Anda di halaman 1dari 49

1

BAB II TINJAUAN TEORITIS

A. Konsep dasar keluarga 1. Pengertian keluarga

Pengertian keluarga sangat variatif sesuai dengan orientasi teori yang menjadi dasar pendefinisiannya. Kelurga berasal dari bahasa sansakerta (Kula dan Warga kelompok yang berarti anggota kerabat (Padilla, 2012 .

!enurut "epartemen Kesehatan (1#$$ , keluarga adalah unit terke%il dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga serta beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di satu atap dalam keadaan saling ketergantungan. &edangkan menurut 'ailon dan !aglaya (1#($ mendefenisikan keluarga sebagai dua atau lebih individu yang bergabung karena hubungan darah, perka)inan, atau adopsi. !ereka hidup dalam satu rumah tangga, melakukan interaksi satu sama lain menurut peran masing*masing, serta men%iptakan dan mempertahankan suatu budaya. + !enurut ,riedman (1##$ , keluarga adalah dua atau lebih individu yang tergabung karena ikatan tertentu untuk saling membagi pengalaman dan melakukan pendekatan emosional, serta mengidentifikasi diri mereka sebagai bagian dari keluarga. !enurut 'KK'- (1### keluarga adalah

dua orang atau lebih yang dibentuk berdasarkan ikatan perka)inan yang sah, mampu memenuhi kebutuhan hidup spiritual dan material yang layak, bertak)a kepada .uhan, memiliki hubungan yang selaras dan seimbang antara anggota keluarga dan masyarakat serta lingkungan nya (&udiharto, 2012
2. Tipe keluarga

'eberapa bentuk keluarga atau tipe keluarga yaitu /


a. Keluarga inti (nuclear family

Keluarga inti adalah keluarga yang dibentuk karena ikatan perka)inan yang diren%anakan yang terdiri dari suami, istri dan anak*anak, baik karena kelahiran (natural maupun adopsi.
b. Keluarga asal (family of origin , merupakan suatu unit keluarga tempat

asal seseorang dilahirkan.


c. Keluarga besar (e0tended family

Keluarga inti ditambah keluarga yang lain (karena hubungan darah , misalnya kakek, nenek, bibi, paman, sepupu, termasuk keluarga modern, seperti orang tua tunggal, keluarga tanpa anak, serta keluarga pasangan sejenis (guy atau lesbian family
d. Keluarga berantai (so%ial family

Keluarga yang terdiri dari )anita dan pria yang menikah lebih dari satu kali dan merupakan suatu keluarga inti.
e. Keluarga duda atau janda

Keluarga yang terbentuk karena per%eraian dan atau kematian pasangan yang di%intai.
f.

Keluarga komposit (composite family Keluarga dari perka)inan poligami dan hidup bersama .

g. Keluarga kohabitasi (cohabitation

"ua orang menjadi satu keluarga tanpa pernikahan, bisa memiliki anak atau tidak. "i 1ndonesia bentuk keluarga ini tidak la2im dan bertentangan dengan budaya timur. -amun, lambat laun keluarga kohabitasi ini mulai dapat diterima.
h. Keluarga inses (incest family

&eiring dengan masuknya nilai*nilai global dan pengaruh informasi yang sangat dahsyat, dijumpai bentuk keluarga yang tidak la2im, misalnya anak perempuan menikah dengan ayah kandungnya, ibu menikah dengan anak kandung laki*laki, paman menikah dengan keponakannya, kakak menikah dengan adik dari satu ayah dan satu

ibu, dan ayah menikah dengan anak perempuan tirinya. Walaupun tidak la2im dan melanggar nilai*nilai budaya, jumlah keluarga inses semakin hari semakin besar. 3al tersebut kita %ermati melalui pemberitaan dari berbagai media %etak dan elektronik.
i.

Keluarga tradisional dan non tradisional "ibedakan berdasarkan ikatan perka)inan. Keluarga tradisional diikat oleh perka)inan, sedangkan keluarga nontradisional tidak diikat oleh perka)inan atau adopsi. 4ontoh keluarga nontradisional adalah sekelompok orang tinggal di sebuah asrama.

3. Struktur dan fungsi keluarga

&etiap anggota keluarga memiliki struktur peran formal dan informal. !isalnya ayah mempunyai peran formal sebagai kepala keluarga dan pen%ari nafkah. Peran informal ayah adalah sebagai panutan dan pelindung keluarga. &truktur kekuatan keluarga meliputi kemampuan berkomunikasi, kemampuan keluarga untuk saling berbagi, kemampuan system

pendukung di antara anggota keluarga, kemampuan pera)atan diri, dan kemampuan menyelesaikan masalah. !enurut ,riedman (1### , lima fungsi dasar keluarga adalah sebagai berikut/

a. ,ungsi afektif, adalah fungsi internal keluarga untuk pemenuhan

kebutuhan psikososial, saling mengasuh dan memberikan %inta kasih, serta saling menerima dan mendukung.
b. ,ungsi sosialisasi, adalah proses perkembangan dan perubahan

individu keluarga, tempat anggota keluarga berinteraksi so%ial dan belajar berperan dilingkungan so%ial.
c. ,ungsi reproduksi, adalah fungsi keluarga meneruskan kelangsungan

keturunan dan menambah sumber daya manusia.


d. ,ungsi ekonomi, adalah fungsi keluarga untuk memenuhi kebutuhan

keluarga, seperti sandang, pangan dan papan.


e. ,ungsi pera)atan kesehatan, adalah kemampuan keluarga untuk

mera)at anggota keluarga yang mengalami masalah kesehatan (Sudiharto, 2012).


4. Peran keluarga

Peran merupakan seperangkat tingkah laku yang diharapkan orang lain terhadap seseorang sesuai dengan kedudukan nya dalam satu system.

a. Peran ayah 1.) &ebagai suami 2.) &ebagai bapak

3.) !en%ari nafkah 4.) Pendidik 5.) Pelindung 6.) Pemberi rasa aman 7.) 5nggota dalam masyarakat. b. Peran ibu 1.) &ebagai istri 2.) &ebagai ibu 3.) Pengasuh anak*anaknya 4.) Pendidik 5.) 5nggota masyarakat 6.) !en%ari nafkah. c. Peran anak

5nak melaksanakan peran psikososial sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan nya.
5. Tahap perkem angan keluarga a. Begening family

.ugas/

1.) !embangun perka)inan yang saling memuaskan 2.) !enghubungkan jaringan se%ara harmonis 3.) Keluarga beren%ana b. Child bearing

.ugas/
1.) !embentuk keluarga muda yang mantap 2.) 6ekonlisasi tugas yang bertentangan dengan kebutuhan anggota

keluarga
3.) !empertahankan hubungan perka)inan yang memuaskan 4.) !emperluas persahabatan dengan keluara besar. c. Families

ith preschool

.ugas/
1.) !emenuhi kebutuhan rumah,bermain,keamanan 2.) !ensosialisasikan anak 3.) !engintegrasikan anak baru, memenuhi kebutuhan anak lama 4.) !empertahankan hubungan yang sehat dalam keluarga d. ,amilies )ith s%hool %hildren

.ugas/

1.) !ensosialisasikan anak termasuk meningkatkan prestasi 2.) !empertahankan hubungan perka)inan yang memuaskan 3.) !emenuhi kebutuhan fisik anggota keluarga e. ,amilies )ith teenagers

.ugas/
1.) !enyeimbangkan kebebasan dengan tanggung ja)ab 2.) !emfokuskan kembali hubungan perka)inan 3.) 'erkomunikasi se%ara terbuka antara orang tua dan anak f.

