Anda di halaman 1dari 11

Sediaan & Cara Pemberian Obat

Dr.med. Abraham Simatupang, dr., MKes. bram.simatupang@gmail.com

Sediaan Padat
Tablet Tablet biasa Salut enterik (enteric coat) Slow Released/Retard/Lepas Lambat Kunyah (chewed) Kapsul Kaplet Sirup kering (dry syrup): dilarutkan dengan air supositoria Sediaan padat tapi mudah mencair per rektal per vaginam

Lunak
Krim (cream)
Water in Oil (W/O)
Air << Minyak: lbh lengket lebih melekat, tahan lama

Oil in Water (O/W)


Minyak << Air: tdk lengket Mudah dibersihkan

Pasta
Konsistensi lebih kental: contoh pasta gigi
3

Cairan
Sirup Ointment Liniment Infus Suntik untuk i.m. dan i.v Untuk tetes (telinga, mata, hidung)

Gas
terapeutik: O2 anestetik: halotan, eter

Cara Pemberian

Enteral
lewat sistem pencernaan: oral dan rektal

per vaginam: lewat vagina per rektal: lewat rektum

Parenteral
Per injektionum/injeksi intra kutan sub kutan (s.k) intra muskuler (i,m) intra vena (i.v) pemberian sekali saja pemberian terus-menerus secara infus intra tekal intra kardial Pemberian injeksi asepsis & anti-sepsis pastikan semua alat dan bahan tersedia dalam jangkauan pastikan jarum/abocath/spuit masih dalam keadaan steril pastikan jarum telah masuk dengan tepat: lakukan aspirasi

Topikal
Diaplikasikan dikulit, langsung di daerah yg luka/sakit Biasanya dalam bentuk cream, pasta, ointment, liniment Skin-patch

Oral
Cara yang paling umum digunakan Obat diminum dengan sejumlah air Bentuk obat: tablet, kapsul, kaplet, sirup Bisa juga diberikan secara sub-lingual (dibawah lidah) dan bukkal

10

per inhalasi: melalui saluran nafas


obat berbentuk gas
anestesi umum

obat berbentuk cair/serbuk yang disemprotkan


Inhaler: asthma

11