Anda di halaman 1dari 202

EDISI LENGKAP

TAJDID GERAKAN DAKWAH

DAN PERADABAN
Merujuk Tahapan Turunnya Al-Quran

Depar e!en Dak"ah Dewan Pimpinan Pusat Hidayatullah


#$%& H ' %(() M

DA*TAR ISI Sambutan Ketua Dewan Syariah DPP Hidayatullah Sambutan Ketua Departemen Dakwah DPP Hidayatullah PAKET I *IQH M+DAWALATI, ,AMAN Ba- I Pr.n/.p Per0.l.ran ,a!an Arahan Allah Arahan Nabi SAW Berita Gembira Kemenangan slam Sumberdaya !anusia Sumberdaya Alam Warisan Se"arah Ba- II Arahan Pe!-aharu (Taujih Al-Mujaddid) Akar Krisis #mmat slam Krisis Perasaan $erhadap Keagungan slam Krisis Kebanggan Beragama Kehilangan Harapan Pert%l%ngan $uhan Ba- III S1lu/. A a/ Ber-a0a. Kr././ 2Hillul Azamat3 !emahami slam Se&ara Detail Keimanan 'ang Kuat !embangun (amaah Ba- I4 Tahapan Turunnya Wahyu Se-a0a. Ja"a-an (Ar-Ruju ila as-Suwar alMurattabah Hasban Nuzul) Argumen )risinalitas $ekstual Argumen K%ntektual PAKET II RISALAT+ AL-5AQIDAH Ba- I Pr.n/.p Ak.6ah 2Risalatu al-Aqidah3 *!emba&a+ sebagai Pilar Pembangunan Peradaban *!emba&a+ dalam $in"auan Al,-uran lmu Dalam Perspekti. slam !embangun $radisi lmiyah Ba&alah Dengan Asma Allah Ba- II Ma7r.8a ur Ra-- 2Men0enal Ra--3

/akta Se"arah /akta /ithrah /akta ndra /akta 0%gika /akta $ekstual Ba- III Ma7r.8a ul In/an 2Mengenal Manusia3 De.inisi al,1ala2 Se&ara Bahasa De.inisi Al 1Ala2 Se&ara Keilmuan Kesan 'ang Dumun&ulkan Ba- I4 Ma7r.8a ul 5Ala! 2Mengenal Alam Semesta3 Asal Ke"adian Alam Sunnatullah Pada Alam Ba- 4 Pr1/e/ Lah.rnya Syaha6a Pa6a Sura Al 5Ala9 2As S ahadat !ii dh"ui surat Al Alaq3 /i2h Syahadat Syarat Diterimanya Syahadat Pembatal,pembatal Syahadat 0%yalitas Dan Pengingkaran PAKET III RISALAT+ AS:-S:ARI7AH Ba- I Pr.n/.p Syar.a Surat al,-alam 3,4 De.inisi kebahasaan qalam !endalami qalamullah 5 karamullah Ba- II Karak er./ .k Syar.a Allah Rabbani 6berketuhanan7 Akhlaqiyah 6membentuk m%ral7 Insaniyah 6manusiawi7 Tanasuq 6teratur7 Syumul 6uni8ersal7 Ba- III Ja!.nan Allah -a0. yan0 Ber-Qur7an $idak gila !emper%leh pahala yang tidak terputus

!emiliki akhla2 yang agung Ba- I4 Ak.-a Men0a-a.kan K1n/ep Allah Gila dunia9 tahta dan wanita Balasan yang tidak abadi 6temp%ral7 Berperangai hina Ba- 4 Pr18.l Genera/. Quran. PAKET I4 RISALAT+ AL-AKHLAQ Ba- I R./alah Al Akhla9 2#rinsi$ A%hlaq3 Surat Al !u::ammil 3,; !en"aga Stamina <uhiyah , Shalat !alam , !emba&a Al -uran , !engingat Allah , Berserah Diri Kepada Allah , $ahan #"i , Hi"rah Ba- II Lulu/an Ma6ra/ah Al Mu;;a!!.l 2Kh.rr..ju Ma6ra/a . Al Mu;;a!!.l3 PAKET 4 RISALAT+ AD-DA7WAH WAL HARAKAH Ba- I Pr.n/.p Dak"ah 6an Harakah $a.sir Surat Al !uddatsir 3,4 -um /a And:ir $ahapan Peringatan !engagungkan <abb !embangun =itra Diri , Kebersihan (iwa , Kebersihan !%ral , Kebersihan Harta , Kebersihan Kekuasaan Ketulusan Sabar Di (alan Dakwah Ba- II Ta-.a Jalan Dak"ah 2Tha-.7a u h Thar.93

Ba- III Me 161l10. Dak"ah 2+/lu- A6 Dak"ah3 Ba- I4 Wa"a/an Se1ran0 6a7. 2T/a918a u6 Da7.3 PAKET 4I RISALAT+ AL-JAMA7AH Ba- I R./alah Ja!a7ah 2Pr.n/.p Ja!a7ah3 !akna Gl%bal Surat Al /atihah Ba- II Me!-an0un Ma/yaraka I/la! Den0an Sp.r. Al *a .hah 2&inaul Mujtama Al 'slami (ii )h"ui Surat Al (atihah) Ba- III +n/ur-un/ur Ma/yaraka I/la! 2Anashir Al Mujtama Al 'slami) , Kawasan 6Al Quro, Al Bi-ah7 , Al #mmah 6Penduduk, Ahl7 , Aturan 6Asy Syariah, Al Qanun7 , Kepemimpinan 6Al Imamah, Al Imarah7 , $ugas Kepemimpinan 6Wazhifah Al Imamah7 Ba- I4 Pake Al *a .hah 2*ism Al (atihah3 $a.sir Al /atihah Kultur !asyarakat Al /atihah Karakteristik !asyarakat slam Sin%psis )perasi%nal $ahapan $urunnya Wahyu Dalam Gerakan


SAMB+TAN Sekre ar./ De"an Syar.7ah H.6aya ullah Segala pu"i hanya kepunyaan Allah subhanahu wa a!ala> Shalawat dan salam sem%ga selalu dilimpahkan kepada uswah 6teladan7 kita <asulullah shalla-llahu "alaihi wa sallam9 para sahabatnya serta para pengikut setianya sampai akhir :aman> Kelahiran Hidayatullah identik dengan gerakan dakwah> Pr%gram utamanya berupaya mewu"udkan agenda perubahan dalam skala kehidupan indi8idu9 keluarga9 masyarakat se&ara mendasar dan terarah> !enata ulang pemikiran9 karakter dan tindakan sese%rang agar ber.ikir9 merasa dan berperilaku sesuai dengan keinginan Allah atau mara#i! 6re.erensi7 slam> =ita,&ita awal lembaga dakwah yang berbasis di pesantren ini ingin menerapkan p%la dakwah dan arbiyah se&ara gradual 6 adri#iyan7> !et%d%l%gi pembinaan dengan menga&u kepada pr%ses arbiyah Allah kepada <asulullah shalla-llahu $alaihi wa sallam di Gua Hira dengan materi tahapan nuzul,nya wahyu> Berdasarkan pendapat pakar ta.sir dari kalangan sahabat9 bnu Abbas9 yaitu ? al,1Ala29 al,-alam9 al, !u::ammil9 al,!uddatsir dan al, /atihah> Ditutup dengan surat al,/atihah9 karena ia induk al,-uran 6%mmul Qur!an7> !ereka yang memiliki kesiapan memahami9 menghayati dan mengamalkan muatan al,/atihah se&ara %t%matis telah men"iwai seluruh isi al, -uran> Prinsip dasar gerakan dakwah ini meru"uk kepada wahyu se&ara tekstual dan k%ntekstual9 didukung %leh se"arah per"alanan <asulullah shalla-llahu $alaihi wa sallam dan realitas kebang,kitan kesadaran beragama ummat slam hari ini> Dalam met%d%,l%gi urut,urutan wahyu9 dipilih pendapat bnu Abbas9 tanpa me, ngurangi h%rmat kepada ahli ta.sir yang lain9 karena se&ara ilmiyah ia dikenal .a2ih dalam ta.sir melebihi generasi sahabat yang lebih tua9 berkat d%a Nabi shalla-llahu "alaihi wa sallam untuknya se"ak ia di ayunan ibunya>

@ABCDEFGFH IJAK LJMO N DEFP QJRS TH UH LFK VA JS BDEFKWXFP QJYS ZH XFN [P YN TDE
&'a Allah, faqih-kanlah dia dalam urusan a(ama dan a#arilah dia a!wil)* Dari bnu Abbas radhiya-llahu "anhu? #mar menga"ak aku ke sebuah diskusi yang diikuti %rang,%rang yang pernah mengikuti perang Badar yang terdiri dari %rang tua9 seakan,akan saya dise"a"arkan dengan mereka9 kemudian ada sese%rang yang bertanya9 &+ena,a ,emuda ini dimasukkan dalam kelom,ok ki a, ,adahal ki a #u(a mem,unyai anak yan( sebaya den(annya-) #mar men"awab9 &I u ,enda,a kalian-) Pada suatu hari #mar memanggil saya dan saya datang bersama,sama dengan para sahabat dan saya tahu bahwa #mar memanggil saya pada hari itu9 adalah untuk menun"ukkan kelebihan saya kepada mereka> Kemudian #mar berkata9 &A,akah ,enda,a kalian erhada, firman Allah yan( berbunyi . idzaa #aa-a nashrullaahi wal fa -h-) Salah

se%rang diantara mereka men"awab9 &+ami di,erin ahkan un uk memu#i dan memohon am,unan ke,ada Allah a,abila ki a menda,a ,er olon(an dan kemenan(an)> Para sahabat yang lain terdiam9 kemudian #mar bertanya kepada saya9 &A,akah ,enda,a mu #u(a se,er i i u, wahai Ibnu Abbas-) Saya men"awab9 &Tidak*) #mar bertanya lagi9 &/alu ba(aimana ,enda,a mu-) Saya men"awab9 &Allah memberi ahu ke,ada Rasulullah shalla-llahu "alaihi wa sallam bahwa aya i u meru,akan isyara deka nya kema ian beliau* 'ai u Allah berfirman . idzaa #aa-a nashrullaahi wal fa -h* 0a,abila elah da an( ,er olon(an dari Allah1, i u adalah anda deka nya a#almu wahai 2uhammad, maka su3ikanlah den(an memu#i Tuhanmu dan mohonlah am,unan ke,ada4ya karena 5ialah 6a 'an( 2aha Penerima auba *) Kemudian #mar radhiya-llahu "anhu berkata9 &Saya idak men(e ahui kandun(an aya i u melebihi dari a,a yan( kamu ka akan*) 6H< al,Bukhari7> Bert%lak dari mabda! asasi 6prinsip dasar7 diatas9 Hidayatullah menerapkan strategi dan peren&anaan 6 akh hi h7 dakwah yang sistematis9 lebih,lebih men&ermati k%ndisi p%litik saat pesantren mengawali kiprahnya9 yang kurang menguntungkan aspirasi ummat slam> Gerakan pemurnian a"aran slam yang diusung %leh para dai dan t%k%h slam disalahpahami %leh penguasa> Ke"adian pengu&ilan dan .itnah yang dilan&arkan %leh %knum tertentu kepada dai adalah pemandangan yang rutin> $ermasuk menimpa 6alm7 %s adz Abdullah Said muda di k%ta minyak itu> Dalam suhu kehidupan perp%litikan yang &enderung represi. saat itu9 Almarhum menggagas berdirinya Hidayatullah dalam bentuk pesantren> !emilih m%del pendidikan n%n,.%rmal ini9 karena pesantren telah menyatu dengan "iwa bangsa nd%nesia> (uga sebagai sarang laba,laba 6bai al-"ankabu 7 yang di.ungsikan sebagai pagar pembibitan dai yang ingin di%rbitkan ke tengah,tengah masyarakat> Sebelum kelahirannya9 pr%gram unggulan yang dipusatkan di Karang Bugis9 %leh pendiri lembaga slam kelahiran k%ta !akassar itu9 adalah akti.itas dakwah yang bersi.at spesi.ik, abli(h> Gel%ra 6 humuha 7 yang menyemangati seluruh akti.is Hidayatullah ketika itu adalah terus berdakwah9 pantang menyerah> /irman Allah yang senantiasa diintr%dusir se&ara rutin9 dalam setiap m%mentum dan kesempatan adalah9 *kun um khaira umma in) 6kamu adalah ummat yang terbaik79 meru"uk surat Ali mran?

\J]P ^K _J`a PH LFKbH cJ^P RJDEFKVH UFH \J]H YJ^H aL H FKdJLP bJeH RJDfK gFH\JLP bP _JMa H FKhfN ^TK DFJiH jK bJkP lFmnN _P lFHbJoH kFJ[P OJ^P p 633vFqF\EbRUFrstFKufK g
&+amu adalah umma erbaik yan( dilahirkan un uk manusia, menyuruh ke,ada yan( ma!ruf, dan men3e(ah dari yan( munkar, dan beriman ke,ada Allah*) 6-S> Ali mran ? 33v7># Di kampus Pesantren9 setiap men"elang waktu shalat petugas a!mir memberikan warnin( untuk persiapan shalat9 sebagai wu"ud dakwah di kalangan internal warga> Karena santri did%ktrin sebagai hamba Allah9 maka
3

0ihat "uga9 surah Ali mran ? 3vw>

seluruh aspek kehidupan keseharian di Pesantren adalah membesarkan asma Allah> Dan sebagai khalifah9 kehidupan keseharian did%minasi dengan "adwal shalat> Kita akan gagal sebagai *wakil $uhan+9 "ika diatur %leh "adwal peker"aan dan kesibukan kita> Kampus seluas xvv hektar di Balikpapan didesain sedemikian rupa agar menggambarkan se&ara k%ngkrit suasana kehidupan "alamiyah9 "ilmiyah dan Islamiyah> Semua sisi kehidupan di Pesantren diupayakan menyemai kehendak,kehendak Allah> Penugasan para santri yang dianggap memenuhi persyaratan sebagai muballi(h9 untuk merintis berdirinya perwakilan Hidayatullah di seluruh nd%nesia9 memperluas terit%rial dan "aringan dakwah9 melalui pr%ses yang unik> $erbukti Allah berkenan meneguhkan hati dan langkah para santri yang bertugas> 0angkah yang lebih pasti pun di tempat yang baru dirintis mulai dirasakan> Berdirilah 3yv &abang Hidayatullah di seluruh Nusantara> Se"ak usia muda keinginan pendiri untuk men, se in( kader,kader dakwah 6ri#alud da!wah79 selalu memenuhi ke&api batinnya> Beliau menyadari langkanya penerus per"uangan dakwah yang bisa menangani dakwah dalam arti yang seluas,luasnya se&ara berkelan"utan dan bertanggung"awab> Keterlibat,an Almarhum dalam berbagai %rganisasi kader pela"ar9 mahasiswa9 dan dakwah diman.aatkan untuk melakukan pela,tihan,pelatihan 6daurah7 dakwah9 kursus, kursus9 serta kuliah,kuliah &al%n muballi(h> Di !uhammadiyah9 tempat beliau akti. merintis karir sebagai dai se"ak rema"a9 Almarhum selalu mem.%kuskan akti.itas kesehariannya pada bidang dakwah dan pengkaderan> Beliau mentrans.er nilai,nilai per"uangan dan kepemimpinan kepada para santri bahwa setiap seruan ke "alan yang diridhai %leh Allah pasti ada yang memberikan resp%n yang li kulli da!wa in mu#iib 6setiap seruan kebaikan pasti ada yang menyambut7> Gerakan dakwah akan disambut %leh pendukung utama9 yang memiliki karakter seperti Abu Bakar9 #mar bin Khathab9 #tsman bin A..an dan Ali> Akan didukung pula dari kalangan wanita seperti Khadi"ah9 Asma binti Abu Bakar9 Sumayyah dan shahabiyat yang lain> Demikian pula akan didukung %leh simpatisan dakwah seperti Abu $halib 5 Wara2ah bin Nau.al> Disamping di,ba3kin( %leh pengikut yang setia9 harakah da!wah akan berbenturan dengan kepentingan musuh dakwah dari internal barisan dakwah yang terdiri dari kaum muna.ik seperti Abdullah bin #bay dan anak &u&unya9 dan musuh eksternal dakwah seperti Abu 0ahab dan Abu (ahal serta para pengikutnya> (adi9 sunna ullah dalam dakwah menawarkan peluang dan tantangan yang sama berat dan besar> 'ang melatarbelakangi pemikiran dan bisikan batinnya untuk terus berupaya men&etak kader,kader dai yang memiliki ke&erdasan %tak dan batin9 karena melihat kenyataan di lapangan9 sedikitnya muballi(h yang memiliki kesiapan lahir dan batin untuk ter"un dalam t%talitas kehidupannya di medan dakwah> Hal itu tidak sepadan dengan tuntutan masyarakat untuk mendapatkan sentuhan intelektual dan spiritual yang bisa membantu dalam memahami9 mengamalkan dan memper"uang,kan tegaknya dienul Islam> #mumnya9 tenaga,tenaga lulusan

pendidikan agama tidak tertarik menggeluti pr%yek peradaban dakwah yang memerlukan dedikasi yang tinggi itu> dealisme ini mun&ul se"ak Almarhum rema"a> !asa,masa penting yang penuh dengan gel%ra pemuda dilalui dengan s3hedule kegiatan dakwah yang padat> a "uga akti. dalam per"uangan amar ma!ruf nahi munkar dengan keterlibatannya dalam pengganyangan "udi /o o di Sulawesi Selatan> Pada umur 3x tahun ia sudah membawakan khu bah di mas"id ternama di !akasar> Ketika itu beliau "uga akti. berkeliling 6#aulah7 ke mas"id,mas"id untuk mengisi halaqahhalaqoah a!lim dan penga"ian umum> Apakah pr%gram dakwah berhenti dengan kematian penggagasnyaz Sama sekali tidak> dealisme dakwah akan terus dinyalakan9 dan tahapan,tahapan dakwah yang akan dilalui terus digulirkan9 hingga seluruh penduduk bumi ini merasakan kenikmatan dan kasih sayang slam> dealisme santri di Kampus Pusat Balikpapan tidak tertampung9 akhirnya para dai,nya disebar terus hingga kini> Sampai suatu saat kelak slam ini dikembalikan ke .ungsi dan peranan utamanya untuk kaffa an lin-naas dan rahma an lil "alamin 6uni8ersal7> Pada era re.%rmasi saat ini dan pas&a perubahan struktur %rganisasi Hidayatullah dari )rs%s men"adi )rmas9 agenda,agenda penting dakwah memiliki tantangan dan peluang yang sama besarnya> !%men,tum keterbukaan ini menuntut akti.is Hidayatullah untuk meningkatan pemahaman yang utuh 6al-fahm asy-syamil7 dan k%mitmen yang teguh 6al-il izam al-kamil7 dalam pengembang,an k%nsep dan pr%gram dakwah dalam berbagai dimensi kehidupan{ dengan harapan eksistensi gerakan pen&erahan pemikiran dan spiritual Hidayatullah bersama lembaga ke, slam,an yang lain mengakar di hati ummat bahkan berada di baris terdepan dalam menggulirkan tran.%rmasi kehidupan yang se"uk dan beradab sesuai dengan &ita,&ita awalnya> Dari sinilah keberhasilan dakwah diu"i pada dataran k%nsep dan realitas untuk men"awab berbagai tantangan kekinian dan kedisinian umat slam> !aka perlu disusun materi dakwah yang sistematis9 sebagai pewarisan nilai dan amal kepada generasi yang akan datang> Buku ini disusun diantaranya untuk memenuhi harapan diatas> $iadalah aufiq dianugerahkan kepadaku ke&uali dari Allah9 tiadalah keinginan bagi saya ke&uali perbaikan sesuai dengan kemampuanku> &+emudian +ami wariskan ke,ada oran(-oran( yan( +ami ,ilih di an ara hamba-hamba +ami, lalu dian ara mereka ada yan( men(aniaya diri sendiri, dan di an ara mereka ada yan( ,er en(ahan, dan di an ara mereka ada 0,ula1 yan( berlomba-lomba berbua keba#ikan den(an izin Allah* 'an( demikian i u adalah karunia yan( ama besar*) 6-S> /athir ? |x7> (akarta9 <abiul Awwal 3wx} H #st> Hamim $h%hari9 !si


SAMB+TAN Ke ua Depar e!an Dak"ah DPP H.6aya ullah Segala pu"i hanya kepunyaan Allah subhanahu wa a!ala> Shalawat dan salam sem%ga selalu dilimpahkan kepada uswah 6teladan7 kita <asulullah shalla-llahu $alaihi wa sallam9 para sahabatnya serta para pengikut setianya sampai akhir :aman> !ateri,materi pembinaan 6mawad arbawiyah7 dalam buku ini adalah wasilah arbiyah 6media pendidikan79 azkiyah 6penyu&ian7 dan arqiyah 6peningkatan kualitas7 bagi akti.is Hidayatullah se&ara mikr% dan masyarakat yang memerlukannya se&ara umum> !ateri meru"uk re.erensi utama al,-uran dan al, Hadits9 di samping bersumber dari para muassis dan masyasikh 6pendiri dan pembina7 Hidayatullah yang telah terbukti dengan ikhlas mentrans.er ilmu dan nilai kepada para mu arabbi 6anak didik7> Penyunting mem.%rmat semua materi dalam bentuk rasmul bayan 6mind ma,,in(9 skema9 peta pikiran7 berbahasa Arab dan diter"emahkan se&ara singkat disertai dalilul nash 6argumentasi tekstual7 dari al,-uran dan al,Hadits serta Sirah Nabi pada masing,masing skema{ dengan maksud agar pemba&a lebih mudah dan akselerati. dalam menangkap subtansi tema 6maahiya ul maudhu!7> Buku ini berisi } paket materi 6si u mawad7> !asing,masing paket meru"uk kepada al-mashdar al-wahid 6re.erensi utama7 al,-uran9 al,Hadits dan argumentasi k%ntekstual> Pake Per a!a< 7iqh 2udawala iz 6aman 6!emahami Prinsip Pergiliran ~aman7> Pake Ke6ua< Risalah al-"Aqidah 6Prinsip A2idah7> Pake Ke .0a< Risalah asy-Syari!ah 6Prinsip Syariah7> Paka Kee!pa < Risalah al-Akhlaq 6Prinsip Akhla27> Pake Kel.!a< Risalah ad-5a!wah wal 8arakah 6Prinsip Dakwah 5 Harakah7> Pake Keena!< Risalah al-Imamah wal 9ama!ah 6Prinsip (amaah7> !elalui wasilah bayan afshili 6media pen"elasan se&ara detail7 diharapkan tema,tema yang dibahas dalam buku ini memiliki ma!nawiyah 6spirit7 yang membangkitkan (hirah ke slaman akti.is Hidayatullah> #ntuk menangkap ruh arbiyah dan da!wah ini9 mu arabbi 6%byek didik7 bisa mempela"arinya se&ara %t%didak9 atau diper%leh dengan manha# a - alaqqi 6met%de penerimaan dengan menghadap instruktur7 dengan pen"elasan se&ara i#mal 6gl%bal7 dan di, ashhih> !et%de menyimak se&ara langsung inilah yang dia"arkan %leh <asulullah shalla-llahu "alaihi wa sallam* Sesuai dengan karakteristik a"aran slam itu sendiri9 materi tarbiyah disini bersi.at infi ahiyah 6inklusi.7> Di dalamnya bukanlah sesuatu yang bersi.at qa h!i 6pasti7> a adalah hasil i# ihad 6kesungguhan ber.ikir7 para ulama dakwah untuk mendekatkan diri kepada al-haqq 6kebenaran7> Semakin sering dika"i dan diperdalam 6ad-dirasah wa al is i!ab79 akan melahirkan kader dakwah 6ri#alud

da!wah7 yang memiliki wawasan9 k%mitmen dan kesadaran baru> Sebagaimana yang pernah disabdakan %leh <asulullah shalla-llahu "alaihi wa sallam dalam salah satu haditsnya ?

oDEF]glFELtFJ[H TJeH AFJ[H DfH _FP uEFP QH H JLH lFH [K TH UFfH RK gFH IK RH UFJVH _
&Baran(sia,a yan( men(amalkan yan( dike ahuinya maka Allah Sw akan mewariskan ke,adanya ilmu yan( belum dike ahuinya*) 6H<> Abu Syaikh7> $iada pembela"aran yang lebih e.ekti. melebihi mengamalkan,nya dan menga"arkannya kepada %rang lain> Kekayaan materi yang kita belan"akan akan habis 6mafqudah79 sedangkan ilmu yang diamalkan dan dia"arkan kepada yang memerlukan akan berbuah> Dan buah itu akan mendatangi pemiliknya9 tanpa salah alamat>

[JTK eJDEFH K D HH XFK JTH ZJDEFKW XF[ JTK UFK\ fH RJTK UFP[ JTK eJDEFqFH rfH FtFKu EFH rJ]P H FN\ H lFm bK gfH jFJV H U @ABCDEFGFH H sFK VJgEFH TH UF nN P FH K DH H XFK\fH S TDEFH TH UF [JTK UL H FP K XfN ^DE
&Ilmu i u ada dua ma3am, ilmu di dalam dada, i ulah yan( bermanfaa , dan ilmu sekedar di u#un( lidah, maka i u akan men#adi saksi yan( membera kan 0men((u(a 1 manusia)* Buku ini berhasil disusun atas ikhtiar dan ker"asama berbagai pihak> #ntuk itu kami u&apkan terima kasih kepada tiem penyusun yang telah beker"a maksimal sehingga dapat merampungkan materi yang dibutuhkan> $erima kasih yang sama "uga kami sampaikan kepada Ketua DPW Hidayatullah Kepulauan <iau yang dengan ikhlash mem.asilitasi pertemuan tiem dalam penetapan dan penyusunan materi buku ini> Saran dan kritik yang k%nstrukti. 6a - au#ih wal iq iraha 7 dari para ahli9 alim 1ulama sangat diharapkan demi kesempurnaan buku ini pada masa,masa mendatang> dan untuk itu diu&apkan terima kasih> Sem%ga Allah subhanahu wa a!ala membalasnya dengan balasan yang terbaik> Akhirnya sem%ga dengan materi tarbiyah ini memberikan man.aat yang berkesinambungan 6is imrar79 dalam memberikan pemahaman yang utuh dan k%mitmen yang kuat dalam ber slam kepada generasi yang akan datang> Besar harapan kita k%nsep,k%nsep pengembangan materi akan terus bergulir sesuai dengan kebutuhan :amannya9 untuk meny%ngs%ng pergiliran dan pergantian :aman{ karena sesungguhnya masa depan itu milik ummat slam 6al-mus aqbal lil muslimin7> Amin, ya rabbal "alamin> (akarta9 <abiul Awwal 3wx} H Drs> $asyri. Amin


PAKET I =

V_DEFnDLEB_FQZX
Me!aha!. Pr.n/.p Per0.l.ran ,a!an

V_DEFrfaFQZX
M?NABC
OHPQS TUVWC
>?@ABCD@EF GBHIBCDJKLBC

MXYQBCD@IZ
[\U]BCD@IZ MNE^@BC

~yHa_D|ErXd XYyD|ErXd

OHPQRBC HEAEYcdDHeKS HERV_D[\UF ?D[E`@^ [Ea@b


[s@tBC [ESUVWC NQZD[mu vHSD@EbD?D[mu vHS lERKLRBC

i\D[EKjHkBC lm@noBCD>@ABC

pKSD@IZ qHZ _HYrDpKSD@IZ


iKZD[\U]BCD@IZ MXYQBCDOHPQS

{vHYdD|A\ lS}BC

fEYBC gEahC

OHPQS TUVWC

wm_HxBCDlSDM@YF

_HIxyHaDzC@nYRBC lERKLRBC

MEMAHAMI PERGILIRAN ZAMAN

A"A+A' A,,A+ A"A+A' 'AB%

Fase Kena ian Kurun Ter aik &alafus &halih

$imensi Keteladanan
$imensi &istem yang $iikuti

Fase Khilafah yang ,urus Fi)h Pergiliran *aman Fase "aja yang #enggigit Fase $iktator Glo al
Fase Khilafah ala #anhaj 'u u(ah

&istem %slam

Khilafah (Formalitas) Blok Timur & Blok Barat

Kerajaan (operasional) Gedung Putih

Jahiliyah di A ad !!

Gerakan %slam

&istem %slam

Ka ar Gem ira Kemenangan %slam

&arana #aterial & %material (&$# dan &$A) yang dimiliki umat %slam

Pengalaman &ejarah Tujuh A ad

BAB I

lS}BCD[B?CNSD|A\
PRINSIP PERGILIRAN ,AMAN Arahan Allah (taujih rabbani)

BH ZH XF JbH FJ[P cJH JRH AFJ\ K FFHV o JK ^K _J`P _FJ[ P OJ^P pFJ\ K FH\ ] JH TJUH JEFP[ O P JH lH LFEJ]P H JCa H FH H LFEJ]^ PK YH aFH H L 63wv,3|;FqF\EbRUFrstFP QP TJK _F JbH FH J]H ZJDEFN H _
&9an(anlah kamu merasa hina, dan #an(an 0,ula1 bersedih ha i, karena kamulah oran(-oran( yan( ,alin( in((i 0dera#a nya1, #ika kamu oran( yan( beriman* 9ika kamu di im,a ,enderi aan maka kaum 0kafir1 #u(a merasakan ,enderi aan yan( sama*) 6-S Ali mran ? 3|;,3wv> 0ihat "uga ayat 3vw7> (ika men&ermati k%ndisi ummat slam belakangan ini sungguh men"adikan hati kita tersayat> Betapa penderitaan berkepan"angan yang menderanya tak kun"ung berakhir9 musibah demi musibah datang silih berganti9 &%baan demi &%baan yang menyelimutinya tak kun"ung lepas> Namun9 yang perlu kita sadari bersama bahwa kaum selain kita "uga merasakan kesulitan yang sama> Hanya sa"a %byek perasaan derita kita berbeda dengan yang mereka rasakan> Kesulitan kita adalah betapa beratnya mempertahankan k%mitmen 6il izam79 keteguhan 6 saba 79 kesabaran9 serta k%nsistensi 6is iqamah7 dalam men"alankan syariat slam di tengah,tengah gegap,gempitanya manusia yang berk%nspirasi memar"inalkan peran Allah dalam kehidupan ini> Sedangkan kesulitan kaum ka.ir adalah mempertahankan s a us quo kebatilan di tengah maraknya kebangkitan ummat slam 6nahdha ul ummah7> /en%mena kesadaran beragama para mahasiswa9 intelektual9 kaum perk%taan semakin menggeliat> !ereka berusaha se&ara maksimal untuk membendung ge"ala kesadaran kembali ke slam> Nampaknya kebangkitan slam itu tidak bisa diredam dan diredupkan> #saha mereka hanya sia,sia belaka>

6x;FqFODEtFHfN P cJDEFP [K YK gFH JoK H oK D


&+arena Allah hendak men#en(kelkan ha i oran(-oran( kafir 0den(an kekua an oran(-oran( beriman1*) 6-S al,/ath ? x;7>

K bH pFJ]H DL H FP H ] JP FN[ K OA P FJ\ H lFN K FPu EFHgJMA HH LFJ[ K YK EH ]JXH MK gFKu EFHJ] P FE`P JP K AFJ\ H lFH\ JLB P JAK bP A QS TP pFKV A JS BDEFH TH UFP H bK YJP oK DFS H CJDEFKV JAK L H FH BP YDJfg K FP QH DJ]P H FH IH JH lFJ K N DEH ] P FFH\ JLP bK XfH cJDE 6||,|xFqFng]ODEtFH \J]P pK bJP RJDEFH K bH pFJ]H DH L
&2ereka berkehendak memadamkan 3ahaya 0a(ama1 Allah den(an mulu 0u3a,an-u3a,an1 mereka, dan Allah idak men(hendaki selain menyem,urnakan 3ahaya-4ya, walau,n oran(-oran( kafir idak menyukai* 5ialah yan( men(u us Rasul-4ya 0den(an membawa1 ,e un#uk 0Al Quran1 dan a(ama yan( benar un uk dimenan(kan-4ya a as se(ala a(ama, walau,un

oran(-oran( musyrik idak menyukai*) 6-S At,$aubat ? |x,||> 0ihat "uga ? ash, Sha.. ? ,;{ al,/ath ? x7>

P b H JpH lFJ[ PP JLP BP FJWK JP aFfH _H LFJ[K YK EH ]JXH lFJVK _FP H J H JDEFK -H Bg H FJBH
&Telah nam,ak keben3ian ,ada mulu -mulu mereka, dan a,a yan( disim,an di dada mereka lebih besar*) 6-S Ali mran ? 337> (adi tidak kita sa"a yang menderita kesulitan9 mereka "uga merasakan kesulitan dalam menghadapi banyaknya kaum terpela"ar9 bangsa,bangsa di negara ma"u yang ingin kembali kepada a"aran yang sesuai dengan .ithrah mereka> Setelah mereka lari dari agama 6kristen7 karena dianggap menghambat kema"uan ber.ikir> Dan ter"adilah kebebasan yang tak terkendali> Sains dan tekn%l%gi yang men"an"ikan sarana kehidupan 6wasila ul haya 7 pada kehidupan gl%balisasi sebagai pr%duk paham kebendaan 6ma erialisme79 terbukti gagal dalam memandu manusia m%dern menemukan kebahagiaan hidup>: !ereka kembali kepada aliran eksistensialisme 6hati nurani7> $etapi hati nurani sese%rang dipengaruhi %leh lingkungan pendidikan9 pergaulan9 persepsi9 kebiasaan yang berbeda,beda> Kita "uga merasakan kesulitan dalam mendesain kehidupan ini hanya men&ari ridha Allah9 saat dimana kebanyakan manusia ingin men&ari keridhaan9 restu kepada selain Allah> )leh karena itu pada bagian ayat berikutnya Allah memberikan hiburan 6 asliyah7 kepada kita>

uEH LFH sH BH YP FJ[ P cJ^K _FHK O NH AH LFEJ]P ^H _sFHVA JK N DEFPu EFH[ H TJeH oK DH LFKh fN ^DEFHV Jog H F HP B ?C N yFP fN AH JEFH JTK aH L 63wvFqF\EbRUFrstFH VJoK RK DfN DEF K CP AFH
&5emikianlah hari-hari i u +ami $ergilir%an dian ara manusia 0a(ar mem,eroleh ,ela#aran1, dan su,aya Allah membedakan oran(-oran( yan( beriman 0den(an oran(-oran( kafir1 dan su,aya seba(ian kamu di#adikan-4ya 0(u(ur seba(ai1 syuhada* 5an Allah idak menyukai oran(-oran( yan( zhalim*) 6-S Ali mran ? 3wv7> $erkadang kaum beriman itu sedang naik di atas pada masa keemasannya> !enempati p%sisi penting dan strategis> Adakalanya "atuh terpuruk9 dan kaum ka.ir ber"aya di dunia ini> $entu ke"ayaan yang diraih selain kita adalah ke"ayaan yang palsu> Sementara ke"ayaan yang kita per%leh adalah kemenangan se"ati> Kemenangan yang men&erahkan9 menampakkan &ahaya kebenaran> Sebab ke"ayaan %rang ka.ir itu tidak mendapat arahan9 bimbingan dan petun"uk dari Allah9 sedangkan ke"ayaan ummat slam memper%leh restu dari Allah> Ke"ayaan kaum muslimin ter"adi ketika kita menyaksikan kembalinya kekuasaan Allah di dunia ini9 se&ara de #ure dan de fa3 o 6se&ara syar!i dan kauni7> 7iqh ,er(iliran dan ,er(an ian zaman adalah sebuah kenyataan se"arah kehidupan manusia yang patut kita "adikan renungan se&ara mendalam> $imbul
x

al-Islamu 8adhara ul ;haad 6 slam Peradaban !asa Depan79 karya Dr> 'usu. al, -ardhawi>

tenggelamnya bangsa di muka bumi ini memiliki maksud spesi.ik di mata Allah subhanahu wa a!ala> Agar Dia mengetahui siapa diantara kita yang benar, benar beriman dan Dia mengambil sebagian k%munitas itu sebagai syuhada!> Barangsiapa memperhatikan keadaan ummat,ummat sepan"ang se"arah maka ia akan mendapatkan pela"aran bahwa %b%r peradaban berpindah dari bangsa satu ke bangsa lain9 dari satu tangan ke tangan lain> Sesungguhnya perputaran 6saat7 ini adalah milik kita9 bukan melawan kita9 kata Hasan al,Banna> Dahulu kepemimpinan dunia di tangan negara,negara $imur9 melalui peradaban /iraun9 Asyuriah9 Babyl%nia9 =haldea9 Ph%enisia9 Persia9 ndia dan =hina{ kemudian ke Barat melalui peradaban 'unani dengan .ilsa.atnya yang terkenal9 berpindah lagi ke $imur lewat peradaban Arab, slam9 peradaban yang menyatukan iman dan ilmu9 materi dan spiritual9 lahir dan batin9 lalu tenggelam dan melupakan risalahnya>< Barat memegang kendali kepemimpinan dunia> Akan tetapi ia tidak amanah> Bahkan mengalami kebangkrutan n%rma9 melampaui keadilan9 memetingkan kekuatan dari kebenaran9 materi atas ruhani9 benda atas manusia> !erupakan kewa"aran bila %b%r peradaban harus berpindah ke tangan lain>= Kesadaran kita terhadap prinsip mendasar 6mabda! asasi7 ini harus melekat dalam t%talitas kepribadian kita sebagai s%s%k muslim9 s%s%k yang memp%sisikan diri sebagai bagian dari elemen perubah 6min "anashiri a(hyir7> Supaya sedikit pun kita tidak melangkah ke "alan lain selain "alan Allah> $idak sedetik pun kita ber.ikir untuk memilih alternati. lain selain s%lusi dari Allah> Kalaupun %rang lain tidak tahan9 tidak sabar9 kurang teguh menapaki tabiat per"alanan dakwah ini9 tidak mengurangi stamina .isik dan ma!nawiyah 6spirit7 kita> Arahan Nabi (taujih nabawi) Prinsip pergantian :aman ini "uga selaras dengan prediksi <asulullah shallallahu $alaihi wa sallam dalam salah satu haditsnya yang diriwayatkan %leh mam besar dalam bidang hadits Ahmad9 Abu Dawud dan $urmud:i dari Abu Hud:ai.ah9 inteli"ennya Nabi shalla-llahu $alaihi wa sallam 6shahibus sirr7 pada 3w abad yang silam>

FfH YH eH XJbH AFJ\H lFH H FEH K FfH YP eH XJbA H FN [ P FH \J]P cH aFJ\H lFP uEFH H FfH _FJ[P cJoK XFP ] NP ^DEFP \J]P cH a
&Adalah 0fase ke,emim,inan1 nubuwah ada ,ada kalian a,a yan( Allah kehendaki er#adi* +emudian Allah men(an(ka nya manakala 5ia men(hendaki men(an(-ka nya*)

al-2ubasysyira bi In isharil Islam 6Berita,berita Gembira tentang Kemenangan slam7, karya Dr> 'usu. al,-ardhawi> w 8al Sa asqu hu Amrika +amaa Saqa ha h al-I ihadu as-Sufyie i 6Apakah Amerika akan <untuh Seperti #ni S%8ietz79 karya !ahmud a:,~uby>

nilah peri%de awal per"alanan se"arah ummat slam> Saat itu ummat slam dipimpin langsung %leh manusia paripurna 6insan kamil79 pemimpin %rang, %rang yang berta2wa 6imamul mu aqin79 panglima para mu"ahid 6qa-idul mu#ahidin79 yaitu !uhammad shalla-llahu "alaihi wa sallam* !ereka langsung dipandu %leh .igur teladan 6uswa un hasanah7 se"ak masa kesulitan9 keg%n&angan 6fa rah al-idh hirab7 di !ekah sampai "aya di !adinah> Se"ak sebelum ber.ikir tentang perang sampai berkali,kali ter"un di medan laga> Se"ak sebelum ber.ikir tentang .%rmat kepemimpinan sampai men"adi pemimpin yang disegani di (a:irah Arab> !anusia penunggang %nta yang tertata ulang persepsi 6 ashawwur7 dan mata hati 6bashirah7 mereka tentang $uhan9 alam sekitar dan diri mereka sendiri9 terbukti dalam se"arah memiliki kapasitas dan kapabilitas men"adi penghulu dunia 6us adziya ul "alam7> Beralalulah masa keemasan itu 6"ashrudz dzahab7 selama x| tahun> Ketika Allah menghendaki9 a men&abut masa ke"ayaan itu>

EH K FfHY P eH XJbH AFN[ P FH\ J]P ca H FJ\ H lFPu EFHH FfH_ FP\ ] JP cH OH XFK N ] P ^DEFK fH YJ^H _FH TH UFnH XH K kFP\ J]P ca H FN[ P fH YH eH XJbH AFJ\H lFP uEFH H
&+emudian akan ada khilafah di a as manha# nubuwah i u, maka er#adilah a,a yan( Allah kehendaki er#adi* +emudian Allah men(an(ka nya manakala 5ia men(hendaki un uk men(an(ka nya*) nilah .ase kedua per"alanan se"arah ummat slam> Para ulama dan ahli se"arah sepakat bahwa peri%de ini adalah pada masa khulafaur rasyidin? Abu Bakar9 #mar9 #tsman dan Ali> Ada yang berpendapat sampai ke kurun khali.ah kelima9 #mar bin Abdul A:i:> !asa ini .ase khali.ah yang lurus9 "u"ur dan adil> <asulullah shalla-llahu $alaihi wa sallam melegitimasi masa kedua ini masih dalam k%rid%r minha#in nubuwah 6met%de kenabian7> Artinya peri%de pertama dan kedua ini adalah masa teladan dan ru"ukan 6re.erensi7 ummat slam>

@ a D P y \ FH [N TH H LFKQ o JH TH UFHu EFN TH FKu EFK r] J P H FKfH CJ H MK gFNh H MO HH oJTH XFf oS H MO HP _FH\ fH pFJV H _ J]H FH D PQ L ?DHmN jD P S X` DH K e dDHP K ` ?DHR K ZDHP A RZ ?DHaX K `D [ S hCD j i K ZDCXy H sD P y \FJ[P H fH sFEJ]P e KN aEH LFJ[P YH TJH XFJ[P YH DFEJ]P XK bJUH MH XFKQK ^A JK FKnH JCP K DFPuEFP[P H fH OJkE vXoLSDlaCDlZDNRDC?_D E A xL RBCD N PBC
&Baran(sia,a hendak men#adikan eladan, eladanilah ,ara sahaba Rasulullah shalla-llahu "alaihi wa sallam* Sebab, mere%a itulah ang $aling bai% hatin a+ $aling dalam ilmun a+ $aling sedi%it ta%allu!-n a (sedi%it mengada-ada)+ $aling lurus $etunju%n a+ dan $aling bai% %eadaann a* 2ereka adalah kaum yan( di,ilih oleh Allah un uk menemani 4abi-4ya dan mene(akkan dien-4ya* +arena i u hendaklah kalian men(enal keu amaan #asa#asa mereka dan iku ilah #e#ak mereka, sebab mere%a senantiasa berada di atas jalan (Allah) ang lurus*) 6H<> Ahmad dari bnu !asud7> Ketika belakangan ini usaha penegakan tatanan kehidupan -urani pada le8el eksekuti. dan legislati. disalahartikan9 bahkan dikhawatirkan ter"adi disintegrasi bangsa9 itu adalah sesuatu yang wa"ar> Karena di belahan dunia manapun belum

terwu"ud ,ro o i,e negara yang menegakkan syariat se&ara .%rmal dan k%mperhensi.> (ika penerapan tatanan ilahi di kepingan,kepingan bumi yang sempit di era gl%balisasi saat ini tanpa direstui %leh kekuatan internasi%nal kuffar9 maka akan men"adi bulan,bulanan> Sebut sa"a ran9 Pakistan9 Sudan yang berusaha menerapkan syariat slam9 maka akan ditemukan &atatan,&atatan yang penuh dengan kekurangan dan ketidakberdayaan> Ketika kaum ka.ir internasi%nal menghadapi kaum muslimin pada skala gl%bal9 maka penyelesaian masalah kaum muslimin tidak bisa diselesaikan se&ara l%kal> $epat sekali sebagaimana yang disinyalir Syekh Hasan al,Banna9 bahwa tahapan per"uangan ummat setelah pembebasan negeri dari pen"a"ahan asing 6 ahrirul wa han7 adalah memperbaiki pemerintahan yang ada agar k%ndusi. dalam penegakan tatanan ilahi 6ishlahul hukumah7> Adapun yang terkait dengan .%rmat p%litik slam9 tatanan resmi yang slami dalam kehidupan bernegara baru ter"adi pada tahapan penegakan +hilafah Islam internasi%nal 6iqoma ul khilafah al-Islamiyah al-"alamiyah7 nanti> !ungkin ada yang bertanya dan meragukan statemen diatas> tu 1kan ter"adi pada 3y abad yang silam9 tentu berbeda dengan k%ndisi kita sekarang ini> !anusia pada masa "ahiliyah dahulu dengan :aman "ahiliyah sekarang 6#ahiliyah fil qarnil "isyrin7 adalah sama> Ketika merasa lapar membutuhkan makan9 ketika haus perlu minum dan ketika ingin memenuhi kebutuhan bi%l%gis perlu nikah9 dll> ~aman bisa berubah9 tetapi manusianya pada prinsipnya tidak berubah> 'ang berbeda hanya pr%duk materialnya sa"a> !anusia sekarang berada di "urang kehan&uran> !embutuhkan kehadiran sistem kehidupan yang tidak sekedar men%n"%lkan daya &ipta material9 tetapi memiliki daya kendali &apaian tekn%l%gi> Karena in%8asi tekn%l%gi sekarang hanyalah pengembangan dari k%mp%nen tekn%l%gi yang ada> Kepemimpinan yang dirindukan manusia m%dern adalah yang bisa menawarkan "aqidah 6iman7 dan manha# 6p%la kehidupan slami79 memin"am istilah Sayid -uthub dalam muqaddimah karyanya9 2a!alim fi h Thariq 6<ambu,rambu di Sepan"ang (alan Per"uangan7> Kekayaan mahal ummat inilah yang sekarang tidak diyakini %leh pemiliknya> !aka kita dituntut meyakinkan diri kita dan %rang lain akan kebenaran dan %risinalitas "aqidah dan manha#ul hayah ini> Kita memerlukan sebuah p%la kepemimpinan yang menghargai &apaian tekn%l%gi dan mendayagunakan se&ara maksimal untuk mewu"udkan kehendak,kehendak Allah>

\H lFH H FEH K FfHY P eH XJbH AFN[ P FH\ J]P cH aFJ\ H lFPu EFH H FfH_ FH\ J]P cH oH XFf fH UFfc JTP _FP\ J]P cH aFN[ P fH YH eH XJbH A
&+emudian akan ada ra#a yan( men((i(i , maka er#adilah a,a yan( Allah kehendaki er#adi* +emudian Allah men(an(ka nya manakala 5ia men(hendaki un uk men(an(ka nya*)

/ase kehidupan ummat slam yang ketiga ini dikuasai %leh ra"a yang menggigit> a datang silih berganti dengan sebutan yang berbeda,beda> 'ang paling awal adalah Dinasti #maiyah9 kedua Dinasti Abasiyah dan ketiga Dinasti #tsmaniyah yang berakhir pada tahun 3;xw> Sekitar 3| abad ummat slam di bawah kekuasaan ra"a,ra"a yang menggigit ini 6mulkan "adhdhan7> Pada masa ini para khali.ah disebut ra"a9 karena se&ara .%rmal men"abat khali.ah tetapi pada dataran %perasi%nal p%la pemerintahannya menerapkan sistem kera"aan>> Kepemimpinan bukan dilahirkan %leh syura tetapi diwariskan kepada keluarga dekat kera"aan9 anak keturunannya> Disebut *ra"a yang menggigit+ karena masih menggigit Kitabullah dan Sunnah <asul9 tetapi hampir,hampir lepas> Dan pada akhirnya lepas "uga pada tahun 3;xw dengan mun&ulnya Dewan Nasi%nal $urki %leh !usta.a Kamal Attaturk 6Bapak Bangsa $urki7> Namun9 para ulama yang is iqamah menggelarinya dengan !usta.a Kamal A!da!u Turk 6!usuh Bangsa $urki7> nilah masa keruntuhan dan keterpurukan ummat slam> Dunia slam laksana kebun yang penuh tanaman subur dan bunga,bunga yang indah9 tetapi tanpa pagar pelindung dan pen"aga kebun yang bertanggung "awab> K%ndisi ini sebagaimana yang diisyaratkan <asulullah shalla-llahu $alaihi wa sallam, &+amu sekalian akan di#arah beramai-ramai oleh umma -umma manusia se,er i halnya san a,an yan( dikerumuni oran(-oran( la,ar* +arena kamu semuanya ibara buih, #umlahnya banyak e a,i idak berkuali as)> Sebelum tahun 3;xw9 sekalipun kendali kekuasaan dipegang %leh *ra"a yang menggigit+9 tetapi ummat slam masih memiliki payung dan pusat k%mand% 6al-imamah al-"uzhma7 di $urki> Dalam d%kumen se"arah di&atat9 para penguasa negeri,negeri muslim di seluruh dunia selalu mengadakan k%resp%ndensi dengan pusat kekuasaan di $urki> Pada akhir abad ke,xv9 panglima /atahilah sepulangnya dari menunaikan ibadah ha"i9 beliau singgah untuk bela"ar di Akademi !iliter di $urki> Sekembalinya ke Nusantara beliau bisa memukul mundur pasukan pen"a"ah P%rtugis> 0alu9 <asulullah shalla-llahu $alaihi wa sallam meneruskan sabdanya ?

FfH YH eH XJbH AFJ\H lFH fH FEH K FfH YP eH XJbA H FN [ P FH \J]P cH aFJ\H lFP uEFH fH FfH _FP \J]P cH OH XFf AK bH H jFf cJTP _FP \J]P cH aFN [P
&+emudian akan ada 0,eme(an(1 kekuasaan yan( dik a or, maka er#adilah a,a yan( Allah kehendaki er#adi* +emudian Allah men(an(ka nya manakala Allah men(hendaki un uk men(an(ka nya*) !asa keempat per"alanan se"arah ummat slam ini mengalami krisis kepemimpinan> #mmat slam dari segi kuantitas terg%l%ng besar9 tetapi mereka laksana sampah9 makna lain dari (u saa! 6buih79 menurut pakar hadits Dr> Daud <asyid> !ereka bukan berkumpul tetapi berkerumun> !ereka may%ritas9 tetapi hati,hati indi8idu mereka ter&abik,&abik %leh paham kedaerahan 6nasi%nalisme7 yang sempit9 mad:hab9 aliran keagamaan dan kepentingan> Kehadirannya tidak
y

Al-+hilafah wal 2uluk 6Kekhila.ahan dan Kera"aan79 karya Abul Ala al,!aududi>

menggenapkan dan kepergian,nya tidak menggan"ilkan> !ereka diperebutkan untuk di"adikan mangsa binatang buas> Pada peri%de ini9 "angankan sepakat untuk mengangkat isu,isu besar penegakan 5aulah Islamiyah9 penentuan awal <amadhan dan dul /ithri sa"a tidak menemukan kata sepakat> Di tengah,tengah mereka tidak ada wasit 6penengah7 yang diper&aya untuk mengambil keputusan yang disepakati %leh semua k%mp%nen umat ini> $ubuh ummat slam ter&abik,&abik %leh perpe&ahan internal> nergi mereka habis untuk (hibah9 namimah9 hasud9 dendam9 terhadap kawannya sendiri> Sehingga terlambat dalam meresp%n perubahan,perubahan yang ter"adi di sekelilingnya 6dhu!ful is i#abah lil mu a(hayyira 7> Setelah tahun 3;xw9 dunia memasuki perang dunia 9 dan Perang Dingin antara Bl%k $imur 8ersus Bl%k Barat 6syarqiyyah wa (harbiyyah7> $etapi9 rentetan peristiwa diatas hanyalah muqaddimah tampilnya mulkan #abariyyan 6ra"a diktat%r7 berskala gl%bal> Setelah tahun 3;;v9 tidak ada lagi dua kubu di pentas kehidupan gl%bal> 'aitu pas&a runtuhnya $emb%k Berlin di (erman> Hegem%ni ra"a diktat%r internasi%nal mulai menampakkan eksistensinya9 bermarkas di Gedung Putih 6al-bai al-abyadh79 dan didukung %leh kr%ni, kr%ninya yang tergabung dalam negara G4 ? nggris9 Peran&is9 (erman9 (epang9 talia9 Kanada dan <usia> $idak ada pemimpin yang mangkat 6ba&a? naik ke tampuk kekuasaan7 di belahan dunia ini selain dalam hegem%ni ra"a diktat%r dunia9 ke&uali yang dirahmati %leh Allah> !ereka yang bersebarangan dengan kemauan penguasa diktat%r dunia akan ber"alan tertatih,tatih> !ereka memiliki tangan,tangan dan kaki,kaki di semua kepingan bumi ini> Bahkan belakangan ini ada upaya sistematis untuk meme&ah keutuhan bangsa9 dengan .en%mena Papua dan A&eh> Pihak,pihak yang masih get%l mempertahankan keutuhan NK< disingkirkan %leh %rang n%mer satu di negeri ini dari panggung kekuasaan> Prinsip pergantian :aman ini penting diketahui agar kita menyadari di kurun mana kita ini sedang berada> $ernyata kita berada pada titik nadir kelemahan ummat ini> Kita tidak terlalu berharap kemana pun dan kepada siapa pun> Siapa pun yang tampil memegang tampuk kepemimpinan di dunia pasti mendapat S ! 6Surat :in !angkat7 dari hegem%ni malikun #abbar> !arilah kita bangun9 bangkit9 memperbaharui k%mitmen kita karena kita mengalami masa yang tidak sederhana> Kita bergerak pada kurun yang tidak mudah> Saatnya kita bangun untuk meny%ngs%ng masa terakhir dari per"alanan se"arah ummat slam yaitu masa khilafah "ala manha#in nubuwwah> Karena kita yakin bahwa kepemimpinan ra"a diktat%r ada masa akhirnya> Kebatilan9 sekalipun dipagari %leh kekuasaan yang k%k%h akan segera hilang> 0ebih,lebih saat ini mereka mengadakan k%nspirasi gl%bal untuk menghan&ur,kan pusat syiar,syiar slam> Sesungguhnya mer&usuar slam 6ba&a? $anah Su&i !akkah7 itu adalah milik,Nya> Dia sendiri yang akan men"aganya dari tangan,tangan "ahil>

_bODEFLFLE]gEFBREFELtFK] NP ^DEFKfH YJ^K _FH TH UFnH XH K kFP \J]P cH aFN [P

&+emudian akan ada khilafah di a as manha# nubuwah 0me ode kenabian1*) 6H< Ahmad9 Abu Dawud dan at,$irmud:i7> Pers%alan yang esensial bagi kita bukan terletak pada kapan ter"adinya khilafah atas met%de kenabian itu> Sebab9 masa itu akan ter"adi pada masa kita atau kemungkinan pada :aman keturunan kita> Hadits ini adalah prediksi nubuwwah9 bukan ramalan ahli nu"um dan para n%rmal> Kita tidak bangkit pun prediksi Nabi itu pun akan ter"adi> Kita sekarang perlu mempersiapkan diri sebagai elemen perubah dan pen&abut sang diktat%r dunia> Dengan &ara k%nsisten{ is iqamah9 mudawamah wal is imrar 6berkesinambungan7 melaksanakan tahapan amal slami 6mara ibul "amal Islami7 meru"uk tahapan turunnya wahyu Al -uran> 'aitu9 memperbaiki akidah 6ishlahul "aqidah79 melaksanaan syariat 6 a hbiqusy syari!ah79 memperbaiki akhlak 6ishlahul akhlaq79 melaksanakan dakwah dan harakah 6"amalu ad-da!wah wal harakah7 serta memperbaiki kualitas "amaah 6binaul #ama!ah7> Pada akhirnya kita perlu bangkit untuk mewu"udkan agenda,agenda penting dakwah diatas> Agar kita aman dan lulus dari 2ahkamah Ilahi kelak> Kita berupaya menyadarkan sebanyak mungkin manusia agar men"adi batu bata dakwah 6asy-sya!bu qawaa-idud da!wah7> Sekalipun kita tidak sadar9 tidak bangun9 tidak bergerak9 .en%mena kebangkitan ummat slam itu pasti terwu"ud9 dengan i:in Allah subhanahu wa a!ala> &erita gembira %emenangan 'slam ?1 9an#i Allah ke,ada oran( beriman

fHR H pFK JH JEFKW XFJ[P YN ^H K TJH OJ H oH DFK-fH CK DfH DEFE]P TK RH UH LFJ[ P cJ^K _FEJ]P ^H _sFHV JA KN DEFPu EFH BH UH L BJeg H FJVK _FJ[P YN ^H DB SH o PH DH LFJ[P YH DFH H aJEFK N DEFP [P YH ^A JK FJ[P YK DFN V^ HS cH RP oH DH LFJ[K YK T JH FJVK _FH VJAK N DEFHH TJH OJE [ P FH K H DJLP MH XFH K D H FH BJeg H FH bH H pFJV H _H LFf Jo H FJW K gFH\ J]P pK bJP AFH FJW K ^H L JP BP JeA H Ff^ J_H lFJ[ K YK XJ]H k 6yyFqF]^DEtFH\J]P ZK H JDE
&5an Allah elah ber#an#i ke,ada oran( yan( beriman di an ara kamu dan men(er#akan amal-amal shalih, bahwa 5ia sun((uh-sun((uh akan men#adikan mereka berkuasa di bumi, seba(aimana 5ia elah men#adikan oran(-oran( sebelum mereka berkuasa, dan sun((uh 5ia akan mene(uhkan ba(i mereka a(ama yan( elah diridhai-4ya un uk mereka, sesudah mereka berada dalam ke aku an men#adi aman sen ausa* 2ereka e a, menyembah-+u den(an iada mem,erseku ukan sesua u a,a,un den(an Aku* 5an baran(sia,a yan( 0 e a,1 kafir sesudah 0#an#i1 i u, maka mereka i ulah oran(-oran( yan( fasiq*) 6-S an, Nuur ? yy7> !enurut bnu Katsir9 ini adalah "an"i Allah pada <asul,Nya shalla-llahu $alaihi wa sallam9 bahwa Allah akan men"adikan ummatnya para pemimpin bumi9 atau pemimpin dan penguasa mereka> Dengan mereka negara akan men"adi aman9 dan manusia tunduk kepada mereka> Dan Allah akan menggantikan ketakutan

mereka men"adi perasaan damai> $erbukti ketika <asulullah shalla-llahu $alaihi wa sallam masih hidup9 Allah telah membebaskan !akkah9 Khaibar9 Bahrain9 seluruh (a:irah Arab9 seluruh 'aman9 memungut upeti dari !a"usi Ha"ara9 dan dari beberapa daerah Syam9 Hera&lius ra"a <%mawi memberikan hadiah9 demikian "uga !u2au2is penguasa !esir dan skandariah9 ra"a,ra"a )man9 dan Na"asyi 6Negus7 ra"a Abbyssinia 6yang nantinya dikuasai %leh sahabat,sahabat <asulullah shalla-llahu "alaihi wa sallam7> Kemudian usaha mulia itu diteruskan %leh Khali.ah Abu Bakar ash,Shiddi2 radhiyallahu "anhu> a men"adikan "a:irah Arab sebagai pusat kekuatan slam> Kemudian mengirim tentaranya ke Parsi di bawah kepemimpinan Khalid bin Walid radhiyallahu "anhu9 dan mampu membebaskan daerah itu> Kemudian mengirim tentara kedua9 di bawah k%mand% Abu #baidah bin al,(arrah radhiyallahu "anhu menu"u Syam9 dan ketiga dibawah k%mand% 1Amru bin 1Ash radhiyallhu "anhu menu"u !esir> Pada masa itu9 Syam9 Bashrah9 dan lain, lain dibebaskan> Kemudian disempurnakan %leh khali.ah #mar bin Khattab radhiyallahu "anhu> $iada dalam se"arah setelah Nabi,nabi9 %rang yang sepadan dalam kekuatan sirahnya dan keadilannya dengan al,/aru2 ini> Pada :aman ini seluruh Syam9 !esir9 sebagian Parsi dibebaskan> Kishra dihinakan9 kekuasaan =aesar di negeri Syam direbut> Kemudian ia mengin.akkan harta Kishra dan =aesar untuk sabilillah> Hal ini sesuai dengan "an"i Allah kepada Nabi shalla-llahu "alaihi wa sallam* Pada :aman #tsman bin A..an radhiyallahu "anhu kekuasaan slam telah sampai ke pen"uru timur dan barat dunia> Negeri,negeri !aghrib dapat dibebaskan hingga =ina> Kishra terbunuh dan kera"aannya habis riwayatnya> K%ta,k%ta rak9 Khurasan dan Ahwa: dapat ditundukkan9 sehingga khara# 6pa"ak tanah7 dari pen"uru timur dan barat dikumpulkan ke hadapan khali.ah #tsman> Berkat ba&aannya9 ka"ian dan menyatukan ummat untuk memelihara al,-uran> Dalam hadits shahih9 <asulullah shalla-llahu "alaihi wa sallam bersabda ?

