Anda di halaman 1dari 89

RANCANG BANGUN SISTEM E-LEARNING PADA SISTEM PERKULIAHAN DI PROGRAM SARJANA ALIH JENIS MANAJEMEN (PSAJM) IPB

Oleh GIGIH JAYADI RUSTIYAWAN H24051489

DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2011

RINGKASAN

GIGIH JAYADI RUSTIYAWAN H24051489. Rancang Bangun Sistem E-Learning

Pada Sistem Perkuliahan di Program Sarjana Alih Jenis Manajemen (PSAJM) IPB. Di bawah bimbingan ABDUL BASITH.
Perkembangan teknologi elektronik terjadi sangat pesat. Hal ini dapat dilihat dari canggihnya alat-alat elektronik yang ada sekarang. Salah satu teknologi yang berpengaruh dalam bidang pendidikan yaitu internet. Sebagai sebuah sumber informasi yang hampir tak terbatas, maka jaringan internet memenuhi kapasitas untuk dijadikan sebagai salah satu sumber pembelajaran dalam dunia pendidikan.Perkembangan teknologi internet telah merubah paradigma dalam mendapatkan informasi dan berkomunikasi, yang tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu, dan juga paradigma pendidikan, dimana pendidikan konvensional yang bergantung kepada guru dipandang tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan akan pengetahuan dan guru tidak lagi dijadikan satu-satunya rujukan semua pengetahuan tetapi lebih sebagai fasilitator atau konsultan. Oleh karena itu dibutuhkan suatu konsep pengajaran jarak jauh yang memungkinkan berlangsungnya proses pembelajaran oleh tenaga pengajar dimanapun dan kapan pun. Hal inilah yang menjadi hambatan sekaligus tantangan bagi pendidikan khususnya pada Program Sarjana Alih Jenis Manajemen IPB, dimana PSAJM dituntut untuk mampu memberikan alternatif dan pelengkap pembelajaran sehingga mempermudah mahasiswa dalam menimba ilmu. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menghasilkan sebuah rancangan suatu model system pembelajaran jarak jauh yang sesuai dengan kegiatan belajar mengajar pada Program Sarjana Alih Jenis Manajemen (PSAJM) IPB. Penelitian dilakukan pada bulan mei-oktober 2009. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dan observasi, sedangkan data sekunder dikumpulkan melalui studi literatur yang mempunyai keterkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Pengolahan data ini dilakukan dengan menggunakan flowchart, context diagram, pengelompokan user, dan data dictionary. Pengembangan sistem e-learning dilakukan dengan metode system development life cycle. Perancangan system dilakukan dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP melalui interface CMS moodle, sedangkan manipulasi program dan pengelolaan database menggunakan perangkat lunak macromedia dreamwaver 8, PhpMyAdmin 3.1.1 dan XAMPP 1.7.0 sebagai aplikasi server lokal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada Program Sarjana Alih Jenis Manajemen telah memiliki website yang menginduk pada website departemen manajemen sebagai sarana komunikasi dan promosi namun belum dilengkapi dengan layanan e-learning untuk mendukung sistem perkuliahan yang ada. Desain sistem elearning harus memperhatikan beberapa aspek teknologi dan penggunaannya harus user friendly. Rancangan yang dihasilkan masih berupa prototype sehingga dibutuhkan uji coba dan perbaikan. Uji coba sistem yang dilakukan pada mata kuliah MPO dan

riset pemasaran menunjukkan bahwa penerapan sistem e-learning membantu dalam pendistribusian bahan ajar dan juga menambah pemahaman materi oleh mahasiswa dengan adanya soal kuis atau latihan soal. Dimana hasilnya dapat dijadikan sebagai salah satu unsur atau pelengkap dalam penghitungan nilai akhir suatu mata kuliah.

RANCANG BANGUN SISTEM E-LEARNING PADA SISTEM PERKULIAHAN DI PROGRAM SARJANA ALIH JENIS MANAJEMEN (PSAJM) IPB

SKRIPSI Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar SARJANA EKONOMI pada Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor

Oleh GIGIH JAYADI RUSTIYAWAN H24051489

DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2011

Judul Skripsi

: Rancang

Bangun

Sistem

E-Learning

Pada

Sistem

Perkuliahan Di Program Sarjana Alih Jenis Manajemen (PSAJM) IPB Nama NIM : : Gigih Jayadi Rustiyawan H24051489

Menyetujui Dosen Pembimbing,

Ir. Abdul Basith, MS NIP. 19570709 198503 1 006

Mengetahui : Ketua Departemen,

Dr. Ir. Jono M. Munandar, M.Sc NIP. 19610123 198601 1 002

Tanggal Lulus :

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Semarang pada tanggal 03 April 1987. Penulis merupakan anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Rusmin dan Sri Sutarti. Jenjang pendidikan penulis dimulai dari Sekolah Dasar Negeri Panjangan 1 pada tahun 1993. Pada tahun 1999 penulis melanjutkan pendidikan di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Negeri 1 Semarang. Pada tahun 2002 penulis melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Atas Negeri 5 Semarang dan masuk dalam kelas IPA. Tahun 2005 penulis diterima di Institut Pertanian Bogor melalui jalur USMI dan mengambil mayor Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen dengan mengambil minor Manajemen Industri, Fakultas Teknologi Pertanian. Selama masa perkuliahan penulis juga aktif di himpunan profesi manajemen, Center Of M@najemen, periode 2006/2007 sebagai Staff Direktorat IT dan periode 2007/2008 sebagai Dewan Komisaris serta UKM Panahan IPB 2005/2006 sebagai anggota. Penulis juga pernah menjadi asisten praktikum Penerapan Komputer di Departemen Manajemen tahun ajaran 2008/2009 dan 2009/2010.

iii

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji dan syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufik dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat

menyelesaikan penyusunan skripsi ini dengan baik. Skripsi ini disusun sebagai syarat memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor. Skripsi ini berjudul Rancang Bangun Sistem E-learning Pada Sistem Perkuliahan di Program Sarjana Alih Jenis Manajemen (PSAJM) IPB. Penyusunan skripsi ini telah banyak mendapatkan bantuan dan dukungan dari berbagai pihak hingga pada akhirnya skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik. Oleh karena itu, dari lubuk hati yang paling dalam, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan dan dukungan kepada: 1. Bapak, Mamah, kakak-kakakku (neni dan dwi) serta adikku (ana) yang selalu mendampingi, mendidik, memberi semangat dan dukungan, serta selalu mendoakan penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan studi dan penulisan skripsi ini. 2. Bapak Ir. Abdul Basith, MS selaku dosen pembimbing skripsi yang telah banyak meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan, ilmu, saran, motivasi dan pengarahan kepada penulis dalam proses penyusunan dan penyelesaian skripsi ini. 3. Dosen penguji sidang Bapak Dr. Ir. Muhamad Syamsun, M.Sc dan Ibu Dra. Siti Rahmawati, M.Pd yang sudah bersedia meluangkan waktunya menjadi penguji sidang dan memberikan bimbingan, serta saran dalam penulisan skripsi ini. 4. Seluruh staff pengajar dan karyawan/wati di Departemen Manajemen, FEM IPB. 5. Ibu Ir. Mimin Aminah, MM, selaku Koordinator Program PSAJM IPB, yang telah memberikan bantuan dan kesempatan untuk melaksanakan penelitian pada PSAJM IPB.

iv

6. Seluruh teman-teman Manajemen 42 yang selalu bersama-sama membuat kenangan indah selama kuliah. 7. Rekan, sahabat, keluarga kedua penulis di Wisma Kardhita, Mas Danang, Mas Taufik, Mas Nurman, Mbak Lili, Mbak Zak, Galih, Susan, PeI, Levi, Dani, Ayu dan Topan yang telah memberikan bantuan dan dukungan dalam penulisan skripsi ini. 8. Semua pihak yang telah membantu penulis selama menyelesaikan skripsi. Semoga Allah SWT memberikan pahala atas kebaikannya. Penulis mengharapkan agar skripsi ini dapat bermanfaat dan semoga bantuan serta dukungan yang diberikan kepada penulis mendapat balasan yang berlipat ganda dan mendapat ridho dari Allah SWT.

Bogor, Februari 2011

Penulis

DAFTAR ISI

Halaman

RINGKASAN RIWAYAT HIDUP ..................................................................................... iii KATA PENGANTAR ................................................................................. iv DAFTAR ISI ................................................................................................ vi DAFTAR GAMBAR ................................................................................... viii DAFTAR TABEL ....................................................................................... ix DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................... x I. PENDAHULUAN ................................................................................ 1 1.1. Latar Belakang ................................................................................ 1 1.2. Perumusan masalah ......................................................................... 5 1.3. Tujuan Penelitian ............................................................................ 5 1.4. Manfaat Penelitian .......................................................................... 5 1.5. Batasan Penelitian ........................................................................... 5

II. TINJAUAN PUSTAKA ....................................................................... 6 2.1. Konsep Dasar Sistem Informasi Manajemen Pendidikan ............... 6 2.1.1 Pengertian Sistem .................................................................. 6 2.1.2 Pengertian Informasi ............................................................. 7 2.1.3 Pengertian Sistem Informasi ................................................. 9 2.1.4 Pengertian Manajemen .......................................................... 10 2.1.5 Pengertian Sistem Informasi Manajemen ............................. 11 2.1.6 Pengertian Pendidikan .......................................................... 12 2.1.7 Pengertian Sistem Informasi Manajemen Pendidikan .......... 13 2.2. Siklus Hidup Sistem ........................................................................ 14 2.3. Prototyping ...................................................................................... 14 2.4. Konsep dasar sistem basis data ....................................................... 15 2.4.1 Pengertian Basis Data ........................................................... 15 2.4.2 Model Basis Data Relasional ................................................ 16 2.4.3 Database Management Sistem (DBMS) ............................... 16 2.5. Sistem Client Server ........................................................................ 17 2.6. Pengertian E-Learning .................................................................... 17 2.7. Moodle ............................................................................................ 19 III. METODE PENELITIAN .................................................................... 22 3.1. Kerangka Pemikiran ........................................................................ 22 3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian .......................................................... 23 3.3. Metode Pengumpulan Data ............................................................. 23 3.4. Pengolahan dan Analisis Data ........................................................ 24 IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................................. 25 4.1. Gambaran Umum PSMPK IPB ....................................................... 25 4.1.1 Pertimbangan Dalam Pendirian PSAJM IPB ......................... 26

vi

4.1.2 Visi, Misi dan Tujuan PSAJM IPB .......................................... 26 4.1.3 Struktur Organisasi PSAJM IPB.............................................. 27 4.1.4 Jumlah Mahasiswa PSAJM IPB .............................................. 27 4.2 Investigasi Sistem .......................................................................... 28 4.2.1 Sistem Pembelajaran Yang Dipergunakan ............................. 28 4.2.2 Prosedur Pembelajaran Pada PSAJM IPB .............................. 29 4.2.3 Diagaram Alir Dokumen (Flow Map) .................................... 30 4.2.4 Dokumen yang sedang Berjalan ............................................. 30 4.2.5 Sistem Informasi Pendidikan PSAJM IPB ............................ 31 4.2.6 Identifikasi Masalah/Peluang ................................................... 35 4.2.7 Studi Kelayakan ...................................................................... 35 4.3 . Analisis Sistem ............................................................................... 38 4.3.1 Flowchart ................................................................................ 39 4.3.2 Pengelompokan User .............................................................. 39 4.3.3 Context Diagram (CD) ........................................................... 42 4.3.4 Data Dictionary (DD) ............................................................. 48 4.4 Desain Sistem .................................................................................. 49 4.4.1 Pendefinisian Kebutuhan Teknologi ....................................... 49 4.4.2 Desain User Interface ............................................................. 51 4.4.3 Pengkodean ............................................................................. 52 4.5 Prototype Sistem E-learning ........................................................... 53 4.6 . Implementasi Sistem ....................................................................... 59 4.7 Implikasi Managerial ...................................................................... 61 KESIMPULAN DAN SARAN ................................................................... 64 1. Kesimpulan ..................................................................................... 64 2. Saran ............................................................................................... 65 DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 66 LAMPIRAN ................................................................................................. 68

vii

DAFTAR GAMBAR

No.

Halaman

1. Bagian-bagian komponen dari suatu sistem ............................................. 2. Blok sistem-sistem informasi yang berinteraksi ...................................... 3. Model Sistem Informasi Manajemen ....................................................... 4. Interaksi antara sistem pendidikan dan lingkungan ................................. 5. Halaman depan Moodle Setelah Instalasi (default) ................................. 6. Kerangka pemikiran konseptual ............................................................... 7. Diagram alir dokumen (Flow Map) penyampaian materi kuliah ............. 8. Diagram alir dokumen (Flow Map) pelaksanaan kuis ............................. 9. Diagram alir dokumen (Flow Map) penyampaian informasi ................... 10. Flowchart sistem e-learning PSMPK-IPB .............................................. 11. Diagram konteks yang diusulkan ............................................................. 12. Penjabaran diagram konteks .................................................................... 13. Diagram konteks terkait penggunaan pplikasi e-learning ....................... 14. Diagram konteks terkait fungsional aplikasi e-learning .......................... 15. Diagram konteks terkait fungsional aplikasi e-learning .......................... 16. Diagram konteks terkait fungsional aplikasi e-learning .......................... 17. Usulan antarmuka e-learning ................................................................... 18. Tampilan muka (home) sistem e-learning ............................................... 19. Tampilan mata kuliah sistem e-learning .................................................. 20. Tampilan peringatan saat mengakses kuis ............................................... 21. Tampilan informasi kuis .......................................................................... 22. Tampilan soal dan jawaban kuis .............................................................. 23. Tampilan akhir akses kuis ........................................................................ 24. Tampilan forum ........................................................................................ 25. Konversi sistem ........................................................................................

6 10 12 13 20 23 32 33 34 41 42 43 44 45 46 47 52 54 55 56 56 57 57 58 60

viii

DAFTAR TABEL

No.

Halaman

1. Perkembangan Jumlah Pelanggan & Pemakai Internet .............................. 1 2. Contoh kamus data (data dictionary) .......................................................... 48

ix

DAFTAR LAMPIRAN

No.

