Anda di halaman 1dari 10

ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI UNTUK MENENTUKAN HARGA JUAL PADA SINAR MEUBEL PADANG Siti Fatimah1)Yosi

Yulia, SE, MM, Ak2) Lusiana, SE, MM3) 1) Akuntansi, UPI YPTK Padang Email : siti_fat1mah@yahoo.com 2) Akuntansi, UPI YPTK Padang Email : yosi.yulia@yahoo.co.id 3) Akuntansi, UPI YPTK Padang Email : dysi_0915@yahoo.com

Abstrak- Sinar Meubel padang Field represent a body of effort property of private sector which producing Meubel and marketing him to areas to ful fill requirement of society and can wear by xself. In running its production process of Light of Meubel Field need three fundamental element of production cost which consist of standard material cost, labour cost and factory overhead cost. Problem of which there are in company is there is no him record-keeping of statement of cost of goods manufacture, so that not yet as according to accountancy concept going into effect. Where the happening of pengelompokkan of production cost elements that is, labour cost charged against by factory overhead cost element. Kata Kunci: Menghitung Harga Pokok Untuk Menetukan harga Jual 1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
Banyak usaha yang dijalankan oleh masyarakat dewasa ini berkaitan dengan peluang usahayang sedikit yang disebabkan oleh sumber daya manusia yang sangat terbatas dan pendirian tanpa izin usaha yang membuat masyarakat lebih leluasa untuk mendirikan usaha tersebut. Izin usaha sangatlah diperlukan oleh masyarakat agar usaha yang didirikan tersebut legal. Tujuan utama suatu usaha didirikan adalah memenuhi kebu uhan manusia yaitu untuk mendapatkan keuntungan yang layak. Dengan adanya keuntungan yang layak maka dimungkinkan suatu usaha dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya bahkan dapat mengembangkan usahanya untuk lebih maju dan berkembang. Dan banyak masyarakat yang berusaha untuk mengembangkan usahanya agar mendapatkan laba yang optimal. Untuk mendapatkan laba yang optimal tersebut, maka volume penjualan harus lebih besar dari biaya yang dikeluarkannya. Furniture adalah istilah yang digunakan untuk perabot rumah tangga yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan barang, tempat duduk, tempat tidur, tempat mengerjakan sesuatu dalam bentuk meja atau tempat menaruh barang dipermukaannya. Misalnya furniture sebagai tempat penyimpan biasanya dilengkapi dengan pintu, laci dan rak, contoh lemari pakaian, lemari buku dan lain-lain Barang-barang furniture harganya dipengaruhi oleh bahan yang digunakan dalam pembuatannya, karena bahan yang digunakan menentukan kualitas dari barang furniture. Selain bahan, ornamen turut mempengaruhi harganya, karena semakin rumit proses pengerjaan atau pembuatan ornamen yang terdapat pada benda furniture tersebut maka harganya pun akan semakin mahal.

1.2 Identifikasi Masalah


Berdasarkan keterangan dan informasi diatas yang telah diperoleh maka penulis mengidentifikasi masalah sebagai berikut: 1. Aktifitas yang dilaksanakan dalam kegiatan operasional perusahaan belum terklasifikasi dengan jelas. 2. Biaya-biaya yang digunakan untuk menghitung harga pokok produksi tidak dapat ditelusuri dengan jelas. 3. Penentuan harga jual pada perusahaan dilakukan berdasarkan perkiraan dan perbandingan dengan harga pasar.

1.3 Batasan Masalah


Berdasarkan latar belakang yang telah ditulis diatas, maka penulis membatasi masalah yang akan dibahas mengenai analisis perhitungan harga pokok produksi untuk menentukan harga jual pada Sinar Meubel Padang.

1.4 Rumusan Masalah


Berdasarkan identifikasi masalah diatas maka penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut : Bagaimana Perhitungan Harga Pokok Produksi untuk menentukan Harga Jual pada Sinar Meubel Padang?

1.1 Tujuan dan Mamfaat Penelitian 1.5.1 Tujuaan Penelitian:


Adapun yang menjadi tujuan penulis dalam penyusunan laporan ini adalah:

1. Untuk mengetahui bagaimana analisis perhitungan harga pokok produksi yang terjadi pada Sinar Meubel Padang. 2. Untuk lebih mengetahui dalam mengklasifikasikan biaya-biaya produksi kedalam masing-masing unsur produksi pada Sinar Meubel Padang. 1.5.2 Mamfaat dari penelitian ini adalah: 1. Dari Perusahaan Penulis mengharapkan agar hasil penelitian ini bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan referensi dalam usaha memperbaiki dan penyempurnaan tentang analisis perhitungan harga pokok produksi untuk menentukan harga jual bagi perusahaan itu sendiri maupun perusahaan lainnya. 2. Bagi Peneliti Sebagai sarana untuk melengkapi dan menerapkan pengetahuan teoritis yang diperoleh dari pendidikan formal serta membandingkan dengan aplikasi yang sesungguhnya tempat penulis melakukan penelitian. 3. Bagi pembaca Penulis berharap agar penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan yang berarti dalam dunia pendidikan dan bisa digunakan sebagai informasi bagi pihak yang membutuhkan.

