Anda di halaman 1dari 21

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penjadwalan merupakan hal yang sangat penting dalam sistem produksi. Kompetisi pasar global yang semakin kuat menimbulkan tantangan dalam perusahaan untuk beroperasi dengan biaya rendah, serta lifecycle yang pendek. Semua manajemen perusahaan pasti menginginkan pekerjaannya dapat terlaksana secara efektif dan efisien agar tujuannya tercapai. Oleh karena itu, pemahaman mengenai konsep penjadwalan sangat penting, sehingga para pelaksana mengetahui kapan waktu harus memulai pekerjaan dan kapan waktu mengakhirinya. Penjadwalan disusun dengan mempertimbangkan berbagai batasan yang ada. Penjadwalan yang baik menjadikan rendahnya biaya operasi. Sistem produksi yang digunakan biasanya sistem jobshop dan flowshop. Sistem jobshop adalah penjadwalan yang memiliki kendala urutan pemrosesan tugas, dan setiap tugas harus melalui setiap mesin tepat satu kali. Ada beberapa jenis penjadwalan jobshop yang ada, yaitu FCFS (First Come, First Served) , EDD (Earliest Due Date), SPT (Shortest Processing Time), LCFS (Last Come, First Served), RS ( Random Schedule), STR (Slack Time Remaining). Salah satu tantangan yang dihadapi oleh perusahaan bertipe jobshop untuk dapat memelihara level inventori yang rendah serta respon yang cepat untuk permintaan pelanggan adalah masalah penjadwalan. Karakteristik dari pendawalan ini didefinisikan oleh sekumpulan job, dimana tiap job mempunyai satu atau lebih operasi. Operasi dari tiap job tersebut ditetapkan secara urut pada mesin yang spesifik. Dalam industry yang menggunakan system flowshop, pendawalan dilakukan dengan mengatur urutan pengerjaan dari job yang dimiliki. Berbagai masalah dapat timbul karena penjadwalan dilakukan dengan cara yang tidak tepat, seperti waktu

penyelesaian produksi yang terlalu lama, keterlambatan dari due date yang telah ditentukan dan idle mesin.

B. Tujuan Praktikum 1. Mengajarkan mahasiswa untuk melakukan penjadwalan mesin secara jobshop dan flowshop dengan bantuan computer 2. Mengajarkan mahasiswa mengenai perbedaan penjadwalan secara jobshop dan flowshop

C. Manfaat Praktikum Praktikan dapat menggunakan program WinQSb Job Scheduling untuk melakukan penjadwalan secara jobshop dan flowshop.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Salah satu point dalam fungsi dan kegiatan pengawasan produksi adalah loading dan scheduling. Penentuan dan pengaturan muatan pekerjaan pada masingmasing work centre sehingga dapat ditentukan berapa lama waktu yang diperlukan pada setiap operasi tanpa adanya penundaan atau keterlambatan waktu disebut dengan loading (Oliveira, 2000). Penjadwalan produksi merupakan pengaturan waktu dan urutan dari suatu kegiatan produksi dalam satu alokasi waktu yang disediakan dengan tujuan untuk meminimalkan waktu proses produksi dan efisiensi penggunaan mesin, material, peralatan dan perlengkapan serta tenaga kerja, disamping itu juga membuat arus produksi berjalan lancar sesuai dengan waktu yang telah direncanakan. Penjadwalan menurut definisi Sofyan Assauri adalah : Penjadwalan merupakan pengkoordinasian tentang waktu dalam kegiatan

berproduksi, sehingga dapat diadakan pengalokasian bahan baku dan bahan pembantu, serta perlengkapan kepada fasilitas-fasilitas atau bagian pengolahan dalam pabrik pada waktu yang telah ditentukan (Oliveira, 2000). Penjadwalan produksi mencakup kegiatan mengalokasikan mesin, material, peralatan dan perlengkapan, serta tenaga kerja dan menentukan waktu untuk pelaksanaan urutan kegiatan produksi. Penjadwalan produksi merupakan langkah terakhir dalam pengambilan keputusan sebelum dimulainya kegiatan produksi. Sedangkan menurut (Smith, 2001) penjadwalan adalah gambaran waktu yang diperlukan untuk melaksanakan tugas dengan memperhatikan factor-faktor sebagai berikut : 1. Syarat-syarat tugas 2. Perkiraan permintaan 3. Kapasitas yang tersedia