Halaman

1. Struktur organisasi PSAJM IPB ............................................................... 2. Tampilan website Departemen Manajemen IPB ...................................... 3. Tampilan website dengan user akses Admin ............................................ 4. Tampilan daftar fitur menu manipulasi bahan mata kuliah ...................... 5. Tampilan daftar fitur menu aktifitas mata kuliah ..................................... 6. Tampilan daftar materi kuliah yang dapadt diunduh ................................ 7. Tampilan daftar kuis yang sedang dilaksanakan ...................................... 8. Tampilan bank soal mata kuliah elearning ............................................... 9. Tampilan informasi hasil pengerjaan kuis ................................................ 10. Tampilan hasil kuis dalam bentuk grafik .................................................. 11. Daftar tabel Data Dictionary ....................................................................

69 70 70 71 71 72 72 73 73 74 74

I. Pendahuluan

1.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi elektronik dewasa ini terjadi sangat pesat. Hal ini dapat dilihat dari kecanggihan alat-alat elektronik yang berkembang

dengan cepatnya sejak pertama kali ditemukan, misalnya handphone yang pada tahun 90-an masih menggunakan teknologi 1G (generasi pertama) dan hanya bisa digunakan untuk melakukan panggilan hingga sekarang handphone telah menggunakan teknologi 3G (generasi ketiga) dan bahkan mampu mengirim gambar dan suara sekaligus dalam satu waktu. Begitu juga dengan piranti lunak (software) juga mengalami perkembangan yang sangat pesat dimulai dengan penggunaan DOS pada tahun 80-an yang pengerjaan perintahnya dilakukan dengan pemberian perintah secara manual hingga sekarang penggunaan Windows yang memungkinkan orang untuk dapat bertukar data meskipun berbeda negara. Salah satu hasil perkembangan teknologi yaitu teknologi jaringan internet. Perkembangan teknologi jaringan Internet ini telah mengubah paradigma dalam mendapatkan informasi dan berkomunikasi, yang tidak lagi dibatasi oleh dimensi ruang dan waktu. Melalui keberadaan internet mereka bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan dimanapun dan kapanpun waktu yang diinginkan. Perkiraan resmi dari APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) terhadap jumlah pelanggan dan pemakai internet selama ini dan perkiraan sampai akhir tahun 2007 adalah sesuai dengan tabel berikut: Tabel 1. Perkembangan Jumlah Pelanggan dan Pemakai Internet Indonesia (kumulatif)
Tahun 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007* Pelanggan 134.000 256.000 400.000 581.000 667.002 865.706 1.087.428 1.500.000 1.700.000 2.000.000 Pemakai 512.000 1.000.000 1.900.000 4.200.000 4.500.000 8.080.534 11.226.143 16.000.000 20.000.000 25.000.000

Sumber: www.apjii.or.id, 2011

Tabel 1 menunjukkan angka statistik pemakai internet yang cukup tinggi mengingat secara keseluruhan internet relatif baru dikenal oleh masyarakat Indonesia. Bahkan pada tahun 1998 dimana masyarakat Indonesia umumnya baru saja mengenal internet dan frekuensi pemakaiannya pun cenderung rendah. Namun internet sebagai suatu variabel di Indonesia telah mengalami perkembangan yang signifikan. Jaringan internet sebagai sebuah sumber informasi yang hampir tak terbatas memenuhi kapasitas untuk dijadikan sebagai salah satu sumber pembelajaran dalam dunia pendidikan. Jaringan internet diharapkan dapat menjadi bagian dari proses belajar mengajar di sekolah sehingga internet harus mampu memberikan dukungan bagi terselenggaranya proses

komunikasi interaktif antara pendidik dengan peserta didik sebagaimana yang dipersyaratkan dalam suatu kegiatan pembelajaran. Kondisi yang harus mampu didukung oleh internet tersebut terutama berkaitan dengan strategi pembelajaran yang akan dikembangkan, bila dijabarkan secara sederhana, bisa diartikan sebagai kegiatan komunikasi yang dilakukan untuk mengajak siswa mengerjakan tugas-tugas dan membantu siswa dalam memperoleh pengetahuan yang dibutuhkan dalam rangka mengerjakan tugas-tugas tersebut. Perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap pendidikan. Dimana pada dasarnya pendidikan merupakan suatu proses komunikasi dan informasi dari pendidik kepada peserta didik yang berisi informasi-informasi pendidikan, yang memiliki unsur-unsur pendidik sebagai sumber informasi, media sebagai sarana penyajian ide, gagasan dan materi pendidikan serta peserta didik itu sendiri (Oetomo dan Priyogutomo dalam Adri, 2008). Perkembangan teknologi yang ada telah mengubah paradigma tentang pendidikan. Dimana pendidikan konvensional yang masih bergantung kepada guru dipandang tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan akan pengetahuan karena model pembelajaran ini belum dapat melayani peserta didik sesuai dengan kebutuhan masing-masing, karena proses pembelajarannya yang dilakukan di ruang kelas dalam jangka waktu tertentu. Guru juga tidak lagi dijadikan satusatunya rujukan semua pengetahuan tetapi lebih sebagai

fasilitator atau konsultan. Ditambah lagi dengan semakin banyaknya tenaga pengajar yang melanjutkan studi ke tempat lain, sehingga jumlah tenaga pengajar yang berada di tempat semakin berkurang, oleh karena itu dibutuhkan suatu konsep pengajaran jarak jauh (distance) yang

memungkinkan berlangsungnya proses perkuliahan oleh tenaga pengajar yang berada di tempat lain. Tidak hanya dalam dunia pendidikan, perkembangan teknologi juga berdampak terhadap dunia kerja. Hal ini dapat dilihat dari semakin tingginya kompetensi atau kemampuan yang harus dimiliki seorang individu untuk dapat bertahan dalam arus persaingan yang terjadi. Namun terjadi kendala dimana para pekerja tidak dapat mengikuti proses pengajaran yang telah ada, yang mengharuskan mereka mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di pagi hari. Sehingga melahirkan suatu sistem pembelajaran penyelenggaraan khusus yang akan memfasilitasi mereka untuk tetap dapat mengikuti pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan mereka. Pada dasarnya sistem pembelajaran penyelenggaraan khusus ini sama seperti sistem pembelajaran biasa hanya berbeda waktu dan peserta pembelajaran. Peserta pembelajaran pada sistem ini lebih didominasi oleh mereka yang telah terjun ke dunia kerja. Departemen Manajemen FEM-IPB telah melaksanakan program

penyelanggaraan khusus sejak tahun 2005 yang dikenal dengan sebutan Program Sarjana Manajemen Penyelenggaraan Khusus (PSMPK) dan pada tahun 2010 berubah nama menjadi Program Sarjana Alih Jenis Manajemen (PSAJM) IPB. Sistem perkuliahan yang digunakan merupakan sistem konvensional yaitu kegiatan belajar dilakukan dalam kelas dan penggunaan LCD proyektor sebagai alat bantu. Adapun permasalahan yang dihadapi oleh organisasi penyelenggara pendidikan pada umumnya dan pada Program Sarjana Alih Jenis Manajemen (PSAJM) IPB pada khususnya yaitu penyampaian informasi secara manual yang menghambat penyebaran informasi tersebut, distribusi bahan ajar kurang efektif, keterbatasan frekuensi pertemuan dengan pendidik, dan perlunya media alternatif yang digunakan sebagai sarana berlatih serta sumber informasi bagi mahasiswa.

Permasalahan-permasalahan

tersebut

dapat

mempengaruhi

kualitas

pendidikan yang ada, sehingga implementasi teknologi diperlukan untuk menopang segala kekurangan yang ada, sehingga mencetuskan lahirnya ide tentang e-learning. Internet sebagai sebuah jaringan universal, dengan berbagai aplikasi yang berjalan diatasnya, memungkinkan untuk penyelenggaraan pendidikan berbasis elearning, sehingga dengan demikian akan membuka peluang bagi lembaga pendidikan untuk memperluas kesempatan belajar bagi siapapun yang memenuhi persyaratan. E-learning menerapkan konsep dasar domain teknologi pengajaran (domain of instructional technology), maka e-learning merupakan suatu peluang dan tantangan bagi lembaga pendidikan untuk mulai mengimplementasi Information Technology (IT)-Based education. Terdapat 3 (tiga) fungsi pembelajaran elektronik terhadap kegiatan pembelajaran di dalam kelas (classroom instruction), yaitu sebagai suplemen yang sifatnya pilihan/opsional, pelengkap (komplemen), atau pengganti (substitusi). Fungsi suplemen yaitu apabila peserta didik mempunyai kebebasan memilih, apakah akan memanfaatkan materi pembelajaran elektronik atau tidak. Dalam hal ini, tidak ada kewajiban bagi peserta didik untuk mengakses materi pembelajaran elektronik. Sekalipun sifatnya opsional, peserta didik yang memanfaatkannya tentu akan memiliki tambahan pengetahuan atau wawasan. Sedangkan fungsi komplemen atau pelengkap apabila materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima siswa di dalam kelas (Lewis dalam Sopian, 2007). Fungsi substitusi yaitu apabila peserta didik memberikan beberapa alternatif model kegiatan pembelajaran/perkuliahan kepada para mahasiswanya. Tujuannya agar para mahasiswa dapat secara fleksibel mengelola kegiatan perkuliahannya sesuai dengan waktu dan aktivitas lain sehari-hari mahasiswa. Hal inilah yang menjadi hambatan sekaligus tantangan bagi pendidikan khususnya pada Program Sarjana Alih Jenis Manajemen (PSAJM) IPB. Dimana instansi tersebut dituntut untuk mampu memberikan alternatif dan pelengkap pembelajaran, sehingga mempermudah bagi mahasiswa dalam menimba ilmu.

1.2. Perumusan masalah Penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar yang baik tidak hanya berpusat kepada pendidik tetapi juga diperlukan interaksi dari peserta didik karena hal ini dapat menumbuhkan kreatifitas dan minat belajar dari peserta didik sehingga tidak hanya kemampuan verbal saja yang berkembang tetapi semua potensi yang dimiliki peserta didik dapat dikembangkan. Dengan perkembangan teknologi, sistem pengajaran elearning sudah seharusnya dapat diterapkan dalam dunia pendidikan. Adapun perumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana mendapatkan rancangan sistem yang sebaiknya digunakan PSAJM IPB untuk menerapkan sistem e-learning

dalam sistem perkuliahan PSAJM IPB? 1.3. Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah, maka peneliti berharap bahwa penelitian ini dapat menghasilkan sebuah rancangan sistem e-learning yang sesuai dengan kegiatan belajar mengajar pada PSAJM IPB. 1.4. Manfaat Penelitian 1. Bagi peneliti, membantu PSAJM IPB dalam hal pembuatan rancangan pembelajaran jarak jauh (e-learning). 2. Bagi PSAJM IPB, penerapan sistem pembelajaran jarak jauh ini dapat digunakan untuk mendukung sistem pembelajaran yang telah ada. 3. Bagi dosen, dapat memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai pelengkap mengajar terhadap peserta didiknya dan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif. 4. Bagi mahasiswa, dapat mengembangkan potensi yang dimiliki dan memberikan masukan kepada organisasi tentang proses pembelajaran sehingga dapat tercipta suasana pembelajaran yang harmonis. 1.5. Batasan Penelitian Penelitian ini berfokus pada pengkajian terhadap rancang bangun sistem e-learning PSAJM IPB.

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Konsep Dasar Sistem Informasi Manajemen Pendidikan. 2.1.1 Pengertian Sistem. Menurut Hartono (2000), sistem dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan menurut McLeod dan Schell (2004), sistem adalah sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan. Tidak semua sistem memiliki kombinasi elemen-elemen yang sama, tetapi suatu susunan dasar diperlihatkan dalam Gambar 1 di bawah ini:
Tujuan

Mekanisme Pengendalian

Masukan

Transformasi

Keluaran

Gambar 1. Bagian-bagian komponen dari suatu sistem yang dapat mengendalikan operasinya sendiri (McLeod dan Schell, 2004) Sumber daya input diubah menjadi sumber daya output. Sumberdaya mengalir dari elemen input, melalui elemen transformasi, ke elemen output. Suatu mekanisme pengendalian memantau proses transformasi untuk meyakinkan bahwa sistem tersebut memenuhi tujuannya. Mekanisme pengendalian ini dihubungkan pada arus sumber daya dengan memakai suatu lingkaran umpan balik (feedback loop) yang mendapatkan informasi dari output sistem dan menyediakan informasi bagi mekanisme pengendalian. Mekanisme pengendalian membandingkan sinyal-sinyal umpan balik dengan tujuan, dan

mengarahkan sinyal pada elemen input jika sistem operasi memang perlu diubah. Suatu sistem mempunyai elemen-elemen penyusun, antara lain: 1. Tujuan. Sasaran atau tujuan dari sistem sangat menentukan masukan yang dibutuhkan sistem. 2. Mekanisme Pengendalian. a. Batasan. Dalam mencapai tujuan dari sistem dibutuhkan batasan-batasan suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batasan suatu sistem menunjukkan ruang lingkup dari sistem tersebut. b. Kontrol. Merupakan pengawasan dari pelaksanaan tujuan sistem yang dapat berupa asal masukan, frekuensi masukan data, dan jenis masukan. 3. Masukan (Input). Input merupakan bagian dari sistem yang bertugas untuk menerima data masukan dimana data dapat berupa asal masukan, frekuensi masukan data dan jenis masukan data. 4. Proses. Proses merupakan bagian yang mengolah data menjadi informasi sesuai dengan keinginan pamakai. 5. Keluaran (Output). Output merupakan keluaran atau tujuan dari sistem yang didapat dari input dan proses yang dilakukan. 6. Umpan Balik (Feed Back). Dalam suatu sistem yang baik dibutuhkan adanya umpan balik yang tujuannya sebagai perbaikan dan pemeliharaan. 2.1.2 Pengertian Informasi. Menurut McLeod dan Schell (2004), informasi adalah data yang telah diproses, atau data yang memiliki arti.

