpul kecil dari peralatan khusus, kemudian menjadi bentuk benang. Di sisi lain, serat yang keluar dari berbagai macam alat pemintal dikombinasikan dalam tali tebal (tali pengeret), kadang-kadang ratusan atau ribuan serat, untuk kemudian dipotong menjadi serat staple. b. Mesin penarik dimana merentangkan filamen menjadi 3 atau 4 kali panjang aslinya, suatu proses yang menyesuaikan molekul secara langsung dari filamen kemudian menambah kekuatannya. c. Mesin tekstur benang tekstil sintetis. Kebanyakan proses tekstur (metode tradisional terputus, flase-twisting, kerutan pinggir, kerutan roda

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

25

gigi, pancaran udara panas atau uap panas, rajutan- rajutan lepas) mengubah perlengkapan fisik benang untuk memproduksi kerutan benang, benang elastis foam, dll. d. Pemotong serat staple untuk memotong tali pengeret menjadi serat panjang. e. Mesin Tow-to-top. Mesin ini juga memotong tali pengeret menjadi serat staple panjang, tetapi tidak merusak susunan paralel dari seratnya dalam tali pengeret. Kemudian mesin ini memproduksi bubungan yang siap untuk dipintal (tidak membutuhkan sisiran atau sikatan) dan tidak kehilangan jumlah serat staplenya seperti pemotong pada paragraf (4). f. Mesin pemutus untuk memproduksi tali pengeret filamen yang diputus. Bagian filamen yang lebih besar (tetapi tidak semuanya) diputus dalam jarak tertentu, meskipun beberapa filamen tetap tidak terputus, maka benang yang diperoleh dari tali pengeret mempunyai sifat benang staple.

Ad. 2 Mesin ini meliputi mesin-mesin sebagai berikut : a. Mesin untuk menyiapkan pengolahan serat tekstil alami atau serat pendek buatan manusia, meliputi : 1. Mesin blower-grader untuk memotong bulu binatang sesuai dengan ukurannya. Mesin ini terdiri dari kotak panjang yang terbagi menyilang sesuai lebarnya menjadi kompartemen dimana bulu binatang tersebut ditiup dengan aliran udara. Bulu binatang ini dibagi ke dalam kompartemen-kompatermen sesuai ukurannya. 2. Mesin untuk memisahkan serat kapas dari biji, kulit dan kotoran lainnya (misalnya, mesin pemisah biji kapas), dan mesin semacamnya untuk memisahkan linter dari bijinya. 3. Mesin untuk mematahkan tangkai atau mesin semacamnya untuk memisahkan serat dari batang sayuran (lena, rami, dan seterusnya) setelah pembusukan. 4. Mesin untuk menyobek pakaian usang, tali tua atau tekstil sisa semacamnya untuk menguraikannya pada kondisi berserat yang cocok untuk disisir (mis, garnetting machines dan rag pickers).

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

26

5. Mesin untuk memecah gumpalan , digunakan untuk membuka gumpalan kapas dari gumpalan yang dikempa. 6. Alat penuang otomatis, dipasangi dengan peralatan perentang untuk memastikan pengisian ke bagian pembuka kapasnya. 7. Mesin pembuka kapas (pembuka kapas jenis Crighton yang tegak, pembuka bak horisontal, pembuka pneumatis, dll) untuk melepaskan dan membersihkan kapas, yang diperoleh dari mesin dalam bentuk jaringan gulungan (rolled web). 8. Mesin penumbuk dan perentang untuk membersihkan dan

membuka jaringan serat kapas; mesin pengolahan untuk membuka wool. 9. Mesin untuk menghilangkan lemak pada wool dengan

pengaturan secara mekanik untuk mengisi ke dalam wool dan memompa dalam air panas; dan mesin untuk mencuci bahan baku wool (mis, leviathan) yang dilengkapi dengan mekanik untuk mengaduk dan kadang-kadang berarti untuk mengeringkan. 10. Mesin pencelup bahan baku wool yang terpisah untuk

mencelupkan serat wool yang tidak dipintal dalam jumlah besar. 11. Mesin untuk meresapi wool, rami, dll., dengan minyak atau produk kimiawi untuk memudahkan penyikatan dan penyisiran. 12. Mesin untuk memberi karbon pada wool, dilengkapi dengan bak untuk zat asam, pengaturan untuk menghilangkan akibat sampingan dari cairan, untuk mengeringkan dan untuk membersihkan kotoran yang telah hangus. 13. Mesin untuk menyikat dari berbagai jenis untuk kapas, wool, serat pendek buatan manusia, serat kulit pohon (rami, lena, dll), dll. Mesin ini melanjutkan pembersihan yang dimulai dengan mesin pembuka dan penumbuk, dan memisahkan dan meregangkan seratnya. Pada prinsipnya, mesin ini terdiri dari penggulung besar yang dibungkus dengan kawat baja gergaji bergerigi atau dengan susunan yang dipasangi dengan gerigi kawat (card clothing); Mesin ini bekerja berlawanan dengan pelat yang dipasang atau penggulung lainnya yang juga dibungkus dengan kawat bergerigi. Peralatan pembersih

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

27

menjaga agar selubung bergerigi bebas dari serat penyumbat, dan pada mesin untuk menyikat wool terdapat peralatan untuk

menghilangkan kotoran. Mesin untuk menyikat yang berbeda digunakan pada tingkat yang berbeda untuk bahan yang berbeda (mis, breaker card, intermediate card, finisher card, condenser card). Serat tersebut meninggalkan mesin penyikat dalam bentuk jaringan atau sumbu, atau dapat dikondensasi ke dalam pemotong dan kemudian digulung pada kumparan atau gelondongan dan

ditempatkan pada bumbung yang berputar (rotating bin). 14. Kotak penarik, kotak takaran, dll. Mesin ini menarik potongan ke potongan melintang yang lebih kecil, mengkombinasikannya dan menariknya kembali untuk memperoleh suatu produk; mesin in digunakan setelah penyikatan dan, dalam kasus wool, kadang-kadang juga setelah penyisiran. 15. Mesin penyisir. Fungsi utama dari mesin ini adalah menyisir serat pendek; potongannya ditahan di antara penjepit yang digerakkan dengan pengaturan sisir atau jepitan. Mesin ini digunakan pada berbagai tahapan pembuatan : untuk mengolah bahan baku dalam keadaan mentah (mis, hackling fax), atau setelah menyisir atau menariknya. Jenis paling umum adalah mesin penyisir untuk rami, lena atau serat semacamnya, yang kerap menyisir kapas (French atau seperti garis lurus), dan sisir berputar untuk wool. 16. Perentang rami, goni, dll. Mesin ini mengkombinasikan ikatan rami atau serat lainnya, dan menariknya menjadi potongan tak terputus. 17. Mesin mencuci kembali wool (backwashing) untuk menghilangkan minyak dan kotoran lainnya dari wool setelah penyikatan atau penyisiran. Mesin ini terdiri dari sejumlah bak untuk air hangat bersabun, yang dilengkapi dengan penggulung pandu atau penjepit, silinder pengering dan kotak penakar untuk membuka sekali lagi. 18. Mesin untuk menarik atau untuk memutar untuk menarik dan menggintir ringan potongan atau pemutarnya untuk membuatnya siap dipintal.

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

28

19. Piringan Putar (coiler). Terdiri dari piringan berputar yang dirancang untuk memutar kaleng dimana potongan atau pemutar dikumpulkan seperti jika meninggalkan berbagai macam mesin; mesin ini biasanya mempunyai peralatan penggulung di bagian ujungnya.

b. Mesin untuk menyiapkan sutera sebelum dipintal, meliputi : 1. Mesin untuk menghilangkan bagian luar kepompong, dan mesin untuk menghilangkan, dengan cara menumbuk kepompongnya, filamen bagian luar yang tidak dapat digulung. 2. Bak yang digunakan bukan untuk menggulung dengan tangan benang sutra dari kepompong, yang dilengkapi dengan peralatan untuk merakit dan menggintir ringan beberapa filamen secara bersama dan kadang-kadang dengan penggulung dimana sutra mentah yang diperoleh digulung; penggulung ini kadang-kadang dipisahkan dari bak tetapi asalkan penggulung dan bak tersebut diimpor bersama secara keseluruhan tetap diklasifikasikan di sini. 3. Mesin untuk menghilangkan gumpalan, bagian penebal, dll., dari benang sutra mentah. c. Mesin pemintal untuk mengubah benang pendahulu menjadi benang, mesin penggintir, mesin menggandakan benang menjadi multiple, atau kabel, meliputi : 1. Bingkai pemintal dimana dengan cara menarik dan menggintir lebih lanjut, mengubah benang pendahulu menjadi benang. Ciri utama bingkai pemintal ini adalah mekanik pintalnya (flyer ring dan traveller, dll) yang dihubungkan dengan kumparan tegak atau miring yang berputar; bingkai pemintal lengkap terdiri dari sejumlah elemen yang dipasang berdampingan. Pos ini meliputi mesin untuk memintal rami, lena, goni, dll, bingkai pemintal terputus-putus (mules,dll) dan bingkai pemintal tak terputus (pemintal flyer, pemintal cincin, pemintal cap, dll). Pos ini juga mencakup roda pemintal yang digerakkan dengan tangan.

