Anda di halaman 1dari 3

JAWABAN SOAL PAK HASYIM (SEMOGA BERMANFAAT)

1. Dasar yang menyatakan pasien mengalami Cardiac Arrest :


a. Ketiadaan respon; pasien tidak berespon terhadap rangsangan suara,
tepukan di pundak ataupun cubitan.
b. Ketiadaan pernafasan normal; tidak terdapat pernafasan normal ketika jalan
pernafasan dibuka.
c. Tidak teraba denyut nadi di arteri besar (karotis, femoralis, radialis).
2. Gejala/keluhan pasien penderita hipertensi :
1. Gejala ringan seperti pusing atau sakit kepala
2. Sering gelisah
3. Wajah merah
4. Tengkuk terasa pegal
5. Mudah marah
6. Telinga berdengung
7. Sukar tidur
8. Sesak nafas
9. Rasa berat di tengkuk
10. Mudah lelah
11. Mata berkunang-kunang
12. Mimisan (keluar darah dari hidung)
Pada pemeriksaan TD, pasien dinyatakan hipertensi apabila : (JNC 7)
Kategori
Sistol (mmHg)
Dan/atau
Diastole (mmHg)
Normal
<120
Dan
<80
Pre hipertensi
120-139
Atau
80-89
Hipertensi tahap 1140-159
Atau
90-99
Hipertensi tahap 2 160
Atau
100

3. Gejala yang Nampak pada asma akut :


- Dyspnea, bernafas pendek, sesak pada dada atau rasa terbakar. Sukar
berbicara.
- Berbunyi atau mendesah saat bernafas. Batuk kering, tachypnea, takikardia,
pucat, hiperinflasi
Pada inspeksi terlihat pernapasan cepat dan sukar, disertai batuk-batuk
paroksismal, kadang-kadang terdengar suara mengi, ekspirasi memanjang,
terlihat retraksi daerah supraklavikular, suprasternal, epigastrium dan sela iga.
Pada perkusi terdengar hipersonor seluruh toraks, terutama bagian bawah
posterior. Daerah pekak jantung dan hati mengecil.
Pada auskultasi bunyi napas kasar/mengeras, pada stadium lanjut suara
napas melemah atau hampir tidak terdengar karena aliran udara sangat
lemah. Terdengar juga ronkhi kering dan ronkhi basah serta suara lendir bila
sekresi bronkus banyak.
Pada serangan ringan, mengi hanya terdengar pada waktu ekspirasi paksa.
Mengi dapat tidak terdengar (silent chest) pada serangan yang sangat berat
disertai gejala sianosis, gelisah, sukar bicara, takikardi, hiperinflasi dan
penggunaan obat bantu napas.
Asma akut ditandai antara lain denga napas yang cepat (>30 kali/menit), dan
meningkatnya denyut nadi. Pasien dengan severe acute asthma, denyut
nadinya akan meningkat > 110 denyut/ menit.
Pasien denganPER (peak expiratory flow rate < 100 L/ menit akan kesulitan
berbicara
4. Keluhan dan masalah untuk menggunakan kontrasepsi hormonal :
- Untuk menunda haid
- pada pengobatan kelainan menstruasi. Antara lain, adanya perdarahan uterus
disfungsional, dan kelainan hormonal organ reproduksi lainnya seperti
endometriosis.
- Menjarangkan/ menunda Kehamilan
5. Tanda-tanda dan keluhan penderita SLE :
1. Ruam malar
2. Ruam diskoid
3. Fotosensitivitas
4. Ulserasi di mulut atau nasofaring
5. Artritis
6. Serositis, yaitu pleuritis atau perikarditis
7. Kelainan ginjal, yaitu proteinuria persisten >0,5 gr/hari, atau adanya silinder sel
8. Kelainan neurologik, yaitu kejang-kejang atau psikosis
9. Kelainan hematologi, yaitu anemia hemolitik, atau lekopenia atau limfopenia,
atau trombositopenia
10. Kelainan imunologik, yaitu sel LE positif atau anti ds-DNA positif, atau anti
Sm positif atau tes serologik
untuk sifilis yang positif palsu.
11. Antibodi antinuklear (ANA) positif
*Gejala konstitusional
-Kelelahan; merupakan keluhan yang umum yang dijumpai pada pasien SLE

dan biasanya mendahului manifestasi klinis lainnya


-Penurunan berat badan;keluhan ini dijumpai pada sebagian penderita SLE dan
terjadi beberapa bulan sebelum diagnosis ditegakkan. Penurunan berat badan
ini dapat disebabkan oleh penurunan nafsu makan ataupun akibat manifestasi
penyakit pada system gastrointestinal.
-Demam; sulit dibedakan dengan demam dari sebab lain seperti infeksi. Demam
dapat lebih dari 40 C tanpa adanya bukti infeksi seperti leukositosis.
-Lain-lain; gejala lain yang sering dijumpai pada pasien SLE sebelum atau
seiring dengan perjalanan penyakitnya seperti rambut rontok, hilangnya nafsu
makan, pembesaran kelenjar getah bening, udem, sakit kepala, mual dan
muntah.
6. Gejala dan keluhan Hiperurikemia pada pasien:
- Tahap asimtomatik ditandai dengan meningkatnya saluran kemih.
- Tahap akut ditandai dengan serangan nyeri di persednian yang mendadak dan
hebat, disertai rasa kemerahan yang umumnya terjadi di pangkal ibu jari kaki
pada tengah malam dan dini hari.
- Tahap interkritikal yang ditandai dengan berjalannya aktivitas secara normal
tanoa rasa sakit sama sekali, bahkan sebagian penderita tidak mengalami
serangan kembali.
- Disebut memasuki tahap kronis jika ditandai dengan pembentukan tofus,
setelah 11 tahun tahun serangan pertama terjadi, akibat gejala yang tidak
diobati. Dalam tahap ini, nyeri akan berlangsung lama, terus menerus, dan
akhirnya bengkak, sehingga sendi menjadi kaku dan sakit.
- Kemungkinan pasien menderita gout yang dikarenakan :
Serangan gout artritis akut ditandai dengan onset rasa sakit yang cepat,
bengkak, dan peradangan. Serangan biasanya adalah monarticular pada
awalnya, paling sering mempengaruhi metatarsophalangeal pertama bersama
(kaki besar) dan kemudian, dalam rangka frekuensi, insteps, pergelangan kaki,
tumit, lutut, pergelangan tangan, jari, dan siku. Dalam satu-setengah dari awal
serangan, sendi metatarsophalangeal pertama dipengaruhi, kondisi dikenal
sebagai podagra. Sampai dengan 90% pasien dengan gout akan mengalami
serangan di ibu-jari kaki di beberapa titik dalam perjalanan mereka. Presentasi
atipikal gout juga terjadi. Pada pasien usia lanjut, asam urat dapat hadir
sebagai arthritis polyarticular kronis yang dapat menjadi bingung dengan
rheumatoid arthritis atau osteoarthritis.