Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

A. JUDUL
KAJIAN TEKNIS PEMAKAIAN MESIN BOR CMM-2 DENGAN PK-100
UNTUK

PEMBORAN

UNDERCUT DI

TWO

SIDE

FAN

DRILLING

PADA

SEKSI

TAMBANG BAWAH TANAH IOZ PT. FREEPORT

INDONESIA COMPANY
B. ALASAN PEMILIHAN JUDUL
Pada sistem tambang Block caving keberhasilan peledakan di seksi Undercut
sangat mempengaruhi kelancaran produksi karena, Bijih yang akan dieksploitasi
pertama sekali dibongkar dari batuan induknya dengan melakukan peledakan pada
bagian bawah tubuh bijih yang dikenal dengan Undercutting, dan kemudian dari hasil
peledakan ini diharapkan badan bijih yang berada di bagian atas akan jatuh dengan
sendirinya karena pengaruh gravitasi. Pada saat ini terdapat 2 tipe mesin yang digunakan
untuk melakukan pemboran di seksi Undercut di PT. Freeport Indonesia Company,
yakni CMM-2 Machine Drill dan PK-100 Machine Drill dengan pola pemboran
Kipas pada kedua sisi Drift(Two side Fan Drilling).

Diameter bit yang digunakan adalah 5

1/8

inchi untuk CMM dan 4 inchi untuk PK-100.

Jumlah lubang bor yang dibuat adalah 7 untuk CMM-2 dan 9 untuk PK-100 pada
bukaan dengan standar C (4.2 x 3.8 m)..
Selama ini pengaturan sudut pemboran yang diterapkan pada pola kipas lebih didasarkan
pada dimensi bukaan dan rancangan pillar yang memisahkan level Undercut dengan
level Produksi di bawahnya.
Rancangan pola pemboran untuk PK-100 yang merupakan mesin baru yang digunakan
di seksi ini hanya dibuat berdasarkan rancangan yang sudah ada untuk mesin
pendahulunya yakni CMM-2, yaitu dengan jalan menambah jumlah lubang yang ada
karena diameter yang dipakai lebih kecil. Sementara parameter lainnya yang
berhubungan dengan peledakan hampir tidak mengalami perubahan.
C. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan dilakukannya penelitian ini dimaksudkan untuk melakukan kajian secara
teknis terhadap rancangan pola dan geometri pemboran yang sudah ada untuk kedua
mesin dan kemungkinan alternatif perbaikannya dengan tujuan mencapai hasil
peledakan yang paling maksimal.
D. RUMUSAN MASALAH
Pola pemboran yang diterapkan di tambang bawah tanah IOZ pada saat ini tetap
mengikuti pola yang dipakai sebelumnya di area Gunung bijih timur I dan II .
Permasalahan yang ingin diteliti disini yakni sejauh mana keefektifan pola tersebut
terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada area kerja beserta koreksi yang perlu
dilakukan. Demikian juga dengan perubahan pemakaian tipe mesin yang berbeda. Dari

sini diharapkan dapat dihasilkan rancangan pola pemboran yang paling ideal untuk
kedua mesin sesuai dengan keadaan yang ada.

BAB II
ANALISIS MASALAH

A. DASAR TEORI
Two side Fan Drilling adalah pola pemboran yang bentuk rangkaiannya
merupakan kipas ganda atau disebut juga Ring Drilling , karena jenisnya membentuk
lingkaran (radially) dari pusat Fan sejajar lubang bukaan.
Berdasarkan Teori Langefors yang diutarakan dalam The Modern Technique Of
Rock Blasting, perhitungan Geometri pemboran adalah sebagai berikut :
1. Konstanta Batuan (Rock Constant)
Adalah Jumlah bahan peledak yang dibutuhkan untuk membongkar 1 m 3 batuan
yang dinyatakan dengan kg/m3. Nilainya diperoleh dari pengukuran empirik dari
peledakan jenjang.Menurut penelitian besarnya adalah 0,3 kg/m3 untuk Sandstone
dan o,4 kg/m3 untuk batuan Granit.
2. Perhitungan Burden dan Jumlah muatan
Jumlah muatan dalam lubang ledak ditentukan oleh berbagai faktor seperti :
-

Volume batuan yang akan dibongkar

kedalaman lubang tembak

Kemiringan/arah lubang tembak

Diameter lubang tembak

Volume batuan yang terbongkar dapat dihitung dengan melihat bentuk geometris
keseluruhan dari fan, dimana :
Volume setara = Volume batuan / Total kedalaman Lubang bor , (m3/m)
Sedangkan parameter lainnya ditentukan oleh bentuk lubang bukaan dan jarak antar
drill drift yang ada pada saat ini.
Besarnya maksimum Burden 1 dapat dihitung dengan formula :
B1max

D
=
33

P .S

c. f. (S/B)

Dimana :
B1max

= Burden 1 maximum, m

= Diameter Lubang tembak, mm

= Weight strength ANFO terhadap LFB dynamite

= Konstanta Batuan

= Konstanta Batuan terkoreksi


Dimana , c = c + 0,05 ; Untuk batuan dengan Burden maximum 1,4 15 m
C = c + 0,07 untuk burden maximum <1,4

= Faktor Fiksasi (Degree of Fixation)