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

29

2. Mesin tow-to-yarn. Mesin ini melengkapkan keseluruhan proses penguraian filamen dari tali pengeret, menariknya menjadi benang pendahulu dan memintalnya menjadi benang. 3. Mesin penggintir atau pengganda untuk memberikan gintiran tambahan pada benang, atau untuk menggintir bersama dua benang atau lebih untuk membentuknya menjadi benang multipel atau benang kabel atau dalam bentuk benang ikal; Mesin tertentu dari kelompok ini dapat meliputi peralatan untuk memproduksi benang hiasan (mis, benang ikal). 4. Kelompok in juga meliputi mesin throwing untuk menggintir bersama filamen tak terputus dari sutra atau dari tekstil buatan manusia. 5. Mesin untuk menyimpul bulu kuda jadi satu . d. Mesin penggulung dan pelikas, yang meliputi : Mesin ini digunakan untuk merapikan benang (atau benang pendahulu), benang ikal atau benang senar, ke dalam kumparan, gulungan, cop, kerucut, cheese, kartu, dll, atau dalam bola, gulungan atau untingan, dll, baik untuk keperluan manufaktur atau perdagangan, atau untuk dijual eceran. Untuk pengklasifikasin mesin penegang, lihat bagian (E) di bawah ini.. Kelompok ini juga mencakup mesin untuk memperoleh dan menggulung kembali benang dari rajutan yang salah atau barang pengait. Mesin inijuga mencakup mesin untuk menggulung benang pakan (weft winder) khususnya yang dirancang untuk menggulung benang pakan ke dalam kumparan yang siap untuk ditenun.

a. Mesin untuk menyiapkan benang tekstil untuk digunakan pada mesinmesin tekstil di atas, meliputi mesin-mesin : 1. Pelapis (warper) untuk menyiapkan rangkaian benang paralel, di bawah tegangan yang sama, dan dalam urutan yang tepat (dengan memperhatikan warna dan jenis benang) untuk ditenun. Sejumlah benang yang lengkap yang dibutuhkan untuk pelapisdapat disiapkan secara keseluruhan atau per bagian (pelapisan bagian); Benang ini dapat digulung secara langsung pada tiang pelapis yang siap untuk

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

30

ditenun, atau untuk sementara waktu pada penggulung mesin pelapisnya atau pada alat tambahan lainnya (mis, kumparan). Mesin ini terdiri dari kepis (creel) untuk menahan sejumlah besar kumparan benang, rangkaian sisir dan benang pandu dan bak penggulung mekanik berkekuatan penuh; bemacam-macam

bagian dari mesin ini biasanya terpisah, tetapi bila diimpor bersama tetap diklasifikasikan di sini. 2. Mesin pengukuran lapisan (mis, mesin pemotong). Di sini benang pelapis, baik dalam bentuk bagian atau sebagai lembaran benang paralel, diberi balutan sementara untuk melindunginya dari jerumbai pada mesin tenun dan membuatnya lembut, kemudian menjadi mudah untuk ditenun. Mesin ini umumnya terdiri dari bak ukuran tertentu, sisitem penggulung pandu, silinder panas atau pengering udara panas dan perlatan penggulung, dan kadang-kadang juga peralatan untuk penanda potongan (mis, alat pencelup untuk menandai jarak pinggiran benang). 3. Mesin penarik ke dalam atau mesin reeding untuk menarik benang pelapis melalui heald (heddle) dari mesin tenun, dan melalui reed atau sisir. 4. Mesin penyambung atau menggintir lapisan , untuk menyatukan benang dari lapisan baru dengan meninggalkannya dari lapisan yang dulu.

Ad.3 Meliputi mesin-mesin sebagai berikut : Kelompok ini meliputi mesin tenun untuk memproduksi kain dengan menenunnya, menggunakan benang tekstil (termasuk serat tanah gemuk) atau benang lainnya (mis, dari logam, kaca atau asbes). Pada mesin ini benang lungsin dan benang pakan dijalin tegak lurus untuk membentuk kain. Dalam tenunan paling sederhana, lembaran benang lungsin dari silinder lungsin (warp beam) membagi menjadi dua kelompok benang pengganti, tiap kelompok dikontrol oleh alat pengekang (harness); alat pengekang ini naik dan turun bergantian benang lungsinnya untuk membentuk sudut

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

31

(dikenal sebagai shed) di antara dua kelompok benang yang melalui benang pakannya (pada mesin tenun konvensional dibawa oleh teropong) dimana dengan segera diketukkan pada benang pakan yang lebih dulu dengan menggunakan sisir (reed); naik atau turunnya kelompok benang lungsin kemudian diputar oleh alat pengekang, menjerat benang pakan dan membentuk shed baru untuk baris berikutnya dari benang pakan. Pada alat tenun biasa hingga 8 alat pengekang yang dapat digunakan untuk menjalin urutan benang lungsin yang dinaikkan dan kemudian memproduksi variasi tenunan tertentu. Mesin tenun yang lebih rumit dapat melakukan tenunan yang lebih lengkap. Misalnya, beberapa mesin tenun mempunyai sistem khusus untuk mengontrol naiknya benang lungsin (dobbie, Jacquard, dll) untuk

mengontrol lebih banyak kelompok benang lungsin atau bahkan benang lungsin tunggal; atau peralatan khusus dapat digunakan untuk

memproduksi kain khusus tertentu (leno mechanisms, warp pile (atau Terry) attachment, swivel shuttle attachment for broche work). Mesin tenun lainnya mempunyai peralatan untuk mengganti teropongnya (atau

kumparan pada teropongnya), kemudian memasukkan benang pakan berbeda warna atau benang berbeda (kotaknya ditukar dengan

memutarnya, kotaknya ditukar dengan menjatuhkannya, dll). Mesin tenun seringkali termasuk peralatan mekanis atau listrik tertentu lainnya (mis, untuk melengkapi kumparan pada teropong bila diperlukan, atau untuk menghentikan mesin tenun bila benang lungsin atau benang pakannya putus).

Ad 4 Meliputi mesin-mesin sebagai berikut : a. Mesin rajut : Mesin ini terdiri dari dua kelompok utama : 1. Mesin rajut pipih untuk memproduksi kain pipih dengan lebar yang sama atau, dengan menambah dan mengurangi jumlah tusukan dalam satu deretan, kain pipih tetapi potongan kain yang dibentuk dengan cara menjahitnya (mis, menjadi kaos kaki panjang atau pendek). Mesin rajut pipih termasuk mesin untuk merajut seperti biasa (mis, mesin katun) dan merajut benang lungsin (mesin tenun Raschel,
Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

32

milanese, loknit, dll). Mesin ini mulai dari jenis yang sangat sederhana sampai mesin dengan banyak deretan jarum, dalam beberapa kasus dilengkapi dengan Jacquard atau mekanik semacamnya untuk memproduksi beragam rancangan. 2. Mesin rajut bundar dimana memproduksi baik kain pipa lurus ataupun, dengan berbagai macam ukuran pada deretan jahitan , lembaran berbentuk pipa (untuk kaos kaki panjang, kaos kaki

pendek, lengan baju untuk garmen, baret, kopiah atau tutup kepala semacam itu, dll). b. Mesin stitch-bonding : Kelompok in meliputi semua jenis mesin sticth-bonding di mana memproduksi kain dengan proses jahit-berantai. Berikut ini termasuk : 1. Mesin yang menggabungkan mekanik jarum untuk mengikat benang lungsin dan benang pakan dengan jahit-berantai. 2. Mesin untuk memasukkan loop benang pada dasar kain yang sebelumnya diproduksi pada mesin tenun konvensional, dan

mengikatnya pada bagian belakan dengan jahitan rajutan. 3. Mesin jahit-rajutan beroperasi dengan menjahit lapisan pada serat kain yang lepas yang sudah dibuat oleh mesin lainnya (mis, mesin kartu dan mesin garnet) dan kemudian memproduksi lembaran yang terkumpul dari bahan tekstil yang digunakan sebagai bahan

penyaring, dasar permadani, bahan isolasi,dll. c. Mesin membuat jala rajutan, kali tule, kain renda, kain rajutan atau hias : 1. Mesin untuk membuat jala atau jaringan untuk segala keperluan, baik dalam bentuk potongan ataupun bentuk berang jadi (mis, jala ikan). 2. 3. Mesin untuk membuat kain tule polos (mis, mesin gulung). Mesin untuk membuat kain tule bercorak, kain renda, dll (mis, mesin tuas dan mesin renda nottingham). 4. Mesin untuk membuat kain tule bobinot, kain korden bobinot dan kain renda mekanik bobinot, dimana membuat kain jaringan pipih atau kain korden pipih, semacam kain renda mekanik (ditenun)

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

33

dari rangkaian benang lungsin dan benang pakan. Bagaimanapun, rangkaian benang lungsin dan benang pakan tidak dijalin tegak lurus seperti tenunan, tetapi dilingkarkan dan diikat, oleh ayunan teropong, dengan rangkaian benang lungsin berjumlah banyak yang diatur pada kumparan kecil. 5. Mesin sulam dimana, dengan memakai jarum, menyulam berbagai macam rancangan dengan satu benang atau lebih pada alas kain tenun yang kuat atau bahan lainnya; mesin ini dapat dilengkapi

dengan Jacquard atau mekanil semacamnya. Pos ini juga mencakup mesin penarik benang dimana menarik dan menjepit benang yang tertinggal sehingga membentuk sulaman yang terbuka.

