Anda di halaman 1dari 60

Dr.Ir.AMIN SUHADI,M.

Eng

STANDAR KEHIDUPAN MASYARAKAT BARANG ADL HASIL SISTEM PRODUKSI / MANUFAKTUR

DITENTUKAN OLEH

TERSEDIANYA - BARANG - JASA

JASA TGTG DARI

BARANG KONSUMEN

BARANG PENGHASIL PRODUK

PRODUK MANUFAKTUR UTK EFISIENSI

MANUFAKTUR adalah suatu cabang INDUSTRI yang mengaplikasikan peralatan dan suatu medium proses untuk transformasi bahan mentah menjadi barang jadi untuk dijual.
Kegiatan ini melibatkan semua proses antara yang dibutuhkan untuk produksi dan integrasi komponen-komponen suatu produk. Beberapa industri, menggunakan istilah fabrikasi atau pabrikasi. Sektor manufaktur sangat erat terkait dengan rekayasa atau teknik.

PROSES MANUFAKTUR MEMILIH KEMUDIAN MENGKOORDINASIKAN:

PERALATAN, SISTEM PROSES DAN

DAN SUMBER DAYA MANUSIA

requirements
DEVELOPMENT ENGINEERING AND DESIGN

orders

PART AND PRODUCT DEFINITION DATA MANUFACTURING PLANNING

MARKETING & SALES

PROCESS DEFINITION DATA what,when,how many, time,how long goods MANUFACTURING SYSTEM
HUMAN LABOR PHYS. CAPITAL

PRODUCT DEMAND DATA

CUSTOMER

ENERGY

Production system

MATERIALS

Feed back

INDUSTRI MANUFAKTUR YANG KECIL MUNGKIN HANYA PUNYA SATU ATAU DUA PRODUCTION PLANT ATAU JOB SHOP, TAPI YANG BESAR BISA PULUHAN PRODUCTION PLANT, YANG MASING MASING PUNYA SISTEM KOORDINASI SENDIRI MANUFACTURING PROCESS
SHAPING
CASTING FORMING MAT.REMOVAL POWDER

ASSEMBLING
WELDING ADHESIVE RIVET BOLT

TREATMENT
HEAT TREATMENT COATING SHOT PEENING

FINISHING
CLEANING PAINTING QC

KAJIAN FINANSIIL
BREAKEVEN POINT

VARIABLE COST

RUPIAH

FIXED COST

VOLUME OUTPUT

SELLING PRICE
Engineering cost 15%

Manufacturing cost 40%

Profit 20%

Marketing, sales,adm cost 25%

MANUFACTURING COST
Direct labor 12% Plant and machinery depreciation, energy 12%

Indirect labor 26% Parts and materials 50%

KAJIAN KUALITAS
KUALITAS ADALAH KOMPONEN UTAMA DIMANA CUSTOMER MEMBAYAR UNTUK ITU HARUS ADA PERUBAHAN FILOSOFI DARI MANAGEMENT YG MENGANGGAP BAHWA KUALITAS ADALAH A COST-EATER MENJADI A VALUE-ADDED SERVICE MANAGEMENT HARUS KONSEKWEN TERHADAP ANGGAPAN INI DENGAN MENUANGKAN DALAM SEMANGAT KERJA KARYAWAN DAN MELAKUKAN PERBAIKAN SISTEM MANUFAKTUR

APA HUBUNGANNYA MATERIAL TEKNIK DENGAN MANUFAKTUR.??? ? KARENA SEMUA PROSES MANUFAKTUR PERLU MATERIAL, JADI PENGENALAN MATERIAL SANGAT PENTING

KUALITAS PRODUK TINGGI

SISTEM PROSES YANG TEPAT

PERALATAN YANG MEMADAI

SDM YANG TERLATIH DG BAIK

MATERIAL YANG BAIK DAN BENAR

SETIAP PARTS/COMPONENTS MEMPUNYAI FUNGSI YANG BERBEDA SEHINGGA BEBAN YANG DIALAMI JUGA BERBEDA

KARENA ITU PEMILIHAN MATERIAL DAN PROSESNYA HARUS TEPAT

MANUFAKTUR PERLU MATERIAL YG PUNYA SIFAT SESUAI DENGAN TUNTUTAN PEMAKAIANNYA DAN MURAH ..BAGAI MANA CARANYA..?
KOMPOSISI PEMILIHAN YANG TEPAT PADA STRUKTUR MIKRO PROSES HUBUNGANNYA DENGAN SIFAT DAN FAKTOR a.l :

