Anda di halaman 1dari 26

TUGAS DINAMIKA OLEH GERAK KAPAL

View Direction - Perspective

View Direction - Plan

EDI YULIANA

21090110130063

Page 1

TUGAS DINAMIKA OLEH GERAK KAPAL

View Direction - Profile

View Direction Body Plan

EDI YULIANA

21090110130063

Page 2

TUGAS DINAMIKA OLEH GERAK KAPAL

Inputs - Location

Inputs - Speed

Inputs - Headings

Inputs - Spectra

EDI YULIANA

21090110130063

Page 3

TUGAS DINAMIKA OLEH GERAK KAPAL

Graph 0 deg

Graph 45 deg

EDI YULIANA

21090110130063

Page 4

TUGAS DINAMIKA OLEH GERAK KAPAL

Graph 90 deg

Graph 180 deg

EDI YULIANA

21090110130063

Page 5

TUGAS DINAMIKA OLEH GERAK KAPAL

Result 0 summary deg

EDI YULIANA

21090110130063

Page 6

TUGAS DINAMIKA OLEH GERAK KAPAL

Result 45 summary deg

EDI YULIANA

21090110130063

Page 7

TUGAS DINAMIKA OLEH GERAK KAPAL

Result 90 summary deg

EDI YULIANA

21090110130063

Page 8

TUGAS DINAMIKA OLEH GERAK KAPAL

Result 180 summary deg

EDI YULIANA

21090110130063

Page 9

TUGAS DINAMIKA OLEH GERAK KAPAL

Result 0 MSI deg

Result 45 MSI deg

EDI YULIANA

21090110130063

Page 10

TUGAS DINAMIKA OLEH GERAK KAPAL

Result 90 MSI deg

Result 180 MSI deg

EDI YULIANA

21090110130063

Page 11

TUGAS DINAMIKA OLEH GERAK KAPAL

Result 0 CG Raos deg

Result 45 CG Raos deg

EDI YULIANA

21090110130063

Page 12

TUGAS DINAMIKA OLEH GERAK KAPAL

Result 90 CG Raos deg

Result 180 CG Raos deg

EDI YULIANA

21090110130063

Page 13

TUGAS DINAMIKA OLEH GERAK KAPAL

Result 0 CG Spectra deg

Result 45 CG Spectra deg

EDI YULIANA

21090110130063

Page 14

TUGAS DINAMIKA OLEH GERAK KAPAL

Result 90 CG Spectra deg

Result 180 CG Spectra deg

EDI YULIANA

21090110130063

Page 15

TUGAS DINAMIKA OLEH GERAK KAPAL

Result 0 Remote Location Spectra deg

Result 45 Remote Location Spectra deg

EDI YULIANA

21090110130063

Page 16

TUGAS DINAMIKA OLEH GERAK KAPAL

Result 90 Remote Location Spectra deg

Result 180 Remote Location Spectra deg

EDI YULIANA

21090110130063

Page 17

TUGAS DINAMIKA OLEH GERAK KAPAL

Result 0 Global Hidrodynamic Coeffs deg

Result 45 Global Hidrodynamic Coeffs deg

EDI YULIANA

21090110130063

Page 18

TUGAS DINAMIKA OLEH GERAK KAPAL

Result 90 Global Hidrodynamic Coeffs deg

Result 180 Global Hidrodynamic Coeffs deg

EDI YULIANA

21090110130063

Page 19

TUGAS DINAMIKA OLEH GERAK KAPAL

Result 0 Sectional Hidrodynamic Coeffs deg

Result 45 Sectional Hidrodynamic Coeffs deg

EDI YULIANA

21090110130063

Page 20

TUGAS DINAMIKA OLEH GERAK KAPAL

Result 90 Sectional Hidrodynamic Coeffs deg

Result 180 Sectional Hidrodynamic Coeffs deg

EDI YULIANA

21090110130063

Page 21

TUGAS DINAMIKA OLEH GERAK KAPAL

Proses Analisa Olah Gerak Kapal Pada penelitian ini perhitungan olah gerak kapal menggunakan program Seakeeper . Program merupakan salah satu perangkat lunak yang mempunyai kemampuan untuk analisa seakeeping performance diantara beberapa software komersial yang telah ada. Berikut ini adalah beberapa pengaturan dalam penggunaan software Seakeeper untuk perhitungan olah gerak kapal, antara lain : 1. Penggunaan Spektra Gelombang (Wave Spectrum) Pada penelitian ini spektra gelombang yang digunakan