Anda di halaman 1dari 14

NAMA NIM KELAS JURUSAN

: REZKI MALINDA : K111 10 119 :D : KESEHATAN LINGKUNGAN

Mencari 10 masalah (sesuai jurusan) kemudian tentukan variable Independen (bebas) dan dependen (terikat). a. Buat hipotesisnya b. Buat kerangka konsep paradigma Masalah 1 Hubungan Kondisi Rumah dan Higiene Perorangan dengan Kejadian ISPA a. Jenis Variabel Variabel Independent Kepadatan penghuni, kamarisasi, ventilasi, kelembaban, dan hygiene perorangan. Variabel Dependent Kejadian penyakit ISPA b. Uji Hipotesis Hipotesis Nol (Ho) 1. Tidak ada hubungan antara kepadatan penghuni dengan kejadian penyakit ISPA 2. Tidak ada hubungan antara kamarisasi dengan kejadian ISPA 3. Tidak ada hubungan antara ventilasi dengan kejadian penyakit ISPA 4. Tidak ada hubungan antara kelembaban dengan kejadian penyakit ISPA 5. Tidak ada hubungan antara hygiene perorangan dengan kejadian penyakit ISPA Hipotesis Alternatif (Ha) 1. Ada hubungan antara kepadatan penghuni dengan kejadian penyakit ISPA 2. Ada hubungan antara kamarisasi dengan kejadian ISPA 3. Ada hubungan antara ventilasi dengan kejadian penyakit ISPA 4. Ada hubungan antara kelembaban dengan kejadian penyakit ISPA

5. Ada hubungan antara hygiene perorangan dengan kejadian penyakit ISPA c. Kerangka Konsep Paradigma Kondisi Rumah: Kepadatan penghuni Kamarisasi Ventilasi kelembaban Variabel Dependen

Variabel Independen

Higiene Perorangan

Kejadian Penyakit ISPA

Variabel Disorter

Pencahayaan

Suhu Daya tahan tubuh

Masalah 2 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Densitasi Larva Aedes Aegypti a. Jenias Variabel Variabel Independent Pengetahuan tentang praktik 3M, sikap dalam pelaksanaan, tindakan dalam pelaksanaan 3M, Jenis tempat perkembangbiakan. Variabel Dependent Densitas jentik Aedes aegypti

b. Uji Hipotesis Hipotesis Nol (Ho) 1. Tidak hubungan pengetahuan masyarakat dalam praktik 3M dengan densitas larva Aedes aegypti. 2. Tidak ada hubungan faktor sikap masyarakat dalam praktik 3M dengan densitas larva Aedes aegypti. 3. Tidak ada hubungan faktor tindakan masyarakat dalam praktik 3M dengan densitas larva Aedes aegypti. 4. Tidak ada hubungan jenis tempat perkembangbiakan dengan densitas larva Aedes aegypti. Hipotesis Alternatif (Ha) 1. Ada hubungan pengetahuan masyarakat dalam praktik 3M dengan densitas larva Aedes aegypti. 2. Ada hubungan faktor sikap masyarakat dalam praktik 3M dengan densitas larva Aedes aegypti. 3. Ada hubungan faktor tindakan masyarakat dalam praktik 3M dengan densitas larva Aedes aegypti. 4. Ada hubungan jenis tempat perkembangbiakan dengan densitas larva Aedes aegypti. c. Kerangka Konsep Paradigma Pengetahuan tentang Praktik 3M Variabel Dependen Variabel Independen Sikap dalam pelaksanaan 3M

Densitas Jentik Aedes aegypti

Tindakan dalam pelaksanaan 3M Jenis tempat perkembangbiakan

Masalah 3 Hubungan Pengetahuan dengan Praktik Higiene Penjamah Makanan di Perusahaan Jasaboga a. Jenias Variabel Variabel Independent Pengetahuan higiene penjamah makanan di perusahaan jasaboga (catering) Variabel Dependent Praktik higiene penjamah makanan di perusahaan jasabog (catering) b. Uji Hipotesis Hipotesis Nol (Ho) 1. Tidak ada hubungan antara pengetahuan dan praktik higiene penjamah makanan di perusahaaan jasaboga. Hipotesis Alternatif (Ha) 1. Ada hubungan antara pengetahuan dan praktik higiene penjamah makanan di perusahaan jasaboga. c. Kerangka Konsep Paradigma Variabel independent Pengetahuan hygiene penjamah makanan di perusahaan jasaboga (catering)