FORMABILITY, STRENGTH, WELD ABILITY, ANTI CORROSION, WEAR RESISTANCE, THERMAL STABILITY, COST OF PROCESS

FORMING/FOUNDRY/POWDER
MACHINING/ MECHANICAL FINISHING

WELDING/ JOINING

HEAT TREATMENT
SURFACE TREATMENT

FINISHING

KLASIFIKASI MATERIAL
(menurut jenisnya)

LOGAM

NON LOGAM

FERROUS

DARI ALAM

KERAMIK POLIMER

NON FERROUS

KOMPOSIT

SERBUK

SELULAR

RINCIAN SPESIFIKASI MATERIAL - Logam - non logam LOGAM : - Non Fero : Al,Cu, Zn, Sn, dll - Fero : 1.besi 2.baja a.baja karbon b.baja paduan 1) baja perkakas 2) baja kecepatan tinggi 3) baja tahan karat, dll

Selain ini baja juga diklasifikasikan menurut berbagai versi : proses pembuatan, aplikasi, bentuknya, dll

BAJA KARBON
JENIS BAJA KARBON RENDAH BAJA KARBON SEDANG BAJA KARBON TINGGI KANDUNGAN - C 0.025 - 0.25 % 0.260 - 0.55 % 0.560 1.70 %

BAJA PADUAN
JENIS BAJA PADUAN RENDAH BAJA PADUAN SEDANG BAJA PADUAN TINGGI TOTAL UNSUR PEMADU <5% 5 10 % 10 % >

Penggolongan baja perkakas menurut penggunaannya


GROUP Water Hardening Shock-resisting Cold work SYMBOL AND TYPE W S O A D H

Hot work

High speed Mold Special purpose

T M P L F

Oil hardening Medium alloy air hardening High carbon high cromium H1 - H19 :chromium base H20 - H39 :tungsten base H40 - H59 :molybdenum base Tungsten base Molybdenum base Mold steel (P1-P19 :low carbon; P20P39 other types) Low alloy Carbon tungsten

klasifikasi baja menurut standar AISIAISISAE


Nr. AISI 1xxx 10xx 11xx 12xx 15xx 13xx 2xxx 3xxx 4xxx 40xx 41xx 43xx 44xx 46xx 47xx 48xx TYPE Carbon Steel Plain Carbon Free Cutting (S) Free Cutting (S) and (P) High Manganese High Manganese Nickel Steel Nickel-Chromium Molybdenum Mo Mo,Cr Mo,Cr,Ni Mo Mo,Ni (low) Mo,Cr,Ni Mo,Ni (high) Nr. AISI 5xxx 50xx 51xx 6xxx 61xx 8xxx 81xx 86xx 87xx 88xx 9xxx 92xx 93xx 94xx TYPE Chromium

Chromium-Vanadium Ni,Cr,Mo

other High silicon Ni,Cr,Mo Ni,Cr,Mo

klasifikasi besi.
BESI COR Kelabu JENIS perlitik martensitik bainitik feritik KUAT TARIK 275 550 550 172 MPa MPa MPa MPa PENGGUNAAN Blok Mesin Tahan gesek Poros hubung Pipa, bantalan mesin pipa poros engkol suku cadang khusus perkakas komponen KA komponen KA

