Anda di halaman 1dari 11

1 BAB I PENDAHULUAN

Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi dan atau barang dengan nilai yang lebih tinggi untuk penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangunan dan perekayasaan industri yakni kelompok industri hulu (kelompok industri dasar), kelompok industri hilir, dan kelompok industri kecil. Bidang usaha industri adalah lapangan kegiatan yang bersangkutan dengan cabang industri yang mempunyai ciri khusus yang sama dan atau hasilnya bersifat akhir dalam proses produksi (UU RI No.5 Tahun 1984 tentang Perindustrian). Istilah industri sering disebut sebagai kegiatan manufaktur (manufacturing). Padahal, pengertian industri sangatlah luas, yaitu menyangkut semua kegiatan manusia dalam bidang ekonomi yang sifatnya produktif dan komersial. Karena merupakan kegiatan ekonomi yang luas maka jumlah dan macam industri berbedabeda untuk tiap negara atau daerah. Pada umumnya, makin maju tingkat perkembangan perindustrian di suatu negara atau daerah, makin banyak jumlah dan macam industri, dan makin kompleks pula sifat kegiatan dan usaha tersebut. Cara penggolongan atau pengklasifikasian industri pun berbeda-beda. Tetapi pada dasarnya, pengklasifikasian industri didasarkan pada kriteria yaitu berdasarkan bahan baku, tenaga kerja, pangsa pasar, modal, atau jenis teknologi yang digunakan.

2 BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Relokasi Industri adalah perpindahan atau pemindahan lokasi industri dari negara maju ke negara berkembang dengan alasan menekan upah buruh, tekanan politis atau hukum di negara maju, syarat pendirian industri di negara maju, dan lain sebagainya. Negara maju yang biasanya melakukan relokasi industri adalah seperti amerika serikat/USA, jerman, jepang, prancis, korea, china dan sebagainya. Negara yang menerima relokasi industri adalah cina, india, indonesia, thailand, vietnam, malaysia, meksiko, dan lain-lain. Dampak relokasi industri pada negara maju yang melakukan pemindahan atau relokasi industri, yaitu: 1. Dampak negatif: a. Industri kecil yang berhubungan dengan industri yang dipindahkan akan terkena dampak yang merugikan sehingga menjadi lambat berkembang b. Lapangan pekerjaan semakin berkurang karena adanya pemindahan lokasi pabrik tanpa disertai pemindahan pekerja/buruh/pegawai/karyawan. c. Pendapatan negara maju tersebut akan berkurang.

2. Dampak positif a. Lokasi/tempat pemasaran untuk memasarkan produk baik barang dan jasa akan semakin meluas b. Usaha bisnis yang malakukan relokasi industri akan semakin luas dan maju. c. Membayar upah buruh yang lebih murah daripada di negara asal. d. Mudah memperoleh bahan baku

Dampak dan efek relokasi industri pada negara berkembang yang menerima relokasi industri, yaitu: 1. Dampak Positif a. Lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja akan bertambah b. Mendapatkan modal segar baru secara langsung c. pendapatan negara dari pajak dan pendapatan perkapita penduduk dari upah atau gaji bertambah d. Pengalihan atau alih teknologi dari negara maju ke negara berkembang.

2. Dampak Negatif a. Menimbulkan persaingan yang mungkin akan mematikan industri yang sama di dalam negeri b. Masuknya budaya baru yang mungkin bertentangan dengan budaya lokal. c. Sebagian besar keuntungan yang diperoleh bisnis asing tersebut akan lari ke luar negeri.

B. Kegiatan Ekonomi Negara Maju Ada beberapa faktor penting yang mempengaruhi kegiatan ekonomi suatu wilayah, diantaranya: 1. Akumulasi modal, baik berwujud tanah, peralatan fisikal, dan sumber daya manusia (human resources) 2. pertumbuhan populasi (penduduk) 3. kemajuan teknologi Ada beberapa ciri ciri Negara Maju diantaranya: 1. Jumlah dan pertumbuhan penduduknya kecil 2. Jumlah pencari kerja dan lapangan kerja yang ada seimbang 3. Tingkat pendayagunaan tenaga kerja sudah tinggi 4. Daya serap ekonomi sudah tinggi 5. Tingkat kesehatan penduduk sudah baik 6. Kualitas tenaga kerja sudah memadai 7. Tingkat keterampilan dan produktivitas sudah baik

4 8. Jaminan kesejahteraan dan upah pekerja sesuai standar minimal yang telah ditetapkan 9. Tinggkat teknologi dalam proses produksi tinggi 10. Tingkat daya beli masyarakat sudah tinggi 11. Pendapatan nasional dan pendapatan perkapita tinggi 12. Angka kriminalitas dapat ditekan.