7aun%hing %enter family .ugas/


1.) !emperluas siklus keluarga melalui perka)inan anak*anak 2.) !elanjutkan pembaharuan hubungan perka)inan 3.) !embantu orang tua lansia yang sakit*sakitan

g. 8iddle eag families

.ugas/
1.) !enyediakan lingkungan yang meningkatkan kesehatan 2.) !empertahankan hubungan yang memuaskan antara lansia dan

anak

3.) !emperkokoh hubungan perka)inan h. Keluarga usia lanjut

.ugas /
1.) !empertahankan aturan hidup yang memuaskan 2.) !enyesuaikan terhadap penurunan 3.) !empertahankan hubungan perka)inan 4.) !enyesuaikan diri terhadap kehilangan pasangan 5.) !empertahankan ikatan keluarga antar generasi 6.) !eneruskan untuk eksistensi.

(4harter dan m%.goldrik 2011


6. Peran Pera!at Keluarga

"alam melakukan asuhan kepera)atan keluarga, pera)at keluarga perlu memperhatikan prinsip*prinsip berikut/
a. !elakukan kerja bersama keluarga se%ara kolektif b. !emulai pekerjaan dari hal yang sesuai dengan kemampuan keluarga c. !enyesuaikan

ren%ana

asuhan

kepera)atan

dengan

tahap

perkembangan keluarga
d. !enerima dan mengakui struktur keluarga

10

e. !enekankan pada kemampuan keluarga

Peran pera)at keluarga adalah sebagai berikut /


1. &ebagai pendidik

Pera)at bertanggung ja)ab memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga, terutama untuk memandirikan keluarga dalam mera)at anggota keluarga yang memiliki masalah kesehatan.
2. &ebagai koordinator pelaksana pelayanan kepera)atan

Pera)at bertanggung ja)ab memberikan pelayanan kepera)atan yang komprehensif. Pelayanan kepera)atan yang bersinambungan diberikan untuk menghindari kesenjangan antara keluarga dan unit pelayanan kesehatan (puskesmas dan rumah sakit .
3. &ebagai pelaksana pelayanan pera)atan

Pelayanan kepera)atan dapat diberikan kepada keluarga melalui kontak pertama dengan anggota keluarga yang sakit dapat menjadi 9entry point: bagi pera)at untuk memberikan asuhan kepera)atan keluarga se%ara komprehensif.
4. &ebagai supervisor pelayanan kepera)atan

Pera)at melakukan supervise ataupun pembinaan terhadap keluarga melalui kunjungan rumah se%ara teratur, baik terhadap

11

keluarga beresiko tinggi maupun yang tidak. Kunjungan rumah tersebut dapat diren%anakan terlebih dahulu se%ara mendadak.
5. &ebagai pembela (advokat

Pera)at berperan sebagai advokat keluarga untuk melindungi hak* hak keluarga sebagai klien. Pera)at diharapkan mampu mengetahui harapan serta memodifikasi sitim pada pera)atan yang diberikan untuk memenuhi hak dan kebutuhan keluarga. Pemahaman yang baik oleh keluarga terhadap hak dan ke)ajiban mereka sebagai klien mempermudah tugas pera)at untuk

memandirikan keluarga.
6. &ebagai fasilitator

Pera)at dapat menjadi tempat bertanya individu,keluarga ,dan masyarakat untuk meme%ahkan masalah kesehatan dan kepera)atan yang mereka hadapi sehari ;hari serta dapat membantu memberikan jalan keluar dalam mengatasi masalah.
7. &ebagai peneliti

Pera)at keluarga melatih keluarga untuk dapat memahami masalah kesehatan yang dialami oleh anggota keluarga, peran sebagai peneliti di fokuskan kepada kemampuan keluarga untuk mengidentifikasi penyebab, menanggulangi, dan melakukan promosi terhadap anggota

12

keluarganya. &elain itu pera)at perlu mengembangkan asuhan kepera)atan keluarga terhadap binaannya (Padilla, 201< .
B. Konsep "asar Pen#akit $ipertensi 1. Pengertian $ipertensi

3ipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya di atas 1=0 mm3g dan tekanan diastolik diatas #0 mm3g. Pada populasi lanjut usia, hipertensi didefinisikan sebagai tekanan sistolik 1+0 mm3g dan tekanan diastolik #0 mm3g (&heps, 200> . .ekanan darah diklasifikasikan berdasarkan pada pengukuran rata*rata dua kali pengukuran pada masing*masing kunjungan. Ta el % Klasifikasi tekanan darah menurut JN& 'II - Klasifikasi tekanan .ekanan o darah "arah .ekanan "arah

&istolik (mm3g ? 120 120*1<# 1=0*1># @1+0

"iastolik (mm3g ?$0 5tau $0*$# #0*## @100

1. -ormal 2. Prehipertensi <. 3ipertensi tahap 1 =. 3ipertensi tahap 11

&umber / 5rmila)aty, dan 5mirudin 200(


2. Anatomi (isiologi Jantung a. 5natomi jantung

13

"aerah di pertengahan dada antara kedua paru disebut segai mediastinum. &ebagian besar rongga mediastinum ditempati oleh jantung, yang terbungkus dalam kantung fibrosa tipis yang disebut perikardium. Perikardium melindungi permukaan jantung agar dapat berfungsi dengan baik. 6uangan antara permukaan jantung dan lapisan dalam perikardium berisi sejumlah ke%il %airan,yang melumasi permukaan dan mengurangi gerakan selama kontraksi otot jantung. !amar "antung. &isi kanan dan kiri jantung, masing*masing tersusun atas dua kamar, atrium (jamakAatria dan ventrikel. "inding yang memisahkan kamar kanan dan kiri disebut septum. Bentrikel adalah kamar yang menyemburkan darah ke arteri. ,ungsi atrium adalah menampung darah yang datang dari vena dan bertindak sebagai tempat penimbunan sementara sebelum darah kemudian dikosongkan ke ventrikel. !atup "antung. Katup jantung memungkinkan darah mengalir hanya ke satu arah dalam jantung. Katup, yang tersusun atas bilah* bilah jaringan fibrosa, membuka dan menutup se%ara pasif sebagai respons terhadap perubahan tekanan dan aliran darah. 5da dua jenis katup/ atrioventrikularis dan seminularis. #rteri $oronia. 5rteri koronia adalah pembuluh yang menyuplai otot jantung, yang mempunyai kebutuhan metabolisme tinggi terhadap

