Anda di halaman 1dari 14

STRUMA Gondok ( dari bahasa latin, guttur, tenggorokan ), didefinisikan sebagai pembesaran dari tiroid, yang telah di kenal

sejak 2700 SM. ahun !"!#, $ieronymus %abri&ius ab '(uapendente menyadari bah)a gondok mun&ul dari kelenjar tiroid. *ada tahun !77", tiroid diklasifikasikan sebagai kelenjar du&tless oleh 'lbre&ht +on $aller dan memiliki berbagai fungsi mulai dari pelumas laring sampai memper&antik leher perempuan. ,umput laut yang dibakar dianggap sebagai pengobatan yang efektif untuk gondok. -perasi tiroid untuk pertama kalinya untuk pengobatan gondok kepada ,oger %rugardi tahun !!70. .amun operasi tiroid menjadi berbahaya dengan angka kematian yang tinggi /001, sampai paruh kedua abad ke !#, ketika kemajuan dalam anestesi umum, antisepsis, dan hemostasis memungkinkan ahli bedah untuk melakukan operasi tiroid dengan angka kematian dan morbiditas yang menurun se&ara signifikan. 'hli bedah tiroid yang terkenal yaitu 2mil heodore 3o&her ( !40! 5 !#!7 ) dan 6'. heodor 7illroth ( !42# 5 !4#0 ), yang telah melakukan ribuan operasi dengan hasil yang semakin baik. .amun karena lebih banyak pasien operasi tiroid yang sukses, masalah baru pun mun&ul. Setelah tiroidektomi total, pasein ( terutama anak 5 anak ) akan mengalami my8edematous dengan kretinisme. My8edeme pertama kali diobati se&ara efektif pada tahun !4#! oleh George Murray menggunakan injeksi subkutan dari ekstrak tiroid domba kemudian 2d)in %o8 menunjukkan bah)a terapi oral sama efektifnya. Anatomi 3elenjar tiroid ber)arna &oklat dengan konsistensi padat yang terletak posterior dari otot sternothyroid dan sternohyoid. 7erbentuk konus, bagian &ranial ke&il sedangkan &audal besar. Memiliki 2 buah lobus yang simetris dan lobus 5 lobus tersebut dihubungkan dengan isthmus. Setiap lobus panjangnya sekitar 9 &m, sedangkan lebarnya : &m dan tebalnya 2;: &m <sthmus difiksasi pada &in&in trakea 2 dan 0. 3elenjar tiroid sendiri di fiksasi pada trakea dan tepi &audal &artilage &ri&oidea oleh penebalan fas&ia pretra&healis yang disebut = ligament of Berry =. %iksasi tersebut menyebabkan kelenjar tiroid turut bergerak pada )aktu proses menelan berlangsung. 7erat kelenjar tiroid normal sekitar 20 gr. 3elenjar tiroid lebih berat pada )anita daripada laki 5