Gambar 1 - 17 : Spinning machine, weaving machines

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

34

Gambar 1 - 18 : Embroidery machine, winding machines

Gambar 1 - 19 : Knitting machine Circular, Knitting machine flat

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

35

J. Teknik Pemeriksaan Seperti telah dijelaskan sebelumnya barang adalah sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Mencegah adanya uraian barang yang tidak jelas (misdescription), Mencegah adanya barang yang tidak diberitahukan (unreported), Mencegah kesalahan jumlah dan jenis barang, Mencegah kesalahan pemberitahuan asal barang, Mencegah pemasukan barang larangan dan pembatasan, Menetapkan klasifikasi dan Nilai Pabean dengan benar bahwa tujuan pemeriksaan fisik

Oleh karena itu para pemeriksa barang harus memperhatikan setiap tujuan tersebut diatas agar dapat melakukan kegiatan pemeriksaan fisik barang khususnya mesin industry dengan baik dan lengkap. Persiapan Pejabat Pemeriksa Barang menerima instruksi pemeriksaan, packing list dari staf Seksi Kepabeanan dan Cukai, meneliti jumlah, jenis dan uraian kemasan dalam packing list. Dalam hal packing list tidak mencantumkan nomor kemasan, atau tidak dapat digunakan sebagai dasar pemeriksaan fisik barang (misalnya uraian jenis barang dan/atau jumlah barang tidak jelas) maka pemeriksaan fisik barang yang semula 10% atau 30% ditingkatkan menjadi 100% (seratus persen). Agar kegiatan pemeriksaan dapat berjalan efektif, hendaknya Pemeriksa Barang menyiapkan berbagai perlengkapan yang penting untuk mendukung

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

36

tugas pemeriksaan. Perlengkapan pertama berkaitan dengan perlengkapan kepustakaan dan perlengakapan selanjutnya berkaitan dengan perlengkapan fisik. Untuk keperluan kepustakaan maka seharusnya pemeriksa fisik barang memiliki 1. Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI). Pemeriksa barang hendaknya memperhatikan barang apa yang akan diperiksa dan menghubungkannya dengan pos-pos pada BTBMI. Hasil pemeriksaan agar mengacu ke BTBMI sehingga pemeriksaan dapat digunakan secara efektif oleh Pejabat Pemeriksa Dokumen. 2. Buku pengetahuan barang. Pemeriksa barang perlu melengkapi diri dengan literatur yang berkaitan dengan identifikasi barang 3. Menggali informasi lain dari situs internet. Pemeriksa barang haruslah kreatif dalam menggali sumber informasi tentang barang dalam hal ini mesin industry yang akan diperiksa. Situs yang dapat membantu tugas pemeriksa salah satunya yaitu www.insw.go.id dimana dengan masuk ke link e-services kemudian masuk ke BTBMI/lartas imporekspor maka pemeriksa dapat mengetahui riwayat peraturan dari barang yang dimaksud. www.google.com Situs lain yang diddapat dari search engine seperti juga sangat membantu pemeriksa barang dalam

melakukan pengayaan informasi tentang barang yang akan diperiksa Selain yang bersifat soft skill maka pemeriksa barang juga harus melengkapi dirinya dengan hard skill atau hard tools. Perlengkapan dimaksud yaitu: 1. Cutter / pisau saku, berfungsi untuk membuka karton / pengemas barang (sebagai cadangan apabila pengurus/buruh tidak membawa cutter). 2. Senter kecil, berfungsi sebagai alat penerangan apabila barang tidak dikeluarkan dari kontainer, misalnya untuk melihat plate, atau barang/kemasan tertentu dalam kontainer.

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

37

3. Alat tulis kantor berupa: Spidol (permanent marker) untuk menandai barang Ballpoint untuk menulis Laporan Hasil Pemeriksaan 4. Alat pengukur (meteran, macrometer dan sejenisnya) berfungsi untuk mengukur panjang barang / carton / kemasan. 5. Kacamata / sarung tangan / Topi / Helm pengaman (bila perlu), diperlukan apabila menghadapi barang yang perlu penanganan khusus. 6. Kalkulator, berfungsi untuk melakukan penghitungan jumlah barang atau konversi satuan barang. 7. Tas kecil (untuk menyimpan peralatan kerja selama proses pemeriksaan)

Pelaksanaan Pemeriksaan Barang Dari pemahaman kita tentang mesin-mesin yang kita bahas di dalam Kegiatan Belajar sebagaimana diuraikan di atas, maka untuk melakukan identifikasi dalam rangka pemeriksaan dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Memperhatikan gambar yang tertera di masing-masing penjelasan identifikasi pengertian mesin untuk mengenali dan membedakan diantara mesin industri. 2. Perhatikan pengemas. Salah satu tanda-tanda mesin dalam keadaan baru atau bekas dapat dilihat dari konsdisi pengemas barang. Pengemas yang dimaksud yaitu mesin

dimasukkan kedalam kemasan terbuat dari kayu (semacam krat) dan dibungkus plastik rapi. Krat/crate yang berisi mesin pengangkutannya dapat dimasukkan kedalam kontainer atau tidak, tergantung dari ukuran krat/mesin yang bersangkutan. Mesin yang ukurannya besar, melebihi ukuran kontainer yang ada, biasanya tidak dimasukkan kedalam kontainer. `

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

38

Gambar 1 - 20 : Crate, pembungkus mesin

3. Perhatikan bentuk fisik barang: a. Untuk mesin pembakaran dalam: Mesin diesel dengan kapasitas cc yang sama dengan mesin bensin, maka akan kelihatan lebih kekar/kuat. Mesin bensin menggunakan busi untuk terjadinya pembakaran bahan bakar, sedangkan mesin diesel tidak menggunakan busi, tetapi dengan sistem kompresi bahan bakar.

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

39

b. Untuk mesin pembakaran luar: Bentuk fisik mesin lebih besar dari mesin mobil baik diesel maupun bensin, karena jenis mesin ini biasanya digunakan untuk kereta api, atau mesin-mesin pabrik. c. Ketahui mesin diimpor dalam keadaan baru atau bekas: Salah satunya dengan melihat apakah terdapat ceceran atau rembesan oli yang keluar dari seal mesin. Juga diperhatikan apakah terdapat pengecatan ulang (recolour) untuk mengelabui petugas sehingga tidak bias dibedakan antara yang baru dengan bekas. yang berlebihan. Pada knalpot (silencer) tidak terdapat jelaga

4. Perhatikan brosur, leaflet, manual books atau sejenisnya. Setelah pengemas dibuka maka pada mesin dalam keadaan baru akan ditemukan adanya brosur, leaflet, manual books atau sejenisnya 5. Temukan/cari name plate barang bersangkutan Berbeda dengan brosur, leaflet dan manual books maka posisi name plate pasti melekat pada fisik barang tersebut. Name plate dibuat dari selembar

logam yang ditempel pada body mesin yang bersangkutan, lihat gambar di bawah ini. Informasi Name plate bisa jadi lebih berharga di banding dengan brosur. Informasi di name plate menggambarkan informasi sebagai berikut: a. Nama barang b. Merk c. Negara asal d. Pabrik pembuat e. Spesifikasi barang Power) a) Kemampuan hisap serta kemampuan melontarkan air (untuk pompa air), atau kemampuan menghisap atau mengisi udara (untuk pompa udara atau kompresor) b) Kemampuan menuai/menebah (untuk mesin tebah) padi per satuan waktu c) Konsumsi bahan bakar yang dipergunakan per satuan waktu bersangkutan (voltage/watt/ampere/RPM/PK/Horse

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

40

Gambar : 1-21 : Genset (kiri) dan Name Plate (kanan)

6. Perhatikan antara brosur, name plate dengan fisik barang yang bersangkutan. Jika terdapat kecocokan antara ketiganya maka dapat dikatakan bahwa pengimporan barang impoir tersebut sesuai dengan pemberitahuan yang disampaikan importir Pelaporan Agar LHP dapat berfungsi secara optimal maka uraian jumlah dan jenis barang mesti dituangkan secara lengkap dan jelas, yang meliputi : a. Jumlah barang dalam satuan yang umum digunakan untuk barang bersangkutan. b. Uraian barang, sesuai dengan penyebutan umum barang bersangkutan. c. Merk dan tipe barang (apabila ada). d. Spesifikasi teknis sesuai dengan kegunaan barang. e. Kondisi barang (baru atau bukan baru). f. Negara asal barang.

g. Keterangan lain yang dapat memperjelas pengenalan barang dalam rangka pengklasifikasian barang dan penetapan nilai pabean.

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

41

1.2

Latihan

Untuk mengetahui apakah peserta didik sudah memahami bahan ajar ini, Coba kerjakan latihan-latihan berikut ini 1. 2. Jelaskan macam-macam dari mesin pembakaran dalam! Apa yang anda lakukan selaku petugas pemeriksa barang dalam pelaksanaan identifikasi/pemeriksaan terhadap mesin pembakaran dalam? 3. Apa yang anda lakukan selaku petugas pemeriksa barang dalam pelaksanaan identifikasi/pemeriksaan terhadap mesin pompa barang cair? 4. Sebutkan beberapa mesin yang tergolong sebagai kelompok mesin tuah atau tebah! 5. Sebutkan mesin yang tergolong mesin industry tekstil!

1.3

Rangkuman

a) Pembakaran dalam / luar Mesin pembakaran dalam ada dua macam, yaitu pembakaran dalam cetus api serta pembakaran dalam nyala kompresi. Pembakaran dalam cetus api dikenal dengan mesin bensin dan pembakaran dalam nyala kompresi dikenal dengan nama mesin diesel. Pada mesin pembakaran dalam cetus api dikenal dengan mesin empat tak dan dua tak. Mesin pembakaran luar, proses

pembakaran bahan bakar yang menghasilkan energi panas tersebut berlangsung di luar mesin itu sendiri.Energi panas yang berupa gas hasil pembakaran dipindahkan menjadi fluida kerja melewati dinding pemisah. Sebagai contoh mesin uap, dimana gas hasil pembakaran (gas bakar) digunakan untuk memanasi air/uap air di dalam katel uap. b) Pompa air, pompa udara dan sentrifugal Kelompok ini meliputi mesin yang digerakkan dengan tangan atau secara mekanis dan digunakan menghisap atau memindahkan secara terus menerus bahan cair encer. Mesin atau pesawat yang dilengkapi dengan motor yang

