Anda di halaman 1dari 21

PENTINGNYA MOTIVASI PEMIMPIN DALAM PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI PADA KANTOR UNIT PELAKSANAAN TEKNIS PENGEMBANGANKEGIATAN BELAJAR PENDIDIKAN

INFORMAL DAN PROVINSI SULAWESI TENGAH

A. Latar Belakan Ma!ala" Perjalanan reformasi di Indonesia telah mewarnai oleh proses pendayagunaan aparatur negara untuk mewujudkan kegiatan pembangunan dan sistem administrasi negara yang mampu mendukung kelancaran tugas dalam sebuah instansi. Hal ini dilaksanakan karena pengaruh tuntutan kehidupan masyarakat sekarang ini, dan hal itu merupakan sesuatu yang wajar dan harus direspon oleh pemerintah dengan melakukan perubahan-perubahan yang terarah demi terwujudnya penyelenggaraan pemerintah yang baik (Good Governance). Pegawai egeri !ipil (P !) adalah sebagai abdi negara dan abdi

masyarakat merupakan unsur yang sangat penting dalam melaksanakan urusan pemerintahan dan pembangunan. "rtinya bahwa keberhasilan urusan

pemerintahan dan pembangunan itu ditentukan oleh kualitas dan kapasitas kemampuan pegawai itu sendiri. !edemikian pentingnya peranan Pegawai egeri !ipil dalam melaksanakan urusan dalam sebuah instansi sehingga posisi mereka selalu menjadi sorotan dan tuntutan masyarakat. #engan demikian untuk menciptakan suatu iklim Pegawai egeri !ipil yang baik mampu

mengayomi kepentingan masyarakat berkaitan dengan pelayanan maka dibutuhkan peranan dari pimpinan untuk diberikan suatu moti$asi yang baik agar produkti$itas kerja pegawai itu semakin meningkat.

&ewujudkan semangat bagi pegawai dalam melaksanakan sebuah tugas dan fungsinya agar menjadikan suatu produkti$itas kerja diperlukan sebuah moti$asi. Pada dasarnya moti$asi itu timbul dari dua sumber seorang pegawai baik moti$asi yang bersumber dari dalam diri maupun moti$asi yang bersumber dari luar diri pegawai tersebut agar kinerja pada pegawai dalam pengelola suatu organisasi yang efektif dan efisien dalam pencapaian kinerja organisasi tersebut. 'ntuk memperjelas masalah pengertian dari moti$asi, berikut Ham(a ). 'no mengatakan bahwa* Istilah moti$asi berasal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri indi$idu, yang menyebabkan indi$idu tersebut bertindak atau berbuat. &otif tidak dapat diamati secara langsung, tetapi dapat diinterpretasikan dalam tingkah laku, berupa rangsang, dorongan, atau pembangkit tenaga munculnya suatu tingkah laku tertentu.% &encermati konsep tersebut maka untuk mengkaji tentang moti$asi serta aplikasinya merupakan bidang studi manajemen yang tidak akan pernah kering, agar pegawai tersebut memiliki kinerja yang baik, karena manusia atau pegawai merupakan posisi yang paling sentral dalam kehidupan organisasi dalam arti bahwa keberhasilan atau kegagalan suatu organisasi mencapai tujuannya pada analisis terakhir ditentukan oleh unsur manusia di dalamnya, sebab moti$asi seseorang akan ditentukan oleh stimulusnya, karena stimulus merupakan penggerak moti$asi seseorang sehingga menimbulkan perilaku orang yang bersangkutan seperti disiplin kerja, produkti$itas kerja dan pemenuhan kebutuhan.

