Anda di halaman 1dari 50

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Materi pelatihan ini dikembangkan sebagai bahan pelatihan berjenjang tingkat lanjut guru

IPA SMP. Materi pelatihan berjudul Sistem Pernapasan Pada Manusia dan esehatann!a" berisi materi untuk guru dalam rangka membantu mempersiapkan pr#ses pembelajaran di kelas" alternati$ kegiatan pembelajaran" serta alat dan bahan !ang sesuai untuk diterapkan pada sis%a SMP. Materi ini berisi uraian dan kegiatan !ang menga&u pada standar k#mpetensi dan k#mpetensi dasar tingkat SMP mata pelajaran IPA. Dalam mempersiapkan pembelajaran t#pik Sistem Pernapasan Pada Manusia dan esehatann!a" guru dituntut memiliki %a%asan !ang lebih luas daripada materi !ang terdapat pada buku pegangan sis%a" serta kurangn!a buku'buku !ang dimiliki #leh guru. (leh sebab itu materi pelatihan ini juga memuat penga!aan materi alternati$ pengel#laan pr#ses belajar mengajar baik dalam persiapan pendahuluan" kegiatan inti" maupun penutup. Kompetensi Dasar Materi pelatihan ini disusun untuk membimbing peserta pelatihan dalam men&apai k#mpetensi sesuai dengan silabus diklat berjenjang guru IPA Bi#l#gi tingkat Lanjutan !aitu) Mendeskripsikan sistem pernapasan pada manusia dan hubungann!a dengan kesehatan). Setelah mempelajari materi ini" diharapkan guru memiliki k#mpetensi untuk mengembangkan ketrampilan sis%a dalam mendeskripsikan sistem pernapasan pada manusia dan hubungann!a dengan kesehatan" masalah'masalah !ang berhubungan dengan sistem pernapasan" melakukan per&#baan !ang berhubungan dengan sistem pernapasan pada manusia Pentingn!a mempelajari materi ini akan berman$aat bagi sis%a untuk memahami sistem respirasi !ang dimiliki manusia dan mengaplikasikann!a dalam kehidupan sehari'hari agar dapat menjaga kesehatan tubuh umumn!a dan khususn!a kesehatan #rgan respirasi.

Tujuan a. mengidenti$ikasi struktur " $ungsi" dan pr#ses sistem pernapasan pada manusia b. mengaitkan struktur" $ungsi" dan pr#ses sistem pernapasan pada manusia. &. Menngidenti$ikasi pengaruh r#k#k pada alat pernapasan d. Mendata pen!akit'pen!akit !ang berhubungan dengan sistem pernapasan dan mendiskusikan upa!a pen&egahann!a Ruang Lingkup Materi +uang lingkup materi dalam m#dul ini adalah mengenai sistem pernapasan !ang terdiri atas, a. alat'alat pernapasan pada manusia !ang meliputi r#ngga hidung" tengg#r#kan" &abang tengg#r#kan" dan paru'paru. b. Mekanisme pernapasan pada manusia &. Mekanisme pertukaran (- dan .(d. Menghitung kapasitas paru'paru e. Mengetahui ritme/irama pernapasan pada mausia $. Masalah'masalah !ang berhubungan dengan alat'alat pernapasan pada manusia. g. Pr#sedur Diagn#stik Pen!akit Pernapasan h. Pengaruh r#k#k terhadap kesehatan pernapasan i. Mengetahui 0at apa saja !ang terdapat pada sebatang r#k#k

BAB II ALA1 +ESPI+ASI PADA MANUSIA DAN ME ANISMEN2A Untuk mempertahankan kelangsungan hidupn!a" tubuh manusia harus melakukan berbagai kegiatan agar dapat memenuhi kebutuhan sel'sel pen!usun tubuhn!a akan #ksigen 3(-4 dan sari makanan lainn!a. Dengan bantuan (- inilah pemb#ngkaran energi !ang terkandung dilam suatu sari makanan dapat dibebaskan dengan sempurna. Hasil samping dari pr#ses pemb#ngkaran energi tersebut adalah 0at karb#ndi#ksida 3.(-4 !ang harus dikeluarkan dari dalam sel dan selanjutn!a dikeluarkan dari dalam tubuh. Dengan demikian" antara tubuh dan lingkungan sekitarn!a berlangsung suatu pr#ses pertukaran gas 3(- dan .(-4 !ang dikenal sebagai pr#ses pernapasan atau pr#ses respirasi. 2.1. ORGAN RE !"RA " Hidung merupakan bagian paling atas dari alat pernapasan dan merupakan alat pernapasan paling a%al !ang dilalui udara. Di hidung terdapat sara$'sara$ pen&iuman. +#ngga hidung berhubungan dengan r#ngga mulut udara masuk ke dalam r#ngga hidungdan melalui lubang hidung. +#ngga hidung memiliki tiga $ungsi utama !aitu, 3a4 Memanaskan udara Pada r#ngga hidung terdapat suatu struktur !ang disebut concha. Permukaan &#n&ha ini diliputi ban!ak pembuluh darah kapiler" sehingga suhun!a selalu hangat. Udara !ang menuju paru'paru bila melaluin!a akan dihangatkan. 3b4 Men!aring udara. Men&egah pemasukan gas'gas !ang membaha!akan ke dalam paru' paru. Hal ini dimungkinkan #leh adan!a indra pembau pada hidung" sehingga jika ter&ium bau gas !ang tidak enak merupakan petunjuk

2.1.1. #i$ung

agar hidung ditutup. 6as .( !ang tidak berbau akan l#l#s dari pen!aringan ini" sehingga dapat menimbulkan kematian. Men&egah masukn!a debu'debu !ang terkandung di dalam udara. Hal ini dimungkinkan #leh adan!a rambut'rambut halus disebut silia" !ang meliputi selaput muk#sa hidung. bergerak menggel#mbang. 3&4 Melembabkan udara eadaan selaput muk#sa hidung selalu lembab dan selalu memberikan sebagian kelembapann!a untuk udara !ang terisap masuk. (leh karena itu" udara akan menjadi lembab dan hangat sebelum masuk paru'paru. etika dilalui udara silia

6ambar -.* Alat respirasi manusia 2.1.2 Laring %!angkal tenggorokan&. Pada bagian ujung belakang r#ngga hidung terdapat daerah !ang disebut $aring 3tekak4. 7aring merupakan lanjutan dari saluran hidung !ang meneruskan udara ke laring.

Laring terdiri dari lempengan'lempengan tulang ra%an. dan tulang'tulang ra%an pembentuk jakun. Apabila kita perhatikan bagian leher pada laki'laki de%asa akan tampak adan!a t#nj#lan jakun ini. Sebenarn!a jakun tidak han!a milik laki'laki saja" %anita pun memilikin!a" han!a saja jakun pada %anita tidak men#nj#l seperti milik laki'laki. 9akun tersusun dari katup pangkal tengg#r#k" perisai tulang ra%an" serta gelang'gelang tulang ra%an. Pada laring juga terdapat selaput suara !ang akan bergetar jika ada udara !ang melaluin!a" misaln!a pada saat berbi&ara. Laring memiliki katup !ang disebut epigl#tis 3anak tekak4. Epigl#tis selalu dalam keadaan terbuka" dan han!a menutup jika ada makanan !ang masuk ke ker#ngk#ngan.Bagian dalam dindingn!a digerakkan #leh #t#t untuk menutup serta membuka glotis. 6l#tis adalah lubang mirip &elah !ang menghubungkan trakea dengan $aring. 2.1.' Trakea %Batang tenggorokan& Batang teng#r#k atau trakea merupakan saluran pernapasan !ang memanjang dari pangkal r#ngga mulut sampai dengan r#ngga dada. 1rakea berbentuk pipa tersusun dari &in&in'&in&in tulang ra%an terletak di depan ker#ngk#ngan. 1rakea menghubungkan r#ngga hidung maupun r#ngga mulut dengan paru'paru. Maka" di samping melalui hidung" udara pernapasan dapat juga diambil melalui mulut. Batang tengg#r#k selalu dalam keadaan terbuka sehingga pr#ses pernapasan dapat dilakukan setiap saat.. Bagian dalam trakea li&in dilapisi #leh selaput lendir dan mempun!ai lapisan !ang terdiri dari sel'sel bersilia. Lapisan bersilia ini ber$ungsi untuk menahan debu atau k#t#ran dalam udara agar tidak masuk ke dalam paru'paru. Apabila udara !ang masuk itu k#t#r dan tidak dapat disaring seluruhn!a serta mengandung bakteri atau :irus" akan mengakibatkan in$eksi radang tengg#r#kan dan mengganggu jalann!a pernapasan. 2.1.( Bronkus %)a*ang *atang tenggorokan&. Br#nkus merupakan bagian !ang menghubungkan paru'paru dengan trakea. Br#nkus terdapat di paru'paru kanan dan kiri. .abang br#kus ke kiri lebih

mendatar bila dibandingkan dengan &abang br#nkus ke kanan. Hal ini merupakan pen!ebab mengapa paru'paru kanan lebih mudah diserang pen!akit dibanding paru'paru kiri. Setiap br#nkus terdiri dari lempengan tulang ra%an dan dindingn!a terdiri dari #t#t halus. Br#nkus ber&abang'&abang lagi disebut bronkiolus. Dinding br#nki#lus tipis dan tidak bertulang ra%an. 2.1.+ !ulmo %!aru,paru&. Paru'paru adalah alat respirasi terletak antara r#ngga dada dan dia$ragma. Diafragma adalah sekat r#ngga badan !ang membatasi r#ngga dada dan r#ngga perut. Selain sebagai pembatas" #t#t dia$ragma berperan akti$ dalam pr#ses pernapasan. Paru'paru diselubungi #leh selaput elastis !ang disebut pleura. Paru'paru terdiri dari dua bagian" !aitu paru'paru kiri dan paru'paru kanan. Paru'paru kiri terdiri dari dua gelambir" sedangkan paru'paru kanan terdiri dari tiga gelambir. Di dalam paru'paru terdapat br#nkus dan br#nki#lus. Br#nki#lus paru'paru ber&abang'&abang lagi membentuk pembuluh'pembuluh halus. Pembuluh'pembuluh halus ini berakhir pada gelembung'gelembung halus mirip buah anggur !ang berisi udara !ang disebut alveolus. 3alveoli = jamak4. 2ang jumlahn!a kira'kira men&apai 5<<.<<<.<<< al:e#li dengan luas permukaan seluruhn!a apabila direntangkan sekitar =< meter persegi. Al:e#lus sangat tipis" namun elastis dan mengandung kapiler'kapiler darah !ang membentuk jaring' jaring.