Menurut Davis (2002), informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini atau mendatang. Informasi mempunyai beberapa ciri, yaitu: 1. Benar atau salah. Ini dapat berhubungan dengan realitas atau tidak. Bila penerima informasi yang salah mempercayainya, akibatnya sama seperti yang benar. 2. Baru. Informasi dapat samasekali baru dan segar bagi penerimanya. 3. Tambahan. Informasi dapat memperbaharui atau memberikan tambahan baru pada informasi yang telah ada. 4. Korektif. Informasi dapat menjadi suatu koreksi atas informasi salah atau palsu sebelumnya. Sedangkan menurut Hartono (2000), informasi didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Kualitas dari suatu informasi tergantung dari tiga hal, yaitu: 1. Akurat. Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan. 2. Tepat Waktu. Informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat karena informasi yang terlambat tidak akan mempunyai nilai lagi didalam pengambilan keputusan. 3. Relevan. Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya.

2.1.3 Pengertian Sistem Informasi. Menurut Hall dalam Kadir (2003), sistem informasi adalah sebuah rangkaian prosedur formal di mana data dikelompokkan, diproses menjadi informasi, dan didistribusikan kepada pemakai. Sedangkan menurut Hartono (2000), sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media, prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, member sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan keputusan yang cerdik. Sistem informasi dapat terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan istilah blok bangunan (building block), yaitu: 1. Blok Masukan. Masukan mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Masukan disini termasuk metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar. 2. Blok Model. Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di dasar data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan. 3. Blok Keluaran. Merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem. 4. Blok Teknologi. Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari sistem keseluruhan.

10

5.

Blok Basis Data. Merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras computer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.

6.

Blok Kendali. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.
Pemakai Pemakai

Input Pemakai Teknologi

Model

Output Pemakai

Dasar Data

Kendali

Pemakai

Pemakai

Gambar 2. Blok sistem-sistem informasi yang berinteraksi (Hartono, 2000). 2.1.4 Pengertian Manajemen. Menurut Robbins dan Coulter (2004), manajemen adalah proses pengkoordinasian kegiatan-kegiatan pekerjaan sehingga pekerjaan tersebut terselesaikan secara efisien dan efektif dengan dan melalui orang lain. Proses menggambarkan fungsi-fungsi yang sedang berjalan atau kegiatan utama yang dilakukan oleh manajer (merancang, mengorganisasi, memimpin, dan mengendalikan). Terdapat empat fungsi dasar manajemen, yaitu: 1. Merencanakan. Fungsi manajemen yang mencakup proses mendifinisikan sasaran, menetapkan strategi untuk mencapai sasaran itu, dan menyusun

11

rencana untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasikan sejumlah kegiatan. 2. Mengorganisasikan. Fungsi manajemen yang mencakup proses menentukan tugas apa yang harus dilakukan, siapa yang harus melakukan, bagaimana cara melakukan, bagaimana cara mengelompokkan tugas-tugas itu, siapa harus melapor ke siapa, dan di mana keputusan harus dibuat. 3. Memimpin. Fungsi manajemen yang mencakup memotivasi bawahan, mempengaruhi individu atau tim sewaktu mereka bekerja, memiliki saluran komunikasi yang paling efektif, dan

memecahkan dengan berbagai cara masalah perilaku karyawan. 4. Mengendalikan. Fungsi manajemen yang mencakup memantau kinerja actual, membandingkan actual dengan standar, dan membuat koreksinya, jika perlu. Menurut Stoner, et al. (1996), manajemen adalah proses merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalikan pekerjaan anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai sasaran organisasi yang sudah ditetapkan. Sedangkan menurut Hasibuan (2006), manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumbersumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu. 2.1.5 Pengertian Sistem Informasi Manajemen. Menurut Davis (2002), Sistem Informasi Manajemen adalah sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (integrated), untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Menurut Hartono (2000), Sistem Informasi Manajemen adalah kumpulan dari interaksi sistem-sistem informasi yang bertanggung

12

jawab mengumpulkan dan mengolah data untuk menyediakan informasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen di dalam kegiatan perencanaan dan pengendalian. Menurut McLeod dan Schell (2004), Sistem Informasi

Manajemen adalah suatu sistem berbasis computer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang serupa. Gambar 3 menunjukkan suatu model Sistem Informasi Manajemen.
Lingkungan Pemecahan masalah organisasi

Perangkat lunak penulis imporan

Model matematika

Database Sistem infromasi manajemen Lingkungan Data Informasi

Gambar 3. Model Sistem Informasi Manajemen (McLeod dan Schell, 2004). 2.1.6 Pengertian Pendidikan. Menurut Carter dalam Rochaety, dkk (2005), pendidikan adalah (1) proses seseorang mengembangkan kemampuan, sikap, dan tingkah laku lainnya dalam masyarakat tempat mereka hidup; (2) proses social yang terjadi pada orang yang dihadapkan pada pengaruh lingkungan yang terpilih dan terkontrol (khususnya yang datang dari sekolah) sehingga mereka dapat memperoleh perkembangan kemampuan social dan kemampuan individu yang optimal. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1989), pendidikan adalah proses mengubah sikap dan tata laku seseorang atau kelompok

13

orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan (proses, perbuatan, dan cara mendidik). Adapun ciri-ciri pendidikan, yaitu: 1. Pendidikan mengandung tujuan, yaitu kemampuan untuk

berkembang sehingga bermanfaat untuk kepentingan hidup. 2. Untuk mencapai tujuan tersebut, pendidikan melakukan usaha yang terencana dalam memilih isi (materi), strategi, dan teknik penilaian yang sesuai. 3. Kegiatan pendidikan dilakukan dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat (formal dan nonformal). Gambar 4 memperlihatkan interaksi antara sistem pendidikan dan lingkungan.
MASUKAN Pengetahuan Nilai Tujuan yang ada Kependudukan dan tersedianya tenaga kerja Siswa Pengajar Tujuan Isi SISTEM PENDIDIKAN HASIL LEBIH MAMPU MEMENUHI KEBUTUHAN Sebagai individu, pekerja, pemimpin, warga masyarakat, penyumbang.
INDIVIDU

Faktor ekonomi

Pembiayaan Sarana Fisik

KARENA PENDIDIKAN MENGEMBANGKAN Pengetahuan, keterampilan, nilai sikap, motif, kreativitas, apresiasi budaya, tanggung jawab, penghayatan terhadap dunia modern.

Gambar 4. Interaksi antara sistem pendidikan dan lingkungan (Rochaety dkk, 2005) 2.1.7 Pengertian Sistem Informasi Manajemen Pendidikan. Menurut Rochaety, dkk (2005), Sistem Informasi Manajemen Pendidikan merupakan perpaduan antara sumber daya manusia dan aplikasi teknologi informasi untuk memilih, menyimpan, mengolah, dan mengambil kembali data dalam rangka mendukung proses pengambilan keputusan bidang pendidikan. Pengertian lain Sistem Informasi Pendidikan adalah suatu sistem yang dirancang untuk menyediakan informasi guna mendukung pengambilan keputusan pada kegiatan manajemen (perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian) dalam lembaga pendidikan.

14

2.2. Siklus Hidup Sistem. Menurut McLeod dan Schell (2004), siklus hidup sistem adalah penerapan pendekatan sistem untuk pengembangan sistem atau subsistem informasi berbasis komputer. Siklus hidup sistem terdiri dari serangkaian tugas yang erat mengikuti langkah-langkah pendekatan sistem. Siklus hidup ini secara bersama-sama dinamakan Siklus Hidup Pengembangan Sistem (System Development Life Cycle). Adapun tahap-tahap SDLC adalah sebagai berikut: 1. Perencanaan. Aktivitas pada tahap awal ini bertujuan untuk menentukan adanya masalah ataupun peluang yang ada, menjelaskan sistemyang berlaku saat ini, pihak-pihak yang terlibat atau sumber yang diperlukan dan studi kelayakan. 2. Analisis. Aktivitas pada tahap ini yaitu dengan melakukan penelitian atas sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem yang baru atau diperbarui. 3. Rancangan. Aktivitas pada tahap ini yaitu penentuan proses dan data yang diperlukan oleh sistem baru. Jika sistem ini berbasis computer, rancangan dapat menyertakan spesifikasi jenis peralatan yang akan digunakan. 4. Penerapan. Penerapan merupakan kegiatan memperoleh dan mengintegrasikan sumberdaya fisik dan konseptual yang menghasilkan suatu sistem yang bekerja. 2.3. Prototyping. Prototype memberikan ide bagi pembuat maupun pemakai potensial tentang cara sistem akan berfungsi dalam bentuk lengkapnya. Proses menghasilkan sebuah prototype ini disebut dengan prototyping. Ada dua jenis prototype yiatu Prototype Jenis I yang sesungguhnya akan menjadi sistem

15

operasional, dan Prototype Jenis II yang merupakan suatu model yang dapat dibuang yang berfungsi sebagai cetak biru bagi sistem operasional (McLeod dan Schell, 2004). Adapun langkah-langkah yang terdapat pada pengembangan Prototype Jenis I, sebagai berikut: 1. Mengidentifikasi kebutuhan pemakai. 2. Mengembangkan prototype. 3. Menentukan apakah prototype dapat diterima. 4. Menggunakan prototype. Sedangkan langkah-langkah yang terdapat pada pengembangan Prototype Jenis II, sebagai berikut: 1. Mengidentifikasi kebutuhan pemakai. 2. Mengembangkan prototype. 3. Menentukan apakah prototype dapat diterima. 4. Mengkodekan sistem operasional. 5. Menguji sistem operasional. 6. Menentukan jika sistem operasional dapat diterima. 7. Menggunakan sistem operasional. 2.4. Konsep dasar sistem basis data. 2.4.1 Pengertian Basis Data. Basis data terdiri atas 2 kata, yaitu Basis dan Data. Menurut Fathansyah (2004), Basis kurang lebih dapat diartikan sebagai markas atau gudang, tempat bersarang/berkumpul. Sedangkan Data adalah representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia, barang, hewan, peristiwa, konsep, keadaan, dan sebagianya, yang direkam dalam bentuk angka, hurufm symbol, teks, gambar, bunyi, atau kombinasinya. Basis data sendiri dapat didefinisikan dalam sejumlah sudut pandang seperti: 1. Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah.

16

2. Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa perulangan yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan. 3. Kumpulan file/table/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan elektronis. Prinsip utama basis data adalah pengaturan data/arsip, dan tujuan utama basis data adalah kemudahan dan kecepatan dalam pengambilan kembali data/arsip. 2.4.2 Model Basis Data Relasional. Model basis data relasional sering pula disebut sebagai Model Relasional atau Basis Data Relasional. Model basis data ini ditemukan/diperkenalkan pertama kali oleh E.F. Codd. Pada model relasional, basis data akan dipilah-pilah ke dalam Tabel 2 dimensi. Setiap tabel selalu terdiri atas lajur mendatar yang disebut dengan Baris Data (Row/Record) dan lajur vertikal yang biasa disebut dengan Kolom (Column/Field). Di setiap pertemuan antara Baris Data dan Kolom itulah item- item data (satuan data terkecil) ditempatkan. Dalam kehidupan sehari-hari, tabel merupakan bentuk natural (alamiah) dalam menyatakan data atau fakta yang sering kita gunakan. Itulah sebabnya model ini lebih mudah kita terapkan daripada model basis data yang lain (Fathansyah, 2004). 2.4.3 Database Management Sistem (DBMS). Menurut Hartono (2000), Database Manajemen System (DBMS) adalah paket perangkat lunak yang komplek digunakan untuk memanipulasi database. Menururt McLeod dan Schell (2004), Sistem Manajemen Database (Database Manajemen System-DBMS) adalah suatu aplikasi perangkat lunak yang menyimpan struktur database, data itu sendiri, hubungan antar-data di dalam database, maupun formulir dan laporan yang berhubungan dengan database. Sistem manajemen database memungkinkan penciptaan database dalam penyimpanan akses acak computer, pemeliharaan isinya, dan penyediaan isi tersebut bagi pemakai tanpa pemrograman khusus yang

17

mahal. Kemudahan penggunaannya memungkinkan para manajer dan staf professional mengakses isi database tanpa perlu pelatihan mahal atau keahlian khusus. Saat pemakai memutuskan apakah akan menggunakan suatu DBMS, maka keuntungan dan kerugian dalam penggunaannya harus dipertimbangkan. Adapun beberapa keuntungan penggunaan Database Manajemen System, yaitu: 1. Mengurangi pengulangan data. 2. Mencapai independensi data. 3. Mengintegrasikan data dari beberapa file. 4. Mengambil data dan informasi secara cepat. 5. Meningkatkan keamanan. Sedangkan beberapa kerugian dalam penggunaan Database

Manajemen System, yaitu: 1. Memperolah perangkat lunak yang mahal. 2. Memperolah konfigurasi perangkat keras yang besar. 3. Mempekerjakan dan mempertahankan staf pengelola database (DBA). 2.5. Sistem Client Server. Pemrosesan client/server (client/server processing) menyadari perlunya gabungan dari strategi pemrosesan terpusat dan terdistribusi untuk memanfaatkan sepenuhnya kemampuan pemrosesan computer dan

komunikasi data organisasi. Pada jaringan client/server computing yang umum, pemrosesan aplikasi dibagi antara beberapa client dan satu atau beberapa server. Menurut McLeod dan Schell (2004), Client adalah sumberdaya computer yang menerima data dan menyediakan sebagian pemrosesan computer, sedangkan Server adalah computer yang menyediakan data dan fungsi pengendalian bagi jaringan. 2.6. Pengertian E-learning. Menurut Rochaety, dkk (2005), e-learning adalah perpaduan antara metode tatap muka dengan metode online (via internet) dan berbagai