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

42

dipasang di dalamnya. Pos ini meliputi juga pompa distribusi cairan yang dilengkapi dengan pesawat pengukur/penghitung, c) Mesin tuai dan mesin tebah, Kelompok mesin ini meliputi mesin yang digunakan sebagai pengganti perkakas tangan untuk pengerjaan mekanis d) Mesin perah susu dan produk susu, Mesin perah susu terdiri atas sekelompok cangkir untuk puting susu (setiap cangkir memiliki penggaris karet yang dihubungkan dengan tabung fleksibel pada satu sisinya ke unit pompa vakum melalui sebuah alat penggetar dan pada sisi lainnya ke ember susu, biasanya terbuat dari logam anti karat). e) Untuk melakukan pemeriksaan fieik maka ada 3 (tiga) langkah yang harus diperhatikan yaitu persiapan, pelaksanaan dan pelaporan f) Dalam tahap pelaksanaan maka langkah yang harus diperhatikan yaitu: 1) Memperhatikan gambar yang tertera di masing-masing penjelasan identifikasi pengertian mesin untuk mengenali dan membedakan diantara mesin industri. 2) Perhatikan pengemas. a) Salah satu tanda-tanda mesin dalam keadaan baru atau bekas dapat dilihat dari konsdisi pengemas barang. Pengemas yang dimaksud yaitu mesin dimasukkan kedalam kemasan terbuat dari kayu (semacam krat) dan dibungkus plastik rapi. b) Krat/crate yang berisi mesin pengangkutannya dapat dimasukkan kedalam kontainer atau tidak, tergantung dari ukuran krat/mesin yang bersangkutan. Mesin yang ukurannya besar, melebihi ukuran kontainer yang ada, biasanya tidak dimasukkan kedalam kontainer. 3) Perhatikan bentuk fisik barang: 4) Perhatikan brosur, leaflet, manual books atau sejenisnya. Setelah pengemas dibuka maka pada mesin dalam keadaan baru akan ditemukan adanya brosur, leaflet, manual books atau sejenisnya 5) Temukan/cari name plate barang bersangkutan Informasi Name plate bisa jadi lebih berharga di banding dengan brosur. Informasi di name plate menggambarkan informasi sebagai berikut: a) Nama barang b) Merk

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

43

c) Negara asal d) Pabrik pembuat e) Spesifikasi barang bersangkutan (voltage/ watt/ampere/RPM/PK/ Horse Power) 6) Perhatikan antara brosur, name plate dengan fisik barang yang bersangkutan. Jika terdapat kecocokan antara ketiganya maka dapat dikatakan bahwa pengimporan barang impoir tersebut sesuai dengan pemberitahuan yang disampaikan importir

1.4 Tes Formatif

1. B S

Mesin bensin, mesin diesel dan mesin wankel semuanya termasuk kedalam jenis mesin pembakaran dalam cetus api

2. B S

Bila kita bandingkan secara pisik, mesin bensin akan kelihatan lebih kekar daripada mesin solar

3. B S

Helicoidal pumps (pompa beroda gigi spiral) adalah jenis pompa air, dimana cairannya dipindahkan menurut arah membujur dari kotak pompa di bawah tekanan dari ruang antara beberapa roda gigi spiral yang berputar sangat cepat.

4. B S

Gambar ini adalah jenis pompa reciprocating pumps 5. B S

Pompa disebelah ini adalah vacuum pump 6. B S Salah satu mesin pengolah susu adalah alat penghomogenisir. Alat ini memisahkan lemak ke dalam partikel halus yang lebih mudah dicerna, dan yang lebih lama dalam keadaan emulsi tanpa membentuk kepala susu.

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

44

7. B S

Peralatan yang dihubungkan dengan peralatan termal, listrik atau lainnya, untuk menjaga agar telur (yang ditempatkan di laci-laci atau pada lapisan-lapisan) tetap dalam suhu yang tetap sehingga menetas, disebut mesin penetas.

8. B S

Mesin Eram dan mesin tetas tergolong kelompok mesin industry tekstil.

9. B S

Tanda-tanda mesin dalam keadaan baru antara lain mesin dimasukkan kedalam kemasan terbuat dari kayu dan dibungkus plastik rapi.

10. B - S

Mesin untuk membua rangkaian panjang perangkat pemintal identik yang saling lepas yang ditempatkan berdampingan disebut mesin ekstrusi tekstil .

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

45

1.5 Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Coba cocokkan hasil jawaban Anda dengan kunci jawaban yang telah disediakan. Hitunglah jawaban Anda yang benar, kemudian gunakan rumus untuk mengetahui tingkat pemahaman Anda terhadap materi pada kegiatan belajar ini. Perhatikan dan cocokan hasil jawaban Anda dengan kualifikasi hasil belajar yang telah terinci sebagaimana rumus dibawah ini.

TP = Jumlah Jawaban Yang Benar X 100% Jumlah keseluruhan Soal Apabila tingkat pemahaman (TP) Anda dalam memahami materi yang sudah dipelajari mencapai: 91 % 81 % 71 % 61 % 0% s.d s.d. s.d. s.d. s.d. 100 % 90,99 % 80,99 % 70,99 % 60,99 % : : : : : Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang

Bila hasil perhitungan Anda telah mencapai 81 % atau lebih, maka Anda telah menguasai materi kegiatan belajar ini dengan baik. Untuk selanjutnya Anda Jika belum mencapai angka

dapat melanjutkan kegiatan belajar berikutnya.

81%, kami menyarankan agar anda mengulang kembali materi kegiatan belajar ini.

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

46

KEGIATAN BELAJAR

2
MESIN: INDUSTRI PLASTIK, PEMBUAT KERTAS DAN PULP, PENJILID BUKU, PEMOTONG KERTAS, CETAK INGOT, CANAI, BUBUT, KOMPUTER DAN LAPTOP
Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta diklat diharapkan mampu menjelaskan dan melakukan pemeriksaan terhadap mesin: 1) Industri plastik, Pembuat pulp dan kertas, penjilid buku dan Pemotong kertas 2) Cetak ingot, canai dan bubut 3) Komputer dan laptop

2.1 Uraian dan Contoh

A. Mesin industri plastik : Mesin industri plastik meliputi mesin-mesin sebagai berikut : 1) Mesin acuan dengan cara penyuntikan 2) Mesin acuan dengan cara ekstrusi 3) Mesin acuan dengan cara peniupan 4) Mesin acuan hampa udara mesin thermoforming lainnya 5) Mesin lainnya untuk acuan atau menjahit kembali ban udara atau untuk mengacu atau membentuk ban dalam Bahan plastik yang beraneka ragam sebelum menjadi barang plastik (produk jadi plastik) harus melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Proses pengolahan bahan plastik yang paling banyak digunakan adalah proses sebagai berikut :

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

47

Extrusion Blow Moulding Injection Moulding Compression Laminating Foaming Powder Moulding

: membuat pipa : membuat botol : membuat barang rumah tangga : membuat barang rumah tangga : membuat furniture : membuat produk busa : membuat barang yang dibuat dengan tuangan (casting)

Gambar 2-1 : Mesin Industri Plastik, kiri mesin pembuat botol plastik dan kanan mesin untuk memproses plastik.

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

48

Gambar 2-2: Injection Moulding Machine

B.

Mesin pembuat pulp dan kertas

Kelompok ini meliputi: 1) Mesin untuk membentuk pulp ke dalam lembaran kertas atau-kertas karton kontinyu (misalnya, mesin fourdrinier). Merupakan mesin yang sangat rumit, terdiri atas alat pengatur untuk menuang plup ke dalam kontak breast, irisan pada bagian ujung luar dari kotak breast untuk menyebarkan pulp ke kawat, ujung pita dari kawat runcing (biasanya logam campuran tembaga, timah, dan seterusnya) atau kain tenun dari monifilamen sintesis, yang disangga pada gilingan tabung, mekanisme pengocok, kotak pengisap, gilingan yang bagus untuk watermarking, gilingan dipan untuk mengeringkan dan memadatkan kertas per bagiannya, gilingan pengempa di antara mana kertas dikempa pada ujung pita dari bulu kempa, gilingan pengering, dan seterusnya, dan biasanya juga gilingan kalender dan peralatan untuk memotong dan untuk menggulung. 2) Mesin karton (biasanya digunakan untuk pembuatan kertas karton) dan mesin cetak. Mesin ini pada prinsipnya sama dengan huruf (A) di atas, tetapi, sebagai pengganti pulp yang mengalir ke ujung pita dari kain kawat, pulp diambil dari tong pada silinder berputar dari kain kawat dari tempat pulp dipindahkan ke

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

49

pita bulu kempa dan kemudian pada gilingan pengempa (kadang-kadang dari jenis pengisap) dan akhirnya ke rangkaian yang kontinyu atau dalam bentuk lembaran. Pada mesin tertentu, lembaran kertas karton dibentuk oleh lapisan pulp yang berputar-putar di silinder. Apabila ketebalan telah cukup, kertas tersebut dipotong dalam berbentuk lembaran, baik dengan tangan atau dengan mesin sepanjang silinder. Mesin dari jenis ini terdiri dari: a) Mesin untuk membuat kertas dan karton yang berlapis-lapis. Mesin ini terdiri dari beberapa peralatan yang dilapis dari pembentukan pulp ke dalam lembaran atau dari baterai mesin karton, atau dari mesin yang mengkombinasikan dua jenis mesin di atas. Lapisan ini dalam keadaan lembab tanpa bahan pengikat. b) Mesin kecil untuk membuat kertas contoh untuk percobaan. Mesin ini kadang-kadang disebut mengawasi pembuatan. Untuk melakukan identifikasi/pemeriksaan pisik atas mesin pembuat pulp kertas, dapat dilakukan pertama dengan memperhatikan gambar di bawah ini, berupa proses pembuatan pulp dimulai dari potongan kayu sampai dengan dihasilkannya pulp. Gambar 2 - 3 : Mesin pembuat Pulp mesin gambar contoh untuk

Bahan baku utama untuk membuat pulp adalah kayu (biasanya pinus merkusi), kayu dikuliti di debarking drum, kemudian di diserpih menjadi chip. Chip dikumpulkan di chip storage dan dicampur dengan NaOH, Na2S dan Na2SO2 .