Di negara maju faktor-faktor di atas sangat mempengaruhi kegiatan ekonomi yang berjalan simultan dan dapat dikendalaikan. Negara maju sering dikaitkan dengan proses industrialisasi dan pembangunan industri. Negara-negara di dunia yang dapat dikategorikan sebagai negara industrti maju ( industrial countries) tergabung dalam kelompok G7 yaitu Amerika Serikat, Inggris, Pernacis, Jerman, Belanda, Italia dan Jepang. Dewasa ini muncul negara-negara yang tergolong industri baru (new indsustrial countries). Dalam arti luas industri adalah segala aktivitas manusia di bidang ekonomi yang menghasilkan barang atau jasa. Dengan industrialisasi ada beberapa keuntungan yang dicapai, yaitu : a. memperbesar kegunaan bahan mentah (semakin banyak bahan mentah yang diolah maka semakin banyak pula manfaat yang diperoleh) b. memperluas lapangan pekerjaan c. menambah penghasilan penduduk, sehingga menambah kemakmuran d. mengurangi ketergantungan pada luar negeri e. mendorong kemajuasn ilmu pengetahuan dan teknologi f. menghasilkan aneka barang yang diperluykan rakyat g. kegiatan ekonomi menjadi lebih leluasa karena tidak hanya tergantung pada lingkungan alam h. menambah devisa negara i. Perbedaan lingkungan geografis yang dimiliki oleh setiap negara akan menyebabkan jenis perindustrian juga berbeda baik itu meliputi unsur fisik, unsur biotik dan unsur abstrak

5 i. Unsur fisik Unsur fisik merupakan lingkungan alam yang bukan memiliki potensi sebagai pendorong, tetapi juga sebagai penghambat. Unsur-unsur fisik tersebut dapat berupa iklim, cuaca, tanah dan sumberdaya mineral. ii. Unsur biotik Unsur biotik mencakup kekayaan flora baik itu dari hasil pertanian, perkebunan maupun kehutanan dan fauna serta manusia dengan segala aspek kehidupannya yaitu dengan kemajuan IPTEK. iii. Unsur abstrak Unsur abstrak mencakup letak, luas, batas dan bentuk wilayah. Unsur ini erat kaitannya dengan aksesibilitas yang berperan dalam distribusi produk yang dihasilkan serta bahan mentah yang diperlukan.

Jika diamati jenis perindustrian yang terdapat di indonesia dengan perindustrian yang terdapat di negara maju, perbedaan yang tampak jelas adalah pada pemanfaatan teknologinya. Industri-industri yang terdapat di indonesia pada umumnya berupa industri rumah tangga yang tidak banyak menggunakan teknologi maju dan jumlah hasil produksinya dalam skala kecil. Unsur-unsur yang muncul dari elemen industri, yaitu: a. Bahan Mentah (bahan baku) Suatu industri dapat beroperasi bila tersedia bahan mentah atau bahan baku yang cukup. Negara yang memiliki persediaan bahan mentah akan mengalami keuntungan karena tidak perlu mendatangkan dari negara lain b. Modal Modal yang besar merupakan salah satu faktor utama untuk kemajuan industri. Dengan modal yang besar maka akan dapat menyediakan perlengkapan industri moderen sehingga kualitas dan kuantitas hasil industri dapat terus dikembangkan. c. Tenaga Kerja Untuk meningkatkan produktivitas industri tentunya diperlukan tenaga kerja yang berjumlah besar, tenaga kerja yang terampil . d. Pasar Pemasaran merupakan kegiatan akhir dari industri yang terpenting bagi kegiatan industri. Daerah atau negara yang mempunyai jumlah penduduk dan daya beli yang besar merupakan tempat pemasaran yang ideal misalnya indonesia dan cina.

