Anda di halaman 1dari 21

12/22/2008

ALINEMEN HORIZONTAL
Ir. Aji Suraji, MSc. Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Widyagama Malang
Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang Peranc. Geometrik Jl: Aln Horizontal Ir. Aji Suraji, MSc. 1

ALINEMEN HORIZONTAL
Alinemen horizontal adalah suatu jalan yang dipandang tegak lurus terhadap permukaan lahan. tampak atas Perancangan alinemen horizontal menyangkut: - Perancangan tikungan, - Jari jari lengkung,

Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang

Peranc. Geometrik Jl: Aln Horizontal Ir. Aji Suraji, MSc.

12/22/2008

ALINEMEN HORIZONTAL

Alinemen horizontal adalah proyeksi sumbu jalan pada bidang g horizontal. Alinemen horizontal dikenal juga j g dengan situasi jalan atau trase jalan. Alinemen horizontal terdiri dari garis garis lurus yang dihubungkan dengan garis lengkung. Garis lengkung dapat terdiri dari: - busur lingkaran ditambah dengan busur peralihan (Spiral(Spiral -Circle Circle-Spiral) SCS - busur peralihan saja (Spiral (Spiral-Spiral) SS - busur lingkaran saja (Full Circle) FC

Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang

Peranc. Geometrik Jl: Aln Horizontal Ir. Aji Suraji, MSc.

Gaya Sentrifugal pada Tikungan


Kendaraan yang bergerak dengan kecepatan V pada bidang datar atau miring dengan lintasan berbentuk suatu lengkung seperti lingkaran, maka pada kendaraan tersebut bekerja gaya kecepatan V dan gaya sentrifugal F. Gaya sentrifugal mendorong kendaraan secara radial keluar dari lajur jalan berarah tegak lurus terhadap gaya kecepatan V V. Gaya sentrifugal ini menimbulkan rasa tidak nyaman pada pengemudi dan penumpang kendaraan bermotor.

Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang Peranc. Geometrik Jl: Aln Horizontal Ir. Aji Suraji, MSc. 4

12/22/2008

ALINEMEN HORIZONTAL

Alinemen horizontal harus ditetapkan sebaik b ik baiknya b ik kecuali k li untuk t k memenuhi hi syaratsyarat -syarat dasar teknik lalu lintas sebagaimana tercantum dalam Daftar I, juga harus memepertimbangkan penyediaan drainase yang cukup baik dan memperkecil pekerjaan tanah yang diperlukan.
Peranc. Geometrik Jl: Aln Horizontal Ir. Aji Suraji, MSc. 5

Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang

ALINEMEN HORIZONTAL

Kemungkinan akan pembangunan b t h harus bertahap h telah t l h diperhatikan, di h tik misalnya peningkatan kekuatan perkerasan, perbaikan alinemen baik vertikal maupun horizontal yang diperlukan dikemudian hari dapat dilakukan dengan penambahan biaya yang sekecil kecilnya.
Peranc. Geometrik Jl: Aln Horizontal Ir. Aji Suraji, MSc. 6

Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang

12/22/2008

Gaya Sentrifugal pada Tikungan


Untuk dapat mempertahankan kendaraan tersebut tetap pada sumbu jalur jalan maka perlu adanya gaya yang d dapat t mengimbangi i b i gaya tersebut. t b t Gaya yang mengimbangi gaya sentrifugal tersebut dapat berasa dari: Gaya gesek melintang antara ban kendaraan dengan permukaan jalan, Komponen berat kendaraan akibat kemiringan melintang permukaan

Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang

Peranc. Geometrik Jl: Aln Horizontal Ir. Aji Suraji, MSc.

Gaya Sentrifugal pada Tikungan


Rumus: F=m m.a a F = GV2/(gR) Dengan: F = Gaya sentrifugal m = massa = G/g G = Berat kendaraan g = gaya g y gravitasi g bumi a = Percepatan sentrifugal = V2/R R = Jari jari lengkung V = kecepatan Analisis tentang gaya sentrifugal dapat dibaca pada Sukirman (1994): hal 67.
Peranc. Geometrik Jl: Aln Horizontal Ir. Aji Suraji, MSc. 8

Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang

12/22/2008

Superelevasi
Pada tikungan terdapat superelevasi Superelevasi adalah kemiringan melintang permukaan pada lengkung horizontal

Komponen berat kendaraan untuk mengimbangi gaya sentrifugal diperoleh dengan mebuat kemiringan melintang jalan yang disebut dengan istilah superelevasi Rumus pada lengkung horizontal: e+f = V2/(127R)

Dengan: e = superelevasi f = 0,00125V+0,24 V = kecepatan kendaraan Teknik RSipil = jari jari lengkung jalan
Universitas Widyagama Malang

Peranc. Geometrik Jl: Aln Horizontal Ir. Aji Suraji, MSc.