>

6ambar -.- Al:e#lus dan kapiler'kapiler darah 2.2 MEKAN" ME !ERNA!A AN Pr#ses bernapas pada manusia dapat terjadi se&ara sadar maupun tidak sadar. Bernapas se&ara sadar terjadi jika kita melakukan pengaturan'pengaturan saat pernapasan" misaln!a pada saat latihan dengan &ara menarik napas panjang" kemudian menahann!a beberapa saat" serta mengeluarkann!a. Bernapas se&ara tidak sadar" !aitu respirasi !ang dilakukan tanpa perintah #tak" misaln!a pada saat kita tidur n!en!ak pun kita melakukan pernapasan. Bernapas adalah pengambilan udara pernapasan masuk kedalam paru'paru 3inspirasi4 dan pengeluarann!a 3ekspirasi4. Inspirasi dan ekspirasi ini berlangsng lima belas sampai delapan belas kali setiap menit. Pr#ses tersebut diatur #leh #t#t' #t#t dia$ragma dan #t#t antar tulang rusuk. kehendak kita Pr#ses bernapas selalu terjadi dua siklus" !aitu inspirasi dan ekspirasi. Berdasarkan &ara melakukan inspirasi dan ekspirasi serta tempat terjadin!a" manusia dapat melakukan dua mekanisme pernapasan" !aitu pernapasan dada dan pernapasan perut. erja #t#t'#t#t tersebutlah !ang dapat mengatur :#lume ruang dada" memperbesar ataupun memperke&il menurut

6ambar. -.5 edudukan tulang rusuk pada saat Inspirasi dan Ekspirasi 2.2.1 !ernapasan Da$a Pernapasan dada disebut juga pernapasan tulang rusuk. Pr#ses inspirasi dia%ali dengan berk#ntraksin!a #t#t antar tulang rusuk" men!ebabkan terangkatn!a tulang rusuk. eadaan ini men!ebabkan r#ngga dada membesar sehingga tekanan udara di dalam dada menurun dan paru'paru mengembang. Paru'paru !ang mengembang men!ebabkan tekanan udara r#ngga paru'paru menjadi lebih rendah dari tekanan udara luar. Dengan demikian udara dari luar masuk ke dalam paru'paru. Sebalikn!a pr#ses ekspirasi berlangsung pada saat #t#t antar tulang rusuk berelaksasi sehingga tulang rusuk turun kembali. eadaan ini mengakibatkan r#ngga dada men!empit" sehingga tekanan udara dalam r#ngga dada meningkat dan paru'paru menge&il. Paru'paru !ang menge&il men!ebabkan tekanan udara dalam r#ngga paru'paru menjadi lebih tinggi dibanding tekanan udara luar" sehingga udara keluar dari paru'paru. 2.2.2 !ernapasan !erut

Mekanisme

pr#ses

inspirasi

pernapasan

perut

dia%ali

dengan

berk#ntraksin!a #t#t dia$ragma" sehingga dia$ragma !ang semula melengkung berubah menjadi datar. eadaan dia$ragma !ang datar mengakibatkan r#ngga dada dan paru'paru mengembang. 1ekanan udara !ang rendah dalam paru'paru men!ebabkan udara dari luar masuk ke paru'paru. Pr#ses ekspirasi terjadi pada saat #t#t dia$ragma berelaksasi" sehingga dia$ragma kembali melengkung. eadaan melengkungn!a dia$ragma mengakibatkan r#ngga dada dan paru'paru mengempis" tekanan udara dalam paru'paru naik" maka udara keluar dari paru'paru.

2.'.

MEKAN" ME !ERT-KARAN )O2 DAN O2 Pertukaran gas antara (- dan .(- terjadi melalui pr#ses di$usi"

berlangsung di al:e#lus dan di sel jaringan tubuh. Pr#ses di$usi berlangsung sederhana" !aitu han!a dengan gerakan m#lekul'm#lekul se&ara bebas melalui membran sel dari k#nsentrasi tinggi atau tekanan tinggi menuju ke k#nsentrasi rendah atau tekanan rendah. 7akt#r'$akt#r !ang mempenaruhi di$usi gas melintasi membran sel adalah, a. b. &. d. e. tekanan parsial gas 3tekanan gas tertentu" misaln!a tekanan #ksigen saja terhadap tekanan seluruh udara4" permeabilitas membran respirasi" luas permukaan membran respirasi" ke&epatan sirkulasi darah di paru'paru dan" reaksi kimia !ang terjadi di dalam darah.

6ambar -.8. Mekanisme pertukaran (- dan .((- masuk ke dalam tubuh melalui inspirasi dari r#ngga hidung sampai al:e#lus. Di al:e#lus terjadi di$usi (- ke kapiler paru'paru !ang terletak di dinding al:e#lus. Masukn!a (- dari luar 3lingkungan4 men!ebabkan tekanan parsial (- atau P(- di al:e#lus lebih tinggi dibandingkan dengan P(- di kapiler paru'paru. (leh karena itu" (- akan bergerak dari al:e#lus menuju kapiler paru' paru" !ang disebabkan pr#ses di$usi selalu terjadi dari daerah !ang bertekanan parsial tinggi ke daerah !ang bertekanan parsial rendah. (ksigen di kapiler arteri diikat #leh eritr#sit !ang mengandung hem#gl#bin sampai menjadi jenuh. Makin tinggi tekanan parsial #ksigen di al:e#lus" semakin ban!ak #ksigen !ang terikat #leh hem#gl#bin dalam darah. Hem#gl#bin terdiri dari empat sub unit" setiap sub unit terdiri dari bagian !ang disebut heme. Di setiap pusat heme terdapat unsur besi !ang dapat berikatan dengan #ksigen" sehingga setiap m#lekul hem#gl#bin dapat memba%a empat m#lekul #ksigen berbentuk oksihemoglobin. +eaksi antara hem#gl#bin dan #ksigen berlangsung se&ara re:ersibel 3b#lak'balik4 !ang dipengaruhi #leh beberapa $akt#r !aitu, pH" suhu" k#nsentrasi (- dan .(-" serta tekanan parsial. +eaksi pengikatan (- #leh Hb adalah sebagai berikut

Hb 8 A 8 (jaringan paru'paru.

8 Hb (-

Arah reaksi tersebut ke kiri bila terjadi di jaringan tubuh" dan ke kanan bila di

*<

Hem#gl#bin akan mengangkut (- ke jaringan tubuh kemudian berdi$usi masuk ke sel'sel tubuh. Di dalam sel'sel tubuh atau jaringan tubuh" ( - digunakan untuk pr#ses respirasi di dalam mit#k#ndria sel. Semakin ban!ak ( - !ang digunakan #leh sel'sel tubuh" maka semakin ban!ak .(- !ang terbentuk dari pr#ses respirasi. Hal tersebut men!ebabkan tekanan partial .( - atau P.(- dalam sel'sel tubuh lebih tinggi dibandingkan P.(- dalam kapiler :ena sel'sel tubuh. (leh karenan!a .(- dapat berdi$usi dari sel'sel tubuh ke dalam kapiler :ena sel' sel tubuh" kemudian akan di ba%a #leh eritr#sit menuju ke paru'paru. Di paru' paru terjadi di$usi .(- dari kapiler :ena menuju al:e#lus. Pr#ses tersebut terjadi karena tekanan parsial .(- pada kapiler :ena lebih tinggi dari pada tekanan parsial .(- dalam al:e#lus. Bila pengangkutan (- terutama dilaksanakan #leh Hb" maka pengangkutan .(dilakukan #leh plasma darah. .(- dapat larut dengan baik di dalam plasma darah dan membentuk asam karb#nat,

.(- A

H-(

H-.(5

Akibat terbentukn!a asam karb#nat tersebut" pH darah menurun sampai 8";" karena H-.(5 sebagai suatu sen!a%a !ang labil akan mengurai dan meningkatkan kadar i#n HA darah ,

H-.(5

HA A H.(5B

9adi .(- diangkut #leh darah dalam bentuk i#n H.( 5B. Pr#ses pengangkutan dengan pengubahan se&ara b#lak'balik dari .(- menjadi H-.(5 dan sebalikn!a diper&epat #leh en0im karb#nat anhidrase.

**

A. B. 6ambar -.;.A. Mekanisme transp#rtasi .(- dari jaringan tubuh e kapiler darah .B Mekanisme transp#rtasi .(- dari kapiler darah ke paru'paru .(- dalam eritr#sit akan bereaksi dengan air membentuk asam karb#nat !ang dapat men!ebabkan darah bersi$at asam. Darah !ang bersi$at asam dapat melepaskan ban!ak (- ke dalam sel'sel tubuh atau jaringan tubuh !ang memerlukann!a. +eaksi pembentukan asam karb#nat adalah sebagai berikut,

.(-

H-(

H-.(5
alium 3
A

Akibat tebentukn!a asam karb#nat" pH darah menjadi asam !aitu sekitar 8.;" keasaman tersebut dinetralkan #leh i#n'i#n Natrium 3Na A4 dan dalam darah. 2.(. .OL-ME DAN KA!A "TA !AR-,!ARC#lume udara respirasi pada setiap #rang berbeda'beda" tergantung pada ukuran paru'paru" kekuatan bernapas" dan &ara bernapas. Pada #rang de%asa" :#lume paru'paru berkisar antara ; D > liter !ang terdiri dari, a. .olume Ti$al %.T&. C#lume udara tidal adalah :#lume udara hasil inspirasi atau ekspirasi pada setiap kali bernapas n#rmal. C#lume udara tidal ber:ariasi tergantung pada tingkat kegiatan sese#rang. Pada k#ndisi tubuh istirahat" :#lume udara tidal seban!ak kira'kira ;<< mililiter pada rata'rata #rang 4

*-

de%asa muda" dan besarn!a akan meningkat bila kegiatan tubuh meningkat. Dari ;<< mililiter udara tidal !ang dipernapaskan pada k#ndisi istirahat tersebut han!a 5;< mililiter saja !ang dapat sampai di al:e#lus" sedang !ang *;< mililiter mengisi ruang !ang terdapat pada saluran respirasi 3disebut ruang rugi4. b. .olume )a$angan "nspirasi %.)"&" adalah :#lume udara !ang dapat dihisap dengan kekuatan inspirasi !ang lebih kuat setelah :#lume tidal dilakukan" pada keadaan n#rmal seban!ak kira'kira 5<<< mililiter. &. .olume )a$angan Ekspirasi %.)E&/ adalah :#lume udara ekstra !ang dapat dikeluarkan 3dihembuskan4 dengan ekspirasi kuat pada akhir ekspirasi n#rmal" pada keadaan n#rmal seban!ak kira'kira *<<< mililiter. d. .olume Resi$u %.R&/ !aitu :#lume udara !ang masih tetap berada dalam paru'paru setelah ekspirasi kuat" kira'kira seban!ak *;<< mililiter. Dalam menguraikan pr#ses respirasi terkadang diperlukan pen!atuan dua atau lebih jenis'jenis :#lume di atas. #mbinasi dari jenis'jenis :#lume itu disebut kapasitas paru'paru. Beberapa jenis kapasitas paru'paru sebagai berikut. a. Kapasitas "nspirasi %K"&/ sama dengan :#lume tidal ditambah dengan :#lume &adangan inspirasi. apasitas inspirasi merupakan jumlah udara !ang dapat dihirup #leh sese#rang mulai ekspirasi n#rmal dan mengembangkan paru'parun!a sampai jumlahn!a maksimum 3kira'kira 5;<< ml4. b. Kapasitas Resi$u 0ungsional %KR0&/ sama dengan :#lume &adangan ekspirasi ditambah dengan :#lume residu. Besarn!a kapasitas residu $ungsi#nal adalah udara !ang tersisa dalam paru'paru pada akhir ekspirasi n#rmal 3kira'kira -;<< ml4. &. Kapasitas .ital %K.&/ sama dengan :#lume &adangan inspirasi ditambah dengan :#lume tidal dan :#lume &adangan ekspirasi. apasitas :ital ini adalah jumlah udara maksimum !ang dapat dikeluarkan dari paru'paru sese#rang setelah terlebih dahulu mengisi paru'paru se&ara maksimum dan kemudian mengeluarkan seban!ak'ban!akn!a 3kira'kira 8;<< ml4.