2. Landasan Teori 2.1 Pengertian Akuntansi


Akuntansi (accounting) menurut Walter T Harrison JR. (2011:03) adalah suatu sistem informasi yang mengukur aktivitas bisnis, memproses data menjadi laporan, dan mengomunikasikan hasilnya kepada pengambil keputusan yang akan membuat keputusan yang dapat mempengaruhi aktivitas bisnis, selain itu akuntansi juga merupakan bahasa bisnis.

2.2 Akuntansi Biaya


Akuntansi biaya menurut Mursyidi (2010:10) adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan dan pelaporan biaya pabrikasi, dan penjualan produk dan jasa, dengan cara-cara tertentu, serta penafsiran terhadap hasilhasilnya.

informasi biaya produksi persatuan produk. Dalam penetapan harga jual produk, biaya produksi perunit merupakan salah satu data yang dipertimbangkan disamping data biaya lain serta data non biaya. 2. Memantau Realisasi Biaya Produksi. Jika rencana produksi untuk jangka waktu tertentu telah diputuskan untuk dilaksanakan, manajemen memerlukan informasi biaya produksi yang sesungguhnya dikeluarkan didalam pelaksanaan rencana produksi tersebut. Oleh karena itu, akuntansi biaya digunakan untuk mengumpulkan informasi biaya produksi yang dikeluarkan dalam jangka waktu tertentu untuk memantau apakah proses produksi mengkonsumsi total biaya produksi sesuai dengan yang diperhitungkan sebelumnya. 3. Menghitung Laba atau Rugi Bruto Periode Tertentu. Untuk mengetahui apakah kegiatan produksi dan pemasaran dalam periode tertentu mampu menghasilkan laba bruto atau mengakibatkan rugi bruto, manajemen memerlukan informasi biaya produksi yang telah dikeluarkan untuk memproduksi produk dalam periode tertentu. Informasi laba atau rugi bruto periodik diperlukan untuk mengetahui kontribusi produk dalam menutup biaya non produksi dalam menghasilkan laba atau rugi. 4. Menentukan Harga Pokok Persediaan Produk Jadi dan Produk Dalam Proses Yang Disajikan Dalam Neraca. Pada saat manajemen dituntut untuk membuat pertanggung jawaban keuangan periodik, manajemen harus menyajikan laporan keuangan berupa neraca dan laporan laba rugi. Didalam neraca manajemen harus manyajikan harga pokok persediaan produk jadi dan harga pokok produk yang pada tanggal neraca masih dalam proses.

2.5 Elemen-Elemen Biaya


Menurut Cecily A. Raiborn (2011:50) elemenelemen biaya adalah sebagai berikut : 1. Biaya Bahan Baku Segala bagian dari sebuah produk yang siap dan dapat diidentifikasi merupakan bahan baku langsung. Secara teoritis, biaya bahan baku langsung harus memasukan seluruh biaya bahan baku yang digunakan untuk memproduksi sebuah produk atau kinerja sebuah jasa. Bagaimanapun, beberapa biaya bahan baku tidak secara jelas atau secara ekonomis dapat dilacak. Biaya seperti itu, diperlakukan dan diklasifikasikan sebagai biaya tidak langsung. Akan tetapi, biaya dari bahan perekat dan skrup tidak dengan mudah dapat dilacak maupun nilai moneter yang signifikan untuk biaya produksi tundra. Oleh karena itu, biaya ini dapat diklasifikasikan dan dibukukan sebagai bahan baku tidak langsung dan dimasukan sebagai bagian dari biaya overhead.

2.3 Pengertian Harga Pokok Produksi


Pengertian harga pokok produksi menurut Bastian Bustami Nurlela (2006:60) adalah kumpulan biaya produksi yang terdiri dari bahan baku langsung, tenaga kerja dan biaya overhead pabrik ditambah persediaan produk dalam proses awal dan dikurangi persediaan produk dalam proses akhir. Harga pokok produksi terikat pada periode waktu tertentu. Harga pokok produksi akan sama dengan biaya produksi apabila tidak ada persediaan produk dalam proses awal dan akhir.

2.4 Tujuan Perhitungan Harga Pokok Produksi


Menurut Mulyani (2005:39) tujuan perhitungan harga pokok produksi adalah : 1. Menentukan Harga Jual Produk Perusahaan yang berproduksi masa memproses produknya untuk memenuhi persediaan digudang. Dengan demikian biaya produksi dihitung untuk jangka waktu tertentu untuk menghasilkan

2. Biaya Tenaga Kerja Tenaga kerja langsung berkenaan dengan usaha setiap individu yang melakukan produksi sebuah produk atau mengerjakan sebuah jasa. Tenaga kerja langsung dapat juga dianggap sebagai pekerjaan yang secara langsung menambah nilai produk akhir atau jasa. Biaya tenaga kerja langsung terdiri dari dari upah atau gaji yang dibayarkan untuk pegawai tenaga kerja langsung. Upah dan gaji tersebut harus dengan jelas dapat dilacak ke produk atau jasanya. Biaya tenaga kerja langsung harus memasukkan dasar kompensasi, bonus atas efisiensi produksi, dan saham pemberi kerja atas jaminan sosial dan pajak-pajak program kesehatan. Sebagai tambahan, jika sebuah operasi perusahaan secara relatif stabil, biaya tenaga kerja langsung harus memasukkan semua biaya asuransi yang telah dibayar oleh pemberi kerja, pembayaran hari-hari besar dan liburan, dan uang pensiun serta keuntungan-keuntungan pensiun lainnya. 3. Biaya Overhead Pabrik Overhead merupakan berbagai faktor atau biaya produksi yang tidak langsung untuk memproduksi sebuah produk atau menyediakan sebuah jasa. Maka, biaya overhead tidak memasukkan bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung. Dengan tenaga kerja langsung menjadi sebuah bagian yang semakin lebih kecil dari biaya produk, biaya overhead menjadi sebuah bagian yang lebih besar, dan biaya tersebut patut menerima perhatian yang lebih daripada perlakuannya di masa yang lalu.