H LH FfH_FJWK ON _P lFHJTP _FP P T JH oHH LFfHYH gH fH H _L H FfHYH K fH H _FPiJAH lH bH XFHJ H JEFJWK DFH LH FHuEFN\K fH YJ^K _FJWK D
&Allah elah mem,erliha kan ke,adaku ba(ian imur dan bara bumi, dan kekuasaan uma ku akan men3aku, seluruh wilayah yan( aku liha ini*) :1 Allah akan menda an(kan kaum yan( 5ia 3in ai Berita gembira disebutkan dalam surat al,!aidah9 mengan&am %rang,%rang murtad yang keluar dari agama> !ereka tidak akan mengganggu agama Allah9 dan agama Allah tidak akan runtuh dengan kemurtadan mereka> Allah akan mendatangkan generasi mukmin yang kuat9 yang membasmi keka.iran> !ereka menegakkan agama dalam "iwa mereka sebagai ikatan yang kuat bahkan ikatan &inta antara mereka dengan $uhan mereka9 ikatan kasih sayang sesama saudara seiman9 ikatan kemuliaan dan kekuatan terhadap %rang,%rang ka.ir9 dan ikatan per"uangan dan "ihad terhadap %rang yang berbuat munkar> Semua ini

adalah si.at,si.at p%k%k yang di"elaskan dalam al,-uran untuk memberikan kabar gembira kepada %rang,%rang beriman9 dan mengan&am %rang,%rang murtad>

QH J] K CP AH LFJ[P Y C KP AFmJ]H ZK gFPuEFKWaJMH AFH dJ]HH XFKQK ^A JK FJVH UFJ[P cJ^K _FN BH aJbH AFJVH _FEJ]^ PH _sFHVA JK N DEFfHY AH A \J]P XfH H AFH H LFKu EFK IJo K H FKW XFH\ JLP BK fH P AFHV JAK bK XfH cJDEFH TH UFmN K UH lFHV Jo^ KK _J`P RDJEFH TH UFm nN DK H l 6ywFqFBfRDEtFm [ KH FHnH _J]H D
&8ai oran(-oran( yan( beriman, baran(sia,a dian ara kamu yan( mur ad dari a(amanya, maka kelak Allah akan menda an(kan sua u kaum yan( Allah men3in ai mereka dan mereka,un men3in ai-4ya, yan( bersika, lemah-lembu erhada, oran( yan( beriman, yan( bersika, keras erhada, oran(-oran( kafir, yan( ber#ihad di #alan Allah, dan idak aku ke,ada 3elaan oran( yan( suka men3ela) 6-S Al !aidah ? yw7> bnu Katsir berkata9 *Allah subhanahu wa a!ala mengabarkan akan tibanya kekuasaan yang besar> Barangsiapa yang tidak mau men%l%ng agama Allah dan men"alankan syariat,Nya9 maka Dia akan menggantikan mereka dengan %rang, %rang yang lebih baik dari mereka9 lebih kuat9 lebih lurus9 teguh pendirian+>

6|FqFBRC_tFJ[P cP DfH J_H lFEJ] P J]P cH AFH FN [ P FJ[P pH bJoH Ff _J]H FJrK B JH OJA H FEJ]N DH ]H Oa H FJ\K H L
&5an #ika kamu ber,alin( nis3aya 5ia akan men((an i 0kamu1 den(an kaum yan( lain, dan mereka idak akan se,er i kamu 0ini1*) 6-S !uhammad ? |7>

63||FqFf^DEtFHVJAK bH kH MK gFK-JMA HH LFP hfN ^DEFfH Y AH lFJ[P c JK JA P FJMH A H FJ\K


&9ika Allah men(hendaki, nis3aya 5ia memusnahkan kamu wahai manusia, dan 5ia da an(kan uma yan( lain 0seba(ai ,en((an imu1*) 6-S an,Nisa ? 3||7>

BJAK BH jFmJTH K gFK-JMA HH LFJ[P cJK JA P FJMH H AFJ\K FSH CJDfK gFHJH JEL H FK -EH LfH RN DEFHH TH kFHuEFN \H lFHba H FJ[H DH l 6xv,3;FqF[oEbgt
&9ika Allah men(hendaki, nis3aya 5ia membinasakan kamu dan men((an ikanmu den(an makhluq yan( baru, dan yan( demikian i u sekali-kali idak sukar ba(i Allah*) 6-S brahim ? 3;,xv7> Ketika mena.sirkan ayat9

[K m H FH nH _] JH DFH\J]P XfH H AFH H LFKuEFK IJo KH FKWXFH \JLP BK fH P A


&2ereka ber#ihad di #alan Allah dan mereka idak aku 3elaan oran( yan( suka men3ela*) bnu Katsir berkata9 *!aksudnya ketaatan kepada Allah9 pelaksanaan hudud9 memerangi musuh Allah9 dan amar maru. nahi munkar9 tidak terpengaruh dan terhalangi %leh siapapun> !ereka tidak gulana atas ke&aman yang mereka dapatkan dari %rang,%rang yang b%d%h>+

bnu Katsir menyebutkan hadits dari Abu D:arr radhiyallahu "anhu9 yang diriwayatkan mam Ahmad9 *Kekasihku <asulullah menyuruhku untuk men"alankan tu"uh hal>+ Kemudian beliau menyebutkan antara lain9 &Rasulullah menyuruhku men(a akan kebenaran meski,un i u ,ahi , dan menyuruhku a(ar idak aku erhada, 3er3aan oran( yan( men3er3a*)@ <1 +abar (embira dari Sunnah 4abi

QH TH kJH lFN K D @a ? D ? D _N SDfE aFPu EFP P bJOA H FH FP fH Y^ N DEH LFP Io JN TDEFH H TH gFfH_ FH bJ_H JEFEH H FNV H P TJH oH D Qg K FPu EF r KP AF PH LFH H J K JEFKQ g K FPu EF K eP AFE U K Fm IJoK D H FS r PK gFJLH lFm JAK H UFS K eg K FHV A JS BDEFEH H B^_FXFBRlFELtFHbJP cJDE
&Islam akan men3a,ai wilayah yan( di3a,ai sian( dan malam* Allah idak akan membiarkan rumah ang mewah mau$un ang sederhana ke3uali akan memasukkan a(ama ini ke dalamnya* 5en(an memuliakan oarn( yan( mulia a au men(hinakan oran( yan( hina* 2ulia karena dimuliakan Allah disebabkan keIslamannya dan hina karena dihinakan Allah disebabkan kekafirannya*) 6H<> Ahmad dalam !usnad7> !aksud sampainya slam ke daerah yang disentuh siang dan malam9 yaitu tersebarnya slam ke seluruh permukaan bumi9 sebagaimana siang dan malam menutupinya9 dan masuknya agama ini ke daerah $er%"taan mau$un $edesaan,

K bH pJ]H DL H FKQ S TP pFKV A JS BDEFH TH UFP H bK YJP oK DFS H CJDEFKV A JK H LFH BP YJDfK gFP QH DJ]P H FH IH JH lFJ K N DEFH ]P 6||FqFng]ODEtFH \J]P pK bJP RJDE
&5ia lah 0Allah1 yan( men(u us Rasul-4ya den(an 0membawa1 ,e un#uk 0alQuran1 dan a(ama yan( benar a(ar dimenan(kan-4ya dia as se(ala a(ama*) 6-S at,$aubah ? ||7>A Pengertian la.a:h &liyuzh-hirahu "alad-diini kullihi) ialah d%minasinya atas semua agama> Pada abad,abad pertama9 slam mengungguli 'ahudi9 Nasrani9 paganisme Arab9 !a"usi Persia9 dan sebagian agama,agama Asia,A.rika> Akan tetapi9 slam belum menang atas semua agama> Kita masih menunggu berita gembira ini9 dan Allah tidak pernah mengingkari "an"i,Nya> Dan masih banyak lagi berita gembira meluasnya kemakmuran9 kembalinya khilafah atas manha# nubuwwah9 bertahannya kel%mp%k kebenaran9 datangnya pembaharu setiap abad9 turunnya al,!asih9 datangnya al,!ahdi9 kemudian .en%mena kebangkitan kesadaran beragama di kawasan,kawasan yang selama ini men"adi pusat keku.uran9 dan p%pulasi ummat slam yang semakin bertambah> Hal ini dapat dilihat pada "umlah "amaah ha"i dari tahun ke tahun yang terus bertambah9 berasal dari daerah yang selama ini tidak mengenal slam9 dsb>

} 4

Tafsir Ibnu +a sir, "u: x9 hal> }4,}> 0ihat "uga? al,/ath ? x{ ash,Sha.. ? ;

Sumber da a manusia (al-wasail ghairul maddi ah indal muslimin) Saat ini "umlah ummat slam di dunia berkisar 3w milyar penduduk> $ersebar di lima benua> Benar9 pandangan %rang yang mengatakan9 yang lebih penting adalah kualitas> $etapi kuantitas memiliki kepentingannya sendiri9 sampai men&apai "umlah dimana musuh kesulitan menghan&urkannya> Sesungguhnya "umlah yang besar adalah nikmat> a adalah syarat mutlak terhadap semua prestasi ek%n%mi atau peradaban> Apabila "umlah "amaah shalat fardhu sepadan dengan "umlah shalat (umah adalah diantara tanda,tanda kebangkitan ummat> !eskipun gel%mbang p%litik slam bersi.at .luktuati.9 tetapi "umlah penduduknya se&ara gl%bal tidak pernah berkurang> slam ibarat air9 senantiasa men&ari tempat yang rendah untuk mengalir> Bangsa,bangsa di dunia berusaha keras mengurangi p%pulasi kaum muslimin> !ereka membuat bl%k,bl%k 6persekutuan7 di antara mereka9 walaupun terdapat perbedaan yang ta"am dalam ras9 bahasa9 agama dan se"arah> (umlah yang besar adalah anugerah yang patut disyukuri>

6}FqFdEbUEtFJ[P pH b NH cH XF JoK TH FJ[P O^ JP pFJK FEJLP bP pJEH L


&5an in(a lah ke ika kalian sediki lalu Allah membanyakkan 0#umlah1 kalian*) 6-S al,Ara. ? }7> Sumber da a alam (al-wasail al-maddi ah indal muslimin) Kita memiliki barang tambang dan kekayaan sumber daya alam yang terpendam di perut bumi dan di dasar lautan> ni adalah kekuatan ek%n%mi> Sesuatu yang tidak dimiliki ummat lain> $anah kita subur dengan daratan rendah dan %ase, %ase> Kita memiliki bukit,bukit9 gunung,gunung9 lautan9 teluk9 sungai,sungai besar9 sumber,sumber mata air9 sumur,sumur9 &adangan penyimpanan air tanah dan tambang,tambang yang penting yang dibutuhkan %leh dunia> Kita memiliki &adangan minyak terbesar di dunia> Sumber,sumber kekayaan alam itu berada di kawasan $eluk9 Al"a:air9 Brunei Darussalam9 nd%nesia9 bahkan di wilayah, wilayah muslim bekas #ni S%8iet dan yang masuk ke dalam <<=9 ditemukan sumber,sumber minyak> 0etak ge%gra.is kita memiliki nilai penting> $empat pertemuan benua,benua9 sumber,sumber peradaban dan tempat lahirnya risalah,risalah langit{ 'ahudi9 Nasrani dan slam> !emang Allah subhanahu wa a!ala telah menyediakan energi material dan immaterial untuk membantu kaum muslimin9 membangun dan meman.aatkan untuk menegakkan agama,Nya9 sekaligus memadamkan berbagai pember%ntakan terhadap slam di berbagai pen"uru dunia> -arisan sejarah (%hubratun min at-tari%h) slam pada masa lampau telah ber"aya memegang kendali peradaban lebih dari tu"uh abad> Belum pernah ada satu agama maupun ide%l%gi yang mampu mengembangkan peradabannya melebihi slam> Peradaban Barat pun hari ini

baru berumur kurang lebih wyv tahun> tupun telah ter"adi krisis akhlak dan material> (ika kaum muslimin pada masa lampau mampu menguasai peradaban9 tentu bisa "uga untuk mengendalikan masa depan9 bi-idznillah>

vNkRBCD|ErXd
oBDEFnXbe_
#emahami %slam s.r detil

nRUFVUFbUfRDEFn_l VABDE
Krisis perasaan akan keagungan %slam

oReDEF\fRAE
#em angun iman mendalam

I -f_E

fgFEOUEFn_l
Krisis ke anggaan eragama

fE WobDE -f_ VoRTRDE


AKA" K"%&%& -#AT %&,A#

rfaE Fo]DE
#e(ujudkan solidaritas kokoh

uEFBoAMOgFI_EFBU
Kehilangan harapan thd pertolongan Allah

BAB II

vu NkRBCD|ErXd
ARAHAN PEMBAHAR+ A%ar %risis ummat 'slam (al-asbab ar-raisi li azmaat al-muslimin) Berbagai krisis yang menimpa kaum muslim sekarang ini merupakan akumulasi dari berbagai krisis sebelumnya9 yang dimulai se"ak .%rmat ketatanegaraan berbentuk khilafah 6 slami7 berubah men"adi .%rmat muluk 6kera"aan9 #ahili7> Al,-uran men"elaskan se&ara gl%bal bahwa krisis multidimensi itu ter"adi karena berpaling dari ketentuan Allah> !akna ayat ini9 barangsiapa yang berpaling dari syariat dan hukum,hukum Allah maka akan menemui kehidupan yang serba,sulit 6ma!isya an dhonkaa7 di dunia9 sangat menderita9 sekalipun se&ara lahiriyah se"ahtera> Berkata bnu Katsir9 *Barangsiapa berpaling dari ketetapan Allah dan melupakannya9 maka baginya kehidupan yang sempit di dunia 6ma!isya an dhonkaa79 tiada ketenangan maupun kelapangan dada9 bahkan merasakan kesempitan hidup disebabkan kesesatannya sekalipun se&ara lahiriyah makmur9 bisa berpakaian9 makan9 bertempat tinggal sesuka hatinya> $etapi "iwanya g%n&ang9 bingung dan diliputi keragu,raguan>#( Ada yang berpendapat disempitkan liang lahatnya nanti sehingga tulang rusuknya berselisih> Dalam hadits riwayat mam ath,$habrani dari bnu Abbas di"elaskan bahwa penyebab ter"adinya berbagai krisis9 adalah diawali %leh krisis kepribadian 6basi3 of knowin(7 dengan mudah meng%bral "an"i9 krisis keimanan dengan men%lak ber, ahkim dengan hukum Allah9 krisis m%ral ditandai dengan mera"alelanya praktek per:inaan9 perk%saan9 pergaulan bebas9 p%rn%gra.i9 praktek ab%rsi9 dan gaya hidup materialistik yang berindikasi dengan mental hed%nistik9 meghalalkan segala &ara ketika memper%leh kekayaan serta keengganan untuk ber:akat> Kemudian Allah menurunkan musibah penguasa yang :halim9 harga,harga kebutuhan p%k%k membumbung tinggi9 musibah kemiskinan struktural9 penyakit A DS mewabah9 manusia men"adi indi8idualis9 ter"adi ben&ana alam di mana,mana> Para pembaharu mengidenti.ikasi penyebab krisis integritas ummat tersebut9 diawali dari kesempitan batin 6azma al-masya!ir79 kemudian melahirkan kesempitan dalam berbagai bidang kehidupan{ kemudian menawarkan alternati.,alternati. peme&ahannya se&ara .undamental dan menyeluruh> Per a!a< krisis ,erasaan erhada, kea(un(an Islam 0azma al-masya!ir "an "azhama il Islam1* #mmat slam sekarang tidak meyakini se&ara bulat 63vv7 bahwa slam adalah s%lusi mendasar dalam mengantisipasi pers%alan indi8idu9 keluarga dan
;

-S $haha ? 3xw> Shafwa u Tafasir 9 hal> xyv> 3v 2ukh ashar Tafsir Ibnu +a sir 9 hal> w;4>

masyarakat> Berbagai bentuk penyelesaian yang ditawarkan %leh syariat sekalipun baru pada tataran wa&ana &enderung disalahpahami> !ereka masih ragu bahwa slam adalah ketetapan dari Allah 'an( 2aha "Alim yang bisa mengantarkan manusia kepada kehidupan yang lebih baik> 'akni yang memberi gairah dan arti hidup9?? yakni seruan kepada iman yang bisa menghidupkan "iwa>?: mam -atadah mengatakan9 yaitu a"akan kepada al,-uran yang mengadung kehidupan9 ke"u"uran9 keselamatan9 kesu&ian di dunia dan akhirat?< dan men"amin kebahagiaan hidup di akhirat>?= Dalam berinteraksi dengan slam9 ummat slam lebih mendahulukan akal daripada hati> Karena merasa memiliki keunggulan lebih daripada Allah> Persis sikap blis ketika memper%leh perintah dari Allah untuk memberi h%rmat kepada Adam9 ia berargumen bahwa perintah Allah tersebut tidak l%gis9 tekstual 6literal7 dan n%rmati.> Dia enggan mentaati,Nya9 seraya meny%mb%ngkan diri dengan &ara membanggakan asal,usul>?> Pas&a suksesi di surga9 syetan mem%h%n i:in kepada Allah untuk mengg%da anak &u&u Adam dari arah belakang9 muka9 kanan dan kiri9 sehingga manusia men"adi makhluk yang tidak pandai bersyukur>?@ mam ath,$habari?A ketika mena.sirkan ayat ini menerangkan bahwa g%daan &dari muka) adalah g%daan tentang persepsi dunia9 agar manusia men"adi serakah9 men&ari dunia dengan menghalalkan segala &ara9 akhirnya men"adi hamba materi bukan hamba Allah> G%daan &dari belakan() adalah g%daan tentang kehidupan akhirat9 agar melupakannya> G%daan &dari sebelah kanan) adalah g%daan terhadap kebenaran9 agar manusia ragu,ragu kepadanya> G%daan &dari arah kiri) berupa g%daan kebatilan agar manusia &enderung kepadanya{ ke&uali hamba,Nya yang masih ikhlas9 hanya ber%rientasi ke bawah 6su"ud7 dan atas 6Allah7> Arah *bawah+ dan *atas+ ini tidak bisa dimasuki %leh syetan>?B Kemudian Nabi shalla-llahu "alaihi wa sallam menga"arkan d%a untuk menghadapi dua g%daan terakhir>

QH P gfH ^K OJjEFfH ^JP JEH LF K fH gFHIK fH JDEFfH K H lL H FP QH UfH S aEFfH ^JP JEH LFf ZH FN H CJDEFfH K H lFN [P YN TDH E
&'a Allah, un#ukkanlah ke,ada kami al haq i u yan( benar dan karuniakanlah ke,ada kami 0kekua an1 un uk men(iku inya, dan un#ukkanlah ke,ada kami keba ilan i u keba ilan, dan berilah 0kekua an1 ke,ada kami un uk men#auhinya) Persepsi ummat slam terhadap slam telah terk%ntaminasi %leh paham .e%dalisme pada abad pertengahan dengan menampilkan kes%mb%ngan{
33 3x

-S al,An.al ? xw> Shafwa u Tafasir 9 hal> yvv> 3| $a.sir ath,$habari9 "u: 3|9 hal> w}> 3w -S 'unus ? }w> 3y -S al,Ara. ? 339 Shaad ? 4}> 3} -S al,Ara. ? 34> 34 Tafsir a h-Thabari9 "u: y9 hal> ww}> 3 -S al,Hi"r ? wv> 0ihat? Shafwa u Tafasir 9 hal> 33v>

kapitalisme yang melahirkan keserakahan{ dan s%sialisme yang membuahkan kedengkian>

H sFN\ K H XFH JbK CJDEH LFJ[ P pfN AK H LFH H K FH BP J H AFN H lFP b JK cJDEFPQ H TH RH FH o JK TJgK FN\ K H XFH bJK cJDEH LFJ[ P pfN AK fHR P B PH H lFH IH OH FH H sFHW H ^g J EFN\ K H XFH BH H CJDEH LFJ[ P pfN AK H LFHH bH H DEFH IH psFJ\ H lFH TH UFP JbK CJDEFPQ H TH RH W F]e _FVg EFVU Fbpf UFVg EFELtFmnH JoK H kFS IP pFP IJ H lFNV P FE BH H FHbH kJE Q^UFuE
&Was,ada dan #auhi al-kibr 0sombon(1, karena sesun((uhnya Iblis erbawa sifa al-kibr sehin((a menolak ,erin ah Allah subhanahu wa a!ala a(ar bersu#ud 0men(horma i1 ke,ada Adam "alaihis salam* Was,ada dan #auhi alhirsh 0serakah1, karena sesun((uhnya Adam "alaihis salam erbawa sifa alhirsh sehin((a makan dari ,ohon yan( dilaran( oleh Allah subhanahu wa a!ala* Was,ada ser a #auhi al-hasad 0den(ki1, karena sesun((uhnya kedua ,u ra Adam "alaihis salam salah seoran( dari keduanya membunuh saudaranya hanya karena al-hasad* +e i(a sifa er3ela i ulah asal se(ala kesalahan 0di dunia ini1*) 6H< bnu Asakir dari bnu !asud9 dalam 2ukh aru al-Ahadi s7> Sangat k%ntradikti. dengan sikap para salafus shalih9 ketika berinteraksi dengan .irman Allah maka sikap yang men%n"%l adalah ashdiq 6membenarkan7 dan aslim 6berserah diri79 kepatuhan 6submission79 ketaatan 6obedien3e7>?C !ereka memahami bahwa slam adalah manha# al-haya 9 a&uan dan kerangka tata kehidupan> !en&akup kehidupan indi8idu9 keluarga9 masyarakat9 bernegara dan hubungan intenasi%nal> slam tidak sekedar landasan etis9 tetapi a"aran yang aplikati. dalam berbagai aspek kehidupan> slam bukan a"aran yang te%ritis yang memadati pikiran9 tidak menga"arkan hal,hal yang tak bisa di&apai manusia9 tapi menerima manusia sebagaimana adanya dan mend%r%ngnya untuk men&apai sesuatu yang bisa digapai>:D !ereka laksana pra"urit yang menerima perintah dan tugas harian dari panglimanya> $idak ada sikap yang didahulukan ke&uali sami!na wa a ha!na 6kami mendengar dan kami siap mematuhinya7>:? Dalam menyikapi ayat,ayat yang mu asyabiha 6belum "elas maknanya7 sa"a mereka menyerahkan pena.sirannya kepada Allah9 apalagi berinteraksi dengan ayat,ayat yang muhkama 6"elas maknanya7>:: Hal ini sangat bert%lak belakang dengan paradigma ber.ikir yang dikembangkan %leh kalangan tertentu9 dimana ayat yang muhkama sa"a perlu dita.sirkan supaya lebih k%ntekstual9 lebih,lebih yang mu asyabiha > Ke6ua< krisis keban((aan dalam ber-Islam 0"azma u al-i$ izaz bid-diin1*
3;

-S al,Hu"urat ? 3w,3y{ al,An.al ? x> 0ihat? Hamudah Abdalati9 Islam in 7o3us, diterbitkan %leh WA!'> xv Abul Ala al,!aududi9 Prinsi,-,rinsi, Islam* x3 -S al,Ba2arah ? xy{ an,Nuur ? y3> 0ihat ? Sayid -uthb9 2a!alim fi h-Thariq* xx -S Ali mran ? 4> 0ihat? al-"Aqaid, Hasan al,Banna>

Di tengah keberagaman simb%l9 aliran pemikiran dan isme di era gl%balisasi saat ini9 ditambah dengan semakin gen&arnya peperangan pemikiran 6al-(hazwu al-fikri79 telah ter"adi asykik 6pr%ses peraguan79 a(hrib 6pembaratan79 a#hil 6pemb%d%han7 pada diri muslim terhadap dien,nya sendiri> Pemakaian kalimat "(hazw! disini menun"ukkan salah satu pihak yang akti.9 lainnya pasi.> Al(hazw al-fikri9 peperangan pemikiran9 ditandai dengan gen&arnya serangan dari luar tanpa perimbangan perlawanan dari dalam kaum muslimin> Sedang kalimat "harb! bermakna kedua belah pihak yang bertikai sama,sama akti. bergerak> (atidiri slami yang telah mengakar dalam "iwa kaum muslimin mengalami degradasi> !isalnya di nd%nesia sa"a k%sa kata sirri 6!akassar7 dari kata sarirah 6"ati diri79 3arok 6!adura7 dari kata (hirah 6&emburu79 yang semula inhern dengan simb%l ke, slaman berangsur,angsur hilang9 bahkan kemudian &enderung mengalami pembel%kan makna>:< Dahulu9 kaum muslimin nd%nesia rela kehilangan nyawa9 dan merasa bangga karena membela keh%rmatan diri 6"iffah7 sekali pun beresik%9 sekarang dihinggapi penyakit daya sah9 ban&i memin"am sabda <asulullah shalla-llahu $alaihi wa sallam yaitu9 sese%rang yang mendiamkan kemunkaran yang dilakukan %leh keluarganya dengan %rang lain> Kaum muslimin sedang di"angkiti 8irus wahn 6&inta dunia dan takut menghadapi kematian7> !ereka kurang per&aya diri9 malu menun"ukkan bahwa kemuliaan adalah milik Allah9 Nabi,Nya dan %rang beriman>:= !ereka tenggelam9 terpes%na dengan kebesaran negeri,negeri r%pa dengan paham materialismenya> !ereka lupa bahwa kaum muslimin lebih unggul dalam persepsi9 budaya9 adat istiadat9 nilai, nilai di hadapan Allah dari bangsa lain>:> Se"arah men&atat bahwa dunia ini did%minasi %leh mereka yang memiliki keyakinan> Paham materialisme begitu &epat berkembang9 karena pembawa ide%l%gi itu yakin akan keistimewaannya9 dan harapan akan "aminan masa depan> Kini9 baru terbukti perkembangan sains dan tekn%l%gi yang merupakan pr%duk paham kebendaan gagal dalam membawa manusia m%dern menu"u hidup bahagia>:@ $anpa keyakinan dan kebanggaan9 muslim m%dern 6al-muslim al-mu!ashir7 akan lemah dalam mempengaruhi dirinya apalagi meresp%n tantangan eksternal> Ke .0a< kehilan(an hara,an akan da an(nya ,er olon(an Allah 0"adamu alamal bi- a!yidillah1* Seringkali kaum muslimin dalam meme&ahkan pers%alan lebih mengedepankan pendekatan pada aspek %rganisasi9 ,lannin(9 mana(emen 9 effi3ien3y9 dan tekn%l%gi m%dern> Semua itu baik9 tetapi lupa bahwa di balik rekayasa manusia ada kekuatan transenden yang mend%minasi kehidupan ini9 yaitu inter8ensi $uhan 6 adakhul rabbani79 mana"emen lahi>
x| xw

Pr%.> Dr> Hamka9 ;hirah dan Tan an(an Islam> -S al,!una.i2un ? x> xy -S Ali mran ?3|;> 0ihat? Ru!ya un Islamiyah li Ahwaali al-"Alami al-2u!ashir9 karya !uhammad -uthb> x} Al-Islam 8adhara ul ;haad9 karya Dr> 'usu. al,-ardhawi>

Ketika ter"adi Perang Badar antara muslim dan ka.ir9 kekuatan material dua pasukan yang saling berk%n.r%ntasi itu tidak sepadan> Kaum muslimin dalam p%sisi lemah9 terdiri dari kalangan masyarakat akar rumput9 lapar 6berpuasa <amadhan79 peralatan perang seadanya> Semula kaum muslimin hanya ingin mengambil kembali hak,haknya yang dirampas %leh %rang ka.ir9 setelah pulang dari ka.ilah dagang> $etapi Abu Su.yan memilih "alan lain menu"u ke !akkah dan mempr%8%kasi kabilah -uraisy untuk berperang melawan kaum muslimin> Dengan kelebihan yang melekat pada dari t%k%h ka.ir !akah itu9 yakni %rat%r 6pandai ber&eramah tanpa teks9 khu hbah mur a#alah79 semua elemen masyarakat -uraisy9 tersulut amarahnya kepada k%munitas slam yang sedang dirintis %leh <asulullah shalla-llahu "alaihi wa sallam> Dalam waktu singkat bisa terkumpul pasukan w kali lipat dari "umlah pasukan slam>:A <asulullah shalla-llahu "alaihi wa sallam sendiri sempat mengkhawatirkan keberlangsungan eksistensi mereka9 umat beliau9 seperti terlukis dalam d%a yang beliau pan"atkan?

BJeg H FKJH JEFKWXFJB H JeP aFJVH TH XFP nH gfHK eJDEFK KH FJK TJYH aFJ\K FN[P YN TDH EFPQP a] JH UH FfH_FJWK DFJP JEFN[P YN TDH E FJ]H oJDE
&'a Allah, kabulkanlah doaku* 'a Allah sekiranya ,asukan ini han3ur erkalahkan, nis3aya En(kau idak akan disembah la(i di muka bumi se elah hari ini)* <asulullah shalla-llahu "alaihi wa sallam terus berd%a hingga selendangnya ter"atuh dari pundaknya9 hingga Abu Bakar radhiyallahu "anhu berkata kepada beliau9 *Demi Allah9 wahai <asulullah9 Allah pasti akan men%l%ng dan mengabulkan d%a Anda+> Allah subhanahu wa a!ala pun berkenan men%l%ng kaum muslimin dengan kemenangan yang sangat gemilang>:B Berbeda "auh saat kaum muslimin berperang pada Perang Hunain> Ketika itu mereka membanggakan SD! unggul dan peralatan perang> Karena peperangan dik%mand% langsung %leh <asulullah shalla-llahu $alaihi wa sallam diikuti %leh para Sahabat seni%r> Begitu keper&ayaan diri tertanam se&ara berlebihan9 hampir sa"a kaum muslimin mengalami kekalahan telak> Kebanggaan material terbukti tidak berhasil men%l%ng dari kepungan musuh dan merapatkan barisan kaum muslim>:C $halut dan ummatnya yang hanya minum seteguk air9 sekedar untuk melepas dahaga9 terbukti memiliki kekuatan mental untuk melan"utkan peperangan9 dan dengan i:in,Nya9 (alut dan pasukannya berhasil dipukul mundur> Sedangkan pra"uritnya yang minum air sungai se&ara berlebihan hingga kekenyangan9 ternyata tidak memiliki kesanggupan untuk berperang><D

x4 x

7iqh as-Sirah9 Syekh !uhammad al,Gha:ali> -S Ali mran ? 3x|> x; -S at,$aubah ? xy> |v -S al,Ba2arah ? xw;>

Demikian pula kekalahan yang sama dialami ummat slam pada Perang #hud9 ketika pasukan pemanah tidak disiplin karena terpes%na dengan kekayaan dunia>

rstFJ[P cKP JH lFK B^ JK UFJVK _FH ] P FJIP FEH H FN H lFJ[P OJTP FfHYJoH T JK _FJ[O P JHH lFJBH F n H JoKP _FJ[P cJOH gfHH lFfN RH DH LH l 63}yFqF\EbRU
&5an men(a,a ke ika kamu di im,a 0,ada ,e,eran(an %hud1, ,adahal kamu elah menim,akan kekalahan dua kali li,a ke,ada musuh-musuhmu 0,ada ,e,eran(an Badar1 kamu berka a, "5ari mana da an(nya 0kekalahan1 ini-! +a akanlah, "I u dari 0kesalahan1 dirimu sendiri!*) 6-S Ali mran ? 3}y7>

BAB III

zHShCDu
SL+SI ATAS BERBAGAI KRISIS

!engantisipasi krisis psik%l%gis ummat sebagaimana yang telah dipaparkan pada awal maudhu! 6tema7 ini9 perlu diambil langkah,langkah diagn%sis berikut> Per a!a< memahami syaria Islam se3ara er,erin3i 0al-ma!rifah ad-daqiq "an syari!a il Islam1 Dengan mengilmui syariat slam9 Allah akan memberikan "ilmu kasbi 6ilmu yang diper%leh melalui usaha yang tekun7 dan "ilmu ladunni 6ilmu baru yang didapatkan atas kemurahan Allah7> Dengan ilmu yang luas akan mengantarkan sese%rang mampu mengidenti.ikasi permasalahan kehidupan ummat dan men&ari s%lusi alternati.> Allah akan mengangkat dera"at %rang yang beriman dan berilmu><? P%sisi manusia lebih tinggi dari makhluk lain9 termasuk malaikat9 karena interaksinya dengan ilmu><: Allah men&ela %rang yang menuruti hawa na.su dan tidak mau menggali p%tensi,p%tensi sama!9 bashar dan fuad,nya se&ara maksimal><< bnu $aimiyah mengatakan keb%d%han adalah musibah kematian sebelum meninggal> Allah akan meminta pertanggung"awaban manusia atas penggunaan sama!9 bashar dan fuad,nya><= D%a yang seringkali dipan"atkan %leh <asulullah pada awal,awal perlangkahan slam adalah d%a agar dianugerahi SD! unggul9 &'a Allah, #ayakanlah Islam ini den(an masuk Islamnya salah sa u dari dua %mar*) Dengan ilmu syariat akan menambah pemiliknya takut kepada Allah9<> dan akan menyimpulkan bahwa semua &iptaan,Nya tidaklah sia,sia><@ Bangsa,bangsa yang memiliki k%mitmen peningkatan SD!9 maka akan memiliki keunggulan dalam berbagai aspek kehidupan9 s%sial9 p%litik9 ide%l%gi9 ek%n%mi9 keamanan9 dll> Dalam sebuah hadits di"elaskan bahwa perintah men&ari ilmu menggunakan kalimat faridha un9 dimana & a! marbu hah) dalam kata ini mempunyai arti superlati. 6mubala(hah79 alias sangat diwa"ibkan> Ke6ua< memban(un iman se3ara mendalam 0al-iman al-"amiiq1

|3 |x

-S al,!u"adilah ? 33> -S al,Ba2arah ? |3{ al,1Ala2 ? y> || -S al,Ara. ? 34> |w -S al, sra ? |}> |y -S /athir ? x> |} -S Ali mran ? 3;3>

man akan melahirkan kesadaran untuk hidup slami se&ara t%tal dan menyeluruh9<A menerima slam sebagai minha#ul haya 6sistem hidup79 tak ter"ebak pada parsialisasi slam 6#uz!iyya ul Islam79 atau ber, slam karena d%r%ngan intres pribadi><B man yang benar akan melahirkan sikap sami!na wa a ha!na 6kami mendengar dan kami tunduk7 pada ketentuan Allah><C !ukmin se"ati memiliki kesiapan lahir dan batin untuk diatur %leh Allah dengan suka rela>=D Dengan iman akan melahirkan l%yalitas pada kebenaran mutlak9 keadilan9 ke"u"uran9 kedamaian9 kedisiplinan9 keindahan dan si.at,si.at utama yang lain> Kemenangan iman bukan hadiah ummat slam semata9 tetapi kemenangan kemanusiaan atas ke:aliman9 ketidakadilan hukum dan ek%n%mi dan sikap represi. lainnya> Karena slam adalah untuk semua manusia 6 kaffa an lin-naas7 dan rahmat bagi alam semesta 6rahma an lil-"alamin7>=? man yang tidak melahirkan gerakan penegakan syariat dalam kehidupan sama "eleknya dengan amal yang tidak berlandaskan iman> Setelah mengikrarkan syahadat9 k%nsekuensinya adalah menegakkan syariat shalat>=: Syariat shalat merupakan penye,garan ulang tentang kesiapan muslim dalam mengatur segala aspek kehidupan dengan syariat9 demikian kata Al,!aududi> Ke .0a< membangun s"lidaritas dan s"liditas sesama ummat (al-ittishal alwatsiiq) $erapi yang ketiga adalah terampil dalam men"alin hubungan interpers%nal dan intrapers%nal 6shidqun fil mu!amalah7> Ada dua k%mp%nen penting sebagai pilar dalam bergaul 6rukn al-mukhala hah7> Per ama9 minimal kita tidak memiliki sikap berburuk sangka9 dengki9 ben&i kepada sudara muslim> +edua, maksimal kita mampu menun"ukkan sikap i sar 6mengutamakan %rang lain melebihi dirinya sendiri7> Berbeda dengan paham barat yang mengatakan9 *Kalian bebas berbuat apa sa"a asal tidak melanggar batas,batas kebebasan kami>+ slam menga"arkan se"auh mana Anda meng%rbankan kebebasan Anda untuk kepentingan %rang lain>=< Bert%lak dari shidqun fil mu!amalah akan melahirkan ukhuwah Islamiyah> Se"arah menun"ukkan bahwa dengan "alinan ukhuwah yang s%lid maka berbagai kesulitan maupun tantangan yang dihadapi ummat akan mudah diselesaikan> (ika ketiga diagn%sa krisis yang dipaparkan pada awal tema ini9 diu"i se&ara shahih pada realitas kehidupan ummat9 insya-Allah berbagai krisis yang bersi.at k%nsepsi%nal dan teknis akan segera berakhir>
|4 |

-S al,Ba2arah ? xv> -S al,Ba2arah ? y{ al,Ha"" ? 33> |; -S an,Nuur ? y3> wv -S an,Nisa ? }y> w3 -S al,Anbiya ? 3v4> wx -S $haha ? 3x9 3w> w| -S al,Hasyr ? ;>

Dengan sumber daya manusia yang beriman9 berilmu dan dirakit dalam bangunan %rganisasi yang k%k%h maka akan men, zhahir,kan slam diatas agama,agama yang lain9 semuanya>== Ketiga s%lusi mendasar diatas menurut ka"ian Sis ema ika 4uzulnya Wahyu dinamakan Prinsi, 5asar Aqidah9 Syari!ah dan Imamah-9amaah>

ww

-S ash,Sha.. ? ;> 0ihat? 4ahnu wal 8adharah al-;harbiyyah9 Abul Ala al,!aududi>

BAB I4

{?@QBCDLD[Yu d@RBCD_XLBCDiBDXr@BC
TAHAPAN T+R+NN:A WAH:+ SEBAGAI JAWABAN

Argumentasi "risinalitas te%stual (hujjatu ashaalati an-nash) Sesungguhnya pr%gram dasar Allah subhanahu wa a!ala men&iptakan manusia adalah9 ,er ama9 sebagai hamba,Nya> !aka9 langkah pertama dan utama se%rang hamba Allah adalah berusaha mendekatkan diri kepada Allah 6 aqarrub ilallah7>

6y}FqF-fAEDEtFK \L JP BP Jeo HK DFN K FH J K JEH LFN VK JDEFP iJZH TH kFfH _H L


&Tidaklah Aku men3i, akan 9in dan manusia ke3uali su,aya mereka 0u#un(u#un(nya1 beribadah ke,ada-+u*) 6-S ad:,D:ariyat ? y}7> Kesan 6a sar7 yang diper%leh lewat media pendekatan 6"ibadah mahdhah7 ini akan mendapat &urahan 3 dari 3vv salah satu si.at,Nya yang baik 6al-asma! al-husna79 diantaranya si.at ar-Rahman ar-Rahim> Satu rahmat sa"a bumi dan seisinya ber"alan dengan harm%nis9 seluruh makhluk hidup dengan damai9 ibu bisa mengasihi anaknya9 binatang,binatang buas tak berebutan dalam satu l%kasi minuman>

@ABCDEFGFH nN ^H JDEFH IH kH FP Q^ JK _FE BK EH LFHN TH H aFJVH _FK uEFKH JkH MK gFEJ]P ZN TH H a


&Berakhlaklah den(an akhlak Allah subhanahu wa a!ala baran(sia,a yan( berakhlak den(an salah sa u akhlak-4ya, nis3aya ia masuk sur(a*) 6al,hadits7

VJoK FPQH eH _FfHH lFH LFJWK gFJK BJH UFSVH FH B^ JK UFfHH lFqFN IH jH LFN H UFPuEFP rJ]P ZH AFqF FWK N ^DEFHrfH XFPQ P aJbH p H Fm H H _FKXFJW K H bH pH FH\ K L H FJWK J H FK XFPQ P aJbH pH FKQK JH FKXFJW K H bH pH FEH K H XFJW K P bP p JH A fU EH K FNW H DK FH H bH OJEFK\ K L H FfU EH K FKQ JoH DK FPi JgH bH OJK EFE bJ K FNW H DK FH H bH OJEFK\ K H XFPQ J^K _F bJoH kFm H H _ \foDEFELtF nH DH LJbH FP QP OJoa H sFf oJ_ H FJWK fH asFJ\K H LFf UfH gFP Q^ JK _FP iJgH bH OJK E
Nabi shalla,llahu 1alaihi wa sallam bersabda9 &Allah "azza wa #alla berfirman 0dalam hadi s qudsi1 . "Aku dalam san(kaan hamba-+u, dan Aku akan selalu bersamanya ke ika ia men(in(a -+u* +emudian a,abila ia in(a Aku dalam dirinya, Aku ,un men(in(a nya dalam diri-+u, dan #ika ia in(a ke,ada-+u dalam sa u kaum, maka Aku akan men(in(a nya dalam kaum yan( lebih banyak dari ,ada kaum i u* 9ika ia mendeka ke,ada-+u se#en(kal, Aku akan mendeka inya sehas a* 9ika ia mendeka -+u sa u has a, Aku akan mendeka inya sede,a* 5an #ika ia da an( ke,ada-+u den(an ber#alan kaki, aku akan da an( ke,adanya den(an berlari-lari ke3il*) 6H< al,Bukhari dan !uslim7>

Ketika se%rang hamba mendekat Allah subhanahu wa a!ala dan telah terbangun &inta se&ara timbal balik antara dia dengan Allah9 maka Allah akan men"adikannya sebagai kekasih,Nya 6waliyyuhu79 hamba,Nya 6"abduhu7 atau <asul,Nya 6rasuluhu79 untuk membantu 3 dari tugas,tugas,Nya dalam mengatur alam semesta 6rabbul "alamin79 sehingga semua akti.itas kehidupannya adalah implementasi dari kehendak,Nya>

QP O JH sFJBH ZH XFfo K DH LFJW K DFH fH UFJV H _FqF FKu EFP rJ]P H FHrfH FqFHrfH FFHH bJAH b P FK gH lFJV H U rEH H AFfH_ H LFKQ JoT HH UFPi JH bO H JXEFfNR K _FNW H DK FN H H lFm JWH g K FJB K JH UFNW H DK FH N bH Za H FfH_ H LFK JbH CJDfK g QK gFP H RJ H AFJ KN DEFP QH eJRH FPi J^P pFPQ P O JH JH lFEH K H XFPQ N H H lFN OH FK IK XEH ]N ^DfK gFNW H DK FP N bH ZO HH AFJ B K JH U \K H LFfHY K gFJW K JRA H FKO N DEFPQ H TJjK L H FfHY K gFP K JA H FJ K N DEFP H BA HH LFKQ K gFP bK JA P FJ K N DEFP H bH H gH L fDEFELtFP Q NH JoU KP H FJW KH fH eH OH EFK VK H DH LFP QN ^H oK JUP HH FJWK ^H DH MH
Dari Abu Hurairah radhiyallahu "anhu berkata ? <asulullah shalla-llahu $alaihi wa sallam bersabda ? Bahwa Allah subhanahu wa a!ala berfirman . &Baran(sia,a memusuhi wali-+u, maka +uizinkan ia 0yan( memusuhi i u1 di,eran(i* Tidaklah hamba-+u mendeka kan diri ke,ada-+u den(an sua u amal lebih +usukai dari,ada #ika ia men(er#akan amal yan( +uwa#ibkan ke,adanya* 8amba-+u selalu mendeka kan diri ke,ada-+u den(an amalanamalan sunnah sehin((a Aku men3in ainya* 9ika Aku men3in ainya, maka Aku men#adi ,enden(aran yan( ia menden(ar den(annya, men#adi ,en(liha an yan( ia meliha den(annya, seba(ai an(an yan( ia memukul den(annya, seba(ai kaki yan( ia ber#alan den(annya* 9ika ia memin a ke,ada-+u ,as i +uberi dan #ika ia min a ,erlindun(an ke,ada-+u ,as i +ulindun(i*) 6H< al, Bukhari7> !aka tugas yang kedua9 manusia adalah sebagai wakil Allah 6khalifah,Nya79 untuk mengatur alam semesta 6rabbul "alamin7> Dalam usaha memakmurkan alam ini 6i!mara79 ada makhluk yang memiliki p%tensi untuk mengurus dirinya dan mengel%la alam9 ada makhluk yang bisa mengurus dirinya sendiri dan ada makhluk yang men"adi urusan %rang lain> )rang yang memiliki kapasitas mengurus sesama dan sekelilingnya itulah yang dikateg%rikan %leh hadits sebagai penggembala 6ra!in79 yang kepadanya Allah menyerahkan mandat khila.ah,Nya di muka bumi ini>

6}3FqF]tFfH Yo JK XFJ[P pH bH RJeH OJEH LFK J H JEFH VK _FJ[P pH M H JH lFJK N DEFH ]P


&5ia elah men3i, akan kamu dari bumi 0 anah1 dan men#adikan kamu ,emakmurnya*) 6-S Huud ? }37>

6|vFqFbZDEtFnH JoK TH kFK JH JEFK XF IK UfH jFJWS K


&Sesun((unya Aku hendak men#adikan seoran( khalifah di muka bumi*) 6-S al,Ba2arah ? |v7> $ugas kehambaan dan kekhali.ahan ini harus ber"alan se&ara seimbang> Apabila kedua tugas itu tidak ber"alan se&ara sinergis9 maka dalam diri manusia akan ter"adi perkembangan yang tidak utuh 6s,li ,ersonali y7> Di satu aspek kuat

dalam p%tensialisasi diri9 tetapi pada aspek yang lain lemah dalam aktualisasi diri> Keimanan yang tidak melahirkan kepekaan dan tanggung "awab s%sial9 sama "eleknya dengan amal yang tidak dilandasi %leh iman> Dan manusia m%del ini termasuk pendusta agama> Shalih se&ara ritual tetapi tidak shalih s%sial> S%s%k yang baik untuk dirinya sendiri 6shalih li nafsihi79 tidak shalih bagi %rang lain> Dalam memakmurkan alam sebagai tugas kekhali.ahan9 Allah subhanahu wa a!ala telah membuat paket aturan yang mengandung kebenaran mutlak9 maka di"amin sukses dalam men"alankan .ungsi sebagai wakil,Nya> Aturan itu disebut diinul haq 6dien yang benar7> $u"uan 6al-hadaf7 penegakan aturan ini agar diunggulkan,Nya atas agama yang lain>

K bH pFJ]H DH LFKQ S TP pFKV A JS BDEFH TH UFP @P E B FS H CJDEFKV A JK H LFH BP YJDfK gFP QH DJ]P H FH IH JH lFJ K N DEFH ]P >6||,|xFqFng]ODEtFH \J]P pK bJP RJDE
&5ialah yan( men(u us Rasul-4ya 0den(an membawa1 ,e un#uk 0al-Qur!an1 dan a(ama yan( benar un uk dimenang%an-N a a as se(ala a(ama, walau,un oran(-oran( musyrik idak menyukai*) 6-S at,$aubah ? |x,||7> Pr%ses pemenangan agama slam ini adalah dengan pen&erahan> !enampakkan &ahaya 6nuur79 sehingga kegelapan,kegelapan 6zhuluma 7 sirna dengan sendirinya> 2enan( an,a n(asorake lan n(luru( an,a bala 6menang tidak menghinakan pihak yang kalah9 dan mendatangi tanpa membawa bala tentara7> Seperti sastra berikut yang melukiskan kehadiran <asulullah shalla-llahu "alaihi wa sallam*

K JLP B DEFP fH JK _FH iJH lFFK J] P FH J]H XF J] P FH iJH lFF B JH gFH i JH lF JRH FH iJH l
&En(kau adalah ma ahari* En(kau adalah bulan ,urnama* En(kau adalah 3ahaya di a as 3ahaya* En(kau adalah lam,u 0,eneran(1 ha i*) Penegakan aturan 6iqam ud dien7 adalah dharurah basyariah 6kebutuhan primer7 dan ha#ah syar!iah 6tuntutan keagamaan7> Karena Allah adalah pen&ipta 6al-+haliq79 bumi adalah &iptaan,Nya dan manusia adalah makhluk,Nya> (ika Allah sebagai Pen&ipta sementara makhluk,Nya tak memberlakukan tegaknya syariat di bumi,Nya9 pastilah akan ter"adi 3haos 6fi nah7>

6xxFqFfoEtFfH aB HH H H DFuEFN K F nH YK DsFfH RK Yo JK XFH \fH pFJ]H D


&Seandainya ,ada keduanya 0lan(i dan bumi1 ada dua Tuhan, maka ,as ilah keduanya binasa*) 6-S al,Anbiya ? xx7> #ntuk menghindari keka&auan ini9 terkadang harus memilih alternati. perang> Perang bukan berarti merusak9 tetapi menghilangkan berbagai hambatan 6"awa!iq7 yang menghalangi sampainya rahmat slam ini kepada yang berhak menerimanya> barat tubuh yang tertimpa penyakit akut9 untuk men&egah penularannya ke seluruh tubuh9 maka bagian tubuh yang terluka terpaksa diamputasi> Demi kesembuhan tubuh9 minum %bat yang pahit alternati. yang harus dipilih> Demikianlah sebagian .il%s%.i perang dalam slam>

FKuK FP Q TP pFP VA JB S DEFH \J]P cA HH LF n^ K JOK XFH \] JP cH aFH FN OH FJ[P J]P TK afH
&Peran(ilah mereka sehin((a idak er#adi fi nah dan #adilah ke aa an semuanya 0dikembalikan1 milik Allah*) (ika aturan dari Allah 6dienul haq7 dilaksanakan se&ara kaffah, insya-Allah alam semesta akan ke&ipratan rahmat 6rahma an lil "alamin7> Namun yang perlu digarisbawahi disini bahwa al,-uran ini bukan untuk manusia sa"a9 tetapi diperkuat dengan kawasan yang didesain khusus agar k%ndusi. tegaknya nilai, nilai kebenaran dalam segala aspek kehidupan> Di !adinah9 semua etnis9 suku9 agama9 kaum muna.ik dan ka.ir diberi kebebasan untuk melaksanakan keper&ayaannya9 asalkan berpegang teguh dengan kesepakatan bersama9 dan sebagai wasitnya 6wasa han7 adalah <asulullah shalla-llahu "alaihi wa sallam*

JH JEH LFKH RN DEFHV K _Fm- fH pH bH gFJ[ K YJoH TH UFfH^ JCH OH H DFEJ]H Za N EH LFEJ]P ^H _sF @ ABCD j FN\ H lFJ]H DH L 6;}FqFdEbUEtFH \J] PK JcH AFEJ]P fH pFfH RK gFJ[P fH FJH kH MH XFEJ]P g NH pFJVK cH DH L
&9ikalau sekiranya $endudu% negeri-negeri mau beriman dan ber akwa, ,as ilah +ami akan melim,ahkan ke,ada mereka berkah dari lan(i dan bumi, e a,i mereka mendus akan 0aya -aya +ami1 i u, maka +ami siksa mereka disebabkan ,erbua annya*) 6-S al,Ara. ? ;}7> 'ang men"adi s ressin( ayat ini bukan sa"a penduduknya 6ahl79 tetapi sekaligus kawasannya 6al-qura7> Se%rang muslim yang tenang dengan kawasan yang tidak slami9 sementara dia tidak mengupayakan penerapannya9 maka ia meninggal dalam keadaan menganiaya diri sendiri9 dan akan masuk neraka> 4a!udzu billah min dzalik>

VJoK H eJH OJ P _FfN^ P pFEJ]P DfH FJ[ P OJ^P pFH[ JoK XFEJ]P DfH FJ PL y D~ R BH D [ e K RBCD jH \ X dFHV A JK N DEFN\ K [N ^H YH jFJ[P EH LJMH _FHK H DJLP MH XFfHYJoK XFEJLP bK jfH YP OH XF nH eKEH LFKuEFP JH lFJVP ca H FJ[H DH lFEJ]P DfH FKJH JEFKWX E bo JK H _FJ-H H H L
&Sesun((uhnya oran(-oran( yan( diwa!at%an malai%at dalam %eadaan mengania a diri sendiri+ 0ke,ada mereka1 malaika ber anya, "5alam keadaan ba(aimana kamu ini-! 2ereka men#awab, "Adalah kami oran(-oran( yan( er indas di ne(eri 02ekah1!* Para malaika berka a, "Bukankah bumi Allah i u luas, sehin((a kamu da,a berhi#rah di bumi i u-! Fran(-oran( i u em,a nya neraka 9ahannam, dan 9ahannam i u seburuk-seburuk em,a kembali*) 6-S an,Nisa ? ;47> 'ang dimaksud ayat ini ialah %rang,%rang muslim !ekah yang tidak mau berhi"rah bersama Nabi sedangkan mereka mampu> !ereka ditindas dan dipaksa %leh %rang,%rang ka.ir ikut bersama mereka pergi ke perang Badar9 akhirnya diantara mereka ada yang terbunuh dalam peperangan itu>=>

wy

Al-Qur!an dan Ter#emahnya9 Depag < 9 hal> 3|4>

Kita wa"ib mengupayakan terwu"udnya kawasan yang slami 6al-bi!ah alIslamiyah7> Sekalipun se&ara ge%gra.is mempriha,tinkan9 membuat %rang menangis 6bakkah79 karena tandus dan gersang> (ika di tempat pertama kurang menguntungkan9 &arilah ke tempat lain> Insya-Allah di tempat baru itu dipenuhi barakah dari segala pen"uru> Sebagaimana yang diperagakan %leh brahim dan istrinya Ha"ar serta anaknya smail> Demikian pula yang dilakukan Nabi Nuh9 0uth9 !usa dan <asulullah shalla-llahu "alaihi wa sallam* Dari Hu:ai.ah bin al,'aman radhiyallahu "anhu berkata9 *)rang banyak biasanya menanyakan kepada <asulullah shalla-llahu $alaihi wa sallam tentang kebaikan9 tetapi saya menanyakan kepada beliau tentang keburukan 6bahaya79 karena takut menimpa saya> Saya bertanya9 1'a <asulullah Sesungguhnya kami dahulu dalam masa #ahiliyah dan keburukan9 lalu didatangkan Allah kepada kami kebaikan> Adakah sesudah kebaikan itu akan ter"adi keburukanz (awab Nabi9 "'a!> Saya bertanya9 1Adakah sesudah keburukan ada kebaikanz (awab Nabi9 "'a, a,i ada yan( merusaknya*! Saya bertanya9 1Apakah perusak ituz (awab Nabi9 "Sekum,ulan oran( yan( memim,in bukan menuru #alan yan( benar* Seba(ian indakan mereka ada yan( en(kau ,andan( baik dan ada yan( idak*! Saya bertanya9 1Apakah sesudah kebaikan itu ter"adi lagi keburukanz (awab Nabi9 "'a* Fran(-oran( yan( meman((il di ,in u neraka* Sia,a yan( mem,erkenankan ,an((ilannya, mereka dilem,arkannya ke dalam neraka*! Saya bertanya9 1'a <asulullah9 terangkanlah kepada kami keadaan mereka (awab Nabi9 "+uli mereka sama den(an kuli ki a dan mereka berbi3ara den(an bahasa ki a!* Saya bertanya9 1Apakah yang engkau perintahkan kepada saya9 kalau seandainya saya mendapati hal yang demikianz (awab Nabi9 "8endaklah en(kau e a, dalam #ama!ah kaum muslimin dan men(iku i imam mereka*! Saya bertanya9 5Ba0a.!ana kalau .6ak !e!punya. ja!aah 6an .!a!7 Ja"a- Na-.< .auhilah semua %el"m$"% se%ali$un %arena itu eng%au sam$ai menggigit (mengun ah) urat-urat %a u+ sehingga eng%au meninggal dalam %eadaan demi%ian, 2Mu a8a9 5ala.h3= (ika kebenaran yang datang dari Allah subhanahu wa a!ala tak dilaksanakan9 pasti timbul malapetaka> Aturan dari selain Allah hanya berdasar hawa na.su dan persangkaan #ahiliyah> Selain dinul haq adalah menyesatkan>

6|xFqF]AtFH \J]P XH bJa P FN H MH XFP rH N DEFN K FS H CJDEFH BJeg H FEH fH RH XF H CJDEFP [P c gH FP uEFP [P cK DH H X
&2aka 06a yan( demikian1 i ulah Allah Tuhan kamu yan( haq 0sebenarnya1, maka iada sesudah kebenaran i u, melainkan kesesa an* 2aka ba(aimanakah kamu da,a di,alin(kan 0dari kebenaran1-) 6-S 'unus ? |x7>

63xxFqFf^DEtF JoK FKuEFH VK _FP B H JH lFJVH _H L


&Sia,akah yan( lebih benar ,erka aannya dari Allah*) 6-S an,Nisa ? 3xx7>

64FqFf^DEtFf JAK BH FKuEFH VK _FP B H JH lFJVH _H L


&Sia,akah yan( lebih benar ,erka aannya dari Allah*) 6-S an,Nisa ?47>

&'an( demikian i u, karena sesun((uhnya Allah, 5ia lah yan( haqq*) 6-S al, Ha"" ? }{ }x7>

6|vFqF\fRZDtFP IK fH JDEFKQ K JLP FJVK _FH \J]P UJBA H FfH _FN \H lH LF H CJDEFH ]P FHuEFN \H Mg K FH K DH
&5emikianlah, karena sesun((uhnya Allah, 5ia-lah yan( haq dan sesun((uhnya a,a sa#a yan( mereka seru selain Allah i ulah yan( ba il*) 6-S 0u2man ? |v7>

63w4FqFbZDEtFH VJAK bO H JRP RJDEFH VK _FN VH J]P ca H FH H XFH S gH FJVK _F H CJDE


&+ebenaran i u berasal dari Rabbmu maka #an(an sekali-kali kamu men#adi oran( yan( ra(u-ra(u*) 6-S al,Ba2arah ? 3w47> Kebenaran dari Allah itu men&akup ayat,ayat anziliyah 6ayat quliyah7>

6|FqFBDEtFHg SH FJVK _F H CJDEFH ] P FJIg H FP EH bH OJXEFH \J]P DJ]P ZA H FJH l


&Te a,i men(a,a mereka 0oran( kafir1 men(a akan, "5ia 02uhammad1 men(ada-adakannya!* Sebenarnya al-Qur!an i u adalah kebenaran 0yan( da an(1 dari Tuhanmu*) 6-S as,Sa"dah ? |7> Demikian pula kebenaran itu men&akup ayat,ayat kauniyah 6alam semesta7>

63;3FqF\EbRUFrstFK fH gFEH H FHiJZH TH kFfH _FfH ^N gH


&Wahai Rabb kami, idaklah En(kau men3i, akan semua ini sia-sia*) 6-S Ali mran ? 3;37> Se&ara .isik9 manusia baik dalam keadaan suka atau terpaksa tunduk pada aturan hukum alam 6sunna ullah7> Pr%ses ke"adian manusia dari #anin 6embri%79 shabiy 6bayi79 hifl 6anak,anak79 murahiq 6pemuda79 kuhulah 6dewasa7 dan syaikh 6lan"ut usia79 adalah .en%mena pen&iptaan yang diren&anakan $uhan pasti ter"adi> $iada yang bisa menghalangi pr%ses itu sedikitpun9 Sekalipun se&ara 8erbal bisa men%lak> $iada sikap lain terhadap kebenaran mutlak itu ke&uali mempela"ari dan mengikutinya>

@ABCDEFGFP | ZH Y dCFfH ^JP JEH LFf ZH FN H CJDEDH y _ FN [P YN TDH E


&'a Allah $erlihat%an ke,ada kami kebenaran i u kebenaran dan karuniakanlah ke,ada kami 0a(ar1 mengi%utin a,/ Ketika mempela"ari kalimat Allah 6aya qauliyah7 dan mengka"i khalqillah 6&iptaan Allah9 ayat kauniyah79 di dalamnya pasti ada aturan yang mengikat> Aturan .irman Allah dikenal dengan qadha! asyri!i dan aturan &iptaan Allah disebut qadha! akwini>

6}wFqF]AtFKuEFK-fH RK TH cK DFH IJAB K JH aFH


&Tiada ,erubahan ba(i kalima -kalima Allah*) 6-S 'unus ? }w7>

6|vFqFLbDEtFK uEFKJTH K DFH IJAB K JH aFH

&Tidak ada ,erubahan ba(i 3i, aan Allah*) 6-S ar,<uum ? |v7> Ketaataan kepada ketentuan syariat akan mempengaruhi keteraturan aturan alam> =%nt%h perbuatan :ina memperpendek umur9 sedekah bisa men%lak ben&ana9 silaturrahim bisa memperpan"ang umur9 mengh%rmati tamu mendatangkan ri:ki dan mengurangi d%sa9 dll> <asulullah shalla-llahu $alaihi wa sallam sendiri tidak berani mengubah hukum Allah subhanahu wa a!ala> Dahulu ada se%rang wanita !akh:umiyah yang memin"am perhiasan9 namun dia mengingkarinya> 0alu <asulullah shalla-llahu "alaihi wa sallam memerintahkan untuk mem%t%ng tangan wanita itu> Seketika itu keluarganya pun datang kepada #samah bin ~aid radhiyallahu "anhuma9 dan mereka mendiskusikan kasus tersebut dan minta keringanan hukum> 0alu #samah membi&arakannya kepada Nabi shalla-llahu "alaihi wa sallam* Selan"utnya Nabi shalla-llahu "alaihi wa sallam bersabda kepada #samah9 &8ai %samah, aku idak memberi dis,ensasi ke,adamu, berkai an den(an sanksi had dari bebera,a hukum Allah sw *) Kemudian Nabi shalla-llahu "alaihi wa sallam berdiri dan berkhutbah9 beliau bersabda sebagaimana yang diriwayatkan Aisyah radhiyallahu "anha ?

[K YJoK XFHH bH FEH K H LFP J]P pH ba H FP JAK bN DEFP[ K YJoK XFHH bH FEH K FPQ N H MK gFJ[ P cH T JH FH\ fH pFJV H _FH H TH FfHR N K iJeH H ZH DFJiH H bHFm BN RH CP _FPiJ^K gFP nH RK fH XFJiH fH pFJ]H DFK K Bo HK gFJWKJH FJ KN DEH LFP J]P eH H FP JoK eN DE f^DELF[T_LFBRlFELtFKnN oK _JLP JH RJDEFP BA H FH K P ZH XFfH B HH A
&Sesun((uhnya han3urnya (enerasi sebelum kalian adalah manakala oran( erhorma men3uri, mereka membiarkannya* 5an a,abila yan( men3uri ,ada mereka adalah oran(-oran( yan( lemah, mereka memo on( an(annya* 5emi 5za yan( #iwaku ada dalam (en((aman-4ya, andaika a 7a himah ,u ri 2uhammad men3uri, maka akan ku,o on( an(annya* 2aka di,o on(lah an(an wani a 2akhzumiyah i u*) 6H< Ahmad9 !uslim dan Nasai7> Dalam aturan ini9 tugas manusia hanya sebatas menampakkan,nya dalam kehidupan 6muzh-hirul hukm79 bukan menetapkan aturan 6mu sbi ul hukm7> Karena yang berhak membuat dan menetapkan aturan9 mengharamkan dan menghalalkan hanya Allah> Aturan yang diberlakukan tanpa meru"uk .irman Allah dinamakan hukum #ahiliyah 6b%d%h9 tidak tahu diri7> Kebenaran .irman Allah ini didukung %leh ar(umen asi eks ual 6nash7> Huru., huru.nya9 kata,katanya9 uslub 6susunan kalimat79 adalah pilihan $uhan sendiri> (ika ingin menyentuh hati manusia9 Dia menggunakan kata,kata yang halus9 dan "ika ingin menga"ak melakukan peker"aan berat9 Dia menggunakan kata,kata yang se&ara makhra# berat diu&apkan>

634FqF]DEtFK\EH o JK RJDEH LFS H CJDfK gFH fH OK cJDEFH rH JH lFJK N DEFP uE


&Allah menurunkan ki ab al-Qur!an keseimban(an*) 6-S asy,Syura ? 347> den(an ,enuh kebenaran dan

Seimbang "umlah kata,katanya9 baik antara kata dengan padanannya9 lawan katanya dan dampaknya> Ha at terulang sebanyak lawan katanya maut+

masing,masing 3wy kali> A%hirat terulang 33y kali sebanyak dunia> Malai%at terulang sebanyak kali sebanyak kata s etan> Thumaninah 6ketenangan7 terulang 3| kali sebanyak kata dhiq 6ke&emasan7> #anas terulang w kali sebanyak kata dingin, Kata in!aq terulang sebanyak kata yang menun"ukkan dampaknya yaitu ridha 6kepuasan7 masing,masing 4| kali> 0i%ir sama dengan akibatnya yaitu $en esalan masing,masing 3x kali> 1a%at sama dengan ber%at yakni %ebaji%an melim$ah9 masing,masing |x kali> Kata aum 6hari7 terulang sebanyak |}y9 se"umlah hari dalam setahun> Kata s ahr 6bulan7 terulang 3x kali9 "uga se"umlah bulan,bulan dalam setahun> Argumentasi kebenarannya bisa dibuktikan se&ara kon eks ual 6p%la penerapannya9 manha#7> P%la penerapan ini dikenal dengan met%de adri#i 6(radual9 bertahap7> <ahasia tahapan pelaksanaan wahyu ini memiliki hikmah khusus>

63vyFqFEbEtFH { } yD tBH a? FP fH ^JDH JH lD tBH a ?


