Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN KASUS

SUB ARACHNOID HEMOAGIC dan INTRAVENTRIKULAR HEMORAGIC

Pembimbing :

dr. Ananda Setiabudi, Sp. S

Disusun !e" : K"#isna Pa#amaa#$"a %&%'%(')&%

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PEN*AKIT SARA+ RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BUDHI ASIH ,AKARTA PERIODE ,ANUARI -%). / +EBRUARI -%). +AKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI ,AKARTA 1

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah YME karena atas rahmat dan hidayah-Nya saya selaku penulis akhirnya dapat menyelesaikan tugas laporan kasus dengan judul Sub Ara!hnoid "emooragi! dan #ntra$entrikular "emoragi!% sebagai tugas indi$idu dalam kepanitraan klinik ilmu penyakit sara& periode 'anuari ( )ebruari *+1, ini. -idak lupa u!apan terima kasih penulis haturkan kepada semua pihak yang membantu terselesaikannya makalah ini yaitu kepada pengajar di SM) ilmu penyakit sara& khususnya kepada dr. Ananda Setiabudi, Sp.S selaku konsulen pembimbing yang membimbing penulis dalam menyelesaikan tugas laporan kasus ini. .aporan kasus ini disusun dari berbagai sumber re$erensi yang rele$an, baik buku-buku ajar kedokteran, jurnal, artikel-artikel nasional dan internasional dari internet dan lain sebagainya. Semoga laporan kasus ini dapat berman&aat baik bagi penulis sendiri khususnya maupun bagi para pemba!a pada umumnya. -entu saja sebagai manusia, penulis tidak dapat terlepas dari kesalahan. Penulis menyadari makalah yang dibuat ini jauh dari sempurna, sehingga penulis mengharapkan masukan baik berupa saran maupun kritikan demi perbaikan yang selalu perlu untuk dilakukan agar kesalahan-kesalahan dapat diperbaiki di masa yang akan datang. Semoga makalah ini dapat berman&aat khususnya bagi saya yang sedang menempuh pendidikan dan bagi kelompok-kelompok selanjutnya.

'akarta, 'anuari *+1,

Penyusun *

PENDAHULUAN

LAPORAN KASUS NEUROLOGI RSUD BUDHI ASHI

Nama Ma"asis0a

: K"#isna Pa#amaa#$"a 1 %&%'%(')%) 2

D 3$e# Pembimbing : d#' Ananda Se$iabudi4 S5'S

I'

IDENTITAS PASIEN 0 Ny. SA 121-*2-2*3 0 62 -ahun 'enis kelamin Suku bangsa Agama Pendidikan 0 4anita 0 #ndonesia 0 #slam 0 SMA

Nama 5mur

Status perka7inan 0 Menikah Pekerjaan Alamat 0 #bu rumah tangga

0 'l. 8artika 9aya ## no./2, 'akarta Selatan

-anggal masuk 9S 0 1:;1;*+1,

II' ANAMNESIS 1 Tg! )6 ,anua#i -%). P3! %7'%% se8a#a au$ anamnesis dan a!! anamnesis dengan 8u8u 5asien2 Ke!u"an u$ama :

Pasien tidak sadar 1+ jam yang lalu Ke!u"an $amba"an :

Nyeri kepala di sisi kanan, lemas, mual, muntah Ri0a9a$ Pen9a3i$ Se3a#ang : Pasien datang ke 5<= 9S5= >udi Asih tanggal 1: 'anuari *+1, pukul **.++ 4#> dengan keluhan tidak sadar. A7alnya pasien merasa sangat sakit di seluruh kepalanya se!ara mendadak pada sore hari dan tidak berputar. 8emudian dikatakan keluarga, pasien sempat pingsan tidak sadarkan diri dan keluarga langsung mendatangkan dokter untuk memeriksa pasien. =ikatakan dokter ,