adalah spektra gelombang ITTC. Jenis Spektra ini dikembangkan pada tahun 1968 dengan nama Joint North Sea Wave Project (Perairan Kepulauan/ Tertutup) dan direkomendasikan oleh ITTC 17th pada tahun 1984. Spektra ini memiliki puncak yang lebih tinggi dan lebih sempit dari pada spektra sebelumnya yang pernah direkomendasikan oleh ITTC 15th pada tahun 1978 yakni spektra Bretschneider. Saat ini khususnya di Indonesia formulasi spektra jenis ini banyak digunakan pada analisa bangunan lepas pantai. Dengan asumsi bahwa spektra ini merepresentasikan kondisi gelombang yang buruk sehingga analisa yang dihasilkan adalah semakin meningkatkan derajat keamanan dari kemampuan bertahan di laut. 2. Kondisi Perairan (Sea Condition). Kondisi perairan pada penelitian ini mengacu pada kondisi (Sea State Code) yang telah ditetapkan oleh WMO (World Meteorological Organization) dengan peninjauan pada 3 (tiga) variasi kondisi laut dengan parameter yang berbeda meliputi 1/3 tinggi gelombang tertinggi (significant wave height), periode gelombang (wave period), dan kecepatan angin (Sustained Wind Speed). Variasi kondisi laut tersebut adalah ombak kecil (Slight), ombak sedang (Moderate), dan ombak besar (Rough).

EDI YULIANA

21090110130063

Page 22

TUGAS DINAMIKA OLEH GERAK KAPAL

Sea State Code 3 4 5

Sustained Wave Hight (m) Range 0,5 1,25 1,25 2,5 2,5 4

Sustained Wind Speed (Knots) Range 11 16 17 21 22 27

Wave Period (s) 7,5 8,8 9,7

Description

Slight water Moderate water Rough water

Tabel 1. World Meteorological Organization Sea State Code Angin 10 m Rata-Rata (Knot) 8 - 17 8 - 15 4 15 5 16 9 15 3 10 Tinggi Signifikan Rata-Rata (meter) 0.8 - 1.8 0.6 1.5 0.7 1.8 0.8 1.7 0.7 1.5 1.5 2.0 Tinggi maks Rata-Rata (meter) 1.3 2.3 1.3 2.2 1.5 - 2.5 1.5 2.3 1.0 2.2 1.3 2.5

NO 1 2 3 4 5 6 Laut Jawa Laut Bali

Lokasi

Selat Makassar Bag. Selatan Laut Flores Perairan Selatan Kalimantan Laut Natuna

Tabel 2. Rangkuman Data Gelombang Kondisi perairan pantai atau nilai data gelombang yang ditunjukkan pada tabel 1 bila dibandingkan dengan tabel 2 di atas menunjukkan bahwa : a. Tinggi gelombang laut obyek penelitian masuk dalam range ombak kecil (slight) dan ombak sedang (moderate). b. Periode gelombang laut obyek penelitian nilainya lebih besar dari periode gelombang yang ditetapkan oleh WMO (World Meteorological Organization). Artinya bahwa periode gelombang yang ditetapkan WMO lebih cepat dari periode gelombang di pantai obyek penelitian.

EDI YULIANA

21090110130063

Page 23

TUGAS DINAMIKA OLEH GERAK KAPAL

c. Kecepatan angin pada semua laut obyek penelitian nilainya lebih kecil dari kecepatan angin yang ditetapkan WMO. Dari pernyataan di atas, maka data atau nilai yang diambil sebagai pedoman dalam analisa olah gerak kapal penangkap ikan jenis long line40 GT di laut yang menjadi obyek penelitian menggunakan data gelombang yang telah ditetapkan oleh WMO (World Meteorological Organization) dengan besar nilai sebagai berikut. Sea State Code 3 4 5 Significant Wave Height (H1/3)(m) Range Mean 0,5 1,25 1,25 2,5 2,5 4 1,25 2 3 Sustained Wind Speed (Knots) Range Mean 11 16 17 21 22 27 15 20 25 Wave Period (s) 7,5 8,8 9,7