5. Unsur Waktu. Jika aktiva memberikan waktu pemakaian yang lama maka akan mencerminkan biaya yang berbeda. 6. Berwujud dan tak berwujud Karena aktiva merupakan hak yang memiliki umur ekonomis. 7. Nilai guna. Kegunaan merupakan esensi dari biaya aktiva, tanpa nilai guna perusahaan tidak akan melakukan pengadaan (perolehan) aktiva.

2.8 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Produksi.


Menurut Pangestu Subagyo (2000:121) ada beberapa faktor yang mempengaruhi jumlah produksi perusahaan yaitu: 1. Permintaan Jumlah kebutuhan konsumen akan barang yang dihasilkan oleh perusahaan biasanya jumlahnya terbatas, sehingga permintaan merupakan salah satu kendala atau batasan dalam perencanaan jumlah produksi perusahaan 2. Kapasitas Pabrik Kapasitas maksimum yang dimiliki oleh pabrik atau mesin-mesin juga merupakan kendala dalam merencakan jumlah produksi perusahaan sebab perusahaan tidak dapat menghasilkan barang melebihi kapasitas maksimumnya 3. Kapasitas SDM Karyawan atau sumber daya manusia yang memiliki keahlian kusus juga merupakan kendala juga. Karena jumlah orang yang memiliki keahlian itu jarang, sehingga tidak mudah ditambah kapasitasnya 4. Suplai Bahan Baku Biasanya suplai bahan baku yang tersedia terbatas. Batasan ini tidak hanya jumlahnya, tetapi juga kontinyuitas penyediaan, usia bahan baku dan fluktuasi harganya. 5. Modal Kerja Modal kerja digunakan untuk membiayai kegiatan sehari-hari perusahaan. Kemampuan modal kerja membiayai kegiatan produksi sebesar jumlah modal kerja dikalikan dengan tingkat perputarannya. Sehingga kemampuan modal kerja dalam membiayai kegiatan produksi (dalam unit produk) sebanyak modal kerja dibagi dengan rata-rata biaya operasi dikurangi depresi setiap unit. 6. Peraturan Pemerintah Peraturan pemerintah kadang-kadang merupakan kendala produksi. Misalnya dengan adanya larangan terhadap produk tertentu, ketentuan jumlah pruduksi maksimum, campur tangan pemerintah dalam mengendalikan harga dan sebagainya. 7. Ketentuan Teknis Ketentuan teknis dapat menjadi kendala. Contoh dari ketentuan teknis adalah: komposisi masukan yang diperlukan untuk menghasilkan

2.6 Pengertian Harga Pokok Penjualan


Menurut Bastian Bustami Nurlela (2006:60) Pengertian Harga Pokok Penjualan adalah harga pokok produk yang sudah terjual dalam periode waktu berjalan yang diperoleh dengan menambahkan harga pokok produksi dengan persediaan produk selesai awal dan persediaan produk selesai akhir.

2.7 Karakteristik Biaya


1. uang . Alat ukur yang paling akurat untuk mengukur tingkat biaya yang digunakan dalam kegiatan produksi adalah dengan nominal mata uang yang berlaku, sebagai alat pertukaran yang sah. 2. Hak pemakaian. Perusahaan akan mempunyai hak untuk mengggunakan aktiva atau mendapatkan berbagai manfaat dari penggunaan aktiva. 3. Nilai. Biaya suatu aktiva mencerminkan nilai ekonomis yang nantinya tersebut akan digunakan oleh perusahaan 4. Kondisi dan pembatasan. Hak atas pemakaian bersifat tak bersyarat dan jika aktiva tersebut milik perusahaan melalui pembelian maka hak perusahaan akan aktiva menjadi tidak dapat diatasi.

suatu macam produk, serta komposisi keluaran yang dihasilkan pada suatu proses produk.

