Anda di halaman 1dari 36

Tuberkulosis

Oleh : Agustinus Alfred / 09700097 Dewi Amalia / 09700301 Pembimbing : dr. M.Rizal, Sp.A

Definisi
Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberkulosis yang bersifat sistemik sehingga dapat menmbulkan infeksi pada semua organ tubuh dengan lokasi terbanyak pada paru paru .

Etiologi
Mycobakterium tuberkulosis merupakan jenis kuman berbebtuk batang berukuran panjang 1 4 mm dengan tebal 0,3 0,6 mm. Sebagian besar komponen M. Tuberkulosis adalah berupa lemak / lipid sehingga kuman mampu tahan terhadap asam serta sangat tahan terhadap zat kimia .

Etiologi
Mikroorganisme ini bersifat aerob yaitu menyukai daerah yang banyak mengadung oksigen. Oleh karena itu , M. Tuberkulosis senang tinggal di daerah apeks paru yang kandungan oksigennya sangat tinggi.

Etiologi
Mycobacterium tuberculosis berbentuk batang lurus atau agak bengkok dengan ukuran 0,2- 0,4 x 1-4 um. Pewarnaan Ziehl-Neelsen dipergunakan untuk identifikasi bakteri tahan asam. Kuman mati pada suhu 6C selama 15-20 menit.

Penularan
Melalui dropplet dari penderita +TB

Epidemiologi

Jumlah kasus TB terutama pada anak mencapai 5- 6% dari total kasus TB. Dari 1261 penderita TB berusia <15 tahun , 63% diantaranya berusia < 5tahun (who 1985)

Faktor resiko TB
Terdapat beberapa faktor yang mempermudah terjadinya infeksi TB maupun timbulnya penyakit TB pada anak. Faktor faktor tersebut dibagi menjadi 2 faktor yaitu faktor resiko infeksi dan faktor resiko penyakit

Faktor resiko infeksi TB


Anak yang terpajan orang dewasa dengan TB aktif. Daerah endemis TB, Lingkungan yang kurang higienis dan sanitasi tidak baik , serta penampungan umum yang banyak terdapat pasien TB dewasa

Resiko sakit TB
Anak anak dengan infeksi TB belom terntu akan mengalami sakit TB. Berikut ini adalah faktor faktor yang menyebabkan anak menjadi sakit TB Anak berusia > 5tahun Anak dengan Malnutrisi Status sosioekonomi rendah Keaadaan imunokompromais

Patofisiologis
Fokus primer Ghon Kompleks primer

Fokus primer Ghon


Paru paru merupakan port dentree dari kuman TB. Kuman TB yang memiliki ukuran <5m,masuk kedalam sistem pernafasan khususnya alveolus. Mulanya basil tuberkel memperbanyak diri dalam alveoli dan duktus alveolaris.

Tidak semua bakteri tuberkulosis dapat di hancurkan oleh sistem imun ,sebagian kuman berkembang biak di makrofag dan ahirnya menyebabkan lisis makrofag. Selanjutnya kuman TB membentuk lesi di tempat tersebut yang dinamakan fokus primer Ghon.

Kompleks primer
Makrofag yang di non aktifkan membawa kuman tersebut melalui vasa limfatika ke limfonodi regional. Yaitu kelenjar limfe yang mempunyai saluran limfe ke fokus primer. Penyebaran ini menyebabkan reaksi inflamasi saluran limfe dan kelenjar limfe yang terkena fokus primer..

Jika fokus primer terletak di lobus bawah atau tengah maka kelenjar limfe yang akan mengalami inflamasi adalah kelenjar limfe parahiler. Namun jika yang tekena fokus primer adalah bagian apeks paru maka kelenjar limfe yang akan mengalami inflamasi adalah kelenjar paratrakeal.

Masa inkubasi
Kuman TB membutuhkan waktu 2 -12 minggu dengan rata rata 4 8 minggu untuk mencapai kompleks primer lengkap

Diagnosis
Diagnosis TB dapat ditegakkan dengan ditemukannya kuman M. Tuberkulosis pada pemriksaan sputum , bilas lambung , cairan cerebro spinal, cairan pleura atau biopsi jaringan.