6 e. Transportasi Sarana dan prasarana transportasi yang memadai akan menunjang kegiatan industri dan akan memperlancar pengangkutan bahan baku dan bahan bakar ke lokasi industri serta memperlancar pengangkutan untuk memasarkan hasil industri. Saat ini indonesia sedang memasuki tahap transisi menuju masa industri. Adapun hambatan-hambatan yang mempengaruhi pembangunan industri di indonesia antara lain: a. Suasana industri belum merata b. Tenaga terampil masih terbatas c. Daya beli masyarakat masih rendah d. Modal yang tersedia terbatas e. Jaringan yang masih belum memadai f. Pangsa pasar tidak merata akibat penyebaran penduduk yang tidak merata Proses industrialisasi dan pembangunan industri merupakan suatu jalur kegiatan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, tingkat hidup yang lebih maju maupun taraf hidup yang lebih bermutu. Kegiatan perekonomian di negara maju biasanya berkaitan erat dengan produksi sekunder yang meliputi hasil-hasil sektor industri, dan produksi tersier yang meliputi hasil dari jasa-jasa. Berikut beberapa gambaran mengenai kegiatan perekonomian di negara-negara maju:

1. Komersialisasi Perikanan Di bidang perikanan, negara maju menggunakan teknologi tinggi baik untuk membudidayakan maupun untuk pengolahan dan pengemasannya. Misalnya dalam penangkapan dan pengolahan ikan paus, anjing laut, spons serta pembudidayaan mutiara. Semakin majunyas kegiatan dibidang perikanan dapat pula ikut memajukan industri lain yang melayaninya, seperti pebuatan kaleng dalam berb agai ukuran, bahan-bahan pengawet, peralatan penangkap ikan, alat pengolah ikan segar, industri pupuk, makanan ternak dan lain-lain. Kawasankawasan yang kaya akan ikan terletak di ambang benua belahan utara yang beriklim sedang. Contoh negara Inggris, Denmark, Norwegia, New Foundand, Eslandia dan Kepulauan Jepang.

7 2. Pertanian Pertanian di negara maju dicirikan dengan adanya produksi pertanian yang sangat elastis dimana hasilnya disesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan pasar. Penduduk yang bekerja di bidang pertanian jumlahnya sangat terbatas, yaitu di bawah 20%, bahkan kadang-kadang hanya mencapai 5%. Di negara maju pengelolaan pertanian menerapkan dan mengembangkan teknologi pertanian yang moderen. Penggunaan bibit ungul serta pengembangan bibit unggul dilakukan secara lintas sektoral,yaitu dengan kerjasama dengan pihak perguruan tinggi, lembaga pertanian serta beberapa perusahaan yang terkait.

3. Kehutanan Penggunaan mesin-mesin canggih, baik dalam penebangan, pengangkutan, pengerajinan, maupun dalam pemotongan dan pengolahan lebih lanjut. Usaha komersialisasi kayu terutama kayu hutan dilaksanakan dengan sangat hati-hati dan selalu diimbangi dengan usaha penanaman kembali hutan yang telah ditebang. Penebangan kayu hutan di negara-negara maju dilakukan secara musiman, misalnya yang dilakukan di Inggris, Canada, Rusia, Scandinavia dan Finlandia. Jika kekurangan bahan kayu hasil hutan maka dilakukan pengimporan kayu dari dari daerah tropis. Masyarakat di negara-negara maju mempunyai tingkat kesadaran yang cukup tinggi akan arti pentingnya hutan bagi kelansungan hidup manusia.

4. Pertambangan Pertambangan di negara-negara maju mengalami kemajuan yang pesat pada saat Inggris dan negara-negara Eropa Barat mengalami revolusi industri. Pertambangan di negara maju diolah menggunakan teknologi di dalam negri, bahkan untuk jenis pertambangan tertentu seperti batubara dan biji besi diolah di tempat-tempat tertentu yang dekat dengan daerah pertambangan.

8 5. Perindustrian Negara maju yang pertama kali dikenal sektor industrinya adalah Inggris. Hal ini karena di Inggris revolusi industri dengan ditemukannya mesin uap yang dapat menghemat biaya dan peningkatan produksi industrinya sebesar 400% selama paruh pertama abad ke-19. Di negara-negara maju jumlah penduduk yang terlibat kedalam

perindustrian jauh lebih besar bila dibandingkan dengan yang bermatapencaharian bertani. Contoh di Jepang jumlah penduduk yang bekerja disektor pertanian hanya 13%, sisanya bekerja di sektor industri dan jasa. Demikian juga Australia, dimana penduduk yang bekerja di sektor pertanian hanya 10 %, 30% di sektor industri dan 60% di sektor jasa.

