Anda di halaman 1dari 11

BAB I PENDAHULUAN Impetigo secara klinis didefinisikan sebagai penyakit infeksi menular pada kulit yang superfisial yaitu

hanya menyerang epidermis kulit, yang menyebabkan terbentuknya lepuhan-lepuhan kecil berisi nanah (pustula) seperti tersundut rokok atau api. Penyakit ini merupakan salah satu contoh pioderma yang sering dijumpai di bagian Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Terdapat dua jenis impetigo yaitu impetigo bulosa yang disebabakan oleh Stafilokokus aureus dan non-bulosa yang disebabkan oleh Streptokokus hemolitikus. ,! kurangnya hygiene dan terganggunya fungsi kulit.# Insiden impetigo ini terjadi hampir di seluruh dunia. Paling sering mengenai usia !-$ tahun, umumnya mengenai anak yang belum sekolah, namun tidak menutup kemungkinan untuk semua umur dimana frekuensi laki-laki dan %anita sama. "i &merika 'erikat, merupakan () dari masalah kulit yang dijumpai pada klinik anak. "i Inggris kejadian impetigo pada anak sampai usia # tahun sebanyak !,*) pertahun dan ,+) pada anak usia $- $ tahun. Impetigo non bulosa atau impetigo krustosa meliputi kira-kira ,( persen dari semua kasus impetigo. Kebanyakan kasus ditemukan di daerah tropis atau beriklim panas serta pada negara-negara yang berkembang dengan tingkat ekonomi masyarakatnya masih tergolong rendah atau miskin.Tempat predileksi tersering pada %ajah terutama sekitar mulut dan hidung, pada ketiak, dada serta punggung. .ambaran klinisnya berupa /esikel, bula atau pustul yang apabila pecah membentuk krusta tebal kekuningan seperti madu atau berupa kolaret di pinggirnya.Terapi umumnya berupa medikamentosa dan non medikamentosa dengan prinsip tetap menjaga hygiene tubuh penderita agar tidak mudah terinfeksi penyakit kulit. Prognosis umumnya baik. Impetigo umumnya sembuh tanpa penyulit dalam ! minggu apabila diobati secara teratur. Komplikasi berupa radang ginjal pasca infeksi Streptococcus terjadi pada -$) pasien terutama usia !-+ tahun. .ejala berupa bengkak dan kenaikan tekanan darah, pada sepertiga terdapat urine seperti %arna teh. Keadaan ini umumnya sembuh secara spontan %alaupun "asar infeksinya adalah

gejala-gejala tadi muncul. Komplikasi lainnya yang jarang terjadi adalah infeksi tulang (osteomielitis), radang paru-paru (pneumonia), selulitis, psoriasis, Staphylococcal scalded skin syndrome, radang pembuluh limfe atau kelenjar getah bening.-

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Definisi

Impetigo secara klinis didefinisikan sebagai penyakit infeksi pada kulit yang superfisial yaitu hanya menyerang epidermis kulit, yang menyebabkan terbentuknya lepuhan-lepuhan kecil berisi nanah (pustula) seperti tersundut rokok atau api. Penyakit ini merupakan salah satu contoh pioderma yang sering dijumpai di bagian Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Terdapat dua jenis impetigo yaitu impetigo bulosa yang disebabakan oleh Stafilokokus aureus dan non-bulosa yang disebabkan oleh Streptokokus hemolitikus. "asar infeksinya adalah kurangnya hygiene dan terganggunya fungsi kulit. ,2.2. Sinonim Impetigo bulosa umumnya dikenal sebagai cacar monyet. 'edangkan impetigo non bulosa dikenal sebagai impetigo krustosa0kontagiosa0Tillbury Fox0/ulgaris.2.3. Etiologi 1rganisme penyebab adalah Staphylococcus aureus, Streptococcus beta-hemolyticus grup A (dikenal dengan Streptococcus pyogenes), atau kombinasi keduanya. Staphylococcus dominan ditemukan pada a%al lesi. Kuman S. pyogenes menular ke indi/idu yang sehat melalui kulit, lalu