Tujuan dari penjadwalan produksi menurut (Smith, 2001) adalah menyusun urutan pekerjaan proses produksi pada lini produksi sehingga : 1. Semua pesanan pelanggan dapat dikirim tepat pada waktunya. 2. Mendapatkan biaya total yang minimum untuk menyelesaikan pesanan tersebut. Tujuan diatas sepenuhnya terdapat pada bidang produksi, dimana semua operasi dilakukan dalam jangka waktu yang sama dan setelah pekerjaan diselesaikan kemudian dipindahkan ke mesin selanjutnya dengan lancarnya. Penjadwalan jobshop adalah penjadwalan beberapa pekerjaan dimana urutan proses operasi/produksi suatu pekerjaan bisa berbeda dengan urutan proses operasi/produksi pekerjaan yang lainnya. Penjadwalan flowshop adalah penjadwalan beberapa pekerjaan dimana semua pekerjaan tersebut harus melalui urutan operasi/proses produksi yang sama. Aliran produksi jobshop memiliki lingkup proses operasi yang sebelum dikerjakan pada mesin, terlebih dahulu dipilih job-job yang mempunyai karakterisasi sama, sehingga mempunyai sifat aliran produksi flowshop (Saroyo, 2008). Konsep penjadwalan job shop adalah menentukan waktu suatu operasi mulai dikerjakan dan mengalokasikan resource untuk mengerjakan operasi tersebut. Pada saat menjadwalkan suatu operasi selain menentukan kapan operasi tersebut mulai dikerjakan juga ditentukan resource mana yang dipakai oleh operasi tersebut (Oliveira. 2000). Penjadwalan flowshop yaitu penjadwalan proses produksi dari n-job yang memiliki urutan proses produksi yang sama. Flowshop dikatakan fleksibel dalam pengertian sebuah job dapat diproses pada mesin mana saja yang identik di tiap tahapnya. Seluruh proses penjadwalan merupakan integrasi dari penetapan outer serta inner game, dimana outer game terdiri dari job yang akan dijadwal di dalam sistem, dan inner game terdiri dari job yang akan dijadwal ulang di dalam sistem. Hasil dari uji coba sistem dengan data processing time yang berbeda menjelaskan, bahwa minimum makespan yang dihasilkan oleh sistem dipengaruhi oleh jumlah job, besar

koefisien variasi dan lebar range dari data processing time. Perhitungan akan selalu optimal untuk kondisi data processing time yang homogen, artinya koefisien variasinya tidak lebih dari satu (Smith, 2001). Flowshop Scheduling Problem (FSP) adalah masalah penjadwalan yang berkaitan dengan pengurutan pemrosesan n pekerjaan pada m mesin, dimana setiap pekerjaan harus diproses tepat satu kali pada setiap mesin dalam urutan yang sama, dengan waktu proses tertentu. Permutation Flowshop Scheduling Problem (PFSP) adalah kasus khusus dalam FSP, dimana n pekerjaan diproses dalam urutan yang sama pada setiap mesin (Anonim, 2012). Masalah penjadwalan Job-Shop didefinisikan sebagai pencarian waktu pelepasan setiap operasi oij pada pekerjaan-pekerjaan yang ada sehingga tidak terjadi konflik, yaitu penggunaan satu sumber daya oleh dua operasi yang sama pada waktu yang sama juga (Dimyati, 1999). Pada model flow shop, operator dari suatu job hanya dapat bergerak satu arah yaitu proses dari awal sampai proses akhir. Diantara kedua proses tersebut tidak dimungkinkan untuk kembali ke proses sebelumnya. (Nasution, 1999). Dalam suatu penjadwalan produksi, metode yang biasa dipakai untuk mengurutkan mesin antara lain (Makridakis, 1991): 1. Metode CDS (n job m Machine) Metode CDS ditemukan pada tahun 1970. CDS merupakan singkatan dari Campbell, Dudek, and Smith. Pengolahan data menggunakan metode n job m machine atau metode CDS pada mesin seri dengan memperhatikan kaidah aturan Johnson dapat diterapkan disini. Disini dikondisikan sejumlah n job harus memasuki m machine yang disusun secara seri. Metode CDS ini menghasilkan sejumlah urutan pengerjaan, dengan jumlah iterasi sebanyak k. Urutan pengerjaan ini diperoleh dengan melakukan aturan mesin kombinasi. 2. Metode Heuristik Gupta Metode heuristik ini dikemukakan oleh Gupta pada tahun 1972. 3. Metode Heuristik Palmer

Metode Palmer Heuristik ini ditemukan pada tahun 1965. metode ini dikenal juga dengan heuristik P. Metode ini menempatkan urutan job-job berdasarkan suatu nilai yang dinamakan slope index. Masing-masing job memiliki nilai slope index tersendiri.