Ham(ah. ). 'no, +,,-. Teori dan Pengukurannya, .akarta, )umi "ksara. Hal. /0

&enurut !toner dalam &uh. Pabunbu 1ika bahwa kinerja adalah fungsi dari moti$asi, kecakapan dan persepsi peranan+. #engan demikian dapat dikatakan bahwa moti$asi seseorang sangat berhubungan dengan kinerja pegawai dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. 'ntuk mencapai produkti$itas kerja Pegawai egeri !ipil yang ada di

lingkungan 2antor 2elurahan 1alise tentu dibutuhkan suatu mekanisme kerja, sistem kerja, dan moti$asi kerja yang berdaya guna, berhasil guna, secara optimal. )erdasarkan hasil obser$asi di lapangan bahwa moti$asi kerja terhadap pegawai di 2antor 2elurahan 1alise sudah menunjukkan suatu hal baik dan sudah tepat untuk dilakukan oleh 3urah, hal ini dapat dilihat dari kinerja pegawai yang dihubungkan dengan tingkat kedisiplinan kerja, serta pemenuhan kebutuhan bagi para pegawai pada 2antor 2elurahan 1alise nampak berjalan dengan baik. #engan adanya realita ini maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang "nalisis moti$asi kerja terhadap produkti$itas pegawai pada 2antor 2elurahan 1alise.

B. R#$#!an Ma!ala" )erdasarkan latar belakang di atas, maka penulis dapat mengemukakan rumusan masalah yang perlu dibahas dalam penelitian, sebagai mana diuraikan berikut ini*

. &uh. Pabunbu 1ika, +,,-. Budaya Organisasi dan Peningkatan Kinerja, .akarta, )umi "ksara. Hal. %+%

%. &engapa pemberian moti$asi kerja itu penting terhadap produktifitas pegawai pada 2antor 2elurahan 1alise4 +. "pakah ada hubungan pemberian moti$asi kerja terhadap produktifitas pegawai pada 2antor 2elurahan 1alise4 /. "pakah terjadi peningkatan produkti$itas pegawai pada 2antor 2elurahan 1alise4

%. T#&#an 'an Ke #naan Penel(t(an "dapun tujuan dari penelitian ini yaitu* a. 'ntuk mengetahui tentang pemberian moti$asi terhadap kinerja pegawai pada 2antor 2elurahan 1alise. b. 'ntuk mengetahui hubungannya pemberian moti$asi terhadap kinerja pegawai pada 2antor 2elurahan 1alise. c. 'ntuk mengetahui peningkatan produkti$itas pegawai pada 2antor 2elurahan 1alise

D. Ke #naan Penel(t(an "dapun kegunaan dari isi penelitian ini* a. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi Pemerintah 2elurahan 1alise.

b. Hasil penelitian ini dapat berguna bagi pengembangan Ilmu Pengetahuan khususnya Program !tudi Ilmu "dministrasi. c. Hasil penelitian ini dapat menjadi sumber informasi bagi peneliti selanjutnya.

BAB II STUDI PUSTAKA

A. Lan'a!an Te)r( *. Pen ert(an M)t(+a!( Pembahasan mengenai teori moti$asi dan aplikasinya merupakan bidang studi manajemen yang tidak pernah diabaikan dan selalu merupakan bahan pembicaraan di berbagai instansi pemerintah maupun swasta. Siagian berpendapat bahwa moti$asi adalah* #aya pendorong yang mengakibatkan seorang anggota organisasi mau dan rela untuk mengarahkan kemampuan dalam bentuk keahlian atau keterampilan tenaga dan waktunya untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya dan menunaikan kewajibannya, dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi yang telah ditentukan sebelumnya. / )erkaitan dengan pendapat yang dikemukakan oleh !iagian di atas, berikut dikemukakan sebuah pendapat menurut Moekijot yang mengatakan bahwa moti$asi adalah pengaruh perilaku.5 !elanjutnya, Bernard Berelson dalam Hamzah B !"#, yang mengatakan bahwa bentuk moti$asi adalah kompensasi berupa uang, pengarahan dan pengadilan, penetapan pola kerja yang efektif serta kebijakan yang harus dilaksanakan dengan baik 6. 'ntuk lebih jelasnya dapat dilihat pada uraian dibawah ini* %. 2ompensasi bentuk uang merupakan salah satu bentuk yang paling sering diberikan oleh karyawan, karena kompensasi yang berupa uang