tekanan darah pasien saat itu tinggi dan diberikan obat penurun tekanan darah tetapi keluarga tidak tahu nama obat yang diberikan. Setelah diberikan obat, keadaan pasien membaik dan sempat sadarkan diri tetapi malam hari pukul **.++ pasien kembali pingsan tidak sadarkan diri dan langsung diba7a ke 9S5= >udi Asih. Selain nyeri kepala, pasien juga mengeluh mual. 8arena merasa mual, pasien hanya makan sedikit sejak pagi. 8eluarga pasien mengatakan pasien sempat muntah 1? sebelum pingsan yang kedua pada malam hari, muntah !airan berisi makanan sekitar setengah gelas a@ua. Muntah dikatakan keluarga pasien tidak menyemprot. Pasien merasa lemas diseluruh tubuhnya. -idak ada rasa lemas di salah satu sisi tangan dan kaki. Pasien juga masih dapat berkomunikasi dengan baik. =emam tidak dirasakan oleh pasien. Penglihatan ganda atau hilang penglihatan di sekeliling lapang pandang disangkal pasien, tidak ada kejang sebelumnya dan tidak ada gangguan pendengaran seperti rasa penuh di telinga atau mendenging di telinga. 9i7ayat trauma terbentur di daerah kepala tidak ada. 9asa kaku di leher juga tidak ada. >uang air ke!il dan buang air besar pasien normal. Ri0a9a$ 5en9a3i$ da"u!u 0 Pasien belum pernah mengalami keluhan nyeri kepala sangat hebat seperti ini sebelumnya. 9i7ayat tekanan darah tinggi, penyakit jantung, penyakit ginjal, ken!ing manis, stroke, kejang, penyakit kolesterol tinggi dan asam urat tinggi tidak diketahui sebelumnya. Ri0a9a$ 5en9a3i$ 3e!ua#ga 0 9i7ayat tekanan darah tinggi, penyakit jantung, penyakit ginjal, ken!ing manis, stroke, kejang, kolesterol tinggi, dan asam urat tinggi dalam keluarga disangkal oleh pasien dan keluarga. =i keluarga pasien tidak ada yang pernah mengalami keluhan seperti pasien.

Ri0a9a$ A!e#gi : Pasien menyangkal adanya alergi terhadap obat atau makanan, minuman tertentu. Ri0a9a$ s sia! dan 3ebiasaan: Pasien tidak merokok dan tidak meminum alkohol. Pasien jarang berolahraga. 8adang mengkonsumsi makanan yang berlemak dan bersantan. Pasien jarang mengkonsumsi makanan yang asin. =an kebiasaan minum pasien sehari-hari !ukup. III' PEMERIKSAAN +ISIK Peme#i3saan Umum Keadaan Umum 8esadaran Te3anan Da#a" Nadi Suhu Perna&asaan Ke5a!a Ekspresi 7ajah0 -ampak 7ajah simetris 9ambut >entuk Ma$a 8onjungti$a Sklera Pupil Te!inga : 0 anemis 1-;-3 0 ikterik 1-;-3 0 bulat isokor /mm;/mm. 0 "itam keputihan 0 Normo!ephali : Tam5a3 sa3i$ sedang 0 Aomposmentis : )(%:;% mmHg 0 2+ ?;menit 0 /:,/ oA 0 1B ?;menit

8edudukan bola mata 0 orto&oria;orto&oria

Selaput pendengaran 0 sulit dinilai Sumbatan Perdarahan Mu!u$ >ibir Le"e# -rakhea terletak ditengah -idak teraba benjolan;8<> yang membesar 8elenjar -iroid 0 tidak teraba membesar T" #a3s >entuk Pembuluh darah Pa#u / Pa#u
Pemeriksaan #nspeksi 8iri 8anan Palpasi 8iri 8anan Perkusi Auskultasi 8iri 8anan 8iri 8anan Simetris dinamis Simetris

.iang telinga Serumen Aairan

0 lapang 0 C;C 0 -;-

0 -;0 -;-

0 Sianosis 1-3, luka 1-3, simetris.

0 Simetris 0 -idak tampak pelebaran pembuluh darah


=epan saat statis saat statis >elakang dan Simetris saat statis dinamis dan Simetris saat statis

dan dan

dinamis dinamis Do!al &remitus dan pergerakan Do!al &remitus dan pergerakan napas simetris napas simetris Do!al &remitus dan pergerakan Do!al &remitus dan pergerakan napas simetris Sonor di seluruh lapang paru Sonor di seluruh lapang paru - Suara $esikuler - 4heeEing 1-3, 9onki 1-3 - Suara $esikuler - 4heeEing 1-3, 9onki 1-3 napas simetris Sonor di seluruh lapang paru Sonor di seluruh lapang paru - Suara $esikuler - 4heeEing 1-3, 9onki 1-3 - Suara $esikuler - 4heeEing 1-3, 9onki 1-3

