Anda di halaman 1dari 13

KELAS Q KELOMPOK 1:

Renny Tansil Ignatasia Melisa Prawiro Ri !y In#arno $%an#ra Resti Pratiwi 'ar() *(nita +(lan#ari Trias *(san#a Ri-!i 'er( $aesarianto 1090005 1090013 109001" 10900&" 109005" 10900," 1090090 109009.

METO/E A0ALISIS 1RI0


Urin merupakan cairan yang dihasilkan oleh ginjal melalui proses penyaringan darah. Oleh karena itu kelainan darah dapat menunjukkan kelainan di dalam urin. Untuk mengetahui materi yang terkandung di dalam urin dapat diketahui melalui urinalisis. Urinalisis, istilah untuk tes urin umum, dilakukan untuk mengevaluasi kesehatan seseorang, mendiagnosis kondisi medis seseorang, atau untuk memonitor penyakit seseorang. Tidak semua tes pada urin disebut urinalisis, misalnya tes kehamilan dan tes narkoba. Urin merupakan spesimen yang mudah didapat untuk uji laboratorium dan merupakan sampel yang paling mudah dianalisa karena frekuensi pengambilan sampel dapat diatur. Cara pengambilan sampel urin dapat dilakukan dengan kateter, ditampung sampai habis atau ditampung begitu saja. Dikoleksi pada wadah yang harus memenuhi syarat tertentu, yaitu bersih, kering, bermulut lebar dan dapat ditutup rapat misalnya pot atau tempat bekas obat, bebas bahan kimia, wadah diberi label identitas pasien misalnya nama pasien, nomor register, tanggal, dan sebaiknya segera dibawa ke aboratorium dalam waktu tidak kurang dari !" menit, namun bila tidak segera dianalisis, dapat disimpan dalam refrigerator, dan dianalisis dalam waktu tidak lebih # jam kemudian. $ampel urin perlu diberi preservasi untuk menjaga integritas kandungan analit. %emeriksaan urin yang tepat dan teliti memiliki peran yang sangat penting untuk mendeteksi adanya kelainan pada ginjal atau di luar ginjal. %emeriksaan urin dilakukan melalui ! tahap yang saling melengkapi, yaitu &akroskopis, 'imia Urin, &ikroskopis ($edimen Urin) %ertama, pemeriksaan visual atau makroskopik. %emeriksaan makroskopik dapat dilakukan dengan pengujian kualitatif urine yang meliputi %emeriksaan 'easaman * p+ urin, kejernihan urin, bau urin, volume urin, warna urin dan berat jenis urin.
1. Pe)eri!saan Keasa)an 2 3' (rin

evel p+ yang mengindikasikan kadar asam di urin. gangguan ginjal atau saluran kencing.

evel p+ tidak normal bisa bermakna

Cara pemeriksaan: , 'ertas lakmus merah atau biru dibasahi dengan urine yang diperiksa , Ditunggu selama - menit, perhatikan perubahan warna yang terjadi Pelaporan.

4 /ilai normal. 0.",1." (urin pagi), 2.0,#." (urin sewaktu)

3' le5i% 5asa. setelah muntah,muntah, infeksi atau batu saluran kemih, dan penurunan fungsi ginjal. Dari faktor obat,obatan. natrium bikarbonat, dan amfoterisin 3. 3' le5i% asa). diet tinggi protein atau diet tanpa kalori, diabetes melitus, asidosis tuberkulosis ginjal, dan fenilketonuria. Dari faktor obat,obatan. dia4oksid dan vitamin C

2. Ke6erni%an (rin

Persiapan pasien : %asien jangan terlalu banyak makan protein Cara pemeriksaan: , &asukkan urine kedalam tabung reaksi sebanyak !*2 bagian tabung , Dilihat dengan latar belakang hitam dan dengan penerangan cahaya matahari atau lampu yang terang , Dilihat kejernihannya apakah terdapat kekeruhan Pelaporan . Dinyatakan dengan jernih,agak keruh,keruh, atau sangat keruh
3. 7a( 1rin

Prinsip pemeriksaan: 5danya bau yang ada cukup bermakna dalam membantu diagnose Cara pemeriksaan: , &asukkan sampel urine kedalam tabung reaksi yang bersih sebanyak !*2 bagian tabung , &encium bau sampel urine yang berada dalam tabung reaksi
4. 8ol()e 1rin

