Anda di halaman 1dari 2

PENTOXIFYLLINE

Deskripsi: Pentoxifylline adalah turunan xanthine derivative, pelancar aliran darah. Obat ini bekerja dengan cara menipiskan darah dan meningkatkan fleksibilitas sel darah merah, sehingga menyebabkan darah mengalir dengan lebih mudah melalui pembuluh darah. Indikasi: Untuk mengobati klaudikasi intermiten (nyeri, kram, mati rasa, kelemahan di kaki, pinggul, paha dan bokong) pada pasien tertentu. Dosis: 1. Pada awalnya, 200 mg melalui mulut (per oral), 3 kali sehari. 2. Dosis rumatan:100 mg melalui mulut (per oral), 2-3 kali sehari, 200-300 mg infus melalui pembuluh darah (intra venous), ulangi setiap 12 jam. 3. Dosis maksimum: 1200 mg/hari 4. Pelepasan yang diperluas: 400 mg melalui mulut (per oral), 3 kali sehari kemudian 5. Dosis rumatan: 400 mg melalui mulut (per oral), 2-3 kali sehari Efek Samping: Efek CV (kemerahan, adakalanya menimbulkan arrhythmias, hipotensi); Efek GI (penuh gastrik, N/V, diare); Efek dermatologis (memerahkan kulit, pruritus, urticaria); Reaksi anaphylatic yang jarang; Efek CNS (adakalanya menimbulkan kepeningan, sakit kepala, agitasi); efek hepatik yang yang jarang (peningkatan LFT); efek hematologis yang jarang (pendarahan, thrombocytopenia) Instruksi Khusus: 1. Berkontraindikasi pada pasien dengan pendarahan besar-besaran, pendarahan retinal yang luas. 2. Gunakan dengan hati-hati pada pasien penderita arrhythmias kardiak akut, MI, hipotensi, kerusakan fungsi ginjal, kerusakan fungsi liver yang parah, meningkatkan risiko pendarahan (misalnya pengobatan antikoagulant, gangguan antikoagulant). http://obat-penyakit.com/pentoxifylline.html

CILOSTAZOL

Deskripsi: Cilostazol adalah sebuah inhibitor phosphodiesterase tipe 3. Cilostazol bekerja dengan cara memperlebar arteri yang menyuplai darah ke kaki. Obat ini juga mengurangi kemampuan platelet (partikel dalam darah yang menyebabkan penggumpalan darah) untuk melekat. Diproduksi oleh Otsuka Pharmaceutical Co dengan nama dagang Pletal Indikasi: Untuk mengobati gejala claudication intermiten (nyeri, kram, mati rasa, kelemahan di kaki, pinggul, paha, atau bokong) yang mungkin terjadi setelah berjalan dan menghilang setelah istirahat Dosis: Pencegahan sekunder: 100 mg melalui mulut (per oral), 2 kali sehari Mekanisme kerja: Cilostazol dan beberapa metabolitnya adalah cAMP inhibitor phosphodiesterase III (PDE III inhibitor), menghambat aktivitas phosphodiesterase dan menekan degradasi cAMP dengan menghasilkan peningkatan cAMP dalam trombosit dan pembuluh darah, menyebabkan penghambatan agregasi trombosit dan vasodilatasi. Efek Samping: Efek GI (N/V, diare); Efek CV (palpitasi); Efek dermatologis (ruam); Efek lainnya (kepeningan, sakit kepala, kulit kemerahan dan terasa panas) Instruksi Khusus: 1. Berkontraindikasi pada pasien dengan perdarahan aktif, kehamilan dan gagal jantung kongestif (CHF). 2. Gunakan dengan hati-hati pada pasien yang menggunakan obat antikoagulant, antiplatelet dan trombolitik. 3. Gunakan dengan hati-hati pada pasien kerusakan hati. http://www.detikhealth.com/read/2010/08/25/134802/1427650/769/cilostazol