2.9 Penggolongan Biaya


Menurut Supriyono (2000:35) penggolongan adalah proses penggelompokan secara sistematis atas keseluruhan elemen yang ada kedalam golongan-golongan tertentu yang lebih ringkas untuk dapat memberikan informasi yang lebih penting. Dalam akuntansi biaya, umumnya penggolongan biaya ditentukan atas dasar tujuan yang hendak dicapai dengan penggolongan tersebut, karena dalam akuntansi biaya dikenal dengan different costs for different purposes. Menurut Milton F Usry William K. Carter terjemahan Krista (2004: 40) menggolongkan kan biaya berdasarkan: 1. Produk 2. Volume produksi 3. departemen, proses, pusat biaya (cost center) atau subsidi lain, dan manufaktur 4. Periode akuntansi 5. Suatu keputusan, tindakan dan evaluasi Sedangkan menurut Mulyadi (2005:14) biaya dapat diklasifikasikan berdasarkan: 1. Objek pengeluaran Dalam cara penggolongan ini, nama objek pengeluaran merupakan dasar penggolongan biaya. Misalnya nama objek pengeluaran adalah bahan bakar maka semua pengeluaran yang berhubungan dengan bahan bakar disebut biaya bahan bakar contoh penggolongan biaya atas dasar objek pengeluaran dalam perusahaan kertas adalah biaya merang, biaya jerami, biaya gaji dan upah, biaya depresiasi mesin, biaya asuransi, biaya bunga, biaya zat warna. 2. Fungsi Pokok Dalam Perusahaan 1. Biaya produksi, merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi bahan jadi yang siap untuk dijual. Biaya ini dibagi menjadi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik. 2. Biaya pemasaran, merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk melaksanakan kegiatan pemasaran produk 3. Biaya administrasi dan umum, merupakan biaya-biaya untuk mengkoordinasi kegiatan produksi dan pemasaran produk 3. Hubungan Biaya Dengan Sesuatu Yang Dibiayai 1. Biaya langsung (direct cost), adalah biaya yang terjadi yang penyebab satu-satunya adalah karena adanya sesuatu yang dibiayai. 2. Biaya tidak langsung (indirect cost), adalah biaya yang terjadi tidak hanya disebabkan oleh sesuatu yang dibiayai. 4. Perilaku Biaya Dalam Hubungan Dalam Perubahan Volume Kegiatan a. Biaya variabel Adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume

kegiatan, contohnya adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung. b. Biaya semi variabel Adalah biaya yang berubah tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan, biaya semi variabel mengandung unsur biaya tetap dan unsur biaya variabel. c. Biaya semifixed Adalah biaya tetap untuk tongkat kegiatan tertentu dan berubah dengan jumlah konstan pada volume produksi tertentu. d. Biaya tetap Adalah biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisar volume kegiatan tertentu. Contohnya adalah gaji direktur produksi. 5. Jangka Waktu Manfaat 1. Pengeluaran modal (capital expenditures), yaitu biaya yang mempunyai manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Pengeluaran modal ini pada saat terjadinya dibebankan sebagai harga pokok aktiva, dan dibebankan dalam tahun-tahun yang menikmati manfaatnya dengan cara despresiasi, amortisasi, deplesi. Contoh pengeluaran modal adalah pengeluaran untuk pembelian aktiva tetap, untuk reparasi besar terhadap aktiva tetap, untuk promosi besar-besaran , dan pengeluran untuk riset dan pengembangan suatu produk. 2. Pengeluaran pendapatan (revenue expenditures), yaitu biaya yang hanya mempunyai manfaat dalam periode akuntansi terjadinya pengeluaran pendapatan ini dibebankan sebagai biaya dan dipertemukan dengan pendapatan yang diperoleh dari pengeluaran biaya tersebut. Contoh pengeluaran pendapatan ini adalah biaya iklan, biaya tenaga kerja, biaya telex. Daljonon (2004:15) mengklasifikasikan biaya menurut hubungannya dengan produk, dapat dibedakan menjadi dua yaitu: 1. Biaya pabrikasi (product cost) sering disebut sebagai biaya produksi dan biaya pabrik, terdiri dari: A. Biaya Bahan Biaya bahan adalah nilai atau besarnya upah yang terkandung dalam bahan yang digunakan untuk proses produksi. Biaya bahan dibedakan menjadi: 1. Biaya bahan baku (direct material) Bahan baku adalah bahan mentah yang digunakan untuk memproduksi barang jadi, yang secara fisik dapat diidentifikasi pada barang jadi. 2. Biaya bahan penolong (inderect meterial) Yang termasuk dalam bahan penolong adalah bahan-bahan yang digunakan untuk menyelesaikan suatu produk, tetapi pemakaiannya relatif kecil atau pemakaiannya sangat rumit untuk dikenali diproduk jadi.

B. Biaya Tenaga Kerja Biaya tenaga kerja merupakan gaji atau upah karyawan bagian produksi, biaya ini dibedakan menjadi: 1. Biaya tenaga kerja langsung Biaya tenaga kerja langsung merupakan gaji atau upah tenaga kerja yang dipekerjakan untuk memproses bahan menjadi barang jadi. 2. Biaya tenaga kerja tidak langsung Biaya tenaga kerja tidak langsung merupakan gaji atau upah tenaga kerja bagian produksi yang terlibat secara langsung dalam proses pengerjaan bahan menjadi produk jadi. C. Biaya overhead Pabrik Biaya overhead pabrik (factory overhead cost) adalah biaya yang timbul dalam proses produksi selain yang termasuk dalam biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Yang termasuk dalam biaya overhead pabrik adalah biaya pemakaian supplies pabrik, biaya pemakaian minyak pelumas, biaya penyusutan bagian produksi, biaya listrik bagian produksi, biaya pemeliharaan atau perawatan bagian produksi, biaya asuransi, bagian produksi, biaya pengawasan dan sebagainya. Gabungan antara biaya bahan dengan biaya tenaga kerja, disebut biaya utama (prime cost), sedangkan gabungan antara biaya tenaga kerja dengan biaya overhead pabrik disebut biaya konversi (conversion cost). 2. Biaya Komersial terdiri dari: a. Biaya pemasaran merupakan biaya-biaya yang terjadi dengan tujuan untuk memasarkan produk. Biaya pemasaran terjadi sejak produk selesai diproses hingga produk tersebut dijual. b. Biaya administrasi dan umum merupakan beban yang dikeluarkan dalam rangka mengatur dan mengendalikan organisasi. Klasifikasi biaya yang lain, apabila dikaitkan dengan pengambilan keputusan dapat dibedakan menjadi dua yaitu biaya relevan dan biaya tidak relevan. Biaya relevan adalah biaya-biaya yang dapat digunakan untuk mendukung pengambialan keputusan tertentu. Sedangkan biaya yang tidak relevan, biaya ini tidak dapat mendukung dalam pengambilan keputusan tertentu. Klasifikasi biaya apabila dikaitan dengan dapat tidaknya dikendalikan, biaya dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu: 1. Biaya terkendali Biaya terkendali adalah biaya dimana manajer dapat mempengaruhi ada tidanya dan besar kecilnya biaya tersebut. 2. Biaya tak terkendali Biaya tak terkendali merupakan biaya dimana manajer tidak dapat mempengaruhi suatu biaya melalui kebijakannya. Selain klasifikasi biaya diatas, Daljono (2004:95) juga mengklasifikasikan biaya sebagai: a. Sunk cost

