Anda di halaman 1dari 8

Hati Hati merupakan kelenjar terbesar dan mempunyai fungsi yang penting bagi kehidupan.

Hati terletak pada bagian paling kranial dari abdomen tepat di belakang diafragma (Dyce et al. 2002). Organ ini diselubungi oleh kapsula fibrosa yang dilindungi peritoneum visceral ( artini !""2). Hati mencit terdiri dari # lobus yang menyatu pada bagian dorsal$ yaitu lobus median yang dibagi menjadi kiri dan kanan oleh bifurkatio$ lobus lateral kiri$ lobus lateral kanan yang dibagi secara horisontal menjadi anterior dan posterior dan lobus kaudal yang terdiri dari bagian dorsal dan ventral (Harada et al. !"""). %obus hati terdiri dari banyak unit fungsi hati yang disebut lobulus. &iap lobulus terdiri dari prisma polihedral jaringan hepatika yang mempunyai ukuran panjang antara 2 mm dan lebar ! mm ('rappier !""(). %obulus berisi sel epitel khusus yang disebut hepatosit yang tersusun tidak teratur$ bercabang)cabang dan selnya saling berhubungan *

mengelilingi vena sentralis. +ada kapiler terdapat celah garis endotel yang disebut sinusoid yang merupakan tempat perlintasan darah. +ada sinusoid terdapat sel fagositosis yang disebut sel ,uppfer yang berfungsi menghancurkan leukosit dan sel darah merah yang rusak$ bakteri dan benda asing lain pada aliran pembuluh darah vena dari traktus gastrointestinalis (&ortora 200-). %obulus hati dibagi menjadi . /ona$ yaitu sentrolobular$ mid/onal dan periportal (Harada et al. !"""). 0aluran portal dibentuk oleh kira)kira tiga sampai enam lobulus ('rappier !""(). 1ambar . Histologi Hati. 2ena sentralis (a)$ sinusoid (b)$ hepatosit (c) dan sel endotel (d). 0umber3 Dellmann dan 4urell (2005). Hati mendapatkan suplai darah dari dua sumber$ yaitu arteri hepatika yang berisi darah kaya oksigen dan dari vena porta berisi darah deoksigenasi yang berisi nutrisi$ obat)obatan$ mikroba dan terkadang bahan toksin yang diabsorbsi dari traktus gastrointestinalis. 6abang dari arteri hepatika maupun vena porta memba7a darah ke sinusoid yang kaya oksigen$ nutrisi dan beberapa substansi toksik yang diterima oleh hepatosit. +roduk yang dihasilkan oleh hepatosit dan nutrisi yang dibutuhkan oleh sel lain disekresikan kembali ke darah yang kemudian dialirkan ke vena sentralis dan mele7ati vena hepatika (&ortora 200-). ,ondisi hati bergantung pada aliran darah dan susunan empedu. +erbandingan aliran darah ke parenkim sama disemua bagian hati. 8ila aliran darah dan saluran empedu rusak pada salah satu bagian$ parenkim dari bagian tersebut akan mengalami atrofi. +erubahan)perubahan pada hati terjadi sebagai

respon dari kerusakan vaskular atau empedu (,elly !"".). +ada kondisi yang menyebabkan kerusakan hati akan mempengaruhi terjadinya gangguan serius pada kehidupan ( artini !""2). 1angguan kecil pada fungsi hati dapat dengan cepat menyebabkan perubahan umum baik secara patologi anatomi maupun histologinya. ,elainan hati yang bersifat lokal$ sering ditemukan sebagai hasil dari perla7anan organ terhadap mikroorganisme dan parasit yang masuk melalui absorbsi usus (,elly !"".). Hati mempunyai kemampuan untuk beregenerasi secara parsial setelah terpapar$ namun vaskularisasi tidak bisa kembali kedalam bentuk normal sehingga fungsi hati tidak normal seutuhnya ( artini !""2). +ada umumnya lama hidup hepatosit normalnya .09 dari umur he7an tersebut. +enggantian sel secara normal terjadi dari aktifitas mitosis hepatosit periportal (,elly !"".). Harada et al. (!""") membagi kelainan hati berdasarkan kelainan kongenital$ lesio degeneratif$ inflamasi dan gangguan sirkulasi$ hiperplasia dan neoplasia$ kelainan non)neoplasma dan penyakit akibat keracunan. Hati berfungsi sebagai regulasi metabolik$ regulasi hematologi dan produksi empedu ( artini !""2). ,arena merupakan kelenjar terbesar maka hati juga mempunyai fungsi yang sangat kompleks$ meliputi fungsi eksokrin (sintesis dan sekresi empedu$ kolesterol dan protein darah)$ fungsi metabolisme (protein$ karbohidrat$ lemak)$ fungsi endokrin (glikogenolisis dan glikoneogenesis$ sintesis hormon steroid)$ fungsi detoksikasi substansi toksik dan hidrogen peroksida$ esterifikasi asam lemak jenuh menjadi trigliserida$ penyimpanan glikogen$ lemak$ besi dan vitamin$ hematopoiesis selama embrio hingga de7asa dan fagositosis benda asing (Harada et al. !""").