,an$ung #nspeksi Palpasi 0 -idak tampak pulsasi iktus !ordis 0 teraba iktus !ordis di i!s D 1!m lateral linea midkla$ikula kiri F

Perkusi >atas kanan >atas kiri >atas atas Auskultasi Abd men #nspeksi Palpasi 0 =atar, simetris, smiling umbili!us 1-3 0 =inding perut "ati .impa <injal Perkusi Auskultasi E3s$#emi$as Akral -eraba hangat pada keempat ekstremitas. edema 1-3 STATUS NEUROLOGIS A. <AS >. <erakan Abnormal A. .eher 0 E,D6M: 18ompos mentis3 00 8aku 1(3, <erak bebas 0 Supel, tidak teraba adanya massa ; benjolan, de&ense mus!ular 1-3, terdapat nyeri tekan pada epigastrium. 0 -idak teraba 0 -idak teraba 0 >allotement -;0 Sela iga ###-D linea sternalis kanan 0 Sela iga ###-D, 1!m lateral linea midkla$ikula kiri 0 Sela iga ### linea parasternal kiri 0 >unyi jantung #-## reguler, <allop 1-3, Murmur 1-3.

0 -impani di keempat kuadran abdomen 0 >ising usus 1C3 normal

=. -anda 9angsang Meningeal 8anan 8aku kuduk .ase@ue 8ernig >rudEinsky # >rudEinsky ## 1-3 GF+o G1/6o 1-3 1-3 GF+o G1/6o 1-3 1-3 8iri

E. Ner$us 8ranialis N.# 1 Hl&aktorius 3 Subjekti& N. ## 1 Hptikus 3 -ajam penglihata 1$isus bedside3 .apang penglihatan Melihat 7arna 5kuran )undus Hkuli Normal -idak =ilakukan -idak =ilakukan #sokor, = /mm -idak dilakukan Normal -idak =ilakukan -idak =ilakukan #sokor, = /mm -idak =ilakukan

N.###, #D, D# 1 Hkulomotorik, -ro!hlearis, Abdus!en 3 Nistagmus Pergerakan bola mata 8edudukan bola mata 9e&lek Aahaya .angsung I -idak .angsung =iplopia N.D 1-rigeminus3 Membuka mulut Menggerakan 9ahang H&talmikus Ma?illaris Mandibularis N. D## 1 )asialis 3 Perasa lidah 1 *;/ anterior 3 Motorik Hksipito&rontalis Motorik orbikularis okuli Motorik orbikularis oris N.D### 1 Destibulokoklearis 3 -es pendengaran -es 8eseimbangan N. #J,J 1 Dagus 3 Perasaan .idah 1 1;/ belakang 3 -idak =ilakukan 2 < < >aik ke segala >aik ke segala arah Hrto&oria C C C C C C arah Hrto&oria C C C C C C

-idak =ilakukan >aik >aik >aik >aik >aik >aik -idak dilakukan >aik

9e&leks Menelan 9e&leks Muntah N.J# 1Assesorius3 Mengangkat bahu Menoleh N.J## 1 "ipoglosus 3 Pergerakan .idah =isatria ). Sistem Motorik -ubuh Ekstremitas Atas Postur -ubuh Atro&i Htot -onus Htot <erak in$olunter 8ekuatan Htot Ekstremitas >a7ah Postur -ubuh Atro&i Htot -onus Htot <erak in$olunter 8ekuatan Htot <. 9e&leks
9e&leks )isiologis >isep -risep Patela A!hiles 8anan C C C C

>aik -idak dilakukan

>aik >aik >aik -idak ada

8anan >aik Eutro&ik Normotonus 1-3 6666 8anan >aik Eutro&ik Menurun 1&laksid3 1-3 6666

8iri >aik Eutro&ik Normotonus 1-3 6666 8iri >aik Eutro&ik Normotonus 1-3 6666

8iri C C C C

1+

9e&leks Patologis >abinski Ahaddok Hppenheim <ordon 8lonus "o&&man -romer

8anan -

8iri -

". <erakan #n$olunter 8anan 8iri -

-remor Ahorea Athetosis Myo!loni -ies

#. -es Sensorik 1rasa raba dan rasa nyeri 3 0 >aik '. )ungsi Autonom Miksi =e&ekasi 0 .an!ar pasien menggunakan pampers 0 -erakhir buang air besar sebelum pingsan pertama

