Anda di halaman 1dari 17

PERANCANGAN SISTEM ANTRIAN PELAYANAN RAWAT JALAN PADA RUMAH SAKIT ISLAM IBNU SINA YARSI SUMBAR PADANGPANJANG

MENGGUNAKAN PHP DAN MYSQL Nuning Versianita1), Rini Sovia S.kom, M.kom2) , Abulwafa Muhammad S.kom, M.kom3) 1) Teknik Informatika, U n i v e r s i t a s P u t r a I n d o n e s i a Y P T K , P a d a n g email: n u ni n g v er sia n it a9 1 @ g ma i l.co m 2) Sistem Informasi, U n i v e r s i t a s P u t r a I n d o n e s i a Y P T K , P a d a n g email: r i n i _ s o v i a 4 @ y m a i l . c o m 3) Teknik Informatika, U n i v e r s i t a s P u t r a I n d o n e s i a Y P T K , P a d a n g email: abiealwafa@gmail.com Abstrak Pelayanan kesehatan berkualitas merupakan pelayanan kesehatan yang memuaskan pemakai jasa serta diselenggarakan sesuai dengan standar dan etika pelayanan rumah sakit. Sistem antrian adalah suatu himpunan pelanggan, pelayanan dan suatu aturan yang mengatur pelayanan kepada pelanggan. Terjadinya antrian pasien pada unit rawat jalan sebuah rumah sakit tanpa disadari dapat menimbulkan kendala. Penulis merancang sebuah aplikasi sistem antria yang bertujuan untuk dapat meningkatkan kinerja serta pelayanan rumah sakit. Perancangan sistem antrian berbasis web dapat mempermudah registrasi, pengambilan nomor, serta pemanggilan nomor dengan suara. Model antrian yang digunakan adalah Multiple Channel Single Phase. Kualitas pelayanan yang semakin baik akan meningkatkan kepercayaan pasien dan masyarakat terhadap kualitas pelayanan rumah sakit

Kata Kunci Nama File Journal

: Sistem Antrian, Pelayanan, Rumah Sakit, Rawat Jalan, Berbasis Web, Multiple Channel Sigle Phase : 09101152630044_Nuning Versianita_Teknik Informatika

1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pelayanan kesehatan berkualitas merupakan pelayanan kesehatan yang memuaskan pemakai jasa pelayanan serta diselenggarakan sesuai dengan standar dan etika pelayanan rumah sakit tersebut. Sebuah rumah sakit tidak hanya dituntut untuk menyediakan tenaga medis yang handal tetapi juga harus mampu memberikan suatu layanan prima yang sesuai dengan harapan pasien. Layanan tersebut dimulai dari 2 sistem pendaftaran pasien, pengurusan administrasi yang tidak memakan waktu lama hingga pelayanan yang diberikan oleh dokter, perawat maupun karyawan rumah sakit lainnya. Keseluruhan elemen tersebut dapat mempengaruhi pandangan pasien terhadap kualitas pelayanan rumah sakit. Salah satu masalah yang sering dijumpai oleh suatu rumah sakit berasal dari instalasi rawat jalan. Pada Rumah Sakit Ibu Sina Yarsi Padang Panjang masih menggunakan sistem antrian yang manual, dimana pasien datang dengan mendaftar secara manual untuk mendapatkan nomor antrian yang dicatat oleh petugas kedalam buku yang nantinya baru dimasukan kedalam database pasien rawat jalan.

Sistem seperti ini dianggap kurang efektif, selain pasien harus menunggu lama mengantri untuk mendaftar serta pasien juga kurang nyaman dengan sistem antrian yang belum terkomputerisasi. 1.2 Perumusan Masalah Berdasarkan masalah diatas maka dirumuskan beberapa masalah : 1. Bagaimana merancang sistem antrian yang dapat meningkatkan kinerja dan palayanan rumah sakit? 2. Bagaimana merancang sistem antrian yang dapat mempermudah registrasi dalam melakukan check up? 3. Bagaimana mengimplementasikan sistem antrian yang dirancang dalam prakteknya? 1.3 Hipotesa Berdasarkan rumusan masalah di atas maka dapat dikemukakan hipotesis sebagai berikut : 1. Sistem antrian yang baru dapat meningkatkan kinerja serta pelayanan rumah sakit. 2. Perancangan sistem antrian berbasis web dapat mempermudah dalam melakukan registrasi dan dapat menyimpan data pasien secara aktual.

3.

Sistem yang dirancang dapat berjalan sesuai dengan yang di inginkan.

mengacu pada model proses pengembangan sistem yang disebut System Development Life Cycle (SDLC).

1.4 Batasan Masalah Batasan masalah pada sistem ini antara lain : 1. Model antrian yang digunakan adalah Multiple Channel Single Phase 2. Penelitian difokuskan pada antrian rawat jalan 3. Penelitian menggunakan asumsi seluruh pasien berada dalam antrian bukan pasien gawat darurat. 4. Perancangan sistem menggunakan bahasa pemogramana PHP dan MySQL 1.5 Tujuan Penelitian Tujuan dari perancangan aplikasi pada skripsi ini adalah : 1. Merancang model antrian berbasis web agar lebih mudah di akses dan mengehemat waktu serta biaya. 2. Melakukan perbaikan sistem dari manual ke komputerisasi untuk meningkatkan mutu pelayanan pada Poliklinik rawat jalan 1.6 Manfaat Penelitian Manfaat yang diperoleh dari perancangan sistem antrian ini adalah : Dapat mempermudah pasien dalam melakukan jadwal check up, mengetahui jadwal dokter yang ada dan melakukan pembuatan janji temu dengan dokter yang bersangkutan. 2. LANDASAN TEORI 2.1 Rekayasa Perangkat Lunak Istilah Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) secara umum disepakati sebagai terjemahan dari istilah Software Engineering. Istilah Software Engineering mulai dipopulerkan tahun 1968 pada Software Engineering Conference yang diselenggarakan oleh NATO. 2.1.1 Pengertian Rekayasa Perangkat Lunak Rekayasa perangkat lunak adalah pengembangan dan penggunaan prinsip pengembangan suara untuk memperoleh perangkat lunak secara ekonomis yang reliable dan bekerja secara efisien pada mesin nyata (Pressman, 2001). 2.1.2 Paradigma Lunak Rekayasa Perangkat

