Anda di halaman 1dari 3

Hasil Resume Seminar Membangun Jiwa Entepreneurship pada Mahasiswa Melalui Kegiatan Magang Kewirausahaan pada UIN Sunan

Kalijaga Yogyakarta Tahun 2013 Informasi tahun 2013, panitia magang di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta membuka pelatihan magang dengan kuota 245 peserta dari total peserta yang mendaftar 500 mahasiswa yang nantinya akan dibagi kedalam 35 kelompok masing-masing beranggotakan 7 peserta. Adapun rincian dari pelatihan magang itu sendiri terdiri dari jasa, technopreneur, echopreneur, perdagangan, dan kuliner. Pelaksanaannya dimulai pada tanggal 17-19 November 2013 dengan rincian 7 sesi atau tahapan, setiap sesi selama 7 hari. Native 1 Bapak Pendamping sekaligus Kepala Pusat Studi Magang, Abdur Rozaki Msi, mengatakan bahwa dalam membangun kewirausahaan itu Jatuh Bangun, yang artinya dalam membangun wirausaha tidak serta merta dan semudah membalikkan kedua telapak tangan kita. Akan tetapi dengan mulai dari angka 0 dulu, istilahnya kecil-kecilan. Beliau juga mengisahkan perjuangan Bapak Rektor UIN Sunan Kalijaga, bahwa dalam perjalanannya beliau (Rektor UIN) mengalami kegagalan sebanyak 3 kali, hingga kemudian hari Bapak Rektor pun maju untuk menjadi Rektor UIN Sunan Kalijaga. Bapak Abdur berpendapat bahwa, didalam wirausaha segala kegiatan dibagi menjadi 4 tipologi: 1. Imployee (pekerja) Seorang pekerja tidak akan pernah digaji oleh majikannya jika dia tidak patuh atau berbuat baik kepada majikannya. 2. Self Imployee (profesional) Lebih dalam lagi, kesuksesan tidak akan terwujud jika seorang wiraswasta tidak mempunyai keahlian khusus dalam mengembangkan wirausahanya, sehingga dituntu untuk bekerja lebih keras lagi. Dengan kerja keras lah sesuatu impian itu akan terwujud. 3. Bussines (Bisnis) Dikatakannya lebih dalam lagi, jika sesorang wirausaha telah melewati point 1 dan 2 di atas, tahap selanjutnya merupakan fase enak (santai). Karena tidak lagi mencari barang atau order kesana kemari sendirian, sekarang ada istilah atasan-bawahan. Konsep ini menjadi system yang terus berlaku di instansi pemerintah maupun di perusahaan-perusahaan lainnya. 4. Investor Seorang bisnisman akan mencapai tingkat ini jika dia mahir dalam mengkalkulasi kegiatan yang secara sirkulasi terus berjalan sesuai dengan arahan pimpinan. Investor akan menanmamkan modalnya di perusahaan tertentu jika perusahaan itu terus berkembang pesat.

Native 2 Rector UIN Sunan Kalijaga Bapak Musa Asyari .

Sungguh memberi warna semangat tinggi dalam acara seminar kali ini, beliau manusia terpandang di kampus UIN tercinta ini, beliau lulusan fakultas dakwah UIN Sunan Kalijaga. Beliau seorang figur yang berjiwa wirausaha tinggi. Dalam memberi motivasi kepada peserta magang UIN Sunan Kalijaga kali ini sangat semangat. Beliau menceritakan tentang sedikit wirausaha yang telah beliau lalui pada masa-masa mudanya. Beliau mulai berwirausaha dari pengecoran logam juga dari hasil latihan magang. Beliau menjelaskan motivasi-motivasi yang telah diberikannya kepada peserta magang. Tangan di atas lebih mulia daripada tangan di bawah dan satu trik yang paling jitu menurut saya adalah pesannya jika kita ingin berwirausaha, maka tutuplah rapat-rapat hatimu untuk PNS . Itulah inti dari sekian banyak motivasi yang diberikan kepada pelaku magang tahun 2013. Menurutnya memasuki dunia entepreneurship dimulai dari pasar serta memahami kondisi pasar. Mengutip dari pernyataan Bapak Jusuf Kalla yang berbunyi Wirausaha tidak tergantung pada status, jenjang, dan bahkan jenis pendidikan, semua boleh mencoba dan menekuni wirausaha dengan cara mereka sendiri. Native 3 Saptuari Sugiarto Pemilik KEDAI DIGITAL