Sekresi 8eringat 0 >aik 8. 8eseimbangan dan koordinasi

-es disdiadokinesis Per!obaan telunjuk-hidung Per!obaan jari-jari Per!obaan tumit-lutut =isgra&ia -es romberg -es melangkah di tempat IV' PEMERIKSAAN PENUN,ANG 1. Pemeriksaan laboratorium darah

"asil >aik >aik >aik >aik -idak dilakukan -idak dilakukan -idak dilakukan

11

Pemeriksaan laboratorium darah tanggal 1:-1-*+1, Pemeriksaan "emoglobin "ematokrit .eukosit Eritsosit -rombosit MAD MA" MA"A 9=4 5reum =arah 8reatinin =arah <ula =arah A#-H Natrium 1=arah3 8alium 1=arah3 8lorida 1=arah3 "asil Satuan "EMA-H.H<# 1,,: g;d. ,6 K )64. ribu;u. 6,* 'uta;u. /:+ ribu;u. B*,, &. *F,+ Pg /*,B g;d. 11,/ K )5N<S# <#N'A. 1B mg;d. +,62 mg;d. <5.A =A9A" )(; mg;d. E.E8-9H.#- =A9A" 1,+ mmol;. /,F mmol;. 1+1 mmol;. Nilai 9ujukan 11,F-16,6 /6-,F /,:-11 /,B-6,* 16+-,,+ B+-1++ *:-/, /*-/: L1, 1/-,/ L1,1 L11+ 1/6-166 /,:+-6,6+ 26-1+B

Pemeriksaan laboratorium tanggal 1F-1-*+1, Pemeriksaan 8olesterol total -rigliserida "=. =irek 8olesterol .=. Asam urat <= jam +:.++ <= jam +2.++ -' Peme#i3saan #adi ! gi )oto -horaks AP tanggal 1: 'anuari *+1, =eskripsi 0 tampak pembesaran jantung dengan A-9 G6+K "ilus baik, sinus !ostropheni!us lan!ip Pulmo dalam batas normal 1* "asil -)) FF BB )%; ,,* )-& )=% Satuan mg;d. mg;d. mg;d. mg;d. mg;d. mg;d. mg;d. Nilai 9ujukan L*++ L1:+ G,+ L1++ L6,F L11+ L11+

8esan

0 Aardiomegali e! hipertro&i $entrikel kiri

"asil pemeriksaan A- s!an kepala non kontras tanggal 1: 'anuari *+1,

=eskripsi 0 -ampak lesi dengan densitas hiperdens pada area sub arahnoid tempora bilateral dan intra$entrikular dengan $entrikulomegali 8esan 0 Sub ara!hnoid "emoragi! et #ntra$entrikulare hemoragi! et hidro!ephalus

&' Peme#i3saan EKG

8esan 0 sinus, $entrikel kiri hipertro&i

V' RESUME Pasien datang ke 5<= 9S5= >udi Asih tanggal 1: 'anuari *+1, pukul **.++ 4#> dengan keluhan tidak sadar. A7alnya pasien merasa sangat sakit di seluruh kepalanya se!ara mendadak pada sore hari dan tidak berputar. 8emudian dikatakan keluarga, pasien sempat pingsan tidak sadarkan diri dan keluarga langsung mendatangkan dokter untuk memeriksa pasien. =ikatakan dokter tekanan darah pasien saat itu tinggi dan diberikan obat penurun tekanan darah tetapi keluarga tidak tahu nama obat yang diberikan. Setelah diberikan obat, keadaan pasien membaik dan sempat sadarkan diri tetapi malam hari pukul **.++ pasien kembali pingsan tidak sadarkan diri dan langsung diba7a ke 9S5= >udi Asih. Selain nyeri kepala, pasien juga mengeluh mual. 8eluarga pasien mengatakan pasien sempat muntah 1? sebelum pingsan yang kedua pada malam hari, muntah !airan berisi makanan sekitar setengah gelas a@ua. Muntah dikatakan keluarga pasien tidak menyemprot. Pasien merasa lemas diseluruh tubuhnya. -idak ada rasa lemas di salah satu sisi tangan dan kaki. Pasien juga masih dapat berkomunikasi dengan baik. =emam tidak dirasakan oleh pasien. Penglihatan 1/

