Anda di halaman 1dari 24

Kata Pengantar

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan kasus ini. Laporan kasus berjudul Osteomielitis ini dibuat dengan tujuan sebagai salah satu syarat dalam Kepaniteraan Klinik lmu !edah di "umah Sakit Otorita !atam. #alam pembuatan laporan kasus ini$ kami mengambil re%erensi dari literatur dan jaringan internet. Saya mengu&apkan terimakasih yang sebesar'besarnya kepada pembimbing kami$ Pro%. dr. #joko Simbardjo$ Sp.OT$ yang telah memberikan bimbingannya$ juga untuk dukungannya baik dalam bentuk moril maupun dalam men&ari re%erensi yang lebih baik. Semoga laporan kasus ini dapat berman%aat bagi siapa saja yang memba&anya.

(akarta$ )o*ember +,-.

Penulis

DAFTAR ISI

Lembar Pengesahan.............................................................................................................+ Kata Pengantar...................................................................................................................... #a%tar si............................................................................................................................../ Bab I Laporan Kasus00000000000000000000000000000..1 Bab II Pendahuluan.........................................................................................................................1 Bab III Osteomielitis.......................................................................................................................2 Bab IV Kesimpulan........................................................................................................................-2 #a%tar Pustaka....................................................................................................................-3
2

BAB I LAPORAN KASUS 1. Identitas )ama 6mur Alamat Agama Status 4 )y. 5 4 /3 tahun 4 (L. P A 4 slam 4 7enikah
3

Tgl masuk "S

4 +8 Agustus +,-.

2. Autoana nesa Keluhan utama "i9ayat penyakit sekarang 4 )yeri di pinggang kiri dan kanan 4 )yeri di pinggang kiri dan kanan sejak 1 bulan yang lalu. Kadang nyeri menjalar ke daerah perut. )yeri dirasakan terus menerus. Os juga mengaku tangan kanan terasa lemas tapi masih bisa digerakkan sejak . bulan yang lalu. Os sudah berobat ke spesialis penyakit dalam dan didiagnosis sakit ginjal. Os juga sudah berobat ke dokter spesialis bedah tulang dan Os disarankan untuk 7" karena terdapat tulang belakang yang bergeser. "i9ayat penyakit dahulu "i9ayat Alergi 4 Os menderita diabetes melitus 4 Os tidak punya ri9ayat alergi makan$ &ua&a ataupun obat. "i9ayat Pengobatan 4 "i9ayat berobat ke dokter Sp.P# di diagnosis penyakit ginjal dan berobat ke dokter tulang dan disarankan untuk 7" karena ada tulang yang bergeser. !. Pe eri"saan Fisi"

Keadaan u u Tampak sakit sedang Kesadaran :ompos mentis Tanda #ita$ a. Tensi b. )adi &. "espirasi d. Suhu Status %enera$isata a. Kepala 4 b. 7ata 4 Pupil sokor @A;AB "e%lek &ahaya @A;AB Konjungti*a anemis @A;AB$ Sklera ikterik @';'B Pandangan mata kabur @A;AB )ormo&ephal "ambut hitam$ lurus$ tidak mudah di&abut$ distribusi merata 4 4 -.,;3, mm<g 4 =,>;m 4 +,>;m 4 .2$1? :

&. <idung

4 Sekret @'B
5

d. Telinga 4 e. 7ulut 4 %. Leher g. Thoraks h. Abdomen i. 5kstremitas Status Lo"a$is

Septum de*iasi @'B Tidak ada de%ormitas$ sekret @'B

)ormotia Sekret @';'B

7ukosa bibir pu&at @'B

Pembesaran KC! @'B Pembesaran thyroid @'B Pembesaran KC! supra kla*ikula @'B

nspeksi 4 !entuk dan gerak na%as simetris$ retraksi sela iga @'B$ suprasternal @'B$i&tus &ordis terlihat Palpasi Perkusi 4 i&tus &ordis teraba 4 sonor

Auskulti 4 *esikuler 9heeDing @';'B$ ronki @';'B$!unyi jantung dan murni reguler$ murmur @'B$ gallop @'B

nspeksi 4 Abdomen datar Palpasi 4 Supel$ nyeri tekan @'B$ tidak teraba massa$ organomegali @'B Perkusi 4 Timpani pada seluruh Euadran abdomen

Auskultasi4 !ising usus @AB normal

Atas4akral hangat$ ":T F + detik$edema @';'B$ sianosis @';'B !a9ah4 akral hangat$ ":T F + detik$ edema @';'B$ sianosis @';'B