14

oksigen dan nutrisi, jantung menggunakan (0C sampai $0C oksigen yang dihantarkan melalui arteri koronia sebagai perbandingan, organ lain hanya menggunakan rata*rata seperempat oksigen yang

dihantarkan. 5rteri koronia mun%ul dari aorta dekat hulunya di ventrikel kiri. "inding sisi kiri jantung di suplay dengan bagian yang lebih banyak melalui arteri koronia utama kiri, yang kemudian terpe%ah menjadi dua %abang besar ke ba)ah (arteri desendens anterior sinistra dan melintang (arteri sirkumfleksa sisi kiri jantung. %tot "antung, Daringan otot khusus yang menyusun dinding jantung dinamakan otot jantung. &e%ara mikroskopis, otot jantung mirip otot lurik (skelet , yang berada diba)ah kontrol kesadaran. -amun se%ara fungsional, otot jantung menyerupai otot polos karena sifatnya volunter.

8ambar anatomi fisiologi jantung

15

b. ,isiologi jantung

5ktivitas listrik jantung terjadi akibat ion (partikel bermuatan seperti natrium, kalium dan kalsium bergerak menembus membran sel. Perbedaan muatan listrik yang ter%atat dalam sebuah sel mengakibatkan apa yang dinamakan potensial aksi jantung. Pada keadaan istirahat, otot jantung terdapat dalam keadaan terpolarisasi, artinya terdapat perbedaan muatan listrik antara bagian dalam membran yang bermuatan negatif dan bagian luar yang bermuatan positif. &iklus jantung bermula saat dilepaskannya impuls listrik, mulai lah fase depolarisasi. Etot jantung, tidak seperti otot lurik atau otot polos, mempunyai periode refraktori yang panjang,pada saat sel tidak dapat distimulasi untuk brkontraksi. 3al tersebut melindungi jantung dari kontraksi berkepanjangan yang mengakibatkan henti jantung mendadak. Si$lus "antung. &elama diastolik, katup atrioventrikularis terbuka, dan darah yang kembali dari vena mengalir ke atrium dan kemudian ke ventrikel. &elama sistolik, tekanan di dalam ventrikel dengan %epat meningkat, mendorong katup 5B untuk menutup. Konsekuensinya tidak ada lagi pengisian ventrikel dari atrium, dan darah yang disemburkan dari ventrikel tidak dapat mengalir balik ke atrium. Peningkatan tekanan se%ara %epat di dalam ventrikel akan mendorong katup pulmonalis dan aorta terbuka, dan darah kemudian disemburkan

16

ke arteri pulmonalis dan ke aorta. Keluarnya darah mula*mula %epat, dan kemudian, ketika tekanan masing*masing ventrikel dan arteri yang bersangkutan mendekati keseimbangan, aliran darah se%ara bertahap melambat. Curah "antung, %urah jantung adalah jumlah darah yang dipompa oleh ventrikel selam satu satuan )aktu. 4urah jantung pada orang de)asa normal sekitar >7Fmenit namun sangat bervariasi, tergantung kebutuhan metabolisme tubuh. !ontrol fre$uensi "antung, Karena fungsi jantung adalah menyuplai darah ke seluruh jaringan tubuh, maka keluarannya harus dapat berubah sesuai perubahan kebutuhan metabolisme jaringan itu sendiri. !ontrol &olume secu$upnya, Bolume se%ukupnya terutama ditentukan oleh < faktor /
1) Kontraktilitas intristik otot jantung 2) "erajat peregangan otot jantung sebelum kontaraksi (preliad 3) .ekanan yang harus dila)an otot jantung untuk menyemburkan

darah selama kontraksi (afterload ('runner dan &uddarth, 2002 .


3. Etiologi

Penyebab hipertensi belum diketahui dengan pasti. 3ipertensi bisa terjadi karena volume darah yang dipompa jantung meningkat sehingga

17

mengakibatkan bertambahnya volume darah di pembuluh arteri .Pada sebagian penderita penyakit ni,peningkatan tekanan darah diakibatkabn oleh penyakit ginjal. pada ummnya, hipertensi tidak mempunyai penyebab yang spesifik. "iperkirakan sekitar #0 persen pasien hipertensi termasuk dalam kategori hipertensi primer (&utanto, 2010 . 'erikut adalah beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi /
a) ,aktor genetik

5pabila ri)ayat hipertensi di dapat pada kedua orang tua maka dugaan terjadinya hipertensi primer pada seseorang akan %ukup besar. 3al ini terjadi karena pe)arisan sifat melalui gen. Pengaruh genetika ini terjadi pula pada anak kembar tersebut adalah penderita hipertensi maka akan dialami juga oleh anak kembar yang lain. ,aktor keturunan dan gaya hidup yang tidak sehat dapat meneyebabkan tekanan darah tinggi. !enurut sebagian ahli kesehatan, sebagian besar kasus hipertensi saat ini dipengaruhi oleh keturunan.
b)

Gmur 1nsidensi hipertensi meningkat seiring dengan pertambahan umur. Pasien yang berumur di atas +0 tahun, >0 ; +0 C mempunyai tekanan darah lebih besar atau sama dengan 1=0F#0 mm3g. 3al ini merupakan pengaruh degenerasi yang terjadi pada orang yang bertambah usianya.

18

3ipertensi merupakan penyakit multifaktorial yang mun%ulnya oleh karena interaksi berbagai faktor. "engan bertambahnya umur, maka tekanan darah juga akan meningkat. &etelah umur => tahun, dinding arteri akan mengalami penebalan oleh karena adanya penumpukan 2at kolagen pada lapisan otot, sehingga pembuluh darah akan berangsur*angsur menyempit dan menjadi kaku. .ekanan darah sistolik meningkat karena kelenturan pembuluh darah besar yang berkurang pada penambahan umur sampai dekade ketujuh sedangkan tekanan darah diastolik meningkat sampai dekade kelima dan keenam kemudian menetap atau %enderung menurun. Peningkatan umur akan menyebabkan beberapa perubahan fisiologis, pada usia lanjut terjadi peningkatan resistensi perifer dan aktivitas simpatik. Pengaturan tekanan darah yaitu refleks baroreseptor pada usia lanjut

sensitivitasnya sudah berkurang, sedangkan peran ginjal juga sudah berkurang dimana aliran darah ginjal dan laju filtrasi glomerulus menurun.
c) Denis kelamin (8ender