*5

d. Kapasitas total paru,paru/ adalah :#lume maksimum dimana paru'paru dapat dikembangkan sebesar mungkin dengan inspirasi paksa atau sama dengan kapasitas :ital ditambah dengan :#lume residu 3kira'kira ><<< ml4. Dengan C1 C.I C.E C+ E :#lume tidal E :#lume &adangan inspirasi E :#lume &adangan ekspirasi E :#lume residu I E kapasitas inspirasi +7 E kapasitas residu $ungsi#nal C E kapasitas :ital I E C1 A C.I +7 E C.E A C+ C E C.I A C1 A C.E

6ambar -.> C#lume dan kapasitas paru'paru pada manusia

*8

Kegiatan 1

KA!A "TA !AR-,!ARTujuan1 Memahami kapasitas udara dalam paru'paru dan $akt#r'$akt#r !ang mempengaruhin!a Alat $an Ba2an a. Bask#m b. St#ples ka&a bening A penutup kapasitas ; liter &. Selang plastik )ara Kerja *. Lekatkan stiker label di sepanjang st#ples ka&a dengan arah ke ba%ah. -. 6unakan gelas ukur untuk menambahkan -;< ml air ke dalamn!a seban!ak *> F 38 liter4. 6unakan spid#l untuk memberi tanda pada stiker label setiap kali anda menambahkan air sebagai tanda ukuran :#lumen!a. 5. 1utuplah st#ples dengan penutupn!a. 8. Isilah %ask#m plastik dengan air hingga setengahn!a. ;. tutupn!a. >. ?. =. selang. @. *<. 6unakan skala pada st#ples untuk menentukan jumlah udara !ang Anda keluarkan. .atatlah pengukuran ini sebagai udara tidal. Isi kembali st#ples dengan air sampai batas 8 liter. 1arik napas dengan n#rmal dan keluarkan udara melalui selang" berusahalah untuk Mintalah teman Anda untuk memegang b#t#l tersebut. 9angan biarkan gelembung gelembung air memasuki b#t#l. Masukkan ujung selang kira'kira *< &m ke dalam mulut b#t#l. 1ariklah napas dengan n#rmal dan keluarkan napas melalui Baliklah st#ples di atas pan&i !ang berisi air dan bukalah d. Stiker label e. 6elas ukur -;< ml $. Spid#l g. Air

mengeluarkan semua udara !ang ada dalam paru'paru Anda. .atatlah pengukuran ini sebagai udara tidal A udara &adangan. **. Isi kembali b#t#l dengan air. 1ariklah napas dalam'dalam dan keluarkan sebisa mungkin semua udara dari paru'paru Anda. .atatlah pengukuran ini sebagai kapasitas :ital 3:#lume maksimum udara !ang masuk atau keluar selama pernapasan dalam4. udara &adangan A udara k#mplementer. *-. 6unakan hasil pengukuran Anda untuk menghitung udara &adangan dan udara k#mplementer. emudian" isilah tabel seperti diba%ah ini 1abel, apasitas Udara Hasil Pernapasan N# *. -. 5. dll Bahan diskusi *. Apakah kapasitas paru'paru setiap #rang berbeda'bedaG -. Apakah tinggi" berat badan" dan jenis kelamin sese#rang mempengaruhi kapasitas paru'paru sese#rangG Nama 9enis elamin 1idal apasitas Udara .adangan #mplementer apasitas Cital apasitas :ital adalah udara tidal A

2.+.

0AKTOR 3ANG MEM!ENGAR-#" RE !"RA " .epat'lambatn!a manusia melakukan respirasi dipengaruhi #leh beberapa

$akt#r diantaran!a sebagai berikut. -mur/ bertambahn!a umur sese#rang mengakibatkan $rekuensi respirasi menjadi semakin lambat. Pada usia lanjut" energi !ang digunakan lebih sedikit dibandingkan pada saat usia pertumbuhan" sehingga #ksigen !ang diperlukan relati$ lebih sedikit.

4enis Kelamin" pada umumn!a" laki'laki lebih ban!ak membutuhkan energi" sehingga memerlukan #ksigen !ang lebih ban!ak dari pada perempuan. u2u Tu*u2" manusia memiliki suhu tubuh !ang k#nstan 3berkisar antara 5>' 5?
<

.4 karena manusia mampu mengatur pr#duksi panas tubuhn!a dengan &ara

meningkatkan laju metab#lisme. 9ika suhu tubuh turun" maka tubuh akan meningkatkan metab#lismen!a" sehingga kebutukan akan #ksigen meningkat. Akti5itas" p#sisi tubuh akan mempengaruhi ban!akn!a #t#t !ang bekerja. Misaln!a pada saat berlari" #t#t akan berk#ntraksi" sehingga #ksigen !ang dibutuhkan lebih ban!ak dan laju respirasi pun akan meningkat dibandingkan pada saat #rang berdiri. 2.6 REG-LA " GERAKAN RE !"RA "

6ambar -.? Pusat +espirasi pada Manusia >.* Pusat +espirasi Seperti haln!a dengan #t#t'#t#t tubuh !ang lain" maka #t#t respirasi juga dikendalikan #leh sistem sara$ pusat. Pusat respirasi terdapat pada bagian atas dari medula #bl#ngata" terdiri atas pusat ekspirasi dan pusat inspirasi. Impul m#t#ris dikirim menuju,

>.-

(t#t antar rusuk melalui serabut sara$ spinal dada (t#t dia$ragma melalui serabut sara$ phrenik !ang merupakan per&abangan dari serabut sara$ spinal leher.

+egulasi neural dari pusat respirasi Pada permukaan dinding paru'paru terdapat resept#r'resept#r !ang bila terangsang akan mengirimkan impuls sens#ri melalui sara$ a$$erent dari ner:us :agus menuju pusat respirasi. +esept#r regangan +esept#r regangan terangsang #leh pengembangan paru'paru selama inspirasi. Sesampain!a impuls sara$ di pusat ekspirasi" maka pusat ekspirasi mengirimkan impuls inhibisi menuju pusat inspirasi dan inspirasi akan berhenti. +esept#r de$lasi +esept#r de$lasi terangsang #leh pengempisan paru'paru pada saat berlangsung pr#ses ekspirasi !ang kuat. Impuls sara$ !ang dikirim ke pusat respirasi akan merangsang pusat inspirasi dan berlangsunglah pr#ses inspirasi. +egulasi neural dari pusat respirasi dengan perantaraan resept#r regangan dan resept#r de$lasi tersebut dikenal sebagai mekanisme :agal" sebab pr#ses tersebut melibatkan ner:us :agus untuk menghantar impuls sens#ri maupun m#t#ris. Selain itu dikenal pula mekanisme pneumotaksis !aitu suatu mekanisme !ang mengatur berlangsungn!a mekanisme respirasi se&ara bergantian antara inspirasi dan ekspirasi. Mekanisme pneum#taksis dapat dijelaskan sebagai berikut.

-.= Mekanisme Pneum#taksis Akti:itas pusat respirasi mengirimkan impuls ke pusat pneum#taksis 3terletak di r#na :ar#li dari #tak belakang4. Impuls tersebut mema&u pusat ekspirasi dan sekaligus men&egah akti:itas pusat inspirasi. Bila akti:itas dari pusat inspirasi telah terhenti maka impuls mengalir menuju pusat pneum#taksis dan pusat inspirasi kini bebas mengirimkan impuls menuju #t#t'#t#t inspirasi dan berlangsunglah pr#ses inspirasi Demikian pr#ses inspirasi dan ekspirasi berlangsung se&ara bergantian menurut irama !ang teratur sepanjang kehidupan berlangsung. >.5 +egulasi kimia%i pada pusat respirasi Pusat respirasi dirangsang #leh tiga ma&am k#ndisi kimia%i dari darah !aitu, 1ekanan .(- di dalam darah Stimulus !ang paling penting bagi pusat respirasi" adalah meningkatn!a tekanan .(- di dalam darah 3hipercapnia4. Sedikit saja terjadi peningkatan kadar .(- di dalam darah akan meningkatkan tekanan .( dan hal ini merupakan rangsangan !ang mema&u kegiatan pusat respirasi sehingga berlangsung pr#ses respirasi !ang &epat dan dalam. Sebagai &#nt#h" penambahan seban!ak <.-- H :#lume .( - ke dalam darah al:e#lar" akan meningkatkan tekanan .(- dari darah 3n#rmaln!a adalah

8< mmHg4 menjadi 8*.; mmHg. Peningkatan ini akan mengakibatkan peningkatan akti:itas respirasi seban!ak dua kali lipat. adar (- di dalam darah Berkurangn!a kadar (- di dalam darah akan segera merangsang pusat respirasi. +eaksi kekurangan (- ini telah terlihat pada perubahan kadar udara respirasi dari -*H ' *= H 3respirasi &epat dan dalam4. Bila kadar (- dari udara respirasi telah men&apai *5H maka reaksi kekurangan (- menjadi lebih n!ata. 1etapi bila udara respirasi han!a mengandung (- seban!ak *<H" maka timbul cyanosis dan pada kadar 8H maka berhentilah pr#ses respirasi. PH darah Meningkatn!a kadar .(- dalam darah akan men!ebabkan meningkatn!a kadar H-.(5 3.(- A H-( H-.(54. Peningkatan kadar H-.(5 di dalam darah mengakibatkan meningkatn!a kadar i#n H" sehingga pH darah menurun. Penurunan pH darah merupakan rangsangan terhadap pusat respirasi di medula #bl#ngata" dan meningkatlah kegiatan respirasi. Kegiatan 2 R"TME7"RAMA !ERNA!A AN Tujuan *. Mengetahui ke&epatan pernapasan per menit 3$rekuensi4 -. Mengetahui $akt#r'$akt#r !ang mempengaruhi irama pernapasan. Alat $an Ba2an *. St#p Iat&h -. ant#ng plastik )ara Kerja *. Hitunglah $rekuensi pernapasan per menit se%aktu Saudara sedang istirahat.