/ 5

. !P. !iagian, +,,5. Teori Motivasi dan $%likasinya, .akarta, 7ineka 8ipta, Hal. %/9 . &oekijot, %00,. Pengem&angan Manajemen dan Motivasi, )andung, Pioner .aya, Hal. %+: 6 . ;p 8it, Ham(ah ). ' #, +,,-. Hal. %+5.

merupakan stimulus kerja yang sangat efektif karena uang sungguhsungguh diperlukan bagi kelangsungan hidup. +. Pengarahan dan pengendalian, pengarahan dimaksudkan menentukan bagi karyawan mengenai apa yang harus mereka kerjakan dan apa yang tidak harus mereka kerjakan. !edangkan pengadilan dimaksudkan menentukan bahwa karyawan harus mengerjakan hal-ha yang telah diinstruksikan. /. Penempatan pola kerja yang efektif. Pada umumnya reaksi terhadap kebosanan kerja menimbulkan hambatan yang berarti bagi keluaran produktifitas kerja. 5. 2ebijakan, dapat didefinisikan sebagai tindakan yang diambil dengan sengaja oleh manajemen untuk mempengaruhi sikap atau perasaan para karyawan. #engan kata lain, kebijakan adalah usaha untuk membuat karyawan bahagia. )erkaitan dengan pengertian moti$asi sesungguhnya, <inardi ., menyatakan dalam sebuah pendapatnya bahwa moti$asi merupakan hasil sejumlah proses yang bersifat internal atau eksternal bagi seorang indi$idu, yang menyebabkan timbulnya sikap kegiatan-kegiatan tertentu.Pendapat di atas, mencerminkan bahwa moti$asi itu merupakan sebuah proses yang timbul dari dalam atau dari luar diri setiap indi$idu yang secara langsung dapat mempengaruhi suatu sikap sehingga timbulnya aksi dari diri indi$idu itu sendiri.

. <inardi ., +,,5. Motivasi dan Pemotivasian, .akarta, 7aja =rafindo Persada, Hal. +%

!ementara =ray dalam <inardi menyatakan bahwa moti$asi merupakan hasil sejumlah proses yang bersifat internal atau eksternal bagi seorang indi$idu, yang menyebabkan timbulnya sikap antusiasme dan persistensi dalam hal melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu.: &encermati beberapa teori moti$asi tersebut, maka yang diambil oleh peneliti dijadikan sebagai acuan untuk melakukan peneliti tentang moti$asi adalah teori kepuasan yang berhubungan dengan teori &aslow yaitu mengenai kebutuhan akan >isiologi, keselamatan atau keamanan, sosial serta penghargaan dan aktualisasi diri. !elanjutnya, &aslow dalam <inardi ., menegaskan bahwa moti$asi adalah seorang indi$idu sebagai suatu urutan kebutuhan yang

dipredeterminasi. 2ebutuhan-kebutuhan fisiologikal merupakan kebutuhan yang paling imperatif tetapi secara psikologikal kebutuhan atau realisasi diri sangat penting bagi masing-masing indi$idu9. !ejalan dengan pendapat di atas, !arwoto menyatakan bahwa pengertian moti$asi adalah proses pemberian motif (penggerak) bekerja kepada para bawahannya sedemikian rupa sehingga mereka mau bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan organisasi secara efisien.0 &akna yang terkandung dalam pendapat di atas, di mana moti$asi kerja yang diberikan oleh seorang atasan (pimpinan) kepada para bawahannya tersebut dapat memberikan sebuah inspirasi yang dapat

: 9

. Ibid, <inardi ., +,,5. Hal. + . <inardi ., +,,%. Motivasi dan Pemotivasian dalam Manajemen , .akarta, 7aja =rafindo Persada, Hal. +/ 0 . !arwoto, +,,+. #asar'#asar Organisasi dan Manajemen, .akarta, =halia Indonesia, Hal. %/.