Superelevasi
Ketajaman lengkung horizontal dinyatakan dengan besarnya radius dari lengkung tersebut atau dengan besarnya derajat lengkung (D). Derajat lengkung adalah besarnya sudut lengkung yang menghasilkan panjang busur 25 m Rumus:

D = 25/(2phi.R) 360
Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang Peranc. Geometrik Jl: Aln Horizontal Ir. Aji Suraji, MSc. 10

12/22/2008

Diagram Superelevasi

Diagram superelevasi disebut juga dengan diagram kemiringan melintang Diagram superelevasi menggambarkan pencapaian superelevasi dari lereng normal ke superelevasi penuh sehingga dengan mempergunakan diagram superelevasi dapat ditentukan bentuk penampang melintang pada setiap titik di suatu lengkung horizontal yang direncanakan. Diagram superelevasi digambar berdasarkan elevasi sumbu jalan sebagai garis nol. nol Elevasi tepi perkerasan diberi tanda positif bila tepi perkerasan terletak lebih tinggi dari sumbu jalan, begitu sebaliknya diberi tanda negatif bila terletak dibawah sumbu jalan.
Peranc. Geometrik Jl: Aln Horizontal Ir. Aji Suraji, MSc. 11

Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang

Diagram Superelevasi (FC)


Gambar:
I
39,760 39,760

TC Ls Ls
+ 9%

CT II KANAN Ls Ls

- 2% - 9%

- 2%

KIRI

I II

Bagian lurus

Bagian lengkung
Lc = 67,383

Bagian lurus

+ 6,25% + 2% - 2% - 2%

- 9%

Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang

POT I - I

POT TC

POT II - II

Peranc. Geometrik Jl: Aln Horizontal Ir. Aji Suraji, MSc.

12

12/22/2008

Diagram Superelevasi (scs)


Gambar:

Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang

Peranc. Geometrik Jl: Aln Horizontal Ir. Aji Suraji, MSc.

13

Diagram Superelevasi (ss)


Gambar:
TS SC = CS ST

N NA KA
- 2%

+ 9% SUMBU JALAN
- 2%

- 9%
KIR I

67,394
- 2% - 2%

67,394 9%
- 2% - 2%

Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang

Peranc. Geometrik Jl: Aln Horizontal Ir. Aji Suraji, MSc.

14

12/22/2008

Kemiringan Melintang Jalan Lurus


Kemiringan melintang jalan yang lurus atau disebut dengan kemiringan normal diperlukan:
Agar air hujan yang mengalir di permukaan jalan cepat pengalir ke samping dan masuk selokan samping (side ditch). Untuk permukaan yang kedap air, maka kemiringannya tidak terlalu besar Kemiringan melintang normal (en) berkisar antara 22-4%

Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang

Peranc. Geometrik Jl: Aln Horizontal Ir. Aji Suraji, MSc.

15

Jari jari lengkung minimum


Jari jari lengkung minimum untuk setiap kecepatan rencana sebagaimana tercantum dalam Daftar I ditentukan berdasarkan miring tikungan maksimum dan koefisien gesekan melintang maksimum. Rumus jari jari lengkung minimum:

R = V2/(127(e+fm) dengan: R = jari jari lengkung minimum (m) V = kecepatan rencana (km/jam) e = miring tikungan (%) fm = koefisien gesekan melintang
Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang Peranc. Geometrik Jl: Aln Horizontal Ir. Aji Suraji, MSc.