-. Bernapaslah dengan &epat selama satu menit. Setelah satu menit bernapaslah se&ara n#rmal 3seperti n#.* 4. Hitung $rekuensi pernapasan per menit. 5. Peganglah kantung kertas 3ukuran J * liter4 sehingga menutup mulut dan hidung" dengan demikian Saudara benapas memakai udara !ang sama. erjakan selama - menit. Hitunglah $rekuensi pernapasan per menit. 8. Lakukan kegiatan , berdiri tegak kemudian menekuk lutut seban!ak 5< kali 3berjalan ditempat4 dengan inter:al %aktu satu menit. pernapasan per menit. ;. Ulangi kegiatan di atas 3* s.d. 84 setiap kali Saudara selesai melakukan masing'masing perlakuan" tarik napas panjang" tahan selama mungkin sampai Saudara harus bernapas lagi. .atat %aktun!a 3dalam detik4. >. Ulangi perlakuan ;" tetapi !ang harus ditahan bukan inspirasi" tetapi ekspirasi. .atat %aktun!a. #asil !engamatan N *. -. 5. 8. Akti8itas 0rekuensi %napas 7 menit& ................... ................... ................... ................... 9aktu "nspirasi Ekspirasi ................... ................... ................... ................... ................... ................... ................... ................... emudian duduklah dengan tenang dan bernapas n#rmal. Hitung $rekuensi

Istirahat Bernapas &epat Bernapas dalam kant#ng udara Berjalan di tempat

Ba2an Diskusi *. Berdasarkan tabel diatas" apa kesimpaulan Anda G -. 7akt#r'$akt#r apakah !ang mempengaruhi ritme pernapasanG 9elaskan pengaruhn!aK 5. Di mana letak pusat peng#ntr#l pernapasanG

2.:.

KAND-NGAN -DARA "N !"RA " DAN EK !"RA " Selama -8 jam kita bernapas kurang lebih membutuhkan *;.<<< liter

udara bersih. Dengan demikian kebersihan udara disekitar kita merupakan suatu hal !ang sangat penting. Udara inspirasi dan udara ekspirasi memiliki k#mp#nen !ang berbeda. Perbedaan !ang paling men&#l#k adalah kandungan karb#ndi#ksida" !aitu sebelum masuk paru'paru J <"<5H dari t#tal :#lume udara !ang masuk. Setelah masuk paru'paru dan terjadi pertukaran gas" akhirn!a kandungan karb#n di#ksida !ang dikeluarkan dari paru'paru meningkat menjadi J ;">H dari t#tal :#lume udara !ang dikeluarkan.

!er*an$ingan -$ara

Nitrogen ?@"<?H ?@"=H

Oksigen -<"@H *8">H

Kar*on$ioksi$ a <"<5H ;">H

Udara luar sebelum masuk


ke paru'paru Udara !ang keluar dari paru'paru

1abel *.*. Perbandingan 9umlah Udara Luar" Sebelum dan Sesudah Pernapasan Berlangsung Sebalikn!a" kandungan #ksigen dalam udara sebelum masuk ke dalam paru'paru adalah J -<"@Hdari t#tal :#lume udara !ang masuk. Setelah masuk ke dalam paru'paru dan terjadi pertukaran gas" akhirn!a kandungan #ksigen !ang dikeluarkan dari paru'paru terjadi penurunan" !aitu menjadi *8">H dari t#tal :#lume !ang dikeluarkan. Sedangkan untuk gas'gas !ang lainn!a" misaln!a nitr#gen" S( -" N(-" dan !ang lainn!a &enderung tidak mengalami perubahan jumlah antara sebelum masuk paru'paru dengan pada saat dikeluarkan dari paru'paru. Namun demikian" p#lusi sangat mempengaruhi persentase k#mp#nen gas !ang terkandung dalam udara sehingga dapat mengganggu mekanisme respirasi pada manusia

Kegiatan ' !ENG-K-RAN KADAR )O2 -DARA EK !"RA " !en$a2uluan +espirasi sel adalah pr#ses penguraian 0at #rganik menjadi m#lekul !ang lebih sederhana dan membebaskan enegi. Salah satu hasil respirasi ialah .(-. ita dapat mengukur ke&epatan respirasi se&ara tidak langsung dengan mengukur kadar .(- udara ekspirasi. Udara ekspirasi adalah udara !ang dihembuskan sebagai hasil respirasi 3pernapasan4. .(- bereaksi dengan air membentuk asam karb#nat 3H-.(54. Air menjadi lebih asam jika .(- bertambah. basa misaln!a Na(H. easaman larutan dapat dinetralkan dengan suatu Anda dapat menentukan terjadin!a penetralan dengan

menambahkan indikat#r ke dalam larutan. 7en#l$talein merupakan suatu indikat#r pH !ang ber%arna merah muda atau merah dalam larutan basa. Penetralan larutan asam ditunjukkan jika $en#l$talein dalam larutan mulai berubah dari bening menjadi ber%arna. Dengan menghitung :#lume Na(H !ang diperlukan untuk menetralkan asam dapat diketahui :#lume .( - dalam larutan. 1eknik ini dapat digunakan untuk mengukur ke&epatan ekspirasi pada %aktu istirahat dan pada %aktu mengadakan kegiatan. Dengan melakukan kegiatan ini Anda dapat mengembangkan keterampilan mengamati dan men!impulkan. Tujuan Setelah melakukan kegiatan ini Anda diharapkan dapat menentukan kadar .(- udara ekspirasi !ang dihasilkan sebelum dan sesudah melakukan kegiatan berlari'lari. Alat $an *a2an -. Pipet ukur 5. 6elas ukur 8. Larutan $en#l$talein dalam b#t#l tetes

;. 6elas kimia 8<< ml" * buah >. Erlenme!er *;< ml" 5 buah ?. Larutan Na(H <"<* M =. 6abus berlubang satu @. Sed#tan limun )ara kerja *. Isilah gelas kimia dengan 5<< ml air. 1ambahkan *; tetes $en#l$talein dan aduklah. 1ambahkan Na(H setetes demi setetes sampai timbul %arna merah muda. Hitung beberapa tetes Na(H !ang ditambahkan. -. Pindahkan larutan ini ke dalam 5 buah erlenme!er masing'masing *<< ml dan beri label erlenme!er dengan untuk k#ntr#l dan E *" E- untuk eksperimen. ini bersi$at asam atau basaG 1utuplah ketiga erlenme!er itu dengan sumbat karet berlubang satu. tugas 1 , Apakah larutan dalam erlenme!er 5. Untuk melihat kadar .(- udara ekspirasi !ang dihasilkan sebelum kegiatan berlari'lari di tempat" hiruplah udara seban!ak'ban!akn!a" tahan di dalam paru'paru selama ; detik" lalu hembuskan udara respirasi seban!ak'ban!akn!a melalui sed#tan limun ke gelas erlenme!er E *. Ujung sed#tan limun harus sampai ke dasar gelas erlenme!er. tugas 2 , Apakah !ang terjadi dengan %arna larutan itu dan apa artin!aG 8. Dengan menggunakan pipet ukur tambahkan Na(H ke dalam larutan !ang telah ditiup tadi sampai %arnan!a sama dengan k#ntr#l. 6#!ang'g#!angkan gelas agar larutan ter&ampur. Hitung beberapa ml Na(H !ang ditambahkan. tugas ' , .atat jumlah Na(H !ang ditambahkan ke dalam larutan pada tabel. ;. Untuk menghitung mikr#m#l .(- dalam larutan adalah berapa ml Na(H !ang ditambahkan dikalikan *<. tugas ( , .atat jumlah .(- !ang dihasilkan sebelum berlari'lari di tempat pada tabel. >. Lari'larilah di tempat selama - menit" kemudian hiruplah udara seban!ak' ban!akn!a" lalu tiupkanlah udara ekspirasi seban!ak'ban!akn!a ke dalam tabung E-. 1ambahkanlah larutan Na(H.

1abel. Pengaruh latihan terhadap .(- udara ekspirasi. Sebelum lari'lari Sesudah lari'lari Na(H !ang ditambahkan ...........................ml ..............................ml .(- !ang dikeluarkan selama * menit .(- !ang dikeluarkan dari rata'rata kelas !ertan;aan *. Apa !ang terjadi dalam jaringan tubuh sehingga .(- ekspirasi berubahG -. Apa sebabn!a .(- !ang ditiupkan dapat digunakan untuk mengukur ke&epatan respirasi selG ...............mikr#m#l ...............mikr#m#l ..................mikr#m#l ..................mikr#m#l

BAB """ ELAINAN DAN PEN2A I1 SIS1EM PE+NAPASAN PADA MANUSIA '.1. Gangguan !ernapasan pa$a Manusia Beberapa kelainan dan pen!akit sistem pernapasan pada manusia antara lain adalah sebagai berikut. 5.*.* 6angguan pada Saluran +espirasi a. Disebabkan #leh In$eksi 0aringitis/ merupakan peradangan pada $aring sehingga timbul rasa n!eri pada %aktu menelan makanan ataupun ker#ngk#ngan terasa kering. 6angguan ini disebabkan #leh in$eksi bakteri atau :irus dan dapat juga disebabkan ban!ak mer#k#k Dipteri/ merupakan pen!akit in$eksi !ang disebabkan #leh bakteri Corynebacterium diptherial !ang dapat menimbulkan pen!umbatan pada r#ngga $aring 3$aringitis4 maupun laring 3laringitis4 #leh lendir !ang dihasilkan bakteri tersebut. Bila ra&un dipteri men!ebar melalui aliran darah" maka hal ini akan merusak selaput jantung" demam" kelelahan" dan kadang'kadang lumpuh dan seringkali menimbulkan kematian. Tonsilitis/ adalah radang disebabkan in$eksi pada t#nsil

disebabkan #leh bakteri. 6ejalan!a adalah sakit tengg#r#kan" sulit menelan" temperatur badan naik" demam" dan #t#t'#t#t terasa sakit. Bronkitis/ adalah radang selaput lendir pada trakea dan saluran br#nkial. 6ejalan!a adalah batuk'batuk" demam" sakit di bagian dada. b. 1idak disebabkan #leh in$eksi Rinitis/ adalah radang membran muk#sa pada r#ngga hidung men!ebabkan bengkak dan mengeluarkan ban!ak lendir 3sekresi4. Peradangan ini disebabkan #leh alergi terhadap sesuatu benda atau suasana.

Asma" adalah gangguan pada sistem pernapasan dengan gejala sukar bernapas ditandai dengan k#ntraksi !ang kaku dari br#nki#lus men!ebabkan kesukaran bernapas. Asma biasan!a disebabkan #leh hipersensiti:itas br#nki#lus 3disebut asma br#nkiale4 terhadap benda'benda asing di udara. Pada penderita di ba%ah usia 5< tahun" asma kira'kira ?<H disebablkan #leh hipersensiti:itas alergi" terutama hipersensi:itas terhadap tumbuhan. Pada penderita !ang lebih tua" kira'kira ?<H asma disebabkan karena alergi pada bahan bahan kimia dan kabut/debu.