ganda atau hilang penglihatan di sekeliling lapang pandang disangkal pasien, tidak ada kejang sebelumnya dan tidak ada gangguan pendengaran seperti rasa penuh di telinga atau mendenging di telinga. 9i7ayat trauma terbentur di daerah kepala tidak ada. 9asa kaku di leher juga tidak ada. >uang air ke!il dan buang air besar pasien normal. Pada pemeriksaan tanda $ital didapatkan tekanan darah 12+;B+ mmhg, nadi 2+ ?;m, suhu /:,/ A, perna&asan 1B ?;m. Pada pemeriksaan neurologis didapatkan kesadaran !ompos mentis, dan tidak didapatkan adanya de&isit neurologis. Pemeriksaan keseimbangan dalam batas normal. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil laboratorium darah didapatkan leukosit 1F,, ribu;u., <=S 12B mg;d., <=P 1*/ mg;d., <=PP 16+ mg;d. 8olesterol total *11 mg;dl, .=. 1+B mg;dl. Pada &oto thora? AP kesan !ardiomegali e! hipertro&i $entrikel kiri, dan A--S!an kepala non kontras kesan sub ara!hnoid hemoragi!, intra$entrikular hemoragi!, dan hidro!ephalus

VI' Diagn sis =iagnosis klinis =iagnosis etiologi =iagnosis topis =iagnosa patologis 0 nyeri kepala berat sisi kanan. 0 SubAra!hnoid "emoragi! et #ntraDentrikular "emoragi! 0 Subara!hnoid temporal bilateral, intra$entrikular. 0 "emoragi! 1Perdarahan3

et hydro!ephalus dengan )9 "ipertensi,=M dan dislipidemia.

VII' Pena$a!a3sanaan: 1. Non medikamentosa o Edukasi kepada pasien tentang penyakit dan pengobatan yang diberikan. o Ele$asi kepala pasien /+ derajat.

*. Medikamentosa 1,

o o o o o o o #.

#D)= Asering C takelin 1g ;1* jam Amlodipin 1 ? 6 mg tab Propepsa / ? 1 !th Sim$astatin 1 ? 1+ mg tab 8etopain / ? 1 amp 1#D ( drip dalam na!l 1++!!3 Manitol , ? 1*6 iu Nimotop 1!! ; jam indikasi tindakan di

/. 8onsul 8onsul dokter spesialis bedah sara&, apakah ada bidang -S. ja7aban konsul 0 tidak ada indikasi dilakukan tindakan. Hs diberikan terapi 0 nimotop 1!!;jam naikan ma? 6 !!;jam. I>' P# gn sis Ad $itam Ad &ungsionam Ad Sanationam >' + !! 0 u5 Sab$u4 ); ,anua#i -%). 8eluhan nyeri kepala masih dirasakan berat di seluruh kepalanya. Mual jg dirasakan oleh pasien tetapi tidak disertai muntah. Pasien saat ini makan dengan diet !air, dan !ukup minum. >uang air ke!il lan!ar, buang air besar terakhir tanggal 1: 'anuari *+1,. Pada pemeriksaan &isik tekanan darah 1:+;2+ mm"g, tidak ada de&isit neurologis. -erapi masih sama diberikan. Senin4 -% ,anua#i -). 8eluhan nyeri kepala berat di seluruh kepalanya masih ada namun dirasakan membaik, muntah -, mual -. Makan dengan diet !air dan masih !ukup 16 0 dubia ad bonam 0 dubia ad bonam 0 dubia ad malam

minum. >uang air ke!il lan!ar, buang air besar terakhir tanggal 1: 'anuari *+1,. Pada pemeriksaan &isik, didapatkan kesadaran !ompos mentis, tekanan darah 1/+;2+ mm"g, tidak ada de&isit neurologis. -erapi masih sama diberikan. BAB III ANALISA KASUS