laki tapi itu semua bergantung pada berat badan dan asupan yodium. 3elenjar tiroid biasanya memanjang dari +ertebra ser+ikal 9 ke +ertebra torakal !. 3elenjar tiroid mempunyai kapsul jaringan ikat yang membentuk stroma organ. <nilah yang disebut kapsul sejati dari kelenjar tiroid. 7agian luar dari kapsul sejati dikembangkan oleh fas&ia pretre&hal. <ni merupakan kapsul semu yang disebut perithyroid. 7agian anterior dan lateral fas&ia berkembang dengan baik, bagian posterior tipis dan longgar yang memungkinkan pembesaran kelenjar tiroid posterior. 3elenjar paratiroid superior biasanya terletak antara kapsul sejati tiroid dan kapsul semu fas&ia. *aratiroid inferior mungkin berada antara kapsul sejati dengan kapsul semu dalam parenkim tiroid. Arteri 7erasal dari a. thyroidea superior dan inferior, kadang 5 kadang ada a. thyroidea ima (:1). '. thyroidea superior merupakan per&abangan dari a. &arotis komunis e8terna, sedangkan a. thyroidea inferior kanan berasal dari a. sub&la+ia kanan kalau a. thyroidea inferior kiri berasal dari trun&us thyreo&er+ikalis Vena >ena kelenjar tiroid membentuk pleksus pembuluh darah dipermukaan kelenjar. *leksus ini di drainase oleh : pembuluh darah balik yaitu ? +.tiroid superior, medial, inferior. Persarafan *ersarafan simpatis dari kelenjar tiroid adalah serabut saraf dari ganglia simpatis superior dan medial. Serabut saraf parasimpatis berasal dari n.+agus dan men&apai kelenjar tiroid melalui &abang 5 &abang n.laringeus e8ternus dan n. re&urrens. Sistem Limfatik Sistem limfatika kelenjar tiroid yang berasal dari bagian &ranial lobus thyroideus mengalir mengikuti a. thyroidea superior yang kemudian bermuara ke dalam lymphonodi &er+ikalis profundus. @ang berasal dari isthmus, limfe dialirkan ke limfenodus &er+ikalis profundus bagian &ranialis. Sedangkan yang berasal dari ujung &audal kelenjar tiroid berjalan mengikuti a. thyroidea inferior menuju lymphonodus paratra&healis dan selanjutnya menuju &er+ikalis profundus bagian inferior.

Histologi Se&ara mikroskopik, tiroid dibagi menjadi lobules yang mengandung 20 5 00 folikel. 'da sekitar : 8 !0" folikel dalam kelenjar tiroid pria de)asa. Setiap folikel dilapisi oleh sel epitel kuboid dan merupakan pusat penyimpanan koloid yang disekresikan dari sel 5 sel epitel diba)ah pengaruh hormone S$. iap folikel memiliki dua jenis sel yaitu sel folikel dan sel parafolikel atau 6 yang mensekresikan hormone kalsitonin. Sel folikel berperan dalam sintesis thyroglobulin, iodinasi, penyimpanan thyroglobulin, resorbsi dari thyroglobulin, hidrolisis thyroglobulin serta pelepasan hormone tiroid ke dalam darah dan sistem limfatik. Fisiologi Kelenjar Tiroid 3elenjar tiroid terdiri dari : ma&am hormone yaitu hormone tiroksin ( triiodotironin (
: 0

), hormone

) yang mempengaruhi ke&epatan metabolism tubuh, kemudian hormone

kalsitonin untuk metabolism kalsium. Semua itu diatur oleh tiroid stimulating hormone ( S$ ) dari hipofisis anterior. Iodine Metabolism Antuk membentuk jumlah normal tiroksin, setiap tahun butuh kira 5 kira 90 mg iodium yang di telan dalam bentuk iodide atau kira 5 kira ! mg B minggu. <odide yang telah ditelan akan diabsorbsi dari saluran &erna ke dalam darah. 7iasanya sebgaian besar dari iodide tersebut dengan &epat dikeluarkan oleh ginjal tapi &uma !B9 saja yang se&ara selektif dipergunakan untuk sintesis hormone tiroid. Sintesis, Sekresi, dan Transpor Hormon Tiroid ahap pertama pembentukan hormone tiroid adalah pengangkutan iodide dari darah ke dalam sel 5 sel dan folikel kelenjar tiroid. Membrane basal tiroid mempunyai kemampuan yang spesifik untuk memompakan iodide se&ara aktif ke bagian dalam sel. 3emampuan inilah yang disebut penjeratan iodide iodide trapping !

