Anda di halaman 1dari 11

BERITA DAERAH KOTA CILEGON

BERITA DAERAH KOTA CILEGON TAHUN : 2008 NOMOR : 52 PERATURAN WALIKOTA CILEGON NOMOR 52 TAHUN

TAHUN : 2008

NOMOR : 52

BERITA DAERAH KOTA CILEGON TAHUN : 2008 NOMOR : 52 PERATURAN WALIKOTA CILEGON NOMOR 52 TAHUN
BERITA DAERAH KOTA CILEGON TAHUN : 2008 NOMOR : 52 PERATURAN WALIKOTA CILEGON NOMOR 52 TAHUN

PERATURAN WALIKOTA CILEGON NOMOR 52 TAHUN 2008

TENTANG

ORGANISASI DAN TATA KERJA KELURAHAN DI KOTA CILEGON

WALIKOTA CILEGON,

Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 7, Pasal 8, Pasal 9, dan Pasal 10 Peraturan Daerah Kota Cilegon Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi Kecamatan dan Kelurahan di Kota Cilegon, perlu diatur lebih lanjut Organisasi dan Tata Kerja Kelurahan

di Kota Cilegon;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Walikota tentang Organisasi dan Tata Kerja Kelurahan di Kota Cilegon.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890);

2. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1999 tentang Pembentukan

Kotamadya Daerah Tingkat II Depok dan Kotamadya Daerah Tingkat

II Cilegon (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor

49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3828);

3. Undnag

PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.pdffactory.com

- 2 -

3. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);

4. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);

5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437), sebagaimana telah diubah untuk kedua kalinya dengan Undang- Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia nomor 4844);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2001 tentang Penyelenggaraan Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 77, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4106);

7. Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2005 tentang Kelurahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 159, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4588);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

4741);

10. Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi Kecamatan dan Kelurahan di Kota Cilegon (Lembaran Daerah Kota Cilegon Tahun 2008 Nomor 10).

Menetapkan :

MEMUTUSKAN :

PERATURAN WALIKOTA TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DI

KELURAHAN KOTA CILEGON.

BAB

PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.pdffactory.com

- 3 -

BAB

I

KETENTUAN UMUM

Pasal

1

Dalam Peraturan Walikota ini yang dimaksudkan dengan :

1.

Daerah adalah Kota Cilegon;

2.

Pemerintah Daerah adalah Walikota dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah;

3.

Walikota adalah Walikota Cilegon;

4.

Wakil Walikota adalah Wakil Walikota Cilegon;

5.

Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kota Cilegon;

6.

Kelurahan adalah wilayah kerja lurah sebagai perangkat daerah Kota

Cilegon di bawah kecamatan;

7.

Pemerintah Kelurahan adalah Lurah beserta perangkat lainnya yang

menyelenggarakan tugas-tugas pemerintahan di Kelurahan;

8.

Lurah adalah Kepala Kelurahan;

9.

Sekretariat adalah Sekretariat Kelurahan;

10.

Sekretaris adalah Sekretaris Kelurahan;

11.

Seksi adalah Seksi pada Kelurahan;

BAB II

BIDANG TUGAS ORGANISASI

Bagian Pertama

Lurah

Pasal 2

Lurah berkedudukan di bawah dan bertanggungawab kepada Walikota

melalui Camat, mempunyai tugas pokok memimpin dan merencanakan,

mengkoordinasikan, memantau, dan menyelenggarakan serta

mengendalikan urusan pemerintahan, pembangunan, dan

kemasyarakatan di wilayah Kelurahan dan urusan pemerintahan yang

dilimpahkan oleh Walikota, mengkoordinir, menyelenggarakan dan

mengawasi serta mengevaluasi kegiatan di Kelurahan, membagi tugas

dan mengatur serta memberi petunjuk kegiatan kepada bawahan dan

memberikan laporan kepada pimpinan sehingga kegiatan di Kelurahan

berjalan dengan baik, efektif dan efisien, dan sesuai dengan ketentuan

yang berlaku.