18

pengembangan teknologi informasi lainnya. Proses pembelajaran secara online dapat diselenggarakan dalam berbagai cara berikut : 1. Proses pembelajaran secara konvensional (lebih banyak face to face meeting) dengan tambahan pembelajaran melalui media interaktif computer via internet atau menggunakan grafik interaktif computer. 2. Dengan metode campuran, yakni secara umum sebagian besar proses pembelajaran dilakukan melalui computer, namun tetap juga

memerlukan face to face meeting untuk kepentingan tutorial atau mendiskusikan bahan ajar. 3. Metode pembelajaran yang secara keseluruhan hanya dilakukan secara online, metode ini sama sekali tidak ditemukan face to face meeting. Menurut Hartley dalam Wahono (2005), e-learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet atau media jaringan computer lain. Menurut Rosenberg dalam Asep (2005), menekankan bahwa e-learning merujuk pada penggunaan teknologi internet untuk mengirimkan serangkaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan. Menurut Haughey dalam Anwas (2003), ada tiga kemungkinan dalam pengembangan sistem pembelajaran berbasis internet, yaitu: 1. Web course. penggunaan internet untuk keperluan pendidikan, yang mana peserta didik dan pengajar sepenuhnya terpisah dan tidak diperlukan adanya tatap muka. Seluruh bahan ajar, diskusi, konsultasi, penugasan, latihan, ujian, dan kegiatan pembelajaran lainnya sepenuhnya disampaikan melalui internet. Dengan kata lain model ini menggunakan sistem jarak jauh. 2. Web centric course. Penggunaan internet yang memadukan antara belajar jarak jauh dan tatap muka (konvensional). Sebagian materi disampikan melalui internet, dan sebagian lagi melalui tatap muka. Fungsinya saling melengkapi. Dalam model ini pengajar bisa memberikan petunjuk pada siswa untuk mempelajari materi pelajaran melalui web yang telah dibuatnya. Siswa

19

juga diberikan arahan untuk mencari sumber lain dari situs-situs yang relevan. Dalam tatap muka, peserta didik dan pengajar lebih banyak diskusi tentang temuan materi yang telah dipelajari melalui internet tersebut. 3. Web enhanced course. Pemanfaatan internet untuk menunjang peningkatan kualitas

pembelajaran yang dilakukan di kelas. Fungsi internet adalah untuk memberikan pengayaan dan komunikasi antara peserta didik dengan pengajar, sesama peserta didik, anggota kelompok, atau peserta didik dengan nara sumber lain. Oleh karena itu peran pengajar dalam hal ini dituntut untuk menguasai teknik mencari informasi di internet, membimbing mahasiswa mencari dan menemukan situs-situs yang relevan dengan bahan pembelajaran, menyajikan materi melalui web yang menarik dan diminati, melayani bimbingan dan komunikasi melalui internet, dan kecakapan lain yang diperlukan. 2.7. Moodle. Proses penyelenggaraan e-learning, membutuhkan sebuah Learning Management System (LMS), yang berfungsi untuk mengatur tata laksana penyelenggaraan pembelajaran di dalam model e-learning. Sering juga LMS dikenal sebagai CMS (Course Management System), umumnya CMS dibangun berbasis web, yang akan berjalan pada sebuah web server dan dapat diakses oleh pesertanya melalui web browser (web client). Moodle adalah suatu course content management (CMS), yang diperkenalkan pertama kali oleh Martin Dougiamas, seorang computer scientist dan educator, yang menghabiskan sebagian waktunya untuk mengembangkan sebuah learning management system di salah satu perguruan tinggi di kota Perth, Australia (Adri, 2008). Nama Moodle memberikan suatu inspirasi bagi pengembangan elearning. Dari official Moodle documentation, Moodle dijelaskan sebagai berikut : The word Moodle was originally an acronym for Modular ObjectOriented Dynamic Learning Environment, which is mostly useful to

20

programmers and education theorists. It's also a verb that describes the process of lazily meandering through something, doing things as it occurs to you to do them, an enjoyable tinkering that often leads to insight and creativity. As such it applies both to the way Moodle was developed, and to the way a student or teacher might approach studying or teaching an online course. Anyone who uses Moodle is a Moodler. 1 Moodle tersedia secara gratis yang dapat diunduh melalui website moodle, sehingga siapa saja dapat mendownload dan menginstalnya. Moodle telah diterjemahkan ke dalam lebih 100 bahasa di dunia termasuk bahasa Indonesia, sehingga semakin mempermudah kita dalam mengembangkan aplikasi e-learning.

Gambar 5. Halaman depan Moodle setelah instalasi (default) Menurut Panduan Sistem Manajemen Konten Pada Platform Moodle Institut Teknologi Sepuluh November (2007), Moodle adalah sebuah course management system yang digunakan untuk membuat sebuah proses belajar (learning) bisa dilakukan secara online, powerful dan fleksibel. Moodle bisa disebut sebagai e-learning, karena selain bisa mengelola sebuah proses belajar berlangsung, juga mampu mengelola materi dari pembelajaran. Moodle singkatan dari Modular Object-Oriented Dynamic Learning Environment. Ia bersifat program aplikasi yang open source dan free (gratis) di bawah ketentuan GPL (General Public License), boleh didistribusikan atau

www.moodle.org

21

dimodifikasi di bawah ketentuan GNU General Public License sebagaimana dipublikasikan oleh Free Software Foundation. Moodle berjalan di atas web server sembarang yang support bahasa pemrograman PHP dan sebuah database. Ia akan berjalan dengan sangat baik di atas web server Apache dengan database MySQL. Content Management System (CMS) adalah sebuah pengembangan blok baru di dalam platform moodle dengan fitur-fitur antara lain sebagai berikut : 1. Manajemen perkuliahan. a. Deliveri perkuliahan. b. Mengubah informasi perkuliahan. c. Backup perkuliahan. d. Restore perkuliahan. e. Menghapus perkuliahan. f. Monitoring progress belajar mahasiswa. 2. Manajemen paket konten. a. Membuat paket konten. b. Deleveri paket konten perkuliahan. c. Manajemen paket konten perkuliahan. d. Mengganti paket konten perkuliahan. e. Menghapus paket konten perkuliahan. f. Import paket konten perkuliahan. g. Eksport paket konten perkuliahan. 3. Menemukan konten berdasarkan metadata obyek pembelajaran / mata kuliah. 4. Deliveri konten perkuliahan sesuai dengan struktur tertentu.

Secara Umum, urutan menjalankan aplikasi CMS pada palftorm moodle adalah: 1. 2. 3. 4. membuka aplikasi. melakukan login. mengakses menu. logout dari aplikasi.

22

III. METODE PENELITIAN

3.1. Kerangka Pemikiran. Kunci pembangunan masa mendatang bagi bangsa Indonesia adalah pendidikan. Sebab dengan pendidikan diharapkan setiap individu dapat meningkatkan kualitas keberadaannya dan mampu berpartisipasi dalam gerak pembangunan. Dengan pesatnya perkembangan dunia di era globalisasi ini, terutama di bidang teknologi dan ilmu pengetahuan, maka pendidikan nasional juga harus terus-menerus dikembangkan seirama dengan zaman. Pesatnya perkembangan informasi dan teknologi, khususnya internet, memungkinkan pengembangan layanan informasi yang lebih baik dalam suatu institusi pendidikan. Pemanfaatan informasi dan teknologi dapat diwujudkan dalam suatu sistem yaitu dengan menyediakan materi kuliah secara online dan materi kuliah tersebut dapat diakses oleh siapa saja yang membutuhkan yang disebut e-learning, baik didalam maupun diluar perguruan tinggi tersebut melalui internet. PSAJM IPB sebagai salah satu lembaga penyelenggara pendidikan juga terkena dampak dari proses globalisasi ini. Dimana kebutuhan akan kegiatan perkuliahan dan distribusi materi perkuliahan terus meningkat, dengan jumlah peserta didik yang mayoritas telah bekerja menjadikan kegiatan belajar mengajar secara konvensional dirasa kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan. Penelitian ini dimulai dengan mengidentifikasi kebutuhan media pendukung pengajaran dan mengidentifikasi kendala-kendala yang muncul dalam ujicoba sistem e-learning sebagai dasar pembentukan sistem elearning yang sesuai dengan kebutuhan PSAJM IPB. Tahap penelitian tentang rancang bangun sistem e-learning pada PSAJM IPB dijabarkan pada Gambar 6.

23

Globalisasi

Lembaga Pendidikan PSAJM IPB

Identifikasi Kebutuhan media pendukung pengajaran

Identifikasi kendala yang muncul

Pembentukan model e-learning

Tidak

analisis penerapan program

sesuai ImplementasiSistem

Gambar 6. Kerangka pemikiran konseptual 3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian. Penelitian dilakukan pada PSAJM IPB, Kampus IPB Baranangsiang Bogor. Adapun waktu penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai Oktober 2009. 3.3. Metode Pengumpulan Data. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer didapat melalui wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan dengan komisi pendidikan untuk mendapatkan informasi yang berhubungan dengan sistem penyelenggaraan perkuliahan pada PSAJM IPB.

24

Observasi dilakukan untuk mendapatkan data dan informasi dari kegiatan perkuliahan melalui pengamatan secara langsung. Sedangkan data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini berupa informasi dan data-data yang mempunyai keterkaitan dengan permasalahan yang sedang dihadapi yang didapat melalui studi kepustakaan. 3.4. Pengolahan dan Analisis Data Setelah memperoleh data yang dibutuhkan, maka dilakukan proses analisis data. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan flowchart, context diagram (CD), pengelompokan user, dan data dictionary.adapun penjelasannya adalah sebagai berikut: 1. Flowchart digunakan untuk melihat proses secara detail. Flowchart dapat didefinisikan sebagai sebuah gambaran yang menjelaskan proses dan digunakan untuk merencanakan tahapan suatu kegiatan. 2. Context Diagram menggambarkan keterkaitan aliran-aliran data antara sistem dengan bagian-bagian luar sistem. Context Diagram merupakan penggambaran proses secara global atau keseluruhan. 3. Pengelompokan User untuk mengelompokkan user berdasarkan tingkat kepentingan dan karakteristiknya. 4. Data Dictionary atau kamus data ,erupakan catalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi dari sistem informasi. Adapun pengembangan sistem dilakukan dengan metode system development life cycle (SDLC). Perancangan program sistem e-learning dilakukan dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP melalui interface CMS moodle. Sedangkan manipulasi program dan pengelolaan database menggunakan perangkat lunak macromedia dreamweaver 8, PhpMyAdmin 3.1.1, dan XAMPP for windows 1.7.0 sebagai aplikasi server lokal. Pengembangan sistem ini menghasilkan prototype sistem yang akan dilakukan uji coba pada organisasi.

25

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Gambaran Umum PSAJM IPB Pembangunan yang bergerak secara sinergis dan berkesinambungan menuntut banyak tenaga professional yang handal khususnya di bidang manajemen. Bidang manajemen adalah disiplin ilmu yang mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan kompetensi penguasaan ilmu ketrampilan dalam konteks perorangan dan organisasi di bidang produksi dan operasi, pemasaran, SDM, dan keuangan. Oleh karena itu, bidang ilmu manajemen diperlukan di berbagai bidang bisnis seperti Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Perikanan, Kehutanan, dan Industri serta jasa lainnya (Perbankan, Perhotelan, Pariwisata, dll). Hasil penulusuran lulusan Departemen Manajemen FEM IPB tahun 2005, menunjukkan bahwa 86 persen lulusan telah bekerja di berbagai perusahaan nasional dan multinasional seperti Toyota Manufacturing International, Asia Development Bank (ADB), Carrefour, Bank Danamon, Gramedia, PT. Kelola Mina Laut, dll. Masa tunggu untuk mendapatkan pekerjaan dibawah tiga bulan setelah kelulusan 39 persen, dan 3 - 6 bulan setelah kelulusan 48%. Sedangkan sisanya berkiprah dalam berbagai bidang wirausaha dan melanjutkan pendidikan S2. Hasil penelusuran Lulusan pada tahun 2007 menunjukkan peningkatan dengan rataan IPK lulusan 3,15, rataan waktu penyelesaian studi 3,5 4 tahun, dan 82.62 persen bekerja diberbagai perusahaan nasional dan multinasional dengan masa tunggu kurang dari tiga bulan (68%). Saat ini Departemen Manajemen FEM IPB sudah memiliki Akreditasi A. Dalam rangka memberi kesempatan kepada lulusan akademi, diploma atau lulusan SMA yang telah bekerja untuk mendapatkan gelar S1 di bidang manajemen, maka Departemen Manajemen FEM IPB membuka Program Sarjana Manajemen Penyelenggaraan Khusus, berdasarkan Surat Keputusan Rektor IPB nomor: 161/K13.8/PP/2006 terkait dengan Program Sarjana Manajemen Penyelenggaraan Khusus Institut Pertanian Bogor. Sesuai dengan Surat Keputusan Rektor nomor: 161/K13.8/PP/2006 pada butir ketiga

26

memutuskan Program Pendidikan sebagaimana dimaksud pada diktum pertama keputusan ini dapat dimulai melaksanakan penerimaan mahasiswa baru pada Tahun Akademik 2006/2007. 4.1.1 Pertimbangan Dalam Pendirian PSAJM IPB Berdasarkan Surat Keputusan Rektor Institut Pertanian Bogor tahun 2006, maksud dan tujuan Program Sarjana Manajemen Penyelenggaraan Khusus IPB adalah: 1. Bahwa sesuai dengan mandat dan mayor yang ditawarkan sebagaimana ditetapkan dalam keputusan Rektor IPB Nomor 001/K13/PP/2005, Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB selama ini telah menyelenggarakan Program Pendidikan Sarjana (S1) regular dengan mayor ilmu manajemen. 2. Bahwa sejalan dengan makin bertambahnya jumlah lulusan Program Diploma baik yang berasal dari Program Diploma IPB maupun Perguruan Tinggi lainnya dan adanya keinginan dari para lulusan khususnya bagi yang telah bekerja untuk meningkatkan kualitas diri (self-improvement) dan mengembangkan karier, maka pangsa pasar dari Program Pendidikan Sarjana Manajemen sangat potensial. 3. Bahwa sehubungan dengan potensialnya pangsa pasar Program Pendidikan Sarjana Manajemen, maka selanjutnya dipandang perlu untuk membuka Program Sarjana Manajemen Penyelenggaraan Khusus IPB, dan pembukaannya perlu ditetapkan dengan suatu Keputusan Rektor. 4.1.2 Visi, Misi dan Tujuan PSAJM IPB PSAJM IPB mempunyai visi menjadi wahana pengembang sumber daya manusia unggulan dan berdaya saing tinggi melalui pendidikan berkelanjutan (long life education) dalam bidang manajemen.