&5an +ami urunkan 0al-Qur!an i u1 den(an sebenar-benarnya dan al-Qur!an i u elah urun den(an 0membawa1 kebenaran*) 6-S al, sra ? 3vy7> #ngkapan &menurunkan) dalam ayat diatas menggunakan kata tanzil, yang berasal dari akar kata nazzala-yunazzilu-tanzilan, bukannya anzala-yunziluinzaalan, ni menun"ukkan bahwa turunnya itu se&ara bertahap dan berangsur, angsur> #lama bahasa membedakan dua kalimat tersebut> Tanzil berarti turun se&ara bertahap9 sedang inzal hanya turun dalam arti umum>

63v}FqFEbEtF JAK J^H aFP fH ^JDN HH LFm e SDi K ZD H QBCDi K ZD @A x BD H Q` @ \Ff sJbP H L
&5an al-Qur!an i u +ami ba(i-ba(i, agar %amu da$at memba2a%ann a %e$ada manusia se2ara berangsur-angsur, dan +ami urunkan ia den(an urun yan( sem,urna*) 6-S al, sra ? 3v}7>

vC \ D| aDf Y Q BDp B s F H BK EH LFnH TJRP jFP\ sJbP ZJDEFKQ JoH TU H FH rK JP lFH J]H DFEJLP bH H pFHV A JK N DEFHrfH H L 6|xFqF\fbDEtF UE d@d D H QK d _ ?
&Berka alah oran(-oran( kafir, "2en(a,a al-Qur!an i u idak di urunkan ke,adanya sekali urun sa#a-! )emi%ianlah su$a a 0ami $er%uat hatimu dengann a dan 0ami memba2a%ann a %el"m$"% demi %el"m$"%*) 6-S al, /ur2an ? |x7> (adi melaksanakan wahyu se&ara bertahap adalah intruksi dan a&uan langsung dari Allah> <asulullah shalla-llahu $alaihi wa sallam hanya mengikutinya 6i iba!7 tanpa mere8isi sedikitpun9 sama sekali tidak membuat,buat sesuatu yang baru tanpa &%nt%h sebelumnya>

fH_ FN K FP K a NH lFJ\ K FJ[ P cK gFH H LFJW g K FP IH eJP AFfH_ FJ K JH lFfH_ L H FK IP bDEFHV K _FfU B JK gFPi J^P pFfH_ FJIP 6;FqFdfZEtFN WH DK FH J]P A

&+a akanlah . Aku bukanlah rasul yan( ,er ama dian ara rasul-rasul dan aku idak men(e ahui a,a yan( akan di,erbua erhada,ku dan idak 0,ula1 erhada,mu* Aku idak lain hanyalah men(iku i a,a yan( diwahyukan ke,adaku*) 6-S al,Ah2a. ? ;7> (ika kita tidak menerapkan kebenaran dari Allah berarti kita manusia yang s%k tahu 6#ahiliyah7>

P uEFK H lFP [H TJUH lFJ[P OJH lH l


&+amukah yan( lebih ahu a aukah Allah-)

6x3}FqFbZDEtFH \J]P RH TJeH aFH FJ[O P JH lH LFP [H TJeH AFP uEH L


&Allah men(e ahui dan kamu idak men(e ahui*) 6-S al,Ba2arah ? x3}7> $ahapan turunnya wahyu disini menurut pakar ta.sir dari kalangan sahabat9 bnu Abbas9 yaitu ? -S al,1Ala2 3,y9 al,-alam 3,49 al,!u::ammil 3,3v9 al, !uddatstsir 3,49 dan ditutup dengan al,/atihah 3,4> Diakhiri dengan surat al, /atihah karena ia induk al,-uran> 'ang memahami dan melaksanakan al, /atihah %t%matis men"iwai seluruh al,-uran>

Argumentasi %"nte%stual (hujjah al-%a !i ah aw al-manhaj) Standar kebenaran k%nsep di samping %risinil9 steril dari &ampur tangan manusia9 diukur pula tingkat kemampuannya dalam melahirkan pelakunya 6alQur!anu yah aa#u ila ra#ulin Qur!ani7> Nilai,nilai al,-uran yang ideal harus membumi9 dibuktikan dengan perilaku pemeluknya> (ika kita mengka"i per"alanan <asulullah shalla-llahu $alaihi wa sallam dalam membumikan al,-uran9 dalam "angka waktu x| tahun9 gurun (a:irah Arab terbukti dipadati manusia,manusia besar yang siap memimpin dunia> !anusia yang telah tertata ulang persepsi 6 ashawwur7 dan bashirah,nya 6mata hati7 tentang dirinya9 pandangan terhadap alam sekitarnya9 wawasan tentang $uhannya dan misi kehadirannya di dunia> Dari sinilah awal perubahan besar itu ter"adi> Dari masyarakat yang n%maden 6badawah79 lahirlah $emi%ir dan ilmuwan besar seperti #mar bin al,Khaththab9 Ali bin Abi $halib9 bnu #mar9 bnu Abbas9 bnu !asud9 ~aid bin $sabit9 #bay bin Kaab> Bahkan9 menurut &atatan bnul -ayyim al,(au:iyyah9 "umlah sahabat yang ditinggalkan <asulullah shalla-llahu "alaihi wa sallam saat beliau wa.at ber"umlah 3}>vvv %rang9 dimana sekitar 3vv sampai 33v %rang diantara mereka adalah ulama> Dari masyarakat yang buta aksara itu lahirlah $emim$in-$emim$in besar> Pemimpin negara seperti Abu Bakar9 #mar bin al,Khaththab9 #tsman bin A..an9 Ali bin Abi $halib> Pemimpin militer seperti Khalid bin Walid9 Abu #baidah al,(arrah9 al,!utsanna bin al,Haritsah9 Saad bin Abi Wa22ash9 1Amr bin al,1Ash9 dll>

Dari masyarakat yang tidak terstruktur itu mun&ul puluhan entre$reneur ulung seperti Abu Bakar9 #stman bin A..an9 Abdurrahman bin Au.> Bahkan ; dari 3v sahabat yang di"an"ikan masuk surga adalah pebisnis> Dan lebih banyak lagi keahlian yang dimiliki dari kalangan shahabiyat <asulullah shalla-llahu "alaihi wa sallam* Dari masyarakat yang buta budaya itu mun&ul kel%mp%k $r"!esi"nal dalam berbagai bidang> Bidang hukum 6Ali bin Abi $halib9 Syuraih al,-adhi79 administrasi 6Abu #baidah79 inteli"en 6shahibus sirr7 seperti Hud:ai.ah bin al, 'aman dan al,Abbas9 atau aspek bahasa seperti ~aid bin $sabit> Dari masyarakat yang tidak diperhitungkan dalam per&aturan peradaban dunia saat itu9 lahir dari kalangan (rass roo yang memiliki %"mitmen %eagamaan ang %uat seperti Bilal bin <abah9 Shuhaib bin Sinan ar,<umi9 atau keluarga 1Ammar bin 'asir> Akidah bagi mereka lebih berharga dari nyawanya9 sekalipun se&ara ek%n%mi mereka kekurangan> Dari mereka lahir pula pemuda dari keturunan budak yang men"adi panglima perang9 misalnya #samah bin ~aid> Kualitas ilmu dan iman para sahabat melebihi dari manusia pada masanya> Kualitas se%rang dari mereka melebihi 3vvv %rang biasa> Ra#ulun ka-alfin> Sungguh9 suara Abu $halhah al,Anshari lebih baik daripada sekel%mp%k %rang 6lashaw u Abi Thalha a khairun min fi-a in7> Ketika sebagian sahabat ada yang mentertawakan .isik bnu !asud yang kurus9 <asulullah membela dengan ungkapannya yang terkenal9 &Sun((uh kaki Ibnu 2as!ud lebih bera dari (unun( %hud di sur(a kelak, karena komi men ,er#uan(annya)> Demikianlah pr%.il generasi pertama kaum muslimin> Se"arah men&eritakan kepada kita tentang kemampuan al,-uran untuk melahirkan %rang,%rang besar> $inta emas se"arah tidak pernah kering dari s%s%k manusia yang kematangan pemikirannya melebihi usianya9 kedewasaannya melampaui masanya9 kehadirannya mengg%n&angkan dunia dan mengagumkan bagi yang mengenalnya dengan "u"ur> Kini kaum muslimin berada pada titik nadir kelemahannya9 memerlukan kehadiran m%del manusia seperti mereka untuk memandu mereka keluar dari keterpurukannya> Bagaimanakah langkah met%d%l%gis supaya men"adi manusia muslim idealz Hanya k%nsep %risinil dan diterapkan se&ara sistematis dari al, -uran yang bisa men"awabnya>

qFbCDEtFKuEFK nH oJH kFJVK _Ff US BHO HP _FfeK fH kFPQO H JAH lH bH DFm IH H jFH TH UFH\sJbP ZJDEFEH H FfH^JDH JH lFJ]H D 6x3
&+alau sekiranya +ami menurunkan al-Qur!an ini ke,ada sebuah (unun(, ,as i kamu akan meliha nya unduk er,e3ah belah disebabkan aku ke,ada Allah*) 6-S al,Hasyr ? x37> Wallahu a!lam bish-shawab*


PAKET II =

BoZeDEFnDf
Pr.n/.p Ak.6ah

fCDE
P0"A$ABA'

ngfOEF]FFQofO -Ebo ORTD


%'K,-&%F 1 "0&P2'&%F T+$ P0"-BA+A'

bDE
P0'GA,A#A'

-f_]TeRDE
P0'G0TA+-A'

lbE
BA/A,A+

ngfOcDELFEbZDE
TA+- T-,%&A' & BA/AA'

fCDE
P0"A$ABA'

W_l
B-TA B-$A3A & AK&A"A

LEBDE
'2#A$0'

f_fo
Berdiri

BRDEFnofg
Bersum er dari Allah

uEFV_
$ari Allah

nogbODE
Pendidikan

uF-]cDELFnpbCDE
Gerak dan diam karena Allah

E]e
$uduk

uEFnZAbg
$engan jalan Allah

ufg
$engan .ara Allah

nobODE
Peningkatan

gF[fgFlbE
Ba.alah dgn 'ama Tuhanmu

uEFnog]gbgFWMODE
#eneladani sifat ru u iyah Allah

TU ^DE
Ber aring

nAf DEFnofg
#enuju Allah

uEFD
#enuju Allah

nogbODE
Pendidikan

\FfXbFW^RTUFVRDFBUFflFqFQYjLFuEFbpFTUFrfFFb_EFDLlLFr]bDELFuEFnUfFFfeDELFnocTRDELFnog]gbDEFWXFkE bOEFfF\LFfgFf

%)ra4 ismi ra ik 5 ikhlas karena Allah ( ukan mengatasnamakan Allah)6 aik dalam ru u iyah6 mulkiyah dan uluhiyah (i adah)7 Taat kepada Allah6 "asul dan -lil Amri sekaligus7 Ali in A i Thali kr(7 erkata 5 &aya adalah udak terhadap orang yang mengajari saya satu huruf6 jika mau ia ( e as ) menjual saya atau memerdekakan saya7

>@ABCDXD~\DMC@ABC
Membacan dalam Perspektif al- !r"an

@`C
BACALAH

BXE
+ati

bDE
Penglihatan

RDE
Pendengaran

uEFbp
Kemurahan Allah

[TZDfg
Alat pena

WBDF[TU
%lmu ladunni

WpF[TU
%lmu kas i

uEFnRTp
Firman Allah

uEFTk
/iptaan Allah

WeAbaFf
+ukum syariat

n^FFW]pFf uE
+ukum Allah di alam

foCDEFfY^_
Pedoman hidup

foCDEFnToL
&arana kehidupan

DfDEFIReDE
Amal shalih8taat hukum

QeafX ,F[DfU
2"A'G A,%# 1 %K-T%,A+ $%A

QpbafX ,FIXf
2"A'G ,A,A% 1 T%'GGA,KA' $%A

LE#EL M$%$ BACAAN

MC@ABCDdC@S

BfX ,FIfj
2"A'G B2$2+ 1 B%#B%'G,A+ $%A

QXfX ,Fpb_FIfj
2"A'G B2$2+ K-A$"AT 1 T2,AK $%A

fYoUlF\lF-MX
9#aka ak! in)in merusakkannya:

fRYgFfRYDBAF\lFfMX
9#aka kami in)in agar Tuhan mereka menggantinya:

&I'AH NABI M$'A (AN HAI(HIR

@E?DiVXSD[I`

fRBlFTAF\lFgFEMX
9#aka %!*anm! in)in kelak jika mereka erdua sudah de(asa:

BAB I

MNEAoBCD[BHV_
PRINSIP AKIDAH

[o bDEFVR bDEFuEF[g K N DEFFP H bJpH JEFH gH H LFJlH bJEFFm H TH UFJVK _FH \fH JK JEFH H TH kFFHH TH kFJK N DEFS gH FK [JfK gFJlH bJK E J[H TJeH AFJ[H DfH _FH \fH JK JEFH [N TH UFFK [H TH ZJDfK gFFH [N TH U
&Ba3alah den(an 0menyebu 1 nama Tuhanmu yan( elah men3i, akan* 5ia elah men3i, akan manusia dari se(um,al darah* Ba3alah, dan Tuhanmulah 'an( Palin( Pemurah* 'an( men(a#ari 0manusia1 den(an ,eran araan qalam* 5ia men(a#ari manusia a,a yan( idak dike ahuinya*) 1Aisyah radhiyallahu "anha ber&erita9 &'an( ,er ama sekali mendahului keda an(an wahyu ke,ada Rasulullah shalla-llahu "alaihi wa sallam adalah mim,i-mim,i yan( benar* Se ia, mim,i beliau selalu erbuk i 0kebenarannya1 se3ara nya a, se eran( 3ahaya di ,a(i hari* Se elah i u beliau erdoron( un uk ber-khalwa di ;ua 8ira un uk beribadah bebera,a malam dan kembali la(i ke,ada keluar(anya un uk men(ambil bekal menyendiri beriku nya* 8in((a sua u ke ika da an( ke,ada beliau "al-8aqq!, +ebenaran 2u lak, yai u den(an da an(nya malaika yan( menyam,aikan Iqra! dan se erusnya*) 6H< al, Bukhari7> !impi yang benar9 menurut Nabi !uhammad shalla-llahu "alaihi wa sallam sebagaimana diriwayatkan %leh al,Bukhari9 adalah 3w} bagian wahyu kenabian> *Se&ara kebetulan+9 waktu enam bulan yang beliau alami sebelum turunnya 2ra merupakan 3w} dari masa kenabian <asulullah shalla-llahu $alaihi wa sallam yang berlangsung selama x| tahun itu> Beberapa waktu men"elang turunnya wahyu pertama9 !uham,mad shalla-llahu "alaihi wa sallam seringkali mendengar suara yang berkata9 *Wahai !uhammad9 sesungguhnya engkau ada,lah utusan Allah yang benar+> Dan ketika beliau mengarahkan pandangan men&ari sumber suara itu9 beliau mendapati seluruh pen"uru telah dipenuhi %leh &ahaya yang gemerlapan dan hal ini men&emaskan beliau sehingga dengan tergesa,gesa beliau kembali menemui istri ter&intanya> Khadi"ah lalu menyarankan menemui Wara2ah bin Nau.al9 se%rang tua yang mempunyai pengetahuan tentang agama,agama terdahulu> Dalam pertemuan tersebut ter"adilah dial%g> *Dari mana engkau mendengar suara tersebutz+ tanya Wara2ah> *Dari atas9+ "awab Nabi> Wara2ah kemudian berkata9 *'akinlah bahwa suara itu bukan bisikan setan9 karena se an idak akan mam,u da an( dari arah a as 6simb%l ketinggian $uhan79 idak ,ula dari arah bawah 6tempat menundukkan kening untuk bersu"ud7> Suara itu adalah suara dari malaikat>+ Hal ini se"alan dengan al,-uran9 surat al,Ara. ? 34>

Memba2a 3 $ilar $embangunan $eradaban (al-qiraah ru%nu bina-il hadharah) Kata iqra! terambil dari kata ker"a qara!a yang pada mulanya berarti menghimpun> Apabila Anda merangkai huru.,huru. dan kata lalu mengu&apkannya9 berarti menghimpun> Bisa "uga berarti menghimpun in.%rmasi sebanyak mungkin9 dari mana sa"a sumbernya> !akna ini menun"ukkan bahwa iqra! 6ba&alah7 tidak mengharuskan adanya teks tertulis 6malfuzh7 yang diba&a9 tidak pula harus diu&apkan sehingga terdengar %rang lain> (adi iqra! bisa bermakna memba&a teks dan sesuatu yang tidak tertulis 6malhuzh7> Dalam kamus,kamus bahasa9 ditemukan aneka ragam arti dari kata iqra!9 antara lain menyampaikan9 menelaah9 memba&a9 mendalami9 meneliti9 mengetahui &iri,&irinya> Kesemuanya dapat dikembalikan kepada hakikat menghimpun 6in.%rmasi7> Perintah memba&a disini tidak disebutkan %byeknya> Kaidah bahasa Arab mengatakan bahwa suatu kata dalam susunan redaksi yang tidak disebutkan %byeknya 6maf!ul79 maka %byek yang dimaksud bersi.at umum> !en&akup segala sesuatu yang dapat di"angkau %leh kata tersebut> )leh karenanya %byek dari perintah memba&a 6iqra7 disini men"angkau ba&aan su&i yang bersumber dari $uhan 6aya anziliyah7 maupun aya kauniyah> Baik yang tertulis9 bisa dila.alkan 6malfuzh7 maupun yang tidak tertulis 6malhuzh7> !emba&a alam raya9 masyarakat9 se"arah9 diri sendiri9 .irman $uhan9 ma"alah9 k%ran9 dll> !uhammad Abduh mengatakan bahwa iqra! bukan perintah yang membebani 6amr aklifi7 yang membutuhkan %byek9 tetapi perintah disini merupakan suruhan untuk akti. 6amr akwini7> +un fa yakun 6"adilah engkau wahai !uhammad %rang yang dapat memba&a9 maka "adilah ia7> Se"alan dengan pendapat terakhir diatas9 Buya !alik Ahmad mengatakan bahwa memba&a menghendaki adanya gerakan yang dinamis9 pr%dukti. dan kreati.> Bukan sebatas menge"a> Agaknya pendapat inilah yang selaras dengan perintah $uhan pada surat al,1Ala2> !emba&a dengan beragam artinya adalah syarat pertama dan utama pengembangan ilmu dan tekn%l%gi serta syarat utama membangun peradaban> lmu9 baik yang diper%leh dengan usaha manusia9 "ilmu kasbi 6a3quired knowled(e7 sesuai dengan perintah memba&a pada ayat pertama9 maupun "ilmu ladunni 6abad9 ,erennial79 suatu ilmu yang diberikan atas kemurahan Allah ketika hati yang memba&a dalam keadaan su&i> $etapi kedua ilmu itu hakikatnya milik Allah> Semua peradaban yang berhasil bertahan lama9 "ustru dimulai dari satu kitab 6ba&aan7> Peradaban 'unani dimulai dengan Iliad karya H%mer pada abad ke,; sebelum !asehi> a berakhir dengan hadirnya kitab Per"an"ian Baru 6 4ew Tes amen 7> Peradaban r%pa dimulai dengan karya Newt%n 63}w3,34x47 dan

berakhir dengan .ilsa.at Hegel 6344v,3|37> Sementara peradaban slam yang gemilang dipi&u %leh daya kekuatan yang tumbuh dari al,-uran9 yang berarti ba&aan yang sempurna> Kegiatan memba&a ayat al,-uran melahirkan pena.siran,pena.siran baru atau pengembangan dari pendapat,pendapat yang telah ada> Demikian "uga9 kegiatan *memba&a+ alam raya ini menimbulkan penemuan,penemuan baru yang membuka rahasia,rahasia alam9 walaupun %byek ba&aannya sama> Ayat al, -uran yang diba&a %leh generasi terdahulu9 dan alam raya yang mereka huni adalah sama9 namun pemahaman mereka serta penemuan rahasianya terus berkembang> Sungguh9 perintah memba&a merupakan perintah yang paling berharga yang pernah dan yang dapat diberikan kepada umat manusia9 karena ia adalah "alan yang mengantar manusia men&apai dera"at kemanusiaannya yang sempurna 6yarf!ul insana ila arqaa madari#iha7> Beralasan9 bila dikatakan bahwa memba&a adalah syarat utama membangun peradaban> Semakin luas pemba&aan9 makin tinggi peradaban dan sebaliknya> $idak berlebihan pada suatu ketika manusia akan dide.inisikan sebagai "makhluk memba3a!9 suatu de.inisi yang tidak kurang nilai kebenarannya dari de.inisi yang telah ada seperti "makhluk sosial! atau "makhluk berfikir!> Memba2a dalam tinjauan al-*uran (al-qiraah !i dhawil *uran) !emba&a pada hakikatnya langkah esensial untuk penyaluran .itrah manusia> Sekalipun manusia tidak diperintah untuk memba&a9 dengan sendirinya memiliki bawaan bisa memba&a> Karena sesuatu yang melekat pada diri manusia adalah selalu ingin tahu> Anak ke&il sa"a sering menga"ukakan berbagai pertanyaan yang membuat kita terp%"%k> Pertanyaan itu mun&ul sebagai wu"ud resp%n dari apa yang dilihat9 diraba9 diamati9 diba&a dan yang disaksikan> Sebelum Allah subhanahu wa a!ala memerintahkan sesuatu9 terlebih dahulu telah disiapkan sarana,sarana yang mendukung terlaksananya sebuah perintah 6amr7> Bahkan kaidah ushul fiqh mengatakan ?

BK K fH ZH RJDEFK [JcP CK gFP nH To JK H ]JDE


&Pada kasus-kasus er en u, sarana-,rasarana i u sama ,en in(nya den(an u#uan)*

K jEH LFH ]P YH XFK QK gFN K FP K jEH ]JDEF [O KH AFH FfH _


&Sesua u yan( men#adikan kewa#iban idak da,a sesua u i u adalah wa#ib*) erlaksana, maka adanya

#ntuk suksesnya tugas kehambaan dan kekhali.ahan9 Allah telah menyediakan alam semesta untuk manusia sebagai media terlaksananya tugas tersebut> Demikian pula sebelum menyuruh memba&a9 Allah telah memperlengkapi manusia dengan pendengaran9 penglihatan dan hati> Perintah memba&a adalah

usaha mengakti.kan instrumen pendengaran9 penglihatan dan hati9 agar ber.ungsi se&ara pr%p%rsi%nal dan maksimal>

qFBDEtDMN \h C ?D _HI a hC ?DRL BCFP[ P cH DFH IH eH jH LFKQ K JLP FJV K _FKQ o JK XFH H H H LFP EN ]H FN[ P 6;
&+emudian 5ia menyem,urnakan dan meniu,kan ke dalam 0 ubuhnya1 ruh 03i, aan-4ya1 dan 5ia men#adikan ba(i kamu ,enden(aran, ,en(liha an dan ha i*) 6-S as,Sa"dah ? ;7> (adi ayat diatas dapat dipahami bahwa akti.itas mendengar9 melihat dan hati adalah kegiatan ruhani> (ika manusia se&ara .isik berwu"ud9 tetapi ketiga p%tensi tersebut tidak diakti.kan maka ia bagaikan bangkai yang ber"alan> Perhatikanlah seruan ahli sastra Arab berikut ini>

\EH P bJP kFK QJoK XFfN RK _FH JgS bDEFP P TJH aH lFFK QK OH _JBK K DFH eJa H FJ[H pFK [JK JDEFH K fH kFfH A P \fH JK FK [JK JDfK gFH FKJN ^DfK gFH iJH MH XFFfH YH TK fH H XFJIK RJcH OJfH XFKJN ^DEFH TU H FJIK JH l
Wahai kamu yan( selalu men(urusi badanmu* Be a,a banyak usaha yan( elah kamu lakukan* A,akah kamu men3ari keun un(an dari sesua u yan( #elas ru(i* Perha ikan #iwamu, sebab kamu disebu manusia den(an #iwa, bukan karena ubuh #asmanimu* Berikut dipaparkan seruan Allah agar manusia selalu memba&a dengan redaksi ra-aa>

6y;,yFqFneE]DEtFH\J]P ZKDfH JDEFP [ P FJH lFP QH J]P ZP TJa H FJ[O P JH lH FFH \J]P ^JRa P FfH _Dx m @\
&2aka eran(kanlah ke,adaku en an( nu fah yan( kamu ,an3arkan* +amukah yan( men3i, akannya, a au +amikah yan( men3i, akannya-) 6-S al,Wa2iah ? y,y;7>

fH ^JTH eH H DFP H H FJ]H DFFH\ J]P UK EN DEFPV JCH FJ H lFPQ H J]P UH JH aFJ[ O P JH lH FFH\ J]P P bJCa H FfH_ D x m @\ 6}y,}|FqFneE]DEtFH\J]P YN cH a H FJ[P OJTH H XFf _fH P
&2aka eran(kanlah ke,adaku a,a yan( kamu anam- +amukah yan( menumbuhkannya, a aukah +ami yan( menumbuhkannya- +alau +ami +ehendaki, benar-benar +ami #adikan dia kerin( dan han3ur, maka #adilah kamu heran er3en(an(*) 6-S al,Wa2iah ? }|,}y7>

H\J]P UK EN DEFP VJC H FJH lFK\JP RJDEFH VK _FP J]P RP OJDH JH lFJ[O P JH lH FFH \J]P gH bJa H FJ KN DEFH fH RJDED x m @\
&2aka eran(kanlah ke,adaku en an( air yan( kamu minum* +amukah yan( menurunkannya dari awan a aukah +ami yan( menurunkan-)

H bK pJH aFfHfH ^JTH eH jFPVJCH FFJ\ P `K J^P RJDEFPV JCH FJH lFfHYH aH bH H FJ[P aJMH JH lFJ[P OJH lH FFH\ JLP J]P aFJK N DED xm @ \ 64|,43FqFneE]DEtFH VJAK ]JZP RJTK DFf UfH OH _H L
&2aka eran(kanlah ke,adaku en an( a,i yan( kamu nyalakan 0dari (osokan(osokan kayu1* +amukah yan( men#adikan kayu i u a au +amikah yan(

men#adikannya* +ami men#adikan a,i i u un uk ,erin(a an dan bahan yan( ber(una ba(i musafir di ,adan( ,asir*) 6-S al,Wa2iah ? 43,4|7>

@ dDC H SD@ yH \FHP CH g JH lFJW SH lFKfH ^H RJDEFKWXFH H lFJW SK FNW^ HP A H FH rfH FH WJeNDEFPQH eH _FHT HH gFfNRH TH X 63vxFqF-fXfDEtFH VJAK bK gfN DEFH VK _FP uEFH H FJ\K FJW KP BK H OH FP bH _J`P aFfH _FJIH eJXEFK iH gH MH AFHrfH
&2aka a kala anak i u sam,ai 0,ada umur san((u,1 berusaha bersama-sama Ibrahim berka a, "8ai anakku, sesun((uhnya aku meliha dalam mim,i bahwa aku menyembelihmu* Ma%a !i%ir%anlah $enda$atmuG! Ia men#awab, "8ai ba,akku, ker#akanlah a,a yan( di,erin ahkan ke,adamu, insya-Allah kamu akan menda,a iku ermasuk oran(-oran( yan( sabar!*) 6-S ash,Sha..at ?3vx7> Berkali,kali manusia diperintahkan untuk melakukan nazhar9 fikr9 dabbara9 serta ber"alan di permukaan bumi guna melihat betapa alam raya ini tidak mungkin terwu"ud tanpa ada yang mewu"udkannya>

rfH K JDEFHDK L H FFJi H eK XP FH JoH pFKH RN DEFHDK L H FFJi H ZK TP kFH o JH pFH Ig KK JEFHDK FH\ JLP bP ^ JH AFHH XH l 6xv,34FqFnof DEtFJiH CK P FH JoH pFK JH JEFHDK H LFFJiH K P FH JoH p
&Tidakkah mereka meliha ke,ada on a ba(aimana di3i, akan, dan ke lan(i ba(aimana ia di in((ikan, ke (unun( ba(aimana ia di an3a,kan, ser a ke bumi ba(aimana ia diham,arkan*) 6-S al,Ghasyiyah ? 34,xv7> Perintah memba&a ini men&akup dengan akal9 em%si dan hati nurani> Perintah yang diawali dengan k%munikasi dua arah yang e.ekti. melahirkan sikap ketaatan yang tinggi> A"akan yang dimulai dengan pendekatan9 akan memun&ulkan militansi> Banyak sekali ayat,ayat al,-uran yang bisa memuaskan %tak pemikir9 memperta"am perasaan para su.i9 memperbaiki akhlak yang keras hati9 menghidupkan rasa keindahan bagi pe&inta seni> !anusia yang enggan mengakti.kan institusi pendengaran9 penglihatan dan hati maka ia laksana binatang ternak9 bahkan lebih sesat> bnu $aimiyah mengatakan manusia yang pasi. laksana telah mati sebelum meninggal> Karena hatinya tertutup dari hidayah>

6xwFqFBRC_tFfH YP DfH JH lFmJ]P TP FH TH UFJH lFH\sJbP ZJDEFH\JLP bg NH BO HH AFHH XH l


&2aka a,akah mereka idak men- adabburi al-Qur!an a aukah ha i mereka erkun3i*) 6-S !uhammad ?xw7>

l EZ FJ[ P YH DH LFfHYg K FH\J]P YH ZJH AFH F X K ` FJ[P YH DFK JK JEH LFSVK JDEFHVK _FE bJo KH pFH[N ^H YH K DFfHJlH H FJBH ZH DH L K H DJLP lF IH H lFJ[P FJIH gFK fH e JH JfH pFH K H DL JP lFfHY K gFH \] JP eH RJ H AFH F >C FJ[ P YH DL H FfHY K gFH\JLP bKJP AFH 634;FqFdEbUEtFH\J]P TK XfH JDEFP [P
&5an sesun((uhnya +ami #adikan un uk 0isi neraka #ahannam1 kebanyakan dari #in dan manusia, mereka mem,unyai hati, e a,i idak di,er(unakannya memahami 0aya -aya Allah1 dan mereka mem,unyai mata 0 e a,i1 idak di,er(unakannya un uk meliha 0 anda kekuasaan Allah1, dan mereka mem,unyai telinga 0 e a,i1 idak di,er(unakannya un uk menden(ar 0aya -aya

Allah1* 2ereka i u seba(ai bina an( ernak, bahkan mereka lebih sesa la(i* 2ereka i ulah oran(-oran( yan( lalai*) 6-S al,Ara. ? 34;7> !emba&a tidak sekedar untuk memadati %tak sehingga hanya men"adi pengetahuan 6daya tahu7 yang bersi.at te%ritis> !emba&a menuntut adanya aksi9 iradah 6daya mau7> Keluasan ilmu pengetahuan tanpa disertai kemauan mengamalkan maka ilmu itu akan men"adi saksi yang memberatkan pemiliknya 6hu##a un "alaihi7 kelak di depan !ahkamah lahi>> Kualitas ba&aan berbanding lurus dengan mutu amal> Kebenaran memba&a sangat mempengaruhi keabsahan amal> Perbedaan kesimpulan ba&aan mempengaruhi perbedaan kesempurnaan amal> Amal yang tak berdasarkan ba&aan 6 aqlid7 adalah salah9 atau dikatag%rikan dengan bid!ah 6membuat amal ibadah tanpa &%nt%h sebelumnya7> Amal yang benar meru"uk pada kelengkapan re.erensi yang utuh 6i iba!7> bnu !asud mengatakan9 &Ba3alah dan beramallah)> Dalam ilmu hukum sese%rang yang melihat bahaya9 kemudian dia tidak bergerak untuk menanggulangi bahaya itu 6diam79 sekedar sebagai pen%nt%n dan tidak segera beraksi maka ia akan men"adi tertuduh> Disini k%relasi yang menun"ukkan makna iqra! yang menuntut adanya gerakan 6aksi7> &Baran(sia,a dian ara kamu meliha kemun(karan hendaklah ia men(ubah den(an an(annya, #ika idak san((u, maka den(an lisannya, dan #ika idak san((u, #u(a maka den(an ha inya* I u adalah selemah-lemah iman*) 6H< !uslim dari Abu Said al,Khudri radhiyallahu "anhu7> Nabi shalla-llahu $alaihi wa sallam memberikan gelar %rang slam yang en#oy dengan melihat kemaksiatan yang tersebar di sekitarnya tanpa upaya merubahnya dengan "ayai hanun akhrash! 6syetan yang bisu7> Dalam memberikan standar memba&a ini9 mam al,Gha:ali membagi manusia men"adi empat kel%mp%k>

QJeK P N afH XFP [K DfH UFH ]P YH XFJK B JH AFP QN H lFJK B JH AH LFJK JBA H F IP jH
Per ama, se%rang yang tahu dan ia menyadari bahwa dirinya tahu maka ia adalah %rang yang "alim9 ikutilah dia>

P QJpP bJafH XF IK XfH FH ]P YH XFJK B JH AFP Q NH lFJK B JH AFH H LFJK JBH AF IP jH H L


+edua, se%rang yang tahu tetapi ia tidak menyadari bahwa dirinya tahu9 maka ia termasuk %rang yang lalai9 tinggalkan dia>

P JBK JH MH XF IK fH jFH ]P YH XFJK B JH AFH FP Q NH lFJK B JH AH LFJK JBH AFH F IP jH H L


+e i(a9 se%rang yang tidak tahu dan menyadari bahwa dirinya tidak tahu maka ia adalah %rang yang b%d%h9 bimbinglah dia>

P QJP XJfH XF N pH bP _F IK fH jFH ]P YH XFJK JBH AFH FP QN H lFJK B JH AFH H LFJK JBH AFH F IP jH H L

+eem,a , se%rang yang tidak tahu tetapi tidak menyadari bahwa dirinya tidak tahu maka ia b%d%h kwadrat9 t%laklah dia> Dalam ka&amata al,-uran9 "ika memba&a sesuatu hanya dari ka&amata lahiriyah sa"a9 maka sese%rang mudah berburuk sangka terhadap $uhan> Karena pendalamannya terhadap %byek ba&aan dangkal> Bukankah kita seringkali tertipu %leh pan&a indra kita sendiri> Dari ke"auhan kita melihat air9 setelah didatangi ternyata .atam%rgana> Kita mengira bayangan kita tetap9 padahal bergerak> Padahal betapa sering kita memper%leh nikmat dengan dibungkus kulit yang pahit> Blessin( in dis(uis 6disana ada berkah terselubung7>

uEH LFJ[P cH DF bH FH ]P L H Ff o JH FEJ] K CP aFJ\H lFHH UH LFJ[P cH DF bJoH kFH ]P H LFf Jo H FEJ]P H bJca H FJ\H lFHH UH L 6x3}FqFbZDEtFH \J]P RH TJea H FH FJ[O P JH lH LFP [H TJeH A
&Boleh #adi kamu memben3i sesua u ,adahal ia ama baik ba(imu, dan boleh #adi 0,ula1 kamu menyenan(i sesua u ,adahal ia ama buruk ba(imu* Allah men(e ahui, sedan(kan kamu idak men(e ahui*) 6-S al,Ba2arah ? x3}7> /en%mena ini ter"adi antara Nabi !usa dan Nabi Haidhir> Dari rentetan peristiwa kedua Nabi Allah itu terlihat perbedaan yang sangat ta"am kualitas ba&aan masing,masing> Sehingga melahirkan kualitas amal 6sikap7 yang bert%lak belakang pula> !arilah kita &eritakan peristiwa yang menurut penglihatan Nabi !usa tampak ketidakadilan semata,mata> =%ba anda bayangkan9 Nabi !usa dan gurunya naik sebuah perahu kepunyaan %rang,%rang miskin yang k%n%n keduanya tidak dikenakan bayaran karena para pemilik perahu disitu telah mengenal baik guru Nabi !usa 6Haidhir7> $api apa balas budi atas kebaikan para pemilik perahu ituz Bukan balas budi9 tetapi dil%banginya perahu itu sampai karam> Keduanya ber"umpa dengan se%rang anak laki,laki yang masih dibawah umur9 belum patut mendapat hukuman9 apalagi hukuman mati> $etapi anak laki,laki itu dibunuh %leh guru nabi !usa> $idakkah wa"ar pr%tes Nabi !usa seperti yang disebutkan dalam &erita ituz Ke"adian yang ketiga tidak kurang gan"ilnya> Nabi !usa bersama gurunya itu telah kehabisan bekal9 mereka memasuki sebuah negeri lalu mereka mengharapkan mereka bersedia memberikan makan barang sedikit9 tapi penduduk negeri itu begitu teganya men%lak memberikan "amuan> 0alu kedua %rang yang lapar itu kemudian menemukan dinding yang hampir r%b%h9 lalu dinding itu diperbaiki %leh guru Nabi !usa dan ditegakkannya kembali> 0alu apakah aneh kalau timbul gagasan Nabi !usa untuk meminta upahnya dari pemilik dinding itu untuk membeli makanan sekedar penahan lapar z Karena peristiwa,peristiwa tadi diba&a !usa hanya dari segi lahiriyah sa"a9 tampak %leh beliau ketidakadilan9 "iwa beliau member%ntak sehingga tidak bisa lagi menahan kesabarannya9 beliau lupa akan per"an"ian dengan gurunya itu sebelumnya lalu beliau menga"ukan pr%tes keras>

[P H sH H LFH\fH pH LFfHY H JoK UH lFJ\H lDzv _ -\ DbJCH JDEFKXFH\J]P TH RJeH AFH VJoK pfHH RK DFJiH fH cH XFP nH ^JoK NDEFfN_H l 64;FqFYcDEtFf JH Fmn^ H JoK H FN IP pFP P kJMH AF K TH _
&Ada,un ,erahu i u, maka ia adalah milik oran(-oran( miskin yan( beker#a di lau an i u* 5an a%u henda% merusaknya karena di belakan( mereka ada seoran( ra#a yan( men(ambil ia,- ia, ,erahu an,a (an i ru(i*) 6-S al, Kah.i ? 4;7 Pada ayat ini Nabi Haidhir lebih men%n"%l ke&erdasan rasi%nalnya> !erusak perahu lebih banyak ia perankan sendiri dengan redaksi ayat fa-arad u an a!iibaha> Ke&erdasan intlektual menghasilkan "ilmu kasbi 6ilmu yang diper%leh karena usaha manusia9 penelitian eksperimen9 menggunakan te%ri ilmiah9 dll7> ni se"alan dengan perintah iqra! 6ba&alah7 pada ayat pertama surat al,1Ala2>

\H l DHy v _ -\ FFE bJP pH LFf fH oJ P FfHR P YH ZK JbA P FJ\ H lFH^ JoK H H XFKVo JH ^K _J`P _FP EH ]g HH lFH\ fH cH XFP H P JDEFfN_ H lH L 6vFqFYcDEtFf RJP FHH bJH lH LFH fpH FP QJ^K _FE bJoH kFfH RP Y gH FfP RP YH DK B JP A
&Ada,un anak laki-laki i u, maka kedua oran( uanya adalah oran( yan( beriman, maka kami khawa ir bahwa anak i u akan mendoron( kedua oran( uanya i u ,ada kesesa an dan kekufuran* 2aka %ami ingin a(ar Tuhan mereka men((an ikan anak i u den(an yan( lebih baik kesu3iannya dan lebih berbak i*) 6-S al,Kah.i ? v7> Pada ayat ini Allah dan Haidhir sama,sama terlibat dalam akti.itas> Dengan menggunakan redaksi ayat fa aradnaa 6kami ingin79 se%lah,%lah Haidhir bisa memba&a atas kemurahan Allah 6al-Akram7 berupa ilham9 intuisi 6feelin(7>

\ fH pH LFfHR P YH DF J^H pFPQ H OJCH aFH\ fH pH LFK nH ^JAB KH RJDEFK XFKV o JH RJoK OA H FKV JoH _H P K DFH\ fH cH XFP EH BK JDEFfN_ H lH L S gH FJVK _FnH RJH FfHRP H ^ JH pFfHjK bJO H JA HH LFfHRP B NP H lFfH P TJA H FJ\H lDp a _D vC _ -\ Ff CK DfHFfHR P J]P gH l 6xFqFYcDEtFE bJ H FK QJoH TH UFJK H O JH aFJ[H DFfH _FP IA JK LJMH aFHK D H D @S Dl ZD | xK o \DH S ?
&Ada,un dindin( i u, maka i u adalah ke,unyaan dua anak ya im di ko a i u, dan dibawahnya ada har a sim,anan ba(i keduanya, sedan( ba,aknya dahulu adalah oran( shalih* 2aka Tuhanmu menghenda%i a(ar keduanya men3a,ai ke,ada kedewasaan mereka dan men(eluarkan har a sim,anan mereka i u seba(ai rahma dari Tuhanmu* )an tida%lah a%u mela%u%ann a menurut %ehenda%%u sendiri* 5emikianlah ar i ,erbua an-,erbua an yan( anda idak mam,u bersabar erhada,nya*) 6-S al,Kah.i ? x7> Pada ayat ini Haidhir memiliki ke&erdasan yang paling tinggi 6ke&erdasan supra,rasi%nal79 dengan redaksi ayat fa araada rabbuka 6maka $uhanmu berkehendak79 seakan,akan Haidhir bisa memba&a keinginan $uhan> Setelah Nabi !usa di"elaskan rahasia di balik ke"adian,ke"adian yang semula dirasakan tidak adil9 bahwa perahu yang dil%bangi itu sekedar supaya terlihat rusak sehingga tidak dirampas %leh ra"a yang lalim9 bahwa anak laki,laki yang dibunuh itu seandainya terus hidup sampai dewasa akan men"adi anak yang durhaka yang akan men"erumuskan kedua %rang tuanya yang shalih ke dalam kesesatan dan keku.uran9 lalu sesudah itu Allah menggantinya dengan anak

yang lebih su&i dan berbakti9 bahwa dinding itu bukanlah milik %rang,%rang yang tidak bersedia men"amu mereka9 tetapi kepunyaan dua anak yatim yang belum dewasa9 tidak tahu menahu tentang sikap yang tidak patut dari penduduk negeri itu> 'a> Setelah di"elaskan semua peristiwa,peristiwa itu bagi Nabi !usa9 maka keadaan berbalik men"adi 3v dera"at> Kini bukan sa"a Nabi !usa menganggap ke"adian itu seadil,adilnya9 tetapi didalamnya mengandung kebi"aksanaan $uhan 'ang !aha Bi"aksana> Dari rentetan ke"adian diatas kita memahami bahwa kualitas pengamatan yang dimiliki Nabi Haidhir berbeda "auh dengan mutu penglihatan Nabi !usa9 sehingga melahirkan tindakan yang semula sulit dik%mpr%mikan> slam menge&am sese%rang yang berbuat tanpa kelengkapan in.%rmasi 6ilmu7> !engatakan tahu padahal tidak tahu{ mengatakan melihat9 tapi tidak melihat{ mengatakan mendengar tetapi tidak mendengar{ mengatakan .aham tetapi tidak .aham{ sehingga ia beramal hanya mengikuti d%r%ngan hawa na.sunya> Karena akti.itas sama!9 bashar9 dan af-idah akan dimintai pertanggung"awaban di hadapan $uhan>

QJ^H UFH\ fH pFH K H DJLP lF IP pFH EH `P JDEH LFHbH H JDEH LFH JRN DEFN\ K F[ JTK UFKQ K gFH H DFH JoH DFfH_ FP JZ aFH H L 6|}FqFEbEtF JLP `JH _
&5an #an(an kamu men(iku i a,a yan( kamu idak mem,unyai ,en(e ahuan en an(nya* Sun((uh ,enden(aran, ,en(liha an dan ha i, semuanya i u akan dimin a ,er an((un(#awabannya*) 6-S al, sra ? |}7> 'lmu dalam $ers$e%ti! 'slam (al-ilmu !i miizanil 'slam) lmu menurut bahasa artinya ke#elasan a as sesua u atau ,en(e ahuan> Para ulama mende.inisikan ilmu sebagai ,en(e ahuan akan kebenaran berdasarkan dalil 0hu##ah19 atau ,enemuan erhada, sesua u se3ara hakiki> Dengan de.inisi ini "elaslah perbedaan ilmu dengan saqafah> Tsaqafah adalah pemahaman terhadap berbagai disiplin ilmu se&ara gl%bal 6i#mal79 sedangkan ilmu adalah pemahaman khusus lagi mendalam terhadap salah satu &abang ilmu dari berbagai "enis ilmu lainnya> Karena itu ilmu merupakan kebutuhan primer bagi manusia seperti kebutuhan makan dan minum9 maka slam memberi perhatian yang sangat besar terhadapnya{ tingkat perhatian yang tidak di"umpai dalam agama sebelumnya maupun dalam sistem buatan manusia manapun9 baik yang terdahulu maupun yang akan datang> Dengan melihat Kitabullah dan Sunah <asulullah shalla-llahu $alaihi wa sallam kita akan menemukan &%nt%h dalam teksnya dengan "elas> Al,-uran mense"a"arkan antara ikrar dan persaksian %rang,%rang yang berilmu dengan persaksian Allah dan malaikat>

qF\EbRUFrstFK J K ZJDfK gFfRK fH FK[ JTK eJDEFE]P DJLP lL H FP nH cK H H RJDEH LFH ]P FN K FHQH DK FH FPQN H lFPuEFH BK YH 63
&Allah menya akan bahwa iada Tuhan 0yan( berhak disembah1 melainkan 5ia, 'an( mene(akkan keadilan* Para 2alaika dan oran(-oran( yan( berilmu 0#u(a menya akan yan( demikian1*) 6-S Ali mran ? 37> )rang,%rang mukmin yang berpengetahuan lebih utama dan lebih tinggi kedudukannya pada hari kiamat daripada %rang,%rang mukmin yang tidak berpengetahuan>

633FqFnDfRDEtFm-fH jH H FH [JTK eJDEFE]P aJLP lFH VA JK N DEH LFJ[P cJ^K _FEJ]P ^H _sFH VJAK N DEFP uEFK H XJbH A
&04is3aya1 Allah akan menin((ikan oran(-oran( yan( beriman di an ara kamu dan oran(-oran( yan( diberi ilmu ,en(e ahuan bebera,a dera#a *) 6-S al, !u"adalah ? 337> )rang yang berilmu berbeda dengan %rang yang tidak berpengetahuan>

6;FqFb_DEtFH \J]P RH TJeH AFH FH VJAK N DEH LFH \J]P RH TJeH AFH VJA KN DEFK ]H OJA H FJI H FJIP
&Adakah sama oran(-oran( yan( men(e ahui den(an oran(-oran( yan( idak men(e ahui-) 6-S a:,~umar ? ;7> Ketakwaan dan rasa takut kepada Allah yang sebenarnya hanya akan di&apai %leh para ulama>

6xFqFbfXtFP fH RH TP eJDEFKK fH K UFJVK _FHuEFH JH AFfH RN K


&Sesun((uhnya yan( aku ke,ada Allah di an ara hamba-hamba-4ya hanyalah ,ara ulama*) 6-S /athir ? x7> Ahli ilmu adalah %rang yang men"adi saksi atas %rang,%rang yang berbuat durhaka>

6w|FqFBUbDEtFK fH OK cJDEFP [JTK UFP B H J^K UFJVH _H LFJ[P cH ^Jog HH LFJW^ K JoH gFE Bo JK YH FKufK gFH H pFJIP
&+a akanlah . Huku,lah Allah men#adi saksi an ara aku 0dan kamu dan an ara oran(1 yan( mem,unyai ilmu al-+i ab*) 6-S ar,<adu ? w|7> Penguasaan terhadap ilmu adalah sumber kekuatan>

6wvFqFIR^DEtFHP XJbH FN BH aJbA H FJ\H lFH IJH FHo JK asH FfH H lFK fH OK cJDEFH VK _F [JTK UFP B H J^K UFJK N DEFHrfH
&Berka alah seseoran( yan( mem,unyai ilmu dari +i ab Allah, Aku akan membawa sin((asana i u ke,adamu sebelum ma amu berkedi,*) 6-S an, Naml ? wv7> Hakikat dan keagungan akhirat hanya diketahui %leh para ulama>

fH fN ZH TP AFH H LFf CK DfHFH IK RH UH LFHVH _sFJVH RK DF bJoH kFKuEFPEH ]H FJ[P cH TJAH LFH[JTK eJDEFE]P aJLP lFHVA JK N DEFHrfH H L 6vFqFZDEtFH\JLP bK gfN DEFN K

&Berka alah oran(-oran( yan( dianu(erahi ilmu, +e3elakaan besarlah ba(imu, ,ahala Allah adalah lebih baik ba(i oran(-oran( yan( beriman dan beramal shalih, dan idak di,eroleh ,ahala i u, ke3uali oran(-oran( yan( sabar*) 6-S al,-ashash ? v7> $iada yang mengetahui hakikat segala sesuatu ke&uali para 1ulama>

6w|FqF-]c^eDEtFH\J]P RK DfH eJDEFN K FfH YP TK ZJeA H FfH _H LFK hfN ^TK DFfH YP gK bJ H FP rfH J_H JEFH JTK aH L
&Perum,amaan-,erum,amaan i u +ami bua un uk manusia, dan iada memahaminya ke3uali oran(-oran( yan( berilmu*) 6-S al,Ankabut ? w|7> Allah menyi.ati kitab su&i,Nya9 bahwa Dia men"elaskannya berdasarkan kepada ilmu>

6yxFqFdEbUEtFm [JTK UFH TH UFP fH ^JTN H XFm fH OK cK gFJ[P fH ^JK jFJBH ZH DH L


&5an sesun((uhnya +ami elah menda an(kan sebuah ki ab su3i 0al-Qur!an1 ke,ada mereka yan( +ami elah men#elaskannya a as dasar ,en(e ahuan +ami*) 6-S al,Ara. ? yx7> Kisah,kisah yang dipaparkan dalam ayat,ayat al,-uran "uga bersumber kepada ilmu>

64FqFdEbUEtFH Vo JK K fH FfN ^P pFfH _L H Fm [JTK eg K FJ[K Yo JH TH UFN VN P ZH ^H TH X


&2aka sesun((uhnya akan +ami habarkan ke,ada mereka 0a,a-a,a yan( elah mereka ,erbua 1, sedan( 0+ami1 men(e ahui 0keadaan mereka1, dan +ami sekali-kali #auh 0dari mereka1*) 6-S al,Ara. ? 47> Allah men&iptakan manusia dan Dia menga"ari mereka pandai berbi&ara>

6w,|FqFVRbDEtFH\fH oH JDEFP QH RN TH UFFH\fH J K JEFHH TH k


&5ia 0Allah1 elah men3i, akan manusia* 2en(a#arnya ,andai berbi3ara*) 6-S ar,<ahman ? |,w7> Banyak pula hadits yang men"elaskan pentingnya ilmu> &2en3ari ilmu adalah kewa#iban ba(i se ia, 2uslim*) 6H< al,Bukhari dan !uslim7> &Baran(sia,a yan( Allah men(hendaki kebaikan ,ada dirinya, 5ia akan memahamkannya dalam urusan a(ama*) 6H< Abu Dawud dan at,$irmid:i7> &Baran(sia,a menem,uh ,er#alanan un uk men3ari ilmu, maka Allah akan memudahkan ba(inya #alan menu#u sur(a*) 6H< Abu Dawud dan at,$irmid:i7> lmu yang diperintahkan dalam slam bersi.at mutlak> Keutamaan ilmu bertingkat,tingkat sesuai dengan %byek dan bidang bahasannya> Dan ilmu yang paling utama adalah ilmu agama9 dengannya manusia dapat mengenal dirinya dan $uhannya9 menyingkap "alan hidupnya9 dan mengetahui hak dan kewa"ibannya>

Setelah itu baru ilmu yang dapat mengungkap hakikat yang menuntun manusia menu"u kebenaran9 mendekatkan mereka kepada kebaikan9 mewu"udkan kemaslahatan bagi mereka9 atau menghindarkan mereka dari bahaya> Asas,asas pengetahuan ada lima yaitu ? guru+ murid+ ilmu+ met"de+ sarana dan $rasarana 6-S al,1Ala2 ? 3,y7> Membangun tradisi ilmiah (iijadu al-biah al-ilmi ah) slam membentuk sikap mental ilmiah dengan berbagai &ara> ?1 2en3ela aklid

QJoH TU H FfH JBH jH LFfH_ FfH ^P J H FEJ]P DfH FK r] J P N bDEFH DK H LFPu EFH rH JH lFH_ FHDK FEJ]H DfH ea H FJ[ P YH DFH IJoK FEH K H L 63vwFqFBfRDEtFH \JLP BO H JYH AFH H LFf Jo H FH \J]P RH TJeA H FH FJ[ PP H gsH FH \fH pFJ]H DH LH lFfH P H gsH
&5an a,abila dika akan ke,ada mereka, 2arilah men(iku i 0a,a yan( di urunkan1 Allah dan 0marilah men(iku i1 Rasul* 2ereka men#awab, "Huku,lah un uk kami a,a yan( kami da,a i ba,ak-ba,ak kami men(er#akannya!* 5an 0a,akah mereka akan men(iku i #u(a nenek-moyan( mereka1 walau,un nenek-moyan( mereka i u idak men(e ahui a,a-a,a dan idak 0,ula1 menda,a ,e un#uk-) 6-S al,!aidah ? 3vw7> :1 2enolak ,ersan(kaan

qF[^DEtFf Jo H FS H CJDEFH VK _FJW^ KJ P AFH FN VN DEFN \K H LFN VN DEFN K FH \J]P e KN OA H FJ\K Fm [JTK UFJVK _FJ[P YH DFfH _H L 6x
&5an mereka idak men(e ahui sesua u ,en(e ahuan ,un en an( i u* 2ereka idak lain hanyalah men(iku i ,ersan(kaan, ,adahal sesun((uhnya ,ersan(kaan i u idak berfaedah sediki ,un erhada, kebenaran*) 6-S an, Na"m ? x7> &9auhilah ,ersan(kaan karena ,ersan(kaan adalah sedus a-dus a ,erka aan*) 6!utta.a2 1Alaih7 <1 2enolak emosi, hawa nafsu, dan ,er imban(an ,ribadi, mene a,kan ,rinsi, ne ral dan obyek if

EH ]H FH HN aEFKV N RK _F IH H lFJV H _H LFJ[ P H sH ]Jl HFH\ J]P e KN OA H FfHR N H lFJ[ H TJUfH XFH H DFEJ]P JoK O H J A H FJ[ H DFJ\ K H X 6yvFqFZDEtFKuEFH VK _F BP FK bJoH K g
&2aka #ika mereka idak men#awab 0 an an(anmu1, ke ahuilah bahwa sesun((uhnya mereka hanyalah men(iku i hawa nafsu mereka 0belaka1* 5an sia,akah yan( lebih sesa dari,ada oran( yan( men(iku i hawa nafsunya den(an idak menda,a ,e un#uk dari Allah sediki ,un*) 6-S al,-ashash ? yv7> =1 2emberikan ,erha ian ke,ada ,en(ama an, ber,ikir, dan ,erenun(an

dEbUEtFm JW H FJVK _FP uEFHH TH kFfH_H LFKJ H JEH LFK -EH LfH RN DEFK-J]P cH TH _FKWXFEJLP bP J^H AFJ[H DH LH l 63y ?
&Tidakkah mereka mem,erha ikan kera#aan lan(i dan bumi dan se(ala sesua u yan( di3i, akan Allah*) 6-S al,Ara. ? 3y7>

6x3FqF-fAEDEtFH \JLP bK Ja P FH H XH lFJ[P cK P JH lFHWXH L


&5an 0#u(a1 ,ada dirimu sendiri* 2aka idakkah kalian ,erha ikan*) 6-S ad:, D:ariyat ? x37>

VJog KS H cP RJDEFP nH K fH UFH\fH pFHo JH pFEJLP bP JfH XFKJ H JEFKWXFEJLP bJoKH XF V^ H PFJ[P cK TJH FJVK _FJiH TH kFJBH 63|4FqF\EbRUFrst
&Sesun((uhnya elah berlalu sebelum kamu sunna ullah, karena i u ber#alanlah kamu di muka bumi, lalu ,erha ikanlah ba(aimana akiba oran(oran( yan( mendus akan 0rasul-rasul1*) 6-S Ali mran ? 3|47> >1 2emeran(i bu a huruf

K N DEFFPH bJpH JEFH gH L H FJlH bJEFFmH TH UFJVK _FH\fH JK JEFHH TH kFFHH TH kFJ KN DEFSgH FK [JfK gFJlH bJE 6y,3FqFTeDEtFJ[H TJeH AFJ[H DfH _FH \fH JK JEFH [N TH UFFK [H TH ZJDfK gFFH [N TH U
&Ba3alah den(an 0menyebu 1 nama Tuhanmu yan( elah men3i, akan* 5ia elah men3i, akan manusia dari se(um,al darah* Ba3alah, dan Tuhanmulah 'an( Palin( Pemurah* 'an( men(a#ar 0manusia1 den(an ,eran araan qalam* 5ia men(a#ari manusia a,a yan( ak dike ahuinya*)6-S al,1Ala2 ? 3,y7> @1 2en(an#urkan un uk mem,ela#ari berba(ai bahasa Sehingga di antara sahabat,sahabat Nabi shalla-llahu $alaihi wa sallam ada yang menguasai bahasa Parsi9 <%mawi9 dan Habsyi> <asulullah telahg menyuruh ~aid bin $sabit mempela"ari bahasa Suryani9 bahasa %rang,%rang 'ahudi9 sebagaimana diriwayatkan %leh mam Bukhari9 Abu Daud9 dan at, $irmid:i> A1 2en(an#urkan ,en((unaan s a is ik &8i un(lah un ukku bera,a oran( yan( melafadzkan ka a-ka a Islam*) 6al, Hadits7> !ereka pun menghitung sampai 3yvv> B1 2en((unakan ,rinsi, ,eren3anaan Kisah Nabi 'usu. "alaihis salam dan pr%yek peren&anaan ek%n%mi dan pertaniannya yang termaktub dalam al,-uran merupakan dalil dan bukti yang sangat "elas tentang hal ini> C1 2en(akui lo(ika eks,erimen dalam urusan duniawi

fY^UFuEFWFnfUFVUF[T_FELtFJ[P pfH oJ P FK J]P _P MK gFP [H TJUH lFJ[P OJH l

&+amu lebih ahu en an( urusan duniamu*) 6H< !uslim dari Aisyah radhiyallahu "anha7> ?D1 2em,erha ikan ,enda,a oran(-oran( banyak dan berilmu

6y;FqF\fbDEtFE bo JK H kFH QK gFJrH MJfH X


&2aka anyakanlah ia ,ada 5za 'an( 2aha ahu*) 6-S al,/ur2an ? y;7>

63wFqFbfXtFm bJoK H kFP IJK _FH P S ^ HP AFH H L


&5an idak akan bisa ber3eri a ke,adamu se,er i 0yan( dilakukan1 oleh 'an( 2aha ahu*) 6-S /athir ? 3w7>

??1 2en(izinkan un uk men(ambil semua ilmu duniawi yan( bermanfaa dari


sumber mana,un meski dari non-2uslim sekali ,un 0infi ahiyah1* &+a a hikmah adalah milik oran( mukmin yan( hilan(* 5i mana ,un dia menemukannya, maka dialah yan( ,alin( berhak un uk men(ambilnya*) 6H< at,$irmid:i7> ?:1 2elaran( den(an keras dan memaran(i khurafa , khayalan, sula,, sihir, dan se#enisnya* &a2alah dengan nama Rabb-mu Perintah memba&a dengan beragam maknanya pada ayat pertama surat al,1Ala2 diteruskan dengan *bismi rabbik) yang bermakna "den(an nama Tuhanmu!> &i disini ada yang mengatakan hanya sekedar sisipan9 ada yang berpendapat mengandung arti mulabasah 6penyertaan79 berarti *ba3alah diser ai den(an 4ama TuhanmuG) Bismi rabbik adalah satu ungkapan> Sudah men"adi kebiasaan %rang Arab se"ak :aman dahulu hingga kini mengaitkan suatu peker"aan yang dilakukan dengan nama sesuatu yang mereka muliakan> ni dimaksudkan untuk memberikan kesan 6a sar7 yang baik atau katakanlah memberikan *berkat+ 6tambahan kebaikan material dan immaterial7 untuk peker"aan itu> (uga untuk menun"ukkan bahwa peker"aan tadi dilakukan semata,mata demi "dia! yang disebut namanya itu> Kebiasaan %rang,%rang Arab9 ketua parlemen membuka sidang,sidang resmi dengan mengu&apkan &bismillah wa bismi asy-sya!b) 6atas nama Allah dan atas nama rakyat7> Demikian pula anak lahir diberi nama t%k%h tertentu9 agar anak kelak memiliki harapan dan men&%nt%h si.at,si.at terpu"i dari t%k%h itu> !engaitkan peker"aan dengan nama Allah mengantarkan pelakunya ikhlas karena,Nya> Agar amalnya menghasilkan keabadian> $anpa ketulusan semua amal akan punah>

6x|FqF\fbDEtFE ] JP J^H _F H H FP fH ^JTH eH H XFm IH RH UFJVK _FEJ]P TK RH UFfH _FHDK FH ^J_K BH H L


&5an +ami hada,i se(ala amal yan( mereka ker#akan 0 an,a keimanan dan keikhlasan1 i u, lalu +ami #adikan amal ersebu 0ba(aikan1 debu yan( ber erban(an*) 6-S al,/ur2an ? x|7>

hfN ^DEFP H J^A H FfH_ FfN_ H lH LFH P jFP H JH oH XFP BH gN DEFfN_ H MH XFHIK fH JDEH LFN H CJDEFPu EFP K bJH AFH K DH H p 634FqFBUbDEtFK J H JEFK WXFP @P cJRH oH X
&5emikianlah Allah membua ,erum,amaan 0ba(i1 yan( benar dan yan( ba hil* Ada,un buih i u, akan hilan( seba(ai sesua u yan( ak ada har(anya, ada,un yan( memberi manfaa ke,ada manusia, maka ia e a, di bumi*) 6-S ar,<adu ? 347> !enyertakan peker"aan dengan nama Allah akan berbekas sepan"ang :aman> Sebagaimana manusia yang dididik %leh <asulullah dengan nama Allah9 met%de Allah9 dan karena Allah melahirkan pr%ses pertumbuhan yang men"engkalkan hati %rang,%rang ka.ir>

fe N pP FJ[ P EH bH aFJ[ P YH ^Jog H FHH RH P FKfN P cJDEFH TH UFP sN B KH lFPQ H eH _FHV A JK N DEH LFKu EFP rJ]P H F BN RH CP _ J]P DEFK bH H lFJV K _FJ[ K YK J]P jP LFKW XFJ[P fH Ro J K Ff EH ]JK H LFKu EFHV K _F JH XFH\ J]P H O JH AFE BN P K xVH \D _ - \D -c ^DO @F D_ } sFK IJoK J K JEFKWXFJ[P YP T HH _H LFK EH J]N ODEFKWXFJ[P YP TH H _FHK DH 6x;FqFODEtD _H eBCD P aD E E BD C _ }BCD ko mD | `X VDi K ZD X xVH \
&2uhammad i u adalah u usan Allah dan oran(-oran( yan( bersama den(an dia adalah keras erhada, oran(-oran( kafir, e a,i berkasih sayan( sesama mereka . kamu liha mereka ruku! dan su#ud men3ari karunia Allah dan keridhaan-4ya, anda- anda mereka am,ak ,ada muka mereka dari bekas su#ud* 5emikianlah sifa -sifa mereka dalam In#il, yai u se,er i tanaman ang mengeluar%an tunasn a ma%a tunas itu menjadi%an tanaman itu %uat lalu menjadi besarlah dia dan tega% lurus di atas $"%"%n a+ tanaman itu men enang%an hati $ara $enanamn a %arena Allah henda% menjeng%el%an hati "rang-"rang %a!ir,/ 6-S al,/ath ? x;7> !enurut Abdul Halim !ahmud 6mantan Syaikh Al A:har7 dalam bukunya9 AlQur!an fi Syahri al-Quran mengatakan ? Dengan kalimat iqra bismi rabbik9 al,-uran tidak sekedar memerintahkan memba&a9 tetapi "memba3a! adalah simb%l dari segala yang dilakukan manusia9 baik yang si.atnya akti. maupun pasi.> Kalimat tersebut dalam pengertian dan "iwanya ingin menyatakan *ba&alah demi $uhanmu+9 *bergeraklah demi $uhanmu+9 *beker"alah demi $uhanmu+> Demikian pula9 apabila Anda berhenti bergerak atau berhenti melakukan akti.itas9 maka hendaklah hal tersebut didasarkan pada bismi rabbika> Ayat tersebut akhirnya berarti &9adikanlah seluruh kehidu,anmu 0duduk, berdiri dan berbarin(1, wu#udmu, dalam 3ara dan u#uanmu, demi Allah)*

Pada surat al,1Ala2 ini Allah memperkenalkan perbuatan,Nya dengan redaksi "rabb!> Padahal Allah memiliki si.at yang berkaitan dengan D:at,Nya dan perbuatan,Nya 6fi!il7> Namun yang dikenalkan dalam ayat ini perbuatan,Nya terlebih dahulu> Sebab kegagahan kebangsawanan Allah merupakan :at yang tidak berbekas se&ara langsung pada makhluk,makhluk,Nya> a tidak bisa ditularkan dan diberikan> Dengan si.at $uhan yang berbentuk perbuatan 6fi!li79 seperti "rabb!9 maka perintah memba&a disini dengan nama $uhan yang bersi.at mendidik9 memelihara9 mengembangkan9 meningkatkan dan memperbaiki makhluk,Nya9 memberikan "e"ak se&ara %t%matis untuk diikuti> Dan9 <abb yang men&iptakan 6al-+haliq79 mendidik9 merawat9 mengembangkan9 meningkatkan9 memperbaiki makhluk,Nya9 wa"ar "ika Dia yang berhak memilikinya 6al-2alik7> /en%mena rububiyya ullah9 khalqiyya ullah dan mulkiyya ullah adalah kenyataan yang tidak bisa dihalangi %leh siapa pun>

F WAfODEFIoDBDE
(FAKTA &0JA"A+)

F bDEFIoDBDE
(FAKTA F%"T"A+)

F W CDEFIoDBDE
(FAKTA %'$"A;%)

@BCD[\@oS u
(#0'G0'A, "ABB)

WTZeDEFIoDBDE
(FAKTA ,2G%KA)

WTZ^DEFIoDBDE
(FAKTA &0JA"A+)

BAB II

@BCD[\@oS u
MENGENAL RABB Dalam al,-uran tidak ada satu ayat pun yang menun"ukkan bahwa manusia itu ateis 6mulhid7> Karena keberadaan $uhan begitu "elas9 tidak perlu dibuktikan> Berikut di"elaskan hu##ah eksistensi $uhan> (a%ta sejarah (ad-dalil at-tari%hi) Dari masa ke masa ditemukan hampir semua ummat manusia memper&ayai kekuatan di balik alam ini 6$uhan7> Hanya sa"a ungkapan wu"ud $uhan digambarkan sesuai dengan tingkat peradaban manusia> )rang,%rang 'unani Kun% menganut paham p%liteisme 6keyakinan banyak tuhan7 ? bintang adalah tuhan 6dewa79 enus adalah Dewa Ke&antikan9 !ars adalah Dewa Peperangan9 !iner8a adalah Dewa Kekayaan9 sedangkan $uhan tertinggi adalah Ap%ll% atau Dewa !atahari> )rang,%rang Hindu mempunyai banyak dewa9 yang diyakini sebagai tuhan, tuhan> Keyakinan itu ter&ermin antara lain dalam Hikayat !ahabarata> !asyarakat !esir9 tidak terke&uali> !ereka meyakini adanya Dewa sis9 Dewi )siris9 dan yang tertinggi <a> !asyarakat Persia pun demikian9 mereka per&aya bahwa ada $uhan Gelap dan $uhan $erang> Para ahli .ilsa.at setelah menerawang9 ber.ikir9 merenung9 membanding9 mengukur9 men"angka9 pendeknya mem.il%s%.i9 sampailah ia di u"ung per"alanan> 'akinlah ada sesuatu 'ang !aha !utlak9 Dialah ",un3ak ideal! 6kata Plat%7> Dialah "Tao!9 yang tak dapat diberi nama 6kata 0a% $:e7> !aka insa.lah kelemahan dirinya> Pengaruh keyakinan tersebut merambah ke masyarakat Arab9 walaupun "ika mereka ditanya tentang Penguasa dan Pen&ipta langit dan bumi mereka men"awab9 *Allah+> $etapi dalam waktu yang sama mereka menyembah "uga berhala,berhala al,0ata9 al,#::a9 dan !anata9 tiga berhala terbesar mereka9 di samping ratusan berhala lainnya> De.inisi Allah bagi kaum "ahiliyah berbeda dengan Allah menurut al,-uran> Al,-uran datang untuk meluruskan keyakinan itu9 dengan membawa a"aran tauhid> Berbi&ara tentang Allah 8ersi Allah sa"a terulang sebanyak x};4 kali> (a%ta !itrah (ad-dalil al-!ithri) (angankan al,-uran9 Kitab $aurat dan n"il dalam bentuknya yang sekarang pun 6Per"an"ian 0ama dan Baru7 tidak men"elaskan wu"ud $uhan> Karena keberadaan,Nya sedemikian "elas dan terasa> Sehingga tidak perlu di"elaskan>

Kehadiran $uhan merupakan bawaan 6fi hrah7 manusia se"ak asal ke"adiannya>

uEFK JTH K DFH IJAB K Ja H FH FfHY o JH TH UFHh fN ^DEFHbH H XFJW K ON DEFKu EFH- H bJK XFf JoK ^H FKV JAS BTK DFH H YJjH LFJ[ K H MH X 6|vFqFLbDEtFH \J]P RH TJeA H FH FKhfN ^DEFH bH JpH lFN VK cH DH LFP [S oH ZJDEFP VJAB S DEFH K DH
&2aka hada,kanlah wa#ahmu den(an lurus ke,ada a(ama 0Allah1, 0 e a,lah a as1 fi hrah Allah yan( elah men3i, akan manusia menuru fi hrah i u* Tiada ,erubahan ,ada fi hrah Allah* 0I ulah1 a(ama yan( lurus, e a,i kebanyakan manusia idak men(e ahui*) 6-S ar,<um ? |v7>

iJ H DH lFJ[K YK P JH lFH TH UFJ[ PH BH YJl HH LFJ[ P YH ON AS P FJ[ K K J]P YP FJV K _FH H sFJW ^ KH gFJV K _FH gH FH H kH lFJK H L 634xFqFdEbUEtFfH JBK Y H FH TH gFEJ]P DfH FJ[P cS gH bK g
&5an 0in(a lah1 ke ika Tuhanmu men(eluarkan ke urunan anak-anak Adam dari sulbi mereka, dan Allah men(ambil kesaksian erhada, #iwa mereka 0seraya berfirman1, "Bukankah Aku ini Tuhanmu-! 2ereka men#awab, "Be ul 0En(kau uhan kami1, kami menyaksikan!*) 6-S Al,Ara.? 34x7> Apabila kita berhenti se"enak dari kesibukan hidup9 termenung se%rang diri9 terdengarlah suara dhamir 6hati79 menga"ak kita berdial%g untuk menga"ak menyatu dengan t%talitas wu"ud 'ang !aha !utlak> Suara itu mengantar kita betapa lemahnya manusia di hadapan,Nya> Dan betapa !aha Kuasa dan Perkasa Dia 'ang !aha Agung itu> Suara itu adalah suara hati nurani> Setiap %rang dengan berbagai kedudukannya memiliki fi hrah itu> 7i hrah yang terbawa se"ak kelahirannya> Sekalipun seringkali karena kesibukan dan d%sa,d%sa ia terabaikan dan tertutup> Suaranya begitu lemah sehingga tak terdengar lagi> $etapi bila diusahakan untuk didengarkan9 kemudian benar,benar tertan&ap di dalam "iwa9 maka hilanglah semua unsur,unsur ketergantungan lain ke&uali kepada Allah> $iada tempat bergantung9 menitipkan harapan9 tempat mengabdi ke&uali Allah> $iada daya untuk mendatangkan man.aat9 tiada pula kuasa untuk men%lak madharra 9 ke&uali bersumber dari Allah 'ang !aha $inggi dan !aha Agung 6laa haula wa laa quwwa a illa billahi "aliyyil "azhim7> Kemudian setelah itu tidak ada lagi rasa takut yang menghantui atau men&engkeram9 tiada pula rasa sedih yang akan men&ekam 6-S /ushshilat ? |v{ ar,<ad ? x7> !emang ada saat,saat dalam hidup ini singkat atau pan"ang dimana manusia mengalami keraguan tentang wu"ud,Nya 6-S al,(atsiyah ? xw79 bahkan men%lak kehadiran,Nya> Akan tetapi9 keraguan itu akan beralih men"adi kegelisahan9 khususnya ketika ia merenung dan tertimpa musibah 6-S 'unus ? xx7> (adi kebutuhan ber,$uhan permanen9 sementara mengingkari $uhan bersi.at temp%ral> Beralasan9 "ika dikatakan bahwa mereka yang tak memper&ayai wu"ud $uhan adalah %rang,%rang yang keras kepala> ni dapat dipahami dari ayat yang menguraikan diskusi yang ter"adi antara Nabi brahim "alaihis salam dan

Namrud 6-S al, Ba2arah ?xy7> /iraun9 ketika berhadapan dengan !usa "alaihis salam bertanya9 &Sia,a uhan semes a alam i u-) 6-S asy,Syuara ? x|7> Bukti pernyataan yang lahir dari sikap keras kepala adalah pengakuan /iraun sendiri ketika ruhnya akan terlepas dari "asadnya> Al,-uran men"elaskan sikap /iraun yang ketika itu kembali ke fi hrah9 tetapi terlambat>

fHH lH LFH IJAK sH bJK FJ]^ PH gFHQg K FJiH ^H _sFJK N DEFN K FHQH DK FH FPQ NH lFPi^ JH _sFH rfH FPH bH JDEFPQH pH JH lFEH K FN OH 6;3,;vFqF]AtFH VJAB KK JP RJDEFH VK _FH iJ^P pH LFP IJH FH io JH H UFJBH H LFH \JsFH Vo JK RK TJP RJDEFH VK _
&8in((a saa 7ir!aun elah ham,ir en((elam, berka alah dia, "Saya ,er3aya bahwa idak ada Tuhan melainkan Tuhan yan( di,er3ayai oleh Bani Israil, dan saya ermasuk oran(-oran( yan( berserah diri 0ke,ada Allah1* A,akah sekaran( 0baru kamu ,er3aya1 ,adahal sesun((uhnya kamu elah durhaka se#ak dahulu dan kamu ermasuk oran(-oran( yan( berbua kerusakan*) 6-S 'unus ? ;v,;37> (a%ta indrawi (ad-dalil al-hissi) Ada sebagian %rang menuntut bukti wu"ud $uhan dengan pembuktian material> !ereka ingin segera melihat,Nya se&ara langsung> Nabi !usa "alaihis salam suatu ketika pernah berm%h%n agar $uhan menampakkan diri,Nya kepadanya9 sehingga $uhan ber.irman sebagai "awaban perm%h%nanya>