Prevalensi terjadinya hipertensi pada pria sama dengan )anita. -amun )anita terlindung dari penyakit kardiovaskuler sebelum menopause. Wanita yang belum mengalami menopause dilindungi oleh hormon estrogen yang berperan dalam meningkatkan kadar 3igh "ensity 7ipoprotein (3"7 . Kadar kolesterol 3"7 yang tinggi

19

merupakan faktor pelindung dalam men%egah terjadinya proses aterosklerosis. Hfek perlindungan estrogen dianggap sebagai penjelasan adanya imunitas )anita pada usia premenopause. Pada premenopause )anita mulai kehilangan sedikit demi sedikit hormon estrogen yang selama ini melindungi pembuluh darah dari kerusakan. Proses ini terus berlanjut dimana hormon estrogen tersebut berubah kuantitasnya sesuai dengan umur )anita se%ara alami, yang umumnya mulai terjadi pada )anita umur =>*>> tahun.
d) Htnis

3ipertensi lebih banyak terjadi pada orang berkulit hitam dari pada yang berkulit putih. &ampai saat ini, belum diketahui se%ara pasti penyebabnya. -amun pada orang kulit hitam ditemukan kadar renin yang lebih rendah dan sensitifitas terhadap vasopresin lebih besar.
e) Ebesitas

'erat badan merupakan faktor determinan pada tekanan darah pada kebanyakan kelompok etnik di semua umur. !enurut -ational 1nstitutes for 3ealth G&5 (-13, 1##$ , prevalensi tekanan darah tinggi pada orang dengan 1ndeks !assa .ubuh (1!. @<0 (obesitas adalah <$C untuk pria dan <2C untuk )anita, dibandingkan dengan prevalensi 1$C untuk pria dan 1(C untuk )anita bagi yang memiliki 1!. ?2> (status gi2i normal menurut standar internasional .

20

Ebesitas atau kegemukan juga merupakan satu faktor resiko timbulnya hipertensi.Ebesitas merupakan %iri dari populasi penderita hipertensi.4urah jantung dan sirkulasi volume darah penderita hipertensi yang obesitas lebih tinggi dari penderita hipertensi yang tidak mengalami obesitas. Walaupun belum diketahui se%ara pasti hubungan antara hipertensi dan obesitas, namun terbukti bah)a daya pompa jantung dan sirkulasi volume darah penderita obesitas dengan hipertensi lebih tinggi dibanding penderita hipertensi dengan berat badan normal (sutanto, 2010
f)

Pola asupan garam dalam diet 'adan kesehatan dunia yaitu World 3ealth Ergani2ation (W3E merekomendasikan pola konsumsi garam yang dapat mengurangi risiko terjadinya hipertensi. Kadar sodium yang direkomendasikan adalah tidak lebih dari 100 mmol (sekitar 2,= gram sodium atau + gram garam perhari. Konsumsi natrium yang berlebih menyebabkan konsentrasi natrium di dalam %airan ekstraseluler meningkat. Gntuk

menormalkannya %airan intraseluler ditarik ke luar, sehingga volume %airan ekstraseluler meningkat. !eningkatnya volume %airan

ekstraseluler tersebut menyebabkan meningkatnya volume darah, sehingga berdampak kepada timbulnya hipertensi. Karena itu disarankan untuk mengurangi konsumsi natriumFsodium. &umber

21

natriumFsodium yang utama adalah natrium klorida (garam dapur , penyedap masakan monosodium glutamate (!&8 , dan sodium karbonat. Konsumsi garam dapur (mengandung iodium yang

dianjurkan tidak lebih dari + gram per hari, setara dengan satu sendok teh. "alam kenyataannya, konsumsi berlebih karena budaya masak memasak masyarakat kita yang umumnya boros menggunakan garam dan !&8.
g) !erokok

!erokok menyebabkan peninggian tekanan darah. Perokok berat dapat dihubungkan dengan peningkatan insiden hipertensi maligna dan risiko terjadinya stenosis arteri renal yang mengalami ateriosklerosis. "alam penelitian kohort prospektif oleh dr. .homas & 'o)man dari 'rigmans and WomenIs 3ospital, !assa%hussetts terhadap 2$.2<+ subyek yang a)alnya tidak ada ri)ayat hipertensi, >1C subyek tidak merokok, <+C merupakan perokok pemula, >C subyek merokok 1*1= batang rokok perhari dan $C subyek yang merokok lebih dari 1> batang perhari. &ubyek terus diteliti dan dalam median )aktu #,$ tahun. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu kejadian hipertensi terbanyak pada kelompok subyek dengan kebiasaan merokok lebih dari 1> batang perhari.
h) .ipe kepribadian atau &tres

22

&e%ara statistik pola perilaku tipe 5 terbukti berhubungan dengan prevalensi hipertensi. Pola perilaku tipe 5 adalah pola perilaku yang sesuai dengan kriteria pola perilaku tipe 5 dari 6osenman yang ditentukan dengan %ara observasi dan pengisian kuisioner self rating dari 6osenman yang sudah dimodifikasi. !engenai bagaimana mekanisme pola perilaku tipe 5 menimbulkan hipertensi banyak penelitian menghubungkan dengan sifatnya yang ambisius, suka bersaing, bekerja tidak pernah lelah, selalu dikejar )aktu dan selalu merasa tidak puas. &ifat tersebut akan mengeluarkan katekolamin yang dapat menyebabkan prevalensi kadar kolesterol serum meningkat, hingga akan mempermudah terjadinya aterosklerosis. &tress akan

meningkatkan resistensi pembuluh darah perifer dan %urah jantung sehingga akan menstimulasi aktivitas saraf simpatis. 5dapun stress ini dapat berhubungan dengan pekerjaan, kelas sosial, ekonomi, dan karakteristik personal.

i)

Ebat*obatan Ebat pen%egah kehamilan ,steroid,dan obat anti infeksi dapat menigkatkan tekanan darah. 'eberapa jenis obat dapat menaikkan kadar insulin. "alam kadar tinggi, insulin dapat mengakibatakan

23

tekanan darah meningkat.penggunaan obat*obatan tersebut dalam jangka )aktu yang panjang mengakibatkan tekanan darah naik se%ara permanen yang merupakan %iri khas penderita hipertensi.
4. Patofisiologi