mendorong para bawahan atau orang yang dipimpinnya agar orang-orang tersebut mau mengikuti, berbuat dan bekerja lebih baik, ikhlas dan tanpa paksaan atau desakan-desakan lagi. !elanjutnya, 7istiyanti Prasetyo menyatakan bahwa moti$asi adalah kegiatan yang mendorong seorang indi$idu untuk melakukan sesuatu yang diinginkan. !esuatu yang diinginkan itu mungkin untuk kebaikan indi$idu tersebut atau untuk orang yang memberi dorongan tadi atau untuk keduanya.%, &oti$asi merupakan unsur penting dalam kepemimpinan, kegiatan memoti$asi dimulai dengan memahami kebutuhan pengikutnya. 2ebutuhan pengikut adalah sesuatu yang dirasakan oleh pengikut karena adanya rangsangan dari lingkungan yang menyebabkan timbulnya keadaan yang diinginkan. #engan demikian pemimpin memoti$asi pengikutnya melalui gaya kepemimpinan tertentu yang akan menghasilkan pencapaian tujuan kelompok dan tujuan indi$idu. #alam hal ini insentif finansial maupun non finansial seringkali merupakan alat yang efektif dari pemimpin untuk memoti$asi pengikut. )erkaitan dengan beberapa pendapat di atas, selanjutnya, &alayu !.P. Hasibuan, menyatakan bahwa moti$asi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang, agar mereka mau bekerjasama, bekerja efektif dan terintegrasi dengan segala daya upayanya untuk mencapai kepuasan.%%
%, %%

. ;p cit. 7istiyanti Prasetyo, +,,-, hal. 5% . &alayu !.P. Hasibuan, +,,/. Manajemen Sum&er #aya Manusia, .akarta, )umi "ksara, Hal. 56

Pendapat di atas telah mencerminkan bahwa moti$asi itu merupakan sebuah proses yang timbul dari dalam atau dari luar diri setiap indi$idu yang secara langsung dapat mempengaruhi suatu sikap sehingga timbulnya aksi dari diri indi$idu itu sendiri. ;leh karena itu untuk mencapai kesuksesan dalam sebuah kepemimpinan, kiranya pemberian moti$asi itu merupakan sesuatu hal yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. !ejalan dengan pendapat di atas, di mana !arwoto menyatakan bahwa pengertian moti$asi adalah proses pemberian motif (penggerak) bekerja kepada para bawahannya sedemikian rupa sehingga mereka mau bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan organisasi secara efisien.%+ &akna yang terkandung dalam sebuah pendapat di atas, bahwa moti$asi kerja yang diberikan oleh seorang atasan (pimpinan) tersebut dapat memberikan sebuah inspirasi, dorongan bagi para bawahan atau orang yang dipimpinnya agar orang tersebut mau berbuat dan bekerja lebih baik, ikhlas dan tanpa paksaan atau desakan-desakan lagi. ,. K(ner&a Penilaian kinerja merupakan proses yang dilakukan suatu organisasi dalam menge$aluasi kinerja pekerjaan seseorang karyawan (pegawai) dalam organisasi. "pabila hal itu dikerjakan dengan benar oleh karyawan dan akhirnya akan menguntungkan organisasi dengan jaminan bahwa upaya para indi$idu karyawan mampu mengkonstribusi pada fokus strategi dari organisasi tersebut. amun penilaian kinerja akan dipengaruhi oleh kegiatan
%+

. !arwoto, +,,+. #asar'#asar Organisasi dan Manajemen, .akarta, =halia Indonesia, Hal. %/.

%,

lain dalam suatu organisasi yang pada gilirannya mempengaruhi kebersihan suatu organisasi. 'ntuk memahami kinerja dari pada organisasi dibutuhkan suatu ukuran atau kriteria-kriteria yang dapat menjadi suatu dasar penilaian sehingga akan diketahui apakah organisasi-organisasi tersebut dapat berhasil ataupun tidak dalam mencapai suatu misi dan tujuannya. #i dalam 2eputusan 2epala 3embaga "dministrasi egara omor