Merupakan biaya yang digunakan untuk menunjuk pada biaya yang terjadi pada masa lalu dan biaya ini tidak relevan untuk dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan dimasa berikutnya. b. Opportunity cost Merupakan biaya yang diukur dari manfaat yang hilang karena seseorang atau perusahaan memilih satu alternatif sehingga tidak dapat memilih alternatif yang lain. Apabila dikaitkan dengan pengambilan keputusan, opportunity cost merupakan biaya relevan. Biaya yang terjadi didepartemen produksi pengalokasiannya harus dilakukan dengan benar. Daljono (2004:160) mengalokasikan biaya-biaya yang terjadi pada departemen dengan tujuan untuk: 1. Penentuan harga produk 2. Menghitung profitabilitas tiap jenis produk 3. Memprediksi efek ekonomi dari perencanaan dan pengendalian, menilai persediaan, serta memotivasi manajer.

2.10 Harga Jual


Menurut Mulyadi (2005:65) Harga jual adalah harga yang dapat menutup semua biaya (biaya produksi dan nonproduksi) ditambah dengan laba yang wajar, umumnya biaya tidak menentukan harga jual produk atau jasa. Perusahaan yang berproduksi massa memproses produknya untuk memenuhi persediaan digudang. Dengan demikian biaya produksi dihitung untuk jangka waktu tertentu untuk menghasilkan informasi biaya lain serta informasi nonbiaya.

2.11 Metode Pengumpulan Harga Pokok produksi


Menurut Bastian Bustami Nurlela (2006:49) Metode pengumpulan harga pokok penjualan dibagi menjadi dua macam yaitu: 1. Metode harga pokok pesanan (job order cost method). Merupakan suatu metode yang digunakan dalam pengumpulan harga pokok suatu produk dimana biaya dikumpulkan untuk setiap pesanan atau kontrak atau jasa secara terpisah 2. Metode harga pokok proses (process cost method). Merupakan suatu metode dalam pengumpulan harga pokok produk dengan mengumpulkan biaya untuk setiap satuan waktu tertentu, misalnya triwulan, semester, tahunan.

2.12 Metode Penentuan Harga Pokok Produksi


Menurut Mulyadi (2005:121) metode penentuan harga pokok produksi adalah cara memperhitungkan unsur-unsur biaya ke dalam harga pokok produksi. Dalam memperhitungkan unsur biaya ini, terdapat dua pendekatan yaitu:

1. Full Costing
Full Costing merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang memperhitungkan unsur biaya produksi ke dalam harga pokok produksi, yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik baik yang berprilaku variabel maupun tetap. 2. Variabel Costing Variabel Costing merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang hanya memperhitungkan biaya produksi yang berprilaku variabel ke dalam harga pokok produksi, yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik

2.13 Kerangka Pemikiran


Harga pokok produksi Harga jual

2.14 Hipotesa
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan diatas, maka dapat disusun suatu hipotesa, yaitu : Diduga perhitungan harga pokok produksi Meubel pada Sinar Meubel Padang belum menghasilkan harga jual yang tepat.

3. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada Sinar Meubel yang beralamatkan di jalan Raya Parak Laweh padang. Telp/Hp ( 081266364401). Data yang digunakan adalah data deskriptif tentang penjualan Meubel atau perabot rumah tangga, kantor dan sekolah yang mana penelitian ini akan diambil sebagai objek adalah Analisis perhitungan harga pokok produksi untuk menentukan harga jual pada Sinar Meubel padang

3.1 Variabel Penelitian


Penulis akan melakukan penelitian dengan menggunakan variabel sebagai berikut: 1. Harga pokok produksi Harga pokok produksi adalah harga pokok barang yang diproduksi meliputi semua biaya langsung yang dipakai, upah langsung serta biaya produksi tidak langsung, dengan memperhitungkan saldo awal akhir barang dalam pengelohan. 2. Harga jual Harga jual adalah harga yang dapat menutup semua biaya (biaya produksi dan nonproduksi) ditambah dengan laba yang wajar, umumnya biaya tidak menentukan harga jual produk atau jasa.