kemudian menyebar ke mukosa saluran napas. 2erbeda dengan S. aureus, yang bera%al dengan kolonisasi kuman pada mukosa nasal dan baru dapat ditemukan pada isolasi kuman di kulit pada sekitar hari kemudian.# Impetigo menyebar melalui kontak langsung dengan lesi (daerah kulit yang terinfeksi). Pasien dapat lebih jauh menginfeksi dirinya sendiri atau orang lain setelah menggaruk lesi. Infeksi seringkali menyebar dengan cepat pada sekolah atau tempat penitipan anak dan juga pada tempat dengan hygiene yang buruk atau tempat tinggal yang padat penduduk. 3aktor predisposisi antara lain kontak langsung dengan pasien impetigo, kontak tidak langsung melalui handuk, selimut, atau pakaian pasien impetigo, cuaca panas maupun kondisi lingkungan yang lembab, kegiatan atau olahraga dengan kontak langsung antar kulit, pasien dengan dermatitis.# 2.4. Patofisiologi Impetigo adalah infeksi yang disebabkan oleh Streptococcus betahemolyticus grup A atau Staphylococcus aureus. 1rganisme tersebut masuk melalui kulit yang terluka melalui transmisi kontak langsung. Impetigo memiliki lebih dari satu bentuk. Kolonisasi bakteri S. aureus kurang lebih -() ditemukan terdapat pada nares anterior. 2eberapa indi/idu dengan impetigo yang berulang ditemukan kolonisasi dari S. aureus pada hidung dan bibir. 2akteri dapat menyebar dari hidung menuju kulit yang sehat dalam ,- # hari, dengan lesi impetigo yang mulai tampak ,- # hari kemudian. Terdapat kurang lebih dari l() indi/idu didapatkan adanya koloni S. aureus pada perineum dan kadang pada aksila, pharyn4 dan tangan. Indi/idu dengan karier permanen bertindak sebagai reser/oir infeksi untuk orang lain. Pada orang yang sehat S. aureus hanya sebagai bagian dan flora mikrobial. Impetigo bulosa adalah suatu bentuk impetigo dengan gejala utama berupa lepuh-lepuh berisi cairan kekuningan dengan dinding tegang, terkadang tampak hipopion. 5ula-mula berupa /esikel, lama-kelamaan akan membesar menjadi bula yang sifatnya tidak mudah pecah, karena

dindingnya relatif tebal dari impetigo krustosa. Isinya berupa cairan yang lama kelamaan akan berubah menjadi keruh karena in/asi leukosit dan akan mengendap. 2ila pengendapan terjadi pada bula disebut hipopion yaitu ruangan yang benisi pus yang mengendap, bila letaknya di punggung, maka akan tampak seperti menggantung. Staphylococcus aureus memproduksi eksotoksin eksofoliatif ekstraselluler. 6ksotoksin menyebabkan hilangnya adesi sel pada superficial dermis, yang nantinya menyebabkan kulit tampak bergelembung atau seperti melepuh, kemudian akan mengelupas dengan memecah sel granular dari epidermis. Target protein dari eksotoksin adalah desmoglein I, yang berfungsi memelihara adesi sel, yang juga merupakan superantigen yang bekerja secara lokal dan menggerakkan limfosit T. 2. . !e"ala Klinis #an Diagnosis Tempat predileksi tersering pada impetigo bulosa adalah di ketiak, dada, punggung. 'ering bersama-sama dengan miliaria. Terdapat pada anak dan de%asa. Kelainan kulit berupa /esikel (gelembung berisi cairan dengan diameter (,$ cm) kurang dari cm pada kulit yang utuh, dengan kulit sekitar normal atau kemerahan. Pada a%alnya /esikel berisi cairan yang jernih yang berubah menjadi ber%arna keruh. &tap dari bulla pecah dan meninggalkan gambaran 7collarette8 pada pinggirnya. Krusta 7/arnishlike8 terbentuk pada bagian tengah yang jika disingkirkan memperlihatkan dasar yang merah dan basah. 2ulla yang utuh jarang ditemukan karena sangat rapuh.-,+

"iagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesa dan gambaran klinis dari lesi. Kultur dilakukan bila terdapat kegagalan pengobatan dengan terapi standar, biopsi jarang dilakukan. 2iasanya diagnosa dari impetigo dapat dilakukan tanpa adanya tes laboratorium. 9amun demikian, apabila diagnosis tersebut masih dipertanyakan, tes mikrobiologi pasti akan sangat menolong.!,2.$. Diagnosis Ban#ing% 6ritema multiforme bulosa : /esikel atau bulla yang timbul dari plak (penonjolan datar di atas permukaan kulit) merah, berdiameter -$cm, pada daerah dalam dari alat gerak (daerah ekstensor) ;upus eritematosa bullosa : lesi /esikel dan bula yang menyebar dapat gatal, seringkali melibatkan bagian atas badan dan daerah lengan Pemfigus bulosa : /esikel dan bula timbul cepat dan gatal menyeluruh, dengan plak urtikaria <erpes simple4 : /esikel berkelompok dengan dasar kemerahan yang pecah menjadi lecet dan tertutup krusta, biasanya pada bibir dan kulit .igitan serangga : bulla dengan papul pruritus (gatal) berkelompok di daerah yang terkena gigitan Pemfigus /ulgaris : bulla yang tidak gatal, ukuran ber/ariasi dari sampai beberapa sentimeter, muncul bertahap dan menjadi menyeluruh, lecet muncul seminggu sebelum penyembuhan dengan hiperpigmentasi (%arna kulit yang lebih gelap dari sebelumnya), tidak ada jaringan parut

'indrom ste/en-johnson : /esikulobulosa (lesi gelembung mulai dari /esikel sampai bulla) yang melibatkan kulit, mulut, mata dan genitalia= saria%an yang dalam degan krusta akibat perdarahan adalah gambaran khas. ;uka bakar : terdapat ri%ayat luka bakar derajat dua To4ic epidermal necrolysis : seperti sindrom ste/en-johnson yang diikuti pengelupasan kulit badian atas (epidermis) secara menyeluruh. >arisela : /esikel pada dasar kemerahan bermula di badan dan menyebar ke tangan kaki dan %ajah= /esikel pecah dan membentuk krusta= lesi terdapat pada beberapa tahap (/esikel, krusta) pada saat yang sama. 2.%. Penatala&sanaan%'( Tujuan pengobatan impetigo adalah menghilangkan rasa tidak nyaman dan memperbaiki kosmetik dari lesi impetigo, mencegah penyebaran infeksi ke orang lain dan mencegah kekambuhan. Topikal 5embersihkan lesi dengan antiseptic. 2ila lesi basah, lesi dikompres dengan larutan permanganas kalikus : (.((( 2ila lesi kering, obat topikal yang diberikan mupirocin !) diberikan di kulit yang terinfeksi -4 sehari selama tiga sampai lima hari yang mempunyai daya bakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Streptococcus beta hemolyticus. 5upirocin ini bekerja dengan menghambat sintesis ?9& dan protein dari bakteri. 1bat antibiotika topical lainnya yang dapat dipakai adalah asam fusidat dan gentamisin. 'istemik &ntibiotik oral yang dapat diberikan adalah : Penicillin . procaine injeksi

"osis: (,+- ,! juta I@ im -! 4 sehari, &nak: !$.(((-$(.((( I@ im -! 4 sehari. &mpicillin "osis: !$(-$(( mg per dosis # 4 sehari, &nak: ,,$-!$ mg0Kg0dosis#4 sehari. &moksicillin "osis: !$(-$(( mg 0 dosis - 4 sehari, &nak: ,,$-!$ mg0Kg0dosis - 4 sehari. Alo4acillin (untuk Staphylococcus yang kebal penicillin) "osis: !$(-$(( mg0 dosis, # 4 sehari, &nak: (-!$ mg0Kg0dosis # 4 sehari. 6ritromisin (bila alergi penisilin) "osis: !$(-$(( mg0dosis, # 4 sehari, &nak: !,$-$( mg0Kg0dosis, # 4 sehari. Alindamisin (alergi penisilin dan menderita saluran cerna) "osis: $(--(( mg0dosis, --# 4 sehari, &nak B bulan *-!( mg0Kg0hari, --# 4 sehari. Pengobatan penunjang adalah 5enghilangkan krusta dengan cara mandi selama !(--( menit, disertai mengelupaskan krusta dengan handuk basah 5encegah jangan menggaruk daerah lecet. ;anjutkan pengobatan sampai semua luka lecet sembuh @ntuk mencegah impetigo dapat dilakukan : 5andi teratur dengan sabun dan air (sabun antiseptik dapat digunakan, namun dapat mengiritasi pada sebagian kulit orang yang kulit sensiti/e) <igiene yang baik, mencakup cuci tangan teratur, menjaga kuku jari tetap pendek dan bersih. Cauhkan diri dari orang dengan impetigo

