Anda di halaman 1dari 26

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia yang diberikan-Nya sehingga refrat dengan judul Kelainan Neurologis Pada Penderita HIV ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. efrat ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas !epanitraan !linik di bagian "lmu Penyakit #araf. #angat diharapkan refrat ini dapat memberi manfaat yang besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan khususnya pada bagian "lmu Penyakit #araf. Terimakasih yang tak terhingga penulis u$apkan kepada d%kter pembimbing dr. &s$ar Nurhadi'#p.# atassegala waktu dan bimbingan yang telah diberikan. #em%ga semua ilmu yang telah diterima dapat terus bermanfaat. Terimakasih juga penulis sampaikan kepada rekan-rekan yang telah memberikan bantuan dan d%r%ngan dalam penulisan refrat ini. Penulis sadar bahwa refrat ini masih jauh dari kesempurnaan' %leh karena itu penilis m%h%n kritik dan sarannya. (kir kata sem%ga refrat ini bermanfaat bagi kita semua. )anjarmasin ' Mei *++,

Penulis

*-

DAFTAR ISI

.alaman HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI PENDAHULUAN PEM AHASAN ! (. DEFINISI . ETI"L"GI ////////////. ////////////. 2 2 3 1 2 ///////////////.. ///////////////.. ///////////////.. * 0

#. MARF"L"GI $$$$$$$$$%% D% KLASIFIKASI /////////

E. PAT"GENESIS ///////////...

F% KELAINAN NEUR"L"GIS PADA PENDERITA HIV -. #istem #araf Pusat 4##P5 a. Meningitis //////.. b. Ensepalitis //////.. 6 -+

$. T%7%plasm%sis serebral///... -d. 8imensia *. #istem #araf Tepi 4##T5 a. Neur%pati //////.. b. Paralisis )ell 9. &t%t -0 -, //////.. -9

//////..

*-

a. Mi%pati b. Mi%sitis :. DIAGN"SIS

/////////.. /////////..

-1 -2 -2 -3 ** *9 *, *1

////////////..

;. PENATALAKSANAAN ////////. RINGKASAN SKEMATIK RINGKASAN KESIMPULAN PENUTUP $$$$$$$$$$$ $$$$$$$$$$$$$$$$% $$$$$$$$$$$$$$$$$$$% $$$$$$$$$$$$$$$$$$$%

DAFTAR PUSTAKA

PENDAHULUAN
<irus ."< adalah retr%=irus yang termasuk g%l%ngan =irus =irus yang menggunakan N( yaitu

N( sebagai m%lekul pembawa inf%rmasi genetik.

*-

<irus ."< pertama kali ditemukan pada >anuari -639 %leh ?u$ M%ntaigner di Pran$is pada se%rang pasien limfaden%pati. &leh karena itu dinamakan ?(< 4 Lymphadenopathy Associated Virus5. !emudian pada tahun -630 %bert ;all% di (merika #erikat menemukan =irus serupa pada penderita ("8# yang kemudian disebut .T?<-""". Pada bulan Mei se$ara resmi digunakan -'9'-2 ("8# adalah suatu sindr%m defisiensi imunitas seluler yang didapat' yang pada penderitanya tidak dapat ditemukan penyebab defisiensi tersebut. (kibat adanya kehilangan kekebalan' penderita ("8# mudah terkena berbagai jenis infeksi' bakteri' parasit' jamur dan =irus tertentu -'*'2'-0'-2 #istem imun manusia adalah sangat k%mplek dan memiliki kaitan yang rumit antara berbagai jaringan dan sel dalam tubuh. !erusakan pada salah satu k%mp%nen sistem imun akan mempengaruhi system imun se$ara keseluruhan terutama apabila k%mp%nen tersebut menentukan fungsi-funsi k%mp%nen system lainnya. Pada ("8# k%mp%nen yang diserang adalah limf%sit T helper yang memiliki resept%r @80 di permukaanya. Terdapat banyak fungsi penting limf%sit T helper antara lain menghasilkan Aat kimia yang berperan sebagai perangsang pertumbuhan dan pembentukan sel-sel lain dalam system imun dan pembentukan antib%di. &leh karena itu pada pasien ("8# terdapat kelainan pada fungsi limf%sit T' limf%sit )' m%n%sit' makr%fag dan sebagainya ("8# sering berkaitan dengan disfungsi neur%l%gis' hal ini dapat terjadi akibat B 4a5 infeksi langsung pada system saraf' 4b5 infeksi %p%rtunistik system saraf' 4$5 tum%r yang berkaitan dengan ("8#' dan 4d5 ter$etusnya pr%ses lain seperti neur%pati demielinisasi inflamat%ri perifer. Tidak ada sebagian dari sisrem saraf yang terke$ualikan pada infeksi ."< -Mengingat begitu luasnya kelainan-kelainan yang disebabkan menurunya data tahan tubuh manusia terutama dalam bidang neur%l%gis' maka sangat perlu untuk diadakan pembahasan mengenai kelainan-kelainan neur%l%gis pada penderita ("8#. -631 Komisi Toksonomi International memberi nama baru ."< 4Human Immunodeficiency Virus5 yang sampai saat ini