Nodular

feritik perlitik martensit temper

413 MPa 550 MPa 825 MPa 365 MPa 450 MPa 700 MPa

Mampu Tempa feritik perlitik martensit temper

Tuang Putih

perlitik

275 MPa

produk tahan aus

NON FEROUS KLASIFIKASI LOGAM NON FEROUS HANYA DIDASARKAN PADA LOGAM MURNI DAN LOGAM PADUAN YANG TERGANTUNG PADA KANDUNGAN LOGAM PADUANNYA SAJA, MISALNYA TEMBAGA MURNI, KUNINGAN/BRASS (Cu+Zn), PERUNGGU/ BRONS (Cu+Sn) SIFAT MEKANIS UMUMNYA DARI NON FEROUS MEMPUNYAI KEKUATAN LEBIH RENDAH DARI BAJA TETAPI LEBIH LIAT DAN LEBIH RINGAN, KECUALI LOGAM TITANIUM (Ti) YANG MEMPUNYAI KEKUATAN SETARA DENGAN BAJA. BEBERAPA NON FEROUS LEBIH TAHAN KARAT DARI BAJA ADA JUGA YANG TIDAK

klasifikasi aluminium berdasarkan unsur paduan


NOMOR SERI 1XXX 2XXX 3XXX 4XXX 5XXX 6XXX 7XXX 8XXX UNSUR PADUAN UTAMA Tanpa paduan Tembaga (Cu) Mangan (Mn) Silikon (Si) Magnesium (Mg) Magnesium - Silikon (Mg-Si) Seng (Zn) Litium (Li)

klasifikasi aluminium berdasarkan proses perlakuan panas


Tanda F O H T T2 T3 T4 T5 T6 T7 T8 T9 T10 Perlakuan setelah pembuatan tanpa perlakuan mengalami anil penuh pengerasan regang perlakuan panas anil penuh untuk bahan cor coran pengerasan regang setelah perlakuan pelarutan natural aging setelah perlakuan plarutan artificial aging tanpa perlakuan pelarutan artificial aging setelah perlakuan pelarutan penstabilan setelah perlakuan pelarutan perlakuan pelarutan, pengerasan regang, artificial aging perlakuan pelarutan, artificial aging, pengerasan regang pengerasan regang setelah artificial aging.

ENGINEERING MATERIALS : AMORPHOUS CRYSTALLINE COMPOSITE CELLULAR

METALS POLYMERS CERAMICS

MASING MASING JENIS MATERIAL DAPAT BERSTRUKTUR KOMPOSIT MAUPUN CELLULAR, TETAPI HANYA MATERIAL TERTENTU YANG AMORF ATAU KRISTALIN

AMORPHOUS :

ATOM ATOMNYA TERTATA SECARA RANDOM ATOM ATOMNYA TERTATA SECARA TERATUR (SIMETRIS) DAN MEMBENTUK POLA TERTENTU TERSUSUN DARI DUA ATAU LEBIH MATERIAL TERDIRI DARI SEL2 SIMETRIS BERLUBANG YANG TERSUSUN SECARA TERATUR

CRYSTALLINE :

COMPOSITES :

CELLULAR :

AMORF
CONTOH : SiO2

SiO2 BISA HADIR DALAM BENTUK CRYSTALLINE MAUPUN NONCRYSTALLINE. KEDUA KONDISI TERSEBUT MASING2 ION SILIKON MENGIKAT 3 ION OKSIGEN. TERBENTUKNYA CRYSTALLINE ATAU NON CRYSTALLINE TERGANTUNG DARI KEMAMPUAN MATERIAL INI YG BER STRUKTUR ATOM RANDOM PADA SAAT CAIR BERTRANSFORMASI KE CRYSTALLINE KETIKA PEMBEKUAN

SiO2

PEMBEKUAN

KRISTALIN dan AMORF

POLYMER

KOMPOSIT

CELLULAR MATERIAL

DARI ALAM
YANG DIMAKSUD BAHAN/MATERIAL ALAM ADALAH YANG DAPAT LANGSUNG DIGUNAKAN TANPA HARUS MELALUI PENGOLAHAN SEHINGGA BERUBAH FISIK, MISALNYA KAYU, BAMBU, ROTAN DAN JENIS AKAR AKARAN, JERAMI, BATU, KULIT BINATANG, DLL. KARET JUGA DAPAT DI GOLONGKAN KE MATERIAL ALAM, TETAPI KARENA KARET MASIH MEMERLUKAN PROSES PENGOLAHAN, BIASANYA DIGOLONGKAN KE JENIS POLIMER

