Anda di halaman 1dari 5

LABORATORIUM UJI BAHAN JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789, Ext.266 Bandung

Pokok : Pengujian Agregat Materi : Bobot Isi Beton Segar I. REFERENSI

No. Uji : 9 Halaman : 1

1. ASTM C.138-92, Test Method for Unit Weight, Yield and Air Content (Gravimetric) of Concrete. 2. SNI 03-1973-1990, Metode Pengujian bobot isi Beton. 3. Hand Out Lab Uji Bahan Politeknik Negeri Bandung

II. TUJUAN PENGUJIAN Menentukan besarnya perbandingan berat terhadap volume dari beton segar, dalam satuan kg/liter atau ton/m3. III. DASAR TEORI Bobot isi beton adalah berat beton segar per-satuan isi. Bobot isi beton (P) didefinisikan sebagai perbandingan antara berat adukan beton dengan volume adukan beton secara matematis: P=W/V Dimana, P = bobot isi beton (gram/cm3) W = berat adukan beton (gram) V = volume adukan beton (cm) Tujuan pengukuran bobot isi ini adalah untuk mengetahui apakah nilai bobot isi beton sebenarnya sudah memenuhi nilai bobot isi beton rencana. Bobot isi beton sebenarnya dianggap memenuhi nilai bobot isi beton rencana memenuhi nilai rendemen atau yield. Diamana nilai rendemen (Y) didapatkan dengan rumus: R=B/A

Nama Mahasiswa Erlangga M

Kelompok 2

Kelas KS-2A

Tanggal Koreksi

Paraf Pembimbing

Nilai

LABORATORIUM UJI BAHAN JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG


Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789, Ext.266 Bandung

Pokok : Pengujian Agregat Materi : Bobot Isi Beton Segar Dimana, R = nilai yield atau rendemen B = bobot isi beton sebenarnya (gram/cm3) A = bobot isi beton rencana (gram/cm3)

No. Uji : 9 Halaman : 2

Nilai rendemen yang memenuhi persyaratan adalah 0.95 < R <1.05 Bila rendeman kurang atau lebih dari persyaratan tersebut lebih baik dilakukan re design dengan cara: 1. Bila >1.05 koreksi dilakukan dengan cara mengurangi komposisi bahan awal dengan (persentase kelebihan bahan) x (komposisi bahan awal). 2. Bila < 0.95 koreksi dilakukan dengan cara menambahkan komposisi bahan awal dengan (persentase kekurangan bahan) x (komposisi bahan awal). IV. PERALATAN DAN BAHAN 1. No. Peralatan Nama Alat Gambar Keterangan

1.

Bejana

Bejana dengan volume yang diketahui (V=7115 cm3)

2.

Timbangan

Timbangan dengan kapasitas maksimum 30 Kg dan ketelitian 0,001 gram

Nama Mahasiswa Erlangga M

Kelompok 2

Kelas KS-2A

Tanggal Koreksi

Paraf Pembimbing

Nilai

LABORATORIUM UJI BAHAN JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG


Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789, Ext.266 Bandung

Pokok : Pengujian Agregat Materi : Bobot Isi Beton Segar

No. Uji : 9 Halaman : 3

3.

Ruskam

Digunakan untuk meratakan permukaan beton segar pada bejana

4.

Sendok

Digunakan untuk memasukkan beton segar ke dalam bejana

5.

Batang pejal

Digunakan untuk memadatkan beton segar

2.

Bahan Beton segar dengan mutu K-225 berupa campuran semen, agregat halus, agregat kasar, dan air (yang diambil dari molen segera setelah selesai pengadukan).

V. PROSEDUR PELAKSANAAN PENGUJIAN 1. Membersihkan semua peralatan untuk pengujian bobot isi, kemudian membasahinya dengan lap basah. 2. Beton ditempatkan dalam tiga lapis dengan volume yang sama pada setiap lapis. Lalu tiap lapis dipadatkan dengan batang pemadat sebanyak 25 kali. Pemadatan dilakukan secara merata (memutar) dan pemadatan lapis pertama tidak boleh mengenai dasar cetakan,

Nama Mahasiswa Erlangga M

Kelompok 2

Kelas KS-2A

Tanggal Koreksi

Paraf Pembimbing

Nilai

LABORATORIUM UJI BAHAN JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG


Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789, Ext.266 Bandung

Pokok : Pengujian Agregat Materi : Bobot Isi Beton Segar

No. Uji : 9 Halaman : 4

pemadatan lapis kedua dan ketiga, tongkat boleh masuk sampai kirakira 25.4 mm pada lapisan sebelumnya. 3. Setelah selesai memadatkan, ketuk sisi takaran perlahan-lahan sampai tidak tampak gelembung-gelembung udara pada permukaan dan rongga-rongga bekas tusukan tertutup. 4. Ratakan permukaan benda uji, dan timbang beratnya.

VI. DATA HASIL PENGAMATAN Laporan hasil pengujian bobot isi beton segar dengan cara menuliskan nilai bobot isi dan nilai yield masing-masing kelompok dan rataratanya, serta memberikan contoh perhitungannya. Hasil lengkapnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Contoh Asal : Beton Mutu K-225 : Lab uji bahan Dikerjakan Tanggal uji I A B C (A-B)/C 21188,3 4697,4 7115 2,318 : Kelompok 1 : 18-11-2013 II 21307,5 4697,4 7115 2,335

Nomor contoh Berat Wadah + beton segar (gram) Berat wadah (gram) Volume Wadah (cm) Berat / Volume Beton Segar (gram/cm) Berat / Volume Beton Segar rata-rata (gram/cm)

2,3265

Analisa Perbandingan B/V Realisasi dan Rencana (Yield) Data rata-rata A B B/A 2,314 2,3265 1,005

Nomor contoh B/V Beton Segar Rencana (gram/cm) B/V Realisasi (gr/cm) Yield atau Rendemen

Nama Mahasiswa Erlangga M

Kelompok 2

Kelas KS-2A

Tanggal Koreksi

Paraf Pembimbing

Nilai

LABORATORIUM UJI BAHAN JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG


Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789, Ext.266 Bandung

Pokok : Pengujian Agregat Materi : Bobot Isi Beton Segar VII.


KESIMPULAN

No. Uji : 9 Halaman : 5

Dari hasil pengujian bobot isi beton segar, diperoleh perbandingan rata-rata antara bobot isi beton segar yaitu 2,3265 gram/cm dan bobot isi rencana sebesar 2,314 gram/cm3 Serta dengan nilai rendemen atau yield ratarata sebesar 1.005, rendeman memenuhi persyaratan (0.95 < R < 1.05) tidak perlu dilakukan perubahan lagi.

Nama Mahasiswa Erlangga M

Kelompok 2

Kelas KS-2A

Tanggal Koreksi

Paraf Pembimbing

Nilai