S/B

= Rasio Spasi Burden

= Kerapatan ANFO dalam lubang bor (Packing degree), gr/cm3


Adalah : Berat ANFO / Volume Lubang bor

Setelah nilai B1max diketahui, dihitung nilai Burden maximum terkoreksi terhadap
konstanta lubang tembak (BC1max) dengan memperhitungkan kemiringan lubang
tembak (R1) dan konsatanta koreksi batuan (R2)
Dimana,

BC1max = B1 max x R1 x R2

Kemudian setelah nilai ini diperoleh, maka dapat diketahui Nilai burden praktis (B1)
B1 = BC1max E, (m)
Dimana E adalah kesalahan pemboran yang dapat dihitung dengan,
E

= d/1000 + (0,03 x H), m

0,03 x H adalah kesalahan pemboran (Allignment error) , dimana H adalah


kedalaman lubang bor.
D adalah kesalahan colarring (Colarring error)
3. Powder Factor
Powder Factor adalah perbandingan jumlah bahan peledak yang dipakai dengan
Jumlah batuan yang terbongkar. Biasanya dinyatakan dengan kg bahan peledak per
ton batuan.
PF

WANF@^@@X^@tz@@@@

z@A,@@tz@PA,@R@@
z@@@@@@z@
@@@@@@@@z@
@@@@@@z@ @@z@
@
@@@@@@@

@@z@`Xf@b@@@@@
@@@@@@
\
@&@(@@@
@@@@@@@
@@akan. Angka ini Bisa dipakai sebagai salah satu parameter
untuk menentukan tingkat keekonomisan pemakaian suatu bahan peledak.
Blasting Ratio

= WBATUAN / WPELEDAK

A. DATA PENDUKUNG
Yang dimaksud dengan data pendukung adalah data-data yang dapat mendukung
data-data dari lapangan guna menganalisa permasalahan yang ada untuk mencari
alternatif penyelesaian masalah.
Data pendukung dapat diambil antara lain dari data hasil pengamatan di
lapangan, laporan penelitian terdahulu dari perusahaan, brosur--brosur dari perusahaan,
data dari instansi yang terkait dan dari literatur-literatur.
B. ANALISIS PENYELESAIAN MASALAH
Permasalahan yang ada di lapangan selanjutnya dipelajari dan dikaji berdasarkan
data yang ada, baik data yang dikumpulkan dari hasil penyelidikan maupun data
penunjang dan didukung berbagai teori yang menunjang permasalahan tersebut,
selanjutnya dicarikan alternatif penyelesaiannnya.

Adapun rincian dari kajian teknis terhadap pemakain kedua mesin dalam pemboran
Fan ini adalah sebagai berikut :
1. Tahap Persiapan
Pada tahap ini dilakukan pengumpulan data-data geometri fan drilling yang dipakai
pada saat ini dan dasar-dasar teknis penyusunan perancangan yang digunakan.
2. Tahap Penyelidikan pendahuluan
Pengumpulan data-data geologis area kerja yang mempengaruhi dalam perancangan
seperti struktur batuan, kekuatan batuan (rock strength), berat jenis dan parameter
lainnya.
3. Tahap Penyelidikan Terinci
Pengamatan dilapangan untuk mengetahui pelaksanaan pemboran, data dan jumlah
bahan peledak yang dipakai setiap peledakan serta masalah-masalah yang dihadapai.
Setelah melalui tahap ini maka dilanjutkan dengan :
a. Analisis terhadap rancangan pola pemboran yang ada saat ini
Disini dilakukan perhitungan teoritis hasil yang akan dicapai serta pemaparan
masalah yang akan terjadi dengan pola yang digunakan.
b. Perencanaan perubahan terhadap pola pemboran yang perlu dilakukan
Penentuan rancangan yang paling sesuai serta perbandingannya terhadap
rancangan semula dikaitkan dengan keefektifan pemboran dan hasil peledakan.

BAB III
PENELITIAN DI LAPANGAN

A. METODOLOGI PENELITIAN
Didalam melaksanakan penelitian permasalahan ini, penulis menggabungkan antara
teori dengan data-data lapangan,sehingga dari keduanya didapat pendekatan
penyelesaian masalah. Adapun urutan pekerjaan penelitian yaitu :
1. Study literatur, brosur-brosur, laporan penelitian terdahulu dari perusahaan.
2. Pengamatan langsung di lapangan, dilakukan dengan cara peninjauan lapangan
untuk melakukan pengamatan langsung terhadap semua kegiatan di daerah yang
akan diteliti
3. Pengambilan Data, dengan pengukuran langsung di lapangan maupun penelitian di
laboratorium.
4. Akuisisi Data
a. Pengelompokan data
b. Jumlah data
c. Uji realitas
5. Pengolahan data
6. Analisis hasil Pengolahan data
7. Kesimpulan

2. JADWAL KEGIATAN PENELITIAN

Rencana Kegiatan
Studi Literatur
Pengumpulan data Geometri
pemboran yang digunakan
pada saat ini
Pengumpulan data tentang
bahan peledak yang
digunakan
Pengumpulan data geologi
Pengumpulan data Jumlah
bahan peledak yang
digunakan tiap peledakan
Analisis geometri pemboran
terhadap kedua mesin dan
rencana perbaikan
Penyusunan Laporan
Penelitian

Minggu

II

III

IV

VI

VII

VIII

3. RENCANA DAFTAR PUSTAKA

RENCANA DAFTAR ISI