6ambar 5.*. masukn!a ra&un dari udara luar ke dalam paru'paru 5.*.6angguan pada al:e#lus a. Disebabkan #leh In$eksi !neumonia adalah peradangan paru'paru dimana al:e#lus biasan!a berisi &airan dan eritr#sit !ang berlebihan. 9enis pneum#nia !ang umum adalah pneum#nia bakteri. Pen!akit ini dimulai dengan in$eksi dalam al:e#lus" !aitu membran paru'paru mengalami peradangan dan berlubang'lubang sehingga &airan dan eritr#sit masuk ke dalam paru'paru. Dengan demikian" al:e#lus

terin:eksi #leh &airan dan eritr#sit. In$eksi disebarkan #leh bakteri dari satu al:e#lus lain sehingga dapat meluas ke seluruh l#bus bahkan seluruh paru'paru. Tu*erkolosis %TB)&. Merupakan pen!akit spesi$ik !ang

disebabkan #leh bakteri Mycobacterium tuberculosae. Bakteri ini dapat men!erang semua #rgan tubuh" tetapi !ang paling sering adalah paru'paru dan tulang. Pada tuber&ul#sa" serangan bakteri men!ebabkan reaksi jaringan !ang aneh dalam paru'paru. Daerah !ang terin$eksi akan diserang #leh makr#$ag" sehingga daerah tersebut rusak dan akan dikelilingi #leh jaringan $ibr#tik untuk membentuk t#nj#lan !ang disebut tuberkel. Pr#ses ini membantu membatasi pen!ebaran tuberkel !ang mengandung bakteri dalam paru'paru. 1etapi hampir 5H dari seluruh penderita tuberkul#sis tidak terbentuk pr#ses 3pendindingan4 ini" sehingga tuberkel !ang berisi bakteri men!ebar ke seluruh paru'paru. Pada stadium lanjut akan men!ebabkan daerah $ibr#tik di seluruh paru'paru sehingga mengurangi jumlah jaringan paru'paru $ungsi#nal. eadaan ini men!ebabkan, *. peningkatan kerja sebagian #t#t pernapasan !ang ber$ungsi untuk pertukaran udara paru'paru men!erang" -. mengurangi kapasitas :ital dan kapasitas pernapasan" 5. mengurangi luas permukaan membran respirasi" !ang akan meningkatkan ketebalan membran respirasi sehingga menimbulkan penurunan kapasitas di$usi paru'paru. b. 1idak disebabkan #leh in$eksi Em5isema paru,paru/ adalah suatu k#ndisi dimana al:e#li menjadi luas se&ara berlebihan" mengakibatkan penggelembungan paru'paru !ang berlebihan sehingga terdapat udara !ang berlebihan di dalam paru'paru. Dengan demikian pernapasan menjadi sulit / hal ini disebabkan #leh,

*. in$eksi kr#nik karena r#k#k atau bahan'bahan lain !ang mengiritasi br#nkus dengan serius sehingga menga&aukan mekanisme pertahanan n#rmal saluran respirasi. -. in$eksi akibat kelebihan mukus akibat peradangan dan edema epitel br#nki#lus. 5. gangguan saluran respirasi" men!ebabkan kesukaran ekspirasi dan udara !ang terperangkap dalam al:e#lus men!ebabkan al:e#lus menjadi renggang. 6angguan pada Sistem 1ransp#rtasi As5iksi/ adalah gangguan dalam pengangkutan #ksigen ke jaringan atau gangguan penggunaan #ksigen #leh jaringan disebabkan terganggun!a $ungsi paru'paru" pembuluh darah maupun jaringan tubuh. Misaln!a pada #rang tenggelam men!ebabkan al:e#lus terisi air. 6angguan lain adalah kera&unan hem#gl#bin 3Hb4 mengikat arb#nm#n##ksida karena 3.(4 sehingga karb#nm#n#ksida

pengangkutan #ksigen 3(-4 dalam darah berkurang. #ipoksia/ adalah kekurangan #ksigen di dalam jaringan. Bila &ukup berat" hip#ksia dapat men!ebabkan kematian sel'sel" tetapi pada tingkat !ang kurang berat akan mengakibatkan, 3a4 penekanan akti:itas mental" kadang'kadang memun&ak sampai k#ma" dan 3b4 menurunkan kapasitas kerja #t#t Asi$osis" disebabkan meningkatn!a kadar asam karb#nat dan asam bikarb#nat dalam darah men!ebabkan terganggun!a respirasi. ianosis. Adalah kebiruan pada kulit disebabkan karena jumlah hem#gl#bin de#ksigenisasi !ang berlebihan di dalam pembuluh darah kulit" terutama dalam kapiler. '.2 !rose$ur Diagnostik !en;akit !ernapasan Pen!akit'pen!akit pada alat pernapasan dapat didiagn#sis dengan menggunakan met#de m#r$#l#gi dan $isi#l#gi.

5.-.*

Met#de M#r$#l#gi Met#de m#r$#l#gi adalah diagn#sis !ang dilakukan pada struktur m#r$#l#gi alat'alat respirasi. 1eknik !ang digunakan pada met#de ini !aitu teknik radi#l#gi" br#nk#sk#pi" dan pemeriksaan sputum. a. Teknik ra$iologi/ !aitu met#de dengan menggunakan sinar L. Ada berbagai ma&am met#de pada teknik radi#l#gi" !aitu radi#gram dada rutin" t#m#gra$i" $lu#r#sk#pi" br#nk#gra$i" angi#gra$i" dan sidik paru per$usi atau $entilasi.

Ra$iogram $a$a rutin +adi#gram dada rutin !aitu $#t# sinar L !ang dilakukan pada k#ndisi setelah berinspirasi maksimum dan menahan napas untuk menstabilkan dia$ragma. Hasiln!a dapat memberikan in$#rmasi tentang tekstur dan derajar aerasi parenkim paru'paru" t#raks" pleura dan alat respirasi bagian atas.

Tomogra5i/
1#m#gra$i dilengkapi dengan Computed Tomography Scan 3.1 S&an4. 1eknik ini merupakan teknik radi#l#gi $#t# sinar'L !ang dapat memberikan gambaran irisan dari paru'paru se&ara rin&i" sehingga dapat menentukan kelainan trakea" &abang br#nkus" dan lesi pada pleura 3tum#r4.

0luoroskopi/
2aitu radi#l#gi untuk melihat t#raks dan semua isin!a dalam keadaan bergerak sehingga dapat diketahui kerja dari bagian' bagian paru'paru dan dia$ragma selama respirasi.

Bronkogra5i/ 2aitu memasukkan radi# #pak ke dalam per&abangan

trake#br#nkial. +adi# #pak adalah min!ak !ang diberi !#dium atau tantalum !ang dapat diisap sebagai bubuk halus dengan bantuan alat bertekanan p#siti$. 1eknik ini dapat mendeteksi kelainan br#nkus.

Angiogra5i

pem*ulu2

paru,paru"

dilakukan

dengan

men!untikkan &airan radi#'#pak melalui kateter 3selang ke&il4 !ang dimasukkan melalui :ena tangan ke dalam atrium kanan" lalu ke :entrikel kanan dan arteri pulm#nalis. 1eknik ini digunakan untuk menentukan l#kasi emb#li 3benda asing4 paru'paru.

i$ik

paru

per5usi

atau

5entilasi"

dilakukan

dengan

menggunakan is#t#p 3bersi$at radi#akti$4 untuk mendeteksi emb#li paru'paru. Sidik paru'paru terdiri dari dua ma&am" !aitu sidik per$usi dan sidik :entilasi. Sidik per$usi !aitu men!untikkan albumin ke dalam :ena. Distribusi radi#akti:itas dihitung dengan sebuah s&intis&anner dan ba!angann!a direkam #leh kamera. Sidik :entilasi meman$aatkan gas radi#akti$" biasan!a memakai Fen#n' *55 untuk mendeteksi pneum#nia dan e$isema. *. Bronkoskopi" merupakan suatu teknik !ang memungkinkan

:isualisasi langsung trakea dan &abang'&abang utaman!a. .ara ini digunakan untuk memeriksa kelainan pada br#nkus. Br#nk#sk#pi k#n:ensi#nal menggunakan suatu alat pipa l#gam berlubang dengan lensa &ermin !ang disinari. Pipa itu dengan mudah dapat dimasukkan ke dalam per&abangan trake#br#nkial sesudah pasien diberi anastesi l#kal. 1eknik br#nk#sk#pi terbaru menggunakan alat !ang terbuat dari serat #ptik sehingga lebih $leksibel. <. !emeriksaan putum 3&airan !ang dikeluarkan dari mulut dan mengandung sali:a serta mukus4 dilakukan se&ara makr#sk#pis dan mikr#sk#pis. Pemeriksaan se&ara makr#sk#pis" &#nt#hn!a !aitu dengan mengetahui %arna" bau dan adan!a darah pada sputum. Pemeriksaan mikr#sk#pis dapat mengungkapkan #rganisme pen!ebab berbagai pen!akit pada alat alat respirasi" seperti bakteri pen!ebab pneum#nia dan 1B." serta berbagai jenis in$eksi jamur. Iaktu terbaik

untuk mengumpulkan sputum adalah segera sesudah bangun tidur karena sekresi br#nkus !ang abn#rmal &enderung tertimbun pada %aktu sedang tidur. '.2.2. Meto$e 0isiologi" Met#de $isi#l#gi adalah met#de !ang dilakukan dengan diagn#sis" !aitu dengan teknik analisis gas darah. Dilakukan dengan menggunakan &#nt#h darah pada arteri brankialis. 1eknik pengambilan darah pada arteri" !aitu pergelangan tangan diekstensikan dengan menempatkan diatas gulungan handuk. Mula'mula bagian lengan disterilkan" lalu satu tangan !ang lain menusuk arteri tersebut dengan alat suntik !ang sudah diisi dengan heparin. Sesudah sekitar ; ml darah terhisap ke dalam alat suntik" darah dapat langsung di ba%a ke lab#rat#rium untuk dianalisis.

'.'

Ba2a;a Rokok ter2a$ap Kese2atan Tu*u2 Mer#k#k mengganggu kesehatan" ken!ataan ini tidak dapat kita mungkiri.