16

12/22/2008

Lengkung Peralihan
Mekanisme pergerakan kendaraan di tikungan: Pertama kali membelok, bagian kendaraan yang dibelokkan adalah roda depan, dengan demikian maka jejak roda akan melintasi lintasan peralihan dari jalur jalan lurus ke tikungan berbentuk busur lingkaran. Gaya sentrifugal yang ditimbulkan berangsur angsur dari R tak berhingga di jalan lurus sampai R=Rc pada tikungan berbentuk busur lingkaran. Pada lengkung horizontal yang tumpul (sudut tangen tikungan kecil) dengan jari jari besar lintasan kendaraan masih dapat tetap berada pada jalur jalannya Tetapi pada tikungan tajam (sudut tangen besar) kendaraan akan menyimpang dari jalur yang disediakan dan mengambil jalur lain di sampingnya sampingnya. Dengan demikian berdasarkan kenyataan mekanisme pergerakan kendaran tersebut maka diperlukan lengkung peralihan.

Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang

Peranc. Geometrik Jl: Aln Horizontal Ir. Aji Suraji, MSc.

17

Lengkung Peralihan
Keuntungan menggunakan lengkung peralihan: 1. Pengemudi dapat dengan mudah mengikuti jalur yang telah disediakan untuknya tanpa melintasi jalur lain yang berdampingan, berdampingan 2. Memungkinkan mengadakan perubahan dari lereng jalan normal ke kemiringan sebesar superelevasi secara berangsur angsur sesuai dengan gaya sentrifugal yang timbul 3. Memungkinkan mengadakan peralihan pelebaran perkerasan yang diperlukan dari jalan lurus ke kebutuhan lebar perkerasan pada tikungantikungan -tikungan tajam 4. Menambah tingkat keselamatan dan kenyamanan bagi pengemudi karena sedikit memungkinkan pengemudi keluar dari jalur, 5. Menambah keindahan bentuk jalan, menghindari kesan patahnya jalan pada batasan bagian lurus dan lengkung busur lingkaran

Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang

Peranc. Geometrik Jl: Aln Horizontal Ir. Aji Suraji, MSc.

18

12/22/2008

Bentuk Lengkung Peralihan


Bentuk

lengkung peralihan yang terbaik adalah d l h lengkung l k clothid l thid atau t disebut di b t juga j dengan istilah spiral. Syarat lengkung spiral adalah radius pada sembarang titik berbanding terbalik dengan panjang lengkung.

Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang

Peranc. Geometrik Jl: Aln Horizontal Ir. Aji Suraji, MSc.

19

Panjang Lengkung Peralihan


1) 2) 3)

4)

Panjang lengkung peralihan (Ls) yang dipilih untuk perencanaan merupakan p p hasil terpanjang p j g dari pemenuhan persyaratan untuk: Kelandaian relatif yang diperkenankan, Panjang lengkung berdasarkan modifikasi SHORTT, Lama perjalanan yang dilakukan pengemudi selama dua detik menurut AASHTO dan tiga detik menurut Bina Marga yang berguna untuk menghindari kesan patahnya t h t tepi i perkerasan, k Bentuk lengkung spiral: Panjang lengkung spiral merupakan fungsi dalam sudut spiral (0s)
Peranc. Geometrik Jl: Aln Horizontal Ir. Aji Suraji, MSc.

Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang

20

10

12/22/2008

Landai Relatif

Pengertian dasar: Proses pencapaian kemiringan melintang g sebesar superelevasi p dari kemiringan g melintang normal pada jalan lurus sampai kemiringan melintang sebesar superelevasi pada lengkung berbentuk busur lingkaran, menyebabkan peralihan tinggi perkerasan sebelah luar dari elevasi kemiringan normal pada jalan lurus ke elevasi sesuai kemiringan superelevasi pada busur lingkaran. Landai relatif (1/m) adalah besarnya kelandaian akibat perbedaan elevasi tepi perkerasan sebelah luar sepanjang lengkung peralihan.
Peranc. Geometrik Jl: Aln Horizontal Ir. Aji Suraji, MSc. 21

Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang

Landai Relatif
Rumus: 1/m 1/ = h/Ls 1/m = (e+en)B/(Ls) dengan: 1/m = landai relatif, Ls = panjang lengkung peralihan h = (e+en)B e = superelevasi (m/m) en = kemiringan melintang normal (m/m) Ketentuan Landai relatif menurut Bina marga sebagaiamana terdapat pada Daftar II
Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang Peranc. Geometrik Jl: Aln Horizontal Ir. Aji Suraji, MSc. 22