DAFTAR PUSTAKA
:;nonim<. 200(a. Coleus amboinicus %our. http3==bebas.vlsm.org=v!2=artikel=ttg tanaman>obat=depkes=buku!=!)0(..pdf :.! ?an 200(<. :;nonim<. 200(b. ?intan=;jeran. http3==777.iptek.net.id=ind=pd>tanobat=vie7.phd @idA# :.! ?an 200(<. :;nonim<. 200(c. http3==en.7ikipedia.org= :5 0ep 200(<. 8ello7s ;. 200-. Mice, Man and Medicine. http3==777.damninteresting.com :!5 Bov 200(<. 6heville B'. 2005. Introduction to Veterinary Pathology. 4d ke)..C0;38lack7ell +ublishing. Damanik D et al. 200!. 6onsumption of 8angun)8angun %eaves ( Coleus amboinicus %our) to Encrease 8reast ilk +roduction ;mong 8ataknesse Fomen in Borth 0umatra Esland$ Endonesia. 777.healthyeatingclub.com=;+?6B=+rocBut0oc=2000G=200!=Damanik5* pdf :.! ?an 200(<. Damanik D$ FahlHvist %$ Fattanapenpaiboon. 2005. %actagogue 4ffect of &orbangun$ a 8ataknese &raditional 6uisine. 777.healthyeatingclub.com= ;+?6B=2olume!-=vol!-.2='inished=Di/al.pdf :.! ?an 200(<. Dellmann HD$ 4urell ?;. 2005. Textbook of Veterinary Histology. 4d ke)5. C0;3 8lack7ell +ublishing. Duke. 2000. Dr. DukeIs 6ontituens and 4thnobotanical Databases$ +hytochemical database$ C0D;);D0)B1DE. http ==777.ars)grin.gov=cgi)bin=duke= farmacy)s roJJ..pJ :.! ?an 200(<. Dyce , $ 0ack FO$ Fensing 6?1. 2002. Textbook of Veterinary Anatomy. 4d ke)..+hiladelphia3 4lsevier. 'rappier 8%. !""(. Digestive 0ystem. Di dalam3 Dellmann HD$ 4urell ?;$ editor. Textbook of Veterinary Histology. 4d ke)-. aryland3 %ippincott Filliams dan Filkins. hlm. !5#)202. 1uyton ;6. !""#. uku A!ar "isiologi #edokteran. 4d ke)*. ?akarta3 ,edokteran 416.

Handoko &. !""-. ;nestetik Cmum. Di dalam3 1anis7arna 01. !""-. "armakologidan Tera$i. 4d ke)#. ?akarta3 1aya baru. hlm. !0")!2.. Harada &$ ;kiko 4$ 1ary ;8$ Dobert D . !""". %iver and 1allblader. Di dalam3 1ary ;8$ 8eth F1$ editor. Pathology of The Mouse. C0;3 6ache Diver +ress. Hlm. !!")!*!. 2(