1rang yang kontak dengan orang yang terkena impetigo segera mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Auci pakaian, handuk dan sprei dari anak dengan impetigo terpisah dari yang lainnya. Auci dengan air panas dan keringkan di ba%ah sinar matahari atau pengering yang panas. 5ainan yang dipakai dapat dicuci dengan disinfektan. .unakan sarung tangan saat mengoleskan antibiotik topikal di tempat yang terinfeksi dan cuci tangan setelah itu 2.(. P)ognosis #an Kom*li&asi% Impetigo biasanya sembuh tanpa penyulit dalam dua minggu %alaupun tidak diobati, bisa saja meninggalkan jaringan parut dengan hipo 0 hiperpigmentasi. Komplikasi berupa radang ginjal pasca infeksi streptokokus terjadi pada -$) pasien terutama usia !-+ tahun dan hal ini tidak dipengaruhi oleh pengobatan antibiotik. .ejala berupa bengkak dan tekanan darah tinggi, pada sepertiga terdapat urin seperti %arna teh. Keadaan ini umumnya sembuh secara spontan %alaupun gejala-gejala tadi muncul. Komplikasi lainnya yang jarang terjadi adalah infeksi tulang (osteomielitis), radang paru-paru (pneumonia), selulitis, psoriasis, 'taphylococcal scalded skin syndrome, radang pembuluh limfe atau kelenjar getah bening. D 2ullous impetigo : Aellulitis, lymphangitis, bacteremia dengan pneumonitis, arthritis septic, dan septikemis bisa berkembang dan harus segera ke ?'. Cika to4in eksfoliatif tersebut masuk ke aliran darah, '''' bisa timbul.

BAB III KESI+PULAN Impetigo secara klinis didefinisikan sebagai penyakit infeksi menular pada kulit yang superfisial yaitu hanya menyerang epidermis kulit, yang menyebabkan terbentuknya lepuhan-lepuhan kecil berisi nanah (pustula) seperti tersundut rokok0api. Penyakit ini merupakan salah satu contoh pioderma yang sering dijumpai di bagian Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Terdapat dua jenis impetigo yaitu impetigo bulosa yang disebabakan oleh Stafilokokus aureus dan non-bulosa yang disebabkan oleh Streptokokus hemolitikus. ,! kurangnya hygiene dan terganggunya fungsi kulit. Terapi umumnya berupa medikamentosa dan non medikamentosa dengan prinsip tetap menjaga higiene tubuh penderita agar tidak mudah terinfeksi penyakit kulit. Prognosis umumnya baik. Impetigo umumnya sembuh tanpa penyulit dalam ! minggu apabila diobati secara teratur. Komplikasi berupa radang ginjal pasca infeksi Streptococcus terjadi pada -$) pasien terutama usia !-+ tahun. "asar infeksinya adalah

DA,TA- PUSTAKA

. Penyakit Kulit. &/ailable at : http:00mirFataGiem.blogspot.com0!((E0 (0penyakit-kulit.html !. &dhi "juanda, 5ochtar <amFah, 'iti &isah. 2uku &jar Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. 6disi ke-#. Cakarta : 3K@I. !((+. -. Hahid, "ian Ibnu. Impetigo: Terapi dan Penggunaan Antibiotika Topikal erdasarkan !"idence ased #edicine. * 5ei !((*. "iakses di http:00diyoyen.blog.friendster.com0 !((E0($0impetigo-terapi-danpenggunaan-antibiotik-topikal-berdasarkan-e/idence-based-medicine0 #. #akalah impetigo. &/ailable at : http:00%%%.dar%aners.co.cc0!( (0(*0makalah-impetigo.html $. Pioderma. &/ailable at : http:00id.scribd.com0doc0+,,-#++*0PI1"6?5& +. &rthur ?ook, ".'. Hilkinson, 3.C.. 6bling. $mpetigo. Te4tbook of "ermatology. 6disi ke--, >ol !, <al --*--# . ,. Impetigo. &/ailable at : http:00doktergenkgonk.blogspot.com0!( !0( 0impetigo.html *. Impetigo Treatment and 5anagement. &/ailable at : http:00emedicine.medscape.com0article0E+$!$#-treatment