BAB II METODE PRAKTIKUM

A. Alat dan Bahan 1. Alat : a. Komputer atau laptop b. Software WinQsb (Job Scheduling) 2. Bahan : a. Penjadwalan Jobshop Tabel 1. Uurutan operasi pada masing-masing pekerjaan Operasi 1 Operasi 2 Operasi 3 Operasi 4 JOB 1 M1 JOB 2 M1 JOB 3 M2 JOB 4 M2 JOB 5 M3 JOB 6 M4 M2 M3 M4 M1 M4 M2 M3 M3 M4 M1 M4 M3 M4

Tabel 2. Waktu proses mesin pada masing-masing pekerjaan Operasi 1 Operasi 2 Operasi 3 Operasi 4 JOB 1 8 JOB 2 4 JOB 3 10 JOB 4 1 JOB 5 6 JOB 6 3 2 9 4 10 1 4 10 12 5 7 3 6 5

b. Penjadwalan Flowshop Tabel 3. Waktu proses masing-masing pekerjaan JOB 1 JOB 2 JOB 3 JOB 4 JOB 5 JOB 6 Operasi 1 8 4 10 1 6 3 Operasi 2 2 9 4 10 1 4 Operasi 3 12 5 7 3 8 10 Operasi 4 5 15 6 9 11 8

B. Prosedur Praktikum 1. Penjadwalan Jobshop a. Program WinQsb dijalankan dan pilihan Job Scheduling dipilih. b. Pada menu File pilihan New problem dipilih dan diisikan : Problem Title = Penjadwalan Mesin (Jobshop) Number of Jobs to be scheduled = 6 (untuk 6 pekerjaan) Number of Machines or workers = 4 (untuk penggunaan 4 mesin) Maximum number of operations per Job = 4 mesin Time unit = minute Klik OK

c. Pada pengisian job information isikan datanya sesuai dengan informasi dari Tabel 1 dan Tabel 2. Dengan format penulisan seperti berikut : Job 1, Operation 1 = 8/1 artinya pada Job 1 Operation 1 : waktu operasi selama 8 menit mengginakan mesin 1 Job 1, Operation 2 = 2/2 artinya pada Job 1 Operation 2 : waktu operasi selama 2 menit menggunakan mesin 2.... dan seterusnya d. Due date ditetapkan = 30 (pekerjaan harus selesai pada menit ke-30) e. Simpanlah data pada folder yang diinginkan f. Pada menu Solve and analyse klik Solve the problem

g. Pada Solution method pilih Heuristic Dispatching Rule h. Pada primary Heuristic pilihlah SPT i. Pada Tie Breaker pilihlah random j. Klik OK k. Untuk melihat hasil, dapat memilih Show job schedule, Show machine Schedule, Show Gantt Chart for Job, Show Gantt Chart for Machine, Show Performance Analysis dan Show Completion analysis

2. Penjadwalan Flowshop a. Program WinQsb dijalankan dan pilihan Job Scheduling dipilih. b. Pada menu File pilihan New problem dipilih dan diisikan : Problem Title = Penjadwalan Mesin (Flowshop) Number of Jobs to be scheduled = 6 (untuk 6 pekerjaan) Number of Machines or workers = 4 (untuk penggunaan 4 mesin) Maximum number of operations per Job = 4 mesin Time unit = minute Kilik pada All jobs have the same machine / worker sequence Klik OK

c. Pada pengisian job information isikan datanya sesuai dengan informasi dari Tabel 3. Dengan format penulisan seperti berikut : Job 1, Operation 1 = 8/1 artinya pada Job 1 Operation 1 : waktu operasi selama 8 menit mengginakan mesin 1 Job 1, Operation 2 = 2/2 artinya pada Job 1 Operation 2 : waktu operasi selama 2 menit menggunakan mesin 2.... dan seterusnya d. Simpanlah data pada folder yang diinginkan e. Pada menu Solve and analyse klik Solve the problem f. Pada Solution method pilih Johnsons method g. Pada Objective criterion pilihlah Cmax atau minimum makespan

h. Klik OK i. Untuk melihat hasil, dapat memilih Show job schedule, Show machine Schedule, Show Gantt Chart for Job, Show Gantt Chart for Machine, Show Performance Analysis dan Show Completion analysis