aronpot DD$

Henrikson 6. !""(. Crinary 0ystem. Di dalam3 Dellmann HD$ 4urell ?;$ editor. Textbook of Veterinary Histology. 4d ke)-. aryland3 %ippincott Filliams dan Filkins. hlm. 20.)22-. Heyne ,. !"(*. Tumbuhan erguna Indonesia. 4d ke).. Diterjemahkan oleh 8adan %itbang ,ehutanan ?akarta. ?akarta3 Kayasan 0arana Fana ?aya. hlm. !5"()!*00. ,elly FD. !"".. &he %iver and 8iliary 0ystem. Di dalam3 ?ubb ,2'$ +eter 6, dan Bigel +$ editor. Pathology of %omestic Animals. 4d ke)#. 2olume ke) 2. %ondon3 ;cademic +ress. hlm. .!")#05. ,ing BF$ ?oseph ;. !""5. Entracelluler and eLtracellular depositionM degenerations. Di dalam3 ?ones &6$ Hunt DD$ ,ing BF$ editor. Veterinary Pathology. 4d ke)5. C0;3 8lack7ell +ublishing +rofessional. ac%achlan B?$ 6ullen ? . !""-. %iver$ 8iliary 0ystem$ and 4Locrine +ancreas. Di dalam3 6arlton FF$ c1avin D$ editor. Thomson&s '$ecial Veterinary Pathology . 4d ke)2. Be7 Kork3 osby Kearbook. hlm. (!) !!-. alole 8 $ +ramono 60C. !"(". Penggunaan He(an Percobaan di )aboratorium. Departemen +endidikan dan ,ebudayaan Direktorat ?endral &inggi. +usat ;ntar Cniversitas 8ioteknologi. Enstitut +ertanian 8ogor$ 8ogor. arlina D. 200*. ,ajian Cmur 0impan 0op Daun &orbangun ( Coleus amboinicus %our) dan +erhitungan igrasi &otal ,emasan :0kripsi<. 8ogor3 'akultas &eknologi +ertanian$ Enstitut +ertanian 8ogor. artini '. !""2. "undamentals of Anatomy and Physiology. 4d ke)2. C0;3 ; 0imon and 0chuster 6ompany. aLie 1. !"".. &he Crinary 0ystem. Di dalam3 ?ubb ,2'$ +eter 6, dan Bigel +$ editor. Pathology of %omestic Animals. 4d ke)#. 2olume ke)2. %ondon3 ;cademic +ress. hlm. ##*)-.(. ori7aki ,$ & 0hiroishi$ H Koneka7a. !""#. *enetic in +ild Mice. Ets ;plication to 8iomedical Desearch. &okyo3 ?apan 0cientific 0osieties +ress. ,arger. : &E6< artha &ilaar Ennovation 6entre. 2002. udi %aya 'ecara ,rganik Tanaman ,bat -im$ang. ?akarta3 +enebar 07adaya. hlm. !)!*. yers D,$ c1avin D. 200*. 6elluler and &issue Desponces to Enjury. Di dalam3 c1avin D$ Nachary ?'$ editor. Pathologic asis of Veterinary %isease. 4d ke)#. osby$ Enc3 6hina. hlm. .)52. Be7man 0?$ ;F 6onfer$ D? +anciera. 200*. Crinary 0ystem. Di dalam3 c1avin D$ Nachary ?'$ editor. Pathologic asis of Veterinary %isease. 4d ke)#. osby$ Enc3 6hina. hlm. 5!.)5"2. 0eely ?6. !""". ,idney. Di dalam3 aronpot DD$ 1ary ;8$ 8eth F1$ editor. Pathology of The Mouse. C0;3 6ache Diver +ress. hlm. 20*)225. 2"