Status lokalis 4 <umerus regio antebra&hi de>tra aB Look 4 tidak tampak luka$ oedem @AB$ de%ormitas @AB bB Geel 4 nyeri tekan setempat @AB$ krepitasi @'B &B 7o*e 4 gerakan akti% dan pasi% terhambat$ sakit bila digerakan$ gangguan persara%an tidak ada

Pe eri"saan Penun&ang Pemeriksaan <emoglobin Leukosit Trombosit <ematokrit C#S <asil 8.2 /.,2 -,+2 -=2 Satuan g;dL ribu;Il ribu;Il J mg;dL )ilai "ujukan --.3 H -1.1 ..2, H --.,, -1, ' //, .1 ' /3 3, ' +,,

6reum darah Kreatinin darah Kalsium darah

-.1 /./ 8.1

mg;dL mg;dL mg;dL

-, ' 1, F -./ 8.8 H -,.,

Penata$a"sanaan

BAB II P'NDA(ULUAN

Osteomielitis adalah merupakan suatu bentuk proses in%lamasi pada tulang dan struktur'struktur disekitarnya akibat in%eksi dari kuman'kuman piogenik. n%eksi

muskuloskeletal merupakan penyakit yang umum terjadiK dapat melibatkan seluruh struktur dari sistem muskuloskeletal dan dapat berkembang menjadi penyakit yang berbahaya bahkan

membahayakan ji9a. #alam dua puluh tahun terakhir ini telah banyak dikembangkan tentang bagaimana &ara menatalaksana penyakit ini dengan tepat. Seringkali usaha ini berupa suatu tim yang terdiri dari ahli bedah ortopedi$ ahli bedah plastik$ ahli penyakit in%eksi$ ahli penyakit dalam$ ahli nutrisi$ dan ahli %isioterapi yang berkolaborasi untuk menghasilkan pera9atan multidisiplin yang optimal bagi penderita. n%eksi dalam suatu sistem

muskuloskeletal dapat berkembang melalui dua &ara$ baik melalui peredaran darah maupun akibat kontak dengan lingkungan luar tubuh. "e%erat ini berusaha merangkum mengenai patogenesis$ diagnosis$ dan tatalaksana dari in%eksi muskuloskeletal tersebut.

BAB III OST'O)I'LITIS

10

De*inisi Osteomielitis adalah suatu proses in%lamasi akut ataupun kronis dari tulang dan struktur'struktur disekitarnya akibat in%eksi dari kuman'kuman piogenik.

Patogenesis n%eksi dalam sistem muskuloskeletal dapat berkembang melalui beberapa &ara. Kuman dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka penetrasi langsung$ melalui penyebaran hematogen dari situs in%eksi didekatnya ataupun dari struktur lain yang jauh$ atau selama pembedahan dimana jaringan tubuh terpapar dengan lingkungan sekitarnya. Osteomielitis hematogen adalah penyakit masa kanak'kanak yang biasanya timbul antara usia 1 dan -1 tahun.6jung meta%isis tulang panjang merupakan tempat predileksi untuk osteomielitis hematogen. #iperkirakan bah9a end-artery dari pembuluh darah yang menutrisinya bermuara pada *ena'*ena sinusoidal yang berukuran jauh lebih besar$ sehingga menyebabkan terjadinya aliran darah yang lambat dan berturbulensi pada tempat ini. Kondisi ini mempredisposisikan bakteri untuk bermigrasi melalu &elah pada endotel dan melekat pada matriks tulang. Selain itu$ rendahnya tekanan oksigen pada daerah ini juga akan menurunkan akti*itas %agositik dari sel darah putih. #engan maturasi$ ada osi%ikasi total lempeng %iseal dan &iri aliran darah yang lamban tidak ada lagi. Sehingga osteomielitis hematogen pada orang de9asa merupakn suatu kejadian yang jarang terjadi. n%eksi hematogen ini akan menyebabkan terjadinya trombosis pembuluh darah lokal yang pada akhirnya men&iptakan suatu area nekrosis a*askular yang kemudian berkembang menjadi abses. Akumulasi pus dan peningkatan tekanan lokal akan menyebarkan pus hingga ke korteks melalui sistem <a*ers dan kanal Lolkmann hingga terkumpul diba9ah periosteum
11

menimbulkan rasa nyeri lokalisata di atas daerah in%eksi. Abses subperiosteal kemudian akan menstimulasi pembentukan in*olukrum periosteal @%ase kronisB. Apabila pus keluar dari korteks$ pus tersebut akan dapat menembus soft tissues disekitarnya hingga ke permukaan kulit$ membentuk suatu sinus drainase. Gaktor'%aktor sistemik yang dapat mempengaruhi perjalanan klinis osteomielitis termasuk diabetes mellitus$ immunosupresan$ penyakit imunde%isiensi$ malnutrisi$ gangguan %ungsi hati dan ginjal$ hipoksia kronik$ dan usia tua. Sedangkan %aktor'%aktor lokal adalah penyakit *askular peri%er$ penyakit stasis *ena$ lim%edema kronik$ arteritis$ neuropati$ dan penggunaan rokok.