Sel 5 sel kelenjar tiroid merupakan sel kelenjar khas yang mensekresikan protein. ,etikulum endoplasma dan alat golgi mensintesis dan mensekresikan molekul glikoprotein besar yang disebut tiroglobulin ke dalam folikel. Setiap molekul tiroglobulin mengandung 70 asam amino tirosin dan tiroglobulin yang merupakan substrat utama yang bergabung dengan iodide untuk membentuk hormon tiroid yang terbentuk di dalam molekul tiroglobulin ahap kedua adalah oksidasi ion iodida yaitu perubahan ion iodida menjadi bentuk iodium yang teroksidasi. *roses ini ditingkatkan oleh enCim peroksidase yang mampu mengoksidasi iodida. <odium yang sudah teroksidasi akan berikatan langsung dan berasosiasi dengan enCim iodinase. <odium akan berikatan dengan kira 5 kira !B" bagian dari asam amino tirosin yang ada dalam tiroglobulin. irosin mula 5 mula dioksidasi menjadi monoioditirosin dan selanjutnya diiodotirosin. Makin lama semakin banyak sisa diidotirosin yang saling bergandengan dengan hasilnya adalah pembentukan tiroksin (
0

), kalau penggandengan terjadi antara monoiodotirosin dengan


:

diiodotirosin sehingga bisa terbentuk triidotirosin (

).

Sesudah disintesis, hormon tiroid berada didalam folikel untuk mensuplai tubuh dengan kebutuhan normal terhadap hormon tiroid selama 2 5 : bulan. -leh karena itu bila sintesis hormon tiroid berhenti, efek akibat defisiensi hormon tersebut belum tampak untuk beberapa bulan. irosin tidak disekresikan ke dalam darah. Sebaliknya dengan bantuan enCim deiodinase, iodium dilepaskan dari tirosin sehingga akhirnya membuat semua iodium &ukup tersedia di dalam kelenjar kembali untuk membentuk hormon tiroid tambahan. Se)aktu memasuki darah, semua hormon protein plasma. $ormon
: :

dan

segera berikatan dengan beberapa

dan

terutama berikatan dengan globulin pengikat tiroksin. -leh

karena besarnya afinitas dari protein pengikat plasma terhadap hormon tiroid, maka khususnya tiroksin sangat lambat dilepaskan ke sel jaringan. 3ira; kira setiap " hari, setengah dari tiroksin dalam darah dilepas ke sel jaringan, kalau hari. Se)aktu masuk ke sel, hormon
: :

afinitasnya rendah jadi di lepas ke sel kira 5 kira !


0

dan

berikatan dengan protein intraselular, hormon

berikatan lebih kuat dan kedua hormon ini dipakai se&ara lambat selama berhari 5 hari B berminggu 5 minggu. "egulasi Hormon Tiroid ,egulasi hormon tiroid adalah sebagai berikut. $ipotalamus sebagai master gland mensekresikan ,$ ( hyrotropine ,eleasing $ormone) untuk mengatur sekresi S$ oleh hipofisis anterior. 3emudian tirotropin atau S$ ( hyroid Stimulating $ormone) dari hipofisis anterior meningkatkan sekresi tiroid dengan perantara &'M*. Mekanisme ini mempunyai efek umpan balik negatif. Meningkatnya hormon tiroid di dalam &airan tubuh akan menurunkan sekresi S$ oleh hipofisis anterior. 7ila ke&epatan sekresi hormon tiroid meningkat sampai kira ; kira !,79 kali dari normal, maka ke&epatan sekresi menghambat sekresi S$ maupun terjadi efek yang sebaliknya. #ungsi Hormon Tiroid 2fek yang umum dari hormon tiroid adalah mengaktifkan transkripsi inti sejumlah besar gen. -leh karena itu, di semua sel tubuh sejumlah besar enCim protein, protein struktural, protein transpor, dan Cat lainnya akan disintesis. $asil akhirnya adalah peningkatan menyeluruh akti+itas fungsional di seluruh tubuh. $ormon tiroid meningkatkan akti+itas metabolik selular dengan &ara meningkatkan akti+itas dan jumlah sel mitokondria, serta meningkatkan transpor aktif ion;ion melalui membran sel. $ormon tiroid juga mempunyai efek yang umum juga spesifik terhadap pertumbuhan. 2fek yang penting dari fungsi ini adalah meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan otak selama kehidupan janin dan beberapa tahun pertama kehidupan pas&alahir 2fek hormon tiroid pada mekanisme tubuh yang spesifik meliputi peningkatan metabolisme karbohidrat dan lemak, peningkatan kebutuhan +itamin, meningkatkan laju metabolisme basal, dan menurunkan berat badan. Sedangkan efek pada sistem kardio+askular meliputi peningkatan aliran darah dan &urah jantung, peningkatan frekuensi denyut jantung, dan peningkatan kekuatan jantung. 2fek lainnya antara lain peningkatan pernafasan, peningkatan motilitas saluran &erna, efek merangsang pada sistem saraf pusat (SS*), peningkatan fungsi otot, dan meningkatkan ke&epatan sekresi sebagian besar kelenjar endokrin lain. S$ turun sampai nol, sehingga ,$. 7ila jumlah hormon tiroid tidak men&ukupi, maka