Tujuan Pemeriksaan Volume Urin . &engetahui daya kerja ginjal Prinsip pemeriksaan : 3anyaknya urin yang dikeluarkan ginjal dalam 62 jam. Tergantung dari beberapa faktor dan pembacaannya pada miniscus bawah dari gelas ukur. Prosedur pemeriksaan :

a. %ada jam* waktu hari pertama,pasien kencing dan specimen dibuang, waktu kencing dicatat pada tempat penampung. b. $emua specimen setelah itu dikumpulkan dengan hati,hati ke dalam wadah selama 62 jam berikutnya c. $pecimen yang terakhir tepat 62 jam sesudah kencing yang pertama kali ditampung d. Ukur volumenya dengan gelas ukur
5. +arna 1rin

Prosedur pemeriksaan: , &asukkan sampel urin kedalam tabung reaksi yang bersih sebanyak !*2 bagian tabung , $ampel urine dilihat dengan posisi miring pada cahaya tembus (matahari * lampu yang terang) Catatan . a. /ilai normal . warna kuning muda sampai kuning tua dan jernih, bila basa agak keruh karena adanya endapan fosfat. 3ila ada kekeruhan,perlu disentrifuge atau disaring. b. 7at yang mempengaruhi warna urine , 'uning . Urobilin urochrom (3ilirubin) , +ijau . 8ndicant (&ethylene 3lue 9 :van;s 3lue) , Coklat . Urobilin (3ilirubin,+ematin,%orfobilin) , &erah . Uroeritrin (+b, %orfirin) , %utih susu . Urat, %hosphat (%us, <etah %hosphat) .9 7erat 6enis /ilai normal. -.""! s*d -."!" g*m /ilai ini dipengaruhi sejumlah variasi, antara lain umur. 3erat jenis urin dewasa berkisar pada -."-1,-."66, neonatus (bayi baru lahir) berkisar pada -."-6, dan bayi antara -.""6 sampai -.""1. Urin pagi memiliki berat jenis lebih tinggi daripada urin di waktu lain, yaitu sekitar -."61.

5bnormalitas. 7erat 6enis (rin yang le5i% #ari nor)al menunjukkan gangguan fungsi ginjal, infeksi saluran kemih, kelebihan hormon antidiuretik, demam, diabetes melitus, diare * dehidrasi. 7erat 6enis (rin yang !(rang #ari nor)al menunjukkan gangguan fungsi ginjal berat, diabetes insipidus, atau konsumsi antibiotika (aminoglikosida) 'edua,disamping cara konvensional, pemeriksaan kimia urin dapat dilakukan dengan cara yang lebih sederhana dengan hasil cepat, tepat, spesifik dan sensitif yaitu memakai reagens pita. =eagens pita ini dapat dipakai untuk pemeriksaan p+, glukosa, protein, keton, bilirubin, darah,urobilinogen dan nitrit. Untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang optimum, aktivitas reagens harus dipertahankan, penggunaan haruslah mengikuti petunjuk dengan tepat> baik mengenai cara penyimpanan, pemakaian reagens pita dan bahan pemeriksaan. Tes ini dimaksudkan untuk memeriksa. -. p+ urine, 3ila urin dibiarkan pada suhu kamar, bakteri akan berkembang biak yang menyebabkan p+ menjadi alkali dan menyebabkan hasil positif palsu untuk protein. 6. %emeriksaan gl(!osa dalam urin dapat dilakukan denganmemakai reagens pita. $elain itu penetapan glukosa dapat dilakukan dengan cara reduksi ion cupri menjadi cupro. Dengan cara reduksi mungkin didapati hasil positif palsu pada urin yang mengandung bahan reduktor selain glukosa seperti . galaktosa, fruktosa, laktosa, pentosa, formalin, glukuronat dan obat,obatan seperti streptomycin, salisilat, vitamin C. Cara en4imatik lebih sensitif dibandingkan dengan cara reduksi. Cara en4imatik dapat mendeteksi kadar glukosa urin sampai -"" mg*dl, sedangkan pada cara reduksi hanya sampai 60" mg*dl. !. %rotein yang seharusnya tidak terdeteksi. %ertambahan dalam jumlah sedikit tidak terlalu mengkhawatirkan, namun apabila terjadi dalam jumlah besar mungkin menunjukkan sebuah masalah di ginjal.Oleh sebab itu, keberadaan sedikit gula akan dilanjutkan dengan tes untuk diabetes. 2. 7ilir(5in 3ilirubin berwarna kuning coklat yang ditemukan dalam empedu, yang dihasilkan dari