12

Insidens Osteomielitis sering ditemukan pada usia dekade ' K tetapi dapat pula ditemukan pada bayi dan Min%antN. Anak laki'laki lebih sering dibanding anak perempuan @/4-B. Lokasi yang tersering ialah tulang'tulang panjang seperti %emur$ tibia$ radius$ humerus$ ulna$ dan %ibula. Penyebab osteomielitis pada anak'anak adalah kuman Staphylococcus aureus @8=' =,JB$ Streptococcus @/'3JB$ Haemophilus influenza @+'/JB$ Salmonella typhii dan Eschericia coli @-'+JB.

13

K$asi*i"asi Osteo ie$itis !eberapa sistem klasi%ikasi telah digunakan untuk mendeskripsikan ostemielitis. Sistem tradisional membagi in%eksi tulang menurut durasi dari timbulnya gejala 4 akut$ subakut$ dan kronik. Osteomielitis akut diidenti%ikasi dengan adanya onset penyakit dalam 3' -/ hari. n%eksi akut umumnya berhubungan dengan proses hematogen pada anak. )amun$ pada de9asa juga dapat berkembang in%eksi hematogen akut khususnya setelah pemasangan prosthesa dan sebagainya. #urasi dari osteomielitis subakut adalah antara -/ hari sampai . bulan. Sedangkan osteomielitis kronik merupakan in%eksi tulang yang perjalanan klinisnya terjadi lebih dari . bulan. Kondisi ini berhubungan dengan adanya nekrosis tulang pada episentral yang disebut sekuester yang dibungkus in*olukrum. Sistem klasi%ikasi lainnya dikembangkan oleh Wald*ogel yang mengkategorisasikan in%eksi muskuloskeletal berdasarkan etiologi dan kronisitasnya 4 hematogen$ penyebaran kontinyu @dengan atau tanpa penyakit *askularB dan kronik. Penyebaran in%eksi hematogen dan kontinyu dapat bersi%at akut meskipun penyebaran kontinyu berhubungan dengan adanya trauma atau in%eksi lokal jaringan lunak yang sudah ada sebelumnya seperti ulkus diabetikum. :ierny'7ader mengembangkan suatu sistem staging untuk osteomielitis yang diklasi%ikasikan berdasarkan penyebaran anatomis dari in%eksi dan status %isiologis dari penderitanya. Stadium - H medular$ stadium + H korteks super%isial$ stadium . H medular dan kortikal yang terlokalisasi$ dan stadium / H medular dan kortikal di%us.

14

Presentasi K$inis Osteomielitis hematogenik akut Se&ara klinis$ penderita memiliki gejala dan tanda dari in%lamasi akut. )yeri biasanya terlokalisasi meskipun bisa juga menjalar ke bagian tubuh lain di dekatnya. Sebagai &ontoh$ apabila penderita mengeluhkan nyeri lutut$ maka sendi panggul juga harus die*aluasi akan adanya arthritis. Penderita biasanya akan menghindari menggunakan bagian tubuh yang terkena in%eksi. Pada pemeriksaan biasanya ditemukan nyeri tekan lokal dan pergerakan sendi yang terbatas$ namun oedem dan kemerahan jarang ditemukan. #apat pula disertai gejala sistemik seperti demam$ menggigil$ letargi$ dan na%su makan menurun pada anak. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan peningkatan dramatis dari :"P$ L5#$ dan leukosit. Pada pemeriksaan kultur darah tepi$ ditemukan organisme penyebab in%eksi. Pada pemeriksaan %oto polos pada a9al gejala didapatkan hasil yang negati%. Seminggu setelah itu dapat ditemukan adanya lesi radiolusen dan ele*asi periosteal. Sklerosis reakti% tidak ditemukan karena hanya terjadi pada in%eksi kronis. Presentasi radiologi dari Osteomielitis hematogen akut mirip dengan gambaran neoplasma seperti Leukimia lim%ositik akut$ 59ingNs sarkoma$ dan histiositosis LangerhansN. Karena itu$ dibutuhkan biopsi untuk menentukan diagnosis pasti.