Struma 1 Definisi Struma adalah suatu pembengkakan pada leher oleh karena pembesaran kelenjar tiroid. *embesaran kelenjar tiroid dapat disebabkan oleh kurangnya diet iodium yang dibutuhkan untuk produksi hormon tiroid. erjadinya pembesaran kelenjar tiroid dikarenakan sebagai usaha meningkatkan hormon yang dihasilkan. 2 Penyebab 'danya struma atau pembesaran kelenjar tiroid dapat oleh karena ukuran sel;selnya bertambah besar atau oleh karena +olume jaringan kelenjar dan sekitarnya yang bertambah dengan pembentukan struktur morfologi baru. @ang mendasari proses itu ada 0 hal utama, yaitu ? !. Gangguan perkembangan, seperti terbentuknya kista (kantongan berisi &airan) atau jaringan tiroid yang tumbuh di dasar lidah (misalnya pada kista tiroglosus atau tiroid lingual). 2. *roses radang atau gangguan autoimun seperti penyakit Gra+es dan penyakit tiroiditis $ashimoto. :. Gangguan metabolik (misal, defisiensi iodium) serta hyperplasia, misalnya pada struma koloid dan struma endemik. 0. *embesaran yang didasari oleh suatu tumor atau neoplasia meliputi adenoma 5 sejenis tumor jinak 5 dan adenokarsinoma, suatu tumor ganas. Klasifi!asi Berdasarkan fisiologinya $ a. 2utiroid adalah akti+itas kelenjar tiroid normal b. $ipotiroid adalah akti+itas kelenjar tiroid yang kurang dari normal &. $ipertiroid adalah akti+itas kelenjar tiroid yang berlebihan Berdasarkan klinisnya $ a. .on; oksik (eutiroid dan hipotiroid)

; Difusa

? endemik goiter, gra+ida

; .odusa ? neoplasma b. oksik (hipertiroid) ; Difus ? gra+e, tirotoksikosis primer ; .odusa ? tirotoksikosis skunder Berdasarkan morfologinya $ a. Struma $yperplasti&a Diffusa Suatu stadium hiperplasi akibat kekurangan iodine (baik absolut ataupun relatif). Defisiensi iodine dengan kebutuhan e8&essi+e biasanya terjadi selama pubertas, pertumbuhan, laktasi dan kehamilan. 3arena kurang iodine kelenjar menjadi hiperplasi untuk menghasilkan tiroksin dalam jumlah yang &ukup banyak untuk memenuhi kebutuhan supply iodine yang terbatas. Sehingga terdapat +esikel pu&at dengan sel epitel kolumner tinggi dan koloid pu&at. >askularisasi kelenjar juga akan bertambah. Eika iodine menjadi adekuat kembali (diberikan iodine atau kebutuhannya menurun) akan terjadi perubahan di dalam struma koloides atau kelenjar akan menjadi fase istirahat. b. Struma 6olloides Diffusa <ni disebabkan karena in+olusi +esikel tiroid. 7ila kebutuhan e8&essi+e akan tiroksin oleh karena kebutuhan yang fisiologis (misal, pubertas, laktasi, kehamilan, stress, dsb.) atau defisiensi iodine telah terbantu melalui hiperplasi, kelenjar akan kembali normal dengan mengalami in+olusi. Sebagai hasil +esikel distensi dengan koloid dan ukuran kelenjar membesar. &. Struma .odular 7iasanya terjadi pada usia :0 tahun atau lebih yang merupakan se(uelae dari struma &olloides. Struma noduler dimungkinkan sebagai akibat kebutuhan e8&essi+e yang lama dari tiroksin. 'da gangguan berulang dari hiperplasi tiroid dan in+olusi pada masing;masing periode kehamilan, laktasi, dan emosional (fase kebutuhan). Sehingga terdapat daerah hiperin+olusi, daerah hiperplasi dan daerah kelenjar normal. 'da daerah nodul hiperplasi dan juga pembentukan nodul dari jaringan tiroid yang hiperin+olusi. iap folikel normal melalui suatu siklus sekresi dan istirahat untuk memberikan kebutuhan akan tiroksin tubuh. Saat satu golongan sekresi, golongan lain istirahat untuk aktif kemudian. *ada struma nodular, kebanyakan folikel berhenti ambil bagian dalam sekresi