690?@?-?A?00, tanggal ++ !eptember %000 tentang Pedoman Penyusunan Pelaporan "kuntabilitas 2inerja Instansi Pemerintah, disebutkan bahwa yang dimaksud dengan kinerja adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan kegiatan?program kebijaksanaan dalam

mewujudkan sasaran, tujuan, misi dan $isi organisasi.%/ &enurut Suryadi Pra(irosentono bahwa untuk mengukur kinerja orang-orang yang bekerja dalam unit-unit suatu organisasi, karena yang berperan dalam unit-unit suatu organisasi adalah unsur manusia sebagai pelakunya.%5 'ntuk memberi gambaran tingkat pencapaian tersebut, 3embaga "dministrasi egara menggunakan indikator-indikator antara lain inputs

(masukan), outputs (keluaran) dan outcomes (hasil). Indikator input adalah segala sesuatu yang dibutuhkan untuk menghasilkan keluaran, antara lain dana dan sumber daya manusia. Indikator outputs adalah sesuatu yang diharapkan langsung dapat dicapai baik berupa fisik maupun non fisik.
%/

. #epartemen #alam egeri, %000. 'ndang-'ndang omor ++ tahun %000. Tentang Pemeritahan #aerah, .akarta. %5 . !uryadi Prawirosentono, %000. Ke&ijakan Kinerja Karya(an, Aogyakarta, )P>B, Hal. %9-

%%

!elanjutnya menurut )udono dkk mengemukakan bahwa kinerja adalah hasil dari fungsi suatu pekerjaan atau kegiatan tertentu selama satu periode waktu tertentu.%6 #ari pendapat Aodoyono tersebut ada tiga aspek yang perlu dipahami oleh pegawai atau suatu organisasi?unit kerja yaitu* %. 2ejelasan tugas atau pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. +. 2ejelasan hasil yang diharapkan dari suatu pekerjaan atau fungsi /. <aktu yang diperlukan menyelesaikan suatu pekerjaan agar hasil yang diharapkan terwujud. !ejalan dengan pendapat tersebut di atas menurut !udarmayanti mengatakan bahwa kinerja merupakan hasil atau keluaran dari suatu prosesC%-. 3anjut, menurut #(iyanto ada beberapa indikator yang dipakai sebagai kriteria penilaian terhadap kinerja organisasi sebagai berikut* %. 7esponsi$eness dimaksudkan adalah kemampuan untuk menggali kebutuhan masyarakat, menyusun agenda dari prioritas pelayanan, dan mengembangkan program-program pelayanan publik sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat. !ecara singkat responsi$itas di sini menunjuk pada keselarasan antara program dan kegiatan pelayanan dengan kebutuhan dan aspirasi dari masyarakat. +. 7esponsi$itas dimaksudkan sebagai salah satu ukuran kinerja karena ia secara langsung menggambarkan kemampuan dalam menjalankan misi tujuannya, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. 7esponsi$itas yang rendah, seperti yang digambarkan dengan ke tidak selarasan antara pelayanan dengan kebutuhan masyarakat, jelas menunjukkan kegagalan organisasi dalam mewujudkan misi dan tujuan organisasi publik. ;rganisasi yang memiliki responsi$itas yang rendah dengan sendirinya memiliki kinerja yang jelek pula. /. 7esponsibility (7esponsibilitas) di sini menjelaskan apakah pelaksanaan kegiatan yang dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip administrasi yang benar atau sesuai dengan kebijaksanaan organisasi yang benar sesuai dengan kebijaksanaan organisasi baik yang Implist. 2arena itu
%6

%-

. Audoyono, dkk, +,,,. Materi Kuliah Perencanaan Peningkatan Kinerja, &akasar, Program &agister "dministrasi, Hal. /:9. . !udamayanti, +,,%. Materi Kuliah Perencanaan Peningkatan Kernerja, Program &agister "dministrasi, &akasar. Hal. /:9