27

Misi PSAJM IPB, yaitu: 1. Membangun sumber daya manusia bermutu dan berdedikasi dalam ilmu manajemen dengan kompetensi tinggi di bidang pemasaran, SDM dan keuangan. 2. Membangun etika bisnis yang ilmiah, professional dan berbudaya. Adapun tujuan dari PSAJM IPB, yaitu: 1. Menghasilkan lulusan sarjana di bidang manajemen yang mempunyai kompetensi tinggi di bidang pemasaran, produksi operasi, sumber daya manusia dan keuangan. 2. Menghasilkan lulusan sarjana di bidang manajemen yang mampu mengembangkan profesionalismenya dalam meniti karir di lingkungan kerjanya. 3. Menghasilkan lulusan sarjana manajemen yang mampu mandiri melalui pengembangan jiwa dan semangat kewirausahaan. 4. Menghasilkan model sistem belajar mengajar berkelanjutan di bidang manajemen melalui diskusi interaktif antar pengajar dan mahasiswa praktisi. 4.1.3 Struktur Organisasi PSAJM IPB PSAJM IPB dalam pengelolaan organisasinya memiliki struktur organisasi yang terdiri dari tingkatan paling atas yaitu Koordinator Program, dibawahnya terdapat dua Wakil Bidang yaitu Wakil Bidang Umum yang membawahi staf bidang umum, staf bidang fasilitas, staf bidang litbang, dan staf bidang kemahasiswaan. Sedangkan Wakil Bidang Akademik membawahi staf bidang akademik, agar lebih jelas susunan struktur organisasi dapat dilihat pada Lampiran 1. 4.1.4 Jumlah Mahasiswa PSAJM IPB Pada tahun ajaran 2010/2011 PSAJM IPB memiliki 8 angkatan mahasiswa yang tujuh ratus dua puluh sembilan mahasiswa (729), terdiri dari angkatan I (satu) berjumlah lima puluh tujuh mahasiswa (57), angkatan II (dua) berjumlah empat puluh dua mahasiswa (42), angkatan III (tiga) berjumlah seratus empat puluh tiga mahasiswa (143), angkatan IV (empat) berjumlah lima puluh enam mahasiswa

28

(56), angkatan V (lima) berjumlah seratus delapan belas mahasiswa (118), angkatan VI (enam) berjumlah enam puluh enam mahasiswa (66), angkatan VII (tujuh) berjumlah seratus tiga puluh tiga mahasiswa (133), angkatan VIII berjumlah seratus empat belas mahasiswa (114). 4.2. Investigasi Sistem Pengembangan sistem informasi dimulai dengan melakukan pengamatan terhadap sistem yang sedang dipergunakan. Investigasi dilakukan melalui pengamatan dan diskusi dengan pihak terkait. Hasil dari investigasi tersebut akan diterjemahkan kedalam bentuk perangkat lunak yang dapat mewakili sistem yang ada. Investigasi sistem merupakan penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponen dengan tujuan untuk

mengidentifikasi atau memperoleh gambaran dari permasalahan, kesempatan dan hambatan serta ruang lingkup pengembangan sistem. Tahap investigasi merupakan tahapan yang sangat penting dalam pembuatan suatu sistem karena kesalahan didalam tahap ini akan menyebabkan kesalahan pada tahap perancangan sistem. Tahapan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan data dan prosedur yang sedang berjalan. 4.2.1 Sistem Pembelajaran yang Dipergunakan Sistem pembelajaran yang dipergunakan pada PSAJM IPB adalah sistem pembelajaran secara konvensional. Dimana mahasiswa mengikuti perkuliahan atau tatap muka di kelas dengan menggunakan LCD proyektor sebagai sarana penunjang, sedangkan dalam mendapatkan bahan perkuliahan, mahasiswa harus menghubungi sekretariat PSAJM IPB dimana bahan tersebut diberikan dalam bentuk hardcopy. Pengumpulan tugas, baik tugas individu maupun tugas kelompok, dilakukan melalui sekretariat PSAJM IPB yang kemudian akan diberikan tanda pengumpulan tugas sebagai bukti apabila ada kesalahan dikemudian hari. Mahasiswa akan mengetahui nilai kuis

29

setelah pengoreksian oleh dosen diselesaikan, dan nilai tersebut akan didistribusikan melalui mading akademik oleh sekretariat PSAJM IPB. 4.2.2 Prosedur Pembelajaran Pada PSAJM IPB Prosedur pembelajaran yang akan dibahas dalam skripsi ini hanyalah mengenai prosedur pendistribusian materi kuliah, prosedur pelaksanaan kuis, dan prosedur penyampaian informasi. Adapun uraiannya adalah sebagai berikut: 1. Prosedur Pendistribusian Materi Kuliah a. Dosen memberikan materi perkuliahan kepada komisi

pendidikan untuk diarsipkan dan juga didistribusikan kepada mahasiswa dalam bentuk hardcopy sebagai bahan

pembelajaran bagi mahasiswa. b. Mahasiswa mengajukan permintaan bahan ajar kepada staff akademik melalui sekretariat PSAJM IPB. c. Permintaan tersebut akan diproses atau dilanjutkan kepada komisi pendidikan. d. Staff pendidikan akan memberikan bahan ajar kepada sekretaiat untuk kemudian didistribusikan kepada mahasiswa. 2. Prosedur Pelaksanaan Kuis a. Dosen akan memberikan informasi pelaksanaan kuis langsung kepada mahasiswa ataupun melalui sekretariat PSAJM IPB. b. Dosen akan mempersiapkan soal-soal yang akan menjadi bahan kuis. c. Setelah semuanya siap (mahasiswa dan soal) maka kuis akan dilaksanakan. d. Mahasiswa mengerjakan kuis dalam waktu yang sudah ditentukan oleh dosen. e. Mahasiswa mengumpulkan jawaban kuis setelah waktu pengerjaan selesai atau mahasiswa selesai mengerjakan kuis. f. Dosen menerima kertas jawaban dari mahasiswa untuk kemudian di koreksi.

30

g. Dosen akan mengumumkan hasil kuis baik secara langsung maupun melalui sekretariat PSAJM IPB setelah semua dokumen selesai dikoreksi. 3. Prosedur Penyampaian Informasi a. Sekretariat PSAJM IPB mendapatkan informasi dari dosen maupun staff yang ditujukan kepada mahasiswa. b. Sekretariat PSAJM IPB akan membuat pengumuman tertulis yang berisikan informasi tersebut. c. Pengumuman yang telah dibuat akan didistribusikan melalui papan pengumuman mahasiswa. d. Mahasiswa diharapkan membaca pengumuman yang telah ada. 4.2.3 Diagram Alir Dokumen (Flow Map) Analisis dokumen dilakukan terhadap bagian-bagian yang terlibat dalam prosedur-prosedur yang terdapat dalam sistem pembelajaran PSAJM IPB. Bagian-bagian yang terkait antara lain, yaitu dosen, komisi pendidikan, sekretariat PSAJM IPB, dan mahasiswa. Agar lebih mudah dan jelas untuk dipahami dapat dilihat pada Gambar 7, 8, dan 9 yang menampilkan diagram alir dokumen (flow map) yang sedang berjalan. 4.2.4 Dokumen yang sedang Berjalan Analisis ini menunjukkan dokumen-dokumen yang sedang berjalan pada sistem pembelajaran PSAJM IPB, antara lain: 1. Materi Perkuliahan Materi perkuliahan dibuat oleh dosen yang kemudian diserahkan kepada sekretariat PSAJM IPB untuk diarsipkan, diperbanyak, dan didistribusikan kepada mahasiswa. 2. Soal dan Jawaban kuis Soal kuis yang dibuat oleh dosen yang kemudian dikerjakan oleh mahasiswa sehingga menghasilkan dokumen baru yaitu jawaban atas soal kuis yang ada.

31

3. Nilai Dokumen nilai merupakan dokumen yang dibuat oleh dosen yang berisikan rekapan nilai mahasiswa yang telah mengikuti kuis. Dokumen ini diberikan kepada sekretariat PSAJM IPB untuk dipublikasikan kepada mahasiswa. 4. Pengumuman/informasi Pengumuman yang ada berasal dari dosen maupun staff yang berisikan informasi mengenai kegiatan belajar mengajar maupun kegiatan kemahasiswaan yang dipublikasikan kepada mahasiswa. 4.2.5 Sistem Informasi Pendidikan PSAJM IPB PSAJM IPB telah memiliki website (Lampiran 2) yang digunakan sebagai sarana promosi secara online dan juga media penyampaian informasi. Website PSAJM ini tidak berdiri sendiri tetapi tergabung menjadi satu dengan website Manajemen IPB. PSAJM IPB sedang mengembangkan sistem e-learning untuk menunjang sistem pembelajaran yang ada. Sistem e-learning tersebut masih dalam tahap penyusunan. Dengan kehadiran sistem elearning ini diharapkan mahasiswa mendapatkan kemudahan dalam

mendapatkan materi perkuliahan, informasi nilai serta informasiinformasi lainnya yang berkaitan dengan kegiatan perkuliahan yang ada.

32

Dosen
Materi kuliah

Staff Akademik
Materi kuliah

Sekretariat PSAJM-IPB

Mahasiswa

Permintaan materi kuliah

Permintaan materi kuliah

Perbanyak & Materi kuliah Materi kuliah

Materi kuliah

Arsip

Gambar 7. Diagram alir dokumen (Flow Map) penyampaian materi kuliah yang sedang berjalan. 32

33

Dosen
Info Kuis

Sekretariat PSAJM-IPB

Mahasiswa
Info Kuis

Soal kuis

Soal kuis

Jawaban Nilai

Jawaban

koreksi Pembuatan pengumuman Nilai

Pengumuman Nilai

Pengumuman Nilai

Gambar 8. Diagram alir dokumen (Flow Map) pelaksanaan kuis yang sedang berjalan 33

34

Dosen/Staff
Informasi

Skretariat PSAJM-IPB
Informasi

Mahasiswa

pengumuman Pembuatan pengumuman

pengumuman

Gambar 9. Diagram alir dokumen (Flow Map) penyampaian informasi yang sedang berjalan

34

35

4.2.6

Identifikasi Masalah/Peluang Berdasarkan pengamatan lapang yang dilakukan pada PSAJM IPB, maka dapat didefinisikan beberapa hal sebagai berikut: 1. Pemberian bahan kuliah atau modul masih dilakukan secara manual yaitu melalui hardcopy yang didistribusikan melalui sekretariat PSAJM IPB dan belum digitalisasi. Hal ini kurang efisien terutama bagi mahasiswa yang telah bekerja yang tidak mempunyai banyak waktu hanya sekedar untuk mengambil modul saja. 2. Penyampaian nilai kuis kepada mahasiswa dilakukan melalui

sekretariat dan didistribusikan melalui mading akademik. Hal ini dirasa kurang efektif karena memakan waktu yang lama. 3. Penyampaian informasi yang dilakukan masih secara manual sehingga mahasiswa sulit untuk mendapatkan informasi terbaru terutama bagi mahasiswa yang telah bekerja. 4. Peluang yang ditemukan adalah: a. Pembuatan sistem e-learning yang hanya dapat diakses oleh civitas PSAJM IPB yang digunakan sebagai pelengkap perkuliahan. b. Sistem kuis online yang terdapat dalam sistem e-learning memberikan kemudahan bagi mahasiswa dimana mahasiswa langsung dapat melihat nilai kuis segera setelah

menyelesaikan kuis tersebut. c. Menu informasi yang terdapat dalam sistem e-learning mempermudah mahasiswa untuk mendapatkan informasi terbaru dengan lebih cepat. 4.2.7 Studi Kelayakan Investigasi terhadap suatu sistem yang sedang berjalan akan menghasilkan studi kelayakan terhadap aspek organisasi, teknis, operasional, ekonomi, dan kebutuhan pengguna yang memberikan gambaran dari sistem tersebut. Hasil studi kelayakan dari investigasi

36

sistem akan menentukan rancangan yang akan dibuat untuk sistem elearning pada PSAJM IPB. 1. Aspek Organisai PSAJM IPB merupakan organisasi yang memberikan pelayanan pendidikan yang diselenggarakan secara khusus yang lebih diutamakan kepada mereka yang telah bekerja. Seiring dengan tumbuhnya PSAJM IPB menjadi organisasi yang besar, banyak aspek yang harus diperhatikan, mulai dari sarana perkuliahan, penyampaian informasi, sumberdaya manusia, bahkan sampai dengan pelayanan harus diperhatikan oleh organisasi. Kompetisi yang semakin ketat, pertumbuhan organisasi serta meningkatnya jumlah mahasiswa mengharuskan organisasi untuk meningkatkan, memperbaiki, atau memodifikasi sistem yang sudah berjalan. Hal inilah yang menjadikan alasan mengapa diperlukan suatu sistem informasi pendidikan yang baik, yang dapat menunjang sistem-sistem lain yang ada sehingga

meningkatkan kompetisi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di era globalisasi ini. 2. Aspek Teknis PSAJM IPB memiliki aspek teknis yang mencukupi untuk mengembangkan sistem e-learning untuk mendukung sistem perkuliahan yang ada. Dilihat dari sisi teknis, PSAJM IPB memiliki laboratorium komputer yang memiliki sekurangkurangnya 17 unit komputer dan juga beberapa laptop yang digunakan oleh para staff untuk menyelesaikan tugasnya dimana terhubung menjadi satu jaringan baik melalui jaringan LAN (local area network) maupun jaringan nirkabel, dengan rincian sebagai berikut: a. 20 unit Komputer yang terdapat pada laboratorium komputer dengan spesifikasi tiap komputer menggunakan sistem