heme,katabolisme yang normal. /ormalnya tidak ditemukan atau ada tapi dalam jumlah yang tidak terdeteksi dalam urine. Prose#(r (6i 7illir(5in Uji Hay Taburkan sedikit bubuk sulfur pada permukaan 6 ml urin. 3ila terdapat bilirubin, bubuk sulfur akan tenggelam di dasar, sedangkan bila tidak terdapat bilirubin, sulfur akan tetap berada di permukaan urin. 0. 'eton yang, bila terdeteksi, menandakan diabetes dan membutuhkan tes lanjutan. 0ilai nor)al. negatif Uji ketonuria dimaksudkan untuk mendeteksi adanya produk sampingan penguraian karbohidrat dalam urin. 'etonuria dulu diperiksa dengan metode =othera, dan sekarang digunakan dipstik. Prose#(r. Uji ketonuria dapat dilakukan dengan menggunakan tablet 5cetest untuk mendeteksi dua keton utama, yaitu aseton dan asam asetoasetat. Uji ini dilakukan dengan cara meletakkan tablet 5cetest di atas kertas saring atau tissue, lalu teteskan urin segar di atas tablet tersebut. Tunggu selama !" detik. 5mati perubahan warna yang terjadi pada tablet tersebut> jika berubah warna menjadi berwarna lembayung terang ? gelap, maka uji keton dinyatakan positif. $elain itu dapat digunakan strip reagen (dipstick) 'etosti@ atau strip reagen multitest (mis. Combur, &ultisti@, 5rkray, dsb). Celupkan strip reagen ke dalam urin. Tunggu selama -0 detik, lalu amati perubahan warna yang terjadi. 3andingkan dengan bagan warna. %embacaan dipstick dengan instrument otomatis lebih dianjurkan untuk memperkecil kesalahan dalam pembacaan secara visual. Uji ketonuria dengan strip reagen ('etosti@ atau strip reagen multitest) lebih sensitif terhadap asam asetoasetat daripada aseton. 0ilai R(6(!an : Dewasa dan anak . uji keton negatif (kurang dari-0 mg*dl). 1. %emeriksaan (ro5ilinogen dengan reagens pita perlu urin segar. Dalam keadaan normal kadar urobilinogen berkisar antara ",- , -," :hrlich unit per dl urin. %eningkatan ekskresi

urobilinogen urin mungkin disebabkan oleh kelainan hati, saluran empedu atau proses hemolisa yang berlebihan didalam tubuh. A. 3erbagai produk sel darah putih, misalnya nitrit dan lekosit esterase, yang mungkin menandakan infeksi saluran kencing. #. $el darah merah atau komponen darah lain, seperti hemoglobin atau myoglobin, yang mungkin menandakan kerusakan ginjal, batu ginjal, infeksi, kelainan darah, atau kanker kandung kemih. +asil ini tentunya membutuhkan tes lanjutan. 'etiga, hasil yang datang dari pemeriksaan mikroskopis urin yaitu pemeriksaan sedimen urin. 8ni penting untuk mengetahui adanya kelainan pada ginjal dan saluran kemih serta berat ringannya penyakit. Urin yang dipakai ialah urin sewaktu yang segar atau urin yang dikumpulkan dengan pengawet formalin.
-.

Le(!osit :sel #ara% 3(ti%; untuk kemungkinan infeksi. /ilai normal. 6,2 sel per lapang pandang besar eukosit yang berlebihan dalam urin (piuria) biasanya menandakan adanya infeksi saluran kemih atau kondisi inflamasi lainnya, misalnya penolakan transplantasi ginjal.

6.

Eritrosit :sel #ara% )era%; sebagai tanda kelainan ginjal, kelainan darah, atau kondisi medis lainnya. Dalam keadaan normal tidak dijumpai eritrosit dalam sedimen urin.

!.

Silin#er adalah endapan protein yang terbentuk didalam tubulus ginjal, %embentukan silinder dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain osmolalitas, volume, p+ dan adanya glikoprotein yang disekresi oleh tubuli ginjal.

2.

Sel e3itelial yang memiliki dua makna. tumor atau sampel urin terkontaminasi, $el epitel merupakan unsur sedimen organik yang dalam keadaan normal didapatkan dalam sedimen urin, dapat dilihat dengan memakai 4at warna $udan 888*8B atau diperiksa dengan menggunakan mikroskop polarisasi.