sehingga hanya sebagian ke&il yang mengalami hiperplasi, yang lainnya mengalami hiperin+olusi (in+olusi yang berlebihanBmenge&il) " Diagnosis Anamnesa a. *enderita datang dengan keluhan adanya benjolan pada leher depan bagian tengah b. Asia dan jenis kelamin ? nodul tiroid timbul pd usia F 20 tahun atau / 90 tahun dan jenis kelamin laki;laki G resiko malignan&y tinggi (20;701). &. ,i)ayat radiasi daerah leher H kepala pada masa anak;anak G malignan&y ::;:71 d. 3e&epatan tumbuh tumor. .odul jinak membesar lama (tahunan), nodul ganas membesar dengan &epat (mingguBbulan) e. Gangguan menelan, sesak nafas, suara serak H nyeri (akibat penekananBdesakan danBatau infiltrasi tumor sebagai pertanda telah terjadi in+asi ke jaringan atau organ di sekitarnya) f. 'sal dan tempat tinggal (pegununganBpantai) g. 7enjolan pada leher, lama, pembesaran h. ,i)ayat penyakit serupa pada keluarga i. Struma toksik ? ; 3urus, irritable, keringat banyak ; .er+ous ; *alpitasi ; $ipertoni simpatikus (kulit basah dingin H tremor) j. Struma non;toksik ? ; Gemuk ; Malas dan banyak tidur ; Gangguan pertumbuhan Pemeriksaan #isik a. <nspeksi *emeriksa berada di depan penderita. *enderita posisi duduk dengan kepala sedikit fleksi atau leher terbuka sedikit hiperekstensi agar m. sternokleidomastoideus relaksasi sehingga tumor tiroid mudah die+aluasi. 'pabila terdapat pembengkakan atau nodul, perlu diperhatikan beberapa komponen berikut ?

; ; ; ; ; ;

Iokasi ? lobus kanan, lobus kiri, ismus Akuran ? besarBke&il, permukaan rataBnoduler Eumlah ? uninodusa atau multinodusa 7entuk ? apakah difus (leher terlihat bengkak) ataukah berupa noduler lokal Gerakan ? pasien diminta untuk menelan, apakah pembengkakannya ikut bergerak *ulsasi ? bila nampak adanya pulsasi pada permukaan pembengkakan

b. *alpasi *asien diminta untuk duduk, leher dalam posisi fleksi, pemeriksa berdiri di belakang pasien dan meraba tiroid dengan menggunakan kedua tangan. 7eberapa hal yang perlu dinilai pada pemeriksaan palpasi ? ; ; ; ; ; *erluasan dan tepi Gerakan saat menelan, apakah batas ba)ah dapat diraba atau tidak dapat diraba tra&hea dan kelenjarnya. 3onsistensi, temperatur, permukaan, dan adanya nyeri tekan $ubungan dengan m. sterno&leidomastoideus (tiroid letaknya lebih dalam daripada mus&ulus ini. Iimfonodi dan jaringan sekitar

