Anda di halaman 1dari 3

Antibiotic-assocoated diarrhea merupakan diare lain yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya, biasanya dihubungkan dengan adanya pemberian

antibiotik. Angka kejadian pada diare jenis ini bervariasi antara masing-masing antibiotik ini. Diare dapat terjadi pada 510% pasien yang mendapatkan terapi ampicillin, 10- 5% pada pasien yang diterapi dengan amoksillin clavulanat, 15- 0% pada pasien dengan pemberian ce!i"ime dan -5% pada pasien setelah diterapi dengan yang lain seperti se!alosporin, !luoro#uinolon, erytromycin dan tetrasiklin. 1$ %ada manusia sebagian besar bakteri yang membentuk !lora normal adalah bakteri anaerob, yang paling sering ditemukan dalam saluran pencernaan terutama usus besar adalah Clostridium difficile. Clostridium difficile merupakan kuman !lora normal dalam saluran pencernaan manusia, juga dapat ditemukan dalam tanah, rumput kering, pasir, kotoran he&an seperti sapi, kuda, keledai, anjing, kucing dan he&an pengerat. %ada orang de&asa didapatkan Clostridium difficile sekitar '%, pada bayi 0-50% dan sangat tinggi pada neonatus 50-(0%. )edangkan menurut *artlett +1,$,- Clostridium difficile ditemukan '0(0% pada neonatus +.1 bulan-, '0-(0% pada bayi umur 1 bulan -1 tahun dan '% pada anak umur /1 tahun.1$ 0oksin Clostridium difficile ditemukan 5-1'% pada neonatus sehat, tidak didapatkan pada anak berumur lebih dari 1 tahun de&asa. )elain sebagai !lora normal ternyata Clostridium difficile dapat sebagai penyebab kolitis. *akteri ini pertama kali berhasil diisolasi pada tahun 1,'5 oleh 2all dan 340oole. 5ereka menamakan bakteri tersebut difficile oleh karena bakteri ini sangat sulit diisolasi. 6mumnya penyakit yang disebabkan Clostridium difficile berhubungan dengan adanya pemberian antibiotik.1$ 7ol!e dkk dan 8ekety dkk, menyatakan bah&a beberapa antibiotik yang sering berhubungan dengan timbulnya penyakit karena Clostridium difficile antara lain ampisilin, penisilin, klindamisin, kloram!enikol, tetrasiklin dan, se!aleksin. )edangkan Allen dkk menyatakan bah&a hampir semua antibiotik, kecuali vankomisin, basitrasin dan metronida9ol sering berhubungan dengan penyakit karena Clostridium difficile.1, Demikian juga 0riada!ilopoulos dan :a 5ont menyatakan bah&a hampir semua antibiotik dapat menyebabkan kolitis pseudomembran pada anak, tetapi yang paling sering adalah ampisilin.
0

*artlett melaporkan bah&a didapatkan hasil pemeriksaan toksin Clostridium difficile positi! 15- 5% pada pasien diare yang berhubungan dengan pemberian antibiotik dan -$% pada pasien dengan pemberian antibitik yang tanpa disertai diare. 1 *agaimana hubungan antara lamanya pemberian, dosis dan rute pemberian antibiotik dengan terjadinya kolitis dan diare masih belum jelas. 5enurut *anno dkk, timbulnya diare

sebagai salah satu gejala dari kolitis dapat terjadi setelah 1 minggu pemberian antibiotik. )edangkan 8eigin dkk menyatakan bah&a timbulnya gejala dapat terjadi selama pemberian antibiotik +hari ke ;-$- atau terjadi sangat lambat, yaitu sampai 1 hari setelah antibiotik dihentikan. Clostridium difficille dalam bermultiplikasi dan berproli!erasi membentuk toksin. ' Adanya toksin dalam tinja pasien kolitis yang disebabkan oleh Clostridium difficile pertama kali dilaporkan oleh :arson dkk, kemudian <eorge dkk berhasil mengisolasi Clostridium difficile dari tinja pasien kolitis akibat pemakaian klindamisin. )elain itu juga dia berpendapat bah&a toksin yang dihasilkan merupakan satu-satunya penyebab terjadinya kolitis.1$ 5ani!estasi klinis dari diare kelainan ini adalah adanya kram pada perut, demam, lekositosis, adanya lekosit pada !eses, hipoalbumin, adanya penipisan kolon pada pemeriksaan =0 scan dan adanya perubahan gambaran kolon pada biopsi. Antibioticassocoated diarrhea dapat pula disebabkan oleh kuman patogen yang lain, melalui e!ek langsung antibiotik pada mukosa usus. %atogen tersebut antara lain salmonella, C. perfringens type A, Staphylococcus Aureus dan Candida albicans, C. Perfringens type A menyebabkan produksi enterotoksin yang telah diketahui dapat menyebabkan keracunan makanan, dan pada genotyupe yang berbeda telah terbukti menyebabkan diare jenis ini. %ato!isiologi terjadinya diare ini masih belum jelas, diduga antibiotik dapat menyebabkan konsentrasi anaerob pada !eses menurun, akibatnya terjadi penurunan metabolisme karbohidrat yang pada akhirnya menyebabkan terjadinya diare dan laju pemecahan asam empedu, yang merupakan agen sekretorik kolon yang poten menjadi menurun.1$

0abel '. %erbedaan diare akibat penggunann antibiotik C. defille dengan yang lain