%+

7esponsibilitas bisa saja suatu ketika berbenturan dengan responsi$itas. 2einginan seorang pejabat organisasi publik untuk meningkatkan responsi$itas bisa saja mengorbankan responsibilitas manakala kebijakan dan prosedur administrasi yang ada dalam organisasinya ternyata tidak lagi memadai untuk menjawab dinamika yang terjadi dalam masyarakat selalu lebih cepat dari perubahan organisasi. 5. "ccountability (akuntabilitas) menunjukkan pada seberapa besar kebijakan dan kegiatan organisasi publik tunduk pada para pejabat politik yang dipilih oleh rakyat. "sumsinya di sini adalah bahwa para pejabat politik tersebut, karena dipilih oleh rakyat sedang dalam pengertian kinerja pegawai maka akuntability diarahkan pada rasa tanggung jawab terhadap pelakunyaC%:. #ari pengertian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah hasil kerja atau kemampuan kerja yang diperlihatkan oleh seseorang sekelompok orang (organisasi) atas suatu pekerjaan pada waktu tertentu yang dapat berupa produk akhir (barang dan jasa) atau berbentuk perilaku, kecakapan, kompetensi, sarana dan keterampilan spesifik yang dapat mendukung pencapaian tujuan dan sasaran organisasi. -. Pr)'#kt(+(ta! Produkti$itas berasal dari kata DproduktifC artinya sesuatu yang mendukung potensi untuk digali, sehingga produkti$itas dapatlah dikatakan sesuatu proses kegiatan yang terstruktur guna menggali potensi yang ada dalam organisasi pemerintahan 2elurahan 1alise. >ilosofi produkti$itas sebenarnya dapat mengandung arti keinginan dan usaha dari setiap manusia (pegawai) itu sendiri untuk selalu meningkatkan mutu kehidupannya dan penghidupannya.

%:

. #wiyanto, %00-. Penilaian Kinerja Organisasi Pelayanan Pu&lik , Aogyakarta, &akalah !eminar !ehari. Hal. 6

%/

&enelusuri lebih jauh tentang pengertian dari produkti$itas akan diuraikan beberapa pendapat dari para ahli yang menjelaskan masalah pengertian dari produkti$itas itu sendiri, antara lain Handari &artini Handari menjelaskan dalam pendapatnya bahwa* Produkti$itas adalah suatu hasil yang telah diperoleh dari suatu kegiatan pekerjaan dengan menggunakan berbagai metode atau cara atau alat-alat, sehingga pekerjaan dapat dilaksanakan secara berdaya guna yang juga merupakan pekerjaan yang bernilai produktif. %9 3ebih lanjut Handari bahwa* Produkti$itas kerja dikatakan tinggi jika hasil yang diperoleh lebih besar dari pada sumber kerja yang perlu digunakan, sebaliknya produkti$itas kerja dikatakan rendah jika hasil yang diperoleh lebih kecil dari pada sumber kerja yang digunakan.%0 Pendapat di atas menunjukkan bahwa peningkatan produkti$itas kerja pegawai dapat tercapai karena adanya dukungan dari metode atau cara, peralatan yang tersedia untuk digunakan. !elanjutnya pendapat di atas melakukan suatu perbandingannya apabila hasil dicapai lebih besar dari pada sumber daya kerja digunakan maka dapat dinyatakan produktifitas kerja pegawai itu dapat dicapai, dan sebaliknya jika hasil dicapai lebih kecil dari pada sumber daya kerja digunakan maka dapat dikatakan bahwa produktifitas kerja pegawai rendah. !edangkan produkti$itas adalah* &alayu !.P. Hasibuan menjelaskan pengertian awawi dan &artini Handari menjelaskan awawi dan

%9

%0

. Handari awawi dan &artini Handari, %00+. $dministrasi Personil !ntuk Meningkatkan Produktivitas Kerja, .akarta, =unung "gung, hal. 5+ . Ibid, Handari awawi dan &artini Handari, %00+. Hal. +6.