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil 1. Job Information

2. Job Schedule Job Schedule for Penjadwalan Mesin On Machine Machine 1 Machine 2 Machine 3 Machine 4 Machine 1 Machine 3 Machine 4 Machine 2 Machine 4 Machine 1 Machine 3 Machine 2 Machine 1 Machine 4 Machine 3 Machine 4 Machine 4 Process Time 8 2 12 5 4 9 5 10 4 7 6 1 10 3 6 1 3 Start Time 4 15 25 37 0 6 15 1 11 22 37 0 12 22 0 6 0 Finish Time 12 17 37 42 4 15 20 11 15 29 43 1 22 25 6 7 3

12-29-2013 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

Job Job 1 Job 1 Job 1 Job 1 Job 2 Job 2 Job 2 Job 3 Job 3 Job 3 Job 3 Job 4 Job 4 Job 4 Job 5 Job 5 Job 6

Operation 1 2 3 4 1 2 3 1 2 3 4 1 2 3 1 2 1

18 19

Job 6 Job 6

2 3

Machine 2 Machine 3

4 10

11 15

15 25

Cmax = 43 MC = 27 MW = 8,6667 Fmax = 43 Lmax = 13 ML = -3 ME = 7,1667 Tmax = 13 NT = 2 WIP = 3,7674 TJC = 0 TMC = 0 Solved by Primary Heuristic = SPT 3. Gantt Chart Mesin

Wmax = 16 MF = 27 Emax = 23 MT = 4,1667 MU = 0,6395 TC = 0 TieBreaker = Random

4. Gantt Chart Job

B. Pembahasan Penjadwalan merupakan proses pengorganisasian, pemilihan, dan penentuan waktu penggunaan sumber daya yang ada untuk menghasilkan output seperti yang diharapkan dalam waktu yang diharapkan pula. menurut penjadwalan didefinisikan sebagai proses pengalokasian sumber-sumber atau mesin-mesin yang ada untuk menjalankan sekumpulan tugas dalam jangka waktu tertentu. Tujuan penjadwalan adalah untuk menyusun pekerjaan unit produksi sedemikian rupa sehingga: a. Semua pesanan diserahkan tepat pada waktunya. b. Pesanan diselesaikan dengan biaya total yang minimum. Tujuan ini hampir sepenuhnya dalam bidang produksi lini, di mana jangka waktu semua operasi adalah sama, dan setiap potong pekerjaan setelah diselesaikan dapat segera bergerak pindah dengan lancarnya ke mesin selanjutnya. Dengan cara demikian semua mesin akan selalu sibuk. Atas dasar itu kita dapat mengenali prinsip penjadwalan yang berlaku untuk semua kasus. Penjadwalan jobshop dan flowshop dalam praktikum ini dilakukan menggunakan software WinQsb. Penjadwalan pertama yang dilakukan adalah penjadwalan jobshop. Langkah awal yang dilakukan adalah menjalankan

program WinQsb pilih Job Scheduling. Setelah itu pada menu file dipilih pilihan New Problem. Problem title diisi Penjadwalan Mesin (Jobshop). Pada number of jobs to be scheduled diisikan angka 6 karena terdapat 6 pekerjaan. Pada number of machine or workers diisikan angka 4 karena pada proses produksi digunakan 4 buah mesin. Selanjutnya pada maximum number of operation diisikan angka 4 karena maksimum operasi yang ada hanya empat operasi. Selanjutnya pada pengisian job information diisi seperti pada tabel 1 untuk menentukan urutan proses untuk setip pekerjaan. Setelah itu data waktu proses setiap pekerjaan (tabel 2) diisikan ke isian Process Times for Jobshop. Kemudian dipilih metode penyelesaian dengan memilih pilihan Solve the problem pada menu Solve and Analyse. Metode yang dipilih adalah Heuristic Dispatching Rule kemudian pada