N TH a H FfNRH TH XFJWK EH bH aFHd] J HH XFPQH fH cH _FN bH ZH OJEFK\K H XFK IH H JDEFH DK FJbP JEFKVK cH DH LFJWK EH bH aFJVH DFHrfH fHH lH LFHo JH DK FPiJP aFHH fH C J PFH rfH FHfH XH lFfNRH TH XFf ZK eHFHJ]P _FN bH kH LFfpH FPQ H TH eH jFKIH H JTK DFPQ gH 63w|FqFdEbUEtFH VJo^ KK _J`P RJDEFP rN LH l
&En(kau sekali-kali idak da,a meliha -+u* Te a,i liha lah ke buki i u, #ika ia e a, di em,a nya 0se,er i keadaannya semula1, nis3aya kamu da,a meliha +u* Ta kala Tuhannya am,ak ba(i (unun( i u, ke#adian ersebu men#adikan (unun( i u han3ur luluh dan 2usa ,un #a uh ,in(san* 2aka se elah 2usa sadar kembali, dia berka a, "2ahasu3i En(kau, aku ber oba ke,ada-2u, dan aku oran( yan( ,er ama 0dari kelom,ok1 yan( beriman!*) 6-S al,Ara. ? 3w|7> Ke"adian itu membuktikan bahwa manusia agung pun tidak mampu melihat, Nya paling tidak dalam kehidupan di dunia ini> Agaknya kenyataan sehari, hari membuktikan bahwa kita mengakui sesuatu tanpa harus melihatnya> Bukankah kita mengakui adanya angin9 hanya dengan merasakan atau melihat bekas,bekasnyaz Bukankah kita mengakui adanya *nyawa+ bukan sa"a tanpa melihatnya bahkan mengetahui eksistensinya> Ada beberapa .akt%r yang men"adikan makhluk tak bisa melihat sesuatu> Per ama, sesuatu yang dilihat terlalu ke&il apalagi dalam kegelapan> Sebutir pasir pada malam hari tidak mungkin ditemukan sese%rang> Namun bukan berarti pasir tidak ada>

+edua9 sesuatu itu sangat terang> Bukankah kelelawar tidak dapat melihat di siang hari9 karena sedemikian terangnya sinar matahari dibandingkan dengan kemampuan matanya untuk melihat> $etapi bila malam tiba9 dengan mudah ia dapat melihat> Demikian pula manusia tidak sanggup menatap matahari dalm beberap saat sa"a9 bahkan sesaat setelah melihatnya ia akan menemukan kegelapan> Kalau demikian wa"ar "ika mata kepalanya $uhan Pen&ipta matahari> Sayidina Ali radhiyallahu "anhu pernah ditanya %leh se%rang sahabatnya9 ~ilib al,'amani>

qFH rfH FP EH ba H FH o JH pH LFqFH Io JK FP EH H lFH FfH_ FP BP JUH lFH JoH pH LFqFHrfH FH g NH FHi JAH lH FJI H FqFH IJoK K \fH RJA K JEFKK fH ZH CK gFP J]P TP ZJDEFP QP pK B JP aFJVK cH DL H FK \fH oK eJDEFK H B H fH P RK gFP \J]P oP eJDEFP EH bH aFH
Ditanyakan9 &A,akah anda ,ernah meliha Tuhan-) Beliau men"awab9 &Ba(aimana saya menyembah yan( idak ,ernah saya liha -) Ditanyakan lagi9 &Ba(aimana anda meliha nya-) mam Ali men"awab9 &5ia ak da,a diliha oleh ma a den(an ,andan(annya yan( kasa , a,i bisa diliha oleh ha i den(an hakika keimanan)> !ata hati "auh lebih ta"am dan dapat lebih meyakinkan daripada pandangan mata> Bukankan mata kita sering menipu kitaz Kayu yang lurus terlihat bengk%k di dalam sungai9 bayangan kita lihat tetap9 padahal bergerak> Dari ke"auhan kita melihat air9 ternyata .atam%rgana> Binatang yang besar terlihat ke&il dari ke"auhan> (a%ta l"gi%a (ad-dalil al-aqli) Banyak ayat,ayat yang men"elaskan argumen l%gika tentang keesaan $uhan>

6xxFqFfoEtFfH aB HH H H DFP uEFN K F nH YK DsFfH RK Yo JK XFH \fH pFJ]H D


&Seandainya ,ada keduanya 0lan(i dan bumi1 ada dua Tuhan, maka ,as ilah keduanya binasa*) 6-S al,Anbiya ? xx7> Seandainya ada dua pen&ipta9 maka akan ka&au &iptaannya> Karena "ika masing, masing pen&ipta menghendaki sesuatu yang tidak disetu"ui %lah yang lain9 maka kalau keduanya berkuasa9 &iptaan pun akan ka&au atau tidak akan terwu"ud> Kalau salah satu mengalahkan yang lain9 maka yang kalah bukan $uhan> Dan apabila keduanya bersepakat9 itu merupakan bukti kebutuhan dan kelemahan mereka9 sehingga keduanya bukan $uhan9 karena $uhan tidak mungkin membutuhkan sesuatu atau lemah atas sesuatu> /en%mena keteraturan9 ketetapan9 petun"uk9 re:eki9 kasih sayang9 m%ral9 di alam raya ini adalah bukti keesaan $uhan>

\fH AK ]H OJ A H FJI H FmIP jH bK DFf RH TH F U r _ ?FH \J]P K pfH O HP _FP H pH b P FKQ JoK XFU r _F H H _FPu EFH H bH 6x;FqFb_DEtFH \J]P RH TJeH AFH FJ[P P bH JpH lFJIH gFKuK FP BJRH CJDEF H H _
&Allah membua ,erum,amaan 0yai u1 seoran( lelaki 0budak1 yan( dimiliki oleh bebera,a oran( yan( berserika dan salin( berselisih 0buruk ,eran(ai

mereka1, den(an seoran( budak yan( men#adi milik ,enuh dari seoran( ra#a* Adakah keduanya 0budak-budak i u1 sama halnya- Se(ala ,u#i ba(i Allah, e a,i kebanyakan mereka idak men(e ahui*) 6-S a:,~umar ? x;7> Ayat ini menggambarkan bagaimana keadaan sese%rang yang harus taat kepada sekian banyak %rang yang memilikinya9 tetapi pemilik,pemiliknya itu saling berselisih dan buruk perangainya> Alangkah bingungnya dia> !a"ikan yang satu memerintahkan satu hal9 belum lagi selesai datang yang lain men&egah atau mengintruksikan hal yang berbeda> Begitulah seterusnya9 sehingga pada akhirnya budak itu hidup dalam k%mpleks ke"iwaan yang tak diketahui bagaimana menanggulanginya> Bandingkan dengan se%rang budak lain yang hanya milik penuh sese%rang sehingga ia tidak mengalami dan k%ntradiksi> Sementara %rang ada yang membuat kemungkinan berikut9 yakni bahwa manusia ingin hidup bebas> Sesungguhnya keinginan itu disamping mustahil9 bertentangan dengan kemanusiaannya9 karena berarti tidak ketika itu tidak mengakui adanya hukum9 tu"uan9 keinginan9 ide dalam arti dia k%s%ng sama sekali dari keyakinan tertentu dan keadaan demikian men&abut dari hakikat kemanusiaannya> Keadaan sema&am ini tidak ada wu"udnya dalam kehidupan manusia di dunia> )rang yang liberal9 pasti dalam hidupnya dilandasi %leh keyakinan tertentu atau berusaha men&ari idekeyakinan tertentu> !anusia harus menerima wewenang pengaturan dari keyakinan tertentu 6ide yang ada dalam hatinya7> Wa"ar9 "ika al,-uran pada ayat diatas menggunakan istilah yang mengandung arti ra#ulan9 budak 6sese%rang yang dimiliki %leh pihak lain7> 6Allah dalam +ehidu,an 2anusia9 karya !urtadha !uthahhari7> Keadaan ruwet yang dilukiskan %leh ayat diatas9 terbukti kebenarannya dalam kenyataan hidup %rang,%rang yang lemah imannya9 karena memiliki banyak keyakinan yang k%ntradikti.> )rang yang sema&am ini did%minasi sekian penguasa yang buruk perangainya sehingga ia mengidap penyakit ke"iwaan kepribadian terbelah 6s,li ,ersonali y7> Akidah tauhid adalah kebutuhan "iwa manusia untuk memper%leh kepastian hidup> Berikut rangkaian pertanyaan yang menun"ukkan akan kebutuh,an asasi itu ? &Sia,a yan( men#amin bila Anda melon ar ke de,an, maka ba u i u idak men(arah ke belakan(- A,a yan( men#amin bahwa air selalu men3ari em,a yan( rendah- Sia,a yan( men#amin bahwa sekali wak u a,i i u ak membakar-)

(a%ta te%stual (ad-dalil an-naqli) Al,-uran se&ara har.iyah bermakna *ba&aan sempurna+ merupakan nama pilihan Allah yang tepat9 karena tiada satu ba&aan pun se"ak manusia mengenal tulis,ba&a lima ribu tahun yang lalu yang dapat menandingi Al,-uran Al Karim9 ba&aan sempurna lagi mulia itu>

$iada ba&aan yang diba&a %leh ratusan "uta %rang yang tidak mengerti artinya atau tidak bisa menulis aksaranya 9 dan diha.al huru. demi huru. %leh %rang dewasa9 rema"a dan anak,anak melebihi Al,-uran> $iada ba&aan yang memiliki perhatian sedemikian rupa9 bukan sa"a se"arahnya se&ara umum9 tetapi ayat demi ayat9 baik dari segi masa9 musim9 dan saat turunnya9 sampai kepada sebab,sebab serta waktu,waktu turunnya melebihi Al, -uran> $iada ba&aan yang dipela"ari sedemikian serius9 bukan hanya susunan redaksi dan pemilihan k%sa katanya9 kandungannya yang tersurat9 yang tersirat bahkan sampai kesan yang ditimbulkannya9 melebihi Al,-uran> Semua dituangkan dalam "utaan "ilid buku9 dari generasi demi generasi> Kemudian apa yang dituangkan dari sumber yang tidak kering itu9 berbeda,beda sesuai dengan perbedaan kemampuan dan ke&enderungan mereka9 namun semuanya mengandung kebenaran> Al,-uran adalah permata yang meman&arkan &ahaya yang berbeda,beda sesuai dengan sudut pandang masing,masing> $iada ba&aan yang diatur tata&ara memba&anya9 mana yang dipendekkan9 dipan"angkan9 dipertebal9 diperhalus u&apannya9 dimana tempat yang terlarang atau b%leh9 atau harus memulai dan berhenti9 bahkan diatur lagu dan iramanya9 sampai kepada etika memba&anya> Senandung Al,-uran &+alamun) berikut yang diba&a para ulama usai a!lim atau adarrus Al,-uran se&ara bersama, sama>

P ] JP H LFm EH FS IP pFJVK _FJWK H O JH lFKQg K FK no NK H LFmIJeK XL H Fm rJ]H FJVH UFHN H ^a P FP QP UfH RHF IH RP AFH F [A JK BH F H H p WK eJRH FKQ g K FJS ]H L H FKQ K XJLP bP FS bK g K FJW K ^JeS OH _FS H fH oH XFJW K aH bJoH H LFJW K TJYH jFH BJ^K UFJW K JTH ZK DF Io JK DH bJH ZJDEFKW XFS H FfHA FKQ g K FJ K H lH LFnH RJcK H LFfR JTK UH LFfC JOH XFKQ K gFJW K DFJ H H LFJWK OH TJZP _H LFJW K JTH H L WK OH JH L
&Sua u firman yan( qadim yan( idak ada bosan menden(arnya 0yakni +i ab Su3i Al-Qur!an1* 5ia su3i 0un((ul a au idak mun(kin erdiri1 dari se(ala u3a,an, ,erbua an, dan nia * 5en(an Al-Qur!an kami min a kesembuhan dari se(ala ,enyaki * Hahayanya meru,akan ,e un#uk ba(iku dalam (uli a dan (ulana ha i* 'a Rabbi, berikanlah ke,adaku kenikma an 0ke(embiraan1 karena rahasia 0mis eri1 huruf-hurufnya* Teran(ilah den(an Al-Qur!an ,enden(aran, nurani, dan u3a,akanku* Anu(erahkan ke,adaku den(annya ke erbukaan ha i, ilmu, dan hikmah* 5an, en ramkan rasa aku ku di dalam kubur, den(annya, ya Rabbi*) Adakah ba&aan &iptaan makhluk yang seagung ituz Al,-uran menantang ?

QK T JK RK gFH\ J]P aJMA H FH FK\ sJbP ZJDEFEH H FK IJK RK gFEJ]P aJMH AFJ\ H lFH TH UFV K JDEH LFP J K JEFKi H eH RH OJjEFKV K H DFJIP 6FqFEbEtFE bJoK YH Fm JeH K DFJ[P YP JeH gFH \fH pFJ]H DH L
&+a akanlah, Seandainya manusia dan #in berkum,ul un uk menyusun sema3am Al-Qur!an ini, mereka idak akan berhasil menyusun sema3amnya, walau,un mereka beker#a sama*) 6-S al, sra ? 7>

!asihkah kita meragukan bahwa Al,-uran adalah .irman Allah 'ang !aha Agung dan !aha !uliaz

EE]l
TeODE [bDfg
#0,0KAT P0"%2$%K

W^DE
,-PA

n
&P0"#A & 2<-#

WB_F]T_
#AK+,-K &2&%A,

TUFV_
&0G-#PA, $A"A+

E
J%'AK

[\@oS >HLyWC
#0'G0'A, #A'-&%A

DF TeODE uE
B0"GA'T-'

n _ nZ T_
$AG%'G

h]^DE
$%'A#%&

boFn _ nZ T_
$AG%'G TAK

fU
T-,A'G

[CD
$AG%'G

bksFTk
#akhluk Ber entuk ,ain

BAB III

>HLyWCD[\@oS
MENGENAL MAN+SIA Ma%na 4al-alaq/ se2ara %ebahasaan (lughatan) Pada ayat kedua aurat al,1Ala2 Allah menampakkan perbuatan,Nya &khalaqal insana min "alaq) 6Dia men&iptakan manusia dari segumpal darah7> Dari ayat ini men"elaskan bahwa Allah subhanahu wa a!ala itu al-+haliq 6Pen&ipta7 dan manusia adalah makhluk yang di&iptakan dari segumpal darah> Pengenalan disini tidak hanya tertu"u kepada rasi% manusia9 tetapi "uga kepada kesadaran batin dan intuisinya9 bahkan seluruh t%talitas manusia> Pengenalan dengan mata hati diharapkan membimbing akal dan .ikiran sehingga angg%ta tubuh dapat menghasilkan perbuatan yang baik dan memeliharanya> Kata &al-insan) yang berarti manusia terambil dari akar kata &uns) 6"inak9 senang dan harm%nis79 atau ia terambil dari akar kata &nis-yun) yang berarti lupa> Atau terambil dari akar katanya &naus) yaitu pergerakan atau dinamika> !akna,makna diatas memberikan gambaran tentang p%tensi yang dimilikinya9 lupa9 kemampuan bergerak yang melahirkan dinamika9 makhluk yang sewa"arnya melahirkan rasa senang9 "inak dan harm%nis pada pihak,pihak lain> Berbeda dengan &basyar) yang "uga diter"emahkan manusia9 tetapi dari aspek .isik 6-S al,Kah.i ? 33v7> $etapi pada ayat berikut men&akup .isik dan psikis>

6wFqFVoODEtFm [JAK ]JZa H FK VH JH lFK XFH\fH JK JEFfH ^JZH TH kFJBH ZH D


&Sesun((uhnya +ami elah men3i, akan manusia dalam ben uk yan( sebaikbaiknya*) 6-S at,$iin ? w7> Al,-uran mengantar manusia menghayati petun"uk,petun"uk Allah9 memperkenalkan "atidirinya9 antara lain dengan menguraikan pr%ses ke"adiannya> Ayat kedua surat al,1Ala2 menguraikan se&ara singkat hal tersebut9 kemudian diperkuat %leh ayat yang lain berikut>

[P FFmV o JK cH _FmEH bH FKW XFnH J P FP fH ^JTH eH jFN[ P FFmV o JK FJV K _Fm nH DH P FJV K _FH \fH J K JEFfH^ JZH TH kFJBH ZH DH L fH K eJDEFfH J]H H cH XFf_ fH K UFHnH JP RJDEFfH^ JZH TH H XFnH JP _FHnH ZH TH eJDEFfH^ JZH TH H XFnH ZH TH UFHnH J ^DEFfH^ JZH TH k 63w,3xFqF\]^_`RDEtFHVJoK ZK DfH JDEFP VH JH lFP uEFHH fH H OH XD @ FDH AK FFP fH JMH JH lFN [ P Ff RJCH D
&Sesun((uhnya +ami elah men3i, akan manusia dari sari,a i anah* +emudian sari,a i i u +ami #adikan nu hfah dalam em,a yan( kokoh 0rahim1, kemudian nu hfah i u +ami #adikan "alaqah* /alu "alaqah i u kami #adikan mudh(ah 0se(um,al da(in(1 dan mudh(hah i u +ami #adikan ulan(* Selan#u nya ulan( i u +ami bun(kus den(an da(in(* +amudian +ami #adikan ia makhluk yan( berben uk lain 0yakni bukan sekedar fisik, ruh1* 2ahasu3ilah Allah, sebaik-baik Pen3i, a*) 6-S al,!uminun ?3x,3w7>

Ayat diatas menyimpulkan pr%ses ke"adian manusia dari segi .isik dalam lima tahap ? 637 nu hfah 6pertemuan sperma dan %8um79 6x7 "alaqah9 6|7 mudh(hah 6segumpal daging79 yakni pembentukan %rgan,%rgan 8ital yang dalam surat al, Ha"" ? y dirin&i bahwa ada mudh(hah mukhollaqah 6terbentuk se&ara sempurna7 dan ada pula (hairu mukhallaqah 6terbentuk se&ara tidak sempurna79 6w7 "izham 6tulang79 6y7 lahm 6daging7> Kata "alaq! dalam surat al,1Ala2 berarti menempel9 melekat9 berdempet serta masuk ke dinding rahim> Sekalipun ada yang mengatakan segumpal darah> $etapi para ahli bahasa Arab menyatakan bahwa sesuatu diberi nama sesuai dengan si.atnya> Seperti hati di beri nama "qalb! karena si.atnya yang berb%lak, balik> Ma%na 4al-alaq/ se2ara istilah (ishthilahan) Ketika s,erma ozoa laki,laki menyatu dengan oIum 6sel telur7 perempuan9 terbentuklah bahan dasar &al%n bayi> Sel tunggal ini9 yang dalam ilmu bi%l%gi dikenal sebagai zy(o 9 akan mulai berkembang dengan sendirinya melalui pembelahan dan akhirnya men"adi 1sep%t%ng daging 6mudh(hah7> Akan tetapi9 zy(o itu tidak men"alani masa perkembangannya dalam ruang hampa> 6y(o melekat pada rahim bagaikan akar,akar yang tertan&ap dengan k%k%h di tanah dengan sulur,sulur mereka> !elalui ikatan ini9 zy(o bisa memper%leh bahan,bahan dari tubuh ibunya yang amat penting bagi pertumbuhannya> 'ang menarik9 dalam Al,-uran9 Allah selalu menyebut zy(o yang berkembang di rahim sang ibu sebagai "alaq>

[ A K Z FH\ fH pFN[ P FFH ^JRA P FW K ^H _FJV K _FnH J P FP A H FJ[ H DH lFF BP FH H bJOA P FJ\ H lFP \fH J K JEFP H JCH AH l 6|;,|}FqFn_foZDEtFH J P JEH LFH bH pN DEFKVJoH jJLN DEFP Q^ JK _FH IH eH H XFFN ]H H XFHH TH H X
&A,akah manusia men(ira bahwa ia akan dibiarkan idak erurus- Bukankah dia dahulu hanya se i ik mani yan( di,an3arkan- +emudian, mani i u men#adi alaqah, lalu 0Allah1 men3i, akannya dan menyem,urnakannya, lalu Allah men#adikan darinya se,asan( laki-laki dan ,erem,uan*) 6-S al,-iyamah ? |},|;7> !akna Arab untuk kata "alaqah adalah 1sesuatu yang melekat di suatu tempat> Kata ini se&ara har.iah dipakai untuk mengungkapkan lintah yang melekat di tubuh untuk mengisap darah> $entu sa"a inilah kata terbaik yang memungkinkan untuk memaparkan keadaan zy(o yang melekat di dinding rahim dan menyerap makanannya dari situ> Al,-uran mengungkap lebih banyak lagi mengenai zy(o > Dengan se&ara sempurna melekat di dinding rahim9 zy(o itu mulai tumbuh> Sementara itu9 rahim si ibu terisi dengan suatu &airan yang disebut &airan amnion yang mengitari zy(o > =%rak terpenting &airan amnion 6tempat pertumbuhan bayi7 adalah melindungi bayi dari pukulan,pukulan yang berasal dari luar> /akta ini terungkap dalam Al,-uran>

6x3,xvFqF-bRDEtFm VJoK cH _FmEH bH FK WXFP fH ^JTH eH H XFFm VJoK YH _Fm H _FJVK _FJ[P cJZP TJ H FJ[H DH l
&Bukankah +ami men3i, akan kamu dari 3airan yan( hina, kamudian +ami em,a kan dia di em,a yan( kokoh erlindun( 0rahim1*) 6-S al,!ursalat ? xv,x3{ al,!uminun ? 3x,3w{ al, n.ithar ? },7> n.%rmasi ini menun"ukkan bahwa Al,-uran berasal dari satu sumber yang mengetahui pembentukan ini hingga serin&i,rin&inya> )m%ng k%s%ng sa"alah yang mengatakan mengenai kelahiran manusia se&ara kebetulan> 0esan ang dimun2ul%an Kesan ayat &khalaqal insana min "alaq) tidak hanya berbi&ara tentang repr%duksi manusia tetapi menekankan tentang si.at bawaan manusia sebagai makhluk s%&ial9 seperti dikemukakan sebelum ini bahwa diantara arti "alaq adalah *ketergantungan+> Sehingga dapat dipahami bahwa manusia itu makhluk yang telah di&iptakan Allah dengan memiliki si.at ketergantungan kepada pihak,pihak lain sampai akhir per"alanan hidupnya> Al insanu makhlukun madaniyyun 6keberadaan manusia karena keterikatan dengan %rang lain79 kata s%sil%l%g muslim bnu Khaldun> Bahkan agama adalah hubungan interaksi yang baik 6ad-diinu al-mua!amalah7> Disamping itu9 makhluk s%sial tidak dapat hidup dalam bentuk apapun ke&uali menggantungkan diri kepada Allah subhanahu wa a!ala> Kata "alaq diartikan sebagai salah satu peri%de ke"adian manusia9 mengantarkannya kepada kesadaran tentang asal,usulnya> Sedangkan kesan dari kata itu menimbulkan kesadaran tentang ketergantungan kepada banyak pihak yang pada akhirnya memandu manusia menyadari keterikatan dengan lingkungannya9 dunianya9 bahkan menyadari kebesaran dan kekuasaan Allah 'ang !aha Pen&ipta 6al-+haliq7> ni pula yang membuka pintu pikiran 6wi#hah7 dan mata batinnya 6bashirah79 %rientasi 6i i#ah79 p%la pikir 6 ashawwur7 manusia menu"u pengenalan diri9 lingkungan dan Sang Khali2> Pengenalan 6ma!rifa 7 tersebut merupakan "enis pengetahuan yang paling mendasar> Al,-uran memberikan pesan penting ini>

63;FqFbCDEtFH\J]P ZK fH JDEFP [P FH K H DJLP lFJ[P YH P JH lFJ[P fH JH MH XFHuEFE]P H FH VA JK N DfH pFEJ] P J]P cH aFH H L
&5an #an(anlah kamu se,er i oran(-oran( yan( lu,a ke,ada Tuhan, maka 5ia men#adikan mereka lu,a ke,ada diri mereka sendiri, mereka i ulah oran(oran( yan( fasiq*) 6-S al,Hasyr ? 3;7> !anusia yang lalai adalah manusia yang tidak mengingat asal ke"adiannya9 dan tidak menyadari siapa yang menghadirkannya di dunia ini> Ketika sese%rang ber"alan menelusuri padang sahara9 kemudian tersesat9 tiba,tiba datang se%rang pemandu{ maka yang pertama kali dia beri u&apan terima kasih adalah pemandu itu> tulah Allah dan utusan,utusan,Nya>

BAB I4

BHoBCD[\@oS
MENGENAL ALAM

Asal %ejadian alam ra a (ashlu nas atil %auni) !enurut data yang diper%leh pada abad ke,xv9 ternyata alam semesta ini ada se&ara tiba,tiba setelah sebelumnya tidak ada> $e%ri ini dikenal dengan sebagai te%ri 0edakan Dahsyat 6Bi( Ban(7 yang berpandangan bahwa alam semesta ini pada mulanya ter"adi ledakan> Ada bukti kuat yang mendukung te%ri 0edakan Dahsyat> !eluasnya alam semesta merupakan salah satunya9 dan bukti yang signi.ikan mengenai hal ini adalah saling men"auhnya galaksi,galaksi dan benda,benda langit> #ntuk memahaminya dengan lebih baik9 alam semesta dibayangkan sebagai permukaan bal%n yang digelembungkan> Seperti halnya bagian,bagian permukaan bal%n yang digelembungkan> Seperti halnya bagian,bagian permukaan bal%n yang saling men"auh ketika bal%n digelembungkan9 demikian "ugalah benda,benda angkasa yang saling men"auh tatkala alam semesta meluas> Dalam hal ini mari kita meru"uk kepada ayat Al,-uran yang rele8an dengan te%ri diatas>

6w4FqF-fAEDEtFH \J]P eK J]P RH DFfN K L H Fm BJAH MK gFfH fH ^JoH ^g H FH H RN DEH L


&5an, lan(i i u +ami ban(un den(an kekuasaan 0+ami1 dan sesun((uhnya +ami benar-benar berkuasa*) 6-S ad:,D:ariyaat ? w47> Pada ayat lain tentang langit9 Allah ber.irman ?

VK _FfH^ JTH eH jH LFfH fH ^JZH OH H XF HA d _FfHO H fH pFH JH JEH LFK-EH LfH RN DEFN\ K FEJLP bH H pFHV A JK N DEFH bH AFJ[ H DH LH l 6|vFqFfoEtFH \J]^ PK _J`P AFHH XH lF WH FmJW H FN IP pFKfH RJDE
&5an, a,akah oran(-oran( kafir idak men(e ahui bahwa lan(i dan bumi i u keduanya dahulu adalah suatu ang $adu, kemudian +ami ,isahkan an ara keduanya* 5an, dari air, +ami men#adikan se(ala sesu a u yan( hidu,* 2aka, men(a,akah mereka iada yan( beriman*) 6-S al,Anbiya ? |v7> !enurut kamus,kamus Arab9 kata asal ra q yang diter"emahkan 1terpadu dalam ayat ini berarti &sesua u yan( er u u,, ,ada , keda,, ber(abun( men#adi sa u dalam massa yan( bera )> !enurut termin%l%gi .i2h slam9 "ika ternyata &al%n istri kita "ra aq! b%leh dibatalkan karena .ungsi bil%gisnya tertutup %leh tulang9 sehingga menghambat "alinan keharm%nisan keluarga>

\JbH ZJDEH LD d @BC ?FKH b H JDEH LFK EH P JDEH LFK \J]P ^P JDfK gFqFm ] JP oP UFKnH JRH g K FP H lJbH RJDEF H bP aH L
&Is ri boleh dikembalikan 0di3eraikan1 karena > hal, yakni . 0?1 (ila, 0:1 ber,enyaki kus a, 0<1 ber,enyaki so,ak, 0=1 alat %elamin tertutu$ tulang, dan 0>1 ala kelamin ersumba da(in(*) 6+ifaaya ul Akhyaar9 "u: 9 hal> y;7> !aksudnya ayat ini9 dipakai untuk dua p%t%ng yang berlainan yang membentuk entitas> Pernyataan *pisahkan+ adalah kata ker"a *fa q+ dalam bahasa Arab dan ini berarti meme&ah %byek dalam keadaan ra q> Sebagai misal9 penumbuhan benih dan tampilan pu&uk,pu&uknya di bumi diungkapkan dengan kata ker"a ini>

Kini9 mari kita melihat kembali ayat yang menun"ukkan bahwa langit dan bumi itu dalam keadaan "ra q! lalu keduanya diartikan 1dipisahkan dalam kata ker"a "fa q!> !aksudnya9 yang satu mener%b%s yang lain dan membuat "alan keluarnya> Sungguh9 bila kita mengingat peristiwa pertama 0edakan Dahsyat9 kita lihat bahwa bintik yang disebut " elur kosmik! itu mengandung semua bahan alam semesta> Segala sesuatu9 bahkan *langit dan bumi+ yang belum ter&ipta pun9 terkandung dalam bintik ini dalam keadaan 1ra q> Sesudah itu9 telur k%smik ini meledak9 kemudian semua :at men"adi "fa q!> 'ang menarik temuan,temuan ilmiyah ini belum ada sebelum abad ke,xv> 'ang terang alam semesta ber"alan menurut aturan yang pasti> Semuanya bertasbih menurut bahasanya masing,masing> Sedangkan9 kita di bagian alam yang ke&il ini tidak bersedia tunduk kepada aturan Allah9 alangkah s%mb%ngnya kita>

6,4FqFVRbDEtFK \EH JoK RJDEFKWXFEJ]H Ja H FN H lFFH \EH JoK RJDEFH H H LH LFfH YH eH XH FH H RN DEH L
&5an Allah elah menin((ikan lan(i dan 5ia mele akkan nera3a 0keadilan1* Su,aya kamu #an(an melam,aui ba as en an( nera3a i u*) 6-S ar,<ahman ? 4,7>

fNK FfH^o JH TH UFE BU JL H FPP Bo JK eP FmJTH kFH rN LH lFfHJlH Bg H FfHRH pFKP OP cJTK DFS IK SDEFSWH H pFH H RNDEFK ]J H FHJ]H A 63vwFqFfoEtFH VJoK TK UfH XFfN ^P p
&0'ai u1 ,ada hari +ami (ulun( lan(i seba(ai men((ulun( lembaranlembaran ker as* Seba(aimana +ami elah memulai ,er ama be(i ulah +ami akan men(ulan(inya* I ulah sua u #an#i yan( ,as i +ami e,a i, sesun((uhnya +amilah yan( akan melaksanakannya*) 6-S al,Anbiya ? 3vw7>

6|FqFAtFK [JoK TH eJDEFKJAK H eJDEFP bA JK BJZH aFH K DH FfH YH DF bH ZH OJP RK DFJK bJa H FP JRN DEH L
&5an, ma ahari beredar di em,a ,eredarannya* 5emikianlah ke en uan 'an( 2aha Perkasa la(i 2aha 2en(e ahui*) 6-S 'asin ? |7> (ika kita salah dalam mengel%la alam raya ini9 maka akan mendatangkan ben&ana>

fH_FEH H FJ[ P P J]P YP H LFJ[P YP gJ]P ^P jH LFJ[P YP fH K jFfHYK gFH ]JcP OH XFH[N ^H YH jFKfH FKXFfHYo JH TH UFHRJCA P FHJ]H A 6|yFqFng]ODEtFH \JLP K ^Jca H FJ[O P J^P pfH _FEJ]P JLP H XFJ[P cK P JH K FJ[P aJH ^H p
&Pada hari di,anaskan emas ,erak i u dalam neraka #ahannam, lalu dibakar den(annya dahi mereka, lambun( dan ,un((un( mereka 0lalu dika akan1 ke,ada mereka . Inilah har a bendamu yan( kamu sim,an un uk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekaran( 0akiba dari1 a,a yan( kamu sim,an i u*) 6-S at, $aubah ? |y7>

[P YH DF b H FH ]P FJIH gFJ[ P YH DFE bJoH kH ] P FKQK TJH XFJV K _FJ[ P fH asFfHRK gFH\ J]P TH JA H FHVJAK N DEFN VH HJCH AFH H L fHR g K FPu EH LFK J H JEH LFK -EH LfH RN DEFP EH bo JK _FKu K LFKnH H _fH oK ZJDEFH J]A H FHQ g K FEJ]P TK H gFfH_ FH \J]P N ]H o P H 63vFqF\EbRUFrstF bJoK H kFH \J]P TH RJeH A
&Sekali-kali #an(anlah oran(-oran( yan( bakhil den(an har a yan( Allah berikan ke,ada mereka dari karunia-4ya menyan(ka, bahwa kebakhilan i u baik ba(i mereka* Sebenarnya kebakhilan i u adalah buruk ba(i mereka* 8ar a yan( mereka bakhilkan i u akan dikalun(kan kelak di lehernya di hari kiama * 5an ke,unyaan Allah-lah se(ala warisan 0yan( ada1 di lan(i dan di bumi*) 6-S Ali mran ? 3v7> Sunnatullah $ada alam (qadha ta%wini !il %auni) Para ahli se"arah menyebutkan bahwa kaum :indi2 meminta waktu kepada Abu Hani.ah9 khusus untuk berdebat dengannya9 tentang $uhan> Ketika tiba waktu yang disepakati9 mam Abu Hani.ah terlambat> Beberapa saat kemudian9 beliau datang menemui mereka9 setelah mereka berputus asa menunggu kedatangannya> !ereka menyalahkan mam Abu Hani.ah karena keterlambatannya> mam Abu Hani.ah berkata kepada mereka9 sambil meminta maa.9 &Aku elah da an( menemui kalian ,ada wak u yan( elah di en ukan* Te a,i aku er ahan lama di ,in((ir sun(ai Ti(ris, men3ari ,emilik ,erahu yan( akan membawa menyeberan(i sun(ai* 4amun, aku idak menemukannya* +e ika aku elah ,u us asa, dan bermaksud ,ulan(, aku meliha bebera,a ,o on( ,a,an yan( da an( sendiri, lalu masin(-masin( ,a,an i u ber(abun( men#adi sa u, sehin((a #adi sebuah ,erahu indah di hada,anku* Aku lalu menaiki ,erahu i u, menyeberan(i sun(ai* 5an kini, aku sudah berada di hada,an kalian*) )rang,%rang :indi2 berkata kepada mam Abu Hani.ah9 &A,akah en(kau hendak mem,erolok-olokkan kami- A,akah mun(kin ,a,an ,a,an i u da an( sendiri men#adi ,erahu-) mam Abu Hani.ah berkata kepada mereka9 &Inilah yan( membua kalian berkum,ul un uk berdeba den(anku* 2aka, #ika kalian idak ,er3aya bahwa ,erahu bisa membua dirinya sendiri, ba(aimana mun(kin kalian in(in aku ,er3aya bahwa alam yan( sem,urna dan menak#ubkan ini elah men(alami ,eris iwa-,eris iwa ,erubahannya den(an sendirinya, an,a San( Pen3i, a 'an( A(un(-) Kaum :indi2 terp%"%k> !ereka tidak bisa membantah alasan yang sangat rasi%nal itu> Akhirnya mereka menyatakan ke, slaman di hadapan mam Abu Hani.ah> Kehidupan yang ada diatas bumi kita pasti memiliki beragam syarat yang esensial9 dimana tidak mungkin syarat itu dipenuhi9 diteliti dan diatur se&ara kebetulan atau serampangan>

$e%ri kebetulan terkait dengan sistem alam yang lengkap dan 8alid9 hanyalah pendapat yang dikemukakan %leh %rang yang b%d%h9 atau %rang yang keras kepala9 yang sebenarnya sedang menyaksikan kebenaran di depan matanya9 tetapi ia "ustru men%laknya> Berikut &%nt%h,&%nt%h detail sistem alam yang meruntuhkan te%ri kebetulan> a7 Seandainya lapisan bumi ini tebal9 nis&aya ia akan menghisap %ksigen dan karb%ndi%ksida> $entu sa"a kehidupan ini takkan pernah ada> b7 Seandainya atm%s.ir lebih rendah daripada yang sekarang ini9 maka sesungguhnya "utaan mete%r yang terbakar setiap hari di luar angkasa9 akan mengenai seluruh bagian kulit bumi9 serta akan membakar segala sesuatu yang mudah terbakar> &7 Seandainya matahari kita memberikan setengah dari &ahaya panasnya sekarang ini9 nis&aya tubuh kita akan membeku> Seandainya &ahaya panas matahari bertambah setengah kali sinarnya yang sekarang9 nis&aya kita akan men"adi abu> d7 Seandainya bulan menyinari kita pada saat ini9 ber"arak xv>vvv mil dari bumi9 nis&aya seluruh muka bumi ini akan dilimpahi %leh air yang sangat deras setiap harinya9 yang bisa menghanyutkan gunung,gunung> e7 Seandainya malam kita sepuluh kali lebih pan"ang atau lebih lama dari yang biasa kita lalui9 nis&aya matahari musim panas akan membakar tumbuh, tumbuhan kita di siang hari> Sedangkan di malam hari9 setiap tumbuhan di bumi akan membeku> .7 Seandainya "umlah %ksigen di udara men&apai yv atau lebih besar kapasitasnya dibanding dengan kapasitas n%rmal 6x37 yang tersedia9 maka setiap benda yang bisa terbakar akan men"adi daerah nyala api9 se"ak per&ikan api pertama> g7 Seadainya air yang meliputi bumi ini terasa manis9 nis&aya kehidupan di muka bumi ini akan dipenuhi %leh kebusukan dan penderitaan> Sedangkan rasa asin adalah sesuatu yang bisa men&egah ter"adinya pembusukan dan kerusakan> Dan9 seandainya tidak ter"adi persenyawaan kal%ri dengan y%dium9 nis&aya takkan ada garam dan selan"utnya takkan ada kehidupan> h7 Seandainya tidak ada hukum daya tarik 6gra8itasi79 maka dari mana akan bertemu dan kawinnya at%m dan partikel,partikelnyaz i7 Seandainya p%r%s bumi k%nstan9 tentu akan ter"adi musim panas yang berkepan"angan di suatu wilayah9 dan musim dingin yang berkepan"angan di wilayah lain> Seandainya bumi seperti bintang !er&uri yang tak beredar ke&uali menu"u satu arah9 yaitu matahari9 nis&aya tidak ada se%rang pun yang hidup9 karena malam yang berlangsung selamanya demikian pula siang> Dengan demikian9 tidak akan ada kehidupan>

"7

Demikianlah9 te%ri kebetulan tentang alam ini tert%lak dengan sendirinya> Dan sesungguhnya di balik alam raya ini ada arsiteknya9 Allah 'ang !aha Pen&ipta> Wahai Tuhan kami, iadalah En(kau men3i, akan alam raya ini den(an sia-sia* 2aha Su3i En(kau, maka #auhkanlah kami dari siksa neraka *

IYTDFWXf^RDEF[TeDE
%,#- 3A'G #0'%A$AKA' K0B2$2+A'

TDFWXf^RDEFVoZoDE
3AK%' 3A'G #0'%A$AKA' K0"AG-A'

bTDFWXf^RDEFr]ZDE
P0'0"%#AA' 3A'G #0'%A$AKA' P0'2,AKA'

f^O_DFWXf^RDEFfoZE
K0T-'$-KA' 3A'G #0'%A$AKA' K00'GGA'A'

MvHPnBCD{XY`D?@^
&3A"AT $%T0"%#A'3A &3A+A$AT

cTDFWXf^RDEFBDE
K0J-J-"A' 3A'G #0'%A$AKA' K0$-&TAA'

bTDFWXf^RDEFkE
K0%K+,A&A' 3A'G #0'%A$AKA' &3%"%K

nEbcTDFWXf^RDEFn CRDE
K0/%'TAA' 3A'G #0'%A$AKA' K0B0'/%A'

fYDEF^eRgFIYDE
JA+%, AKA' #AK'A &3A+A$AT

fY TpFLlFfYofe_FegFXF DE
#0"AG-KA' &0BAG%A' ATAK0&0,-"-+A' #AK'A'3A

ufgFbDE
#0'30K-T-KA' A,,A+

f^DE
'%FA= (K0%#A'A' 3A'G $-&TA)

PEMBA%AL-PEMBA%AL '+AHA(A%

MvHPnBCDg`CXy

fY_E]DLFfYofe_FXF DE
#0#B0'/% #AK'A & K2'&0K-0'&%'3A

fYDEFWfe_Fba
#0'%'GGA,KA' #AK'A'3A

fYofe_FVUF bDE
#0'2,AK #AK'A'3A

BYDE
Penghan.uran (>?5@AB@C)

bcDE
#engingkari

EbDE
Pengingkaran

W^DE
Penolakan (?G5HG)

T%A$A

LEBeDE
#emusuhi

W^RDE
3ang menolak (D5DC6??G)

nTfRDE
#emisahkan diri

QD
T-+A'

DE
kE
#onoloyalitas (FC5??6?D)

#em en.i

C@YBC?DXBC
L,-alitas . Pen)in)karan

nUfDE
#enaati

FQDF uE

K0/-A,%

b^DE
#em ela

-fE
Peneguhan (A5@F)

f^DE
#em angun (>>5D?6ACE >D5@@)

bZDE
#endekat

]DE
,oyalitas

iRDE
3ang dike.ualikan (A5G@6AH)

uE
A,,A+

nCRDE
#en.intai

Z]DEFLbeDE
Tali yang kuat

no_lFfoCDEFhfl
Asas khidupan %slami

fAE
#engutamakan saudara

VoO_FV
Benteng yang kokoh

^DEF]
Kekuatan ji(a

bkEFDFAbDE
Jalan menuju akhirat

MvHPnBCD|A\
MA&NA '+AHA(A%

kE
Akhlak 1 #oralitas

nofEFXba
#e

]YDEFVUF^DEFWY
#enolak rayuan syah(at

Krisis perasaan akan

uEFDFbZODEFIo
Jalan erta)arru kpd Allah

noCODE
Patriotisme

foBDEFXFfeDE
Ke ahagiaan di dunia

M_XVDXDi\DMvHPnBC KoBC
nog]gbDEFBo]a
TA-+%$ "-B-B%3A+

[oTeDE
#A+A TA+-

bpE
#A+A #-,%A

DfDE
P0'/%PTA

"ABB

noTfDE fYDE
&3A+A$AT JA+%,%3A+

[TeAF[D
T%$AK TA+-

TUFV_
$ari &egumpal $arah

]T_
/%PTAA'

\fE
#A'-&%A

lbE
BA/A,A+

no_E
%&,A#%3A+

no]DlFBo]a
TA-+%$ -,-+%3A+

[ocCODE
B0"TA+K%#

[oeODE
#engagungkan

[oTODE
PA&"A+

feDE
AB$%

,FFEbAFQXFEbaFVcaF[DF\XFEbaFfpFuEBeaF\l ,FFfY \fE

BAB 4

KoBCDM_XVDXDi\DMvHPnBC
PRSES LAHIRN:A S:AHADAT DALAM S+RAH AL-5ALAQ Sebagai abdi (ibadah) (ika men, adabburi kandungan surat al,1Ala2 ? 3,y9 sungguh kita akan memper%leh pela"aran yang .undamental> Ka"ian akidah yang dia"arkan %leh para <asul setiap masa> Dengan ka"ian ini tidak sa"a membangun dasa,dasar ilmu pengetahuan 6 he ba3i3 of knowled(e79 pula membangun dasar,dasar kepribadian 6 he basi3 of knowin(7> ntisari studi 6dirasah7 surah al,1Ala2 ? 3,y adalah penempatan p%sisi Rabb dan kedudukan al-insan se&ara pr%p%rsi%nal> Allah adalah sebagai subyek 6pen&ipta9 !aha !ulia9 !aha Pandai7 dan manusia sebagai %byek> Awal sebuah kerusakan 63haos7 ter"adi di dunia ini ketika manusia tidak bersedia menerima dirinya sebagai %byek9 bahkan memp%sisikan dirinya sebagai subyek> 2akhluk memp%sisikan diri seperti al-+haliq> Hina tetapi merasa diri mulia9 masih memerlukan pu"ian dan san"ungan> Hanya memiliki ilmu sedikit 6wa ma u i um minal "ilmi ila qalilan79 dipin"ami kekuasaan9 men%lak aturan $uhan 'ang !aha !engetahui 6al-"Alim7 dan !aha !ulia 6al-Akram7> Ketika manusia 6al-insan7 lupa diri 6nis-yan79 maka tidak tahu diri dan tidak tahu $uhan9 ketika itu ia meng,3oIer diri 6ka.ir9 menutup diri7 dari perkembangan sekitarnya> Sehingga ia lemah dalam meresp%n setiap perubahan9 perkembangan yang ter"adi 6dhu!ful is i#abah lil mu a(hayyira 7> Allah tidak akan memberi petun"uk kepada %rang,%rang ka.ir 6menutupi .itrahnya sendiri7> Din%saurus punah di muka bumi ini karena kelemahnnya dalam meresp%n perkembangan di luar dirinya> Hewan,hewan lain yang hidup berdampingan dengannya dianggap sebagai an&aman9 bukan anugerah> Sikap menutup diri inilah salah satu bentuk ha(ha! 6sikap melampaui batas7> Pun&ak kerusakan keper&ayaan adalah syirk 6selingkuh7 dan pun&ak kerusakan akhlak adalah s%mb%ng9 ha(ha!9 memin"am istilah mam al,Gha:ali> Syirik identik dengan selingkuh dan s%mb%ng adalah sikap men%lak kebenaran 6ba harul haqq7 dan meremehkan %rang lain 6(ham hun naas7> Kelemahan apapun yang dimiliki %leh manusia9 si.at dasarnya akan men%n"%l yaitu al-uns 6&enderung harm%nis79 sehingga memudahkan untuk membangun ker"asama 6 a!awun7 dengan pihak manapun dan terhadap siapapun9 ke&uali "ika dalam dirinya ada sebi"i sawi si.at s%mb%ng> $idak akan masuk surga apabila dalam diri manusia terdapat sebi"i sawi si.at s%mb%ng 6al,Hadits7> (ika kita meneng%k kehidupan masa lalu9 nenek m%yang kita dahulu "uga disibukkan %leh pers%alan di luar dirinya9 menaklukkan alam9 mengusir binatang buas9 kehidupan berpindah,pindah 6n%maden7> Sehingga ketika mun&ul ge"%lak dirinya9 &enderung menerapkan hukum rimba> 'ang menang siap menindas yang kalah9 yang kalah bersedia untuk hidup menderita>

Demikian pula perkembangan disiplin ilmu yang berkaitan dengan kedirian manusia 6ilmu psik%l%gi7 terlambat ditemukan9 dibandingkan dengan ilmu s%si%l%gi9 antr%p%l%gi9 p%litik9 ek%n%mi9 dll> !anusia yang tak tahu diri dan tak tahu $uhan dikateg%rikan #ahiliyah> (adi9 "ahiliyah pada ayat diatas tidak identik dengan buta aksara9 buta budaya 6ummi7> !asyarakat "ahiliyah dahulu dikenal pakar sastra9 dan pakar pidat% mur a#al 6tanpa teks79 dan yang berhasil memper%leh "uara9 hasil karyanya ditempel di dinding Kabah> (ahiliyah artinya tidak tahu diri dan tidak tahu $uhan> Di dalam surat pertama Al,-uran ini Allah memperkenalkan dirinya dengan perbuatannya yaitu Rabb> Pr%ses pengenalannya tidak dipaksakan9 tetapi lewat instrumen yang telah disediakan %leh Allah kepada manusia 6pendengaran9 penglihatan9 hati7 agar diakti.kan> Sehingga akan melahirkan kesadaran siapa <abb itu sesungguhnya> Se&ara bahasa <abb berarti mendidik 6a - arbiyah79 merawat memperhatikan9 dan mengembangkan menu"u kesempurnaan 6al-"inayah war ri!ayah wa arqiyah7> Si.at tersebut bersumber dari induk si.at $uhan9 ar-Rahman arRahim> Allah memiliki 3vv si.at rahmat> Dan satu persen darinya di&urahkan kepada makhluknya diantaranya kepada ibu dan kepada makhluk hidup yang lain> (ika kita ingin mengenal perbuatan Rabb9 maka ingatlah kasih sayang %rang tua kepada anaknya> Seperti yang sering kita d%akan>

E bJoK H FJ~ yH Ea _FfH RH pFfH RP YJRH JEH LFN H BK DEH ]K DH LFJWK DFJbK JEFS H
&Wahai Rabb kami, am,unilah dosaku dan dosa kedua oran( uaku dan kasih sayan(ilah keduanya seba(aimana keduanya merawat%u se#ak ke3il*)

63|FqF\fRZDtFH A JH BK DEH ]K DH LFJWK DFJbP c J EFK \H l


&8endaklah en(kau bersyukur ke,ada-+% dan ke,ada oran( uamu*) 6-S 0u2man ? 3|7> Bukti kesyukuran kita pada %rangtua ialah sikap yang mengun,dang ridhanya> Demikian pula wu"ud syukur kita pada Allah> Kesadaran akan kedalaman rububiyya ullah yang ditrans.er 3 pada ibu9 akan mengantarkan sikap men&ari 6siapa yang menghadirkan diri di dunia79 merindukannya 6yar#u liqa-a rabbihi7 dan siap men"adi abdinya 6"ibadah7> Berbuat yang disenanginya9 meninggalkan sikap yang diben&inya> Sese%rang yang dipelihara se"ak ke&il9 dikarunia kenikmatan9 diselamatkan dari berbagai petaka9 kemudian tidak bisa berterima kasih9 maka manusia seperti ini di sebut manusia yang lalai 6(hofil79 tidak tahu balas budi> Air susu di balas dengan air tuba> Dit%l%ng malah men"erumuskan 6di ulun( men hun(9 bhs (awa7> Men erah%an diri (taslim) Kemudian Allah memperkenalkan perbuatan,Nya yang kedua yaitu al,Khali2 6Pen&ipta7> Semua makhluk tidak bisa men%lak .en%mena pen&iptaan ini

6zhahira ul khilqah7> #bun,ubun kita berada dalam genggaman,Nya 6nashiya i bi-yadihi7> Ada sebuah sastra Arab yang melukiskan %rang tua yang ingin kembali kepada masa muda9 tetapi itu hanya sebuah angan,angan 6mustahil ter"adi7>

Jo P KP RJDEFH IH eH XFfH RK gFP P bK JkP MH FFf _J]H AFP J]P eA H FP fH N DEFH fE BFH H l
)uhai, sekiranya masa muda i u erulan( hari ini, aku akan men(abarkan a,a yan( dilakukan oleh oran( yan( elah beruban dan ,ikun* Dalam termin%l%gi Bahasa Arab kata lai a memiliki makna li - amanni 6angan, angan9 mustahil7> Sedangkan kata la!alla mengandung arti li - ara##i 6harapan9 realistis7>

N ]P FK BJeg H FJV K _FH IH eH jFN[ P F N ]P Fm JeH FH BJeg H FJV K _FH IH eH jFN[ P Fm JeH FJV K _FJ[ P cH ZH TH kFJ KN DEFPu E 6ywFqFLbDEtFP bA JK BH ZJDEFP [o JK TH eJDEFH ]P L H FP H A H FfH _FP P TJH AF n H JoH L H Ff JeH
&Allah, 5ialah yan( men3i, akan kamu dari keadaan lemah, kemudian men#adikan 0kamu1 sesudah keadaan lemah i u men#adi kua , kemudian men#adikan 0kamu1 sesudah kua i u lemah 0kembali1 dan beruban* men3i, akan a,a yan( dikehendaki-4ya dan 5ialah 2aha 2en(e ahui 2aha +uasa*) 6-S ar,<um ? yw7> 5ia 5ia 5ia la(i

(adi masa ke&il yang masih lemah9 masa muda yang kuat9 dan kembali lemah pada masa tua9 meninggal9 adalah pergiliran dan perguliran siklus kehidupan yang harus kita "alani> Sedikitpun kita tidak bisa men%lak ren&ana besar Allah tersebut> Sekalipun mulut kita men%lak> (adi se&ara phisik kita ini tunduk pada ketentuan Allah 6aslam7>

\J]P eH jJba P FKQ JoH DK FN[ P FJ[ P cJoK oJCA P FN[ P FJ[ P cP OJoK RA P FN[ P FJ[ P pfH oJH MH XFfa EH ]J_H lFJ[ P O^ JP pH LFKu fK gFH\ JLP bP JcH aFH JoH p 6xFqFbZDEt
&Ba(aimana kamu men(in(kai ke,ada Allah, ,adahal kamu adinya ma i, lalu Allah men(hidu,kan kamu, kemudian kamu dima ikan dan dihidu,kan-4ya kembali, kemudian ke,ada-4ya kamu dikembalikan*) 6-S al,Ba2arah ? x7> Se&ara .isik9 .en%mena pen&iptaan Allah ber"alan se&ara teratur tanpa ada yang bisa menghalanginya> Dari ayat diatas9 manusia akan melewati lima .ase kehidupan> Per ama, di alam ruh> +edua, di alam dunia> +e i(a, di alam barzakh> +eem,a , di alam kiamat> +elima, di alam akhirat> Sesungguhnya kita milik Allah dan kita akan kembali kepada Allah> (adi kehidupan kita sekarang ini belum .inal>

6w4FqFYcDEtFE BH H lFJ[P YJ^K _FJK fH P FJ[H TH XFJ[P fH JbH H H L


&+ami kum,ulkan seluruh manusia dan idak +ami in((alkan seoran(,un dari mereka*) 6-S al,Kah.i ? w47

6yyFqFQtFH bJkP lFH fH aFJ[P cP jK bJP FfH Y^ JK _H LFJ[P pP BJoK e P FfH YJoK XH LFJ[P pfH ^JZH TH kFfH YJ^K _

&5ari bumi 0 anah1 i ulah +ami men#adikan kamu dan ke,adanya +ami akan men(embalikan kamu, dan dari,adanya +ami akan men(eluarkan kamu ,ada kali yan( lain*) 6-S $haha ? yy7>

63wFqF]tFE EH ]JH lFJ[P cH ZH TH kFJBH H L


&'an( men3i, akan kamu se3ara ,eriodik*) 6-S Nuuh ?3w7 Se%rang ahli sastra Arab mengatakan bahwa dunia ini bukan masa akhir>

rJ]P RJCH _ N H MK g [H TJUfH X H fH ^H j J]P P ZJDE DK iJTH RH EH K rJLP JeH _FH N H Mg K FJ[H TJUfH XFm J]H FH J]P _P lFH io JN DH LFEH K H L
9ika en(kau membawa #enazah ke kuburan, in(a lah 0sua u saa 1 en(kau akan di(o on(* 5an #ika en(kau diserahi urusan kaum, in(a lah 0sua u saa 1 en(kau akan di ma!zulkan*

rstFf JbH pH LFfUJ]H FKJ H JEH LFK -EH LfH RNDEFKW XFJVH _FH [H TJH lFPQH DH LFH\J]P JA H FKuEFKVA JK FHbJoH H XH l 6|FqF\EbRU
&2aka a,akah mereka men3ari a(ama yan( lain dari a(ama Allah, ,adahal ke,ada-4ya berserah diri se(ala a,a yan( di lan(i dan di bumi, baik den(an suka mau,un er,aksa*) 6-S Ali mran ? |7> Alam dan seisinya tunduk kepada aturan Allah 6sunna ullah7> Alangkah s%mb%ngnya "ika kita makhluk ke&il di bagian alam ini men%lak aturan,Nyaz Sikap yang benar bagi makhluk yang lemah adalah pasrah 6 aslim7 kepada D:at 'ang !engatur dan !engendalikan alam ini> Mengagung%an Allah (tazhim) Berikutnya Allah memperkenalkan diri dengan si.at fi!li,Nya yang !aha !ulia 6al-akram79 berbentuk superlati. 6bentuk mubala(hah9 penyangatan7> Allah memiliki segala si.at kesempurnaan9 sedangkan manusia makhluk9 tempatnya salah dan lupa 6mahallul kha ha! wan nis-yan79 karena manusia tebuat dari segumpal darah 6min "alaq7> Dari bahan dasar ini manusia memiliki banyak kelemahan> Dalam diri manusia dipenuhi dengan lubang k%t%ran> K%t%ran lubang mata9 k%t%ran telinga9 k%t%ran hidung9 k%t%ran9 lubang muka 6qubul79 k%t%ran lubang belakang 6dubur79 dll> (ika t%peng yang menutupi kita9 terbuka alangkah hinanya .isik kita9 tidak ada harganya9 ora ana a#ine 6Bhs> (awa7> Kata al-akram biasa diter"emahkan dengan *'ang !aha Pemurah+ atau *Semulia,mulia+> (ika kembali ke akar kata &karama) yang menurut kamus, kamus bahasa Arab antara lain berarti ? memberikan dengan mudah dan tanpa pamrih9 bernilai tinggi9 terh%rmat9 mulia, setia dan si!at %ebangsawanan> Ada perbedaan dalam perintah *memba&a+ pada ayat pertama dan perintah yang sama pada ayat ketiga> Ayat pertama men"elaskan syarat yang harus dipenuhi sese%rang ketika memba&a 6dalam segala pengertiannya79 yaitu memba&a demi

Allah> Sedang ayat satunya menggambarkan man.aat yang diper%leh dari ba&aan dan pengulangannya> Dengan ba&aan yang ikhlas9 Allah akan menganugrahkan kepadanya ilmu pengetahuan9 pemahaman dan beragam wawasan9 sekalipun %byek ba&aannya itu,itu sa"a> Sedangkan manusia "min "alaq! 6dari segumpal darah79 hina9 men"i"ikkan> !aka tidak ada sikap lain kepada al-Akram melainkan a - a!zhim, mengagungkan dan memuliakan,Nya> &erhu%um dengan ilmu-N a Allah memperkenalkan si.at,Nya yang terakhir adalah al-"Alim 6!aha Pandai7> Kata "ilm dari segi bahasa berarti ke"elasan> Segala yang terbentuk dari akar kata "ilm mempunyai &iri yang men%n"%l "ke#elasan!> !isalnya "alam 6bendera79 "ulma 6bibir sumbing79 a!lam 6gunung,gunung79 "alama 6alamat7> lmu adalah pengetahuan yang "elas tentang sesuatu> Allah tidak dinamakam a!rif tetapi "alim9 yang berkata ker"a ya!lamu 6Dia mengetahui7> Biasanya Al,-uran menggunakan kata itu untuk Allah dalam hal,hal yang diketahui,Nya> Berikut ini adalah diantara %byek,%byek pengetahuan yang disandarkan kepada Allah dalam al,-uran>

6xw 9x|y 944FqFbZDEtFH \JL b KP AFfH _FP [H TJeH A


&Allah men(e ahui a,a yan( mereka rahasiakan*) 6-S al,Ba2arah ? 449 x|y9 xw7>

63;FqF[^DEtFKfH JH JEFKWXFfH _FP [H TJeH A


&Allah men(e ahui sesua u yan( berada di dalam rahim*) 6-S an,Na"m ? 3;7>

6;FqFBUbDEtFH JP lF IH pFP IK RJCH aFfH _


&Allah men(e ahui a,a yan( di kandun( oleh se ia, wani a*) 6-S ar,<ad ? ;7>

6x;FqF\EbRUFrstFJ[P cK P JH lFKWXFfH _
&Allah men(e ahui a,a yan( ada dalam dirimu*) 6-S Ali mran ? x;7>

64vFqF CDEtFK J H JEFK WXFfH _H LFK -EH LfH RN DEFKWXFfH _


&Allah men(e ahui a,a yan( ada di lan(i dan di bumi*) 6-S al,Ha"" ? 4v7>

63;FqFV_`RDEtFP JLB P DEFWK Ja P FfH _H LFK Vo P JUH JEFHnH ^K H k


&Allah men(e ahui kedi,an ma a dan yan( disembunyikan dalam dada*) 6-S al,!umin ? 3;7

64FqFTUEtFH JA H FfH _H LFHbJYH JDEFP [H TJeH A


&'an( men(e ahui yan( lahir dan ersembunyi*) 6-S al,Alaa ? 47>

Sedangkan manusia dikeluarkan dari perut ibunya tidak mengetahui apa,apa> Kemudian Allah membuat instrumen yang bisa digunakan untuk meraih pengetahuan>

fH Jg H JEH LFH R J N DEFP[ P cH DFH IH eH jH LFf o JH FH\ J]P RH TJeH aFH FJ[ P cK afH YN _P lFK\ J]P P gFJV K _FJ[ P cHjH bJkH lFPu EH L 64FqFIC^DEtFH B HK JXH JEH L
&Allah men(eluarkan kamu dari ,eru ibumu dalam keadaan idak men(e ahui sesua u ,un, dan 5ia memberi kamu ,enden(aran, ,en(liha an, dan ha i*) 6-S an,Nahl ? 47>

qF[ ^DEtFH BP YJDEFP[ K YS gH FJV K _FJ[ P pH H jFJBH ZH DH LFP P JH JEFH ]JYa H FfH_ H LFNV N DEFN K FH\ J]P eK O NH AFJ\ K 6x|
&'an( mereka iku i hanyalah ,ersan(kaan sa#a dan a,a yan( diin(ini oleh hawa nafsu mereka* Sedan(kan ,e un#uk elah da an( dari Tuhan mereka*) 6-S an,Na"m ? x|7> $iada sikap yang patut bagi makhluk yang b%d%h terhadap $uhan 'ang !aha "Alim9 ke&uali berhukum dengan aturan,Nya 6ber, ahkim7> Sikap $uhan kepada makhluk dinamakan Tauhid Rububiyah> Sedangkan sikap hamba kepada Allah dengan 6ibadah9 menyembah79 mengagungkan 6 a!zhim79 dan tunduk kepada hukum,Nya 6 ahkim7 disebut dengan Tauhid %luhiyah> nilah makna syahada 6persaksian7> $iada $uhan yang disembah9 diagungkan9 dipatuhi hukumnya ke&uali Allah> Syahadat pada surat pertama ini se&ara eksplisit tidak terlihat9 akan tetapi dimun&ulkan dengan menggerakkan pendengaran9 penglihatan dan hati> Kelahiran syahadat ini tidak dipaksakan9 tetapi lewat perintah iqra!> Syahadat adalah pintu pertama memasuki slam> Syahadat bentuk kedekatan tingkat tinggi kepada Allah 6ihsan7>

[T_FELtFHEH bA H FP QN K H XFP EH bH aFJVP cH aFJ[H DFJ\K H XFP EH ba H FH N H MH pFHuEFH BP Jea H FJ\H l


&8endaklah en(kau menyembah Allah seolah-olah en(kau meliha -4ya* 9ika en(kau idak mam,u meliha -4ya, yakinlah bahwa 5ia meliha mu 0muraqaba ullah1*) 6H< !uslim7> Mendalami ma%na s ahadat (!iqh as -s ahadah) Syahadat adalah landasan ke, slam,an sese%rang> barat sebuah bangunan rumah9 syahadat adalah p%ndasi> <umah yang tidak memiliki p%ndasi yang kuat9 sekalipun genting,gentingnya bagus9 maka rumah itu akan mudah r%b%h %leh teriknya panas9 guyuran air hu"an dan terpaan badai> Sesungguhnya selemah,lemah rumah adalah sarang laba,laba> Syahadat laksana hishnun ma in 6benteng yang k%k%h7 atau al-"urwah al-wu sqa 6tali yang kuat7>

)rang yang bersyahadat dengan benar dan menghayati segala k%nsekuensi yang terkandung di dalam kalimat pendek itu 6kalimah hayyibah79 ia akan teguh dalam menghadapi .luktuasi kehidupan>

VH JLH lFN\ K H LFfO o JH gFJ- H H N aEFK- J]P H cJ^H eJDEFK IH H RH pFHfH oK DJLH lFKu EFK\ JL P FJV K _FEJLP H N aEFHV JAK N DEFP IH H _ 6w3FqF-]c^eDEtFH \J]P RH TJeH AFEJ]P fH pFJ]H DFK -J] PH cJ^H eJDEFP io JH H DFK -] JP oP JDE
&Perum,amaan oran( yan( men(ambil ,elindun(-,elindun( selain Allah adalah se,er i laba-laba yan( membua rumah* 5an sesun((uhnya selemahlemah rumah adalah rumah laba-laba kalau mereka men(e ahui 0kebenaran, syahada 1*) 6-S Al,Ankabut ? w37>

fHY H DFHfH K J EFH FHZ JP ]JDEFKH LJbP eJDfK gFH H JRO H J EFK BH ZH XFKu fK gFJV K _J`A PH LFK- J]P fN DfK gFJbP JcH AFJV H RH X 6xy}FqFbZDEt
&+arena i u baran(sia,a yan( in(kar ke,ada Tha(hu 0Tuhan selain Allah1, maka sesun((uhnya ia elah ber,e(an( ke,ada buhul ali yan( ama kua yan( idak akan ,u us*) 6-S al,Ba2arah ? xy}7> Diatas p%ndasi yang kuat ini akan tegak pula sistem kehidupan slami> Sistem ek%n%mi9 s%sial9 p%litik9 pendidikan9 militer dan "uga sistem akhlak> Kehidupan yang tidak berlandaskan akidah ibarat membangun istana pasir> !embangun di atas permukaan bal%n> (ika kembali pada aurat al,1Ala29 maka syahadat adalah sebuah keputusan .inal> Keputusan ini bukan diper%leh karena tekanan eksternal dirinya9 tetapi lahir dari m%ti8asi dirinya sendiri 6m%ti8ati intristik79 lewat iqra!> Iqra! adalah melihat9 menimbang9 menerawang9 ber.ikir 6i# ihad79 merenung9 melatih diri dengan latihan ruhani 6mu#ahadah79 dan meng%rbankan apa yang dimilikinya untuk pen&arian itu 6#ihad79 membanding 6muqaranah79 mengukur9 tentang diri9 <abb9 dan alam raya> Akhirnya sampailah di u"ung per"alanan> tulah dia9 syahadat kebenaran> tulah keyakinan se&ara t%tal 6al-yaqinu kulluhu7> tulah gel%ra keimanan>

6}FqFdbkDEtFH \J]P RH TJeA H FJ[ PH LFS H CJDfK gFH BK YH FJVH _FN K


&akan e a,i 0oran( yan( da,a memberi syafaa ialah1 oran( yan( men(akui yan( haq 0 auhid1 dan mereka meyakini 0nya1*) 6-S a:,~ukhru. ? }7> $idak mengherankan "ika aspek terpenting dalam kehidupan9 pendidikan misalnya9 tanpa landasan kebenaran terasa hampa> Dalam kehidupan yang lebih luas men"adi kering> !asyarkat sipil berwatak militer9 manusia m%dern berkarakter primiti.> !anusia yang se&ara .isik sehat9 tetapi batinnya kesakitan> Hidup dalam kesepian di tengah keramaian> Kehidupan sekarang memerlukan in"eksi yang membangunkan hati 6yaqzhah79 gel%ra "iwa 6 humuha 79 dan menggerakkan &ita rasa> $%k%h slam9 !%hammad 2bal9 meng%mentari k%ndisi pendidikan sekarang9 &Pen(a#aran dan ,endidikan modern ak men(a#arkan air ma a ,ada ma a, dan idak men(a#arkan kekhusyu!an ,ada ha i nurani)>