"ari pusat vasomotor bermula jaras saraf simpatis, yang berlanjut ke ba)ah ke korda spinalis dan keluar dari kolumna medulla spinalis ke ganglia simpatis di toraks dan abdomen.6angsangan pusat vasomotor dihantarkan dalam bentuk impuls yang bergerak ke ba)ah melalui system saraf simpatis ke ganglia simpatis. Pada titik ini, neuron preganglion melepaskan asetilkolin, yang akan merangsang serabut saraf pas%a ganglion ke pembuluh darah. Pada saat bersamaan dimana system saraf simpatis merangsang pembuluh darah sebagai respons rangsang emosi, kelenjar adrenal juga terangsang, mengakibatkan tambahan aktivitas vasokontriksi. !edulla adrenal mensekresi epinefrin dan korteks adrenal mensekresi kortisol dan steroid, semuanya memperkuat respons

vasokonstiktor pembuluh darah..Basokontriksi mengakibatkan penurunan aliran darah ke ginjal, menyebabkan pelepasan rennin. 6ennin merangsang pembentukan angiotensin 1 yang kemudian diubah menjadi angiotensin 11, suatu vasokonstriktor kuat, yang pada gilirannya merangsang sekresi aldosteron oleh korteks adrenal. 3ormone ini menyebabkan peningkatan volume intravaskuler. 'ertimbangan gerontologis. Perubahan stru%tural dan fungsional pada system pembuluh darah perifer bertanggungja)ab pada perubahan

24

tekanan darah yang terjadi pada usia lanjut.perubahan tersebut meliputi aterosklerosis, hilangnya elastisitas jaringan ikat dan penurunan dalam relaksasi otot polos pembuluh darah, yang pada gilirannya menurunkan kemampuan distensi dan daya regang pembuluh darah. Konsekuensinya, aorta dan arteri besar berkurang kemampuannya dalam mengakomodasi volume darah yang dipompa oleh jantung (volume sekun%up ,

mengakibatkan penurunan %urah jantung dan peningkatan tahanan perifer (&melt2er 4 &u2anne, 2002J$#( .

5. WE4

25

6. )anifestasi klinis

5dapun manifestasi klinis yang dapat ditemukan pada pederita hipertensi menurut Hli2abeth D. 4or)in (200# J =$( , antara lain /
a. &akit kepala saat terjaga kadang*kadang disertai mual dan muntah,

akibat peningkatan tekanan darah intrakranium.


b. Penglihatan kabur akibat kerusakan hipertensif pada retina. c. 4ara berjalan yang tidak mantap karena kerusakan susuna saraf pusat. d. -okturia yang disebabkan peningkatan aliran darah ginjal dan filtrasi

glomerulus.
e. Hdema dependen dan pembengkakan akibat peningkatan tekanan

kapiler &edangkan menurut !arllyn "oengoes (2000 . .anda dari hipertensi adalah kelemahan, napas pendek, frekuensi jantung meningkat, ansietes, depresi, obesitas, pusing, sakit kepala, tekanan darah meningkat. Pada hipertensi primer terjadi peninggian tekanan darah tidak jarang merupakan satu*satunya terjadi tanda hipertensi. 'ergantung pada tingginya tekanan darah gejala yang timbul dapat berbeda*beda Kadang* kadang hipertensi primer berjalan tanpa gejala, dan baru timbul gejala setelah terjadi komplikasi pada organ target seperti pada ginjal, mata, otak, dan jantung.

26

8ejala seperti sakit kepala, epitaksis, pusing dan migren dapat ditemukan sebagai gejala klinis hipertensi primer meskipun tidak jarang yang tanpa gejala. Peninggian tekanan darah sering merupakan satu* satunya tanda klinis hipertensi primer sehingga diperlukan pengukuran tekanan darah yang adekuat. (ilmu penyakit dalam, 2001
7. Komplikasi

3ipertensi terus*menerus adalah salah satu faktor penyebab berbagai penyakit yang berhubungan dengan kardiovaskuler seperti stroke, serangan jantung, gagal jantung, dan merupakan penyebab utama gagal gijal kronik. 5kibat lain yang ditimbulkan tekanan darah yang selalu tinggi adalah pendarahan pada selaput bening (retina mata , pe%ahnya pembuluh darah di otak, serta kelumpuhan. Ergan jantung, otak, dan ginjal sanggup menahan tekanan darah tinggi untuk )aktu yang %ukup lama. Dika tekanan darah semakin tinggi maka semakin berat pula kerja jantung.jika tekanan darah tinggi tidak segera diobati, jantung akan menjadi lemah untuk melaksanakan beban tambahan. 3al tersebut memungkinkan terjadinya penyempitan pembuluh darah dan gagal jantung dengan gejala*gejala seperti kelelahan, napas pendek atau terengah*engah, serta kemungkinan terjadi pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki, Dika tekanan darah terus menerus tinggi maka akan menimbulkan komplikasi pada organ tubuh lainnya. 'agian tubuh yang paling sering menjadi sasaran kerusakan antara lain (&utanto,2010 .

27

a. 8angguan pada otak

Dika tekanan darah tinggi terus*menerus tinggi menyebabkan kerusakan pada dinding pembuluh darah. &elanjutnya akan

menyebabkan pembentukan plak atreosklerosis dan pembkuan darah yang berlebihan. "engan demikian, pembuluh darah akan tersumbat dan jika penyumbatan terjadi pada pembuluh darah otak maka dapat menyebabkan stroke.
b. Penyakit jantung

Penyumbatan pembuluh darah dapat terjadi pada pembuluh koroner dan menyebabkan penyakit jantung koroner serta kerusakan otot jantung. Kerusakan otot jantung dapat menyebabkan pengeluaran protein otot jantung ke dalam aliran darah. "engan demikian, pemeriksaan protein yang bernama troponin 1 dalam darah dapat digunakan sebagai defienisi dini terjadinya kerusakan otot jantung.
c. Penyakit ginjal

8injal mengendalikan tekanan darah melalui beberapa %ara.jika tekanan darah meningkat, ginjal akan menambah pengeluaran garam dan air yang akan menyebabkan berkurangnya volume darah serta mengembalikan tekanan darah ke kondisi normal. Dika tekanan darah menurun,ginjal akan mengurangi pembuangan garam dan air sehingga volume darah bertambah dan tekanan darah kembali ke normal. 8injal juga bisa meningkatkan tekanan darah dengan menghasilkan en2im

28

yang disebut renin uang memi%u pembentukan hormon angiotensi yang kemudian akan memi%u pelepasan hormon aldosteron. Dika terjadinya penyempitan arteri yang menuju ke salah satu ginjal (stenosis arteri renalis maka bisa menyebabkan peradangan dan %idera pada salah satu atau kedua ginjal, selain itu juga bisa menyebabkan naiknya tekanan darah.
d. 8angguan kognitif (Kemampuan berfikir

.ekanan darah tinggi pada usia muda atau pertengahan, berhubungan dengan terjadinya penurunan fungsi kognitif pada usia lanjut. Kemungkinan terjadinya penurunan kemampuan kognitif adalah dalam jangka )aktu 20 tahun kemudian. Dika mengalami peningkatan 10 mm3g tekanan darah sistolik maka akan memiliki risiko timbulnya penurunan kognitif sedang sebesar (C dan kemungkinan timbulnya fungsi kognitif yang buruk memiliki peluang yang lebih besar lagi.
8. Pemeriksaan Penun*ang a. 6i)ayat dan pemeriksaan fisik se%ara menyeluruh b. Pemeriksaan retina c. Pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui kerusakan organ seperti

ginjal dan jantung.


d. HK8 untuk mengetahui hipertropi ventrikel kiri

29

e. Grinalisa untuk menegetahui protein dalam urin,darah,glukosa f.