&. 'uskultasi *ada auskultasi perlu diperhatikan adanya bising tiroid yang menunjukkan adanya hipertiroid. # Pemeri!saan Penunjang !. Iaboratorium *emeriksaan kadar S$, : total, %ree 0, dan 0 total. 2. ,adiologi hora8 adanya de+iasi trakea, retrosternal struma, &oin lesion (papiler), &loudy (folikuler). Ieher '* lateral e+aluasi jalan nafas untuk intubasi pembiusan. :. ASG

Dilakukan untuk mendeteksi nodul yang ke&il atau nodul di posterior yang se&ara klinis belum dapat dipalpasi. Di samping itu, dapat dipakai untuk membedakan nodul yang padat atau kistik serta dapat dimanfaatkan untuk penuntun dalam tindakan biopsy aspirasi jarum halus. 0. S&anning tiroid Memakai uptake <!:! yang didistribusikan ke tiroid untuk menentukan fungsi tiroid. .ormalnya uptake !9;00 1 dalam 20 jam. 7ila uptake / normal disebut hot area, sedangkan jika uptake F normal disebut &old area (pada neoplasma). 9. *emeriksaan sitologi melalui biopsi aspirasi jarum halus ( %.'7 ) *emeriksaan sitologi nodul tiroid diperoleh dengan aspirasi jarum halus. 6ara pemeriksaan ini berguna untuk menetapkan diagnosis suspek maligna ataupun benigna. $ Penatala!sanaan

!. 3onser+atifBmedikamentosa a. <ndikasi ? ; Asia tua ; *asien sangat a)al ; ,ekurensi pas&a bedah ; *ada persiapan operasi ; Struma residif ; *ada kehamilan, misalnya pada trimester ke;: b. Struma non toksik ? iodium, ekstrak tiroid 20;:0 mgBdl &. Struma toksik ? ; 7ed rest ; * A !00;200 mg (propilthioura&il) Merupakan obat anti;tiroid, dimana bekerjanya dengan pre+ensi pada sintesis dan akhir dari tiroksin. -bat ini bekerja men&egah produksi tiroksin ( 0). Diberikan dosis :8 !00 mgBhari tiap 4 jam sampai ter&apai eutiroid. 7ila menjadi eutiroid dilanjutkan dengan dosis maintenan&e 2 8 9 mgBhari selama !2;!4 bulan. Iugol 9 5 !0 tetes

-bat ini membantu mengubah menjadi tiroksin dan mengurangi +askularisasi serta kerapuhan kelenjar tiroid. Digunakan !0;2! hari sebelum operasi. .amun sekarang tidak digunakan lagi, oleh karena propanolol lebih baik dalam mengurangi +askularisasi dan kerapuhan kelenjar. Dosis : 8 9;!0 mgBhari selama !0 hari. <odium (<!:!) 2. ,adioterapi Menggunakan <!:!, biasanya diberikan pada pasien yang telah diterapi dengan obat anti; tiroid dan telah menjadi eutiroid. <ndikasi radioterapi adalah pasien pada a)al penyakit atau pasien dengan resiko tinggi untuk operasi dan untuk pasien dengan hipotiroid rekuren. ,adioterapi merupakan kontraindikasi bagi )anita hamil dan anak;anak. :. -peratif a. <sthmulobe&tomy , mengangkat isthmus b. Iobe&tomy, mengangkat satu lobus, bila subtotal sisa : gram &. iroide&tomi total, semua kelenjar tiroid diangkat d. iroide&tomy subtotal bilateral, mengangkat sebagian lobus kanan dan sebagian kiri. e. .ear total tiroide&tomi, isthmulobe&tomy de8tra dan lobe&tomy subtotal sinistra dan sebaliknya. f. ,.D (,adi&al .e&k Disse&tion), mengangkat seluruh jaringan limfoid pada leher sisi yang bersangkutan dengan menyertakan n. a&&essories, +. jugularis eksterna dan interna, m. sterno&leidomastoideus dan m. omohyoideus serta kelenjar ludah submandibularis. %enign t&yroid disease Berdasarkan fisiologinya $ ' Hi(ertiroidisme Manifestasi klinis hipertiroidisme dihasilkan dari peningkatan hormon tiroid yang beredar. 2)')1 *ra+e,s Disease