Pasal

PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.pdffactory.com

- 4 -

Pasal 3

Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Lurah menyelenggarakan fungsi :

a. penyiapan perumusan kebijakan teknis dan operasional di Kelurahan;

b. pembinaan administrasi ketatausahaan dan rumah tangga Kelurahan;

c. pembinaan aparatur Kelurahan;

d. pelaksanaan kegiatan pemerintahan Kelurahan;

e. pemberdayaan masyarakat Kelurahan;

f. penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum;

g. penyelenggaraan

Kelurahan;

pembinaan

kesejahteraan

sosial

di

wilayah

h. pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum Kelurahan;

i. pembinaan lembaga kemasyarakatan Kelurahan;

j. pengendalian Sekretariat dan Seksi pada Kelurahan;

k. penyelenggaraan koordinasi dengan Kecamatan;

l. penyelenggaraan koordinasi dengan instansi/pihak terkait;

m. penyelenggaraan pelaporan pertanggungjawaban (akuntabilitas) dan kinerja Kelurahan.

Bagian Kedua

Sekretariat

Pasal 4

Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Lurah, yang mempunyai tugas pokok membantu Lurah dalam mengelola penyusunan perencanaan, ketatausahaan, administrasi kepegawaian, administrasi keuangan, perlengkapan, rumah tangga, dan memberikan pelayanan administrasi kepada perangkat di Kelurahan, serta pelaksanaan laporan akuntabilitas dan evaluasi kinerja di Kelurahan agar terlaksana dengan baik, efektif, efisien, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pasal 5

Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Sekretariat menyelenggarakan fungsi :

a. penyusunan perencanaan Sekretariat;

b. pelaksanaan

PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.pdffactory.com

- 5 -

b. pelaksanaan penyusunan visi dan misi Kelurahan;

c. penyusunan rencana strategis Kelurahan;

d. penyusunan program kerja Kelurahan;

e. penghimpunan rencana kerja Kelurahan;

f. pelaksanaan pelayanan ketatausahaan Kelurahan;

g. pelaksanaan administrasi umum dan kepegawaian Kelurahan;

h. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Kelurahan;

i. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan Kelurahan;

j. pengumpulan dan pengolahan data laporan hasil kegiatan Kelurahan;

k. penyusunan laporan akuntabiltas dan kinerja Kelurahan;

l. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan Sekretariat Kelurahan.

Bagian Ketiga

Seksi Tata Pemerintahan

Pasal 6

Seksi Tata Pemerintahan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Lurah, yang mempunyai tugas pokok membantu Lurah dalam merencanakan dan mengontrol perumusan kebijakan tugas-tugas pemerintahan di Kelurahan, pembinaan Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT), memberi petunjuk dan memberi tugas serta membimbing bawahan, memeriksa dan mengoreksi hasil kerja bawahan, dan membuat laporan Seksi Tata Pemerintahan, sehingga berhasil guna dan berdaya guna, efektif dan efisien, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pasal 7

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, Seksi Tata Pemerintahan menyelenggarakan fungsi :

a. pelaksanaan penyusunan perencanaan Seksi Tata Pemerintahan;

b. pelaksanaan perumusan kebijakan teknis dan operasional Seksi Tata Pemerintahan Kelurahan;

c. pelaksanaan pengumpulan, pengolahan, penganalisaan data pada Seksi Tata Pemerintahan;

d. penyiapan

bahan

pemerintahan;

pelayanan

penyelenggaraan

di

bidang

tata

e. pelaksanaan

PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.pdffactory.com

- 6 -

e. pelaksanaan tugas-tugas di bidang tata pemerintahan;

f. pelaksanaan pembinaan administrasi di bidang tata pemerintahan;

g. pelaksanaan administrasi pertanahan;

h. pelaksanaan administrasi kependudukan;

i. pelaksanaan pembinaan Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT);

j. pelaksanaan koordinasi dengan instansi/pihak terkait di bidang tata pemerintahan;

k. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan Seksi Tata Pemerintahan.