Pemeriksaan / renogram, pielogram intravena arteriogram renal, pemeriksaan fungsi ginjal terpisah dan penentuan kadar urin.

g. ,oto dada dan 4. s%an untuk menunjukan apakah ada kerusakan pada

jantung.

9. Penatalaksanaan

.ujuan pengobatan pasien hipertensi adalah (Kogiantoro !, 200+


1. .arget tekanan darah yaitu ?1=0F#0 mm3g dan untuk individu berisiko

tinggi seperti diabetes melitus, gagal ginjal target tekanan darah adalah ?1<0F$0 mm3g.
2. Penurunan morbiditas dan mortalitas kardiovaskuler. 3. !enghambat laju penyakit ginjal. a.) -on ,armakologis

.erapi non farmakologis terdiri dari menghentikan kebiasaan merokok, menurunkan berat badan berlebih, konsumsi alkohol berlebih, asupan garam dan asupan lemak, latihan fisik serta meningkatkan konsumsi buah dan sayur.

30

1) !enurunkan berat badan bila status gi2i berlebih

Peningkatan berat badan di usia de)asa sangat berpengaruh terhadap tekanan darahnya. Eleh karena itu, manajemen berat badan sangat penting dalam prevensi dan kontrol hipertensi (4ortas K, et all. 200$
2) !eningkatkan aktifitas fisik

Erang yang aktivitasnya rendah berisiko terkena hipertensi <0* >0C daripada yang aktif. Eleh karena itu, aktivitas fisik antara <0*=> menit sebanyak @<0Fminggu penting sebagai pen%egahan primer dari hipertensi (4ortas K, et all. 200$

3) !engurangi asupan natrium

5pabila diet tidak membantu dalam + bulan, maka perlu pemberian obat anti hipertensi oleh dokter (4ortas K, et all. 200$ .
4) !enurunkan konsumsi kafein dan al%ohol

Kafein dapat mema%u jantung bekerja lebih %epat, sehingga mengalirkan lebih banyak %airan pada setiap detiknya. &ementara konsumsi alkohol lebih dari 2*< gelasFhari dapat meningkatkan risiko hipertensi (4ortas K, et all. 200$ .

31

b.) ,armakologis

Ebat antihipertensi dapat dibagi menjadi beberapa kategori (kelas berdasarkan %ara kerjanya dalam tubuh. 5da beberapa obat tamabahan yang dapat diresepkan dokter pada keadaan ; keadaan khusus, namun kategori obat utama yang sering digunakan adalah sebagai berikut ( Palmer L Wiliams 200(
1. "iuretik (misalnya chlorthaildone, bendroflumethia(ide

!enurunkan tekanan darah dengan bekerja pada ginjal. "iuretik menyebabkan ginjal mengeluarkan kelebihan garam dalam darah melalui urine. 3al ini mengurangi volume %airan dalam sirkulasi dan kemudian menurunkan tekanan darah.
2. 5lfa ;bloker (misalnya do)a(osin, tera(osin .

!enurunkan tekanan darah dengan memblokade reseptor pada otot yang melapisi pembuluh darah. Dika reseptor tersebut di blo%kade, pembuluh darah akan melebar (berdilatasi sehingga darah mengalir lebih lan%ar dan tekanan darah menurun.
3. 'eta*bloker (misalnya atenolol, bisoprolol

!enurunkan tekanan darah dengan memperlambat denyut dan mengurangi kekuatan kontraksi jantung. "engan demikian, tekanan yang disebabkan oleh pompa jantung juga berkurang. 'eta bloker juga memperlebar (mendilatasi pembuluh darah

32

dengan %ara mempengaruhi produksi hormone renin yang mengurangi resistensi sistemik, sehingga jantung dapat bekerja lebih ringan.
4. 'loker kanal kalsium (misalnya amlodipine, pelodipine

!enurunkan tekanan darah dengan memblokade masuknya kalsium ke dalam sel. Dika kalsium memasuki sel otot, maka otot berkontraksi. "engan menghambat kontraksi otot yang melingkari pembuluh darah, pembuluh akan melebar sehingga darah mengalir dengan lan%ar dan tekanan darah menurun.
5. 1nhibitor 54H (#ngiotensin*con&erting en(yme,) (misalnya

captopril, rampiril, perindopril). !enurunkan tekanan darah dengan angiotensin 11 yang menyebabkan konstiksi pembuluh darah. "engan demikian, obat ini dapat mempelebar pembuluh darah dan 200(
6. 'loker reseptor angiotensin (angiotensin reseptor blo$er, 56'

mengurangi tekanan darah (Palmer L Wiliams

(misalnya losartan, +rbesartan . 'ekerja dengan %ara yang sama seperti inhibitor 54H yaitu dengan memblokade efek konstriksi dari angiotensin 11. 'eda dengan inhibitor 54H yang memblokade angiotensin 11, 56' bekerja dengan memblokade pengikatan angiotensin ke reseptor spesifiknya, bukannya mengurangi produksi angiotensin. Eleh karena angiotensin tidak dapat mengkonstriksi pembuluh darah, maka pembuluh

33

darah akan melebar (berdilatasi dan tekanan dalam sistem sirkulasi berkurang.

C. Asuhan kepera!atan teoritis 1. Pengka*ian Keluarga a. "ata umum 1) -ama KK 2) 5lamat 3) Pekerjaan KK 4) Pendidikan KK 5) Komposisi KK

/ / / / / 1munisasi ket '48 "P. Polio 3epatitis 4ampak

-ama -o

7FP

Gsia

Pdd k

M8enogram / &ymbol*simbol yang biasa dipakai /

7aki*laki perempuan

pasien

menikah

pisah

34

!eninggal
6) .ipe keluarga

'iasanya menjelaskan mengenai jenis atau tipe keluarga beserta kendala atau masalah*masalah yang terjadi dengan jenisFtipe keluarga tersebut.
7) &uku bangsa

'iasanya mengkaji asal suku bangsa keluarga tersebut serta mengidentifikasi budaya suku bangsa tersebut terkait dengan kesehatan.
8) 5gama

'iasanya mengkaji agama yang dianut keluarga serta keper%ayaan yang dapat mempengaruhi kesehatan.
9) &tatus sosial ekonomi keluarga