Primary Heuristic dipilih SPT dan pada Tie Breaker dipilih random. selanjutnya OK untuk menampilkan hasil penjadwalan. Penjadwalan kedua adalah penjadwalan flowshop. Untuk melakukan penjadwalan ini menggunakan WinQsb, langkah pertama yang dilakukan adalah menjalankan program WinQsb. Setelah itu pada menu file dipilih pilihan New Problem. Problem title diisi Penjadwalan Mesin (Jobshop). Pada number of jobs to be scheduled diisikan angka 6 karena terdapat 6 pekerjaan. Pada number of machine or workers diisikan angka 4 karena pada proses produksi digunakan 4 buah mesin. Selanjutnya pada maximum number of operation diisikan angka 4 karena maksimum operasi yang ada hanya empat operasi. Dan diklik All jobs have the same machine/ worker sequence. Selanjutnya pada pengisian job information diisi seperti pada tabel 1 untuk menentukan urutan proses untuk setip pekerjaan. Setelah itu data waktu proses setiap pekerjaan (tabel 2) diisikan ke isian Process Times for Jobshop. Kemudian dipilih metode penyelesaian dengan memilih pilihan Solve the problem pada menu Solve and Analyse. Metode yang dipilih adalah Jhonsons Methods kemudian pada Objective criterion dipilih Cmax atau minimum makespan. selanjutnya OK untuk menampilkan hasil penjadwalan. Penjadwalan job-shop adalah penjadwalan beberapa pekerjaan (job) dimana urutan proses operasi/produksi suatu pekerjaan bisa berbeda dengan urutan proses operasi/produksi pekerjaan yang lainnya. Penjadwalan flow-shop adalah penjadwalan beberapa pekerjaan (job) dimana semua pekerjaaan tersebut harus melalui urutan operasi/proses produksi yang sama. Perbedaan flowshop dan jobshop adalah flowshop menangani variasi produk dengan pola aliran yang disusun berurutan, sedangkan job shop menangani variasi produk dengan pola aliran yang berbeda-beda melalui pusat-pusat kerja. Kelebihan masing-masing metode penjadwalan jobshop : SPT (Shortest Processing Time)

SPT biasanya merupakan teknik terbaik untuk meminimasi aliran pekerjaan dan meminimasi jumlah pekerjaan rata-rata dalam sistem. FCFS (First Come, First Served)

FCFS memiliki kelebihan karena terlihat adil oleh pelanggan. Suatu hal yang sangat penting dalam sistem jasa. EDD (Earliest Due Date)

EDD meminimasi keterlambatan maksimal, yang mungkin perlu untuk pekerjaan yang memiliki penalti setelah tanggal tertentu. EDD bekerja baik ketika keterlambatan menjadi sebuah isu. Metode penjadwalan flowshop : Metode Johnson Metode Johnson adalah suatu metode penjadwalan sejumlah pekerjaan pada dua atau lebih work station yang dilakukan secara berturut-turut dengan tujuan menemukan urutan pekerjaan yang optimal dengan mengurangi jumlah idle time antar pekerjaan pada dua atau lebih work station. Sebelum metode Johnson dapat diterapkan, ada beberapa persyaratan kondisi yang diperlukan diantaranya adalah : 1. Waktu untuk menyelesaikan setiap pekerjaan harus konstan. 2. Waktu setiap pekerjaan harus saling terpisah dari urutan pekerjaan yang lain. 3. Semua pekerjaan harus melalui work station terlebih dahulu sebelum melewati work station yang lain. 4. Tidak ada pekerjaan yang harus diprioritaskan. Metode CDS Metode CDS merupakan pengembangan dari metode Johnson, dimana setiap job yang akan dikerjakan harus melalui proses masing-masing mesin. Penjadwalan dilakukan demi mendapatkan maskespan terkecil yang menjadi urutan pengerjaan paling baik. Metode CDS menetapkan proses penjadwalan atau pengaturan pekerjaan berdasarkan pada waktu yang terkecil yang digunakan dalam melakukan produksi. Dalam masalah ini yang dipergunakan adalah n job dan m mesin. Mesin yang