Variabel Dependent

Praktik higiene penjamah makanan di perusahaan jasaboga (catering)

Sikap hygiene penjamah makanan di perusahaan jasaboga (catering)

Masalah 4 Hubungan Penggunaan Jamban Keluarga dengan Kejadian Diare a. Jenis Variabel Variabel Independent Kualitas jamban keluarga Variabel Dependent Kejadian diare Variabel Pengganggu Perilaku masyarakat, kebiasaan masyarakat, sanitasi makanan, higiene perorangan. b. Uji Hipotesis Hipotesis Nol (Ho) 1. Tidak ada hubungan kualitas jamban keluarga (JAGA ) dengan kejadian diare. 2. Tidak ada hubungan jumlah yang menggunakan jamban keluarga (JAGA) dengan kejadian diare. Hipotesis Alternatif (Ha) 1. Ada hubuungan kualitas jamban keluarga (JAGA ) dengan kejadian diare. 2. Ada hubungan jumlah yang menggunakan jamban keluarga (JAGA) dengan kejadian diare. c. Kerangka Konsep Paradigma Variabel independent Jamban Keluarga (JAGA): a. Kualitas JAGA b. Jumlah yang menggunakan JAGA

Variabel Dependent

Kejadian
Diare

Perilaku masyarakat Kebiasaan masyarakat Sanitasi makanan Hygiene perorangan Variabel disorter

Masalah 5 Pemaparan Debu Hubungannya dengan Kapasitas Paru Karyawan Pada Bagian Packing di Pabrik Semen a. Jenias Variabel Variabel Independent kadar debu, umur, masa kerja, dan penggunaan alat pelindung diri. Variabel Dependent Kapasitas paru Variabel Pengganggu Riwayat penyakit sebelumnya, kebiasaan merokok, ventilasi. b. Uji Hipotesis Hipotesis Nol (Ho) 1. Tidak ada hubungan kadar debu dengan kapasitas paru karyawan pada bagian packing di perusahaan semen. 2. Tidak ada hubungan umur dengan kapasitas paru karyawan pada bagian packing di perusahaan semen. 3. Tidak ada hubungan masa kerja dengan kapasitas paru karyawan pada bagian packing di perusahaan semen. 4. Tidak ada hubungan penggunaan alat pelindung diri (APD) dengan kapasitas paru karyawan pada bagian packing di perusahaan semen. Hipotesis Alternatif (Ha) 1. Ada hubungan kadar debu dengan kapasitas paru karyawan pada bagian packing di perusahaan semen. 2. Ada hubungan umur dengan kapasitas paru karyawan pada bagian packing di perusahaan semen. 3. Ada hubungan masa kerja dengan kapasitas paru karyawan pada bagian packing di perusahaan semen. 4. Ada hubungan penggunaan alat pelindung diri (APD) dengan kapasitas paru karyawan pada bagian packing di perusahaan semen.

c. Kerangka Konsep Paradigma Variabel independent Kadar debu Umur Masa kerja Penggunaan APD

Variabel Dependent

Kapasitas paru

Riwayat penyakit sebelumnya Kebiasaan merokok Ventilasi

Variabel disorter

Masalah 6 Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit Ascariasis, Trichuriasis dan Anchylostomiasis pada Pemulung di Tempat pembuangan Akhir (TPA) a. Jenias Variabel Variabel Independent Higiene perorangan: kebiasaan memakai alas kaki, cuci tangan sebelum makan, kebersihan kuku dan sarung tangan. Sanitasi lingkungan: penyediaan air bersih, pemanfaatan jamban, saluran pembuangan air limbah (SPAL). Variabel Dependent Infeksi kecacingan b. Uji Hipotesis Hipotesis Nol (Ho) 1. Tidak ada antara memakai alas kaki dengan kejadian infeksi kecacingan pada pemulung TPA.