KLASIFIKASI MATERIAL BERDASAR FUNGSINYA

IKATAN PADA MATERIAL ATOM-Si VALENSI 4

IKATAN KOVALEN

ELEKTRON VALENSI DIPAKAI BERSAMA ANTARA DUA ATOM ATAU LEBIH

CONTOH IKATAN KOVALEN ANTARA ATOM SILIKON DAN OKSIGEN MEMBENTUK SILIKA (SiO2)

IKATAN ION JIKA ADA DUA JENIS ATOM BERBEDA SALAH SATU ATOM MEMBERIKAN ELEKTRON KE ATOM LAIN YG KOSONG, CTH: NaCl

IKATAN VAN DER WAALS (IKATAN SEKUNDER) IKATAN YANG TERJADI KARENA GAYA VAN DER WAALS ANTARA ATOM ATOM DAN MOLEKUL. JIKA DUA MUATAN +q DAN q DIPISAHKAN DENGAN JARAK d MAKA ATOM INI MENJADI NETRAL, JIKA BERADA DALAM MEDAN LISTRIK, MAKA ATOM TERPOLARISASI, INTI POSITIV DAN ELEKTRON NEGATIV TERPISAH, MOLEKUL ATAU ATOM ATOM INI KEMUDIAN SALING TARIK MENARIK DISEBUT GAYA VAN DER WAALS
CONTOH :AIR

IKATAN LOGAM Atom-atom memberikan elektron valensinya dan membentuk lautan elektron, inti atom positif terikat kuat karena saling tarik menarik dengan elektron negatif

TATANAN ATOM DALAM FASA GAS, CAIR, PADAT a) Atom gas/plasma : no order b) Uap air : short range order c) Silikon amorf : short range order d) Logam : long range order

SEMUA LOGAM, SEBAGIAN BESAR KERAMIK DAN BEBERAPA POLIMER MEMBENTUK KRISTAL KETIKA BAHAN TERSEBUT MEMBEKU. HAL INI BERARTI ATOM ATOM MENGATUR DIRI SECARA TERATUR DAN BERULANG DALAM POLA TIGA DIMENSI, STRUKTUR SEMACAM INI DISEBUT KRISTAL.

SISTIM KRISTAL

Bentuk Kristal Kubus Tetragonal Ortorombik Monoklinik Triklinik Heksagonal Rombohedral

Sumbu a1 = a2 = a3 a1 = a2 c abc abc abc a1= a2 =a3 c a1 = a2 = a3

Sudut Sumbu semua sudut = 90 semua sudut = 90 semua sudut = 90 dua sudut = 90, satu sudut 90 sudut beda, tidak ada = 90 semua sudut 90 dan 120 sudut sama tapi tidak = 90

SIMETRI KRISTAL

KRISTAL LOGAM

BCC

FCC

HEXAGONAL

KETIDAK SEMPURNAAN KRISTAL

Cacat Titik - kekosongan - substitusi - sisipan sendiri - sisipan asing Cacat Garis. - dislokasi garis. - dislokasi ulir.

LAIN LAIN (serupa) : Kristal kembar Batas butir Porositas presipitat Inklusi impurities

CACAT TITIK : (a) vacancy, (b) interstitial, (c) substitusi kecil, (d) substitusi besar, (e) Frenkel, (f) schottky

DISLOCATION

dislokasi ulir

Batas butir bukan cacat tetapi bagian dari ketidak sempurnaan kristal dan mempengaruhi sifat mekanis

BATAS BUTIR

a. Nukleasi b.Penggumpalan c. Pertumbuhan d.Butir jadi

KRISTAL KEMBAR

CONTOH : KRISTAL KEMBAR PADA BRASS

DIFUSI

Gunanya..?

TERGANTUNG JUMLAH ATOM/MOLEKUL AWAL DAN TEMPERATUR

CONTOH PADA GAMBAR ADALAH DIFUSI ATOM TEMBAGA DAN NIKEL DIFUSI INI BISA JUGA TERJADI PADA VACANCY DAN INTERSTITIAL

HUKUM FICK-1

dc J = D dx

J = flux D = koef difusi dc/dx = gradien konsentrasi

FICKS-2

c c = D 2 x t
2

cs c x x = erf cs c0 s Dt