Ban!ak pen!akit telah terbukti akibat buruk mer#k#k" baik se&ara langsung maupun tidak langsung. ebiasaan mer#k#k bukan saja merugikan si per#k#k" tetapi juga bagi #rang di sekitarn!a. (rang !ang tidak mer#k#k tetapi berada di lingkungan !ang ter&emar asap r#k#k tentu akan ikut mengisapn!a" apalagi jika ruang tersebut kurang :entilasin!a. (rang tersebut disebut per#k#k pasi$. Asap !ang diembuskan para per#k#k dapat dibagi atas asap utama 3 main stream smoke4 dan asap samping 3side stream smoke4. Asap utama merupakan asap tembakau !ang dihirup langsung #leh per#k#k" sedangkan asap samping merupakan asap tembakau !ang terus'menerus keluar dari ujung r#k#k dan disebarkan ke udara bebas. Berdasarkan buku Diseases & Disorders terbitan natomical Chart

Company" r#k#k adalah 0at berbaha!a !ang mengandung lebih 2== ma<am ra<un" dengan 8< jenis di antaran!a bersi$at karsinogenik 3dapat men!ebabkan

kanker4. Asap r#k#k !ang dihirup se#rang per#k#k mengandung k#mp#nen gas dan partikel. #mp#nen gas diantaran!a terdiri atas, karb#n m#n#ksida" karb#n di#ksida" hidr#gen sianida" am#niak" nitr#gen #ksida" akr#lein" asetilen" metan#l" uretan" bensaldehida dan sen!a%a hidr#karb#n. Adapun k#mp#nen padat/ partikel umumn!a terdiri atas, nik#tin" tar" ben0#piren" $en#l" kadmium dll. Bahan'bahan ini dapat bertahan sampai beberapa jam laman!a dalam ruang setelah r#k#k berhenti. Menghisap asap r#k#k #rang lain lebih berbaha!a daripada bagi si per#k#k itu sendiri sebab bahan ra&un ini lebih ban!ak didapatkan pada asap samping. Dari sebatang r#k#k !ang terbakar akan dihasilkan asap samping dua kali lebih ban!ak daripada asap utama" karena asap samping terus'menerus dikeluarkan" sedangkan asap utama keluar jika sedang diisap. misaln!a karb#n m#n#ksida 3.(4 lima kali lipat lebih ban!ak ditemukan pada asap samping daripada asap utama" ben0#piren tiga kali" dan am#niak lima puluh kali. 9adi risik# kesehatan !ang dihadapi per#k#k pasi$ hampir tidak ada bedan!a dengan per#k#k akti$. Masing'masing sen!a%a t#ksik di dalam asap r#k#k menimbulkan akibat !ang berbeda. 1iga k#mp#nen t#ksik utama dalam asap r#k#k adalah karb#nm#n#ksida 3.(4" nik#tin" dan tar. A+B(N M(N( SIDA 3.(4 ira'kira 5';H asap r#k#k terdiri atas karb#nm#n#ksida" !aitu suatu gas ra&un !ang tidak ber%arna dan tidak berbau !ang dapat mengakibatkan berkurangn!a kemampuan darah memba%a #ksigen. Hem#gl#bin !ang $ungsin!a mengikat #ksigen untuk keperluan tubuh memiliki kemampuan mengikat karb#nm#n#ksida jauh lebih besar dibandingkan dengan kemampuann!a mengikat #ksigen. Itulah sebabn!a sangat berbaha!a jika kita berada pada ruangan !ang mengandung karb#nm#n#ksida. NI (1IN Nik#tin adalah suatu alkal#id !ang dapat mempengaruhi sistem sara$ pusat dan merupakan ra&un bagi sara$. adar nik#tin !ang tinggi dapat menghambat

in$#rmasi rangsang sara$ sehingga mengakibatkan menurunn!a akti:itas re$leks tubuh. Nik#tin dapat menimbulkan ketergantungan $isik maupun psikis" meningkatkan pr#duksi berma&am'ma&am mediat#r sara$" sehingga men!ebabkan terjadin!a peningkatan metab#lisme. Abs#rbsi nik#tin berlangsung sangat &epat dan se&ara &epat pula didistribusikan ke #tak" !ang selanjutn!a menimbulkan e$ek pada sistem sara$ pusat !ang mani$estasin!a dapat timbul dengan segera" !ang pada akhirn!a dapat mempengaruhi berbagai sistem di dalam tubuh. 1A+ Mengandung bahan kimia !ang bera&un" sebagain!a merusak sel paru'paru dan me!ebabkan kanker. Mat'0at t#ksik" nik#tin maupun tar" dapat melumpuhkan silia" !aitu rambut' rambut halus !ang ada di permukaan dalam saluran pernapasan !ang ber$ungsi sebagai pen!aring benda'benda asing !ang masuk bersama udara pernapasan" serta mengendap di sepanjang saluran pernapasan maupun pembuluh'pembuluh !ang lain.

6ambar 5.-. Bahan bera&un !ang dikeluarkan dari sebuah asap r#k#k '.'.1 ROKOK DAN !EN3AK"T

Dampak ter2a$ap saluran pernapasan $an paru,paru Mer#k#k dapat men!ebabkan perubahan struktur dan $ungsi saluran napas dan jaringan paru'paru. Pada saluran napas besar" sel muk#sa membesar 3hipertrofi4 dan kelenjar mu&us bertambah ban!ak 3hiperplasia4. Pada saluran napas ke&il" terjadi radang ringan hingga pen!empitan akibat bertambahn!a sel dan penumpukan lendir. Pada jaringan paru'paru" terjadi peningkatan jumlah sel radang dan kerusakan al:e#li. Akibat perubahan anat#mi saluran napas" pada per#k#k akan timbul perubahan pada $ungsi paru'paru dengan segala ma&am gejala klinisn!a. Hal ini menjadi dasar utama terjadin!a pen!akit obstruksi paru menahun 3PP(M4" termasuk em$isema paru'paru" br#nkitis kr#nis" dan asma. Suatu penelitian di 7inlandia menunjukan bah%a pada #rang de%asa !ang kena asap r#k#k berpeluang menderita asma dua kali lipat dibandingkan #rang !ang tidak kena asap r#k#k 39aakk#la et al" -<<*4. Studi lain menunjukan bah%a sese#rang penderita asma !ang kena asap r#k#k selama satu jam" mengalami -< persen kerusakan $ungsi paru'paru 3Dahms et al" *@@=4. Apalagi pada anak'anak" e$ek r#k#k lebih parah lagi. Ini disebabkan karena lebar saluran pernapasan anak'anak !ang sempit" sehingga jumlah napas anak'anak lebih &epat dari #rang de%asa. Akibatn!a" jumlah asap r#k#k !ang masuk ke dalam saluran pernapasan mejadi lebih ban!ak dibandingkan berat badann!a. Selain itu" karena sistem pertahanan tubuh !ang belum berkembang" mun&uln!a gejala asma pada anak'anak jauh lebih &epat dibandingkan #rang de%asa. Hasil analisis 8.<<< #rang anak berumur <'; tahun menunjukan bah%a anak' anak !ang #rang tuan!a mer#k#k *< batang sehari" men!ebabkan peningkatan jumlah kasus asma serta memper&epat mun&uln!a gejala asma pada anak' anakn!a. Begitu juga anak !ang kembali dari rumah sakit setelah pera%atan asma akut" pen!embuhann!a akan terganggu karena #rang tua !ang mer#k#k 3Abulh#sn et al" *@@?4. Dampak ter2a$ap jantung

Mer#k#k menjadi $akt#r utama pen!ebab pen!akit pembuluh darah jantung. Bukan han!a men!ebabkan pen!akit jantung k#r#ner" mer#k#k juga berakibat buruk bagi pembuluh darah #tak dan peri$er. Ban!ak penelitian telah membuktikan adan!a hubungan mer#k#k dengan pen!akit jantung k#r#ner 3P9 4. Dari ** juta kematian per tahun di negara industri maju" IH( melap#rkan lebih dari setengah 3> juta4 disebabkan gangguan sirkulasi darah" di mana -"; juta adalah pen!akit jantung k#r#ner dan *"; juta adalah stroke. Sur:ei Depkes +I tahun *@=> dan *@@-" mendapatkan peningkatan kematian akibat pen!akit jantung dari @"? persen 3peringkat ketiga4 menjadi *> persen 3peringkat pertama4. Umumn!a $#kus penelitian ditujukan pada peranan nik#tin dan karb#nm#n#ksida 3.(4. merugikan kerja mi#kard. Selain mengganggu sistem sara$ simpatis dengan akibat meningkatn!a kebutuhan #ksigen mi#kard. Nik#tin juga mengakti$kan tr#mb#sit dengan akibat timbuln!a adhesi trombosit 3penggumpalan4 ke dinding pembuluh darah. Disamping men!ebabkan ketagihan mer#k#k" nik#tin juga meningkatkan $rekuensi den!ut jantung" tekanan darah" kebutuhan #ksigen jantung" serta men!ebabkan gangguan irama jantung. Nik#tin juga mengganggu kerja sara$" #tak" merangsang pelepasan adrenalin" dan ban!ak bagian tubuh lainn!a. arb#n m#n#ksida menimbulkan desaturasi hem#gl#bin" menurunkan langsung persediaan #ksigen untuk jaringan seluruh tubuh termasuk mi#kard. .( menggantikan tempat #ksigen di hem#gl#bin" mengganggu pelepasan #ksigen" dan memper&epat ater#skler#sis 3pengapuran/penebalan dinding pembuluh darah4. Dengan demikian" .( menurunkan kapasitas latihan $isik" meningkatkan :isk#sitas darah" sehingga mempermudah penggumpalan darah. Di samping itu" asap r#k#k mempengaruhi pr#$il lemak. Dibandingkan dengan bukan per#k#k" kadar k#lester#l t#tal" k#lester#l LDL" dan trigliserida darah per#k#k lebih tinggi" sedangkan k#lester#l HDL lebih rendah. edua bahan ini" selain meningkatkan kebutuhan

#ksigen" juga mengganggu suplai #ksigen ke #t#t jantung 3miokard4 sehingga

Hasil penelitian membuktikan" terdapat hubungan !ang erat antara kebiasaan mer#k#k dengan timbuln!a pen!akit jantung k#r#ner dan pembuluh darah. E$ek jangka pendek !ang dirasakan ialah jantung berdebar'debar. Ini membuktikan bah%a mer#k#k sangat mempengaruhi $isi#l#gi jantung. Mer#k#k terbukti merupakan $akt#r risik# terbesar untuk mati mendadak. +isik# terjadin!a pen!akit jantung k#r#ner meningkat -'8 kali pada per#k#k dibandingkan dengan bukan per#k#k. +isik# ini meningkat dengan bertambahn!a usia dan jumlah r#k#k !ang diisap. Penelitian menunjukkan bah%a $akt#r risik# mer#k#k bekerja sinergis dengan $akt#r'$akt#r lain" seperti hipertensi" kadar lemak atau gula darah !ang tinggi" terhadap ter&etusn!a P9 . Perlu diketahui bah%a risik# kematian akibat pen!akit jantung k#r#ner berkurang dengan ;< persen pada tahun pertama sesudah r#k#k dihentikan.

Organ Repro$uksi Penelitian lain membuktikan bah%a per#k#k berat sering menjadi mandul 3in$ertil4. Hal ini disebabkan nik#tin dapat menghambat pr#li$erasi sel'sel spermat#genik 3sel bakal spermat#0#a4 maupun sel'sel ##genik 3sel bakal sel telur4. Pada %anita" salah satu e$ek kerugian akibat nik#tin ialah menghambat pembentukan estr#gen. Seperti diketahui estr#gen ialah h#rm#n %anita !ang sangat esensial bagi $ungsi'$ungsi $isi#l#gis %anita" termasuk $ungsi'$ungsi !ang berkaitan dengan repr#duksi. Ianita hamil !ang mer#k#k atau menjadi per#k#k pasi$" me!alurkan 0at'0at bera&un dari asap r#k#k kepada janin !ang dikandungn!a melalui peredaran darah. Nik#tin r#k#k men!ebabkan den!ut jantung janin bertambah &epat" karb#n m#n#ksida men!ebabkan berkurang!a #ksigen !ang diterima janin.