*-

DAFTAR PUSTAKA A% De&inisi ("8# adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Sindrome 4 sindr%ma penurunan kekebalan tubuh dapatan5' yaitu tahab akhir dari penyakit

*-

yang ditimbulkanCdiakibatkan %leh =irus ."< 4 Human immunodeficiency Virus5. 8alam waktu singkat setelah terjadi infeksi dalam tubuh ses%rang' =irus ini akan melemahkan system kekebalan tubuh melalui penghan$uran limf%sit @8 0' yaitu sel kekebalan tubuh yang penting bagi tubuh kita. ("8# berkaitan dengan sekel%mp%k penyakit dengan gejala yang berbeda yang merupakan indikasi dari penurunan system imun yang berat. 8alam buku lain disebutkan ("8# dapat didefinisikan sebagai suatu sindr%m atau kumpulam gejala penyakit dengan karekteristik defisiensi imun yang berat' dan merupakan manifestasi stadium akhir infeksi ."<. biasa-'2'-,'-2'-3 Dntuk negara-negara yang mempunyai fasilitas diagn%stik yang $ukup' definisi ("8# adalah sebagai berikut B 4-5 #uatu penyakit yang menunjukkan adanya defisiensi imun seluler' misalnya sar$%ma kap%si' atau satu atau lebih infeksi %p%rtunistik yang didiagn%stik dengan $ara yang dapat diper$aya' 4*5 tidak adanya sebab-sebab lain imun%defisiensi seluler yang diketahui berkaitan dengan penyakit tersebut -3 Pusat k%ntr%l penyakit (merika telah menganjurkan f%rmat klasifikasi untuk ."< dengan daftar penyakit yang disebabkan %leh ("8# yang terbaru untuk keperluan sur=ai. Penyakit ini termasuk infeksi %p%rtnistik seperti mik%bakterial' $riptik%kus' pneumu$itis $aranii'$it% megal% =irus' t%7%plasma dan tum%r seperti sar$%ma kap%si dan limf%ma1 AIDS ' In&e(si HIV ) in&e(si o*ortunisti( atau neo*las+a 8engan menurunya tingkat kekebalan tubuh se$ara berlahan lahan maka bermun$ullah infeksi-infeksi %p%rtunistik serta tum%r-tum%r yang tidak

% Etiologi ?u$ M%ntaigner dkk pada tahun -639 telah menemukan ?(< 4Lymphadenopaty Assosiated Virus5 dari sese%rang dengan pembengkakan kelenjar limfe 4P;?5. Pada tahun -630 sejenis =irus yang disebut .T?< 9

*-

4Human T cell Lymphotrofic Virus tipe 35 ditemukan dari pasien ("8# di (merika #erikat %leh %bert ;all% dkk. Ternyata kedua =irus tersebut adalah sama' maka %leh Commite Ta onomy International pada tahun -63, disebut sebagai ."< 4Human Immunodeficiency Virus5. #ampai tahun -660 diketahui ada dua jenis subtipe' yaitu ."< - dan ."< *.-,'-3 ."< - dan ."< * merupakan suatu =irus N( yang termasuk retr%=irus dan lenti=irus. ."< - penyebarannya lebih luas di hampir seluruh dunia' sedangkam ."< * ditemukan pada pesien-pasien dari (frika barat dan P%rtugal.-,'-3 #% Mar&ologi (ntara ."< - dan ."< * intinya mirip tetapi selubung luarnya sangat berbeda. ."< mempunyai enAim reser!e transcriptase yang terdapat di dalam inti ."< dan akan mengubah N( =irus menjadi 8N(. "nti ."< merupakan pr%tein yang dikenal dengan p*0' dan bagian luar ."< yang berupa selubung glik%pr%tein terdiri dari selubung transmembran gp 0- dan bagian luar berupa t%nj%lant%nj%lan yang disebut gp -*+. ;en yang selalu ada pada struktur geneti$ =irus ."< adalah gen untuk k%de inti p *0' dan gen yang mengk%de p%limerase tase. #edangkan gen yang mengk%de selubung luar akan sangat ber=ariasi dari satu strain =irus dengan lainya. )ahkan pada sese%rang pengidap ."< selubung luarnya ini dapat berbeda-beda -3 D% Klasi&i(asi Manifestasi infeksi ."< sangat luas spektrumnya' karena itu perlu dipisahkan' terdapat berbagai klasifikasi klinis ."<' yang paling umum dipakai adalah yang dibuat %leh @8@ D#( yaitu B grup " 4infeksi akut5' grup "" 4infeksi kr%nik asimt%matik5' grup """ 4persisten "enerali#ed lymphadenopaty5' dan grup "< yang terdiri dari B sub grup ( 4penyakit k%nstitusi%nal5' sub grup ) 4penyakit neur%l%gis5' sub grup @ 4penyakit infeksi sekunder5' sub grup 8 4kanker sekunder5 dan sub grup E 4k%ndisi-k%ndisi lain5 -3