Gambar 1 System Development Life Cycle (SDLC). 2.1.2.1 Model Air Terjun (Waterfall) : Model siklus hidup (Life Cycle) adalah model utama dan dasar dari banyak model. Salah satu model yang cukup dikenal dalam dunia rekayasa perangkat lunak adalah waterfall model. Disebut waterfall (berarti air terjun) karena memang diagram tahapan prosesnya mirip dengan air terjun yang bertingkat (Mulyanto, 2008).

Gambar 2 Permodelan Waterfall 2.1.2.2 Model Prototype Sebuah protipe adalah bagian dari produk yang mengekspresikan logika maupun fisik antarmuka eksternal yang ditampilkan. Konsumen potensial menggunakan prototipe dan menyediaka masukan untuk tim pengembang sebelum pengembangan skala besar dimulai (Simamarta, 2010).

Pada rekayasa perangkat lunak, banyak model yang telah dikembangkan untuk membantu proses pengembangan perangkat lunak. Model-model ini pada umumnya

jarak yang sama atau dapat pula secara random, dengan jarak kedatangan yang tidak sama. Dalam sistem antrian ada 5 komponen yang harus diperhatikan agar penyedia fasilitas pelayanan dapat melayani para pelanggan yang berdatangan, yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. Gambar 3 Model Prototype 2.1.2.3 Model Spiral Model ini awalnya diusulkan oleh Boehm [BOE88], adalah model proses perangkat lunak yang evolisioner yang merangkai sifat interatif dari prototipe dengan cara kontrol dan aspek sistematis dari model sekuensial linier. Model itu berfungsi untuk pengembangan versi pertambahan perangkat lunak secara cepat. Di dalam model spiral, perangkat lunak dikembangkan di dalam suatu deretan pertambahan. Selama awal iterasi, rilis inkremental bisa merupakan sebuah model atau prototipe kertas. Selama iterasi berikutnya, sedikit demi sedikit dihasilkan versi sistem rekayasa yang lebih lengkap. (Roger S. Pressman, Ph. D, 2002) Bentuk kedatangan para pelanggan. Bentuk fasilitas pelayanan. Jumlah pelayanan atau banyaknya tempat service. Kapasitas fasilitas pelayanan untuk menampung para pelanggan. Disiplin antrian yang mengatur pelayanan kepada para pelanggan sejak pelanggan datang sapai menggalkan tempat pelayanan.(Thomas J. Kakiay, 2004).

2.3 Disiplin Antrian Aturan pelayanan kedatangan antara lain : 1.

menurut

urutan

2.

3.

4.

Pertama masuk pertama keluar (FIFO) Merupakan suatu peraturan dimana yang akan dilayani terlebih dahulu adalah yang pertama datang. Yang terakhir masuk yang pertama keluar (LIFO) Merupaka antrian dimana yang datang paling akhir adalah yang dilayani paling awal. Pelayanan dalam urutan acak (SIRO) Service In Random Order dimana pelayanan yang dilakukan secara acak, sering juga dikenal dengan RSS (RandomSelection For Service). Pelayanan berdasarkan prioritas (PRI) Dimana pelayanan didasarkan prioritas khusus.

2.4 Struktur Antrian 4 macam struktur antrian yang umum terjadi dalam seluruh sistem antrian : 1. Single Channel Single Phase (Satu Antrian Satu Pelayanan) 2. Multiple Cannel Single Phase (Satu Antrian Beberapa Pelayanan Single) 3. Multiple Channel Multiple Phase (Beberapa Antrian Beberapa Pelayanan Paralel) 4. Single Channel Multiple Phase (Satu Antrian Beberapa Pelayan Seri) 2.5 Ditribusi Waktu Tunggu Barisan antrian dapat terbentuk apabila terdapat keterbatasan pada orang atau alat yang digunakan untuk memberikan pelayanan. Bentuk pelayanan ini dapat terdiri dari berbagai macam, seperti peralatan mesin, terminal, kasa perbankan, telepon kantor, traffic light, dan lain

Gambar 4 Model Spiral 2.2 Teori Antian Teori antrian dikemukakan dan dikembangkan oleh AK. Erlang, seorang insinyur Denmark, pada tahun 1910. Disiplin antrian tampak pada pelanggan (entah barang atau orang) akan dilayani berdasarkan yang dahulu datang. Pelanggan dapat datang dengan

sebagainya yang semuanya diperlukan pelanggan untuk mendapatkan pelayanan.(Thomas J. Kakiay, 2004). 2.3.1 Distribsi Eksponensial

Digunakan untuk memodelkan waktu tunggu sampai sebuah peristiwa terjadi, dan juga untuk memodelkan waktu antar terjadi peristiwa. Rumusan randon variance mengenai waktu dari distribusi eksponensial adalah : ti = ln Ri dengan =1/

Perancis. Distribusi Poisson termasuk distribusi teoritis yang memakai variabel random diskrit. Distribusi poisson adalah distribusi nilai-nilai bagi suatu variabel random X (X diskret), yaitu banyaknya hasil percobaan yang terjadi dalam suatu interval waktu tertentu atau di suatu daerah tertentu. Sampel distribusi poisson dengan rata-rata : = t dengan = parameter distribusi eksponensial Dengan =1/

