Anda di halaman 1dari 8

ARUS AC SEDERHANA

(RESISTANSI, INDUKTANSI, KAPASITANSI)

MUHAMMAD ANDAN CAHYO


1 TEKKOM B / 2210131031

POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA

1 | Muhammad Andan Cahyo 1TKB 2210131031

A. Rangkaian Resistansi Resistansi adalah tahanan, alat yang biasa digunakan untuk melakukan resistansi adalah Resistor, resistor dibuat dari bahan isolator. Hambatan mempunyai satuan Ohm (). Resistor itu digunakan untuk mengatur keluaran arus listrik dan tegangan sesuai dengan yang dibutuhkan. Resistor bisa dipasang seri ataupun paralel, jika resistor dipasang seri maka resistor akan menjadi pembagi tegangan sedangkan jika dipasang paralel maka akan menjadi pembagi arus listrik. Semua barang elektronik memiliki resistansi. Contohnya lampu, misalkan lampu ini membutuhkan tegangan 6V dan arus sebesar 0,5A, maka untuk mencari nilai resistansinya digunakan rumus tegangan di bagi dengan arus (6V di bagi 0,5 A) yang hasilnya 12 ohm. Secara umum rangkaian hambatan dikelompokkan menjadi rangkaian hambatan seri, hambatan paralel, maupun gabungan keduanya. Untuk membuat rangkaian hambatan seri maupun paralel minimal diperlukan dua hambatan. Adapun, untuk membuat rangkaian hambatan kombinasi seri-paralel minimal diperlukan tiga hambatan. Jenis-jenis rangkaian hambatan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Oleh karena itu, jenis rangkaian hambatan yang dipilih bergantung pada tujuannya. Hambatan seri Dua hambatan atau lebih yang disusun secara berurutan disebut hambatan seri. Hambatan yang disusun seri akan membentuk rangkaian listrik tak bercabang. Kuat arus yang mengalir di setiap titik besarnya sama. Tujuan rangkaian hambatan seri untuk memperbesar nilai hambatan listrik dan membagi beda potensial dari sumber tegangan. Rangkaian hambatan seri dapat diganti dengan sebuah hambatan yang disebut hambatan pengganti seri (Rs).

2 | Muhammad Andan Cahyo 1TKB 2210131031

Hambatan Paralel Dua hambatan atau lebih yang disusun secara berdampingan disebut hambatan paralel. Hambatan yang disusun paralel akan membentuk rangkaian listrik bercabang dan memiliki lebih dari satu jalur arus listrik. Susunan hambatan paralel dapat diganti dengan sebuah hambatan yang disebut hambatan pengganti paralel (Rp).

Rangkaian hambatan paralel berfungsi untuk membagi arus listrik. Tiga buah lampu masing masing hambatannya R1, R2, dan R3 disusun paralel dihubungkan dengan baterai yang tegangannya V menyebabkan arus listrik yang mengalir I. Besar kuat arus I1, I2, dan I3 yang mengalir pada masing masing lampu yang hambatannya masing-masing R1, R2, dan R3. sesuai Hukum Ohm dirumuskan:
I1 = V/R1 I2 = V/R2 I3 = V/R3

Ujung-ujung hambatan R1, R2, R3 dan baterai masing masing bertemu pada satu titik percabangan. Besar beda potensial (tegangan) seluruhnya sama, sehingga berlaku:
V = V1 = V2 = V3

A. Rangkaian Induktansi Induktansi merupakan sifat sebuah rangkaian listrik atau komponen yang menyebabkan timbulnya ggl di dalam rangkaian sebagai akibat perubahan arus yang melewati rangkaian (self inductance) atau akibat perubahan arus yang melewati rangkaian tetangga yang dihubungkan secara magnetis (induktansi bersama atau mutual inductance). Pada kedua keadaan tersebut, perubahan arus berarti ada perubahan medan magnetik, yang kemudian menghasilkan ggl. Apabila sebuah
3 | Muhammad Andan Cahyo 1TKB 2210131031

kumparan dialiri arus, di dalam kumparan tersebut akan timbul medan magnetik. Selanjutnya, apabila arus yang mengalir besarnya berubahubah terhadap waktu akan menghasilkan fluks magnetik yang berubah terhadap waktu. Perubahan fluks magnetik ini dapat menginduksi rangkaian itu sendiri, sehingga di dalamnya timbul ggl induksi. Ggl induksi yang diakibatkan oleh perubahan fluks magnetik sendiri dinamakan ggl induksi diri. Induktansi Kumparan Apabila arus berubah melewati suatu kumparan atau solenoida, terjadi perubahan fluks magnetik di dalam kumparan yang akan menginduksi ggl pada arah yang berlawanan. Ggl terinduksi ini berlawanan arah dengan perubahan fluks. Jika arus yang melalui kumparan meningkat, kenaikan fluks magnet akan menginduksi ggl dengan arah arus yang berlawanan dan cenderung untuk memperlambat kenaikan arus tersebut. Induktansi Bersama Apabila dua kumparan saling berdekatan, seperti pada Gambar 4, maka sebuah arus tetap I di dalam sebuah kumparan akan menghasilkan sebuah fluks magnetik yang mengitari kumparan lainnya, dan menginduksi ggl pada kumparan tersebut. Diri (Gaya Gerak Listrik (GGL) Induksi Pada

Induktansi bersama diterapkan dalam transformator, dengan memaksimalkan hubungan antara kumparan primer dan sekunder sehingga hampir seluruh garis fluks melewati kedua kumparan tersebut. Contoh lainnya diterapkan pada beberapa jenis pemacu jantung, untuk menjaga kestabilan aliran darah pada jantung pasien.