0.

7a!teri #an 6a)(r ata( 3arasit yang mungkin mengindikasikan infeksi /ilai normal bakteri. negatif. 'ecuali untuk urin midstream. C -"""*m

/ilai normal jamur dan parasit. negatif 3akteri yang dapat menimbulkan infeksi saluran kemih mungkin ditemukan dalam urinalisa, antara lain E.coli, Proteus vulgaris, Neisseria gonorr oea dan Pseudomonas aeruginosa. $edangkan parasit yang mungkin ditemukan dalam urin adalah !c istosoma aemato"ium dan mikrofilaria spesies tertentu.
1.

Kristal untuk kemungkinan batu ginjal. 0ilai nor)al. ditemukan kristal dalam jumlah kecil 'ristal yang ditemukan dalam urin tergantung pada p+ urin yang diperiksa. %ada urin asam dapat ditemukan kristal asam urat. %ada urin netral ditemukan kristal kalsium oksalat. %ada urin basa mungkin terlihat kristal kalsium karbonat dan kalsium fosfat. 5da juga sejumlah kristal yang dalam keadaan normal tidak ada> antara lain kristal tirosin, sistin, kolesterol, dan bilirubin.

EKSTRAKSI SAMPEL 1RI0 SE$ARA 1M1M

':T:=5/<5/.

<ra!si A $alisilat Denitoin <ra!si 7 3arbiturat 'lorpropamid <lutetimid %aracetamol Denil buta4on Denitoin <ra!si $ 'ofein

<lutetimid ora4epam(Darah) 'lormetia4ol :tklorvinol Dlura4epam(darah) &eprobamat &etakualon(Darah) &etiprilon /itra4epam(darah) %arasetamol Dena4on Tema4epam(darah)

<ra!si / 5mfetamin 5mitriptilin 'ofein 'lordia4epoksid 'lormetia4ol 'lomipramin 'odein Desipramin Dia4epam Dihidrokodein :rgot alkaloid

&etadon &etakualon &orfin /itra4epam Orfenadrin Oksprenolol %ropanolol 'inin Tema4epam Teofilin Trimipramin <ra!si E 3en4odia4epin (sebagai ben4openon) <ra!si < &orfin 'odein

'arbromal(isi lambung) 'lordia4epoksid(darah)

Teofilin

Dlura4epam ora4epam

Untuk membedakan obat pada fraksi yang sama, perlu dilakukan uji lebih lanjut sesuai yang tertera pada penetapan kadar di masing,masing monografi ( Darmakope 8ndonesia 8B ). 3eberapa contoh metode analisis obat,obatan antara lain adalah -. en#yme multiplied immunoassay $%E&'T) yang dapat digunakan untuk identifikasi penyalah gunaan obat dan metabolitnya pada urin seperti penggunaan cannabinoids, morfin, amphetamine dan metabolitnya, marijuana, serta dapat menghasil hasil yang akurat untuk monitoring beberapa obat,obatan jantung,Teofilin, digo@in, anti epilepsi, antibiotik,dll . :&8T menggunakan antibodi yang didesain untuk mengikat molekul sampel yang diinginkan, semakin banyak molekul sampel dalam sampel akan semakin kuat dan banyak ikatan antibodi. Prose#(r: (. Campurkan sampel diduga mengandung obat tertentu dengan suatu larutan yang memiliki konsentrasi antibodi dan substrat en4im yang telah diketahui 6. Dalam waktu yang singkat (biasanya kurang dari satu menit) terjadi pengikatan, dan penambahan konjugat dengan konsentrasi tertentu. !. Ukur laju perubahan warna atau fluoresens. 2. &enentukan konsentrasi obat dengan membandingkan tingkat diamati tingkat yang diproduksi oleh konsentrasi obat yang diketahui.