)aktor resiko stroke terdiri dari mayor dan minor, dimana mayor terbagi lagi menjadi unmodi&iable dan modi&iable. Pada kasus ini didapatkan beberapa &aktor resiko yang dimiliki pasien sehingga meningkatkan kemungkinan untuk terjadi stroke. Pada kasus ini pasien berusia 62 tahun, insiden terjadinya subara!hnoid hemoragi! :*K sering terjadi pada pasien dengan usia ,+-:+ tahun. 9isiko terkena stroke hemoragi! meningkat sejak usia ,6 tahun. Setiap penambahan usia tiga tahun akan meningkatkan risiko stroke sebesar 11-*+K. =ari semua stroke, orang yang berusia lebih dari :6 tahun memiliki risiko paling tinggi yaitu F1K, sedangkan *6K terjadi pada orang yang berusia ,6-:6 tahun, dan ,K terjadi pada orang berusia L,6 tahun. )aktor resiko selain usia, adalah jenis kelamin, pada kasus ini pasien berjenis kelamin 7anita. Menurut data dari *B rumah sakit di #ndonesia, ternyata laki-laki lebih banyak menderita stroke dibandingkan perempuan. #nsiden stroke 1,*6 kali lebih besar pada laki-laki dibanding perempuan. Adanya ri7ayat penyakit stroke dalam keluarga penting ditanyakan untuk menentukan &aktor resiko genetik, 7alaupun pada pasien dikatakan tidak ada ri7ayat penyakit stroke dalam keluarga. 8ebiasaan ataupun gaya hidup sehari-hari mempengaruhi &aktor resiko terjadinya stroke, dan pada pasien dikatakan tidak ada ri7ayat merokok, meminum akohol, tidak mengkonsumsi makanan yang asin dan minum air putih dalam jumlah yang !ukup. "anya saja pasien sering mengkonsumsi makanan yang berlemak, dan jarang berolahraga. >eberapa penyakit dapat ditimbulkan dari kebiasaan hidup yang tidak baik, seperti dislipidemia, hipertensi, hiperuri!emia, yang akan dilihat tidak hanya dari gejala klinis yang ditimbulkan tetapi juga dari pemeriksaan &isik 1:

dan pemeriksaan laboratorium darah yang akan dibahas selanjutnya. Pasien datang ke 5<= 9S5= >udi Asih tanggal 1: 'anuari *+1, pukul **.++ 4#> dengan keluhan tidak sadar. Stroke adalah gejala klinis yang terjadi se!ara !epat dari gangguan &okal atau global &ungsi otak, dengan gejala terjadi selama *, jam atau lebih atau mengarahkan kepada kematian, dengan penyebabnya adalah berasal dari pembuluh darah. Adanya penurunan kesadaran merupakan salah satu dari gejala de&isit neurologis yang terdapat pada penyakit stroke. Perdarahan sub ara!hnoid timbul bila pembuluh darah diluar otak ruptur maka ruang subara!hnoid dengan !epat akan terisi dengan darah. Peningkatan tekanan yang mendadak di luar otak juga dapat menyebabkan kesadaran menurun bahkan sampai kematian jika perdarahan terjadi se!ara masi$e dan tidak diberikan terapi se!ara !epat. Selain itu pasien akan tiba-tiba merasakan sakit kepala yang hebat, sakit pada leher, mual, dan muntah. Pasien biasanya mengatakan sebagai sakit kepala yang sangat hebat dirasakan dan tidak pernah sesakit kepala seperti ini sebelumnya. Pada pasien selain nyeri kepala, juga terdapat keluhan mual dan muntah *? pada saat sebelum pingsan kedua dan hari ra7at pertama. Mual dan muntah yang terjadi disini dapat diakibatkan karena peningkatan -#8 se!ara mendadak akan merangsang pusat muntah yang terletak di daerah postrema medulla oblongata di dasar $entrikel ke empat. Muntah dapat dirangsang melalui jalur sara& e&eren oleh rangsangan ner$us $agus dan simpatis atau oleh rangsangan emeti! yang menimbulkan muntah dengan akti$asi A-M 1!hemoreseptor trigger Eone3, kemudian jalur e&eren menerima sinyal yang menyebabkan terjadinya gerakan ekspulsi& otot abdomen, gastrointestinal, dan pernapasan yang terkordinasi dengan epi&enomena emeti! yang menyertai disebut muntah. Penyebab lain yang dapat menimbulkan gejala mual adalah kemungkinan adanya dispepsia akibat peningkatan asam lambung pada pasien, karena pada pemeriksaan &isik juga ditemukan adanya nyeri epigastrim. Pasien merasa lemas diseluruh tubuhnya, dapat dikatakan sebagai gejala dari general 7eakness. -idak ada rasa lemas di salah satu sisi tangan dan kaki. Pasien juga masih dapat berkomunikasi dengan baik menandakan belum adanya 1F

gangguan pada jaras kortikospinal dan kortikobulbar yang mengatur persara&an motorik seperti kekuatan otot dan &ungsi dari n. Aranialis. Ada beberapa sistem skor untuk membedakan jenis stroke apakah in&ark ataukah hemoragi!. 5ntuk membedakan jenis strok digunakan sistem s!oring strok menurut Siriraj yang masih sering digunakan sebagai berikut 0 1*,6 ? derajat kesadaran3 C 1* ? $omitus3 C 1* ? nyeri kepala3 C 1+,1 ? tekanan diastoli!3 ( 1/ ? petanda ateroma3 ( 1* =erajat kesadaran 0 =asar interpretasi yang digunakan