'iasanya

status sosial ekonomi keluarga ditentukan oleh

pendapatan baik dari kepala keluarga maupun anggota keluarga yang lain.
10) 5ktivitas rekreasi keluarga

35

'iasanya rekreasi keluarga tidak hanya dapat dilihat dari kapan saja keluarga pergi bersama*sama untuk mengunjungi tempat rekreasi tertentu, namun dengan menonton televisi dan

mendengarkan radio juga merupakan aktivitas rekreasi.


b. 6i)ayat .ahap Perkembangan Keluarga 1) .ahap perkembangan keluarga ditentukan dengan anak tertua dari

keluarga inti.
2) .ahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi

!enjelaskan mengenai tugas perkembangan yang belum terpenuhi oleh keluarga serta kendala mengapa tugas perkembangan tersebut belu terpenuhi.
3) 6i)ayat Keluarga 1nti

!enjelaskan mengenai ri)ayat pada keluarga inti, yang meliputi ri)ayat penyakit keturunan, rieayat kesehatan masing*masing anggota keluarga, perhatian terhadap pen%egahan penyakit (status imunisasi , sumber pelayanan kesehatan yang biasa digunakan serta pengalaman*pengalaman terhadap pelayanan kesehatan.
c. Pengkajian 7ingkungan 1) Karakteristik 6umah

36

Karakteristik rumah diidentifikasikan dengan luas rumah, tipe rumah, jumlah ruangan, jumlah jendela, pemanfaatan ruangan, peletakan perabot rumah tangga, jenis septi%tank dengan sumber air minum yang digunakan serta denah rumah. 5pakah rumah dan lingkungan sekitar telah memenuhi syarat*syarat lingkungan sehat, tingkat keamanan dalam penggunaan fasilitas yang ada di rumah, apakah privasi masing*masing anggota tentang keadaan rumah puasFtidak, memadaiFtidak.
2) Karakteristik .etangga dan Komunitas 6W

!enjelaskan menegenai karakteristik tetangga dan komunitas setempat yang meliputi kebiasaan, lingkungan fisik, aturan atau kesepakatan penduduk setempat, budaya yang mempengaruhi kesehatan.
3) !obilitas 8eografis Keluarga

!obilitas geografis keluarga ditentukan dengan kebiasaan keluarga berpindah tempat..inggal di daerah sekarang sudah berapa lama dan apakah sudah dapat beradaptasi dengan lingkungan setempat.
4) Perkumpulan Keluarga dari 1nteraksi dengan !asyarakat

!enjelaskan mengenai )aktu yang digunakan keluarga untuk berkumpul serta perkumpulan keluarga
5) &istem Pendukung Keluarga

37

Kang termasuk system pendulung adalah jumlah anggota keluarga yang sehat, fasilitas yang dimiliki keluarga untuk menunjang kesehatan yang sehat, fasilitas yang dimiliki keluarga untuk menunjang kesehatan yang meliputi fasilitas fisik, psikologis, atau dukungan dari anggota keluarga dan fasilitas so%ial atau dukungan masyarakat setempat.
d. &truktur Keluarga 1) Pola Komunikasi Keluarga

!enjelaskan mengenai %ara berkomunikasi antar anggota keluarga


2) &truktur Kekuatan Keluarga

Kemampuan anggota keluarga mengendalijkan dan mempengaruhi orang lain untuk mengubah prilaku
3) &truktur Peran

!enjelaskan peran dari masing*masing anggota keluarga baik se%ara formal maupun informal
4) -ilai atau -orma Keluarga

!enjelaskan mengenai nilai norma yang dianut keluarga, yang berhubungan dengan kesehatan
e. ,ungsi keluarga

38

a) ,ungsi 5fektif

!engkaji gambaran diri anggota keluarga, perasaan memiliki dan dimiliki keluarga, dukungan keluarga terhadap anggota keluarga lainya, kehangatan pada keluarga dan keluarga

mengembangkan sikap saling menghargai.


1) ,ungsi &osialisasi

'agaimana interaksi atau hubungan dalam keluarga dan sejauh mana anggota keluarga belajar disiplin, norma atau budaya dan perilaku.

2) ,ungsi Pera)atan Kesehatan

&ejauh mana keluarga menyediakan makanan, pakaian dan perlindungan terhadap anggota keluarga yang sakit.

Pengetahuan keluarga mengenai sehat*sakit, kesanggupan keluarga melakukan pemenuhan tugas kepera)atan yaitu /
(a) !engenal !asalah Kesehatan

&ejauh mana keluarga mengenai fakta*fakta dari masalah kesehatan meliputi pengertian, tanda dan gejala, penyebab dan yang mempengaruhi serta persepsi keluarga terhadap masalah.

39

(b) !engambil Keputusan !engenai .indakan Kesehatan yang

.epat &ejauh mana keluarga mengerti mengenai sifat dan luasnya masalah, apakah masalah dirasakan, menyerah terhadap masalah yang dialami, takut akan akibat dari tindakan penyakit, mempunyai sikap negative terhadap masalah kesehatan, dapat menjangkau fasilitas kesehatan yang ada, kurang per%aya terhadap tenaga kesehatan dan mendapat informasi yang salah terhadap tindakan dalam mengatasi masalah.
(c) !era)at 5nggota Keluarga yang &akit

&ejaumana keluarga mengetahui keadaan penyakitnya, mengetahui tentang sifat dan perkembangan pera)atan yang dibutuhkan, mengetahui sumber*sumber yang ada dalam keluarga (anggota keluarga yang bertanggung ja)ab, keuangan, fasilitas fisik, psikososial , mengetahui

keberadaan fasilitas yang diperlukan untuk pera)atan dan sikap keluarga terhadap yang sakit.
(d) !emelihara 7ingkungan 6umah yang &ehat

&ejauh mana mengetahui sumber*sumber keluarga yang dimiliki, keuntunganF manfaat pemeliharaan lingkungan,

40

mengetahui pentingnya hygine sanitasi dan kekompakan antar anggota keluarga.


(e) !enggunakan ,asilitas atau Pelayanan Kesehatan di

!asyarakat 5pakah keluarga mengetahui keberadaan fasilitas kesehatan, memahami keuntungan yang diperoleh dari fasilitas kesehatan, tingkat keper%ayaan keluarga terhadap petugas kesehatan tersebut terjangkau oleh keluarga.
b) ,ungsi 6eproduksi

!engkaji berapa jumlah anak, meren%anakan jumlah anggota keluarga, metode apa yang digunakan keluarga dalam mengendalikan jumlah anggota keluarga.
c) ,ungsi Hkonomi

!engakaji sejauh mana keluarga memenuhi kebutuhan sandang, pangan dan papan, dan memanfaatkan sumber yang adad di masyarakat dalam upaya meningkatkan status kesehatan keluarga.
b. &trees dan Koping Keluarga 1) &tressor Dangka Pendek Kaitu stressor yang dialami keluarga yang

memerlukan penyelesaian dalam )aktu kurang lebih + bulan dan

41

jangka panjang yaitu yang memerlukan penyelesaian lebih dari + bulan.