2. Data Sekunder Yaitu pengumpulan data dengan penelitian Perpustakaan (Library Research) yang dilakukan dengan cara mencari sumber informasi melalui buku-buku literatur ilmiah yang berkaitan dengan teori yang relevan bagi pembahasan masalah dan menelusuri penelitianpenelitian yang telah dilakukan oleh orang lain serta mencari berbagai artikel yang dapat membantu penulis dalam pembahsan ini. 3.3 Metode Analisis data Dalam melakukan Analisis Perhitungan Harga Pokok Produksi Untuk Menentukan Harga Jual sebagai alat perencanaan harga jual maka metode yang dipakai penulis adalah metode kualitatif dan kuantitatif. 1. Analisa kualitatif Dalam metode ini penulis melakukan suatu analisa deskriptif yaitu dengan membandingkan antara bahan bacaan dengan kenyataan yang ditemukan dilapangan, sehingga dapat menghasilkan solusi yang baik dan optimal. 2. Analisa kuantitatif Metode kuantitatif yaitu analisa dengan menggunakan rumus atau memakai angkaangka. Mulyadi (2005:122) merumuskan sebagai berikut: a. Harga pokok produksi menurut Metode Full Costing : Biaya bahan baku xxx Biaya tenaga kerja langsung xxx Biaya overhead pabrik variabel xxx Biaya overhead pabrik tetap xxx + Harga pokok produksi xxx b. Harga pokok produksi menurut Metode Variabel Costing Biaya bahan baku xxx Biaya tenaga kerja langsung xxx Biaya overhead pabrik variabel xxx + Harga pokok produksi xxx

4.Hasil penelitian
4.1 Struktur Organisasi Gambar 4.1 Struktur Organisasi Perusahaan Sinar Meubel Pimpinan

3.2 Sumber Data


Dalam melakukan penelitian penulis menggunakan beberapa metode pengumpulan data, diantaranya: 1. Data Primer Yaitu data yang dikumpulkan dengan peninjauan langsung pada perusahaan untuk mendapatkan gambaran yang sesungguhnya melalui interview langsung dengan karyawan serta pihak-pihak yang terkait dengan objek penelitian. Bag. produksi Bag. pemasaran

Tukang

Pekerja

Distribusi & transportasi

Penjualan & penagihan

Sumber Data: Sinar Meubel

Adapun tugas dari masing masing bagian adalah sebagai berikut. a Pimpinan Pimpinan disini bertugas untuk mengawasi jalannya produksi, mengelola keuangan serta melakukan kegiatan pembelian bahan. b Bagian produksi Pada bagian produksi terdapat tukang yang bertugas menyiapkan bahan dan mengawasi jalannya proses produksi. Sedangkan pekerja bertugas mengangkut bahan dari satu tempat ketempat lain. c. Bagian pemasaran Pada bagian pemasaran bertugas mempromosikan barang kebeberapa tempat dan juga mengantarkan barang jadi meubel, ketempat penjualan dan melakukan penagihan kepada pembeli. 4.2 Kondisi Umum Data Penelitian Pada Sinar Meubel pembuatan produk lemari atas pesanan yang terjadi selama bulan januari 2011 terdiri dari dua kelompok biaya yaitu biaya produksi dan Non Produksi (biaya Overhead Pabrik). 4.2.1 Biaya Produksi Langsung 4.2.1.1 Biaya Bahan Baku Berikut ini adalah data biaya bahan baku yang didapat dari hasil analisis di sinar Meubel, karena sebelumnya Sinar Meubel menentukan harga jual berdasarkan pasar, sehingga tidak mengetahui harga jual sebenarnya. Berikut data yang diperoleh langsung. Tabel 4.1 Biaya Bahan Baku Untuk 10 Unit Lemari Jenis unit kuant bahan itas baku Kayu M3 10 Total Sumber : Sinar Meubel Harga/unit Jumlah

pekerja bekerja selam 26 hari dengan jam kerja selama 8 jam/ hari. Adapun perhitungan biaya tenaga kerja langsung pada Sinar Meubel sebagai berikut : Tabel 4.2 Data Biaya Tenaga Kerja Untuk 10 unit Lemari N keterang lemari
o an Jumlah Jam kerja Upah@ Rp

Upah 300.000 200.000 500.000

1 2

Bagian perakitan Bagian finishing Total bkl

4 orang 4 orang

75.000 50.000 125.000

Sumber : Sinar Meubel Di ketahui bahwa dalam 1 hari biaya tenaga kerja untuk 10 unit lemari Rp. 500.000 x 26 hari = Rp. 13.000.000,4.2.2 Biaya Produksi Tidak langsung 4.2.2.1 Biaya Bahan Penolong Berikut ini adalah data dan biaya bahan penolong yang didapat dari Sinar Meubel yang akan dibahas yaitu : Tabel 4.3 Daftar Biaya Bahan Penolong Untuk 10 Unit Lemari
N o 1 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Keterangan Paku 3 cm Paku 4 cm Amplas Kasar Engsel pintu Handle Pintu Kunci pintu Impra kg Tiner Lem Kayu Woodfiller Pelitur Pewarna Total biaya bahan penolong Satuan Kg Kg Lembar Pasang Buah Buah Kg Liter Kg Kg Liter Kaleng Kuantitas 5 5 15 80 50 80 8 10 8 20 15 10 Harga 8.500 8.500 4.000 9.000 20.000 6.500 24.000 15.000 30.000 40.000 32.000 30.000 Jumlah 42.500 42.500 60.000 720.000 1.000.000 520.000 192.000 150.000 240.000 800.000 480.000 300.000 4.547.000,-