*-

E% Patogenesis #etelah ."< masuk tubuh' =irus menuju ke kelenjar limfe dan berada dalam sel dendritik selama beberapa hari. !emudian terjadi sindr%m retr%=iral akut sema$am flu 4serupa infeksi m%n%nu$le%sis5' disertai =eremia hebat dengan keterlibatan berbagai kelenjar limfe. Pada tubuh akan timbul resp%n imun hum%ral maupun seluler. #indr%m ini akan hilang sendiri setelah --9 minggu. !adar =irus yang tinggi dalam darah dapat diturunkan %leh system imun tubuh. Pr%ses ini berlangsung berminggu-minggu sampai terjadi keseimbangan antara pembentukan =irus baru dan upaya eliminasi %leh resp%n imun. Titik keseimbangan disebut set point dan amat penting karena menentukan perjalanan penyakit selanjutnya. )ila tinggi ' perjalanan penyakit menuju acquired immunodeficiency syndrome 4 sindr%m defisiensi imun yang didapat' ("8#5 akan berlansung lebih $epat *'-,'-3 #er%k%n=ersi 4perubahan antib%dy negatif menjadi p%sitif5 terjadi --9 bulan setelah infeksi' tetapi pernah juga dilap%rkan sampai 3 bulan. !emudian pasien akan memasuk masa tanpa gejala. 8alam masa ini terjadi penurunan terhadap jumlah @80 4jumlah n%rmal 3++--+++ul5 yang terjadi setelah replikasi persisten ."< dengan kadar N( =irus relatif k%nstan. @8 0 adalah resept%r pada limp%sit T0 yang menjadi target sel utama ."<. Mula-mula penurunan jumlah @80 sekitar 9+-1+ulCtahun' tetapi pada * tahun terakhir penurunan jumlah @80 menjadi lebih $epat' ,+--++ulCtahun' sehingga tanpa peng%batan' rata-rata masa dari infeksi ."< sampai masa ("8# adalah 3--+ tahun' dimana jumlah @8 0 akan men$apai di bawah *++ ul -*'-,'-3 Peri%de jendela 4$indo$ period5 adalah masa dimana pemeriksaan tes ser%l%gis untuk anti b%di ."< masih menunjukkan hasil negatif sementara sebenarnya =irus sudah ada dalam jumlah banyak dalam darah penderita. Peri%de jendela ini menjadi hal yang penting untuk diperhatikan karena pada masa itu %rang dengan ."< sudah mampu menularkan kepada %rang lain' misalnya melalui darah yang did%n%rkannya F% Kelainan Neurologis Pada Penderita HIV

*-

!elainan-kelainan

neur%l%gis

pada

penderita

."<'

dapat

dibedakan

berdasarkan system saraf yang terkena' yaitu B 4a5 #istem #araf Pusat 4##P5' sebagai $%nt%h adalah Ensephalitis' meningitis' dimensia dan t%7%plasm%sis serebral' 4b5 #istem #araf Tepi 4##T5 sebagai $%ntah adalah neur%pati dan paralysis )ell' 4$5 %t%t yaitu pada mi%pati dan mi%sitis -* ,% Siste+ Sara& Pusat -SSP. a% Meningitis 6'-*'**'*9 De&inisi "nfeksi $airan %tak disertai radang yang mengenai piameter' arakn%id dan daam derajat yang lebih ringan mengenai jarinagn %tak dan medula spinalis yang superfi$ial. Pati&isiologi !uman men$apai susunan saraf pusat melalai aliran darah tuberkel akan pe$ah dan bakteri masuk ke dalam ruang subarakn%id. Ge/ala (linis Penyakit ini mulainya pelan. Terdapat panas yang tidak terlalu tinggi' nyeri kepala dan nyeri kuduk. 8i samping itu juga terdapat rasa lemah' berat badan menurun' nyeri %t%t' nyeri punggung dan mungkin juga dijumpai klelainan jiwa seperti halusinasi dan waham. Pada pemeriksaan akan ditemukan tanda-tanda rangsangan selaput %takseperti kaku kuduk' tanda !ernig dan tanda )rudAinsky. 8apat terjadi hemiparesis dan kerusakan saraf %tak' yaitu N. ""' N. "<' N. <"' N. <"" dan N. <"". (khirnya kesadaran akan menurun. Pada :undusk%pi akan tampak sembab papil. Diagnosa Pada pemeriksaan $airan %tak' tekanan meningkat' warna jernih' pr%tein meningkat'kadar gula dan kl%rida menurun. Pada pemeriksaan darah jumlah le%k%sit meningkat sampai *+.+++. Pada pemeriksaan radi%l%gy' sken t%m%grafik dapat tampak hidr%sefalus. dan membentuk tuberkel di selaput %tak dan jaringan %tak di bawahnya. !emudian