!entrans.%rmasikan kebenaran iman merupakan langkah mendasar untuk menyelamatkan kehidupan> man adalah bekal untuk menggapai keridhaan dan pengakuan Allah> man adalah "embatan menu"u akhirat> Kita tidak akan mampu menu"u surga yang dipenuhi %leh hal,hal yang diben&i 6huffa bil makarih7 tanpa iman> Sebagaimana kita takkan berdaya menghindarkan diri dari api neraka yang diselimuti dengan sesuatu yang menggiurkan tanpa kekuatan iman> Hanya iman yang bisa melahirkan perikemanusiaan manusia> manlah yang mem.ungsikan tu"uan dihadirkannya manusia di dunia9 yaitu menyembah Allah dan membuatnya men&intai ibadah9 hingga mengabdi men"adi sesuatu yang menyenangkan> man yang mengantarkan kita untuk mendekati Allah dengan melaksanakan kewa"iban dan sunnah> Bert%lak dari sini akan menimbulkan &inta timbal balik antara makhluk dan al-+haliq> Allah men"adi pendengarannya yang dengannya ia mendengar9 men"adi penglihatannya yang dengannya ia melihat9 men"adi tangannya yang dengannya ia memukul> (ika ia memanggil,Nya dengan seruan9 Dia menyambutnya9 dan "ika ia meminta,Nya9 Dia mengabulkannya> man adalah bekal untuk menggapai kebahagiaan di dunia> man yang bisa menemani harta9 tahta9 wanita9 segala aspek kehidupan men"adi bermakna> Dunia tanpa disinari %leh &ahaya iman akan membuat pemburunya ke&ewa> Betapa banyak sesuatu yang pes%nanya menggiurkan9 lalu mereka membanting tulang untuk meraihnya dengan suatu harapan bahwa disana terdapat kebahagiaan yang diidamkannya9 namun setelah ditemuinya hanya berupa .atam%rgana> Dikira air %leh %rang yang kering ker%ngk%ngannya9 karena kehausan9 tetapi ia tidak menemukan apa,apa> 'ang diburu hanyalah bayangan semu 6-S an,Nuur ? |;7> Hanya Allah yang memberikan manusia ketenangan batin> Dan ketentraman "iwa hanya diberikan kepada hamba yang dipilih,Nya yang beriman>

qFBU bDEtFPJ]P TP ZJDEFV K H RJa H FKuEFKbJp KK gFH H lFKuEFK bJpK K gFJ[P YP gJ]P TP FVK H RJa HH LFEJ]^ PH _sFHVJAK N DE 6x
&Fran(-oran( yan( beriman dan ha i mereka enan( den(an men(in(a Allah* Bukankah den(an menin(a Allah ha i men#adi enan(*) 6-S ar,<adu ? x7> Kadang,kadang dengan uang dan harta %rang memper%leh kele:atan duniawi 6ma a!7> Bisa memenuhi apa sa"a yang bisa dibeli dengan uang> $etapi9 kebahagiaan se"ati 6ni!ma 7 tidak di"a"akan di mall dan super market9 tidak pula dapat dibeli dengan uang9 atau diper%leh dengan pengaruh dan "abatan> Sebab kebahagiaan9 ketenangan itu mun&ul dari dalam "iwa> Bukan suatu wu"ud barang yang dapat diambil di tempat tertentu> Kebahagiaan se"ati adalah seperti yang dirasakan %leh brahim bin Adham pada penghu"ung aha##ud,nya>

E BH H FfH Yo JH TH UFfH J]P TH afH ZH DFP J]P TP RJDEFfH YH XH bH UFJ]H DFm NH DFK WXFP VJCH
+ami hidu, baha(ia, sekiranya ,ara ra#a i u men(e ahui kebaha(iaan ini, ,as ilah mereka men(uli i kami karena den(ki*

Dengan kema"uan P$K9 manusia bisa hidup dalam dunia yang serba %t%matis> Hanya dengan menekan t%mb%l9 manusia di u"ung timur bisa saling k%ntak dengan manusia di u"ung barat9 besi keras men"adi lunak9 benda yang bergerak men"adi diam> $etapi ilmu pengetahuan tidak mampu men"amin kebahagiaan> Sekalipun ilmu men"an"ikan sarana material kehidupan9 tetapi tidak memandu bagi tu"uan dan tugas hidup itu sendiri> #ntuk apa ia harus hadir di muka bumi iniz lmu dan tekn%l%gi hanya menghasilkan apa yang disebut wasila ul haya 6sarana kehidupan79 sedangkan iman melahirkan minha#ul haya 6ped%man kehidupan7> $u"uan dan tugas kehidupan adalah wilayah garapan iman> man yang menumbuhkan pada diri manusia rindu kepada kebenaran dan kesu&ian9 serta memben&i ke.asikan> man yang mend%r%ng "asmani menu"u ke tingkat r%hani yang lebih tinggi di sisi Allah> man yang memberi kekuatan pemuda untuk membentengi diri dari ge"%lak na.su bi%l%gis9 sebagaimana kekuatan iman 'usu. "alaihis salam dalam menghindari g%daan para wanita selebritis9 sehingga lebih memilih pen"ara daripada takluk melawan ge"%lak dirinya>

JH lFNVP B H JoH pFJW^ SH UFJdK bJH aFN K H LFKQo JH DK FJWK ^ H J]P UJBA H FfNRK _FNWH DK FH H lFP VJSDEFS H FHrfH 6||FqF]AtFHVJoK TK fH JDEFH VK _FJVP pH lL H FN VK YJoH DK
&'a Tuhanku, ,en#ara lebih aku senan(i dari,ada memenuhi a#akan mereka ke,adaku* 5an #ika idak En(kau hindarkan dari,adaku i,u daya mereka, en u aku akan 3enderun( un uk 0memenuhi kein(inan mereka1 dan en ulah aku ermasuk oran(-oran( yan( bodoh*) 6-S 'usu. ? ||7> man yang mendidik manusia memiliki sikap berk%rban9 seperti peng%rbanan smail "alaihis salam untuk siap melepas nyawanya demi perintah $uhan 6-S ash,Sha..at ? 3vx7> man mer%bah sikap indi8idualis9 eg%is men"adi "iwa patri%tisme dalam se"arah klasik dan m%dren 6-S $haha ? 33x{ a:,~il:alah ? 4{ an,Nisa ? wv7> /en%mena isy isyhad 6b%m syahid7 yang dilakukan para pemuda di belahan bumi yang lain belakangan ini9 membuktikan bahwa a"aran klasik iman masih rele8an untuk memberikan pela"aran nyata dan pukulan telak kepada simb%l dikatat%r internasi%nal 6malikun #abbar7> man yang bisa melahirkan akhlak terpu"i> Kehilangan akhlak akan meruntuhkan diri sendiri9 kata Ali bin Abi $halib> Bangsa yang tidak berm%ral laksana bangunan tanpa p%ndasi> Kata sastra Arab9 &Bila moral ban(sa i u erkena musibah, maka adakanlah u,a3ara a!ziyah)> Sebab m%rallah nyawa mereka9 "ika ia tiada maka wu"ud mereka pun tiada>

EJ] PH H FJ[P YP H JkH lFJiH HH FP [ P FJ\K H LFFJiH oK Zg H FfH _FP H Jk H JEFP [H _ P JEFfH RN K H L
Sua u umma hanya berdiri e(ak, selama akhlaknya bermu u in((i* Ia akan run uh, a,abila akhlaknya men(hilan(* Selama pembuat kebi"akan berusaha dengan undang,undang dan surat,surat hanya bisa dikendalikan realitas yang eksternal maka surat,surat keputusan menerapkan aturan kehidupan hanya keputusan9 tapi lupa bahwa manusia itu ada pada dirinya bukan dari pengaruh itu tidak berman.aat> g%isme9 hawa

na.su9 tetap mengungguli kebaikan> Ke"ahatan "adi tak terkendali> Se%rang pakar hukum nggris mengatakan9 &Tan,a undan(-undan( masyaraka idak s abil, an,a moral undan(-undan( idak berlaku, dan an,a iman moral idak ber#alan)* man yang berhasil membangun kekuatan "iwa untuk mengha,dapi pr%blem yang selalu di&emaskan %leh kebanyakan manu,sia> !usibah9 kesempitan re:eki9 "%d%h dan a"al> !ukmin yakin bahwa semua itu berada dalam genggaman Allah9 tanpa diku,rangi dan ditambah> Seandainya seluruh manusia beker"asama untuk mendatangkan man.aat dan ke&elakaan pada sese%rang9 mereka tidak akan mampu mewu"udkannya sedikitpun ke&uali yang telah dituliskan,Nya> man yang memperkuat tali kekeluargaan lalu menyatukannya dalam naungan persaudaraan &inta kasih> (ika belakangan ini timbul k%n.lik yang bermuara pada perbedaan ras9 warna kulit9 bahasa9 etnis9 daerah9 strata s%sial9 keturunan9 kekayaan9 maka iman menyingkirkan perbedaan itu> Kemudian men"adikan ikatan iman men"adi ikatan yang mendarah daging> Sehingga mukmin men&intai saudaranya seiman melebihi ke&intaan kepada sudara kandung9 bahkan anak kandungnya sendiri 6-S Hud ? w}{ al,Hu"urat ? 3v7> Dalam naungan ukhuwah iman9 akan lenyap pertentangan9 ke&emburuan s%sial9 kedengkian dan penyakit hati lainnya> man tak hanya men"aga kesu&ian "iwa dari dengki 6ukhuwah paling rendah79 melainkan memberi muatan hati dengan &inta kasih yang diserap dari si.at su&i &inta kasih Allah 6mahabba ullah7> 'aitu &inta yang ditanam dalam hati %rang yang l%yal kepada,Nya> =inta itu menerbangkan pemiliknya yang membumi menu"u realitas yang !aha $inggi> Di&erminkan dalam k%munitas yang tidak ditemukan dalam masyarakat manapun yaitu sikap mengutamakan %rang lain lebih dari dirinya 6i saar7> Sekalipun dirinya dalam k%ndisi kekurangan> a rela men"adikan dirinya sebagai sasaran sen"ata musuh untuk memagari saudaranya seiman 6-S al,Hasyr ? ;7> S arat diteriman a s ahadat (s uruthu qabuuli as -s ahadah) Syarat adalah sesuatu yang tanpa keberadaannya9 maka yang disyaratkan itu tidak sempurna dan tidak terwu"ud> (adi9 syarat syahadat adalah sesuatu yang tanpa keberadaannya9 maka sya,hadat dianggap tidak sah{ yang pertamakali diu&apkan Allah9 malaikat dan ahli ilmu penegak keadilan> )rang yang tak memiliki ilmu tentang ayat,ayat Allah9 takkan bisa bersyahadat>

JK K ZJDfK gFf RK H FK [JTK eJDEF]P DJLP lH LFP nH cK H H RJDEH LFP uEFN K FH QH DK FH FP QN H lFP uEFH BK YH
Syarat sahnya syahadat itu ada tu"uh> #ertama< mengetahui 6al-"ilmu7 makna syahadat dengan dua dimensinya9 pena.ian 6laa7 dan penetapan 6illaa7> 'aitu bahwa ia harus mengetahui dimensi pena.ian dalam muatan kalimat syahadat9 yang dalam hal ini adalah pena.ian

semua sembahan selain Allah{ dan dimensi penetapan9 yang dalam hal ini penetapan hak uluhiyah hanya bagi Allah semata>

63;FqFBRC_tFP uEFN K FH QH DK FH FP QN H lFJ[H TJUfH X


&2aka ke ahuilah bahwa iada uhan selain Allah*) 6-S !uhammad ? 3;7> 0awan dari pengetahuan ini adalah ketidaktahuan 6al-#ahl7 akan makna syahadat> 0edua< keyakinan 6al-yaqin79 yakni tahu se&ara sempurna akan makna syahadat tanpa keraguan sedikit pun> (adi9 imannya tak mengandung sesuatu yang bertentangan dengannya dalam hati>

[K YK DEH ]J_H Mg K FEJLP BH fH jL H FEJ]P gfH aJbA H FJ[ H DFN[ P FK QK DJ]P H H LFKu fK gFEJ]P ^H _sFHV A JK N DEFH\ J]P ^K _J`P RJDEFfHR N K 63yFqF-EbCDEtFH \J]P K fN DEFP [P FH K H DJLP lFKuEFK IJo KH FK XFJ[K YK P JH lH L
&Sesun((uhnya oran(-oran( mukmin i u hanyalah oran(-oran( yan( beriman ke,ada Allah dan Rasul-4ya kemudian mereka idak ra(u-ra(u*) 6-S al, Hu"urat ? 3y7> 0awan keyakinan adalah keraguan 6asy-syakk7> 0etiga< keikhlasan> Kata ini diambil dari kata susu murni 6al-laban al-khalish79 yang tidak lagi di&ampuri k%t%ran yang merusak kemurnian 5 ke"ernihannya> khlas berarti membersih,kan hati dari segala yang k%ntradikti. dengan makna syahadat>

6yFqFn^ oDEtFHH H ^P FH VAS BDEFP QH DFH VJoK K TJP _FH uEFELP BP JeH oK DFN K FEJLP bK _P lFH _H L
&Padahal mereka idak disuruh ke3uali hanya menyembah Allah den(an memurnikan ke aa an ke,ada-4ya dalam 0men#alankan1 a(ama yan( lurus*) 6-S al,Bayyinah ? y7> Keikhlasan adalah lawan syirik 6asy-syirk7> Keikhlasan laksana tak menerima lamaran lain9 dan syirik adalah perselingkuhan> 0eem$at< ke"u"uran 6ash-shidq79 yaitu bahwa lahirnya tidak menyalahi batinnya> Keduanya harus saling sesuai dan se"alan9 yaitu antara lahir dan batinnya9 antara ilmu dan amalnya9 antara d%a dan usahanya9 antara apa yang ada dalam hati dengan yang ada dalam raga> !aka tidak ada sesuatu yang diker"akan %leh raga yang menyalahi apa yang diyakini %leh hati>

qFfeEtFH\L JP BH OJYP _FJ[P H LFPVJ_ H JEFP[P YH DFHK H DJLP lFm[JTP K gFJ[P YH fH RJAK FsJ]P K JTH AFJ[H DL H FEJ]P ^H _sFHVA JK N DEH L 6x
&Fran(-oran( yan( beriman dan idak men3am,uradukkan iman mereka den(an kezaliman 0syirik1, mereka i ulah oran(-oran( yan( menda,a keamanan dan mereka i u oran(-oran( yan( menda,a ,e un#uk-4ya*) 6-S al, Anam ? x7>

[P Y^ JK _FH LFPQH JC H FHH FJVH _FJ[P YJ^K RH XFKQJoH TH UFHuEFELP BH fH UFfH_FEJ]P H BHF rfH jK FHVo JK ^K _J`P RJDEFHVK _ 6x|FqFEEtFA JK B JH aFEJ]P DN BH gFfH _L H FP bK H OJ^A H FJVH _
&5ian ara oran(-oran( mukmin i u ada oran(-oran( yan( mene,a i a,a yan( elah mereka #an#ikan ke,ada Allah, maka dian ara mereka ada yan( (u(ur, dan dian ara mereka ada 0,ula1 yan( menun((u-nun((u dan mereka sediki ,un idak berubah 0#an#inya1*) 6-S al,Ah:ab ? x|7> <asulullah Saw "uga bersabda ?

VgFfe_FVUFfDEFELtFH nN ^H JDEFH IH kH FKQ K JTH FJV K _Ff K fH FPu EFN K FHQ H DK FH FHrfH FJV H _ Q^UFuEFWFIj
&Sia,a yan( men(u3a,kan . Tiada uhan selain Allah den(an #u#ur dalam ha inya, maka ia masuk sur(a*) 6H< al,Bukhari dari !uad: bin (abal radhiyallahu "anhu7> 0awan ke"u"uran adalah an-nifaq9 yaitu menampakkan sesuatu yang sebenarnya tidak ada dalam batinnya9 atau bahwa ia menyimpan keku.uran dalam hatinya tetapi menampakkan iman dalam lisan dan raganya> 0elima< &inta 6al-mahabbah79 yakni men&intai Allah dan <asul,Nya dengan segala apa yang dari keduanya berupa ilmu dan amal9 serta men&intai %rang, %rang yang beriman>

63}yFqFbZDEtFK uK Ff P F BH H lFEJ]P ^H _sFH VA JK N DEH L


&5an oran(-oran( yan( beriman i u san(a 3in a ke,ada Allah*) 6-S al, Ba2arah ? 3}y7>

6ywFqFBfRDEtFP Q H J] K CP AH LFJ[P Y K CP A
&Allah men3in ai mereka dan mereka ,un men3in ai-4ya*) 6-S al,!aidah ? yw7>

6|FqF\EbRUFrstFP uEFP [P cJK JCA P FK WJ]P e KN afH XFH uEFH \J] K Ca P FJ[P OJ^P pFJ\K FJIP
&+a akanlah, "9ika kamu 0benar-benar1 men3in ai Allah, iku ilah aku, nis3aya Allah men3in aimu*) 6-S Ali mran ? |7> <asulullah shalla-llahu $alaihi wa sallam "uga bersabda ?

fNR K _FKQ JoH DK FN H H lFP QP DJ]P H H LFPu EFH\ J]P cH AFJ\ H lFqFK\ fH RJA K JEFHH LH H FH BH jH LFKQ JoK XFNV P pFJV H _F H H VgFlFVUF[T_LFfDEFELtFFKuK F NK FPQ K CP AFH FHJbH RJDEFNK CA P FJ\H lH LFfH R P EH ]K Q^UFuEFWFDf_
&Ada i(a hal yan( bila erda,a dalam diri seseoran(, nis3aya ia akan menda,a kan manisnya iman, yai u bahwa Allah dan Rasul-4ya lebih ia 3in ai dari,ada se(ala sesua u selain keduanya, dan bahwa ia idak men3in ai

seseoran( melainkan hanya sema a karena Allah, JJ) 6H< al,Bukhari dan !uslim dari Anas bin !alik radhiyallahu "anhu7> =inta itu disamping rela berk%rban untuk yang di&intai9 ia adalah amanah> 'aitu kemarahan terhadap segala sesuatu yang bertentangan dengan syahadat9 atau dengan kata lain semua ilmu dan amal yang menyalahi sunnah <asulullah shalla-llahu "alaihi wa sallam Selain itu murka terhadap para pelaku atau pembawa a"aran dengan segala ilmu dan amal yang mereka bawa>

Vg EFVU FWEb DEFELtFKu EFKXFP J P JDEH LFKu EFKXF P CJDEFK\ fH RA JK JEFH bU P FP H JLH l [Y^UFuEFWFn_bcULFhf U
&Ika an iman yan( erkua adalah 3in a karena Allah dan marah karena Allah*) 6H< ath,$habrani dari krimah dan bnu Abbas radhiyallahu "anhum7 <asulullah shalla-llahu $alaihi wa sallam "uga menyebut bagian ketiga dari syarat mendapatkan manisnya iman dalam hadits terdahulu>

GFK fN ^DEFK WXFH dH JZA P FJ\H lFP H bH cH AFfH RH pFP Q^ JK _FP uEFP H H ZJH lFJ\H lFH BJeH gFKbJP cJDEFK WXFH ] JP eH AFJ\H lFHH bJcA H FJ\H lH L @ABCDE
&5an bahwa ia memben3i un uk kembali ke,ada kekufuran se elah Allah menyelama kannya dari,adanya, sama se,er i ia memben3i un uk dilem,arkan ke dalam neraka*) 0awan dari &inta adalah ben&i 6al-karahah7 terhadap semua kata dan %rang yang menyalahi Allah dan <asul,Nya serta slam> 0eenam< ketundukan 6al-inqiyad79 yaitu tunduk dan menyerah,kan diri kepada Allah dan <asul,Nya se&ara lahir dengan mengamalkan semua perintahnya dan meninggalkan semua larangannya> 0awannya adalah pen%lakan atau ketidakmauan 6al-im ina!7>

EJ]P H JCa HH H LFEJ]P XfH H aFN H lFP nH cK H H RJDEFP[K Yo JH TH UFP rN ^ HH OH aFEJ]P _fH ZH OJEFN[ P FPuEFfH^ gH FEJ]P DfH FHVJAK N DEFN\K 6|vFqFiT XtFH \JLP BH U] JP aFJ[P O^ JP pFJWK ON DEFKnN ^H JDfK gFEJLP b K JgH lH L
&Sesun((uhnya oran(-oran( yan( men(a akan . Tuhan kami ialah Allah kemudian mereka mene(uhkan ,endirian mereka, maka malaika akan urun ke,ada mereka 0den(an men(a akan1 . 9an(anlah kamu merasa aku dan #an(anlah merasa sedih dan ber(embiralah kamu den(an 0mem,eroleh1 sur(a yan( elah di#an#ikan Allah ke,adamu*) 6-S /ushshilat ? |v{ an,Nuur ? }|{ al, Ah:ab ? |}7> 0etujuh+ penerimaan 6al-qabul79 yakni kerendahan9 ketundukan dan penerimaan hati terhadap segala sesuatu yang datang dari Allah dan <asul,Nya akan melahirkan ketaatan dan ibadah kepada Allah9 dengan "alan meyakini bahwa tidak ada yang dapat menun"uki dan menyelamatkannya ke&uali a"aran slam> 0awan dari penerimaan adalah pembangkangan dan pen%lakan 6 ar-radd79 yaitu berpaling dan membangkang dari a"aran,a"aran <asulullah shalla-llahu $alaihi

wa sallam dengan hatinya9 sehingga ia tidak ridha dan tak menerima a"aran, a"aran tersebut> Perbedaan antara ketundukan 6al-inqiyad7 dan penerimaan 6al-qabul7 adalah bahwa ketundukan itu peker"aan .isik9 sedang penerimaan itu adalah peker"aan hati> #embatal-$embatal s ahadat (nawaqidhu as -s ahadah) Kata nawaqidh adalah bentuk "amak dari asal kata naqidh, artinya &yan( merusak)> !aka kata nawaqidh syahadah berarti yang merusak dan membatalkan makna syahadat9 dimana meyakini9 mengu&apkan dan mengamalkan makna syahadat tidak se&ara %t%matis membuat ia disebut muslim9 serta bebas dari semua yang menyalahi slam> Sehingga apabila salah satu dari hal,hal yang membatalkan syahadat itu ada pada diri sese%rang9 maka ia tidak dapat disebut muslim dan tidak diperlakukan dengan hukum yang diberlakukan muslim9 melainkan diperlakukan dengan hukum yang diberlakukan kepada %rang,%rang ka.ir atau musyrik> ni bila pembatal syahadat itu terdapat dalam dirinya se"ak awal> $etapi ia disebut murtad bila melakukan salah satu pembatal syahadat setelah masuk slam> Sekalipun ia telah meyakini kebenarannya dengan hatinya9 mengu&apakan dengan lisannya dan melaksanakannya dengan raganya> #ertama9 ketidaktahuan 6#ahl7 akan makna syahadat> Dengan demikian9 mengu&apkan syahadat tanpa mengetahui maknanya sama sekali tidak berman.aat baginya> 0edua+ keraguan 6syakk7 akan sebagian atau seluruh makna syahadat> Karena dengan begitu ia sebenarnya menganggap keb%lehan dan ketidakb%lehannya sama sa"a> Bahkan andaikan pun ia menganggap salah satu atas yang lain9 hal itu tetap membutuhkan keyakinan> 0etiga9 mempersatukan 6syirk7 Allah dengan sesuatu selain Dia>

WXF nH oK fH gFnH RK TH pFfHYH TH eH jH LFFK VA JK BJYo H HFPQN K H XFJWK H bH H XFJK N DEFN K FFH\L JP BP Jea H FfNRK _F sH bH gFJWK ^N K 6x,x}FqFdbkDEtFH\J]P eK jJbH AFJ[P YN TH eH DFK QK K ZH U
&Sesun((uhnya aku idak ber an((un(#awab erhada, a,a yan( kamu sembah, e a,i 0aku menyembah1 Tuhan yan( men#adikanku, karena sesun((uhnya 5ia akan memberi hidayah ke,adaku* 5an 0Ibrahim1 men#adikan kalima auhid i u kalima yan( kekal ,ada ke urunannya su,aya mereka kembali ke,ada kalima auhid i u*) 6-S a:,~ukhru. ? x},x7> Dan ini menuntut adanya pengetahuan tentang syirik dan batasan,batasannya9 agar kita dapat menghindari syirik dan para pelakunya> 0eem$at+ kedustaan dalam akidah 6nifaq79 yakni menampakkan iman dan menyembunyiakn keku.uran>

633FqFODEtFJ[K Yg K J]P TP FK WXFK o JH DFfH _FJ[K YO KH ^K JDH MK gFH \J]P DJ]P ZH A


&2ereka men(u3a,kan den(an lidahnya a,a yan( idak ada dalam ha inya*) 6-S al,/ath ? 337> 0awan dari nifaq adalah mengetahui makna syahadat tauhid9 menerimanya dengan hatinya9 melaksanakan semua kewa"iban yang men"adi k%nsekensinya9 sedang hatinya "u"ur dengan apa yang diu&apkan %leh lisannya> 0elima+ memben&i terhadap syahadat dengan segala maknanya9 memusuhi %rang,%rang yang meyakini kebenarannya dan para penyerunya9 serta berusaha men"auhkan manusia darinya dengan "alan menyeru kepada hal,hal yang bertentangan dengan kalimat itu9 serta mendukung dan men&intai para penyeru tersebut dan men"adikan mereka sebagai sekutu selain Allah>

63}yFqFbZDEtFK uEFS P CH pFJ[P YH J] K CA P FE EH BJH lFKuEFK \JLP FJVK _FP K O NH AFJVH _FKhfN ^DEFH VK _H L
&5an dian ara manusia ada oran(-oran( yan( menyembah andin(anandin(an selain Allah, mereka men3in ainya seba(aimana mereka men3in ai Allah*) 6-S al,Ba2arah ? 3}y{ at,$aubah ? x37> 0eenam+ meninggalkan makna dan la.a:h syahadat serta tidak mau melaksanakan kewa"iban,kewa"iban yang sudah men"adi k%nsekuensinya9 baik se&ara umum maupun parsial9 dimana ia tidak melaksanakan rukun slam dan perbuatan slami{ sekalipun ia mengkalim bahwa ia memahami9 meyakini dan men&intai maknanya9 serta memusuhi semua yang menyalahinya serta para pelakunya> 0etujuh+ men%lak makna dan la.a:h syahadat serta keyakinan akan kebenarannya> Karena kaum musyrikin Arab sebenarnya mengetahui makna syahadat9 tetapi men%laknya dan tidak menyukainya>

fH^ K OH YK DsFEJ]P pK fH OH DFfN^ KH lFH\ J]P DJ]P ZH AL H FH \JLP bK JcO H J A H FPu EFN K FHQ H DK FH FJ[ P YH DFH IJoK FEH K FEJ]P fH pFJ[ P YN K 6|}FqF-f XfDEtFm \J]P ^JH _FmbK UfH K D
&A,abila dika akan ke,ada mereka "laa ilaaha illallah! 0 iada uhan selain Allah1 mereka menyombon(kan diri, dan mereka berka a, "A,akah sesun((uhnya kami harus menin((alkan sembahan-sembahan kami karena seoran( ,enyair (ila!*) 6-S ash,Sha..at ? |}7> 60ihat? al-2adkhalu li 5irasa il "Aqida il Islamiyyah "alaa 2adzhabi Ahlissunnah wal 9ama!ah9 Dr> brahim bin !uhammad bin Abdullah Al Buraikan7> 5" alitas dan $enging%aran (al-wala wal bara) $ermasuk tuntutan kalimat syahadat adalah membebaskan manusia dari l%yalitas kepada selain Allah9 seperti l%yalitas kepada ha(hu 9 kaum musyrikin9 kaum 'ahudi9 kaum Nasrani9 kaum sekuler9 kaum muna.ik9 serta penganut a"aran,a"aran atau isme,isme yang bertentangan dengan a"aran slam>

VK _FHJoH TH XFHK D H FJIH eJH AFJVH _H LFHVo J J^K _J`P RJDEFK\JLP FJVK _FH H oK DJLH lFHVJAK bK XfH cJDEFH\J]P ^K _J`P RJDEFK K N OH AFH 6xFqF\EbRUFrstFfH ZP aFJ[P YJ^K _FEJ]P ZO NH aFJ\H lFN K Fm JWH FKWXFKuE
&9an(anlah oran(-oran( mukmin men(ambil oran(-oran( kafir man#adi wali den(an menin((alkan oran(-oran( mukmin* Baran(sia,a berbua demikian, nis3aya le,aslah ia dari ,er olon(an Allah ke3uali karena 0siasa 1 memlihara diri dari sesua u yan( di aku i mereka*) 6-S Ali mran ? x{ 3w;{ al,!aidah ? v,3{ al,!u"adalah ? xx{ an,Nahl ? |v7> $u"uannya agar manusia memurnikan l%yalitasnya kepada Allah9 <asul,Nya9 dan %rang,%rang mukmin9 serta bersikap bara! 6lepas diri7 dari selain mereka> Hatinya terpenuhi %leh perasaan ini9 hanya mendukung penganut kebenaran dan iman9 bergembira dengan kemenangan mereka9 mend%akan kebaikan bagi mereka9 bersedih dengan musibah yang mereka hadapi9 di pertarungan apapun yang ter"adi antara al-haqq dan al-ba hil> Karena itu diantara tanda %rang mukmin adalah gembira terhadap kemenangan dien !uhammad shalla-llahu $alaihi wa sallam dan bersedih karena kemundurannya> Sedangkan di antara tanda,tanda muna.ik ialah gembira terhadap kekalahan dien slam dan bergembira karena kemenangannya>

uEFKW XFfNg fH CH aFK\ H P jH FqFJ[ P YJ^K _H LFPQ TK FN K FN IK FH FH J]H AFKQ S TK FKW XFPu EFP[ P Y TK P AF nH e J H Q^UFuEFWFbAbFWglFVUF[T_FELtFK QJoH TH UFfH H bH OJXEH LFK QJoH TU H FfH eH RH OJjK E
&Ada u#uh (olon(an yan( akan dinaun(i oleh Allah dalam naun(an-4ya hari dimana ak ada naun(an ke3uali naun(an-4ya, 0dian ara mereka1 adalah . dua oran( laki-laki yan( salin( men3in ai karena Allah den(an mana mereka berkum,ul dan ber,isah*) 6H< !uslim dari Abu Hurairah radhiyallahu "anhu7> Dari sini terlihat bahwa %rang,%rang muna.i2 tidak mampu mengendalikan dirinya ketika melihat kehan&uran menimpa %rang,%rang mukmin> a riang gembira dan berusaha menampakkan kegembiraan hatinya> Sebab9 l%yalitas telah diperuntukkan bagi selain mukmin> Sedangkan hatinya dipenuhi dengan kedengkian dan kemuna.ikan> a mengungkapkan perasaan,perasaan ini dengan &ara,&aranya yang khas> Apabila ia se%rang p%litikus9 ia ungkapkan dengan terang,terangan atau terselubung> (ika ia se%rang "urnalis9 ia ungkapkan dengan pemberitaan yang men"engkelkan> (ika ia berada diantara sesamanya9 teranglah apa yang ditutup,tutupi> !aka9 wa"ib se%rang muslim men&intai muslim lainnya yang beratuhid9 mengharapkan kemenangan untuknya9 mend%akan kebaikan baginya9 saling berbagi rasa dengannya9 dan memberikan pembelaan untuknya> ni harus disadari bahwa semua perkara tadi merupakan a"aran dien yang dengannya Allah disembah> (uga merupakan hak sudara muslimnya tanpa harus melihat hasil pertempuran9 apakah menang atau kalah> Karena9 bimbang dalam memberikan wala! 6l%yalitas7 itu merupakan tanda kemuna.ikan> (ika melihat kemenangan milik %rang,%rang mukmin9 mereka bantu dan dukung> Namun9 "ika melihat %rang,%rang ka.ir menang9 mereka akan men%l%ng mereka>

\fH pFJ\ K H LFJ[ P cH eH _FJV P cH FJ[ H DH lFEJ]P DfH FKu EFHV K _F JOH XFJ[ P cH DFH\ fH pFJ\ K H XFJ[ P cK gFH \J]P N gH bO HH AFHV JAK N DE qFf ^DEtFHV JoK ^K _J`P RJDEFHV K _FJ[ P cJeH ^JRH H LFJ[ P co JH TH UFJK ]JCO H J H FJ[ H DH lFEJ]P DfH F JoK H FHV JAK bK XfH cJTK D 63w3
&0'ai u1 oran(-oran( menun((u 0,eris iwa1 yan( akan er#adi ,ada dirimu 0hai oran(-oran( mukmin1* 9ika er#adi ba(imu kemenan(an dari Allah, mereka berka a, "Bukankah kami 0 uru ber,eran(1 beser a kamu-! 5an #ika oran(oran( kafir menda,a keberun un(an 0kemenan(an1, mereka balik berka a, "Bukankah kami uru memenan(kan kamu, dan membela kamu dari oran(oran( mukmin-) 6-S An,Nisa ? 3w37> Demikianlah %rang muna.ik bersikap mendua dan menipu9 bahkan 5asamuka 6berwa"ah sepuluh7> Kadang kala ia "uga mengu&apkan perkataan yang bisa memuaskan kedua pihak9 supaya sama,sama tetap dapat bergabung dengan pihak mana pun yang kelak menang> (ika kita melihat apa yang menimpa umat slam9 khususnya pada masa kelemahan dan penyiksaan mereka9 kita akan melihat kepala,kepala muna.ik mun&ul> !ereka menampakkan taring,taringnya9 lalu memberikan dukungan dan bantuan kepada %rang,%rang musyrik dan sekuler> !ereka kerahkan segala yang Allah berikan untuk men%l%ng %rang,%rang musyrik> Kebalikan dari sikap para Nabi9 sebagaimana yang diu&apkan !usa "alaihis salam>

644FqFZDEtFH VJoK _K bJP RJTK DFE bJoK YH FH \J]P pH lFJVH TH XFN WH TH UFHiJRH e JH lFfH RK gFS H FHrfH
&'a Rabb-ku, demi nikma yan( elah En(kau anu(erahkan ke,adaku, aku sekali-kali idak akan men#adi ,enolon( ba(i oran(-oran( yan( berdosa*) 6-S al,-ashash ? 347> /akta ini menun"ukkan bahwa may%ritas %rang yang mengaku slam belum merealisasikan tauhid dengan benar> Dalam "iwa mereka belum menan&ap bara! kepada %rang,%rang musyrik dan sekuler> Bahkan9 mereka &enderung atau sudah tampak "elas membantu musyrik untuk menyerang muslim> nilah bentuk nifaq i! iqadi 6kemuna.ikan dalam akidah7 yang bisa mengeluarkan mereka dari agama Allah> !ereka bangga dengan tingginya kalimat sekuler> Berkebalikan dengan "an"i !usa "alaihis salam9 mereka "ustru berkata9 *Wahai <abb,ku9 demi nikmat yang telah ngkau anugerahkan kepadaku9 aku pasti akan menggunakannya untuk membantu mereka 6kaum musyrikin7 dalam menghan&urkan %rang,%rang mukmin+> 4a!dzu billah> Sesungguhnya wala! dan bara! 6l%yalitas dan permusuhan7 adalah perkara .undamental> lmuwan berkata9 *$idak terdapat dalam Al,-uran ayat,ayat yang lebih banyak setelah ayat,ayat tentang uluhiyah melebihi ayat,ayat yang berkaitan dengan pers%alan wala! dan bara!> 68akadza "Allamal Anbiya /aa Ilaaha Illallah9 karya Syekh Salman bin /ahd al,1Audah7> Wallahu "alam bish-shawab*

PAKET III =

neAbDEFnDf
Pr.n/.p Syar.a

[om@nBCD[BHV_
PRIN'IP '+ARIAH

,F EBYDE FF \]ZABDE FF \]o^ DE \]^RgFgFnRe^gFilFf_

\]CDfDE \LBOYDE
#endapat petunjuk

Bukan orang gila

DfDE
uEF[T
Konsep Allah

\]^R_FboFEbjFDF\L
Pahala tak terputus

bpE [oTeDE

n^DE
&urga

feDE
Bahagia

noFfo
Kehidupan mulia

[oUFTkFTeDFL
Akhlak yang agung

KABCDM_XV
f^DE
'eraka

LfZDE
&engsara

fc^Fno_
Kehidupan sempit

\]^_F
2rang gila

\] DfDE
&esat

\]^R_FbjlFDL
Pahala terputus6 sementara

\fEF[T
Konsep manusia

,F \]ZfDE FF \LbXfcDE

IoDFTkFTeDFL
Akhlak yang rendah

]TRDE V_ TU [TeAF[D

>HLyWC

\]RDfDE

BAB I

[om@nBCD[BHV_
PRINSIP S:ARIAT Surat al-*alam a at 6-7

[o bDEFVR bDEFuEF[g bJoH FE bJjH H FHH DFN \K H LFFm \J]P ^JH RK gFHS gH FK nH RJeK ^K gFH iJH lFH _FFH\JLP bP JH AFfH _H LFK [H TH ZJDEH LF\ \K FFP \J]P OJH RJDEFP [P cS AH MK gFFH \JLP bK JA PH LFP bK JP OH H XFFm [JoK H UFmP TP kFH TH eH DFH NK H LFFm \] JP ^JRH _ FH VA JK BH OJYP RJDfK gFP [H TJUH lFH ]P H LFKQK To JK H FJVH UFN IH FJVH RK gFP [H TJUH lFH ] P FH N gH
&4un, demi ,ena dan a,a yan( mereka ulis* Tidaklah en(kau, den(an nikma Tuhanmu, seoran( (ila* 5an sesun((uhnya un ukmu ,ahala yan( iada ,u us,u usnya* 5an sesun((uhnya en(kau adalah benar-benar a as budi,eker i yan( a(un(* 2aka en(kau akan meliha dan mereka ,un akan meliha kelak* Sia,a di an ara kamu yan( er(an((u fikiran* Sun((uh Tuhanmu, 5ialah yan( lebih ahu sia,a yan( sesa dari #alan-4ya dan 5ia ,un lebih ahu sia,a yan( menda,a ,e un#uk*) )e!inisi %ebahasaan qalam (lughatan) Dari segi bahasa9 kata 1qalama berarti mem%t%ng u"ung sesuatu> Dalam sebuah hadits yang men"elaskan "sunnah-sunnah fi hriyah! disebutkan diantaranya aqlimu al-azhafir 6mem%t%ng u"ung kuku7> $%mbak yang dip%t%ng u"ungnya sehingga merun&ing dinamai maqaliim* Anak panah yang run&ing u"ungnya dan yang bisa digunakan mengundi dinamai pula qalam9 sebagaimana .irman,Nya ?

6wwFqF\EbRUFrstFH [H AJbH _FP IP JcH AFJ[P Y AH lFJ P S U` FH \J]P ZJTP AFJK FJ[K YJAH BH DFH iJ^P pFfH _H L
&Padahal kamu idak beser a mereka melem,arkan ana%-ana% $anah mere%a (untu% mengundi) sia,a di an ara mereka yan( memelihara 2aryam*) 6-S Ali mran ? ww7> Demikian pula ditemukan dalam bentuk "ama 1aqlam! bermakna ",ena! pada .irman Allah berikut>

fH_ Fm bP CJgH lFP nH eJH FK K BJeg H FJV K _FP B P RH AFP bJCH JDEH LDT U` FmH bH H FJV K _FK JH JEFKW XFfH_ FN\ H lFJ]H DH L 6x4FqF\fRZDtFK uEFP -fH RK TH pFJ-H BK H
&5an seandainya ,ohon-,ohon di bumi men#adi $ena-$ena dan lau 0men#adi in a1, di ambahkan ke,adanya u#uh lau 0la(i1 sesudah 0kerin(nya1, nis3aya idak akan habis-habisnya 0di uliskan1 kalima Allah)> 6-S 0u2man ? x47> Al,-uran se&ara umum men"elaskan bahwa "qalam! adalah alat yang digunakan untuk menulis9 yakni alat tulis apapun termasuk k%mputer yang ter&anggih> Demikian pula 1qalam! adalah alat untuk mengundi> Dalam surat al,-alam9

qalam adalah alat9 tetapi yang dimaksudkan adalah hasil penggunaan alat tersebut9 yakni & ulisan+> Dalam kaidah bahasa Arab seringkali suatu kata yang berarti *alat+ atau *penyebab+ dimaksudkan untuk akibat atau hasil penggunaan alat itu> Dan suatu kata atau ayat yang singkat b%leh "adi ditemukan rin&ian artinya dalam ayat yang lain 6 afsir al-aya bil aya 7> !aka9 arti qalam pada surat al,1Ala2 dengan surat al,-alam saling berkaitan9 apalagi surat al,-alam turun setelah akhir ayat kelima surah al,1Ala29 menurut beberapa riwayat> Penemuan pena serta tulis menulis merupakan satu anugerah Allah yang terbesar> Dengan tulisan9 satu generasi dapat mentrans.er ilmu dan pengalaman mereka kepada generasi berikut9 sehingga manusia tidak terus,menerus mulai dari n%l> Begitu pentingnya pena dan hasil tulisannya9 para ahli membagi kehidupan manusia dalam dua peri%de> Peri%de pra,peradaban 6,rehos ori37 dan peri%de peradaban 6his ori37> Sedang batas pemisah antara keduanya adalah penemuan pena serta tulisan> Mengenal tulisan (qalamullah) dan %emurahan Allah (%aramullah) Kalau meru"uk arti qalam dalam bentuk "ama "aqlam! dalam Al,-uran surat 0u2man ayat x49 yang dimaksudkan adalah "ilmullah 6ilmu Allah7> Ada yang berpendapat Al,-uran9 as,Sunnah dan al, slam> K%nsep Allah adalah syariat 6syara!a7 Allah yang diperuntukkan hamba,hamba,Nya> Dari wahyu pertama Al,-uran diper%leh isyarat bahwa ada dua &ara per%lehan dan pengembangan ilmu9 yaitu Allah menga"ar dengan pena yang telah diketahui manusia lain sebelumnya9 dan menga"ar manusia 6tanpa pena7 yang belum diketahuinya> =ara pertama adalah menga"ar dengan alat atau dasar usaha manusia 6"ilmu kasbi7> =ara kedua dengan menga"ar tanpa alat atau tanpa usaha manusia 6"ilmu laduni, "ilmu khafi7> Sahabat Abu Hurairah radhiyallahu "anhu hanya dua tahun hidup bersama Nabi shalla-llahu $alaihi wa sallam9 tetapi paling banyak meriwayatkan hadits selain 1Aisyah radhiyallahu "anha> Abu Hurairah lebih banyak memper%leh "ilmu khafi 6ilmu tersembunyi7> Walaupun berbeda9 keduanya dari satu sumber9 yaitu Allah> Setiap pengetahuan memiliki subyek dan %byek> Se&ara umum subyek dituntut peranannya untuk memahami %byek> Namun pengalaman ilmiah menun"ukkan bahwa %byek terkadang memperkenalkan diri kepada subyek tanpa usaha sang subyek> !isalnya k%met Halley yang memasuki &akrawala hanya se"enak setiap 4} tahun9 mun&ul terakhir tahun 3;}> Pada kasus ini9 walaupun para astr%l%gi menyiapkan diri dengan peralatan mutakhirnya untuk mengamati dan mengenalnya9 sesungguhnya yang lebih berperan adalah kehadiran k%met itu dalam memperkenalkan diri>

Wahyu9 ilham9 intuisi9 .irasat9 yang diper%leh manusia yang siap dan su&i "iwanya9 atau apa yang disebut kebetulan9 yang dialami ilmuwan yang tekun9 semuanya tidak lain ke&uali bentuk,bentuk penga"aran Allah yang dapat dianal%gikan dengan kasus k%met di atas> tulah penga"aran tanpa qalam yang ditegaskan %leh wahyu pertama Al,-uran> Al,-uran diturunkan kepada <asulullah shalla-llahu $alaihi wa sallam bukan lewat qalamullah tetapi atas karamullah 6kemurahan Allah79 karena wahyu turun bukan atas usaha beliau> Kadang langsung masuk ke dalam dadanya> Setelah diba&akan Allah9 setelah itu tidak pernah lupa>

6}FqFTUEtFH ^ JH aFHH XFHP K bJZ^ PH


&+ami akan memba3akan 0Al-Qur!an1 ke,adamu 02uhammad1 maka kamu idak akan lu,a*) 6-S al,Alaa ? }7> Seringkali <asulullah menghendaki turunnya wahyu9 tetapi tak kun"ung diturunkan> Bahkan beliau pernah hampir sa"a men"atuhkan dirinya dari atas gunung9 karena beban berat yang dipikul9 sementara wahyu yang ditunggu tidak turun> Kitab Ihya %lumuddin9 karya mam al,Gha:ali diper%leh "ustru ketika meninggalkan te%ri,te%ri ilmiah yang telah dipela"arinya selama ini> Buku 2anha# Tarbiyah Islamiyah9 %leh !uhammad -uthb9 disusun setelah mengalami s a(nasi ke"iwaan 60ihat? Wawasan Al-Qur!an9 Pr%.> Dr> !> -uraisy Syihab9 !A7>

Wfg
B0"K0T-+A'A'

Fnokl
#0#B0'T-K #2"A,

FWeEL
"0A,%&T%&

K` -D>@ABCDHIF C
KA"AKT0"%&T%K K2'&0P

nof
#A'-&%A;%

f^a
T0"AT-"

r]R
-'%<0"&A,

BAB II

CDK`DHIF
KARAKTERISTIK KNSEP ALLAH Rabbani K%nsep Allah memiliki keistimewaan yang membedakannya dengan undang, undang lain buatan manusia9 yaitu bersi.at rabbaniyyah> 0ebih tepatnya9 rabbaniyya ul mashdar dan rabbaniyya ul (hayah 6bersumber dari Allah dan tu"uan akhir karena Allah7> K%nsep Allah ber&elupkan keagamaan9 terbungkus %leh kesu&ian yang tiada taranya dan menanamkan kepada penganutnya rasa &inta dan h%rmat yang bersumber dari mata air keimanan dengan kesempurnaan9 keluhuran dan kemuliaannya9 bukan bersumber dari rasa takut terhadap kekuasaan legislati. dengan aparatnya> K%nsep itu bukan pr%duk manusia yang kemampuannya terbatas dan terpengaruh %leh k%ndisi9 tempat9 dan waktu9 terpengaruh %leh hawa na.su9 perasaan dan pertimbangan kemanusiaan> Sedangkan Allah adalah D:at 'ang !en&ipta dan !emiliki semua makhluk9 Pengatur semesta alam ini9 !en&iptakan manusia9 !aha !engetahui apa yang berman.aat dan apa,apa yang maslaha serta yang bisa memperbaiki>

63wFqFTRDEtFP bJoK H JDEFP JoK N TDEFH ]P H LFHH TH kFJVH _FP [H TJeH AFH H l
&In(a lah, 0Allah 'an( 2en3i, a1, 2aha 2en(e ahui, dan 5ia 2aha 8alus la(i 2aha Awas*) 6-S al,!ulk ? 3w7> Kaum muslimin meyakini bahwa k%nsep Allah paling sempurna9 syamil9 paling adil9 paling mampu mewu"udkan keba"ikan dan men%lak berbagai ma&am keburukan> K%nsep Allah berhasil menegakkan kebenaran dan menumbangkan dan men&abut mafsada ke akar,akarnya> Dan se%rang muslim dapat merasakan kepuasan dengan keadilan dan keba"ikannya> Se%rang muslim "uga meyakini dalam lubuk hatinya bahwa Allah selalu mengawasi ketika ia tengah men"alankan k%nsep ini atau pada saat ia meninggalkannya> Dia meyakini bahwa Allah men&atat perbuatannya itu untuk di,hisab saat seluruh manusia dibangkitkan untuk melihat amal perbuatannya>

,4FqFnDDDEtFPH bA H FE bH FmN H FHrfH Z JK _FJIH RJeH AFJVH _L H FFPH bH AFE bJoH kFmN H FHrfH Z JK _FJIH RJeH AFJVH RH X 6
&2aka baran(sia,a yan( beramal keba#ikan sebobo zarrah ,un, ia ,s i akan meliha nya* 5an baran(sia,a yan( beramal ke#aha an sebesar zarrah ,un, ,as i ia akan menemuinya*) 6-S a:,~al:alah ? 4,7>

A%hlaqi ah (membentu% m"ral) K%nsep Allah memiliki keunggulan membentuk m%ral dalam seluruh aspeknya9 sebagai buah dari si.at rabbaniyah,nya> Dengan demikian9 k%nsep Allah lebih mengutamakan akhlak dengan seluruh yang ter&akup di dalamnya>

[pfCDEFELtFKH JkH JEFHK fH cH _FH [S RH a PK FP i JK eP gFfH RN K


&Sesun((uhnya aku diu us idak lain un uk menyem,urnakan akhlaq*) 6H< al, Hakim7> Disini terlihat perbedaan antara k%nsep Allah dengan qanun dari sisi kandungan maupun tu"uannya> Kandungan undang,undang buatan manusia adalah serangkaian hak,hak pribadi dan per%rangan9 sementara k%nsep Allah men&akup sekumpulan aklif 6tugas7> Dan9 hukum syara! adalah kalamullah yang berkaitan dengan peker"aan mukallaf 6yang dikenai beban dan tugas7> -anun memandang manusia dari segi hak,haknya9 sedangkan k%nsep Allah melihat manusia dari segi kewa"ibannya> $ugas dan kewa"iban ini ialah hak,hak %rang lain yang harus dipenuhi9 maka ia harus men"aganya sesuai dengan pen"agaannya terhadap hak,haknya atas %rang lain> Selain itu9 manusia dalam pandangan qanun sebagai penuntut9 sedang dalam pandangan k%nsep Allah ia dituntut dan diminta tanggung "awab 6mas!uliyah7 karena ia makhluk yang diberi aklif9 diperintah dan dilarang> a tidak di&iptakan untuk main,main9 sia, sia atau dibiarkan sa"a> $etapi9 ia memiliki hak dan kewa"iban> Adapun dari segi tu"uan9 qanun punya tu"uan yang berman.aat dan terbatas9 yaitu langgengnya masyarakat dan teraturnya dan berbagai perkara di dalamnya terutama yang bersi.at material serta menegakkan disiplin> nilah yang di&iptakan %leh para pembuat qanun9 ha a walau pun kandungannya bisa "adi menuntut penyimpangan dari akhlak dan agama> Selan"utnya9 "ika kita melihat k%nsep Allah9 maka tu"uannya di samping memelihara kelanggengan masyarakat dan keteraturan hubungan sesamanya9 "uga mewu"udkan nilai,nilai luhur dalam kehidupan ummat manusia> !engangkat mereka ke dera"at kemanusiaan yang luhur serta memelihara nilai, nilai akhlak dan ruhani yang tinggi> Realistis (waqii ) =iri,&iri lain dari k%nsep Allah ialah bersi.at realistis9 dimana perhatiannya terhadap nilai,nilai luhur akhla2 tidak menghalanginya untuk menaruh perhatian terhadap realita yang ada> !endiagn%sis berbagai penyakit yang di deritanya sekaligus memberikan resepnya> K%nsep Allah tidak berdayung di lautan khayal> (uga tidak terbang di awang, awang dan di angkasa> Keteladanan yang semu yang membentuk manusia tanpa wu"ud seperti yang diperbuat Plat% dengan Re,ubli3,nya> Dan seperti apa yang men"adi ut%pia a"aran k%munisme tentang masyarakat yang kehilangan hak

milik dan tidak membutuhkan suatu pemerintah9 hukum pertahanan9 keamanan dan pen"ara> K%nsep Allah diturunkan untuk manusia sesuai dengan ke"adiannya9 yang Allah &iptakan dengan .isik yang berasal dari bumi dan ruh yang berasal dari langit{ dengan rasa &inta yang melambung dan naluri yang merendah> Allah mengakui d%r%ngan kedurhakaan dan ketakwaan yang senantiasa bertempur di dalam "iwa mereka>

6,4FqFRDEtFfH EH ]JZH aL H FfH H J]P P XFfH YH RH YJDH MH XFFfH EN ] H FfH _H LFm JH H L


&5an, demi #iwa dan a,a-a,a yan( meluruskannya* 2aka 5ia men(ilhaminya akan kedurhakaannya dan ke aqwaannya*) 6-S Asy,Syams ? 4,7> 'nsani ah (manusiawi) K%nsep Allah bersi.at insaniyah dan "alamiyah> !akna insani-yah ialah ia diturunkan untuk meningkatkan tara. hidup manusia9 membimbing dan memelihara si.at,si.at humanistik,nya serta men"aga dari kedur"anaan si.at hewani agar tidak mengalahkan si.at kemanusiaannya> #ntuk itu9 maka disyariatkanlah semua bentuk ibadah bagi manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan ruhaninya> Dengan demikian manusia bukan semata,mata raga yang terdiri dari unsur tanah yang membutuhkan makan9 minum dan nikah9 tetapi ia "uga ruh yang luhur yang menempati raga itu> K%nsep Allah "uga memelihara kemuliaan manusia yang dianugerahkan Allah Sang Pen&ipta9 yang !en"adikannya khalifah di muka bumi dan yang !enyuruh malaikat bersu"ud kepadanya serta yang telah !engabadikan kemuliaan itu dalam kitab,Nya>

64vFqFEbEtFH H sFJWK ^g H FfH ^J_N bH pFJBH ZH DH L


&5an sun((uh +ami elah memuliakan bani Adam 0manusia1*) 6-S al, sra ? 4v7> K%nsep Allah menaruh perhatian besar terhadap manusia seutuhnya9 baik raga9 "iwa maupun pikirannya> K%nsep Allah memperhatikan raga manusia dengan mewa"ibkan pemelihara,annya dan melarang segala bentuk penyiksaan walaupun dengan ibadah> Teratur (tanasuq) =iri k%nsep Allah lainnya adalah teratur> 'akni semua bagian,bagiannya masing,masing beker"a teratur9 k%mpak dan seimbang dalam rangka men&apai satu tu"uan bersama> Antara yang satu dengan lain tidak berbenturan tapi se"alan dan seirama9 teratur dan rapi> Karakteristik ini bisa "uga dinamakan dengan takamul 6k%mperhensip7>

Keteraturan dan keserasian dalam .en%mena alam 6khalqiyah7 dan k%nsep Allah 6kalima ullah7 sebagai suatu keseimbangan 6 awazun79 kita temui sebagai suatu ge"ala yang tampak pada setiap apa,apa yang disyariatkan Allah9 tampak pada setiap makhlu2,Nya> 8ni9ersal (s umul) K%nsep Allah men&akup aspek ibadah yang mengatur hubungan dengan <abb, nya> !asalah ini di"elaskan %leh fiqh ibadah yang terdiri dari bab haharah9 shala 9 shaum9 ha##i9 nadzar9 udh-hiyyah 6berk%rban79 ayman 6sumpah7 dan hal, hal lain yang tidak pernah dikenal dalam qanun> !en&akup pula hukum kerumahtanggaan 6nizhamul usrah79 seperti nikah9 halaq9 mengatur rumah tangga9 na.kah9 wasiat9 waris9 dan hal,hal yang termasuk dalam masalah pembentukan rumah tangga slami dan segala upaya mempertahankannya9 masalah "iddah9 dll> Hukum ini dikenal dengan Hukum Pribadi 6al-ahwal asy-syakhshiyah7> (uga men&akup segi mu!amalah9 transaksi seperti "ual beli9 gadai9 hibah9 utang, piutang9 "%in dalam usaha 6syirkah79 luqa hah 6barang temuan79 dan se"enisnya yang bertu"uan mengatur hubungan antarindi8idu dalam menggunakan harta dan men"aga hak masing,masing yang semua ini sekarang dinamakan Hukum Sipil> a "uga men&akup bidang ek%n%mi seperti berkaitan dengan pengembangan harta atau pemakaiannya sebagaimana pula berkaitan dengan pengatutan Baitul, !aal9 tentang pemasukan dan pengeluaran :akat9 harta (hanimah9 fai!9 pa"ak9 serta hal,hal yang diharamkan Allah seperti riba9 menimbun harta9 memakan harta %rang dengan &ara batil9 dsb> K%nsep Allah "uga men&akup tindak pidana dan balasannya yang telah ditentukan dengan nash dan hadis seperti qishash9 dan hukuman,hukuman lain seperti p%t%ng tangan bagi pen&uri9 men&ambuk atau mera"am pe:ina9 men&ambuk peminum minuman keras dan %rang yang menuduh %rang lain ber:ina> Atau sanksi,sanksi yang ketentuannya diserahkan kepada ulil amri, para qadhi atau hakim9 yang disebut dalam .i2h dengan hukuman a!zir 6dera7> nilah yang dikenal undang,undang ke"ahatan dan Hukum Pidana 6#inaya 7> (uga men&akup hal,hal yang berkaitan dengan hukum9 putusan9 dakwaan9 persaksian9 iqrar 6pengakuan79 sumpah dan lainnya yang bertu"uan menegakkan keadilan antar,umat manusia dan menyelesaikan suatu kasus atau perkara yang semua termasuk ke dalam apa yang disebut Hukum A&ara> !en&akup aspek undang,undang kepemimpinan9 dasar kewa"iban mengangkat pemimpin dan syarat,syaratnya yang harus dipenuhi9 &ara pemilihannya9 hak dan kewa"ibannya9 hubungannya dengan dengan rakyat9 hukum mentaatinya9 serta bagaimana menghadapi pembangkang 6%p%sisi7 dan se"enisnya9 yang bertu"uan mengatur hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin> ni termasuk ke dalam *#ndang,undang Dasar+>

!en&akup masalah hubungan kenegaraan seperti mengatur hubungan negara slam dengan negara,negara lain yang n%n,muslim9 baik dalam k%ndisi perang maupun damai> !asalah yang berkaitan dengan penduduk n%n,muslim di negara slam> ni dibahas dalam .i2ih slam9 dan sekarang ini semua ter&akup ke dalam apa yang dinamakan Hukum nternasi%nal>

BAB III

>@ABHaDT}xKRKBDCDNZ?
JAMINAN ALLAH BAGI :ANG BERQ+R7AN Tida% gila Gila adalah perbuatan yang menyalahi kebiasaan9 ukuran9 kriteria umum 6khariqul "adah7> (ika meru"uk kepada hadits9 diterangkan bahwa diantara %rang yang tidak dikenai dan bebas dari aklif 6beban tugas7 men"alankan syariat diantaranya adalah "anil #ununi ha a ya!qila 6%rang gila sampai akalnya ber.ungsi7> )rang gila tidak dikenai aklif karena akalnya tidak n%rmal> !aksud ayat &ma an a bi ni!ma i rabbika bi ma#nun) adalah bahwa dengan nikmat slam ini maka kamu tidak akan melakukan peker"aan hina> Sebagaimana dalam sabda <asulullah yang men"elaskan kriteria wanita yang harus di"adikan &al%n istri meliputi hartanya9 ke&antikannya9 keturunannya> (ika semua si.at tidak terkumpul pada satu %rang9 maka beruntunglah kamu dengan memilih yang beragama9 ariba yadaaka 61agar kedua tanganmu tidak berdebu7> Tariba dari kata urab artinya debu{ yadaaka artinya kedua tanganmu 6usaha yang kamu lakukan7> (ika agama tidak di"adikan alternati. pilihan9 kedua tanganmu berdebu 6menger"akan peker"aan yang hina7> $idak pantas dilakukan %leh makhluk yang berakal> P%stur tubuhnya seperti manusia tapi karakternya seperti an"ing 6kalb79 kera 6qird7 dan himar 6keledai7>

\K FKJTH cJDEFK I HR HH pFPQP TH H RH XFPEH ] H FH HN aEH LFKJH JEFHDK FH BH TJkH lFPQN ^K cH DH LFfHYg K FPfH ^JeH XH bH DFfH^J K FJ]H DH L 634}FqFdEbUEtFJ@H YJTH AFP QJpP bJOa H FJLH lFJ@H YJTH AFKQo JH TH UFJIK RJCH a
&5an kalau +ami men(hendaki, sesun((uhnya +ami in((ikan 0dera#a nya1 den(an aya -aya i u, e a,i dia 3enderun( ke,ada dunia dan menuru kan hawa nafsunya yan( rendah, maka ,erum,amaannya se,er i an#in( #ika kamu men(usirnya diulurkannya lidahnya dan #ika kamu membiarkannya dia men(ulurkan lidahnya #u(a*) 6-S al,Ara. ? 34}7> (ika kata ma#nun 6gila7 dikaitkan dengan kata #anna pada surat al,Anam ? 4x9 yang artinya menutupi9 maka sakit gila men"adikan sese%rang dalam dunia ini sia,sia> Karena dia tidak dikenai tugas dan kewa"iban 6 aklif7> )leh karena itu perintah dan larangan tidak akan masuk hatinya9 karena instrumen kemanusiaannya tertutup> Dengan Al,-uran hati manusia men"adi lapang9 terbuka> Sehingga mudah tersentuh dengan kebenaran> (ika khilaf ia menyesal dan bersegera kembali kepada Allah> Hatinya bersih9 terbebas dari berbagai k%ntaminasi 8irus hati 6amraadhul qalb7> )rang 'ahudi "arang sekali yang masuk slam karena hatinya keras 6qaswa ul qalb7> Sekeras,keras batu "ika dipe&ahkan9 maka di tengah,tengahnya akan mengeluarkan air>

Mem$er"leh $ahala ang ta% ter$utus lmu yang berman.aat yang dia"arkan kepada %rang lain9 utamanya Al,-uran9 akan men"adi pembela pemiliknya di akhirat kelak 6hu##a un lahu7> Pada suatu hari ada se%rang ulama mendelegasikan tugas kepada muridnya untuk menghadiri sebuah mu! amar 6k%m.erensi7> $etapi9 dalam ma"lis itu yang hadir hanya se%rang> !urid tersebut ragu,ragu apakah a&ara ini diteruskan> Setelah dik%nsultasikan kepada gurunya9 di"awab sesungguhnya "ika anda bisa menyadarkan se%rang yang hadir ini lebih baik daripada satu .%rum> !enga"arkan ilmu Al,-uran kepada %rang lain pahalanya akan abadi> Karena semakin banyak ilmu sese%rang semakin kuat d%r%ngannya untuk melaksanakan kebaikan> !aka9 <asulullah shalla-llahu $alaihi wa sallam berd%a tidak ingin ditambahi kekayaan tetapi m%h%n kepada Allah agar ditambahi ilmu> Harta yang dii.akkan akan habis9 sedangkan ilmu yang dia"arkan akan bertambah> 0ebih,lebih dari murid pertama "uga akti. menga"arkannya kepada %rang lain> !aka mesin pahala tidak akan berhenti berputar> <ata,rata umur umat !uhammad antara }v tahun sampai 4v tahun> 'ang men"adikan umur pendek mereka dinilai setara dengan umur umat sebelumnya yang pan"ang,pan"ang9 karena semangat dalam mengembangkan slam ini> Sesuai dengan karakteristik slam itu sendiri yang terus berkembang> barat air akan men&ari dataran rendah untuk dialiri> $inta ulama laksana darah para syuhada> (angan men&er&a %rang yang berilmu9 karena darahnya akan bera&un 6menimbulkan bahaya7>

fDEFELtFK[ H e^ NDEFKbP RP FJV K _FH H DF bJoH kFE BK EH LFP jH FH g K FPu EFH B K JYH AFJ\ H H FKu EH ]H X FQ^UFuEFWFBeFVgFIYFVU
&2aka demi Allah, sun((uh bila Allah memberikan hidayah ke,ada seseoran( karena 0usaha1 kamu, i u lebih baik ba(i kamu dari ,ada un a-un a merah 0kendaraan keban((aan oran(-oran( Arab1*) 6H< al,Bukhari9 dari Sahal bin Saad radhiyallahu "anhu7> )rang yang mengamalkan Al,-uran dan menga"arkannya dia akan meninggal dalam keadaan syahid> !aksud syahid disini adalah ketika di alam barzakh bumi tidak memakan "asadnya> !akna yang lain9 sekali pun se&ara .isik kematian telah memisahkan kita9 tetapi nama baiknya tetap terngiang,ngiang di telinga %rang,%rang yang ditinggalkan>

\H lFK bJoH FJVK _FP H BJeg H FfHYK gFH IK RH UFJVH _FP bJjH lH LFfHP bj JH lFP QH TH XF nH ^HH Fn^ NP FK H J K JEFKWXFN VHFJVH _ [T_FELtF JWH FJ[K K J]P jP lFJVK _FHP Z^ JH A
&Baran(sia,a yan( men3i, akan kebiasaan baik dalam Islam, maka ia menda,a ,ahala seba(aimana oran( yan( men(er#akannya, an,a men(uran(i #a ah ,ahala mereka sediki ,un*) 6H<> !uslim7>

Memili%i a%hlaq ang agung Dalam Kamus Besar Bahasa nd%nesia9 kata a%hla% diartikan sebagai budi pekerti atau kelakuan> Kata akhlaq adalah "ama9 yang bentuk tunggalnya khuluq> Kata khuluqin "azhim pada surat al,-alam dinilai sebagai k%nsiderans pengangkatan Nabi !uhammad sebagai <asul> Dialah satu,satu <asul yang di"uluki dengan asmaul husna 6nama,nama $uhan yang baik7 se&ara d%bel9 raufun rahiim>

VJoK ^K _J`P RJDfK gFJ[ c P JoH TH UF JAK bH FJ[ OK ^U H FfH_ FKQ JoH TH UF JAK U H FJ[P cK P JH lFJV K _F rJ]P H FJ[ P pH H jFJBH ZH D 63xFqFng]ODEtF [JoK H F dJLP H
&Sesun((uhnya elah da an( ke,adamu seoran( rasul dari kaummu sendiri, bera erasa olehnya ,enderi aanmu, sen(a men(in(inkan 0keimanan dan keselama an1 ba(imu, ama belas kasihan la(i ,enyayan( erhada, oran(oran( mu!min*) 6-S at,$aubah ? 3x7> 'ang dimaksud rahim disini sayan( ke,ada oran( beriman dan ra-uf disini belas kasih ke,ada uma nya yan( berdosa 6asy-syafaqa u "alal mudznibin7> )leh karena itu9 ketika naza! 6hampir di&abut nyawanya79 yang ditanyakan %leh <asulullah bukan anaknya9 tapi &umma iJ umma iJ) 6umatku9 umatku7> Budi pekerti yang amat agung> Akhla2 adalah sikap hidup9 karakter atau perangai> Awalnya latihan terus menerus 6mu#ahadah7 akan kesadaran bahwa yang baik adalah baik dan yang buruk adalah buruk> 0alu terbiasa &%nd%ngmemilih yang baik dan meninggalkan yang buruk> Setelah kebaikan dilakukan se&ara berkesinambungan 6is imrar7 men"adi kebiasaannya dan akhirnya kebaikan itu inhern dengan dirinya> Disini kebaikan men"adi sikap hidup> Ada yang berpendapat budi pekerti adalah perpaduan antara sikap lahir dan batin> Budi yang halus 6adab7 adalah sikap batin9 pekerti yang halus adalah sikap hidup> Bahasa yang halus dikenal dengan budi bahasa> Disini maksudnya budi "adi isi "iwa9 makna yang terkandung dalam hati9 lalu diu&apkan dengan bahasa yang terpilih> Bahasa adalah lambang sebuah peradaban> #ngkapan sese%rang menun"ukkan isi hatinya> Keteguhan Nabi9 ketenangan serta kesabaran dari tuduhan gila umatnya> Dia tidak kehilangan akal adalah termasuk akhla2 yang agung> Diantara keberhasilan dakwah beliau adalah kemampuan menahan hati menerima &elaan semena,mena dari %rang yang b%d%h 6sa.ih7>