!usat ara5 Studi tentang hubungan r#k#k dan da!a ingat juga dilakukan baru'baru ini. Dari hasil analisis #tak" peneliti dari !europsychiatric "nstitute at the #niversity of California menemukan bah%a" baik jumlah dan tingkat kepadatan sel !ang digunakan #leh #tak untuk berpikir jauh lebih rendah pada #rang !ang mer#k#k dibandingkan dengan #rang !ang tidak mer#k#k. Kanker Mat'0at t#ksik dari asap r#k#k ada !ang bersi$at karsinogenik 3dapat menimbulkan kanker4 %alaupun dalam kadar !ang rendah. Meskipun kadarn!a rendah" namun jika mengisap r#k#k ini berlangsung bertahun'tahun" ditambah lagi dengan mudah l#l#sn!a benda'benda asing !ang ikut masuk bersama udara pernapasan" maka k#ndisi ini menjadikan per#k#k akti$ maupun pasi$ rentan terhadap gangguan sistem pernapasan" termasuk rentan terhadap timbuln!a kanker paru. Hubungan antara mer#k#k dan kanker paru'paru telah diteliti dalam 8'; dekade terakhir ini. Didapatkan hubungan erat antara kebiasaan mer#k#k" terutama sigaret" dengan timbuln!a kanker paru'paru. Bahkan ada !ang se&ara tegas men!atakan bah%a r#k#k sebagai pen!ebab utama terjadin!a kanker paru' paru. Di 9epang baru'baru ini dilakukan studi tentang hubungan r#k#k dan kanker. Seperti !ang diberitakan di The sahi Shimbun terbitan -5 April -<<8" studi ini dilakukan #leh tim !ang dibentuk #leh ementerian esehatan" esejahteraan" dan 1enaga erja 9epang" dan diketuai #leh Dr 2oui<2iro >ugane dari Pusat anker Nasi#nal 9epang. Studi ini dilakukan selama *< tahun di delapan pr#:insi" dan menggunakan #bjek seban!ak @<.<<< per#k#k !ang berumur antara 8< sampai >@ tahun. Selama masa tersebut ditemukan seban!ak ;.<<< #rang dari per#k#k !ang menjadi #bjek studi tersebut menderita kanker. Pada pria !ang terban!ak adalah kanker lambung 3->"5

persen4" berikutn!a paru'paru" usus" dan hati. Sedangkan pada %anita !ang paling ban!ak adalah kanker pa!udara 3*?"? persen4" diikuti lambung" usus" dan paru' paru. Dari hasil kalkulasi ditemukan bah%a peluang mun&uln!a kanker bagi per#k#k adalah *"> kali dari #rang !ang tidak mer#k#k untuk pria" dan *"; kali untuk %anita. 5.5.EBIASAAN ME+( ( dan PEN.E6AHANN2A Ialaupun hasil studi menunjukkan hasil !ang mengerikan" keban!akan per#k#k tidak per&a!a. Hal ini disebabkan karena pada ken!ataann!a akibat buruk dari r#k#k bukanlah akibat !ang bisa dirasakan dalam jangka %aktu pendek. Biasan!a kerusakan !ang diakibatkann!a terakumulasi sedikit demi sedikit dan baru bisa dirasakan langsung beberapa tahun atau beberapa puluh tahun kemudian. Hal inilah !ang membuat baha!a r#k#k terhadap kesehatan sulit di!akini. Dalam penelitian !ang dilakukan Pr#$ S#esmalijah S#e%#nd# dari 7akultas Psik#l#gi UI'!ang bertan!a kepada sejumlah #rang !ang tidak berhenti mer#k#k' diper#leh ja%aban bah%a bila tidak mer#k#k" akan susah berk#nsentrasi" gelisah" bahkan bisa jadi gemukN sedangkan bila mer#k#k" akan merasa lebih de%asa dan bisa timbul ide'ide atau inspirasi.7akt#r'$akt#r psik#l#gis dan $isi#l#gis inilah !ang ban!ak mempengaruhi kebiasaan mer#k#k di mas!arakat. Sudah seharusn!a upa!a menghentikan kebiasaan mer#k#k menjadi tugas dan tanggung ja%ab dari segenap lapisan mas!arakat. 1erutama t#k#h't#k#h panutan mas!arakat" termasuk para pejabat" pemimpin agama" guru" petugas kesehatan" artis" dan #lahraga%an" sudah sepatutn!a menjadi teladan dengan tidak mer#k#k Usaha penerangan dan pen!uluhan" khususn!a di kalangan generasi muda" dapat pula dikaitkan dengan usaha penanggulangan baha!a nark#tika" usaha kesehatan sek#lah" dan pen!uluhan kesehatan mas!arakat pada umumn!a. Perlu pula pembatasan kesempatan mer#k#k di tempat'tempat umum" sek#lah" kendaraan umum" dan tempat kerjaN pengaturan dan penertiban iklan pr#m#si r#k#kN memasang peringatan kesehatan pada bungkus r#k#k dan iklan r#k#k.

Melihat baha!a'baha!a !ang dapat ditimbulkan r#k#k" kiran!a diantara kita perlu bahu'membahu berbuat tiga hal utama , 1. Komunikasi dan informasi tentang bahaya merokok, baik bagi si perokok langsung maupun perokok pasif. 2. Menyediakan tempat-tempat khusus bagi orang yang merokok agar yang bukan perokok tidak terkena dampak negatifnya. 3. Jangan merasa segan untuk menegur perokok, jika anda merasa terganggu. Pen!akit'pen!akit !ang timbul akibat mer#k#k mempengaruhi pen!ediaan tenaga kerja" terutama tenaga terampil atau tenaga eksekuti$" dengan kematian mendadak atau kelumpuhan !ang timbul jelas menimbulkan kerugian besar bagi perusahaan. Penurunan pr#dukti:itas tenaga kerja menimbulkan penurunan pendapatan perusahaan" juga beban ek#n#mi !ang tidak sedikit bagi indi:idu dan keluarga. Pengeluaran untuk bia!a kesehatan meningkat" bagi keluarga" perusahaan" maupun pemerintah. Kegiatan ( >AT A!A 3ANG TERDA!AT DALAM A A! ROKOK Tujuan Mengamati perbedaan antara r#k#k'r#k#k !ang menggunakan $ilter" tanpa $ilter" dan r#k#k &erutu. Alat $an Ba2an *. Pipa ka&a -. Phen#lpthalein 5. 1abung reaks 8. Siring Sumbat karet * lubang )ara Kerja *. Susunlah alat sebagai berikut , ;. Ma&am'ma&am >. apas ?. +#k#k

-. 1ariklah siring se&ara perlahan'lahan" usahakan supa!a %aktu melakukan kegiatan ini tidak terjadi peniupan udara ke arah r#k#k" supa!a larutan Phen#lphtalein tidak tumpah. 5. Bandingkan %arna larutan Phen#lphtalein !ang telah dilalui tiap ma&am r#k#k/tembakau !ang diperiksa. 8. Bandingkanlah pula %arna kapas sumbat tiap ma&am r#k#k !ang diperiksa. Ba2an Diskusi *. Apakah benar $ilter pada r#k#k itu dapat mengurangi pengaruh buruk pada pengisapn!aG -. +#k#k manakah !ang memberikan kesan paling sedikit pengaruh burukn!aG 5. Bagian manakah dari r#k#k itu !ang saudara duga menjadi pen!ebab burukn!a akibat mer#k#kG 8. Mat apakah !ang men!ebabkan perubahan %arna pada kapas pen!aringG

BAB ". SA+AN PEN2A9IAN MA1E+I Setiap memulai pelajaran" disarankan untuk men!ampaikan tujuan agar sis%a dapat mengetahui kemana arah pembelajaran !ang dilakukan #leh guru. Di dalam mempelajari materi sistem pernapasan pada manusia dan kesehatann!a terdapat tujuan pembelajaran antara lain.

mengidenti$ikasi struktur " $ungsi" dan pr#ses sistem pernapasan pada manusia mengaitkan struktur" $ungsi" dan pr#ses sistem pernapasan pada manusia. Mengidenti$ikasi kelainan !ang terjadi pada sistem pernapasan pada manusia

Disaat men!ampaikan materi" usahakan sis%a mengetahui apa man$aat mempelajari p#k#k bahasan tersebut bagi kehidupan sehari'hari. Antusiasme anak dalam mempelajari materi sistem pernapasaan pada manusia dan kesehatann!a akan meningkat apabila ia merasa perlu mempelajari karena ia memang ingin/membutuhkan materi tersebut. Untuk mem#ti:asi anak" Anda bisa men!ampaikan perlun!a sis%a mempelajari sistem pernapasan pada manusia dan kesehatann!a !aitu berman$aat bagi sis%a agar selain dapat memahami sistem spernapasan pada manusia juga dapat pengaplikasikan dalam kehidupan sehari'hari agar dapat menjaga kesehatan tubuh umumn!a dan khususn!a kesehatan sistem pernapasan. Untuk kegiatan praktikum" maupun pengamatan di kelas" Anda disarankan untuk menggunakan m#del k##perati$ dengan tipe think'pair share" jigsa%" maupun S1AD. Sedangkan se%aktu menjelaskan materi !ang agak rumit Anda bisa menggunakan m#del pembelajaran langsung 3Dire&t Intru&ti#n4" misaln!a dengan mengadakan per&#baan mengukur kandungan .(- hasil pernapasan. Sis%a sebaikn!a sudah mengetahui bah%a bernapas adalah pengambilan udara pernapasan masuk kedalam paru'paru 3inspirasi4 dan pengeluarann!a 3ekspirasi4 dan Energi !ang diperlukan untuk semua kegiatan tubuh sangat tergantung pada #ksigen dan sisa pembakaran berupa karb#ndi#ksida. 1an!akan kepada sis%a 3untuk mengingat kembali4 bagaimana sistem pernapasan dari paru'paru hingga ke jaringan tubuh. !aitu berna$as 3breathing4" transpor gas melalui sistem sirkulasi" dan pertukaran gas antara kapiler darah dengan sel tubuh.