6. )adio 'mmunoassay $)'*) yang dapat digunakan untuk identifikasi morfin pada urin. Teknik ini sangat peka serta spesifik dan biasanya digunakan untuk mengetahui kandungan 4at biologik tertentu dalam tubuh yang jumlahnya sangat kecil. &isalnya, hormon insulin atau tiroksin, en4im,dan lain,lain. %rinsip pemeriksaan =85 adalah kompetisi antara antigen (bahan biologi yang diperiksa) dengan antigen radioaktif dalam memperebutkan antibodi yang jumlahnya sangat terbatas. /amun hasil dari :&8T dan =85 masih harus dipresisikan dengan gas chromatographic,mass spectrometric (<C,&$) untuk mendapatkan hasil yang paling tepat !. T in +ayer C romatograp y $T+C) yang dapat digunakan untuk menganalisis metabolite abnormal pada urin. 'romatografi digunakan untuk memisahkan dan mengidentifikasi senyawa.Terdapat empat tipe mekanisme kerja dari kromatografi, %artisi, 5dsopsi, filtrasi gel, dan pertukaran ion, T C merupakan salah satu contoh tipe partisi $pektrofotodensitrometri adalah salah satu contoh dari T C 2. ,as +i-uid C romatograp y $,+C%,C) Dapat digunakan untuk menganalisis beberapa senyawa yang memiliki karakteristik khusus seperti senyawa yang mudah menguap, sehingga urin harus diuapkan erlebih dahulu untuk dianalisa. <as tersebut akan diantar oleh fase gerak menuju glass column yang mengandung fase diam cair, kemudian obat tersebut akan diidentifikasi oleh /%D detektor yang sering digunakan juga untuk mendeteksi bahan,bahan yang mengandung nitrogen seperti penisilin dan kokain. $alah satu parameter yang digunakan untuk < C ada waktu retensi. < C memiliki beberapa kekurangan yaitu waktu untuk menganalisis yang relatif lambat dan hanya dapat menganalisis satu sampel setiap prosesnya, memerlukan tenaga ahli, waktu penyiapan sampel yang cukup lama dapat menyebabkan beberapa obat atau metabolit obat dapat terderivat sebelum masuk ke dalam kolom dan dianalisis. .. Hig Per/ormance +i-uid C romatograp y $HP+C) Dapat digunakan untuk mendeteksi beberapa logam seperti %b, reduksi beberapa obat,obatan seperti reduksi clenbuterol(E6 agonis) dan beberapa obat,obatan (e@.paracetamol) pada urin,hormon (kortisol dan cortisone). +% C juga merupakan metode yang sangat sensitif dibandingkan T C dan memiliki hasil yang dapat dikonfirmasi dan mengurangi kemungkinan terjadi hasil positif palsu. 0. 'nductively Coupled Plasma &ass !pectrometer$'CP1&!)

dapat digunakan untuk mendeteksi senyawa abnormal dalam urin seperti logam,logam (5s,Cu,%b,dll) 2. ,as C romatograp y1&ass !pectrometre $,C1&!) <C,&$ merupakan metode yang mengkombinasikan 'romatografi gas,cair dan

sektrofotometer masa untuk mengidentifikasikan substansi yang berbeda pada sampel. Me!anis)e !er6a: <as chromatograph memanfaatkan kolom kapiler yang tergantung pada kolom dimensi (panjang diameter, film ketebalan) serta fase properti (misalnya 0F fenil polysilo@ane). %erbedaan dalam sifat,sifat kimiawi molekul yang berbeda dalam sampel akan memisahkan molekul selama sampel berada dalam kolom. &olekul ditahan oleh kolom dan kemudian dieluasi dari kolom pada waktu yang berbeda (disebut waktu retensi), dan hal ini memungkinkan aliran $pektrometer massa untuk menangkap, mengionisasi, mempercepat, dan mendeteksi molekul terionisasi secara terpisah. $pektrometer massa melakukan hal ini dengan memecah setiap molekul menjadi fragmen,fragmen yang terionisasi dan mendeteksi fragmen ini menggunakan massa fragment tersebut untuk menentukan rasio. 3eberapa senyawa yang dapat dideteksi menggunakan <C,&$ adalah :ster, asam lemak, alcohol, ,morphine, codeine, hydromorphone, hydrocodone, dan 1,acetylmorphine. $ampel diekstraksi dengan cara dicampur dengan fase solid pengekstraksi dan kemudian dianalisis. &asing,masing metode tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Deteksi senyawa,senyawa tersebut secara spektrofotometri tidak dapat dilakukan pada satu panjang gelombang yang sama. Untuk itu kromatografi lapis tipis (' T) sangat memungkinkan untuk analisis kualitatif sekaligus analisis kuantitatif dengan spektrofotodensitometer. Oleh karena itu diperlukan perbandingan campuran larutan pengembang yang sesuai agar diperoleh pemisahan yang optimum dalam analisis dengan 'romatografi lapis tipis sebelum dengan spektrofotodensitometri. Contoh penentuan kadar morfin secara spektrodensitometri Cara kerja arutan baku -. Timbang ",0101g morfin +C dilarutkan dengan aGuadest ad -"","" ml.