TFKuEFK r] J PH FHDK FP bP JH lFJWS H MH pFqFHrfH FQ^UFuEFWFm J]P eJH _FKVJgFKuEFK BJH UFJVH U QP _J]H FPQH gH bH FJ[K YJoH TH UFP QP _H HL H FKuEFP -EH ]H THFKfH oK JH JEFHVK _FfoK H FJWK cJCP AF[TLFQoTUFuE FJ[ P YN K H XFJW K _J]H ZK DFJbK JEFN[ P YN TDH EFqFP rJ]P ZA H FH ] PH LFKQ K YJjH LFJV H UFH B N DEFP H JRA H FH ]P H LFP J]H _JH MH X QoTUF O_tFH \J]P RJTH eH A

Dari Abdullah bin !asud radhiyallahu "anhu9 dia berkata ? *Seakan,akan aku lihat kepada <asulullah shalla-llahu $alaihi wa sallam ketika beliau men&eritakan salah se%rang Nabi dari Nabi,nabi yang banyak itu9 dia dipukul %leh kaumnya sampai berdarah,darah9 disapunya darah yang mengalir di wa"ahnya itu lalu berd%a9 &'a Allah, am,uni kaumku, karena sesun((uhnya mereka idak ahu*) 6H< al,Bukhari dan !uslim7> Akhla2 <asulullah yang men%n"%l disini adalah muhsin 6tetap berbuat baik kepada yang bersikap "elek kepadanya7 6-S Ali mran ? 3|w79 yaitu memaa.kan dan mend%akan> Bahkan beliau bersabda dalam redaksi hadits yang lain9 &2aafkanlah oran( yan( menzhalimimu, berilah oran( yan( men(haramkan ,emberian den(anmu, dan sambun(lah hubun(an erhada, oran( yan( selama ini memu uskan hubun(an den(anmu)> Berkata bnu Katsir dalam ta.sirnya9 *Sesungguhnya Nabi shalla-llahu "alaihi wa sallam melaksanakan Al,-uran9 baik perintahnya maupun larangannya9 telah men"adi sikap hidup dan melekat ke dalam tabiat asli beliau> Perintah Al, -uran diker"akan9 larangannya ditinggalkan> Semuanya dihiasi %leh budi pekerti yang agung9 malu9 dermawan9 berani9 pemaa.9 menahan marah> Pendeknya semua budi yang indah> mam Ahmad bin Hanbal meriwayatkan sebuah hadits dengan sanadnya dari #rwah bin ~ubair9 dari 1Aisyah radhiyallahu "anha, berkata9 *$idak sekalipun pernah Nabi shalla-llahu "alaihi wa sallam memukul khadam9 dan tidak pernah memukul perempuan9 bahkan tidaklah men"adi kesukaannya memukul9 ke&uali memukul dalam perang fi sabilillah> Dan kalau beliau memilih dua hal9 pasti beliau pilih mana yang paling mudah9 asal "angan d%sa> Dan tidaklah beliau membalas dendam9 ke&uali kalau aturan Allah dilanggar %rang> Kalau aturan Allah dilanggar9 saat itulah beliau baru membalas9 bukan untuk dirinya melainkan untuk agama Allah+> Ada sahabat yang mengatakan9 ketika pertama kali kita kenal <asulullah shallallahu "alaihi wa sallam kita takut kepadanya9 setelah lama kita bergaul dengannya kita men&intainya>

_bODEFELtFJ[K YK H K ^K DFJ[P P fH oK kH LFf H JkH lFJ[P YP ^H JH lFf fH RA JK FH Vo JK ^K _J`P RJDEFP IH RJpH l


&Fran( mukmin yan( ,alin( sem,urna imannya ialah yan( erbaik akhlaqnya* 5an oran( erhi un( oran( baik-baik ialah yan( bersika, baik erhada, is erinya*) 6H< at,$irmid:i7> Akhla2 di sini men&akup dimensi yang lebih dalam dan luas> !engendalikan "iwa9 berkata "u"ur9 ihsan dalam berbuat9 amanah dalam bermuamalah9 berani berpandapat9 adil dalam menetapkan hukum9 berpegang teguh dengan kebenaran9 keinginan 6"azam7 yang kuat untuk melakukan kebaikan9 menyuruh kepada kebaikan9 men&egah kemungkaran9 men"aga kebersihan9 mengh%rmati peraturan dan saling t%l%ng,men%l%ng dalam kebaikan dan ta2wa>

BAB I4

HQBCDK`D_HIyhD>C@L]BC
KEHINAAN PEMBELA IDELGI MAN+SIA :ila (majnun) )rang yang "auh dari Al,-uran akan men"adi gila> Gila wanita9 gila harta dan gila tahta> Selain Al,-uran tidak akan mampu men%lak g%daan wanita9 harta dan tahta> Bagi %rang ka.ir ketiga kekayaan itu yang di"adikan tu"uan akhir hidupnya> Sehingga hatinya ka.ir 6terk%8er9 tertutup7 dari petun"uk Allah> Sehingga seruan Allah9 se%lah,%lah suara yang didengar dari "arak yang "auh9 suara apa itu z>

\fH cH _FJV K _FK\ JLH fH ^A P FH KH DJLP lFR H UFJ[ K YJoH TH UFH ]P L H F bJH LFJ[ K YK EH sFKW XFH\ ] JP ^K _J`P AFH FHV A JK N DEH L 6wwFqFiT XtFm BJoK eH g
&5an oran(-oran( yan( idak beriman ,ada elin(a mereka ada sumba an, sedan( Al-Qur!an i u sua u ke(ela,an ba(i mereka 0 idak meneran(i mereka1* 2ereka i u adalah 0se,er i1 oran(-oran( yan( di,an((il dari em,a yan( #auh*) 6-S /ushshilat ? ww7> Segala akti.itas %rang ka.ir hanya akan menutup 6raana7 hatinya sendiri> Dan mereka men"adi pemburu yang ke&ewa9 karena yang diburunya tidak ditemukan>

[H DFP H H jFEH K FN OH FH _FP\ fH JRN DEFP Q P H JCH AFm nH eJoK ZK gFmEH bH H pFJ[ P YP DfH RJUH lFEJLP bH H pFHV A JK N DEH L 6|;FqF]^DEtFf Jo H FP JBK H A
&5an oran(-oran( yan( kafir amal-amal mereka adalah laksana fa amor(ana di anah da ar, yan( disan(ka air oleh oran(-oran( yan( daha(a, e a,i bila dida an(inya air i u dia idak menda,a inya sesua u a,a,un*) 6-S an,Nuur ? |;7> Mem$er"leh balasan sesaat (mu-aqqatan) 'ang diper%leh bagi %rang berpaling dari Al,-uran hanyalah ma a! 6kepuasan sementara7> Balasan itu tidak akan memuaskan hatinya9 seakan,akan minum air laut semakin di minum semakin haus> Semakin banyak yang didapatkan semakin menumpuk pula kebutuhan dan kekurangannya> )rang kaya9 menurut slam9 bukan yang banyak hartanya tetapi kaya hati> Kata Abu Bakar9 &9adikanlah har a i u ,ada (en((aman an(anmu dan #an(anlah en(kau masukkan dalam ha imu*) )rang slam semangat dalam mengumpulkan karunia,Nya9 tapi tidak kikir dalam membelan"akan kebaikan, kebaikannnya>

)leh karena itu se%rang yang "auh dari Al,-uran akan merasakan kehidupan yang serba sulit 6ma!isya an dhankan7> Se&ara lahiriyah bisa makan ini9 itu9 bertempat tinggal sesuka hatinya9 tetapi hatinya terpen"ara %leh na.sunya> )rang yang tidak ber,-uran tidak bisa zuhud> Sementara %rang yang ber, -uran mampu bersikap zuhud 6membatasi k%nsumsi7 setelah mengumpulkannya> Kreati. dalam mengel%la karunia Allah> Dikumpulkannya sebanyak mungkin9 kemudian dia tinggalkan untuk Allah> 0elaki -urani memiliki daya &ipta material9 pada saat yang sama memiliki daya kendali material> !ukmin adalah petarung se"ati9 pebisnis se"ati9 tetapi pada akhirnya ia pemimpin se"ati> Se%rang mukmin tidak sekedar mampu menurunkan tirani9 tetapi mampu membuat rakyat se"ahtera setelah berkuasa> Dan itu mustahil dilakukan sebelum ia men"adi pebisnis se"ati> &er$erangai hina

VJoK K fH kF H H bK FEJ]P J]P pFJ[ P YH DFfH^ JTP ZH XFK iJN DEFKW XFJ[ P cJ^K _FEJLB HH OJUEFHV JA KN DEFP[ O P JRK TH UFJBH ZH DH L 6}yFqFbZDEt
&5an sesun((uhnya elah kamu ke ahui oran(-oran( yan( melan((ar ,erin ah ,ada hari Sab u, maka +ami firmankan . 9adilah kamu kera-kera yan( hina*) 6-S al,Ba2arah ? }y7> Hari Sabtu adalah waktu istirahat dari beker"a9 dikhususkan untuk beribadat kepada $uhan> !emuliakan hari Sabtu adalah salah satu "an"i Bani srail dengan $uhan> $etapi mereka pandai mempermainkan hukum $uhan> Peristiwa ini ter"adi di danau $habaria9 Alia9 !adyan9 kata para ahli> !ereka berdiam di tepi pantai> Sekalipun dilarang men&ari ikan pada hari Sabtu9 tetapi mereka memasang alat penangkap ikan 6kail7 pada (umat malam9 lalu diambil pada hari Ahad> Sehingga mereka mendapat kutukan $uhan men"adi kera yang hina> Sebagian ahli ta.sir berpendapat ? mereka men"adi babi9 keledai> (ika direnungkan ayat ini9 bukan berarti mereka berubah bentuk> $etapi perangainya berubah men"adi perangai binatang> 0ebih memuliakan ikan daripada seruan $uhan> (ika keledai berkarakter keledai9 tidak mengherankan> !anusia berperangai seperti keledai9 inilah bentuk kehinaan> 'ang diben&i $uhan dan manusia adalah se%rang yang memiliki kesamaan si.at dengan binatang> !emiliki akal9 sama perangainya dengan makhlu2 yang tidak berakal> Akal yang merupakan karunia terbesar dari Allah untuk dirinya9 tidak di.ungsikan> !ereka bangga dengan memper%leh keuntungan duniawi> $etapi tidak sadar sesungguhnya mereka di"auhi %leh %rang yang baik> !enghalalkan segala &ara9 asalkan tu"uan ter&apai 6al-(haya u ubarrirul wasa-il7> $idak ada kawan abadi9 yang abadi adalah kepentingan itu sendiri> !enurut bnu !und:ir9 dari bnu Abil Hatim9 mereka terima dari !u"ahid9 &'an( disum,ah Tuhan sehin((a men#adi kera a au monye adalah ha i

mereka, bukan badan mereka* Peris iwa ini adalah ma#az 0kiasan1 se,er i ,ada sura al-9umu!ah aya >, "/aksana keledai memikul ki ab!*)

QH P JH FH NH UFP QP ZP TP kFHfH FJVH _


&Sia,a yan( #elek akhlaqnya, ia menyiksa dirinya sendiri*) Wa"ar9 %rang yang berbuat menyalahi suara batinnya9 akan tersiksa> a akan dihantui perasaan bersalah 6inhizamun nafsi7> $idak akan merasakan kepuasan batiniyah> Karena hati nuraninya din%dai dengan akan n%ktah hitam> mam Ali bin Abi $halib menyimpulkan akibat buruk d%sa9 dalam d%anya ? &'a Allah, am,uni dosa-dosaku yan( merun uhkan ,en#a(aan* 'a Allah, am,unil dosa-dosaku yan( menda an(kan ben3ana* 'a Allah, am,uni dosadosaku yan( merusak karunia* 'a Allah, am,uni dosa-dosaku yan( menahan doa* 'a Allah, am,uni dosa-dosaku yan( menurunkan bala* 'aa Allah, am,uni dosa-dosaku yan( mem,er3e,a kebinasaan)>

BRDEFnDfl
Kemurnian dan keutuhan sum er asasi

BoLFB_F\sbZDE
A,B=ur4an se agai sum er utama

~y@ABCDEkBCDHIF
oOTDF\sbZDEF_FI_feODEFFWZTODEFY^_ IReDEL
Pola penerimaan 1 Berinteraksi dengan alB =ur4an untuk dilaksanakan

P"2F%, G0'0"A&% =-"4A'%

n_fODEFnTfRDE
%solasi total dengan pola jahiliyah se elumnya

BAB 4

~y@ABCDEkBCDHIF
PR*IL GENERASI Q+RANI Ada .en%mena yang unik dalam se"arah slam yang patut di"adikan ru"ukan9 t%lak ukur keberhasilan dakwah di mana sa"a dan kapan sa"a9 bagi yang ter"un di medan dakwah> Ge"ala itu tidak lain adalah dakwah ini mampu men, se in( generasi9 yakni generasi Sahabat radhiyallahu "anhum9 generasi terbaik dalam sepan"ang se"arah slam dan kemanusiaan> Setelah itu b%leh dikata9 tidak pernah terulang lagi mun&ulnya generasi sekualitas itu9 sekalipun ada beberapa .igur yang mun&ul 6 mu#addid79 tetapi belum pernah lahir dalam bentuk so3ie y 63}v>vvv %rang9 ,eny>79 selain dari generasi Sahabat> Ge"ala ini menimbulkan pertanyaan di kalangan yang masih bersedia memikirkan kelangsungan dakwah slam> Apakah penyebab dan rahasia keberhasilan merekaz 0emurnian dan %eutuhan sumber asasi (ashalatu al-mashdar) Al,-uran yang dika"i %leh para sahabat <asul shalla-llahu $alaihi wa sallam dan yang men"adi asas per"uangan mereka dalam kehidupan9 adalah Al,-uran di tangan kita sekarang> Dan itu yang akan diba&a %leh generasi sesudah kita nanti sampai akhir :aman> Al,-uran yang tetap asli9 utuh9 dan murni> Demikin pula hadits <asulullah9 yang bagi sahabat dahulu di"adikan sebagai ped%man ker"a9 semuanya masih tersimpan rapi dan mudah dipahami> Ke&uali pribadi <asulullah yang telah meninggalkan kita> 0alu apakah ini yang men"adi penyebabz (awabannya bukan> Seandainya keberadaan <asulullah yang men"adi rahasianya9 nis&aya Allah tidak akan men"adikan dakwah slam ini kaffa an linnas wa rahma an lil "alamin> Dan slam bukan risalah terakhir diturunkan %leh Allah> Akan tetapi slam tidak demikian> Allah men"amin keutuhan dan kemurnian Al,-uran9 sekalipun <asulullah telah wa.at> Dakwah ini akan berlangsung se&ara k%ntinyu9 sekalipun beliau tiada> Bahkan9 beliau telah sukses menyampaikan risalah ini dengan sempurna sampai akhir :aman> Kehilangan pribadi <asulullah bukan men"adi .akt%r utama dalam dakwah ini> Sayyid -uthb9 dalam bukunya 2a!alim fii a h-Thariq men&%ba mengamati pr%.il masyarakat sahabat> Dari hasil pengamatannya9 beliau mengemukakan tiga .akt%r yang men"adi karakteristik generasi -urani yang pertama itu> Per a!a< al-Qur!an, sumber u ama 0al-Qur!an manba-un wahiid1 Generasi sahabat mempersepsikan Al,-uran sebagai satu,satunya sumber dan landasan kehidupan> Adapun hadits adalah ta.sir %perasi%nal dari sumber utama

itu> Ketika Aisyah radhiyallahu "anha ditanya tentang perilaku <asulullah9 dia men"awab9 &Budi ,eker inya adalah Al-Qur!an)> Sebenarnya ketika itu bukan tidak ada hambatan peradaban dalam menegakkan semangat beragama> Peradaban <%mawi kala itu sudah men&apai tingkat kema"uannya di bidang budaya9 ilmu9 dan hukum9 yang sampai sekarang masih dianut %leh beberapa negara sebagai sistem hukum> Demikian pula kebudayaan 'unani yang terkenal dengan l%gika dan .ilsa.atnya> Kebudayaan Persia9 ndia9 dan =hina ter&atat sebagai kebudayaan yang besar waktu itu> Dua peradaban <%mawi dan Persia mend%minasi (a:irah Arab dari utara dan selatan> $etapi9 .%kus generasi sahabat kepada Al,-uran sebagai satu,satunya sumber dan a&uan9 mempunyai sasaran khusus> <asulullah ingin men&etak generasi yang spesi.ik9 di mana hati9 akal9 wawasan9 ide%l%gi9 dan %rientasi 6i i#ah7 mereka terpelihara %risinilitasnya dari berbagai pengaruh luar yang tidak sesuai dengan manha# Al,-uran> Generasi inilah yang di&atat se"arah sebagai generasi yang unik9 sebab generasi berikutnya telah mengalami pembauran sistem dan telah terk%ntaminasi berbagai p%lutan dalam memahami sumber utama> Seperti .ilsa.at dan l%gika 'unani yang banyak men&emari pemikiran pemikir slam9 israiliya 'ahudi dan te%l%gi Nasrani9 serta berbagai kebudayaan dan peradaban asing9 yang turut men&ampuri pena.siran ayat,ayat Al,-uran9 sehingga mengurangi kadar ke"ernihan pemikiran generasi berikutnya dalam memahami Al,-uran> Ke6ua< me ode ,enerimaan al-Qur!an 0manha# a - alaqqi1 Antara generasi sahabat dan generasi berikutnya &enderung mengalami perbedaan dalam aspek p%la penerimaan Al,-uran> Generasi awal ketika memba&a Al,-uran tidak bertu"uan memb%ngkar rahasia alam9 sains9 pengayaan materi,materi ilmiah> Akan tetapi menerima Al,-uran seperti menerima perintah dari Allah untuk diterapkan se&ara langsung dalam kehidupan pribadi dan masyarakat> Persis seperti se%rang pra"urit menerima perintah dari k%mandannya untuk dilaksanakan se&ara sp%ntan> Sahabat men&ukupkan sepuluh ayat untuk diha.al dan diamalkan muatannya> !et%de penerimaan yang aplikati. "ustru menyingkap u.uk ilmu dan keindahan9 pesan,pesan inti yang tidak terungkap sekiranya mereka berinteraksi dengan menggunakan met%de ilmiah> Dengan met%de pertama dapat mempraktiskan ker"a9 meringankan beban9 menter"emahkan te%ri,te%ri ilmiah yang mande( ke dalam ker"a nyata yang dinamis> Sesungguhnya Al,-uran tidak menerima met%de apapun selain dari met%de penerimaan yang praktis dan aplikati.> Karena Al,-uran bukan buku seni9 ilmu9 se"arah9 sekalipun semuanya terkandung dalam Al,-uran> Al,-uran diturunkan sebagai ped%man hidup 6minha#ul hayah7> Karena itu Allah menurunkannya se&ara bertahap>

63v}FqFEbEtF JAK ^ JH aFP fH ^JDN H H LFm @JcP _FH TH UFP H lH bJZO HK DFP fH ^JH bH XFf sJbP H L

&5an Al-Qur!an i u elah +ami urunkan den(an beran(sur-an(sur a(ar kamu memba3akannya ,erlahan-lahan ke,ada manusia dan +ami menurunkannya ba(ian demi ba(ian*) 6-S al, sra ?3v}7> Allah menurunkan Al,-uran tidak sekaligus> $etapi berdasarkan kebutuhan, kebutuhan dan perkembangan yang k%ntinyu dalam ide%l%gi dan k%nsepsi9 "uga berdasarkan pr%blem alamiah yang dihadapi umat slam dalam kehidupannya> $erakadng ayat turun menerangkan peristiwa tertentu dan k%ndisi khusus9 serta menggariskan peranan yang harus dimainkan mereka dalam menghadapi ke"adian itu9 dan memperbaiki kesalahan mereka9 dengan begitu terasa keterikatan "iwa dengan Allah sebagai Pen&ipta> Dari met%de penerimaan yang praktis ini para sahabat mun&ul sebagai generasi yang terbaik> Ke .0a< isolasi 0mufashalah1 dari ,erse,si lama Apabila se%rang telah mengikrarkan dirinya sebagai muslim berarti ia telah menghapus segala masa lalunya ketika #ahiliyah, dan sekarang akan memulai hidup baru yang sama sekali terpisah mutlak dari hidupnya pertama pada masa #ahiliyahK merasakan hidup yang lalu itu penuh n%da dan k%t%ran yang hanya bisa terhapus dengan slam> Dengan sikap pasrah seperti ini9 ia menerima petun"uk slam yang baru> !aka setiap kali tidak mampu menunaikan kewa"iban yang dibebaankan slam kepadanya9 ketika itu ia merasakan bersalah dan berd%sa> Akhirnya9 "alan membersihkan dirinya ialah dengan kembali kepada petun"uk Al,-uran> s%lasi perasaan se&ara mutlak ini antara masa lalu yang #ahiliyah dan masa sekarang yang slami9 "elas terlihat dalam hubungan s%sial dengan masyarakat #ahiliyah yang ada di sekitarnya dengan melepaskan samasekali hubungannya dengan lingkungan #ahiliyah dan menyatu dengan lingkungan yang slami9 sekalipun hubungan dagang dan harian masih ter"adi> 'ang "elas9 perubahan t%tal ter"adi dalam lingkungan9 kebiasaan9 adat9 wawasan9 ide%l%gi9 serta pergaulan yang baru telah bert%lak dari tauhid> Ketiga karakteristik inilah yang tidak dimiliki %leh generasi berikutnya9 sehingga tidak bertahannya nilai,nilai ke, slam,an yang utuh dalam persepsi dan mata hati mereka> #ntuk mengembalikan ma!nawiyah 6spirit7 ber,-uran ini9 perlu kita membuka ruang yang luas dalam kepribadian kita dengan bekal khusus> 'aitu pemberdayaan ruhani kita se&ara lebih intensi. 6 arbiyah ruhiyah79 agar -uran bisa berinteraksi lebih kuat dan mendalam dalam diri kita> Karena Al,-uran berasal dari D:at yang !aha Su&i9 dikirimkan melalui makhluk yang su&i9 dan diberikan kepada hamba yang dipilih,Nya 6ish hafaahu79 <asulullah shallallahu "alaihi wa sallam Wallahu "alam bish-shwab*


PAKET I4 =

kEFnDf
Pr.n/.p Akhlak

VoDE
H5?HC 1 Penjelasan

nAbDEFBegFDEFIXl
&halat yang palig utama setelah shalat fardhu

MLFBl
,angkah l h teguh

[BHV_ UFhC
Prinsip Ak*la/

CDE
>5?DA 1 Ke enaran

oF]l -fjBDEFX
Terangkat derajatnya
Ba.aan l h erkesan

IoTDEFfo
=iyamul ,ail

fDE
?I5@A 1 2 at

oZF]
-.apan er o ot

nR
?A5C> 1 "ahmat

WDfoTDEFbYFTeDEFTFV_
&iapa yang ingin raih kemuliaan6 dia angun malam

A]FfC
Produktif

Ioaba \sbZDE
Ba.a =ur4an

BYDE
>5>6?>C 1 Petunjuk

VoUlFb
Pandangan sejuk

uEFbp
%ngat Allah

\fbDE
>@5? 1 Pem eda

\fEFbpl
#anusia paling mulia

E]RC_Ff_fZ_
Posisi terpuji

Ip]ODE
Ta(akkal

M_XV S}RBC
nAfU nA]^eRDE
#enjaga stamina ruhani

]^DE
@5?@B?G 1 /ahaya

BFIkB_
Tempat masuk yang enar

QoXFBCDEF]A
Boleh iri padanya

bDE
&a ar

nU]RDE
H5?HC6 @D5?A6>> 1 'asihat

r]kF n^DE
&e a masuk

VoCDfDEFl
Ke iasaan orang shalih

bYDE
+ijrah

LbDE
D>5D>6 DI5?@ 1 "uh

\fRAEFn_U
Tanda iman

bpDE
?@5?F 1 Pengingat

]DEFboca
Penghapus dosa

BAB I

UFhCD[BHV_
PRINSIP AKHLAQ

Surat al-Muzzammil a at 6-;

[obDEFVRbDEFuEF[g IS aH L H FK QJoH TH UFJK FJLH lFF JoK TH FP Q^ JK _FJP ZJEFK LH lFP QH JK FF JoK TH FN K FH IJoN TDEFK [P FFP IS _N P RJDEFfH Y AH A H ]JH lH LFf JL H F B HH lFH W K FK IJoN TDEFH nH K fH FN \K FF JoK Z H F J]H FH JoH TH UFJWK ZJT^ PH FfN K FF JoK aJba H FH\sJbP ZJDE H FF o JK O JH aFKQo JH DK FJIO NH H aL H FH S gH FH [JEFKbP p J EH LFF JAK ]H Ff CJ H FK fH YN ^DEFK WXFH H DFN \K FF JoK F JoK pH LFP JK N afH XFH ]P FN K FHQH DK FH FKK bJ H RJDEH LFKK bJH RJDE
&Wahai oran( yan( berselimu 02uhammad1* Ban(unlah 0un uk shala 1, di malam hari ke3uali sediki 0dari,adanya1* 0'ai u1 se,erduanya a au kuran(ilah dari se,erdua sediki * A au lebih dari se,erdua i u* 5an ba3alah Al Quran i u den(an ar il* Sesun((uhnya +ami akan menurunkan ke,adamu ,erka aan yan( bera * Sesun((uhnya ban(un di wak u malam adalah lebih e,a 0un uk khusyu!1 dan ba3aan di wak u i u lebih berkesan* Sesun((uhnya kamu ,ada sian( hari mem,unyai urusan yan( ,an#an( 0banyak1* Sebu lah nama Tuhanmu dan beribada lah ke,ada-4ya den(an ,enuh ke ekunan* 05ialah1 Tuhan imur dan bara , iada Tuhan melainkan 5ia, maka ambillah 5ia seba(ai ,elindun()> Menjaga stamina ruhaniah (ria atu al-manawi ah) !ukmin se"ati selalu unggul dalam kekuatan spiritualnya9 semangat hidup> Selalu ada gel%ra yang bertalu,talu di balik lubuk hati mereka> tulah yang membuat s%r%t mata mu#ahid selalu ta"am9 di balik kelembutan mereka> tulah yang membuat mereka memiliki harapan9 di saat 8irus keputusasaan mematikan semangat hidup %rang lain> tulah 8italitas> $ak pernahkah kesedihan menghinggapi merekaz $idak adakah "alan ketakutan9 kegelisahan9 kegalauan9 menu"u "iwa merekaz Pernahkah mereka terusik bahkan terg%da %leh keputusasaan yang berakibat mengundurkan diri dari per"uanganz Adakah di saat,saat dimana mereka merasa lemah9 &emas9 dan tidak mungkin memenangkan pertarunganz Para mu#ahid adalah manusia biasa> Semua ge"ala "iwa yang dirasakan manusia "uga dirasakan %leh mu#ahid> Sebagaimana layaknya manusia9 kehidupan mu#ahid pun .luktuati. 6naik,turun7> Ada saat dimana ia naik9 sukses9 gembira> Di saat yang lain mereka harus gagal9 sehingga membuat takut9 &emas9 sedih9 gundah,gulana> Bahkan9 terkadang mereka merasakan berada pada pun&ak stagnasi 6fu ur7> 'ang membedakan para mu#ahid dari manusia umumnya bahwa mereka memiliki keterampilan bagaimana mempertahankan 8italitas9 melawan ketakutan,ketakutan9 kegalauan9 ke&emasan9 dan menghalau keputusasaan> !ereka mengetahui se"ak dini

dan sekaligus melawannya ge"ala,ge"ala yang bisa melumpuhkan "iwa> Kemampuan mengel%la ge"%lak internal diri men"adikan mu#ahid memiliki stamina ruhaniah yang stabil> Dan mereka telah mempersepsikan bahwa sunna ullah dalam kehidupan ini memang tidak sederhana dan tidak mudah> Sehingga mereka memiliki aset kekuatan mental untuk tidak larut terlalu "auh dalam kegagalan dan keberhasilan> Sesungguhnya keberhasilan itu adalah ketika kita meninggal dalam husnul kha imah> Sebaik,baik amal adalah yang ,un(kasan> Dan sebaik,baik umur adalah yang terakhir9 dan hari yang terbaik adalah hari ketika hamba bertemu dengan Allah> Ahli sastra !esir9 Syau2i9 mengatakan ?

\J]P H cH CJH AFHH DJ]H FP hfN ^DEH LFf oK pfH gFH _P lFP a JH BH DH L
En(kau dilahirkan ibumu dalam keadaan menan(is dan oran(-oran( di seki armu er awa* !enangis karena menghadapi kehidupan dengan membawa misi yang su&i tidak sederhana> Dan %rang di sekitar kita gembira 6termasuk ibu yang baru sa"a melahirkan7 karena kedatangan ada penerus baru yang diharapkan bisa membantunya dalam mengatasi tekanan kehidupan> italitas9 keunggulan spiritual itu biasanya dibentuk dari keyakinan,keyakinan terhadap alam (haib> Dan pr%ses perawatan ketahanan mental itu berpangkal dari tradisi spiritual yang khas dan unik> nilah yang men"adikan brahim bin al,Adham mengungkapkan apa yang dirasakannya pada penghu"ung taha""udnya9 &+ami dalam keleza an 0s,iri ual1 sekiranya ,ara ra#a men(e ahui bahwa sumber kebaha(iaan i u ada disini mereka akan men(uli i kami, karena iri)> Dengan &ara men"aga hubungan ke&intaan se&ara timbal balik antara mu#ahid dengan Allah lewat kultur spiritual yang k%nstan9 berkesinambungan9 shalat lail9 memba&a al, -uran9 d:ikir{ mun&ullah suasana "iwa yang merasakan inter8ensi Allah 6 adakhul rabbani7 se&ara langsung> Sehingga pendengaran9 penglihatan9 langkahnya merupakan "elmaan dari kehendak Allah subhanahu wa a!ala> Sehingga pada saat tertentu memenuhi persyaratan untuk men"adi kekasih Allah 6waliyullah7> Sebagai kekasih Allah9 akan memper%leh pembelaan9 dukungan9 dan pert%l%ngan,Nya pada saat yang diperlukan> Dari Abu Hurairah radhiyallahu "anhu berkata ? <asulullah shalla-llahu $alaihi wa sallam bersabda9 &Bahwa Allah berfirman, "Baran(sia,a memusuhi wali-+u, maka +uizinkan ia di,eran(i* Tidaklah hamba-+u mendeka kan diri ke,ada-+u den(an sua u amal lebih +usukai dari,ada #ika ia men(er#akan amal yan( +uwa#ibkan ke,adanya* 8amba-+u senan iasa mendeka kan diri ke,ada-+u den(an amalanamalan sunnah hin((a Aku men3in ainya* 9ika Aku elah men3in ainya, Aku men#adi ,enden(aran yan( ia menden(ar den(annya, men#adi ,en(liha an yan( ia meliha den(annya, men#adi an(an yan( ia memukul den(annya, seba(ai kaki yan( ia ber#alan den(annya J) 6H< al,Bukhari7>

@ABCDEtFH nN ^H JDEFH IH kH FnH eJpH FHH bJU H FJWH O^ H JEFH TH UFHbH gfH FJVH _
<asulullah bersabda9 *Baran(sia,a yan( melaksanakan shala suna rawa ib ?: rokaa se3ara berkesinambun(an, masuk sur(a*) 6Al,Hadits7>

&5an baran(sia,a melaksanakan shala ber#amaah selama =D hari, menemui dari akbir ,er ama, maka di ulis oleh Allah dua ,embebasan, ,embebasan dari ,enyaki nifaq 0ra(u-ra(u1 dan ,embebasan dari neraka*) 6Al,Hadits7> &9ika en(kau in(in masuk sur(a, maka en(kau ridha den(an sesua u yan( menim,a diri yan( idak kamu sukai*) 6Al,Hadits7> Dalam suatu peperangan9 kaum muslimin menemukan betapa kekuatan bnu $aimiyah melampaui para mu#ahidin lainnya> !ereka pun menanyakan ulama yang tetap membu"ang hingga wa.atnya itu9 tentang rahasia kekuatannya> Beliau men"awab9 &Ini adalah buah dari ma! sura 0al-kalima u hayibah1 yan( se3ara ru in saya ba3a di ,a(i hari se elah shala shubuh sam,ai ma ahari erbi dari ufuk imur* Saya selalu menemukan kekua an yan( dahsya se ia, selesai melakukan wirid harian i u* Ta,i, #ika sua u saa saya idak melakukannya, saya akan merasa se,er i lum,uh hari i u)> Dalam perang 'armuk9 Khalid bin Walid menyuruh dengan marah beberapa pasukannya untuk men&ari t%pi perangnya yang hilang dari kepalanya> Beberapa saat kemudian pasukannya mun&ul dan melap%rkan kalau t%pi yang di&arinya tidak ditemukan> Khalid pun marah dan menyuruh mereka men&ari kembali> Akhirnya mereka menemukannya> Khalid pun merasa perlu men"elaskan sikapnya yang unik itu9 &5i balik o,i ,eran( saya ini ada bebera,a helai rambu Rasulullah Shalla-llahu "alaihi wa sallam* Tidak ,ernah saya memasuki sua u ,e,eran(an dan memakai o,i ini, melainkan ,as i saya merasa yakin bahwa beliau mendoakan kemenan(an ba(i saya)> Allah memiliki &ara sendiri bahwa gelar mu#ahid se"ati itu tidak diper%leh sese%rang dengan gratis 6ma##anan7> Se"arah kepahlawanan manusia sebagian besarnya "ustru lahir di tengah,tengah tekanan kehidupan yang berat dan k%mpleks> $ekanan kehidupan se&ara psik%l%gis9 sesungguhnya kita perlukan untuk merangsang mun&ulnya p%tensi yang terpendam dalam diri dan memberikan stimulasi pr%ses ter"adinya kreati.itas dan dinamika> Hidup dalam situasi yang n%rmal biasanya malah membuat %rang kurang pr%dukti.> Bukan situasinya yang kita pers%alkan9 tetapi pada dasarnya manusia membutuhkan stimulasi yang kuat untuk bergerak> !anusia adalah pr%duk sebuah lingkungan 6 ibnul bi-ah7> Diantara stimulan "iwa adalah tekanan hidup9 kesempitan9 musibah9 dll> Se%rang ahli hikmah mengatakan9 &Ber(eraklah karena dalam (erakan i u ada barakah)> Barakah artinya tambahan kebaikan 6ziyada ul khair79 baik berupa materi maupun immateri9 kualitas atau kuantitas> !ukmin se"ati pandai dalam mensiasati tekanan9 musibah> a selalu menemukan &elah dibalik kebuntuan dan se&er&ah sinar di balik kegelapan{ sehingga tetap memiliki ketenangan9 harapan9 dan semangat> Kebutaan tidak menghambat Syaikh Abdul A:i: bin Abdullah bin Baa: merebut takdirnya men"adi ulama besar> Beliau ha.al al,-uran dan ribuan hadits> Ketulian tidak men&egat !ushta.a Shadi2 ar,<i.aiy menu"u pun&ak9 sebagai salah satu sastrawan muslim terbesar abad ini> Dan kelumpuhan takluk di depan tekad ba"a Syaikh Ahmad 'asin yang men"adi mu#ahid besar abad ini9 bukan sa"a menantang srael9 tetapi bahkan menantang dunia> Ke&a&atan istrinya 6bermata "uling7 sama sekali

bukan sebagai hambatan kesuksesan Syaikh #tsman an,Naisaburi dalam mengantarkannya sebagai t%k%h publik dan membangun keluarga sakinah9 mawaddah wa rahmah> Stagnasi "iwa yang menimpa akti.is dakwah !uhammad -uthb "ustru melahirkan karya tulis 2anha# Tarbiyah Islamiyah , 9 memper%leh hadiah n%bel dunia slam dari Kera"aan Saudi Arabia> Shalat lail Al,!u::ammil yang men"adi nama surat ini artinya berselimut dengan kain karena kedinginan ataupun berselimut dalam arti kiasan9 yakni yang diselimuti dengan tugas kenabian yang dipikulkan kepadanya> $ugas untuk menga"ak manusia ke "alan $uhan9 dan memberikan khabar kepada kaumnya dengan agama baru> Al,!u::ammil adalah panggilan kasih sayang $uhan kepada !uhammad shalla-llahu "alaihi wa sallam* )rang Arab "ika ingin memanggil sese%rang9 maka ia memanggil dengan "ulukan sesuai keadaan yang dipanggil ketika itu> Ketika Ali karramallahu wa#hahu sedang ada masalah dengan keluarganya 6/atimah radhiyallahu "anha79 ia tertidur di mas"id> Pakaian dan badannya dipenuhi dengan debu> <asulullah memanggil dengan panggilan keakraban9 &Berdirilah, wahai Aba Turab 0yan( ,enuh debu1)> Ketika memanggil kepada inteli"ennya9 Abu Hu:ai.ah9 yang tertidur pada malam perang Khanda29 beliau membangunkannya dengan9 &Ban(unlah, wahai ,enidur)> Pada surat al,!u::ammil9 <asulullah diperintahkan bangun malam untuk qiyamul lail dengan redaksi qum> !enger"akan shala lail dengan sungguh,sungguh9 menyempurnakan syarat dan rukunnya9 adab,adabnya9 dan dengan kesadaran penuh> bnu Abas mengatakan9 *Semula shalat lail ini diwa"ibkan kepada Nabi dengan ayat qumil-laila> Kemudian di,nasakh kewa"iban itu men"adi sunnah9 dengan redaksi ayat xv9 "Sebab i u ba3alah mana yan( mudah dari Al Quran!>+ Shala lail merupakan karakteristik hamba Allah 'ang !aha <ahman>

6}wFqF\fbDEtFf _fH oK H LFE BN P FJ[K YS gH bK DFH >X xEY mFH VA JK N DEH L


&5an oran(-oran( yan( bersu#ud dan berdiri un uk Tuhan mereka $ada wa%tu malam,/ 6-S al,/ur2an ? }w7 Ketika menyebutkan &iri %rang,%rang yang berta2wa9 Allah ber.irman ?

63,34FqF-fAEDEtFH\JLP bK J H O JH AFJ[ P FKfH CJH Jfg KH LFFH>Xo kPm DH SD E KBCD l SD UE K` FEJ]P fH p


&2ereka sedi%it se%ali tidur di wa%tu malam, dan ,ada wak u sahur mereka memohon am,un*) 6-S ad:,D:ariyat ? 34,37> Allah "uga men&eritakan &iri %rang yang memiliki iman yang sempurna9 dengan .irman,Nya ?

H XFFH\J]P ZK J^A P FJ[P fH ^JH H FfN RK _H LFf eH RH H LFf XJ]H kFJ[P YN gH FH \J]P UB JH AD rH RB CD l ZD Pa X Qr D i\H k x d 634,3}FqFBDEtFH \J]P TH RJeH AFEJ]P fH pFfH RK gFsH H jFm Vo P JUH lFKN bP FJVK _FJ[P YH DFHWK JkP lFH _F JH FP [H TJeH a

45ambung mere%a jauh dari tem$at tidur* 2ereka berdoa ke,ada Tuhannya den(an ,enuh hara, dan 3emas, dan mereka men(infakkan seba(ian rizki yan( +ami berikan ke,ada mereka* Seoran( ,un idak men(e ahui kesenan(an yan( menye#ukkan ,andan(an ma a yan( disembunyikan ba(i mereka seba(ai balasan erhada, amal yan( dahulu mereka lakukan*) 6-S as,Sa"dah ? 3},347>

633|FqF\EbRUFrstFH \JLP BP JA H FJ[ PH LFK IJoN TDEFH H sFKuEFK-fH AsFH \J]P TO JH A


&2ereka memba3a aya -aya Allah $ada sebagian malam ke ika mereka melakukan shala *) 6-S Ali mran ? 33|7>

634FqF\EbRUFrstFKfH CJH JfK gFH VJAK bK J H OJP RJDEH L


&5an oran(-oran( yan( beris i(hfar $ada wa%tu sahur,/ 6-S Ali mran ? 347> Allah mendeskripsikan %rang,%rang yang memiliki iman sempurna bahwa mereka beribadah di waktu malam hari dengan dasar ilmu> Karena itu Allah meninggikan kedudukan mereka di atas yang lainnya>

6;FqFb_DEtFK QS gH FHnH RJH FEJ]P jJbA HH LFHH bK kH JEFP H C JH AFf RK fH H LFE BK jfH D E KBCD yF iK fH FH ] P FJVN _H l
&0A,akah kalian, wahai oran(-oran( musyrik, yan( lebih berun un(1, a aukah oran(oran( yan( dalam keadaan su#ud dan berdiri den(an ,enuh ke undukan $ada wa%tu malam hari karena men(khawa irkan 0keselama an1 akhira dan men(hara, rahma Tuhannya*) 6-S A:,~umar ? ;7>

64;FqFEbEtFE J]P RJCH _Ff _fH ZH _FHg H FH H H e JH AFJ\H lFH H UFH H DFnH TK XfH FK QK gFJBN H YH OH XD E KBCD u l S ?
&5an ber aha##udlah $ada sebagian malam seba(ai ambahan ba(imu 02uhammad1* 2udah-mudahan Tuhanmu memberikan kedudukan yan( er,u#i ke,adamu*) 6-S al, sra ? 4;7>

6x}FqF\fEtF JAK ]H F o JH DFP QJC SH H LFP QH DFJBP JfH XFK Io JN TDEFH VK _H L


&5an $ada sebagian malam, su#udlah ke,ada-4ya dan mahasu3ikanlah 5ia ,ada seba(ian besar wak u malammu*) 6-S al, nsan ? x}7>

6w;FqF]DEtFK J]P DEFH fH gJK H LFP QJC SH H XFK Io JN TDEFH VK _H L


4)an $ada sebagian malam, mahasu3ikanlah 5ia dan ,ada saa fa#ar se elah bin an(-bin an( erbenam*) 6-S ath,$hur ? w;7> Shalat malam merupakan .akt%r utama bagi sese%rang untuk bisa masuk surga9 sebagaimana sabda Nabi shalla-llahu $alaihi wa sallam9 &Wahai sekalian manusia, sebarkan salam, berilah makan, sambun(lah kekeraba an, dan shala lah di saa manusia erlela, idur ,ada wak u malam nis3aya kamu masuk sur(a, kam,un( keselam an*) 6H< bnu !a"ah7> Shalat malam merupakan penutup kesalahan dan penghapus d%sa9 seperti dalam hadits9 &8endaklah kalian melaksanakan shala malam karena shala malam i u meru,akan kebiasaan oran(-oran( shalih sebelum kalian, ibadah yan( mendeka kan

diri ke,ada Tuhan kalian, ser a ,enu u, kesalahan dan ,en(ha,us dosa*) 6H< at, $irmid:i7> B%leh iri terhadap %rang yang ra"in shalat malam9 dalam artian mengharap agar bisa menirunya> <asulullah menyatakan9 &Tidak boleh den(ki ke3uali erhada, dua kelom,ok oran(* Per ama, oran(-oran( yan( diberi karunia oleh Allah beru,a Al Quran lalu dia amalkan di se,an#an( malam dan sian(, dan kedua, oran( yan( diberi har a oleh Allah lalu har a ersebu dia infakkan se,an#an( malam dan sian(*) 6H< al,Bukhari7> Allah akan memberikan perkataan yang berb%b%t 6-S al,!u::ammil ? y7> Allah "uga telah bersumpah dengan &iptaan,Nya9 yaitu waktu malam 6wal-laili9 demi waktu malam7> Apabila Allah bersumpah dengan makhlu2,Nya sendiri itu menun"ukkan tingginya kedudukan yang disumpahnya> Di waktu malam gangguan berkurang9 suasana hening> Keheningan malam berpengaruh kepada .ikiran dan hati> (ika p%tensi akal dan hati menyatu akan melahirkan tekat yang kuat 6iradah atau "azmun qawiy7> Dengan ide dasar 6qaulan saqilan79 melahirkan langkah,langkah strategis> Kemudian s%sialisasi pr%gram pen&erahan se&ara berkesinambungan9 tak kenal henti> Dari sini kemudian tertanam kebaikan di benak publik9 maka ia akan ditempatkan pada p%sisi yang tinggi 6maqaman mahmuda7 di hati mereka>

@ABCDEFGFJ[P pK H H eP K gFH \JLP bH J^P aL H FH \J]P H JbP aFfH RN K


&Sesun((uhnya anda dikaruniai rizki dan di olon( oleh oran(-oran( yan( lemah dian ara kamu*) 6Al,Hadits7> Dalam suatu Hadits -udsi Allah ber.irman9 bahwa pada sepertiga malam $uhan turun ke langit dunia untuk mendengarkan keluhan hamba,Nya yang mengeluh9 menerima taubat %arng yang bertaubat dan perm%h%nan %rang yang m%h%n ampun> !aksudnya hubungan kita dengan langit sangat dekat> Ahli ilmu alam menyebut bahwa udara ini dipenuhi %leh e her9 maka e her di waktu malam itu memperdekat hubungan> Dan ba&aan al,-uran ketika itu lebih berkesan di hati> Tartil al-*uran !emba&a Al -uran dengan tartil artinya memba&a dengan menghadirkan hati 6alqira!a u ma!a hudhuri al-qalbi7> Al,Kha:in mengatakan9 &+e ika Allah memerin ahkan den(an qiyamul lail diiku i den(an ar il Al-Qur!an, sehin((a memun(kinkan oran( yan( shala den(an men(hadirkan ha i, afakur erhada, hakika dan makna aya * +e ika sam,ai ,ada men(in(a Allah, ha inya merasakan kea(un(an-4ya dan kemuliaan-4ya* +e ika menyebu #an#i dan an3aman, dia akan aku dan ,enuh hara,* +e ika menyebu kan kisah dan ,erum,amaan, dia men(ambil ,ela#arannya* 2aka, ha inya ersinari den(an marifa ke,ada Allah* 2emba3a den(an 3e,a menun#ukkan akan ke idak ahuan maknanya* 5isini #elas bahwa maksud dari " ar il al-Quran! adalah men(hadirkan ha i ke ika memba3anya)>

<asulullah shalla-llahu $alaihi wa sallam memba&a al,-uran dengan perlahan,lahan> Keluarnya huru. teru&apkan dengan "elas> $idak melewati ayat rahmat ke&uali berhenti dan m%h%n kepada Allah9 dan tiada melewati ayat siksa ke&uali berhenti dan minta perlindungan Allah darinya>

[P FFPQ H sJbP FJ KN afH XFP fH JlH bH FEH K H XFFPQ H sJbP L H FPQ H eJRH jFfH^ JoH TH UFN\ K FFHQ K gFHIH JeO HK DFH H fH K DFKQ K gFJ S bH CP aFH 63;,3}FqFn_foZDEtFP QH fH og H FfH ^o JH TH UFN \K
&9an(anlah kamu (erakkan lidahmu un uk 0memba3a1 Al-Qur!an karena hendak 3e,a -3e,a men(uasainya* Sesun((uhnya a as an((un(an +ami lah men(um,ulkannya 0di dadamu1 dan 0membua mu ,andai1 memba3anya* A,abila +ami elah selesai memba3akannya maka iku ilah ba3aannya i u* +emudian, sun((uh a as an((un(an +ami ,en#elasannya*) 6-S al,-iyamah ? 3} , 3;7>

H LH K aFqFHrfH ZH XFfH P H H jFfH_ L H FKu EFH rJ]P H FfHA FqFH IJoK ZH XFP BJAK BH CJDEFP lH BJ A H FfHR H pFP lH BJ a H FH J]P TP ZJDEFN\ K WZYoDEFELtFK -J]H RJDEFP bJp KH LFK\sJbP ZJDE
&Sesun((uhnya ha i-ha i bisa berkara seba(aimana besi*) !aka ditanyakan kepada beliau9 *Wahai <asulullah9 apa penghilangnyaz+ <asulullah men"awab9 &2emba3a alQur!an dan men(in(a ma i*) 6H< al,Baiha2i7> Mengingat Allah (dzi%rullah) 5zikrullah akan menyelamatkan sese%rang dari badai keraguan9 was,was9 ke&emasan9 keg%n&angan dan segenap penyakit "iwa lainnya> Dengan selalu mengingat Allah hati se%rang men"adi hidup> 5zikrullah dapat mendatangkan ketenangan9 ketentraman9 keyakinan dan kedamaian di dalam "iwa>

63yxFqFbZDEtFJ[P pJbP pJH lFJWK JLP bP pJfH X


&In(a lah ke,ada-+u nis3aya Aku in(a ke,adamu*) 6-S> Al Ba2arahx ? 3yx7> &Fran(-oran( beriman dan en eram ha inya karena men(in(a Allah* +e ahuilah bahwa den(an men(in(a Allah, ha i men#adi en ram*) 6-S ar,<adu ? x7> 5zikrullah "uga dapat membangkitkan keberanian9 keteguhan9 dan semangat "uang9 karena ia menyadari akan keikutsertaan Allah dalam dirinya> Kesadaran ini selan"utnya akan melahirkan p%tensi dahsyat yang dapat menggerakkannya untuk menghadapi segala tantangan dan melewati semua hambatan dengan penuh keyakinan dan ketenangan> Ketika !usa dihadapkan %leh kepanikan kaumnya karena akan tersusul %leh pasukan /iraun9 sementara di hadapannya terbentang lautan yang tidak bertepi9 &+emanakah ki a akan lari-)

VJAK BJYo H HFJWS gH FJWK eH _FN \K FN H pFHrfH FFH\J]P pH JBP RH DFfN K FH] JP _FP fH CJH lFH rfH FK\fH eJRH JDEFH sH bH aFfNRH TH X [JoK H eJDEFK J]N DfH pFmJbK XF IP pFH\fH cH XFHH TH JfH XFHbJCH JDEFH fHH eg K FJK bJEFK\H lFH] JP _FH DK FH^JoH JLH MH XF 6}x,}3FqFEbeDEt

&2aka se elah kedua (olon(an i u salin( meliha , berka alah ,en(iku -,en(iku 2usa . Sesun((uhnya ki a benar-benar akan ersusul* 2usa men#awab . Sekali-kali idak akan ersusul, sesun((uhnya Tuhanku bersamaku, kelak 5ia akan memberi ,e u#uk ke,adaku* /alu +ami wahyukan ke,ada 2usa . Pukullah lau an i u den(an on(ka mu* 2aka erbelahlah lau an i u dan ia,- ia, belahan adalah se,er i (unun( yan( besar*) 6-S asy,Syuara ? }3,}x7> &Fran(-oran( yan( a,abila dian3am oran( lain den(an men(a akan, "Sesun((uhnya oran(-oran( elah berkum,ul un uk memeran(i kamu, karena i u aku lah ke,ada mereka*! 2aka, 0,erka aan1 i u #us ru menambah iman mereka berka a, "Allah 3uku, ba(i kami, dan Ia sebaik-baik ,en#a(a!* 2aka mereka kembali den(an nikma dan karunia dari Allah* 2ereka idak disen uh oleh bahaya a,a,un karena mereka men3ari ridha Allah* 5an Allah mem,unyai karunia yan( san(a besar* 'an( demikian i u, idak lain hanyalah sye an yan( hendak menaku -naku i ,en(iku nya* +arena i u #an(anlah kamu aku ke,ada mereka, e a,i aku lah ke,ada-+u #ika meman( kamu oran(-oran( beriman*) 6-S Ali mran 34|,34y7> Sabar Dalam kamus,kamus bahasa9 kata shabr berarti menahan9 baik dalam pengertian material seperti menahan %rang dalam tahanan9 maupun n%n,material seperti menahan "iwa dari keinginannya> Dari akar kata shabr diper%leh sekian bentuk kata dengan beragam arti9 diantaranya shabara bihi, yakni men"amin9 pemuka masyarakat yang melindungi kaumnya> Dari akar kata tersebut terbentuk pula kata yang berarti gunung yang tegar dan k%k%h9 awan diatas awan lainnya9 tanah yang gersang9 dll> Kesabaran menuntut ketabahan menghadapi sesuatu yang sulit9 berat9 pahit yang harus diterima dan dihadapi dengan tanggung "awab> Sastra Arab mengatakan9 &Shabar i u awalnya ,ahi melebihi em,edu dan berakhir den(an manis melebihi madu)> #lama etika mende.inisikan shabr sebagai menahan diri atau membatasi "iwa dari keinginan,keinginan demi men&apai sesuatu yang lebih baik> Se%rang yang menghadapi rintangan dalam peker"aannya9 terkadang hati ke&ilnya membisikkan agar ia berhenti walaupun yang diharapkan belum ter&apai> Bisikan "iwa ini "ika ditahan9 ditekan9 dengan terus melan"utkan usaha9 ini berarti perwu"udan dari hakikat sabar> Sabar disini bermakna tabah> Sese%rang yang dirundung duka9 "ika mengikuti na.sunya9 ia akan mer%nta9 menggerutu kepada $uhan9 manusia> $etapi bila ia menahan9 dan menerima musibah dengan ridha sambil menghibur dirinya bahwa di balik musibah ada hikmahnya> Berarti ia sabar menerima ketetapan,ketetapan $uhan> Dari &%nt%h yang kedua ini9 dikemukakan suatu hadits yang diriwayatkan %leh al, Bukhari dan !uslim dari Anas bin !alik9 bahwa suatu ketika <asul shalla-llahu $alaihi wa sallam menemukan se%rang wanita sedang menangis di hadapan sebuah kubur> Nabi kemudian bersabda kepadanya9 &Ber akwalah ke,ada Allah dan

bersabarlah)> Wanita tersebut men"awab9 *Pergilah9 "angan ikut &ampur urusanku> ngkau tidak tertimpa seperti apa yang menimpaku+> 6Wanita tersebut tidak mengenal Nabi sehingga sewaktu disampaikan kepadanya bahwa yang menasihatinya itu adalah <asulullah9 ia sadar dan menyesal> Kemudian ia mengun"ungi Nabi di rumah beliau7> Beliau tidak memiliki pen"aga,pen"aga pintu dan ia menyampaikan penyesalannya dengan berkata9 *Aku tidak mengenalmu+> Nabi men"awab9 &8akika kesebaran dinilai ,ada saa -saa ,er ama dari keda an(an musibah,) 6maksudnya9 bukan setelah berlalu sekian waktu7> Ahli $a.sir ar,<aghib al,As.ahani men"adikan ayat 344 surat al,Ba2arah sebagai kesimpulan dari segala kesabaran yang dituntut al,-uran> Sabar menghadapi kebutuhan yang mengakibatkan kesulitan tergambar dalam kata al-ba!saa!9 sabar dalam menghadapi musibah di&akup dengan kata adh-dharra!9 sabar dalam menghadapi musuh tergambar dalam kata hiina al-ba!si>

- YBCD lE ? D @ BC ?DH V- YBCFK WXFH VJAK bK gfN DEH L


&Fran(-oran( yan( sabar dalam kesem,i an, ,enderi aan, dan dalam ,e,eran(an*) Dalam al,-uran9 ditemukan perintah shabar berkaitan dengan banyak k%nteks?

37 Dalam menanti keputusan Allah 6-S 'unus ? 3v;7>


x7 !enanti datangnya "an"i Allah dan kemenangan 6-S ar,<uum ? }v7> |7 !enghadapi e"ekan dan gangguan %rang,%rang yang tidak per&aya 6-S $haha ? 3|v7> w7 !enghadapi kehendak na.su untuk melakukan pembalasan yang tidak setimpal 6-S an,Nahl ? 3x47> y7 Dalam melaksanakan ibadah 6-S !aryam ? }y{ $haha ? 3|x7> }7 Dalam menghadapi malapetaka 6-S 0u2man ? 347> 47 Dalam usaha memper%leh apa,apa yang dibutuhkan 6-S al,Ba2arah ? 3y|7> Tawa%%al (berserah diri %e$ada Allah) <asulullah Saw bersabda ? $u"uh puluh ribu %rang yang masuk surga tanpa dihisab dan disiksa>

QoTUFO_tFH \J]P TN pH ]H OA H FJ[K YS gH FH TH UH LFH\JLP bo NH H OH AFH L H FH \JLP ]O P JcH AFH H LFH \J]P JbH OJA H FH FH VA JK N DEFP [P
&2ereka adalah oran(-oran( yan( idak min a dibua kan man era, idak membakar 0men(e3os1 dirinya den(an besi, idak a hayyur 0,esimis yan( membua nya idak berbua a,a-a,a1, dan ber awakkal ke,ada Allah*) 6!utta.a2 1Alaih7 Tawakkal berbeda dengan i ikal> Tawakkal adalah al-akhdzu bil asbab 6mengambil .akt%r,.akt%r menu"u sukses79 sedangkan i ikal menyandarkan diri dengan kebesaran Allah se&ara pasi.> <asulullah tidak memasuki medan perang hingga mempersiapkan bekal yang &ukup9 .akt%r,.akt%r pendukung kemenangan9 memilih l%kasi perang9 "uga imin( 6pengaturan waktunya7> Beliau tidak memasuki perang di hari yang panas9 ke&uali setelah suasananya men"adi dingin9 dan melakukan penyerangan dengan ren&ana yang

matang9 mengatur barisan tentara,tentaranya> Setelah merampungkan persiapan yang matang9 beliau mengangkat kedua tangannya berd%a kepada Allah9 sebagai bentuk awakkal> Setelah mempersiapkan perbekalan material dan immaterial9 lalu menyerahkan keberhasilan dan kemenangan hanya kepada Allah> Bukan ber, awakkal pada persiapannya itu> Tawakkal adalah memaksimalkan ikh iyar dan ketentuan akhir adalah hak prer%gati. Allah> Beker"a &erdas dan berd%a keras> 0angkah,langkah yang disusun <asulullah Saw untuk keberhasilan hi"rah ke !adinah sebagai berikut ? 37 !emilih sahabat pilihan yang bisa menemani per"alanan9 Abu Bakar ash,Shiddi2> x7 !enyiapkan l%gistik didelegasikan kepada Asma binti Abu Bakar> a membawa makanan dan minuman dengan ikat pinggangnya9 hingga di"uluki 5za un ni haqaini 6wanita yang mempunyai dua ikat pinggang7> |7 !enyiapakan kendaraan yang siap dinaiki dalam per"alanan yang sulit dan pan"ang> w7 !enyertakan se%rang penun"uk "alan yang menguasai rute per"alanan yang akan dilalui> y7 !engelabuhi musuh yang mengepung rumahnya dengan menun"uk Ali bin Abi $halib untuk menggantikan tempat tidurnya> }7 Ketika beliau dike"ar9 beliau dan temannya bersembunyi di Gua $sur> 47 Ketika Abu Bakar mengatakan9 *Sekiranya salah se%rang dari mereka melihat di bawah kakinya9 mereka pasti melihat kita9 wahai <asulullah>+ Beliau bersabda9 &Ba(aimana du(aanmu erhada, dua oran(, wahai Abu Bakar, bahwa ,ihak ke i(a adalah Allah*) <asulullah bersabda9 &Seandainya kalian ber awakkal ke,ada Allah den(an awakkal yan( sebenarnya, maka kalian ,as i diberi rizki seba(aimana burun( diberi rizki, ia ,er(i ,ada ,a(i hari dalam keadaan ,eru koson(, kemudian ,ulan( ,ada sore hari harinya dalam keadaan kenyan(*) 6H< at,$irmid:i7>

ELtFJ[K YJoH TH UFfH JbP JEH LFJ[P YJ_K JK EFKEH JH JEFHK fH H LFKfH CN DEFHK bJP _H LFKfH OK cJDEFH rK J^P _FN [P YN TDH E [T_LFfDE
&'a Allah yan( menurunkan Al +i ab, men#alankan awan, dan men(alahkan ,asukan seku u, han3urkan musuh-musuh i u, dan menan(kan kami a as mereka*) 6H< al, Bukhari dan !uslim7> Hijrah Se"ak awal perkembangan dakwah9 lingkungan yang k%ndusi. men"adi pri%ritas> !enanam benih kebenaran di lahan yang tidak subur maka benih itu tidak akan tumbuh dengan subur> Dalam pendidikan anak sa"a9 lingkungan harus dipersiapkan dengan baik> Di rahim mana benih itu ditanam9 k%ndisi ruhani ketika menanam9 dll>

_bODELFLEF]glFELtFP IK DfH P AFJVH _FH DK FJ[P pP BH H lFJbP ^ JH oJTH XFKQK TJoK TH kFK VJAK FH TH UFP IP jN bDE
&Seseoran( i u men(iku i a(ama kawannya, maka hendaklah kalian meliha salah seoran( dian ara kamu den(an sia,a ia ber eman*) 6H< Abu Dawud dan at, $irmid:i7> !anusia pada dasarnya anak dari sebuah lingkungan 6ibnul bi-ah7> Selama tigabelas tahun <asulullah berdakwah di !akah9 tetapi yang men"adi pendukung beliau tidak sampai ratusan %rang> Berbeda dengan dakwah beliau di kawasan yang baru yang k%ndusi. 6kawasan yang didesain slami7 di !adinah> Dalam waktu 3v tahun beliau membawa pasukan %b%r ber"umlah 3v>vvv %rang untuk memasuki !akah dengan &ara damai 6n(luru( an,a bala, menan( an,a n(asorake9 Bhs> (awa7> Ahli sastra Arab mengatakan9 &Seseoran( i u di,erbudak oleh kebiasaan dan lin(kun(annya)>

BoZeDEF[oT
Kemurnian akidah

feDEFoC
,urusnya i adah

TDEFVoO_
Kokohnya akhla)

bcDEFZ_
,uas (a(asan erfikir

cDEFTUFf
Bisa men.ari penghidupan

S}RBCD[V_NSDm@F
L$L$'AN 'E&0LAH ALM$ZZAMMIL

[DEF]
Kuatnya fisik

QL`FXF[^_
Teratur urusannya

i]DEFTUFAb
#emperhatikan (aktu

bo DFXf
Bermanfaat agi orang lain

BAB II

u Su }RBCD[V_NSDmu @F
L+L+SAN MADRASAH AL-M+,,AMMIL $u"uan arbiyah dengan pendekatan tahapan turunnya wahyu ialah membentuk kepribadian muslim yang utuh 6 akwin al-muslim al-mu akamil7> Seluruh aspek kemanusiaan diberdayakan se&ara sinergis dan %ptimal9 sehingga akan melahirkan p%tensi maksimal9 baik segi ruhiyah 6spiritual79 fikriyah9 "aqliyah 6intelektual79 khuluqiyah 6m%ral79 #asadiyah 6.isik79 dan "amaliyah 6%perasi%nal7> S%s%k muslim mu# ahid9 mu#ahadah dan mu#ahid> S%s%k muslim yang rasyid 6memadukan ke&erdasan %tak dan batin79 dunia dan akhirat9 spiritual dan material9 d%a dan usaha9 pikir dan :ikir9 memiliki daya &ipta material dan daya kendalinya> !anusia yang berta2wa 6inna akramakum "indallahi a qaakum79 memin"am istilah !uhammad -uthb> !enurut Syekh Hasan al,Banna9 pendidikan slam men&akup seluruh aspek9 sebagaimana berikut ?