Salah satu kegiatan penga!aan !ang dapat dilakukan adalah mengajak sis%a untuk mendapatkan in$#rmasi melalui kepustakaan atau internet mengenai baha!a r#k#k dan dibuat dalam bentuk tulisan serta dianjurkan untuk membuat suatu p#ster tentang baha!a r#k#k." seperti &#nt#h berikut,

6ambar5.5, .#nt#h p#ster tentang baha!a r#k#k bagi kesehatan

BAB . RANGK-MAN *. Pernapasan adalah pr#ses pertukaran gas antara makhluk hidup dengan lingkungann!a. -. Alat pernapasan manusia terdiri atas hidung" pangkal terngg#r#k 3laring4" batang tengg#r#k 3trakea4" &abang tengg#r#k 3br#nkus4" dan paru'paru. 5. Di dalam hidung udara disaring" disesuaikan suhun!a" dan diatur kelembabann!a. 8. Pertukaran #ksigen dengan karb#ndi#ksida terjadi dalam al:e#lus. ;. Pr#ses pernapasan meliputi pengambilan #ksigen untuk #ksidasi bi#l#gi !ang menghasilkan energi serta pengeluaran 0at sisa berupa karb#ndi#ksida dan air. >. Pemasukan udara 3menarik napas4 disebut inspirasi. Pengeluaran udara 3mengeluarkan napas4 disebut ekspirasi. ?. Masuk dan keluarn!a udara dari dan ke paru'paru disebabkan #leh kerja #t#t'#t#t dia$ragma dan #t#t'#t#t antar tulang rusuk. =. 7rekuensi respirasi adalah jumlah bernapas 3inspirasi'ekspirasi4" dipengaruhi #leh umur" jenis kelamin" suhu tubuh" berat badan dan akti$itas 3kegiatan4. @. Pernapasan !ang menggunakan #t#t dia$ragma disebut pernapasan perut. Pernapasan !ang menggunakan #t#t antar tulang rusuk disebut pernapasan dada. *<. Beberapa pen!akit !ang mengganggu sistem pernapasan antara lain selesma" in$luen0a" br#nkitis" asma" 1B." pneum#nia" dan pleuritis. **. Asap r#k#k mengeluarkan lebih dari 8< bahan kimia pen!ebab kanker" juga sejumlah ke&il ra&un lainn!a seperti arsenikum dan sianida serta lebih dari 8.<<< bahan lainn!a masuk ke tubuh. *-. Mer#k#k tidak han!a memberikan e$ek buat per#k#k sendiri" tetapi juga #rang di sekitarn!a !ang kena asap r#k#k tersebut.

BAB . E.AL-A " A. !ili2la2 satu ja?a*an ;ang paling tepat@ *. Menghirup udara lebih baik melalui hidung. arena di dalam r#ngga hidung udara mengalami perlakuan berikut" ke&uali . . . . a. diatur :#lumen!a b. diatur kelembabann!a &. disesuaikan suhun!a d. disaring #leh rambut hidung -. Berikut ini adalah alat'alat pernapasan !ang berupa saluran , *. trakea -. laring 5. br#nkus Urutan pr#ses masukn!a udara dalam sistem pernapasan adalah . . . . a. b. ;'*'-'5'8 -'*'5';'8 &. ;'-'*'5'8 d. *'-'5';'8 8. paru'paru ;. hidung

#ntuk $menja%ab soal nomor & sampai dengan '$ perhatikanlah gambar di ba%ah ini.

5. 1rakea ditunjukkan #leh n#m#r . . . . a. b. * 5 &. d. 8

8. (rgan !ang ditunjukkan #leh n#m#r * adalah . . . . a. b. br#nkus laring &. br#nki#lus d. trakea

;. Br#nkus terdapat pada bagian !ang ditunjukkan #leh n#m#r . . . . a. b. * 8 &. 5 d. -

>. Pertukaran antara gas #ksigen dan gas karb#ndi#ksida terjadi di n#m#r . . . . a. b. ?. a. b. &. d. * &. 5 d. 8

eluar masukn!a udara dari dan ke paru'paru disebabkan #leh . . . . desakan udara luar isapan r#ngga hidung membesar dan menge&iln!a r#ngga dada mengembang dan mengempisn!a paru'paru

=. Udara seban!ak'ban!akn!a 3maksimum4 !ang dapat keluar masuk paru'paru disebut . . . . a. b. &. d. :#lume paru'paru :#lume pernapasan kapasitas :ital paru'paru da!a tampung paru'paru

@. Hakekat pernapasan !ang sesungguhn!a disebut . . . . a. b. &. d. mengeluarkan uap air dari dalam paru'paru mengeluarkan karb#ndi#ksida dari dalam paru'paru meng#ksidasi makanan untuk mendapatkan energi memasukkan #ksigen ke dalam paru'paru

*<. Pada pernapasan dada" #t#t'#t#t antar tulang rusuk berk#ntraksi sehingga tulang rusuk . . . . a. b. &. d. menge&il dan r#ngga dada membesar menge&il dan r#ngga dada menge&il terangkat dan r#ngga dada membesar terangkat dan r#ngga dada menge&il

**. 2ang terjadi ketika kita menarik napas . . . . a. b. &. d. dia$ragma mendatar" tulang rusuk menurun dia$ragma mendatar" tulang rusuk terangkat dia$ragma melengkung ke atas" tulang rusuk terangkat dia$ragma melengkung ke atas" tulang rusuk menurun

*-. +eaksi respirasi !ang benar di ba%ah ini adalah . . . . a. b. &. d. sari makanan A #ksigen energi A .(- A uap air H-( A #ksigen energi A sari makanan A .(.(- A H-( energi A #ksigen A sari makanan Sari makanan A .(- energi A #ksigen A uap air

*5. Paru'paru dibungkus #leh selaput tipis !ang bernama . . . . a. b. al:e#lus pleura &. d. dia$ragma br#nki#lus

*8. 9ika kita menghembuskan napas sekuat'kuatn!a" di dalam paru'paru kita masih tersisa udara !ang ban!akn!a kira'kira . . . . a. b. <"; liter *"; liter &. 5"; liter d. ;"< liter

*;. 1imbuln!a ke&anduan bagi per#k#k disebabkan #leh . . . . a. b. &. d. gas karb#nm#n#ksida bau harumn!a asap r#k#k nikmatn!a asap r#k#k 0at nik#tin dalam tembakau

*>. Peradangan pada paru'paru khususn!a pada bagian al:e#lus !ang disebabkan #leh :irus atau bakteri disebut . . . . a. b. br#nkitis pneum#nia &. pleuritis d. tuberkul#sis

*?. Salah satu bahan karsin#genik !ang masuk dalam tubuh akibat menghisap asap r#k#k !aitu . . . . a. b. nik#tin sianida &. tar d. karb#n m#n#ksida

*=. Suatu keadaan di mana hidung tersumbat" beringus" dan bersin'bersin merupakan &iri #rang !ang terserang . . . . a. b. $lu selesma &. d. asma br#nkitis

*@. as karb#n m#n#ksida !ang dihirup dari asap r#k#k dapat membaha!akan tubuh karena . . . a. b. &. d. dapat merusak dinding al:e#lus gas terbentuk gas tersebut akan menggantikan #ksigen di sel'sel darah gas tersebut dapat menimbulkan batuk'batuk dapat menimbulkan berbagai gangguan pada saluran pen&ernaan

-<. Bila sese#rang pergi dari daerah pantai !ang rendah ke daerah pegunungan !ang tinggi" suatu peningkatan akan terjadi dengan segera dalam a. b. &. d. B. 9umlah sel darah merah hem#gl#bin jumlah sel darah putih tingkat ke&epatan bernapas

4a?a* $engan tepat *. 9elaskan perbedaan mekanisme pernapasan dada dan pernapasan perut. -. 9elaskan mekanisme pertukaran #ksigen dan karb#ndi#ksida dalam tubuh manusia 5. Mengapa tubuh manusia memerlukan #ksigen 8. 9elaskan $ungsi laring dan bagaimana &ara laring menghasilkan suara ;. Mengapa kandungan udara di al:e#lus berbeda denagn kandungan udara ekspirasiG >. 9elaskan ma&am'ma&am :#lume udara !ang anda ketahui K

DA71A+ IS1ILAH Al8eolus As5iksi Asi$osis Bronkiolus Bronkus Dia5ragma Dipteri Ekspirasi Em5isema "nspirasi 4akun !leura !neumonia Respirasi Trakea , Stuktur !ang sangat ke&il dan men!erupai kant#ng !ang terdapat pada ujung br#nki#lus. , 6angguan dalam pengangkutan #ksigen ke jaringan akibat terganggun!a $ungsi paru'paru" pembuluh darah " atau dalam jaringan tubuh , Meningkatn!a kadar asam karb#nat dan asam bikarb#nat dalam darah , Per&abangan dari br#nkus !ang berupa pipa'pipa ke&il. , .abang batang tengg#r#kan. , (t#t !ang memisahkan r#ngga dada dan r#ngga perut. , Pen!akit in$eksi !ang disebabkan #leh bakteri Corynebacterium diptherial , Pengeluaran udara dari paru'paru. , 9umlah udara !ang berlebihan di dalam paru'paru , Pengambilan atau pemasukan udara ke dalam paru'paru. , 1ulang ra%an pada pangkal tengg#r#k !ang men#nj#l pada pria de%asa. , Selaput tipis penutup paru'paru dan sekaligus pelapis dalam r#ngga !ang berisi paru'paru. , Peradangnan paru'paru dimana al:e#lus biasan!a berisi &airan dan eritr#sit serta leuk#sit. , Pr#ses per#mbakan bahan makanan dengan menggunakan #ksigen sehingga diper#leh energi dan .(, Saluran !ang berpangkal pada mulut dan hidung lalu ke ba%ah menuju r#ngga dada dan ber&abang dua menjadi br#nkus. Tekanan parsial, 1ekanan !ang disebabkan #leh suatu gas. !erokok pasi5 , (rang !ang tidak mer#k#k tetapi berada di lingkungan !ang ter&emar asap r#k#k

Karsinogenik , Bahan !ang dapat merangsang timbuln!a kanker.

DA0TAR !- TAKA

Baker" Allen. 3*@=54. The Study of (iology. Addis#n Iesle!, Ne% 2#rk. imbal" H#hn I. *3@@<4. (iology. Sugiri" Na%angsari 3penterjemah4" 9akarta Penerbit Erlangga" Lu&! Daniel. 3*@@=4. Bi#l#g!" M&. 6ra%'Hill B##k .#. Hans 1andra. Senin" 5< 9uni -<<5. Mer#k#k dan esehatan. #mpas" Diah Ar!ulina" dkk. 3-<<84. Bi#l#gi SMA untuk Pratama .amphell N.A." 9.B. +ee&e" -<<-. Bi#l#g!. Internati#nal Editi#n. SiFth Editi#n. San 7ransis&#" B#st#n Ne% 2#rk, Pears#n Edu&ati#n" In&" publishing as Benjamin .ummings. .amphell N.A." 9.B. +ee&e" L.6. Mit&hel M.+. 1a!l#r. -<<5. Bi#l#g!. .#n&epst O .#nne&ti#ns. 7#urth Editi#n. San 7ransis&#. .ali$#rnia" B#st#n Ne% 2#rk, Pears#n Edu&ati#n" In&" publishing as Benjamin .ummings. 6ibs#n 9.M.D" *@@;. Anat#mi dan 7isi#l#gi M#dern untuk Pera%at 3M#dern Phs!#l#g! and Anat#m! $#r Nurses4. Alih Bahasa #leh NiLuh 2asmin Asih S. P. Edisi kedua. 9akarta, Penerbit Buku ed#kteran elas LI. 9akarta, P1 6el#ra Aksara