2. Tidak ada hubungan antara mencuci tangan sebelum makan dengan kejadian infeksi kecacingan pada pemulung TPA. 3. Tidak ada hubungan antara kebersihan kuku dengan kejadian infeksi kecacingan pada pemulung TPA. 4. Tidak ada hubungan antara penyediaan air bersih dengan kejadian infeksi kecacingan pada pemulung TPA. 5. Tidak ada hubungan antara kepemilikan SPAL dengan kejadian infeksi kecacingan pada pemulung TPA. 6. Tidak ada hubungan antara kepemilikan jamban keluarga dengan kejadian infeksi kecacingan pada pemulung TPA. 7. Tidak ada hubungan antara kepemilikan tempat pembuangan sampah dengan kejadian infeksi kecacingan pada pemulung TPA. Hipotesis Alternatif (Ha) 1. Ada antara memakai alas kaki dengan kejadian infeksi kecacingan pada pemulung TPA. 2. Ada hubungan antara mencuci tangan sebelum makan dengan kejadian infeksi kecacingan pada pemulung TPA. 3. Ada hubungan antara kebersihan kuku dengan kejadian infeksi kecacingan pada pemulung TPA. 4. Ada hubungan antara penyediaan air bersih dengan kejadian infeksi kecacingan pada pemulung TPA. 5. Ada hubungan antara kepemilikan SPAL dengan kejadian infeksi kecacingan pada pemulung TPA. 6. Ada hubungan antara kepemilikan jamban keluarga dengan kejadian infeksi kecacingan pada pemulung TPA. 7. Ada hubungan antara kepemilikan tempat pembuangan sampah dengan kejadian infeksi kecacingan pada pemulung TPA.

c. Kerangka Konsep Paradigma Variabel independent Higiene perorangan: a. Pemakaian alas kaki b. Kebiasaan mencuci tangan c. Kebersihan kuku d. Sarung tangan Sanitas lingkungan: a. Penyediaan air bersih b. Pemanfaatan jamban c. SPAL

Variabel Dependent

Infeksi kecacingan

Masalah 7 Analisa Dampak Gas Amoniak dan Klorin pada Faal Paru Pekerja Pabrik Sarung Tangan Karet a. Jenias Variabel Variabel Independent Tempat kerja yang berkemungkinan besar terkontaminasi dengan amoniak dan klorin. Variabel Dependent Dampak pada faal apru pekerja. b. Uji Hipotesis Hipotesis Nol (Ho) 1. Tidak ada hubungan antara udara lingkungan kerja dengan dampak faal paru pada pekerja. Hipotesis Alternatif (Ha) 1. Ada hubungan antara udara lingkungan kerja dengan dampak faal paru pada pekerja.

c. Kerangka Konsep Paradigma

Variabel independen

Tempat Kerja Variabel Dependen

Bagian amoniak dan bagian klorin

Faal paru pekerja

Bagian manajemen representatif

Masalah 8 Analisis Penerapan Metode Kaporitisasi Sederhana Terhadap Kualitas Bakteriologis Air PMA (Perlindungan Mata Air) a. Jenis Variabel Variabel Independent Alat Kaporitisasi sederhana pada sarana PMA. Variabel Dependent Peningkatan kualitas air bersih serta bakteriologis. Variabel Perantara Debit air, DPC, dosis, lama kontak. Variabel Disorter pH, suhu, kekeruhan, zat organic, zat besi, mangan dll. b. Uji Hipotesis Hipotesis Nol (Ho) 1. Tidak ada perbedaan rata-rata parameter klor dari beberapa metode kaporitisasi.