6. Perniagaan Kegiatan perekonomian di sektor ini merupakan kegiatan sektor tersier, yakni kegiatan-kegiatan yang secara tidak langsung menghasilkan dan meningkatkan nilai barang, seperti kegiatan perbangkan, bursa uang, asuransi, transportasi, akomodasi, perdagangan dan jasa tlekomunikasi. Kegiatan perniagaan pada umumnya dapat dikelompokan menjadi 2 (dua), yakni : a. Para pedagang, yakni yang menjadi perantara antara produsen konsumen, seperti pedagang, ahli perbangkan, para akuntan, konsultan dan para perantara/ calo (broker). b. Para pengangkut, yakni meliputi para pengatur ekspedisi barang,

pengangkutan orang dari suatu tempat ke tempat lain. Termasuk sopir, masinis, pilot, pelaut-niaga, dan mereka yang melayani jasa komunikasi. Pada sektor ini di negara-negara maju mengalami perkembangan yang sangat pesat karena didukung oleh telekomunikasi dan sistem informasi yang suadah sangat mapan/ maju di negara-negara tersebut.

9 C. Kegiatan Ekonomi Negara Berkembang Ada beberapa ciri-ciri negara berkembang diantaranya: 1. Jumlah dan pertumbuhan penduduknya masih tinggi 2. Jumlah pencari kerja dan lapangan kerja yang ada tidak seimbang 3. Tingkat pendayagunaan tenaga kerja masih rendah 4. Daya serap ekonomi rendah 5. Tingkat kesehatan penduduk masih rendah 6. Kualitas tenaga kerja belum memadai 7. Tingkat keterampilan dan produktivitas masih rendah 8. Jaminan kesejahteraan dan upah pekerja belum standar minimal yang telah ditetapkan 9. Tinggkat teknologi dalam proses produksi rendah 10. Tingkat daya beli masyarakat masih rendah 11. Pendapatan nasional dan pendapatan perkapita rendah 12. Angka kriminalitas tinggi. Pada umumnya di negara-negara berkembang sebagian besar penduduknya bekerja di sektor primer yang memproduksi bahan-bahan dasar dan bahan makanan (raw materials ang foodstuffs), sehingga pendapatan penduduk perkapita menjadi rendah. Berikut beberapa kegiatan yang dilaksanakan di negara berkembang:

1. Pertanian Sebagian besar negara berkembang terletak di daerah tropis yang miskin unsur hara dan curah hujannya tinggi, sehingga proses erosi berlangsung cepat dan tanah cepat mengalamio ketidaksuburan. Menurut Soerdjono Abipraja (1985:14) mengemukakan bahwa rata-rata penduduk yang bekerja di sektor pertanian adalah 55%-80%. Namun tingkat produktivitasnya sangat rendah dan tidak elastis. Kegiatan di sektor pertanian hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri (selfsuffient agricultural) bahkan tidak jarang mengalami krisis pangan. Salah satu kelemahan negara berkembang di bidang pertanian adalah diusahakannya komoditi tunggal (single comoditi) seperti: Colombia dan Brazilia dengan kopinya, Mesir dengan kapasnya. Hal ini menyebabkan krisis atau kemungkinan gagal panen akibat penyimpangan iklim.

10 2. Perindustrian Perkembangan industri di negara-negara berkembang cendertung tidak sama dengan perkembangan industri negara maju. Banyak pencari kerja di negaranegara berkembnag yang berpaling ke sektor industri, karena sektor pertanian sifatnya hanya musiman dan tidak lagi dapat memberikan penghasilan yang cukup. Jumlah pencari kerja di sektor industri cenderung semakin meningkat, sedang daya serap sektor industri sangat rendah, yaitu sekitar 10 -20% dari seluruh tenaga kerja yang ada. Sebagian besar negara-negara berkembang sudah mempunyai cukup mineral dan bahan mentah untuk diolah lebih lajut. Namun perkembnagan industri banyak mengalami hambatan. Hambatan-hambatan tersebut antara lain kekurangan sumber tenaga, kekurangan tenaga kerja yang terdidik, kekurangan modal, adanya motivasi dan tingkat keahlian yang rendah dari tenaga kerja, dan adanya situasi politik yang cenderung tidak stabil.

11 DAFTAR PUSTAKA

Pengertian / Definisi Relokasi Industri Negara Maju dan Negara Berkembang serta Dampak / Efek - Ekonomi Geografi (http://organisasi.org/pengertian_definisi_relokasi_industri_negara_maju_dan_negara_berke mbang_serta_dampak_efek_ekonomi_geografi (diakses 7 Mei 2013) Kegiatan Ekonomi Negara Maju dan Berkembang (http://maribelajargeografi.blogspot.com/2010/03/kegiatan-ekonomi-negara-maju-dannegara.html) diakses pada 12 Mei 2013, 11:18PM WIB