37 Salim al-"aqidah 6bersihnya a2idah7> Setiap indi8idu muslim dituntut


memiliki kelurusan a2idah yang hanya dapat diper%leh melalui pemahaman yang luas dan utuh terhadap al,-uran dan as,Sunnah>

x7 Shahih al-Ibadah 6lurusnya ibadah7> Setiap indi8idu dituntut untuk


beribadah sesuai dengan tuntunan syariat> Pada dasarnya ibadah bukanlah hasil i# ihad sese%rang karena ibadah tidak dapat diseimbangkan melalui penambahan9 pengurangan9 atau penyesuaian9 dengan k%ndisi dan kema"uan :aman 6(hairu ma!qulil ma!na9 atau auqifi9 paten7>

|7 2a in al-+huluq 6k%k%hnya akhla27> Setiap indi8idu dituntut untuk


memiliki ketangguan akhla2 sehingga mampu mengendalikan hawa na.su9 syhawat dan syubhat>

w7 Qadir "ala al-+asb 6mampu men&ari penghidupan7> Setiap indi8idu dituntut


untuk mampu menun"ukkan p%tensi dan kreati8itasnya dalam kebutuhan hidup> Sehingga tidak men"adi tanggungan %rang lain> !uslim se"ati ikut meme&ahkan pers%alan9 bukan bagian dari pers%alan>

y7 2u saqaf al-7ikr 6luas wawasan ber.ikirnya7> Setiap indi8idu muslim


dituntut memiliki keluasan wawasan> a mampu meman.aatkan kesempatan dan peluang untuk mengembangkan diri>

}7 Qawy al-9ism 6kuat .isiknya7> Setiap indi8idu dituntut untuk memiliki


kekuatan .isik melalui sarana,sarana yang dipersiapkan slam>

47 2u#ahid li 4afsihi 6pe"uang diri sendiri7> Setiap indi8idu dituntut untuk


memerangi hawa na.sunya dan mengukuhkan diri di atas hukum,hukum Allah melalui ibadah dan amal shalih> Bisa ber"ihad melawan tipudaya setan yang men"erumuskan manusia ke dalam ke"ahatan>

7 2unazham fii Syu!unih 6teratur urusannya7> Setiap indi8idu dituntut untuk


mampu mengatur segala urusannya sesuai dengan aturan slam> Pada prinsipnya setiap peker"aan yang tidak teratur hanya akan berakhir dengan kegagalan>

;7 8aaris "ala Waq ih 6memperhatikan waktunya7> Setiap indi8idu dituntut


untuk mampu memelihara waktunya sehingga akan terhindar dari kelalaian 6 aqshir7> !ampu menghargai waktu %rang lain sehingga tidak akan membiarkan %rang lain tidak pr%dukti.>

3v7 4afi! li ;hairih 6berman.aat bagi %rang lain7> Setiap indi8idu muslim
mampu menumbuhkembangkan berbagai p%tensi9 bakat dan kapasitasnya9 sehingga men"adikan dirinya berman.aat bagi %rang lain> Dari kesepuluh k%mp%nen diatas9 tergambarkan s%s%k muslim yang ideal> Shalih linafsihi dan shalih li(hoirihi, atau mushlih> Sholih untuk dirinya sendiri dan bisa mend%r%ng perbaikan untuk %rang lain> S%s%k mu# ahid9 su.i 6mu#ahadah79 sekaligus mu#ahid 6pe"uang7> Wallahu a!lam bish-shawab*


PAKET 4 =

npbCDELF]UBDEFnDf
Pr.n/.p Dak"ah Harakah

noFfoFF^DEF
Per aikan diri 1 Kehidupan yang mulia

[s@tBC?DMXZNBCD[BHV_
PRIN'IP (A&1AH . HARA&AH

n_f_EFn_f b DE
Penegakan %mamah #ikro

nRLF]_Fn^ocFFioDEF
Per aikan keluarga 1 &akinah6 ma(addah (a rahmah

EEFaEb_
Tahap peringatan

MXF[
Bangkit6 eri peringatanJ

npf_FnAbFFRORDEF
#em im ing masyarakat 1 $esa yang di erkati

^DEFnopa
Ke ersihan diri

bcXFgL
"a mu6 agungkanlahJ

rfRDEFnopa
Ke ersihan harta

f^_lFEBTgFFV]DEFbAbCa
#emerdekakan tanah air 1 'egeri yang aman

bYXFgfoL
Pakaianmu6 ersihkanlahJ

LFnoFBTgFFn_]cCDEF ]
#emper aiki pemerintah 1 'egeri makmur

bDEFnopa
Ke ersihan moral

bfXFjbDEL
$osa6 tinggalkanlahJ

M_XV @NRBC

n_f_EFn_f bcDE
Penegakan %mamah #akro

nXfpFFnoRDfeDEFno_EFnXDEFn_f hf^TD

\fTDEFnopa
Ke ersihan ja atan

bcOaFV^RaFL
Tulus dalam mem eri

Penegakan khilafah %slamiyah glo al 1 Kaffatan linBnaas

VoRDfeTDFnRFF[DfeDEFnAfOl uEFfb_FFnAf DE

Penghulu dunia 1 "ahmatan lil Kalamin

bfXFgbDL
Bersa arlahJ

Tujuan akhir 1 #eraih ridha Allah

BAB I

[s@tBC?DMXZNBCD[BHV_
PRINSIP DAKWAH DAN HARAKAH Surah al-Muddatstsir a at 6-<

[obDEFVRbDEFuEF[g FP bK JcH O JH aFJVP ^JRa H FH L H FFJbS YH H XFH H gfH oK L H FFJbS H cH XFH N gH L H FFJK JH MH XFJ[P FFP bS N BP RJDEFfH Y AH A JbK JfH XFH S gH bK DH L
&8ai oran( yan( berselimu * Ban(unlah, lalu berilah ,erin(a an* 5an Tuhanmu, a(un(kanlah* 5an ,akaianmu, bersihkanlah* 5an #an(anlah kamu memberi 0den(an maksud1 mem,eroleh 0balasan1 yan( lebih banyak* 5an un uk memenuhi 0,erin ah1 Tuhanmu, bersabarlah*) *um !a andzir (bang%itlah dan berilah $eringatan)

JK JH MH XFJ[P FFP bS N BP RJDEFfH Y AH A


&8ai oran( yan( berselimu * Ban(unlah, lalu berilah ,erin(a an*) Wahai %rang yang dikemuli dengan selimut yang menginginkan tidur dan istirahat> Se&ara termin%l%gis selimut disini bermakna selimut sesungguhnya yang dipergunakan karena Nabi merasa kedinginan> $etapi selimut disini "uga bermakna tugas nubuwah yang berat se&ara phisik dan psikhis yang dialami utusan Allah yang terakhir itu> Bangunlah dari tempat tidurmu dengan tekat yang memba"a9 a:am yang bulat terpatri dalam "iwa9 dan peringatkanlah manusia dari siksa Allah "ika mereka tidak beriman> Dipanggil dengan ungkapan 1 Al !uddatstsir sebagai bentuk kelembutan dan kasih sayang Allah kepada !uhammad shalla-llahu "alaihi wa sallam* Kalau pada surat al,!u::ammil adalah perintah kepada Nabi dan ummatnya untuk p%tensialisasi dari 6 azkiyah9 ashfiyah9 arbiyah dan arqiya u nafs7> Pada surat al,!uddatstsir ini perintah untuk aktualisasi diri 6dakwah7> Sebagai k%nsekuensi l%gis "abatan sebagai mandataris Allah di muka bumi ini> Pr%ses p%tensialisasi diri dan aktualisasi diri 6"abdullah dan khalifa ullah7 ini harus ber"alan se&ara sinergis9 awazun> (ika men%n"%lkan salah satunya akan melahirkan ruhaniawan yang kurang peka meresp%n perubahan sekelilingnya 6dhu!ful is i#abah lil mu a(hayyira 7> !anusia idealis yang tidak mengakar di bumi> Seperti para ahli su.i yang menikmati kepuasan akti.itas ruhaniyah se&ara infiradi9 karena lari dari tanggung"awab kehidupan s%sial> Seandainya Nabi hanya menikmati kele:atan spiritual isra!-mi!ra#9 tidak akan turun ke bumi>

Sebaliknya "ika m%bilitas dakwah tanpa diimbangi %leh kemapanan spiritual9 maka seluruh kegiatan yang dilakukan tidak memiliki sandaran 8ertikal9 tidak menangkap spirit 6ruh7> Akan ter"angkiti kehampaan spiritual> $idak bisa melahirkan ruhul #ihad> Alur kehidupan yang memar"inalkan &ampur tangan $uhan 6 adakhul rabbani7> P%la kehidupan sekularistik> P%la pengembangan sebagai "abdullah dan khalifa ullah yang ber"alan se&ara tidak terpadu9 akan melahirkan kepribadian yang pe&ah 6s,li ,ersonali y7> Akti.itas ritual tidak mampu melahirkan kepekaan s%sial> Al,-urthubi mengatakan9 *Panggilan ini men%n"%lkan sikap lembut kepada yang dipanggil9 dari yang mulia kepada kekasih9 yakni menyerunya dengan si.atnya9 tidak dengan namanya9 !uhammad9 agar ia merasakan kelembutan dari <abbnya> Seperti sabda <asulullah kepada Hud:ai.ah bin al,'amani pada perang Khanda29 &qum yaa nauman*) 6bangunlah hai si penidur7> 1Aisyah "ika sedang dalam k%ndisi stabil "iwanya memanggil Nabi !uhammad9 ya Rasulallah9 dan "ika sedang marah memanggilnya dengan namanya9 ya 2uhammad>+ 8mmat 'slam bu%an $en"nt"n (ika akti.itas dakwah berhenti9 umat akan sakit batinnya> 'ang ma!ruf 6kebaikan yang dikenal7 men"adi asing9 dan yang munkar 6perbuatan yang diben&i7 men"adi mera"alela> Sekalipun di dalamnya ada %rang,%rang yang men"aga kebaikan dirinya9 ra"in shalat9 puasa9 d:ikir9 tetapi mengabaikan tanggung"awab s%sial9 tegur sapa 6dakwah7> Akhirnya Allah menurunkan a:ab se&ara merata> D%a,d%a yang kita pan"atkan tidak didengar dan tak dikabulkan> )rang,%rang "ahat menduduki p%sisi penting di,ba3kin( ma.ia dan pem%dal> #mar bin al,Khaththab mengkhawatirkan ben&ana ini dalam muna#a ,nya ?

KnH Z S DEFKJH UL H FKbK jfH JDEFK BJTK jFJVK _FKufK gFP J]P UH l
Aku berlindun( ke,ada Allah dari keke#aman oran( yan( #aha dan lemahnya oran( siqah 0se3ara moral baik1* <asulullah menegaskan9 &5emi Tuhan yan( diriku ini adalah dalam an(an4ya, hendaklah kamu menyuruh men(er#akan yan( ma!ruf dan kamu men3e(ah den(an sun((uh-sun((uh yan( mun(kar, a au di,as ikan bahwa Allah akan menim,akan ben3ana-4ya ke a as kamu* Se elah i u kamu,un berdoa memohon ke,ada-4ya, e a,i ,ermohonanmu i u idak dikabulkan-4ya la(i*) 6H< at, $irmid:i9 dari Hud:ai.ah radhiyallahu "anhu7> 'ang dimaksud ben&ana9 seperti di"elaskan hadits berikut ?

fH H MH XFmn^ H JoK H FH TH UFEJ]P RH YO H H E KFm J]H FK I HH RH pFfHY JoK XFK K EH ]JDEH LFKu EFK JLP BP FH TH UFK[ K fH ZJDEFP IH H _ fH RJDEFHV K _FEJ]Z HH OJ EFEH K FfH YK TH J H lFKW XFHV JA KN DEFH\ fH cH XFfH YH TH J H lFJ[ P YP JeH gL H FfH H JUH lFJ[ P YP JeH g fH^ H J]H XFJV H _FK ` J P FJ[ H DH LFf JbH kFfH ^K JoK H FKW XFfH^ JH bH kFfN H lFJ]H DFqFEJ]P DfH ZH XFJ[ P YH J]H XFJV H _FH TH UFEJL bH _

EJ]H H H LFEJ]H H FJ[ K YJAB K JAH lFH TH UFEJLP H kH lFJ\ K H LFfe JoK RH jFEJ]P cH TH FEJLP EH H lFfH_ H LFJ[ P J]P pP bJOA H FJ\ K H X fDEFELtFf eJoK RH j
&Perum,amaan oran( yan( ber,e(an( e(uh ,ada a uran Allah dan oran( yan( melan((arnya diibara kan se,er i ,enum,an( sebuah ka,al lau . ada yan( berada dia as dan ada yan( berada dibawah* Para ,enum,an( yan( berada dibawah harus men(ambil ke,erluan air minum dari a as* +emudian mereka berka a , & Sebaiknya kami luban(i sa#a ka,al ba(ian kami ini a(ar idak mere,o kan ,enum,an( yan( berada diba(ian a as)* 9ika indakan mereka dibiarkan maka akan binasa semuanya* 9ika mereka di3e(ah, nis3aya selama lah seluruh ,enum,an( yan( ada di dalamnya*) 6H< al,Bukhari7 (ika dakwah itu dilakukan menunggu kesempurnaan diri9 api syubha 6salah paham terhadap slam7 dan na.su syahwat memanas9 syetan,syetan akan bertepuk tangan9 sakin( gembiranya 6al,Hadits7> Dakwah yang dimaksud disini adalah usaha se&ara sungguh,sungguh dan berkesinambungan 6is imrar7 merubah masyarakat dari keb%d%han 6#ahalah7 menu"u pengetahuan 6ma!rifah79 dari pengetahuan menu"u k%nsep 6fikrah79 dari .ikrah menu"u gerakan 6harakah7 dan dari harakah menu"u hasil akhir dakwah 6na i#ah7 yaitu kemenangan slam atas agama,agama yang lain9 dan dari na i#ah menu"u tu"uan akhir 6(hayah79 yakni ridha Allah> !embangun kehidupan yang slami9 dengan begitu adalah &ita,&ita dakwah kita> $entu hal ini merupakan peker"aan berat yang melelahkan phisik dan "iwa9 membutuhkan waktu yang pan"ang 6-S at,$aubah ? w|79 melampaui umur indi8idu dan umur generasi> Dan akan melewati "alan yang ter"al9 li&in9 &uram9 mendaki9 tikungan ta"am9 dan batu karang>

qF-]c^eDEtFf_fH UFH VJoKJRH kFN K Fmn^ H HFHJDH lFJ[K YJoK XFH@K H TH XFKQK _J]H FHDK FfJ]P FfH ^JTHJH lFJBH ZH DH L 63w
&5an sesun((uhnya +ami elah men(u us 4uh ke,ada kaumnya, maka ia in((al dian ara mereka seribu ahun kuran( lima ,uluh ahun 0sa u milenium kuran( lima ,uluh ahun1) 6-S al,Ankabut ? 3w7> &5an 0in(a lah kisah1 5zun 4un 0'unus1, ke ika ia ,er(i dalam keadaan marah, lalu ia men(ira bahwa +ami idak akan mem,ersem,i nya 0menyuli kannya1, maka ia menyeru dalam keadaan san(a (ela, 0(ela, di ,eru ikan, di dasar lau dan di malam hari1 . Bahwa idak ada Tuhan selain En(kau, 2aka Su3i En(kau, sesun((uhnya aku adalah ermasuk oran(-oran( yan( zalim*) 6-S al,Anbiya ? 47> <asulullah shalla-llahu "alaihi wa sallam telah memperingatkan kita akan sunna ullah dalam dakwah ?

\fH o JH H LFPQP TK afH ZP AF bK XfH pH LFPQP H JH AF K XfH ^P _H LFP B P PJCH AF VK _J`P _FqFH BK EH B H FKJRH kFHVJog H FPVK _J`P RJDE F@ABCDEFGFP QP UK fH ^P aF JH L H FP Q TK P A

&Fran( mukmin senan iasa berada di an ara lima an3aman bera . 0?1 mukmin yan( menden(kinya, 0:1 munafiq yan( memben3inya, 0<1 kafir yan( memeran(inya, 0=1 sye an yan( menyesa kannya, dan 0>1 nafsu yan( melawannya*) 6Hadits ini dikeluarkan %leh Abu Bakar bin 0ai dari hadits Anas radhiyallahu "anhu9 di dalam 2akarim al-Akhlaq1*

qFng]ODEtFP nN Z DEFP[K Yo JH TH UFJ-H BP eH gFJVK cH DL H FHJ]P e HN a H FE BKfH FE bH HH LFfJAK bH FfH bH UFH\fH pJ]H D 6wx
&Sekiranya yan( kamu serukan ke,ada mereka i u keun un(an yan( mudah di,eroleh dan ,er#alanan yan( yan( idak sebera,a #auh, ,as ilah mereka men(iku imu, e a,i em,a yan( di u#u i u ama #auh erasa oleh mereka*) 6-S at,$aubah ? wx7>

VJAK N DEFfN^ H OH XFJBH ZH DL H FFH\ J]P ^H OJA P FH FJ[ P L H FfN^ H _sFEJ]P D] JP ZH AFJ\ H lFEJ]P pH bO JP AFJ\ H lFPh fN ^DEFH K H H lFF[DE 6|,3FqF-]c^eDEtFH VJoK gK fH cJDEFN VH RH TJeH oH DH LFEJ]P H BH FH VJAK N DEFN VH RH TJeH oH TH XFJ[K YK TJH FJVK _
&Alif /am 2im, A,akah manusia i u men(ira bahwa mereka dibiarkan 0sa#a1 men(a akan . +ami elah beriman, sedan(kan mereka idak akan diu#i la(i 5an sesun((uhnya +ami elah men(u#i oran(-oran( sebelum mereka, maka sesun((uhnya men(e ahui oran(-oran( yan( benar dan sesun((uhnya 5ia men(e ahui oran(-oran( yan( dus a*) 6-S al,Ankabut ? 3,|7

VJAK bK gfN DEFH[ H TJeH AL H FJ[ P cJ^K _FEJLP BH fH jFHV JAK N DEFPu EFK[ H TJeA H FfNR H DH LFHnN ^H JDEFEJ]P TP kB JH aFJ\ lFJ[P O J K H FJ H l 63wxFqF\EbRUFrst
&A,akah kamu men(ira bahwa kamu akan masuk sur(a, ,adahal belum nya a ba(i Allah oran(-oran( yan( ber#ihad dian aramu, dan belum nya a oran(oran( yan( sabar*) 6-S Ali mran ? 3wx7

H JMH JDEFP [P YJONH _FJ[P cK T JH FJVK _FEJ]H TH kFHVJAK N DEFP IH H _FJ[P cK aJMA H FfNRH DL H FH nN ^H JDEFE]P TP kJBH aFJ\H lFJ[P O J KH FJH l bJH FN\K FH H lFKuEFP bJH FH OH _FPQH eH _FHVJAK N DEH LFP rJ]PN bDEFH rJ]P ZH AFN OH FEJ]P DK JDP H LFP sN bN DEH L 6x3wFqFbZDEtF JAK bH FKuE
&A,akah kamu men(ira bahwa kamu masuk sur(a, ,adahal belum da an( ke,adamu 03obaan1 seba(aimana halnya oran(-oran( erdahulu sebelum kamu- 2ereka di im,a oleh mala,e aka dan kesen(saraan ser a di(on3an(kan, sehin((a Rasul dan oran(-oran( yan( bersamanya berka a, "Bilakah da an(nya ,er olon(an Allah-! In(a lah, sesun((uhnya ,er olon(an Allah i u deka *) 6-S al,Ba2arah ? x3w7>

\K H XFKQK ^A JK FK J H FH TH UFP IP jN bDEFH TH O JP AFP I H J_H JfH XFP I H J_H JEFN[P FP fH oK JH JEF H g H FKhfN ^DEF BH H l fHR H XFKQ K ^A JK FKB JH FH TH UFHWK TP OJgP EFnN K FKQ K ^A JK FKW XFH\ fH pFJ\ K H LFP P H H gFN BO H JK EFf JTH FKQ K ^A JK FKW XFH\ fH p fDEFELtF nH JoK H kFKQ JoH TH UFfH_ H LFK JH JEFH TH UFHW K JRH AFN OH FK BJH eJDfK gFP H H JDEFP H b JH A _bODELFBRlL

&Fran( yan( ,alin( bera er im,a 3obaan adalah ,ara 4abi dan be(i ulah yan( u ama dan eru ama, seoran( diberi 3obaan menuru kekua an a(ama yan( dimilikinya, semakin kua a(amanya semakin besar ,ula 3obaannya, u#ian ber#alan seirin( den(an kadar a(amanya, dan 3obaan i u idak akan menin((alkan hamba ersebu sehin((a ia ber#alan den(an keadaan bersih dari se(ala dosa*) 6H< al,Bukhari9 Ahmad dan at,$irmid:i7>

H H JDEFPQ H TH XFH H H jFJV H _L H FP bJN DEFPQ H TH XFHb H H FJV H RH XFJ[ P H O H JgK EFf_ J]H FN H H lFEH K FHu EFN\ K _bODEFELt
&Sesun((uhnya Allah a,abila men3in ai sua u kaum, ,as i 5ia men(u#i mereka* Baran(sia,a yan( rela 0den(an 3obaan i u1 maka mereka akan menda,a keridhaan-4ya, dan baran(sia,a yan( ben3i 0ke,ada 3obaan i u1 maka ba(inya kemurkaan-4ya*) 6H< at,$irmid:i7>

_bODELFBRlFELtFK -EH ]H YN DfK gFP fN ^DEFKiN P L H FKK fH cH RJDfK gFP nN ^H JDEFKiN P


&9alan sur(a i u di,enuhi oleh berba(ai kesusahan, dan #alan neraka i u dikelilin(i oleh berba(ai kesenan(an syahwa *) 6H< Ahmad dan at,$irmid:i7> Taha$an $eringatan (maratibul indzar) Ada beberapa tahapan amal dakwah yang harus men"adi &ita,&ita yang menggel%rakan "iwa 6thumuhat7 sebagai se%rang muslim> ?1 Ishlahu an-nafsi 0mem,erbaiki diri1 !emperbaiki diri ini agar memiliki .isik yang kuat9 akhla2 mulia9 wawasan luas9 mampu beker"a9 bera2idah dengan benar9 ber"uang dengan "iwanya9 men"aga waktunya9 mampu mengatur kegiatannya dan berman.aat bagi %rang lain> $arget dari tahapan pertama ini agar se%rang muslim bisa men&apai kehidupan yang mulia 6haya an hayyibah7> :1 Ishlahu al-bai i 0mem,erbaiki rumah an((a1 !endidik semua angg%ta keluarga untuk mengh%rmati fikrah,nya9 men"aga adab,adab slam dalam seluruh sisi kehidupan9 memilih istri yang baik9 menga"ari hak dan kewa"ibannya9 pandai dalam mendidik anak dan pembantu9 membesarkan mereka berdasarkan prinsip,prinsip slam> !embangun keluarga yang berkualitas ini untuk menggapai keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah> <1 Irsyad al-mu# ama! 0membimbin( masyaraka 1 !embimbing masyarakat ini dengan &ara mengan"urkan keba"ikan9 memerangi ke"ahatan dan kemungkaran9 mendukung nilai,nilai kebaikan9 memprakarsai kebaikan9 membentuk %pini umum untuk mendukung fikrah slam dan mengaktualisasikan nilai,nilai slam dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat> /ase ini bertu"uan ter&apainya desa yang diberkahi 6qaryah mubarakah7>

=1 Tahriru al-balad 0ber#uan( mele,askan ne(eri dari ,en#a#ahan asin(1 Ber"uang untuk kemerdekaan negeri9 dengan &ara membebaskannya dari kekuasaan asing n%n slam baik dalam aspek p%litik9 ek%n%mi9 atau spiritual> Per"uangan ini dilakukan agar men&apai negeri yang aman 6baladan amina7> >1 Ishlahu al-hukumah 0mem,erbaiki ,emerin ahan yan( ada1 !ere.%rmasi pemerintah9 agar terbentuk sebuah pemerintahan yang benar,benar slami sehingga dapat men"alankan perannya sebagai institusi yang melayani umat dan ber"uang untuk mewu"udkan kebaikannya> Pemerintahan slam adalah pemerintahan yang terdiri dari atas %rang,%rang muslim yang k%mitmen dengan kewa"iban,kewa"iban slam9 tidak melakukan maksiat se&ara terang,terangan dan men"alankan hukum dan a"aran slam> $ahapan kelima ini agar ter&apai negeri makmur penuh ampunan $uhan 6balda un hayyiba un wa rabbun (hafur7> @1 Iqama u al-khilafah al-Islamiyah al-"alamiyah 0mene(akkan ke,emim,inan dunia Islam1 !engembalikan eksistensi umat slam dalam skala gl%bal9 dengan &ara memerdekakan negaranya9 mengembalikan kegemilangannya9 memurnikan kebudayaannya9 dan mewu"udkan persatuannya9 sehingga semua hal tersebut dalam mengembalikan khilafah yang telah hilang dan persatuan yang di&ita, &itakan> Agar slam ini men"ela"ah ke seluruh umat manusia 6kaffa an lin-naas7> A1 %s adziya al-"alam 0men#adi (uru ba(i dunia1 $ahapan terakhir ini dilakukan dengan &ara menyebarkan dakwah slam ke seluruh pel%s%k dunia sehingga tidak ada lagi fi nah 6keka&auan9 kemusyrikan7 dan seluruh ketaatan hanya diberikan kepada Allah semata> Allah tidak menghendaki ke&uali tetap menyempurnakan &ahaya,Nya> Hal ini dilakukan agar rahmat slam tidak terhalangi %leh hambatan apapun 6rahma an lil "alamin7> $iga tahapan pertama dilakukan untuk menggapai penegakan kepemimpinan berskala mikr% 6iqama u al-imamah as-shu(hra79 dan empat tahapan terakhir memiliki target penegakan kepemimpinan yang berskala makr% 6iqama u alimamah al-kubra7> Namun9 empat tingkatan terakhir mustahil bisa terwu"ud tanpa dukungan kepemimpinan slam yang k%k%h 6al-imamah wal #ama!ah7> )leh karena itu dakwah dalam surat al,!uddatstsir ini mengarahkan %byek dakwah 6 arbiyah dan da!wah Islam7 menu"u arbiyah #ama!iyah> Setiap indi8idu muslim adalah bagian dari "amaah slam> <ingkasan dari tahapan amal dakwah ini dan target yang ingin di&apai adalah sebagai berikut> shlahu an,na.si shlahu al,bait rsyad al,mu"tama Hayatan thayyiban> Sakinah9 mawaddah wa rahmah> -aryah mubarakah

$ahrir al,balad shlahu al,kukumah 2amat al,khila.ah #stad:iyat al,1alam Mengagung%an Rabb

Baladan amina Baldatun thayyibatun wa rabbun gha.ur Ka..atan lin,naas <ahmatan lil alamin>

JbS H cH XFH N gH H L
&5an Tuhanmu, a(un(kanlah) !ustahil se%rang dai sukses mensu&ikan diri dari niatan yang meng%t%ri keikhlasannya tanpa penghayatan kalimah akbir dengan benar> Dengan u&apan takbir setiap ibadah shalat sesungguhnya kita dituntun untuk mewaspadai ilah, ilah dalam diri kita yang menandingi Allah 'ang !aha Akbar> Di era gl%balisasi ini se&ara halus dan perlahan9 syetan dan para pra"uritnya dengan berba"u tekn%l%gi k%munikasi menampilkan berbagai tandingan $uhan yang terpaksa kita agungkan> Betapa sering kita sekarang membesarkan ilmu9 kekuasaan9 kekayaan dan diri kita sendiri> Kita meng,akbar,kan kekayaan karena kita bersedia melakukan apa sa"a untuk medapatkannya9 tanpa harus memperdulikan halal dan haram9 tanpa menghiraukan an&aman Allah9 bahkan kita sering bersikap persetan dan menutupi bisikan batin kita> Ketika Allah mengatakan dalam .irman,Nya9 "angan ambil kekayaan itu karena anda akan merugikan %rang lain9 anda akan memeras dan menyengsarakan %rang yang lemah9 anda mengambil hak mereka yang seharusnya anda kasihani dan anda sayangi> Anda persetankan seruan dari langit itu karena didepan anda telah berdiri dengan megah simb%l kebesaran9 kekayaan dan kekuasaan> Karena terpes%na dengan kegemerlapan dunia kita tidak bisa mengatur waktu shalat kita> Kita tidak punya waktu lagi untuk bersilaturrahim9 men"enguk %rang yang sakit9 tidak sempat lagi mengun"ungi mas"id yang berdekatan dengan rumah kita se&ara rutin>

fH ^ S DEFH IH RJjH lFH\ J]P CK cJ^H AL H FfHY H EH ]JDH lL H FfHo J BDEFH JoK AfH H lFH\ J]P TP pJMH AF J]H FJ[ P pH BJeg H FJWK aJMH oH P JH lH LFP H Ja H FH FK IJoK TH ZJDEFHV K _F\ J]P P gFJ[ P YH DFfHY H EH ]JDH lL H FK fH oS DEFH IH RJjH lFH \J]P H JTH AH LFfHY H EH ]JDH lH L VK _FnH YK DH lFfH JLP H N aK EFfHY o JH DK FH\ J]P JLP bH AH LFH\ JLP BJ A H FfHo J BDEFH TH UFH\ J]P K pfH UFP H ^JZa H FH FK bJoK H cJDfK g EH bK FH KH DJLP lFH\ ] JP eK N OA H FJ[ P EH ]H YK DH LFH\ J]P YH O^ JH AFfH K bJ_H lFHDK FJ[ K YS gH FH\ JLP Ffg H L H FJ[ K YK YH DK FK\ JLP WEbDEFELtFJWK ON _P l
&Akan da an( sesudahmu kaum yan( memakan kemewahan dunia den(an se(ala ra(amnya, men(endarai kendaraan yan( ba(us den(an se(ala ra(amnya, menikahi wani a-wani a 3an ik den(an se(ala ra(amnya, memakai ,akaian yan( seindah-indahnya den(an se(ala ra(amnya* 2ereka mem,unyai ,eru yan( idak kenyan( den(an yan( sediki , dan nafsu yan( idak ,uas den(an yan( banyak* 2ereka menundukkan diri ke,ada dunia, ,a(i dan sore

harinya men(e#ar dunia seba(ai uhan dan ,en(a ur mereka* 2ereka men(iku i ,erin ahnya dan men#auhi laran(annya* 2ereka adalah se#elek-#elek umma ku*) 6H<> $habrani7> Bila dunia9 ilmu9 kekuasaan kita besarkan9 maka bukan sa"a Allah tampak kere9 kurus dan kurimen9 sehingga Dia kita anggap tidak berdaya9 tidak lagi kita libatkan dalam setiap keputusan penting kehidupan kita> Bahkan sesuatu yang terlihat dengan "elas kebenarannya men"adi ke&il9 mungil9 tidak kelihatan> Karena penglihatan batin 6bashirah7 kita buta> Kita a&uh tak a&uh dengan penderitaan %rang lain9 kita bersenang,senang diatas kesengsaraan saudara kita> $idak pernah terlintas dalam batin kita ketika menikmati makanan le:at9 di tempat lain ada se%ngg%k tubuh kurus yang direnggut nyawanya perlahan,lahan karena tidak sanggup membayar biaya rumah sakit> Ada bayi,bayi merah yang kehilangan dekapan dan air susu karena ibunya tidak bisa meninggalkan rumah ma"ikannya> Ilah lain yang kerapkali kita besarkan adalah kekuasaan>

6xxFqFBRC_tFJ[P cH _fH JH lFEJ]P eH JZH aH LFK JH JEFKWXFEJLP BK Ja P FJ\H lFJ[P Oo JN DH ]H aFJ\K FJ[P OJo HH UFJIH YH X
&Te a,i, #ika kamu berkuasa, kamu ,as i menimbulkan kerusakan di bumi, dan kamu ,u uskan ,ersaudaraan*) 6-S !uhammad ? xx7 -atadah mengatakan9 *Bagaimana kamu melihat suatu kaum yang berpaling dari kitab Allah9 bukankah mereka menumpahkan darah dengan &ara yang haram9 memutuskan tali silaturrahim9 dan durhaka kepada 'ang !aha Penyayangz+ 6Shafwa u Tafasir 9 hal> x3v7> Bila %rang sudah salah ka,rah dalam menyikapi kekuasaan9 Allah pun men"adi ke&il9 kebenaran men"adi kabur> Kedudukan tidak lagi dianggap sebagai amanah Allah yang akan dipertanggung"awabkannya di hari kiamat9 tetapi diterima sebagai alat untuk berbuat sewenang,wenang> Kekuasaan yang seharusnya dipakai untuk melindungi yang lemah9 mengay%mi yang dirundung derita9 dan membela yang teraniaya9 malah digunakan untuk melindungi yang kuat9 mengay%mi yang zhalim9 membela yang menganiaya dan mendukung para k%rupt%r berdasi dan para penghisap kekayaan negara> Kekuasaan berbalik men"adi berpihak kepada yang berpunya dan yang berkuasa> Bila kita gila "abatan9 bukan sa"a an&aman Allah yang men"adi ke&il9 akhirnya menganggap diri kita besar9 kita berubah men"adi %rang yang menganggap diri tidak pernah salah dan pantang disalahkan9 dikritik9 sekalipun tidak benar> Kita menganggap paling benar sekalipun "auh dari kebenaran> Kita menganggap lawan terhadap %rang yang menasehati kita dengan tulus> Kita senang mendengarkan %rang,%rang yang memu"a dan membesarkan kita9 seperti kata /iraun ?

6xwFqF-fUf^DEtFH TJUH JEFP [P c gH FfH H l


&Akulah Tuhanmu 'an( 2aha Tin((i*) 6-S an,Na:iat ? xw7> Ketika kekayaan9 kekuasaan9 ilmu sudah ada di genggaman kita9 akhirnya kita menuhankan diri kita sendiri> Aturan buatan kita sendiri kita persepsikan lebih

baik dari aturan Allah> Kita men"adi akabbur> Bila hanya Allah sa"a yang kita yakini !aha Besar9 maka akbir akan menghun"am di hati> Kekayaan9 kekuasaan9 ilmu9 dan t%talitas p%tensi yang kita miliki kita pandang men"adi karunia dari Allah yang kita selalu syukuri> Segala atribut kebesaran9 kemewahan9 kekayaan9 kekuasaan kita gunakan untuk mengabdi9 tunduk9 patuh9 dan mengharumkan9 membesarkan asma Allah>

6|xFqF CDEtFK J]P TP ZJDEFH ]JZa H FJVK _FfH YN K H XFKuEFHbK H e H FJ[S H eA P FJVH _H L
&5emikianlah 0,erin ah Allah1* 5an baran(sia,a men(a(un(kan syi!ar-syi!ar Allah, maka sesun((uhnya i u imbul dari ke akwaan ha i*) 6-S> Al Ha"" ? |x7> Membangun 2itra diri

JbS YH H XFH H gfH o KH L


&5an ,akaianmu, bersihkanlah*) 'akni su&ikanlah pakaianmu dari hal,hal yang na"is dan k%t%ran> Karena se%rang mukmin itu baik dan su&i9 tidak patut untuk membawa sesuatu yang k%t%r> bnu ~aid berkata9 *)rang,%rang musyrik dahulu tidak bersu&i9 maka Allah memerintahkannya untuk membersihkan diri dan pakaiannya+> bnu Abbas berkata9 *Dianal%gikan pakaian itu dengan hati> Dan maknanya su&ikanlah hatimu dari d%sa dan masiat+> )rang Arab berkata9 *Si /ulan itu pakaiannya bersih yakni su&i+9 yang dengan si.at itu mereka menginginkan bersih dari aib dan akhlak yang ter&ela> !ereka mengatakan9 *Si /ulan pakaiannya k%t%r9+ maksudnya berhias dengan akhla2 yang ter&ela> Ar,<a:i mengatakan9 *Sebab kebaikan "ulukan ini9 karena pakaian itu sesuatu yang melekat pada sese%rang9 %leh karena itu mereka menyebut pakaian untuk men"uluki manusia+> Ada yang berpendapat9 *Pakaiannya bagus artinya dia bisa men"aga harga dirinya dalam sarungnya+>

JbP JfH XFHJj bDEH L


&5an ,erbua an dosa, in((alkanlah) 'akni9 "auhilah penyembahan terhadap berhala dan ar&a dan "angan sekali,kali menghampirinya> bnu ~aid mengatakan9 *$uhan,tuhan yang dahulunya mereka menyembahnya> Allah memerintahkannya untuk men"auhinya dan tidak mendekatinya dan mendatanginya lagi+> Ada is%lasi perasaan9 persepsi se&ara t%tal> mam al,/akhr mengatakan9 *Ar-ri#z artinya sebutan untuk sesutu yang k%t%r seperti ar-ri#s>+ Allah ber.irman9 &2aka #auhilah olehmu ri#s dan au san 0berhala1*) &5an ,erbua an dosa, in((alkanlah)9 ungkapan ini men&akup untuk memperbaiki akhla2> Seakan,akan Allah ber.irman ? tinggalkanlah keb%d%han9 la&ut9 semua ke"elekan9 dan "anganlah berperilaku dengan akhkla2 %rang,%rang musyrik>

'ang dimaksud al-ha#ru disini adalah perintah untuk men"auhinya se&ara terus menerus> Sebagaimana d%a yang diu&apkan %rang muslim dalam surat al, /atihah9 &Tun#ukilah kami ke #alan yan( lurus,) maksudnya tetapkanlah kami dalam petun"uk ini> #r"gram inti Sikap %rang lain terhadap kita dibentuk %leh ketrampilan kita membangun &itra diri> Semua buku,buku yang berkaitan dengan fiqh dakwah9 yang di"adikan .%kus pembahasan adalah dai9 bukan %byek dakwah> Karena kepribadian dai lebih fashih dari materi dakwah> tulah sebabnya perintah dalam surat al, !uddatsir adalah membersihkan diri dai dari &a&at m%ral sebelum berdakwah> Ada beberapa pr%gram berikut yang perlu men"adi perhatian khusus> Per a!a< azkiya un nafs* Dahulu bangsa Arab adalah bangsa yang k%t%r> Keper&ayaan kepada Allah 6"aqidah7 mereka telah terk%ntaminasi %leh pemu"aan berhala 6ashnam7 dan benda,benda alam yang dianggap bertuah> k%n%mi masyarakat 6 iq ishad7 telah ter&emari dengan penindasan yang kuat terhadap yang lemah9 kesewenang, wenangan yang kaya terhadap yang miskin9 dan keserakahan he haIe kepada yang kurus9 kere dan kurimen> Kebudayaan mereka tern%dai dengan kerendahan akhla2 penghinaan kepada wanita9 perbudakan sesama dan pemu"aan terhadap hawa na.su> Hukum mereka adalah peradilan rimba> 'ang kuat selalu benar9 mudah memper%leh akses ek%n%mi dan kekuasaan> 'ang lemah selalu kalah dan salah> 'ang tidak memiliki p%sisi se&ara .%rmal teris%lir dan tersudut> Agama mereka kaya dengan serem%nial9 tetapi miskin dalam aplikasi> Agama yang memb%nsai pikiran dan hati nurani> )rang,%rang yang pandai dib%nsai p%tensinya 6 salla#a ul ulama!7> Allah membangkitkan hamba yang dipilih,Nya9 !uhammad bin Abdullah shalla-llahu "alaihi wa sallam* a sendiri %rang yang su&i 6mus hafa7 dan diper&aya 6al-amin7> a lahir dari keluarga yang shaleh9 pengurus9 pemelihara9 dan pen"aga al-Bai ul A iq 6rumah Allah yang su&i7> !ereka "uga menyambut tamu,tamu Allah 6dhuyufur Rahman7 pada musim ha"i>

[P YP RS TH eP AH LFJ[ K YJoS pH P AH LFKQ K afH AsFJ[ K YJoH TH UFEJ]P TO JH AFJ[ P YJ^K _F J]P H FHV JoS oS _ P JEFKW XFH@ H eg H FJ K N DEFH ]P 6xFqFneRDEtFm VJo KP _Fm rH H FJWK H DFP I JH FJVK _FEJ]P fH pFJ\K H LFHnH RJcK CJDEH LFHfH OK cJDE
&Ia ban(ki kan di en(ah ban(sa nan ummi seoran( rasul un uk memba3akan aya -aya -4ya, menyu3ikan mereka, dan men(a#arkan ke,ada mereka al-+i ab dan al-8ikmah, walau,un sebelumnya mereka dalam kesesa an*) 6-S al, (umuah ? x7> !uhammad memulai menga"ak masyarakatnya yang tidak terstruktur 6n%maden7 dan k%t%r itu dengan meniupkan angin kesu&ian> a menga"ak kembali mengingat nama Allah dan memu"a,Nya> a mengingatkan bahwa manusia bisa ter&emar &itra dirinya karena terlalu mengutamakan dunia dan

melupakan hari es%k yang pasti ter"adi> a menyatakan dirinya sebagai pelan"ut para pe"uang kemanusiaan sepan"ang se"arah> Penerus para anbiya!9 syuhada!9 shalihin> Pewaris per"uangan Nabi brahim dan !usa "alaihimas salam>

FfHo J BDEFH]H oH CJDEFH\ JLP b K J`P aFJIH gFFN TH H XFKQ S gH FH [J EFHbH p HH LFFNp H a H FJV H _FH H TJXH lFJBH H J]P _L H FH[ o JK EH bJgK FKP CP FFHDJL P JEFKP C DEFJW K H DFEH H FN\ K FFHZ JgH lH LF bJoH kFP H bK kH JEH L 63;,3wFqFTUEt
&Sun((uh baha(ia oran( yan( mensu3ikan dirinya lalu men(in(a Tuhannya dan memu#i-4ya* Te a,i kalian lebih men(u amakan kehidu,an dunia ,adahal akhira lebih baik dan lebih kekal* 'an( ini, sun((uh ada ,ada suhuf erdahulu suhuf Ibrahim dan 2usa*) 6-S al,Ala ? 3w,347>

63v,;FqFRDEtFfH fN H FJVH _FHfH kFJBH H LFFfH fN pH FJVH _FH H TJXH lFJBH


&Sun((uh, berbaha(ialah oran( yan( mensu3ikan dirinya* Helakalah oran( yan( men3emarinya*) 6-S asy,Syams ? ;,3v7> Se&ara bertahap berubahlah bangsa Arab> !ereka memilih kesu&ian sekali pun harus bersimbah darah9 air mata dan nyawa> Sumayyah bersama suaminya 'asir dan anaknya 1Ammar membersihkan a2idahnya dari kemusyrikan> Sekeluarga memeluk slam> a dianiaya9 dipukuli9 di"emur di tengah padang pasir yang membakar> Padahal ia wanita yang tua renta dan lemah 6 kaana "a#uzan kabira an dha!ifa an7> Sumayyah bertahan dengan keimanannya> a lebih menghargai idealismenya daripada keselamatan dirinya> Abu (ahal datang dengan t%mbak di tangan> a memaksa Sumayyah mengu&apkan kata,kata ku.ur> <asulullah mengutus sahabat untuk menyampaikan berita gembira di surga kepada Sumayyah> <asulullah mengi:inkan untuk mengu&apkan kalimat ku.ur asal hati tetap beriman> $etapi9 apa "awab Sumayyahz

S ]H TP aFJ\H lFP o JK H OJa H FH FfHYH JTH FP uEFHbN YH FJWK ON DEFH nN oH RP FN \K FH H N DEFKuEFH r] JP H FJWS ^U H FEJ]P K TJgH l bJP cJDEFK nH RK TH cK gFfH YH fH K D
Sam,aikan salamku ,ada Rasulullah shalla-llahu "alaihi wa sallam Sesun((uhnya Sumayyah yan( elah Allah su3ikan ha inya den(an iman, idak akan san((u, men(o ori lidahnya den(an ka a-ka a kufur* Abu (ahal marah dan menusukkan t%mbaknya pada rahim Sumayyah>

H K JK JEFKWXFmB H JoK Y H FH rN LH lFJiH fH pH LFK J]H JDEFH TH UFJiH afH _


Ia ma i karena kehabisan darah* 5an #adilah Sumayyah wani a yan( ,er ama kali syahid dalam Islam* &Inilah buah azkiya un nafs, ,enyu3ian diri*)

Ke6ua< azkiya u far#* Buraidah radhiyallhu "anhu dalam hadits yang diriwayatkan !uslim dan Abu Dawud men&eritakan peristiwa taubatnya se%rang wanita yang pernah ber:ina> a menemui <asulullah dan berkata ?

FJWK JbS YH H XFP iJoH H FJBH FK uEFH r] JP H FfH A


'a Rasulullah, aku elah berzina 09awa. disembranani ian( #aler, a au dinodai seoran( ,ria1, maka su3ikanlah aku* a meminta <asulullah menghukumnya dengan hukuman mati 6ra#am7> <asulullah men%laknya dan menyuruhnya datang kees%kan harinya> s%knya ia datang lagi9 meyakinkan <asul bahwa ia telah hamil> &Pulan(lah,) kata <asullah9 &sam,ai en(kau melahirkan anakmu*) Setelah melahirkan ia datang lagi dengan menggend%ng bayi merah yang dibungkus dengan kain> <asul mulia men%laknya9 &Pulan(lah, susuilah anakmu sam,ai en(kau sa,ih*) Setelah dua tahun9 ia datang kembali dengan bayi dan sekerat r%ti>

HfH eN DEFH IH pH lFJBH H LFP QP OJRK H XFJBH FK uEFH rJ]P H FfH AFEH H
Ini ya Rasulullah, sudah aku sa,ih, dan ia sudah makan makanan* Nabi shalla-llahu $alaihi wa sallam lalu menyuruh se%rang Sahabat merawat anak wanita dari suku Ghamidiyah itu> Beliau menetapkan hukum ra#am> Ketika darahnya membersit dan mengenai wa"ah Khalid9 ia memaki wanita itu> <asulullah pun murka9

FP QH DFHbK P H DFmJcH _FP K fH FfH YH gfH aFJ]H DF ng H J]H aFJiH gfH aFJBH ZH DFK K Bo HK gFJWK J H FJ KN DEH ]H XF BK DfH kFfH AFJYH _
&Helaka kau, +halid* 5emi 5za yan( diriku ada di an(an-4ya, wani a i u elah auba den(an sua u auba 0yan( su3i1 sehin((a sekiranya ada ,endosa besar den(an auba nya Allah akan men(am,uni dosanya*) a tidak sanggup9 tidak tenang9 merasa bersalah9 men"alani kehidupan ini dengan memikul d%sa> a memilih menyu&ikan dirinya dengan hukum ra#am> a memilih tubat> Inilah azkiya ul far#K ,enyu3ian kehorma an, ,enyu3ian moral* Ke .0a< azkiya ul maal* Ketika Hasan dan Husain "atuh sakit9 ibunya /atimah dan suaminya bernad:ar untuk puasa tiga hari> Ketika melaksanakan nad:arnya9 di rumah /atimah tidak ada makanan untuk berbuka> Ali mengambil bulu d%mba dari se%rang 'ahudi untuk dipintal dengan upah tiga sha! gandum> Hari pertama /atimah menyelesaikan sepertiga peker"aan9 dan ia memper%leh satu sha! gandum> a memaksanya dan membuat lima p%t%ng r%ti> Ketika mau berbuka9 se%rang miskin berdiri di depan pintu rumah9 &Wahai keluar(a 2uhammad, aku ini oran( Islam yan( miskin* Berilah makanan ,adaku, semo(a Allah men#amu kalian den(an hidan(an di sur(a*) /atimah menyerahkan seluruh makanan dan menghabiskan malam dalam keadaan lapar>

Pada hari kedua dan ketiga ter"adi peristiwa serupa> Hanya kali ini yang mun&ul meminta t%l%ng adalah tawanan muslimin dan anak yatim> Saat Ali membawa kedua anaknya menemui <asulullah9 beliau melihat kedua &u&unya gemetar karena lapar9 laksana dua ek%r burung ke&il yang kedinginan* &8ai Aba 8asan,) kata <asulullah9 &aku sedih sekali meliha kalian* 2arilah ki a emui is rimu 7a imah*) /atimah masih dalam mihrabnya> Nabi segera memeluk putrinya9 &'a Allah, olon(lah keluar(a 2uhammad yan( ham,ir kela,aran ini*) !aka turunlah .irman Allah surat al, nsan ayat y,3x>

uEFP fH K UFfHYg K FP H bJA H Ff^o JH UFFE J]P XfH pFfHY P jEH K _FH\ fH pFmh JMH pFJV K _FH\ J]P gH bJA H FH EH bJgH JEFN\ K FE bJoK H OJ P _FP bH FH\ fH pFf_ J]A H FH\ J]P XfH H AH LFK JN ^DfK gFH\ J]P X] JP AFFE bJoK JH aFfHY H JLP bS H P A FKu EFKQ JjH ]K DFJ[ P cP RK eJP FfHR N K FFE bJoK H lH LFfRo JK OA HH LFf ^o JK cJ K _FKQ S P FH TH UFH fH eN DEFH\ J]P RK eJP AH L FE bJAK bH JRH Ff J] PH UFf_ J]A H FfH^ S gH FJV K _FPd fH H FfN K FFE J]P c P FH L H FsH H jFJ[ P cJ^K _FP BJAK bP nN ^H jFEJLP bH H FfHR g K FJ[ P EH H jL H FFE JLP bP L H FH b J H FJ[ P fN ZH DH LFK ] JH oJDEFH K DH FN b H FPu EFP[ P fH H ]H X 63x,yFqF\fEtFE bJAK bH H L
Sesun((uhnya oran(-oran( yan( berbua keba#ikan minum dari (elas 0berisi minuman1 yan( 3am,urannya adalah air kafur* 0yai u1 ma a air 0dalam sur(a1 yan( dari,adanya hamba-hamba Allah minum, yan( mereka da,a men(alirkannya den(an sebaik-baiknya* 2ereka menunaikan nazar dan aku akan sua u hari yan( azabnya mera a di mana-mana* 5an mereka memberikan makanan yan( disukainya ke,ada oran( miskin, anak ya im dan oran( yan( di awan* Sesun((uhnya kami memberi makanan ke,adamu hanyalah un uk men(hara,kan keridhaan Allah, kami idak men(hendaki balasan dari kamu dan idak ,ula 0u3a,an1 erima kasih* Sesun((uhnya kami aku akan 0azab1 Tuhan kami ,ada sua u hari yan( 0di hari i u1 oran(-oran( bermuka masam ,enuh kesuli an* 2aka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari i u, dan memberikan ke,ada mereka ke#ernihan 0wa#ah1 dan ke(embiraan ha i* 5an 5ia memberi balasan ke,ada mereka karena kesabaran mereka 0den(an1 sur(a dan 0,akaian1 su era* nilah azkiya ul mal9 penyu&ian harta> Harta diper%leh dengan ker"a keras yang halal> $etapi betapa pun &intanya ia memiliki harta itu9 ia belan"akan buat yang menderita9 melarat dan sengsara> Demi kesu&ian9 keluarga nabi itu 6 ahlul bai 7 tidak sanggup makan di tengah penderitaan9 tangisan %rang lain> Kee!pa < azkiya us sul han* )rang slam tidak anti kekuasaan> Bahkan kekuasaan yang diper%leh merupakan hadiah dari Allah bagi %rang yang beriman> Ada tipe manusia yang tidak berubah karena pendekatan kultural 6da!wah dan arbiyah79 tetapi perlu dit%pang kekuasaan yang berwibawa seperti Abu Su.yan ketika #ahiliyah> 'ang dilarang adalah men&emari kekuasaan dengan kepentingan pribadi9 keluarga dan g%l%ngan> Kata kemuna.ikan dan kekuasaan dalam Al,-uran sama banyaknya 6al-munafiqu wa as-sul han7> ni berarti kekuasaan itu &enderung menyimpang dan k%rup> !ensu&ikan kekuasaan itu berarti

mendahulukan kepentingan masyarakat se&ara keseluruhan dari kepentingan indi8idu9 keluarga9 kel%mp%k sesuai tuntunan Allah> Ketika Ali men"adi khali.ah9 a membagikan harta Baitul !aal hanya kepada yang berhak> Saudaranya 1A2il pernah meminta lebih dari haknya karena anak, anaknya sedang menderita> &5a an(lah la(i nan i malam,) kata Ali9 &en(kau akan aku beri sesua u*) !alam itu A2il itu datang> Ali berkata9 &8anya ini sa#a un ukmu*) A2il segera men"ulurkan tangannya untuk memegang pemberian Ali> $iba,tiba ia men"erit9 meraung seperti sapi dibantai> <upanya ia memegang besi yang menyala> Dengan tenang Ali berkata9 &I u besi yan( dibakar a,i dunia* Ba(aimana kelak aku dan en(kau dibelen((u den(an ran ai #ahannam-) nilah azkiya us sul han> Penyu&ian kekuasaan dari pen&emaran kepentingan pribadi9 keluarga9 kel%mp%k dan g%l%ngan> Sebagai penguasa9 Ali memilih hidup sederhana9 karena ia menyadari bahwa may%ritas masyarakat mana pun dalam kehidupan sederhana> !arilah kita ber,muhasabah se&ara radikal dan k%mperhensi.9 sudah se"auh mana upaya kita dalam mewu"udkan latihan kesu&ian kitaz Sumayyah memilih ditusuk t%mbak daripada men&emari lidahnya dengan kalimat kufur> Periksalah lidah kita9 tidakkah kita mudah meng%bral makian9 menyebarkan .itnah9 menggun"ing ke"elekan %rang lainz $idakkah kita seenaknya menyakiti perasaan sesama9 mengka.irkan yang tidak sepahamz Bukankah ke.asihan ba&aan al,-uran sebanding dengan ke.asihan kita dalam men&a&i saudara kitaz Periksalah diri kita9 bukankah kita sering menyimpan dengki9 akabur9 iri hati9 prasangka "elekz Kita terkadang mendahulukan kesenangan dunia sekalipun dengan &ara meng%t%ri keh%rmatan kita> Demi kesu&ian dirinya9 /atimah memilih lapar daripada membiarkan %rang lain lapar> Kita sering menyalahgunakan wewenang dengan merampas dan meng%rbankan kepentingan %rang banyak> Padahal dalam se"arah kehidupan manusia9 awal ter"adinya ben&ana adalah diawali dengan ketidakadilan distribusi wewenang kemudian diikuti %leh penyimpangan dalam pemerataan ek%n%mi> 0etulusan

bK P JcO H JH aFJVP ^JRa H FH H L


&5an #an(anlah kamu memberi 0den(an maksud1 mem,eroleh 0balasan1 yan( lebih banyak*) 'akni "anganlah kamu memberi sesuatu kepada manusia dengan mengharapkan imbalan yang melebihi pemberian itu> Karena %rang yang mulia itu berlepas diri dari apa yang diberikan sekalipun dalam "umlah yang banyak> Berilah dengan suatu pemberian yang tidak khawatir tertimpa ke.akiran>

bnu Abbas mengatakan9 *(anganlah engkau memberikan sesuatu untuk men&ari sesuatu yang lebih baik>+ Ada yang berpendapat9 *(anganlah engkau memberi agar engkau diberi yang lebih banyak darinya> <ahasia larangan ini agar pemberian itu terlepas dari mengharapkan imbalan untuk men"aga harga diri dan kesempurnaan akhla2> Nabi memerintahkan dengan semulia,mulia adab dan semulia,mulia budi pekerti>+ bnu ~aid mengatakan9 *(anganlah engkau memberikan nubuwah 6tugas kenabian7 kepada manusia dengan mengharapkan imbalan dunia yang lebih banyak sebagai penggantinya>+

H K FPQ H DfH _FP K J^A P FJ K N DfH pFH H JEH LFSV H RJDfK gFJ[P cK afH H BH FEJ]P TK Ja P FH FEJ]^ PH _sFHV JAK N DEFfHY AH A QH gfH H MH XFm EH ba P FKQ JoH TH UFm \EH ]JH FK I HH RH pFPQ P TH H RH XFKbK kH JEFK J]H oJDEH LFKu fK gFPV K _J`A P FH L H FKh fN ^DE J]H ZJDEFK BJYH AFH FPu EH LFEJ] P H p H FfNR K _FmJW H FH TH UFH\ JLP K BJZH AFH FE BJTH FPQ H pH bH OH XF IK gEH L 6x}wFqFbZDEtFHVJAK bK XfH cJDE
&8ai oran(-oran( beriman, #an(anlah kamu men(hilan(kan 0,ahala1 sedeqahmu den(an menyebu -nyebu nya dan menyaki i 0,erasaan si ,enerima1, se,er i oran( yan( menafkahkan har anya karena riya ke,ada manusia dan dia idak beriman ke,ada Allah dan hari kemudian* 2aka ,erum,amaan oran( i u se,er i ba u li3in yan( dia asnya ada anah, kemudian ba u i u di im,a hu#an leba , lalu men#adilah ia bersih 0 idak ber anah1* 2ereka idak men(uasai sesua u,un dari a,a yan( mereka usahakan, dan Allah idak memberi ,e un#uk ke,ada oran(-oran( yan( kafir*) 6-S al,Ba2arah ? x}w7>

[P pEH BH FJ\H lFJ[P cJoH TH UFVP RH AFPuEFK Ig H FJ[P cH _H JK FNWH TH UFEJ] ^P RH aFH FJIP FEJ]P RH TJl HFJ\H lFHo JH TH UFH\] J ^P RH A 63FqF-EbCDEtFH VJoK K fH FJ[P OJ^P pFJ\K FK \fH RJAK K D
&2ereka merasa elah memberi nikma ke,adamu den(an keIslaman mereka* +a akanlah . 9an(anlah kamu merasa elah memberi nikma ke,adaku den(an keIslamanmu, sebenarnya Allah 5ialah yan( melim,ahkan nikma ke,adamu den(an menun#uki kamu ke,ada keimanan #ika kamu adalah oran(-oran( yan( benar*) 6-S al,Hu"urat ? 37> =!e% %etulusan

6x;FqF]tFKuEFH TH UFN K FHK bJjH lFJ\K F fH _FK QJoH TH UFJ[P cP DH MJl HFH FJWK _J]H FfH AH L
&5an 0dia berka a1 . 8ai kaumku, aku iada memin a har a benda ke,adamu 0seba(ai u,ah1 ba(i seruanku* %,ahku hanyalah dari Allah*) 6-S Huud ? x;7>

63vFqF\fEtFE J]P cP FH H LFsH H jFJ[P cJ^K _FP BJAK bP FH FKuEFKQJjH ]K DFJ[P cP RK eJP FfH RN K
&Sesun((uhnya kami memberi makanan ke,adamu hanyalah un uk men(hara,akan keridhaan Allah, kami idak men(hendaki balasan dari kamu dan idak ,ula 0u3a,an1 erima kasih*) 6-S al, nsan ? 3v7>

Ketulusan dalam termin%l%gi su.istik identik dengan kemurnian dari berbagai &ampuran k%t%ran 6al-khulushu min al-mus aqdzira 7> barat emas murni9 maka ia berupa benda yang terbebas dari berbagai imitasi 6tiruan7> !engalirnya ketulusan sebagai sesuatu yang hadir begitu sa"a9 tanpa k%ntaminasi9 pretensi9 tendensi9 kepentingan apapun untuk melakukan sesuatu> a laksana mata air yang mengalir deras dari kedalaman telaga hati dengan sendirinya se&ara sp%ntan> a bening adanya> khlas tidak berwarna> Dari sudut pandang para salik 6penempuh "alan menu"u Allah79 ia bebas dari warna merah9 "ingga9 kuning9 dan bahkan putih9 warna, warna yang menyimb%lkan na.su amarah9 na.su kepemilikan9 hed%nisme9 na.su kepada lawan "enis9 na.su ingin mempertahankan s a us quo9 na.su ingin mengambil ini dan itu9 sampai na.su yang ingin memiliki kebenaran itu sendiri> Bening bisa diwarnai apa sa"a9 tetapi ia "uga bisa menghadirkan semua warna dan %rnamen seperti adanya> Seperti halnya air bening yang selalu men"adi tumpuhan harapan dahaga yang telak9 ketulusan "uga men"adi dambaan "iwa yang kering> Ketulusan adalah kekayaan yang abadi> !ungkin se%rang akan bahagia dengan memiliki uang9 pangkat9 atau "abatan> $etapi9 bahagia karena uang9 pangkat9 atau kedudukan itu baru kemungkinan> Bahagia karena ketulusan adalah kepastian> Se%rang ahli su.i mengatakan9 &+eikhlasan sesaa adalah keselama an se,an#an( masa 0alikhlashu saa!a an na#aa ul abad1*) Kebahagiaan9 kedamaian9 memang bukan berbentuk barang yang diper%leh di tempat tertentu{ di mall9 supermarket9 bar9 pub9 tempat wisata9 dll> Kebahagiaan diper%leh dari $uhan kepada pemilik hati yang k%munikati. dengan,Nya> 'aitu %rang yang berhati sehat 6qalbun salim79 hati yang terhindar dari 8irus ruhani> Kehadiran ketulusan dalam hati9 melukiskan k%ndisi hati yang tidak menyembunyikan kepentingan9 atau hasil apapun selain nikmatnya merasakan ketulusan itu sendiri> Nikmat itu membuat pemiliknya lupa bahwa di u"ung amalnya yang tulus> Ketulusan itu tersimpan rapat,rapat %leh pelakunya9 persis ia merahasiakan kekurangan9 sisi hitam9 dan bau tidak sedap dalam dirinya> khlas laksana binatang penyu> Se&ara diam,diam ia mampu bertelur dari yvv sampai |vvv butir> Sebaliknya9 ayam baru bertelur satu buah sa"a9 ia berteriak, teriak ke kanan dan kekiri9 mengumumkan hasil karyanya kepada khalayak ramai> $etapi $uhan !aha Adil9 "ustru sikap bersaha"a9 sederhana dari berbagai 8irus ananiyah9 eg%isme9 indi8idualis9 ambisius itu men"adi tidak sederhana> Pengaruh ketulusan begitu penting dan terasa> Wu"udnya men"adi bermakna9 berbekas9 dan abadi dalam ingatan> !enanam ketulusaan akan menuai hasil yang tak terhingga> Se%rang ulama sala. mengatakan ?

nN P oS ^DEFP P bS H a P Fm bJo KH pFm IH RH UFN P H LFP nN oS ^DEFP P b SH cP aFm bJoK H Fm IH RH UFN P


Be a,a banyak amal ,erbua an ke3il dibesarkan oleh nia ikhlasnya, dan be a,a banyak amal ,erbua an besar dike3ilkan oleh nia nya*

Bahkan9 menurut sebuah hadits9 dua malaikat Allah akan mend%akan %rang yang melaksanakan in.a2 harian dengan tulus pada pagi hari dengan menggunakan isim nakirah9 &khalafan) 6pengganti7 yang tak terhingga>

f H TH kFf ZK ^ JP _FK JUEFN [P YN TDH E


'a, Allah berikanlah oran( yan( berinfaq den(an ulus, ,en((an i 0dari a,a yan( ia infaqkan i u1* +halafan 6pengganti7 disini menggunakan kalimat yang bersi.at umum> Dalam riwayat lain kholafan itu berupa keharm%nisan keluarga9 anak yang taat9 siklus pergaulan yang menye"ukkan9 "alan keluar dari beragam kesulitan9 kebahagiaan9 kepuasan batin9 dll> Bentuk dan ma&am *pengganti+ itu sepenuhnya hak ,rero(a if 6mutlak7 Allah> Ketulusan pantang dipu"i dan disakiti> )rientasi tertingginya hanya keridhaan Allah 'ang !aha Adil> Ketulusan yang dia lakukan9 akan dim%nit%r $uhan> Dan akan bere.ek kepada pemiliknya9 tidak salah alamat> bu Sudalmiyah9 ibunda dari Pr%.> Dr> !> Amien <ais pernah beru"ar9 &+eikhlasan akan men(hasilkan sika, men al ba#a*) Kata %rang (awa9 &5i#iwi dadi kuli , di3oko dadi o o , se an ora doyan, dhemi ora nduli *) 'akni9 apapun yang dilakukan %rang lain terhadap dirinya9 tidak membuatnya berubah %rientasi> Se%rang "abid pada :aman dahulu terbukti sukses mengalahkan syetan9 hanya bersen"atakan ketulusaan niat> Dan setelah itu kalah melawan syetan untuk kedua kalinya karena ia tidak bisa mempertahankan niatnya semula>

EH K BK OJgK JEFKfH H XFJVK _FK H BH fH P RJDEFHBJeH gFP H bJOH JDH E


+elesuan sesudah kesun((uhan imbul karena adanya kerusakan ,ada lan(kah awalnya 0nia 1*

VH _L H FPQ O PH AfH YK FJiN CH FPQ O PH AEH BK gFJiN CH FJV H RH XFK EH BO K Jg K JEFK fH H XFJV K _FH LfH UB N DEFP BN D] HH OH aFfHR N K H TH FfH RN gP bH XFP QP OH AEH BK gFJ-H BH H X
Sesun((uhnya berba(ai keluhan i u mun3ul karena kerusakan se#ak ,ermulaan* Baran(sia,a yan( benar ,ermulaannya maka benar ,ula kesudahannya dan baran(sia,a yan( salah ,ermulaannya maka bisa #adi dia binasa*

QK K OH K fH UFH YH OJ^P _FK WXFP [H TJA H FH FKQa KH EH K FK K fH H _FK WXF K A H FH FJVH _


Baran(sia,a yan( idak benar ,ermulaan kehendaknya, nis3aya idak akan selama ,ada kesudahan akiba nya*

Kno NK H H eJDEFK WXFf Co JK H XFJVP ca H FS bS DEFKWXFf CJoK CH FJVP p


9adilah kamu oran( yan( benar dalam rahasiamu nis3aya en(kau men#adi oran( yan( fasih di en(ah keramaian*

QH DFHWK P FfH H FJV H _H LFKno NS ^DEFKH H K gFK JTH ZJDEFP H H H LFK JTH ZJDEFKH H K gFK IH RH eJDEFP H H QJoH TH UFHS TP kFH N TH kFJVH _H L
Baiknya amal karena baiknya ha i dan baiknya ha i karena baiknya nia * Baran(sia,a yan( ulus dalam nia nya maka hasilnya akan mulus, dan baran(sia,a yan( keruh nia nya akan keruh ,ula hasilnya* <asulullah pernah bersabda ?