*-

Tera*i Terapi pada meningitis tuberkul%sa digunakan tripel' yaitu k%mbinasi "N. 4 d%B -+--, mgCkg ))Chari5 dengan * dari 9 %bat tuberkul%sita yaituB #trept%misin 4 d%B *+ mgCkg ))Chari selama 9 bulan5' Etambut%l 4d%B *, mgCkg ))Chari selama * bulan5' rifampisin 4d%B 1++ mgChari5. b. Ense*alitis 6'-*'*+'*De&inisi Ensefalitis adalah radang jaringan %tak yang dapat disebabkan %leh bakteri' $a$ing' pr%t%A%a' jamur' ri$ketsia atau =irus Etiologi )akteri penyebab ensefalitis adalah Staphylococcus aureus% Streptococcus& '& coli% (& tu)erculosa dan T pallidum. Tiga bakteri yang pertama merupakan penyebab ensefalitis bakteri akut yang menimbulkan pernanahan pada k%rteks serebri sehingga terbentuk abses serebri. Ensefalitis akut sering disebut ensefalitis supuratif akut Pato&isiologi @M< 4Cito (e"alo Virus5 menginfeksi %takCmedula spinalis' meninges atau akar saraf' hal ini biasanya mun$ul pada pasien dengan imun%defisiensi yang berat. Ge/ala (linis #e$ara umum' gejala berupa trias ensefalitis yaitu demam' kejang dan kesadaran mrnurun. Pada ensefalitis supuratif ada yanda-tanda meningkatnya tekanan intrakranial 4 nyeri kepala' muntah' penglihatan kabur5. Diagnosa Pemeriksaan analisa ?@#' tidak hanya menunjukkan diagn%sa yang benar tapi juga menunjukkan diagn%sa lain untuk dipertimbangkan. !has pada ?@# terjadi peningkatan pr%tein dan leuk%sit p%lim%rf%nuklear. @M< dapat ditemukan dengan kultur' P@ atau sit%l%gi. ;angguan elektr%lit4hipernatremia5 yang disertai dengan insufiensi adrenal. Pada radi%l%gi' @T- s$an dan M " tidak dapat menentukan diagn%sa tapi dapat

*-

mempertimbangkan diagn%sa lain'membuktikan adanya peningkatan tekanan intrakranial. Tera*i Pemberian %bat-%batan anti =irus yang adekuat sangat esensial'yaitu B 4-5 "anciclo!ir *cyto!ene% !itraset+ d%sis , mgCkg intra=ena untuk ,-2 hari. 4*5 foscarnet *fosca!ir5 dengan d%sis 6+--*+ mgCkgChari intra =ena' d%sis tunggal. Prognosis Tanpa terapi anti =iral tingkat kematian mendekati -++E' sedangkan dengan terapi anti =iral ,+E pasien stabil atau membaik 0% To1o*las+osis sere2ral 3'-*'-0'-3 T%7%plasm%sis serebral sering merupakan penyebab pr%ses pat%l%gis f%kal pada %tak pada penderita ("8#. !elainan ini perlu untuk diketahui guna penanganan se$epet mungkin sehingga dapat mengurangi defisit neur%l%gis yang terjadi. De&inisi T%7%plasm%sis adalah infeksi yang disebabkan %leh parasit T%7%plasma g%ndii. "nfeksi t%7%plasma g%ndii sangat sering menyebabkan penyakit pada %tak dan medulla spinalis walaupun bagian lain dari tubuh seperti mata' jantung' paru' kulit' hati dan saluran gastr%intestinal juga dapat terkena. Insidensi 8iperkirakan sekitar -,-9+E penderita ("8# didapatkan mengalami t%7%plasma serebral.

*-

Pato&isiologi "nfeksi parasit di usus kemudian parasit memasuki sel dan berkembang di dalam sel menyebabkan sel penjamu pe$ah dan menyerang sel lain di sekitarnya. T%7%plasma dapat hidup di dalam makr%fag sehingga dapat menyebar se$ara hemat%gen dan limf%gen keseluruh tubuh dan kerusakan dapat berlanjut di jaringan dimana Aat anti tidak dapat masuk karena ada sawar seperti %tak dan mata. Ge/ala (linis )ila infeksi tidak terk%ntr%l akan menyebabkan ensefali%tis pneum%nitis. ;ejala neurul%gi yang terdapat adalah k%ri%retinitis' kejang dan kalsifikasi intraserebral. ;ejala dan tanda klinis adalah gejala f%kal' tersering berupa hemiparesis. >uga dapat terjadi kejang' afasia' kelumpuhan saraf kranialis dan ataksia. Manifestasi n%n f%kal yang sering terjadi letargia dan nyeri kepala. Diagnosa 8engan menemukan tr%p%A%id dalam jaringan 4bi%psy' sumsum tulang5 atau $airan tubuh 4@airan =entrikel' $airan serebr%spinal5. 8an se$ara ser%l%gis dapat dibuat engan mendeteksi Aat anti "gM spesifik dan "g; spesifik. #ampel darah dapat diambil untuk mengetahui apakah pasien telah terinfeksi %leh t%7%plasm%sis g%ndii atau penyakit lain yang dapat menimbulkan gejala yang sama. (hli saraf akan mengadakan uji fisik ekstensif yang akan menguji kemampuan untuk berpikir dan alasan' fungsi m%t%rik' termasuk ukuran' kekuatan dan t%nus %%t. :ungsi saraf sens%ris4kemampuan untuk menyebutkan perbedaan antara sentuhan yang ringan dan berat5' k%%rdinasi 4kemampuan untuk melakukan gerakan tertentu' keseimbangam dan lainnya5 dan uji reflek. #erangkaian uji ini dapat memberikan gambaran pada ahli saraf untuk menunjukkan l%kasi dari lesi di %tak. Dji-uji ini tidak dapat mengk%nfirmasikan diagnisis tetapi dapat menghilangkan kemungkinan diagn%sis lain. Pungsi lumbal dilakukan untuk menguji $airan serebr%spinal untuk mengetahui apakah sudah terpapar %leh adalah penurunan kesadaran'