memiliki waktu terkecil akan diletakkan pada urutan paling depan, sedangkan untuk nilai terkecil dari mesin kedua akan diletakkan pada urutan paling belakang. Metode CDS ini memiliki 2 kelebihan yaitu pemakaian algoritma Johnsons Rule dalam cara heuristic dan biasanya menghasilkan beberapa jadwal yang dapat dipilih menjadi yang terbaik. Metode Palmer Metode palmer adalah metode yang langkah pekerjaannya dengan memberikan prioritas untuk semua job yang memiliki kecenderungan kuat dari waktu proses yang paling cepat hingga waktu proses yang terlama dalam urutan operasi. Palmer telah menetapkan urutan pekerjaan dalam metode ini berdasarkan kepada slope index dari tiap pekerjaan. Pada Slope index (S) positif diutamakan untuk menempati urutan penjadwalan paling awal terhadap negatif, dengan angka positif terbesar mempunyai urutan awal di penjadwalan dan angka negatif terbesar mempunyai urutan terakhir dalam urutan penjadwalan, yang berarti Jobs yang mempunyai waktu proses terpendek diutamakan untuk menempati urutan pertama untuk produksi. Kelemahan dari metode ini adalah bahwa penyelesaian yang dihasilkan belum tentu optimal dan untuk beberapa kasus sulit untuk menentukan keefektifannya. Metode Gupta Metode Gupta adalah metode heuristic yang juga menggunakan slope index sebagai dasar penetuan penjadwalan dimana pekerjaan dengan slope index yang lebih besar akan didahulukan. Dalam Job schedule terdapat istilah

Cmax,MW,Lmax,ME,NT,TJC,MC,Fmax,ML,Tmax,WIP,TMC,Wmax,MF,Emax,MT ,MU,TC. Mc adalah bobot rata-rata waktu penyelesaian, dan hasilnya adalah 27. Cmax adalah waktu pengerjaan terlama, dan hasilnya adalah 43, dapat dilihat dari kolom finish time yaitu pada job 3 dengan mesin 3.

Wmax : maximum waiting time (waktu menunggu maksimum), danhasilnya yaitu 16. Dapat dilihat dari gantt chart. MW = rata-rata waktu menunggu, dan hasilnya yaitu 8,6667, dapat dilihat dari gantt chart.Fmax: maximum flow time (waktu alir maksimum) Fmax = maxi Fi

MF : weighted mean flow time (bobot rata-rata waktu alir), dan hasilnya adalah 27 , sama dengan MC karena waktu penyelesaian job ini adalah flowtime. Lmax adalah lateness maximal (keterlambatan yang paling lama), dan hasilnya 13, diperoleh dari perhitungan completion time due date. ML : weighted mean lateness (bobot rata-rata kelambatan), dan hasilnya adalah 3, diperoleh dari completeion time due date. Emax : maximum earliness, dan hasilnya adalah 23, diperoleh dari lateness negative yang paling rendah. ME adalah mean tardiness ( ukuran dari lateness positif), dan hasilnya adalah 7,1667, diperoleh dari jumlah lateness positif dibagi jumlah job. Tmax : maximum tardiness, dan hasilnya dalah 13, diperoleh dari lateness positif yang paling tinggi. MT : weighted mean tardiness, dan hasilnya dalah 4,1667, diperoleh dari total lateness positif dibagi jumlah job. NT adalah number of tardiness, dan hasilnya adalah 2, karena ada 2 lateness positif. WIP : mean work in process (rata-rata kerja dalam proses), dan hasilnya adalah 3,7674, diperoleh dari total waktu penyelesaian dibagi penyelesaian maximal. MU : mean machine utilization (rata-rata utilitas mesin), dan hasilnya adalah 0,6395, dapatdiperoleh dari gantt chart dimana sluruh total mesin (waktu bekerja) yang berwarna dibagi total process time. Total process time diperoleh dari Cmax dikali jumlah mesin yaitu 172.

TJC adalah Total Job cost (biaya total pekerjaan) , dan hasilnya adalah 0.

