Anda di halaman 1dari 8

Perihal Kependudukan , Pemerintah melaksanakan pendataan penduduk yang disebut dengan Program Sensus Pemduduk .

Kegunaannya strategis secara internal sebagai: koreksi dan pengendali data kependudukan, basis proyeksi penduduk ,basis untuk pemutakhiran dan pengembangan KCI survei rumah tangga dan basis pembangunan statistik wilayah kecil. Secara eksternal data Sensus Penduduk digunakan sebagai: basis pembangunan statistik administrasi kependudukan dan evaluasi pencapaian sasaran pembangunan global. Instrumen utama Sensus Penduduk (SP) berupa dua jenis kuesioner untuk mendaftar bangunan tempat tinggal dan mencacah penduduk secara lengkap. Kuesioner L untuk melakukan pendaftaran bangunan dan rumahtangga. Sedangkan Kuesioner C untuk mengumpulkan data individu penduduk dan rumahtangga. Pertimbangan yang digunakan sebagai dasar pembuatan kuesioner C adalah rekomendasi PBB (UN Recommendations), relevansi dengan MDGs, pengalaman sensus penduduk sebelumnya, pengalaman sensus yang dilaksanakan negara-negara lain, komponen perubahan penduduk, dan variabel yang sesuai hanya jika dikumpulkan melalui pencacahan lengkap (agama, bahasa, suku, kecacatan, arus migrasi, dsb).Metode pencacahan Sensus Penduduk 1971, 1980, dan 1990 mencakup pencacahan lengkap dan pencacahan sampel. Sedangkan Sensus Penduduk 2000 hanya dilakukan secara lengkap dengan mengumpulkan 15 variabel. demografi, sosial dan kegiatan ekonomi penduduk. Pada Sensus Penduduk pencacahan dilakukan secara lengkap dengan mengumpulkan variabel yang lebih banyak dibandingkan dengan SP2000 yaitu sebanyak 43 variabel.Berbeda dengan Sensus Penduduk sebelumnya, untuk mencapai akurasi yang tinggi, pencacahan pada SP 2010 akan dilakukan secara tim. Setiap tim terdiri dari 1 orang Koordinator Tim dan 3 (tiga) orang pencacah, dimana setiap tim akan bertanggung jawab menyelesaikan 4-6 Blok Sensus (BS). Sensus Penduduk adalah kegiatan besar yang membutuhkan peran serta banyak pihak termasuk seluruh komponen masyarakat. Hal ini karena data hasil Sensus Penduduk merupakan data pijakan bagi program-program pemerintah yang berkelanjutan. Merupakan tantangan yang besar bagi BPS untuk dapat memberikan advokasi kepada masyarakat agar mendukung semua tahapan kegiatan SP dan memastikan bahwa data SP merupakan sumber data dasar kependudukan yang kredibel.

Pentingnya Sensus Penduduk Indonesia merupakan negara besar dengan jumlah penduduk terbesar di dunia setelah Republik RakyatCina, India dan Amerika Serikat. Sementara itu Propinsi Jawa Barat merupakan propinsi terbesar diIndonesia, dan Kabupaten Garut termasuk dalam jumlah penduduk pada tahun 2009 sebesar 2,38 juta.Pada tahun 2010 diperkirakan meningkat sekitar 2,42 juta.. Perencanaan pembangunan nasional membutuhkan data dasar kependudukan dan perumahan yanglengkap dan terkini. Sensus Penduduk adalah satu sumber utama data dasar yang dimaksud. SensusPenduduk atau cacah jiwa pada dasarnya merupakan kegiatan perhitungan jumlah penduduk di seluruhatau sebagian territorial suatu Negara dan mengumpulkan karakteristik pokok semua penduduk, rumahtangga, dan bangunan, tempat tinggal.Tujuan utama Sensus Penduduk masyarakat Indonesia. adalah menghitung jumlah penduduk sertamengumpulkan informasi dasar kependudukan dan perumahan Manfaat dariSP adalah memperoleh informasi dasar kependudukan dan perumahan yang diperlukan untukbahan evaluasi pembangunan serta untuk menyusun perencanaan pembangunan kependudukan, sosial,ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat Indonesia di masa mendatang. Penduduk juga merupakan agenda dunia yang diamanatkan PBB (United Nation).Sensus Penduduk sangat penting terkait perubahan yang cepat dalam tatanan pemerintah sejak eraotonomi daerah dan perubahan (mutasi) penduduk yang sangat dinamis. Keberhasilan memperoleh datapenduduk yang akurat dan komprehensif merupakan tantangan terbesar . Hasil Sensus Penduduk jugasangat diharapkan karena akan digunakan sebagai basis untuk mengukur capaian beberapa indicatorMillenium Development Goals (MDGs)Sebelum pelaksanaan Sensus Penduduk 1 31 Mei 2010 mendatang terlebih dahulu dilakukansosialisasi atau kampanye oleh pihak BPS untuk peningkatan partisipai masyarakat dalam ikutmensukseskan kegiatan SP2010 dan menginformasikan kepada masyarakat tentang rangkaian kegiatan,muatan, dan fokus SP2010. Selain itu juga untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensipenyelenggaraan SP2010 dengan memastikan publisitas ini sampai ke berbagai lapisan masyarakat danmemotivasi penduduk agar bersedia didata. Dan memberikan pemahaman bagi calon pengguna datatentang manfaat dari hasil SP2010