*-

T%7%plasma g%ndii atau kuman lain yang dapat menyebabkan gejala yang sama. @T-s$an dapat memperlihatkan lesi multiple pada k%rtek atau ganglia basalis. Tetapi @T-#$an dapat menunjukkan =ariasi yang luas. #atu-satunya $ara untuk diagn%sa pasti adalah bi%psy %tak' tetapi hal ini terkait dengan membuka tengk%rak kemudian mengambil sebagian %tak untuk di analisa di lab%rat%rium. @ara ini sangat infasif dan berbahaya sehingga hampir tidak pernah dilakukan. Tera*i Peng%batan yang dianggap paling efektif adalah dengan k%mbinasi pirimetamin dan sulfadiaAin atau trisulfapirimidin. 8%sis yang diberikan pirimetamin antara ,+--++ mgChari dan sulfadiaAin *-1 gChari d. Di+ensia --'-* De&inisi .ilangnya fungsi k%gnisi se$ara multidimensi%nal dan terus-menerus' disebabkan %leh kerusakan %rgani$ system saraf pusat dan tidak disertai dengan penurunan kesadaran. Patologis Pr%ses pat%l%gis dimensia k%mplek ("8# melibatkan subtantia alba' thalamus' ganglia basalis dengan relatif tidak melibatkan k%rtek serebri. Ge/ala (lini( ;ejala dan tanda awal dimensia meliputi perubahan k%gnisi 4 pelupa' gangguan k%nsentrasi5' gangguan m%t%rik 4 ataksia' kelemahan tungkai5 dan kelainan tingkah laku 4 apatis' psik%sis5 Diagnosis Tampak tanda-tanda k%gnisi pr%gresif dan gangguan gerak. Pada @T-#$an atau M " memperlihatkan atr%pi k%rtek' kadang-kadang dengan lesi parenkim. Tera*i 8imensia dapat disembuhkan bila tidak terlambat. #e$ara umum terapi pada dimensia adalah perawatan medis yang mendukung' dukungan

*-

em%si%nal dan farmak%terapi. #ebagai farmak%terapi adalah benA%diaAepin' anti depresan dan anti psik%tik.

3% Siste+ Sara& Te*i -SST. a% Neuro*ati 3'6'-+'-*'-1 Ge/ala ;ejala awal adalah sesasi terbakar' baal pada jari tangan dan kaki' beberapa %rang merasakan seperti sesasi sengatan listrik atau sensasi plastik aneh ketika sesuatu menyentuh jarinya. Pada kasus yang berat menyentuh area yang terkena dapat seperti menyentuh luka yang terbuka. Perasaan baal pada ujung-ujung jari kaki yang dapat menyebar ke arah pr%ksimal sesuai dengan penyebaran saraf tepi' ini disebut gangguan sens%rik dengan p%la kaus kaki. Etiologi !elainan yang dapat menyebabkan ne%r%pati dapat dig%l%ngkan se$ara umum' yaituaB penyakit defisiensi' kelainan metab%lisme' int%ksikasi' alergi' infeksi dan k%mpresi. Diagnosa Pada pasien yang menggunakan 8idan%$ine' Fal$itabine atau #tafudine' neur%pati pserifer biasanya terkait dengan medikasi diagn%sis yang dibuat ketika gejala berkurang drasti$ sebagai resp%n dari perubahan dalam peng%batan antiretr%=irus Tera*i 8ewasa ini tidak ada penanganan yang efektif untuk mengembalikan atau menghentikan kerusakan saraf. Penanganan yang efektif adalah mengidentifikasi penyebab dan bila memungkinkan menghilangkanya' yaitu penanganan rasa nyeri dan tipe medikasi yang digunakan se$ara umum. (da beberapa hal yang perlu diperhatikan'yaitu .indari sepatu dan ka%s kaki yang ketat' Perlu akti=itas sedang karena dengan aktifitas yang lebih justru akan

*-

memperparah penyakit' pijat untuk memperlan$ar sirkulasi dan untuk penyakit yang berat dapat merendam dalam air yang dingin. Peng%batan simt%matik diberikan dengan amitryptiline dan $arbamaAepin.

$. Paralisis ell *0 De&inisi !elumpuhan ner=us fasialis perifer' terjadi se$ara akut dan penyebabnya tidakdiketahui dan tidak menyertai penyakit lain yang dapat mengakibatkan lesi ner=us fasialis. Pato&isiologi Terjadinya pr%ses inflamasi akut pada ner=us fasialis di daerah tulang temp%ral di sekitar f%ramen stil%mast%ideus. Ge/ala (linis Mulut tampak men$%ng terutama saat meringis' lag%ftalmus' waktu penderita disuruh menutup matanya maka b%la mata tampak terputar ke atas 4tanda bell5' penderita tidak dapat bersiulatau meniup. Tera*i Terapi harus diberikan seawall mungkin karena pr%ses dener=asi terjadi dalam waktu 0 hari pertama. !%rtik%ster%id diberikan dalam 0 hari pertama saja. :isi%terapi dapat dikerjakan seawall mungkin. 4% "tot 3'6'-*'-9'-1 Pada penyakit %t%t dijumpai adanya B 4-5 pengurangan =%lume jaringan %t%t' 4*5 !ekuatan %t%t berkurang' 495 pada fase terakhir biasanya reflek tend%n menurun atau negatif. !etiga $irri tersebut juga terdapat pada kelainan neur%gen. Perbedaan antara penyakit %t%t dan neur%gen adalah sebagai berikut B 495 &t%t yang terganggu Pen5a(it otot &t%t pr%ksimal Neurogen &t%t-%t%t distak ke$uali ;)#