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

50

Chip diteruskan ke batch digester (sebanyak 14 unit) untuk dimasak dengan zat kimia tadi selama 4 jam, maka terbentuklah bubur. Percampuran larutan kimia menjadi kan bubur berwarna kecoklatan dan menghasilkan bau seperti methyl merchaptan (CH2H). Bubur kemudian dialirkan ke blow tank, kemudian bubur dicuci sebanyak 3 kali di brown stock washer. Selanjutnya adalah proses pemutihan dengan menggunakan chlorine dioksida (CO2), dan pada proses mengeluarkan uap yang disalurkan ke blower dan menara. Selanjutnya bubur kertas disaring di centri-cleaning. Kemudian dipadatkan dan dipres, maka diperoleh lembaran pulp.

C. Mesin penjilid buku dan pemotong kertas: Mesin penjilid buku pada hakikatnya meliputi mesin-mesin sebagai berikut : 1) Mesin untuk melipat lembaran untuk menjilid buku. Mesin ini melipat lembaran besar kertas dengan sejumlah tempo untuk memberi ukuran yang sesuai bagi halamannya. Mesin ini tetap dalam pos ini jika dapat juga digunakan untuk pengerjaan melipat lainnya. 2) Mesin kokot dan mesin penjilid dengan kawat, termasuk mesin yang juga dapat digunakan dalam pembuatan kotak kardus atau semacamnya. 3) Mesin pengumpul dan penjahit. Di sini lembaran diletakkan berjejer dengan tangan di ban berjalan, dikumpulkan dan kemudian dibawa ke ujung mesin jahit. 4) 5) Mesin untuk menggulung dan untuk memalu. Mesin ini mengempa lembaranyang dilipat dari volume yang tidak dijilid sebelum dijahit. Mesin yang digunakan untuk grecquerbagian belakang dari buku yang tidak dijahit, yaitu untuk membuat potongan pendek pada bagian belakang dari jilidan untuk meletakkan silangan benang. 6) Mesin jahit buku, termasuk kedua jenis sederhana untuk menjahit saja, dan mesin yang sangat rumit di mana terdiri dari pengisi untuk menempatkan lembaran yang dilipat ke dalam mesin, peraltan menjahit yang dilengkapi untuk menjahit lembaran secara bersamaan dan biasanya untuk meletakkan bahan penguat tekstil pada bagian belakang. 7) Mesin untuk meratakan dan menggulung bagian belakang sebelum disampul.

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

51

8)

Mesin untuk merekatkan carikan kertas atau tekstil pada halaman lepas di mana harus digabungkan ke dalam buku, atau pada peta untuk dipasang ke dalam atlas, untuk membuat jilidan.

9)

Mesin untuk memberi lem pada kertas untuk menyampul buku tipis, brosur, dan seterusnya.

10) Mesin untuk pembuatan sampul buku. Biasanya termasuk pengisi untuk menghasilkan lembaran kertas, kardus, kain buku, dan seterusnya, peralatan untuk mengelem dan mengempa, dan juga kadang-kadang perlengkapan untuk memanaskan dan mengeringkan. 11) Mesin untuk meratakan sampul buku yang sudah jadi. Terdiri dari sistem penggulung dan meja. 12) Mesin untuk memasang jilidan pada buku, dan seterusnya, ke dalam sampul dengan mengelem dan mengempanya. Beberapa mesin dilengkapi dengan peralatan untuk memasukkan gambar, rancangan, peta lepasan atau semacam itu. 13) Mesin untuk menyepuh atau memberi warna pinggiran buku. 14) Mesin untuk memberi cap atau menyepuh huruf atau rancangan pada sampul buku dan kadang-kadang juga barang lainnya (misalnya, barang dari kulit). 15) Mesin untuk memberi nomor halaman (yakni untuk buku daftar dan buku induk). 16) Mesin untuk memasang halaman kurang lebih secara permanen dengan logam atau plastik spiral (atau cincin) melalui lobang-lobang pada halamannya. Biasanya terdiri dari peralatan untuk melobangi dan peralatan untuk membuat spiral. Sedangkan mesin pemotong kertas meliputi antara lain : 1) Mesin untuk menghias dan memotong kertas (termasuk mesin untuk memotong dengan pisau serbaguna) untuk memotong lembaran. Mesin ini termasuk mesin untuk memotong gulungan dan persegi yang digunakan dengan mesin untuk membuat kertas, mesin untuk menghias dari buku, brosur, mesin untuk membuat lingkaran sudut buku atau membuat

sisipan sebagai penanda pada buku, dan gunting kertas, gilotin, dan aparat untuk memotong cetakan fotografi pada kertas atau kertas karton utnuk keperluan fotografi.

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

52

2)

Mesin Penggulung (penggulung-pemotong), untuk gulungan kertas yang tidak tergulung, membelah kertas dalam bentuk pita (belahan) sesuai ketebalan yang diinginkan dan menggulungnya kembali.

3)

Mesin penyusun untuk menyusun lembaran, kartu, dan seterusnya, dalam susunan yang rapi.

4)

Mesin untuk melobangi, termasuk mesin untuk deretan berlobang (jarum untuk melobangi, bujur (atau tempat) untuk melobangi, dan seterusnya) untuk perangko, kertas toilet, dan seterusnya.

5)

Mesin untuk seterusnya).

membuat

amplop

(memotong,

melipat,

melapisi, dan

6)

Mesin untuk memotong acuan (guntingan kertas berwarna, label, kertas berenda, kartu indeks, amplopberjendela, bentuk kotak, dan seterusnya).

7)

Mesin untuk memotong, melapisi dan menmbuat lekukan kertas karton untuk karton, kotak, sampul dokumen, dan seterusnya.

8) 9)

Mesin untuk melipat. Mesin gabungan di mana memotong, melipat, melapis lembaran dan mengemas kertas sigaret.

10) Mesin untuk membuat kantong kertas. 11) Mesin untuk membuat lipatan pada karton atau kotak. 12) Mesin untuk mengkokot kotak dan bahan semacamnya, selain dari mesin kokot kawat sederhana simana dapat digunakan sama dengan penjilidan buku atau untuk membuat kotak. 13) Mesin lainnya untuk membuat karton dan kotak. 14) Mesin penggulung untuk pembuatan tabung kertas, gelondongan, pipa lengan, tabung isolasi, kotak tinta, dan seterusnya. 15) Mesin untuk membentuk mangkuk kertas dari lilin, wadah, dan seterusnya, biasanya dengan peralatan untuk membuat dan merekatkan lipatan. 16) Mesin untuk mencetak bahan dalam pulp kertas, kertas atau kertas karton (pengemas telur; piring atau makanan untuk pabrik kembang gula atau kemping atau mainan, dan seterusnya)

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

53

Gambar 2-4 : Mesin Penjilid Buku dan Pemotong Kertas :

D.

Mesin cetak ingot:

Alat ini dapat berupa mesin dengan bermacam-macam bentuk, dalam satu potongan atau dua bagian, dimana logam cair yang sebelumnya sudah dicor menjadi misal ingot, gubal, lempengan. Cetakan dari kelompok ini adalah dari logam, biasanya dari besi atau baja. Cetakan ingot juga dapat dibuat dari grafit atau karbon lainnya, atau bahan keramik. Gambar 2-5 : Mesin Cetak Ingot :

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

54

E.

Mesin canai Mesin canai adalah mesin pengerjaan logam yang terutama terdiri atas

sistem rol yang dilewati logam antara rol tersebut; logam digiling dan dibentuk dengan terkanan yang dihasilkan oleh rol tersebut, dan pada saat yang sama, penggilingan memodifikasi struktur logam dan memperbaiki kualitasnya. Dalam beberapa kasus, disamping fungsi normalnya, mesin canai dapat digunakan untuk memproduksi pola pada permukaan logam, atau untuk menggiling dua lembar logam atau lebih menjadi satu untuk menghasilkan produk yang berlapislapis. Mesin canai terdiri atas berbagai jenis menurut operasi khusus penggilingannya dan menurut tujuan perancangannya, yaitu : 1) Mesin canai untuk mengurangi ketebalan sesuai dengan pertambahan panjangnya (missal dalam penggilingan ingot menjadi bentuk bloom, lempengan atau papan, menggiling papan menjadi lembaran, kepingan dan lain-lain. 2) Mesin canai dari bloom, lempengan dan lain-lain untuk membentuk potongan melintang khusus (missal dalam memproduksi batangan, balok, sudut, potongan, bagian, balok penopang, rel kerta api dan lain-lain). 3) 4) Mesin canai tabung Mesin canai dari lembaran roda atau lembaran melingkar roda (missal untuk membentuk jalur roda kereta api). Kebanyakan mesin canai dirancang untuk pengoprasian seperti diuraikan (1) dan (2) di atas. Elemen utamanya dikenal sebagai penyangga (stand) dan terdiri dari dari dua, tiga atau empat rol yang disusun secara horisontal satu di atas lainnya dalam blok mesin logam berat logam akan melewati celah di antara gilingan yang dapat disetel. Dalam penyangga tinggi dan dua penyangga tinggi ganda lainnya, logam, setelah melewati celah diantara dua gilingan, kemudian melewati dua gilingan lainnya; beberapa penyangga mempunyai dua gilingan tambahan atau lebih yang bekerja mambantu untuk memberi kekuatan tambahan dan kestabilan pada gilingan. Sebagian besar mesin canai tediri atas sejumlah penyangga yang diatur berdampingan, atau sedikit berurutan atau berurutan dua-dua (misal mesin canai