Description Slight water Moderate water Rough water

Tabel 3. World Meteorological Organization Sea State Code 3. Pengaturan Sudut Masuk Gelombang (Wave Heading) Sudut masuk gelombang yang dimaksud disini adalah arah datang gelombang yang diukur dari bagian belakang kapal. Pada penelitian ini sudut masuk gelombang ditinjau dari IV (empat) arah yang secara garis besar merepresentasikan arah gelombang ketika menerpa badan kapal saat beroperasi di laut lepas. No. Wave Heading 1. 2. 3. 4. 0 degrees 45 degrees 90 degrees 180 degrees Description Following Seas Quartering Seas Beam Seas Head Seas

Tabel 4. Number of Wave Heading

EDI YULIANA

21090110130063

Page 24

TUGAS DINAMIKA OLEH GERAK KAPAL

Z x
0
0

450 90
0

1800

Gambar 1. Ilustrasi arah masuk gelombang (wave heading)

Analisa dan Perhitungan Olah Gerak Kapal Salah satu metode perhitungan olah gerak kapal adalah metode Frequency Domain Methode/ Strip Theory. Output perhitungan ini dapat terdiri dari beberapa atau keseluruhan unit meliputi : 1. Gerakan kapal yaitu heave, pitch, roll. Didefinisikan atas amplitudo, velocity, acceleration yang mengakibatkan deck wetness 2. Hambatan (added resistance) yang timbul akibat pengaruh gelombang dan arah

masuk gelombang (wave heading). 3. Gaya dinamis yang bekerja pada kapal. 4. Nilai MSI (Motion Sickness of Incident) pada beberapa lokasi pantauan. 5. Struktural respon (RAOs) pada tiap gerakan kapal Dalam penelitian ini hasil output berupa tabulasi dari definisi atas gerakan kapal yang berupa amplitudo dan kecepatan gerakan kapal (velocity). Berikut ini merupakan perbandingan dari hasil perhitungan : 1. Nilai amplitudo pada tiap gerakan kapal. Amplitudo merupakan nilai dari simpangan terbesar ketika kapal dalam kondisi sedang merespon frekuensi gelombang. Apabila nilai amplitudo terlalu besar maka dapat menyebabkan air masuk ke geladak kapal (deck wetness). Sehingga nilai amplitudo ini berkaitan dengan masalah keselamatan kapal. Amplitudo ini diambil pada nilai RMS (Root Mean Square) yang merupakan rata- rata dari wave elevation.

EDI YULIANA

21090110130063

Page 25

TUGAS DINAMIKA OLEH GERAK KAPAL

Grafik amplitudo berpengaruh linier terhadap kondisi gelombang. Semakin buruk kondisi gelombang maka nilai amplitudo semakin besar. Sehingga akan semakin jelas perbedaan respon (sea behavior) pada grafik kedua model hull form tersebut bila diuji dengan kondisi gelombang yang buruk. Berikut ini hasil rangkuman dari nilai amplitudo kapal penangkap ikan jenis long line40 GT pada kondisi ombak besar (Rough Water) yang terjadi pada semua arah sudut masuk gelombang (wave heading). Hal ini diambil nilai pada kondisi ekstrim yang berdasarkan kondisi perairan jelajah nelayan kota tegal sewaktu akan menuju fishing Ground. Wave Heading Heave Motion Pitch Motion Roll Motion 0 degrees 45 degrees 90 degrees 180 degrees 0,447 0,485 0,560 0,644 10,49 9,67 5,48 13,86 none 10,69 104,49 none

Table 5. Nilai Amplitudo Pada Kondisi Rough Water Dari hasil nilai amplitudo tersebut tampak bahwa arah gelombang (heading) mempengaruhi respon kapal. Tiap kapal memiliki respon yang berbeda terhadap masing masing heading. Tidak semua heading membahayakan keselamatan kapal. Selain itu hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak ada intervensi gelombang dari arah lain. Sehingga pada wave heading 0 dan 180 tidak terjadi gerakan rolling. Pada heading 180 mempunyai amplitudo gerakan heaving lebih besar dibanding pada heading 0, 45, 90 dan 135. Sedangkan pada heading 0 dan 180 kapal penangkap ikan jenis long line40 GT mempunyai amplitudo gerakan pitching lebih besar dibanding pada heading 45, 90 dan 135. Kemudian pada heading 90 amplitudo gerakan rolling dari merupakan yang paling besar.

EDI YULIANA

21090110130063

Page 26