*enyakit Gra+es adalah penyebab terbanyak dari hipertiroid di 'merika Atara, men&apai hingga "0;401 kasus. <ni adalah penyakit autoimun yang penyebabnya tidak diketahui dengan ke&enderungan dalam keluarga, dominan pada perempuan (9?!), dan insidennya meningkat antara usia 00;"0 tahun. *enyakit Gra+es ditandai dengan tirotoksikosis, goiter difus, dan kondisi e8trathyroidal, termasuk ophthalmopathy, dermopathy (pretibial my8edema), a&ropa&hy tiroid, ginekomastia, dan manifestasi lainnya.

2)')1)1 -tiologi 2tiologi yang tepat dari inisiasi proses autoimun pada penyakit Gra+es tidak diketahui. .amun, kondisi seperti pas&a;melahirkan, kelebihan yodium, terapi litium, dan infeksi bakteri serta +irus telah dianggap sebagai pemi&u.

2)')1)2 Tanda dan *ejala !linis .


-

<ntoleransi panas. Mudah berkeringat dan &epat haus. *enurunan berat badan meskipun asupan kalori adekuat. Gejala rangsangan adrenergik meningkat meliputi ? *alpitasi, ner+ousness, fatigue, emosional, hyperkinesis, tremor.

Gejala gastrointestinal yang paling sering ditemukan yaitu peningkatan frekuensi buang air besar dan diare.

*ada pasien )anita sering mengalami amenorrhea, penurunan kesuburan, dan peningkatan insiden abortus.

3omplikasi kardio+askular seperti atrial fibrilasi dan gagal jantung kongestif.

Sekitar 901 pasien dengan penyakit gra+es juga mengalami opthalmopathy klinis yang jelas, gejalanya yaitu ?

>on GraefeJs sign DalrympleJs sign *eriorbital edema 6onjun&ti+al s)elling 6hemosis *roptosis

*ada pemeriksaan fisik ditemukan ?


-

penurunan berat badan dan kemerahan pada )ajah dapat terlihat 3ulit hangat dan lembab *ada pasien di 'merika dan 'frika sering terlihat penggelapan pada kulit mereka akikardia atau atrial fibrilasi remor *enge&ilan otot 3elemahan otot proksimal dengan refleks tendon hiperaktif sering ditemukan.

2)')1) Penatala!sanaan *enyakit Gra+es dapat diobati dengan salah satu dari tiga modalitas pengobatan, yaitu? -bat antitiroid, iroid ablasi dengan !:!< radioaktif hyroide&tomy.

*ilihan pengobatan tergantung pada beberapa faktor yaitu ? usia pasien, tingkat keparahan penyakit, ukuran kelenjar, patologi yang menyertai, ophthalmopathy, pilihanBkeinginan dari pasien, dan keinginan untuk kehamilan.
-bat;obat antitiroid umumnya diberikan sebagai persiapan untuk ablasi yodium

radioaktif atau operasi. -bat;obat yang umum digunakan adalah propylthioura&il (* A, !00 hingga :00 mg tiga kali sehari) dan methimaCole (!0 sampai :0 mg tiga kali sehari) ,adioa&ti+e <odine kontraindikasi.
-perasi dianjurkan ketika ,'< merupakan kontraindikasi, seperti pada pasien?

herapy sering diberikan pada pasien yang kambuh setelah terapi

medis atau bedah, dan pada pasien yang antitiroid obat atau operasi merupakan

(!) kanker atau di&urigai nodul tiroid, (2) masih muda, (:) sedang hamil atau keinginan untuk hamil segera setelah pengobatan, (0) memiliki alergi terhadap obat antitiroid , (9) goiter yang besar sehingga menyebabkan gejala penekanan, dan (") Menolak untuk menjalani terapi ,'<.

Beri Nilai