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

55

kontinyu untuk lembaran); kecepatan dan celah gilingan yang dapat disetel untuk memproduksi tahap dan bertingkat logam yang meleleh. Mesin canai tertentu disamping mempunyai gilingan untuk mengerjakan pada sisi-sisi bahanya, atau untuk memproduksi bagian khusus (misal balok penopang). Untuk produk latar (papan, lembaran, lempengan, dan lain lain) gilingan licin (kecuali gilingan tertentu untuk merampungkan dapat memproduksi pola hubungan sederhana). Dalam banyak kasus gilingan tidak bekerja melebihi lebarnya gilingan tersebut, tetapi pengerjaan gilingan melalui alur semacam celah, membentuk semacam tingkat, logam kemudian dikerjakan sesuai dengan potongan melintang yang diinginkan. Mesin canai dari jenis yang diuraikan di atas mempunyai berbagai ukuran, dari mesin kecil untuk menggiling logam mulia hingga mesin canai sangat berat untuk menggiling baja. Kebanyakan mesin canai diuraikan di atas adalah untuk gilingan panas, tetapi mesin canai tertentu digunakan untuk merampungkan (khususnya untuk lembaran atau lempengan) menggiling logam dingin. Di antara mesin canai dari jenis seperti yang diuraikan pada (3) dan (4) diatas adalah: 1) Mesin mannemann atau mesin semacamnya untuk menembus lempengan; mempunyai gilingan yang relatif besar dimana memutar lempengan yang dipanasi dan menekankannya menembus mandrel, kemudian membentuk lobang kasar. 2) Mesin canai untuk menggiling lempengan yang ditembus untuk mengurangi ketebalan dindingnya, menambah panjangnya dan menghasilkan

permukaan yang sesuai dengan dindingnya. Dinding tabung tersebut dikerjakan diantara mendrel atau steker (plug) pada bagian dalamnya, dan baik gilingan dengan alur melingkar maupun gilingan berbentuk kerucut pada bagian luarnya. Dalam beberapa kasus gilingan dalam ciri khusus memotong rongga untuk memberi semacam alur yang digunakannya (gilingan bertingkat (step rolling)). 3) Mesin canai untuk merampungkan untuk tabung, untuk merampungkan atau mengurangi ketebalan dindingnya, atau untuk mengurangi diameternya,

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

56

atau

untuk

menghasilkan

potongan

melintang

sempurna

berbentuk

lingkaran. Mesin ini beroperasi dengan atau tanpa mandrel bagian dalam. 4) Mesin canai radial untuk menggiling dinding tabung baja tuang berdiameter besar. Tabung tersebut berputar diantara sejumlah gilingan yang beroperasi pada bagian luar dan berkorespondensi dengan gilingan bagian dalam Pada umumnya, operasi mesin canai ini membutuhkan banyak

perlengkapan tambahan seperti pemandu (guide), meja gilingan perlengkapan untuk menangani bahan yang sedang dikerjakan, tungku untuk memanaskan kembalii, tangki untuk meletakkan cat, penggulung lembaran, gunting dan gergaji, papan pendingin, mesin untuk menimbang dan memberi merk, mesin untuk meluruskan dan memipihkan, aparat pengontrol (mekanik, listrik atau elektronik), dan lain lain Gambar 2-6 : Mesin Canai

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

57

F. Mesin bubut : Mesin bubut merupakan mesin yang digunakan untuk pengerjaan permukaan logam dengan cara pemotongan logam. Mesin ini dapat dibedakan dari perkakas (pneumatic, hidrolis atau dengan motor) untuk pengerjaan dengan tangan, karena mesin tersebut biasanya dirancang untuk dipasang di lantai, atau di bangku, di dinding, atau mesin lainnya, biasanya dilengkapi dengan pelat dasar, bingkai bantalan, penyangga dan lain-lain. Kelompok ini meliputi : 1) Mesin bubut, baik otomatis maupun tidak, termasuk mesin bubut geser, mesin bubut vertical, mesin bubut putaran atau turret, mesin bubut produksi (atau copying). 2) Mesin untuk membelokkan penyangga atau as roda, untuk membelokkan secara simultan dan sistematis kedua ujung penyangga atau as roda dari roda besar. 3) Turning centre, untuk memotong logam. Gambar 2-7 : Mesin Bubut

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

58

G.

Komputer dan laptop : Pengolahan data terdiri atas semua jenis penanganan informasi, dalam

urutan logika pra penyusunan dan untuk keperluan khusus atau keperluan lainnya. Mesin pengolahan data otomatis adalah suatu mesin, dengan operasi logika yang saling berhubungan, dijalankan dengan perintah pra-penyusunan (program), yang menyediakan data dimana dapat digunakan, seperti menyimpan data untuk operasi olahan data lainnya. Kelompok mesin pengolah data ini mencakup mesin pengolahan data yang urutan logika operasinya dapat diganti dari satu pengerjaan ke pengerjaan yang lainnya, dan operasinnya dapat dijalankan secara otomatis, yaitu tanpa campur tangan secara manual selama perintah berlangsung. Mesin terutama menggunakan signal elektronik tetapi dapat juga menggunakan teknologi lainnya (misal pneumetis, fluidik atau optikal); beberapa diantaranya dapat menggunakan kombinasi dua tekhnologi tersebut atau lebih. Seluruh elemen yang dibutuhkan untuk olah data dapat terpasang didalamnya, dikombinasikan pada tempat yang sama, sistem yang terdiri atas satuan variable terpisah. Mesin semacam ini dapat disebut sebagai digital, analog atau hybrid (analog digital), menurut metode pengolahan datanya maka dapat dibagi:. 1) Mesin pengolah data digital : mempunyai tempat menyimpan, dan juga dapat dalam bentuk

menyimpan program yang dapat diganti dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya. 2) Mesin digital ini mengolah data dalam bentuk kode. Suatu kode terdiri atas susunan huruf yang terbatas (binary code, standars six bit ISO code, dan lain lain). 3) Masukan data biasanya otomatis, dengan menggunakan media data seperti kartu atau pita berlubang, atau pita magnetis, atau dengan langsung membaca dokumen aslinya, dan lain lain. Masukan data tersebut dapat juga disusun dari masukan secara manual dengan memakai papan tobol atau masukan data tersebut disediakan langsung oleh instrumen tertentu (misal instrumen ukur). Data masukan ini diubah dengan satuan masukan menjadi bentuk signal dan disimpan dalam satuan penyimpanan Mesin pengolah data digital harus memenuhi secara simultan syarat yaitu:

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

59

1)

Penyimpanan program / programs pengolahan dan setidaknya data yang dibutuhkan segera untuk menjalankan program tersebut.

2) 3) 4)

Pemograman bebas sesuai yang diinginkan pemakainya. menjalankan hitungan aritmatika khusus bagi pemakainya. menjalankan program pengolahan, tanpa campur tangan manusia, yang dibutuhkan, dengan keputusan logis selama berlangsungnya pengolahan.

5)

Mesin yang beroperasi hanya pada program yang tetap, tidak dapat dirubah oleh pemakaianya, tidak termasuk meski pemakaianya dapat milih sejumlah program yang tetap tersebut. Bagian data dan program / programs dapat disimpan sementara dalam

satuan penyimpan tambahan seperti menggunakan piringan magnetis, pita magnetis, dan lain lain. Tetapi mesin tersebut harus mempunyai penyimpan utama yang langsung dapat masuk untuk menjalankan program khusus dan yang mempunyai kapasitas cukup setidaknya untuk menyimpan bagian olahan dan program dan data yang dibutuhkan segera selama berlangsung pengolahan. Pada mesin pengolah data analog. Data yang ditangani merupakan kuantitas fisik (mis, pemutaran sudut, voltase) dalam tingkatan yang telah ditentukan. Data diolah menurut program yang diatur dalam patch panel dan dapat diubah dari pekerjaan yang satu ke pekerjaan lainnya. Mesin pengolah data analog harus terdiri dari setidak-setidaknya : 1) Elemen analog : a) Summer, integrator dan inverter yang terdiri dari jaringan dan amplifier operasional. b) Pengali. c) Generator fungsi. d) Potensiometer pengatur koefisien. 2) Elemen pengontrol dengan peralatan waktu dan pengontrol yang dapat disetel untuk semua mesin. 3) Elemen pengolah yang terdiri dari : a) Plug board, umumnya dapat dipindah. b) Patch panel, umumnya dapat dipindah. 4) Elemen yang mempunyai fungsi masukan (satuan pengaturan penyimapanpotensiometer, satuan pengaturan generator, dll).

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

60

5) Elemen yang mempunyai fungsi keluaran (voltmeter, oscilloscope, digital voltmeter, dll). Semua peralatan di atas ditempatkan pada suatu tempat yang tunggal dan membentuk satuan yang terpasang. pada satuan peripheral seperti : (i) (ii) Pembaca pita berlubang. Curve follower. Mesin semacam ini dapat dihubungkan

(iii) Pelubang pita. (iv) Graph plotter. (v) Time plotter. Mesin dan satuan peripheral inilah yang kemudian membuat sistem pengolah data analog. Satuan peripheral dianggap sebagai bagian dari sistem yang lengkap apabila memenuhi syarat sebagaimana disebut di atas dengan memperhatikan pada satuannya yang dipandang sebagai bagian sistem digital. Mesin pengolah data analog digunakan untuk simulasi model matematika dan pemakaian utamanya dalam penelitian ilmiah, dalam industri, dalam pekerjaan pada penerbangan, dan lain lain. Mesin hybrid terdiri dari mesin analog dengan elemen digital, atau mesin digital dengan elemen analog. Pada kasus tertentu, komponen yang berbeda dikombinasikan dalam satu tempat yang sama. Pada kasus lainnya, komponen tersebut dipisahkan dalan beberapa satuan dan membentuk suatu sistem. Sistem tersebut juga merupakan sistem pengolah data hybrid yang terdiri dari sistem analog dan sistem digital yang dihubungkan dengan memakai satu satuan pengontrol yang berisi antarmuka hybrid dan pengubah signal untuk perubahan analog ke digital atau perubahan digital ke analog. Gambar 2-8 : Palmtop (a,b), Laptop, Personal Computer

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

61

c H. Teknik Pemeriksaan Persiapan

Pejabat Pemeriksa Barang menerima instruksi pemeriksaan, packing list dari staf Seksi Kepabeanan dan Cukai, meneliti jumlah, jenis dan uraian kemasan dalam packing list. Dalam hal packing list tidak mencantumkan nomor kemasan, atau tidak dapat digunakan sebagai dasar pemeriksaan fisik barang (misalnya uraian jenis barang dan/atau jumlah barang tidak jelas) maka pemeriksaan fisik barang yang semula 10% atau 30% ditingkatkan menjadi 100% (seratus persen). Agar kegiatan pemeriksaan dapat berjalan efektif, hendaknya Pemeriksa Barang menyiapkan berbagai perlengkapan yang penting untuk mendukung tugas pemeriksaan. Perlengkapan pertama berkaitan dengan perlengkapan kepustakaan dan perlengakapan selanjutnya berkaitan dengan perlengkapan fisik. Untuk keperluan kepustakaan maka seharusnya pemeriksa fisik barang memiliki: 1. Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI). Pemeriksa barang hendaknya memperhatikan barang apa yang akan diperiksa dan menghubungkannya dengan pos-pos pada BTBMI. 2. Buku pengetahuan barang. Selain yang bersifat soft skill maka pemeriksa barang juga harus melengkapi dirinya dengan hard skill atau hard tools. Perlengkapan dimaksud yaitu: 1. 2. 3. 4. Cutter / pisau saku, Senter kecil, Alat tulis kantor berupa: Spidol (permanent marker) dan Ballpoint Alat pengukur (meteran, macrometer dan sejenisnya)

3. Menggali informasi lain dari situs internet.

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

62

5. 6. 7.