Dalam pencarian waktu menggunakan distribusi eksponensial, rumusan yang digunakan untuk pencarian bilangan random adalah menggunakan rumus additive. Dimana, Zi = (a x Zi-1 + C) mod m Keterangan : 1. 2. 3. 4. 5. Syarat : 1. Untuk a disyaratkan = Untuk C harus bilangan ganjil dan tidak boleh bernilai kelipatan dari m Untuk m harus bilangan prima, kecuali bilangan m lainnya diberikan, maka m boleh bilangan prima atau bukan bilangan prima. Zi = Angka random baru Zi-1 = Angka random lama / Z0 = 12357 C = Konstanta bersyarat = 197, 237 a = Konstanta bersyarat (tertentu) m = Angka modulus (tertentu)

2.6 Bilangan Random Random sampel (sampel acak) adalah penentuan sampel-sampel secara acak dengan tidak melakukan pemilihan terhadap sampel yang akan diuji (diteliti). Bilangan random digunakan untuk menentukan berapa lama waktu yang digunakan sesuai dengan jenis distribusinya, yaitu distribusi eksponensial. 2.7 Unified Modelling Languege (UML) Unified Modeling Language (UML) adalah salah satu alat bantu yang sangat handal didunia pengembangan sistem yang berorientasi objek. UML merupakan kesatuan dari bahasa pemodelan yang dikembangkan oleh Booch, Object Modeling Technique (OMT) dan Object Oriented Engineering (OOSE). 2.7.1 Use Case Diagram Use Case adalah alat bantu tebaik guna menstimulasi pengguna potensial untuk mengatakan tentang suatu sistem dari sudut pandangnya. Setiap langkah dalam use case adalah sebuah elemen dalam interaksi antara aktor dan sistem. Setiap langkah dalam use case adalah sebuah elemen dalam interaksi antara aktor dan sistem. 2.7.2 Class Diagram Class adalah sebuah spesifikasi yang jika diinstansiasi akan menghasilkan sebuah objek dan merupakan inti dari pengembangan dan desain berorientasi objek. Class diagram menggambarkan struktur dan deskripsi class, package dan objek beserta hubungan satu sama lain seperti containment, pewarisan, asosiasi, dan lain-lain (Nugroho, 2010).

2.

Jadi untuk pencarian waktu menggunakan rumusan additive adalah : Zi = (a x Z0 + C) mod m Nilai a didapat dari a = 2 nilai a adalah a= 2 +3 3, namun pada

pencarian waktu antrian disni untuk mencari

Untuk mencari nilai m adalah m=2 2.3.2 dimana b merupakan jumlah bit Distribusi Poisson

Distribusi poisson disebut juga distribusi peristiwa yang jarang terjadi, ditemukan oleh S.D. Poisson (17811841), seorang ahli matematika berkebangsaan

2.7.3 Statechart Diagram Statechart diagram menggambarkan transisi dan perubahan keadaan (dari satu state ke state lainnya) suatu objek pada sistem sebagai akibat dari stimuli yang diterima. Pada umumnya statechartdiagram menggambarkan class tertentu (satu class dapat memiliki lebih dari satu statechart diagram) (Nugroho, 2010). 2.7.4 Activity Diagram Activity diagram menggambarkan berbagai alir aktivitas dalam sistem yang sedang dirancang, bagaimana masing-masing alir berawal, decision yang mungkin terjadi, dan bagaimana mereka berakhir. 2.7.5 Sequence Diagram Sequence diagram menggambarkan menggambarkan perilaku pada sebuah skenario. Diagram ini menunjukan sejumlah contoh obyek dam message (pesan) yang diletakan diantara objek-objek ini didalam use case. Komponen utama sequence diagram terdiri atas objek yang dituliskan dengan kotak segiempat bernama. Message diwakili oleh garis dengan tanda panah dan waktu yang ditunjukkan dengan progress vertical. (Munawar, 2005). 2.7.6 Collaboration Diagram Collaboration diagram juga menggambarkan interaksi antar objek seperti sequence diagram, tetapi lebih menekankan pada peran masing-masing objek dan bukan pada waktu penyampaian message. (Nugroho, 2010). 2.7.7 Deployment Diagram Deployment / physical diagram menggambarkan detail bagaimana komponen di-deploy dalam infrastruktur sistem, dimana komponen akan terletak (pada mesin, server atau piranti keras), bagaimana kemampuan jaringan pada lokasi tersebut, spesifikasi server, dan hal-hal lain yang bersifat fisikal. 2.8 PHP dan MySQL PHP adalah singkatan dari "PHP: Hypertext Preprocessor", yang merupakan sebuah bahasa scripting yang terpasang pada HTML. Sebagian besar sintaks mirip dengan bahasa C, Java dan Perl, ditambah beberapa fungsi PHP yang spesifik.