Pentingnya Pendataan Penduduk: Pertama , sensus penduduk akan menyediakan data kependudukan dan perumahan secara lengkap dan komprehensif. Hasil sensus ini akan menjadi basis utama, dalam penyediaan data kependudukan dan perumahan secara nasional. Kedua, sensus penduduk menyediakan data dasar tentang komposisi dan dinamika kependudukan dalam negeri. Pemerintah mendapat data yang jelas dan dapat dipertanggung-jawabkan, mengenai berbagai aspek demografis seperti umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, tempat tinggal, dan informasi lainnya. "Melalui komposisi dan dinamika kependudukan terbaru, kita dapat melakukan evaluasi terhadap program kependudukan kita. Salah satunya, mengenai pentingnya program Keluarga Berencana, sebagai upaya untuk mewujud- kan keluarga sejahtera yang berkualitas, dan untuk mengontrol angka pertumbuhan penduduk," ujarnya di Istana Merdeka, Jumat 30 April 2010. Ketiga, hasil sensus penduduk sangat berguna untuk perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, baik di pusat maupun di daerah. Dalam rangka pembangunan yang berbasis manusia, hasil sensus ini dapat digunakan untuk mengarahkan program-program pro rakyat agar tepat. Program itu seperti bantuan beras untuk rakyat miskin, Program Keluarga Harapan (PKH), Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dapat diterima oleh yang berhak. "Sensus ini, juga memungkinkan kita memberikan bantuan dan pemberdayaan secara tepat, bagi penyandang cacat, lanjut usia, dan anak-anak terlantar," ujarnya. Keempat, hasil sensus penduduk Indonesia 2010 ini juga penting untuk memperkirakan jumlah penduduk dalam negeri di masa akan datang. Pemerintah dapat mengantisipasi berbagai kebutuhan dasar seperti pangan, energi, perumahan, pendidikan dan kesehatan. "Kita juga dapat menggunakan informasi ini sebagai bahan evaluasi atas capaian Millennium Development Goals (MDGs), khususnya dalam mengurangi tingkat kemiskinan dunia sebelum 2015," katanya. Kelima, sensus itu juga akan memberikan basis data bagi pengembangan Nomor Induk Kependudukan (NIK) secara nasional. Berdasarkan NIK ini, setiap warga negara akan memiliki identitas tunggal yang bermanfaat untuk berbagai kepentingan. "Melalui NIK, kita juga dapat mencegah manipulasi data kependudukan, untuk kepentingan yang tidak baik atau bahkan membantu pengungkapan tindak kejahatan," katanya.

Sensus Penduduk 2010 dimulai pada 1-31 Mei 2010 di seluruh penjuru Indonesia. Setiap penduduk akan disensus secara lengkap. Para petugas sensus akan mencatat nama, alamat, umur, jenis kelamin, pendidikan, kesehatan hingga status ketenagakerjaan. Selain itu, dicatat pula informasi yang terkait dengan fasilitas perumahan, akses ke media komunikasi, dan berbagai informasi lainnya. Masalah Kependudukan bisa disebut juga sebagai masalah sosial, karena masalah itu terjadi di lingkungan sosial atau masyakarat. Masalah tersebut bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, baik di negara maju maupun di negara yang sedang berkembang seperti negara indonesia. Masalah kependudukan bisa terjadi oleh/faktor-faktor tertertu salah satunya adalah karena perkembangan penduduk yang tidak seimbang. Dari faktor di atas kemudian akan muncul beberapa masalah lain sepeti kemiskinan, kesehatan, pendidikan dan masalah lain yang umumnya timbul akibat masalah perkembangan penduduk yang tidak seimnbang. Bagi negara maju seperti amerika mungkin masalah kependudukan tidak akan menjadi momok yang begitu rumit untuk negaranya tersebut, karena kualitas penduduk dan sumber daya manusia mereka yang jauh lebih baik di bandingkan dengan negara berkembang seperti Indonesia, meskipun negara tersebut menempati urutan ke-3 dengan penduduk terbanyak. Sedangkan di indonesia sendiri masalah penduduk yang terjadi masih menjadi benang kusut dan belum menemukan cara untuk menguraikannya. Masalah kependudukan terbagi dalam 2 garis besar yaitu masalah Kuantitas dan kualitas. 1. Permasalahan Kuantitas diantaranya :