Diagnosis TB anak ditentukan berdasarkan gambaran klinis dan pemeriksaan penunjang seperti uji tuberkulin, pemeriksaan laboratorium, dan foto rontgen dada. Namun sering kali tidak spesifik pada anak.

Menurut WHO 1989


untuk mendiagnosis TB pada anak dengan pembagian kriteria suspect, probable dan confirmed.

Kriteria Suspect TB
Anak sakit dengan riwayat kontak dengan penderita didiagnosis pasti TB paru. Setiap anak dengan kondisi kesehatan tidak kembali pulih/membaik setelah menderita campak atau batuk rejan Berat badan menurun, batuk, yang tidak membaik dengan pengobatan antibiotika untuk penyakit saluran respiratorik. Pembesaran kelenjar limfe superfisialis yang tidak nyeri.

Probable TB
yaitu anak yang dicurigai TB disertai salahsatu hal berikut ini: - Uji tuberkulin positif (indurasi > 10 mm). - Foto toraks sugestif TB. - Pemeriksaan histologis biopsi sugestif TB. - Respon yang baik terhadap pengobatan dengan OAT

Kriteria Confirmed
atau dipastikan TB Paru: - Ditemukan basil TB pada pemeriksaan mikroskop langsung atau biakan. - Identifikasi Mycobacterium tuberkulosis pada karakteristik biakan

Scoring TB menurut IDAI

Pasien dengan jumlah skor yang lebih atau sama dengan >6, harus ditatalaksana sebagai pasien TB dan mendapat OAT (obat anti tuberkulosis). Bila skor kurang dari 6 tetapi secara klinis kecurigaan kearah TB kuat maka perlu dilakukan pemeriksaan diagnostik lainnya sesuai indikasi

Gejala klinis
Pada anak anak IDAI menyebutkan gejala umum berupa berikut: Demam lama lebih dari 2minggu atau berulang tanpa sebab yang jelas. Demam tidak tinggi yang dapat disertai dengan keringat dingin. Batuk lama lebih dari 3 minggu dan sebab lain telah disingkirkan

Berat badan turun tanpa sebab yang jelas atau tidak naik dalam 1bulan dengan penanganan gizi yang adekuat. Nafsu makan menurun Lesu atau malaise Diare persisten yang tidak sembuh dengan pengobatan baku diare

Pemeriksaan penunjang
Uji tuberkulin Radiologis Serolgis Sputum LED

Penatalaksanaan TB
Pengobatan TB diberikan dalam 2 tahap yaitu tahap intensif selama 2 bulan dan tahap lanjutan selama 4 bulan. Prinsip dasar pengobatan TB adalah minimal 3 macam obat pada fase intensif dan dilanjutkan dengan 2 macam obat pada fase lanjutan(kecuali pada TB berat).

Kombinasi dosis tetap

Pencegahan Imunisasi BCG


Diberikan kepada bayi pada usia kurang dari 3 bulan dengan dosis 0.05 ml dan untuk anak 0.10 ml di berikan secara intra kutan di daerah deltoid kanan Efek samping terhadap pemberian BCG yang paling sering di temukan adalah ulserasi daerah tempat penyuntikan serta limfadenitis dan BCG itis

Kemoprofilaksis
Kemoprofilaksis primer : yaitu bertujuan mencegah infeksi TB, diberikan isoniazid 5 - 10 mg / kg /hari dengan dosis tunggal pada anak yang terpajan dengan TB sputum positif tapi belom terinfeksi. Kemoprofilaksis sekunder : yaitu mencegah infeksi TB menjadi sakit TB di berikan pada anak dengan infeksi TB namun belum sakit Tb yang di tandai dengan uji tuberkulin positif tapi klinis dan radiologis nya masih normal. Lama di berikannya 6 12 bulan.

Komplikasi
Penyakit paru primer progresif Efusi pleura Perikarditis Meningitis

Prognosis
Du boit ad bonam jika dilakukan penanganan yang tepat serta tidak terjadinya komplikasi yang berat

Thank you