2.8.1 Sejarah PHP Pada tahun 1995 PHP Tool 1.0 dirilis untuk umum, kemudian pengembangannya dilanjutkan oleh Andi Gutmans dan Zeev Suraski. Pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis interpreter PHP baru dan rilis tersebut dikenal dengan PHP 4.0. PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai pada awal abad ke-21. Versi ini banyak dipakai disebabkan kemampuannya untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi tetap memiliki kecepatan dan stabilitas yang tinggi. Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0. Dalam versi ini, inti dari interpreter PHP mengalami perubahan besar. Versi ini juga memasukkan model pemrograman berorientasi objek ke dalam PHP untuk menjawab perkembangan bahasa pemrograman ke arah paradigma berorientasi objek. (Alexander F. K. Sibero, 2011) 2.8.2 Hubungan PHP dengan HTML Halaman web biasanya disusun dari kode-kode html yang disimpan dalam sebuah file berekstensi .html. File html ini dikirimkan oleh server (atau file) ke browser, kemudian browser menerjemahkan kode-kode tersebut sehingga menghasilkan suatu tampilan yang indah (blog.uad.ac.id/jawadbakrie91/2012/06/16/ pengenalan-php/). PHP merupakan bahasa pemograman web yang bersifat server-side HTML=embedded scripting, di mana script-nya menyatu dengan HTML dan berada di server. Artinya adalah sintaks dan perintah-perintah yang kita berikan akan sepenuhnya dijalankan di server tetapi disertakan HTML biasa. 2.8.3 MySQL MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (bahasa Inggris: database management system) atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagai perangkat lunak gratis dibawah lisensi GNU General Public License (GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL (id.wikipedia.org/wiki/MySQL). 2.9 Dreamweaver Adobe Dreamweaver merupakan program penyunting halaman web keluaran Adobe Systems yang dulu dikenal sebagai

Macromedia Dreamweaver keluaran Macromedia. Adobe Dreamweaver adalah aplikasi desain dan pengembangan web yang menyediakan editor WYSIWYG visual (bahasa sehari-hari yang disebut sebagai Design view) dan kode editor dengan fitur standar seperti syntax highlighting, code completion, dan code collapsing serta fitur lebih canggih seperti realtime syntax checking dan code introspection untuk menghasilkan petunjuk kode untuk membantu pengguna dalam menulis kode (id.wikipedia.org/wiki/Adobe_Dreamweaver). 2.9.1 Graphical User Interface (GUI)

3.2 Tahap Penelitian 3.2.1 Pengumpulan data 1. Studi Literatur Mencari referensi teori yang relefan dengan kasus atau permasalahan yang ditemukan. Referensi ini didapat dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, artikel laporan penelitian, dan situs-situs di internet. 2. Wawancara Disini penulis melakukan wawancara langsung dengan staff rumah sakit yang bertempat di: Waktu : 23 Maret 30 Maret 2013 Tempat : Jl. Soekarno Hatta No. 23, Bukitsurungan Padang Panjang No. Telpon : (0752) 82127 3. Penelitian Laoratorium Merupakan suatu metode penelitian yang dilakukan dengan menggunakan alat bantu personal komputer ( PC ). Dalam hal ini penelitian dilakukan dengan merancang program atau perangkat lunak yang sesuai dengan topik dan permasalahan yang dihadapi dan juga dalam hal penyusunan laporan secara keseluruhan. 3.2.2 Analisis data 1. Membandingkan dua hal atau lebih variable untuk megetahui selisih atau rasionya kemudian diambil kesimpulannya. Menguuraikan atau memecahkan suatu keseluruhan menjadi bagian-bagian atau komponen-komponen yang lebih kecil agar dapat: Mengetahui komponen yang menonjol Membandingkan antara komponen yang satu dengan yang lainnya Membandingkan salah satu atau beberapa komponen dengan keseluruhannya. Memperkirakan atau memperbandingkan besarnya pengaruh ssecara kuantitatif dari suatu kejadian lainnya serta memperkirakan / meramalkan kejadian lainnya yang dapat dinyatakan dengan perubahan nilai suatu variabelnya

Gambar 5 GUI Dreamweaver CS3 GUI pada Dreamweaver terdiri dari 5 elemen yakni : Menu Bar, Insert Bar, Document Window, Properties Panel, dan Other Panel. 3. METODE PENELITIAN 3.1 Kerangka Penelitian

2.

3.

3.2.3 Analisa Sistem Gambar 6 Kerangka Penelitian Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui apa saja yang di butuhkan untuk merancang

sistem antrian pelayanan rawat jalan, sehingga sistem antrian yang di rancang menjadi efektif dan efesien dalam pengimplementasiannya. 3.2.4 Perancangan Sistem Pada proses perancangan sistem, penulis menggunakan UML sebagai alat bantu untuk menjelaskan dan menggambarkan alur kerja sistem. 3.2.5 Implementasi Merupakan tahap penelitian yang dilakukan untuk mempraktekkan langsung hasil dari analisa yang bertujuan untuk menguji kebenaran sistem yang dirancang. Dengan spesifikasi sebagai berikut : a. 1) 2) 3) 4) 5) b. Perangkat Keras (Hardware) yaitu : Merek Processor: Memory Harddisk Flash disk : TOSHIBA Satellite L645 : Intel(R) Core(TM) i3 : 2 GB DDR3 : 320 GB : 8GB

Data Kedatangan Pasien Pada Poliklinik Rumah Sakit Islam Ibnu Sina YARSI Sumbar Padang Panjang Tabel 3.2 Data Pasien Rawat Jalan Per Waktu Kedatangan Kamis Selasa Jumat 13 7 Senin Sabtu 4 11 C Hari / Waktu 09.00 10.00 10.00 11.00

Rabu 4

16

3.4 Pencarian Bilangan Random Dari pengamatan yang telah dilakukan dan diteliti maka jumlah pasien yang terdata melakukan check up pada poliklinik Rumah Sakit Islam Ibnu Sina YARSI Sumbar Padang Panjang sebanyak 61 orang selama 2 minggu melakukan pengamatan. Angka random yang akan digunakan pun sebanyak 61 bilangan random. Dengan pencarian yang akan dilakukan diantaranya : Diketahui : Jumlah bilangan random = 61 bilangan random Bit = 8 Z0 = 12357 = 237 Ditanya = Nilai random ? Jawab : Zi = (a x Z0 + C) mod m a=2 =2 = +3 +3 +3