Kacamata / sarung tangan / Topi / Helm pengaman (bila perlu), Kalkulator,

Tas

kecil

(untuk menyimpan

peralatan

kerja selama

proses

pemeriksaan).
Pelaksanaan Pemeriksaan Barang Dari pemahaman kita tentang mesin-mesin yang kita bahas di dalam Kegiatan Belajar sebagaimana diuraikan di atas, maka untuk melakukan identifikasi dalam rangka pemeriksaan dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Memperhatikan gambar yang tertera di masing-masing penjelasan identifikasi pengertian mesin untuk mengenali dan membedakan diantara mesin industri. 2. Perhatikan pengemas. Salah satu tanda-tanda mesin dalam keadaan baru atau bekas dapat dilihat dari konsdisi pengemas barang. Pengemas yang dimaksud yaitu mesin

dimasukkan kedalam kemasan terbuat dari kayu (semacam krat) dan dibungkus plastik rapi. 3. Perhatikan bentuk fisik barang: Dengan memperhatikan bentuk fisik mesin yang diperiksa, maka akan

diketahui mesin tersebut diimpor dalam keadaan baru atau bekas: Salah satunya dengan melihat apakah terdapat ceceran atau rembesan oli yang keluar dari seal mesin. Juga diperhatikan apakah terdapat pengecatan ulang (recolour) untuk mengelabui petugas sehingga tidak bisa dibedakan antara yang baru dengan bekas. 4. Perhatikan brosur, leaflet, manual books atau sejenisnya. Setelah pengemas dibuka maka pada mesin dalam keadaan baru akan ditemukan adanya brosur, leaflet, manual books atau sejenisnya. 5. Temukan/cari name plate barang bersangkutan Berbeda dengan brosur, leaflet dan manual books maka posisi name plate pasti melekat pada fisik barang tersebut. Informasi di name plate menggambarkan informasi sebagai berikut: a. Nama barang b. Merk c. Negara asal

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

63

d. Pabrik pembuat e. Spesifikasi barang bersangkutan (voltage/watt/ampere/RPM/PK/Horse Power) 6. Perhatikan antara brosur, name plate dengan fisik barang yang bersangkutan. Jika terdapat kecocokan antara ketiganya maka dapat dikatakan bahwa pengimporan barang impoir tersebut sesuai dengan pemberitahuan yang disampaikan importir Pelaporan Agar LHP dapat berfungsi secara optimal maka uraian jumlah dan jenis barang mesti dituangkan secara lengkap dan jelas, yang meliputi : a. Jumlah barang dalam satuan yang umum digunakan untuk barang bersangkutan. b. Uraian barang, sesuai dengan penyebutan umum barang bersangkutan. c. Merk dan tipe barang (apabila ada). d. Spesifikasi teknis sesuai dengan kegunaan barang. e. Kondisi barang (baru atau bukan baru). f. Negara asal barang.

g. Keterangan lain yang dapat memperjelas pengenalan barang dalam rangka pengklasifikasian barang dan penetapan nilai pabean.

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

64

2.2 Latihan Untuk lebih memahami materi Kegiatan Belajar- 2 ini, coba Anda jawab latihan di bawah ini 1. 2. 3. 4. 5. Sebutkan beberapa mesian dari kelompok mesin industri plastik! Jelaskan identifikasi/langkah pemeriksaan untuk mesin industri plastik! Apa yang dimaksud dengan mesin cetak ingot! Sebutkan beberapa mesin yang termasuk kelompok mesin bubut! Bagaimana anda melakukan pemeriksaan fisik untuk mesin penjilid buku!

2.3 Rangkuman

1. Mesin industri plastik meliputi mesin-mesin sebagai berikut : 1) Mesin acuan dengan cara penyuntikan 2) Mesin acuan dengan cara ekstrusi 3) Mesin acuan dengan cara peniupan 4) Mesin acuan hampa udara mesin thermoforming lainnya 5) Mesin lainnya untuk acuan atau menjahit kembali ban udara atau untuk mengacu atau membentuk ban dalam 2. Mesin pembuat pulp dan kertas Kelompok ini meliputi: 1) Mesin karton (biasanya digunakan untuk pembuatan kertas karton) dan mesin cetak. 2) Mesin untuk membentuk pulp ke dalam lembaran kertas atau-kertas karton kontinyu (misalnya, mesin fourdrinier). 3. Mesin cetak ingot ini dapat berupa mesin dengan bermacam-macam bentuk, dalam satu potongan atau dua bagian, dimana logam cair yang sebelumnya sudah dicor menjadi misal ingot, gubal, lempengan. 4. Mesin canai adalah mesin pengerjaan logam yang terutama terdiri atas sistem rol yang dilewati logam antara rol tersebut; logam digiling dan dibentuk dengan terkanan yang dihasilkan oleh rol tersebut, dan pada saat yang

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

65

sama, penggilingan memodifikasi struktur logam dan memperbaiki kualitasnya. 5. Mesin bubut merupakan mesin yang digunakan untuk pengerjaan permukaan logam dengan cara pemotongan logam

2.4 Tes Formatif -2

Setelah mempelajari materi bahan ajar serta rangkuman, agar Saudara mudah memahami bahan ajar ini, di bawah ini test formatif yang harus Saudara kerjakan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman Saudara atas bahan ajar ini. 1. B S Salah satu mesin dalam industri plastik adalah mesin acuan dengan cara ekstrusi 2. B S Turning centre, untuk memotong logam adalah salah satu dari kelompok mesin canai. 3. B S Salah satu elemen analog dalam mesin pengolah data analog adalah potensiometer pengatur koefisien 4. B S Name-plate yang terpasang di mesin, menunjukkan nama dan alamat importer yang mengimpor mesin tersebut. 5. B S Mesin hybrid terdiri dari mesin analog dengan elemen digital, atau mesin digital dengan elemen analog. 6. B S Mesin karton (disunakan untuk pembuatan kertas karton) dan mesin cetak cara kerjanya pada prinsipnya sama dengan mesin untuk membuat pulp. 7. B S Mesin kokot, mesin penjilid dengan kawat, mesin penggulung dan untuk memmalu termasuk mesin penjilid buku dan pemotong kertas 8. B S Mesin fourdrinier gterdiri atas alat pengatur untuk menuangpulp ke dalam kontak breast dimana irisan pada bagian ujung luar dari kotak tersebut untuk menyebarkan pulp ke kawat. Dalam melakukan pemeriksaan fisik mesin hybrid maka harus 9. B S diperhatikan apakah mesin tersebut analog atau elemen digital Yang harus diperhatikan dari mesin pengolah data analog bahwa

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

66

10. B - S

mesin tersebut harus terdiri dari setidaknya elelmen analog, elemen pengontrol, elemen pengolah, elemen fungsi masukan dan elemen fungsi keluaran

2.5 Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Coba cocokkan hasil jawaban Anda dengan kunci jawaban yang telah disediakan. Hitunglah jawaban Anda yang benar, kemudian gunakan rumus untuk mengetahui tingkat pemahaman Anda terhadap materi pada kegiatan belajar ini. Perhatikan dan cocokan hasil jawaban Anda dengan kualifikasi hasil belajar yang telah terinci sebagaimana rumus dibawah ini.

TP = Jumlah Jawaban Yang Benar X 100% Jumlah keseluruhan Soal Apabila tingkat pemahaman (TP) Anda dalam memahami materi yang sudah dipelajari mencapai: 91 % 81 % 71 % 61 % 0% s.d s.d. s.d. s.d. s.d. 100 % 90,99 % 80,99 % 70,99 % 60,99 % : : : : : Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang

Bila hasil perhitungan Anda telah mencapai 81 % atau lebih, maka Anda telah menguasai materi kegiatan belajar ini dengan baik. Untuk selanjutnya Anda Jika belum mencapai angka

dapat melanjutkan kegiatan belajar berikutnya.

81%, kami menyarankan agar anda mengulang kembali materi kegiatan belajar ini

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

67

PENUTUP

Setelah Anda selesai mempelajari modul ini (membaca serta mengerjakan latihan soal, maupun tes formatif yang tersedia) diharapkan Anda telah memahami tentang teknik pemeriksaan mesin industri, dimulai dari jenis-jenis mesin industri, cara kerja tiap-tiap mesin industri, serta teknik pemeriksaan masing-masing mesin industri. Dengan pengetahuan yang Anda miliki atas teknik pemeriksaan mesin industri tersebut diharapkan saat Anda melaksanakan tugas pemeriksaan di lapangan akan membantu kelancaran pelaksanaan tugas sehari-hari sehingga arus dokumen dan arus barang impor dan ekspor berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Modul ini merupakan dasar dari pengetahuan tentang teknik pemeriksaan mesin industri yang minimal harus Anda ketahui dan kuasai. Untuk hal yang lebih complicated Anda harus mencari tambahan pengetahuan sendiri melalui informasi di media masa, baik buku pengetahuan, koran, majalah maupun media internet. Selamat belajar dan upayakan untuk selalu meng-up-grade pengetahuan Anda, semoga sukses selalu.