+ 8ompos mentis, 1 Somnolen, * adalah 0 Sopor;koma Domitus 0 + -idak ada, 1 Ada Nyeri kepala 0 + -idak ada, 1 Ada Ateroma 0 + -idak ada, 1 Salah satu atau lebih 0 diabetes, angina, penyakit pembuluh darah. Skor G 1 Skor L -1 0 hemoragi! 0 in&ark !erebri Skor -1 s.d. 1 0 perlu A- S!an

Pada pemeriksaan tanda $ital didapatkan tekanan darah 12+;B+ mmhg, yang dapat dikatakan sebagai hipertensi grade ##. "ipertensi merupakan &aktor risiko utama terjadinya stroke. "ipertensi dapat menyebabkan timbulnya ense&alopati hipertensi&, in&ark otak, perdarahan intra !erebrum, dan perdarahan sub ara!hnoid. "ipertensi meningkatkan risiko terjadinya stroke sebanyak 1;* sampai * kali. Makin tinggi tekanan darah kemungkinan stroke makin besar karena terjadinya kerusakan pada dinding pembuluh darah sehingga memudahkan terjadinya penyumbatan;perdarahan otak. Sebanyak F+K dari orang yang terserang stroke mempunyai tekanan darah tinggi dan dengan menurunkan 1B

tekanan darah sistolik 6-: mm"g selama 6 tahun dapat menurunkan resiko stroke /BK. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan adanya hasil hiperglikemia dan dislipidemia. Pasien tidak mengetahui adanya penyakit tersebut sebelumnya. =iabetes mellitus merupakan &aktor risiko untuk stroke. =iabetes melitus dapat memper!epat terjadinya aterosklerosis 1pengerasan pembuluh darah3 yang lebih berat sehingga berpengaruh terhadap terjadinya stroke. 9isiko terjadinya stroke pada penderita diabetes mellitus , kali dibandingkan dengan yang tidak menderita diabetes mellitus. 8ondisi kolesterolemia se!ara langsung dan tidak langsung meningkatkan &a!tor risiko, tingginya kolesterol dapat merusak dinding pembuluh darah dan juga menyebabkan penyakit jantung koroner. 8olesterol yang tinggi terutama Low Density Lipoprotein 1.=.3 akan membentuk plak di dalam pembuluh darah dan dapat menyumbat pembuluh darah baik di jantung maupun di otak. 8adar kolesterol total G *++ mg;dl meningkatkan risiko stroke 1,/1-*,2 kali. Pada hasil ekg dan &oto thora? AP kesan !ardiomegali e! hipertro&i $entrikel kiri, hal ini bisa diakibatkan karena adanya keadaan hipertensi lama yang tidak diketahui sebelumnya oleh pasien. Sehingga terjadi kompensasi pembesaran $entrikel kiri untuk meningkatkan kemampuan jantung memompa darah ke seluruh tubuh. =ari hasil A--S!an kepala non kontras kesan ara!hnoid hemoragi!, intra$entrikular hemoragi!, dan hidro!ephalus. 8ita dapat menentukan grade;tingkatan sub ara!hnoid hemoragi! berdasarkan anamnesis dan gejala klinis. =imana pada pasien ini pasien masuk ke dalam grade ##. Penentuan grade ini nantinya juga berpengaruh sebagai pedoman penatalaksanaan yang diberika kepada pasien. <rade # Nyeri kepala ringan, dengan atau tanpa adanya rangsangan meningeal <rade ## Nyeri kepala sedang sampai berat, dengan atau tanpa adanya midriasis pupil sub

12

<rade ###

-erdapat adanya perubahan ringan pada pemeriksaan neurologis dan status mental

<rade #D -erjadi penuruan kesadaran dan de&isit lokal <rade D -erjadi koma

Masukin data &oto rontgen, !t s!an, ekg Masukan skoring grab s!ore i$h -entang hidro!ephalus di !t s!anN -erapi sah, i$h,