11

12/22/2008

BENTUK LENGKUNG HORIZONTAL


Ada tiga bentuk lengkung horizontal, yaitu: 1) Lengkung busur lingkaran sederhana (Full Circle) FC 2) Lengkung busur lingkaran dengang lengkung peralihan (Spiral(Spiral-Circle Circle-Spiral) SCS 3) Lengkung peralihan saja (Spiral(Spiral-Spiral) SS
Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang Peranc. Geometrik Jl: Aln Horizontal Ir. Aji Suraji, MSc. 23

1. Lengkung Lingkaran Sederhana (Full Circle / FC)


Persyaratan utama untuk dapat diterapkan jenis lengkung lingkaran g sederhana (Full ( Circle) ) adalah: - Sudut tangen atau B (beta) kecil), sudut tangen berkisar kurang dari 15o - Radius tikungan yang besar R berkisar > 750m - Superelevasi yang dibutuhkan <= 3% Catatan: Bagian lurus dari jalan sebelum dan sesudah tikungan dinamakan dengan istilah tangen.

Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang

Peranc. Geometrik Jl: Aln Horizontal Ir. Aji Suraji, MSc.

24

12

12/22/2008

Lengkung Lingkaran Sederhana


Rumus rumus Tc = R.tan(1/2B) Ec = T.tan(1/4B) Lc = B/360 . 2.phi.R (Lihat ilustrasi/gambar)
Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang Peranc. Geometrik Jl: Aln Horizontal Ir. Aji Suraji, MSc. 25

Lengkung Lingkaran Sederhana


Gambar:

Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang

Peranc. Geometrik Jl: Aln Horizontal Ir. Aji Suraji, MSc.

26

13

12/22/2008

Contoh Soal Perancangan Lengkung Lingkaran Sederhana


Rancanglah lengkung lingkaran sederhana (Full Circle) dengan data sebagai berikut: Kecepatan rencana = 60 km/jam e maks = 0,10 Sudut B = 20o Lebar jalan 2 x 3,75 m tanpa median Kemiringan melintang normal = 2% R untuk perancangan = 716 m Penyelesaian: Dari Tabel Metode Bina Marga, diperoleh e = 0,029 dan Ls = 50 m Tc = R tan 1/2B = 716 tan 10 = 126,26m Ec = T tan 1/4B = 126,26 tan 5o = 11,05 m Lc = 0,01745BR = 0,01745.20.716 = 249,88 m
Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang

Peranc. Geometrik Jl: Aln Horizontal Ir. Aji Suraji, MSc.

27

2. Lengkung Busur Lingkaran dengan Lengkung Peralihan (SCS)


Jenis Lengkung Busur Lingkaran dengan L Lengkung k Peralihan P lih (Spiral(Spiral (S i l-Circle Ci l -Spiral) CircleS i l) SCS, memerlukan persyaratan umum sebagai berikut: - Tikungan tidak terlalu tajam namun juga tidak terlalu tumpul, sudut tangen untuk jenis tikungan SCS ini berkisar 15o-30o. - Radius tikungan berkisar 200m200m-700m.
Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang Peranc. Geometrik Jl: Aln Horizontal Ir. Aji Suraji, MSc. 28

14

12/22/2008

2. Lengkung Busur Lingkaran dengan Lengkung Peralihan (SCS)


Gambar:
77 ,7 25

Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang

39 ,7 60

Peranc. Geometrik Jl: Aln Horizontal Ir. Aji Suraji, MSc.

29

2. Lengkung Busur Lingkaran dengan Lengkung Peralihan (SCS)


Rumus:

Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang

Peranc. Geometrik Jl: Aln Horizontal Ir. Aji Suraji, MSc.

30

15

12/22/2008

2. Lengkung Busur Lingkaran dengan Lengkung Peralihan (SCS)


Contoh Perhitungan:

Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang

Peranc. Geometrik Jl: Aln Horizontal Ir. Aji Suraji, MSc.