Perangkat Lunak (Software) yaitu :

1) Browser (Google Chrome, Mozilla Firefox, Safari, dll) 2) Easywamp 1.1 3) MySQL Server 4) Adobe Dreamweaver CS 3 3.2.6 Pengujian Sistem Pengujian ini dilakukan dengan cara memasukan banyaknya jumlah pasien, rata-rata waktu kedatangan, dan rata-rata waktu pelayanan. Secara otomatis sistem akan menghitung keseluruhan waktu pelayanan dari sebuah antrian rawat jalan tersebut. 3.3 Data Pasien Rawat Jalan Rangkuman Data Keadaan Poli Pada Rumah Sakit Islam Ibnu Sina YARSI Sumbar Padang Panjang (09.00 11.00) Tabel 3.1 Data Jumlah Pasien Rawat Jalan Kamis Selasa Jumat Senin Sabtu Hari Rabu

a = 19 m= = =

Jumlah pasien Lama penga matan

10 2

5 2

7 2

4 2

20 2

15 2

m = 128 Z1 = (a x Z0 + C) mod m = (19 x 12357 + 237) mod 128 = 235020 mod 128 = 1836 x 128 = 235008 = 235020 235008 Z1 = 12

R35 = 0,1718 R37 = 0, 0781 R39 = 0, 2343 R41 = 0,9153 R43 = 0,5390 R45 = 0,6328 R47 = 0,4765 R49 = 0,0703 R51 = 0,4140

R36 = 0,1171 R38 = 0, 3359 R40 = 0,2812 R42 = 0,5626 R44 = 0,0937 R46 = 0,875 R48 = 0,9062 R50 = 0,1875 R52 = 0,7187 R54 = 0,6875 R56 = 0,2817 R58 = 0 R60 = 0,0312

Jadi R1 = 3.5 Pencarian Waktu Pelayanan Dari pencarian bilangan random sebelumnya, maka akan dilakukan pencarian waktu pelayanan setiap pasien yang melakukan check up atau pemeriksaan pada poliklinik Rumah Sakit Islam Ibnu Sina YARSI Sumbar Padang Panjang. Dengan ketentuan bilangan random sebagai berikut : Diketahui : = 0,1 R1 = 0,0937 R3 = 0,875 R5 = 0,9062 R7 = 0,1875 R9 =0,7187 R11 = 0,5 R13 = 0,5312 R15 = 0,6562 R17 = 0, 9375 R19 = 0, 4687 R21 = 0,25 R23 = 0,7656 R25 = 0,4218 R27 = 0,3281 R29 = 0,4843 R31 = 0,1093 R33 = 0,5156 R2 = 0,6328

R53 = 0,5703 R55 = 0,9140 R57 = 0, 0007 R59 = 0, 8515 R61 = 0, 4453

Ditanya : Waktu pelayanan check up pasien (t)? ? R4 =0,4765 R6 = 0,0703 R8 = 0,4140 R10 = 0,5078 R12 = 0,3515 R14 = 1,7265 R16 = 0,3203 R18 = 0, 6640 R20 = 0,7578 R22 = 0,6796 R24 = 0,3984 R26 = 0,8671 R28 = 0,0859 R30 = 0,0546 R32 = 0,9296 R34 = 0,6484 t2 = 4, 5760 t4 = 7, 4128 t6 = 26, 5498 t8 = 8, 8188 t10 = 6, 7766 t12 = 10,4554 t14 = -5, 4609 t16 = 11, 3849 t18 = 4, 0947 t3 = 1, 3353 t5 = 0, 9849 t7 = 16, 7397 t9 = 3, 3031 t11 = 6, 9314 t13 = 6, 3261 t15 = 4, 2128 t17 = 0, 6453 t19 = 7, 5779 Jawab : t1 = ln R1 = 1 / 0,1 = 10 menit

= -10 ln 0, 0937
= 4, 5760

t20 = 2, 7733 t22 = 3, 8625 t24 = 9,2029 t26 = 1, 4260 t28 = 24, 545 t30 = 29,0772 t32 = 0, 7300 t34 = 4, 3324 t36 = 21, 4472 t38 = 10,9094 t40 = 12, 6868 t42 = 5, 7518 t44 = 23,6765 t46 = 1, 3353 t48 = 0, 9849 t50 = 16, 7397 t52 = 3, 3135 t54 = 3, 7469 t56 = 15, 2005 t58 = 0 t60 = 34, 6733

t21 = 13,8629 t23 = 2, 6709 t25 = 8, 6322 t27 = 11, 1443 t29 = 7, 2505 t31 = 22, 1365 t33 = 6, 6242 t35 = 17, 6142 t37 = 25, 4976 t39 = 14, 5115 t41 = 16,3321 t43 = 6, 1803 t45 = 4, 5760 t47 = 7, 4128 t49 = 26, 5498 t51 = 8,8188 t53 = 5, 6159 t55 = 0, 8992 t57 = 72, 6443 t59 = 1,6075 t61 = 8, 0900

Arrival Number Inter Arrival Time (t)

21 83 31 132 41 97 51 52 1 213

22 23

23 15

24 55

25 51

26 8

27 66

28 147

29 43

30 174

Arrival Number Inter Arrival Time (t)

32 4

33 39

34 25

35 105

36 128

37 152

38 65

39 87

40 76

Arrival Number Inter Arrival Time (t)

42 34

43 37

44 142

45 27

46 8

47 44

48 5

49 159

50 100

Arrival Number Inter Arrival Time (t)