TMC : total machine costs (biaya total mesin), dan hasilnya adalah 0. TC : total costs (biaya total) = TJC + TMC , dan hasilnya adalah 0, karena tidak ada informasi tentang biaya. Dari Gantt Chart yang terbentuk, tampak berupa batang-batang dimana

panjang batang menunjukkan lama waktu proses dan menunjukkan urutan proses/job. Setiap pekerjaan/job (batang) terdapat batas yang menunjukkan batas waktu prosesnya sehingga selisih panjang batang untuk pekerjaan antar operasi

menunjukkan waktu tunggu. Dalam Job Shop, pekerjaan mengalami Work in Process yaitu waktu menunggu ketika mesin masih mengerjakan pekerjaan sebelumnya maka pekerjaan yang akan menggunakan mesin yang sama harus menunggu sampai pekerjaan itu selesai dikerjakan sehingga bahan menganggur. Dalam Gantt Chart penjadwalan ini dapat ditunjukkan oleh batang-batang yang terpisah. Gantt Chart adalah diagram untuk memperjelas penjadwalan, urutan pekerjaannya, dan waktu operasi/pekerjaannya. Tujuan dari tampilan ini adalah untuk menggambarkan secara grafis keadaan dari tiap-tiap mesin pada keseluruhan waktu. Sumbu absis (x) menunjukkan waktu dan sumbu ordinat (y) menunjukkan jenis mesin. Ketika sebuah job akan diproses pada sebuah mesin, sebuah persegi panjang diletakkan pada posisi mendatar dan menunjukkan waktu mulai sampai dengan waktu selesai dari sebuah job. Contoh aplikasi industrinya yaitu penjadwalan jobshop untuk meminimalkan makespan , mean tardiness, dan biaya produksi pada C.V.Indra Ghozali yang memproduksi berbagai macam mesin. Dalam memproduksi produknya didasarkan pada pesanan (job order). Dalam memnuhi pesanan pelanggan sering terjadi keterlambatan penyelesaian waktu pengerjaan job atau di luar batas maksimal (due date), sehingga dapat menyebabkan biaya-biaya tambahan karena disebabkan keterlambatan produksi dan menyebabkan biaya produksi tinggi. Maka dari itu dapat diaplikasikan penjadwalanjobshop untuk meniminimalkan makespan, mean tardiness, dan biaya produksi.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2012. Penjadwalan Flowshop. Dalam www.staff.blog.ui.ac.id. Diakses pada tanggal 30 Desember 2013 pukul 21:04 WIB. Baker, Kenneth R.1974. Introduction To Sequencing and Scheduling. John Willey and Sons, Inc. New York. Bedworth, David D and Bailey, James. 1997. Integrated Production Control Systems Management Analysis and Design. John Wiley & Sons. New York. Dimyati, T.T, dkk. 1999. Penjadwalan Jobshop untuk Meminimalkan Makespan , Mean Tardiness, dan Biaya Produksi pada C.V.Indra Ghozali. Jurnal Teknik dan Manajemen Industri, 19 (1), April 1999, 17-28. Kusuma, Hendra. 2001. Perencanaan dan Pengendalian Produksi. Yogyakarta : Andi Offset. Makridakis, Spyros, Wheelwright, dan Mc Gee. 1991. Metode dan Aplikasi Peramalan. 2nd ed. Jakarta: Erlangga Nasution, Arman. 2003. Perencanaan & Pengendalian Produksi. Surabaya: Guna Widya. Oliveira, Elias & Smith, Barbara M. 2000.A Job-Shop Scheduling Model for the Single-Track Railway Scheduling Problem. Mc Graw Hill. New York. Santoso, Tjendra. 1994. Perancangan Algoritma Recheduling Dalam Sistem Produksi Real Time. Yogyakarta: Samudra Ilmu. Saroyo, Pujo, Ir, M.eng.Sc. 2013. Perencanan dan Pengendalian Produksi. Yogyakarta : Jurusan Teknologi Industri Pertanian FTP UGM. Smith, Barbara M. 2001. Lecture Notes in Constraint Satisfaction and Constraint Programming. University of Leeds.London

LAPORAN PRAKTIKUM PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PRODUKSI ACARA V PENJADWALAN JOBSHOP DAN FLOWSHOP

Disusun oleh : Nama NIM Shift : Eunike Nita Angela : 11/318843/TP/10089 : IV

Co Assisten : Asih Rachmayanti Dwi Mulya Sukowati LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2013

TUGAS PRAKTIKUM PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PRODUKSI ACARA V PENJADWALAN JOBSHOP DAN FLOWSHOP

Disusun oleh : Nama NIM Shift : Eunike Nita Angela : 11/318843/TP/10089 : IV

Co Assisten : Asih Rachmayanti Dwi Mulya Sukowati LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2013