\ J]P ^K _J`P RJDEH LFH\ J]P ^K _J`P RJDEFN K FEJ]P cH T H FH \J]P RK TJ P RJDEH LFH \J]P RK TJ P RJDEFN K FEJ]P cH TH FKh fN ^DEF IP p K FEJ]P cH T H FH \ J]P TK _fH eJDEH LFH \ J]P TK _fH eJDEFN K FEJ]P cH T H FH \ J]P RK DfH eJDEH LFH \ J]P RK DfH eJDEFN K FEJ]P cH TH @ABCDEFGFmbH H kFKWXFH\J]P K TJP RJDEH LFH\J]P K TJP RJDE
&Semua manusia akan han3ur ke3uali oran( yan( berserah diri ke,ada Allah 0muslim1, semua oran( muslim akan han3ur ke3uali oran( beriman, oran( beriman akan han3ur ke3uali oran( "alim, dan oran( yan( alim akan han3ur ke3uali yan( men(amalkan ilmunya, dan oran( yan( beramal akan han3ur ke3uali yan( ulus* 5an oran( yan( ulus dalam bahaya*) 6al,Hadits7> !anusia yang tulus "iwanya mudah dikenali9 dan diakrabi> Karena memandang %rang lain sebagai anugerah9 bukan an&aman> Berbeda dengan %rang muna.i29 lain di hati lain pula yang di kepala dan yang diperlihatkan> !anusia muna.i2 itu s%s%k yang bert%peng sepuluh 6dasamuka9 bhs> (awa7> .ek bagi pelakunya adalah mudah tersinggung 6kulla sha-iha in "alaihim7 keragu,raguan 6raybah79 kebimbangan 6idza ra-ai a u!#ibuka a#saamuhum7> )rang yang ikhlas itu9 tidak menyimpan agenda tertentu untuk mengambil sesuatu dari %rang lain> $etapi bahkan ia ingin berbagi dan memberi 6i sar79 sebanyak mungkin> Keikhlasan menimbulkan "iwa yang tenang 6 huma!ninah7> )rang yang ikhlas itu bahkan menyimpan rapat,rapat amalnya sebagaimana ia merahasiakan aibnya> Sabar di jalan da%wah

JbK JfH XFH S gH bK DH L


5an un uk memenuhi 0,erin ah1 Tuhanmu, bersabarlah 'akni9 bersabarlah atas gangguan kaummu9 untuk meraih ridha Allah> brahim an,Nakhai mengatakan ? bersabarlah dalam pemberianmu 6sedekahmu7 itu hanya karena mengharap ridha Allah semata> Ash-shabru qarinul yaqin 6sabar itu temannya keyakinan7> $idak ada keyakinan 6iman7 "ika si.at sabar ini belum tumbuh dalam diri kita> &5an +ami #adikan di an ara mereka i u ,emim,in-,emim,in yan( memberi ,e un#uk den(an ,erin ah +ami ke ika mereka* 5an adalah mereka meyakini aya -aya +ami*) 6-S as,Sa"dah ? xw7> bnul (au:i mengatakan ? Ayat ini peringatan untuk suku -uraisy sesungguhnya kalian "ika taat dan beriman kepada,Ku9 Aku "adikan diantara kamu sebagai pemimpin> ni termasuk bentuk penghargaan terhadap bangsa -uraisy yang

memiliki k%mitmen terhadap kebenaran> Adapun kabilah -uraisy yang durhaka tetap memper%leh a:ab dari Allah>

GFfo K H bP FE BJH UFH\ fH pFJ]H DH LFJWK fH eJTK DFP fN ^DEH LFfo K HH FE B JH UFH\ fH pFJ]H DH LFKnH UfN TK DFP nN ^H JDH E @ABCDE
&Sur(a i u berhak ba(i oran( yan( ,a uh sekali,un dari suku 8absyi 0berkuli hi am kelam1 dan 4eraka i u berhak ba(i yan( durhaka be a,a,un berasal dari kabilah Quraisy*) 6al,Hadits7>

BAB II

m@cBCD[oEY
TABIAT JALAN DAKWAH Dalam ka&amata al,-uran 6fi dhaw!il Qur!an79 se%rang mukmin akan menghadapi musibah yang tidak disenga"a9 karena &%baan itu datangnya di luar peren&anaanya9 yaitu ketakutan9 kelaparan9 kekurangan harta dan "iwa9 kematian %rang yang di&intainya9 kekurangan buah,buahan> Dan Allah akan memberikan kabar gembira bagi yang menyikapinya dengan sabar> Bahkan Allah men"an"ikan kepadanya shalawat9 rahmat dan petun"uk menu"u "alan kebahagiaan 6-S al,Ba2arah ? 3yy,3y47> Keluhan9 ratapan sese%rang ketika ditimpa suatu penyakit akan menghapus d%sa9 dan di"amin terkabul apa yang men"adi perm%h%nannya 6al,Hadits7> Selain k%ndisi sakit9 d%a sese%rang ada kemungkinannya ditunda bahkan dit%lak> Dan musibah lain yang diakibatkan %leh sesuatu yang senga"a dipilih dan pahalanya lebih besar9 yaitu memilih "alan slam yang se&ara sunna ullah akan dihadapkan dengan berbagai ma&am rintangan9 ter%r se&ara .isik dan mental dari musuh9 tekanan se&ara psikis dari keluarga9 rayuan9 k%nspirasi "ahat9 intimidasi9 .itnah9 menghadapi masa,masa sulit 6fa ra u al-idh hihad79 pen"ara9 pembunuhan9 dll>

H JMH JDEFP [P YJONH _FJ[P cK T JH FJVK _FEJ]H TH kFHVJAK N DEFP IH H _FJ[P cK aJMA H FfNRH DL H FH nN ^H JDEFE]P TP kJBH aFJ\H lFJ[P O J KH FJH l bJ H FN \K FH H lFKuEFP bJ H FH OH _FEJ]P ^H _sFHVJAK N DEH LFP rJ]P N bDEFH rJ]P ZH AFN OH FEJ]P DK JDP H LFP sN bN DEH L 6x3wFqFbZDEtF JAK bH FKuE
&A,akah kamu men(ira bahwa kamu akan masuk sur(a, ,adahal belum da an( ke,adamu 03obaan1 seba(aimana halnya oran(-oran( erdahulu sebelum kamu- 2ereka di im,a oleh mala,e aka dan kesen(saraan, ser a di(on3an(kan 0den(an berma3am-ma3am 3obaan1 sehin((a berka alah Rasul dan oran(oran( yan( beriman bersamanya . Bilakah da an(nya ,er olon(an AllahIn(a lah, sesun((uhnya ,er olon(an Allah i u deka *)7 -S al,Ba2arah ? x3w7> 0ihat "uga? -S al,Ankabut ? x{ Ali mr%n ? 3wx{ at,$aubah ? xw{ al,Buru" ? w,7> !enurut riwayat dari bnul !und:ir dan bnu (arir dan Abdurra:a29 bahwa -atadah menerangkan sesungguhnya ayat ini turun ketika kaum sekutu yang terdiri dari kaum ka.ir -uraisy9 'ahudi Bani -urai:hah dan kabilah,kabilah Arab mengepung !adinah9 yang dikenal dengan Perang Khanda2 6parit7 atau Perang Ah:ab 6pasukan sekutu7> Nyaris !adinah dikuasai musuh> Surat al, Ah:ab diturunkan untuk mengenang peristiwa itu> bnu Abas berkata ? Ayat ini peringatan bagi %rang,%rang yang beriman kepada Allah bahwa dunia ini adalah lahan u"ian dan &%baan> =%baan adalah sunna ullah bagi kehidupan %rang,%rang beriman> Para Nabi "uga mengalami u"ian yang tidak kalah beratnya9 untuk membersihkan mereka supaya men"adi shafwa ullah 6pilihan Allah7>

Nabi,nabi bani srail ber"umlah 4v %rang9 dibunuh %leh kaumnya sendiri> Hampir semua Nabi diusir dari negerinya sendiri> brahim dibuatkan tempat pembakaran khusus %leh kaum paganisme> Nabi Nuh diperintahkan %leh Allah membuat perahu untuk menyelamatkan %rang,%rang yang beriman> Nabi ~akariya yang sudah setua itu digerga"i kepalanya> Kaum beriman sesudah mereka "uga mengalami u"ian yang sama 6-S al,Buru" ? w,7> Penganut tauhid di Arab Selatan 6ashhabul ukhdud7 digalikan lubang dan dipaksa untuk memasukinya9 serta disiram dengan minyak dan dibakar> Sebabnya9 hanya karena mengakui bahwa tiada $uhan selain Allah sa"a> Nabi "uga pernah men&eritakan se%rang anak yang menyerukan tauhid dan seruannya menyinggung hati ra"a yang :halim9 yang kemudian memasukkannya ke hutan supaya men"adi mangsa binatang buas9 tetapi pulang dengan selamat> Setelah itu ia disiksa dengan berbagai ma&am siksaan9 tetapi tetap pada pendiriannya> Akhirnya dia berkata9 &Tuan- uan bisa membunuh saya hanya den(an anak ,anah ini, maka sebelum mele,askan anak ,anah ke ubuh saya sebu lah nama Allah, Tuhan anak ini 0bismillah wa rabbil (hulam1*) Semua %rang menyebut nama Allah9 dan anak itu terbunuh> !aka9 berimanlah seluruh rakyat di negeri itu> Se%rang anak yang ber"iwa tauhid9 nyawanya dik%rbankan untuk meng, slam,kan mereka> #"ian itu mengenai %rang yang menapaki "alan iman9 baik se&ara indi8idu maupun se&ara k%lekti.>

-EH K ]H YN DfK gFP fN ^DEFKiN P L H FKK fH cH RJDfK gFP nN ^H JDEFKiN P


(adi9 "alan menu"u surga itu dikelilingi %leh sesuatu yang kita ben&i 6makarih7 dan neraka itu diliputi %leh sesuatu yang membangkitakan na.su syahwat>

bJRH JDEFH TH UFK K gfH ZJDfH pFKQ ^ K JAK Bg K FP S H RO HP RJDEF\ fH _H FKW aJMH AFqF[ T LFQo TUFuEFT FrfL BRlFELt
<asulullah pernah bersabda9 &Akan da an( sua u masa seoran( yan( ber,e(an( e(uh den(an a(amanya se,er i meme(an( bara a,i*) 6H< Ahmad7>

\fH o JH H LFPQP TK afH ZP AF bK XfH pH LFPQP H JH AF K XfH ^P _H LFP B P PJCH AF VK _J`P _FqFH BK EH B H FKJRH kFHVJog H FPVK _J`P RJDH E @ABCDEFGFP QP UK fH ^P aF JH L H FP Q TK P A
&Fran( mukmin i u senan iasa berada di an ara lima an3aman bera . 2ukmin yan( menden(kinya, munafiq yan( memben3inya, kafir yan( memeran(inya, sye an yan( menyesa kannya, nafsu yan( melawannya*) 6Hadits ini dikeluarkan %leh Abu Bakar bin 0ai dari Anas bin !alik9 di dalam 2akarim al-Akhlaq7> &Fran( yan( ,alin( bera 3obaanya adalah ,ara 4abi, kemudian oran( yan( ,alin( baik sesudahnya, kemudian oran( yan( ,alin( baik sesudahnya* Sesun((uhnya Allah a,abila men3in ai sua u kaum, ,as i 5ia men(u#i mereka* Baran(sia,a yan( rela 0den(an 3obaan1 i u maka mereka akan menda,a keridhaan-4ya, dan barn(sia,a yan( ben3i 0ke,ada 3obaan i u1 maka ba(inya kemurkaan-4ya*) 6al,Hadits7

[RetBHa fRDEFV_F[lFnZAbDE
#etodologi dak(ah penting di anding muatannya B%JAK&A'A

[QLtBCD[ZXRBC?
'A&%+AT 3A'G BA%K

MXZNBCDXKV
ME%0(0L0GI (A&1AH

[YD]ZUFBFTUFhf^DEFE]RTp
Ber i.aralah dengan manusia sesuai kadar pikiran mereka

[QLtBCD[BvHkRBC
$0BAT 2B30KT%FBA"G-#0'TAT%F

BAB III

MXZNBCDXKV
METDLGI DAKWAH

VH JH lFHW K FJW K ON DfK gFJ[ P YJDK fH jL H FK nH ^H H CJDEFK nH K UJ]H RJDEH LFKnH RJcK CJDfK gFH S gH FK IJo K H FH DK FP JP E 63xyFqFIC^DEt
&Serulah ke,ada #alan Tuhan en(kau den(an kebi#aksanaan dan ,en(a#aran yan( baik, dan ban ahlah mereka den(an 3ara yan( lebih baik*) 6-S an,Nahl ? 3xy7> Ayat diatas mengandung tuntunan9 a&uan praktis met%d%l%gi dalam berdakwah> !et%d%l%gi berdakwah 6uslubud da!wah7 merupakan aspek yang urgen dalam membantu keberhasilan di medan dakwah> Sekalipun materi dakwah &ukup baik9 disampaikan pada m%mentum yang tepat9 tetapi mengabaikan met%d%l%gi yang benar mustahil akan men&apai target akhir dakwah yang dipr%gramkan> )leh karenanya9 di samping se%rang dai membekali diri dengan stabilitas psik%l%gis yang mantap dan ilmu yang luas9 yang lebih penting adalah memahami heter%ginitas dan latar belakang serta k%ndisi riil bidang garapan dakwahnya 6dirasah maidaniyah79 dengan harapan bisa memberikan in,u sesuai dengan sasaran yang ditu"u9 in.%rmasi yang selaras dengan kebutuhan .itrahnya> *Sampaikan dakwah ini kepada ummat sesuai dengan kapasitas pemikiran mereka>+ 6khaa hibun naasa "alaa qadri "uquulihim7> !aksud ayat diatas adalah ? Serulah manusia9 hai !uhammad9 kepada dinullah 6agama Allah7 dan syariat,Nya yang su&i dengan uslub 6gaya7 yang bi"aksana9 halus dan lembut9 yang bisa memberikan kesan dan pengaruh yang signi.ikan kepada mereka 6bimaa yu-a s siru fiihim wa yan#a!u79 bukan dengan &ara yang keras dan kasar 60ihat? Shafwa u Tafasir ? 3w7> Sebagaimana dakwah dengan sikap lemah,lembut yang diperagakan %leh !usa dan Harun ketika menga"ak ra"a /iraun ke "alan slam>

FH H FPQ N K FH\ J]H UJbK XFHDK FfH H JK EFFJ K bJpK FKW XFfHo K ^a H FH H LFJW O KH AH MK gFH J]P kH lH LFHi JH lFJ H JK E LH lFfH^JoH TH UFHP bJH AFJ\H lFPdfH H FfH^N K FfH^N gH FHfH FFHJH AFJLH lFP bN pH H OA H FPQN TH eH DFf^o SH DF J]H FPQH DFH J]P ZH X 6w},wxFqFQtFH H H lH LFP H RJH lFfH RP cH eH _FJW^ KN K FfH XfH a H FH FHrfH FFH JA H FJ\H l
&Per(ilah kamu bersama saudaramu den(an membawa aya -aya -+u, dan #an(anlah kamu berdua lalai dalam men(in(a -+u* Per(ilah kamu berdua ke,ada 7ir!aun, sesun((uhnya dia elah melam,aui ba as* 2aka berbi3aralah kamu berdua ke,adanya den(an ka a-ka a yan( lemah lembu , semo(a ia in(a a au aku * Berka alah mereka berdua . 'a Tuhan kami, sesun((uhnya kami khawa ir bahwa ia se(era menyiksa kami a au akan ber ambah melam,aui ba as* Allah berfirman . 9an(anlah kamu berdua khawa ir, sesun((uhnya Aku bersama kamu berdua, Aku menden(ar dan meliha *) 6-S $haha ? wx,w}7>

Dakwah disini berisi seruan terhadap manusia yang diselimuti berbagai kegelapan keka.iran 6zhuluma ul kufri7 agar mereka kembali kepada &ahaya iman 6nurul iman79 menapaki "alan yang lurus9 yaitu dienul haqq9 agama yang benar> Sehingga .itrah manusia terlindungi dari berbagai k%ntaminasi ide%l%gi9 budaya9 kebiasaan9 p%la pikir dan p%la sikap yang tidak slami> Dalam melakukan tugas dakwah 6wazhifa ud da!wah7 dia"arkan %leh al,-uran menggunakan tiga met%de Per a!a< al-hikmah* 'aitu9 dengan pendekatan yang bi"aksana> !engedepankan akal budi yang mulia9 dada yang lapang 6insyirahush shadri79 hati nurani yang bersih dari interes pribadi dan kepentingan lain,lain> Dengan met%d%l%gi ini diharapkan mempunyai daya tarik tersendiri 6ma(ne ,ower7 manusia menu"u kepada inti 6#auhar7 a"aran slam9 yakni auhidullah 6mengesakan Allah7> 8ikmah terkadang dimaknai sebagian %rang dengan .ilsa.at> Padahal hikmah itu inti .ilsa.at9 lebih halus dari .ilsa.at> /ilsa.at hanya di"angkau %leh %rang yang terlatih ke&erdasannya dan lebih tinggi &ara ber.ikir dan berl%gika> Sedangkan hikmah bisa dipahami %leh %rang yang belum ma"u &ara ber.ikirnya9 namun tak bisa dibantah %leh %rang yang wawasannya lebih luas> 8ikmah tidak sebatas u&apan 8erbal9 tetapi "elmaan dari tindakan dan sikap hidup> Ke6ua< al-mau!izha ul hasanah* Bermakna penga"aran atau pesan,pesan yang baik9 yang disampaikan sebagai nasehat> Sesungguhnya bentuk nasihat itu hanya ada dua> Per ama, nasihat yang selalu berbi&ara9 yaitu al,-uran{ dan nasihat yang senantiasa diam9 yakni kematian 6al-mau 7> Nasihat yang baik ini bentuk pendidikan yang tersendiri> Nasihat %rang tua berupa praktek kehidupan keagamaan di dalam rumah tangga se"ak ke&il sebelum si anak terpengaruh %leh a"aran,a"aran yang lain akan memiliki pengaruh yang penting dalam pembentukan serta pewarnaan kepribadiannya9 kelak di kemudian hari> Sebab9 &%nt%h beragama se"ak usia dini akan membekas ketika kelak men"adi dewasa> Ke .0a< #adilhum bil-la ii hiya ahsan* Bantahlah mereka dengan &ara yang lebih baik> Kalau ditemukan bantahan dan tukar .ikiran 6p%lemik79 maka perlu ditempuh "alan yang sebaik,baiknya> !embi&arakan pers%alan yang diperdebatkan dengan ber.ikir %byekti. dan hati yang "ernih> !enghindari u&apan yang menyakitkan dan melukai perasaannya> $etapi ditun"ukkan bukti,bukti dan argumentasi yang ilmiah dan bisa menggungah akal .ikiran dan perasaannya9 sehingga mereka melihat hu##ah 6alasan7 yang tak terbantahkan> &9an(anlah kamu berdeba den(an Ahli ki ab, melainkan den(an 3ara yan( ,alin( baik, ke3uali den(an oran(-oran( zhalim di an ara mereka*) 6-S al, Ankabut ? w}7>

'akni "angan menyeru Ahli Kitab kepada slam dan berdiskusi dengan mereka dalam urusan agama ke&uali dengan pendekatan yang baik seperti mega"ak merenungkan ayat,ayat Allah9 dan memberikan peringatan dengan mengemukakan alasan,alasan dan pen"elasan,pen"elasan,Nya 60ihat? Shafwa u Tafasir 9 hal> w}x7> mam Al,/ahkr mengatakan ? Sesungguhnya %rang musyrik datang dengan membawa kemunkaran maka layak untuk dihadapi dengan perdebatan yang lebih keras9 dengan mamatikan pemikirannya se&ara telak dan mematahkan pemahamannya yang keliru terhadap slam> Adapun terhadap Ahli Kitab9 karena mereka beriman dengan turunnya kitab,kitab dan diutusnya para <asul9 mengakui kenabian !uhammad9 maka berdebat dengan mereka dengan &ara yang lebih santun dan se"uk ke&uali %rang,%rang yang :halim diantara mereka yang menetapkan anak untuk Allah9 dan pernyataan mereka tentang $rinitas9 maka mereka harus dia"ak berdial%g dan berdebat dengan pendekatan yang lebih "elek9 mematahkan pendapat mereka dan mengungkap ke"ahilan mereka 6Shafwa u Tafasir 9 hal> w}w7> Ketiga met%d%l%gi dakwah diatas sangat diperlukan di segala tempat dan masa> Karena dakwah itu a"akan dan seruan membawa manusia menu"u "alan yang lurus 6shira al mus aqiim79 bukan pr%paganda 6di!ayah79 sekalipun pr%paganda itu terkadang men"adi alat dakwah> Dakwah lebih mengedepankan usaha meyakinkan9 sedangkan pr%paganda lebih &enderung memaksakan kehendak> Dakwah dengan &ara paksaan akan melahirkan ketaatan semu 6kemuna.ikan7> Dakwah membangun kesadaran manusia dengan disentuh p%tensi dasar yang dimiliki9 yaitu pendengaran9 penglihatan dan hati> Karena membangun k%mitmen dan kesadaran beragama itu tidak b%leh ada pemaksaan kehendak 6-S al,Ba2arah ? xy}7> Kebenaran dan kesesatan itu telah "elas perbedaannya> #rusan memberi petun"uk dan menyesatkan sese%rang adalah wewenang Allah semata> Se%rang dai sebatas penyampai pesan 6muballi(h79 pembuka pintu hidayah9 bukan pemutus perkara benar dan salah 6hakim7> nilah ped%man9 tuntunan dakwah di tengah,tengah kehidupan masyarakat> Berdakwah di tengah,tengah berbagai aliran pemikiran9 upaya peragu,raguan 6 asykik79 pembaratan 6 a(hrib79 peperangan pemikiran 6al-(hazwu al-fikri79 usaha,usaha men"auhkan pemeluk slam dari agamanya 6 ab!id79 dan menawarkan kehidupan skuler 6laa-diniyyah79 memerlukan .%rmat dakwah yang lebih menarik9 sesuai dengan tingkat kebutuhan se"arah dan :amannya> Dakwah dengan &ara k%n8ensi%nal tentu tidak menarik di kalangan masyarakat m%dern9 yang lebih ma"u &ara ber.ikirnya> $etapi kita harus yakin sesungguhnya setiap a"akan yang luhur pasti akan ada yang meresp%n 6likulli da!wa in mu#iib7>

FF_bODELFLEF]glLFBRlFELtFKQK TK UfH XFK bJjH lFP IJK _FP QH TH XFm bJoH kFH TH UFN r H FJVH _
&Sia,a yan( menun#ukkan ,ada sua u kebaikan, maka ba(inya se,er i ,ahala oran( yan( men(er#akannya*) 6H< Ahmad9 Abu Daud dan at,$irmid:i7>

Ketiga met%d%l%gi dakwah yang -urani diatas akan tetap berlaku menurut perkembangan :aman dan pemikiran manusia9 karena pada dasarnya met%de dakwah dengan hikmah9 nasihat yang baik9 bantahan yang l%gis akan selalu memper%leh tempat yang layak di benak publik>

[AbcDEF\sbZDE
A,B=-"A4'-, KA"%#

]^DEF@ABCDE
+A$%T&B+A$%T& 'AB% &A;

nA]^DEFboDE
&0JA"A+ +%$-P 'AB% &A;

nXfZDEF[TUFF\EBoRDEFnE fCDEL
#0'G0'A, #0$A' 1 &0'% & B-$A3A

AfODEF[TU ^DEF[TU

%,#- &0JA"A+

%,#- J%;A 1 P&%K2,2G%

~ZCNBCD[\HA
1A1A'AN (A"I

noXEb DEF[TU
G02G"AF% 1 %,#- B-#%

kEF[TU
%,#- AK+,A=

RORDEF[TU
&2&%2,2G% 1 %,#- K0#A&3A"AKATA'

nfoDEF[TU
%,#- P2,%T%K

]ZDEFn D
BA+A&A $A0"A+ 1 ,2KA,

\fAEFnfZ_F[TU
%,#- P0"BA'$%'GA' AGA#A

BAB I4

~ZCNBCD[\HA
WAWASAN SERANG DA7I Ada ungkapan yang mengatakan ?

QJoK JeA P FH FK JWN DEFP BK fH X


'an( idak memiliki sesua u idak akan bisa memberikan sesua u* Se%rang dai yang lemah spirit dan kurang wawasannya9 disamping ia tidak bisa mempengaruhi dirinya9 lebih berat lagi memberikan pen&erahan pada tataran %byek dakwah 6mad!u7> Se%rang daidaiyah yang adalah diter"unkan untuk manusia 6ukhri#a linnas79 maka ia dituntut memiliki bekal ilmu 6zaadul ilmi7 yang membantunya dalam memahami seluk,beluk9 karakter dasar manusia dari masa ke masa> &Berbi3aralah ke,ada manusia sesuai den(an kadar ,en(e ahuan mereka*) 0al-8adi s1* )rang lain mempersepsikan sesuatu kepada kita9 tergantung kepada strategi pen&itraan kita> (ika kita berhasil meyakinkan %rang dengan &itra diri kita9 maka hal ini adalah pendukung utama dalam kesuksesan misi dakwah yang kita bawa> nilah kendala yang terbesar dalam dakwah> (ika kita meneliti semua re.erensi tentang fiqh dakwah dan harakah, maka yang di"adikan .%kus perhatian dalam garapan dakwah adalah dai itu sendiri9 bukan massa yang akan direkrutnya> Kepribadian dai memiliki magnit 6daya tarik7 dan a sarun fa!aal 6pengaruh yang signi.ikan7 dalam mempengaruhi %rang lain> Dukungan 8ertikal dan h%ri:%ntal 6akar rumput7 kepada dai tergantung kualitas hubungan 6i ishal7 dai kepada keduanya> (ika kita dekat kepada Allah9 Dia akan men%l%ng kita dan meneguhkan langkah,langkah kita> Demikian pula "ika kita berhasil menanamkan kebaikan9 birr9 ma!ruf di benak publik9 mereka akan mendukung kita minimal lewat d%anya> &Sesun((uhnya kalian di olon( oleh oran(-oran( lemah dian ara kamu) 6al,Hadits7> )rang tidak sekedar melihat idealisme kita9 tetapi se"auhmana kualitas &ara,&ara ker"a slam kita 6amal Islami7 kita dalam realitas kehidupan> )rang menilai kita terhadap apa yang bisa kita berikan dan peran apa yang bisa dimainkan kepada mereka> !enurut !uhammad Abduh9 dalam Tafsir al-2anaar9 ada 33 bidang ilmu pengetahuan 6 saqafah7 yang perlu dikuasai %leh se%rang dai dalam melaksanakan tugas dakwah> Dengan pengetahuan luas akan mendukung keberhasilannya dalam mengantisipasi berbagai kendala 6 ribulasi7 yang ditemukan di medan dakwah> Per a!a< al-Quran, al-8adi s L Sirah 4abi* Se%rang dai dituntut menguasai dengan sempurna kemana ummat ini akan dibawa> a harus faqih terhadap buku induk dakwah9 yaitu al,-uran dan al,

Hadits> Kemudian9 ia harus mengetahui pula tangan pertama yang menerima9 memberikan interpertasi dan mengaplikasikan al,-uran{ mengetahui sunnah <asulullah shalla-llahu "alaihi wa sallamK memahami se"arah per"uangan beliau dan para sahabatnya yang utama 6Abu Bakar9 #mar9 #tsman9 dan Ali bin Abi $halib radhiyallahu "anhum7{ mengetahui se"arah kehidupan pengikut beliau yang setia untuk di"adikan &%nt%h 6li - a!assi7> Setelah para sahabat meninggal9 adalah generasi Tabi!in dan Tabi!i Tabi!in9 setelah itu para fuqaha!> (ika fuqaha! tidak ada maka kita men&%nt%h ulama! "amilun 6para ulama yang mengamalkan ilmunya untuk tegaknya syariat7> Ke6ua< Ilmu E hnolo(i* lmu pengetahuan ini adalah wawasan tentang keadaan %byek dakwah 6mad!u7> Disini men&akup iklim9 pengalaman9 kebiasaan9 pendidikan mereka> Ketika <asulullah meninggal9 para sahabat berselisih dalam menentukan siapa yang berhak menggantikan beliau 6khalifah7> Setelah dua hari mengadakan rapat se&ara marat%n9 akhirnya disepakati Abu Bakar sebagai pengganti <asulullah shalla-llahu "alaihi wa sallam* Sekalipun semula ada suara yang menentang pilihan itu9 tetapi pada akhirnya semua g%l%ngan dan etnis menerima sahabat yang digelari ash,Shiddi2 itu> Semuanya mengetahui bahwa sahabat seni%r yang menemani Nabi di Gua $sur itu memahami se&ara mendalam adat istiadat semua kabilah Arab> Abu Bakar tidak sekedar ha.al nama,nama mereka9 tetapi memahami perbedaan perangai mereka se&ara mendetail> Seperti perumpamaan kita sekarang9 mengetahui watak %rang Batak9 !inangkabau9 Sunda9 (awa9 Bugis9 Ban"ar9 dll> Ketika timbul pember%ntakan di mana,mana9 sehingga beberapa %rang daerah yang "auh menyatakan lepas dari k%mand% pusat pemerintahan9 dan mendakwakan dirinya sebagai Nabi sepeninggal <asulullah9 yaitu !usailamah al,Kad:d:ab9 al,Aswad al,1Ansi9 Sa""ah binti al,Harits dan !alik bin Nuwairah> Abu Bakar dengan berani dan tegas memadamkan api pember%ntakan itu9 sekalipun #mar bin al,Khaththab yang dikenal pemberani itu masih ma"u, mundur> Wawasan Abu Bakar tentang etn%l%gi 6ilmu etnis7 suku,suku Arab itu yang mendukungnya9 sehingga berhasil meredam ge"%lak itu dengan sukses> Beliau mengerti kabilah mana yang harus ditundukkan dengan paksa9 dipl%masi dan gertak sambal> ni dalam dakwah dikenal dengan ilmu etn%l%gi> Ke .0a< Ilmu Se#arah* Se%rang dai harus mengetahui se&ara gl%bal sumber ilmu se"arah> Dari mana mun&ulnya kerusakan akhla29 adat istiadat yang meng%t%ri ke&erdasan ber.ikir setiap bangsa> !engapa suatu bangsa itu ma"u berkembang9 kemudian tenggelam ditelan %leh :aman> Al,-uran sering mengungkapkan se"arah timbul dan tenggelamnya ummat sebelum kita> Kee!pa < Ilmu 9iwa* lmu ini penting untuk menghadapi k%ndisi ke"iwaan sese%rang atau kel%mp%k> Sese%rang yang menyampaikan pesan kepada %rang lain hanya men%n"%lkan ilmu tanpa mendalami ke"iwaannya akan menemui kegagalan>

Se%rang pr%.ess%r di Perguruan $inggi belum tentu berhasil menga"ar %rang yang buta budaya dan buta aksara> a mungkin wawasannya luas9 tetapi belum tentu mengetahui k%ndisi pendengarnya> Dengan mengetahui heter%genitas %byek dakwah9 se%rang dai akan menyampaikan misi dan 8isinya dengan tepat9 bi"aksana> tulah sebabnya dikatakan9 &Heramailah manusia sesuai den(an kadar ,emikirannya*) Kel.!a< Ilmu Bumi* Se%rang dai akan merintis dakwah di l%kasi tertentu9 sudah tentu ia harus mengetahui peta dakwah yang akan men"adi garapan dan lahan dakwanya> a harus mengetahui se&ara garis besar tata k%ta medan dakwah yang akan diter"uni> mengetahui mana sungai dan pegunungannya9 bagaimana tabiat dan iklimnya> Berbekal pengetahuan ini para sahabat dahulu bisa berhasil dalam penaklukan beberapa negeri 6fu uha ul bilad7> mam Sya.ii berubah .atwanya setelah pindah dari Baghdad ke !esir9 karena perbedaan k%ndisi se&ara keseluruhan kedua negeri itu> Pengaruh sungai9 padang pasir9 adat istiadat9 sehingga .atwa di tempat tinggalnya yang pertama tidak berlaku di kediamannya yang baru> )leh karena itu9 beliau dikenal mempunyai Qaul Qadim 6.atwa lama7 dan Qaul 9adid 6.atwa baru7> Sebab9 keadaan di rak berbeda dengan k%ndisi di !esir> Keena!< Ilmu Akhlaq* lmu akhla2 ini mengupas tentang perbuatan yang ter&ela dan terpu"i> $etapi akhla2 ini tidak sebatas pengetahuan tetapi perlu diperagakan di medan kehidupan> Keteladan dai lebih banyak men%l%ng keberhasilannya dari pada wawasannya> Sekalipun ilmu se%rang dai sundhul lan(i 6setinggi langit79 tetapi tidak dibarengi dengan akhla2 yang baik9 ilmu itu akan men"adi bumerang baginya 6hu##a un "alaihi7> Banyak dai yang gagal karena pers%alan budi pekerti> Sebab9 pendapat umum 6,ubli3!s o,inion7 mengatakan bahwa penyeru kebaikan itu terkesan tidak b%leh salah> Dai harus lebih baik dari pada mud!u, nya> Sekali lan3un( ke u#ian, selamanya oran( idak akan ,er3aya la(i9 memin"am pepatah Bahasa nd%nesia> Ke ujuh< Ilmu Sosiolo(i* lmu masyarakat adalah suatu bidang ilmu pengetahuan yang hidup dan selalu mengalami perkembangan yang dinamis> Sebab ia mengka"i dan menyelidiki sebab,sebab kema"uan dan kemunduran suatu bangsa{ timbul tenggelamnya masyarakat dari masa n%maden 6badawi7 sampai men"adi masyarakat yang berbudaya 6madani7{ mengapa masyarakat berkembang9 kemudian layu sebelum berbuah> lmu s%si%l%gi berkaitan erat dengan ilmu se"arah dan akhla29 bahkan bersumber dari keduanya> Ada yang mengatakan bahwa se"arah itu akan berulang> 'akni perangai serta tingkah laku manusia akan berulang> )rang,%rang dahulu bisa "aya karena k%mitmen dengan nilai,nilai m%ral9 dan "atuh karena mengabaikan nilai idealisme itu> Bapak s%si%l%gi slam adalah bnu Khaldun>

Ke6elapan< Ilmu Poli ik* lmu siyasah 6p%litik7 ini penting dikuasai se%rang dai9 untuk mengetahui di :aman apa dia hidup> a akhirnya mempunyai sikap p%litik terhadap sistem pemerintahan yang ada> (ika dai buta p%litik9 akan men"adi k%rban p%litik dari para p%litikus> )leh karena itu materi dakwah yang disampaikan <asulullah di !akkah berbeda dengan di !adinah> Dalam slam dikenal dengan .ase !akiyah dan .ase !adaniyah> Ke/e!-.lan< /u(ha ul Qaum 0bahasa obyek dakwah1* !enguasai bahasa daerah tempat berdakwah diperlukan supaya dapat menyelami lubuk "iwa yang mempunyai bahasa tersebut> Bagaimanapun "alim, nya sese%rang tetapi tidak mengetahui bahasa pendengarnya bagaikan %rang yang bisu> Sehingga kamunikasi antara keduanya tidak lan&ar> )rang Arab mengatakan9 &Baran(sia,a yan( men(e ahui bahasa kaum, nis3aya ia erle,as dari makar-nya*) Ke/epuluh< Ilmu +esenian dan +ebudayaan* Pengetahuan akan seni dan budaya %byek dakwah akan membekali se%rang dai untuk tidak bersikap is i!#al 6gegabah7 dalam menentukan hukum seni dan budaya> (ika pers%alan ini tidak dikuasai bisa sa"a ia men"adi tersudut dalam pergaulan masyarakat hanya karena pers%alan yang tidak prinsip> Ketidaktahuan dai dalam masalah kesenian dan kebudayaan setempat se&ara mendalam9 bisa "adi men"adi batu sandungan tersendiri dalam membangun keterbukaan dengan mereka> Sehingga hanya pers%alan sepele men"adi pr%blem yang serius> Ke/e-ela/< Ilmu 2uqarana u al-Adyan 0illmu ,erbandin(an a(ama1* !engetahui p%k%k,p%k%k perbedaan agama,agama di dunia ini penting9 agar wawasan dai itu berkembang> slam itu tidak dim%n%p%li satu mad:hab dan satu ummat sa"a9 tetapi %rang yang berbeda dengan kita "uga merupakan lahan dakwah yang strategis> Sesuai dengan karakteristik slam yang kaffa an lin-nas dan rahma an lil-!alamin9 maka se%rang dai harus memiliki persepsi bahwa ia sesungguhnya ditugasi %leh slam untuk menga"ak ke semua lapisan etnis9 suku9 bangsa9 aliran> Dai tidak sekedar pemimpin ummat slam9 tetapi pemandu manusia semuanya menu"u "alan yang diridhai %leh Allah> Akhirnya9 dai itu akan sukses bergaul tidak sa"a di masyarakat h%m%gen9 tetapi berhasil pula berinteraksi dengan masyarakat yang heter%gen dan pluralistik> Dengan bekal ilmu tersebut se%rang dai akan luas pergaulannya9 tidak eksklusi.> Kehadirannya diterima %leh semua unsur dan g%l%ngan di masyarakat> <asulullah sendiri berhasil menaklukkan hati masyarakat Arab9 karena se"ak masa pemudanya mereka memberikan gelar keh%rmatan kepadanya al-Amin 6dapat diper&aya79 setelah beliau memimpin pr%yek ren%8asi Kabah karena serangan ban"ir>

Keluasan ilmu sangat mempengaruhi keberhasilan dai dalam melaksanakan tugas di medan dakwah> Syekh Abdul -adir al,(ailani bisa menaklukkan hati penduduk yang may%ritas bromo3orah karena keluasan ilmunya> Setiap pertanyaan yang dia"ukan kepada beliau di"awab dengan "elas dan tuntas> (awaban yang beliau berikan menghilangkan keraguan mereka> Wallahu a!lam bish-shawab*


PAKET 4I =

nUfRDEFnDf
Pr.n/.p Ja!aah

[ZHRkBC?D[SHSWCD[BHV_
PRIN'IP IMAMAH . 2AMA"AH

bZDE ,FnoDE
Ka(asan yang %slami

BoZeDE
A=%$A+

nAB^DEFFIlFFn_E neoRDE
-mat 1 Penduduk 1 Prajurit yang patuh

RORDE W_E

feDE
%BA$A+

nCafDEF]

foZDE ,Fn_f_E
Kepemimpinan

,F\]fZDEFFneAbDE ]OBDE
&yari4ah 1 Aturan main

foCDEFfY^_
&%&T0# K0+%$-PA'

BAB I

[ZHRkBCD[BHV_
PRINSIP JAMAAH Surat al-(atihah a at 6-7

J]H AFK K TH _FFK [JoK N bDEFKVH RJN bDEFFHVJoK RH DfH eJDEFS H FK uK FP BJRH CJDEFFK [JoK N bDEFKVH RJN bDEFK uEFK [ JK g VJAK N DEFHEH bK FFH [JoK ZH OJP RJDEFHEH bS DEFfH K BJE KFFP VJoK eO H J H FH fN AK H LFP BP Je H FH fN AK FFK VJAS BDE VJoS DN DEFH H LFJ[K Yo JH TH UFK J]P J H RJDEFKbo JH FJ[K YJoH TH UFHiJRH e JH l
&5en(an menyebu nama Allah 'an( 2aha Pemurah la(i 2aha Penyayan(* Se(ala ,u#i ba(i Allah, Tuhan semes a alam* 2aha Pemurah la(i 2aha Penyayan(* 'an( men(uasai hari ,embalasan* 8anya ke,ada-2% lah kami menyembah dan hanya ke,ada-2% lah kami mohon ,er olon(an*Tun#ukilah kami #alan yan( lurus* 0'ai u1 #alan oran(-oran( yan( elah En(kau anu(erahkan nikma ke,ada mereka bukan #alan oran(-oran( yan( En(kau murkai, bukan 0,ula #alan1 oran(-oran( yan( sesa *) Ma%na umum surat al-(atihah (ika al,/atihah adalah pembuka kitab al,-uran 6fa iha ul +i ab79 itu berarti segala kandungan dan makna al,-uran telah terangkum di dalamnya> $ema utama al,-uran berkisar pada masalah aqidah9 ibadah9 dan manha# hayah 1sistem kehidupan> Dalam surat al,/atihah dimulai dengan menyebut tema a9.6ah< yaitu al-hamdu lillahi rabbil "alamin, ar-rahmanir-rahim, maaliki yaumid-diin* Selan"utnya yang kedua9 bertemakan .-a6ah< yaitu iyyaka na!budu wa iyyaka nas a!in* Serta ketiga9 mempunyai tema !anhaj hayah< yaitu ihdina ash-shiraa haa al-mus aqim, dan shiraa ha al-ladziina an!am a "alaihim (hairi al-ma(hdhuubi "alaihim wa laadh-dhaallin* Pertama9 al,-uran menga"ak kepada aqidah9 lalu ibadah dan selan"utnya minha# hayah> Dalam al,/atihah kita dapatkan ketiga kandungan tema ini datang se&ara berurutan sekaligus> Dalam a"aran slam9 tema a2idah bukan semata,mata k%nsumsi %tak9 tetapi harus melahirkan hasil9 berbekas9 diwu"udkan dengan melaksanakan kewa"iban> Ketika mengenal Allah memiliki si.at rububiyah9 rahma 9 hisab, maka semua itu mengharuskan untuk beramal> Bert%lak dari sini9 surat al,/atihah dimulai dengan pu"ian kemudian menga"arkan ibadah9 meminta pert%l%ngan9 meminta hidayah agar selalu di atas "alan lurus> Surat ini "uga memperkenalkan Allah dan si.at rububiyah,Nya sekaligus menun"ukkan p%sisi kita9 yaitu beribadah kepada,Nya> P%r%s gerak ibadah itu ialah memu"i Allah al-hamdulillah9 beribadah kepada,Nya9 meminta pert%l%ngan dan mem%h%n agar k%nsisten ber"alan di atas sistem yang digariskan,Nya>

nti a"aran slam itu adalah ma!rifa ullah> Allah memperkenalkan diri,Nya sebagai Rabb 6pendidik alam7 dan 2alik 6pemilik79 al-2u!in 6pen%l%ng7 dan al8adi 6pemberi hidayah7> Asas a2idah adalah iman kepada Allah 6rabbul "alamin7 dan hari akhir 6maaliki yaumi ad-diin7> Kemudian asas ibadah adalah 6iyyaka na!budu7> Kata ganti iyyaka dikedepankan atas ker"a9 fi!il9 tentunya memberi k%n%tasi hanya itu> Dan asas ber"alan menu"u Allah 6 hariq ilallah79 adalah teladan yang baik yang telah di&%nt%hkan para Nabi9 shiddiqin9 syuhada!9 dan segenap %rang shalih> Al,/atihah "uga se&ara eksplisit memberikan isyarat kepada sumber penyimpangan9 inhiraf9 teladan "ahat %rang, %rang sesat> Surat al,/atihah dimulai dengan menyebut D:at yang berhak menerima pu"ian9 serta penyi.atan diri,Nya dengan si.at,si.at yang agung> Allah adalah pemilik segala urusan yang agung9 yang berhak dipu"i9 ditaati9 dimintai pert%l%ngan dalam segala pers%alan> D:at yang khusus itu dia"ak dial%g dengan si.at,si.at terpu"i dengan menyebut iyyaka 1hanya kepada,!u lah9 wahai Pemilik segala si.at mulia9 ini kami menyembah dan meminta pert%l%ngan> $ema ibadah didahulukan atas is i!anah 6memint t%l%ng7 karena mendahulukan wasilah 6ibadah7 sebelum masuk wilayah is i!anah9 memperbesar peluang adanya pengabulan 6i#abah7> Kata is i!anah men&akup seluruh bentuk pert%l%ngan yang diinginkan Allah> Ihdina adalah pen"elasan dari permintaan ma!unah 6pert%l%ngan7> Seakan,akan manusia meminta hakikat pert%l%ngan yang diinginkannya9 yaitu "alan yang lurus> (alan yang lurus mustahil dapat terwu"ud tanpa pert%l%ngan Allah> <ealisasi dari perm%h%nan itu bisa didapatkan dengan ibadah> $iada ibadah tanpa ma!rifah> 2a!rifah yang tidak ber%rientasi pada penu"uan segala pu"ian kepada Allah adalah ma!rifah yang pin&ang> Bila se%rang hamba mendapatkan nikmat berkata al-hamdulillah> (ika merasakan g%n&angan memba&a iyyaaka na!budu wa iyyaka nas a!in> Al-(atihah men ebut%an dengan ung%a$an jama+ 4i aa%a nabudu wa i aa%a nastain/ serta 4ihdina ash-shirath al-mustaqim/+ ini menegas%an $rinsi$ se"rang muslim wajib menjadi bagian dari jamaah %aum muslimin dan bahwa tarbi ah 'slami ah dan da%wah 'slami ah ($ada surat alMuddatsir) harus berbentu% tarbi ah jamai ah, Dan surat al,/atihah ini men"elaskan dua "alan> (alan %rang yang diberi nikmat dan "alan yang dimurkahi Allah dan tersesat> Allah telah men"elaskan %rang, %rang yang telah diberi nikmat>

VJoK CK DfN DEH LFK sH BH Y DEH LFH VJoK ZA JS BS DEH LFHV JoS o KN ^DEFHV K _FJ[ K Yo JH TH UFPu EFH[ H eJH lFHVA JK N DEFH H _FH K H DJLP MH X 6};Fqf^DEt
&2aka mereka i u akan in((al bersama oran(-oran( yan( elah diberi nikma oleh Allah, yan( erdiri dari (olon(an 4abi, shiddiqin, ,ara syuhada dan oran(-oran( shalih*) 6-S an,Nisa ?};7>


BAB II MEMBANG+N MAS:ARAKAT ISLAMI DENGAN SPIRIT AL*ATIHAH Kalau pada surat,surat sebelumnya9 Allah mengenalkan diri,Nya dengan *<abb+{ mengenalkan si.at dan perbuatan,Nya9 maka pada surat Al,/atihah ini Allah mengenalkan diri,Nya dengan "elas9 yaitu &Allah)> Nama Allah telah men&akup nama D:at,Nya dan perbuatan,Nya> Allah disini meluruskan *Allah+ yang diyakini masyarakat (ahiliyah> Kaum musyrikin beranggapan bahwa Allah memiliki hubungan tertentu dengan (in>

63yFqF-f XfDEtFf H H FKnN ^K JDEFH VJog HH LFP QH ^o JH gFEJ]P TH eH jH L


&5an mereka adakan 0hubun(an1 ke urunan an ara Allah dan an ara #in*) 6-S ash,Sha..at ? 3y7> !ereka "uga beranggapan bahwa Allah memiliki anak,anak wanita>

6wvFqFEbEtFf fH K FK nH cK H H RJDEFH VK _FH H N aEH LFH VJo^ KH JDfK gFJ[P c gH FJ[P pfH JH MH XH l
&2aka a,akah ,a u Tuhan memilihkan ba(imu anak-anak laki-laki sedan( 5ia sendiri men(ambil anak-anak ,erem,uan dian ara ,ara malaika *) 6-S al, sra ? wv7> !ereka "uga menganggap bahwa mereka tidak bisa berk%munikasi langsung kepada,Nya sehingga para malaikat dan berhala,berhala perlu disembah sebagai perantara antara manusia dengan Allah>

qFb_DEtFH JDP FKu EFH DK FfH J]P gS bH ZP oK DFN K FJ[ P B PP Je H FfH_ FH H oK DJLH lFKQ K JL P FJV K _FEJLP H N aEFHV A JK N DEH L 6|
&5an oran(-oran( yan( men(ambil ,elindun( selain Allah 0berka a1 . +ami idak menyembah mereka melainkan su,aya mereka mendeka kan kami ke,ada Allah den(an sedeka -deka nya*) 6-S a:,~umar ? |7> Pada surat al,/atihah ini Allah se&ara "elas mendelegasikan sebagian tugas,Nya kepada manusia sebagai wakil,Nya untuk mengel%la alam raya 6rabbul "alamin7> (adi p%sisi kita pada surat ini dilegalkan membawa nama 6asma7 dan si.at 6simah7 Allah> Bismillahirahmanirrahim> Dengan pendelegasian sebagian tugas kekhali.ahan ini9 manusia sebagai hasil arbiyah dan da!wah diarahkan %leh sebuah kepemimpinan untuk membumikan pesan,pesan langit pada realitas kehidupan> Aspek s%sial9 p%litik9 ek%n%mi9 s%sial9 budaya9 pertahanan9 dan keamanan>

Karena yang ditekankan al,-uran bahwa disamping manusia ter&elup 6ter, shib(hah7 dengan al,-uran 6ahl79 "uga perlu diwu"udkan nilai luhur itu dalam sebuah kawasan 6al-qaryah7> Sehingga bumi ini dihuni %leh hamba yang men"adikan Allah sebagai $uhan> nilah yang disebut dengan lingkungan yang slami 6al-bi!ah al-Islamiyah7> !asyarakat slam adalah masyarakat yang melaksanakan slam9 se&ara a2idah dan ibadah9 se&ara syariat dan sistem9 se&ara budi pekerti dan tingkah laku> Kebalikannya adalah masyarakat "ahili> !asyarakat slami tidak sekedar k%munitas yang menamakan dirinya slam sedangkan syariat slam tidak merupakan hukum di dalamnya9 sekalipun ia shalat9 berpuasa9 :akat dan melakukan ibadah ha"i> Bukan pula yang men&iptakan suatu "enis slam khusus untuk dirinya sendiri selain dari ketetapan Allah 'ang !aha Su&i dan diter"emahkan %leh sunnah Nabi> !asyarakat "ahili adalah masyarakat yang men"adikan Allah tidak berdaulat di bumi9 sekalipun se&ara ritual disembah se&ara rutin> (ika Allah hanya berkuasa di langit dan tidak diberi wewenang untuk mengatur bumi yang no a-bene milik,Nya9 adalah bentuk lain masyarakat "ahili>

6wFqFdbkDEtF QH DK FK JH JEFKWXH LF QH DK FK H RN DEFK WXFJK N DEFH ]P H L


&5ialah 0Allah1 yan( men#adi Tuhan di lan(i dan bumi*) 6-S a:,~ukhru. ? w7

6wvFqF]AtFP [S oH ZJDEFP VJAB S DEFH K DH FP fN AK FN K FEJLP B P JeH aFN lFH bH _H lFK uK F NK FP [JcP CJDEFK \K
&8ukum i u hanyalah ke,nyaan Tuhan* Ia elah memerin ahkan ke,ada kamu a(ar #an(an menyembah oran( lain selain Ia sendiri* I ulah a(am yan( lurus*) 6-S 'usu. ? wv7>

BAB III +NS+R-+NS+R MAS:ARAKAT ISLAMI Ada beberapa k%mp%nen penting yang men"adi persyaratan terwu"udnya masyarakat slami> Per a!a< kawasan, wilayah, eri orial yan( kondusif 0al-bi!ah, al-qura1* 0ingkungan yang k%ndusi. sangat mendukung terlaksananya a"aran slam>

6;4FqFf^DEtFfH YJoK XFEJLP bK jfH YP OH XF nH eK EH LFKuEFP JH lFJVP ca H FJ[H DH lFEJ]P DfH


&Bukankah bumi Allah i u luas, kemudian kalian berhi#rah di dalamnya*) 6-S an,Nisa ? ;47> Ke6ua< umma 0al-ummah, ahl1*

bH cJ^P RJDEFKV H UFH\ J]H Y^ JH AH LFKd JLP bJeH RJDfK gFH\ JLP bP _JMH AH LFKbJoH JDEFHDK FH\ J]P UB JH AF nN _P lFJ[ P cJ^K _FJV P cH OJDH L 63vwFqF\EbRUFrst
&8endaklah dian ara kamu se(olon(an yan( men(a#ak kebaikan dan melaran( kemun(karan*) 6-S Ali mran ? 3vw7>

rstFK bH cJ^P RJDEFKV H UFH\ J]H Y^ JH aH LFKd JLP bJeH RJDfK gFH\ JLP bP _JMH aFKh fN ^TK DFJi H jK bJkP lFm nN _P lFH bJoH kFJ[ P OJ^P p 633vFqF\EbRU
&+amu adalah uma yan( erbaik yan( dilahirkan un uk manusia, menyuruh ke,ada yan( ma!ruf, dan men3e(ah dari yan( munkar*) 6-S Ali mran ? 33v7

63w|FqFbZDEtFf H H LFnN _P lFJ[P pfH ^JTH eH jFH K DH H pH L


&5an demikian 0,ula1 +ami elah men#adikan 0uma Islam1, uma yan( adil dan ,ilihan*) 6-S al,Ba2arah ? 3w|7 Ke .0a< syaria 0asy-syari!ah, a uran1*

63FqFnofDEtFfH YJe KN afH XFK bJ_H JEFH VK _Fm nH eJAK bH FH TH UFHfH ^JTH eH jFN [P
&+emudian +ami #adikan kamu berada di a as sua u syari!a 0,era uran1 dari urusan 0a(ama1, maka iku ilah dia*) 6-S al,(atsiyah ? 37

63vyFqFf^DEtFP uEFHEH H lFH Rg K FK hfN ^DEFH VJoH gFH [P cJCH OK DFS H CJDfK gFH fH OK cJDEFH JoH DK FfH ^JDH JH lFfN K
&Sesun((uhnya +ami elah menurunkan +i ab ke,adamu den(an membawa kebenaran, su,aya kamu men(adili an ara manusia den(an a,a yan( elah Allah wahyukan ke,adamu*) 6-S an,Nisa ? 3vy7 Kee!pa < ke,emim,inan 0al-imamah1* #mmat yang telah terbina dengan dakwah dan tarbiyah perlu dikel%la9 dipandu9 dan diarahkan %leh sebuah kepemimpinan> Diawali dari kepemimpinan yang bersi.at mikr% 6al-imamah ash-shu(hra79 menu"u kepemimpinan yang bersi.at

makr% 6al-imamah al-kubra7> Keduanya harus sama,sama dipri%ritaskan> $idak b%leh dipisahkan> Kepemimpinan mikr% seharusnya melahirkan kepemimpian makr%> (ika keduanya dipisahkan9 akan masuk pada perangkap sekulerisme> Tugas 0e$emim$inan 'slam

a7 !emakmurkan 6i!mara7 dan mengatur urusan keduniaan 6siyasa ud dunya7 b7 !elaksanakan syariat9 memelihara agama 6hirasa ud din7
Dua tugas yang bersi.at keagamaan 6diniyah7 dan sekaligus keduniaan 6dunyawiyah7> !enegakkan qadha! syar!i dan qadha! kauni adalah amanah dan aklif 6tugas7 kekhali.ahan dari Allah> ni adalah kebutuhan primer kemanusian 6dharurah basyariyah79 dan tuntutan keagamaan 6ha#ah syar!iyah7> (ika tidak dilaksanakan akan ter"adi keka&auan9 3haos 6fi nah7> Di dalamnya akan dihuni %leh manusia hip%krit 6s,li ,ersonali y79 muna.ik> !anusia yang ra"in beribadah mahdhah9 tapi di luar mas"id melakukan tindakan yang bertentangan dengan isi d%anya> Amanah kekhali.ahan ini di"elaskan dalam .irman Allah ?

fHR H pFK JH JEFKW XFJ[P YN ^H K TJH OJ H oH DFK-fH CK DfN DEFE]P TK RH UH LFJ[ P cJ^K _FEJ]P ^H _H lFHV JA KN DEFPu EFH BH UH L BJeg H FJVK _FJ[P YN ^H DB SH o PH DH LFJ[P YH DFH H aJEFK N DEFP [P YH ^A JK FJ[P YH DFN V^ HS cH RP oH DH LFJ[K YK T JH FJVK _FH VJAK N DEFHH TJH OJE 6yyFqF]^DEtFf JoH FJWK gFH\J]P pK b JP AFH H LFJWK ^H L JP BP JeA H Ff ^J_H lFJ[K YK XJ]H k
&5an Allah elah ber#an#i ke,ada oran(-oran( yan( beriman di an ara kamu dan men(er#akan amal-amal yan( shalih bahwa 5ia sun((uh-sun((uh akan men#adikan mereka berkuasa di bumi seba(aimana 5ia elah men#adikan oran(-oran( sebelum mereka berkuasa, dan sun((uh 5ia akan mene(uhkan ba(i mereka a(ama yan( elah diridhai-4ya un uk mereka, dan 5ia benarbenar akan menukar 0keadaan1 mereka, sesudah mereka berada dalam ke aku an men#adi aman sen ausa* 2ereka e a, menyembah-+u den(an idak mem,erseku ukan sesua u a,a,un den(an Aku*) 6-S an,Nuur ? yy7>

63}yFqFfeEtFKJ H JEFH K H H kFJ[P cH TH eH jFJK N DEFH ]P H L


&5an 5ialah yan( men#adikan kamu ,en(uasa-,en(uasa di bumi*) 6-S al, Anam ? 3}y7> #ntuk membumikan amanah kekhali.ahan9 Allah telah membuat m%del struktur yang slami9 bertugas mewu"udkan kera"aan Allah 6mulkiyatullah7 di bumi se&ara e.ekti. dan e.isien> Struktur yang baik dan ber.ungsi se&ara benar akan mewu"udkan kultur masyarakat yang baik> Dengan kultur yang baik9 dilakukan se&ara k%lekti. merupakan media yang .ashih untuk perbaikan masyarakat se&ara keseluruhan> Dalam intitusi masyarakat yang paling ke&il9 "ika p%la kepemimpinan di dalamnya tidak ber.ungsi dengan baik9 maka tugas penegakan nilai,nilai slami dalam keluarga akan mengalami hambatan> Suami adalah qawwam 6pemimpin7 dan angg%ta keluarga adalah sebagai makmumnya> Salah dalam penempatan struktur ini akan ter"adi .itnah 63haos7>

)rang,%rang yang mendampingi ulil amri adalah %rang yang ahli dalam memilah,memilih pers%alan dan men&arikan s%lusinya> Disini harus diisi %leh %rang yang 1alim pada bidangnya masing> Seperti dalam struktur shalat "amaah9 di belakang imam adalah %rang yang pandai 6 ulin nuha7> (ika sewaktu, waktu imam batal karena udzur syar!i9 maka makmum di belakangnya pantas segera menggantikannya> !en"adi rakyat tanpa melalui seleksi9 karena kita %t%matis men"adi rakyat> Sebaliknya se%rang pemimpin itu hadir lewat seleksi yang ketat yang dilakukan %leh sebuah k%munitas tertentu> (ika dalam sebuah kel%mp%k sese%rang memiliki kualitas yang lebih9 tentu akan terpilih dengan sendirinya untuk di"adikan wasit 6penengah7> bnu Khaldun mengatakan ?

KH fH oK ZJDEFKP TP kFKbo JK oJ H OK DF K gfH aFK nN _P JEFKP TP kFP bo JK oJ H a


Perubahan morali as ban(sa berbandin( lurus den(an kesia,an un uk berubah 0menu#u kebaikan1 di kalan(an eli * Ada ungkapan yang mengatakan ?

KQK cK TH _FK VJA K FH TH UFP nN oK UN bDE


A(ama rakya er(an un( ke,ada kuali as kea(amaan ra#anya*

A,,A+ &;T
AlB=ur4an

"A&-,-,,A+ &A;
AsB&unnah

-,%, A#"% 1 -,A#A4 1 A+,-, +A,,% ;A, KA=$%


AdB$ustur 1 AlB=anun

$%;A' A,BK%#A"A+
$e(an TanfidLiyah 1 $e(an Pelaksana

&%3A&AT-$ $-'B3A ;A +%"A&AT-$ $%0'


#engelola $unia & #emelihara Agama

A,B-##A+
#asyarakat

b_EFDLlFnUf
#enaati ulil amri

uEFrlFfRgF[cCDE
#elaksanakan hukum Allah

Vo^_`RDEFVogF]kE
-khu(ah sesama muslim

]_EFXF]DE
#usya(arah

b_EFDLlFDFdOkEF
#engem alikan putusan atas ikhtilaf kepada ulil amri

RxkRBCDHIF ~SUVWC
&ARA&%ERI'%I& MA'+ARA&A% I'LAM

bDELFCDfgFE]ODE
&aling menasihati dengan ke enaran & kesa aran

Vo^_`RDEFVogFBfeRDE fcDEL
#em uat perjanjian mengatur antara muslim & nonBmuslim

]ZDEFEBU

Ter angunnya struktur kekuatan mengantisipasi an.aman

uEF[g
#em a(a nama Allah 1 +arus yang ter aik

uFBRCDE
Beraktifitas dengan penuh keikhlasan

VoRDfeDEF
Bersifat uniMersal

[obDEFVRbDE
#ene arkan kasih sayang

VABDEF]AFT_
Berorientasi pada akhirat

BeFfA
#enga dikan diri hanya kepada Allah &;T

&$L%$R MA'+ARA&A% AL-3A%IHAH

VoeOFfA
#engharap antuan hanya dari Allah &;T

[oZORDEFEbDEFfBE
Berpedoman pada #anhaj %slami

[YoTUFiRelFVADEFEb
#eneladani figur pu lik yang aik

[YoTUF] RDEFboU
#enghindari murka Allah &;T

VoDfDEFL
#enghindari kesesatan

BAB I4 PAKET AL-*ATIHAH !ayarakat slami adalah k%munitas yang tergambar dalam sebuah kawasan 6al-qura, al-bi!ah79 didukung %leh ummat yang taat 6al-#undiyah al-mu hi!ah, ahlu79 dipandu %leh kepemimpinan 6al-qiyadah, al-imamah79 dengan aturan main dari al,-uran9 untuk mewu"udkan kera"aan Allah di bumi{ agar rahmat slam menyebar kepada semua yang berhak 6kaffa an linnaasi wa rahma an lil "alamin7> Bismillah9 1dengan membawa nama Allah> Rabbul "alamin dan 2aliki yaumiddin9 1menegakkan amanah kekhali.ahan untuk mengel%la dunia dan men"aga agama> Shira al-mus aqim, 1al-manha# ar-rabbani yakni al,-uran dan Sunnah <asul> An!am a "alaihim, 1para Nabi9 shiddiqun9 syuhada!9 shalihun diatas manha# rabbani> Al-ma(dhub "alaihim dan adh-dhaallin9 1diatas manha# #ahili> Ta!sir al-(atihah Bismillah9 1dengan asma Allah9 minallah, billah, ilallah 6dari Allah9 dengan &ara Allah9 menu"u Allah7> Al-hamdulillah, 1ketulusan niat> Rabb, 1merawat9 mendidik9 mengembangkan9 meningkatkan kualitasnya> Ar-Rahman, 1kasih kepada seluruh makhlu2> Ar-Rahim, 1sayang kepada %rang,%rang mukmin> 2alik, 1hak menghalalkan dan mengharamkan> 'aumuddin, 1Hari kiamat9 pembalasan> Iyyaka na!budu, 1al,ibadah9 semua akti.itas lahir dan batin yang diridhai dan di&intai Allah> Iyyaka nas a!in, 1m%h%n pert%l%ngan Allah> Ihdinash shira al-mus aqim, 1petun"uk9 arahan9 bimbingan> Shira almus aqim, 1"alan yang lurus9 tidak ada penyimpangan syubha dan syahwa di dalamya9 yakni al, slam9 al,-uran9 al,Hadits atau al-2anha# al-Islami> Shira alladzina an!am a "alaihim, Nabi9 shiddiqun, shalihin, syuhada!, berada pada manha# Islami!> ;hoir al-ma(hdhubi "alaihim wa laa adh-dhaallin, 1'ahudi9 Nasrani9 berada pada manha# #ahili> 0ara%teristi% mas ara%at 'slami

3> )t%ritas kekuasaan #lil Amri dari %rang,%rang beriman 6 ha!a u ulil amri7>
6-S an,Nisaa ? y;7>

x> )t%ritas kekuasaan melaksanakan hukum Allah 6al-hukmu bima anzalallaahu7 6-S al,!aidah ? w;7>

|> $er"alinnya ukhuwah slamiyah antara sesama muslim 6al-ukhuwwa u


bainal muslimin7 6-S al,Hu"urat ? 3y7>

w> Bermusyawarah dalam meme&ahkan pers%alan 6asy-syura fii al-umur7 6-S


asy,Syura ? |7>

y> 0embaga kepemimpinan memutuskan masalah k%ntr%8ersial 6raddul


ikh ilaf ilaa ulil amri7 6-S an,Nisa ? |7>

}> Saling menasehati dengan kebenaran dan sabar 6a - awashi bil haqqi wa bi
ash-shabr7 6-S al,1Ashr ? |7

4> !embuat per"an"ian yang mengatur hubungan antara muslim dan n%n
muslim 6al-mu!ahadah bainal muslimin wal kuffar7 6-S al,/ath ? x;{ al, !aidah ? yw7>

> $erbangunnya struktur kekuatan dalam menghadapi berbagai an&aman


6i!dadul quwwah7 6-S al,An.al ?}v7 0ultur (buda a) mas ara%at Al-(atihah Bismillah !embawa nama Allah9 dituntut beramal yang memiliki kualitas eM3ellen > Al-hamdulillah Berakti.itas dengan penuh keikhlasan> Ar-Rahman ar-Rahim !enebarkan rahmat dan kasih sayang> Rabbul "alamin Bersi.at uni8ersal> 2aliki yaumiddin Ber%rientasi pada akhirat> Iyyaka na!budu !engabdikan diri hanya kepada Allah> Iyyaka nas a!in !engharap bantuan Allah> Ihdinash shira hal mus aqim Berped%man pada manha# ilahi* Shira ha alladzina an!am a "alaihim !eneladani %rang,%rang yang baik> ;hoiril ma(hdhubi "alaihim N !en"auhi murka Allah Wala adh-5haallin !en"auhi kesesatan> Wallahu a!lam bish-shawab*

'IN0P'I' %AHAPAN %$R$NN+A AL- $RAN (ALAM GERA&AN


%!4!an Per!ba*an %a*apan Per!ba*an Lan)ka* Per!ba*an Nama '!rat

mXtxBCDCNjC

mXtxBCDdC@S

mXtxBCD{HRZC
$ari ke odohan menuju ma4rifat (minal jahalati ila alBma4rifah) $ari ma4rifat menuju Fikrah =ur4ani (minal ma4rifah ila alBfikrah alB=ur4ani) $ari fikrah menuju pem erdayaan ruhani (minal fikrah ila atBtar iyah arB ruhiyah) $ari taLkiyah menuju harakah dak(ah (minat taLkiyah ila alB harakah) $ari gerakan dak(ah menuju masyarakat %slami (min alBharakati ila alBmujtama4 alB%slami)6 interMensi kepada kekuasaan yang ada (menjadi anggota legislatif)

M_XLBCDVC
AlBKAla) %shlahun nafsi (memper aiki diri) AlB=olam %shlahu alB ait (memper aiki rumah tangga) Al #uLLamil %rsyadul mujtama4 (mem im ing ummat)6 sa Bhan tha(ilan AlB#uddatsir %shlahul hukumah (memper aiki pemerintahan yang ada) Al Fatihah %)omatu adBdaulah (menegakkan kerajaan Allah di umi)

&osialisai & pem ekalan ilmu6 Ta ligh (atBta ligh) (a(asan (alBi4laam6 taL(idul Kulum (a atsBtsa)afah) Pem ekalan #anhaj =urani AtBta4lim (pengajaran) (tar iyah =ur4aniyah) #enggerakkan i adah se.ara isti)omah (atBtahridh Kala alBKi adah alBmustamirrah) #erapikan shaf (tauhid ashB shaff)6 mengatur kinerja (tansi) alBamal)6 eMaluasi gerakan (ri)o at alBKamal)6 le(at syura6 mu4tamar6 dll7 Pelaksanaan kehidupan %slami dalam segala aspeknya (tanfidLu alBhayat alB%slamiyah fi na(aahi alBhayat)E #emulai program surat adhB$huha dan kelengkapan infra strukturnya6 sehingga kelak menegara7 Pem entukan (s.reening) kader (tak(inur rijal) Penataan (tanLhim)

Pelaksanaan (tanfidL)6 mun.ulnya ahli pada idang masingBmasingE ekonom6 pendidik6 politikus6 intelijen6 ulama6 Lu4ama

DA*TAR P+STAKA Ash,Shabuni9 !uhammad Ali> Shafwa u Tafasir> $anpa tahun> Darul Kutub Al slamiyah9 (akarta> Ah"ad9 #stad: Na"ih9 A -Tibyan 7i Al-Ahkam Al-"Amaliyah9 P%npes !askumambang9 Gresik> Ahmad Kar:un9 Dr> Anis> Adab Thalibil "Ilmi9 Dar Nurul !aktabah9 (eddah> Al,Gha:ali9 Syekh !uhammad> "Aqida u Al-2uslim> Al,!aktabah Al,/aishaliyah> Al,Gha:ali9 Syekh !uhammad> 9addid 8aya ak9 Darul /ikr9 Beirut> Al,(a:airi9 Syekh Abu Bakar (abir> "Aqida ul 2ukmin9 Darul /ikr9 Beirut> Al,(a:airi9 Syekh Abu Bakar (abir> 2inha#ul 2uslim9 Darul /ikr9 Beirut> Al,!a2disi9 Al,Hasani9 7a hurrahman /i Thalibi Aya Al-Qur!an> !aktabah Dahlan9 nd%nesia> Al,-ardhawi9 Dr> 'usu.> 2adkhal /i 5irasa i Asy-Syari!a i Al-Islamiyyah9 !aktabah Wahbah9 Kair%> Al,-ardhawi9 Dr> 'usu.> Tarbiyah 8asan Al-Banna dalam 9ama!ah Al-Ikhwan Al2uslimun9 <abbani Press> Al,-aththan9 !anna Khalil> 2abahi s 7i "%lum Al-Qur!an> !ansyurat Al,1Ashr Al, Hadits> Beirut> Al,Wasyli9 1Abdullah bin -asim9 Syarah %shul "Isyrin, 2enyelami Samudera :D Prinsi, 8asan Al-Banna9 ra ntermedia9 S%l%> Ash,Shabuni9 !uhammad Ali> 2ukh ashar Tafsir Ibnu +a sir> Darul /ikr> Beirut9 0iban%n> A:,~ubi9 !ahmud> 8al Sa asqu hu Amrika +ama Saqa ha As SuIiye i> Bin Hasan bin 1A2il bin 1A2il Syari.9 Shalih Tak Berdaya(una9 <abbani Press> (akarta> Bin !uhammad Al,Buraikan Abdullah Al Buraikan9 Dr> brahim> Al-2adkhal /i 5irasa i Al-"Aqidah Al-Islamiyah "ala 2adzhabi Ahlis Sunnah Wal 9ama!ah> HA!KA9 Pr%.> Dr> Pela#aran A(ama Islam> Bulan Bintang9 (akarta> HA!KA9 Pr%.> Dr> Tafsir Al-Azhar> Pustaka Pan"imas> (akarta> ::ah Darwa:ah9 !uhammad9 A -Tafsiru Al-8adi s, Assuwaru 2ura abah 8asban 4uzul> Darul hya 0il Kutubi Al,1Arabiyyah9 sa Al,Babi Al,Halabi wa syirkaahu> -ardhawi9 Syekh Dr> 'usu.> Al-2ubasysyira Bi-n ishari Al-2uslimin> -uthub9 Sayyid> 2a!alim 7i A h-Thariq> <asyid9 !A9 Dr> Daud> Islam 5alam Berba(ai 5imensi> Gema nsani Press> (akarta> Sabi29 Sayid> 7iqh As-Sunnah> Darul /ikr9 Beirut Shihab9 !uhammad -uraish> Tafsir Al-2ishbah> )kt%ber xvv|> Syaban 3wxw H> Penerbit 0entera Hati> Suar9 !arwan bin Nuruddin> 2ukh ashar Tafsir a h-Thabari> Darul /ikr> Beirut9 0iban%n

$ahmid9 0&9 Aunur <a.i2 Shaleh $amhid9 2enu#u 9ama!a ul 2uslimin, Telaah Sis em 9ama!ah dalam ;erakan Islam9 <abbani Press> $eam Penulis9 Hidayatullah> Panduan BerIslam9 Departemen Dakwah9 Dewan ksekuti.

$hanthawi9 Syekh Ali> Ta!rif "Am Bid 5in Al-Islam> Darul /ikr9 Beirut> 'ahya9 Harun9 2orali as Al-Quran Solusi A as Se(ala Persoalan %ma 2anusia9 <abbani Press> (akarta> 'ahya9 Harun9 Pernahkah Anda 2erenun( Ten an( +ebenaran9 <%bbani Press> (akarta> 'ahya9 Harun> 2embon(kar +esalahan 7aham 2a erialisme, 2en(enal Allah /ewa Akal> <abbani Press> (akarta> 'akan9 /athi9 2embon(kar 9ahiliah 2eraih Sukses Berdakwah> ra ntermedia> S%l%>