Tabel 3.4 Service Time Service Time T 2 41 3 12 4 5 6 7 8 9 10

52 19

53 40

54 22

55 5

56 91

57 435

58 0

59 9

60 208

61 48

66

238

150

79

29

60

Tabel 3.3 Arrival Number Arrival Number Inter Arrival Time (t) 1 142 11 179 2 27 12 62 3 8 4 44 5 5 6 159 7 100 8 52 9 19 10 Service Time T

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

40

62

94

56

-49

32

102

36

68

24

Arrival Number Inter Arrival Time (t)

13 37

14 -32

15 25

16 67

17 3

18 24

19 45

20 Service Time 16 T 124 34 24 84 77 12 100 221 65 258 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

20 19 18 17 16 15 14 13 12 11 Arrival Number Queuni ng Time Inter Arrival Time Arrival Time Service Time Front Time Into Time 179 775 62 1161 1223 386 0 Idle Time 62 837 94 1223 1317 386 0 37 874 56 1317 1373 443 0 499 480 448 System Process Time -32 842 -49 1373 1324 531 0 482 25 867 32 1324 1356 457 0 489 67 934 102 1426 1528 492 70 594 26 25 24 23 22 21 Arrival Number 3 937 5 1431 1436 494 -97 499 27 24 961 36 1467 1503 506 31 542 28 45 1006 68 1535 1603 529 32 597 29 43 147 66 8 51 55 15 23 83

16

1022

24

1603

1627

581

605

30

174

1687 1513 1470 1323 1257 1249 1198 1143 1128 1105

258

2399

2657

65

2334

2399

221

2269

2490

100

2048

2148

12

1948

1960

77

1930

2007

84

1859

1943

24

1775

1799

34

1751

1785

124 Inter Arrival Time Arrival Time

1627

1751

Service Time

40 39 38 37 36 35 34 33 32 31 Service Time T 199 6 59 43 42 41 Service Time 38 44 158 45 41 213 55 51 146 T 193 46 12 229 47 66 98 48 8 59 58 57 56 55 54 53 52 51 Service Time 130 49 238 60

114

50

150

61

72 312 14 0 653 136 8 33 50 29 73 Tabel 3.5 Perhitungan Simulasi

10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 Arrival Number

40 19 52 100 159 5 44 8 27 142 Inter Arrival Time

596 556 537 485 385 226 221 177 169 142 Arrival Time

60 29 79 150 238 8 66 12 41 213 Service Time

1101 1041 1012 862 712 474 408 396 355 142 Into Time

1161 1070 1091 1012 950 482 474 408 396 366 Front Time

505

31

485

50

475

377

88

327

230

89

187

219

186

11

142

Queuni ng Time

System Process Time

Idle Time

Front Time

Into Time

565

514

554

527

565

256

253

231

227

224

150 238 8 66 12 41 213 54 53 52 51 Arrival Number 40 19 52 Inter Arrival Time 22 55 51 146 Queuni ng Time System Process Time Service Time Front Time Into Time Idle Time 2251 2397 -346 -486 -200 2397 2448 -183 0 -183 2448 2503 -165 0 -165 2503 2716 -307 0 -94 55 5 2716 2757 -121 0 -80 56 91 2757 2769 -88 0 -76 57 435 3817 3382 3291 3286 3264 3224 3205 Arrival Time 2769 2835 120 0 -54 58 0 3817 2835 2843 -59 0 -51 59 9 3826 0 653 136 8 33 50 29 73 Service Time 2843 3126 -210 0 73 60 208 4034 312 14

3081

3231

-72

-45

78

61

48

4082

72

4539 4227 4213 4213 3560 3424 3416 3383 3333 3304 3231 Into Time

4611

457

529

4539

193

505

4227

387

401

4213

398

396

4213

-257

396

3560

42

178

3424

125

-49

3416

97

130

3383

69

119

3333

80

109

3304

26

99

Queuni ng Time

712 821 799 725 691 681 661 632 623 522 Queuni ng Time Idle Time 0 0 -10 656 657 646 System Process Time 80 745 -13 758 -59 703 88 825 37 36 35 34 33 32 31 Arrival Number 121 1020 38 -156 886 39 87 65 152 128 105 25 39 4 132

970

40

76

2500 2424 2337 2272 2120 1992 1887 1862 1823 1819

114 130 98 229 193 158 38 59 6 199

2737 2607 2509 2280 2087 1929 1891 1832 1826 1627

2851 2737 2607 2509 2280 2087 1929 1891 1832 1826

237 183 172 8 -33 -63 4 29 0 -192 Queuni ng Time

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1030 0

351

50

100

289

49

159

270

48

237

47

44

160

46

95

45

27

32

44

142

29 9 7 Inter Arrival Time Arrival Time Service Time Front Time Into Time Idle Time

43

37

42

34

41

97

Arrival Number

System Process Time

Inter Arrival Time

Arrival Time

System Process Time

Front Time

Idle Time

3153

3053

2894

2889

2845

2837

2810

2668

2631

2597

Jadi : 1. 2. 3. 4.

4.4 Analisa Output Total front time = 130610 Total queuning time = 15044 Total idle time = -922 System process time = 20161

1
Gambar 7 Analisa Output 4.5 Perancangan UML Perancangan UML (Unified Modelling Language) adalah untuk menentukan cara kerja program Perancangan Sistem Antrian Pelayanan Rawat Jalan Pada Rumah Sakit Islam Ibnu Sina YARSI-Sumbar PadangPanjang Menggunakan PHP dan MYSQL yang menggunakan Use Case Diagram, Class Diagram, Sequence Diagram, State Diagram, Collaboration Diagram, Deployment Diagram dan Activity Diagram. Untuk perancangan UML ini menggunakan program Rational Rose 2002. 4.5.1 Model Use Case Use case diagram digunakan untuk menampilkan hubungan antara actor dengan program.

