Anda di halaman 1dari 19

GLAUKOMA FAKOLITIK

Oleh

Florentina DMSB I1A007047

Pembimbing : dr. Agus F. Razak, Sp.M

PENDAHULUAN
Glaukoma merupakan penyebab kebutaan kedua di Indonesia dan di dunia setelah katarak. Glaukoma disebabkan oleh gangguan pada lensa, Glaukoma akibat kelainan lensa merupakan penyebab terbesar dari glaukoma sekunder dengan persentase 25% dari total kasus yang ada

Lensa

Aqueous Humor

Glaukoma fakolitik
Glaukoma fakolitik merupakan glaukoma inflamatorik yang disebabkan oleh kebocoran protein lensa melalui kapsul lensa katarak matur atau hipermatur

Epidemiologi
Glaukoma fakolitik adalah jarang di negara maju, seperti Amerika Serikat, karena akses yang lebih besar untuk perawatan kesehatan dan sebelumnya operasi katarak. Glaukoma fakolitik lebih sering terjadi di negara-negara terbelakang. Kebanyakan kasus katarak setelah ekstraksi menunjukkan peningkatan yang sangat baik dalam visus. Glaukoma fakolitik biasanya terjadi pada orang dewasa yang lebih tua. Pasien termuda yang dilaporkan adalah usia 35 tahun.

Etiologi
Katarak matur (seluruhnya opak) Katarak hipermatur (korteks cair dan nukleus yang mengambang bebas) Likuefeksi fokal katarak imatur (jarang) Dislokasi lensa yang katarak di vitreus

Manifestasi Klinis
Biasanya terjadi pada orang tua dengan riwayat penglihatan kabur secara perlahan selama beberapa bulan atau tahun sebelum timbulnya Onset akut nyeri yang tiba-tiba, Hiperemia konjungtiva, penurunan visus lebih lanjut. Persepsi cahaya menjadi tidak akurat

Patogenesis
glaukoma fakolitik terjadi pada lensa katarak dengan kapsul lensa utuh. Bukti yang tersedia mengimplikasikan obstruksi trabekular langsung oleh protein lensa, terbebas dari cacat mikroskopis dalam kapsul lensa yang utuh secara klinis

Diagnosis
Gonioskopi Tonometri Pemeriksaan slit lamp Pemeriksaan Nervus Optikus Pemeriksaan Lapangan Pandang Pemeriksaan Histologis

Tonometri

Pemeriksaan slit lamp

Pemeriksaan Nervus Optikus

Pemeriksaan Histologis

Diagnosis Banding
Glaukoma primer akut sudut tertutup didapati lensa jernih, bilik mata depan tertutup. 2. Glaukoma partikel lensa 3. Glaukoma neovaskular dijumpai neovaskularisasi pada iris. 4. Glaukoma fakomorfik dijumpai katarak imatur atau matur dengan sudut bilik mata depan tertutup. 5. Glaukoma uveitik ditemukan sinekia posterior total, iris bombans, sudut tertutup atau dapat juga berupa miosis dengan sudut terbuka 1.

Penatalaksanaan
Pengobatan pada glaukoma fakolitik pada prinsipnya adalah menurunkan tekanan intraokuler dengan cepat, dengan menggunakan agen penurun TIO baik sediaan sistemik maupun topikal 1. medikamentosa 2. operasi

Komplikasi
Kehilangan penglihatan akibat glaukoma yang tidak terkontrol dan atau edema kornea yang persisten. Komplikasi operasi, seperti perdarahan suprakoroidal, ruptur kapsul, trauma kornea, prolaps vitreus.

Prognosis
Prognosis glaukoma fakolitik baik, dimana kebanyakan pasien dilaporkan mengalami kemajuan visus setelah ekstraksi katarak dan implantasi lensa intraokuler, namun demikian pengobatan yang terlambat dapat menyebabkan visus tidak mengalami kemajuan

TERIMA KASIH