15

Osteomielitis Subakut n%eksi subakut biasanya berhubungan dengan pasien pediatrik. n%eksi ini biasanya disebabkan oleh organisme dengan *irulensi rendah dan tidak memiliki gejala. Osteomielitis subakut memiliki gambaran radiologis yang merupakan kombinasi dari gambaran akut dan kronis. Seperti osteomielitis akut$ maka ditemukan adanya osteolisis dan ele*asi periosteal. Seperti osteomielitis kronik$ maka ditemukan adanya Dona sirkum%erensial tulang yang sklerotik. Apabila osteomielitis subakut mengenai dia%isis tulang panjang$ maka akan sulit membedakannya dengan <istiositosis LangerhansN atau 59ingNs Sar&oma.

Osteomielitis Kronik Osteomielitis kronis merupakan hasil dari osteomielitis akut dan subakut yang tidak diobati. Kondisi ini dapat terjadi se&ara hematogen$ iatrogenik$ atau akibat dari trauma tembus. n%eksi kronis seringkali berhubungan dengan implan logam ortopedi yang

digunakan untuk mereposisi tulang. nokulasi langsung intraoperati% atau perkembangan hematogenik dari logam atau permukaan tulang mati merupakan tempat perkembangan bakteri yang baik karena dapat melindunginya dari leukosit dan antibiotik. Pada hal ini$ pengangkatan implan dan tulang mati tersebut harus dilakukan untuk men&egah in%eksi lebih jauh lagi. Cejala klinisnya dapat berupa ulkus yang tidak kunjung sembuh$ adanya drainase pus atau %istel$ malaise$ dan %atigue.

Pe eri"saan Radio$ogi a. Goto polos

16

Pada osteomielitis a9al$ tidak ditemukan kelainan pada pemerikSosaan radiogra%. Setelah 3'-, hari$ dapat ditemukan adanya area osteopeni$ yang menga9ali destruksi cancellous bone. Seiring berkembangnya in%eksi$ reaksi periosteal akan tampak$ dan area destruksi pada korteks tulang tampak lebih jelas. Osteomielitis kronik diidenti%ikasi dengan adanya detruksi tulang yang masi% dan adanya in*olukrum$ yang membungkus %okus sklerotik dari tulang yang nekrotik yaitu seEuestrum. n%eksi jaringan lunak biasanya tidak dapat dilihat pada radiogra% ke&uali apabila terdapat oedem. Penge&ualian lainnya adalah apabila terdapat in%eksi yang menghasilkan udara yang menyebabkan terjadinya Mgas gangreneN. 6dara pada jaringan lumak ini dapat dilihat sebagai area radiolusen$ analog dengan udara usus pada %oto abdomen.

17

b. 6ltrasound !erguna untuk mengidenti%ikasi e%usi sendi dan menguntungkan untuk menge*aluasi pasien pediatrik dengan suspek in%eksi sendi panggul. &. "adionuklir (arang dipakai untuk mendeteksi osteomielitis akut. Pen&itraan ini sangat sensiti% namun tidak spesi%ik untuk mendeteksi in%eksi tulang. 6mumnya$ in%eksi tidak bisa dibedakan dari neoplasma$ in%ark$ trauma$ gout$ stress %ra&ture$ in%eksi jaringan lunak$ dan artritis. )amun$ radionuklir dapat membantu untuk mendeteksi adanya proses in%eksi sebelum dilakukan prosedur in*asi% dilakukan. d. :T S&an

18

:T s&an dengan potongan koronal dan sagital berguna untuk menidenti%ikasi seEuestra pada osteomielitis kronik. SeEuestra akan tampak lebih radiodense dibanding in*olukrum disekelilingnya.

Tera+i Osteomielitis akut harus diobati segera. !iakan darah diambil dan pemberian antibiotika intra*ena dimulai tanpa menunggu hasil biakan. Karena Staphylo&o&&us merupakan kuman penyebab tersering$ maka antibiotika yang dipilih harus memiliki spektrum antista%ilokokus. (ika biakan darah negati%$ maka diperlukan aspirasi subperiosteum atau aspirasi intramedula pada tulang yang terlibat. Pasien diharuskan untuk tirahbaring$ keseimbangan &airan dan elektrolit dipertahankan$ diberikan antipiretik bila demam$ dan ekstremitas diimobilisasi dengan gips. Perbaikan klinis biasanya terlihat dalam +/ jam setelah pemberian antibiotika. (ika tidak ditemukan perbaikan$ maka diperlukan inter*ensi bedah. Terapi antibiotik biasanya diteruskan hingga 2 minggu pada pasien dengan osteomielitis. L5# dan :"P sebaiknya diperiksa se&ara serial setiap minggu untuk memantau keberhasilan terapi. Pasien dengan peningkatan L5# dan :"P yang persisten pada masa akhir pemberian antibiotik yang diren&anakan mungkin memiliki in%eksi yang tidak dapat ditatalaksana se&ara komplit. Kondisi dapat terjadi pada pasien dengan retensi alat ortopedi$ debridemen jaringan nekrotik yang inkomplit$ immuno&ompromised$ atau resistensi terhadap antibiotik. dealnya$ eksplorasi bedah harus dilakukan pada pasien ini untuk menentukan apakah dibutuhkan terapi tambahan. Keberhasilan terapi pada in%eksi muskuloskeletal membutuhkan inter*ensi bedah untuk menghilangkan jaringan mati dan benda asing. (aringan nekrotik melindungi kuman