4. ANALISA DAN PERANCANGAN 4.1 Analisa Data Tahap analisa data merupakan tahap yang paling penting dalam pengembangan sebuah sistem, karena pada tahap inilah nantinya dilakukan evaluasi kinerja, identifikasi terhadap masalah yang ada, rancangan sistem dan langkah langkah yang dibutuhkan untuk perancangan yang diinginkan sampai pada lisis yang di harapkan. 4.2 Analisa Sistem Pasien rawat jalan pada RSI YARSI Padang Panjang terdiri atas pasien lama dan pasien baru. Pasien lama yang ingin melakukan check up, pasien dapat melakukan login pada sistem dengan memasukan nomor id pasien dan tangal lahir pasien untuk login, jika data pasien muncul maka pasien bisa langsung mengambil nomor antrian untuk dapat check up pada poli yg telah mereka pilih. Sedangkan pasien baru yang belum pernah melakukan check up sebelumnya, mereka harus melakukan registrasi data diri mereka secara lengkap untuk mendapatkan nomor id pasien agar bisa mengambil nomor antrian untuk rawat jalan. Setelah selesai mengambil nomor antrian, baik pasien lama maupun pasien baru mereka terlebih dahulu harus menunggu sampai nomor antrian mereka keluar atau dipanggil oleh operator antrian secara urut dan sesuai dengan poli yang telah terdaftar. Setelah nomor antrian keluar proses pelayanan pasien langsung bisa dimulai dengan dokter pada poli yang telah terdaftar. Kemudian bila pasien telah merasa cukup, berarti proses pelayanan telah selesai. 4.3 Analisa Proses Dalam tahap analisa proses ini antrian dilakukan dengan menggunakan metode Multiple Cannel Single Phase dengan aturan kedatangan First In First Out (FIFO). Pasien harus mendaftar terlebih dahulu agar data-data pasien tersimpan ke dalam database system. Kemudian pasien login ke dalam system untuk melihat antrian yang sedang berlangsung, dan mengambil nomor antrian. Operator yang bertugas menekan tombol next apabila antrian nomor kesekian telah selesai. System memanggil antrian dengan sound.

Gambar 8 Use Case 4.5.2 Class Diagram Class diagram menggambarkan struktur dan deskripsi class, package dan objek beserta hubungan satu sama lain seperti containment, pewarisan, asosiasi, dan lain-lain

Gambar 9 Class Diagram

5. IMPLEMENTASI DAN HASIL 5.1 Implementasi sistem Implementasi sistem merupakan bagian dari siklus pengembangan sistem. Untuk melakukan sebuah implementasi maka di perlukan aplikasi yaitu perancangan interface dan penulisan kode program sesuai dengan sistem yang dirancang. Implementasi sistem dilakukan setelah tahapan perancangan sistem antrian pelayanan rawat jalan dan pengujian dilakukan. Implementasi sistem dapat dilakukan setelah sistem antrian pelayanan rawat jalan yang dibuat dapat berjalan sebagaimana mestinya. Perancangan interface dilakukan untuk interaksi user dengan sistem yang telah dibuat. 5.2 Pengujian sistem Pengujian sistem akan menggambarkan bagaimana sebuah sistem berjalan. Tahapan pengujian ini berisikan hasil eksekusi program dan penjelasan program yang dibuat untuk mendukung sistem yang telah dirancang. 5.3 Tampilan Website Setelah webserver dan database kita telah terbentuk maka proses yang akan dilakukan selanjutnya adalah merancang halaman website yang akan kita buat dengan aplikasi Adobe Dreamweaver CS3yang telah diinstall, berikut ini adalah webpage yang telah dirancang. 5.3.1 Tampilan Awal Pada tampilan ini berisikan home, operator, dan admin

Gambar 11 Layout Halaman Home Pasien 5.3.3 Layout Halaman Register Pasien Halaman ini beriskan form register yang harus diisi pasien untuk mendapatkan nomor antrian. Dan apabila pasien tidak mengisi lengkap data diri mereka, maka pasien tidak bisa melakukan registrasi.

Gambar 12 Layout Halaman Register Pasien 5.3.4 Layout Halaman Dokter Halaman ini menjelaskan nama-nama dokter yang praktek pada RSI YARSI Padang Panjang lengkap dengan spesialisasinya.

Gambar 13 Layout Halaman Dokter 5.3.5 Layout Halaman Jadwal Berisikan jadwal dokter pratek pada masing-masing poliklinik di RSI YARSI Padang Panjang. Gambar 10 Tampilan Awal 5.3.2 Layout Halaman Home Halaman index merupakan halaman utama yang dapat diakses oleh user. Pada halaman index user dapat memilih beberapa akses menu seperti login sebagai login sebagai member. Selain itu, halaman index juga berisikan home, pasien, dokter, jadwal, dan antrian.

Gambar 14 Layout Halaman Jadwal

5.3.6 Layout Halaman Antrian Berisikan daftar antrian nama pasien, poliklinik, dokter yang melayani serta sttus pasien apakah sedang diproses, menunggu, atau telah selesai dilayani.

keluhan, dan nama dokter untuk mendapatkan nomor antriannya.

Gambar 18 Layout Halaman Ambil Nomor 5.3.10 Layout Halaman Cetak Nomor Gambar 15 Layout Halaman Antrian 5.3.7 Layout Halaman Biodata Pasien Pada halaman ini berisi biodata pasien yang telah melakukan registrasi sebelumnya dengan detail. Halaman ini menjelaskan pasien urutan keberapa, pada poliklinik dan dokter apa mereka melakukan check up.

