Anda di halaman 1dari 3

Prinsip-prinsip Pilihan Hukum Doktrin hukum kontrak internasional mengidentifikasikan 3 (tiga)prinsip utama mengenai pilhan hukum dalam hukum

kontrak internasional. Ketiga prinsip tersebut adalah: (1) prinsip kebebasan para pihak; ( ) prinsip bonafide; dan (3) prinsip real connection. 1. Prinsip Kebebasan Para Pihak Kebebasan para pihak ini tampakn!a sudah men"adi prinsip hukum umum. #rtin!a$ hampir setiap sistem hukum di dunia$ !aitu sistem hukum di dunia$ !aitu sistem %ommon &a'$ %i(il &a'$ hukum komunis$ atau hukum #merika &atin$ atau bahkan sistem hukum agama ()slam$ Hindu$ Kristen) mengakui eksistensin!a. *ahkan$ praktek para pelaku bisnis atau pedagang$ melihat prinsip kebebasan para pihak untuk menetapkan aturan-aturan dagang !ang berlaku di antara mereka$ merupakan suatu prinsip !ang telah terkristalisasi. Prinsip inilah !ang antara lain melahirkan prinsip atau doktrin le+ mer,atoria (la' mer,hants atau hukum para pedagang). . Prinsip *onafide Prinsip *onafide berarti bah'a pilihan hukum tersebut didasarkan pada itikad baik. -idak ada standar !ang dapat digunakan untuk mengukur kapan suatu tindakan pilihan hukum itu beritikad baik atau buruk. .tandar !ang mungkin digunakan adalah ketertiban umum. .tandar ini oleh .udargo /autama disebut pula sebagai pen!elundupan hukum. 3. Prinsip 0eal %onne,tion Doktrin !ang berlaku mengenai prinsip ini !aitu bah'a pilihan hukum tersebut !ang telah disepakati oleh para pihak harus memiliki hubungan atau kaitan dengan para pihak atau kontrak. Hukum #merika .erikat menggunakan istilah 1a reasonable relation2. 3a,am-ma,am Pilihan Hukum Dari bentukn!a$ pilihan hukum dapat berupa pilihan:

(1) .e,ara tegas din!atakan oleh para pihak dalam suatu klausul kontrak; ( ) Pilihan se,ara diam-diam atau tersirat; (3) Kesepakatan para pihak untuk men!erahkan dalam suatu klausul kontrak; (4) Ketetapan para pihak untuk tidak memilih atau membuat klausul pilihan hukum. Hukum !ang *erlaku 3engenai hukum apa !ang akan dipilih dan diberlakukan terhadap kontrak bergantung sepenuhn!a kepada kesepakatan para pihak. #da berbagai hukum apa !ang akan dipilih para pihak. Hukum tersebut adalah: (1) Hukum nasional suatu negara$ khusun!a hukum nasional dari salah satu pihak; ( ) Hukum kebiasaan; (3) per"an"ian internasional; dan (4) hukum internasional. 1. Hukum 5asional Dipilihn!a suatu hukum nasional oleh para pihak adalah pilihan !ang paling umum dilakukan. *ahkan di negara-negara sedang berkembang$ pilihan hukum nasional adalah pilihan !ang dalam hal tertentu di'a"ibkan. Dalam PP 5o. 16 -ahun 1778 tentang 9aralaba di )ndonesia. . Hukum Kebiasaan Para Pihak dapat dan bebas pula untuk memilih hukum kebiasaan sebagai hukum !ang akan berlaku terhadap kontrak. Pilihan hukum ini biasan!a dipilih untuk suatu ob"ek atau transaksi dalam suatu kontrak. 3. Per"an"ian )nternasional Para pihak dapat pula memilih per"an"ian internasional !ang mengatur kontrak internasional. .alah satu ,ontoh adalah pilihan dan pemberlakuan teh :nited 5ations %on(ention on %ontra,ts for the )nternational .ale of /oods. Pembatasan %hoi,e of &a' Pembatasan !ang pada umumn!a diakui dan dikenal adalah: a. -idak melanggar ketertiban umum

b. Han!a di bidang hukum kontrak ,. Harus ada kaitan dengan kontrak bersangkutan d. -idak untuk men!elundupkan hukum e. -idak untuk transaksi tanah atau hak-hak atas benda tak bergerak f. -idak boleh mengenai ketentuan hukum perdata dengan sifat publik g. 3elanggar itikad baik h. Pilihan hukum digunakan untuk menghindari tanggung "a'ab pidana i. #dan!a aturan-aturan hukum !ang bersifat memaksa ". Hukum .ubstantif !ang dipili" mengatur ob"ek kontrak