19

dari leukosit dan anitibiotik. Pada %raktur terbuka$ semua so%t tissues yang mati dan semua %ragmen tulang bebas harus dibersihkan dari luka. Pada osteomielitis kronik$ seEuestrum harus dibuang seluruhnya dengan meninggalkan in*olukrum tetap ditempatnya. Kulit$ lemak subkutan$ dan otot harus didebridemen se&ara tajam hingga berdarah. 6ntuk mendeteksi *iabilitas dari &an&ellous bone$ ditandai dengan adanya perdarahan dari permukaan trabekula. Pada beberapa kasus$ in%eksi sudah terlalu berat dan luas sehingga satu'satunya tindakan terbaik adalah amputasi dan pemasangan prothesa. !ila proses akut telah dikendalikan$ maka terapi %isik harian dalam rentang gerakan diberikan. Kapan akti*itas penuh dapat dimulai tergantung pada jumlah tulang yang terlibat. Pada in%eksi luas$ kelemahan akibat hilangnya tulang dapat mengakibatkan terjadinya %raktur patologis. Saat yang terbaik untuk melakukan tindakan pembedahan adalah bila in*olukrum telah &ukup kuatK men&egah terjadinya %raktur pas&a pembedahan. Kegagalan pemberian antibiotika dapat disebabkan oleh 4 a. Pemberian antibiotika yang tidak sesuai dengan mikroorganisme penyebab b. #osis yang tidak adekuat &. Lama pemberian tidak &ukup d. Timbulnya resistensi e. Kesalahan hasil biakan %. Antibiotika antagonis g. Pemberian pengobatan suporti% yang buruk h. Kesalahan diagnostik

20

Ko +$i"asi Komplikasi dari osteomielitis antara lain 4 a. Abses tulang b. !akteremia &. Graktur d. Selulitis e. Gistel

21

BAB IV K'SI)PULAN Osteomielitis adalah suatu proses in%lamasi akut ataupun kronis dari tulang dan struktur'struktur disekitarnya akibat in%eksi dari kuman'kuman piogenik. n%eksi dalam suatu sistem muskuloskeletal dapat berkembang melalui dua &ara$ baik melalui peredaran darah maupun akibat kontak dengan lingkungan luar tubuh. Osteomielitis sering ditemukan pada usia dekade ' K tetapi dapat pula ditemukan pada bayi dan Min%antN. Anak laki'laki lebih sering dibanding anak perempuan @/4-B. Lokasi yang tersering ialah tulang'tulang panjang seperti %emur$ tibia$ radius$ humerus$ ulna$ dan %ibula.Penyebab osteomielitis pada anak'anak adalah kuman Staphylococcus aureus @8=' =,JB$ Streptococcus @/'3JB$ Haemophilus influenza @+'/JB$ Salmonella typhii dan Eschericia coli @-'+JB. Penatalaksanaannya harus se&ara komprehensi% meliputi pemberian antibiotika$ pembedahan$ dan konstruksi jaringan lunak$ kulit$ dan tulang. (uga harus dilakukan rehabilitasi pada tulang yang terlibat setelah pengobatan.

22

DAFTAR PUSTAKA

http4;;999.netterimages.&om;image;-,.31.htm

Kumpulan Kuliah !edah. (akarta 4 !agian !edah Sta% Pengajar Gakultas Kedokteran 6ni*ersitas ndonesia K -==+

King$ "W. Osteomyelitis. #e&ember =$ +,,= @&ited Gebruary -$ +,-,B. A*ailable at http4;;emedi&ine.meds&ape.&om;arti&le;381,+,'o*er*ie9

23

Sabiston$ #:. !uku Ajar !edah !agian +. 5disi ke'-. (akarta 4 Penerbit !uku Kedokteran 5C:K -==/

Skinner <. :urrent #iagnosis and Treatment in Orthopedi&s. )e9 <ampshire 4 Appleton O Lange K +,,.

24