Gambar 19 Layout Halaman Cetak Nomor 5.3.11 Tampilan Cetak Nomor Gambar 16 Layout Halaman Biodata Pasien 5.3.8 Layout Halaman LihatAntrian Halaman ini menjelaskan jumlah antrian yang telah terjadi. Serta status antrian apakah pasien sedang menunggu antrian, sedang dilayani atau telah selesai dilayani. Disini pasien yang akan mengambil nomor antrian jga bisa melihat bayak tidaknya pasien yang telah mengantri sebelumnya. Pada tampilan ini pasien akan mencetak nomor antriannya sebagai bukti mereka telah mangambil antrian sebelumnya.

Gambar 20 Tampilan Cetak Nomor 5.3.12 Layout Halaman Login Operator Halaman ini berisi login operator yang terdiri atas username dan password untuk masuk kehalaman operator agar bisa memanggil antrian pasien ataupun membatu pasien baru yang ingin mendaftar apabila tidak tau cra melakukan pendaftarannya.

Gambar 17 Layout Halaman Lihat Antrian 5.3.9 Layout Halaman Ambil Nomor Pada halaman ini pasien dihadapkan dengan form yang harus diisi seperti poliklinik,

Gambar 21 Layout Halaman Login Operator 5.3.13 Layout Halaman Antrian Disini operator akan memanggil nomor antrian pasien yang akan dialihkan langsung pada poliklinik yang telah dpilih pasien sebelumnya. Serta pada halaman ini bagian ADM juga bisa melihat gambaran berapa lamanya waktu pelayanan satu pasien untuk bisa mengambil tindakan apakah diperlukan penambahan ruangan untuk check up pasien atau tidak.

Gambar 24 Halaman Login Admin 5.3.16 Halaman List Pasien Admin Halaman ini berisi data-data pasien yang telah terdaftar menjadi pasien rawat jalan pada RSI YARSI Padang Panjang.

Gambar 25 Halaman List Pasien Admin 5.3.17 Halaman List Dokter Admin Halaman ini berisi daftar nama dokter yang melakukan praktek pada RSI YARSI Padang Panjang.

Gambar 22 Layout Halaman Cek Antrian Operator 5.3.14 Layout Operator Daftar Pasien Halaman ini berisi registrasi pasien yang dilakukan oleh operator apabila pasien tidak bisa registrasi sendiri.

Gambar 26 Halaman List Dokter Admin 5.3.18 Halaman List Poliklinik Admin Halaman ini berisi nama-nama poliklinik yang terdapat pada RSI YARSI Padang Panjang beserta keterangan poliklinik tersebut.

Gambar 23 Layout Operator Daftar Pasien 5.3.15 Halaman Login Admin Halaman ini berisi admin yang terdiri atas username dan password untuk masuk kehalaman admin.

Gambar 27 Halaman List Poliklinik Admin 5.3.19 Halaman Edit Pasien Halaman ini berisi form data pasien yang telah masuk kdalam database, dimana apabila operator yang mendaftarkan pasien ada kesalahan dalam input data maka akan dirubah pada form ini. Gambar 30 Halaman Edit Poliklinik 6. PENUTUP 6.1 Kesimpulan Kesimpulan yang diperoleh dari pengerjaan Skripsi ini adalah: 1. Aplikasi sistem antrian pelayan rawat jalan ini dapat memberikan bantuan bagi perawat ataupun pasien yang akan mengatri. 2. Metode multiple channel single phase dengan aturan kedatangan first in first out terbukti mampu mempermudah pasien menunggu antrian. 3. Aplikasi sistem antrian pelayanan rawat jalan berbasis web dapat mempermudah masyarakat serta menghemat waktu dan biaya karena dapat di akses online dari manapun dan kapanpun. 6.2 Keterbatasan sistem Adapun keterbatasan dari sistem ini adalah : 1. Untuk antrian nomor urut ke 1, operator harus merefresh page agar tombol next muncul, sehingga dapat memanggil nomor urut berikutnya. 2. Sistem antrian pelayanan rawat jalan tidak semuanya dapat melakukan pemanggilan secara sempurna. 6.3 Saran Pembuatan apliaksi sistem antrian pelayanan rawat jalan ini masih sangat sederhana dan jauh dari kesempurnaan sehingga perlu adanya pengembangan sistem seperti perancangan antarmuka untuk menambah loket antrian saat pasien registrasi terlalu banyak.

Gambar 28 Halaman Edit Pasien 5.3.20 Halaman Edit Dokter Halaman ini digunakan untuk mengedit data dokter yang slah pengnputn oleh admin sebelumnya.

Gambar 29 Halaman Edit Dokter 5.3.21 Halaman Edit Poliklinik Pada halaman ini admin bisa mengedit keterangan atau poliklinik yang slah penginputan sebelumnya.

DAFTAR PUSTAKA Kaiay, Thomas. J, Dasar Teori Natrian Untuk Kehidupan Nyata, Yogyakarta: ANDI, 2004 Munawar, Pemodelan Visual dengan UML, Yogyakarta: Graha Ilmu, 2005. Pressman, Roger. S, Rekayasa Perangkat Lunak Pendekatan Praktisi (Buku I), Yogyakarta: Andi, 2002 Rusli, Ronald, Membuat Aplikasi GPS & Suara Antrian Dengan PHP, Yogyakarta: Lokomedia, 2013 Sibero, Alexander. F. K, Kitab Suci Web Programming, Yogyakarta: MediaKom, 2011 (blog.uad.ac.id/jawadbakrie91/2012/06/16/ pengenalan-php/). (id.wikipedia.org/wiki/MySQL). (id.wikipedia.org/wiki/Adobe_Dreamweaver).