37

operasi windows XP beserta program-program pendukung seperti Microsoft word, Microsoft excel, dsb b. 10 unit laptop pada masing-masing komisi dengan sistem operasi Windows XP. Kajian dan pertimbangan yang mendalam dalam pemilihan perangkat keras dan perangkat lunak sangat diperlukan. Tidak saja untuk mengikuti mode, tetapi juga untuk pertimbangan fungsi yang ditawarkan sehingga mendorong dalam

penggunaanya secara optimal. Dengan kondisi organisasi saat ini, menunjukkan bahwa organisasi telah memenuhi syarat teknis kebutuhan perangkat keras maupun perangkat lunak untuk pengembangan sistem e-learning. 3. Aspek Operasional dan SDM Faktor lain yang cukup penting dalam pengembangan suatu sistem selain faktor teknis yaitu faktor sumberdaya manusia. Kendala utama yang sering dihadapi adalah ketidakseimbangan kemampuan teknologi yang ada dengan kemampuan SDM yang dimiliki. Berdasarkan keadaan tersebut, maka diperlukan adanya pelatihan terhadap pengelola dan juga pengguna, sehingga dapat menunjang operasional sistem, baik dalam implementasi maupun pemeliharaan jika sistem sudah diterapkan pada organisasi. Orientasi pengembangan sistem dititikberatkan pada pengadaan perangkat keras dan pelatihan personel pengelola dan pengguna dari sistem tersebut. 4. Aspek Ekonomi Pemilihan teknologi yang akan digunakan harus dilakukan dengan bijaksana sesuai dengan kebutuhan organisasi, sehingga tidak membuang-buang biaya untuk perangkat lunak maupun perangkat keras. Sehingga teknologi informasi dapat

berkontribusi dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja, serta penghematan biaya organisasi. Pembangunan sistem ini tidak harus memerlukan segala sumber daya yang harus baru

38

tetapi lebih diarahkan agar dapat memanfaatkan sumber daya yang ada. Penambahan perangkat keras dan perangkat lunak dilakukan hanya jika diperlukan saja. Dilihat dari segi ekonomi, implementasi sistem e-learning akan memberikan keuntungan bagi PSAJM IPB, karena dengan sistem e-learning ini pendistribusian materi kuliah, nilai, dan juga informasi dapat dilakukan dengan waktu yang singkat. Dengan demikian penghematan sumber daya yang ada dapat dilakukan, dan kinerja staff akan lebih efektif dan efisien. Disisi lain, pembangunan sistem e-learning ini akan memberikan kemudahan bagi mahasiswa untuk mendapatkan informasi, nilai, dsb, sehingga diharapkan dapat memotifasi mahasiswa dalam

meningkatkan prestasi belajarnya. 5. Aspek Urgensi Kebutuhan Pengguna Pembangunan dan pengembangan sistem informasi dilakukan dengan orientasi pada kesesuaian teknologi informasi dengan kondisi pengguna, dengan kata lain harus pembangunan dilakukan dan

pengembangan

sistem

informasi

dengan

pendekatan user centered (focus pada pengguna). Pada PSAJM IPB, sistem e-learning yang akan dibangun dan dikembangkan adalah sistem yang mudah digunakan dan juga memberikan kemudahan informasi. 4.3. Analisis Sistem Tahapan analisis sistem ini bertujuan untuk menghasilkan functional requirement system (kebutuhan fungsional sistem) yang mampu memenuhi kebutuhan pengguna dan menghasilkan spesifikasi sistem yang akan dibangun. Pada tahap ini dijelaskan tentang pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan bermanfaat. Tahap analisis sitem akan dijelaskan dengan alat bantu Flowchart, Pengelompokan user, Context Diagram, dan Data Dictionary. dalam melaksanakan aktifitas penyampaian

39

4.3.1

Flowchart Flowchart digunakan untuk menggambarkan secara

keseluruhan dari proses suatu sistem dan juga untuk merencanakan tahapan suatu kegiatan atau sistem. Dalam penerapan e-learning, penggunaan flowchart merupakan alat yang tepat untuk

menggambarkan sistem e-learning yang akan dibuat. Penggunaan flowchart pada pembuatan e-learning dapat dilihat pada Gambar 10. 4.3.2 Pengelompokan User Keamanan data merupakan hal yang penting dan harus diperhatikan dalam suatu sistem. Oleh karena itu, diperlukan pembagian user kedalam beberapa kelompok berdasarkan

karakteristiknya. Secara garis besar terdapat dua kelompok user yang terdapat dalam sistem e-learning PSAJM IPB yaitu user yang menyediakan data dan user yang hanya dapat melihat data tersebut dan tidak memiliki hak akses untuk mengelola data tersebut. Kelompok pengguna yang merupakan penyedia data biasa disebut dengan istilah Administrator. Administrator memiliki hak akses penuh terhadap sistem yang ada. Kelompok pengguna ini dibagi menjadi dua dalam sistem e-learning yang dikembangkan berdasarkan hak ases yang dimiliki, yaitu: 1. Administrator sistem e-learning Administrator sistem e-learning ini merupakan user yang memiliki hak akses teringgi dalam sistem e-learning PSAJM IPB. Adapun kegiatan yang dapat dilakukan oleh administrator ini, antara lain: a. Memanipulasi administrator mata kuliah, yaitu menambah jumlah, mengaktifkan, dan menghapus administrator mata kuliah. b. Memanipulasi mata kuliah, yaitu menambah, mengaktifkan, menonaktifkan, dan menghapus mata kuliah yang akan diselenggarakan.

40

c. Memanipulasi

berita

e-learning,

yaitu

menambah,

mengedit, dan menghapus berita yang akan tampil dalam tampilan muka dari e-learning yang dapat diakses oleh semua orang termasuk non user. d. Maintenance sistem, yaitu melakukan pengecekan, update, dan pemeliharaan sistem elearning supaya berjalan sebagaimana mestinya. 2. Administrator mata kuliah Administrator mata kuliah bisa disebut juga dengan dosen, yaitu user yang diberi hak akses oleh administrator sistem elearning sebagai pengelola mata kuliah tertentu. Adapun kegiatan yang dapat dilakukan oleh administrator mata kuliah, yaitu: a. Memanipulasi mata kuliah yang diampu, yaitu

menambahkan dan manghapus materi perkuliahan. b. Memanipulasi kuis atau latihan soal, yaitu menambahkan, mengedit, mengaktifkan, dan menonaktifkan kuis atau latihan soal yang ada. c. Memanipulasi berita mata kuliah, yaitu menambahkan, mengedit, menghapus berita yang berhubungan dengan mata kuliah yang diampunya. d. Memanipulasi materi kuliah, yaitu mengupload, mengedit, dan menghapus file materi kuliah. Kelompok pengguna kedua yaitu pengguna yang merupakan pemakai data. Dimana user ini hanya memiliki hak untuk melihat informasi atau berita, men-download file materi kuliah dan berpartisipasi dalam kuis atau latihan soal.

41

Mahasiswa mengisi form pendaftaran

Mahasiswa mencari bahan kuliah

Mahasiswa mengisi kuis online

Dosen/staff menunggah bahan kuliah

Form pendaftaran

Form pencarian

Form Kuis Online Bahan Kuliah

Keterangan : Operasi Manual Form Proses Database program display output

Data entry dan validasi data

Keanggotaan Mahasiswa Informasi e-learning

Bahan Kuliah

db e-learning
Nilai Kuis Output elearning

Sistem e-learning PSAJM-IPB

Gambar 10. Flowchart sistem e-learning PSAJM-IPB 41

42

4.3.3

Context Diagram (CD) Diagram konteks (Context Diagram) adalah diagram arus data yang berfungsi untuk menggambarkan keterkaitan aliran-aliran data antara sistem dengan bagian-bagian luar sistem. Diagram konteks ini juga disebut dengan DFD level 0, dan DFD ini merupakan DFD level paling atas yang hanya terdiri dari suatu proses yang menggambarkan sistem atau program secara keseluruhan. Alat analisis ini digunakan untuk menggambarkan keterkaitan antara sistem e-learning dengan entitas eksternal yang menjadi sumber informasi dan entitas eksternal yang menerima informasi. CD selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 11.
Administrator sistem e-learning Login Validasi manipulasi Informasi Login Validasi manipulasi Informasi Sistem e-learning PSAJMIPB

Administrator mata kuliah

USER

Login Validasi Informasi

Gambar 11. Diagram konteks yang diusulkan Keterangan: : Entitas eksternal : Arus data : Proses

43

Usulan diagram konteks dapat dijabarkan seperti pada gambar 12 berikut:


Gambar 12. Penjabaran Diagram konteks

43

44

Gambar 13. Diagram Konteks terkait Penggunaan Aplikasi e-learning

44

45

Gambar 14. Diagram Konteks terkait Fungsional aplikasi e-learning


45

46
1 Update informasi seputar akademik 2. Upload jadwal kuliah 3. Upload kalender pendidikan. Membaca berita akamik User dapat membaca berita akademik terkini. Mendownload jadwal kuliah User dapat mendownlaod jadwal kuliah sesuai semester yang berjalan. Mendownload kalender akademik User dapat mendownload kalender akademik pada tahun berjalan. Sistem e-learning PSAJM-IPB Administrator Akademik User (mahasiswa)

Gambar 15. Diagram Konteks terkait Fungsional aplikasi e-learning


46

47

Gambar 16. Diagram Konteks terkait Fungisonal aplikasi e-learning


47

48

4.3.4

Data Dictionary (DD) Kamus data atau data dictionary merupakan deskripsi dari setiap elemen data yang terdapat dalam program yang meliputi nama arus data, bentuk data, urutan proses, elemen data, dan keterangan dari data. Dengan menggunakan data dictionary, analisis sistem dapat mendefinisikan data yang mengalir dalam sistem dengan lengkap. Kamus data merupakan suatu deskripsi elektronik dari suatu jenis dan format dalam database. Kamus data atau data dictionary dari sistem e-learning PSAJM-IPB dapat dilihat pada Lampiran 11. Tabel 2. Contoh kamus data (data dictionary)
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Nama Data id auth confirmed policyagreed deleted username password idnumber firstname lastname email icq skype yahoo aim msn phone1 phone2 institution department address Tipe Data bigint varchar tinyint tinyint tinyint varchar varchar varchar varchar varchar varchar varchar varchar varchar varchar varchar varchar varchar varchar varchar varchar Length 10 20 1 1 1 100 32 255 100 100 100 15 50 50 50 50 20 20 40 30 70 Deskripsi auto_increment Pengesahan/persetujuan konfirmasi persetujuan hapus Identitas anggota kata sandi no identitas nama depan nama belakang email instant messenger instant messenger instant messenger instant messenger instant messenger no telepon no telepon institusi departemen alamat]

49

4.4. Desain Sistem Pada tahap ini dilakukan perancangan sistem secara fisik. Desain sistem terdiri dari pekerjaan mendesain sistem yang akan dikembangkan sehingga menghasilkan suatu spesifikasi sistem yang baik. Analisis sistem menggambarkan bagaimana sistem akan berjalan untuk menghasilkan informasi yang diinginkan oleh pengguna sedangkan desain sistem menggambarkan secara umum sistem yang akan dikembangkan. Langkah awal yang dilakukan adalah mendefinisikan kebutuhan teknologi untuk mendukung sistem dijalankan dan mendefinisikan input dan output dari sistem tersebut. Desain sistem e-learning PSAJM-IPB terdiri pendefinisian kebutuhan teknologi, user interface, dan pengkodean. 4.4.1 Pendefinisian Kebutuhan Teknologi Analisis ini bertujuan untuk mendefinisikan jenis teknologi utama yang akan digunakan dalam lingkungan pengoperasian aplikasi dan pengelolaan data. Berdasarkan studi literature dan wawancara terhadap tim ahli (human expert) maka peneliti menyarankan agar pengembangan e-learning mempertimbangkan hal-hal berikut: 1. Sistem operasi. Sistem operasi yang akan digunakan sebaiknya: a. User friendly. b. Mendukung penggunaan perangkat keras dan aplikasi yang dikembangkan. c. Memiliki lisensi resmi. d. Mendukung jaringan local dan internet. 2. Perangkat keras (Hardware) Perangkat keras yang digunakan sebaiknya: a. Handal dan dalam kondisi yang baik. b. Perawatan mudah. c. Sesuai dengan kebutuhan sistem e-learning. 3. Perangkat lunak (Software) a. Pembuatan e-learning haruslah user friendly.

50

b. Pembuatan e-learning harus didokumentasikan untuk keperluan pengembangan dan penyempurnaan. c. Pembuatan e-learning harus memperhatikan kinerja

pemakai dan biaya. d. Pembuatan e-learning sebaiknya menggunakan bahasa pemrograman yang terbaru dan lazim digunakan. 4. Keamanan Akses sistem e-learning sebaiknya dilindungi dengan

penggunaan kata kunci sehingga hanya bisa diakses oleh user yang telah teregistrasi. 5. Manajemen Data. Data yang ada pada sistem e-learning sebaiknya dipisahkan dari aplikasi yang ada. Basis data yang digunakan juga harus selalu didokumtasikan secara rutin agar sistem berjalan dengan lancar. 6. Pengujian Aplikasi Apabila pembangunan e-learning telah selesai dibuat, maka perlu dilakukan pengujian dengan metode tertentu untuk menghasilkan aplikasi yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan. Adapun spesifikasi perangkat keras dan perangkat lunak yang lazim digunakan dalam pembuatan aplikasi berbasis website, adalah sebagai berikut: 1. Spesifikasi Perangkat Keras Spesifikasi perangkat keras yang digunakan dalam

pembangunan sistem e-learning sebaiknya tidak kurang dari: a. Processor intel 3Ghz atau processor lain yang setara. b. Harddisk dengan kapasitas 160GB. c. Memory DDR2 1GB PC 6400. d. Monitor dengan resolusi 800x600 pixel

51

2. Spesifikasi Perangkat Lunak Spesifikasi perangkat lunak yang sebaiknya digunakan dalam pembangunan sistem e-learning adalah tidak kurang dari: a. XAMPP 1.7.0, sebagai aplikasi server local berupa apache 2.2.11 dan basis dat berupa MySQL 5.1.30. b. Bahasa pemrograman PHP 5.2.8, sebagai bahasa

pemrograman yang digunakan. c. PHPMyAdmin 3.1.1, sebagai media penyimpanan dan pengolahan data. d. Adobe Dreamweaver 8, sebagai alat bantu manipulasi kode program. e. Adobe Photoshop CS2, sebagai alat bantu dalam pembuatan tampilan sistem. f. Content Management System moodle 1.7.7, sebagai dasar pengembangan aplikasi e-learning. g. Sistem operasi Windows XP Profesional SP2. 4.4.2 Desain User Interface Desain User interface atau perancangan antarmuka dilakukan untuk dapat merancang sistem e-learning pada PSAJM IPB yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Tampilan

antarmuka

e-learning sebaiknya berupa perpaduan teks dan

gambar yang mudah untuk diakses. Adapun usulan rancangan antarmuka pada e-learning di PSAJM IPB dapat dilihat pada Gambar 17. Adapun beberapa usulan terkait dalam perancangan

antarmuka e-learning adalah sebagai berikut: 1. Pemilihan warna background didasarkan pada warna

departemen manajemen yaitu warna orange. 2. Icon yang digunakan dalam sistem e-learning adalah logo IPB karena IPB merupakan lembaga naungan departemen

manajemen.