*-

;angguan sensibilitas :asikulasi Perjalanan penyakit EM;

!r%nik p%limi%sitis P%tensial menurun -:asikulasi 4-5 :ibrilasi 4-5

G' ke$uali kelainan k%rnu anteri%r G' ke$uali kelainan k%rnu anteri%r ke$uali (kutCsubakut' ke$uali

(?# P%tensial meningkat :asikulasi 4G5 :ibrilasi 4G5

Pato&isiologi Mekanisme yang rele=anB -. 8efisit nutrisi 4=it )-*5 dapat menjadi penyebab sekunder dari enter%pati dan malabs%rbsi yang disebabkan %leh ."< intestinal. *. T%ksisitas %bat' Aid%=udine terkait dengan mi%pati. 8idanesine dapat menyebabkan p%lineur%pati. 9. (kibat mekanisme aut%imun dalam inflamasi demielinisasai neur%pati' multiplek m%n%neur%pati dan p%limi%sitis. 0. ?ymf%ma' sindr%ma sejenis ini berhubungan dengan masuknya =irus dan penghitungan limph%sit @80 Fre(uensi 8i D#( ."< " berhubungan dengan k%mplikasi neur%muskular mun$ul se$ara klinis pada lebih dari 9+E pasien. Diagnosa )anyak kelainan neur%muskular tambahan dapat dideteksi dengan elektr%mi%grafi a% Mio*ati 3'-1 Te%ri dan anggapan-anggapan mengenai pat%fisi%l%gi dari berbagai jenis mi%patia masih bersifat spekulatif. !elainan marf%l%gik yang terlihat pada kasuskasus mi%patia berbeda-beda. (da yang memperlihatkan penimbunan mit%k%ndria maupun bi%psi. )i%psi %t%t menunjukkan perubahan inflamat%rikseperti adanya sel raksasa multinu$lear.

*-

' =aku%lisasi' penimbunan glik%gen dan banyak yang tidak memperlihatkan kelainan stru$tural. !ita kenal mi%patia yang timbul pada tahap tertentu berbagai penyakit end%$rine' sepertu tir%t%ksik%sis' sindr%m @ushing' penyakit (ddis%n dan akr%megalia. (kibat gangguan metab%lit dapat berkembang mi%patia' misalnya pada steat%re' hip%glikemia kr%nik' mi%gl%binuria idi%patika' %ste%malasia dan penyakit penimbunan glik%gen. Mi%patia iatr%genik dapat terjadi akibat penggunaan %bat k%rtik%ster%id yang berlebihan. !eluhan utamanya adalah kelemahan %t%t dan keadaan umum menurun tetapi tidak ada keluhan nyeri. Pada pemeriksaan P( tidak didapatkan adanya r%und $ell infiltrati%n. Terapi ditujukan pada gangguan end%krinnya. 2% Miositis 3'-1 Mi%sitis yang paling sering dijumpai adalah mi%sitis reumatika atau p%limi%sitis. &leh karena reumatik merupakan gangguan aut%imun maka mi%sitis dianggap sebagai manifestasi pr%ses autuimun juga. Mi%sitis infeksi%sa adalah radang %t%t yang timbul bersama-sama dengan infeksi =irus umum.nyeri %t%t dan kelemasan merupakan gejala utamanya. Penyakit parasit yang dapat menimbulkan mi%sitis adalah trikin%sis spiralis. !elumpuhan ke empat angg%ta gerak yang bersifat ?MN' mutlak m%t%rik dan sepintas lalu serta timbul berkala' dianggap sebagai kelumpuhan mi%genik. Pat%fisi%l%ginya masih belum jelas' tetapi se$ara klinis terbukti mempunyai hubungan erat dengan i%n kalium. Terdapat pr%ses radang di %t%t' terutama %t%t pr%ksimal' suhu tubuh meningkat dan nyeri pada seluruh badan. Pada kulit terdapat ber$ak-ber$ak 4makula5 yang li=ide 4kebiru-biruan5 terutama pada kel%pak mata dan tangan 4dermat%mi%sitis5. Pada palpasi penderita mengeluh nyeri terutama pada %t%t-%t%t ser=ikal dan %t%t punggung 4di daerah ligamentum p%steri%r5 8ari hasil lab%rat%rium dadapatkan ?E8 meningkat dan @P! meningkat. Pada bi%psy terdapat nekr%sis dari sel-sel %t%t dan terdapat r%und $ell infiltrati%n di %t%t. Terapi yang digunakan untuk penyakit ini adalah k%rtik%ster%id d%sis tinggi.