31

3. Lengkung SpiralSpiral-Spiral (SS)


Lengkung horizontal berbentuk spiralspiral-spiral adalah lengkung pada tikungan tanpa busur lingkaran, lingkaran dengan demikian maka: 1. Titik SC berimpit dengan titik CS, 2. Panjang busur lingkaran Lc = 0, 3. Os = 1/2B 4. Kebutuhan Rc harus memenuhi bahwa Ls yang dibutuhkan harus lebih besar dari Ls yang menghasilkan landai relatif minimum yang disyaratkan.
Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang Peranc. Geometrik Jl: Aln Horizontal Ir. Aji Suraji, MSc. 32

16

12/22/2008

3. Lengkung SpiralSpiral-Spiral (SS)


Gambar: Gambar : (Sukirman:137)

Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang

Peranc. Geometrik Jl: Aln Horizontal Ir. Aji Suraji, MSc.

33

3. Lengkung SpiralSpiral-Spiral (SS)


Rumus:

Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang

Peranc. Geometrik Jl: Aln Horizontal Ir. Aji Suraji, MSc.

34

17

12/22/2008

3. Lengkung SpiralSpiral-Spiral (SS)


Contoh perhitungan:

Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang

Peranc. Geometrik Jl: Aln Horizontal Ir. Aji Suraji, MSc.

35

Pelebaran Perkerasan
Beberapa hal yang menjadi alasan diperlukannya pelebaran perkerasan pada tikungan lengkung horizontal adalah kendaraan yang bergerak dari jalan lurus menuju j tikungan g seringkali g tidak dapat p mempertahankan p lintasannya pada lajur yang disediakan. Hal ini disebabkan oleh: 1) Pada waktu membelok yang diberikan belokan pertama kali hanya roda depan sehingga lintasan roda belakang sedikit keluar lajur (off tracking), 2) Jejak lintasan kendaraan tidak lagi berimpit karena bemper depan dan belakang kendaraan akan mempunyai lintasan yang berbeda dengan lintasan roda depan dan roda belakang, 3) Pengemudi akan mengalami kesukaran dalam mempertahankan lintasannya tetap pada lajur jalannya terutama pada tikungantikungan-tikungan yang tajam atau pada kecepatan yang tinggi. Untuk menghindari hal tersebut diatas maka pada tikungan yang tajam perlu pelebaran perkerasan.

Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang

Peranc. Geometrik Jl: Aln Horizontal Ir. Aji Suraji, MSc.

36

18

12/22/2008

Pelebaran Perkerasan
Faktor faktor yang mempengaruhi pelebaran perkerasan: -j jari jari j lengkung, g g, - Kecepatana kendaraan, - jenis dan ukuran kendaraan rencana Elemen elemen pelebaran perkerasan: a) Off tracking (U): didasarkan pada lebar B dengan mengambil posisi kritis kendaraan (yaitu pada saat roda depan pertama kali dibelokkan dan tinjauan dilakukan untuk jalur sebelah dalam b) Kesukaran megemudi di tikungan (Z): didasarkan pada kecepatan rencana dan radius lajur sebelah dalam.
Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang Peranc. Geometrik Jl: Aln Horizontal Ir. Aji Suraji, MSc.

37

Pelebaran Perkerasan
Gambar (4.34 hal 143):

Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang

Peranc. Geometrik Jl: Aln Horizontal Ir. Aji Suraji, MSc.

38

19

12/22/2008

Pedoman Umum Perancangan Alinemen Horizontal


Yang perlu diperhatikan dalam perancangan alinemen horizontal untuk mendapatkan p faktor keselamatan, , kenyamanan, dan kapasitas jalan yang baik adalah: a) Alinemen jalan sedapat mungkin dibuat lurus mengikuti keadaan topografi. b) Pada alinemen jalan yang relatif lurus dan panjang jangan tiba tiba terdapat lengkung yang tajam, c) Sedapat mungkin menghindari penggunaan syarat radius di minimum. i i d) Sedapat mungkin menghindari tikungan ganda. e) Hindari tikungan yang berbalik arah akan dan kiri secara mendadak.
Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang Peranc. Geometrik Jl: Aln Horizontal Ir. Aji Suraji, MSc. 39

Pedoman Umum Perancangan Alinemen Horizontal


Gambar (4.37 dan 4.38)

Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang

Peranc. Geometrik Jl: Aln Horizontal Ir. Aji Suraji, MSc.

40

20

12/22/2008

Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang

Peranc. Geometrik Jl: Aln Horizontal Ir. Aji Suraji, MSc.

41

21

Anda mungkin juga menyukai