6.

arutkan morfin 0 mcg*ml, totolkan pada pelat dengan volume berturut,turut, 2,#,-6,-1,6",62, dan 6# mc sehingga menghasilkan konsentrasi sebesar 6", 2", 1", #", -"", -6", -2" ng.

!. :luasi dengan eluen toluene. aseton.etanol. amonia (20. 20. A. !) hingga batas, keringkan. 2. 5mati dengan spektrofotodensitometer dg. %anjang gelombang 6#A nm. $ampel -. %reparasi sampel %elarut untuk ekstraksi sampel urin simulasi yang telah dilakukan adalah etil asetat. isopropanol (H.-), kloroform,isopropanol (!.-), dan kloroform. arutan pengembang dipilih toluene . aseton . etanol.amonia dan pelarut pengekstraksi dipilih etilasetat,isopropanol. 'e dalam 0 m sample urin ditambahkan asam fosfat sampai p+ !, kemudian diekstraksi dengan 6@-0 m eter. 'e dalam lapisan air ditambahkan ammonia sampai p+ # dan diekstraksi dengan 6@0 m kloroform. apisan air berikutnya ditambah asam klorida pekat sampai p+ !, kemudian dipanaskan -""oC selama !" menit. $etelah larutan didinginkan kemudian diekstraksi kembali dengan 6@0 m eter. apisan air hasil ekstraksi ditambah /aO+ sampai p+ H, lalu diekstraksi dengan etilasetat,isopropanol (H.-). kemudian ditambah 0 m metanol. 5nalisis sampel yang telah di ekstraksi dengan spektrodensitometer. 3erdasarkan perhitungan diperoleh persamaan garis regresi y I ,1H,6- J #,"1 @, dengan koefisien korelasi (r) sebesar ",HH6. Kang diperoleh dari metode ekstraksi morfin dalam sampel urin yang optimum dengan etilasetat,isopropanol. %enggunaan kloroform untuk mengekstraksi morfin ternyata kurang baik, mengingat kelarutan etilasetat dalam air adalah -. -0 sedangkan kelarutan kloroform dalam air adalah -. 6"". 3erdasarkan sifat kelarutan tersebut di atas dapat dikatakan bahwa etilasetat bersifat lebih polar dibandingkan kloroform atau lebih tepatnya bersifat semipolar. Demikian juga dengan penambahan isopropanol (H.-) pada etilasetat dapat menarik larutan tersebut ke arah polar ternyata menjadikan morfin yang berada pada keadaan isoelektrik menjadi lebih banyak tertarik ke dalam fase organik tersebut. %ersentase perolehan kembali kadar morfin dalam urin simulasi adalah H6,!- > H!,-2 > dan #H,1#F dengan simpangan baku dan koefisien variasi masing,masing sebesar 6,00 dan 6,A#. apisan organik hasil ekstraksi diuapkan sampai kering

/A<TAR P1STAKA
5nonim. (6"--, -- -#). 3inas 4ese atan 4ota 5alikpapan. =etrieved juni !, 6"-6, from U%Tt aboratorium Dan =adiologi. http.**teknik,pengumpulan,sampel,urine.html +ites, =. (n.d.). <as Chromatography &ass $pectrometry. &5=TO/O, $., &:8K5/TO, :., 9 +5'8&, 5. (n.d.). =etrieved juni !, 6"-6, from 5/5 8$8$ ' 8/8'. http.**edymei.blog.ugm.ac.id /. &., $., 9 $uryadhi, &. 5. (6""A). %enentuan 'uantitatif &orfin Dalam Urin. 6urnal 4imia , 1A,AH. Lerner, :. (-HHA). Deasibility of 8C%,&$ for the assessment of uranium e@cretion in urine. 6ournal o/ )adioanalytical and Nuclear C emistry , 6"-,6"!. Lirawan, =., 8mmanuel, $., 9 Dharma, =. (6"-6). Penilaian Hasil Pemeriksaan Urin. =etrieved juni !, 6"-6, from makroskopik,mikroskopik,urin.html. http.**makroskopik,mikroskopik, urin.html www.wikipedia.com