*-

G% Diagnosa *'1'-,'-2'-3'-6 ,% Pe+2u(tian adan5a A2 atau Ag HIV ."< terdiri dari selubung' kapsid' inti. Masing-masing terdiri dari pr%tein yang bersifat sebagai anti gen dan menimbulkan pembentukan anti b%di dalam tubuh yang terinfeksi. >enis antib%dy yang telah diketahui banyak sekali' tetapi yang penting untuk diagnisik adalah antib%dy gp 0-' gp -*+ dan p*0.s Teknik pemeriksaanya adalah B 4a5 tes untuk menguji antib%dy .D< terdapat berbagai ma$am $ara yaitu E?"#(' ,estern -lot 4H)5' "P( dan ":(' 4b5 tes untuk menguji anti gen ."<dengan $ara pembiakan =irus' (g P*0 dan P@ . Yang praktis dan umum dipakai adalah tes E?"#(' karena tes ini memiliki sensi=itas yang tinggi. &leh karena itu untuk menghindri adanya hasil tes yang p%sitif palsu tes E?"#( perlu dik%nfirmasi dengan tes Hestern )l%t yang memiliki spesifitas tnggi. .asil E?"#a p%sitif seharusnya selalu dik%nfirmasikan dengan tes supplemental seperti ,estern -lot 4H)5' satu penurunan yang drasti$ dari uju antib%dy p%tensial bagi hasil negatif palsu selama 9-1 bulan. ,indo$ period setelah infeksi' yang mana se$ara parad%k fase infeksi yang lebih besar karena keberadaan =irus yang banyak. !ebutuhan untuk mengulang tes antib%dy ."< 9 bulan setelah resik% tinggi tidak dapat dianggap enteng. Tes anti2od5 HIV ' S0eening ) #on&ir+ation 3% Tes 5ang +enun/u((an adan5a de&isiensi i+un 8engan melakukan pemeriksaan .b' jumlah le%k%sit' tr%mb%sit' jumlah limf%sit dan sediaan apusan darah tepi dan sumsum tulang. Pada pasien ("8# dapat ditemui anemia' leuk%peniaClimf%penia' tr%mb%sit%penia dan displasia sumsum tulang n%rm% atau hiperseluler. Pada penderita ."< juga ditemukan penurunan jumlah limf%sit' sel @80 dan penurunan rati% @80C@83. >umlah n%rmal @80 adalah 3++--+++' pada penderita ."< akan terjadi penurunan @80 sekitar 9+-1+Ctahun' tetapi pada * tahun terakhir penurunan jumlah @80 menjadi lebih $epat' ,+--++Ctahun. Masa dari infeksi ."< sampai masa ("8# adalah 3--+ tahun' dimana jumlah @80 akan men$apai di bawah *++.

*-

H% Penaala(sanaan -'*'9'0'1'-,'-3 Penatalaksanaan penderita ."< terdiri dari peng%batan' perawatan dan edukasi. Peng%batan pada pengidap ."< dtujukan terhadapB <irus ."<' infeksi %pertunistik' kanker sekunder' status kekebalan tubuh' simt%matis dan sup%rtif. Target dari penanganan pasien ."< adalah untuk meminimalisasi efek negatif' menjaga kesehatan yang %ptimal' mengurangi k%mplikasi' memfasilitasi deteksi dini dari k%mplikasi dan meningkatkan kualitas dan daya tahan hidup. a% Men/aga (ese6atan dan du(ungan *si(ososial #aran kesehatan dan menjaga kesehatan yang %ptimal pada tahapan semua infeksi ."< merupakan terapi medis yang esensial. Pasien harus dipastikan untuk mrnjalani gaya hidup yang sehat dengan istirahat yang sangat $ukup' nutrisi dan latihan fisik yang memadai' juga harus di saankan untuk menghindari kebiasan-kebiasaan buruk' seperti stress dan mer%k%k. 2% Penaganan +edis dan *ro&ila(sis in&e(si "nfeksi ."< merupakan penyakit yang tidak dapat di%bati tetapi dengan penanganan yang sesuai hal ini dapat dik%ntr%l dengan berbagai $ara dan pasien masih bisa memiliki kualitas hidup yang baik. 8ua penanganan yang penting adalah B ,% =irus Tera*i anti retro7irus (gen anti retr%=irus menghambat replikasi ."< dengan $ara menyerang pada tahab berbeda dari siklus hidupnya. @%nt%h %batnya adalah kel%mp%k inhibit%r transkripsi Nukle%sid' seperti B Fid%=udine 4(FT5'dd"' dd@ dan d0T yang mana men$egah pembentukan 8N( dari =irus N(. (kan tetapi efek %bat ini tidak berlangsung lama. &bser=asi yang sering dibutuhkan untuk melihat efeknya. Fid%=udine 4(FT5'merupakan terapi utama' 8%sis yang sekarang dipakai adalah *++ mg p% tid dan d%sis diturunkan menjadi -++ mg p% tid bila ada tanda-tanda t%ksik. Efek menguntungkan dari %bat ini adalah dapat memperpanjang masa hidup 4--*5 tahun' menunda pr%gresifitas pemyakit dan memperbaiki kualitas hidup. &bat ini di indikasikan untuk pasien dengan kadar @80 yang rendah'yaitu tidak lebih dari ,++. efek