0oenanto H. 200-. Musnahkan Penyakit dengan Tanaman ,bat. ?akarta3 +uspa 07ara. 0yukur 6$ Hernani. 2002. udi %aya Tanaman ,bat #omersial. ?akarta3 +enebar 07adaya. &ortora 1?. 200-. Princi$les of human anatomy. 4d ke)!0. C0;3 ?ohn 7iley O sons$ Enc. Fardani F. 200*. +enambahan Daun &orbangun ( Coleus amboinicus %our) dalam Dansum +engaruhnya terhadap 0ifat Deproduksi dan +roduksi ;ir 0usu encit ( Mus musculus albinus) :0kripsi<. 8ogor3 'akultas +eternakan$ Enstitut +ertanian 8ogor. Fijayakusuma H. 200-. Menum$as Penyakit #e(anitaan dengan Tanaman ,bat. ?akarta3 +uspa 07ara. .0 Hati merupakan organ yang sama seperti organ)organ yang lain yang mengalami fase petumbuhan dan perkembangan. 0elama proses embriogenesis dan setelah kelahiran sampai kematangan$ proses proliferasi yang diikuti proses diferensiasi. Cmumnya pada a7al kelahiran pada manusia fungsional sel hati belum matang$ sedangkan rodensia dan anjing telah memiliki fungsi hati yang telah matang saat lahir (Filliam dan Eatropoulos 2002). Hati adalah organ viseral terbesar dan terletak diba7ah os costae. +ada kondisi hidup ber7arna merah tua karena kaya akan persediaan darah. Hati menerima darah teroksigenasi dari arteri hepatika dan darah yang tidak teroksigenasi tetapi kaya akan nutrien dari vena portal hepatika (0loane !""#). Hati mencit (Mus musculus) memiliki empat lobus utama yang saling berhubungan satu sama lain dan dapat tampak keseluruhannya pada bagian doersal organ ini. ,eempat lobus tersebut dapat dibedakan yakni$ sebuah lobus median$ dua lobus lateral (kanan dan kiri)$ dan satu lobus caudal$ yang terbagi setengah dibagian dorsal dan setengah lainnya dibagian ventral (6ovelli !"*2). +ada bagian profundus permukaan hepar terdapat pembuluh darah masuk (.ena $orta dan arteri he$atika) dan duktus he$atikus kiri dan kanan yang keluar dari organ ini didaerah yang disebut $ortal he$atis (?unHueira et al !""-). enurut !. penelitian +rati7i (20!0) berat hati mencit normal de7asa berkisar antara !$2)!$5 gram. Histologi hati dapat dilihat pada 1ambar -.
1ambar 5 Histologi Hati (sumber3 8o7en 20!2).

'ungsi dasar hati diantaranya adalah fungsi vaskular untuk menyimpan dan menyaring darah$ fungsi metabolisme yang berhubungan dengan sebagian besar sistem metabolisme tubuh seperti menyimpan lemak$ glikogen$ albumin$ sintesis protein plasma darah$ detoksifikasi /at)/at toksik$ merombak eritrosit yang rusak$ mengeliminasi asam amino$ menyimpan vitamin ; dan 8. 'ungsi sekresi dan ekskresi yang berperan membentuk empedu sebagai kelenjar eksokrin yang mengalir melalui saluran empedu menuju ke saluran pencernaan (1uyton dan Hall !""5). enurut +earce (!""#)$ hati juga mempengaruhi komponen normal darah$ yaitu (a) hati juga membentuk sel darah merah pada masa fetus$ (b) hati sebagian berperan dalam penghancuran sel darah merah$ (c) menyimpan hematin yang diperlukan untuk penyempurnaan sel darah merah baru$ (d) membuat sebagian besar protein plasma$ (e) membersihkan bilirubin dari darah$ (f) menghasilkan protrombin dan fibrinogen yang perlu untuk penggumpalan darah. Hati juga berfungsi sebagai metabolisme karbohidrat. Hati melakukan fungsi spesifik seperti3 (!) menyimpan glikogen$ (2) mengubah galaktosa dan

fruktosa menjadi galaktosa$ (.) glukoneogenesis$ dan (#) membentuk banyak senya7a kimia penting dari hasil perantara metabolisme karbohidrat (1uyton dan Hall !""5). Hati penting untuk mempertahankan konsentrasi glukosa darah normal. isalnya$ penyimpanan glikogen memungkinkan hati mengambil kelebihan
Hepatosit