Rp. 2.200.000

Rp. 22.000.000 Rp. 22.000.000

Pemakaian kayu untuk ukuran lemari ukuran besar hanya digunakan sebesar 75 % dari 1 m3 sehingga perhitungannya adalah : 10 unit x 75 % x 2.200.000 = Rp.16.500.000,4.2.1.1 Biaya Tenaga Kerja Pada Sinar Meubel, tenaga kerja langsung yang bekerja pada bagian produksi atas permintaan pesanan lemari sebanyak 10 unit terbagi menjadi dua yaitu bagian perakitan sebanyak 4 orang dan bagian finishing sebanyak 4 orang, sedangkan untuk tenaga kerja tidak langsung sebanyak 1 orang yaitu sebagai pengelola. Sistem pengupahan bagian produksi didasarkan pada upah harian, dimana untuk bagian perakitan sebesar Rp.75.000,dan bagian finishing sebesar Rp.50.000, Dalam 1 bulan para

Sumber : Sinar Meubel Keterangan: Dapat dilihat dari tabel diatas bahwa total biaya bahan baku penolong untuk 10 unit lemari untuk bulan januari tahun 2011 adalah sebanyak Rp. 4.547.000,-

4.2.2.2 Biaya Ovrhead Pabrik Biaya Overhead Pabrik dialokasikan kepada produk dengan menggunakan tarif kerja yang sudah ditentukan yaitu volume produksi. Berikut adalah rincian Biaya Overhead Pabrik, dimana untuk biaya depresiasi menggunakan metode garis lurus yang dibebankan untuk bulan januari 2011 : Tabel 4.4 Data Biaya Overhead Pabrik Untuk 10 Unit Lemari No Keterangan Jumlah (Rp) 1 Biaya Bahan Baku penolong 4.547.000 2 Biaya Listrik 600.000 3 Biaya alat-alat/mesin 300.000 4 Biaya depresiasi mesin potong 27.500 5 Biaya depresiasi compresor 37.500 6 Biaya depresiasi mesin serut 51.500 Total Tarif Biaya Overhead 5.563.500 Berikut adalah perhitungan untuk penyusutan peralatan yang digunakan yang bisa oleh perusahaan Sinar Meubel dengan metode garis lurus:angsung Tariff BOP = Rp.5.563.500 = Rp. 556.350,10unit

Deprisiasi per Bulan: Deprisiasi per tahun = Rp.450.000 = Rp. 37.500,-/bulan 12 c. Deprisiasi Mesin Serut Kayu: 1. Harga perolehan : Rp.400.000, 2. Umur Ekonomis : 7 bln 3. Nilai residu : Rp. 40.000, Deprisiasi per Bulan: Harga perolehan - Nilai Residu Umur ekonomi = Rp.400.000 - Rp.40.000 = 7 bulan = Rp. 51.428,57, pembulatan = 51.500/bulan 4.3 Informasi Biaya Non Produksi 1. Biaya Pemasaran 2. Biaya Administrasi dan umum Tabel 4.5 Data Biaya Non Produksi y Keterangan Biaya Biaya pemasaran Rp. 100.000 Biaya administrasi dan umum Rp. 1.500.000 Biaya non produksi Rp. 1.600.000 Sumber : Sinar Meubel Keterangan : Dalam pencatatan biaya non produksi pada perusahaan Sinar Meubel didapat dari penambahan biaya pemasaran sebanyak Rp. 100.000,- dan biaya administrasi dan umum sebanyak Rp. 1.500.000,-

Keterangan : 1. Biaya Bahan Penolong Rp.4.547.000,2. Biaya Listrik Rp. 600.000,3. Biaya perawatan alat-alat/mesin Rp. 300.000,a. Biaya deprisiasi mesin potong 1. Harga perolehan : Rp.1.100.000 2. Umur Ekonomis : 3 thn 3. Nilai residu/ nilai sisa : Rp 110.000,Deprisiasi per Tahun : Harga perolehan-NilaiResidu Umur ekonomi = Rp.1.100.000-110.000 3 =Rp. 330.000,Deprisiasi per Bulan: Deprisiasi per tahun = Rp. 330.000,- = Rp. 27.500/bulan 12 b. Biaya Deprisiasi Compressor 1. Harga perolehan : Rp. 2000.000,2. Umur Ekonomis : 4 thn 3. Nilai residu : Rp 200.000, Deprisiasi per Tahun : Harga perolehan NilaiResidu Umur ekonomi = Rp.2000.000, - Rp.200.000 4 = Rp. 450.000,-

4.4 Perhitungan Harga Pokok Produksi 4.4.1 Perhitungan Harga Pokok Produksi Menurut Perusahaan
1. Biaya Produksi : Biaya Bahan Baku Rp. 16.500.000,Biaya Tenaga Kerja Langsung Rp. 13.000.000,Biaya Overhead Pabrik : (Rp. 556.350 x 10 unit) Rp. 5.563.500,2. Total biaya Produksi Rp. 35.063.500,3. Biaya Non Produksi Rp. 1.600.000,4. Total Harga Pokok Produk Rp. 36.663.500,Dengan demikian harga pokok produk lemari ukuran besar adalah : Harga Pokok Produk Per Unit = Rp. 36.663.500 = Rp.36.663.500,-/ unit 10 unit = Rp. 3.666.350/unit

biaya

4.4.2 Perhitungan Harga Jual


Dalam menentukan harga jual perusahaan menginginkan keuntungan sebesar 25 % dari biaya produksi yang dikeluarkan : Perhitungan Harga Jual adalah sebagai berikut : Harga Pokok Produk Rp. 36.663.500,Laba Yang diharapkan 25% Rp. 9.165.875,Harga Jual Rp. 45.829.375,Harga Jual Per Unit = Rp. 45.829.375,10 unit = Rp. 4.582.938,-/unit