Jumlah Penduduk Pertumbuhan Penduduk Kepadatan Penduduk Susunan Penduduk

Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah kuantitas yaitu dengan pengendalian jumlah dan pertumbuhan penduduk serta pemerataan persebaran penduduk.

Pengendalian jumlah dan pertumbuhan penduduk Dilakukan dengan cara

menekan angka kelahiran melalui pembatasan jumlah kelahiran, menunda usia perkawinan muda, dan meningkatkan pendidikan.

Pemerataan Persebaran Penduduk Dilakukan dengan cara transmigrasi dan

pembangunan industri di wilayah yang jarang penduduknya. Untuk mencegah migrasi penduduk dari desa kekota, pemerintah mengupayakan berbagai program berupa pemerataan pembangunan hingga ke pelosok, perbaikan sarana dan prasarana pedesaan, dan pemberdayaan ekonomi di pedesaan. 2. Permasalahan Kualitas diantaranya :

Masalah Tingkat Pendidikan Masalah Kesehatan Masalah Tingkat Penghasilan/Pendapatan

upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah kualitas yaitu dengan cara: Dalam masalah pendidikan bisa dilakukan dengan cara menggalakkan lagi wajib belajar 9 tahun, atau ditingkatkan menjadi 12 tahun, meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan, menyempurnakan kurikulum sesuai dengan perkembangan zaman, memberikan beasiswa bagi siswa yang berprestasi. kemudian untuk masalah kesehatan bisa dilakukan dengan cara mengadakan perbaikan gizi dimasyarakat, membangun sarana kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit, dan lain-lain, mengadakan program penyuluhan tentang pengawasan obat dan makanan. dan untuk masalah pendapatan bisa dilakukan upaya menekan laju pertumbuhan penduduk, merangsang kemauan berwirausaha, meningkatkan usaha kerajinan rumah tangga/industrialisasi, dan lain sebagainya. Selain itu Data dan informasi dari registrasi kejadian penting merupakan salah satu sumber informasi yang diandalkan, sehingga harus dikelola dengan tepat, karena pada hakekatnya merupakan aset berharga, dapat dipakai sebagai bahan perumusan kebijakan. Oleh karenanya membutuhkan suatu sistem pengarsipan yang ditunjang sarana dan prasarana penyimpanan yang baik dan benar . Berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 1971 Tentang Ketentuan ketentuan Pokok Kearsipan Pasal 3 tujuan kearsipan adalah untuk menjamin keselamatan bahan

pertanggungjawaban nasional tentang perencanaan, pelaksanaan, penyelenggaraan kehidupan kebangsaaan serta untuk menyediakan bahan pertanggungjawaban tersebut bagi kegiatan pemerintah. Filosofi pengertian arsip dengan penyimpanan dokumen register akta sama adalah dalam wewenang dan tanggung jawab sepenuhnya dari Pemerintah, Pemerintah berkewajiban untuk mengamankan sebagai bukti pertanggung jawaban nasional. Karena register akta pencatatan sipil merupakan bukti otentik seseorang tidak boleh hilang, rusak, musnah sehingga mengandung pengertian sebagai Arsip Dinamis yaitu : arsip yang dipergunakan secara langsung dalam perencanaan, pelaksanaan dan penyelenggaraan administrasi pemerintahan pada umumnya / dipergunakan secara langsung dalam penyelenggaraan administrasi negara. Karena aktifnya maka disebut arsip aktif, yang terus menerus diperlukan dan dipergunakan dalam penyelenggaraan administrasi negara sepanjang masa dan akan menimbulkan dampak dalam penyelenggaraan pencatatan sipil apabila terdapat hal-hal yang tidak diharapkan. A. Fungsi arsip register akta catatan sipil antara lain : 1. Sebagai Pusat Ingatan atau Memori Penduduk Bangsa Pendokumentasian akta pencatatan sipil merupakan memori bukti autentik penduduk Indonesia dalam kerangka registrasi akta catatan sipil, berkas permohonan akta, catatan catatan pada akta dan bukti kliper yang harus disimpan, dipelihara dan dirawat dengan sebaik baiknya sebagai dokumen negara. Hal ini merupakan bagian administrasi kependudukan sebagai rekaman/sejarah semua kejadian penting dengan lengkap jelas dan dapat dipertanggung jawabkan. 2. Penyedia Data Bagi Pengambilan Keputusan ( Decision Making ) Pelaksanaan Pencatatan sipil yang tertib harus didukung dengan registrasi akta catatan sipil yang tepat dan benar. Elemen elemen data kejadian penting yang harus tersedia di dalam arsip kelahiran, kematian, lahir-mati, pernikahan, perceraian dan pengakuan anak serta dokumen akta lainnya harus disimpan pada Dinas

Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebagai lembaga yang mengumpulkan data dan bertanggung jawab akan pemeliharaan dan pemanfaatannya. 3. Pendukung Data Untuk Kegiatan ( Legitation Support ) Apabila terjadi suatu hal sehingga menimbulkan proses hukum, maka pengambil keputusan akan mencari kembali datadata registrasi akta pencatatan sipil yang telah diarsipkan guna dipergunakan sebagai bahan bukti untuk menentukan keputusan . 4. Menunjang Ligitasi Demi kepentingan hukum sering kali memerlukan rekaman historis untuk mendudukan posisi sebenarnya tentang peristiwa penting yang dicatatkan dalam proses pengadilan yang didukung oleh arsip sebagai bukti autentik yang dapat membantu ligitasi. 5. Menelusuri Silsilah Dengan melihat arsip register akta dapat menelusuri silsilah, sehingga seseorang dapat terjamin dan terlindungi kedudukan dan status hukum pribadinya, terutama menyangkut keturunan atau hal-hal berkait dengan lainnya.

Komponen Sistem Manajemen Arsip register akta pencatatan sipil merupakan satu komponen proses, yaitu sejak arsip / dokumen register akta catatan sipil diterbitkan, digunakan, dipelihara dan disusutkan dengan tahapan sebagai berikut : 1. Tahap Penciptaan Arsip Arsip lahir secara otomatis sebagai bukti pelaksanaan kegiatan administrasi dan transaksi, yaitu kegiatan registrasi akta pencatatan sipil, yang tercipta sebagai bukti berjalannya suatu fungsi dan merupakan rekaman informasi pelaksanaan register akta pencatatan sipil. Penciptaan arsip register akta pencatatan sipil bisa terjadi kapan saja dan dimana saja selama adanya kegiatan registrasi, pada waktu seseorang mencatatkan kejadian

penting yaitu lahir, mati, kawin, cerai, pengangkatan, pengakuan dan pengesahan anak serta perubahan dan pembatalan akta serta perubahan status kewarganegaran merupakan bukti adanya kejadian penting. 2. Tahap Penggunaan dan Pemeliharaan Arsip Registrasi Akta Setelah tercipta arsip register akta maka tahap penggunaan dan pemeliharaan ini memerlukan sarana dan prasarana yang memadai sehingga memperlancar pelaksanaan seperti sarana penyimpanan, pemeliharaan, perawatan, pencatatan dan sarana temu balik. Selama dalam penyimpanan arsip harus dipelihara dan dirawat baik fisik maupun informasinya agar keamanannya tetap terjaga tidak hilang dan atau rusak. Demikian pula informasi arsip harus tersimpan secara rahasia dan tidak semua fihak dapat mengetahui atau memaksakan untuk mengakses arsip. Sehubungan dengan hal tersebut agar arsip tetap terpelihara dan terlindungi, maka harus ada prosedur prosedur sebagai pendukungnya, seperti prosedur pemeliharaan arsip, prosedur pengaksesan informasi termasuk prosedur peminjaman dan pengembalian arsip. Tahap Penggunaan dan pemeliharaan meliputi :

Sistem Penataan Berkas dan Temu Balik Manajemen Berkas / File Sistem Analisis Pemeliharaan Arsip Perawatan Arsip Pengamanan Fisik dan Informasi Arsip

Kesimpulan : Dari segala aspek diatas Sensus Penduduk atau pendataan kependudukan merupakan peran penting untuk usaha pemerintah dalam pembangunan Nasional. Dan peran serta masyarakt dibutuhkan untuk menunjang program sensus penduduk tsb.