Perhimpunan =okter Spesialis Sara& #ndonesia 1PE9=HSS#3 tahun *++F sudah membuat pedoman terapi terhadap stroke akut yang dapat diterapkan di 5nit Stroke dan #nstalasi 9a7at =arurat. Pasien stroke di 5nit Stroke, berasal dari #nstalasi 9a7at =arurat, #A5, #AA5, unit pera7atan lainnya di rumah sakit yang sama, atau rujukan oleh dokter se!ara indi$idu, atau dari rumah sakit;institusi pelayanan kesehatan lainnya melalui unit ra7at jalan, dan rangkaian tindakannya dibagi berdasarkan beberapa stadium, yaitu0 Stadium "iperakut -indakan pada stadium ini dilakukan di #nstalasi 9a7at =arurat dan merupakan tindakan resusitasi serebrokardiopulmoner. 5saha neuroresusitasi lebih diutamakan agar kerusakan organ otak dibatasi seke!il mungkin disamping penyelamatan ji7a pasien. Sebaiknya pasien dilakukan pemberian oksigen * .;menit dan pemberian !airan kristaloid;koloid, hindari pemberian !airan dekstrosa atau saline dalam air. Pemeriksaan sistim koagulasi dan hemostasis serta pemeriksaan kimia darah dilakukan sebelum pasien dipindahkan ke 5nit Stroke. *+

Pada stadium hiperakut pasien dilakukan pemeriksaan A- s!an otak, elektrokardiogra&i, &oto thoraks, darah peri&er lengkap dan jumlah trombosit, protrombin time , AP--, glukosa darah, kimia darah termasuk elektrolit, jika hipoksia dapat dilakukan pemeriksaan analisa gas darah dan pemeriksaan AS) bila !uriga kasus perdarahan sub arahnoid. -indakan suporti& lain yang harus dilakukan di #nstalasi 9a7at =arurat adalah stimulasi dini terhadap penderita lebih ditujukan terhadap keadaan kognisi dan mental penderita serta memberikan penjelasan pada keluarga penderita agar keluarga tenang dalam menghadapi krisis yang menimpa penderita. Stadium Akut Asuhan medis yang dilakukan terhadap pasien stroke akut pada stadium ini meliputiO tindakan terapi &isik, okupasi, 7i!ara dan psikologis serta melakukan telaah sosial untuk membantu pemulihan penderita. Penjelasan dan edukasi kepada keluarga penderita diperlukan yang menyangkut dampak stroke terhadap penderita dan keluarga serta tata!ara pera7atan penderita yang dapat dilakukan keluarga. -ujuan penatalaksanaan stroke akut 1AAN *++*3O 113 menetapkan diagnosa stroke se!ara pasti, 1*3 meminimalisasi !edera otak iskemik ataupun hemoragik, men!egah dan mengobati komplikasi yang terjadi, 1,3 men!egah stroke berulang, dan 163 memaksimalkan kualitas hidup penderita stroke. >erikut ini dijelaskan beberapa pedoman penatalaksanaan yang harus dikerjakan pada pasien stroke akut berdasarkan jenis patologisnya.

*1

DA+TAR PUSTAKA 1. -ruelsen -, >egg S, Mathers A. <lobal burden disease. A$ailable at 0 www.who.int/healthinfo/statistics/bod_cerebrovasculardiseasestroke.p df. A!!esed at 0 No$ember *,, *+1/. *. Smith 4S, 'ohnston SA, Easton '=. Aerebro$as!ular diseases. #n0 8asper =., editor. "arrisonPs prin!iples o& internal medi!ine. 1:th ed. Ne7 York0 M!<ra7-"illO *++6. p. */F*-2/. /. Misba!h, '. Stroke. #n 0 'annis ', editor. 'akarta0 >alai penerbit )8 5#O1222. p. 12-*,. ,. .umbantobing, SM. Dertigo. 'akarta0 >alai penerbit )8 5#O *++F. p. :1-*. 6. Sjahrir, ". Nyeri kepala dan $ertigo. 'akarta 0 Pustaka !endekia pressO *++B. p 12B. :. <oldsEmidt A', Aaplan .9. Esensial stroke. 'akarta0 E<AO *+11. p 2*,. F. <o&ir, A. Manajemen stroke. 'akarta 0 pustaka !endekia pressO *++2. p ,2. B. .umbantobing, SM. Neurologi klinik pemeriksaan &isik dan mental. 'akarta0 >alai penerbit )8 5#O *+11. p. 1+:-2.

**