2. Tidak ada perbedaan rata-rata parameter total koliform dan E.coli dari beberapa metode kaporitisasi pada sarana PMA. 3. Tidak ada perbedaan kualitas bakteriologis air PMA sebelum dan sesudah dilakukan beberapa metode kaporitisasi pada sarana PMA. Hipotesis Alternatif (Ha) 1. Ada perbedaan rata-rata parameter klor dari beberapa metode kaporitisasi. 2. Ada perbedaan rata-rata parameter total koliform dan E.coli dari beberapa metode kaporitisasi pada sarana PMA. 3. Ada perbedaan kualitas bakteriologis air PMA sebelum dan sesudah dilakukan beberapa metode kaporitisasi pada sarana PMA. c. Kerangka Konsep Paradigma Variabel independent Metode klorinasi pada air PMA Variabel perantara a. b. c. d. Debit air DPC Dosis Lama kontak Variabel dependent

Kualitas bakteriologis air PMA

Variabel pengganggu a. b. c. d. e. f. pH Suhu Kekeruhan Zat organik Zat besi Mangan dll.

Masalah 9 Hubungan Iklim (Suhu Udara, Curah Hujan, Kelembaban dan Kecepatan Angin) dengan Kasus Diare Mulai Tahun 2007-2011 a. Jenias Variabel Variabel Independent Iklim (suhu udara, curah hujan, kelembaban dan kecepatan angin). Variabel Dependent Kasus diare selama 5 tahun terkahir (2007-2011). Variabel perantara Air, udara, makanan, dan kontak langsung dengan penderita. b. Uji Hipotesis Hipotesis Nol (Ho) 1. Tidak ada hubungan antara suhu udara dengan kasus diare selama 5 tahun terakhir. 2. Tidak ada hubungan antara curah hujan dengan kasus diare selama 5 tahun terakhir. 3. Tidak ada hubungan antara kelembaban dengan kasus diare selama 5 tahun terakhir. 4. Tidak ada hubungan antara kecepatan angin dengan kasus diare selama 5 tahun terakhir. Hipotesis Alternatif (Ha) 1. Ada hubungan antara suhu udara dengan kasus diare selama 5 tahun terakhir. 2. Ada hubungan antara curah hujan dengan kasus diare selama 5 tahun terakhir. 3. Ada hubungan antara kelembaban dengan kasus diare selama 5 tahun terakhir. 4. Ada hubungan antara kecepatan angin dengan kasus diare selama 5 tahun terakhir.

c. Kerangka Konsep Paradigma

Variabel independent a. b. c. d. Suhu udara Curah hujan Kelembaban Kecepatan angin

Variabel perantara a. b. c. d. Air Udara Makanan Kontak langsung dengan penderita

Variabel dependent

Kasus diare

Masalah 10 Hubungan perilaku tentang pemberantasan Sarang Nyamuk dan Kebiasaan Keluarga dengan Kejadian DBD a. Jenias Variabel Variabel Independent Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Variabel Dependent Kejadian DBD Variabel disorter Virulensi virus, imunitas subyek. b. Uji Hipotesis Hipotesis Nol (Ho) 1. Tidak ada hubungan pengetahuan keluarga tentang PSN dengan kejadian DBD. 2. Tidak ada hubungan sikap keluarga tentang PSN dengan kejadian DBD. 3. Tidak ada hubungan praktik keluarga tentang PSN dengan kejadian DBD. 4. Tidak ada hubungan kebiasaan keluarga dengan kejadian DBD.

Hipotesis Alternatif (Ha) 1. Ada hubungan pengetahuan keluarga tentang PSN dengan kejadian DBD.

2. Ada hubungan sikap keluarga tentang PSN dengan kejadian DBD. 3. Ada hubungan praktik keluarga tentang PSN dengan kejadian DBD. 4. Ada hubungan kebiasaan keluarga dengan kejadian DBD. c. Kerangka Konsep Paradigma Variabel Independent Perilaku PSN keluarga: a. Pengetahuan PSN b. Sikap PSN c. Praktik PSN Variabel Dependent

Kejadian DBD

Kebiasaan Keluarga: a. Tidur siang b. Penggunaan kelambu c. Pemakaian anti nyamuk d. Menggantung pakaian

Variabel Disorter Virulensi virus Imunitas subyek