*-

samping yang paling dikuatirkan adalah anemia karena kera$unan sumsum tulang. 8d" 4didan%sine5 atau dd@ diindikasikan pada pasien yang gagal dengan peng%batab (FT' kedua %bat ini bisa dipakai sendiri-sendiri atau dik%mbinasikan dengan (FT. 8d" merupakanterapi ke dua untuk yang int%leransi terhadap (FT' d%sis yang digunakan adalah *++ mg p% bid untuk )) . 1+ kg dan -*, mg p% bid untuk )) I 1+ kg. Pengo2atan 2erdasar(an (adar #D8 >umlah @80 4mikr% liter5 J ,++ *++-066 I*++ Pen%batan &bser=asi' m%nit%r penyakit se$ara teratur sitiap 9-1 bulan (ntiretr%=iral (ntiretr%=iral dan P@P pr%filaksis

"2at9o2at 5ang 2iasa di*a(ai di Hong(ong &bat (FT "ndikasi ("8# @80 I *++ ul @80 *++-,++ ul K dd" 4dide%ksyn%sin5 dd@ 4dide%ksytinin5 "nt%leransi (FT (FT jangka waktu lama "nt%leransi (FT Efek samping (nemia' neutr%penia' gangguan gastr%intestinal' mialgia' penurunan fungsi li=er Pankreatitis' peripheral neur%pati Pankreatitis' neur%pati' mulut *. &bat-%bat untuk infeksi %pp%rtunisti$ Tergantung infeksi %pp%rtunisti$ apa yang timbul. Pemberian pr%filaksis bila @80 ' *,+ mmCmm9' dengan %bat k%trim%kAas%l dua kaliC minggu' d%sis dua tablet. 9. 0. &bat untuk kanker sekunder 8engan pembedahan' radiasi dan kem%terapi. "mun rest%rating agent peripheral ulkus pada

*-

&bat ini diharapkan dapat memperbaiki fungsi limf%sit' menambahjumlah limf%sit sehingga dapat memperbaiki status kekebalan pasien. )isa dengan memakai B ekstrak kelenjar thymus' l%prin%sin' le=amis%l atau dengan mengganti limf%sit dengan $ara transfusi limf%sit' transplantasi timus dan sumsum tulang. ,. Peng%batan simt%matik dan sup%rtif &bat-%bat simt%matik dan terapi sup%rtif yang digunakan antara lain adalah analgetik' tranLuiliser min%r' =itamin dan transfusi darah.

*-

KESIMPULAN
("8# adalah sindr%m defisiensi imun. (kibat adanya kehilangan kekebalan tubuh' penderita ("8# mudah terkena berbagai ma$am jenis infeksi. ("8# sering berkaitan dengan disfungsi neur%l%gis ' hal ini dapat terjadi sebagai akibat tidak langsung dari =irus ."<. 8engan menurunya daya tahan tubuh' maka tubuh akan sagat mudah terinfeksi. !elainan-kelainan neur%l%gis pada penderita ."< dapat mengenai #istem #araf Pusat 4##P5' #istem #araf Tepi 4##T5 dan %t%t. Pada #istem #araf Pusat4##P5 dapat berupa dimensia' meningitis' ensefalitis dan t%7%plasm%sis serebral. Pada #istem #araf Tepi 4##T5 dapat menimbulkan paralysis )ell dan neur%pati sedangkan pada %t%t berupa mi%pati dan mi%sitis. Dntuk menegakkan diagn%sa yaitu dengan pembuktian adanya ab atau ag ."<. Yang praktis dan umum dipakai tes E?"#(' karena tes ini memiliki sensi=itas yang tinggi dan hasilnya perlu dik%nfirmasikan dengan tes Hestern )l%t 4H)5. #edangkan untuk menunjukkan adanya defisiensi imun yaitu terdapat penurunan jumlah @804n%rmal 3++--+++ ul5' pada penderita ("8# jumlah @80men$apai di bawah *++ul. Penatalaksanan penderita ."< meliputi peng%batan' perawatan dan edukasi. Target dari penatalaksanaan ini adalah untuk meminimalisasi efek negatif' menjaga kesehatan yang %ptimal' mengurangi k%mplikasi' memfasilitasi deteksi dini dari k%mplikasi dan meningkatkan kualitas dan daya yahan hidup. &bat yang se$ara luas digunakan adalah Fid%=udine 4(FT5 dengan d%sis *++ mg p% tid' 8idan%sine 4dd"5 dengan d%sis 4*++ mg p% bid untuk )) J1+ kg dan -*, mg p% bid untuk )) I1+ kg.

*-

PENDTDP
8emikianlah referat yang berjudul Kelainan Neurologis Pada Penderita AIDS ini kami buat guna memenuhi syarat kepaniteraan klinik di #M: penyakit saraf. #em%ga apa yang terkandung di dalamnya dapat memberi manfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan' khususnya di bidang neur%l%gy. (khir kata' terimakasih yang sebesar-besarnya atas segala perhatianya.

*-

*-

Refrat KELAINAN NEUR"L"GI PADA P:ENDERITA HIV

"le6 ! Guna;an <i2isono I,A====>8

Pe+2i+2ing ! Dr% "S#AR NURHADI? S*%S

*-

AGIAN @ UMF ILMU PENAAKIT SARAF FAKULTAS KED"KTERAN UNLAM RSUD ULIN ANJARMASIN MEI? 3==>

*-

Anda mungkin juga menyukai