2) Kemampuan Keluarga 'erespon terhadap &ituasi atau &tressor

!engkaji sejauhmana keluarga berespon terhadap situasi atau stressor


3) &trategi koping yang digunakan

&trategi koping apa yang digunakan keluarga bila menghadapi permasalahan.


4) &trategi adaptasi fungsional

"ijelaskan mengenai adaptasi disfungsional yang digunakan keluarga bila menghadapi permasalahan
c. Pemeriksaan ,isik

Pemeriksaan fisik dilakukan pada semua anggota keluarga. !etode yang digunakan pada pemeriksaan, tidak berbeda dengan fisik di klinik.
d. 3arapan keluarga

Pada akhir pengkajian, pera)at menanyakan harapan keluarga terhadap petugas kesehatan yang ada.

42

2. "iagnosa Kepera!atan

"iagnosa kepera)atan keluarga dirumuskan berdasarkan masalah kepera)atan yang didapat dari data*data pada pengkajianyang

berhubungan dengan etiologi yang berasal dari data*data pengkajian fungsi pera)atan keluarga. "iagnosa kepera)atan menga%u pada rumusan PH& (problem, etiologi, symptom dimana untuk problem menggunakan rumusan masalah dari -5-"5, sedangkan untuk etiologi dapat menggunakan pendekatan lima tugas fungsi keluarga atau dengan menggambarkan pohon masalah. .ipologi dari diagnose kepera)tan keluarga terdiri dari diagnose kepera)atan keluarga a%tual (terjadi defi%itFgangguan kesehatan , resiko (an%aman kesehatan dan keadaan sejahtera ()ellness . Pada satu keluarga mungkin saja pera)at mendapatkan lebih dari satu diagnose kepera)atan keluarga, maka selanjutnya bersama keluarga harus menetukan prioritas dengan menggunakan skala perhitungan sebagai berikut /

43

.able / skala prioritas masalah keluarga Kriteria


1. &ifat masalah a. 5%tual (tidakFkurang sehat b. 5n%aman kesehatan c. Keadaan sejahtera 2. Kemungkinan masalah dapat diubah a. !udah b. &ebagian c. .idak dapat 3. Potensi maslah untuk di%egah a. .inggi b. 4ukup c. 6endah

&kor

'obot

< 2 1

2 1 0

< 2 1

&umber / 'aylon L !aglaya 4ara melakukan skoringnya adalah /


1) .entukan skor untuk setiap kriteria 2) &kor dibagi dengan angka tertinggi dan kalikan dengan bobot 3) Dumlah skor untuk semua kriteria

44

4) .entukan skor, nilai tertinggi menentukan urutan nomor diagnosa

kepera)atan keluarga.

3. Peren+anaan atau Inter,ensi Kepera!atan Keluarga

Peren%anaan kepera)atan keluarga terdiri dari penetapan tujuan, men%akup tujuan umum dan khusus, ren%ana intervensi serta dilengkapi dengan ren%ana evaluasi yang memuat kriteria dan standar. .ujuan dirumuskan se%ara spesifik, dapat diukur (marusable , dapat di%apai (a%hievable , rasional dan menunjukan )aktu (&!56. . 6en%ana intervensi ditetapkan untuk men%apai tujuan. Wright dan 7eahey dalam ,riedman (1##$ membagi intervensi kepera)tan keluarga menjadi dua tingkatan intervensi, yaitu intervensi pemulaan dan intervensi lanjut. 1ntervensi pemulaan meliputi intervensi yang bersifat sportif eduktif dan langsung kearah sasaran, sedangkan pada tingkat lanjut, meliputi sejumlah intervensi terapi keluarga yang lebih bersifat psikososial dan tidak langsung. 1ntervensi kepera)atan keluarga diklasifikasikan menjadi intervensi yang mengarah pada aspek kognitif, afektif dan psikomotor (prilaku . &emua intervensi baik berupa pendidikan kesehatan, tetapi modalitas ataupun terapi komplementer pada akhirnya ditujukan untuk

meningkatkan kemampuan keluarga melaksanakanlima tugas keluarga dalam kesehatan.

45

Kriteria dan standar merupakan ren%ana evaluasi, berupa pernyataan spesifik tentang hasil yang diharapkan dari setiap tindakan berdasarkan tujuan khusus yang ditetapkan. 4riteria dapat berupa respon verbal, sikap atau psikomotor, sedangkan standar berupa patokanFukuran yang kita tentukan berdasarkan kemampuan keluarga, sehingga dalam menetukan standar anatar klien satu dengan klien lainnya )alaupun masalah nya sama, standarnya bisa jadi berbeda. (ormat Ren+ana Asuhan Kepera!atan Keluarga -o .GP5.ujuan .GPHKriteria Hvaluasi Kriteria &tandar 1ntrvensi

46

4. Implementasi

Pelaksanaan atau implementasi adalah serangkaian tindakan pera)at pada keluarga berdasarkan peren%anaan sebelumnya. .indakan pera)atan terhadap keluarga men%akup dapat berupa /
a. !enstimulasi kesadaran atau penerimaan keluarga mengenal masalah

dan kebutuhan kesehatan


b. !enstimulasi keluarga untuk memutuskan %ara pera)atan yang tepat c. !emberikan keper%ayaan diri dalam pera)atan anggota keluarga yang

sakit.
d. !embantu keluarga menemukan %ara bagaimana membuat lingkungan

!emotivasi

keluarga

untuk

memanfaatkan

fasilitas

kesehatan

kesehatan yang ada.

47

(ormat Pelaksanaan Asuhan Kepera!atan Keluarga -

-o

"N kep

.ujuan khusus (.GPH-

3ari F.glF Dam

1mplementasi

Hvaluasi

.."

48

5. E,aluasi

Gntuk

penilaian

keberhasilan

tindakan,

maka

selanjutnya

dilakukan penilaian. .indakan*tindakan kepera)atan mungin saja tidak

49

dapat dilakukan dalam satu kali kunjungan, untuk itu dilakukan se%ara bertahap, demikian halnya dengan penilaian. Penilaian dilaksanakan dengan menggunakan &E5P (subyektif, analisa, dan planning . & / hal*hal yang dikemukakan keluarga, misalnya keluarga bapak 5 mengatakan sudah tidak pusing lagi E / hal*hal yang dikemukakan pera)at yang dapat dikur, misalnya bapak 5 tidak tampak pusing lagi 5 / analisa hasil yang telah di%apai, menga%u poada tujuan diagnosa P / peren%anaan yang akan datang setelah melihat respon keluarga.