Bagian Keempat

Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum

Pasal 8

Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Lurah, yang mempunyai tugas pokok membantu Lurah dalam merencanakan dan mengontrol perumusan kebijakan tugas-tugas ketentraman dan ketertiban umum di Kelurahan, memberi petunjuk dan memberi tugas serta membimbing bawahan, memeriksa dan mengoreksi hasil kerja bawahan, dan membuat laporan Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum sehingga berhasil guna dan berdaya guna, efektif dan efisien, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pasal 9

Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum menyelenggarakan fungsi :

a. pelaksanaan

penyusunan

Ketertiban Umum;

perencanaan

Seksi

Ketentraman

dan

b. pelaksanaan perumusan kebijakan teknis dan operasional Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum Kelurahan;

c. pelaksanaan pengumpulan, pengolahan, penganalisaan data pada Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum;

d. penyiapan bahan pelayanan penyelenggaraan di bidang ketentraman dan ketertiban umum;

e. pelaksanaan penerapan dan penegakan peraturan perundang- undangan wilayah Kelurahan;

f. pelaksanaan

PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.pdffactory.com

- 7 -

f. pelaksanaan pembinaan anggota polisi pamong praja Kelurahan;

g. pelaksanaan

Kelurahan;

kegiatan

ketentraman

dan

ketertiban

di

wilayah

h. pelaksanaan penyuluhan, pembinaan, dan pengendalian di bidang ketentraman dan ketertiban di wilayah Kelurahan;

i. pelaksanaan kegiatan di bidang ketentraman dan ketertiban umum di wilayah Kelurahan;

j. pelaksanaan koordinasi dengan instansi/pihak terkait bidang ketentraman dan ketertiban wilayah Kelurahan;

k. pelaksanaan

evaluasi

Ketertiban Umum.

dan

pelaporan

Seksi

Bagian Kelima

Seksi Pemberdayaan Masyarakat

Pasal 10

Ketentraman

dan

Seksi Pemberdayaan Masyarakat dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Lurah, yang mempunyai tugas pokok membantu Lurah dalam merencanakan dan mengontrol perumusan kebijakan tugas-tugas pemberdayaan masyarakat di Kelurahan, memberi petunjuk dan memberi tugas serta membimbing bawahan, memeriksa dan mengoreksi hasil kerja bawahan, dan membuat laporan Seksi Pemberdayaan Masyarakat sehingga berhasil guna dan berdaya guna, efektif dan efisien, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pasal 11

Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10, Seksi Pemberdayaan Masyarakat menyelenggarakan fungsi :

a. pelaksanaan penyusunan perencanaan Seksi Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan;

b. pelaksanaan perumusan kebijakan teknis dan operasional Seksi Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan;

c. pelaksanaan pengumpulan, pengolahan, penganalisaan data pada Seksi Pemberdayaan Masyarakat;

bidang

d. penyiapan

bahan

pelayanan

penyelenggaraan

di

pemberdayaan masyarakat;

e. pelaksanaan kegiatan di bidang pemberdayaan masyarakat di wilayah Kelurahan;

f. pelaksanaan

PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.pdffactory.com

- 8 -

f. pelaksanaan pembinaan dan pengembangan serta pemantauan kegiatan pemberdayaan masyarakat di wilayah Kelurahan;

g. pelaksanaan

koordinasi

dengan

pemberdayaan masyarakat;

instansi/pihak

terkait

di

bidang

h. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan Seksi Pemberdayaan Masyarakat.

Bagian Keenam

Seksi Kesejahteraan Sosial

Pasal 12

Seksi Kesejahteraan Sosial berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Lurah, dipimpin oleh seorang Kepala Seksi, yang mempunyai tugas pokok membantu Lurah dalam merencanakan dan mengontrol perumusan kebijakan tugas-tugas kesejahteraan sosial, memberi petunjuk dan memberi tugas serta membimbing bawahan, memeriksa dan mengoreksi hasil kerja bawahan, dan membuat laporan Seksi Kesejahteraan Sosial sehingga berhasil guna dan berdaya guna, efektif dan efisien, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pasal 13

Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana tersebut dalam Pasal 12, Seksi Kesejahteraan Sosial menyelenggarakan fungsi :

a. pelaksanaan penyusunan perencanaan Seksi Kesejahteraan Sosial;

b. pelaksanaan

perumusan

Kesejahteraan Sosial;

kebijakan

teknis

dan

operasional

Seksi

c. pelaksanaan pengumpulan, pengolahan, penganalisaan data pada Seksi Kesejahteraan Sosial;

d. penyiapan bahan pelayanan penyelenggaraan di bidang kesejahteraan sosial;

e. pelaksanaan

Kelurahan;

kegiatan

di

bidang

kesejahteraan

sosial

wilayah

f. pelaksanaan pembinaan dan pengawasan di bidang kesejahteraan sosial wilayah kelurahan;

g. pelaksanaan

koordinasi

dengan

instansi/pihak

terkait

di

bidang

kesejahteraan sosial;

 

h. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan Seksi Kesejahteraan Sosial.