4 | Muhammad Andan Cahyo 1TKB 2210131031

B. Rangkaian Kapasitansi Kapasitansi atau kapasitans adalah ukuran jumlah muatan listrik yang disimpan (atau dipisahkan) untuk sebuah potensial listrik yang telah ditentukan. Bentuk paling umum dari piranti penyimpanan Kapasitor muatan adalah adalah

sebuah kapasitor dua

lempeng/pelat/keping.

komponen

elektronik yang terdiri atas dua penghantar dan disekat di antaranya dengan dielektrik, yang mempunyai kapasitans tertentu kondensor atau kondensator elektrik. Jika muatan di lempeng / pelat / keping adalah +Q dan Q, dan V adalah tegangan listrik antar lempeng/pelat/keping, maka rumus kapasitans adalah:

C adalah kapasitansi yang diukur dalam Farad Q adalah muatan yang diukur dalam coulomb V adalah voltase yang diukur dalam volt

Dalam rangkaian listrik, istilah kapasitansi biasanya adalah singkatan dari kapasitansi bersama antar dua konduktor yang bersebelahan, seperti dua lempengnya sebuah kapasitor. Terdapat pula istilah kapasitansi-sendiri yang merupakan jumlah muatan listrik yang harus ditambahkan ke sebuah konduktor terisolasi untuk menaikkan potensial listriknya sebanyak 1 volt.

C. Rangkaian R-L-C Rangkaian RLC adalah sebuah rangkaian elektronika yang menggunakan komponen resistor, kapasitor dan induktor yang nantinya akan di hubungkan dengan rangkaian seri ataupun rangkaian paralel. Rangkaian RLC sendiri merupakan simbol listrik yang biasa dipakai untuk ketahan, induktansi dan kapasitansi dari masing-masing komponen. Rangkaian ini nantinya juga akan membentuk sebuah osilator harmonik dan secara otomatis beresonansi sehingga disebut juga Rangkaian LC.

5 | Muhammad Andan Cahyo 1TKB 2210131031

Perbedaan dari rangkaian RLC dengan rangkaian LC dapat kita lihat resistor yang digunakan, dimana tiap-tiap osilasi yang timbul di papan sirkuit akan mati dari waktu ke waktu bila tidak berjalan sesuai dengan sumber yang di hasilkan. Problem seperti ini biasanya dampak dari resistor yang biasa kita sebut peredam. Resistansi yang berbeda dari setiap resistor tidak bisa di hilangkan di papan sirkuit, apalagi resistor yang terdapat tidak dimasukan sebagai komponen. Sirkuit LC merupakan salah satu hal ideal yang betul-betul cuma ada didalam teori. Contoh untuk rangkaian RLC yang dirangkai secara seri harus

menggunakan arus ac, nantinya arus listrik akan mendapatkan hambatan berupa R, L dan C. Hambatan tersebut dinamakan dengan impedansi (Z). Impedansi adalah kombinasi yang dirangkai secara vektor dari XL, XC dan XR yang besarannya dapat diukur dengan satuan Z. Berikut ini ditampilkan gambar dari rangkaian RLC seri :

Rumus untuk menghitung impedansi total :

Keterangan : Z = impedansi R = resistansi XL = induktansi (2fL atau L) XC = kapasitansi (1/2fC atau 1/C) Ada berbagai macam jenis RLC untuk sirkuit ini. Sehingga rangkaian ini paling banyak digunakan dalam berbagai jenis rangkaian osilator. Rangkaian

6 | Muhammad Andan Cahyo 1TKB 2210131031

yang terpenting adalah untuk tuning, seperti di penerima radio atau televisi, di mana digunakan untuk memilih rentang frekuensi yang sempit dari gelombang radio ambien. Tiga elemen penting dalam rangkaian ini dapat di kombinasikan dalam sejumlah topologi yang berbeda. Semua tiga elemen secara seri atau ketiga elemen secara paralel adalah rangkain sederhana dalam konsep dan yang paling mudah untuk menganalisa. Namun demikian, pengaturan lain, beberapa dengan kepentingan praktis di sirkuit nyata.

7 | Muhammad Andan Cahyo 1TKB 2210131031

D. Contoh Soal : 1. Hitung impedansi total dari rangkaian seri R-L-C berikut :

Diketahui :

R = 250 L = 650mH C = 1,5 F

V = 120 V f = 60 Hz

Jawab : XL = 2fL = 2 x 3,14 x 60 x 0,65 = 244,92 XC = 1/2fC = 1 / 2 x 3,14 x 60 x 1,5.10-6 = 1 / 565,2 . 10-6 = 1769,2

Z = = = = = = 1544,6

8 | Muhammad Andan Cahyo 1TKB 2210131031