5.1 Kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data dan interprestasi yang dilakukan pada bab sebelumnya, berikut ini dapat penulis berikan kesimpulan : 1. Sinar Meubel Padang menjalankan usaha yang menghasilkan produk utama yaitu meubel yang penjualannya dipasarkan untuk daerah dan luar daerah. 2. Pencatatan pada perusahaan Sinar Meubel Padang belum mempunyai laporan perhitungan harga pokok produksi. Jadi pencatatan pada Sinar Meubel masih terdapat ketidak sesuaian dengan konsep yang berlaku pada umumnya. 3. Laporan harga pokok produksi Sinar Meubel Padang mengelompokkan biaya tenaga kerja ke dalam biaya overhead pabrik, dan perusahaan tidak melakukan pemisahan terhadap pencatatan biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik, maka penulis melakukan pemisahan terhadap pencatatan biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik tersebut untuk sistem pencatatan dari hasil pembukuan, dibuat atas analisa yang disesuaikan dengan konsep pelaporan akuntansi biaya. 4. Dalam menghitung laporan harga pokok produksi untuk Sinar Meubel Padang pada bulan januari tahun 2011 dengan menggunakan metode Full Costing didapat harga pokok produksinya sebesar Rp. 36.663.500,- dan harga pokok produksi perunit sebesar Rp. 3.666.350,sedangkan dengan metode Variabel Costing didapat harga pokok produksinya sebesar Rp. 35.763.500,dan harga pokok produksi perunit sebesar Rp. 3.576.350,-

Dalam menghitung harga jual Meubel didapat harga jualnya sebesar Rp. 4.582.938,-/unit,6. Pada perusahaan Sinar Meubel sebenarnya belum memperhitungkan semua biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi dan belum ada catatan yang digunakan sebagai dasar perhitungannya. Penetapan harga jual yang dilakukan pada perusahaan Sinar Meubel selama ini hanya berdasarkan harga pasar yang beredar, sehingga perlu suatu pencatatan yang jelas untuk semua biaya yang telah dikeluarkan. 5.2 Saran Berdasarkan pada hasil penelitian, maka penulis mencoba memberikan saran, yang bermanfaat kepada pihak-pihak yang berkepentingan : 1. Dari tinjauan yang dilakukan pada Sinar Meubel Padang, penulis mengharapkan agar perusahaan tersebut melakukan perbaikan terhadap pencatatan laporan perhitungan harga pokok produksi dan memisahkan biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik sehingga laporan harga pokok produksi perusahaan akan lebih terinci dan jelas. Setelah penulis membandingkan antara metode Full Costing dan Variabel Costing dalam perhitungan harga pokok produksi pada perusahaan Sinar Meubel Padang maka sebaiknya perusahaan memakai metode Variabel Costing karena dengan metode ini perusahaan bisa lebih meminimalkan biaya atau memperkecil harga pokok produksi.

5.

2.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, Firdaus, 2009. Akuntansi Biaya, Edisi Dua. Jakarta: Penerbit Salemba Empat. Carter, William K, 2009. Akuntansi Biaya, Edisi 14. Jakarta : Penerbit Salemba Empat. Daljono, 2004. Akuntansi Biaya Penentuan Harga Pokok Dan Pengendalian. Semaran: Bp Universitas Diponogoro. Mowen/Hansen, 2009. Akuntansi Manajerial, Edisi 8. Jakarta : Penerbit Salemba Empat.

Mulyadi, 2002. Akuntansi Biaya, Edisi 5. Universitas Gajah Mada. Mulyadi, 2007. Akuntansi Biaya, Edisi 5. Yogyakarta : Unit Penerbit dan Percetakan. Mulyadi, 2000. Akuntansi Biaya. Yogyakarta: Aditya Madia. Mulyadi, 2005. Akuntansi Biaya, Edisi 6. Yogyakarta: Upp AMP YKPN. Nurlela, Bustami Bastian, 2006. Akuntansi Biaya, Edisi pertama. Yogyakarta: Penerbit Graha Ilmu. Raiborn, Cecilya A, 2011. Akuntansi Biaya, Edisi 7. Jakarta Selatan : Penerbit Salemba Empat. Shaleni, Sherly. 2008. Perbandingan Metode Full Costing dan Variabel Costing Dalam Perhitungan Harga Pokok Produksi Untuk Menentukan Harga Jual pada Fa. PD. Kurnia Padang : Universitas Putra Indonesia YPTK, Padang. Harrison Jr, Walter T, 2011. Akuntansi Keuangan, Edisi 8. Jakarta : Penerbit Erlangga. http://abangbusra.blogspot.com/2012/01/perhit ungan-harga-pokok-produksi-untuk.html http://putra-finance-accountingtaxation.blogspot.com/2008/04/harga-pokokpenjualan-cogs-trading.html