!# glukosa dari darah$ menyimpannya$ dan kemudian mengembalikannya kembali ke darah bila konsentrasi glukosa darah mulai turun terlalu rendah. 'ungsi ini disebut fungsi $enyangga glukosa dari hati (1uyton dan Hall !""5). 2.4.1 Toksikologi Hati Hepatosit mempunyai kemampuan regenerasi yang sangat baik$ 7alaupun hepatosit tersebut merupakan sel stabil dan membelah dengan lambat. Bamun demikian kerusakan hepatosit tidak bersifat reversibel apabila mengalami kerusakan yang berat. ,ondisi)kondisi yang mengakibatkan kerusakan hepatosit ringan bersifat reversibel$ sedangkan kerusakan hati yang berat bersifat irreversibel. +ada tahap akhir$ banyaknya degenerasi hepatosit merangsang terjadinya proses sirosis hepatis (Cnder7ood !""#). Hepatosit yang terpapar /at toksin mengalami perubahan perlemakan ("atty li.er)$ dengan radang yang minimal$ granula glikogen pada membran sel$ dan pembesaran sel kuffer. +erubahan ultrastruktural adalah mitokondria besar dan padat dengan perubahan retikulum endoplasmik halus (;rvin !""5). Nat toksik juga dapat menyebabkan hepatosit mengalami fatty li.er. +ada fatty li.er secara mikroskopis tampak jaringan hati sudah tidak teratur$ vakuola)vakuola lemak besar dan kecil dalam sitoplasma sel hati$ inti sel hati terdesak ke tepi. &ampak pula stroma jaringan ikat yang menebal atau fibrosis pada daerah saluran portal kedalam lobulus hati yang membentuk pseudo lobuli atau lobus palsu (0udiono et al. 200!). Hati mamalia menerima darah dari saluran pencernaan melalui vena portal dan sekitar .09 dari sirkulasi darah pada arteri (Filliam dan Eatropoulos 2002 ). Hati mengatur beberapa fungsi metabolisme penting dan kerusakan hati terkait dengan distorsi fungsi metabolisme. Dengan demikian$ penyakit hati tetap menjadi masalah kesehatan yang serius. eskipun kemajuan besar kedokteran modern$ tidak memiliki banyak obat untuk pengobatan penyakit hati. De7asa ini beberapa obat ada yang direkomendasikan dalam sistem pengobatan tradisional Endia untuk pengobatan penyakit hati. 8eberapa ilmu7an meneliti dan menerapkan untuk memberikan bahan hepatoprotektif seperti pemberian 8ayam 8erduri (Amaranthus s$inosus/ (Neashan et al. 200().
Dalam beberapa studi terdahulu telah menunjukkan pentingnya letak gugus OH dari suatu fenol yang berfungsi sebagai anti radikal bebas$ misalnya (lihat 1ambar 22) dua hidroksil pada cincin 8 ( .I dan #I) yang dapat bertindak sebagai donor elektron merupakan target dari radikal bebas. Hal yang sama juga terdapat pada cincin ;$ yaittu *)OH dan ()OH. ;danya OH pada cincin 6 (terikat pada 6.) dapat berfungsi sebagai anti oksidan. 0edangkan ikatan rangkap pada 62)6. yang bekerja sama dengan gugus keto pada 6# dapat meningkatkan flavonoid sebagai Pradical) scavengerQ$ demikian pula adanya .)OH dan -)OH dikombinasi dengan #)karbonil juga dapat meningkatkan aktifitas flavonoid sebagai radikal scavenger (peredam radikal bebas). 1ambar 22 adalah acuan terlengkap dari suatu flavonoidM namun tidak ada senya7a yang mempunyai gugus OH dan keton selengkap itu. Dalam kenyataannya adalah 'lavonoid yang ditemukan di dalam herbal atau buah dapat digambarkan seperti pada gambar 2. dan contohnya ada di tabel dalam PgamnbarQ 2#.

;nda perhatikan dalam tabelM senya7a Ruercetin yang merupakan 'lavonoid yang banyak sekali diteliti. D( A H$ D2S dan D-S A H$ ikatan rangkap 62A6. ada$ sehingga Ruercetin merupakan 'lavonoid yang mempunyai anti oksidan dan radical scavengers yang kuat. emang D-S bukan OH namun adanya OH pada D. dan D-$ keto pada 6# dan ikatan rangkap 62A6. sudah cukup lengkap dalam meredam raikal bebas. !0 'lavonoid 1alangin$ tidak mempunyai OH pada cincin 8$ namun demikian tetap menunjukkan aktivias antioksidan dan Pradical scavengeingQ yang tinggi. Eni mungkin disebabkan adanya ikatan rangkap 62A6. yang dikombinasi dengan adanya OH pada 6. dan keto pada 6# (.