52

3. Pada header terdapat slogan yang menunjukkan indentitas dari elearning yang dibangun.

HEADER

INFORMASI

MENU

MENU

DAFTAR MATA KULIAH

FOOTER

Gambar 17. Usulan antarmuka e-learning 4.4.3 Pengkodean Pengkodean ini dapat berfungsi untuk mendefinisikan suatu objek secara singkat, mengklasifikasikan data dan masukan data kedalam, selain itu kode dapat dibentuk dari kumpulan huruf, angka dan karakter khusus. Pada sistem e-learning ini terdapat nomor urut pengkodean mata kuliah yang berguna untuk memudahkan dalam pencarian data. Beberapa keuntungan dalam penggunaan kode dibandingkan dengan penggunaan nama, antara lain: 1. Umumnya kode lebih singkat, sehingga menghemat tempat penyimpanan. 2. Sifatnya yang unik. 3. Memudahkan dalam klasifikasi data.

53

Adapun pengkodean mata kuliah yang terdapat dalam sistem e-learning mengikuti pengkodean mata kuliah secara konvensional, yaitu MANxxx. Dimana MAN adalah kode untuk mata kuliah yang diampu oleh Departemen Manajemen, sedangkan xxx merupakan kode dari mata kuliah yang bersangkutan. 4.5. Prototype Sistem E-learning Proses pengembangan sistem e-learning PSAJM IPB dilakukan dengan pendekatan prototyping yang merupakan pembuatan model sistem dengan dilakukan secara cepat sebagai percobaan desain sistem kepada pengguna. Tujuan prototyping yaitu untuk menghasilkan sistem secara cepat dan dapat ditunjukkan kepada pengguna untuk dilakukan uji coba. Prototype sistem elearning yang diusulkan untuk menunjang proses belajar mengajar pada PSAJM IPB diberi nama elemenipb. E-learning ini nantinya dapat diakses melalui alamat domain www.elemenipb.com. Prototype e-learning yang dibuat memiliki beberapa fitur, yaitu: 1. Adanya forum umum dimana semua orang dapat melihat berita yang terdapat dalam forum tersebut sehingga memudahkan dalam

penyampaian informasi kepada seluruh civitas. 2. Adanya sistem auto enrolment (mendaftar sendiri secara langsung) dimana mahasiswa dapat dengan mudah mengikuti perkuliahan yang ada dalam e-learning. 3. Setiap mata kuliah mempunyai forum tersendiri yang memungkinkan untuk penyampaian informasi hanya kepada peserta mata kuliah tersebut. 4. Adanya sistem kuis secara online dimana hasil dari kuis tersebut disampaikan pada akhir kuis tersebut. Pelaksanaan kuis ini diberikan batasan waktu pengerjaan dan dilakukan pengacakan jawaban (untuk soal pilihan ganda). Pada prototype ini terdapat beberapa pilihan tipe kuis online yaitu pilihan ganda, jawaban singkat, benar salah, esai dan menjodohkan. Berikut ini adalah prototype sistem e-learning PSAJM IPB dan penggunaannya.

54

1. Tampilan Muka (Home) Home atau tampilan muka adalah tampilan utama dari sistem ketika pengguna mengakses situs e-learning PSAJM IPB 2 . Pada tampilan muka ini user dapat melihat informasi terbaru tentang kemahasiswaan, daftar mata kuliah yang dapat diikuti, form login, dan mengunduh file yang berada dalam menu akademik. Adapun tampilan muka sistem e-learning PSAJM IPB dapat dilihat pada Gambar 18 dibawah ini.

Gambar 18. Tampilan muka (home) prototype sistem e-learning 2. Tampilan Mata Kuliah (course) Tampilan mata kuliah dapat diakses oleh dosen setelah dilakukan assign teacher secara manual oleh admin. Berbeda dengan dosen, mahasiswa dapat melakukan pendaftara secara langsung pada mata kuliah yang akan diikutinya setelah berhasil mandaftar pada sistem e-learning. Berikut berikut adalah gambar contoh tampilan mata kuliah untuk user mahasiswa.

www.elemenipb.com

55

Gambar 19. Tampilan mata kuliah sistem e-learning Pada halaman ini mahasiswa dapat melakukan pengunduhan materi kuliah dan mengakses kuis atau latihan soal yang tersedia. Sedangkan untuk dosen dapat melakukan manipulasi pada mata kuliah yang diampunya, meliputi mengedit bab ajar yang ada, menambahkan materi kuliah, pengunggahan materi, dan

menambahkan kuis atau latihan soal. Forum yang tersedia pada semua mata kuliah yang ada berguna untuk penyampaian informasi dari dosen yang berkaitan dengan mata kuliah yang diampunya, sedangkan bagi mahasiswa forum ini dapat digunakan sebagai sarana bertanya dengan dosen. 3. Tampilan Soal dan Hasil Kuis Tampilan kuis akan ditampilkan setelah user mengakses menu kuis atau latihan soal yang ada pada mata kuliah. Ada beberapa tahapan tampilan dalam pengaksesan fitur kuis atau latihan soal ini. Berikut adalah beberapa tahapan tampilan kuis untuk user mahasiswa. a. Pop up pertama yang muncul merupakan pesan peringatan untuk mematikan fitur pop up blocker pada browser dikarenakan kuis dilaksanakan melalui pop up atau jendela terpisah.

56

Gambar 20. Tampilan peringatan saat mengakses kuis b. Setelah klik OK pada pop up yang ada dan melakukan klik pada tombol Attempt quiz now maka akan muncul tampilan seperti pada Gambar 21 yang menunjukkan bahwa kuis di atur hanya sekali mahasiswa dapat mengikuti kuis tersebut.

Gambar 21. Tampilan informasi kuis c. Setelah klik ok pada pop up diatas akan tampil jendela baru yang berisi soal-soal dari kuis yang ada. Pada bagian kiri terdapat hitungan mundur waktu yang menunjukkan lama waktu yang disediakan untuk menyelesaikan soal-soal yang ada. Adapun tampilannya dapat dilihat pada Gambar 22 berikut.

57

Gambar 22. Tampilan soal dan jawaban kuis d. Setelah selesai mengerjakan dan klik submit and finish attempt maka secara otomatis sistem akan mengoreksi jawaban yang telah dikirim. Apabila sistem telah selesai maka pop up kuis akan hilang dan kembali ke halaman browser sebelumnya. Pada browser tersebut akan diupdate data-data yang berhubungan dengan pengerjaan kuis tersebut. Berikut adalah gambar tampilannya.

Gambar 23. Tampilan akhir akses kuis

58

e. Setelah mengklik tombol continue maka akan ditampilkan halaman mata kuliah yang merupakan induk dari kuis yang diikuti tersebut. 4. Tampilan Forum Tampilan forum dapat diakses melalui menu forum yang terdapat dalam setiap mata kuliah dan menu utama e-learning. Dimana forum ini akan berdiri sendiri atau terpisah-pisah menurut mata kuliah dan site news untuk tampilan muka. Dalam forum site news hanya administrator e-learning yang mempunyai hak akses secara penuh untuk memanipulasi informasi yang ada, sedangkan untuk user yang lain hanya mempunyai hak akses untuk melihat dan menjawab informasi yang ada. Forum yang terdapat pada setiap mata kuliah hak akses penuh dimiliki oleh administrator e-learning dan administrator mata kuliah (dosen), yaitu untuk memanipulasi informasi yang berhubungan dengan mata kuliah yang diampunya. User (mahasiswa) hanya memiliki hak akses melihat dan menjawab atau memberi komentar terhadap informasi yang ada. Adapun tampilannya dapat dilihat pada Gambar 24 berikut.

Gambar 24. Tampilan forum

59

4.6. Implementasi Sistem Tahap selanjutnya dalam pembuatan sistem yaitu implementasi sistem, dimana pada tahapan ini prototype yang telah dibuat akan diujicobakan terhadap user yang hasilnya akan digunakan sebagai dasar perbaikan sistem sebelum pengimplementasian secara menyeluruh pada organisasi. Pada uji coba yang dilakukan, sistem e-learning digunakan sebagai pelengkap dalam sistem perkuliahan yang ada pada PSAJM IPB. Adapun tahapan-tahapan dalam implementasi sistem e-learning PSAJM IPB adalah sebagai berikut: 1. Akuisisi perangkat keras Pada tahapan ini dilakukan penambahan perangkat keras maupun perangkat lunak untuk mendukung sistem yang dikembangkan. Dalam uji coba sistem e-learning PSAJM IPB dilakukan penyewaan hosting sebagai media pengganti server untuk pengelolaan file-file dan database dari sistem e-learning yang diujicobakan. 2. Pembangunan atau modifikasi perangkat lunak Pada tahapan ini, organisasi dapat mengembangkan atau memodifikasi perangkat lunak yang digunakan untuk membangun sistem e-learning untuk mendapatkan suatu sistem yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Modifikasi ini berupa perbaikan baik penambahan,

pengurangan atau koreksi terhadap prototype yang sedang dikembangkan. 3. Sosialisasi bagi user Sistem e-learning ini merupakan suatu sistem baru dalam lingkungan organisasi tempat sistem ini dikembangkan. Sehingga perlu diberikan sosialisasi dan pelatihan bagi user, baik user (mahasiswa) maupun administrator mata kuliah serta kepada calon administrator sistem elearning. 4. Dokumentasi sistem Dokumentasi dilakukan untuk mempermudah dalam pelaksanaan sistem e-learning. Dokumentasi ini terdiri dari dokumetasi teknis yang berisi tentang karakteristik perangkat keras yang dibutuhkan untuk menjalankan sistem e-learning dan juga dokumentasi perangkat lunak yang berisi tentang petunjuk penggunaan dan pengoperasian sistem secara detail.

60

5. Konversi sistem Konversi sistem adalah penerapan dari sistem lama ke sistem baru. Adapun jenis-jenis konversi yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut: a. Pararel, yaitu dengan menerapkan sistem lama ke sistem baru, akan tetapi sistem yang lama masih digunakan sampai waktu tertentu hingga sistem baru dapat diterima secara menyeluruh. b. Pilot, yaitu dengan melakukan penerapan sekelompok kecil organisasi sebagai objek percontohan sistem yang sedang dikembangkan. c. Phased, yaitu sistem baru diterapkan pada sebagian kecil unit perusahaan kemudian secara bertahap sistem yang baru akan menggantikan sistem yang lama. d. Plunge, yaitu menggantikan sistem yang lama dengan sistem yang baru secara langsung dan total pada semua unit organisasi.

Gambar 25. Konversi sistem Pada sistem e-learning PSAJM IPB diterapkan uji coba melalui sistem konversi pilot. Dengan metode ini sistem diujicobakan kepada sekelompok kecil organisasi, dalam kasus ini adalah mahasiswa peserta mata kuliah MPO dan Riset Pemasaran, sebagai objek percontohan dari penggunaan sistem yang baru dan hasilnya dapat digunakan sebagai dasar perbaikan sistem yang sedang dikembangkan. Dalam pelaksanaan implementasi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang menentukan berhasil tidaknya proses implementasi dilaksanakan. Adapun faktor-

61

faktor tersebut yaitu dukungan dan komitmen dari semua pihak yang terlibat, kesiapan sumberdaya manusia, dan kesiapan anggaran. 4.7. Implikasi Managerial Sistem Informasi Pendidikan tidak dijadikan satu-satunya faktor dalam menentukan keputusan manajerial, sistem informasi lebih banyak digunakan sebagai sistem pendukung keputusan. Implikasi manajerial Sistem Informasi Pendidikan pada proses pengambilan keputusan adalah sistem informasi menjadi faktor pendukung dalam menentukan pengambilan keputusan dengan memberikan derajat informasi yang lebih baik sehingga informasi yang ada dapat disampaikan dengan lebih efektif dan efisien. Seperti halnya pada rancangan sistem e-learning PSAJM IPB, keputusan dalam pembelajaran e-learning masih memerlukan perhatian dari pihak dosen yang terkait dengan penyampaian materi mata kuliah dan pelaksanaan kuis sehingga

menghasilkan sistem e-learning yang lebih kondusif. Pengembangan sistem e-learning PSAJM IPB digunakan sebagai media pelengkap terhadap sistem perkuliahan atau sistem pembelajaran yang ada. Apabila sistem telah digunakan secara penuh untuk mendukung sistem pembelajaran yang ada pada organisasi, maka organisasi dapat memantau perkembangan akademik pada user. Dalam sistem e-learning yang dikembangkan terdapat fitur grade yang merupakan fitur yang mengelola nilai-nilai dari user kemudian membuat laporan yang merupakan

penggambaran keadaan akademik user. Sistem e-learning memungkinkan sebuah organisasi menyimpan data mata kuliah dan soal-soal latihan secara digital. Sistem ini menyediakan database yang dapat digunakan sebagai media untuk menyimpan sehingga memudahkan organisasi dalam melakukan inventarisasi data-data dan dapat diakses dari mana saja serta kapan saja. Database yang disediakan oleh sistem e-learning memungkinkan sebuah organisasi penyelenggara

pendidikan mengorganisasikan mahasiswanya dengan lebih baik. Pada sistem e-learning PSAJM IPB, telah tersedia database untuk mengorganisasikan mahasiswa secara terkomputerisasi. PSAJM IPB dalam hal ini adalah Staff PSAJM IPB sebagai administrator sistem, dapat memasukkan data

62

mahasiswa melalui program yang disediakan sehingga akan tercipta database mahasiswa yang telah terkomputerisasi. Sistem informasi juga membutuhkan peran sumber daya manusia, peran ini sangat penting dimana sumber daya manusia menjadi subjek dari sistem informasi tersebut. Sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penentu sukses terhadap keberhasilan implementasi suatu sistem. Seperti halnya dalam implementasi sistem e-learning pada PSAJM IPB, sumber daya manusia menjadi faktor penentu sukses dimana sumber daya manusia yang dimiliki masih memerlukan pelatihan dan sosialisasi lebih lanjut agar sistem e-learning yang dikembangkan dapat berjalan dengan lancar. Pengembangan sistem informasi tidak bisa lepas dari peran serta hardware atau perangkat keras. Semakin canggih sistem informasi yang dikembangkan maka semakin canggih pula hardware yang dibutuhkan. Begitu juga dengan PSAJM IPB, hardware yang dimiliki saat ini (TA 2010/2011) cukup untuk pelaksanaan sistem e-learning yang dikembangkan namun untuk pengimplementasian sistem e-learning yang lebih lanjut diperlukan peningkatan kualitas dan kuantitas hardware yang dimiliki. Pelaksanaan suatu sistem informasi baru pada suatu organisasi dibutuhkan suatu kebijakan untuk mengatur jalannya sistem informasi tesebut agar tujuan dari sistem informasi dapat tercapai dengan baik. Dalam pengimplementasian sistem e-learning PSAJM IPB secara menyeluruh dibutuhkan kebijakan Departemen Manajemen dalam hal ini Koordinator mata kuliah dalam memaksimalkan fungsi sistem e-learning dalam sistem pembelajaran yang ada. Sistem e-learning PSAJM IPB yang dikembangkan masih berupa prototype dimana pengujian yang dilakukan hanya melibatkan dua mata kuliah saja. Diperlukan pengujian lebih lanjut yang melibatkan seluruh mata kuliah yang ada sehingga menghasilkan gambaran secara menyeluruh terhadap sistem e-learning yang dapat digunakan sebagai dasar dalam perbaikan sistem e-learning sebelum sistem e-learning tersebut

diimplementasikan secara penuh dalam sistem pembelajaran yang ada.