 

BAB

PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.pdffactory.com

- 9 -

BAB III

TATA KERJA

Bagian Pertama

Umum

Pasal 14

(1) Pelaksanaan fungsi Kelurahan secara teknis operasionalnya diselenggarakan oleh Sekretaris Kelurahan dan Kepala Seksi menurut bidang tugas masing-masing;

(2)

Lurah secara teknis operasional berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Walikota dan secara administratif berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah;

(3)

Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kelurahan, dalam melaksanakan tugasnya wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan simplifikasi;

(4) Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kelurahan, wajib memimpin dan memberikan bimbingan serta petunjuk teknis pelaksanaan tugas kepada bawahan;

(5) Setiap pegawai di lingkungan Kelurahan wajib saling melakukan hubungan kerjasama secara hirarkis dan/atau fungsional sesuai dengan struktur dan jenjang jabatan berdasarkan aturan dan etika yang berlaku, baik vertikal maupun horisontal;

(6)

Dalam melaksanakan tugas pokoknya, Kelurahan menyelenggarakan koordinasi dengan instansi lain yang berkaitan dengan fungsinya.

Bagian Kedua

Pelaporan

Pasal 15

Kelurahan wajib memberikan laporan tentang pelaksanaan tugasnya secara berkala, jelas serta tepat pada waktunya kepada Camat;

(2) Setiap satuan pimpinan satuan kerja tingkat Kelurahan wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasannya masing-masing serta memberikan laporan secara berkala dan tepat pada waktunya;

(3) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan kerja dari bawahan wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan pertimbangan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan;

(4)

Pengaturan mengenai jenis laporan dan tata cara penyampaian berpedoman kepada peraturan yang berlaku.

(1)

Bagian

PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.pdffactory.com

- 10 -

Bagian Ketiga

Hal Mewakili

Pasal 16

(1)

Dalam hal Lurah berhalangan, dapat menunjuk Sekretaris untuk mewakili;

(2)

Dalam hal Lurah dan Sekretaris berhalangan, Lurah dapat menunjuk Kepala Seksi mewakili sesuai bidang tugasnya;

(3) Dalam hal mewakili, setiap pimpinan organisasi harus dapat mengkaji skala prioritas dan tingkat urgensi permasalahan serta etika birokrasi yang berlaku.

BAB IV

KEPEGAWAIAN

Bagian Pertama

Pengangkatan dan Pemberhentian

Pasal 17

(1)

(2)

(3)

(1)

(2)

Lurah diangkat dan diberhentikan oleh Walikota atas usul camat;

Pengangkatan Lurah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) di atas, dari Pegawai Negeri Sipil yang menguasai pengetahuan teknis pemerintahan dan memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan;

Pejabat-pejabat lainnya di lingkungan Kelurahan diangkat dan diberhentikan oleh Sekretaris Daerah atas usul Camat.

Bagian Kedua

Eselon

Pasal 18

Lurah merupakan jabatan struktural eselon IV a;

Sekretaris Lurah dan Kepala Seksi merupakan jabatan struktural IV b;

BAB V

KETENTUAN LAIN-LAIN

Pasal 19

Uraian Tugas Jabatan pada Kelurahan Kota Cilegon diatur dengan Peraturan Walikota.

BAB

PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.pdffactory.com

- 11 -

BAB VI

KETENTUAN PENUTUP

Pasal 20

Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Walikota ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kota Cilegon.

Diundangkan di Cilegon pada tanggal 8 September 2008

SEKRETARIS DAERAH KOTA CILEGON, H. EDI ARIADI
SEKRETARIS DAERAH KOTA CILEGON,
H. EDI ARIADI

Ditetapkan di Cilegon pada tanggal 8 September 2008

WALIKOTA CILEGON,

ttd

H. Tb. AAT SYAFA’AT

BERITA DAERAH KOTA CILEGON TAHUN 2008 NOMOR 52

PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.pdffactory.com