%5

!uatu perbandingan antara output (hasil) dengan input (masukan), jika produkti$itas naik ini hanya dimungkinkan oleh adanya peningkatan efisiensi (waktu, bahan, tenaga) dan sistem kerja, teknik produksi dan adanya peningkatan keterampilan dari tenaga kerjanya.+, Pendapat di atas menunjukkan bahwa produkti$itas memiliki dua dimensi, %ertama efekti$itas yang mengarah kepada pencapaian kerja yang maksimal yaitu pencapaian target yang berkaitan dengan kualitas, kuantitas, dan waktu. Kedua, yaitu efisiensi yang berkaitan dengan upaya membandingkan input dengan realisasi penggunaannya atau bagaimana pekerjaan tersebut dilaksanakan. 3anjut, Paul dalam 8ribbin menyatakan bahwa produkti$itas adalah perbandingan antara hasil yang diperoleh dengan jumlah kerja yang dikeluarkan untuk memproduksinya atau rasio antar kepuasan yang dikehendaki dan pengorbanan yang dilakukan.+% )erkaitan dengan pendapat di atas, dapat dikemukakan bahwa ada beberapa ciri-ciri pegawai yang dapat dikatakan produktif. Hal ini diperjelas oleh Brich =ilmore dalam !oedarmanyanti (%00-*+0) sebagaimana dinyatakan bahwa ciri-ciri pegawai produktif itu adalah* a) b) c) d) e) f) g) h)
+,

1indakannya konstruktif Percaya diri &empunyai tanggung jawab &emiliki cinta terhadap pekerjaan &empunyai pandangan ke depan &ampu menyelesaikan persoalan #apat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berubah &empunyai kontribusi positif bagi lingkungan

. &alayu. !.P. Hasibuan, +,,/. Manajemen Sum&er #aya Manusia, .akarta, )umi "ksara,
Hal.%+-. . Paul dalam 8ribbin, %005. Ke%emim%inan Strategi Menge*ekti*kan Organisasi, .akarta, =halia Indonesia, Hal. %0:.

+%

%6

i) &empunyai kekuatan untuk mewujudkan potensinya.++

B. Var(a.el 'an De/(n(!( O0era!()nal %. Eariabel .udul yang dibahas dalam penelitian ini terdiri dari dua $ariabel yaitu $ariabel independent dan $ariabel dependen. "dapun yang menjadi $ariabel independent adalah +Motivasi Kerja,. !edangkan $ariabel dependen adalah +Produktivitas Pega(ai, +. #efinisi ;perasional 'ntuk mengetahui hubungan moti$asi dengan produkti$itas pegawai 2antor 2elurahan 1alise 2ecamatan Palu 1imur, dalam hal ini beberapa indikator yang dapat dijadikan sebagai alur ukur yaitu a. &oti$asi kerja &oti$asi kerja merupakan suatu dorongan bagi setiap indi$idu baik yang bersumber dari dalam maupun dari luar diri pegawai itu sendiri. "dapun indikatornya yaitu* Pemberian moti$asi kerja )agi Pegawai Hubungan moti$asi kerja terhadap produkti$itas Pegawai b. Produkti$itas Pegawai Produkti$itas Pegawai adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang (Pegawai 2antor 2elurahan 1alise) untuk menciptakan suatu

++

. !oedarmanyanti, %00-. Tata -ara dan Produktivitas Kerja, 8etakan Pertama, )andung, &andar &aju.

%-

nilai usaha atau hasil kerja dengan baik. !ehingga yang dapat dijadikan alat ukur atau indikator yaitu* 2inerja 2erja Pegawai Bfisien dan Bfekti$itas

BAB III METODE PENELITIAN

A. Da!ar 'an T(0e Penel(t(an #asar penelitian ini adalah kualitatif, dan tipe penelitiannya yaitu deskriptif. &aksud dari penelitian deskriptif ini yaitu peneliti akan

%:

menggambarkan secara rinci, detail dan jelas mengenai masalah atau data-data yang diperoleh dari lapangan penelitian.