Menurutnya, untuk memulai sebuah wirausaha itu harus dari yang kecil dulu, semisal makelar. Disitu, kita akan mendapatkan ilmu tentang wirausaha yang sesungguhnya. Tetapi dalam penafsiran saya lebih lanjut, seseorang yang berwirausaha itu mempunyai kemampuan dalam berbagai bidang dan tidak ditentukan dengan asal-asalan, tetapi alangkah bagusnya bagi para pemula untuk mencoba menjadi makelar terlebih dahulu. Ada satu kata dalam wirausaha berjuanglah, inilah yang menjadi pedoman kita dalam mempraktekkan dan menggerakkan rencana yang sudah siap kita realisasikan karena tidak banyak pengusaha yang putus asa karena bangkrut dan tidak berfikir positif serta mengambil pelajaran dari usahanya tersebut. Berbagai trik yang dia pelajari serta dilakukannya, ada 4 yaitu: a. b. c. d. Bisnis yang jujur akan dan pasti hancur Ingin sukses tidak mau membayar Mulai dari langkah pertama Usaha Kreatif Milyaran (UKM)

Selain itu, ada 6 jurus ampuh dalam entepreneurship: a. Putusin urat Malu. Maksudnya tidak usah malu dengan caramu yang penting menurut kamu itulah cara terbaik dan jangan hiraukan celotehan teman-temanmu. Karena dengan cara inilah kita bisa membangun kembali usaha yang telah gagal sampai berkali-kali, dan yang akan berkembang. b. The Power of Kepepet. Tidak hanya bagi orang yang punya wirausaha saja yang bisa menjalankan trik jurus ini, orang yang tidak mempunyai pemikiran tentang wirausaha yang baik pun masih bisa melakukan perdagangan atau makelaran dalam hal kepepet. c. Habiskan jatah Gagalmu. Teruslah untuk bersemangat dalam usaha yang telah kamu jalani bertahun-tahun, dengan begitu jatah gagalmu akan berkurang. Dan bersiaplah untuk menerima kesuksesan yang nyata. Allah pun telah berjanji sesungguhnya didalam kesusahan terdapat kemudahan d. Libatkan Tuhanmu Sesukses apapun, dan seburuk apapun usaha yang telah kita dapatkan kita capai tidak terlepas dari uluran kasih sayang Tuhan terhadap kita. Maka dari itu, setelah sukses atau sedang berkembang mintalah kepada Tuhan semata karena rizki ada padaNya, dengan cara member makan kepada anak yatim atau orang yang sedang berpuasa selama 40 hari. Subhanallah . Jika kita mengalami kesusahan segeralah ingat, bahwa yang kita lakukan mungkin keliru bukan karena cara kita yang salah jadi usaha kita tidak berkembang. e. Tekun dan Fokus. Seorang wirausaha kita dituntut untuk tekun dan focus dalam segala kegiatan wirausaha. Kita tidak boleh lengah sekalipun usaha kita mengalami kemajuan atau kemunduran. f. Mulai Bergerak Sekarang. Setelah mendapatkan ilmu yang praktis ini apakah kita harus menunggu hingga lulus kuliah atau setelah kita menikah. Tentu jawabannya TIDAK, bukan? Mungkin seseorang untuk menjalankan ilmunya merasa kesulitan. Maka dari itu, kita harus mulai dari yang kecil-kecil dulu, seperti menjualkan barang-barang milik temannya, dll. Jadi untuk menjalankan wirausaha kita tetap membutuhkan awalan dahulu, tidak bisa serta merta. Contohnya, kita ingin menjadi peternak sapi. Apakah kita langsung mendapatkannya dengan instan? Apakah modal kita cukup untuk merawat, memproduksi, bahkan membuat kandang rumah dengan modal sendiri? Tentu saja tidak demikian, karena persoalannya tidak seperti kita menjual tempe goring saja. Disini kita dituntut untuk berfikir luas lagi, karena menyangkut peternak sapi itu merupakan usaha jangka panjang dan memberikan lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Nama : Muhammad Harun Rosyd NIM :13130028 Prodi : Perpustakaan dan Informasi Islam