63

Pelaksanaan suatu sistem informasi tidak bisa lepas dari sistem informasi yang lain sehingga dibutuhkan suatu integrasi secara menyeluruh terhadap semua sistem yang ada sehingga diciptakan suatu sistem yang lebih efektif dan efisien. Sama halnya dalam pelaksanaan sistem e-learning PSAJM IPB kedepannya diperlukan integrasi dengan sistem informasi pusat (IPB) dalam rangka memperluas akses informasi bidang manajemen yang bertujuan untuk meningkatkan nilai webo metric yang dimiliki. Tidak hanya itu saja, pengimplementasian sistem e-learning PSAJM diharapkan dapat

diintegrasikan dengan sistem-sistem informasi yang laen seperti sistem informasi akademik, sistem informasi kemahasiswaan, dsb sehingga dihasilkan suatu sistem informasi baru yang lebih efektif dan efisien untuk diterapkan dalam PSAJM IPB.

64

KESIMPULAN DAN SARAN

1. Kesimpulan Pembuatan rancangan dan prototype sistem e-learning Program Sarjana Alih Jenis Manajemen (PSAJM) IPB menghasilkan beberapa kesimpulan sebagai berikut: a. Program Sarjana Alih Jenis Manajemen (PSAJM) IPB telah memiliki website yang menginduk pada website departemen manajemen sebagai induk organisasi Program Sarjana Alih Jenis Manajemen (PSAJM) IPB (http://manajemen-ipb.ac.id/), namun pada website tersebut belum tersedia layanan e-learning yang digunakan untuk mendukung sistem perkuliahan yang ada. b. Sumberdaya manusia merupakan faktor paling penting yang harus diperhatikan dalam pengembangan sistem e-learning selain faktor penentu sukses lainnya seperti ketersediaan dukungan dan komitmen semua pihak yang terlibat dan kesiapan anggaran. c. Sistem e-learning Program Sarjana Alih Jenis Manajemen (PSAJM) IPB ini dapat digunakan sebagai media pendukung dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap mata kuliah tertentu serta sebagai sarana berlatih melalui fitur kuis atau latihan soal yang ada. d. Sistem e-learning yang dihasilkan masih berupa prototype. e. Uji coba yang dilakukan pada mata kuliah MPO dan Riset Pemasaran menunjukkan bahwa penerapan sistem e-learning membantu dalam pendistribusian bahan ajar dan juga menambah pemahaman materi oleh mahasiswa dengan adanya soal kuis atau latihan soal. Dimana hasilnya dapat dijadikan sebagai salah satu unsur atau pelengkap dalam penghitungan nilai akhir suatu mata kuliah.

65

2. Saran Saran dan masukan yang dapat penulis sampaikan kepada organisasi adalah sebagai berikut: a. Sistem e-learning Program Sarjana Alih Jenis Manajemen (PSAJM) IPB yang dikembangkan masih berupa prototype sehingga dibutuhkan uji coba dan pengkajian lebih lanjut pada PSAJM IPB. b. Desain sistem e-learning Program Sarjana Alih Jenis Manajemen (PSAJM) IPB yang akan dikembangkan sebaiknya memperhatikan sistem operasi, perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan, keamanan, manajemen data, dan dilakukan pengujian lebih lanjut terhadap aplikasi yang sedang dikembangkan. c. Sistem e-learning yang akan dibangun sebaiknya mudah digunakan (user friendly) dan juga mudah diakses oleh user. d. Program Sarjana Alih Jenis Manajemen (PSAJM) IPB sebaiknya lebih menekankan kepada faktor penentu sukses agar pengimplementasian sistem e-learning dapat berjalan dengan lancar sehingga dihasilkan koreksi-koreksi untuk kesempurnaan sistem e-learning yang sedang dibangun. e. Penerapan sistem e-learning memerlukan adanya pelatihan pada administrator mata kuliah (dosen) dan sosialisasi pada user (mahasiswa). f. Pada penelitian selanjutnya disarankan menggunakan Enterprise) metode untuk PAE 3

pengembangan

(Perencanaan

Arsitektur

mendapatkan gambaran kebutuhan bisnis dan arsitekturnya secara lebih lengkap. g. Pada penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas materi yang ada, dalam hal ini melibatkan seluruh mata kuliah yang diampu oleh Departemen Manajemen. h. Pada penelitian selanjutnya disarankan populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa dan dilakukan kajian tentang efektifitas sistem informasi yang diimplementasikan.

http://www.enterprisearchitecture.info/

66

DAFTAR PUSTAKA

Adri, M. 2008. Pengembangan Model Belajar Jarak Jauh FT UNP dengan P4TK Medan dalam Rangka Perluasan Kesempatan Belajar. Makalah pada Seminar Nasional Kontribusi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dalam Pencapaian Milenium Development Goals (MDGs). 10 Maret 2008, Banten Anwas, O M. 2003. Model Inovasi E-learning dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Jurnal teknodik, edisi No. 12/VII/Oktober/2003. Davis, G B. 2002. Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen Bagian I: Pengantar. Penerbit PPM, Jakarta. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka, Jakarta. Fathansyah. 2004. Buku Teks Komputer: Basis Data. Penerbit Informatika, Bandung. Hartono, J. 2000. Pengenalan Komputer: Dasar Ilmu Komputer, Pemrograman, Sistem Informasi, dan Intelegensi Buatan. Penerbit ANDI, Yogyakarta. Hasibuan, MSP. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia. PT Bumi Aksara, Jakarta. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. 2007. Buku Panduan Sistem Manajemen Konten pada Platform Moodle. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya. Kadir, A. 2003. Pengenalan Sistem Informasi. Penerbit ANDI, Yogyakarta. Marimin. 2006. Sistem Informasi Manajemen Sumber Daya Manusia. PT Grasindo, Jakarta McLeod, R. Jr dan G. Schell. 2004. Sistem Informasi Manajemen edisi Kedelapan. PT Indeks, Jakarta. Nugroho, B. 2008. Aplikasi e-learning dengan PHP & Editor Dreamweaver. Penerbit Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Yogyakarta. Nugroho, Eko. 2008. Sistem Informasi Manajemen. Penerbit ANDI, Yogyakarta. Robbins, S. P. dan Mary Coulter. 2004. Manajemen Edisi Ketujuh Jilid I. PT Indeks, Jakarta. Rochaety, dkk. 2005. Sistem Informasi Manajemen Pendidikan. Jakarta, Bumi Aksara.

67

Sopian, A. 2007. Peran Pendidikan dalam Proses Belajar Mengajar Melalui Pengembangan E-learning. Makalah pada Pelatihan JARDIKNAS 2007. Nopember 2007, Batang. Stoner, JF., et al. 1996. Manajemen Jilid I. PT Prenhallindo, Jakarta. Wahono, R.S. 2003. Pengantar E-learning dan www.ilmukomputer.com. [21 Desember 2010] Pengembangannya.

http://www.apjii.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=59&Ite mid=53. [ 03 januari 2011]

68

LAMPIRAN

69

Lampiran 1. Struktur organisasi PSAJM IPB

Koordinator program

Wakil Bidang Akademik

Wakil Bidang Umum

Staff akademik

Bidang Fasilitas

Bidang Litbang

Bidang Keuangan

Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

PENUNJANG

OB & driver

69

70

Lampiran 2. Tampilan website Departemen Manajemen IPB

Lampiran 3. Tampilan website dengan user akses Admin.

71

Lampiran 4. Tampilan daftar fitur menu manipulasi bahan mata kuliah

Lampiran 5. Tampilan daftar fitur menu aktifitas mata kuliah

72

Lampiran 6. Tampilan daftar materi kuliah yang dapadt diunduh

Lampiran 7. Tampilan daftar kuis yang sedang dilaksanakan

73

Lampiran 8. Tampilan bank soal mata kuliah elearning

Lampiran 9. Tampilan informasi hasil pengerjaan kuis

74

Lampiran 10. Tampilan hasil kuis dalam bentuk grafik

Lampiran 11. Daftar tabel Data Dictionary


No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Nama Data id category fullname shortname idnumber summary format showgrades newsitems teacher student guest startdate enrolperiod maxbytes showreports visible hiddensections groupmode Tipe Data bigint bigint varchar varchar varchar text, varchar tinyint mediumint varchar varchar tinyint bigint bigint bigint smallint tinyint tinyint smallint 10 2 5 100 100 2 10 10 10 4 1 2 4 Length 10 10 254 100 100 Deskripsi auto_increment kategori nama lengkap nama singkat] no identitas hasil format perlihatkan nilai jumlah berita dosen mahasiswa tamu waktu mulai masa pembayaran kapasitas max perlihatkan laporan terlihat sembunyikan bagian mode grup

75

Lanjutan Lampiran 11.


20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 groupmodeforce lang timecreated timemodified restrictmodules expirynotify expirythreshold notifystudents enrollable enrolstartdate enrolenddate smallint varchar bigint bigint tinyint tinyint bigint tinyint tinyint bigint bigint 4 30 10 10 1 1 10 1 1 10 10 pemaksaan mode grup bahasa waktu pembuatan waktu perubahan batasi modul pemberitahuan kadaluarsa batas kadaluarsa beritahu mahasiswa bisa diikuti tanggal mulai pendaftaran tanggal berakhir pendaftaran

No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Nama Data id course name content text teacher timemarked mailed attachment

Tipe Data bigint bigint varchar text text bigint bigint tinyint varchar

Length 10 10 255

Deskripsi auto_increment mata kuliah nama isi kalimat

10 10 1 100

dosen waktu pembuatan setting email lampiran

No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

Nama Data id quizid feedbacktext mingrade maxgrade question layout answers single shuffleanswers correctfeedback partiallycorrectfeedback incorrectfeedback answernumbering

Tipe Data bigint bigint text double double bigint smallint varchar smallint smallint text text text varchar

Length 10 10

Deskripsi auto_increment no kuis pesan nilai minimal niali maksimal

10 4 255 4 4

pertanyaan pengaturan tampilan jawaban tunggal acak jawaban pesan jawaban benar pesan jawaban sebagian benar pesan jawaban salah

10

jumlah jawaban

76

Lanjutan Lampiran 11.


No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Nama Data id course name intro timeopen timeclose optionflags penaltyscheme attempts attemptonlast grademethod decimalpoints review questionsperpage shufflequestions shuffleanswers questions timecreated timemodified timelimit password popup delay1 delay2 Tipe Data bigint bigint varchar text bigint bigint bigint smallint mediumint smallint smallint smallint bigint bigint smallint smallint text bigint bigint bigint varchar smallint bigint bigint 10 10 10 255 4 10 10 10 10 10 4 6 4 4 4 10 10 4 4 Length 10 10 255 Deskripsi auto_increment mata kuliah nama perkenalan waktu pembukaan waktu penutupan Penandaan Pilihan faktor pengurang kehadiran kehadiran terakhir metode penilaian setting desimal pembahasan seingakt pertanyaan per halaman acak pertanyaan acak jawaban pertanyaan tanggal pembuatan tanggal perubahan batas waktu kata sandi jendela baru waktu tunda 1 waktu tunda 2

No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Nama Data quiz userid attempt sumgrades timestart timefinish timemodified layout preview

Tipe Data bigint bigint mediumint double bigint bigint bigint text smallint

Length 10 10 6 10 10 10 3

Deskripsi nama kuis no kuis jumlah mencoba jumlah nilai waktu mulai waktu berhenti waktu perubahan tampilan gambaran

77

Lanjutan Lampiran 11.


No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Nama Data id courseid shortname fullname itemid rawgrade rawgrademax rawgrademin rawscaleid usermodified finalgrade locktime feedback timecreated timemodified Tipe Data bigint bigint varchar text bigint decimal decimal decimal bigint bigint decimal bigint mediumtext bigint bigint 10 10 10 10,5 10,5 10,5 10 10 10,5 10 Length 10 10 255 Deskripsi auto_increment no mata kuliah nama depan nama lengkap no barang nilai tiap pertanyaan nilai max pertanyaan nilai min pertanyaan skala nilai modifikasi pemakai nilai akhir batas waktu pesan waktu pembuatan waktu perubahan

No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Nama Data id parent userid created modified mailed subject message format attachment mailnow

Tipe Data bigint bigint bigint bigint bigint tinyint varchar text tinyint varchar bigint

Length 10 10 10 10 10 2 255 2 100 10

Deskripsi auto_increment atasan no user pembuatan perubahan setting email judul isi pesan format lampiran kirim sekarang