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

68

. TES SUMATIF

Agar Anda lebih memahami atas keseluruhan kegiatan belajar ini, silahkan Anda jawab pertanyaan di bawah ini. Bila Anda dapat menjawab 80% dengan benar, berarti Anda telah menguasai materi Kegiatan Belajar 1 sampai dengan 2 dengan baik.

a. Pilihan Ganda Jawablah soal di bawah ini dengan memilih salah satu jawaban yang benar 1. Yang termasuk ke dlam mesin pembakaran dalam cetus api yaitu: a. Mesin besin dan wankel b. Mesin diesel c. Mesin Kompresi d. Mesin bubut 2. Mesin pemelihara unggas meliputi mesin di bawah ini, kecuali: a. Mesin Eram b. Mesin Tetas c. Mesin cabut bulu d. Mesin pemecah telur 3. Mesin pemeras terus menerus yang ada didalamnya terdapat suatu mekanism sekrup tanpa ujung pangkal, termasuk mesin: a. Mesin pembuat anggur b. Mesin pembuat keju c. Mesin untuk membuat mentega d. Mesin perah susu 4. Mesin yang setaip perangkatnya terutama terdiri dari pompa meteran dan penyaring yang memasukkan pemintal atau mulut pipa pemintal, disebut: a. Mesin rajut b. Mesin tenun c. Mesin ekstrusi tekstil d. Mesin olah serat

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

69

5. Mesin untuk menyiapkan pengolahan serat tekstil alami atau serat pendek meliputi mesin berikut ini, kecuali: a. Mesin blower b. Mesin pisah serat c. Mesin pemecah gumpalan d. Mesin ekstrusi tekstil 6. Mesin yang sangat rumit yang terdiri atas alat pengatur untuk menuang pulp ke dalam kontak breast, irisan pada bagian ujung luar dari kotak breast untuk menyebarkan pulp ke kawat, disebut: a. Mesin Fourdrinier b. Mesin Threedrinier c. Mesin Pemintal d. Mesin Karton 7. Mesin kokot, mesin pelipat, mesin pengumpul dan penjahit, merupakan: a. Mesin penjilid buku b. Mesin pembuat pulp c. Mesin pemotong kertas d. Mesin penggolong 8. Dokumen yang digunakan pemeriksa untuk mlekaukan pemeriksaan fisik yaitu: a. PIB c. Packing List b. Invoice d. PIB dan invoice

9. Barang dalam keadaan baru atau tidak dapat dilihat salah satunya dengan melihat: a. Pengemasnya b. Kondisi platenya c. Analisa profilnya d. Brosurnya 10. Ketika melakukan pemeriksaan fisik terhadap mesin pembakaran dalam, maka yang harus diperhatikan untuk membedakan antara mesin bensin dengan mesin diesel yaitu: a. Menggunakan busi atau tidak b. Kemasan dari plastik atau kayu

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

70

c. Terdapat Plate atau tidak d. Mendengarkan suara mesin tersebut b. Benar atau Salah Lingkarilah huruf B bila jawaban yang tersedia benar, atau lingkari huruf S bila jawaban yang tersedia salah. 1. B-S Mesin pembakaran dalam yang dalam satu siklus pembakaran terjadi empat langkah piston, disebut sebagai mesin empat tak 2. B-S Mesin pompa barang cair yang didasarkan pada fungsi daya isap atau daya tekan sebuah pengisap yang berjalan bolak dan lurus di dalam sebuah silinder, disebut sebagai mesin pompa rotary. 3. B-S Mesin tuai yang dimaksud dalam kegiatan belajar-1 adalah mesin tuai untuk jenis padi dan gandum-ganduman saja, tidak termasuk pada mesin tuai buah- buahan atau mesin tuai untuk sayuran. 4. B-S Saat melakukan pemeriksaan pisik mesin, untuk menentukan apakah mesin yang kita periksa sesuai dengan dokumen yang ada di tangan pemeriksa, cukup menanya kepada importer/PPJK akan kebenaran dari mesin tersebut. 5. B-S Salah satu ciri dari mesin dalam keadaan baru adalah dikemas dalam kemasan baja kedap udara untuk menjaga agar mesin tidak rusak. 6. B-S Bila saat melakukan pemriksaan mesin terlihat cat kelihatan masih bagus tetapi bila diteliti lebih lanjut menunjukkan cat hasil ulang, dapat diartikan mesin tersebut adalah mesin bekas 7. B-S Mesin acuan dengan cara ekstrusi, penyuntikan dan peniupan meupakan golongan dari mesin industri plastik 8. B-S Tanda-tanda mesin dalam keadaan baru antara lain, mesin dimasukkan kedalam kemasan terbuat dari kayu (semacam krat) dan dibungkus plastik rapi, mulus, serta tidak ada ceceran oil yang keluar dari seal mesin

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

71

9.

B-S

Mesin canai adalah mesin pengerjaan logam yang terutama terdiri atas sistim rol yang dilewati logam antara rol tersebut.

10. B-S

Mesin bubut merupakan mesin yang digunakan untuk pengerjaan permukaan logam dengan cara pemotongan logam dimana mesin ini dapat dibedakan dari perkakas

c. Essay : Bila Saudara diberi tugas seorang pemeriksa pabean ? untuk melakukan pemeriksaan mesin yang diberitahukan mesin genset, tindakan apa saja yang Saudara lakukan sebagai

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

72

KUNCI JAWABAN
1. Kunci jawaban Test Formatif : 1.1 Test Formatif -1: 1. S. Mesin pembakaran dalam cetus api hanya untuk mesin bensin dan wankel, sedangkan untuk mesin diesel adalah mesin pembakaran dalam nyala kompresi. 2. S. Mesin solar bentuk fisiknya lebih kekar daripada mesin bensin, karena mesin solar merupakan mesin pembakaran nyala kompresi yang tekanan kompresinya kuat sehingga mesin harus dibuat kekar. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. B S. Jenis rotary pump B. B S. Yang benar adalah mesin eram B B

10. B

1.2 Test Formatif-2: 1. B 2. S Tergolong mesin bubut 3. B 4. B 5. S Name plate tidak mencantumkan nama dan alamat importer tapi nama pabrik Pembuat dan spesifikasi mesin 6. B 7. B 8. B 9. B 10. B

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

73

2. Kunci Jawaban Test Sumatif : a. Pilihan Ganda 1. a 2. d 3. a 4. c 5. d 6. a 7. a 8. c 9. a 10. A

b. Benar atau salah 1. B 2. S Yang betul Mesin Reciprocating Pumps 3. S Termasuk mesin buah-buahan 4. S Dilihat dari leaflet/brosur dan spesifikasi mesin tersebut 5. S Dibungkus dalam kemasan kayu (krat) 6. B 7. B 8. B 9. B 10. B

Essay : Untuk melakukan pemeriksaan atas impor mesin genset, sebagai pemeriksa melakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut : 1. Melakukan penelitian dokumen pabean yang diperoleh berupa packing list serta bila mungkin kopi PIB dari importer/PPJK. Penelitian dilakukan meliputi jumlah, jenis barang, negara asal, cara pengepakan, beratnya, serta klasifikasi barang dalam BTBMI, Perhatikan apakah ada hal yang aneh, tidak masuk akal atau mencurigakan. Misal berat genset satu unit misalnya 1000 kg, berada dalam container 10 dalam jumlah 100 unit misalnya. 2. Bila genset dimasukkan kedalam container, cocokkan terlebih dahulu nomor, type dan ukuran container dengan yang ada di packing list, sama atau berbeda.

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

74

3. Bila sama, container dapat dibuka. Hitung jumlah peti/krat pembungkus mesin genset. Bila sesuai lanjutkan ddengan membuka peti / krat untuk mengetahui apakah yang ada di dalam peti/krat tersebut adalah genset. 4. Ambil leaflet, brosur yang ada di mesin. Cocokkan dengan data yang ada di dokumen serta yang ada di name plate meliputi tipe, output, input catu daya listrik, pabrik pembuatnya serta Negara asal, serta spesifikasi mesin lainnya (ukuran, beratnya). 5. Teliti kondisi mesin baru, good condition atau bekas dengan cara memperhatikan kondisi cat, karat atau jelaga pada ujung knalpot (silencer) normal atau berlebihan. 6. Bila semua prosedur sudah dilakukan buatlah kesimpulan dalam nota hasil pemeriksaan apakah barang sesuai derngan yang diberitahukan atau tidak.bila tidak sesuai: jumlah, jenis/type/spesifikasi barang, merk, Negara asal, klasifikai barang dan seterusnya dalam nota hasil

pemeriksaan disebutkan tentang ketidak sesuaian tersebut disertai dengan pendapat untuk menyelesaikannya. 7. Kirim nota hasil pemeriksaan dilapiri dengan leaflet, brosur, serta dokumen pabena lainnya (missal foto genset yang dimaksud) dengan lengkap kepada atasan Saudara yang member tugas pemeriksaan fisik. 8. Dengan selesainya kegiatan 1 sampai dengan 7, tugas Saudara sebagai pemeriksa telah selesai dilaksanakan

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

75

DAFTAR PUSTAKA

1. Catatan Penjelasan Untuk Harmonized System , Buku III, Bab 84, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, tahun : 2000 2. Berbagai sumber, internet, untuk gambar-gambar mesin. 3. Harian Kompas, Jakarta Proses pembuatan Kertas

Teknik Pemeriksaan Mesin Industri

76