Anda di halaman 1dari 3

KASUS Apakah bipolar atau ganglion yang berfungsi sebagai pendeteksi benda bergerak? STUDI LITERATUR Sumber : http://leonartmaruli.blogspot.com/2013/12/sistem-visual.

html (diakses pada tanggal 24


Januari 2014 pukup 11.04 WIB)

Jika untuk pendeteksi benda bergerak secara visual pada tubuh berkaitan dengan mata dan komponen fungsi tiap bagiannya. Retina & perubahan cahaya menjadi sinyal-sinyal neural Secara struktur retina mempunyai lapisan-lapisan sebagai berikut yaitu dua receptor (Rod & Cone), horizontal cells,bipolar cells, amacrine cells dan retinal ganglion cells. Sebelum kepada penjelasan yang lebih lanjut kami akan menjelaskan masing-masing fungsi dari struktur yang ada pada retina terlebih dahulu. Reseptor Rod & Cone merupakan sel-sel yang yang dispesialisasikan untuk menerima sinyal-sinyal mekanik, kimiawi atau radian (pemancar panas) yang ada disekeliling kita. Sel-sel Amacrine dan Sel-sel Horizontal dispesialisasikan untuk komunikasi lateral (yang dimaksudkan komunikasi lateral adalah komunikasi yang melewati channelchannel utama sensori input). Bipolar Cells adalah sel-sel yang berada di bagian tengah retina. Retinal ganglion cells merupakan lapisan neuron di dalam retina yang memiliki serabut-serabut saraf yang bertolak pada bola mata. Sistem kerja struktur ini pada saat cahaya datang yakni sebagai berikut : cahaya diterima cone reseptor dan rod reseptor setelah melewati 4 lapisan terdahulu yaitu Retinal ganglion cells, Amacrine Cells, Bipolar Cells dan Horizontal Cells. Kemudian saat reseptor telah teraktifasi, pesan neural ditranslasikan balik melewati lapisan-lapisan retinal kepada sel-sel ganglion retinal, yang akson-aksonnya berproyeksi disekujur bagian dalam retina sebelum berkumpul dalam bentuk bundel dan keluar meninggalkan bola mata (lihat gambar di bawah untuk penjelasan struktur retina). Susunan terbalik ini menciptakan dua masalah visual yaitu, yang pertama cahaya datang terdistorsi oleh jaringan retinal yang harus dilaluinya sebelum mencapai reseptor. Masalah yang kedua adalah agar bundel akson-akson sel ganglion retinal meninggalkan mata harus ada sebuah celah di lapisan reseptor, celah itu dinamakan blind spot.

Masalah pertama diminimalisir oleh fovea. Fovea adalah lekukan atau cekungan sebesar 0.33 mm yang berada di tengah retina, dan area tersebut dikhususkan untuk penglihatan akuitas tinggi (untuk melihat gambar dengan detail halus). Tipisnya lapisan sel ganglion retinal di fovea mengurangi distorsi cahaya yang masuk. Titik buta (blind spot) merupakan masalah yang kedua yang tercipta oleh struktur terbalik retina, membutuhkan solusi yang lebih kreatif, yang lebih diilustrasikan dalam demonstrasi berikut ini yaitu completion (komplesi/perlengkapan). Sistem visual menggunakan informasi yang diberikan oleh reseptor-reseptor di sekitar titik buta untuk memenuhi celah dalam gambar retinal anda. Ketika sistem visual mendeteksi sebuah garis lurus masuk ke salah satu sisi titik buta dan garis lurus lain meninggalkan sisi yang lainnya, ia akan memenuhi bagian yang hilang untuk anda, dan yang anda lihat adalah sebuah garis lurus, terlepas dari bagaimana keadaan yang sesungguhnya ada.

Arus Dorsal dan Arus Ventral Seperti yang sudah diketahui bahwa informasi memasuki korteks visual primer melalui nuklei genikulat lateral. Arus Dorsal mengalir dari korteks visual primer ke korteks prestriat dorsal lalu ke korteks parietal posterior (lobus parietal), sedangkan arus ventral mengalir dari korteks visual primer ke korteks prestiat ventral lalu ke korteks inferotemporal (lobus temporal). Kebanyakan neuron-neuron dari korteks visual dalam arus dorsal membawa informasi stimuli spasial, seperti stimuli yang mengindikasikan lokasi dari suatu objek dan arah gerakannya. Sebaliknya neuron-neuron dalam arus ventral lebih merespons karakteristiknya dari suatu objek misalnya yang berhubungan dengan arah dan bentuk.

Tanda panah ke bawah menunjukkan arus ventral sedangkan tanda panah keatas menunjukkan arus dorsal. Kaitan utama dari arus dorsal terhadap suatu perilaku adalah mengarahkan interaksi perilaku dengan berbagai objek, sedangkan arus ventral adalah untuk memediasi persepsi yang disadari terhadap berbagai objek, hal inilah yang disebut teori kontrol perilaku vs persepsi yang disadari. Para peneliti mengatakan bahwa pasien-pasien dengan kerusakan arus dorsal mungkin menunjukkan kinerja yang buruk pada tes-tes lokasi dan gerakan karena kebanyakan tes lokasi dan gerakan melibatkan ukuran-ukuran performa (contoh : pasien tidak dapat memegang objek seperti silinder plastik dengan baik, jadi pasien memegang objek tersebut dengan cara yang tidak biasa pada kebanyakan orang) dan untuk pasien yang menderita gangguan arus ventral mungkin menunjukkan hasil yang buruk pada tes rekognisi visual karena kebanyakan tes tersebut melibatkan kesadaran visual (contoh : pasien tidak bisa membedakan sepasang balok ataupun kubus dengan ukuran yang sama atau berbeda). KESIMPULAN Dari penjelasan literatur diatas, dapat dikatakan bahwa ganglion maupun bipolar adalah adalah komponen bagian mata yang saling terkait. Keduanya hanya memproses bayangan benda dan merubah rangsangan intensitas cahaya menjadi informasi neural. Seperti kamera yang menangkap bayangan benda secara real-time. Khusus untuk benda bergerak, arus dorsal yang lebih berperan.