B. L)ka!( Penel(t(an1 P)0#la!( 'an Sa$0el %. 3okasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di 2elurahan 1alise, dalam penentuan lokasi didasarkan atas pertimbangan bahwa penulis ingin melihat tentang pemberian moti$asi, bentuk-bentuk moti$asi, serta hubungan moti$asi terhadap kinerja pegawai di kelurahan tersebut. +. Populasi Aang menjadi populasi dalam penelitian yaitu seluruh Pegawai di 2antor 2elurahan 1alise, yang berjumlah sebanyak +- orang, dengan klasifikasi pegawai tetap sebanyak %9 orang, dan pegawai honorer sebanyak 9 orang.

/. !ampel Pengertian sampel adalah objek atau orang-orang yang sengaja dipilih untuk diteliti, karakteristik sampel tersebut harus dapat mewakili jumlah populasi dan mengetahui persis masalah yang diteliti dan mampu memberikan data-data yang akurat. &engingat jumlah populasi dalam penelitian ini relatif kecil dan tidak mencapai %,, orang, maka penetapan sampel dalam penelitian ini dilakukanlah secara D sam%el jenuh, yaitu

%9

semua jumlah populasi itu dapat dijadikan sampel dalam penelitian. "dapun sampel dimaksud adalah* %. !ekretaris 2elurahan +. 2elompok .abatan >ungsional /. !eksi Pemerintahan dan !taf 5. !eksi 1rantib dan !taf 6. !eksi Pembangunan dan !taf -. !eksi 'mum, 2esos dan !taf :. 1enaga honor * * * * * * * % orang % orang 5 orang 5 orang 5 orang 5 orang

9 orang 2 ,3 )ran

J#$la"

'ntuk memperjelas data-data yang disampaikan oleh responden penelitian tersebut maka dalam hal ini ditetapkan sebagai informan kunci penelitian ini yaitu 2epala 2elurahan 1alise.

%. Jen(! 'an S#$.er 'ata %. #ata primer Aang dimaksud dengan data primer adalah data-data yang diperoleh secara langsung melalui responden penelitian. +. #ata !ekunder !edangkan data sekunder adalah data-data yang diperoleh melalui dokumen atau referensi-referensi tertentu yang ada hubungannya dengan objek yang diteliti.

%0

D. Tekn(k Pen #$0#lan Data 1eknik pengumpulan data adalah suatu cara digunakan oleh peneliti untuk memperoleh data-data yang dibutuhkan dalam penelitian ini, di mana cara yang digunakan dalam penelitian tersebut yaitu* %. Penelitian 2epustakaan (.i&rary /esearch) Penelitian pustaka ini merupakan suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan mengumpulkan beberapa literatur yang erat kaitannya dengan masalah diteliti misalnya buku-buku, dan skripsi yang tidak diterbitkan, untuk dijadikan sebagai bahan rujukan penelitian ini guna memperoleh landasan teori dalam penyusunan hasil-hasil penelitian.

+. Penelitian 3apangan (0ield /esearch) Penelitian lapangan merupakan suatu teknik penelitian yang dilakukan oleh penulis secara langsung di lokasi penelitian dengan cara* a. ;bser$asi (O&servation) Pengamatan yang dilakukan secara ke langsung terhadap objek atau sasaran yang diteliti, guna untuk memperoleh informasi data lapangan yang lebih akurat. b. 2uesioner (1uesioner) #alam penelitian ini, peneliti akan mengedarkan lembaran kuesioner kepada responden penelitian untuk diisi sesuai dengan datadata yang kongkrit terjadi di lokasi penelitian.

+,

c. <awancara (2ntervie() #alam penelitian ini dilakukan proses wawancara bebas terhadap responden penelitian guna untuk mengetahui lebih keakuratan data-data yang diberikan oleh responden melalui kuesioner penelitian tersebut.

E. Tekn(k Anal(!(! Data 'ntuk menganalisis data yang terjaring dari lokasi penelitian tersebut digunakan dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan tabel frekuensi dan prosentase (F). "dapun rumus yang gunakan menurut "rikunto, sebagaimana berikut ini* PG
f H n

%,, F

G ......... F

2eterangan* > G .umlah jawaban dari setiap alternatif G .umlah sampel?responden %,, G "ngka tetap+/

+/

"rikunto, %00-, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, .akarta, 7ineka. Hal. ++0

+%